BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu
pembangunan utama saat ini. Pembangunan ini termasuk ke dalam Proyek Strategis
Nasional yaitu Proyek Pembangunan Infrastruktur Sarana dan Prasarana Kereta Api
Antar Kota. Kereta Cepat Jakarta-Bandung diprediksi hanya memakan waktu selama
36 menit untuk menghubungkan Jakarta dan Bandung. Waktu tempuh ini jauh lebih
cepat jika dibandingkan dengan perjalanan menggunakan kereta konvensional dan
mobil. Jika menggunakan kereta konvensional, perjalanan akan memakan waktu
selama tiga sampai empat jam, sedangkan jika menggunakan mobil akan lebih tidak
bisa diprediksi, karena tergantung keadaan jalan yang dilalui.
Kereta cepat Jakarta-Bandung akan berhenti di empat stasiun, yaitu Tegalluar,
Walini, Karawang, dan Halim . Stasiun Tegalluar berada di Gedebage yang saat ini
direncanakan akan menjadi Bandung Teknopolis. Depot Kereta Cepat Jakarta-
Bandung akan berada di Stasiun Tegalluar karena merupakan lokasi terakhir dari jalur
Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Selanjutnya, kereta akan berhenti di Stasiun Walini
yang direncanakan akan menjadi kota penunjang Bandung dan Jakarta. Setelah itu,
kereta akan berhenti di Stasiun Karawang yang merupakan kota industri. Terakhir,
kereta akan berhenti di Stasiun Halim yang berada di Jakarta. Di empat stasiun ini
akan dibangun Transit Oriented Development sebagai penunjang.
Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet
Riyadi, mengatakan ada tiga kendala proyek Kereta Cepat Jakarta [Link]
pendanaan, dimana 2021 lalu konsorsium Indonesia yang tergabung dalam PT Pilar
Sinergi BUMN, tidak bisa menyetorkan setoran ekuitas ke dalam proyek. Sehingga
pemerintah memutuskan menyuntik Penyertaan Modal Negara kepada PT KAI
sebagai pemimpin konsorsium menggantikan Wijaya Karya. Kedua, pandemi Covid -
19, dimana pada 1 Juni 2021 - 1 Febaruari 2022 total ada 491 orang pekerja
konstruksi yang diidentifikasi positif. Sehingga pengerjaan proyek kerat
[Link] adalah teknis konstruksi. Dwiyana menjelaskan ada kendala geologi
dan clayshale di terowongan 2, 4, dan 6. Sehingga penyelesaian ekskavasi harusnya
Agustus 2021 menjadi April 2022.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan, masalah yang dapat
dirumuskan adalah:
a. Banyaknya faktor keterlambatan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung.
b. Bagaimana penyelesaian terhadap faktor keterlambatan proyek kereta cepat
Jakarta – Bandung.
1.3 Tujuan dan Sasaran
Tujuan dari makalah tugas besar ini adalah penyelesaian mangkraknya proyek
kereta cepat Jakarta – Bandung PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)
a. Meminimalisir faktor keterlambatan proyek kereta cepat jakarta-bandung.
b. Bagaimana solusi dari pemerintah untuk mengatasi keterlambatan proyek kereta
cepat Jakarta bandung pada masalah pendanaan