0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan69 halaman

Alat Kontrol Kekeruhan Air Aquarium Arduino

Skripsi ini membahas rancang bangun alat pengendalian kekeruhan air pada akuarium berbasis Arduino Uno. Alat ini dirancang untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air menggunakan sensor LDR dan mengganti air secara otomatis jika air sudah keruh. Tinjauan pustaka membahas faktor-faktor yang mempengaruhi ikan hias dan kekeruhan air serta sensor LDR dan mikrokontroler Arduino yang digunakan.

Diunggah oleh

elif maghfiroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan69 halaman

Alat Kontrol Kekeruhan Air Aquarium Arduino

Skripsi ini membahas rancang bangun alat pengendalian kekeruhan air pada akuarium berbasis Arduino Uno. Alat ini dirancang untuk mendeteksi tingkat kekeruhan air menggunakan sensor LDR dan mengganti air secara otomatis jika air sudah keruh. Tinjauan pustaka membahas faktor-faktor yang mempengaruhi ikan hias dan kekeruhan air serta sensor LDR dan mikrokontroler Arduino yang digunakan.

Diunggah oleh

elif maghfiroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRIPSI

RANCANG BANGUN ALAT PENGENDALIAN KEKERUHAN AIR PADA


AQUARIUM BERBASIS ARDUINO UNO

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Sebagai Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Teknik (S.T) Pada Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Oleh :

MUHAMMAD HAIDIR

NPM : 1307220037

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

MEDAN

2017
ABSTRAK
Pada saat ini banyak orang yang gemar memelihara ikan hias air tawar. Dibalik kegemarannya
tersebut, sebenarnya mereka menemukan kesulitan ketika sedang bepergian dengan waktu yang
cukup lama, sehingga mereka tidak dapat memantau secara langsung dalam hal pemberian pakan
ikan berupa palet, lampu penerangan dalam akuarium, dan kejernihan air dalam akuarium karena
ikan hias membutuhkan air yang jernih. pekerjaan yang rutin dilakukan pada Aquarium adalah
mengganti air yang ada didalamnya yang sudah keruh agar terlihat bersih dan menciptakan kondisi
yang baik untuk ikan tersebut. Biasanya akan dibuat suatu jadwal untuk mengganti air aquarium
tersebut atau berdasarkan tingkat kekeruhan pada aquarium. Hal ini terkadang sangat menyita waktu
apalagi pada saat kesibukan meningkat dan jika terlambat ataupun lupa untuk mengganti air pada
aquarium tersebut maka dapat berakibat buruk pada kondisi air dan juga ikan yang ada didalamnya.
Dari permasalahan yang ada, muncul gagasan untuk membuat suatu terobosan baru yaitu “Rancang
Bangun Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium” yang diharapkan menjadi solusi yang
mampu mengatasi masalah penggantian air berdasarkan sensor kekeruhan air pada aquarium.
Perancangan Alat Pengendalian Kekeruhan air pada Aquarium menggunakan Arduino Uno R3
ATMega328 sebagai sistem kendali. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air menggunakan sensor
LDR sebagai penerima cahaya yang dipancarkan dari LED superbright. Dari pengujian sensor LDR
yang telah dilakukan, nilai data sensor ketika sangat jernih bernilai 525 lux, sedangkan pada saat
kondisi air sangat keruh 960 lux. Hal ini menunjukkan bahwa semakin jernih air, maka nilai data
sensornya semakin kecil dan sebaliknya, semakin keruh air maka semakin besar nilai data sensornya.

Kata Kunci : Aquarium Otomatis, Arduino Uno R3, Sensor Kekeruhan LDR
ABSTRACT

At this time many people who love to keep freshwater ornamental fish. Behind their penchant,
they actually find difficulty when traveling long enough, so they can not directly monitor in
terms of fish feeding in the form of pallets, lights in the aquarium, and the clarity of water in
the aquarium because the ornamental fish need clear water. routine work done on the
Aquarium is replacing the existing water inside which is already turbid to look clean and
create a good condition for the fish. Usually a schedule will be made to replace the aquarium
water or based on the level of turbidity in the aquarium. This is sometimes very time
consuming especially when the activity increases and if too late or forget to replace the water
in the aquarium then it can be bad on water conditions and also the fish that are inside. From
the existing problems, came the idea to create a new breakthrough that is "Design of Water
Turbidity Control Tool in Aquarium" which is expected to be a solution that can overcome
the problem of water replacement based on water turbidity sensor in the aquarium. Design of
Water Turbidity Control Device in Aquarium using Arduino Uno R3 ATMega328 as control
system. To determine the level of turbidity of water using LDR sensor as the light receiver
emitted from LED superbright. From testing the LDR sensor that has been done, the value of
the sensor data when very clear is worth 525 lux, while at the time the water condition is very
cloudy 960 lux. This indicates that the more clear the water, the sensor data value is smaller
and vice versa, the more turbid water the greater the value of sensor data.

Keywords: Automatic Aquarium, Arduino Uno R3, LDR Turbidity Sensor


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, maka skripsi ini dapat

diselesaikan dengan baik. Salam dan salawat semoga selalu tercurah pada baginda Rasulullah

Muhammad SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Rancang Bangun

Alat Pengendali Kekeruhan Air Pada Aquarium Berbasis Arduino Uno . Adapun maksud dan tujuan

dari penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program

sarjana Strata Satu di Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Penulisan mengucapkan rasa terimah kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan yang

telah di berikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan tugas akhir ini

hingga selesai. Secara khusus rasa terimah kasih tersebut saya sampaikan kepada:

1. Bapak Dr. Agussani MAP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

2. Bapak Rahmatullah ST., [Link] selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah

Sumatera Utara.

3. Bapak Faisal Irsan Pasaribu ST., MT selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas

Muhammadiyah Sumatera Utara.

4. Bapak Partaonan Harahap ST., MT selaku Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Universitas

Muhammadiyah Sumatera Utara.

5. Bapak Dr. Ir. Suwarno, MT selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan

dan dorongan dalam penyusunan tugas akhir ini.


6. Ibu Elvy Sahnur Nst, S.T.,[Link] selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan

bimbingan dan dorongan dalam penyusunan tugas akhir ini.

7. Ayahanda tercinta Suhardi, Ibunda tersayang Rusmiati, Orang tua penulis telah banyak

membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini baik motivasi, nasihat, materi maupun do’a.

8. Kakak Abang dan segenap keluarga besar penulis yang telah membantu penulis memberikan

semangat dan membantu dalam segala hal.

9. Sahabat penulis yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu-persatu, semua teman-teman

saya yang telah banyak memberikan saya semangat, dukungan, motivasi dan do’a.

Penulis menyadari adanya kemungkinan terjadi kekeliruan ataupun kelebihan dan

kekurangan kesalahan-kesalahan di dalam penyusunan tugas akhir ini, mungkin masih banyak ke

kurangannya. Oleh sebab itu saya mengharapkan kritik dan saran. Semoga tugas akhir ini dapat

membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi penulis sendiri maupun bagi dunia pendidikan pada

umumnya, khususnya untuk Fakultas Teknik Elektro. Terimah kasih atas segala perhatiannya penulis

mengucapkan terimah kasih kembali.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Medan, September 2017


Penulis,

Muhammad Haidir
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. vii

DAFTAR TABEL ...................................................................................................... ix

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 2

1.3 Batasan Masalah............................................................................................. 3

1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................ 3

1.5 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 4

1.6 Metode Penelitian .......................................................................................... 4

1.7 Sistematika Penulisan ..................................................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................... 7

2.1 Tinjauan Pustaka Relevan ............................................................................... 7


2.2 Air Dan Ikan Hias............................................................................................. 8

2.2.1 Faktor Penentu Suhu ............................................................................ 9

2.3 Sensor Kekeruhan Air LDR .............................................................................. 11

2.4 Mikrokontroler ............................................................................................... 12

2.4.1 Gambaran Mikrokontroler ................................................................... 12

. . Mikroko troler Ardui o U o ATMega ………………….... ....................... 13 2.4.3

Ko figurasi Pi ATMega …………………………………... ..................................... 14

2.5 LCD Karakter 16 x 2......................................................................................... 16

2.6 Led (Light Emiting Diode) ............................................................................... 18

2.7 Relay .............................................................................................................. 19 2.8

Buzzer………………………………………………………………...

2.9 Perangkat Lunak Dan Bahasa Pemrograman ................................................. 23

2.9.1 Arduino IDE ............................................................................................ 24

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................................... 26

3.1 Lokasi Penelitian ............................................................................................. 26

3.2 Peralatan dan Bahan Penelitian ..................................................................... 26

3.2.1 Bahan-Bahan Penelitian ....................................................................... 26


3.2.2 Peralatan .............................................................................................. 27 3.3

Analisa Kebutuhan................................................................................ 28

3.3.1 Perancangan Hardware ........................................................................ 28

3.3.2 Software................................................................................................ 29

3.4 Perancangan Perangkat Keras ........................................................................ 30

3.4.1. Perancangan I/O Sistem Minimum Arduino Uno R3

ATMega 328............................................................................... ........ 30

3.4.2. Perancangan Rangkaian Power Supply (PSA) ....................................... 31

3.4.3. Rangkaian Sensor LDR .......................................................................... 32

3.4.4. Rangkaian Microswitch ........................................................................ 33

3.4.5. Rangkaian Buzzer.................................................................................. 34

3.4.6. Rangkaian LCD (Liquid Cristal Display) ................................................. 34

3.4.7. Rangkaian Keseluruhan ........................................................................ 35

3.5 Flowchart Sistem Kerja........................................................................ 37

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................................... 38

4.1 Hasil Perancangan Mekanik ........................................................................... 38

4.2 Hasil Penelitian ............................................................................................... 38

4.2.1. Pengujian Arduino Uno dengan Sensor LDR dan LCD .......................... 39
4.2.2. Pengujian Sensor Level Air Dan Relay Pompa Air................................. 43

4.2.3. Pengujian Alat Secara Keseluruhan ...................................................... 45

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................... 52

5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 52

5.2 Saran .............................................................................................................. 53

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 LDR (Light Dependent Resistor).................................................................. 11

Gambar 2.2 Arduino Uno ............................................................................................... 14

Gambar 2.3. Konfigurasi Pin ATMega328 ...................................................................... 15

Gambar 2.4. LCD 16 X 2 ................................................................................................. 16

Gambar 2.5 Lampu LED .................................................................................................. 19

Gambar . Ra gkaia Relay………………………………………………….

Gambar 2.7 Relay ........................................................................................................... 22

Gambar 2.8. Buzzer ........................................................................................................ 23

Gambar 2.9. Tampilan Arduino IDE ............................................................................... 24

Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem Alat ........................................................................... 28

Gambar 3.2. Skema Rangkaian Sistem Minimum Arduino ............................................ 31

Gambar 3.3 Skematik Rangkaian Power Supply (PSA) ................................................... 32

Gambar 3.4 Skematik Rangkaian Sensor LDR ................................................................ 33

Gambar 3.5 Skematik Rangkaian Sensor Mickroswitch ................................................. 33

Gambar 3.6 Skematik Rangkaian Buzzer........................................................................ 34

Gambar 3.7 Rangkaian LCD (Liquid Crista Display) ........................................................ 34


Gambar 3.8 Skematik Alat Secara Keseluruhan ............................................................. 36

Ga ar . Flo hart Siste Kerja…………………………………………...

Gambar 4.1 Pengujian Sensor LDR Dengan Arduino Dan LCD ....................................... 38

Gambar 4.2 Blok Diagram Pengujian Sensor LDR Dengan Arduino

Dan LCD .................................................................................................. 40

Gambar 4.3. Kotak Dialog menyimpanan Program ....................................................... 40

Gambar 4.4. Proses Uploading Program Dari Komputer Ke Arduino ............................ 41

Gambar 4.5 Foto Hasil Percobaan ................................................................................. 42

Gambar 4.6 Blok Diagram Sensor Level Air Dan Relay Pompa Air ................................. 44

Gambar 4.7 Upload Program Ke Rangkaian Arduino Uno R3 ........................................ 44

Gambar 4.8 Blok Diagram Pengujian Rangkaian Keseluruhan....................................... 45

Gambar 4.9 Tampilan LCD Saat Alat Pertama Kali Diaktifkan........................................ 46

Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR Dengan Lux Meter

Pada Rua ga De ga La pu Me yala………………………..

Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR Dengan Lux Meter

Pada Rua ga De ga La pu Tidak Me yala………………....

Gambar 4.12 Sensor Level Air ........................................................................................ 50


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Pin-pin LCD ..................................................................................................... 16

Tabel 2.2 Pin Dan Fungsi LCD ......................................................................................... 18

Tabel 4.1 Data Hasil Pengujian Sensor LDR.................................................................... 42

Tabel 4.2 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam

Ruangan Hidup Lampu (ON)............................................................. 48

Tabel 4.3 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam

Ruangan Mati Lampu (OFF)………………………………………...

Ta el . Pe gujia Status Le el Air Proses Pe ua ga Air………………..

Ta el . Pe gujia Status Le el Air Proses Pe gisia Air……………………


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini banyak orang yang gemar memelihara ikan hias air tawar. Dibalik

kegemarannya tersebut, sebenarnya mereka menemukan kesulitan ketika sedang bepergian

dengan waktu yang cukup lama, sehingga mereka tidak dapat memantau secara langsung

dalam hal pemberian pakan ikan berupa palet, lampu penerangan dalam akuarium, dan

kejernihan air dalam akuarium karena ikan hias membutuhkan air yang jernih.

Seiring berjalannya waktu dan masa, perkembangan teknologi di segala aspek

kehidupan saat sekarang ini sangat dibutuhkan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya

teknologi-teknologi sudah menggantikan pekerjaan-pekerjaan manusia yang dilakukan secara

manual yang memakan tenaga dan waktu. Oleh karena itu teknologi sangat dibutuhkan untuk

membantu untuk menjadikan pekerjaan manual sebagai pekerjaan otomatis yang dilakukan

oleh alat. Hal ini berguna untuk membantu mengerjakan suatu hal rutin tanpa harus takut

terlupa untuk melakukannya karena secara otomatis pekerjaan tersebut akan dilakukan

dengan sendirinya.

Seperti pada aquarium ikan yang ada dirumah, pekerjaan yang rutin dilakukan pada

Aquarium adalah mengganti air yang ada didalamnya yang sudah keruh agar terlihat bersih

dan menciptakan kondisi yang baik untuk ikan tersebut. Biasanya akan dibuat suatu jadwal

untuk mengganti air aquarium tersebut atau berdasarkan tingkat kekeruhan pada aquarium.

Hal ini terkadang sangat menyita waktu apalagi pada saat kesibukan meningkat dan jika

terlambat ataupun lupa untuk mengganti air pada aquarium tersebut maka dapat berakibat

buruk pada kondisi air dan juga ikan yang ada didalamnya. Pergantian air secara manual

inilah yang menjadi kekurangan pada aquarium yang ada sekarang ini.
Pada penelitian sebelumnya, yaitu penelitian tentang Perancangan Alat Pengganti Air

Aquarium Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8 yang dilakukan oleh Ahmad Suci

Ramadona tahun 2014, merupakan sebuah aplikasi alat yang digunakan untuk otomatisasi

penggantian air pada aquarium. Alat yang dirancang menggunakan RTC dan sensor

kekeruhan sebagai penentu kapan air aquarium akan berganti, serta digunakan 2 buah pompa

air mini untuk menguras dan mengisi air aquarium. Alat tersebut dirancang untuk

mempermudah pengguna aquarium dalam hal penggantian air.

Dari permasalahan yang ada, muncul gagasan untuk membuat suatu terobosan baru

yaitu “Rancang Bangun Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium Berbasis

Arduino Uno” yang diharapkan menjadi solusi yang mampu mengatasi masalah penggantian

air berdasarkan sensor kekeruhan air pada aquarium.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat diambil suatu rumusan

masalah berikut.

1. Bagaimana merancang Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium Berbasis

Arduino Uno?

2. Bagaimana menerapkan sensor kekeruhan air pada perancangan Alat Pengendalian

Kekeruhan Air pada Aquarium?

3. Bagaimana cara mengintegrasikan antara Arduino Uno, Sensor Kekeruhan Air dan

LCD untuk menghasilkan sebuah alat yang dapat mengendalikan kekeruhan air pada

aquarium?

1.3 Batasan Masalah

Dikarenakan banyaknya cakupan permasalahan yang terdapat pada perancangan alat

ini, maka dalam penelitian ini permasalahan yang dibahas dibatasi pada :
1. Menggunakan Sensor LDR untuk mengukur tingkat kekeruhan air aquarium.

2. Menggunakan pompa aquarium untuk proses penggantian air aquarium.

3. Menggunakan Arduino Uno R3 sebagai pengolahan data input dan output sistem.

4. Menggunakan LCD 16x2 untuk menampilkan informasi berupa angka dan huruf.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin dicapai pada

penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk merancang Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium Berbasis

Arduino Uno.

2. Untuk menerapkan sensor kekeruhan air pada proses penggantian air pada aquarium

secara otomatis.

3. Untuk mengintegrasikan Arduino Uno, Sensor, LCD dan pompa air pada

perancangan aquarium otomatis.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diambil dalam penulisan skripsi ini adalah :

1. Dapat merancang Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium.

2. Dapat meringankan pekerjaan pada usaha penjualan ikan hias untuk mengganti air

aquarium secara otomatis berdasarkan tingkat kekeruhan air.

3. Dapat mengintegrasikan Arduino Uno, sensor kekeruhan dan LCD pada aquarium

agar dapat melakukan penggantian air secara otomatis.

4. Alat serta sistem yang telah dibuat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

untuk digunakan dalam sistem otomatisasi penggantian air aquarium di rumah /

kampus.
5. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu memecahkan masalah pada

perancangan sistem otomatisasi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

khususnya yang belum optimal.

1.6 Metode Penelitian

Dalam penulisan skripsi, menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data-

data yang akan diperlukan untuk menyelesaikan skripsi ini.

1. Metode Studi Pustaka

Penulis melakukan studi pustaka untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan

skripsi dari berbagai sumber bacaan seperti: buku-buku, jurnal, berkas-berkas, laporan yang

berkaitan dengan judul yang diangkat sebagai referensi.

2 . Metode Eksperimen

Yaitu membuat alat secara langsung dan menguji apakah Alat Pengendalian

Kekeruhan Air pada Aquarium ini telah bekerja sesuai dengan keinginan.

3 . Metode pengujian sistem

Yaitu melakukan pengujian terhadap alat atau sistem yang bertujuan untuk

mengetahui apakah kinerja dari alat yang di buat sesuai dengan apa yang diharapkan atau

belum.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan merupakan gambaran umum dari bab isi dari penulisan skripsi.

Adapun gambaran umum dari tiap bab adalah:

BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang pendahuluan mencakup Latar Belakang,

Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan penelitian, Manfaat Penelitian,

Metode Penelitian dan Sistematika Penulisan skripsi.

BAB II : LANDASAN TEORITIS

Pada bab ini berisikan tentang teori-teori komponen yang digunakan pada Alat

Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium, seperti Arduino Uno R3, Sensor

LDR, LCD, Buzzer, Rangkaian Relay dan teori-teori pendukung lainnya.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Menganalisa komponen dan perangkat yang dibutuhkan dalam perancangan

Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium berdasarkan studi literatur

dan pengamatan pada objek sehingga diharapkan bisa mendapatkan hasil yang

maksimal dalam perancangan sistem tersebut.

BAB IV : ANALISIS DAN PENGUJIAN

Pada bab ini membahas mengenai implementasi dari sistem yang di bangun

beserta kelebihan dan kekurangan yang di peroleh.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini membahas kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengujian serta

saran-saran pengembangan yang membangun untuk kesempurnaan skripsi.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.. Tinjauan Pustaka Relevan

Pada saat ini banyak orang yang gemar memelihara ikan hias air tawar. Dibalik

kegemarannya tersebut, sebenarnya mereka menemukan kesulitan ketika sedang bepergian

dengan waktu yang cukup lama, sehingga mereka tidak dapat memantau secara langsung

dalam hal pemberian pakan ikan berupa palet, lampu penerangan dalam akuarium, dan

kejernihan air dalam akuarium karena ikan hias membutuhkan air yang jernih.

Pada penelitian sebelumnya, yaitu penelitian tentang Perancangan Alat Pengganti Air

Aquarium Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8 yang dilakukan oleh Ahmad Suci

Ramadona tahun 2014, merupakan sebuah aplikasi alat yang digunakan untuk otomatisasi

penggantian air pada aquarium. Alat yang dirancang menggunakan RTC dan sensor

kekeruhan sebagai penentu kapan air aquarium akan berganti, serta digunakan 2 buah pompa

air mini untuk menguras dan mengisi air aquarium. Alat tersebut dirancang untuk

mempermudah pengguna aquarium dalam hal penggantian air.

Pada penelitian lain, yang dilakukan oleh Adi Purwanto dan Moch. Sulhan, yaitu

tentang Perancangan Alat Pendeteksi Tingkat Kekeruhan Air Pada Kamar Mandi Berbasis

Mikrokontroler ATMega 8535, yaitu merancang suatu peralatan instrumentasi berupa alat

pendeteksi tingkat kekeruhan air pada kamar mandi berbasis mikrokontroler ATMega 8535

dengan menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistors), indikator LED dan buzzer

serta menampilkan informasi hasil pengukurannya pada LCD. Hasil pengukuran yang

diperoleh sudah sesuai dengan tingkat kekeruhan pada masing-masing sampel air yang telah

diukur.
Berdasarkan penelitian di atas, maka pada penelitian ini akan merancang Rancang

Bangun Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium Berbasis Arduino Uno yang

lebih praktis dan hemat biaya dibandingkan dengan sistem yang telah ada. Keunggulan dari

perancangan penelitian ini yaitu dapat membersihkan kotoran sekaligus mengganti air yang

sudah keruh.

2.2. Air dan Ikan Hias

Bumi kita terdiri atas daratan dan air. Air merupakan bagian yang terbesar dari

permukaan bumi. Para ahli mengatakan bahwa hampir 78% permukaan bumi ini berupa air.

Permukaan air itu meliputi teluk-teluk, selat-selat, danau-danau, laut-laut, dan samudera. Jadi,

betapa sempitnya daratan yang kita tempati ini dibandingkan dengan permukaan laut.

Wilayah Indonesia terdiri dari 70% perairan laut yang dihuni berbagai jenis ikan,

diantarnya adalah ikan hias. Perairan air tawarnya juga dihuni oleh berbagai jenis ikan hias

yang tidak kalah menariknya dibanding jenis ikan hias dari air laut.

Saat ini usaha perikanan khususnya ikan hias merupakan alternatif usaha untuk

menjalankan kegiatan perekonomian di Indonesia. Memang di masa lalu sektor perikanan

sempat terabaikan, namun sekarang menjadi perhatian karena ternyata mempunyai ketahanan

yang tinggi terhadap krisis ekonomi. Hal yang mendukung sektor ini adalah hampir semua

komponen produksinya berasal dari dalam negeri dan beberapa produknya mempunyai

pangsa pasar ekspor. Kegiatan menjadi semakin menarik jika berorientasi bisnis dan

berpeluang untuk dilakukan oleh siapa saja yang berminat. Kegiatan tersebut dapat menjadi

mata pencaharian pokok ataupun hanya sebagai usaha sampingan.

2.2.1. Faktor Penentu Kualitas Air


Untuk pemeliharaan ikan hias dibutuhkan air dengan kualitas yang bagus. Kualitas air

yang bagus dapat dicirikan dari beberapa parameter berikut ini :

1. Suhu

Suhu air sangat berperan untuk kenyamanan ikan. Ikas Mas Koki menyukai suhu air

berkisar antara 23o-29oC. Perubahan suhu lebih dari 2oC akan mengakibatkan ikan stress

bahkan mati. Suhu yang rendah dapat ditingkatkan dengan pemanas air (waterheater).

Sedangkan suhu yang tinggi dapat diturunkan dengan pemberian peneduh.

2. Derajat Keasaman

Derajat keasaman atau pH air merupakan persentase logaritma negatif dari konsentrasi

ion hidrogen dalam setiap liter air. Nilai derajat keasaman bekisar antara 1-14. Air disebut

asam kalau nilai pH-nya di bawah 7, disebut basa atau alkali kalau nilainya di atas 7 dan

disebut netral kalau nilainya 7. Untuk Ikan Mas Koki pH yang disukai antara 6,5-8,25. Nilai

pH yang akurat dapat diketahui menggunakan 1 tetes bromothymol blue dalam 20 tetes air

dan dibiarkan hingga airnya berubah warna. Air yang berwarna hijau berarti netral, kuning

berarti asam, dan biru berarti basa.

3. Kandungan Oksigen

Kandungan oksigen (dissolved oxygen/DO) dalam air umumnya berasal dari udara dan

hasil fotosistesis tanaman air. Perariran yang terdapat vegetasi air atau tanaman air dan

permukaan danau umumnya memiliki kandungan oksigen yang tinggi, yaitu berkisar 6-8

mg/l. Kandungan yang rendah dapat ditingkatkan dengan pemberian pompa air.

4. Kekeruhan Air

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air Kekeruhan. Kekeruhan merupakan

kandungan bahan Organik maupun Anorganik yang terdapat di perairan sehingga

mempengaruhi proses kehidupan organisme yang ada di perairan tersebut. Apabila di dalam

air terjadi kekeruhan yang tinggi maka kandungan oksigen akan menurun, hal ini disebabkan
intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam perairan sangat terbatas sehingga tumbuhan /

phytoplankton tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk mengasilkan oksigen. Air

yang keruh menandakan banyak partikel yang larut di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan

terganggunya sistem pernapasan ikan dan penyerapan oksigen ke dalam air. Ikan Mas Koki

sangat peka terhadap kekeruhan air sehingga kejernihan air perlu diperhatikan. Tingkat

kekeruhan air untuk Ikan Mas Koki maksimal 17,30 NTU jika melebihi tingkat kekeruhan

tersebut maka ikan lebih mudah mati.

Kekeruhan air yang disebabkan oleh plankton (tumbuhan mikroskopik) dan zooplankton

(hewani mikroskopik) tidak akan memudaratkan ikan secara langsung. Fitoplankton bukan

saja mengeluarkan oksigen malahan menjadi bahan makanan kepada zooplankton dan juga

kepada beberapa jenis ikan. Fitoplankton juga akan menggunakan ammonia yang dikeluarkan

oleh ikan sebagai sumber nutriennya. Zooplankton pula menjadi sumber makanan anak ikan

yang utama.

2.3. Sensor Kekeruhan Air LDR (Light Dependent Resistor)

LDR (Light Dependent Resistor) merupakan suatu sensor yang apabila terkena cahaya

maka tahanannya akan berubah. Biasanya LDR dibuat berdasarkan kenyataan bahwa film

cadmium sulfide mempunyai tahanan yang besar kalau tidak terkena cahaya dan tahanannya

akan menurun kalau permukaan film itu terkena cahaya.

Gambar 2.1 LDR (Light Dependent Resistor)


Fotoresistor adalah komponen elektronika yang resistansinya akan menurun jika ada

perubahan intensitas cahaya yang mengenainya.

Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi. Jika cahaya/foton dengan

frekuensi yang cukup tinggi diserap oleh semikonduktor menyebabkan elektron dengan

energi yang cukup untuk meloncat kepita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan akan

mengalirkan listrik, sehingga menurunkan resistansinya. Besar tahanan LDR/fotoresistor

dalam kegelapan mencapai jutaan Ohm dan turun sampai beberapa ratus Ohm dalam keadaan

terang. LDR dapat digunakan dalam suatu jaringan kerja pembagi potensial yang

menyebabkan terjadinya perubahan tegangan kalau sinar yang datang berubah.

2.4. Mikrokontroler

2.4.1. Gambaran Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah chip yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian

elektronik dan umunya dapat menyimpan program didalamnya. Mikrokontroler umumnya

terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan unit pendukung seperti

Analog-to-Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi di dalamnya. Kelebihan utama

dari mikrokontroler ialah tersedianya RAM dan peralatan I/O (Input/Output) pendukung

sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkas. Kelebihan sistem dengan

mikrokontroler sebagai berikut :

1. Penggerak pada mikrokontoler menggunakan bahasa pemograman assembly dengan

berpatokan pada kaidah digital dasar sehingga pengoperasian sistem menjadi sangat

mudah dikerjakan sesuai dengan logika sistem (bahasa assembly ini mudah dimengerti

karena menggunakan bahasa assembly aplikasi dimana parameter input dan output

langsung bisa diakses tanpa menggunakan banyak perintah). Desain bahasa assembly ini
tidak menggunakan begitu banyak syarat penulisan bahasa pemrograman seperti huruf

besar dan huruf kecil untuk bahasa assembly tetap diwajarkan.

2. Mikrokontroler tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori, dan I/O terintegrasi

menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai

komputer mini yang dapat bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.

3. Sistem running bersifat berdiri sendiri tanpa tergantung dengan komputer sedangkan

parameter komputer hanya digunakan untuk download perintah instruksi atau program.

Langkah-langkah untuk download komputer dengan mikrokontroler sangat mudah

digunakan karena tidak menggunakan banyak perintah.

4. Pada mikrokontroler tersedia fasilitas tambahan untuk pengembangan memori dan I/O

yang disesuaikan dengan kebutuhan sistem.

5. Harga untuk memperoleh alat ini lebih murah dan mudah didapat.

2.4.2. Mikrokontroler Arduino Uno ATMega 328

Arduino Uno adalah salah satu produk berlabel arduino yang sebenarnya adalah suatu

papan elektronik yang mengandung mikrokontroler ATMega 328 (sebuah keeping yang

secara fungsional bertindak seperti sebuah komputer). Peranti ini dapat dimanfaatkan untuk

mewujudkan rangkaian elektronik dari yang sederhana hingga yang kompleks.

Pengendalian LED hingga pengontrolan robot dapat di implementasikan dengan

menggunakan papan yang berukuran relatif kecil ini.

Arduino uno mengandung mikroprosesor (berupa atmel AVR) dan dilengkapi dengan

oscillator 16 MHZ (yang memungkinkan operasi berbasis waktu dilaksanakan dengan tepat),

dan regulator (pembangkit tegangan) 5 volt. Sejumlah pin tersedia di papan. Pin 0 hingga 13

digunakan untuk isyarat digital, yang hanya bernilai 0 atau 1. Pin A0-A5 digunakan untuk

isyarat analog. Arduino Uno dilengkapi dengan static random acces memory (SRAM)
berukuran 2 KB untuk memegang data, flash memory berukuran 32KB, dan erasable

programmable read-only memory (EEPROM) untuk menyimpan perintah.

Gambar 2.2. Arduino Uno


Sumber : Abdul Kadir ; 2013 : 16

2.4.3. Konfigurasi Pin ATMega328

Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah

mikrokontroler, pada gambar dibawah ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari

mikrokontroler ATMega328 (dipakai pada Arduino Uno) seperti gambar blok diagram

sederhana Berikut ini :

UART (antar muka serial)

2KB RAM 32KB RAM


(Memory kerja) Flash Memory
(program)

1KB RAM
EEPROM CPU

Port input/output
Gambar 2.3. Konfigurasi Pin ATMega328
Sumber : [Link], 2012

Blok-blok di atas dijelaskan sebagai berikut:

1. Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah antar muka yang digunakan

untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS-485.

2. 2 KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakan

oleh variable-variabel di dalam program.

3. 32 KB RAM flash memory bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan program

yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga menyimpan bootloader.

Bootloader ini yang menjembatani antara software compiler arduino dengan

mikrokontroler. Dan ketika pengguna papan mikrokontroller arduino menulis program

tidak perlu banyak menuliskan sintak bahasa C, cukup melakukan pemanggilan fungsi

program, hemat waktu dan pikiran.

4. 1 KB EEPROM bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan data yang tidak boleh

hilang saat daya dimatikan. Tidak digunakan pada papan Arduino.

5. Central Processing Unit (CPU), bagian dari microcontroller untuk menjalankan setiap

instruksi dari program.

6. Port input/output, pin-pin untuk menerima data (input) digital atau analog,

danmengeluarkan data (output) digital atau analog.

2.5. LCD Karakter 16 x 2

Liquid Crystal Display (LCD) adalah komponen yang dapat menampilkan tulisan.

Salah satu jenisnya memiliki dua baris dengan setiap baris terdiri atas enam belas karakter.

LCD seperti itu biasa disebut LCD 16x2 dan bentuk fisiknya seperti Gambar 2.4 berikut ini.
Gambar 2.4 LCD 16x2
Sumber : Abdul Kadir ; 2013 : 196

LCD memiliki 16 pin dengan fungsi pin masing-masing seperti yang terlihat pada

table 2.1 dibawah.

Tabel 2.1 Pin-Pin LCD


(Sumber : Abdul Kadir ; 2013 : 196)
[Link] Nama Pin I/O Keterangan

1 VSS Power Catu daya, ground (0v)


2 VDD Power Catu daya positif
Pengatur kontras, menurut data sheet, pin ini
3 perlu dihubungkan dengan pin vss melalui
V0 Power
resistor 5kΩ. namun, dalam praktik, resistor
yang digunakan sekitar2,2kΩ
Register Select
 RS = HIGH : untuk mengirim data
4 RS Input
 RS = LOW : untuk mengirim
instruksi
Read/Write control bus
5 R/W Input  R/W = HIGH : mode untuk membaca
data di LCD
Untuk keperluan antar muka suatu komponen elektronika dengan mikrokontroler, perlu

diketahui fungsi dari setiap pin yang ada pada komponen tersebut. Adapun konfigurasi pin

LCD sebagai berikut:

1. Pin 1 (GND) : Pin ini dihubungkan dengan tegangan 0 volt (Ground).

2. Pin 2 (VCC) : Pin ini dihubungkan dengan tegangan+5Volt yang merupakan tegangan

untuk sumber daya. Pin R/W (Read Write) berfungsi sebagai instruksi pada modul

jika low tulis data, sedangkan high baca data.


3. Pin 3 (VEE) : Tegangan pengatur kontras LCD. Kontras mencapai nilai maksimum

pada saat kondisi pin ini pada tegangan 0.

4. Pin 4 (RS) : Register Select, pin pemilih register yang akan diakses. Untuk akses ke

Register Data, logika dari pin ini adalah 1 dan untuk akses ke Register Perintah,

logika dari pin ini adalah 0. Pin E (Enable) digunakan untuk memegang data baik

masuk atau keluar.

5. Pin 5 (R/W) : Logika 1 pada pin ini menunjukan bahwa LCD sedang pada mode

pembacaan dan logika 0 menunjukan bahwa LCD sedang pada mode penulisan.

Untuk aplikasi yang tidak memerlukan pembacaan data pada LCD, pin ini dapat

dihubungkan langsung ke ground. Pin VLCD berfungsi mengatur kecerahan tampilan

(kontras) dimana pin ini dihubungkan dengan trimpot 5 Kohm, jika tidak digunakan

dihubungkan ke ground, sedangkan tegangan catu daya ke LCD sebesar 5 Volt.

6. Pin 6 (E) : Enable Clock LCD, pin mengaktifkan clock LCD. Logika 1 pada pin ini

diberikan pada saat penulisan atau pembacaan data.

7. Pin 7 – 14 (D0 – D7): Data bus, kedelapan pin LCD ini adalah bagian dimana aliran

data sebanyak 4 bit ataupun 8 bit mengalir saat proses penulisan maupun pembacaan

data.

8. Pin 15 (Anoda) : Berfungsi untuk tegangan positif dari backlight LCD sekitar 4,5volt

(hanya terdapat untuk LCD yang memiliki backlight).

9. Pin 16 (Katoda) :Tegangan negatif backlight LCD sebesar 0 volt (hanya terdapat pada

LCD yang memiliki backlight).

Secara singkat, pin dan fungsi dari LCD seperti pada Tabel 2.2 di bawah.

Tabel 2.2 Pin Dan Fungsi LCD

NO Nama Fungsi
1 VSS Ground
2 VCC 5 Volt
0= Register Perintah
1= Register Data
5 R/W Read/ Write
0= Write Mode
1= Read Mode

2.6. Led (Light Emiting Diode)

Led adalah jenis dioda yang memancarkan cahaya. Komponen ini biasa digunakan

pada lampu senter atau lampu emergensi. Seperti hal nya dioda yang hanya mengalirkan arus

listrik dari satu arah, led juga demikian. Itulah sebab nya, pemasangan led dirangkaian

elektronika harus tidak terbalik. Dengan kata lain, led tidak berfungsi jika dipasang terbalik.

Led yang umum dipakai berkaki dua. Salah satu kaki berkutub + (disebut anoda) dan

yang lain adalah – (disebut katoda). Namun, tidak tanda + atau – secara eksplisit.

Pembedanya, led mempunyai kaki dengan panjang berbeda. Kaki yang panjang adalah anoda

dan yang pendek adalah katoda.

Sekiranya anda menemukan kaki led yang sudah terpotong sehingga kedua panjang

kaki tidak bias dibedakan, indikasi yang menyatakan anoda atau katoda masih bias dilakukan.

Perhatikan Gambar 2.6 di bawah ini, bagian dasar led (yang menghubungkan kedua kaki)

tidak seluruhnya membulat, tetapi ada yang datar. Nah, kaki yang dekat area yang datar

tersebut adalah katoda. [12]

Gambar 2.5 Lampu LED


Sumber : Abdul Kadir ; 2013 : 8

2.7. Relay
Menurut S Wasito (1992, h.15), Relay adalah suatu rangkaian switch magnetik yang

bekerja bila mendapat catu daya. Relay memiliki tegangan dan arus nominal yang harus

dipenuhi output rangkaian pen driver atau pengemudinya. Arus yang digunakan pada

rangkaian adalah arus DC. [13]

Dalam dunia elektronika, relay dikenal sebagai komponen yang dapat

mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari

rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay.

Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan

mekanis saat mendapatkan energi listrik.

Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan atau pada umum-nya Relay

adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.

Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid)

di dekatnya.

Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay

men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay

12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt

DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220

Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih

rendah lagi lebih aman. Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay

jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat.

Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling

menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan

magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).

Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang

terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya
magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.

Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya

peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya

0.1 ampere 12 Volt DC). Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus

DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbalik

yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+).

Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay

berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.

Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut :

1. Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh

2. Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan Contoh : starting relay pada mesin

mobil

3. Pengatur logika kontrol suatu system

4. Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi

listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang

berpegas, dan contact akan menutup. bisa dilihat pada Gambar 2.6 di bawah;

Gambar 2.6 Rangkaian Relay


Selain berfungsi sebagai komponen elektronik, relay juga mempunyai fungsi sebagai

pengendali sistem. Sehingga relay mempunyai 2 macam simbol yang digunakan pada

Rangkaian listrik (hardware) dan Program (software). Bentuk fisik relay tampak seperti

gambar 2.7 di bawah ini.

Gambar 2.7 Gambar Relay


Sumber : [Link]

2.8. Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran

listrik menjadi getaran suara. Buzzer terdiri dari kumparan yang terpasang tadi akan tertarik

ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan

dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma

secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer

biasa pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi

elektromagnet, kumparan digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi

suatu kesalahan pada sebuah alat. Bentuk fisik Buzzer dapat dilihat pada Gambar 2.8 di

bawah ini.[14]
Gambar 2.8 Bentuk Buzzer
Sumber : [Link]

2.9. Perangkat Lunak Dan Bahasa Pemrograman

Agar mikrokontroler dapat bekerja secara sistematis maka digunakan perangkat lunak

dan pemrograman sebagai pengkondisian dan perintah-perintah yang diiginkan oleh pembuat

alat. Perangkat lunak dan bahasa pemrograman untuk mikrokontroler yang digunakan

biasanya tergantung dari mikrokontrolernya, tetapi ada juga yang dipakai berdasarkan user

itu sendiri dengan memilih bahasa pemrograman yang lain selama inisialisai dan sinkronisasi

antara perangkat lunak dan bahasa pemrograman bisa dilakukan dengan benar dan sesuai

dengan karakteristik Mikrokontroler tersebut.

2.9.1. Arduino IDE

Arduino memiliki open-source yang memudahkan untuk menulis kode dan meng-

upload board ke arduino. Arduino IDE (Integrated Development Enviroment) ini merupakan

media yang digunakan untuk memberikan informasi kepada arduino sehingga dapat

memberikan output sesuai dengan apa yang diinginkan. Aplikasi arduino IDE ini dapat

dijalankan di windows, Mac OS X, dan linux (Moh. Kamalul Wafi, 2014: 2). Gambar 2.10

merupakan gambaran tampilan arduino IDE :


Gambar 2.9 Tampilan Arduino IDE
Sumber: [Link]

Dalam arduino terhubung dengan arduino IDE ini dengan hanya menekan tombol

RESET. tombol ini dirancang untuk menjalankan program yang telah di upload ke arduino

Nano, tombol ini juga terhubung denganATMEga 328 melalui kapasitor 100nf.

IDE (Integrated Development Enviroment) arduino merupakan pemograman dengan

mengggunakan bahasa C. Setiap program IDE arduino (biasa disebut sketch) mempunyai dua

buah fungsi yang harus ada, yaitu :

- void setup( ) { }

Semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika program

IDE Arduino dijalankan untuk pertama kalinya.

- void loop( ) { }

Fungsi ini akan dijalankan setelah setup (fungsi void setup) selesai. Setelah dijalankan

satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus sampai catu daya

(power) dilepaskan.
Compiler merupakan modul yang berfungsi mengubah bahasa processing (kode

pemograman) kedalam kode biner karena kode biner adalah satu-satunya bahasa program

yang dipahami oleh mikrokontroler. Sedangkan upload program adalah modul yang

berfungsi memasukkan kode biner kedalam mikrokontroler. Pada software Arduino IDE

memiliki fitur compiler sedangkan untuk upload program menggunakan USBisp yang

dihubungkan ke port ISP pada papan rangkaian mikrokontroler. Pada proses ini akan

merubah bahasa pemograman dari digital ke bahasa analog yang dapat dipahami

mikrokontroler (Anandya Bagus Venesa dan Wibowo Basuki Dwi, 2004 : 5).
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Labolatorium dasar elektronika kampus III Universitas

Muhammadiyah Sumatera Utara, jalan Kapten Mukhtar Basri No.3 Glugur Darat II Medan.

3.2 Peralatan dan Bahan Penelitian

Adapun bahan dan alat yang digunakan pada penilitian ini sebagai berikut :

3.2.1 Bahan – Bahan Penelitian

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada

Aquarium ini yaitu :

1. Sensor LDR digunakan untuk Mengukur tingkat kekeruhan air dalam Aquarium.

2. LCD 2 x 16 digunakan untuk menampilkan data tulisan dan data sensor berupa tingkat

kekeruhan air pada aquarium.

3. Rangkaian Relay digunakan untuk memutus serta menghubungkan tegangan listrik ke pompa

air.

4. Arduino Uno digunakan untuk mengontrol rangkaian keseluruhan.

5. Buzzer sebagai indikator suara.

6. Saklar ON/OFF berfungsi untuk menghubung dan memutuskan tegangan.

7. Aquarium berfungsi sebagai tempat penampungan air.

8. Timah sebagai bahan yang akan menghubungkan kaki komponen dengan jalur tembaga.
9. Kabel Jamper yang akan digunakan untuk menghubungkan jalur rangkaian yang terpisah.

10. Pompa Air digunakan sebagai pengisi air dari aquarium menuju air pembuangan dan

sebaliknya, dari tampungan air bersih ke aquarium.

11. Tiang PCB 0,5 dan 1 inchi yang akan digunakan untuk menopang PCB.

3.2.2 Peralatan

Peralatan penunjang yang digunakan untuk membuat Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada

Aquarium ini yaitu :

1. Power Supply 12 VDC kapasitas 1 Ampere bertujuan memberikan sumber tegangan dan

Arus listrik ke perangkat Arduino.

2. Multimeter sebagai pengukur dan pengetesan komponen yang mengacu pada besaran

hambatan, Arus, dan Tegangan.

3. Bor digunakan untuk membuat lubang pada PCB dan akrilik.

4. Solder untuk mencairkan timah.

5. Solder Atraktor sebagai penyedot timah.

6. Bor kayu dengan mata ukuran diameter 3 mm, dan 6 mm.

7. Penggaris untuk mengukur PCB dan Akralik.

8. Pisau Cutter untuk memotong pelat PCB dan akralik sesuai ukuran.

9. Tang digunakan untuk memotong maupun mengelupas kabel maupun memotong kaki

komponen.

10. Kikir digunakan untuk meratakan pinggiran akralik yang telah selesai dipotong.

3.3. Analisa Kebutuhan

Dalam pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium ini membutuhkan

beberapa perangkat hardware dan software, antara lain:

3.3.1 Perancangan Hardware


Adapun perancangan hardware dengan menggunakan diagram blok dari sistem yang

dirancang adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.1 di bawah ini.

Sensor Display

LDR LCD 16x2

Micro Arduino Uno


Buzzer
switch R3

Power Rangkaian Pompa


Supply
ATMega Relay 1 Air 1
328
Rangkaian Pompa

Relay 2 Air 2

Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem Alat

Penjelasan dan fungsi dari masing – masing blok adalah sebagai berikut:

1. IC Mikrokontroler ATMega 328 berfungsi sebagai pusat kendali dari keseluruhan sistem kerja

rangkaian.

2. Sensor yang digunakan adalah Sensor LDR yang digunakan untuk mengetahui tingkat

kekeruhan air aquarium.

3. Display yang digunakan adalah LCD (Liquid Crystal Display) dengan ukuran 16x2 karakter

untuk menampilkan data sensor LDR yang terhubung ke mikrokontroler.

4. Relay berperan sebagai pemicu atau rangkaian optoisolator. Apabila rangkaian Relay

dialiri daya sebesar 5 V maka Relay akan hidup (On) dan memicu untuk menyalakan

pompa air dan apabila tegangan 5 V putus maka rangkaian Relay mati (Off) dan pompa

airpun ikut padam.


5. Buzzer berfungsi sebagai penanda bahwasanya air pada aquarium sudah mulai keruh,

dan mulai dilakukan proses penggantian airnya. Apabila proses sudah selesai, maka

disertai dengan indikator suara dari buzzer juga.

6. Power Supply yang digunakan berupa adaptor 12 Volt DC 1 Ampere sebagai sumber energi

atau tegangan semua rangkaian elektronika yang telah dibuat agar bekerja sesuai perancangan.

3.3.2 Software

Software yang digunakan dalam pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada

Aquarium ini antara lain :

1. Proteus 8.1

Software ini digunakan untuk menggambar skematik rangkaian.

2. Arduino IDE 1.6.5

Software ini digunakan untuk penulisan program.

3. Ms. Office Visio

Aplikasi software ini digunakan untuk menggambar Flowchart dari alat yang akan

dibuat.

3.4. Perancangan Perangkat Keras


Pada perancangan perangkat keras ini akan dijelaskan bagaimana skematik rangkaian

dari setiap blok yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bagian-bagian perancangan perangkat

keras tersebut antara lain :

3.4.1. Perancangan I/O Sistem Minimum Arduino Uno R3 ATMega 328

Sistem minimum Arduino Uno R3 memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin I/O analog. Pin-pin

tersebut dapat digunakan sebagai masukan dari sensor microswitch, Sensor LDR, tampilan LCD

karakter 16x2, Buzzer dan keluaran menuju rangkaian relay untuk mengendalikan pompa air on/off.

Pada Gambar 3.2. tampak jalur-jalur yang menghubungkan setiap pin I/O menuju

mikrokontroler maupun jalur fitur lainnya pada sistem minimum Arduino Uno.
Gambar 3.2. Skema Rangkaian Sistem Minimum Arduino

3.4.2. Perancangan Rangkaian Power Supply (PSA)


Rangkaian ini berfungsi untuk mensupply tegangan ke seluruh rangkaian yang ada meliputi

Arduino, Sensor LDR, LCD, Rangkaian Relay dan Buzzer. Rangkaian PSA yang dibuat terdiri dari satu

keluaran, yaitu 5 volt dari input tegangan mulai dari 9 volt sampai dengan 12 volt DC. Keluaran 5 volt

ini digunakan untuk mensupply tegangan ke semua rangkaian. Rangkaian power supply ditunjukkan

pada gambar 3.3:

Gambar 3.3. Skematik Rangkaian Power Supply (PSA)

Supply tegangan berasal dari adaptor atau bisa juga menggunakan baterai yang besar tegangannya

berkisar 9 volt DC sampai 12 volt DC. Kemudian tegangan tersebut akan diratakan oleh kapasitor 470

μF. Regulator tega ga olt digu aka agar keluara ya g dihasilkan tetap 5 volt walaupun

terjadi perubahan pada tegangan masukannya. Led hanya sebagai indikator apabila PSA dinyalakan.

3.4.3 Rangkaian Sensor LDR

Sensor LDR sangat sensitive terhadap cahaya. Nilai resistansi dari sensor akan semakin besar

ketika kondisi gelap / kurang cahaya. Semakin terang, nilai resistansinya semakin kecil. Dengan

menggunakan resistor pembagi tegangan, maka output data sensor ini berupa data tegangan analog

yang dihubungkan pada pin Analog 0 ADC Arduino agar mendapatkan hasil pembacaan data digital

(Analog to Digital Converter). Skematik rangkaian sensor LDR untuk mendeteksi kekeruhan air pada

aquarium ditunjukkan pada gambar berikut ini.


Gambar 3.4 Skematik Rangkaian Sensor LDR

3.4.4. Rangkaian Microswitch

Sensor microswitch digunakan untuk proses pembersihan kotoran pada aquarium yang

merupakan saklar NO/NC (Normally Close/Normally Open) yang ketika posisi pengambilan kotoran

makanan mencapai titik akhir, maka switch ini akan aktif sehingga memberikan logic LOW ke

Arduino. Perancangan rangkaian Arduino dan microswitch ditunjukkan pada Gambar 3.5 berikut ini.
Gambar 3.5 Skematik Rangkaian Sensor Microswitch

3.4.5 Rangkaian Buzzer

Buzzer berfungsi sebagai indikator suara yang digunakan untuk memberikan informasi ketika

air pada aquarium keruh dan selesainya proses pembersihan dan penggantian air. Buzzer akan

berbunyi beep-beep-beep beberapa kali. Skematik Buzzer seperti pada Gambar 3.6 berikut.

Gambar 3.6 Skematik Rangkaian Buzzer

3.4.6 Rangkaian LCD (Liquid Cristal Display)

Rangkaian LCD berfungsi untuk menampilkan kalimat dan data sensor. Rangkian LCD dapat

dilihat pada Gambar 3.7 berikut ini:


Gambar 3.7 Skematik Rangkaian LCD 16x2

Pada gambar 3.7, pin 1 dihubungkan ke Vcc (5V), pin 2 dan 16 dihubungkan ke Gnd

(Ground), pin 3 merupakan pengaturan tegangan Contrast dari LCD, pin 4 merupakan Register Select

(RS), pin 5 merupakan R/W (Read/Write), pin 6 merupakan Enable, pin 11-14 merupakan data. Reset,

Enable, R/W dan data dihubungkan ke mikrokontroler ATmega328. Fungsi dari potensiometer (R2)

adalah untuk mengatur gelap/terangnya karakter yang ditampilkan pada LCD.

3.4.7 Rangkaian Keseluruhan

Rangkaian secara keseluruhan merupakan gabungan dari rangkaian-rangkaian tiap blok yang

sudah dibahas sebelumnya. Sebagai pusat kendali Arduino Uno R3 dengan IC ATMega 328 yang

memproses data input sensor LDR dan microswitch dan waterflow sensor untuk mengetahui apakah

air sudah diisikan sampai penuh atau belum. Rangkaian keseluruhan seperti Gambar 3.8 ini.
Gambar 3.8 Skematik Alat Secara Keseluruhan

Output yang digunakan yaitu buzzer sebagai indikator suara apakah sudah keruh atau

belum. Sedangkan LCD untuk menampilkan informasi berupa tulisan dan angka seperti nilai data

sensor, informasi berupa tulisan bahwa sistem sedang mengganti air atau membersihkan aquarium.
37

3.5 Flowchart Sistem Kerja Alat

Adapun flowchart sistem kerja alat yang dirancang seperti ditunjukkan pada Gambar 3.9

berikut :

Start

Inisialisasi I/O

Baca Sensor LDR

If T If T If T
Data Sensor Data Sensor Data Sensor
>800 650 - 800 < 650

Y Y Y

LCD : Air Keruh


LCD = Cukup Bersih LCD = Air Bersih

LCD : Mengganti Air


Pompa Pembuangan ON
Pompa Pengosongan OFF

Jika Level Air T


Kosong

LCD Pengisian Air


Pompa Pembuangan OFF
Pompa Pengisian ON

T
If Level == Full

LCD : Akuarium Penuh


Pompa Pembuangan OFF
Pompa Pengisian OFF

Stop

Gambar 3.9 Flowchart Sistem Kerja Alat


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Perancangan Mekanik

Hasil perancangan bentuk mekanik Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium

meliputi Pemasangan Pompa Air, Relay, Arduino Uno, Sensor LDR dan Sensor Level Air

seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini :

Gambar 4.1 Pengujian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD

4.2 Hasil Penelitian

Dalam Bab ini akan dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem

yang dibuat. Program pengujian disimulasikan di suatu sistem yang sesuai. Pengujian ini

dilaksanakan untuk mengetahui kehandalan dari sistem dan untuk mengetahui apakah sudah

sesuai dengan perencanaan atau belum. Pengujian pertama-tama dilakukan secara terpisah,

dan kemudian dilakukan ke dalam sistem yang telah terintegrasi.

Pengujian yang dilakukan pada bab ini antara lain:


1. Pengujian Arduino Uno dengan Sensor LDR dan LCD

2. Pengujian Sensor Level Air dan Relay Pompa Air

3. Pengujian Alat secara keseluruhan

4.2.1. Pengujian Arduino Uno dengan Sensor LDR dan LCD

Rangkaian Sensor LDR ini berfungsi untuk membaca data kekeruhan air pada

aquarium. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air aquarium, maka dilakukan pengujian data

nilai sensor LDR ketika kondisi air jernih, agak jernih dan waktu kondisi air keruh.

Rangkaian LCD pada penelitian ini berfungsi untuk menampilkan informasi berupa

tulisan dan nilai data dari sensor LDR yang dibaca oleh Arduino. Untuk mengetahui apakah

Sensor LDR yang telah dibuat dapat bekerja sesuai yang diinginkan maka dilakukan

pengujian Sensor LDR dan LCD yang dihubungkan dengan minimum sistem Arduino Uno

R3.

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian ini yaitu :

1. Minimum Sistem Arduino Uno R3

2. Rangkaian Sensor LDR

3. Kabel data Arduino Uno R3

4. Rangkaian LCD 16 x 2

5. Software Arduino IDE

Blok diagram pengujian rangkaian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD dapat

dilihat pada Gambar 4.2.

Sensor LDR

Laptop Kabel Data Arduino Arduino Uno

LCD 16 x 2
Gambar 4.2 Blok Diagram Pengujian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD

Langkah-langkah melakukan pengujian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD :

1. Buka aplikasi Arduino IDE

2. Selanjutnya akan muncul tampilan awal “sketch_xxxxxx” secara otomatis.

3. Mengetikkan listing program untuk pengujian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD.

4. Klik Sketch  Verify. Kemudian akan muncul kotak dialog untuk menyimpan file

project yang baru dibuat. Dapat dilihat pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3 Kotak Dialog menyimpan Program

5. Kalau sudah tidak ada error, maka klik ikon  Upload atau Ctrl + U. Dapat dilihat

pada gambar 4.4 di bawah ;

Gambar 4.4 Proses Uploading Program Dari Komputer Ke Arduino


Analisa Hasil Program :

Pada uji coba rangkaian Arduino Uno terhubung dengan LCD, diperlukan

pemanggilan library #include< LiquidCrystal_I2C.h > dan juga “LiquidCrystal

lcd(0x3F,16,2);” adalah listing program untuk pengaturan alamat LCD dan ukuran LCD

jumlah baris dan kolom sesuai LCD yang [Link] berfungsi untuk menambahkan

fungsi-fungsi program menampilkan karakter pada LCD. Kemudian “[Link]();

[Link]();” berfungsi untuk inisialisasi awal bahwasanya LCD mulai digunakan.

[Link](); [Link]();

pinMode(sensor,INPUT);

pinMode(buzzer,OUTPUT);

[Link](0,0); [Link]("-SELAMAT DATANG-");

[Link](0,1); [Link]("AQUARIUM OTMATIS");

delay(3000); [Link]();

Untuk menuliskan “-SELAMAT DATANG-” pada baris atas, dituliskan perintah

“[Link](0,0); [Link]("-SELAMAT DATANG-");” yang artinya penulisan karakter “-

SELAMAT DATANG-” dimulai dari kolom pertama dan baris pertama (0,0). Angka 0

menyatakan dari awal kolom dan awal baris. Apabila menginginkan penulisan pada baris

kedua, yaitu menggunakan perintah “[Link](0,1); [Link] ("AQUARIUM

OTOMATIS"); Secara keseluruhan hasil keluaran listing program yang ditunjukkan pada

Gambar 4.5.
Gambar 4.5 Foto Hasil Pengujian

Kemudian, untuk pembacaan data sensor LDR, dibutuhkan variable data_sensor

untuk menyimpan nilai data sensor tersebut.

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
data_sensor=analogRead(sensor);
[Link](0,0); [Link]("-PENGUJIAN LDR-");
[Link](0,1); [Link]("Sensor LDR=");
[Link](data_sensor); [Link](" ");
}

Dari listing program di atas dapat dilihat bahwa, data_sensor merupakan hasil dari

pembacaan data analog dari sensor LDR. Data analog tersebut mempunyai range nilai antara

0-1023 karena merupakan pembacaan data ADC 10 bit. Dari hasil pengujian didapatkan data

sebagai berikut :

Tabel 4.1 Data Hasil Pengujian Sensor LDR

Pengujian Ke Nilai Data_Sensor Kondisi Air


1 525 Ohm Sangat Bersih
2 630 Ohm Bersih
3 700 Ohm Cukup Bersih
4 775 Ohm Cukup Bersih
5 840 Ohm Keruh
6 960 Ohm Sangat Keruh
Dari hasil pengujian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sensor LDR yang

digunakan menunjukkan data yang linear terhadap tingkat kekeruhan air Aquarium. Semakin

jernih air maka nilai data_sensor LDR semakin kecil, sedangkan semakin keruh air, maka

nilai data_sensor LDR semakin besar.

4.2.2. Pengujian Sensor Level Air dan Relay Pompa Air

Sensor level air yang digunakan adalah sensor buatan sendiri dengan memanfaatkan

PCB dengan 2 elemen yang disambung dengan kabel yang dihubungkan ke pin GND dan

ADC pada Arduino. Sensor ini akan aktif apabila 2 elemen ini terkena air.

Modul relay yang digunakan yaitu relay dengan koil 5 volt untuk mengaktifkannya. 2

relay ini dihubungkan dengan Pompa Air Pembuangan dan Pompa Air Pengisian. Relay

disini berfungsi sebagai saklar otomatis yang diperintahkan oleh arduino melalui program.

Peralatan yang dibutuhkan:

1. Minimum sistem Arduino Uno R3

2. Sensor Level Air

3. Modul Relay 2 Channel

4. DC Power Supply

5. Seperangkat USB Data Cable

6. Software Arduino IDE

Blok diagram pengujian rangkaian Sensor Level Air dan Relay Pompa Air dengan

Arduino dan LCD dapat dilihat pada Gambar 4.6.

Sensor Level Air


Relay Pompa 1

Laptop USB Data Cable Arduino Uno R3


Relay Pompa 2
LCD
Gambar 4.6 Blok Diagram Sensor Level Air dan Relay Pompa Air

Persiapan:

1. Memasang rangkaian seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.6

2. Mengetik program pengujian menggunakan Software Arduino IDE.

3. Mengupload program dan Menjalankan program.

Langkah-langkah yang dilakukan:

1. Klik Start  All Program  Arduino  Ardunio IDE

2. Ketikkan listing program

3. Kemudian Klik Sketch  Verify. Simpan dengan nama file

Pengujian_Sensor_Level_Air.ino.

4. Tunggu hingga proses Compiling selesai

5. Kalau sudah tidak ada error, maka klik File  Upload atau Ctrl + U

Gambar 4.7 Upload Program ke Rangkaian Arduino Uno R3


4.2.3. Pengujian Alat Secara Keseluruhan

Pengujian alat secara keseluruhan ini merupakan gabungan dari pengujian-pengujian

tiap bagian input dan output yang telah dilakukan sebelumnya. Peralatan yang dibutuhkan

untuk melakukan pengujian ini yaitu :

1. Minimum Sistem Arduino Uno R3

2. Kabel data Arduino Uno R3

3. Rangkaian Sensor Arus

4. Rangkaian LCD

5. Rangkaian Relay

6. Modul GSM SIM900A

7. Sensor Suhu DS18b20

8. Software Arduino IDE

Blok diagram pengujian Alat secara Keseluruhan seperti ditunjukkan pada Gambar 4.8

berikut ini :

Sensor LDR Sensor Level Air

Laptop Kabel Data Arduino Arduino Uno

LCD 16 x 2 Relay 1 Relay 2

Gambar 4.8 Blok Diagram Pengujian Rangkaian Keseluruhan

Langkah-langkah melakukan pengujian Alat secara Keseluruhan :

1. Buka aplikasi Arduino IDE

2. Selanjutnya akan muncul tampilan awal “sketch_xxxxxx” secara otomatis seperti

pada langkah sebelumnya.

3. Mengetikkan listing program untuk pengujian rangkaian Keseluruhan.


4. Klik Sketch  Verify. Kemudian akan muncul kotak dialog untuk menyimpan file

project yang baru dibuat.

5. Kalau sudah tidak ada error, maka klik ikon  Upload atau Ctrl + U.

Analisa Hasil Program :

Proses awal, yaitu pengenalan pin dan pemanggilan library yang dibutuhkan oleh

arduino. Library tersebut mencakup LCD, Komunikasi I2C dan One Wire.

Sebelum program utama dijalankan, perlu dilakukan inisialisasi input dan output yang

digunakan tiap pin arduino. Inisialiasi tersebut berada di dalam fungsi void setup() { }.

Gambar 4.9 Tampilan LCD Saat Alat Pertama Kali Diaktifkan

Pada pengujian alat secara keseluruhan ini, penulisan program disesuaikan dengan

flowchart yang telah dibuat. Alur program dari proses kerja alat ini yaitu, setelah arduino

selesai melakukan inisialisasi input dan output,

Setelah proses inisialisasi selesai, maka proses selanjutnya yaitu pembacaan data

sensor LDR untuk mendeteksi kondisi air pada Aquarium. Proses ini dikerjakan oleh program

sebagai berikut :

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
data_sensor=analogRead(sensor);
[Link](0,1); [Link]("Sensor = ");
[Link](data_sensor); [Link](" ");
Pada cuplikan program di atas, setelah membaca data sensor, nilai data_sensor

ditampilkan pada LCD. Selanjutnya, sistem otomatis pada perancangan alat ini yaitu

ditunjukkan pada listing program berikut ini :

if(data_sensor<=650) { [Link](0,0); [Link]("---AIR BERSIH---");


delay(1000); }
else if(data_sensor>650 && data_sensor<=800) { [Link](0,0); [Link]("--
CUKUP BERSIH--"); delay(1000); }
else if(data_sensor>800) {
[Link](0,0); [Link]("---AIR KERUH---");
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW); delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW); delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW); delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW); delay(300);
delay(1000);
[Link]();
[Link](0,0); [Link]("PROSES MENGGANTI");
[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,LOW); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
while(analogRead(level_bawah)<650) { }
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,LOW);
while(analogRead(level_atas)>650) { }
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR SELESAI!--");
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(100); digitalWrite(buzzer,LOW); delay(100);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(100); digitalWrite(buzzer,LOW); delay(100);
delay(10000);
}
delay(500);
}

Dari data sensor yang telah dibaca, sistem melakukan pengecekan terhadap 3 kondisi

hasil pembacaan data sensor LDR. Yang pertama yaitu Apabila nilai data_sensor<650 ohm

maka kondisi air aquarium berarti Jernih. Apabila nilai data_sensor antara 651-800 ohm

maka kondisi air aquarium berarti Agak Jernih. Pada kondisi ini sistem tidak bekerja untuk

mengganti air. Pada kondisi ketiga, yaitu apabila nilai data_sensor > 800 ohm maka Buzzer

berbunyi beberapa kali dan pada LCD akan tampil informasi “PROSES MENGGANTI AIR

AQUARIUM”.

Tabel 4.2 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam Ruangan Hidup
Lampu (ON)

Pengujian Nilai Lux Hasil


Jenis Air
Ke LDR Meter Pembacaan
1 Tidak Ada Air 565 Ohm 170 Lux Bersih
2 Air Bersih 550 Ohm 175 Lux Bersih
3 Air Teh Biasa 770 Ohm 40 Lux Cukup Bersih
4 Air Teh Pekat 870 Ohm 15 Lux Keruh

Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR dengan Lux
Meter Pada Ruangan dengan Lampu Menyala

Tabel 4.3 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam Ruangan Mati
Lampu (OFF)

Pengujian Nilai Lux Hasil


Jenis Air
Ke LDR Meter Pembacaan
1 Tidak Ada Air 570 Ohm 165 Lux Bersih
2 Air Bersih 555 Ohm 170 Lux Bersih
3 Air Teh Biasa 775 Ohm 35 Lux Cukup Bersih
4 Air Teh Pekat 875 Ohm 10 Lux Keruh
Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR Dengan
Lux Meter Pada Ruangan Dengan Lampu Tidak Menyala

Pada proses penggantian Air Aquarium ini sistem Relay Pompa Pembuangan akan

aktif sampai Level Air pada Aquarium menunjukkan batas minimum. Proses ini seperti

ditunjukkan pada listing program berikut ini :

[Link](0,0); [Link]("PROSES MENGGANTI");


[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,LOW); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
while(analogRead(level_bawah)<650) { }
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);

While(analogRead(level_bawah)<650) ini menunjukkan bahwa apabila sensor level

bawah masih terkena air, maka sistem akan terus membuang air yang ada di aquarium

menggunakan pompa pembuangan. Apabila sensor bawah sudah tidak terkena air lagi, ini

menandakan proses pembuangan air sudah selesai.

[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");


[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,HIGH);
digitalWrite(pompa_isi,LOW);
while(analogRead(level_atas)>650) { }
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR SELESAI!--");
digitalWrite(pompa_buang,HIGH);
digitalWrite(pompa_isi,HIGH);

Tabel 4.4 Pengujian Status Level Air Proses Pembuangan Air


Relay
Ketinggian Data Sensor Data Sensor Relay Pompa
Pompa
Air Level Atas Level Bawah Pembuangan
Pengisian
17 cm > 650 Ohm > 650 Ohm ON OFF
15 cm > 650 Ohm < 650 Ohm ON OFF
10 cm > 650 Ohm < 650 Ohm ON OFF
5 cm > 650 Ohm < 650 Ohm ON OFF
0 cm < 650 Ohm < 650 Ohm OFF ON

Gambar 4.12 Sensor Level Air


Tabel 4.5 Pengujian Status Level Air Proses Pengisian Air

Relay
Ketinggian Data Sensor Data Sensor Relay Pompa
Pompa
Air Level Atas Level Bawah Pembuangan
Pengisian
0 cm < 650 Ohm < 650 Ohm OFF ON
5 cm < 650 Ohm > 650 Ohm OFF ON
10 cm < 650 Ohm > 650 Ohm OFF ON
15 cm < 650 Ohm > 650 Ohm OFF ON
17 cm > 650 Ohm > 650 Ohm OFF OFF

While(analogRead(level_atas)>650 Ohm) ini menunjukkan bahwa apabila sensor

level atas masih belum terkena air, maka sistem akan terus mengisi air yang ada di aquarium
menggunakan pompa Pengisian. Apabila sensor atas sudah terkena air, ini menandakan

proses pengisian air sudah selesai yang ditunjukkan pada tampilan LCD “PROSES

PENGISIAN AIR SELESAI”.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium dan kemudian

dilakukan pengujian dan analisanya sehingga didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1. Perancangan Alat Pengendalian Kekeruhan air pada Aquarium menggunakan Arduino

Uno R3 ATMega328 sebagai sistem kendali. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air

menggunakan sensor LDR sebagai penerima cahaya yang dipancarkan dari LED

superbright.

2. Dari pengujian sensor LDR yang telah dilakukan, nilai data sensor ketika Air Bersih

bernilai 550 Ohm atau setara dengan 175 Lux, sedangkan pada saat kondisi air sangat

keruh 870 Ohm atau setara dengan 15 Lux. Hal ini menunjukkan bahwa semakin

jernih air, maka nilai data sensornya semakin kecil dan sebaliknya, semakin keruh air

maka semakin besar nilai data sensornya.

3. Pada perancangan Alat Secara Keseluruhan, untuk mengetahui proses penggantian

dan pengisian air aquarium sudah selesai atau belum digunakan sensor level air yang

mendeteksi batas atas (penuh) dan batas bawah (kosong) aquarium. Pada proses

penggantian air, pompa pembuangan air ON sampai sensor level air batas bawah tidak

tersentuh air lagi. Sebaliknya, pompa pengisian air aquarium ON sampai sensor level

air batas atas tersentuh air.

5.2 Saran

Untuk pengembangan lebih lanjut dari alat ini agar lebih sempurna, maka diberikan

beberapa saran sebagai berikut :


1. Pengembangan dari alat ini masih sangat memungkinkan dan dapat disempurnakan

dengan adanya penambahan-penambahan sensor yang lain misalnya sensor PH Air.

2. Sistem monitoring dapat ditambahkan pada alat ini yaitu dengan menghubungkan

dengan interface Android untuk memantau kondisi dan status Aquarium secara

online.
DAFTAR PUSTAKA

Abdul Kadir, From Zero to a Pro , Penerbit Andi, Yogyakarta, 2014.

Abdul Kadir, Panduan Praktis Mempelajari Aplikasi Mikrokontroler dan Pemrogramannya


menggunakan Arduino , Penerbit Andi, Yogyakarta, 2013.

Kartika Sari, Implementasi Sistem Pakan Ikan Menggunakan Buzzer dan Aplikasi Antarmuka
Berbasis Mikrokontroler , Jurnal Coding Sistem Komputer Untan, Pontianak, 2015.

Heri Andrianto, Aan Darmawan, Belajar Cepat dan Pemrograman Arduino , Penerbit Informatika,
Bandung, 2015.

Budi Santoso, Sistem Pengganti Air Berdasarkan Kekeruhan dan Pemberi Pakan Ikan pada
Akuarium Air Tawar secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega16 , Jurnal Ilmiah
Teknologi dan Informasi ASIA, Malang, 2014.

Jazi Eko Istiyanto, Pengantar Elektronika dan Instrumentasi , Penerbit Andi, Yogyakarta, 2014.

Muhammad Faizun, Pemrograman Mikrokontroller ATMega dengan CVAVR dan Simulasi ISIS
Proteus , Penerbit Deepublish, Yogyakarta, 2012.

Syahban Rangkuti, Mikrokontroler Atmel AVR, Simulasi dan Praktik Menggunakan ISIS Proteus
dan CodeVisionAVR , Penerbit Informatika Bandung, Bandung, 2011.

Adi Purwanto, Perancangan Alat Pendeteksi Tingkat Kekeruhan Air Pada Kamar Mandi Berbasis
Mikrokontroler ATMega8535 , Teknik Informatika, Malang, 2015.

Ika Nuzula, N. 2013. Perancangan dan Pembuatan Alat Ukur Kekeruhan Air Berbasis
Mikrokontroller ATMega 8535 . Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya, 2014.

Yuko Kusdiantoro, Simulasi Sistem Kontrol Sirkulasi Pergantian Air Pada Kolam Pembenihan Ikan
Kerapu Berdasarkan Salinitas dan Kejernihan Air , Teknik Elektro FT. UMRAH, Tanjung
Pinang, 2016.
LAMPIRAN
Listing Program dan Gambar Hasil Rancangan

LAMPIRAN

1. LISTING PROGRAM ARDUINO

#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F,16,2);

#define sensor A0
#define level_atas A1
#define level_bawah A2
#define pompa_isi 2
#define pompa_buang 3
#define buzzer 11

int data_sensor;

void setup() {
// put your setup code here, to run once:
[Link](); [Link]();
pinMode(sensor,INPUT);
pinMode(pompa_isi,OUTPUT); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
pinMode(pompa_buang,OUTPUT); digitalWrite(pompa_buang,HIGH);
pinMode(buzzer,OUTPUT);
pinMode(level_atas,INPUT); digitalWrite(level_atas,HIGH);
pinMode(level_bawah,INPUT); digitalWrite(level_bawah,HIGH);

[Link](0,0); [Link]("-SELAMAT DATANG-");


[Link](0,1); [Link]("AQUARIUM OTMATIS");
delay(3000); [Link]();
}

void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
data_sensor=analogRead(sensor);
[Link](0,1); [Link]("Sensor = ");
[Link](data_sensor); [Link](" ");
if(data_sensor<=650) { [Link](0,0); [Link]("---AIR
BERSIH---"); delay(1000); }
else if(data_sensor>650 && data_sensor<=800) { [Link](0,0);
[Link]("--CUKUP BERSIH--"); delay(1000); }
else if(data_sensor>800) {
[Link](0,0); [Link]("---AIR KERUH---");
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
delay(1000);
[Link]();
[Link](0,0); [Link]("PROSES MENGGANTI");
[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,LOW); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
while(analogRead(level_bawah)<650) { }
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,LOW);
while(analogRead(level_atas)>650) { }
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR SELESAI!--");
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(100); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(100);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(100); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(100);
delay(10000);
}

delay(500);
}

2. HASIL PERANCANGAN
Gambar Keseluruhan Alat

Gambar Seluruh Rangkaian


Gambar Rangkaian LCD 16x2

Gambar Rangkaian Sensor Level Air


Gambar Rangkaian Relay

Gambar Light/Lux Meter

Gambar Hasil Pengujian Sensor Kekeruhan (LDR) Air Bersih


Gambar Hasil Pengujian Sensor Kekeruhan (LDR) Air Cukup Bersih

Gambar Hasil Pengujian Sensor Kekeruhan (LDR) Air Keruh

Anda mungkin juga menyukai