0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan14 halaman

Morfologi dan Klasifikasi Bufo Melanostictus

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang salah satu spesies kodok yaitu Bufo melanostictus. Dokumen menjelaskan ciri-ciri umum kodok tersebut, prosedur pengamatan, dan hasil pengamatan yang meliputi gambar bagian dorsal dan ventral dari kodok tersebut.

Diunggah oleh

Etheldrida Tukan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan14 halaman

Morfologi dan Klasifikasi Bufo Melanostictus

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang salah satu spesies kodok yaitu Bufo melanostictus. Dokumen menjelaskan ciri-ciri umum kodok tersebut, prosedur pengamatan, dan hasil pengamatan yang meliputi gambar bagian dorsal dan ventral dari kodok tersebut.

Diunggah oleh

Etheldrida Tukan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ZOOLOGI VERTEBRATA

Bufo Melanostictus

OLEH
KELOMPOK 4

1. ANITA NOMLENI (2101040063)


2. ETHELDRIDA SABU TANA TUKAN (2101040068)
3. FENESIA TOKAEL (2101040004)
4. GRASELLA BOIK (2101040030)
5. INDRI ATAUPAH (2101040031)
6. MARIA IRMA NAIMUNI (2101040009)
7. MARIA K. JERIA (2101040037)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2023
A. Judul : Bufo Melanostictus
B. Tujuan : Untuk mengetahui salah satu spesies dari kelas Amphibia menggunakan kunci
determinasi.
C. Tinjauan Pustaka :
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki
tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari
Chordata. Hewan dalam filum Chordata menunjukkan ciri berbeda dari hewan Invertebrata
dalam hal:
1. Adanya notokorda (korda dorsalis), yaitu sebuah tongkat gelatinosa yang dapat berubah
menjadi kaku, terletak di dorsal, dan hanya ada selama beberapa stadium pertumbuhan.
2. Adanya tabung korda saraf yang terletak di dorsal dari notokorda.
3. Adanya celah-celah insang faringeal.

Hewan Vertebrata memiliki ruas-ruas tulang belakang sebagai perkembangan dari

notokorda. Habitatnya di darat, air tawar maupun di laut. Vertebrata memiliki bentuk kepala
yang jelas dengan otak yang dilindungi oleh 4 cranium (tulang kepala). Memiliki rahang dua
pasang (kecuali Agnatha), bernapas dengan insang, paru-paru, dan kulit. Anggota geraknya
berupa sirip, sayap, kaki dan tangan, namun juga ada yang tidak memiliki anggota gerak.
Reproduksinya secara seksual, jenis kelamin terpisah, fertilisasi eksternal atau internal,
ovipar, ovovivipar, atau vivipar. Jantung Vertebrata berkembang baik, terbagi menjadi
beberapa ruangan, darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Vertebrata

memiliki sepasang mata, umumnya juga memiliki sepasang telinga. Subfilum Vertebrata
terdiri dari lima kelas, yaitu Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia.
Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang
berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk
kehidupan yaitu di darat dan di air. Amfibi adalah vertebrata yang memiliki dua fase
kehidupan pada dua lingkungan yang berbeda. Ketika menetas hidup di air dan bernafas
dengan insang, kemudian saat dewasa hidup di darat dan bernafas dengan paru-paru, Seiring
dengan pertumbuhan paru-paru dan kakinya berkembang, amfibi pun dapat berjalan di atas
daratan. amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh
rambut dan mampu hidup di air maupun di darat.
Berikut ini ciri-ciri dari filum amphibia :
1. Mengalami metamorfosis lengkap
2. Telur biasanya diletakkan di dalam air atau lingkungan lembab dan dibuahi secara
eksternal.
3. Berkulit halus,tipis,berbulu,berpori. Kulit mengandung kelenjar lendir dan kelenjar
racun.
4. Amfibi adalah hewan berdarah dingin.
5. Jantung terdiri dari 3 ruang,2 atrium,1 ventrikel
6. Respirasi dapat secara terpisah atau dalam kombinasi paru- paru,kulit, dan insang.
7. Memiliki peredaran darah tertutup.
8. Kaki memiliki selaput.
9. Anggota badan memiliki ukuran bervariasi dengan anggota bagian depan lebih
kecil dari anggota bagian belakang.

Amphibia terdiri dari 4 ordo, yaitu :


1. Ordo apoda (Caecilia)
Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki
sehingga disebut Apoda. Tubuh menyerupai cacing (gilig), bersegmen, tidak bertungkai,
dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak, mata tereduksi, tertutup
oleh kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. Di
bagian anterior terdapat tentakel yang fungsinya sebagai organ sensory. Kelompok ini
menunjukkan 2 bentuk dalam daur hidupnya. Pada fase larva hidup dalam air dan
bernafas dengan insang. Pada fase dewasa insang mengalami reduksi, dan biasanya
ditemukan di dalam tanah atau di lingkungan akuatik. Fertilisasi pada Caecilia terjadi
secara internal. Salah satu family Caecilia yang ada di Indonesia adalah Ichtyopiidae.
Anggota famili ini mempunyai ciri-ciri tubuh yang bersisik, ekornya pendek, mata relatif
berkembang. Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga
pasang insang yang bercabang yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang
lama di air sebelum metamorphosis. Anggota famili ini yang ditemukan di Indonesia
adalah Ichtyophis sp.

2. Urodela (Salamander)
Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang, mempunyai anggota gerak
dan ekor serta tidak memiliki tympanum (system syaraf yang berfungsi sebagai
pendengaran). Tubuh dapat dibedakan antara kepala, leher dan badan. Beberapa spesies
mempunyai insang dan yang lainnya bernafas dengan paru-paru. Pada bagian kepala
terdapat mata yang kecil dan pada beberapa jenis, mata mengalami reduksi. Fase larva
hampir mirip dengan fase dewasa. Anggota ordo Urodela hidup di darat akan tetapi tidak
dapat lepas dari air. Salamander merupakan kelompok Amphibia yang berekor. Mereka
secara umum dicirikan seperti kadal. Semua anggota dari family ini memiliki ekor yang
panjang, tubuh silinder yang memanjang serta kepala yang berbeda. Sebagian besar
memiliki tungkai yang berkembang dengan baik, biasanya pendek tergantung pada
ukuran tubuh. Tengkoraknya mereduksi dikarenakan adanya beberapa bagian yang
menghilang. Sebagian besar Salamander memiliki empat kaki, meskipun tungkai pada
beberapa spesies akuatik jelas sekali mereduksi. Ada 2 kecenderungan yang cukup
menonjol dalam proses evolusi Salamander yaitu hilangnya (mereduksi) paru-paru serta
adanya paedomorphosis. Paedomorphosis adalah salah satu contoh dari fenomena evolusi
yang disebut dengan heterochrony. Herterochorny terkait dengan perubahan waktu dan
tingkat dari proses perkembangan (terutama dalam masa embryonik) yang merubah
bentuk tubuh hewan dewasanya. Hewan dewasa yang paedomorphic biasanya memiliki
habitat aquatic dan memiliki karakteristik larva seperti adanya insang luar, hilangnya
kelopak mata serta perubahan pola gigi dewasanya. Paedomorphosis merupakan
karakteristik pada beberapa Salamander aquatic seperti Proteidae. Pada family lain,
seperti Ambystomatidae, beberapa spesies paedomorphic tetap bermetamorfosis menjadi
Salamander dewasa yang terrestrial.

3. Anura (katak dan kodok)


Nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo
ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak
mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada
tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa
famili terdapat selaput diantara jari- jarinya. Membrana tympanum terletak di permukaan
kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata dapat
digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Famili Anura yang
terdapat di Indonesia, yaitu :
a. Bufonidae
Famili ini sering disebut kodok sejati. Ciri-ciri umumnya yaitu kulit kasar dan
berbintil, terdapat kelenjar paratoid di belakang tympanum dan terdapat pematang di
kepala. Mempunyai tipe gelang bahu arciferal. Secara diapophisis melebar, Bufo
mempunyai mulut yang lebar akan tetapi tidak memiliki gigi. Tungkai belakang lebih
panjang dari pada tungkai depan dan jari-jari tidak mempunyai selaput. Fertilisasi
berlangsung secara eksternal. Famili ini terdiri dari 18 genera dan kurang lebih 300
spesies. Contoh famili Bufo yang ada di Indonesia, yaitu Bufo asper dan Bufo
biporcatus.
b. Ranidae
Famili ini sering disebut juga katak sejati. Bentuk tubuhnya relatif ramping.
Tungkai relatif panjang dan diantara jari-jarinya terdapat selaput untuk membantu
berenang. Kulitnya halus, licin dan ada beberapa yang berbintil. Gelang bahu bertipe
firmisternal. Pada kepala tidak ada pematang seperti pada Bufo. Mulutnya lebar dan
terdapat gigi seperti parut di bagian maxillanya. Sacral diapophysis gilig. Fertilisasi
secara eksternal dan bersifat ovipar. Famili ini terdiri dari 36 genus. Adapun contoh
spesiesnya adalah Rana chalconota, Rana hosii, dan Rana erythraea.

4. Ordo proanura
Anggota-anggota ordo ini tidak dapat diketemukan atau dapat dikatakan telah
punah. Anggota-anggota ordo ini hidupnya di habitat akuatik sebagai larva dan hanya
sedikit saja yang menunjukkan perkembangan ke arah dewasa. Ciri-ciri umumnya adalah
mata kecil, tungkai depan kecil, tanpa tungkai belakang, kedua rahang dilapisi bahan
tanduk, mempunyai 3 pasang insang luar dan paru-paru mengalami sedikit
perkembangan. Amphibi ini tidak menunjukkan adanya dua bentuk dalam daur hidupnya.
D. Alat dan Bahan :
1. Alat
 Toples kaca
 Gunting
 Kertas
 Tissue
2. Bahan
 Kodok bangkong kolong (Bufo melanostictus)
 Alkohol 70%
E. Prosedur Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Bius kodok dengan cara tuang sedikit larutan alkohol kedalam wadah dan biarkan hingga
kodok tersebut melemas yang di tandai dengan warna bola mata yang memutih
3. Jika kodok sudah melemas dan sudah tidak bergerak lagi, pindahkan kodok kedalam
toples kaca dan tuangkan larutan alkohol 70% hingga menutupi kodok
4. Tutup rapat toples kaca dan pastikan kedap udara.
5. Terakhir, beri label klasifikasi pada toples kaca tersebut

F. Hasil Pengamatan
1. Bagian dorsal Bufo melanostictus
2. Bagian ventral Bufo melanostictus

3. Spesimen pengawetan basah Bufo melanostictus


 Lokasi pengambilan spesimen : Depan gedung aula FKIP Undana
 Waktu pengambilan spesimen : Jumat, 3 Februari 2023
 Waktu dilakukannya pengawetan : Sabtu, 3 Februari 2023

G. Pembahasan

Berdasarkan praktikum dan pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa
kodok bangkong kolong (Bufo melanostictus) termasuk dalam family Bufonidae dengan ciri-ciri
sebagai berikut.

Bufo melanostictus memiliki panjang tubuh 81 mm, lebar tubuh 41 mm, panjang kepala
23 mm, panjang kaki depan 28 mm, panjang kaki belakang 49 mm. Memiliki ukuran tubuh
sedang, tekstur kulit yang kasar dan berkerut, warna tubuhnya hitam keabuan, terdapat bintil
hitam besar dan bintil abu-abu hitam kecil tersebar tak beraturan, terdapat garis hitam keras dari
moncong di atas mata sampai telinga, dagu umumnya merah pada yang jantan,bentuk ujung jari
sama ( jari seperti berkuku), selaput renang tidak penuh (setengah), kakinya tidak sesuai untuk
meloncat.
Bufo melanoctictus  paling sering ditemukan di sekitar rumah. Habitatnya biasa
teresterial di dekat hunian manusia atau wilayah yang tergannggu tetapi bebrapa setengah
akuatik. Kodok ini meloncat kecil dari satu tempat ke tempat yang lain. Bufo melanotictus kawin
di kolam-kolam atau di selokan yang berair pada saat bulan purnama. Kodok jantan
mengeluarkan suara yang ramai sebelum dan sehabis hujan untuk memanggil betinanya.

 Kunci Determinasi

1.a. Tidak bertulang belakang...................................................2


b. Bertulang belakang.............................................................3
2.a. Tubuh lunak dan bercangkang...........................................Moluska
b. Tubuh dan kakinya beruas-ruas.........................................Arthopoda
3.a. Tubuhnya ditutupi bulu......................................................Aves
b. Tubuhnya tidak ditutupi bulu.............................................4
4.a. Kulitnya selalu basah..........................................................5
b. Kulitnya tidak selalu basah................................................5
5.a. Hidup di dua alam..............................................................6
b. Tidak hidup di dua alam.....................................................Reptil
6.a. Memiliki kaki.....................................................................7
b. Tidak memiliki kaki...........................................................Caecilia
7.a. Kulit berbintil hitam...........................................................8
b. Kulit tidak berbintil hitam..................................................8
8.a. Tekstur kulit kasar dan berkerut.........................................9
b. Tekstur kulit tidak kasar dan berkerut................................9
9.a. Selaput renang penuh.........................................................Hylarana parvacola
b. Selaput renang tidak penuh................................................10
10.a. Bentuk ujung jari sama.....................................................Phrynoidis asper
b. Bentuk ujung jari beda.......................................................Bufo melanostictus
Berdasarkan ciri-ciri di atas maka kunci determinasi Bufo melanostictus ialah 1b-3b-4a-5a-6a-
7a-8a-9b-10b, dengan klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom         : Animalia

Filum               : Chordata

Sub Filum        : Vertebrata

Kelas               : Amphibia

Ordo                : Anura

Famili              : Bufonidae

Genus              : Bufo

Species            : Bufo melanostictus

H. Kesimpulan

Bufo melanostictus merupakan salah satu spesies hewan bertulang belakang atau
vertebrata dari kelas Amphibia dengan cirinya, yaitu Memiliki ukuran tubuh sedang, tekstur kulit
yang kasar dan berkerut, warna tubuhnya hitam keabuan, terdapat bintil hitam besar dan bintil
abu-abu hitam kecil tersebar tak beraturan, terdapat garis hitam keras dari moncong di atas mata
sampai telinga, dagu umumnya merah pada yang jantan, selaput renang tidak penuh (setengah),
bentuk ujung jari sama ( jari seperti berkuku).
Daftar Pustaka

 A lpons in . 2019. Identifikasi Morfologi Dan Kunci Determinasi Kelas Amphibia.


[Link]
determinasi-kelas-amphibia/ diakses pada tanggal 5 Februari 2023.

Among Guru. 2018. Contoh Kunci Determinasi (Kunci Dikotom) pada Hewan dan Tumbuhan.
[Link]
tumbuhan/ diakses pada tanggal 5 Februari 2023.
Nesty R, Tjong DH, Herwina H. 2013. Variasi Morfometrik Kodok Duttaphrynus melanotictus
(Schneider 1799) (Anura: Bufonidae) di Sumatera Barat yang dipisahkan oleh Bukit
Barisan. Padang: Jurnal Biologi Universits Andalas. hlm 37-42.

Gusman, D. 2003. Morfometri Spesies Katak dari Famili Bufonidae dan Ranidae di Sumatra
Barat [skripsi]. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas: Padang.
Lampiran

 Bufo melanostictus

 Tahap pembiusan

 Tahap pengawetan (penuangan alkohol)


 Hasil

Anda mungkin juga menyukai