Alat Kontrol Kekeruhan Air Aquarium Arduino
Alat Kontrol Kekeruhan Air Aquarium Arduino
Gelar Sarjana Teknik (S.T) Pada Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik
Oleh :
MUHAMMAD HAIDIR
NPM : 1307220037
FAKULTAS TEKNIK
MEDAN
2017
ABSTRAK
Pada saat ini banyak orang yang gemar memelihara ikan hias air tawar. Dibalik kegemarannya
tersebut, sebenarnya mereka menemukan kesulitan ketika sedang bepergian dengan waktu yang
cukup lama, sehingga mereka tidak dapat memantau secara langsung dalam hal pemberian pakan
ikan berupa palet, lampu penerangan dalam akuarium, dan kejernihan air dalam akuarium karena
ikan hias membutuhkan air yang jernih. pekerjaan yang rutin dilakukan pada Aquarium adalah
mengganti air yang ada didalamnya yang sudah keruh agar terlihat bersih dan menciptakan kondisi
yang baik untuk ikan tersebut. Biasanya akan dibuat suatu jadwal untuk mengganti air aquarium
tersebut atau berdasarkan tingkat kekeruhan pada aquarium. Hal ini terkadang sangat menyita waktu
apalagi pada saat kesibukan meningkat dan jika terlambat ataupun lupa untuk mengganti air pada
aquarium tersebut maka dapat berakibat buruk pada kondisi air dan juga ikan yang ada didalamnya.
Dari permasalahan yang ada, muncul gagasan untuk membuat suatu terobosan baru yaitu “Rancang
Bangun Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium” yang diharapkan menjadi solusi yang
mampu mengatasi masalah penggantian air berdasarkan sensor kekeruhan air pada aquarium.
Perancangan Alat Pengendalian Kekeruhan air pada Aquarium menggunakan Arduino Uno R3
ATMega328 sebagai sistem kendali. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air menggunakan sensor
LDR sebagai penerima cahaya yang dipancarkan dari LED superbright. Dari pengujian sensor LDR
yang telah dilakukan, nilai data sensor ketika sangat jernih bernilai 525 lux, sedangkan pada saat
kondisi air sangat keruh 960 lux. Hal ini menunjukkan bahwa semakin jernih air, maka nilai data
sensornya semakin kecil dan sebaliknya, semakin keruh air maka semakin besar nilai data sensornya.
Kata Kunci : Aquarium Otomatis, Arduino Uno R3, Sensor Kekeruhan LDR
ABSTRACT
At this time many people who love to keep freshwater ornamental fish. Behind their penchant,
they actually find difficulty when traveling long enough, so they can not directly monitor in
terms of fish feeding in the form of pallets, lights in the aquarium, and the clarity of water in
the aquarium because the ornamental fish need clear water. routine work done on the
Aquarium is replacing the existing water inside which is already turbid to look clean and
create a good condition for the fish. Usually a schedule will be made to replace the aquarium
water or based on the level of turbidity in the aquarium. This is sometimes very time
consuming especially when the activity increases and if too late or forget to replace the water
in the aquarium then it can be bad on water conditions and also the fish that are inside. From
the existing problems, came the idea to create a new breakthrough that is "Design of Water
Turbidity Control Tool in Aquarium" which is expected to be a solution that can overcome
the problem of water replacement based on water turbidity sensor in the aquarium. Design of
Water Turbidity Control Device in Aquarium using Arduino Uno R3 ATMega328 as control
system. To determine the level of turbidity of water using LDR sensor as the light receiver
emitted from LED superbright. From testing the LDR sensor that has been done, the value of
the sensor data when very clear is worth 525 lux, while at the time the water condition is very
cloudy 960 lux. This indicates that the more clear the water, the sensor data value is smaller
and vice versa, the more turbid water the greater the value of sensor data.
Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya, maka skripsi ini dapat
diselesaikan dengan baik. Salam dan salawat semoga selalu tercurah pada baginda Rasulullah
Muhammad SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Rancang Bangun
Alat Pengendali Kekeruhan Air Pada Aquarium Berbasis Arduino Uno . Adapun maksud dan tujuan
dari penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program
sarjana Strata Satu di Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Penulisan mengucapkan rasa terimah kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan yang
telah di berikan, baik secara langsung maupun tidak langsung selama penyusunan tugas akhir ini
hingga selesai. Secara khusus rasa terimah kasih tersebut saya sampaikan kepada:
1. Bapak Dr. Agussani MAP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
2. Bapak Rahmatullah ST., [Link] selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara.
3. Bapak Faisal Irsan Pasaribu ST., MT selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas
4. Bapak Partaonan Harahap ST., MT selaku Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Universitas
5. Bapak Dr. Ir. Suwarno, MT selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan
7. Ayahanda tercinta Suhardi, Ibunda tersayang Rusmiati, Orang tua penulis telah banyak
membantu dalam menyelesaikan tugas akhir ini baik motivasi, nasihat, materi maupun do’a.
8. Kakak Abang dan segenap keluarga besar penulis yang telah membantu penulis memberikan
9. Sahabat penulis yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu-persatu, semua teman-teman
saya yang telah banyak memberikan saya semangat, dukungan, motivasi dan do’a.
kekurangan kesalahan-kesalahan di dalam penyusunan tugas akhir ini, mungkin masih banyak ke
kurangannya. Oleh sebab itu saya mengharapkan kritik dan saran. Semoga tugas akhir ini dapat
membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi penulis sendiri maupun bagi dunia pendidikan pada
umumnya, khususnya untuk Fakultas Teknik Elektro. Terimah kasih atas segala perhatiannya penulis
Muhammad Haidir
DAFTAR ISI
Buzzer………………………………………………………………...
Analisa Kebutuhan................................................................................ 28
3.3.2 Software................................................................................................ 29
4.2.1. Pengujian Arduino Uno dengan Sensor LDR dan LCD .......................... 39
4.2.2. Pengujian Sensor Level Air Dan Relay Pompa Air................................. 43
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Pengujian Sensor LDR Dengan Arduino Dan LCD ....................................... 38
Gambar 4.6 Blok Diagram Sensor Level Air Dan Relay Pompa Air ................................. 44
Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR Dengan Lux Meter
Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR Dengan Lux Meter
Tabel 4.2 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam
Tabel 4.3 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam
PENDAHULUAN
Pada saat ini banyak orang yang gemar memelihara ikan hias air tawar. Dibalik
dengan waktu yang cukup lama, sehingga mereka tidak dapat memantau secara langsung
dalam hal pemberian pakan ikan berupa palet, lampu penerangan dalam akuarium, dan
kejernihan air dalam akuarium karena ikan hias membutuhkan air yang jernih.
kehidupan saat sekarang ini sangat dibutuhkan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya
manual yang memakan tenaga dan waktu. Oleh karena itu teknologi sangat dibutuhkan untuk
membantu untuk menjadikan pekerjaan manual sebagai pekerjaan otomatis yang dilakukan
oleh alat. Hal ini berguna untuk membantu mengerjakan suatu hal rutin tanpa harus takut
terlupa untuk melakukannya karena secara otomatis pekerjaan tersebut akan dilakukan
dengan sendirinya.
Seperti pada aquarium ikan yang ada dirumah, pekerjaan yang rutin dilakukan pada
Aquarium adalah mengganti air yang ada didalamnya yang sudah keruh agar terlihat bersih
dan menciptakan kondisi yang baik untuk ikan tersebut. Biasanya akan dibuat suatu jadwal
untuk mengganti air aquarium tersebut atau berdasarkan tingkat kekeruhan pada aquarium.
Hal ini terkadang sangat menyita waktu apalagi pada saat kesibukan meningkat dan jika
terlambat ataupun lupa untuk mengganti air pada aquarium tersebut maka dapat berakibat
buruk pada kondisi air dan juga ikan yang ada didalamnya. Pergantian air secara manual
inilah yang menjadi kekurangan pada aquarium yang ada sekarang ini.
Pada penelitian sebelumnya, yaitu penelitian tentang Perancangan Alat Pengganti Air
Aquarium Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8 yang dilakukan oleh Ahmad Suci
Ramadona tahun 2014, merupakan sebuah aplikasi alat yang digunakan untuk otomatisasi
penggantian air pada aquarium. Alat yang dirancang menggunakan RTC dan sensor
kekeruhan sebagai penentu kapan air aquarium akan berganti, serta digunakan 2 buah pompa
air mini untuk menguras dan mengisi air aquarium. Alat tersebut dirancang untuk
Dari permasalahan yang ada, muncul gagasan untuk membuat suatu terobosan baru
yaitu “Rancang Bangun Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium Berbasis
Arduino Uno” yang diharapkan menjadi solusi yang mampu mengatasi masalah penggantian
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat diambil suatu rumusan
masalah berikut.
Arduino Uno?
3. Bagaimana cara mengintegrasikan antara Arduino Uno, Sensor Kekeruhan Air dan
LCD untuk menghasilkan sebuah alat yang dapat mengendalikan kekeruhan air pada
aquarium?
ini, maka dalam penelitian ini permasalahan yang dibahas dibatasi pada :
1. Menggunakan Sensor LDR untuk mengukur tingkat kekeruhan air aquarium.
3. Menggunakan Arduino Uno R3 sebagai pengolahan data input dan output sistem.
4. Menggunakan LCD 16x2 untuk menampilkan informasi berupa angka dan huruf.
Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan yang ingin dicapai pada
Arduino Uno.
2. Untuk menerapkan sensor kekeruhan air pada proses penggantian air pada aquarium
secara otomatis.
3. Untuk mengintegrasikan Arduino Uno, Sensor, LCD dan pompa air pada
2. Dapat meringankan pekerjaan pada usaha penjualan ikan hias untuk mengganti air
3. Dapat mengintegrasikan Arduino Uno, sensor kekeruhan dan LCD pada aquarium
4. Alat serta sistem yang telah dibuat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
kampus.
5. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu memecahkan masalah pada
Penulis melakukan studi pustaka untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan
skripsi dari berbagai sumber bacaan seperti: buku-buku, jurnal, berkas-berkas, laporan yang
2 . Metode Eksperimen
Yaitu membuat alat secara langsung dan menguji apakah Alat Pengendalian
Kekeruhan Air pada Aquarium ini telah bekerja sesuai dengan keinginan.
Yaitu melakukan pengujian terhadap alat atau sistem yang bertujuan untuk
mengetahui apakah kinerja dari alat yang di buat sesuai dengan apa yang diharapkan atau
belum.
Sistematika penulisan merupakan gambaran umum dari bab isi dari penulisan skripsi.
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang pendahuluan mencakup Latar Belakang,
Pada bab ini berisikan tentang teori-teori komponen yang digunakan pada Alat
Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium, seperti Arduino Uno R3, Sensor
dan pengamatan pada objek sehingga diharapkan bisa mendapatkan hasil yang
Pada bab ini membahas mengenai implementasi dari sistem yang di bangun
Pada bab ini membahas kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengujian serta
TINJAUAN PUSTAKA
Pada saat ini banyak orang yang gemar memelihara ikan hias air tawar. Dibalik
dengan waktu yang cukup lama, sehingga mereka tidak dapat memantau secara langsung
dalam hal pemberian pakan ikan berupa palet, lampu penerangan dalam akuarium, dan
kejernihan air dalam akuarium karena ikan hias membutuhkan air yang jernih.
Pada penelitian sebelumnya, yaitu penelitian tentang Perancangan Alat Pengganti Air
Aquarium Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega8 yang dilakukan oleh Ahmad Suci
Ramadona tahun 2014, merupakan sebuah aplikasi alat yang digunakan untuk otomatisasi
penggantian air pada aquarium. Alat yang dirancang menggunakan RTC dan sensor
kekeruhan sebagai penentu kapan air aquarium akan berganti, serta digunakan 2 buah pompa
air mini untuk menguras dan mengisi air aquarium. Alat tersebut dirancang untuk
Pada penelitian lain, yang dilakukan oleh Adi Purwanto dan Moch. Sulhan, yaitu
tentang Perancangan Alat Pendeteksi Tingkat Kekeruhan Air Pada Kamar Mandi Berbasis
Mikrokontroler ATMega 8535, yaitu merancang suatu peralatan instrumentasi berupa alat
pendeteksi tingkat kekeruhan air pada kamar mandi berbasis mikrokontroler ATMega 8535
dengan menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistors), indikator LED dan buzzer
serta menampilkan informasi hasil pengukurannya pada LCD. Hasil pengukuran yang
diperoleh sudah sesuai dengan tingkat kekeruhan pada masing-masing sampel air yang telah
diukur.
Berdasarkan penelitian di atas, maka pada penelitian ini akan merancang Rancang
Bangun Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium Berbasis Arduino Uno yang
lebih praktis dan hemat biaya dibandingkan dengan sistem yang telah ada. Keunggulan dari
perancangan penelitian ini yaitu dapat membersihkan kotoran sekaligus mengganti air yang
sudah keruh.
Bumi kita terdiri atas daratan dan air. Air merupakan bagian yang terbesar dari
permukaan bumi. Para ahli mengatakan bahwa hampir 78% permukaan bumi ini berupa air.
Permukaan air itu meliputi teluk-teluk, selat-selat, danau-danau, laut-laut, dan samudera. Jadi,
betapa sempitnya daratan yang kita tempati ini dibandingkan dengan permukaan laut.
Wilayah Indonesia terdiri dari 70% perairan laut yang dihuni berbagai jenis ikan,
diantarnya adalah ikan hias. Perairan air tawarnya juga dihuni oleh berbagai jenis ikan hias
yang tidak kalah menariknya dibanding jenis ikan hias dari air laut.
Saat ini usaha perikanan khususnya ikan hias merupakan alternatif usaha untuk
sempat terabaikan, namun sekarang menjadi perhatian karena ternyata mempunyai ketahanan
yang tinggi terhadap krisis ekonomi. Hal yang mendukung sektor ini adalah hampir semua
komponen produksinya berasal dari dalam negeri dan beberapa produknya mempunyai
pangsa pasar ekspor. Kegiatan menjadi semakin menarik jika berorientasi bisnis dan
berpeluang untuk dilakukan oleh siapa saja yang berminat. Kegiatan tersebut dapat menjadi
1. Suhu
Suhu air sangat berperan untuk kenyamanan ikan. Ikas Mas Koki menyukai suhu air
berkisar antara 23o-29oC. Perubahan suhu lebih dari 2oC akan mengakibatkan ikan stress
bahkan mati. Suhu yang rendah dapat ditingkatkan dengan pemanas air (waterheater).
2. Derajat Keasaman
Derajat keasaman atau pH air merupakan persentase logaritma negatif dari konsentrasi
ion hidrogen dalam setiap liter air. Nilai derajat keasaman bekisar antara 1-14. Air disebut
asam kalau nilai pH-nya di bawah 7, disebut basa atau alkali kalau nilainya di atas 7 dan
disebut netral kalau nilainya 7. Untuk Ikan Mas Koki pH yang disukai antara 6,5-8,25. Nilai
pH yang akurat dapat diketahui menggunakan 1 tetes bromothymol blue dalam 20 tetes air
dan dibiarkan hingga airnya berubah warna. Air yang berwarna hijau berarti netral, kuning
3. Kandungan Oksigen
Kandungan oksigen (dissolved oxygen/DO) dalam air umumnya berasal dari udara dan
hasil fotosistesis tanaman air. Perariran yang terdapat vegetasi air atau tanaman air dan
permukaan danau umumnya memiliki kandungan oksigen yang tinggi, yaitu berkisar 6-8
mg/l. Kandungan yang rendah dapat ditingkatkan dengan pemberian pompa air.
4. Kekeruhan Air
Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air Kekeruhan. Kekeruhan merupakan
mempengaruhi proses kehidupan organisme yang ada di perairan tersebut. Apabila di dalam
air terjadi kekeruhan yang tinggi maka kandungan oksigen akan menurun, hal ini disebabkan
intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam perairan sangat terbatas sehingga tumbuhan /
phytoplankton tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk mengasilkan oksigen. Air
yang keruh menandakan banyak partikel yang larut di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan
terganggunya sistem pernapasan ikan dan penyerapan oksigen ke dalam air. Ikan Mas Koki
sangat peka terhadap kekeruhan air sehingga kejernihan air perlu diperhatikan. Tingkat
kekeruhan air untuk Ikan Mas Koki maksimal 17,30 NTU jika melebihi tingkat kekeruhan
Kekeruhan air yang disebabkan oleh plankton (tumbuhan mikroskopik) dan zooplankton
(hewani mikroskopik) tidak akan memudaratkan ikan secara langsung. Fitoplankton bukan
saja mengeluarkan oksigen malahan menjadi bahan makanan kepada zooplankton dan juga
kepada beberapa jenis ikan. Fitoplankton juga akan menggunakan ammonia yang dikeluarkan
oleh ikan sebagai sumber nutriennya. Zooplankton pula menjadi sumber makanan anak ikan
yang utama.
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan suatu sensor yang apabila terkena cahaya
maka tahanannya akan berubah. Biasanya LDR dibuat berdasarkan kenyataan bahwa film
cadmium sulfide mempunyai tahanan yang besar kalau tidak terkena cahaya dan tahanannya
frekuensi yang cukup tinggi diserap oleh semikonduktor menyebabkan elektron dengan
energi yang cukup untuk meloncat kepita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan akan
dalam kegelapan mencapai jutaan Ohm dan turun sampai beberapa ratus Ohm dalam keadaan
terang. LDR dapat digunakan dalam suatu jaringan kerja pembagi potensial yang
2.4. Mikrokontroler
terdiri dari CPU (Central Processing Unit), memori, I/O tertentu dan unit pendukung seperti
dari mikrokontroler ialah tersedianya RAM dan peralatan I/O (Input/Output) pendukung
sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkas. Kelebihan sistem dengan
berpatokan pada kaidah digital dasar sehingga pengoperasian sistem menjadi sangat
mudah dikerjakan sesuai dengan logika sistem (bahasa assembly ini mudah dimengerti
karena menggunakan bahasa assembly aplikasi dimana parameter input dan output
langsung bisa diakses tanpa menggunakan banyak perintah). Desain bahasa assembly ini
tidak menggunakan begitu banyak syarat penulisan bahasa pemrograman seperti huruf
2. Mikrokontroler tersusun dalam satu chip dimana prosesor, memori, dan I/O terintegrasi
menjadi satu kesatuan kontrol sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai
komputer mini yang dapat bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.
3. Sistem running bersifat berdiri sendiri tanpa tergantung dengan komputer sedangkan
parameter komputer hanya digunakan untuk download perintah instruksi atau program.
4. Pada mikrokontroler tersedia fasilitas tambahan untuk pengembangan memori dan I/O
5. Harga untuk memperoleh alat ini lebih murah dan mudah didapat.
Arduino Uno adalah salah satu produk berlabel arduino yang sebenarnya adalah suatu
papan elektronik yang mengandung mikrokontroler ATMega 328 (sebuah keeping yang
secara fungsional bertindak seperti sebuah komputer). Peranti ini dapat dimanfaatkan untuk
Arduino uno mengandung mikroprosesor (berupa atmel AVR) dan dilengkapi dengan
oscillator 16 MHZ (yang memungkinkan operasi berbasis waktu dilaksanakan dengan tepat),
dan regulator (pembangkit tegangan) 5 volt. Sejumlah pin tersedia di papan. Pin 0 hingga 13
digunakan untuk isyarat digital, yang hanya bernilai 0 atau 1. Pin A0-A5 digunakan untuk
isyarat analog. Arduino Uno dilengkapi dengan static random acces memory (SRAM)
berukuran 2 KB untuk memegang data, flash memory berukuran 32KB, dan erasable
Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah
mikrokontroler, pada gambar dibawah ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari
mikrokontroler ATMega328 (dipakai pada Arduino Uno) seperti gambar blok diagram
1KB RAM
EEPROM CPU
Port input/output
Gambar 2.3. Konfigurasi Pin ATMega328
Sumber : [Link], 2012
2. 2 KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakan
yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga menyimpan bootloader.
tidak perlu banyak menuliskan sintak bahasa C, cukup melakukan pemanggilan fungsi
4. 1 KB EEPROM bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan data yang tidak boleh
5. Central Processing Unit (CPU), bagian dari microcontroller untuk menjalankan setiap
6. Port input/output, pin-pin untuk menerima data (input) digital atau analog,
Liquid Crystal Display (LCD) adalah komponen yang dapat menampilkan tulisan.
Salah satu jenisnya memiliki dua baris dengan setiap baris terdiri atas enam belas karakter.
LCD seperti itu biasa disebut LCD 16x2 dan bentuk fisiknya seperti Gambar 2.4 berikut ini.
Gambar 2.4 LCD 16x2
Sumber : Abdul Kadir ; 2013 : 196
LCD memiliki 16 pin dengan fungsi pin masing-masing seperti yang terlihat pada
diketahui fungsi dari setiap pin yang ada pada komponen tersebut. Adapun konfigurasi pin
2. Pin 2 (VCC) : Pin ini dihubungkan dengan tegangan+5Volt yang merupakan tegangan
untuk sumber daya. Pin R/W (Read Write) berfungsi sebagai instruksi pada modul
4. Pin 4 (RS) : Register Select, pin pemilih register yang akan diakses. Untuk akses ke
Register Data, logika dari pin ini adalah 1 dan untuk akses ke Register Perintah,
logika dari pin ini adalah 0. Pin E (Enable) digunakan untuk memegang data baik
5. Pin 5 (R/W) : Logika 1 pada pin ini menunjukan bahwa LCD sedang pada mode
pembacaan dan logika 0 menunjukan bahwa LCD sedang pada mode penulisan.
Untuk aplikasi yang tidak memerlukan pembacaan data pada LCD, pin ini dapat
(kontras) dimana pin ini dihubungkan dengan trimpot 5 Kohm, jika tidak digunakan
6. Pin 6 (E) : Enable Clock LCD, pin mengaktifkan clock LCD. Logika 1 pada pin ini
7. Pin 7 – 14 (D0 – D7): Data bus, kedelapan pin LCD ini adalah bagian dimana aliran
data sebanyak 4 bit ataupun 8 bit mengalir saat proses penulisan maupun pembacaan
data.
8. Pin 15 (Anoda) : Berfungsi untuk tegangan positif dari backlight LCD sekitar 4,5volt
9. Pin 16 (Katoda) :Tegangan negatif backlight LCD sebesar 0 volt (hanya terdapat pada
Secara singkat, pin dan fungsi dari LCD seperti pada Tabel 2.2 di bawah.
NO Nama Fungsi
1 VSS Ground
2 VCC 5 Volt
0= Register Perintah
1= Register Data
5 R/W Read/ Write
0= Write Mode
1= Read Mode
Led adalah jenis dioda yang memancarkan cahaya. Komponen ini biasa digunakan
pada lampu senter atau lampu emergensi. Seperti hal nya dioda yang hanya mengalirkan arus
listrik dari satu arah, led juga demikian. Itulah sebab nya, pemasangan led dirangkaian
elektronika harus tidak terbalik. Dengan kata lain, led tidak berfungsi jika dipasang terbalik.
Led yang umum dipakai berkaki dua. Salah satu kaki berkutub + (disebut anoda) dan
yang lain adalah – (disebut katoda). Namun, tidak tanda + atau – secara eksplisit.
Pembedanya, led mempunyai kaki dengan panjang berbeda. Kaki yang panjang adalah anoda
Sekiranya anda menemukan kaki led yang sudah terpotong sehingga kedua panjang
kaki tidak bias dibedakan, indikasi yang menyatakan anoda atau katoda masih bias dilakukan.
Perhatikan Gambar 2.6 di bawah ini, bagian dasar led (yang menghubungkan kedua kaki)
tidak seluruhnya membulat, tetapi ada yang datar. Nah, kaki yang dekat area yang datar
2.7. Relay
Menurut S Wasito (1992, h.15), Relay adalah suatu rangkaian switch magnetik yang
bekerja bila mendapat catu daya. Relay memiliki tegangan dan arus nominal yang harus
dipenuhi output rangkaian pen driver atau pengemudinya. Arus yang digunakan pada
mengimplementasikan logika switching. Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari
rangkaian pengendali. Baru setelah itu muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay.
Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan
Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan atau pada umum-nya Relay
adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik.
Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid)
di dekatnya.
men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay
12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt
DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220
Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih
rendah lagi lebih aman. Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay
jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat.
Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling
menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan
Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang
terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya
magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.
peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya
0.1 ampere 12 Volt DC). Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus
DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbalik
yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+).
Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay
1. Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh
2. Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan Contoh : starting relay pada mesin
mobil
4. Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi
listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang
berpegas, dan contact akan menutup. bisa dilihat pada Gambar 2.6 di bawah;
pengendali sistem. Sehingga relay mempunyai 2 macam simbol yang digunakan pada
Rangkaian listrik (hardware) dan Program (software). Bentuk fisik relay tampak seperti
2.8. Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran
listrik menjadi getaran suara. Buzzer terdiri dari kumparan yang terpasang tadi akan tertarik
ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan
dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma
secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer
biasa pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi
elektromagnet, kumparan digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi
suatu kesalahan pada sebuah alat. Bentuk fisik Buzzer dapat dilihat pada Gambar 2.8 di
bawah ini.[14]
Gambar 2.8 Bentuk Buzzer
Sumber : [Link]
Agar mikrokontroler dapat bekerja secara sistematis maka digunakan perangkat lunak
dan pemrograman sebagai pengkondisian dan perintah-perintah yang diiginkan oleh pembuat
alat. Perangkat lunak dan bahasa pemrograman untuk mikrokontroler yang digunakan
biasanya tergantung dari mikrokontrolernya, tetapi ada juga yang dipakai berdasarkan user
itu sendiri dengan memilih bahasa pemrograman yang lain selama inisialisai dan sinkronisasi
antara perangkat lunak dan bahasa pemrograman bisa dilakukan dengan benar dan sesuai
Arduino memiliki open-source yang memudahkan untuk menulis kode dan meng-
upload board ke arduino. Arduino IDE (Integrated Development Enviroment) ini merupakan
media yang digunakan untuk memberikan informasi kepada arduino sehingga dapat
memberikan output sesuai dengan apa yang diinginkan. Aplikasi arduino IDE ini dapat
dijalankan di windows, Mac OS X, dan linux (Moh. Kamalul Wafi, 2014: 2). Gambar 2.10
Dalam arduino terhubung dengan arduino IDE ini dengan hanya menekan tombol
RESET. tombol ini dirancang untuk menjalankan program yang telah di upload ke arduino
Nano, tombol ini juga terhubung denganATMEga 328 melalui kapasitor 100nf.
mengggunakan bahasa C. Setiap program IDE arduino (biasa disebut sketch) mempunyai dua
- void setup( ) { }
Semua kode didalam kurung kurawal akan dijalankan hanya satu kali ketika program
- void loop( ) { }
Fungsi ini akan dijalankan setelah setup (fungsi void setup) selesai. Setelah dijalankan
satu kali fungsi ini akan dijalankan lagi, dan lagi secara terus menerus sampai catu daya
(power) dilepaskan.
Compiler merupakan modul yang berfungsi mengubah bahasa processing (kode
pemograman) kedalam kode biner karena kode biner adalah satu-satunya bahasa program
yang dipahami oleh mikrokontroler. Sedangkan upload program adalah modul yang
berfungsi memasukkan kode biner kedalam mikrokontroler. Pada software Arduino IDE
memiliki fitur compiler sedangkan untuk upload program menggunakan USBisp yang
dihubungkan ke port ISP pada papan rangkaian mikrokontroler. Pada proses ini akan
merubah bahasa pemograman dari digital ke bahasa analog yang dapat dipahami
mikrokontroler (Anandya Bagus Venesa dan Wibowo Basuki Dwi, 2004 : 5).
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Muhammadiyah Sumatera Utara, jalan Kapten Mukhtar Basri No.3 Glugur Darat II Medan.
Adapun bahan dan alat yang digunakan pada penilitian ini sebagai berikut :
Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada
1. Sensor LDR digunakan untuk Mengukur tingkat kekeruhan air dalam Aquarium.
2. LCD 2 x 16 digunakan untuk menampilkan data tulisan dan data sensor berupa tingkat
3. Rangkaian Relay digunakan untuk memutus serta menghubungkan tegangan listrik ke pompa
air.
8. Timah sebagai bahan yang akan menghubungkan kaki komponen dengan jalur tembaga.
9. Kabel Jamper yang akan digunakan untuk menghubungkan jalur rangkaian yang terpisah.
10. Pompa Air digunakan sebagai pengisi air dari aquarium menuju air pembuangan dan
11. Tiang PCB 0,5 dan 1 inchi yang akan digunakan untuk menopang PCB.
3.2.2 Peralatan
Peralatan penunjang yang digunakan untuk membuat Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada
1. Power Supply 12 VDC kapasitas 1 Ampere bertujuan memberikan sumber tegangan dan
2. Multimeter sebagai pengukur dan pengetesan komponen yang mengacu pada besaran
8. Pisau Cutter untuk memotong pelat PCB dan akralik sesuai ukuran.
9. Tang digunakan untuk memotong maupun mengelupas kabel maupun memotong kaki
komponen.
10. Kikir digunakan untuk meratakan pinggiran akralik yang telah selesai dipotong.
Dalam pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium ini membutuhkan
dirancang adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar 3.1 di bawah ini.
Sensor Display
Relay 2 Air 2
Penjelasan dan fungsi dari masing – masing blok adalah sebagai berikut:
1. IC Mikrokontroler ATMega 328 berfungsi sebagai pusat kendali dari keseluruhan sistem kerja
rangkaian.
2. Sensor yang digunakan adalah Sensor LDR yang digunakan untuk mengetahui tingkat
3. Display yang digunakan adalah LCD (Liquid Crystal Display) dengan ukuran 16x2 karakter
4. Relay berperan sebagai pemicu atau rangkaian optoisolator. Apabila rangkaian Relay
dialiri daya sebesar 5 V maka Relay akan hidup (On) dan memicu untuk menyalakan
pompa air dan apabila tegangan 5 V putus maka rangkaian Relay mati (Off) dan pompa
dan mulai dilakukan proses penggantian airnya. Apabila proses sudah selesai, maka
6. Power Supply yang digunakan berupa adaptor 12 Volt DC 1 Ampere sebagai sumber energi
atau tegangan semua rangkaian elektronika yang telah dibuat agar bekerja sesuai perancangan.
3.3.2 Software
Software yang digunakan dalam pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada
1. Proteus 8.1
Aplikasi software ini digunakan untuk menggambar Flowchart dari alat yang akan
dibuat.
dari setiap blok yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bagian-bagian perancangan perangkat
Sistem minimum Arduino Uno R3 memiliki 14 pin I/O digital dan 6 pin I/O analog. Pin-pin
tersebut dapat digunakan sebagai masukan dari sensor microswitch, Sensor LDR, tampilan LCD
karakter 16x2, Buzzer dan keluaran menuju rangkaian relay untuk mengendalikan pompa air on/off.
Pada Gambar 3.2. tampak jalur-jalur yang menghubungkan setiap pin I/O menuju
mikrokontroler maupun jalur fitur lainnya pada sistem minimum Arduino Uno.
Gambar 3.2. Skema Rangkaian Sistem Minimum Arduino
Arduino, Sensor LDR, LCD, Rangkaian Relay dan Buzzer. Rangkaian PSA yang dibuat terdiri dari satu
keluaran, yaitu 5 volt dari input tegangan mulai dari 9 volt sampai dengan 12 volt DC. Keluaran 5 volt
ini digunakan untuk mensupply tegangan ke semua rangkaian. Rangkaian power supply ditunjukkan
Supply tegangan berasal dari adaptor atau bisa juga menggunakan baterai yang besar tegangannya
berkisar 9 volt DC sampai 12 volt DC. Kemudian tegangan tersebut akan diratakan oleh kapasitor 470
μF. Regulator tega ga olt digu aka agar keluara ya g dihasilkan tetap 5 volt walaupun
terjadi perubahan pada tegangan masukannya. Led hanya sebagai indikator apabila PSA dinyalakan.
Sensor LDR sangat sensitive terhadap cahaya. Nilai resistansi dari sensor akan semakin besar
ketika kondisi gelap / kurang cahaya. Semakin terang, nilai resistansinya semakin kecil. Dengan
menggunakan resistor pembagi tegangan, maka output data sensor ini berupa data tegangan analog
yang dihubungkan pada pin Analog 0 ADC Arduino agar mendapatkan hasil pembacaan data digital
(Analog to Digital Converter). Skematik rangkaian sensor LDR untuk mendeteksi kekeruhan air pada
Sensor microswitch digunakan untuk proses pembersihan kotoran pada aquarium yang
merupakan saklar NO/NC (Normally Close/Normally Open) yang ketika posisi pengambilan kotoran
makanan mencapai titik akhir, maka switch ini akan aktif sehingga memberikan logic LOW ke
Arduino. Perancangan rangkaian Arduino dan microswitch ditunjukkan pada Gambar 3.5 berikut ini.
Gambar 3.5 Skematik Rangkaian Sensor Microswitch
Buzzer berfungsi sebagai indikator suara yang digunakan untuk memberikan informasi ketika
air pada aquarium keruh dan selesainya proses pembersihan dan penggantian air. Buzzer akan
berbunyi beep-beep-beep beberapa kali. Skematik Buzzer seperti pada Gambar 3.6 berikut.
Rangkaian LCD berfungsi untuk menampilkan kalimat dan data sensor. Rangkian LCD dapat
Pada gambar 3.7, pin 1 dihubungkan ke Vcc (5V), pin 2 dan 16 dihubungkan ke Gnd
(Ground), pin 3 merupakan pengaturan tegangan Contrast dari LCD, pin 4 merupakan Register Select
(RS), pin 5 merupakan R/W (Read/Write), pin 6 merupakan Enable, pin 11-14 merupakan data. Reset,
Enable, R/W dan data dihubungkan ke mikrokontroler ATmega328. Fungsi dari potensiometer (R2)
Rangkaian secara keseluruhan merupakan gabungan dari rangkaian-rangkaian tiap blok yang
sudah dibahas sebelumnya. Sebagai pusat kendali Arduino Uno R3 dengan IC ATMega 328 yang
memproses data input sensor LDR dan microswitch dan waterflow sensor untuk mengetahui apakah
air sudah diisikan sampai penuh atau belum. Rangkaian keseluruhan seperti Gambar 3.8 ini.
Gambar 3.8 Skematik Alat Secara Keseluruhan
Output yang digunakan yaitu buzzer sebagai indikator suara apakah sudah keruh atau
belum. Sedangkan LCD untuk menampilkan informasi berupa tulisan dan angka seperti nilai data
sensor, informasi berupa tulisan bahwa sistem sedang mengganti air atau membersihkan aquarium.
37
Adapun flowchart sistem kerja alat yang dirancang seperti ditunjukkan pada Gambar 3.9
berikut :
Start
Inisialisasi I/O
If T If T If T
Data Sensor Data Sensor Data Sensor
>800 650 - 800 < 650
Y Y Y
T
If Level == Full
Stop
Hasil perancangan bentuk mekanik Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium
meliputi Pemasangan Pompa Air, Relay, Arduino Uno, Sensor LDR dan Sensor Level Air
Dalam Bab ini akan dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem
yang dibuat. Program pengujian disimulasikan di suatu sistem yang sesuai. Pengujian ini
dilaksanakan untuk mengetahui kehandalan dari sistem dan untuk mengetahui apakah sudah
sesuai dengan perencanaan atau belum. Pengujian pertama-tama dilakukan secara terpisah,
Rangkaian Sensor LDR ini berfungsi untuk membaca data kekeruhan air pada
aquarium. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air aquarium, maka dilakukan pengujian data
nilai sensor LDR ketika kondisi air jernih, agak jernih dan waktu kondisi air keruh.
Rangkaian LCD pada penelitian ini berfungsi untuk menampilkan informasi berupa
tulisan dan nilai data dari sensor LDR yang dibaca oleh Arduino. Untuk mengetahui apakah
Sensor LDR yang telah dibuat dapat bekerja sesuai yang diinginkan maka dilakukan
pengujian Sensor LDR dan LCD yang dihubungkan dengan minimum sistem Arduino Uno
R3.
4. Rangkaian LCD 16 x 2
Blok diagram pengujian rangkaian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD dapat
Sensor LDR
LCD 16 x 2
Gambar 4.2 Blok Diagram Pengujian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD
3. Mengetikkan listing program untuk pengujian Sensor LDR dengan Arduino dan LCD.
4. Klik Sketch Verify. Kemudian akan muncul kotak dialog untuk menyimpan file
5. Kalau sudah tidak ada error, maka klik ikon Upload atau Ctrl + U. Dapat dilihat
Pada uji coba rangkaian Arduino Uno terhubung dengan LCD, diperlukan
lcd(0x3F,16,2);” adalah listing program untuk pengaturan alamat LCD dan ukuran LCD
jumlah baris dan kolom sesuai LCD yang [Link] berfungsi untuk menambahkan
[Link](); [Link]();
pinMode(sensor,INPUT);
pinMode(buzzer,OUTPUT);
delay(3000); [Link]();
SELAMAT DATANG-” dimulai dari kolom pertama dan baris pertama (0,0). Angka 0
menyatakan dari awal kolom dan awal baris. Apabila menginginkan penulisan pada baris
OTOMATIS"); Secara keseluruhan hasil keluaran listing program yang ditunjukkan pada
Gambar 4.5.
Gambar 4.5 Foto Hasil Pengujian
void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
data_sensor=analogRead(sensor);
[Link](0,0); [Link]("-PENGUJIAN LDR-");
[Link](0,1); [Link]("Sensor LDR=");
[Link](data_sensor); [Link](" ");
}
Dari listing program di atas dapat dilihat bahwa, data_sensor merupakan hasil dari
pembacaan data analog dari sensor LDR. Data analog tersebut mempunyai range nilai antara
0-1023 karena merupakan pembacaan data ADC 10 bit. Dari hasil pengujian didapatkan data
sebagai berikut :
digunakan menunjukkan data yang linear terhadap tingkat kekeruhan air Aquarium. Semakin
jernih air maka nilai data_sensor LDR semakin kecil, sedangkan semakin keruh air, maka
Sensor level air yang digunakan adalah sensor buatan sendiri dengan memanfaatkan
PCB dengan 2 elemen yang disambung dengan kabel yang dihubungkan ke pin GND dan
ADC pada Arduino. Sensor ini akan aktif apabila 2 elemen ini terkena air.
Modul relay yang digunakan yaitu relay dengan koil 5 volt untuk mengaktifkannya. 2
relay ini dihubungkan dengan Pompa Air Pembuangan dan Pompa Air Pengisian. Relay
disini berfungsi sebagai saklar otomatis yang diperintahkan oleh arduino melalui program.
4. DC Power Supply
Blok diagram pengujian rangkaian Sensor Level Air dan Relay Pompa Air dengan
Persiapan:
Pengujian_Sensor_Level_Air.ino.
5. Kalau sudah tidak ada error, maka klik File Upload atau Ctrl + U
tiap bagian input dan output yang telah dilakukan sebelumnya. Peralatan yang dibutuhkan
4. Rangkaian LCD
5. Rangkaian Relay
Blok diagram pengujian Alat secara Keseluruhan seperti ditunjukkan pada Gambar 4.8
berikut ini :
5. Kalau sudah tidak ada error, maka klik ikon Upload atau Ctrl + U.
Proses awal, yaitu pengenalan pin dan pemanggilan library yang dibutuhkan oleh
arduino. Library tersebut mencakup LCD, Komunikasi I2C dan One Wire.
Sebelum program utama dijalankan, perlu dilakukan inisialisasi input dan output yang
digunakan tiap pin arduino. Inisialiasi tersebut berada di dalam fungsi void setup() { }.
Pada pengujian alat secara keseluruhan ini, penulisan program disesuaikan dengan
flowchart yang telah dibuat. Alur program dari proses kerja alat ini yaitu, setelah arduino
Setelah proses inisialisasi selesai, maka proses selanjutnya yaitu pembacaan data
sensor LDR untuk mendeteksi kondisi air pada Aquarium. Proses ini dikerjakan oleh program
sebagai berikut :
void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
data_sensor=analogRead(sensor);
[Link](0,1); [Link]("Sensor = ");
[Link](data_sensor); [Link](" ");
Pada cuplikan program di atas, setelah membaca data sensor, nilai data_sensor
ditampilkan pada LCD. Selanjutnya, sistem otomatis pada perancangan alat ini yaitu
Dari data sensor yang telah dibaca, sistem melakukan pengecekan terhadap 3 kondisi
hasil pembacaan data sensor LDR. Yang pertama yaitu Apabila nilai data_sensor<650 ohm
maka kondisi air aquarium berarti Jernih. Apabila nilai data_sensor antara 651-800 ohm
maka kondisi air aquarium berarti Agak Jernih. Pada kondisi ini sistem tidak bekerja untuk
mengganti air. Pada kondisi ketiga, yaitu apabila nilai data_sensor > 800 ohm maka Buzzer
berbunyi beberapa kali dan pada LCD akan tampil informasi “PROSES MENGGANTI AIR
AQUARIUM”.
Tabel 4.2 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam Ruangan Hidup
Lampu (ON)
Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Nilai Data Sensor LDR dengan Lux
Meter Pada Ruangan dengan Lampu Menyala
Tabel 4.3 Pengujian Sistem Kerja Alat Dengan Lux Meter Dalam Ruangan Mati
Lampu (OFF)
Pada proses penggantian Air Aquarium ini sistem Relay Pompa Pembuangan akan
aktif sampai Level Air pada Aquarium menunjukkan batas minimum. Proses ini seperti
bawah masih terkena air, maka sistem akan terus membuang air yang ada di aquarium
menggunakan pompa pembuangan. Apabila sensor bawah sudah tidak terkena air lagi, ini
Relay
Ketinggian Data Sensor Data Sensor Relay Pompa
Pompa
Air Level Atas Level Bawah Pembuangan
Pengisian
0 cm < 650 Ohm < 650 Ohm OFF ON
5 cm < 650 Ohm > 650 Ohm OFF ON
10 cm < 650 Ohm > 650 Ohm OFF ON
15 cm < 650 Ohm > 650 Ohm OFF ON
17 cm > 650 Ohm > 650 Ohm OFF OFF
level atas masih belum terkena air, maka sistem akan terus mengisi air yang ada di aquarium
menggunakan pompa Pengisian. Apabila sensor atas sudah terkena air, ini menandakan
proses pengisian air sudah selesai yang ditunjukkan pada tampilan LCD “PROSES
5.1 Kesimpulan
Dari pembuatan Alat Pengendalian Kekeruhan Air pada Aquarium dan kemudian
Uno R3 ATMega328 sebagai sistem kendali. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air
menggunakan sensor LDR sebagai penerima cahaya yang dipancarkan dari LED
superbright.
2. Dari pengujian sensor LDR yang telah dilakukan, nilai data sensor ketika Air Bersih
bernilai 550 Ohm atau setara dengan 175 Lux, sedangkan pada saat kondisi air sangat
keruh 870 Ohm atau setara dengan 15 Lux. Hal ini menunjukkan bahwa semakin
jernih air, maka nilai data sensornya semakin kecil dan sebaliknya, semakin keruh air
dan pengisian air aquarium sudah selesai atau belum digunakan sensor level air yang
mendeteksi batas atas (penuh) dan batas bawah (kosong) aquarium. Pada proses
penggantian air, pompa pembuangan air ON sampai sensor level air batas bawah tidak
tersentuh air lagi. Sebaliknya, pompa pengisian air aquarium ON sampai sensor level
5.2 Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut dari alat ini agar lebih sempurna, maka diberikan
2. Sistem monitoring dapat ditambahkan pada alat ini yaitu dengan menghubungkan
dengan interface Android untuk memantau kondisi dan status Aquarium secara
online.
DAFTAR PUSTAKA
Kartika Sari, Implementasi Sistem Pakan Ikan Menggunakan Buzzer dan Aplikasi Antarmuka
Berbasis Mikrokontroler , Jurnal Coding Sistem Komputer Untan, Pontianak, 2015.
Heri Andrianto, Aan Darmawan, Belajar Cepat dan Pemrograman Arduino , Penerbit Informatika,
Bandung, 2015.
Budi Santoso, Sistem Pengganti Air Berdasarkan Kekeruhan dan Pemberi Pakan Ikan pada
Akuarium Air Tawar secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATMega16 , Jurnal Ilmiah
Teknologi dan Informasi ASIA, Malang, 2014.
Jazi Eko Istiyanto, Pengantar Elektronika dan Instrumentasi , Penerbit Andi, Yogyakarta, 2014.
Muhammad Faizun, Pemrograman Mikrokontroller ATMega dengan CVAVR dan Simulasi ISIS
Proteus , Penerbit Deepublish, Yogyakarta, 2012.
Syahban Rangkuti, Mikrokontroler Atmel AVR, Simulasi dan Praktik Menggunakan ISIS Proteus
dan CodeVisionAVR , Penerbit Informatika Bandung, Bandung, 2011.
Adi Purwanto, Perancangan Alat Pendeteksi Tingkat Kekeruhan Air Pada Kamar Mandi Berbasis
Mikrokontroler ATMega8535 , Teknik Informatika, Malang, 2015.
Ika Nuzula, N. 2013. Perancangan dan Pembuatan Alat Ukur Kekeruhan Air Berbasis
Mikrokontroller ATMega 8535 . Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya, 2014.
Yuko Kusdiantoro, Simulasi Sistem Kontrol Sirkulasi Pergantian Air Pada Kolam Pembenihan Ikan
Kerapu Berdasarkan Salinitas dan Kejernihan Air , Teknik Elektro FT. UMRAH, Tanjung
Pinang, 2016.
LAMPIRAN
Listing Program dan Gambar Hasil Rancangan
LAMPIRAN
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
LiquidCrystal_I2C lcd(0x3F,16,2);
#define sensor A0
#define level_atas A1
#define level_bawah A2
#define pompa_isi 2
#define pompa_buang 3
#define buzzer 11
int data_sensor;
void setup() {
// put your setup code here, to run once:
[Link](); [Link]();
pinMode(sensor,INPUT);
pinMode(pompa_isi,OUTPUT); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
pinMode(pompa_buang,OUTPUT); digitalWrite(pompa_buang,HIGH);
pinMode(buzzer,OUTPUT);
pinMode(level_atas,INPUT); digitalWrite(level_atas,HIGH);
pinMode(level_bawah,INPUT); digitalWrite(level_bawah,HIGH);
void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
data_sensor=analogRead(sensor);
[Link](0,1); [Link]("Sensor = ");
[Link](data_sensor); [Link](" ");
if(data_sensor<=650) { [Link](0,0); [Link]("---AIR
BERSIH---"); delay(1000); }
else if(data_sensor>650 && data_sensor<=800) { [Link](0,0);
[Link]("--CUKUP BERSIH--"); delay(1000); }
else if(data_sensor>800) {
[Link](0,0); [Link]("---AIR KERUH---");
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(300); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(300);
delay(1000);
[Link]();
[Link](0,0); [Link]("PROSES MENGGANTI");
[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,LOW); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
while(analogRead(level_bawah)<650) { }
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR AQUARIUM--");
delay(2000);
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,LOW);
while(analogRead(level_atas)>650) { }
[Link](0,0); [Link]("PROSES PENGISIAN");
[Link](0,1); [Link]("--AIR SELESAI!--");
digitalWrite(pompa_buang,HIGH); digitalWrite(pompa_isi,HIGH);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(100); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(100);
digitalWrite(buzzer,HIGH); delay(100); digitalWrite(buzzer,LOW);
delay(100);
delay(10000);
}
delay(500);
}
2. HASIL PERANCANGAN
Gambar Keseluruhan Alat