100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
181 tayangan48 halaman

Sistem Bilangan Real dan Kartesius

Dokumen tersebut merangkum materi Kalkulus Dasar yang mencakup sistem bilangan real, koordinat kartesius, fungsi satu variabel, limit dan kekontinuan, turunan, integral, serta literatur dan komponen penilaian mata kuliah tersebut."

Diunggah oleh

Fadhillah Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
181 tayangan48 halaman

Sistem Bilangan Real dan Kartesius

Dokumen tersebut merangkum materi Kalkulus Dasar yang mencakup sistem bilangan real, koordinat kartesius, fungsi satu variabel, limit dan kekontinuan, turunan, integral, serta literatur dan komponen penilaian mata kuliah tersebut."

Diunggah oleh

Fadhillah Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1 2 3 4 5

TKSS211105 KALKULUS DASAR


Pendahuluan, Sistem Bilangan Real, dan Sistem
Koordinat Kartesius

oleh
Made Tantrawan

Departemen Matematika FMIPA UGM

Semester Ganjil 2021/2022

Made Tantrawan [Link]@[Link] 1 / 38


1 2 3 4 5

Pertemuan Online

Pertemuan kelas dilaksanakan secara online menggunakan Zoom


dengan link sebagai berikut:
▶ Senin: 09.00 - 10.40 WIB
[Link]
NG9lZk45K0x0SEx2QnozQmVLeHQ4QT09
▶ Rabu: 15.30 - 17.10 WIB
[Link]
dmNwQ0JnUEJnMURQR2cwN1YyS2lTUT09

Made Tantrawan [Link]@[Link] 2 / 38


1 2 3 4 5

Materi yang dipelajari

1 Sistem bilangan real dan koordinat


Kartesius
2 Fungsi satu variabel
3 Limit dan kekontinuan
SEBELUM
MIDTERM 4 Turunan (1)
5 Turunan (2)
6 Aplikasi turunan (1)
7 Aplikasi turunan (2)

8 Integral tak tentu (1)


9 Integral tak tentu (2)
10 Integral tak tentu (2) SETELAH
11 Integral tentu MIDTERM
12 Aplikasi integral (1)
13 Aplikasi integral (2)
14 Aplikasi integral (3)

Made Tantrawan [Link]@[Link] 3 / 38


1 2 3 4 5

Literatur dan komponen penilaian

Literatur
1 Varberg, D., Purcell, E.J., dan Rigdon, S.E., 2007. Calculus with
differential equation, Pearson, New York.
2 Wrede, R. dan Spiegel, M., 2010. Schaum’s Outline of advanced
calculus, McGraw-Hill Education, New York.

Komponen penilaian:
1 UAS
2 UTS
3 Tugas/Kuis
4 Lain-lain

Made Tantrawan [Link]@[Link] 4 / 38


1 2 3 4 5

Sistem Bilangan Real dan Koordinat Kartesius

1 Himpunan Bilangan Real

2 Sifat-Sifat

3 Pertidaksamaan

4 Nilai Mutlak

5 Sistem Koordinat Kartesius

Made Tantrawan [Link]@[Link] 5 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Sistem Bilangan Real dan Koordinat Kartesius

1 Himpunan Bilangan Real

2 Sifat-Sifat

3 Pertidaksamaan

4 Nilai Mutlak

5 Sistem Koordinat Kartesius

Made Tantrawan [Link]@[Link] 6 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Himpunan

Definisi 1
Himpunan adalah sekumpulan objek/unsur yang terdefinisi dengan jelas.

Unsur-unsur di dalam suatu himpunan disebut anggota atau elemen.


Himpunan yang tidak memiliki anggota dinamakan himpunan kosong
dan disimbolkan dengan ∅.
Jika a merupakan anggota suatu himpunan S, maka dituliskan a ∈ S
dan dibaca “a elemen S”.
Jika a bukan merupakan anggota himpunan S, maka dituliskan a ∈/S
dan dibaca “a bukan elemen S”.

Contoh 1
Misalkan S adalah himpunan warna-warna lampu lalu lintas pada umumnya.
Diperoleh merah∈ S, tapi biru∈
/ S.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 7 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Notasi himpunan

Terdapat setidaknya dua cara dalam menyatakan atau menuliskan suatu


himpunan, yakni dengan mendaftar seluruh anggotanya atau dengan
menuliskan syarat keanggotaannya.

Contoh 2 (mendaftar seluruh anggota)


Misalkan S adalah himpunan warna-warna lampu lalu lintas pada umumnya,
yakni merah, kuning, hijau. S dapat dinyatakan sebagai berikut:

S = {merah, kuning, hijau}.

Contoh 3 (menuliskan syarat keanggotaan)


Misalkan S adalah himpunan warna-warna lampu lalu lintas pada umumnya,
yakni merah, kuning, hijau. S dapat dinyatakan sebagai berikut:

S = {x : x adalah warna lampu lalu lintas pada umumnya}.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 8 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Relasi/operasi pada himpunan


Berikut beberapa relasi/operasi yang sering digunakan terkait dengan
himpunan.

Definisi 2
Diberikan himpunan A dan B.
1 A ⊆ B : jika setiap anggota A merupakan anggota B.
2 A ∩ B : himpunan unsur-unsur yang merupakan anggota A dan B.
3 A ∪ B : himpunan unsur-unsur yang merupakan anggota A atau B.
4 A\B : himpunan unsur-unsur yang merupakan anggota A tapi bukan
anggota B.

Contoh 4
Misalkan A = {merah, kuning, hijau} dan B = {merah, kuning, biru}.
Berlaku
A ∩ B = {merah, kuning}.
A ∪ B = {merah, kuning, hijau, biru}.
A\B = {hijau}.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 9 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Himpunan bilangan

Simbol
Tipe bilangan himpunan semua Contoh anggota
bilangan
Bilangan asli N 1, 2, 3, . . .
Bilangan bulat Z . . . , −2, −1, 0, 1, 2, . . .
Bilangan rasional Q 1, 21 , − 35 , . . .

Bilangan real R 1, − 21 , 2, log 3, . . .

Relasi antara himpunan-himpunan tersebut diberikan sebagai berikut:

N ⊂ Z ⊂ Q ⊂ R.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 10 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Rasional dan irrasional

▶ Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan ke


dalam bentuk
a
b
dengan a ∈ Z dan b ∈ Z\{0}. Dengan kata lain,
na o
Q= : a ∈ Z dan b ∈ Z\{0} .
b
▶ Bilangan irrasional adalah bilangan real yang bukan bilangan
real.

Catatan:
Setiap bilangan real memiliki representasi desimal.
Pada representasi desimal suatu bilangan rasional, digit-digit tak nol di belakang koma
hanya ada sebanyak berhingga atau digit-digit di belakang koma muncul secara
berulang dan terurut.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 11 / 38


1 2 3 4 5 Himpunan Bilangan Real

Latihan

Manakah di antara bilangan-bilangan berikut yang merupakan


bilangan rasional?

1 4 4 3, 14
22
2 5 3, 141414 . . .
7 √
3 π 6 2+ 2

Made Tantrawan [Link]@[Link] 12 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Sistem Bilangan Real dan Koordinat Kartesius

1 Himpunan Bilangan Real

2 Sifat-Sifat

3 Pertidaksamaan

4 Nilai Mutlak

5 Sistem Koordinat Kartesius

Made Tantrawan [Link]@[Link] 13 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Operasi hitung

Untuk setiap bilangan real a, b, dan c berlaku


1 sifat komutatif:

a + b = b + a dan ab = ba.

2 sifat assosiatif:

(a + b) + c = a + (b + c) dan (ab)c = a(bc).

3 sifat distributif:
(a + b)c = ac + bc

Made Tantrawan [Link]@[Link] 14 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Operasi hitung
Untuk setiap bilangan real a, b, c, dan c berlaku
a
4 0 tidak terdefinisi.
5 jika b ̸= 0,
a 1
=a× .
b b
6 jika b, d ̸= 0,
a c ad + bc
+ = .
b d bd
7 jika b, d ̸= 0,
a c ac
× = .
b d bd
8 −(−a) = a.
9 a(−b) = (−a)b = −(ab).
10 (−a)(−b) = ab.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 15 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Hukum kanselasi dan pembuat nol

Untuk setiap bilangan real a, b, dan c berlaku


1 jika ac = bc dan c ̸= 0, maka a = b.
2 jika b, c ̸= 0, maka
ac a
= .
bc b
3 jika ab = 0, maka a = 0 atau b = 0.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 16 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Urutan

Setiap bilangan real a memenuhi tepat satu kategori berikut:


positif (a > 0).
negatif (a < 0).
a = 0.
Definisi 3
Diberikan bilangan real a dan b.
▶ a < b jika b − a > 0.
▶ a > b jika a − b > 0.
▶ a ≤ b jika a < b atau a = b.
▶ a ≥ b jika a > b atau a = b.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 17 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Sifat urutan

Diberikan bilangan real a, b, dan c. Berlaku


1 sifat trikotomi: a < b atau a > b atau a = b.
2 jika a ≤ b, maka a + c ≤ b + c.
3 jika a ≤ b dan b ≤ c, maka a ≤ c.
4 ▶ jika a ≤ b dan c > 0, maka ac ≤ bc.
▶ jika a ≤ b dan c < 0, maka ac ≥ bc.
1
5 ▶ jika a > 0, maka > 0.
a
1 1
▶ jika 0 < a ≤ b, maka 0 < ≤ .
b a
6 jika a, b > 0, maka
√ √
a ≤ b ⇐⇒ a2 ≤ b2 ⇐⇒ a≤ b.

7 a2 ≥ 0.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 18 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Interval

Diberikan bilangan real a dan b dengan a < b. Berikut diberikan


jenis-jenis interval pada R.
1 tertutup terbatas: [a, b] = {x ∈ R : a ≤ x ≤ b}.
2 terbuka terbatas: (a, b) = {x ∈ R : a < x < b}.
3 setengah tertutup (terbuka) terbatas:
▶ (a, b] = {x ∈ R : a < x ≤ b}.
▶ [a, b) = {x ∈ R : a ≤ x < b}.
4 tak terbatas:
▶ (a, ∞) = {x ∈ R : x > a}.
▶ [a, ∞) = {x ∈ R : x ≥ a}.
▶ (−∞, b) = {x ∈ R : x < b}.
▶ (−∞, b] = {x ∈ R : x ≤ b}.
▶ (−∞, ∞) = R.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 19 / 38


1 2 3 4 5 Sifat-Sifat

Garis bilangan

Made Tantrawan [Link]@[Link] 20 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Sistem Bilangan Real dan Koordinat Kartesius

1 Himpunan Bilangan Real

2 Sifat-Sifat

3 Pertidaksamaan

4 Nilai Mutlak

5 Sistem Koordinat Kartesius

Made Tantrawan [Link]@[Link] 21 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Pertidaksamaan

Contoh 5
Misalkan IP seorang mahasiswa pada semester I dan II berturut-turut adalah
3.5 (20 SKS) dan 2.5 (16 SKS). Tentukan semua kemungkinan nilai IP pada
semester III (15 SKS) sehingga IPK pada semester III lebih dari 3.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 22 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Pertidaksamaan

Contoh 5
Misalkan IP seorang mahasiswa pada semester I dan II berturut-turut adalah
3.5 (20 SKS) dan 2.5 (16 SKS). Tentukan semua kemungkinan nilai IP pada
semester III (15 SKS) sehingga IPK pada semester III lebih dari 3.
Apabila nilai IP pada semester III dimisalkan x, maka mahasiswa tersebut
perlu menyelesaikan permasalahan berikut:

3.5(20) + 2.5(16) + x(15)


>3
51
atau ekuivalen dengan
110 + 15x
> 3.
51

Made Tantrawan [Link]@[Link] 22 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Penyelesaian pertidaksamaan

Langkah-langkah umum dalam menyelesaikan pertidaksamaan:


1 Pindahkan semua suku-suku yang terlibat ke salah satu ruas,
misalkan ruas kiri.
2 Sederhanakan ruas tersebut, lalu faktorkan.
3 Cek pembuat nol pada pembilang dan penyebut di ruas tersebut
(pembuat nol pada penyebut akan membuat ruas tersebut
menjadi tidak terdefinisi).
4 Gambar garis bilangan dan tentukan tanda pada setiap interval
yang ada.
5 Penyelesaiannya adalah interval-interval yang tandanya sesuai
dengan tanda pada pertidaksamaan terakhir.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 23 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Contoh: pertidaksamaan

Contoh 6
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan x2 − x < 6.
Penyelesaian:

Made Tantrawan [Link]@[Link] 24 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Contoh: pertidaksamaan

Contoh 6
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan x2 − x < 6.
Penyelesaian: Diperhatikan bahwa

x2 − x <6
2
⇐⇒ x −x−6 <0
⇐⇒ (x − 3)(x + 2) < 0.

Pembuat nol: x = 3, x = −2.


Garis bilangan:

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {x ∈ R : −2 < x < 3} = (−2, 3).

Made Tantrawan [Link]@[Link] 24 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Contoh: pertidaksamaan

Contoh 7
2x2 − 3x − 9
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan ≥ x − 3.
x+2
Penyelesaian:

Made Tantrawan [Link]@[Link] 25 / 38


1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Contoh: pertidaksamaan

Contoh 7
2x2 − 3x − 9
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan ≥ x − 3.
x+2
Penyelesaian: Diperhatikan bahwa pertidaksamaan di atas ekuivalen dengan

2x2 −3x−9
x+2 − (x − 3) ≥ 0
x2 −2x−3
⇐⇒ x+2 ≥0
(x−3)(x+1)
⇐⇒ x+2 ≥ 0.

Pembuat nol: x = 3, x = −1. Tidak terdefinisi: x = −2.


Garis bilangan:

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah (−2, −1] ∪ [3, ∞).


Made Tantrawan [Link]@[Link] 25 / 38
1 2 3 4 5 Pertidaksamaan

Latihan
Tentukan himpunan penyelesaian masing-masing pertidaksamaan
berikut.

1 6x + 3 ≤ 9x − 4 x x+3
9 ≥
2 x2 − 5x − 14 ≥ 0 x+2 3x + 1
3 x2 − 3x < 10 10 −3 < 1 − 2x ≤ 4
4 x(x + 2) ≤ 24
2x + 1 11 x2 + x > −1
5 ≤1 √
x+2 12 x2 − 2x + 4 < 1
1
6 ≥4 (x − 1)2 )
3x − 2 13 <0
2x (2x − 3)(x − 3)
7 ≥ −x
x−5
1 3 (2x + 1)2
8 + ≥5 14 <1
x 2x x2 + x + 1

Made Tantrawan [Link]@[Link] 26 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Sistem Bilangan Real dan Koordinat Kartesius

1 Himpunan Bilangan Real

2 Sifat-Sifat

3 Pertidaksamaan

4 Nilai Mutlak

5 Sistem Koordinat Kartesius

Made Tantrawan [Link]@[Link] 27 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Nilai mutlak
Definisi 4
Diberikan bilangan real x. Nilai mutlak dari x, dinotasikan |x|,
didefinisikan sebagai berikut:
(
x, jika x ≥ 0.
|x| =
−x, jika x < 0.

Contoh 8
1 |2| = 2.

2 | − 3| = 3.
3 |x2 | = x2 .
(
x − 1, jika x ≥ 1.
4 |x − 1| =
1 − x, jika x < 1.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 28 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Sifat nilai mutlak

Diberikan bilangan real x dan y. Berlaku


1 |x| ≥ 0.
2 |x| = 0 jika dan hanya jika x = 0.

3 |x| = x2 .
4 |xy| = |x||y|.

|x|
jika y ̸= 0, maka xy = |y| .

5

6 (Ketaksamaan segitiga) |x + y| ≤ |x| + |y|.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 29 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Sifat nilai mutlak

Teorema 1
Diberikan bilangan real non-negatif a (a ≥ 0).
1 |x| ≤ a jika dan hanya jika −a ≤ x ≤ a.
2 |x| ≥ a jika dan hanya jika x ≤ −a atau x ≥ a.

Teorema 2
Untuk setiap bilangan real x dan y berlaku

|x| ≤ |y| ⇐⇒ x2 ≤ y2 .

Made Tantrawan [Link]@[Link] 30 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 9
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |x − 2| ≥ 3.

Penyelesaian:

Made Tantrawan [Link]@[Link] 31 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 9
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |x − 2| ≥ 3.

Penyelesaian: (Metode 1: menggunakan Teorema 1).


Berdasarkan Teorema 1, diperoleh

|x − 2| ≥ 3 ⇐⇒ x − 2 < −3 atau x − 2 > 3


⇐⇒ x < −1 atau x > 5.

Jadi, penyelesaiannya (−∞, −1] ∪ [5, ∞).

Made Tantrawan [Link]@[Link] 31 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 9
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |x − 2| ≥ 3.

Penyelesaian: (Metode 2: menggunakan Teorema 2).


Dengan mengkuadratkan kedua ruas persamaan tersebut, diperoleh

|x − 2|2 ≥ 32
2
⇐⇒ x − 4x + 4 ≥9
⇐⇒ x2 − 4x − 5 ≥0
⇐⇒ (x + 1)(x − 5) ≥ 0.

Pembuat nol: x = −1 dan x = 5.


Garis bilangan:

Jadi, penyelesaiannya (−∞, −1] ∪ [5, ∞).

Made Tantrawan [Link]@[Link] 31 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 10
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |3x + 1| < 2|x − 6|.
Penyelesaian:

Made Tantrawan [Link]@[Link] 32 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 10
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |3x + 1| < 2|x − 6|.
Penyelesaian: Dengan mengkuadratkan kedua ruas persamaan tersebut,
diperoleh

|3x + 1|2 < 4|x − 6|2


⇐⇒ 9x2 + 6x + 1 < 4x2 − 48x + 144
⇐⇒ 5x2 + 54x − 143 < 0
⇐⇒ (5x − 11)(x + 13) < 0.
11
Pembuat nol: x = 5 dan x = −13.
Garis bilangan:

Jadi, penyelesaiannya (−13, 11


5 ).
Made Tantrawan [Link]@[Link] 32 / 38
1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 11
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |x − 2| > 2x − 1.

Penyelesaian: Teorema 1 atau 2 tidak dapat langsung dipakai sebab 2x − 1


belum tentu non-negatif. Bagi kasus:

Made Tantrawan [Link]@[Link] 33 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak


Contoh 11
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |x − 2| > 2x − 1.
Penyelesaian: Teorema 1 atau 2 tidak dapat langsung dipakai sebab 2x − 1
belum tentu non-negatif. Bagi kasus:
Kasus 2x − 1 ≥ 0. Diperoleh x ≥ 21 . Karena sekarang 2x − 1 ≥ 0,
berdasarkan Teorema 1,

|x − 2| > 2x − 1 ⇐⇒ x − 2 < 1 − 2x atau x − 2 > 2x − 1


⇐⇒ x < 1 atau x < −1.
⇐⇒ x < 1.

Garis bilangan:

Penyelesaian pada kasus ini adalah [ 21 , 1).


Made Tantrawan [Link]@[Link] 33 / 38
1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Contoh: pertidaksamaan nilai mutlak

Contoh 11
Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan |x − 2| > 2x − 1.

Penyelesaian: Teorema 1 atau 2 tidak dapat langsung dipakai sebab 2x − 1


belum tentu non-negatif. Bagi kasus:
Kasus 2x − 1 < 0. Diperoleh x < 21 . Pada kasus ini, ruas kanan
bernilai negatif dan ruas kiri bernilai non-negatif. Hal ini berarti
pertidaksamaan di atas selalu benar. Dengan demikian, penyelesaian
pada kasus ini adalah (−∞, 12 ).
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah (−∞, 12 ) ∪ [ 12 , 1) = (−∞, 1).

Made Tantrawan [Link]@[Link] 33 / 38


1 2 3 4 5 Nilai Mutlak

Latihan
Tentukan himpunan penyelesaian masing-masing pertidaksamaan
berikut.

1 |x − 3| ≤ 4 7 2|2x − 3| < x + 10
2 |3x
+ 2| > 5 8 1 ≤ |x − 2| < 3
1
3 ≤2 |2x − 1|
x 9 √ ≤1

1 + x
x2 − x + 1
4 x ≤2 10 ||x| + 2x| < 3

x2 + 1 ≤ 2|x|

1 − 2 ≥ 2
11
5
x x − 2 |x| + 2
|x + 2| < |x − 5| 12 x2 + 2 ≤ 2

6

Made Tantrawan [Link]@[Link] 34 / 38


1 2 3 4 5 Sistem Koordinat Kartesius

Sistem Bilangan Real dan Koordinat Kartesius

1 Himpunan Bilangan Real

2 Sifat-Sifat

3 Pertidaksamaan

4 Nilai Mutlak

5 Sistem Koordinat Kartesius

Made Tantrawan [Link]@[Link] 35 / 38


1 2 3 4 5 Sistem Koordinat Kartesius

Sistem koordinat

Definisi 5
Sistem koordinat adalah suatu sistem yang digunakan dalam
memposisikan suatu titik pada bidang atau ruang.

Beberapa sistem koordinat yang ada:


▶ Sistem koordinat Kartesius
▶ Sistem koordinat polar
▶ Sistem koordinat silinder
▶ Sistem koordinat bola

Made Tantrawan [Link]@[Link] 36 / 38


1 2 3 4 5 Sistem Koordinat Kartesius

Sistem koordinat kartesius

Sistem koordinat kartesius terdiri dari suatu bidang yang dilengkapi dengan
dua buah garis, satu garis horizontal (sebagai sumbu-x) dan satu garis
vertikal (sebagai sumbu-y). Perpotongan kedua garis ini dinamakan titik
asal, dan biasa dinotasikan dengan O(0, 0). Kedua garis tersebut juga
membagi bidang ke dalam 4 bagian yang dikenal dengan nama Kuadran,
yakni Kuadran I, Kuadran II, Kuadran III, dan Kuadran IV.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 37 / 38


1 2 3 4 5 Sistem Koordinat Kartesius

Sistem koordinat kartesius

Setiap titik pada bidang, katakan P direpresentasikan oleh sepasang bilangan


real (x, y), di mana x disebut koordinat pertama atau absis dari P dan y
disebut koordinat kedua atau ordinat dari P. Nilai |x| dan |y|
merepresentasikan jarak dari P ke sumbu-y dan sumbu-x.

Made Tantrawan [Link]@[Link] 37 / 38


1 2 3 4 5 Sistem Koordinat Kartesius

Sistem koordinat kartesius

Jika P(x1 , y1 ) dan Q(x2 , y2 ) adalah dua titik pada sistem koordinat kartesius,
jarak antara titik P dan Q didefinisikan sebagai berikut:
q
(x1 − x2 )2 + (y1 − y2 )2 .

Made Tantrawan [Link]@[Link] 37 / 38


1 2 3 4 5 Sistem Koordinat Kartesius

Latihan

Tentukan letak kuadran masing-masing titik berikut?


1 (−1, 1) 5 (3, −1)
2 (2, −1) 6 (−2, 1)
3 (3, 2) 7 (0, 0)
4 (2, 0) 8 (−2, −3)

Made Tantrawan [Link]@[Link] 38 / 38

Anda mungkin juga menyukai