0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan106 halaman

Pengelolaan Data dalam Sistem SIGA

Dokumen tersebut merupakan modul pelatihan fungsional dasar penyuluh keluarga berencana yang membahas tentang pengelolaan data rutin pelayanan KB. Modul ini memberikan latar belakang, tujuan, dan materi pelatihan yang mencakup konsep dasar dan tahapan pengelolaan data rutin pelayanan KB.

Diunggah oleh

Alberd Wouthuyzen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
283 tayangan106 halaman

Pengelolaan Data dalam Sistem SIGA

Dokumen tersebut merupakan modul pelatihan fungsional dasar penyuluh keluarga berencana yang membahas tentang pengelolaan data rutin pelayanan KB. Modul ini memberikan latar belakang, tujuan, dan materi pelatihan yang mencakup konsep dasar dan tahapan pengelolaan data rutin pelayanan KB.

Diunggah oleh

Alberd Wouthuyzen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 11

SISTEM INFORMASI
KELUARGA (SIGA)

Revisi
2022

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana


BKKBN 2022
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Tahun 2022
Hak Cipta @ 2022

PERANGKAT
TRAINING OF TRAINER (ToT)
PELATIHAN FUNGSIONAL DASAR (LFD)
PENYULUH KELUARGA BERENCANA

Edisi Tahun 2022

SISTEM INFORMASI KELUARGA (SIGA)

Tim Penyusun Pejabat Fungsional :


Dra. Theodora Pandjaitan, MSc
Achmad Sopian, MPd

Pengarah :
Dr. Drs. Lalu Makripuddin, [Link]
Dr. Dadi Ahmad Roswandi, [Link]
Uswatun Nisa, [Link], MAPS

Pelaksana Teknis :
Desnita Ekaratri Wulandari, SS., MPH
Iwan Tri Hariyanto, SPd

Tim Editor :
Tri Aryadi, [Link]
Sri Agustien, SE

Diterbitkan oleh :
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPENDUDUKAN DAN KB
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur 13650
Undang - Undang nomor : 52 tahun 2009 tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga
adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta
masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan
kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan
kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil yang
bahagia dan sejahtera. Saat ini program Kependudukan, KB dan
Pembangunan Keluarga masih menjadi perhatian dan komitmen Pemerintah RI, sehingga
program ini masih tercantum dan diamanatkan pula dalam Peraturan Presiden RI tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024.

Dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi pemerintah daerah dalam pelaksanaan


program Kependudukan dan Keluarga Berencana, maka dikeluarkanlah Undang - Undang
nomor : 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dimana pada pasal 12 ayat 2
menyebutkan bahwa pengendalian penduduk dan keluarga berencana merupakan salah
satu pelayanan yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Pada lampiran Undang -
Undang nomor : 23 tahun 2014 dalam urusan pemerintahan bidang pengendalian penduduk
dan keluarga berencana dicantumkan pada sub urusan keempat tentang standarisasi
pelayanan KB yang harus disiapkan oleh pemerintah pusat.

Berdasarkan Undang - Undang Nomor : 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah


semakin mempertegas kewenangan tersebut, dimana pada lampiran Undang - Undang
Nomor : 23 tahun 2014 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Konkuren antara
Pemerintah Pusat, daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten dan Kota pada huruf N
(Pembagian Urusan Pemerintah Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana)
menegaskan kewenangan dalam pelaksanaan urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana yang harus dilaksanakan oleh masing-masing tingkatan pemerintah yaitu: (1)
sub urusan Pengendalian Penduduk, (2) sub urusan Keluarga Berencana, (3) sub urusan
Keluarga Sejahtera, dan (4) sub urusan Sertifikasi dan Standarisasi.

i
Penyusunan perangkat Pelatihan Fungsional Dasar (LFD) Penyuluh Keluarga Berencana
yang berkualitas di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) dalam rangka mendukung program Banggakencana, maka diperlukan suatu
pelatihan yang secara sistematis dirancang untuk mencapai tujuan penyusunan tersebut.
Selanjutnya, Pelatihan yang dilaksanakan di BKKBN peruntukkannya oleh tenaga Fasilitator
yang akan membentuk Penyuluh KB di lapangan menjadi lebih profesional.

Saya sangat menyambut baik diterbitkannya perangkat pelatihan ; Modul dan media/Bahan
Tayang Pelatihan Fungsional Dasar sebagai upaya Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional sesuai dengan kebutuhan dalam mendukung program Banggakencana
di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan
perkembangan terkini.

Akhirnya kepada semua pihak diucapkan terima kasih atas partisipasi, kontribusi, masukan,
saran dan koreksi, hingga tersusunnya Perangkat pelatihan ini. Semoga Tuhan Yang Maha
Esa meridhoi upaya kita dalam mendukung dan mengelola Program Kependudukan,
Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga secara profesional, hingga terwujudnya
Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Berencana itu Keren.

Jakarta, 30 Maret 2022


Deputi Bidang Pelatihan,
Penelitian dan Pengembangan,

Prof. drh. Muhammad Rizal Damanik, MrepSc., PhD.

ii
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa, karena atas rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, kami telah
menyelesaikan penyusunan Paket Perangkat Pelatihan
Fungsional Dasar dengan tepat dan berkualitas guna
kepentingan menjaga mutu penyelenggaraan dan memenuhi
standarisasi program pelatihan yang disyaratkan.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana – Badan


Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah secara berkesinambungan
mengembangkan Perangkat Pelatihan Fungsional Dasar yang dirancang khusus untuk
meningkatkan kompetensi bagi Penyuluh Keluarga Berencana/PLKB. Dengan demikian, para
fasilitator, pengelola dan pelaksana dapat melakukan Pengelolaan program Bangga Kencana
sesuai dengan standar dari pelaksanaan sampai dengan di tingkat Lini Lapangan.

Pelatihan Fungsional Dasar ini khususnya untuk memantapkan keterampilan peserta dalam
pelaksanaan Pengelolaan yang terkini dalam rangka mendukung program Banggakencana.

Perangkat pelatihan ini adalah acuan untuk menyelenggarakan Pelatihan Fungsional Dasar.
Tujuan pedoman pelatihan teknis ini adalah menciptakan panduan yang layak mengenai
tahapan pelaksanaan dan evaluasi yang harus dikerjakan oleh penyelenggara pelatihan yang
dimasud untuk mewujudkan good governance.

Untuk tercapainya tujuan pelatihan sebagaimana yang diharapkan, maka kurikulum dan bahan
pembelajaran Pelatihan Fungsional Dasar dilengkapi dengan berbagai media antara lain
handout slide, dan video yang secara terus menerus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
lapangan. Media pembelajaran tersebut diharapkan dapat menguatkan proses belajar
mengajar dan meningkatkan kompetensi kepada peserta Pelatihan Fungsional Dasar bagi
Penyuluh KB.

iii
Penyempurnaan dan pengembangan perangkat pelatihan kekinian tentunya akan terus
dilakukan dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan wilayah, masyarakat, serta
perkembangan program, ilmu pengetahuan dan teknologi. Penerbitan Paket Perangkat)
Pelatihan Fungsional Dasar ditujukan untuk lebih memantapkan Sumber Daya Manusia dalam
pelaksanaan program Bangga kencana.

Semoga dengan diterbitkannya paket pembelajaran Pelatihan Fungsional Dasar bagi Penyuluh
KB di Kabupaten dan Kota, dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Pengelolaan program
Banggakencana.

Akhir kata, penghargaan dan apresiasi yang setingi-tingginya serta ucapan terima kasih
disampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu penyusunan Paket Perangkat
Pelatihan ini. Semoga paket pelatihan ini bermanfaat untuk menjamin terlaksananya
penyelenggaraan Pelatihan Fungsional Dasar yang berkualitas.

Jakarta, 25 Maret 2022


Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kependudukan dan Keluarga Berencana,

Dr. Drs. Lalu Makripuddin, [Link]

iv
KATA SAMBUTAN ........................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................................................................1
B. Deskripsi Singkat ........................................................................................................................................ 4
C. Manfaat Modul ............................................................................................................................................. 4
D. Tujuan Pembelajaran ............................................................................................................................... 5
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok .............................................................................................. 5
F. Petunjuk Belajar ........................................................................................................................................... 6
BAB II PENGELOLAAN DATA RUTIN PELAYANAN KB ......................................................... 7
A. KONSEP DASAR ........................................................................................................................................... 7
B. ENTRY/INPUT DATA ................................................................................................................................... 11
C. ALUR PENCATATAN DAN PELAPORAN ........................................................................................ 12
D. TATA CARA PENGISIAN FORMULIR PELAYANAN KB ............................................................ 13
E. RANGKUMAN .............................................................................................................................................. 20
F. LATIHAN ........................................................................................................................................................ 20
G. TES FORMATIF ........................................................................................................................................... 20
H. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT............................................................................................ 22
BAB III PENGELOLAAN DATA RUTIN PENGENDALIAN LAPANGAN ............................. 23
A. KONSEP DASAR ........................................................................................................................................ 23
B. JENIS FORMULIR SUB SISTEM PENGENDALIAN LAPANGAN .........................................37
C. ALUR PENCATATAN DAN PELAPORAN ...................................................................................... 38
D. ENTRY/INPUT DATA ................................................................................................................................ 38
E. TATA CARA PENGISIAN FORMULIR PENGENDALIAN LAPANGAN ............................. 39
F. RANGKUMAN ............................................................................................................................................... 77

v
G. LATIHAN ......................................................................................................................................................... 77
H. TES FORMATIF ............................................................................................................................................78
I. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ........................................................................................... 79
BAB IV PENGANTAR PENGOLAHAN DATA RUTIN DENGAN APLIKASI SIGA ............ 80
A. TAHAP I: PENYIAPAN MASTER WILAYAH .................................................................................. 80
B. B. TAHAP II: PENYIAPAN USER ............................................................................................................ 81
C. TAHAP III: PENYIAPAN DATA KELUARGA ................................................................................... 83
D. RANGKUMAN.............................................................................................................................................. 83
E. LATIHAN ........................................................................................................................................................ 83
F. TES FORMATIF ........................................................................................................................................... 84
BAB V PENUTUP ........................................................................................................................... 87
A. KESIMPULAN .............................................................................................................................................87
B. TES SUMATIF ........................................................................................................................................... 88
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 94
GLOSARIUM.................................................................................................................................. 95

vi
A. Latar Belakang
Saudara Penyuluh KB di mana saja berada, dengan berbagai perubahan
lingkungan strategis baik nasional, regional maupun internasional, telah memberi
pengaruh pula dalam pelaksanaan Program Kependudukan, KB, dan
Pembangunan Keluarga di Indonesia. Perubahan paradigma kependudukan dan
pembangunan dunia, serta tuntutan perubahan di tanah air telah memberi
nuansa baru dan perubahan mendasar dalam pengelolaan dan pelaksanaan
Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga di Indonesia. Dengan
berbagai perubahan dukungan strategi tersebut, maka Undang-Undang Nomor
10 Tahun 1992 itu telah dilakukan amandemen di DPR, sehingga pada tahun 2009
terbit Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Dalam undang-undang ini, Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mempunyai tugas dan
fungsi tidak hanya di ruang lingkup penyelenggaraan bidang keluarga berencana
saja, tetapi juga mencakup bidang kependudukan. Undang-Undang tersebut
diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014
tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga
Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, disebutkan bahwa pengumpulan data
dan informasi keluarga dilaksanakan melalui kegiatan salah satunya adalah
pengelolaan data rutin pelayanan Keluarga Berencana (KB). Dipertegas kembali
dengan terbitnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah pada Lampiran: I huruf N. Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sub Urusan 2. Keluarga
Berencana, poin d: Pengelolaan dan pengendalian sistem informasi keluarga.

1
Dalam era reformasi, Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga
masih tetap menjadi perhatian dan komitmen Pemerintah, sehingga program ini
masih tercantum dan diamanatkan pula dalam Peraturan Presiden No. 2 Tahun
2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
2015-2019. Sebagai langkah lanjut, maka arah kebijakan dan strategi nasional
dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana dalam RPJMN
2015-2019 adalah salah satunya difokuskan kepada peningkatan ketersediaan
dan kualitas data dan informasi kependudukan yang memadai, akurat dan tepat
waktu, terdiri dari data dan informasi hasil Pendataan Keluarga, Pelayanan KB, dan
Pelayanan KB.

Urusan pelayanan KB sejalan juga dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun


2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang dalam salah satu pasalnya
menyatakan bahwa “Pelayanan kesehatan meliputi pelayanan dan penyuluhan
kesehatan, imunisasi, pelayanan keluarga berencana, rawat jalan, rawat inap,
pelayanan darurat dan tindakan medis lainnya”. Hal ini diperkuat dengan adanya
Peraturan Kepala BKKBN Nomor 185 Tahun 2014 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Keluarga Berencana dalam Jaminan Kesehatan
Nasional.

Perkembangan kelembagaan dan lingkungan strategis seperti desentralisasi,


demokratisasi, debirokratisasi, globalisasi, hak asasi manusia, pengarusutamaan
gender, dan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, menuntut perlu segera
dilakukan penyesuaian/perubahan indikator, variabel, serta mekanisme
pelaksanaan pelayanan KB, sehingga diperlukan penyempurnaan terhadap
Panduan Tata Cara Pengelolaan Data Rutin Pelayanan KB Tahun 2015.

Memperhatikan berbagai tuntutan di atas dan perkembangan pemanfaatan


teknologi informasi, perlu dilakukan pengembangan sistem pengumpulan serta
pengelolaan data hasil pelayanan KB secara desentralisasi. Pengembangan yang
dilakukan adalah dengan memanfaatkan Basis Data Keluarga Indonesia sebagai

2
sumber data by name by address untuk peserta KB. Entri data hasil pelayanan
KB by name by address diharapkan dapat dilakukan pada tingkat paling bawah
yang mendekati sumber data, yaitu tempat pelayanan KB, untuk meminimalisasi
adanya manipulasi data hasil pelayanan Keluarga Berencana.

Dalam pengelolaan data rutin pelayanan KB ini didasarkan pada beberapa


pemikiran antara lain:

a. Bahwa proses pengelolaan data rutin pelayanan KB yang berkaitan dengan


data potensi tempat pelayanan KB, hasil pelayanan KB, dan mutasi alokon
yang dilakukan oleh Petugas Pengelola Data mulai dari tempat pelayanan KB
sampai tingkat pusat harus dilakukan sebagai bukti nyata (evidence base)
dan pemenuhan akuntabilitas publik dari kegiatan pelaksanaan pelayanan
KB kepada masyarakat di wilayah itu.
b. Data dan informasi terkait pelaksanaan pelayanan KB yang dikumpulkan
merupakan variabel data yang digunakan sebagai bahan penentuan dan
monitoring indikator kinerja program. Oleh karena itu, pengertian atau
definisi operasional dari data dan informasi yang dikumpulkan ini
diberlakukan dalam sistem yang standar secara nasional.
c. Data dan informasi terkait pelaksanaan pelayanan KB dikumpulkan secara
cepat, tepat, dan akurat untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan
operasional program, perencanaan dan evaluasi sasaran Program
Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga di berbagai tingkatan wilayah
(tempat pelayanan KB, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat).
Untuk memperoleh kegunaan data dan informasi tersebut, maka dalam
pengelolaan data rutin pelayanan KB mengacu pula pada prinsip “12 Kaidah
Plus” yang selama ini digunakan, yaitu:

1. Bermanfaat bagi pengumpul data, masyarakat, dan manajemen.


2. Memperhatikan prinsip desentralisasi.
3. Belum tercakup dalam sistem lain.

3
4. Kegiatan dan hasil kegiatan yang dicatat dan dilaporkan sudah menjadi pola
operasional baku secara nasional.
5. Bersifat kuantitatif.
6. Relatif cepat berubah.
7. Mengutamakan data proses dan keluaran (output).
8. Data input sangat selektif.
9. Dapat dimengerti petugas, pengelola dan pelaksana program.
10. Dapat diidentifikasi (terukur).
11. Mudah dikontrol dan ditelusuri.
12. Memanfaatkan teknologi informasi.

Sedangkan Plus yang dimaksudkan adalah para petugas pengelola data harus
bersikap proaktif dalam melakukan pngelolaan data rutin pelayanan KB yang
dibakukan secara berjenjang dari tingkat bawah sampai tingkat atas.

B. Deskripsi Singkat
Modul ini membekali pembelajar mengenai pengelolaan data rutin pelayanan KB
dan pengendalian lapangan, dan pengenalan Aplikasi SIGA. Metode pembelajaran
yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Curah Pendapat Ceramah, Tanya Jawab
dan praktik.

C. Manfaat Modul
Modul pengelolaan data rutin pelayanan KB dan pengendalian lapangan ini
memandu pembelajar dalam memahami dan mempraktikkan pengelolaan data
rutin pelayanan KB dan pengendalian lapangan mulai dari konsep dasar, jenis dan
kegunaan formulir, perekaman dan pengolahan data, serta aplikasi SIGA.

4
D. Tujuan Pembelajaran
1. Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu mempraktikkan Sistem
Informasi Keluarga (SIGA).
2. Indikator Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini pesaerta dapat;
1. Mempraktikkan Pengelolaan Data Rutin Pelayanan KB;
2. Mempraktikkan Pengelolaan Data Rutin Pengendalian Lapangan;
3. Menguraikan monitoring dan evaluasi pengelolaan data rutin Pelayanan KB
dan pengendalian lapangan; dan
4. Mempraktikkan entry data rutin pelayanan KB dan pengendalian lapangan.

E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok


a. Pengelolaan Data Rutin Pelayanan KB
a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Sasaran
d. Ruang Lingkup
e. Jenis Formulir

b. Pengelolaan Data Rutin Pengendalian lapangan


a. Latar Belakang
b. Tujuan
c. Sasaran
d. Ruang Lingkup
e. Jenis Formulir

5
3. Pengolahan Data Rutin dengan Menggunakan Aplikasi SIGA
a. Pengenalan Aplikasi SIGA

4. Praktik entry data rutin pelayanan KB dan pengendalian lapangan


a. Praktik entry data rutin pelayanan KB
b. Praktik entry data rutin pengendalian lapangan

F. Petunjuk Belajar
Agar pembelajaran modul ini dapat lebih optimal, maka disarankan untuk;

a. Membaca dengan seksama indikator hasil belajar dari pembelajaran ini.


b. Berdiskusi dan curah pendapat baik dengan fasilitator maupun dengan peserta
lainnya.
c. Membuat catatan-catatan kecil dari setiap bab nya dengan mengambil poin-
poin pentingnya.
d. Mengerjakan soal-soal yang diberikan untuk mengukur pemahaman materi.
e. Mencari sumber-sumber lain yang relevan untuk mendukung pemahaman
terhadap isi materi bahan ajar ini.

6
A. KONSEP DASAR
1. Latar Belakang

Ketersediaan data dan informasi yang dikelola dalam Sistem Informasi Keluarga
(SIGA) merupakan perwujudan amanat UU Nomor 52 Tahun 2009, UU Nomor 23
Tahun 2015, PP Nomor 87 Tahun 2014 dan Peraturan Kepala BKKBN tentang
Pengelolaan Data Rutin Program Bangga Kencana. Data rutin dan informasi yang
dihasilkan dijadikan sebagai dasar perencanaan, monitoring kinerja serta peta
kerja intervensi pada setiap tingkatan wilayah; sehingga dibutuhkan data yang
valid dan akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan secara tepat.

Tahun 2022 mulai diberlakukan New Sistem Informasi Keluarga (SIGA) secara
nasional. Perubahan krusial yang menjadi prinsip pengembangan New SIGA:

• Integrasi sistem sebagai upaya “one and single data”;


Integrasi dilakukan dengan mengintegrasikan sub sistem Pelayanan
Kontrasepsi, sub sistem Pelayanan KB dan sub sistem Pendataan Keluarga.
Hasil Pendataan Keluarga atau Basis Data Keluarga Indonesia (BDKI)
menjadi basis data yang menjadi referensi sub sistem lainnya.
• Perubahan pencatatan dari data agregat (data rekap) menjadi
pencatatan by name by address;
Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas data dan membuat
data lebih akuntabel. Entri data hasil pelayanan KB by name by address
diharapkan dapat dilakukan pada tingkat paling bawah yang mendekati

7
[Link] sumber data, yaitu tempat pelayanan KB, untuk meminimalisasi adanya
manipulasi data hasil pelayanan Keluarga Berencana.
Pengelolaan data rutin Pelayanan KB meliputi pencatatan dan pelaporan data
potensi tempat pelayanan KB, Hasil Pelayanan KB dan Mutasi Alat dan Obat
Kontrasepsi. Adapun sasaran dalam pengelolaan data rutin Pelayanan KB terdiri
dari tempat pelayanan KB dan Akseptor Pelayanan KB.

2. TUJUAN
Tujuan umum untuk memberikan panduan bagi Pengelola Data dan
Pengelola Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan mulai dari tahap
pengumpulan sampai dengan pengolahan data.

Tujuan Khusus:
• Memberikan pemahaman terhadap kebijakan dan strategi pencatatan
dan pelaporan data statistik rutin formulir Pelayanan KB-New SIGA
• Memberikan pemahaman dan keterampilan dalam pengumpulan data
statistik rutin dengan menggunakan formulir Pelayanan KB-New SIGA

Sasaran pengguna
a. Pengelola data Program Bangga Kencana Tingkat Pusat dan
Provinsi

3. SASARAN b. Pengelola Data Perangkat Daerah (PD) – KB provinsi, kabupaten


dan kota
c. PKB/PLKB PNS dan Non PNS
d. Tenaga Pencatatan dan Pelaporan di tingkat Kecamatan (Balai
Penyuluhan)
e. Tenaga pencatatan dan pelaporan pada Tempat pelayanan KB

8
4. RUANG LINGKUP • Pengumpulan data dengan Kartu Pendaftaran Tempat Pelayanan
KB (K/0/KB)
• Pengumpulan data dengan Formulir Register Pelayanan KB
(R/I/KB)
• Pengumpulan data dengan Formulir Register Alat dan Obat
Kontrasepsi (R/II/KB)

5. JENIS FORMULIR
1) K/0/KB/20
2) R/I/KB/20
3) R/II/KB/20

1)K/0 PENDAFTARAN TEMPAT PELAYANAN KB


• Tempat pelayanan KB terdiri atas:
FASKES SETARA FASKES JARINGAN/JEJARI
NG

▪ Rumah Sakit Umum; 8. Praktik Mandiri Pustu;


▪ Rumah Sakit Khusus. Bidan (Setara Pusling;
▪ Klinik Utama; Faskes) Poskesdes/Polin
▪ Puskesmas; des
▪ Praktik Dokter; Praktik Mandiri
▪ Klinik Pratama; Bidan Jejaring
▪ Rumah Sakit Tipe D
Pratama.

9
Praktik Mandiri Bidan terbagi menjadi 2 jenis:
• Praktik Mandiri Bidan Jejaring :
Merupakan bidan yang melaksanakan praktik secara mandiri/perorangan
dan merupakan jejaring dari suatu faskes. PMB jenis ini mendapatkan
distribusi alokon melalui faskes yang menjadi induknya.
• Praktik Mandiri Bidan (setara faskes)
Merupakan bidan yang melaksanakan praktik secara mandiri/perorangan
namun belum bekerjasama dengan BPJS kesehatan dan tidak menjadi
jejaring dari suatu faskes. PMB jenis ini mendapatkan distribusi alokon
langsung dari PD-KB.
• Tempat pelayanan KB diregister tidak tergantung pada status
kerjasama dengan BPJS Kesehatan.
• Tempat pelayanan KB baru diregister menggunakan Kartu Pendaftaran
Tempat Pelayanan KB (K/0/KB/20).
• Pemutakhiran data K/0/KB/20 dapat dilakukan setiap saat.
• Setelah K/0/KB/20 terisi, untuk faskes dikirim kepada PD-KB,
sedangkan untuk jaringan/jejaring dikirim ke faskes induk.
• Nomor register tempat pelayanan KB akan muncul setelah K/0/KB
dientri ke dalam aplikasi (generated by sistem).

Tempat Pelayanan KB Diregister oleh


• FASKES - PD-KB
• JARINGAN • PUSKESMAS
• JEJARING • FASKES INDUK

10
REGISTER BULANAN TEMPAT PELAYANAN KB
2) R/I dan R/II
- Hasil Pelayanan KB dicatat menurut tanggal pelayanan pada
Register Hasil Pelayanan KB (R/I/KB/20)
- Hasil pelayanan KB yang dicatat meliputi Peserta KB Baru,
Peserta KB Ganti Cara, Peserta KB Ulangan dan Kasus
Komplikasi Berat/Kegagalan/Pencabutan.
- Petugas RR mengisi identitas peserta KB pada R/I/KB/20
berdasarkan KTP istri untuk mendapatkan NIK.
- Hasil pelayanan KB pada R/I/KB/20 (selain tubektomi dan
vasektomi) juga dicatat pada R/II/KB/20 sebagai transaksi
pengeluaran alokon untuk pelayanan KB sesuai dengan sumber
alokonnya (APBN/APBD/Mandiri).
- Hasil pelayanan KB bergerak wajib dicatat pada R/I/KB/20
faskes pada wilayah pelayanan, dan pastikan transaksi
penerimaan dan pengeluaran alokon yang digunakan pada
pelayanan KB bergerak tersebut dicatat pada R/II/KB/20 faskes
yang sama.
- Pada akhir masa pelaporan dilakukan rekapitulasi hasil
pelayanan KB dan dicatat ke dalam ringkasan hasil pelayanan
KB (lampiran R/I/KB/20), sedangkan rekapitulasi mutasi alokon
dicatat pada R/II/KB/20.
- R/I/KB/20 dan R/II/KB/20 dibuat 2 rangkap untuk dikirim ke
petugas entri data dan untuk dijadikan arsip.

B. ENTRY/INPUT DATA
1. Entri data dilakukan melalui aplikasi new siga dengan alamat
[Link]
2. Jika tersedia sarana dan prasarana pengolahan data yang memadai, maka
tempat pelayanan KB dapat melakukan entri data secara mandiri.

11
3. Jika sarana dan prasarana pengolahan data tidak memadai, maka entri data
dilakukan oleh pengelola data pada tingkat wilayah yang lebih tinggi (balai
penyuluhan KKB/ Kantor UPT KB kecamatan/ PKB/PLKB Pembina kecamatan/
PD KB kab/kota).

C. ALUR PENCATATAN DAN PELAPORAN

Gambar 1. Alur Pencatatan dan Pelaporan

12
D. TATA CARA PENGISIAN FORMULIR PELAYANAN KB
1. Registrasi Tempat Pelayanan KB dengan K/0/KB/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/KB/20

Alamat Tempat Pelayanan KB


Kode Tempat Pelayanan KB terdiri dari : • Nama jalan, no/ blok, RT, RW
• Kode provinsi → 2 digit • Nama dan kode:
• Kode kab/kota → 2 digit • Desa/kel
• Kec (sesuai dengan
• No register Faskes KB →3 digit
• No Jaringan/Jejaring Faskes KB → 2 • Kab/Kota kode
• Provinsi Kemendagri)

Nama Tempat
Pelayaan KB

PRAKTIK MANDIRI BIDAN


Praktik Mandiri Bidan Jejaring
• Bidan yang melaksanakan praktik
secara mandiri/perorangan
• Merupakan jejaring dari suatu
faskes.
• distribusi alokon melalui faskes
yang menjadi induknya

Praktik Mandiri Bidan (Setara Faskes)


• Bidan yang melaksanakan praktik Jenis Tempat Pelayanan KB diisi
secara mandiri/perorangan centang () pada salah satu pilihan.
• belum bekerjasama dengan BPJS • Faskes
kesehatan • Jaringan/Jejaring
• tidak menjadi jejaring dari suatu
faskes.
• distribusi alokon langsung dari PD-
KB .

13
Kepemilikan diisi
centang () pada
salah satu pilihan.
1. Jika
tempat
Pelayanan KB
merupakan Pelayanan
Praktik Dokter, Rekanalisasi diisi
Praktik Mandiri centang () pada
Bidan (setara salah satu pilihan “Ya”
faskes), Praktik
Mandiri Bidan Kerjasama dengan BPJS Kesehatan diisi centang ()
Jejaring ➔ pada salah satu pilihan “Ya” atau “Tidak”

Sarana dan Perlengkapan diisi dengan jumlah


masing-masing jenis sarana dan perlengkapan
pada tempat pelayanan KB dengan ketentuan:
A. Yang dicatat adalah seluruh sarana dan
perlengkapan dari berbagai sumber (TIDAK
HANYA BKKBN)

B. Kondisi MASIH BISA DIPAKAI

14
Tenaga diisi dengan detail tenaga yang - Pelatihan IUD/Implan :
melakukan pelayanan KB dan R/R pada • Pelatihan IUD/Implan yang pernah diikuti
tempat pelayanan KB, terdiri dari : oleh tenaga, baik dari BKKBN maupun
- No, NIK, Alamat, No. HP pelatihan ditempat lainnya.
- Profesi • Jika pernah mengikuti salah satu (IUD atau
- Pelatihan/Pembinaan/Orientasi Teknis Implan) maka dianggap sudah mengikuti
Pelayanan & R/R pelatihan
• Sertifikat kompetensi → IUD/Implan dan
Vasektomi

NIK Tenaga Nama Alamat No. HP


→16 digit, jika Tenaga Tenaga Tenaga
tidak ada isi 9
sebyaitu anyak
16x

Tata cara pengisian Profesi dan Pelatihan/ Pembinaan/


Orientasi Teknis Pelayanan & R/R
• Isikan sesuai dengan petunjuk warna
• Misalkan untuk profesi Dokter Spesialis Kebidanan
dan Kandungan hanya dapat mengisi kolom
Pelatihan/ Pembinaan/ Orientasi Teknis Pelayanan &
R/R nomor 16 sampai dengan 19 yaitu Tubektomi,
KIP/Konseling, R/R atau kolom belum terlatih jika
memang belum mendapatkan Pelatihan/ Pembinaan/
Orientasi Teknis Pelayanan & R/R

Diisi nama
tempat, tanggal,
bulan dan tahun
pengisian kartu
pendaftaran
tempat
pelayanan KB

Ditandatangani oleh:
✓ Pimpinan Faskes KB dan Kepala PD KB →FASKES KB
✓ Pimpinan Jaringan/Jejaring dan Pimpinan Faskes induk → Jaringan/Jejaring

15
2. REGISTER BULANAN DENGAN R/I/KB/20

a. Tata Cara Pengisian Formulir R/I/KB/20

Nama Faskes/Jaringan/Jejaring
Lembar ke -…

Kode Faskes terdiri dari : Centang () Tahun


• Kode Provinsi → 2 digit (Kode Kemendagri) sesuai dengan dilakukan
• Kode Kab/Kota → 2 digit (Kode Kemendagri) bulan pelayanan
• Nomor Register Faskes → 3 digit (nomor urut faskes KB dilakukan KB
di kabupaten/kota bersangkutan) pelayanan KB
• Nomor Jaringan/Jejaring Faskes → 2 digit (nomor urut
jaringan/jejaring pada FKTP induknya

Nomor
Urut

Tanggal Nomor Induk Tanggal Lahir Alamat


Pelayanan Kependudukan disertai bulan domisili
tanpa bulan sesuai dokumen dan tahun saat
dan tahun kependudukan sesuai dokumen
kependudukan
Nama Suami Nama Istri No.
sesuai dokumen sesuai dokumen Handphone
kependudukan kependudukan akseptor KB

CATATAN :
▪ TIDAK PUNYA NIK : 9999999999999999 (9
sebanyak 16x)
▪ ALAMAT : minimal desa, dusun/RW dan RT jika ada
▪ No Handphone tidak wajib

16
TERDAPAT 2 JENIS PENGISIAN :
✓ DIISI DENGAN KODE (ANGKA) :
▪ STATUS PESERTA KB : isi dengan kode status
peserta KB
▪ JENIS TINDAKAN : isi dengan kode jenis
alokon
▪ KASUS : isi dengan kode jenis alokon
✓ DIISI DENGAN TANDA CENTANG ()
• INFORMED CONSENT
• PASCA PERSALINAN
• PASCA KEGUGURAN
• PENGGUNAAN ASURANSI → centang ()
pada kolom jenis asuransi yang digunakan
(salah satu)

“Komplikasi Berat” dan “Kegagalan” tidak berlaku untuk


Pil, Suntik dan Kondom

“Pencabutan dan Pemasangan” serta “Pencabutan” hanya


untuk IUD dan IMPLANT

Pelayanan Kondom dan Pil tidak boleh


mengisi kolom Informed Consent

Jenis Tindakan dan Kasus diisi dengan


angka kode Jenis Alokon

17
b. Tata Cara Pengisian Formulir Lampiran R/I/KB/20

Nama
Faskes/Jaringan/Jejaring

Kode Faskes terdiri dari : Tahun


Centang () dilakukan
• Kode Provinsi → 2 digit (Kode Kemendagri) sesuai dengan pelayanan
bulan KB
• Kode Kab/Kota → 2 digit (Kode Kemendagri)
dilakukan
• Nomor Register Faskes → 3 digit (nomor urut pelayanan KB
faskes KB di kabupaten/kota bersangkutan)
• Nomor Jaringan/Jejaring Faskes 2 digit

Diisi nama tempat,


tanggal, bulan dan
tahun pengisian
register pelayanan KB

LAMPIRAN R/I/KB/20:

• Berisi ringkasan hasil pelayanan KB selama satu bulan


• Petugas RR Faskes KB mengisi ringkasan ini berdasarkan data transaksi yang berasal dari R/I/KB/20 →
jika R/I/KB/20 telah dientri maka lampiran ini akan tergenerate secara otomatis oleh aplikasi
• Setelah selesai, maka Lampiran inilah yang akan ditandatangani oleh Pimpinan Tempat Pelayanan KB
• Satukan dengan Formulir R/I/KB menjadi 1 bundel
• R/I/KB/20 beserta lampirannya dibuat 2 rangkap :
• 1 untuk Petugas Entri Data
• 1 untuk Arsip

18
2. PENCATATAN MUTASI ALOKON DENGAN R/II/KB/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/II/KB/20


Nama
Faskes/Jaringan/Jejar Lembar ke
ing -…

Kode Faskes terdiri dari : Centang () sesuai Tahun


dengan bulan dilakukan
• Kode Provinsi → 2 digit (Kode Kemendagri) dilakukan mutasi pelayanan
• Kode Kab/Kota → 2 digit (Kode Kemendagri) alokon KB
• Nomor Register Faskes → 3 digit (nomor urut faskes KB di
kabupaten/kota bersangkutan)
• Nomor Jaringan/Jejaring Faskes → 2 digit (nomor urut
jaringan/jejaring pada FKTP induknya)

Tanggal Total jenis alokon yang


mutasi Kode Keteranga masih tersisa pada
sumber n mutasi Jumlah alokon yang akhir bulan lalu sesuai
alokon
alokon dan alokon digunakan sesuai dengan sumber
transaksi mutasi alokon

19
E. RANGKUMAN
Pengelolaan data rutin Pelayanan KB meliputi pencatatan dan pelaporan data
potensi tempat pelayanan KB, Hasil Pelayanan KB dan Mutasi Alat dan Obat
Kontrasepsi. Adapun sasaran dalam pengelolaan data rutin Pelayanan KB terdiri atas
tempat pelayanan KB dan Akseptor Pelayanan KB.

Jenis Formulir Pengelolaan Data Rutin Pelayanan KB (Yan – KB)

1. K/0/KB/20
2. R/I/KB/20
3. R/II/KB/20

F. LATIHAN
Kerjakan Latihan berikut dengan cermat dan seksama!
1. Diskusikan dengan teman Anda, bagaimana upaya BKKBN menghasilkan data
yang tepat, akurat, berkualitas dan dapat dipertanggungawabkan!
2. Berikan dalam beberapa alternatif solusi agar proses pencatatan dan pelaporan
berjalan dengan lancar!
3. Coba amati wilayah kerja Anda, bagaimana proses pengelolaan data rutin
pelayanan KB!
4. Praktikkan formulir K/0/KB/20 sesuai wilayah kerja Anda!
5. Praktikkan formulir R/I/KB/20 dan R/II/KB/20 sesuai wilayah kerja Anda!

G. TES FORMATIF
Pilihlah Jawaban a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling tepat!

a. Berikut adalah ruang lingkup pengelolaan data rutin pelayanan KB.


1) Pengumpulan data dengan Kartu Pendaftaran Tempat Pelayanan KB
(K/0/KB)
2) Pengumpulan data dengan Formulir Register Pelayanan KB (R/I/KB)

20
3) Pengumpulan data dengan Formulir Register Alat dan Obat Kontrasepsi
(R/II/KB)
4) Pengumpulan data dengan Formulir Register Pelayanan KB New Siga
(K/0/SIGA)
Yang merupakan ruang lingkup pengelolaan data rutin pelayanan KB adalah...

a. 1, 2, 3
b. 1, 2, 4
c. 1, 3, 4
d. 2, 3, 4
e. 2, 3, 4

b. Bidan yang melaksanakan praktik secara mandiri/perorangan dan


mendapatkan distribusi alokon langsung dari PD-KB, adalah...
a. Praktik Dokter
b. Praktik Mandiri Bidan Jejaring
c. Praktik Mandiri Bidan (setara faskes)
d. Poskesdes/Polindes
e. Praktik kerjasama dengan BPJS Kesehatan
c. Tenaga yang didaftarkan pada K/0/KB/20 adalah…
a. Seluruh tenaga yang ada
b. Tenaga kesehatan yang berada di faskes
c. Hanya tenaga kesehatan yang memiliki sertifikat
d. Tenaga yang melakukan pelayanan KB dan RR pada tempat pelayanan KB
e. Hanya tenaga dokter dan bidan pada tempat pelayanan KB

d. Hasil pelayanan KB yang tidak dicatat pada R/II/KB/20 sebagai transaksi


pengeluaran alokon adalah...
a. Peserta KB Baru
b. Peserta KB Ganti Cara

21
c. Peserta KB Ulangan
d. Komplikasi Berat/Kegagalan/Pencabutan dan Pemasangan
e. tubektomi dan vasektomi

e. Ibu Ani datang ke tempat pelayanan KB dan dilakukan pencabutan implant


kemudian dilanjutkan pemasangan IUD, transaksi tersebut di catat dengan
cara…
a. Dicatatkan di R/I/KB sebagai pencabutan dan pemasangan IUD, R/II/KB
pengeluaran alokon IUD untuk pelayanan KB
b. Dicatatkan di R/I/KB sebagai pencabutan dan pemasangan Implant, R/II/KB
pengeluaran alokon Implant untuk pelayanan KB
c. Dicatatkan di R/I/KB sebagai transaksi pencabutan implant dan transaksi
pemasangan IUD, dicatatkan di R/II/KB sebagai pengeluaran alokon implant
dan IUD untuk pelayanan KB
d. Dicatatkan di R/I/KB sebagai transaksi pencabutan implant dan transaksi
pemasangan IUD, dicatatkan di R/II/KB sebagai pengeluaran alokon IUD
untuk pelayanan KB
e. Dicatatkan di R/I/KB sebagai transaksi pencabutan implant dan transaksi
pemasangan IUD, dicatatkan di R/II/KB sebagai pengeluaran alokon Implant
untuk pelayanan KB

H. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT


Setelah mengerjakan Tes Formatif pada BAB II ini, coba Bapak/Ibu nilai tes
tersebut dan cocokkan dengan kunci jawaban yang tersedia dalam modul ini,
berapa nilai yang diperoleh. Jika Bapak/Ibu dapat menjawab 5 soal dengan
benar maka Bapak/Ibu dianggap menguasai Pokok Bahasan ini, dan Bapak/Ibu
dapat melanjutkan ke BAB berikutnya akan tetapi jika jawaban benar Bapak/Ibu
belum mencapai 4 soal, berarti Bapak/Ibu perlu mengulang mempelajari Pokok
Bahasan ini kembali dengan lebih baik.

22
A. KONSEP DASAR
1. Latar Belakang

Ketersediaan data dan informasi yang dikelola dalam Sistem Informasi Keluarga
(SIGA) merupakan perwujudan amanat UU Nomor 52 Tahun 2009, UU Nomor 23
Tahun 2015, PP Nomor 87 Tahun 2014 dan Peraturan Kepala BKKBN tentang
Pengelolaan Data Rutin Program Bangga Kencana. Data rutin dan informasi yang
dihasilkan dijadikan sebagai dasar perencanaan, monitoring kinerja serta peta
kerja intervensi pada setiap tingkatan wilayah; sehingga dibutuhkan data yang
valid dan akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan secara tepat.

Kondisi saat ini, pengelolaan data rutin sedang berada pada masa transisi dari
Statistik Rutin 2013 menjadi Sistem Informasi Keluarga yang direncanakan akan
diberlakukan secara full pada tahun 2022. Perubahan krusial yang menjadi
prinsip pengembangan New SIGA: - Integrasi sistem sebagai upaya “one and
single data”; dengan mengintegrasikan sub sistem Pelayanan Kontrasepsi, sub
sistem Pengendalian Lapangan dan sub sistem Pendataan Keluarga. Hasil
Pendataan Keluarga atau Basis Data Keluarga Indonesia (BDKI) menjadi basis
data yang menjadi referensi sub sistem lainnya. - Perubahan pencatatan dari
data agregat (data rekap) menjadi pencatatan by name by address; yang

23
tujuannya utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas data dan membuat
data lebih akuntabel.
Pengelolaan data rutin Pengendalian Lapangan (Dallap) mencakup.
1. SDM, POKTAN, SETARA POKTAN dan SARANA
2. SDM, Poktan, Setara Poktan baru diregister menggunakan Kartu Pendaftaran
sesuai dengan kategorinya.

OBJEK DALLAP DIREGISTER OLEH

PKB/PLKB PD-KB Kab/Kota

POKTAN PKB/PLKB/PPKBD/SUB PPKBD/Lainnya

PPKS PD-KB Kab/Kota atau Perwakilan BKKBN Provinsi


Kampung KB PKB/PLKB/PPKBD/SUB PPKBD/Lainnya

Rumah Dataku PKB/PLKB/Pemerintah desa/kelurahan/lainnya

3. K/0/PKB/20 dan K/0/KAMPUNG KB/20 wajib diregister terlebih dahulu.


4. Pemutakhiran data dapat dilakukan setiap saat.
REGISTER BULANAN PENGENDALIAN LAPANGAN (R/I)
1. Pencatatan hasil pengendalian lapangan (R/I/BKB/20, R/I/BKR/20,
R/I/BKL/20, R/I/UPPKA/20, R/I/PIK-R/20, dan R/I/PPKS/20)
2. Hasil pengendalian lapangan dicatat menurut tanggal pertemuan pada
register bulanan sesuai kategorinya.
3. Petugas RR mengisi identitas keluarga anggota kelompok pada register
poktan dan keluarga yang mendapat konsultasi pada PPKS berdasarkan
KTP untuk mendapatkan NIK.

Sub Sistem Pengendalian Lapangan adalah Upaya untuk menunjang penyediaan


data dan informasi bagi pengelolaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan
Pembangunan Keluarga, terutama yang berkaitan dengan data potensi, proses dan
hasil kegiatan pengendalian lapangan KB yang dilakukan oleh para petugas KB di

24
kecamatan, petugas lapangan/penyuluh KB di desa/kelurahan bersama kader KB di
berbagai tingkatan wilayah RT, dusun/RW, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota
dan provinsi dilakukan melalui Sub Sistem pengelolaan data rutin Pengendalian
Lapangan Program Bangga Kencana.

Data hasil pengelolaan data rutin Pengendalian Lapangan sebagai sumber data
dan informasi pelaksanaannya diharapkan benar-benar dapat menghasilkan data dan
informasi yang berkualitas, akurat, tepat waktu dan dapat dipercaya serta memberikan
gambaran yang tepat dan menyeluruh tentang keadaan dilapangan. Hasil pengelolaan
data rutin Pengendalian Lapangan diharapkan dapat menjawab kebutuhan data dan
informasi yang dibutuhkan oleh program Bangga Kencana, yaitu dapat ditelusuri by
name by address, sehingga memberikan kepastian terhadap sasaran program yang
tepat, akurat, relevan sesuai dengan kondisi saat ini dan dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan program Bangga Kencana di semua tingkatan wilayah.

1. Proses kegiatan dan hasil pengendalian lapangan yang dilakukan oleh Petugas
KB di kecamatan, Petugas Lapangan/Penyuluhan KB, Pengurus PIK-R, Kader KB
di Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan, seperti PPKBD dan Sub-PPKBD,
Kader KB di Kelompok Kegiatan UPPKA, BKB, BKR dan BKL, harus dilakukan
pengelolaan datanya sebagai bukti nyata (evidence base) dan pemenuhan
akuntabilitas publik dari kegiatan pelaksanaan pengendalian lapangan dan
pelayanan Program Bangga Kencana kepada masyarakat di wilayah itu.

2. Data dan informasi Program Bangga Kencana yang dikumpulkan merupakan


variabel data yang digunakan sebagai bahan penentuan dan monitoring
indikator kinerja program. Oleh karena itu, pengertian atau definisi
operasional dari data dan informasi yang dikumpulkan ini diberlakukan dalam
sistem yang standar secara nasional.
Dalam pelaksanaan kegiatan pengelolaan data rutin Pengendalian Lapangan
diberikan pengertian yang merupakan pemahaman terhadap variabel yang

25
dikumpulkan dan diberikan batasan untuk membatasi variabel yang dimaksud
dalam pengelolaan data rutin Pengendalian Lapangan ini sebagai berikut:

1. Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) adalah wadah pengelolaan dan


pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga
Berencana di tingkat desa/kelurahan, dusun/RW dan RT ke bawah seperti
PPKBD, Sub-PPKBD, dan kelompok KB.

2. PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) adalah wadah


organisasi di tingkat desa/kelurahan yang diketuai oleh seorang atau beberapa
orang kader yang secara sukarela berperan aktif melaksanakan/mengelola
Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana di
tingkat desa/kelurahan atau yang setara.

2.1. PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Klasifikasi Dasar


adalah apabila PPKBD tersebut telah melaksanakan peran:
Pengorganisasian (kepengurusan pembagian tugas sudah ada kecuali bila
kepengurusannya tunggal dan disesuaikan dengan kondisi wilayahnya),
Pertemuan (belum rutin, belum ada rencana kerja, belum ada notulen), KIE
dan Konseling (melakukan KIE kepada masyarakat), Pencatatan, Pendataan
dan Pemetaan Sasaran (masih sederhana), Pelayanan Kegiatan (masih
sederhana, meliputi: pelayanan rujukan, minimal ada satu Bina Keluarga),
Upaya Kemandirian (melaksanakan salah satu dari upaya kemandirian atau
tidak ada sama sekali).

2.2. PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Klasifikasi


Berkembang, adalah apabila PPKBD tersebut telah melaksanakan peran:
Pengorganisasian (kepengurusan sudah dilengkapi pembagian tugas yang
jelas kecuali bila kepengurusannya tunggal dan disesuaikan dengan kondisi

26
wilayahnya), Pertemuan (rutin bulanan, ada rencana kerja, ada notulen), KIE
dan Konseling sudah ada (melakukan KIE dan KIP/K), Pencatatan,
Pendataan, dan Pemetaan (sudah mengikuti pola R/R), Pelayanan Kegiatan
(lebih lengkap, meliputi: pelayanan rujukan, UPPKA, minimal ada dua Bina
Keluarga), Upaya Kemandirian (melaksanakan dua dari kegiatan upaya
kemandirian).

2.3. PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Klasifikasi


Mandiri, adalah apabila PPKBD tersebut telah melaksanakan peran:
Pengorganisasian (kepengurusan sudah dilengkapi dengan seksi-seksi),
Pertemuan (rutin bulanan, berjenjang, ada rencana kerja, dan ada notulen),
KIE dan Konseling sudah ada (melakukan KIE dan KIP/K), Pencatatan,
Pendataan, dan Pemetaan (sudah mengikuti pola R/R dan sudah ada tindak
lanjut), Pelayanan Kegiatan (lebih lengkap, meliputi: pelayanan rujukan,
UPPKA, minimal ada tiga Bina Keluarga), Upaya Kemandirian (melaksanakan
semua kegiatan upaya kemandirian).

3. Sub PPKBD (Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa), adalah


wadah organisasi di tingkat dusun/RW yang diketuai oleh seorang atau
beberapa orang kader yang secara sukarela berperan aktif
melaksanakan/mengelola Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan
Keluarga Berencana di tingkat Dusun/RW atau yang setara.

3.1. Sub PPKBD (Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa)


Klasifikasi Dasar, adalah apabila Sub PPKBD tersebut telah melaksanakan
peran: Pengorganisasian (kepengurusan pembagian tugas sudah ada),
Pertemuan (belum rutin, belum ada rencana kerja, belum ada notulen), KIE
dan Konseling (melakukan KIE kepada masyarakat), Pencatatan, Pendataan

27
dan Pemetaan Sasaran (masih sederhana), Pelayanan Kegiatan (masih
sederhana, meliputi: pelayanan rujukan, minimal ada satu Bina Keluarga),
Upaya Kemandirian (melaksanakan salah satu dari upaya kemandirian atau
tidak ada sama sekali).

3.2. Sub PPKBD (Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa)


Klasifikasi Berkembang, adalah apabila Sub PPKBD tersebut telah
melaksanakan peran: Pengorganisasian (kepengurusan sudah dilengkapi
pembagian tugas yang jelas), Pertemuan (rutin bulanan, ada rencana kerja,
ada notulen), KIE dan Konseling sudah ada (melakukan KIE dan KIP/K),
Pencatatan, Pendataan, dan Pemetaan (sudah mengikuti pola R/R),
Pelayanan Kegiatan (lebih lengkap, meliputi: pelayanan rujukan, UPPKA,
minimal ada dua Bina Keluarga), Upaya Kemandirian (melaksanakan dua
dari kegiatan upaya kemandirian).

3.3. Sub PPKBD (Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa)


Klasifikasi Mandiri, adalah apabila Sub PPKBD tersebut telah melaksanakan
peran: Pengorganisasian (kepengurusan sudah dilengkapi dengan seksi-
seksi), Pertemuan (rutin bulanan, berjenjang, ada rencana kerja, dan ada
notulen), KIE dan Konseling sudah ada (melakukan KIE dan KIP/K),
Pencatatan, Pendataan, dan Pemetaan (sudah mengikuti pola R/R dan
sudah ada tindak lanjut), Pelayanan Kegiatan (lebih lengkap, meliputi:
pelayanan rujukan, UPPKA, minimal ada tiga Bina Keluarga), Upaya
Kemandirian (melaksanakan semua kegiatan upaya kemandirian).

4. Kelompok Keluarga Berencana (KB) adalah kelompok dalam wadah organisasi


yang anggotanya terdiri dari seluruh keluarga dalam suatu Rukun Tetangga yang
secara sukarela berperan aktif mengelola Program Keluarga Berencana Nasional

28
di tingkat Rukun Tetangga. Adapun kegiatannya meliputi bidang Keluarga
Berencana/Kesehatan Reproduksi (KB/KR) dan Keluarga
Sejahtera/Pemberdayaan Keluarga (KS/PK).

4.1. Kelompok Keluarga Berencana (KB) Klasifikasi Dasar, adalah apabila


Kelompok KB tersebut telah melaksanakan peran: Pengorganisasian
(kepengurusan pembagian tugas sudah ada), Pertemuan (belum rutin,
belum ada rencana kerja, belum ada notulen), KIE dan Konseling
(melakukan KIE kepada masyarakat), Pencatatan, Pendataan dan Pemetaan
Sasaran (masih sederhana), Pelayanan Kegiatan (masih sederhana,
meliputi: pelayanan rujukan, minimal ada satu Bina Keluarga), Upaya
Kemandirian (melaksanakan salah satu dari upaya kemandirian atau tidak
ada sama sekali).

4.2. Kelompok Keluarga Berencana (KB) Klasifikasi Berkembang, adalah


apabila Kelompok KB tersebut telah melaksanakan peran: Pengorganisasian
(kepengurusan sudah dilengkapi pembagian tugas yang jelas), Pertemuan
(rutin bulanan, ada rencana kerja, ada notulen), KIE dan Konseling sudah ada
(melakukan KIE dan KIP/K), Pencatatan, Pendataan, dan Pemetaan (sudah
mengikuti pola R/R), Pelayanan Kegiatan (lebih lengkap, meliputi: pelayanan
rujukan, UPPKA, minimal ada satu Bina Keluarga), Upaya Kemandirian
(melaksanakan dua dari kegiatan upaya kemandirian).

4.3. Kelompok Keluarga Berencana (KB) Klasifikasi Mandiri, adalah apabila


Kelompok KB tersebut telah melaksanakan peran: Pengorganisasian
(kepengurusan sudah dilengkapi dengan seksi-seksi), Pertemuan (rutin
bulanan, berjenjang, ada rencana kerja, dan ada notulen), KIE dan Konseling
sudah ada (melakukan KIE dan KIP/K), Pencatatan, Pendataan, dan

29
Pemetaan (sudah mengikuti pola R/R dan sudah ada tindak lanjut),
Pelayanan Kegiatan (lebih lengkap, meliputi: pelayanan rujukan, UPPKA,
minimal ada tiga atau empat Bina Keluarga), Upaya Kemandirian
(melaksanakan semua kegiatan upaya kemandirian).

5. Pengawas PLKB (PPLKB) adalah perangkat daerah yang tugasnya memonitor


dan memfasilitasi PKB/PLKB yang berkedudukan di tingkat kecamatan.

6. PKB/PLKB adalah penyuluh KB atau Petugas Lapangan KB yang ditempatkan di


desa binaannya untuk mencari peserta KB baru dan membina peserta KB aktif
serta membuat laporan kepada Pengawas PLKB di tingkat kecamatan.

7. Petugas KB desa/kelurahan adalah petugas yang mengelola program KB di


tingkat desa/kelurahan yang melaksanakan tugas dan fungsi sebagai PLKB,
contohnya adalah PLKB honorer, PLKB kontrak, dan PLKB sukarelawan.

8. Kelompok Kegiatan (Poktan) adalah wadah kegiatan Program KB Nasional yang


berkaitan dengan Penundaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan
Ketahanan Keluarga dan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga.

8.1. Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan wadah


kegiatan beranggotakan keluarga yang memiliki anak balita untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dan atau anggota
keluarga lainnya dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang
anak balita melalui rangsangan/stimulasi baik secara fisik, mental, sosial
emosional dan intelektualnya.

30
Anggota BKB aktif, adalah orangtua dan atau anggota keluarga lainnya
yang hadir dalam pertemuan kelompok BKB.

8.2. Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR), adalah wadah kegiatan


beranggotakan keluarga yang memiliki anak dan remaja untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dan atau anggota
keluarga lainnya dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang
anak dan remaja melalui komunikasi efektif antara orang tua dan anak
remaja.

Anggota BKR Aktif, adalah orangtua dan atau anggota keluarga lainnya
yang hadir dalam pertemuan kelompok BKR.

8.3. Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lanjut Usia (BKL), merupakan


kelompok kegiatan untuk membina keluarga lansia dalam upaya
meningkatkan kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lanjut
usia yang sehat, mandiri, produktif, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.

Anggota BKL Aktif, adalah orangtua dan atau anggota keluarga lainnya
yang hadir dalam pertemuan kelompok BKL.

9. Pembinaan Ketahanan Keluarga, adalah upaya menyeluruh dan terpadu untuk


meningkatkan kondisi dinamika suatu keluarga yang memiliki keuletan dan
ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik material dan psikis mental
spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya agar
harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

31
9.1. Keluarga yang menjadi anggota kelompok kegiatan Bina Keluarga,
adalah keluarga yang ikut dalam kelompok kegiatan Bina Keluarga yang
bersangkutan.
9.2. Keluarga yang menjadi anggota hadir dalam Pertemuan/Penyuluhan,
adalah keluarga yang menjadi anggota salah satu kelompok kegiatan Bina
Keluarga, yang hadir dalam pertemuan/penyuluhan dari kelompok Bina
Keluarga yang bersangkutan selama satu bulan.
9.3. Pertemuan/Penyuluhan, adalah proses melakukan Komunikasi, Informasi
dan Edukasi tentang Program Pembangunan dan Kependudukan, KB dan KS
untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, masyarakat
dan penduduk dalam Program Bangga Kencana untuk berpartisipasi.

10. Advokasi dan KIE Program Peningkatan Kualitas Lingkungan Keluarga


dilakukan melalui forum-forum pertemuan yang ada.

11. Pemberdayaan ekonomi keluarga, adalah sebagai kegiatan yang terpadu dan
menyeluruh di dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan
Keluarga Berencana untuk meningkatkan kemampuan keluarga melalui usaha
ekonomi dalam rangka mengantarkan keluarga menjadi keluarga kecil yang
sejahtera dan mandiri.

12. Kelompok Kegiatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor


(UPPKA), adalah wadah kegiatan ekonomi yang beranggotakan keluarga
akseptor yang saling berinteraksi untuk melakukan kegiatan usaha ekonomi
produktif dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga kecil bahagia
sejahtera.

12.1 Keluarga yang menjadi Anggota Kelompok Kegiatan UPPKA adalah

32
anggota UPPKA yang saat ini sedang menggunakan bantuan modal
sebagai usaha ekonomi produktif.

12.2 Keluarga yang menjadi anggota hadir dalam Pertemuan/Penyuluhan


adalah keluarga yang menjadi anggota UPPKA yang hadir dalam
pertemuan/penyuluhan dari kelompok UPPKA yang bersangkutan.

13. Keluarga, adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri
atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya.

14. Keluarga Sejahtera, adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas


perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materiil
yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang
serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan
masyarakat dan lingkungan.

15. MUPEN KB (Mobil Unit Penerangan Keluarga Berencana) adalah kendaraan


roda empat yang didalamnya berisi peralatan elektronik (audio visual) dan
berfungsi sebagai kendaraan penyuluhan dan KIE KB.

16. Balai Penyuluhan KKB adalah bangunan yang terletak di wilayah kecamatan,
berfungsi sebagai tempat beraktivitas dalam merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi, mengendalikan dan pembinaan kepada petugas dan pengelola
(PLKB/PKB, IMP, dan Mitra Kerja) dalam operasional program Bangga Kencana
tingkat kecamatan.

33
17. Penyuluhan oleh PLKB/PKB/Petugas KB desa adalah suatu langkah kegiatan
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam program Pembangunan Keluarga,
Kependudukan dan Keluarga Berencana sehingga dapat diadopsi oleh
masyarakat.
KIE Kit adalah suatu unit alat peraga anatomi alat reproduksi, lembar balik,
contoh alat kontrasepsi, VCD animasi proses pembuahan dan VCD sosialisasi
kontrasepsi.

18. Rapat Koordinasi adalah adalah forum evaluasi, perencanaan, dan


pembentukan kesepakatan pelaksanaan Program Kependudukan dan KB,
dipimpin oleh Camat yang dilaksanakan minimal sebulan sekali, dengan peserta
terdiri dari petugas dan pengelola KB Kecamatan dan Kelompok Kerja Teknis
(Pokjanis), tim operasional kecamatan dalam penggarapan program
Kependudukan dan KB secara khusus atau dipadukan dengan pembahasan
program pembangunan lainnya.

19. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah kegiatan
program GenRe dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi
remaja/mahasiswa yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja/mahasiswa guna
memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan
kehidupan berkeluarga bagi remaja/mahasiswa serta kegiatankegiatan
penunjang lainnya.

20. Media Production Centre (MPC) adalah pusat produksi media advokasi,
komunikasi, informasi, dan edukasi program kependudukan, keluarga berencana,
dan pembangunan keluarga.

21. Kampung KB adalah wadah pemberdayaan masyarakat yang merupakan

34
sebuah program dari BKKBN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di
tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan
sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

22. Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga (RUMAH DATAKU)


adalah rumah/tempat yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi
permasalahan kependudukan yang mencakup sistim pengelolaan dan
pemanfàatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi,
mengumpulkan, menverifikasi, menganalisis, data yang bersumber dari, oleh dan
masyarakat sebagai basis untuk intervensi pembangunan di kampung KB dalam
upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

23. Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) adalah wadah kegiatan terpadu
yang berbasis institusi yang dibangun dan dikembangkan untuk keluarga
Indonesia. Dengan kegiatan pelayanan keluarga melalui pemberian KIE,
penyediaan data, konsultasi dan konseling, pembinaan serta rujukan. Wadah
berbasis institusi itu adalah salah satu program yang dikembangkan pemerintah
sebagai wadah pusat pelayanan informasi dan konseling untuk penyiapan
berkeluarga bagi remaja, konseling jaminan pelayanan KB dan kesehatan
reproduksi (KB-KR), pertumbuhan dan perkembangan anak, dan konseling
peningkatan ketahanan keluarga, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga serta
memberikan informasi kependudukan dan KB.

2. TUJUAN

Tujuan umum untuk memberikan panduan bagi Pengelola Data dan Pengelola
Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan mulai dari tahap pengumpulan
sampai dengan pengolahan data.

35
Tujuan Khusus:
a. Memberikan pemahaman terhadap kebijakan dan strategi pencatatan dan
pelaporan data statistik rutin Program Bangga Kencana 2021
b. Memberikan pemahaman dan keterampilan dalam pengumpulan data statistik
rutin dengan menggunakan formulir New SIGA
c. Memberikan pemahaman dan keterampilan dalam pengolahan data statistik
rutin dengan menggunakan aplikasi New SIGA

3. SASARAN Sasaran pengguna Panduan:

1) Pengelola data Program Bangga Kencana Tingkat Pusat dan Provinsi


2) Pengelola Data Perangkat Daerah (PD) – KB provinsi, kabupaten dan kota
3) PKB/PLKB PNS dan Non PNS
4) Petugas Pencatatan dan Pelaporan Tempat Pelayanan KB
5) Kader Institut masyarakat Pedesaan (IMP), Kader Kelompok Kegiatan
POKTAN/Setara POKTAN dan Pengurus Kampung KB serta Pengurus Pusat
Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)

4. RUANG LINGKUP

A. Ketentuan Pre-Implementasi New SIGA Tahun 2021


B. Pengumpulan data dengan Formulir K/0 dan R/I prioritas
C. Pengolahan data K/0 dan R/I prioritas dengan aplikasi New SIGA
D. Pengaturan Master Wilayah dan User Aplikasi New SIGA
E. Evaluasi Pre-Implemetasi

36
B. JENIS FORMULIR SUB SISTEM PENGENDALIAN LAPANGAN

1) K/0 PENDAFTARAN PENGENDALIAN LAPANGAN

1) Pengendalian Lapangan dalam Pre – Implementasi New SIGA


mencakup Poktan, Setara Poktan dan SDM:
• Poktan terdiri dari BKB, BKR, BKL, PIK Remaja, dan UPPKA
• Setara poktan terdiri dari, Kampung KB, Rumah Dataku, PPKS
• SDM terdiri dari PKB/PLKB

2) PKB/PLKB, Poktan, dan setara Poktan baru diregister menggunakan Kartu


Pendaftaran sesuai dengan kategorinya.

OBJEK DIREGISTER OLEH


DALLAP

PKB/PLKB PD-KB Kab/Kota


POKTAN PKB/PLKB/PPKBD/SUB PPKBD/Lainnya
PPKS PD-KB Kab/Kota atau Perwakilan BKKBN Provinsi
Kampung KB PKB/PLKB/PPKBD/SUB PPKBD/Lainnya
Rumah PKB/PLKB/Pemerintah desa/kelurahan/lainnya
Dataku

3) K/0/PKB/20 dan K/0/KAMPUNGKB/20 wajib diregister terlebih dahulu.


4) Pemutakhiran data dapat dilakukan setiap saat.

R / I DAN R / II REGISTER BULANAN PENGENDALIAN LAPANGAN

1) Pencatatan hasil pengendalian lapangan (R/I/BKB/20,


R/I/BKR/20, R/I/BKL/20, R/I/PIK-R/20, R/I/UPPKA/20, dan
R/I/PPKS/20)

37
2) Hasil pengendalian lapangan dicatat menurut tanggal
pertemuan pada register bulanan sesuai kategorinya.
3) Petugas RR mengisi identitas keluarga anggota kelompok
pada register poktan dan keluarga yang mendapat
konsultasi pada PPKS berdasarkan KTP untuk mendapatkan
NIK.

C. ALUR PENCATATAN DAN PELAPORAN

Gambar 3. Alur Pencatatan dan Pelaporan

D. ENTRY/INPUT DATA
1) Entri data dilakukan melalui aplikasi new siga dengan alamat
[Link]
2) PKB/PLKB dan PPKS (K/0 dan R/I) wajib melakukan entri data secara mandiri.
3) Pengurus poktan/setara poktan dapat melakukan entri data secara mandiri.

38
Jika sarana dan prasarana pengolahan data tidak memadai, maka entri data
dilakukan oleh pengelola data pada tingkat wilayah yang lebih tinggi (balai
penyuluhan KKB/ kantor UPT KB kecamatan/ PKB/PLKB Pembina kecamatan/ PD
KB kab/kota)

E. TATA CARA PENGISIAN FORMULIR PENGENDALIAN LAPANGAN


1. REGISTRASI KELOMPOK KEGIATAN BKB DENGAN K/0/BKB/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/BKB/20

39
40
41
2. REGISTER BULANAN KELOMPOK KEGIATAN BKB DENGAN R/I/BKB/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/BKB/20

42
43
3. REGISTER KEGIATAN BKB PRO PN DENGAN R/I/PROPN/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/PROPN/20

44
4. REGISTRASI KELOMPOK KEGIATAN BKR DENGAN K/0/BKR/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/BKR/20

45
46
47
5. REGISTER BULANAN KELOMPOK KEGIATAN BKR DENGAN R/I/BKR/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/BKR/20

48
49
6. REGISTRASI KELOMPOK KEGIATAN BKL DENGAN K/0/BKL/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/BKL/20

50
51
52
7. REGISTER BULANAN KELOMPOK KEGIATAN BKL DENGAN R/I/BKL/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/BKL/20

53
54
8. REGISTER BULANAN KELOMPOK KEGIATAN BKL DENGAN R/I/BKL/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/BKL/20

55
56
10. REGISTRASI KELOMPOK KEGIATAN UPPKA DENGAN K/0/UPPKA/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/UPPKA/20

57
58
59
11. REGISTER BULANAN KELOMPOK KEGIATAN UPPKA DENGAN R/I/UPPKA/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/UPPKA/20

60
61
12. REGISTRASI KELOMPOK KEGIATAN PIK-R DENGAN K/0/PIK-R/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/PIK-R/20

62
63
64
13. REGISTER BULANAN KELOMPOK KEGIATAN PIK-R DENGAN R/I/PIK-R/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/PIK-R/20

65
66
14. REGISTRASI KAMPUNG KB DENGAN K/0/KAMPUNG KB/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/KAMPUNG KB/20

67
68
15. REGISTRASI RUMAH DATAKU DENGAN K/0/RUMAHDATAKU/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/RUMAHDATAKU/20

69
70
16. REGISTRASI PPKS DENGAN K/0/PPKS/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/PPKS/20

71
72
73
17. REGISTER BULANAN PPKS DENGAN R/I/PPKS/20

Tata Cara Pengisian Formulir R/I/PPKS/20

74
18. REGISTRASI SDM PKB/PLKB DENGAN K/0/PKB/20

Tata Cara Pengisian Formulir K/0/PKB/20

75
76
F. RANGKUMAN
Sub Sistem Pengendalian Lapangan adalah Upaya untuk menunjang penyediaan
data dan informasi bagi pengelolaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan
Pembangunan Keluarga, terutama yang berkaitan dengan data potensi, proses dan
hasil kegiatan pengendalian lapangan KB yang dilakukan oleh para petugas KB di
kecamatan, petugas lapangan/penyuluh KB di desa/kelurahan bersama kader KB di
berbagai tingkatan wilayah RT, dusun/RW, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota
dan provinsi dilakukan melalui Sub Sistem pengelolaan data rutin Pengendalian
Lapangan Program Bangga Kencana.

Data hasil pengelolaan data rutin Pengendalian Lapangan sebagai sumber data
dan informasi pelaksanaannya diharapkan benar-benar dapat menghasilkan data dan
informasi yang berkualitas, akurat, tepat waktu dan dapat dipercaya serta memberikan
gambaran yang tepat dan menyeluruh tentang keadaan dilapangan. Hasil pengelolaan
data rutin Pengendalian Lapangan diharapkan dapat menjawab kebutuhan data dan
informasi yang dibutuhkan oleh program Bangga Kencana, yaitu dapat ditelusuri by
name by address, sehingga memberikan kepastian terhadap sasaran program yang
tepat, akurat, relevan sesuai dengan kondisi saat ini dan dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan program Bangga Kencana di semua tingkatan wilayah.

Formulir Pengelolaan Data Rutin Pengendalian Lapangan(Dallap) mencakup


SDM, POKTAN, SETARA POKTAN dan SARANA.

G. LATIHAN
Untuk mendalami materi ini kerjakan latihan berikut ini!

1. Diskusikan dengan rekan kerja Anda, bagaimana Pengelolaan Data Rutin


Pengendalian Lapangan di wilayah kerja Anda!, Apa yang Anda lakukan jika
pelaksanaan Pengelolaan Data Rutin Pengendalian Lapangan di wilayah kerja
Anda tidak berjalan sesuai alur yang ada!
2. Praktikan cara mengisi formulir SDM!
3. Praktikkan cara mengisi formulir POKTAN!

77
4. Praktikkan cara mengisi formulir SETARA POKTAN!
5. Praktikkan cara mengisi formulir SARANA!

H. TES FORMATIF
Pilihlah jawaban a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling tepat!

1. Ada berapa jenis formulir New Siga Pengendalian Lapangan?


a. 18 jenis
b. 2 jenis
c. 20 jenis
d. 22 jenis
e. 4 jenis
2. Dibawah ini yang termasuk formulir Dallap Setara Poktan?
a. K/0/RUMAHDATAKU dan R/I/RUMAHDATAKU
b. K/0/KAMPUNGKB dan K/0/PPKS
c. R/I/PPKS dan R/I/KAMPUNG KB
d. R/I/RUMAHDATAKU dan R/I/PPKS
e. K/0/RUMAHDATAKU dan R/I/KAMPUNG KB
3. Dibawah ini yang bukan termasuk formulir Dallap SDM?
a. K/0/PKB
b. K/0/PPLKB
c. K/0/POK KB
d. K/0/PPKBD
e. K/0/SUB PPKBD
4. Nomor register kelompok pada Kelompk Kegiatan (Poktan) terdiri dari berapa
digit?
a. 4
b. 2
c. 3
d. 5
e. 1
5. Dibawah ini yang merupakan formulir New SIGA Dallap Sarana yaitu..
a. K/0/BP/20
b. K/0/Mupen/20
c. K/0/MPC/20
d. K/0/BalaiPenyuluhan/20
e. K/0/Faskes/20

78
I. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT
Setelah mengerjakan Tes Formatif pada BAB III ini, coba Bapak/Ibu nilai tes tersebut
dan cocokkan dengan kunci jawaban yang tersedia dalam modul ini, berapa nilai
yang diperoleh. Jika Bapak/Ibu dapat menjawab 5 soal dengan benar maka
Bapak/Ibu dianggap menguasai Pokok Bahasan ini, dan Bapak/Ibu dapat melanjutkan
ke BAB berikutnya akan tetapi jika jawaban benar Bapak/Ibu belum mencapai 4 soal,
berarti Bapak/Ibu perlu mengulang mempelajari Pokok Bahasan ini kembali dengan
lebih baik.

79
Tampilan halaman awal website: [Link]

A. TAHAP I: PENYIAPAN MASTER WILAYAH


Master wilayah yang digunakan pada aplikasi New SIGA sama dengan master
wilayah yang digunakan pada aplikasi Pendataan Keluarga 2021

1. Cek data wilayah pada aplikasi portal PK 21 dengan alamat


[Link]
2. Updating data wilayah dapat dilakukan melalui menu Pengaturan ➔ Master
Wilayah oleh “Manajer Kecamatan”

80
3. User “Manajer Kecamatan” di-generate oleh admin pusat dan di bagikan ke
Pengelola Data dan Informasi Provinsi
4. Bagi provinsi yang sudah mengirimkan pemetaan wilayah PK21 maka data
tersebut akan otomatis masuk ke dalam aplikasi portal tersebut

B. B. TAHAP II: PENYIAPAN USER


1) Menyiapkan user sesuai kebutuhan dengan jenis role sebagai berikut :

ROLE JENIS_USER AKSES AKSI


Administrator Administrator SR Aplikasi new SIGA Semua Lihat,cetak,
Formulir approval,
aktif dan
non aktif
K0

Administrator Aplikasi Portal Pengaturan


Wilayah Wilayah
dan user

Operator Operator SR Aplikasi new SIGA Semua Entry/


Operator BKB Formulir & R/I/BKB
K/0/BKB Tambah
Operator BKR K/0/BKR & R/I/BKR Data, edit,
Operator BKL K/0/BKL & R/I/BKL cetak
Operator UPPKA K/0/UPPKA & R/I/UPPKA
Operator PIK R K/0/PIK-R & R/I/ PIK-R
Operator SDM K/0 & R/I SDM
Operator Setara K/0 & R/I (Kampung KB,
Operator
Poktan Sarana K/0 (BP, MPC, Mupen)
Rumahdataku, PPKS) & R/I (BP)
Operator Yan KB K/0/KB, R/I/KB & R/II/KB
Supervisor Supervisor SR Aplikasi new SIGA Semua Lihat,
Formulir cetak
2) Ketentuan pembuatan user :
▪ User pada aplikasi SIGA lama sudah dimigrasi ke aplikasi new SIGA
▪ User hasil migrasi perlu dilakukan updating password dan role/hak akses
yang diberikan

81
▪ Setiap user yang dibuat tidak boleh terjadi rangkap role antara
“Administrator”, “Operator” dan “Supervisor”
▪ Khusus user operator maka dapat dilakukan 5 tipe pemberian hak akses :
 User yang diberi akses sebagai “Operator SR”, maka user tersebut dapat

melakukan entri pada seluruh form yang ada pada aplikasi new SIGA
 1 user diberi 1 akses saja, maka user hanya dapat melakukan entri pada

formulir sesuai akses yang diberikan saja, misal : dibuat user khusus
operator BKB saja
 1 user diberikan beberapa akses, maka user dapat melakukan entri

sesuai akses yang diberikan, misal : dibuat 1 user dengan role operator
BKB, BKR,BKL, PIK R, dan UPPKA, user tersebut dibuat untuk melakukan
entri semua data poktan saja.
 User tingkat Faskes KB

▪ Merupakan user yang dibuat khusus untuk menjadi operator di suatu


faskes KB, maka user ini hanya dapat melakukan entri pada faskes
KB yang ditentukan saja. Misal : suatu puskesmas ingin melakukan
input mandiri
 User tingkat Poktan

▪ Merupakan user yang dibuat khusus untuk menjadi operator di suatu


Kelompok Kegiatan, maka user ini hanya dapat melakukan entri pada
poktan yang ditentukan saja. Misal : kader GenRe dibagi tugasnya
untuk melakukan input di masing-masing kelompok PIK-R

3) Setelah dilakukan pembuatan user maka user didistribusikan sesuai


pembagian tugas

82
C. TAHAP III: PENYIAPAN DATA KELUARGA
1) Data keluarga pada aplikasi new SIGA bersumber dari data PK, untuk kemudian
diconvert ke dalam bentuk rekapitulasi data keluarga
2) Lakukan updating pada rekapitulasi data keluarga, untuk memperoleh data new
SIGA yang akurat, karena penghitungan PUS, PA, PB, pengambilan data keluarga
sasaran poktan diambil dari rekapitulasi data keluarga.
3) Suatu keluarga dapat didaftarkan sebagai anggota kelompok kegiatan jika sudah
terdaftar di rekapitulasi data keluarga.
4) Updating pada rekapitulasi keluarga dapat dilakukan berupa :
▪ Updating data anggota keluarga (edit, tambah, hapus)
▪ Updating Keluarga (edit, tambah, hapus)
▪ Updating data isian terkait keluarga (kesertaan JKN, status hamil, dsb)

D. RANGKUMAN
Untuk menggunakan aplikasi SIGA perlu menyiapkan langkah awal sebagai
berikut.

1. Penyiapan master wilayah


2. Penyiapan user
3. Penyiapan Data Keluarga

E. LATIHAN
Untuk mendalami BAB ini kerjakan latihan berikut!

1. Diskusikan dengan teman Anda cara membuat Master Wilayah!


2. Bagaimana Anda menyiapkan user!
3. Bagaimana Anda menyiapkan Data Keluarga!
4. Siapkan perangkat untuk melakukan aplikasi SIGA!
5. Kumpulkan Data Keluarga di lingkungan wilayah kerja Anda!

83
F. TES FORMATIF
1. Sistem Informasi Keluarga (SIGA) adalah:
a. seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur,
perangkat, teknologi dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan
dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang
berguna dalam mendukung pembangunan keluarga.
b. user yang dibuat khusus untuk menjadi operator di suatu Kelompok
Kegiatan, maka user ini hanya dapat melakukan entri pada poktan yang
ditentukan saja.
c. data rutin dan informasi yang dihasilkan dijadikan sebagai dasar
perencanaan, monitoring kinerja serta peta kerja intervensi pada setiap
tingkatan wilayah; sehingga dibutuhkan data yang valid dan akurat untuk
mendukung pengambilan kebijakan secara tepat.
d. segala perubahan terkait data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota.
Kecamatan dan desa/kelurahan) wajib mengacu pada peraturan menteri
dalam negeri yang mengatur tentang kodefikasi wilayah.
e. sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi
dalam kegiatan strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan
kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2. Aksi yang dilakukan oleh Administrator Wilayah dalam menyiapkan user sesuai
kebutuhan dengan jenis role adalah:
a. Lihat
b. Cetak
c. Approval
d. Aktif dan non aktif K0
e. Pengaturan user

84
3. User yang dibuat khusus untuk menjadi operator di suatu faskes KB, maka user
ini hanya dapat melakukan entri pada faskes KB yang ditentukan saja. Misal:
suatu puskesmas ingin melakukan input mandiri, adalah:
a. User tingkat Faskes KB
b. User tingkat Poktan
c. Supervisor
d. Administrator
e. Operator

4. Semua Formulir Aplikasi SIGA versi baru dapat diakses oleh:


a. User tingkat Faskes KB
b. User tingkat Poktan
c. Supervisor dan Administrator
d. Operator
e. Komunikator

5. Updating pada rekapitulasi keluarga dapat dilakukan seperti berikut, kecuali:


a. Updating data anggota keluarga (edit, tambah, hapus)
b. Updating Keluarga (edit, tambah, hapus)
c. Updating data isian terkait keluarga (kesertaan JKN, status hamil, dsb)
d. Updating kesertaan KB pada rekapitulasi data keluarga.
e. Penambahan user baru

G. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Setelah mengerjakan Tes Formatif pada BAB IV ini, coba Bapak/Ibu nilai tes tersebut
dan cocokkan dengan kunci jawaban yang tersedia dalam modul ini, berapa nilai
yang diperoleh. Jika Bapak/Ibu dapat menjawab 5 soal dengan benar maka
Bapak/Ibu dianggap menguasai Pokok Bahasan ini, dan Bapak/Ibu dapat melanjutkan

85
ke BAB berikutnya akan tetapi jika jawaban benar Bapak/Ibu belum mencapai 4 soal,
berarti Bapak/Ibu perlu mengulang mempelajari Pokok Bahasan ini kembali dengan
lebih baik.

86
A. KESIMPULAN
Pengelolaan data rutin Pelayanan KB meliputi pencatatan dan pelaporan data
potensi tempat pelayanan KB, Hasil Pelayanan KB dan Mutasi Alat dan Obat
Kontrasepsi. Adapun sasaran dalam pengelolaan data rutin Pelayanan KB terdiri dari
tempat pelayanan KB dan Akseptor Pelayanan KB. Jenis Formulir Pengelolaan Data
Rutin Pelayanan KB (Yan – KB) terdiri atas:

1. K/0/KB/20
2. R/I/KB/20
3. R/II/KB/20

Sub Sistem Pengendalian Lapangan adalah Upaya untuk menunjang penyediaan


data dan informasi bagi pengelolaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana,
dan Pembangunan Keluarga, terutama yang berkaitan dengan data potensi, proses
dan hasil kegiatan pengendalian lapangan KB yang dilakukan oleh para petugas KB
di kecamatan, petugas lapangan/penyuluh KB di desa/kelurahan bersama kader KB
di berbagai tingkatan wilayah RT, dusun/RW, desa/kelurahan, kecamatan,
kabupaten/kota dan provinsi dilakukan melalui Sub Sistem pengelolaan data rutin
Pengendalian Lapangan Program Bangga Kencana. Jenis formulir yang digunakan
meliputi SDM, POKTAN, SETARA POKTAN, dan SARANA.

Untuk menggunakan aplikasi SIGA perlu menyiapkan langkah awal sebagai berikut.

1) Penyiapan master wilayah


2) Penyiapan user
3) Penyiapan Data Keluarga

87
B. TES SUMATIF
Pilihlah Jawaban a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling tepat!

1. Berikut adalah ruang lingkup pengelolaan data rutin pelayanan KB..

1) Pengumpulan data dengan Kartu Pendaftaran Tempat Pelayanan KB


(K/0/KB)
2) Pengumpulan data dengan Formulir Register Pelayanan KB (R/I/KB)
3) Pengumpulan data dengan Formulir Register Alat dan Obat Kontrasepsi
(R/II/KB)
4) Pengumpulan data dengan Formulir Register Pelayanan KB New Siga
(K/0/SIGA)
Yang merupakan ruang lingkup pengelolaan data rutin pelayanan KB adalah...

a. 1, 2, 3
b. 1, 2, 4
c. 1, 3, 4
d. 2, 3, 4
e. 2, 3, 4

2. Bidan yang melaksanakan praktik secara mandiri/perorangan dan mendapatkan


distribusi alokon langsung dari PD-KB, adalah...
a. Praktik Dokter
b. Praktik Mandiri Bidan Jejaring
c. Praktik Mandiri Bidan (setara faskes)
d. Poskesdes/Polindes
e. Praktik kerjasama dengan BPJS Kesehatan

3. Tenaga yang didaftarkan pada K/0/KB/20 adalah…


a. Seluruh tenaga yang ada
b. Tenaga kesehatan yang berada di faskes

88
c. Hanya tenaga kesehatan yang memiliki sertifikat
d. Tenaga yang melakukan pelayanan KB dan RR pada tempat pelayanan KB
e. Hanya tenaga dokter dan bidan pada tempat pelayanan KB

4. Hasil pelayanan KB yang tidak dicatat pada R/II/KB/20 sebagai transaksi


pengeluaran alokon adalah...
a. Peserta KB Baru
b. Peserta KB Ganti Cara
c. Peserta KB Ulangan
d. Komplikasi Berat/Kegagalan/Pencabutan dan Pemasangan
e. tubektomi dan vasektomi

5. Ibu Ani datang ke tempat pelayanan KB dan dilakukan pencabutan implant


kemudian dilanjutkan pemasangan IUD, transaksi tersebut di catat dengan cara…
a. Dicatatkan di R/I/KB sebagai pencabutan dan pemasangan IUD, R/II/KB
pengeluaran alokon IUD untuk pelayanan KB
b. Dicatatkan di R/I/KB sebagai pencabutan dan pemasangan Implant, R/II/KB
pengeluaran alokon Implant untuk pelayanan KB
c. Dicatatkan di R/I/KB sebagai transaksi pencabutan implant dan transaksi
pemasangan IUD, dicatatkan di R/II/KB sebagai pengeluaran alokon implant dan
IUD untuk pelayanan KB
d. Dicatatkan di R/I/KB sebagai transaksi pencabutan implant dan transaksi
pemasangan IUD, dicatatkan di R/II/KB sebagai pengeluaran alokon IUD untuk
pelayanan KB
e. Dicatatkan di R/I/KB sebagai transaksi pencabutan implant dan transaksi
pemasangan IUD, dicatatkan di R/II/KB sebagai pengeluaran alokon Implant
untuk pelayanan KB

89
6. Ada berapa jenis formulir New Siga Pengendalian Lapangan?
a. 18 jenis
b. 2 jenis
c. 20 jenis
d. 22 jenis
e. 4 jenis

7. Dibawah ini yang termasuk formulir Dallap Setara Poktan?


a. K/0/RUMAHDATAKU dan R/I/RUMAHDATAKU
b. K/0/KAMPUNGKB dan K/0/PPKS
c. R/I/PPKS dan R/I/KAMPUNG KB
d. R/I/RUMAHDATAKU dan R/I/PPKS
e. K/0/RUMAHDATAKU dan R/I/KAMPUNG KB

8. Dibawah ini yang bukan termasuk formulir Dallap SDM?


a. K/0/PKB
b. K/0/PPLKB
c. K/0/POK KB
d. K/0/PPKBD
e. K/0/SUB PPKBD

9. Nomor register kelompok pada Kelompk Kegiatan (Poktan) terdiri dari berapa
digit?
a. 4
b. 2
c. 3
d. 5
e. 1
10. Di bawah ini yang merupakan formulir New SIGA Dallap Sarana yaitu..
a. K/0/BP/20
b. K/0/Mupen/20
c. K/0/MPC/20
d. K/0/BalaiPenyuluhan/20
e. K/0/Faskes/20

90
11. Sistem Informasi Keluarga (SIGA) adalah:
a. Seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur,
perangkat, teknologi dan sumber daya manusia yang saling berkaitan dan
dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan yang
berguna dalam mendukung pembangunan keluarga.
b. User yang dibuat khusus untuk menjadi operator di suatu Kelompok Kegiatan,
maka user ini hanya dapat melakukan entri pada poktan yang ditentukan saja.
c. Data rutin dan informasi yang dihasilkan dijadikan sebagai dasar perencanaan,
monitoring kinerja serta peta kerja intervensi pada setiap tingkatan wilayah;
sehingga dibutuhkan data yang valid dan akurat untuk mendukung pengambilan
kebijakan secara tepat.
d. Segala perubahan terkait data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota. Kecamatan
dan desa/kelurahan) wajib mengacu pada peraturan menteri dalam negeri yang
mengatur tentang kodefikasi wilayah.
e. Sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian yang mendukung fungsi manajerial organisasi dalam kegiatan
strategis dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

12. Aksi yang dilakukan oleh Administrator Wilayah dalam menyiapkan user sesuai
kebutuhan dengan jenis role adalah:
a. Lihat
b. Cetak
c. Approval
d. Aktif dan non aktif K0
e. Pengaturan user

91
13. User yang dibuat khusus untuk menjadi operator di suatu faskes KB, maka user ini
hanya dapat melakukan entri pada faskes KB yang ditentukan saja. Misal: suatu
puskesmas ingin melakukan input mandiri, adalah:
a. User tingkat Faskes KB
b. User tingkat Poktan
c. Supervisor
d. Administrator
e. Operator
14. Semua Formulir Aplikasi SIGA versi baru dapat diakses oleh:
a. User tingkat Faskes KB
b. User tingkat Poktan
c. Supervisor dan Administrator
d. Operator
e. Komunikator
15. Updating pada rekapitulasi keluarga dapat dilakukan seperti berikut, kecuali:
a. Updating data anggota keluarga (edit, tambah, hapus)
b. Updating Keluarga (edit, tambah, hapus)
c. Updating data isian terkait keluarga (kesertaan JKN, status hamil, dsb)
d. Updating kesertaan KB pada rekapitulasi data keluarga.
e. Penambahan user baru

92
C. KUNCI JAWABAN

BAB II BAB III BAB IV TES SUMATIF

1. A 1. D 1. A 1. A
2. C 2. B 2. E 2. C
3. D 3. B 3. A 3. D
4. E 4. C 4. C 4. E
5. D 5. A 5. E 5. D
6. D
7. B
8. B
9. C
10. A
11. A
12. E
13. A
14. C
15. E

93
1. BKKBN.(2021).Panduan Pengumpulan dan Pengolahan Data di Kampung KB
Percontohan & Pre Implentasi New SIGA 2021. Jakarta: Direktorat Pelaporan dan
Statistik.
2. BKKBN.(2021).Mekanisme Pengelolaan Data Rutin Pelayanan Keluarga Berencana
Progam Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Jakarta: Direktorat Pelaporan dan Statistik.
3. BKKBN.(2021).Mekanisme Pengelolaan Data Rutin Pengendalian Lapangan
Progam Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Jakarta: Direktorat Pelaporan dan Statistik.

94
SIGA : Sistem Informasi Keluarga

PD KB : Perangkat Daerah Keluarga Berencana

UPPKS : Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor

PPKS : Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera

PKB : Penyuluh Keluarga Berencana

PK 21 : Pendataan Keluarga 2021

95
96
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta

BERENCANA ITU KEREN


@BKKBNofficial

Anda mungkin juga menyukai