0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan2 halaman

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek kerjasama antara konsorsium Indonesia dan China untuk membangun jalur kereta cepat antara dua kota yang dinamis. Proyek ini diharapkan mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan investasi. PT Kereta Cepat Indonesia China akan membangun dan mengoperasikan jalur sepanjang 142 km dengan biaya US$ 5,135 miliar yang berasal dari pinjaman dan modal pemegang saham.

Diunggah oleh

Rina Meiriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan2 halaman

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek kerjasama antara konsorsium Indonesia dan China untuk membangun jalur kereta cepat antara dua kota yang dinamis. Proyek ini diharapkan mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan investasi. PT Kereta Cepat Indonesia China akan membangun dan mengoperasikan jalur sepanjang 142 km dengan biaya US$ 5,135 miliar yang berasal dari pinjaman dan modal pemegang saham.

Diunggah oleh

Rina Meiriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KESIMPULAN

KERETA CEPAT INDONESIA – CHINA (KCIC) merupakan bentukan konsorsium


Indonesia PT Pilar Sinergi BUMN dengan porsi kepemilikan saham 60 persen, dan
konsorsium China Beijing Yawan HSR Co. Ltd, dengan porsi 40 persen.

PT Pilar Sinergi BUMN terdiri dari gabungan BUMN meliputi PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk sebagai leader, dan tiga anggota lain yakni PT Jasamarga (Persero) Tbk,
PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), serta PT Kereta Api Indonesia (Persero).

PT KCIC menjadi bagian dari masyarakat Indonesia untuk membangun lebih dari
sekadar transportasi dan menawarkan lebih dari sekadar bisnis dengan menciptakan
harmonisasi dan kombinasi transportasi dan integrasi regional secara berkelanjutan.

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini bertujuan untuk mempersingkat waktu


tempuh antara Jakarta dan Bandung yang dikenal sebagai kota yang sangat dinamis
dalam mobilitas pergerakan manusia yang terus meningkat dari tahun ke tahun, selain itu
dengan adanya pembangunan kereta api cepat Jakarta – Bandung diharapkan
menumbuhkan kepercayaan kepada dunia internasional bahwa pertumbuhan investasi di
Indonesia sangat baik dan cepat dibuktikan dengan beberapa proyek strategis dan
kerjasama yang dilakukan pemerintah Indonesia, salah satunya adalah proyek
pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung yang merupakan hasil kolaborasi BUMN
Indonesia dan perusahaan kereta api Tiongkok.

Kerjasama kereta api cepat Jakarta-Bandung ini, pemerintah Indonesia menyepakati


untuk tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara) melainkan menggunakan skema B to B (bussiness to bussiness) oleh
BUMN Indonesia dan China Railway International [Link].

PT KCIC akan melaksanakan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat (high
speed railway atau HSR) antara Jakarta dan Bandung dengan nilai proyek sebesar US$
5,135 miliar atau setara dengan Rp.
70.8 Triliun yang akan dibiayai dengan dana yang berasal dari setoran modal sebesar 25
persen dari pemegang saham KCIC dan sisanya sebesar 75 persen akan dibiayai dari
pinjaman perbankan dan Lembaga keuangan lainnya, baik dari dalam maupun luar
negeri.

PT KCIC sendiri telah mendapatkan penetapan trase jalur kereta cepat antara Jakarta dan
Bandung lintas Halim-Tegal Luar pada tanggal 12 Januari 2016 dan penetapan PT
Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai badan usaha penyelenggara prasarana
kereta api cepat antara Jakarta dan Bandung pada tanggal 15 Januari 2016 dari menteri
perhubungan serta izin lingkungan kegiatan pembangunan jalan kereta cepat sepanjang
Jakarta-Bandung sekitar lebih kurang 142,3 Km pada tanggal 20 Januari 2016 dari
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pada tanggal 21 Januari 2016 PT KCIC juga telah melakukan ground Breaking oleh
Presiden Joko Widodo, kemudian pada tanggal 16 Maret 2016 PT KCIC telah
menandatangani perjanjian konsesi atau perjanjian kerjasama tentang penyelenggaraan
perekretaapian umum kereta cepat Jakarta-Bandung antara PT KCIC dengan
Kementerian Perhubungan Dari trase yang sepanjang itu, 80 kilometer di antaranya
merupakan struktur layang atau elevated, dan 16,9 kilometer berupa terowongan.

Dengan panjang trase 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung, Kereta
Cepat Jakarta – Bandung memiliki empat stasiun pemberhentian Halim, Karawang,
Padalarang, Tegalluar dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) perlu menghitung ulang skema pembiayaan
pembangunan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebelumnya memperkirakan biaya investasi


Kereta Cepat Jakarta Bandung adalah sebesar 6,07 miliar dollar AS atau sekitar Rp 86,5
triliun.

Anda mungkin juga menyukai