0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan15 halaman

Deret Fibonacci dalam Pemrograman C

Makalah ini membahas tentang deret Fibonacci menggunakan bahasa pemrograman C, termasuk pengertian dan sejarah Fibonacci, contoh program C untuk menghasilkan deret Fibonacci, dan output dari program tersebut.

Diunggah oleh

Lucy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan15 halaman

Deret Fibonacci dalam Pemrograman C

Makalah ini membahas tentang deret Fibonacci menggunakan bahasa pemrograman C, termasuk pengertian dan sejarah Fibonacci, contoh program C untuk menghasilkan deret Fibonacci, dan output dari program tersebut.

Diunggah oleh

Lucy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS STRUKTUR DATA

(Deret Fibonacci Mengunakan Bahasa Pemrograman C)

KELOMPOK 2 :

1. Dendi Fauzan Rizq Bahari


2. Lusiyana Salsabilla
3. Tiara Oktavia
4. Eggy Risqi Naufal
5. Mochammad Ghifari Asri

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberikan
kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan
hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Deret
Fibonacci Menggunakan Bahasa Pemrograman C. Makalah Deret Fibonacci ini
disusun guna memenuhi tugas dosen pada mata kuliah Struktur Data di Institut
Bisnis Dan Informatika Kosgoro 1957. Selain itu, penulis juga berharap agar
makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang Deret Fibonacci.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Filda selaku


dosen mata kuliah Struktur Data. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses
penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan
makalah ini.

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................iii
BAB I    PENDAHULUAN...................................................1
[Link] Masalah..............................................................1
[Link] Penulisan Makalah.................................................1
BAB II  PEMBAHASAN......................................................5
A. Pengertian..........................................................................2
B. Sejarah Fibonacci..............................................................3
C. Penerapan Fibonacci.........................................................7
D. Flowchart Fibonacci..........................................................8
E. Contoh Program.................................................................9
F. Output Program.................................................................10
BAB III PENUTUP...............................................................13
A.     Kesimpulan...................................................................11
B.      Saran.............................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................12

iii
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas permasalahan yang akan dibahas dalam tugas
akhir ini adalah sifat-sifat pada barisan k-fibonacci yang merupakan
penurunan dari formula binet, identittas dari fungsi pembangkit barisan k-
fibonacci, 2-segitiga pascal pada barisan k-fibonacci dan aplikasi barisan
k-fibonacci dunia nyata yaitu penggunaan golden ratio pada trading
saham.

B. Tujuan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah menjelaskan pengertian dari
Deret Fibonacci menggunakan Bahasa pemrograman C.

1
BAB II PEMBAHASAN

Pengertian Fibonacci :

Fibonacci adalah suatu barisan bilangan yang merupakan hasil penjumlahan dua
bilangan sebelumnya. Pola bilangan fibonacci adalah suatu susunan angka dengan
nilai angka berikutnya diperoleh dari hasil menambahkan kedua angka
sebelumnya secara berturut-turut. Contoh dari pola bilangan fibonacci adalah
0,1,1,2,3,5,8, dan seterusnya.

Pola bilangan Fibonacci dirumuskan oleh seorang ilmuwan Matematika bernama


lengkap Leonardo of Pisa. Leonardo of Pisa melakukan perjalanan ke berbagai
daerah kekuasaan Khilafah Islam di Afrika Utara yakni Aljazair yang sedang
dalam masa keemasannya.

Di negeri-negeri inilah Leonardo of Pisa belajar ilmu Matematika dan


mengembangkan kegemarannya pada ilmu bilangan. Apalagi pada saat itu orang
Eropa masih menggunakan angka Romawi yang cukup merepotkan jika
digunakan dalam perhitungan Matematika.

Leonardo of Pisa bersama ayahnya selama berada di Aljazair kemudian


mempelajari angka arab yang jauh lebih efisien dalam perhitungan Matematika
yakni 1 – 9 serta angka 0 dari guru-guru Arab. Fibonacci pun belajar mengenai
algoritma komputasi pada transaksi bisnis.

Leonardo of Pisa pun menuliskan karyanya dalam buku berjudul Liber Abaci. Di
dalam buku ini ia menjelaskan teka-teki bilangan yang pada hari ini dikenal
sebagai bilangan Fibonacci.

Pola bilangan Fibonacci adalah himpunan bilangan yang mana setiap suku
bilangannya adalah jumlah dari dua suku yang ada di depannya. Pola bilangan
Fibonacci diartikan sebagai susunan bilangan yang memiliki awalan angka 0 dan
1.

Angka selanjutnya didapatkan dengan menjumlahkan kedua bilangan sebelumnya


berturut-turut.

2
Bilangan Fibonacci diperkenalkan pertama kali oleh Leonardo da Pisa atau yang
lebih dikenal dengan Fibonacci pada abad ke 13.

Sejarah Fibonacci :

Penemu bilangan Fibonacci adalah Leonardo da Pisa atau Leonardo Pisano (1175-
1250). Beliau adalah seorang matematikawan Italia, yang juga dikenal sebagai
Fibonacci yang juga memiliki peran dalam mengenalkan sistem penulisan dan
perhitungan bilangan Arab ke dunia Eropa. Leonardo adalah orang yang
memperkenalkan deret. Setelah meninggal, ia sering disebut sebagai Fibonacci
(dari kata filius Bonacci, anak dari Bonacci). Ayahnya bernama William atau
dikenal sebagai Bonacci. Untuk itu Leonardo memiliki julukan Fibonacci yang
berasal dari kata Filius Bonacci yang artinya anak dari Bonacci.

William memimpin sebuah pos perdagangan dan beberapa catatan menyebutkan


bahwa beliau adalah perwakilan dagang untuk Pisa di Bugia, Afrika Utara
(sekarang bernama Bejaia, Aljazair). Sebagai anak muda, Fibonacci berkelana ke
sana untuk menolong ayahnya, dan di sanalah beliau belajar tentang sistem
bilangan Arab. Melihat sistem bilangan Arab lebih sederhana dan efisien
dibandingkan bilangan Romawi, Fibonacci kemudian berkelana ke penjuru daerah
Mediterania untuk belajar kepada matematikawan Arab yang terkenal pada masa
itu, dan baru pulang kembali sekitar tahun 1200-an.

Pada 1202, diusia 27, ia menuliskan apa yang telah dipelajari dalam buku Liber
Abaci, atau buku perhitungan. Buku ini menunjukkan kepraktisan sistem bilangan
Arab dengan cara menerapkannya ke dalam pembukuan dagang, konversi
berbagai ukuran dan berat, perhitungan bunga, pertukaran uang dan berbagai
aplikasi lainnya. Buku ini disambut baik oleh kaum terpelajar Eropa, dan
menghasilkan dampak yang penting kepada pemikiran Eropa, meski
penggunaannya baru menyebarluas setelah ditemukannya percetakan sekitar tiga
abad berikutnya. Leonardo pernah menjadi tamu Kaisar Frederick II, yang juga
gemar sains dan matematika. Tahun 1240 Republik Pisa memberi penghormatan
kepada Leonardo, dengan memberikannya gaji.

3
Namun, sebelum barisan ini ditemukan di dunia Barat oleh Leonardo da Pisa,
berdasarkan buku The Art of Computer Programming karya Donald E. Knuth,
barisan ini pertama kali dijelaskan oleh matematikawan India, Gopala dan
Hemachandra pada tahun 1150, ketika menyelidiki berbagai kemungkinan untuk
memasukkan barang-barang ke dalam kantong.

Fibonacci banyak menulis buku, salah satu yang terkenal dan menjadi tonggak
awal penggunaan angka Arab adalah “Liber Abaci”. Pada bab 12 buku tersebut,
terdapat sebuah permasalahan yang mampu mengusik akal sehat matematikawan,
yaitu tentang masalah kelinci beranak-pinak. Pertanyaan sederhana tetapi
diperlukan kejelian dalam berpikir. Inilah masalah yang terdapat dalam buku
tersebut :

“a certain man put a pair of rabbits in a place surrounded by a wall. How many
pairs of rabbits can be produced from that pair in a year if it is supposed that every
month each pair begets a new pair which from the second month on becomes
productive ?”

Bila diterjemahkan, “Berapa banyak pasangan kelinci yang beranak pinak selama
satu tahun jika diawali dari sepasang kelinci (jantan dan betina) dan kelinci
tersebut tumbuh jadi dewasa bisa kawin setelah mereka berumur satu bulan,
sehingga setiap bulan kedua, masing-masing kelinci betina selalu melahirkan
sepasang kelinci baru ?”

Jumlah kelinci di bulan pertama ada 1 pasang

Jumlah kelinci di bulan kedua ada 1 pasang

Jumlah kelinci di bulan ketiga ada 2 pasang

Jumlah kelinci di bulan keempat ada 3 pasang

Jumlah kelinci di bulan kelima ada 5 pasang

1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34 …dan seterusnya.

4
Hasil dari pengamatan tersebutlah yang menjadi dasar terbentuknya bilangan
Fibonacci ini.

Rumus Barisan Bilangan Fibonacci

Karena bilangan ini memiliki pola yang teratur, maka dapat dirumuskan menjadi
seperti berikut ini:

Fn = Fn-1 + Fn-2

dengan syarat

n≥3

F0 = 0 dan F1 = 1

Fakta-Fakta “angka Tuhan” bilangan Fibonacci ini merupakan bukti yang


menunjukkan adanya Tuhan dan dianggap keramat oleh ilmuwan zaman dulu.
Hampir semua ciptaan Tuhan dianggap mempunyai angka Fibonacci dalam
hidupnya, baik itu tumbuhan, hewan, maupun manusia. Berikut beberapa fakta
yang ditemukan di alam ini.

Jumlah daun pada bunga (petals)

Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah
bunga. Apabila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret
fibonacci.

contohnya:

– jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris

– jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)

– jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,

– jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory

– jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum

5
– jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family

Pola bunga juga menunjukkan adanya pola fibonacci ini, misalnya pada bunga
matahari. Dari titik tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya
mengikuti deret fibonacci.

Tangan manusia. Apabila Anda ukur panjang jari Anda, kemudian Anda
bandingkan dengan panjang lekuk jari, maka akan ketemu 1.618

Bandingkan tinggi badan Anda dengan jarak pusar ke telapak kaki, maka hasilnya
adalah 1.618. Bandingkan panjang dari pundak ke ujung jari dengan panjang siku
ke ujung jari, maka hasilnya adalah 1.618. Bandingkan panjang dari pinggang ke
kaki dengan panjang lutut ke kaki, maka hasilnya adalah 1.618. Semua
perbandingan ukuran tubuh manusia adalah 1.618.

Jumlah lebah betina dibandingkan dengan jumlah lebah jantan, maka hasilnya
adalah 1.618.

Kerang laut, kerang laut memiliki cangkang keras yang berbentuk spiral. Kalau
dibandingkan antara panjang garis spiral paling depan dengan berikutnya, maka
hasilnya adalah 1.618

Daun, tangkai, serangga, dan semua yang berbentuk spiral, bila dibandingkan
antara panjang spiral terakhir dengan sebelumnya, maka hasilnya akan selalu
1.618.

Dalam analisa teknikal, fibonacci dapat dimanfaatkan untuk menentukan batas-


batas rasional. Batas rasional tersebut nantinya digunakan untuk memprediksi
sampai dimana dan sejauh mana harga akan bergerak. Berbicara mengenai batas-
batas rasional, itu sama saja dengan kita membicarakan support dan resistance.
Support dan resistance memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga. Ketika
harga mendekati atau bahkan menyentuh support/resistance, ia akan memiliki dua
kemungkinan: menembus atau memantul. Jika menembus ia akan cenderung
mengarah ke batasan berikutnya dan jika memantul ia akan cenderung kembali ke

6
batasan sebelumnya. Itu pulalah yang akan Anda temukan pada fibonacci: rasio-
rasio yang ada akan menjadi penuntun Anda dalam memprediksi pergerakan
harga sama seperti ketika Anda menggunakan support dan resistance.

Penerapan Fibonacci Di Pasar Keuangan

Sementara penerapan Fibonacci di alam membuat para mahasiswa matematika


menjadi sangat sibuk, para trader justru memiliki masalah yang lebih mendesak:
Menerapkan studi ke pasar keuangan. Dalam bentuknya yang paling umum,
Fibonacci menggunakan rasio yang relevan secara matematis untuk
memproyeksikan kemungkinan area/zona support dan resistance.

Lihat grafik harian USD/SGD di bawah ini sebagai contoh di mana instrumen
Fibonacci retracement telah diterapkan pada pergerakan signifikan (bawah ke
atas). Untuk mengurangi kekacauan pada grafik, Anda hanya akan melihat
penanda 0, 38.2, 50, 61,8 dan 100 persen yang ditampilkan.

Dari puncak, alat gambar menunjukkan ‘aksi harga’ berjuang untuk membuat
penembusan terarah yang jelas di bawah level 38,2% – kebalikan dari 61,8% (1 -
0,618). Harga hanya berada di sekitar sampai penembusan yang menentukan
menuju level 61,8% yang bertindak sebagai support.

Contoh ini menunjukkan bagaimana level 38,2 dan 50 persen kurang signifikan
dibandingkan level 61,8% - yang bertindak sebagai level support utama.

7
Sementara level Fibonacci tidak sempurna, yang berarti aksi harga dapat bergerak
melalui level yang ditentukan, ini masih merupakan indikator yang sangat
berguna yang mengungkapkan di mana pasar tertentu mungkin mengalami
support dan resistance atau berkonsolidasi sebelum menembus tren baru.

Flowchart Algoritma Fibonacci :

Mulai

Input N

I=0 atau

I=1

I>1;<n? Fibonacci(i)=i

Fibonacci(0)=0

Fibonacci(1)= 1

fibonacci(i)=fibonacci(i-1)+fibonacci(i-2)

Cetak

Cetak “Fibonaci(i)”

“Fibonaci(i)”

i=i+1

8
Selesai
Contoh Program Deret Fibonacci Menggunakan Bahasa C :

 S = Suku, n = jumlah bilangan atau Batasan deret Fibonacci yang akan


dicari.
 S0 adalah suku nol dalam deret Fibonacci yang bernilai 0 sedangkan S1
adalah suku pertama yang bernilai 1.
 Print f untuk menampilkan output kelayar computer
 For untuk melakukan perulangan i = 1 apabila i < n maka i akan
dilakukan penambahan

 Rumus untuk for yaitu Sn = S1 + S0 yang berarti jika kita akan mencari
sebuah nilai maka nilai dari suku pertama atau S0 akan di jumlahkan
dengan suku ke2 atau S1
 Dan maksut dari S0 = S1(bisa di anggap bahwa S0 adalah S1), S1 = Sn
adalah untuk mengupdate nilai untuk perulangan selanjutnya. Perhatikan
gambar di bawah ini

9
Output Program Nya :

Deret fibonacci adalah deret yang dimana nilai dari deretnya adalah penjumlahan
dari 2 suku sebelumnya untuk output program yang telah di buat sesuai dengan
rumus dari deret Fibonacci yaitu Sn = s(n-1) + s(n-2) atau dikatakana menambah
kan 2 suku sebelum n unuk contoh pada output kita mencari suku ke 10, S10 = S9
+ S8.

10
Bab III PENUTUPAN

Kesimpulan

Deret fibonaccii merupakan hasil penjumlahan dari 2 suku sebelumnya. Begitu


juga dengan seterusnya.

Saran

Dari pembahasan makalah ini, penyusun dapat memberikan saran bahwa kita
sebagai siswa harus menghargai penemuan-penemuan ilmuan dunia, dengan cara
mengetahui sejarah dan hasil penemuan tersebut. Karena penemuan itu sangat
berharga dan bermanfaat, penemuan tersebut bisa memudahkan bebagai kegiatan
dalam kehidupan.

11
DAFTAR PUSTAKA

1. Bilangan Fibonacci Beserta Pengertian, Rumus, Deret & Contoh ([Link])


2. PENGERTIAN DERET FIBONACCI - ARTI DEFINISI PENGERTIAN (arti-definisi-
[Link])

12

Common questions

Didukung oleh AI

The publication of 'Liber Abaci' had a profound impact on European mathematical thought by introducing the more efficient Hindu-Arabic numeral system, replacing cumbersome Roman numerals. The book's practical demonstrations of these numerals in commercial contexts, such as bookkeeping and currency conversion, facilitated greater adoption across Europe . Additionally, the Fibonacci sequence provided a framework for understanding natural mathematical relationships, which later evolved into significant areas of study in mathematics and other fields . Although broader acceptance was sluggish due to the initial manual distribution of the book, its eventual printing in the Renaissance period led to widespread adoption of its concepts far beyond its initial audience.

Leonardo of Pisa, known as Fibonacci, made significant contributions to mathematics, primarily through the introduction of the Fibonacci sequence and the promotion of the Hindu-Arabic numeral system in Europe. His education in mathematical concepts occurred during his travels around the Mediterranean, where he learned about the Hindu-Arabic numeral system in North Africa around 1202, which he later documented in his book 'Liber Abaci' . This work illustrated practical applications of this numeral system, offering solutions for commercial tasks such as currency conversion and interest calculations . Fibonacci's exposure to advanced mathematical ideas through Islamic scholars in North Africa greatly shaped his contributions, helping in the transition from Roman numerals to a more efficient calculation system in Europe.

Before Fibonacci introduced the sequence to Europe, its foundational concepts had already been studied in India by mathematicians like Gopala and Hemachandra around 1150, who explored numerical relationships during investigations of compartmentalizing goods . These studies were independent of Fibonacci's later work in Europe, demonstrating that the sequence had earlier origins outside of the Western context. Despite this, it was Fibonacci's ‘Liber Abaci’ that popularized the sequence in the Western world through his famous rabbit population problem, thereby cementing the sequence's shift from practical applications in trade to broader mathematical theorization .

The golden ratio, approximately 1.618, is derived from the Fibonacci sequence and is expressed through ratios of consecutive Fibonacci numbers. This ratio is significant in nature and aesthetics and has utility in stock trading as it helps in identifying potential support and resistance levels in price charts. In technical analysis, Fibonacci retracement tools use ratios like 38.2%, 50%, and 61.8% derived from Fibonacci numbers to highlight potential reversal zones in the market . Traders apply these levels to anticipate where price consolidation might occur before a new trend develops, making it a valuable tool for predicting price movements and establishing trading strategies .

The Fibonacci sequence demonstrates a connection to nature through various patterns and ratios found in biological settings. For instance, the number of petals on flowers often correspond to a Fibonacci number, such as lilies having three petals and daisies frequently having 34 or 55 petals . Additionally, the spiral patterns found in shells and the arrangement of leaves around a stem exemplify the Fibonacci sequence, often showing proportions that approximate the golden ratio (approximately 1.618). This ratio is evident in the comparison of lengths of body parts, such as the ratio of the length of the arm to the length of the forearm . These examples illustrate how the Fibonacci sequence manifests in natural structures and patterns.

Fibonacci's work, especially through 'Liber Abaci', significantly influenced Western mathematical education by promoting the use of the Hindu-Arabic numeral system over Roman numerals . His advocacy for this system modernized mathematical practices, making calculations more efficient and practical for commerce. Fibonacci introduced mathematical concepts that shaped the curriculum and helped lay the foundations for modern arithmetic. Although it took centuries for full acceptance due to initial resistance and slow dissemination of ideas, the eventual adoption signaled a major evolution in educational practice and supported broader scientific and economic advances during the Renaissance .

The underlying formula for the Fibonacci sequence is defined recursively as Fn = Fn-1 + Fn-2 with initial conditions F0 = 0 and F1 = 1, where n is an integer greater than or equal to 2 . This means that each number in the sequence is the sum of the two preceding numbers, beginning with the specified initial values.

The Fibonacci sequence can be implemented in the C programming language using iterative or recursive approaches. The basic computational steps involve initializing the first two terms of the sequence, F0 = 0 and F1 = 1, and iteratively calculating the subsequent terms using the formula Fn = Fn-1 + Fn-2 within a loop that continues until the desired number of terms is generated. Each iteration updates the values to compute the next term, with looping structures such as 'for' or 'while' facilitating these calculations in C . This iterative method avoids stack overflow issues that may occur in recursive approaches.

In financial markets, the Fibonacci sequence is associated with the concept of support and resistance through Fibonacci retracement levels. These levels—often set at 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, and 100%—are used to identify potential reversal zones based on key Fibonacci ratios derived from the sequence. Traders use these levels to predict support and resistance points where price action might either reverse or consolidate, offering a strategic framework for making decisions on entry and exit points in trading . This application demonstrates the practical utility of the Fibonacci sequence's mathematical properties in forecasting market behavior.

In 'Liber Abaci', Fibonacci proposed the rabbit population problem to illustrate the utility of his sequence. The problem described a situation where a pair of rabbits is placed in an enclosed space, with each pair producing a new pair every month starting from the second month. The question seeks to determine how many pairs of rabbits will exist after a year. The solution provided generates the Fibonacci sequence, starting with 1 pair in the first month and continuing as 1, 1, 2, 3, 5, 8, and so on, illustrating how the population expands based on the principles of the sequence .

Anda mungkin juga menyukai