MANAJEMEN STRATEGIK DAN KEPEMIMPINAN
“LIMA STRATEGI KOMPETITIF GENERIK YANG AKAN DITERAPKAN
PERUSAHAAN”
Dosen Pengampu : Dr. Dra. Gayatri, [Link]., Ak., CA
KELOMPOK 05
Anggota Kelompok :
Made Putri Ardia Garini (21 / 2207611021)
Nadia Saftiyan Rahayu (22 / 2207611023)
I Gede Wirajaya (23 / 2207611024)
Ida Bagus Gde Agung Lintang Sutha (24 / 2207611025)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2023
1. LIMA STRATEGI KOMPETITIF GENERIK
Strategi daya saing perusahaan berhubungan langsung dengan hal-hal yang
sifatnya spesifik dari rencana permainan demi suksesnya memenangi persaingan,
misalnya berhubungan dengan upaya-upaya spesifiknya untuk menyenagkan hati
pelanggan; upaya-upaya ofensif serta defensive untuk merespon manuver para
pesaing; apa saja respon-respon yang diperlukan untuk menyikapi perubahan pasar;
inisiatif-inisiatif untuk memperkuat posisi pasar; dan hal-hal spesifik lainnya untuk
meraih keunggulan-keunggulan kompetitif.
Untuk hal tersebut, diperlukan lima strategi kompetitif generic yang bila di
rangkum substansinya akan mengerucut pada dua factor yang membedakan ke lima
strategi tersebut, yakni:
1) Apakah target pasar perusahaan bersifat luas atau sempit
2) Apakah perusahaan tersebut yang sedang mengejar keunggulan kompetitif
terkait dengan diferensiasi biaya rendah atau diferensiasi produk.
2. STRATEGI PENYEDIA BIAYA RENDAH
Strategi Biaya Rendah atau biasa di sebut Cost Leadership Strategy adalah
strategi dimana perusahaan menjual produk dan jasanya kepada pelanggan dengan
harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaing – pesaingnya.
Perusahaan yang memiliki keunggulan biaya menyeluruh dapat memanfaatkan
keunggulan tersebut untuk menetapkan harga rendah atau mengambil
marjin laba yang lebih tinggi. Perusahaan yang mampu membuat produk dengan biaya
yang lebih rendah dan menjualnya dengan harga yang dapat memberikan laba yang
lebih besar dibandingkan pesaing, maka perusahaan berada dalam posisi yang lebih
baik, yaitu :
1) Memungkinkan perusahaan bertahan dalam situasi persaingan
perang harga dan menghalangi pesaing dengan biaya yang lebih tinggi
melakukan perang harga (untuk bertahan dari perang harga, menyerang dari
sudut harga, menikmati laba yang tinggi).
2) Laba yang lebih tinggi dapat di investasikan untuk memperbaiki kualitas dan
efisiensi
3) Kemungkinan menghasilkan skala ekonomi, tetapi banyak perusahaan tidak
memanfaatkannya (karena keterbatasan modal, informasi dan lain-lain).
4) Kenaikan bahan baku dari supplier dapat diredam oleh keunggulan dalam biaya.
1
Beberapa cara yang dapat diterapkan dalam strategi biaya rendah adalah :
1) Membuat desain produk yang sederhana dan menstandarisasi komponen-
komponennya
2) Berusaha mendapatkan bahan baku yang murah
3) Melakukan inovasi baru pada proses produksi
4) Mengembangkan jaringan pemasaran yang berbiaya murah
5) Mengusahakan pengurangan biaya overhead seperti biaya penyimpanan, tenaga
kerja dan pemeliharaan.
Dalam strategi biaya rendah perusahaan akan memproduksi produk dengan
desain maupun proses produksi yang sederhana, bahkan dalam strategi ini
perusahaan lebih cenderung mengabaikan biaya riset and development yang relatif
mahal. Perusahaan akan membuat desain produk serta membuat standarisasi untuk
produk yang dihasilkan agar kebutuhan biaya produksi dapat
diminimalisasi. Strategi biaya rendah lainnya adalah dengan mengembangkan
saluran distribusi produk yang lebih murah. Bagi perusahaan yang
menganut strategi biaya rendah, biasanya akan saluran pemasaran dan
pendistribusian produk yang relatif pendek.
Strategi biaya rendah juga menerapkan minimalisasi biaya overhead bahkan
cenderung memangkas biaya overhead. Biaya overhead pabrik umumnya terdiri dari
biaya pergudangan, biaya angkut dan biaya penyimpanan. Bagi perusahaan yang
menerapkan strategi biaya rendah, biaya overhead akan diklasifikasi ke dalam biaya
overhead yang menguntungkan dan biaya overhead yang tidak menguntungkan.
3. STRATEGI DIFERENSIASI LUAS
Salah satu prinsip dasar strategi diferensiasi adalah bahwa strategi diferensiasi
hanya akan menjadi menarik apabila kebutuhan serta preferensi pembeli terlalu
berbeda satu sama lain (perbedaan yang sangat luas) yang tidak begitu saja bisa
dipuaskan oleh satu standar produk yang ditawarkan di dalam pasar. Bahkan,
diferensiasi produk yang sukses menuntut studi yang menyeluruh serta hati-hati
terhadap kebutuhan serta perilaku pembeli, lalu mempelajari yang sebenarnya mereka
anggap penting dan memiliki nilai, dan seberapa besar mereka bersedia membayar
untuk nilai tersebut. Strategi diferensiasi menuntut proposisi nilai pelanggan yang
bersifat unik, khas.
2
Pada bagian ini pula para peserta didik akan mempelajari bahwa diferensiasi
yang berhasil akan mengarahkan perusahaan untuk melakukan salah satu atau
beberapa tindakan sebagai berikut:
1) Mematok harga yang tinggi untuk produk premium-nya,
2) Meningkatkan penjualan unit (karena pembeli-pembeli baru dimenangkan
dengan fitur-fitur pembeda atas produk-produk perusahaan tersebut), dan
3) Mendapatkan loyalitas pelanggan pada mereknya (karena beberapa pelanggan
terikat secara kuat pada fitur pembeda dari produk yang ditawarkan oleh
perusahaan tersebut).
Hal lain yang juga akan dipelajari pada bagian ini antara lain adalah, bagaimana
mengelola mata rantai nilai untuk menciptakan atribut-atribut yang menjadi pembeda;
bagaimana menciptakan nilai yang sangat unggul melalui strategi diferensiasi luas;
memahami dalam kondisi apa strategi diferensiasi akan bekerja dengan baik; serta,
mengetahui hal-hal apa saja yang harus dihindari saat menjalankan strategi
diferensiasi.
4. STRATEGI PASAR TERFOKUS
Strategi terfokus berbeda dengan strategi lain karena menekan pilihan akan
cakupan bersaing yang sempit dalam suatu industri. Sesuai dengan namanya, fokus
berarti menyasar kelompok konsumen yang lebih sempit atau dalam pemasaran lazim
dikenal dengan istilah ceruk pasar. Ceruk pasar adalah kelompok konsumen yang
memiliki kombinasi kebutuhan atau sumber daya yang lebih spesifik. Sehingga, pada
strategi ini, perusahaan memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil segmen
pasar dan tidak melayani pasar secara luas. Sebuah organisasi yang menggunakan
strategi terfokus mungkin berkonsentrasi pada kelompok konsumen, pasar geografis,
atau segmen lini produk tertentu untuk dapat dengan lebih baik melayani pasar yang
lebih sempit namun terdefinisikan secara jelas daripada pesaing yang melayani pasar
yang lebih luas. Dengan mengoptimalkan strategi untuk segmen pasar, penganut
strategi terfokus berusaha untuk mencapai keunggulan bersaing di dalam segmen
sasaran walaupun tidak memiliki keunggulan bersaing secara keseluruhan.
Usaha yang dilakukan dalam strategi terfokus adalah dengan mengenali secara
detail pasar-pasar yang dituju dan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau
diferensiasi pada segmen kecil tersebut. Strategi terfokus memiliki dua varian yakni :
1) Strategi Biaya Rendah Terfokus
Strategi ini menawarkan produk atau jasa kepada sekelompok kecil (kelompok
ceruk) konsumen pada harga terendah yang tersedia di pasar. Dapat dikatakan
3
dalam fokus biaya perusahaan mengusahakan keunggulan biaya dalam segmen
sasarannya. Contoh dari strategi biaya rendah terfokus : toko perlengkapan bayi
Babyware yang ada di Surabaya menawarkan beraneka macam kebutuhan anak
khusus usia 0-5 tahun. Toko ini menyediakan berbagai macam baju anak baik
perempuan maupun laki-laki, aksesoris-aksesoris, dan berbagai perlengkapan
bayi lainnya. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau dibandingkan dengan
toko serupa lainnya yang ada di Surabaya. Hal ini dikarenakan toko Babyware
telah memiliki tempat pasokan barang murah dan berkualitas tinggi. Usahanya
pun berkembang pesat dengan terbukanya 2 cabang lainnya yang salah satunya
ada di Malang.
2) Strategi Diferensiasi Terfokus
Dalam strategi diferensiasi terfokus, perusahaan mengusahakan diferensiasi
dalam segmen sasarannya. Strategi ini bertujuan untuk menawarkan kepada
ceruk konsumen tertentu, produk atau jasa yang lebih baik dalam memenuhi
selera dan permintaan mereka dengan fitur tambahan yang cukup banyak
dibandingkan produk pesaing, walaupun dengan harga yang lebih tinggi. Contoh
strategi diferensiasi terfokus : PT Astra Honda Motor mengeluarkan motor matic
wanita dengan teknologi injeksi. Di tengah persaingan motor matic wanita yang
semakin ketat, PT Astra Honda Motor menerapkan teknologi injeksi pada sepeda
motornya. PT Astra Honda Motor mengeluarkan Honda Vario PGM-FI yang
diklaim memiliki akselerasi yang lebih cepat, hemat bahan bakar dan ramah
lingkungan. Meskipun untuk memperolehnya konsumen harus membayar
dengan harga yang lebih mahal, motor dengan teknologi injeksi ini tetap laku di
pasaran. Selain hemat bahan bakar, sepeda motor ini juga dilengkapi dengan
bagasi yang super besar dan mampu menampung sebuah helm.
Strategi fokus paling efektif ketika konsumen mempunyai preferensi atau
kebutuhan khusus dan ketika perusahaan pesaing tidak berusaha untuk
menspesialisasi diri di segmen target yang sama. Strategi fokus bisa sangat menarik
ke dalam kondisi-kondisi berikut :
1) Ketika ceruk pasar target besar, menguntungkan, dan sedang bertumbuh.
2) Ketika pemimpin pasar tidak melihat ceruk tersebut penting bagi keberhasilan
mereka
3) Ketika pemimpin pasar menganggap terlalu mahal atau sulit untuk memenuhi
kebutuhan khusus dari ceruk pasar target di samping tetap memperhatikan
kebutuhan konsumen arus utama mereka
4
4) Ketika industri memiliki banyak ceruk dan segmen yang berbeda dan dengan
demikian, kemungkinan pelaku strategi fokus memilih ceruk yang relatif menarik
dan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya
5) Ketika tidak banyak pesaing berusaha berspesialisasi di segmen target yang
sama.
Keunggulan strategi terfokus :
1) Perusahaan bisa mendapatkan sedikit pesaing dan penjual yang mempunyai
kekuatan tawar yang lemah apabila perusahaan menargetkan produknya pada
segmen pasar yang kurang sensitif terhadap harga
2) Perusahaan dengan strategi fokus, paham mengenai ceruk pasarnya dan
mengenalnya dengan baik
Risiko menjalankan strategi terfokus :
1) Kemungkinan bahwa banyak pesaing akan menyadari strategi fokus yang
berhasil dan menirunya
2) Preferensi konsumen dapat berubah ke arah atribut-atribut produk yang
diinginkan oleh pasar secara keseluruhan
3) Kenyataan bahwa perusahaan pengadopsi strategi fokus masih beroperasi pada
skala kecil menyulitkan perusahaan untuk menurunkan biaya produksi secara
signifikan
5. STRATEGI PENYEDIA BIAYA TERBAIK
Strategi ini mengambil posisi tengah di antara upaya mengejar keunggulan biaya
rendah serta keunggulan diferensiasi, serta antara menarik minat pasar yang lebih luas
dan pasar yang lebih terfokus. Berposisi di tengah-tengah seperti ini akan memberikan
peluang bagi perusahaan untuk mengejar pembeli yang sensitif terhadap nilai produk
dimana jumlah mereka sangat banyak, yang mana mereka akan mencari produk-
produk dengan kualitas baik hingga sangat baik namun dengan harga yang ekonomis.
Pembeli seperti ini pada umumnya bersedia membayar fitur dan fungsionalitas ekstra
pada harga yang adil.
Analisis competitive positioning merupakan salah satu alat untuk mengetahui
posisi suatu perusahaan dalam suatu pasar, sehingga dari analisis tersebut suatu
perusahaan dapat mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan oleh
perusahaan untuk menghadapi tantangan industri melalui peta struktur persaingan
yang ada. Posisi kompetitif merujuk pada posisi perusahaan di dalam industri atau
pasar dan membandingkannya dengan kompetitor, dengan menggunakan competitive
5
positioning analysis maka akan menambah referensi bagi perencanaan dan
pengelolaan strategi oleh perusahaan (Fleisher dan Bensoussan, 2007, p.103).
Sebuah competitive positioning adalah pernyataan dari target pasar, dimana
sebuah perusahaan akan bersaing, dan diferensial keuntungan, atau bagaimana
perusahaan akan bersaing. Positioning dalam sebuah perusahaan harus
dikembangkan dengan tujuan untuk mendapatkan pasar saham dan pendekatan yang
luas guna untuk memenangkan pelanggan pesaing. (Hooley dan Saunders, 2004,
p.48).
6. FITUR-FITUR YANG KONTRAS ANTARA KE LIMA STRATEGI KOMPETITIF
GENERIK
Fitur-fitur pembeda dari ke lima strategi kompetitif generik berdasarkan 7 komponen,
yakni :
1) Target stratejik
2) Basis strategi bersaing
3) Jajaran produk
4) Penekanan pada produksi
5) Penekanan pada pemasaran
6) Kunci-kunci untuk mempertahankan strategi
7) Sumber daya serta kemampuan yang dipersyaratkan
Strategi-strategi yang berhasil adalah yang berbasis pada sumber daya,
bahwasanya untuk memastikan tingkat keberhasilan strategi bersaing, maka
perusahaan harus mempersiapkan serangkaian sumberdaya, pengetahuan dan
teknologi serta kemampuan-kemampuan yang kompetitif lebih baik daripada pesaing.
REFERENSI
6
Ikatan Akuntan Indonesia. (2015). Modul Chartered Accountant: Manajemen Stratejik
dan Kepemimpinan. Jakarta : Ikatan Akuntan Indonesia.
Muiz, Enong dan Sunarta. (2018). Penerapan Strategi Diferensiasi Memiliki Pengaruh
terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Ekobis, 2(5), hal. 389-402.
[Link]
116006/2
[Link]