BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada dasarnya rencana progam kerja pemerintah pusat yaitu salah
satunya adalah pembangunan infrastruktur. Progam kerja pemerintah
dilakukan secara berkala atau secara terus menerus untuk menciptakan
sebuah kesejahteraan masyarakat serta menciptakan suatu perputaran
perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dalam rangka melalui
pengembangan kegiatan perekonomian masyarakat sekitar. Pembangunan
adalah proses tahap awal untuk menuju suatu perubahan peningkatan
perkembangan sektor sosial, ekonomi, maupun dari sektor budaya. Istilah
dari adanya pembangunan sendiri yaitu sebagai pelaksanaan kegiatan yang
mempunyai tujuan utama sebagai tindakan positif dari salah satu usaha
yang harus dilakukan oleh setiap negara dalam rangka meningkatkan suatu
pendapatan perkapita.
Bentuk dari salah satu hasil pengadaan pembangunan jembatan
yang dilakukan oleh pemerintah pusat yaitu sebagai jalur alternatif selain
adanya jembatan Ngujang 1 yang sudah ada maka diadakannya
pembangunan alternatif selanjutnya yakni jembatan Ngujang 2 yang dapat
menghubungkan antara wilayah Desa Bukur Sumbergempol ke arah utara
yakni wilayah Pucunglor Ngantru. Pembangunan jembatan Ngujang 2 ini
terletak di Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol Kabupaten
1
2
Tulungagung. Dalam hal ini diadakannya pembangunan jembatan
Ngujang 2 yang mana sebagai salah satu bentuk infrastruktrur secara
esensial dengan kegiatan pembangunan tersebut dapat memperoleh suatu
rangsangan kepada masyarakat selain juga memberi suatu peluang usaha
sebagai pertumbuhan dalam bidang sosial maupun dalam bidang
ekonomi khususnya di wilayah Desa Bukur tersebut.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu tahap kenaikan
pendapatan jumlah serta pendapatan per kapita dengan memperhitungkan
adanya suatu penambahan jumlah penduduk juga disertai dengan adanya
perubahan sistem fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara serta
pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Pembangunan
ekonomi suatu negara tidak akan pernah lepas dari suatu pertumbuhan
ekonomi (economic growth) lain halnya pembangunan ekonomi mampu
mendorong suatu pertumbuhan ekonomi dan bagaimana sebaliknya,
pertumbuhan ekonomi pun juga akan memperlancar suatu proses
pembangunan ekonomi. Pada saat pembangunan ekonomi, peran
masyarakat yakni sebagai pelaku utamanya serta pemerintah berperan
sebagai pembimbing serta pendukung jalan lancaranya suatu
pembangunan ekonomi.2
Menurut tinjauan Islam, melalui aspek pembangunan tentunya
mempunyai sifat karateristik serta orientasi yang berbeda dengan
2
Rustan, Pusaran Pembangunan Ekonomi, (Makassar: CV Sah Media, 2019), Hlm. 33-
34
3
pembangunan dalam ekonomi konvensional. Islam memandang
bahwasanya tidak hanya pembangunan yang secara material saja yang
penting, melainkan terdapat segi spiritual dan segi moral juga sangat
penting. Karena dengan adanya pembangunan menurut Islam tidak hanya
berorientasi pada yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu, yaitu dunia
dan akhirat3
Desa menurut etimologi yang berasal dari bahasa sanskerta yakni
“dhesi” yang berarti tanah kelahiran. Sehingga makna suatu desa bagi
setiap orang sangat penting dan juga bukanlah sesuatu yang mempunyai
arti buruk.4 Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi
Desa adalah suatu kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga
yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang
Kepala Desa).5
Desa Bukur yaitu Desa yang memiliki letak geografis cukup
strategis dan mempunyai 2 Dusun yakni Dusun Jati dan Dusun Ngampel.6
Secara letak geografis Desa Bukur memiliki batas – batas wilayah sebagai
berikut :
3
Rifyal Zuhdi Gultom dan Annisa Qadarusman Tini, Pembangunan Infrastruktur Dalam
Islam: Tinjauan Ekonomi Dan Sosial, (Surabaya: Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 2020)Vol. 6, No.
2
4
Icuk Rangga Bawono, Optimalisasi Potensi Desa di Indonesia, (Jakarta: PT Grasindo,
2019), Hlm. 1
5
Kemendikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, Edisi Kelima, (Jakarta: Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2016), Hlm. 322
6
Pemerintah Desa Bukur, Profil Desa – Desa Bukur, [Link]/profil,
Diakses pada tanggal 20 September 2020 pukul 20.20 WIB
4
a. Sebelah Utara : Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru
b. Sebelah Barat : Desa Loderesan Kecamatan Kedungwaru
c. Sebelah Selatan : Desa Jabalsari
d. Sebelah Timur : Desa Sambirobyong
Desa Bukur di sebelah utaranya tersebut berbatasan dengan sungai
yang besar yaitu sungai brantas dan Desa Pucunglor Kecamatan Ngantru
sedangkan dari arah barat berbatasan dengan Desa Loderesan Kecamatan
Kedungwaru, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Jabalsari dan
sebelah timur yakni berbatasan dengan Desa Sambirobyong. Selain itu
dengan melihat kondisi tanah yang dimiliki oleh Desa Bukur yakni
dikatakan relatif subur juga dikatakan datar. Jika ditambah dengan
keberadaan Desa Bukur sendiri maka berbatasan dengan aliran sungai
brantas dari situ masyarakatnya lebih profesional dalam mengatur dan
memanfaatkan potensi yang ada salah satunya yaitu bekerja sebagai buruh
penambang pasir di daerah tersebut.
Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol merupakan salah satu Desa
yang paling banyak di lalui oleh masyarakat karena dengan adanya
pembangunan jembatan Ngujang 2 sebagai salah satu jalur alternatif.
Secara administratif Desa Bukur terletak di Kabupaten Tulungagung
bagian Timur dengan total luas administratif 153,5 Ha sedangkan secara
geografis Desa Bukur berada di wilayah pedesaan. Desa Bukur terletak di
titik 6 Km dari arah Timur menuju ke kota Kabupaten Tulungagung.
Sedangkan 3,5 Km Utara daya dan dari Kecamatan Sumbergempol.
5
Tabel 1.1
Pemaparan Jumlah Penduduk Desa Bukur Tahun 2017
No. Dusun Jenis Kelamin Jumlah
1. Jati Laki – laki 1083 jiwa
Perempuan 1114 jiwa
2. Ngampel Laki – laki 775 jiwa
Perempuan 784 jiwa
Sumber : Data Administrasi RKPDes Bukur Tahun 2017
Berdasarkan tabel 1.1 diatas, Desa Bukur terdiri dari 2 (dua) Dusun
yaitu Dusun Jati dan Dusun Ngampel. Jika berdasarkan tabel rincian
jumlah penduduk Desa Jati untuk golongan laki – laki (L) sebanyak 1083
jiwa, sedangakan golongan perempuan (P) sebanyak 1114 jiwa. Dusun
Ngampel memiliki penduduk golongan laki – laki (L) dengan jumlah 775
jiwa, sedangakn jumlah penduduk golongan perempuan (P) sebanyak 784
jiwa. Jika dijumlahkan antara 2 (dua) dusun yakni desa bukur memiliki
total penduduk golongan laki – laki (L) sebanyak 1492 jiwa dan golongan
perempuan (P) sebanyak 1789 jiwa.
Dilihat secara garis besar umum adanya pembangunan jembatan
Ngujang 2 di Desa Bukur akan sangat memberikan dampak kepada
masyarakat secara langsung mulai dari dampak positif hingga timbul
dampak negatif. Melalui pengadaan pembangunan infrastruktur tersebut
maka dalam bidang sosial perekonomian telah muncul dampak positif
yaitu mulai dari kemudahan masyarakat dalam mempersingkat waktu
melintas ke jalur penyebrangan jembatan secara efektif, munculnya
sumber mata pencaharian, lapangan pekerjaan sebagai peluang usaha,
6
kepemilikan kekayaan dan sebagainya. Sedangkan dampak negatif yang
timbul akibat adanya pembangunan jembatan Ngujang 2 yaitu mulai
hilangnya pekerjaan tetap masyarakat di bidang jasa penyebrangan perahu,
adanya polusi udara, selain itu dampak yang ditimbulkan yakni
masyarakat yang tidak siap dalam pengadaan pembangunan infrastruktur
tersebut, yang tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada.
Tabel 1.2
Mata Pencaharian Masyarakat Desa Bukur Tahun 2017
No. Mata Pencaharian Jumlah
1 Pertanian 115 Orang
2 Peternakan 82 Orang
3 Perkebunan 82 Orang
4 Perikanan 205 Orang
5 Kerajinan 7 Orang
6 Jasa dan Perdagangan 69 Orang
7 Industri 15 Orang
Sumber : BPS Tahun 2017
Berdasarkan tabel 1.2 diatas terkait mata pencaharian penduduk Desa
Bukur di jelaskan sebagai berikut : jumlah sebanyak 115 orang merupakan
pekerjaan masyarakat dibidang petani atau 3,5% dari jumlah penduduk
masyarakat Desa Bukur, sedangkan jumlah sebanyak 65 orang atau dengan
sekitar 2% dari jumlah total penduduk masyarakat Desa Bukur merupakan
pekerjaannya di bidang peternak yang mana diketahui dengan beternak
berupa ayam, sapi dan juga kambing. Sedangakan di dalam bidang
perkebunan yakni dimiliki masyarakat dengan jumlah 82 orang atau dengan
sekitar 2,24% dari total penduduk masyarakat Desa Bukur, dengan mayoritas
7
mata pencaharian masyarakat Desa Bukur yaitu sebagai perikanan dengan
jumlah total sebanyak 205 orang atau sekitar 6,32% dari total jumlah
penduduk masyarakat Desa Bukur, dan jumlah 7 orang terdapat sebagai
pengrajin salah satunya sebagai pengrajin barongan, sedangakn sebagai jasa
penyebrangan dan perdagangan terdapat dengan jumlah total 69 orang dan
juga terdapat 15 industri usaha rumahan dan juga skala UMKM.
Jika dilihat dari identitas masyarakatnya Desa Bukur tidak saja
berpaku pada pekerjaan namun melainkan kesenian tetap menjadi prioritas
untuk mendapatkan suatu hiburan, sehingga hal ini yang dapat membentuk
suatu kesenian jaranan sebagai identitas sosial masyarakat Desa Bukur sejak
Tahun 1995.
Berdasarkan penjelasan diatas dengan banyaknya faktor yang
menjadikan bahan pertimbangan serta dengan tujuan mengkaji lebih dalam
lagi terkait dengan dampak yang ditimbulkan yang muncul adanya
pembangunan jembatan Ngujang 2 ini maka peneliti tertarik jika mengangkat
judul mengenai “Dampak Pembangunan Jembatan Ngujang 2 Pada
Perilaku Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Kondisi Sosial
Ekonomi Masyarakat Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol
Kabupaten Tulungagung)”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas , maka secara terperinci
yang menjadikan suatu permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah :
8
1. Bagaimana dampak pembangunan jembatan Ngujang 2 pada perilaku
kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bukur Kecamatan
Sumbergempol Kabupaten Tulungagung ?
2. Bagaimana cara untuk mengatasi adanya dampak perilaku kondisi
sosial ekonomi masyarakat Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol
Kabupaten Tulungagung ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan ulasan mengenai penjelasan permasalahan yang terdapat
pada latar belakang diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui terkait dampak yang di timbulkan adanya pembangunan
Jembatan Ngujang 2 yang terdapat pada perilaku kondisi sosial
ekonomi masyarakat Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol
Kabupaten Tulungagung.
2. Mengetahui terkait cara untuk mengatasi adanya suatu dampak yang
bermunculan pada perilaku kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa
Bukur Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.
D. Identifikasi dan Batasan Masalah
Di dalam penelitian ini, peneliti hanya memberikan batasan
permasalahan hanya di beberapa hal saja agar pembahasan di dalam
penelitian tidak keluar serta tidak meluas. Selain itu agar memudahkan
peneliti dalam pencarian data yang dibutuhkan. Batasan permasalahan
terletak hanya beberapa terkait dengan pengadaan pembangunan jembatan
Ngujang 2 terhadap kondisi perilaku sosial ekonomi masyarakat Desa
9
Bukur Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Lokasi
penelitian yang dilakukan oleh peneliti tepat di Desa Bukur Kecamatan
Sumbergempol, sedangkan objek yang digunakan untuk penelitian hanya
menggunakan indikator penelitian di bidang kepemilikian kekayaan, jenis
pekerjaan dan pendapatan tanpa memasukkan bidang pendidikan.
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yakni memiliki dua kategori yaitu manfaat secara
praktis dan manfaat secara teoritis yakni sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Manfaat dari hasil penelitian ini yakni sebagai tambahan
bahan literature referensi terutama dalam bidang ekonomi sebagai
bahan bantuan pemikiran ataupun tambahan informasi ataupun
referensi jika diperlukan sewaktu – waktu.
2. Manfaat Praktis
Adapun dari hasil penelitian ini diharapkan mampu
dijadikan suatu bahan masukan bagi pihak – pihak yang
membutuhkan selain itu juga mampu memberikan tambahan
informasi serta pengetahuan yang berhubungan dengan dampak
pembangunan infrastruktur jembatan Ngujang 2 terhadap kondisi
sosial ekonomi masyarakat khususnya masyarakat Desa Bukur.
a. Bagi Masyarakat Desa Bukur
Hasil penelitian ini yakni sebagai inovasi terbaru bagi
masyarakat khususnya digunakan sebagai salah satu masukan
10
dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya perkembangan
perubahan kondisi sosial perekonomian yang mana sulit untuk
dikendalikan. Serta mampu mengikuti alur perubahan kondisi
kehidupan yang semakin berkembang dan mampu
menyesuaikan kondisi saat ini. Selain itu manfaat diadakannya
penelitian ini salah satunya yaitu diharapkan mampu merubah
pola pikir masyarakat Desa Bukur khususnya supaya siap
menerima kondisi perbedaan sebelum dan sesudah
diadakannya pembangunan suapaya lebih mempunyai daya
pikir yang kreatif dan inovatif dalam merancang karya usaha.
b. Bagi Lembaga Pemerintah Desa
Hasil penelitian ini diharapkan mampu digunakan sebagai
sumber informasi terkait dampak yang ditimbulkan setelah
adanya pembangunan infrastruktur jembatan.
c. Bagi Pihak Akademik
Hasil penelitian ini diharapkan mampu digunakan sebagai
bahan perbendaharaan kepustakaan kampus IAIN
Tulungagung.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini tentunya dapat dipergunakan sebagai bahan
penelitian yang serupa sebagai salah satu penelitian
selanjutnya. Penelitian ini juga sebagai salah satu bahan
informasi tentang dampak keberadaan pembangunan
11
infrastruktur jembatan pada kondisi sosial ekonomi
masyarakat.
F. Penegasan Istilah
Adapun di dalam penelitian ini terdapat dua kategori dalam penegasan
istilah yakni penegasan secara konseptual dan penegasan secara
operasional. Untuk menghindari suatu kesalahan dalam pemahaman serta
memudahkan dalam memahami unsur – unsur permasalahan yang ada di
dalam penjelasan selanjutnya, maka itu penulis terlebih dahulu
mengemukakan penjelasan yang tercantum dalam judul skripsi diatas
berikut definisi – definisi yang akan penulis kemukakan di judul adalah
sebagai berikut yakni :
1. Penegasan Konseptual
a. Dampak
Dalam bahasa inggris yaitu impact yang bersinonim dengan
kata effect (akibat) atau consequences (akibat). Sedangkan menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1995:2) diartikan sebagai
suatu benturan yang dikatakan cukup hebat diantara dua benda
sehingga menyebabkan suatu perubahan yang berarti dalam
momentum yang mengalami benturan tersebut. 7
Dari definisi diatas, dampak merupakan sebuah akibat atau
pengaruh yang timbul dari sebuah keputusan yang telah diambil.
Selain itu dampak juga bisa ditimbulkan dari proses lanjutan dari
7
Riva’i Andi Kardian, Komunikasi Sosial Pembangunan - Tinjauan Teori Komunikasi
Dalam Pembangunan Sosial, (Pekanbaru: Hawa dan Ahwa, 2016), Hlm. 35
12
sebuah pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Macam –
macam dampak terbagi menjadi 2 (dua) yaitu dampak positif dan
dampak negatif. Dengan kata lain menilai kata dampak berarti
melihat antara dampak yang di inginkan dan dampak yang tidak di
inginkan.
b. Pembangunan
Pembangunan adalah proses suatu usaha atau serangkaian
pertumbuhan serta perubahan yang berencana serta dilakukan
secara sadar oleh suatu bangsa, negara serta pemerintah dengan
menuju ke arah modernitas dalam upaya pembinaan bangsa.8
c. Sosial
Sosial merupakan suatu proses interaksi antar individu atau
sekelompok manusia. Kata sosial bisa dilihat sebagai mekanisme
atau suatu interaksi dalam hubungan sosial. Selain itu bisa
diartikan sebagai pengaruh timbal balik yang dilakukan antara
berbagai segi kehidupan bersama, antara berbagai segi kehidupan
orang – perorang atau sekelompok secara bersama. Sosial dapat
pula di definisikan sebagai perubahan – perubahan dalam struktur
masyarakat sebagai hasil dari komunikasi serta usaha pengaruh –
mempengaruhi para individu yang ada dalam kelompok.9
d. Ekonomi
8
Hasan Muhammad dkk, Teori – Teori Pembangunan Ekonomi, (Bandung Jabar: Media
Sains Indonesia, 2020), Hlm. 17
9
Sriyana, Perubahan Sosial Budaya, (Malang: Literasi Nusantara, 2020), Hlm. 6
13
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikos, yang berarti
“keluarga, rumah tangga”, dan nomos yang berarti “peraturan,
aturan, hukum”. Sehingga secara garis besar istilah ekonomi
diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah
tangga”. Sedangkan yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau
ekonom yakni orang yang menggunakan konsep serta data dalam
bekerja.10
e. Masyarakat
Masyarakat adalah suatu sekelompok individu yang
memiliki suatu kepentingan bersama serta memiliki budaya serta
lembaga yang khas. Selain itu masyarakat juga bisa dipahami
sebagai sekumpulan orang yang terorganisasi karena memiliki
tujuan yang sama.11
2. Definisi Operasional
Penjelasan yang dimaksud mengenai “Analisis Dampak
Pembangunan Jembatan Ngujang 2 Pada Perilaku Sosial Ekonomi
Masyarakat (Studi Kasus Pada Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat
Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung)”
yang terdapat dalam penelitian ini yakni dampak yang timbul terhadap
kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bukur pada saat sebelum
adanya pembangunan jembatan dan setelah adanya pembangunan
10
Sardjono Sigit, Ekonomi Mikro – Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta: Andi, 2017), Hlm..
1-2
11
Maryani Dedeh dan E. Nainggolan Ruth Roselia, Pemberdayaan Masyarakat,
(Jogyakarta: Deepublish CV Budi Utama, 2019), Hlm. 2
14
jembatan. Sehingga dampak yang muncul pada keadaan kondisi sosial
ekonomi masyarakat Desa bukur setelah adanya pembangunan
tentunnya juga terdapat dampak positif maupun dampak negatif yang
ditimbulkan.
G. Sistematika Penulisan Skripsi
Agar memudahkan pemahaman melalui tulisan ini maka peneliti
membuat sistematika penulisan sebagaimana berikut :
BAB I yakni pendahuluan yang mana pada bab ini menyajikan
beberapa unsur yaitu berisi tentang latar belakang, rumusan masalah,
tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian, penegasan istilah
serta sistematika penulisan. Dimana maksud pendahuluan ini berisi
tentang unsur – unsur pokok yang dapat dijadikan sebagai acuan di dalam
memahami bab berikutnya.
BAB II yakni berisi mengenai kajian pustaka yang terdiri dari fokus
kajian pertama, fokus kajian kedua serta fokus kajian seterusnya, hasil
daripada penelitian terdahulu. Sehingga pada bab penjelasan ini dapat
dijadikan acuan sebagai bahan analisa selanjutnya di dalam objek
penelitian.
BAB III yakni berisi mengenai metode penelitian yang terdiri mulai
dari pendekatan serta jenis penelitian, lokasi penelitian, kehadiran peneliti,
data serta sumber data, teknik pengumpulan data, tekhnik analisis data,
pengecekan keabsahan temuan serta tahap – tahap penelitian. Selanjutnya
15
hal tersebut dapat diketahui tentang bagaimana kesesuaian antar metode
yang dipakai dengan jenis penelitian yang sedang dilakukan.
BAB IV yakni berisi mengenai hasil penelitian yang berisikan mulai
dari paparan data serta temuan penelian yang terdapat di jembatan
Ngujang 2 Desa Bukur Kecamatan Seumbergempol Kabupaten
Tulungagung. Sehingga bab ini disusun sebagai bagian dari upaya untuk
menentukan serta menemukan jawaban atas pertanyaan yang sudah ada di
dalam rumusan masalah di atas.
BAB V yakni pembahasan mengenai analisis dengan cara melakukan
suatu konfirmasi serta analisis antara temuan penelitian dengan teori serta
penelitian yang sudah ada.
BAB VI yakni penutup. Pada bab ini berisi mulai dari kesimpulan dan
saran ataupun suatu rekomendasi. Sehingga penelitian ini yang mana akan
di akhiri ataupun di simpulkan dan diberikan saran yang mampu diberikan
kepada pihak yang bersangkutan. Selain itu agar pembaca dapat
mengetahui dan memahami secara detail dan konkrit, selanjutnya saran
merupakan suatu harapan dari peneliti yang ditujukan kepada pihak yang
lebih berkompeten yang mana agar dapat memberikan suatu kontribusi
bagi masyarakat khususnya di daerah terdekat pembangunan jembatan
Ngujang 2 Desa Bukur Kecamatan Sumbergempol Kabupaten
Tulungagung.