0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan100 halaman

Rancangan Pembukaan UUD 1945 oleh Sudjianto

Dokumen tersebut membahas tentang pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Secara garis besar dokumen menjelaskan tentang tujuan pendidikan Pancasila yaitu membentuk sikap dan perilaku mahasiswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta mampu memahami berbagai persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, dan bernegara berlandaskan Pancasila.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan100 halaman

Rancangan Pembukaan UUD 1945 oleh Sudjianto

Dokumen tersebut membahas tentang pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Secara garis besar dokumen menjelaskan tentang tujuan pendidikan Pancasila yaitu membentuk sikap dan perilaku mahasiswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 serta mampu memahami berbagai persoalan kemasyarakatan, kebangsaan, dan bernegara berlandaskan Pancasila.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Oleh : Drs.

Sudjianto, MM
 Peserta didik/mahasiswa dapat memahami dan
mampu melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD
1945 dalam kehidupan sebagai warga negara RI.
 Menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang
beragam masalah dasar kehidupan masyarakat,
berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi
dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945.
 Memupuk sikap dan prilaku yang sesuai dengan
nilai-nilai dan norma Pancasila, sehingga mampu
menaggapi perubahan yang terjadi dalam rangka
keteraduan Ipteks dan pembangunan.
 Membantu mahasiswa dalam proses belajar, proses
berfikir, memecahkan masalah dan mengambil
keputusan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila
dan UUD 1945.
 Kompetensi yang diharapkan; mampu
memahami, menganalisis dan menjawab
masalah-masalah yang dihadapi oleh
masyarakat bangsa secara
berkesinambungan dan konsisten dengan
cita-cita dan tujuan nasional seperti yang
digariskan dalam Pembukaan UUD 1945.
Dapat menghayati filsafat dan Ideologi
Pancasila sehingga menjiwai tingkah laku
sebagai WNI dalam melaksanakan
profesinya.
 Dapat menjadikan warga negara Indonesia
yang unggul menguasai Ipteks dan seni
namun tidak kehilangan jati dirinya sebagai
bangsa Indonesia.
GBPP MK Pancasila
1. Memahami landasan dan tujuan Pendidikan
Pancasila
2. Memahami dan menginternalisasikan nilai Sejarah
Perjuangan Bangsa.
3. Memahami sistem ketatanegaraan RI berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945
4. Memahami dinamisasi pelaksanaan UUD1945
5. Memahami Pancasila sebagai sistem fisafat
6. Memahami Pancasila sebagai idilologi
7. Memahami Pancasila sebagai sistem etika
8. Memahami aktualisasi Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
 Literatur / Kepustakaan

 1. Pancasila sebuah Epilog, Menjawab Tantangan


Zaman, Meita Purnamasari Augustin & Indah
Fatmawati, 2019
 2. Santiaji Pancasila, Prof. Darji Darmodihardjo,
S.H. Dkk.
 3. Pendidikan Pancasila (SK Dirjen Dikti
No.38/Dikti/Kep/2002)
4. Pendidikan Kewarganegaraan
([Link],M.S.)
 5. UUD RI 1945 ( Amandemen oleh MPR),
Sekretariat Jenderal MPR 2006.
 Terbentuk sikap dan cara berfikir
komprehensif integral pada seluruh aspek
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
 Menumbuhkan rasa cinta tanah air untuk
membela keutuhan dan tegaknya negara
/NKRI,serta keutuhan bangsa
 Menumbuhkan wawasan warga negara
dalam persahabatan, perdamaian dunia,
kesadaran bela negara, sikap dan perilaku
yang bersendikan nilai-nilai budaya bangsa
 MK Pengembangan Kepribadian meliputi ;
Agama,Pancasila dan Pend. Kewarganegaraan
 Dibeberapa negara didunia melaksanakan MK.
General Education/Humanities ini melalui dunia
pendidikan, seperti;
Amerika Serikat mempunyai; History Humanity
And Philosophy;
Jepang mempunyai ; Japanese History, Ethis,
Philosophy and Science Religion,
Phillipina mempunyai; Family Planning,Taxtion
And Land Reform, The Phillipina New
Constitution, Study of Human Right .
LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA
A. Pancasila ditinjau dari Landasan
Historis
 Bangsa Indonesia terbentuk melalui suatu proses yang
cukup panjang sejak kerj. Kutai, Sriwijaya, Majapahit
sampai datangnya bangsa lain yang menjajah Indonesia.
Selama ratusan tahun bangsa Indonesia berjuang
menemukan jati dirinya,yang digunakan sebagai filosofi
hidup dan bangsa yang dirumuskan dan disahkan
menjadi dasar negara Indonesia. Yang sekarang kita
kenal sebagai Pancasila dan tiada lain sebagai nilai-nilai
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 Pada masa sebelum kemerdekaan sampai dengan


kemerdekaan RI yaitu dalam ketatanegaraan RI
dilakukan upaya menyusun rancangan UU
Ketatanegaraan RI dalam sidang BPUPKI (Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia) digunakan pertama kali istilah Pancasila oleh
Ir. Soekarno dan Moch. Yamin.
 Istilah Pancasila digunakan untuk memberikan nama
pada 5 (lima) Prinsip dasar kenegaraan Indonesia oleh
Soekarno dan Moh. Yamin.``

 Pada tanggal 18 Agustus 1945 sehari setelah


kemerdekaan/ Proklamasi RI. PPKI (Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia) menetapkan dan mensahkan
UUD 1945 yang dikenal dengan UUD 1945. Dalam
Pembukaan UUD’45 tercantum 5 (lima) dasar negara yang
kini dikenal dengan sebutan Pancasila. Meskipun istilah
Pancasila sendiri tidak tercantum di dalam UUD’45
tersebut.
B. Pancasila Sebagai Landasan Kultural
Pancasila dalam hal ini berkaitan erat
dengan budaya kehidupan bangsa
Indonesia dan menentukan eksistensi
bangsa Indonesia. Selain itu sikap mental,
tingkah laku ataupun amal perbuatan setiap
bangsa Indonesia harus mencerminkan dari
sila-sila Pancasila, karena nilai-nilai budaya
Pancasila ada dan tumbuh sebagai budaya
bangsa Indonesia.
C. Pancasila sebagai Landasan Yuridis
Sebagai landasan Yuridis Pancasila
tercantum dalam Pembukaan UUD’45.
Pancasila adalah dasar negara RI, hal ini
berarti bahwa Pancasila dipergunakan
sebagai dasar dan pedoman dalam
mengatur pemerintahan dan
penyelenggaraan negara. Isi dan tujuan dari
semua perundang-undangan di Indonesia
harus berdasarkan Pancasila.
D. Pancasila sebagai Landasan Philosofis
Falsafah berasal dari kata Yunani
“philosophia”.
• “Philos” berarti “mencintai” atau “mencari”
• “Sophia” berarti “kebijaksanaan”/ “kebenaran”
(wisdom).
Secara harfiah falsafah berarti mencintai
[Link] filsafat dalam bahasa arab
adalah “falsafah”. Menurut al-farobi (ahli filsafah
Islam) falsafat ialah ilmu pengetahuan tentang
alam maujud bagaimana hakikat yang
sebenarnya.
Dalam hal ketatanegaraan terdapat 3
(tiga) faktor utama yang harus ada dan
satu sama lain saling mempengaruhi
dan mempunyai hubungan yang erat,
yaitu :
1. Faktor Filsafat Negara
2. Faktor Konstitusi/ UUD
3. Faktor Garis Politik
 Dasar filasafat negara yang disebut juga
dasar atau landasan ideal. Filsafat ini
berakar pada pandangan hidup masyarakat
yang mendukung negara tersebut. Sebagai
contoh: Pancasila adalah dasar filsafat
Negara RI yang berakar pada pandangan
hidup, termasuk cita-cita ketatanegaraan,
watak dan kepribadian bangsa Indonesia.
 Ketentuan hukum mengenai struktur
negara dan pemerintahannya, termasuk
bentuk dan susunan negaranya, alat-alat
perlengkapannya, tugas alat-alat
perlengkapan tersebut, serta hubungan
satu sama lain.
 Garis kebijaksanaan atau pengarahan
jalannya pemerintahan negara, sehingga
dapat dicapai tujuan negara dan ini berarti
program kerja pemerintahan yang
dilaksanakan terus menerus sesuai dengan
tujuan negara menurut tertib hukum yang
ditetapkan dalam UUD/ Konstitusi serta
peraturan dibawahnya.
 Ketiga faktor tersebut saling berkaitan satu
sama lain. Faktor filsafsat memberi jiwa
dan semangat, cita-cita dan pandangan
hidup bagi struktur dan administrasi
pemerintahan maupun bagi pengarahan
yakni garis politik. Suatu struktur dan
mekanisme pemerintahan harus sesuai
dengan dasar filsafat negara dan tujuan
negara yang akan dicapai melalui program
kerja pemerintah. Peran ketiga faktor
tersebut akan mempengaruhi terhadap
kestabilan atau mantap atau tidaknya suatu
negara dan jalannya pemerintahan.
Pancasila Dalam Konteks Sejarah
Perjuangan Bangsa
 Secara kronologis Pancasila sebagai
filsafat negara tumbuh dan berkembang
sejalan dengan sejarah perjuangan
Indonesia yang cukup panjang.
 Lahirnya falsafah Pancasila tidak terlepas
dari sejarah perjuangan bangsa ang telah
dimulai sejak zaman kerajaan Sriwijaya,
Majapahit, Mataram, yang mengalami
masa pasang surut dan terpecah dengan
masuknya bangsa barat.
 Melalui perjuangan pergerakan nasional Budi
Utomo tahun 1908 (melalui cita-cita politik
yang dilaksanakan melalui pendidikan dan
pengajaran) juga pergerakan nasional yang
melahirkan Sumpah Pemuda 28 Oktober
1928. Serta pembentukan BPUPKI dengan
panitia kerja (Panitia 9 sebagai Tim Perumus)
yang menghasilkan naskah rancangan
Pembukaan UUD’45 (tanggal 22 Juni 1945)
yang terdiri dari 4 alinea. Kemudian dikenal
sebagai “Piagam Jakarta” dalam rancangan
inilah untuk pertama kalinya Pancasila
dicantumkan sebagai Dasar Negara Indonesia.
Dan selanjutnya ditetapkan dalam UUD’45
pada Pembukaan Alinea 4 (UUD’45 disahkan
pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI).
 Usulan Rumusan dasar ketatanegaraan Indonesia oleh Muh. Yamin (20 Mei
1945):
1. Perikebangsaan
2. Perikemanusiaan
3. Periketuhanan
4. Perikerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Lima prinsip tersebut diusulkan dalam rancangan UUD Indonesia pada alinea
pembukaan dengan rumusan sebagai berikut :
1. Ketuhanan YME
2. Kebangsaan persatuan Indonesia
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Usulan dari Ir. Soekarno pada pidato sidang ke-3 BPUPKI (1 Juni 1945):
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internalisme/ perikemanusiaan
3. Mufakat dan demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan
 Rumusan Pancasila pada Piagam Jakarta
(22 Juni 1945):
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
 Pancasila dalam dokumen sejarah a.l:
1. Pidato Muh. Yamin tanggal 29 Juni 1945
2. Pidato Soekarno tanggal 1 Juni 1945
3. Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945
4. Dalam Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945
5. Dalam alinea ke-4 Mukaddimah Konstitusi RIS
tanggal 27 Desember 1945
6. Dalam alinea ke-4 Mukaddimah UUDS 1950
tanggal 17 Agustus 1950
7. Dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 Dekrit
Presiden tanggal 5 Juli 1959
Sejarah Perjuangan Bangsa
Indonesia
Masa Sebelum Masa Sesudah
Kemerdekaan Kemerdekaan

Sebelum Masa 1945- 1950- Orde Orde O


Penjajahan Penjajahan 1950 1959 Lama Baru R
m
Masa
Kejayaan Belanda Jepang

- Pergerakan
Sriwijaya • Budi Pergerakan
- Utomo • Putera
Majapahit • Sumpah • Peta
Pemuda
• Serikat
Islam
 Tahun 400-600 M.:
- KerajaanKutai (KALTIM):
 Raja Kudungga
 Raja Asywawaman
 Raja Mulawarman (Prasasti Batu Tulis)

- KerajaanTarumanegara (Bogor):
 Raja Purnawarman (Prasasti Batu Tulis)
 Abad ke 13 (Tahun 1227);
Agama Islam masuk melalui Aceh dibawa
pedagang Parsi dan Gujarat. Kerajaan pertama
“Samudra Pasai”, kemudia disusul Kerajaan
Islam di Pulau Jawa, di Banten, Tuban, Gresik,
Cirebon.

 Abad ke 16;
Masuk agama Kristen yang dibawa oleh
pedagang Portugis dan Belanda.
Masa kejayaan bangsa kita tampak pada:
- Masa Kerajaan Sriwijaya
- Masa Kerajaan Majapahit:
Sumpah Palapa – Patih Gajah Mada
(untuk mempersatukan nusantara).
Masa setelah masuknya penjajahan Belanda:
Melalui perdagangan bangsa Belanda
membentuk VOC (Vereenigde Oost Indische
Compania)sebagai bentuk kongsi dagang.

Reaksi yang timbul:


 Perlawanan di berbagai daerah seperti:
- Di Mataram – Sultan Agung
- Di Banten – Sultan Agung Tirtayasa
 Pergerakan Nasional Budi Utomo (20 Mei 1908)
Bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran
melalui program mengusahakan perbaikan
pendidikan dan pengajaran.
 Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)
Mengumandangkan persatuan bangsa, tanah air,
dan Bahasa Indonesia.
Tokohnya:
Muh. Yamin, Wangsanagara,
Kuntjoro Purbopranoto.
Setelah Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942
berbagai kegiatan politik ataupun rapat-rapat
dilarang, dikeluarkan pula peraturan
membubarkan semua perkumpulan.

Propaganda 3A Jepang yaitu Jepang Pelindung


Asia, Cahaya Asia, dan Pemimpin Asia. Berkaitan
dengan keinginan Jepang untuk menguasai
Indonesia.
Tanggal 17 Agustus 1945 Puncak Pergerakan

Hal ini merupakan kelanjutan dari perjuangan


yang dilaksanakan berabad-abad lamanya.
Pergerakan 17 Agustus 1945 seperti telah
dicantumkan dalam pembukaan UUD 1945
kemerdekaan tersebut adalah hak segala bangsa,
penjajahan tersebut tidak sesuai dengan
kemanusiaan dan keadilan.
Masa bangsa Indonesia merebut memperbaiki
kekuasaan terhadap penjajah.
 22 Agustus 1945
Terbentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat)
 10 Nopember 1945
Perlawanan di Surabaya
 25 Maret 1947
Perjanjian Linggarjati (mendirikan negara
federasi – Negara Indonesia Serikat)
 Terjadinya pemberontakan RMS (Republik
Maluku Selatan), Tahun 1950 dibawah
pimpinan [Link] gerakan ini ingin
melepaskan diri dari pemerintah RI.
 27 Desember 1949-17 Agustus 1950, masa
Republik Indonesia Serikat (RIS).
 17 Agustus 1950 diubah kembali menjadi
Negara Kesatuan, K/ bentuk negara ini lebih
tepat u/ mempersatukan dan
mempertahankan kesatuan bangsa dan
negara Indonesia.
 Tahun 1950 (tanggal 27September) Indonesia
menjadi anggota PBB ke-60, bendera
Indonesia berkibar disamping Negara lainnya.
Pada masa ini kita mempertahankan negara
kesatuan RI dari pemberontakan yang
terjadi seperti:
 PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik
Indonesia).dibawah pimpinan Ssyafrudin
Prawiranegara Tahun 1958.
 Pemberontak Aceh (1953), o/ Daud Beureuh
(DI/TII) – Aceh [Link] Negara Islam
Indonesia.
 Pemberontak DI/TII di Sulawesi Selatan –
Kahar Muzakar (1952)
 Permesta (Piagam Perjuangan Semesta) di
Sulawesi 1958 – untuk melepaskan diri dari
[Link].
Alasan pemikiran pemerintah u/ kembali ke UUD
1945:
1. UUD 1945 merupakan dokumen historis atas
dasar mana revolusi dimulai dan dapat
digunakan sebagai landasan guna
menyelesaikan revolusi pd tingkat saat itu/saat
sekarang.
2. UUD 1945 adalah cukup demokrasi sesuai
dengan kepribadian bangsa Indonesia.
3. UUD 1945 lebih menjamin terlaksananya prinsip
demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin.
4. UUD 1945 menjamin adanya pemerintahan yg
stabil selama setahun oleh karena kekuasaan
DPR dibatasi (tidak dapat menjatuhkan
Pemerintah/Presiden) kekuasaan tertinggi
ditangan DPR .
1. Menetapkan pembubaran konstituante.
2. Menetapkan UUD 1945 berlaku lagi bagi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia.
3. Menetapkan tidak berlakunya lagi UUDS 1950.
4. Akan diselenggarakan dalam waktu yang
sesingkat-singkatnya pembentukan Majelis
Permusyawaratan Rakyat sementara yang terdiri
dari anggota-anggota dewan perwakilan rakyat
ditambah dengan utusan –utusan dari daerah-
daerah dan golongan-golongan.
5. Akan diselenggarakan dalam waktu sesingkat-
singkatnya pembentukan Dewan Pertimbangan
Agung sementara.
Terjadi penyimpangan sebagai berikut:
 Pengangkatan Presiden seumur hidup.
 Menyamakan kedudukan Pancasila dengan
ajaran-ajaran Nasakom (yang mengajarkan
bersatunya golongan nasionalis agama
ekonomi).
 Kedudukan MPRS dan DPR GR sejajar dengan
kedudukan menteri: Dengan dmk MPRI
berada dibawah Presiden.
Lahirnya Supersemar (Surat Pemerintah Sebelas
Maret) tanggal 11 Maret 1966. o/ Presiden
Soekarno kepada Jendral Soeharto untuk
mengambil segala tindakan yang dianggap
perlu untuk menjalin keamanan dan
ketenangan serta kestabilan jalannya
pemerintahan dan Revolusi Indonesia.
 Masa Reformasi
 Suatu masa/orde adanya penataan kembali
kehidupan bangsa Indonesia sesuai dengan
Pancasila dan UUD 1945

 Kasus-kasus Tragedi Ambon, Poso, Sampit,


Kalimantan Barat,Perpecahan di Aceh dan
Irian Barat/Papua.
 17 Desember 1941
Meletus perang fasitik, sekutu dikalahkan oleh Jepang
dengan membom Pearl Harbour sehingga daerah-daerah
jajahan sekutu (AS, Inggris,Belanda) di fasifik dikuasi o/
Jepang, termasuk Indonesia.
 8 Maret 1942
Jepang masuk ke Indonesia , setelah itu Jepang tahu apa
yang menjadi keinginan bangsa Indonesia adalah
kemerdekaan bangsa dan tanah air.
 28 Mei 1945
Untuk memenuhi janjinya, pemerintah Jepang membentuk
suatu badan yang dinamakan Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) / dokumen Ritzu
Junbi Choosakai, yang bertugas menyelidiki segala sesuatu
mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia demi
membentuk panitian kerja.
I. Panitia 9 Sebagai Perumus Naskah
Rancangan Pembukaan UUD 1945
1. Ir. Soekarno (ketua)
2. Dr.M. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. Abikusno
Tjokrosuyoso
5. Abdul Kohar
Muzakhir
6. H. Agus Salim
7. Mr. Ahmad Subondjo
8. K.H.A.W. Hasyim
9. Mr. [Link]
Panitia 9 (Perumus) menghasilkan

Naskah Rancangan Pembukaan UUD (Tgl


23 Juni 1945 yang terdiri dari 4 alinea,
dikemudian dikenal dengan Piagam
Jakarta dalam Rancangan Pembukaan
UUD inilah untukPertama Kali Pancasila
dicantumkan sebagai Dasar Negara
Indonesia (dan diterima pada Sidang
Pleno 16 Juli 1945
II. Panitia Perancang UUD
1. Marumis 8. Wachid 15. Singgit
2. Oho Iskandardinata Hasyim 16. Tan Eng Hoa
3. Poeroebejo 9. Paradi Hantap 17. Husein Dirja
4. Agus Salim 10. Ratu Hantory Ningrat
5. Achmad Subendjo 11. Susanto 18. Sukimin
6. Soeparno 12. Sartono 19. Soekarno (ketua)
7. Ny. Ulfah Santoso 13. Wongsangoro
14. Warjuningrat

Tugas :
Merancang UUD dengan membentuk Tim Kecil mengenai
Muatan UUD seperti. Kedaulatan, Badan Pemusyawaratan
Rakyat, Presiden, Menteri-Menteri, Dewan Pertimbangan
Agung, Dewan Perwakilan Rakyat (Membahas Tentang Isi
Batang Tubuh UUD)
III. Panitia Ekonomi dan Keuangan
Diketua Oleh Drs. Moch Hatta
IV. Panitia Pembela Tanah Air
Diketua Oleh. Abikusno
Tjokrosuyoso
 17 Agustus 1945 : Proklamasi Kemerdekaan RI
 18 Agustus 1945 :Pengesahan UUD 1945,
dengan keputusan sbb:
a. Menetapkan dalam mensahkan Pembukaan UUD
1945, yang bahan-bahannya hampir seluruhnya
diambil dari Rancangan Pembukaan UUD, yang
disusun oleh Panitia Perumus pada Tgl 22 Juni
1945 (Piagam Jakarta)
b. Menetapkan dan mensahkan UUD 1945 yang
bahan-bahannya hampir seluruhnya diambil dari
Rancangan UUD yang disusun oleh Panitia
Perancang UUD pada Tgl 16 Juli 1945
c. Memilih Ketua PPKI Ir. Soekarno dan Wakil Ketua
PPKI Drs. Moch Hatta Masing-masing menjadi
Presiden dan Wakil Presiden RepublikIndonesia
d. Pekerjaan Presiden untuk sementara dibantu oleh
sebuah Komite Nasional
 19 Agustus 1945 Sidang PPKI memutuskan:

a. Pembentukan 12 Depertemen Negara


b. Pembagian Wilayah Indonesia atau.8
Propinsi tiap Propinsi dibagi dalam
Kresidenan-Kresidenan
 Pancasila terdiri dari 5 sila yang pada hakikatnya merupakan
sistem filsafat.
 Sistem adalah:
“Suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan ,
saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara
keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh”.
 Ciri-ciri sistem:
[Link] kesatuan bagian-bagian

[Link]-bagian tersebut merupakan fungsi sendiri-sendiri

[Link] berhubung, saling ketergantungan

[Link] dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan


bersama
[Link] dalam suatu lingkungan yang kompleks (Shore &
Vioich 1974,122)
Susunan Pancasila adalah sistem hirarkhis dari keliam sila Pancasila
tersebut yang menunjukan satu rangkaian urutan yang terttinggi
(sebagai satu totalitas) dengan uraian sebagai berikut:
Sila kesatu”Ke-Tuhanan Yang Maha Esa” adalah menunjukan
rangkaian tingkat baik dalam luas dan isi sifatnya. Meliputi dan
menjiwai Sila kedua, ketiga, keempat dan kelima.

Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” diliputi dan dijiwai
sila kesatu, meliputi dan menjiwai sila ketiga, keempat dan kelima.

Sila Ketiga “Persatuan Indonesia” diliputi dan dijiwai sila kesatu dan
kedua, meliputi dan menjiwai sila keemat dan kelima.

Sila Keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan


dalam permusyawaratan perwakilan” diliputi dan dijiwai sila kesatu,
kedua, ketiga, meliputi dan menjiwai sila kelima.

Sila Kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, diliputi


dan dijiwai sila kesatu, kedua, ketiga, dan keempat.
 Pancasila adalah suatu sistem filsafat yang merupakan suatu
kesatuan organis atau satu kesatuan yang bulat, antara sila
yang satu tidak bisa dipisahkan dengan sila lainnya.
 Antara sila yang satu dengan sila lainnya saling berhubungan
atau senantiasa dikualifikasikan oleh sila-sila yang lainnya,
berhubungan erat sehingga membentuk suatu struktur yang
menyeluruh.
 Pemikiran tentang manusia dengan Tuhan YME, hubungan
antar sesama manusia dengan masyarakat dan negara.
 Hal ini memberikan suatu pola pemikiran bangsa Indonesia
yang menjadikan Pancasila sebagai sistem filsafat. Dengan
demikian dalam Pancasila sebagai filsafat Bangsa Indonesia
bahwa paham kemanusiaan, persatuan bangsa, kerakyatan
yang dipimpin oleh kebijaksanaan tersebut, dilandasi atau
diliputi dan dibimbing oleh Tuhan YME.
 Integralistik merupakan paham yang terdapat
dalam Pancasila. Pola pikir integralistik yang
disesuaikan dengan budaya bangsa Indonesia.
Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat
dari kelima sila, masing-masing sila tidak
berdiri sendiri-sendiri. Hal ini menggambarkan
adanya pikiran persatuan atau pandangan
integralistik sebagaimana tertuang dalam 4
pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945.
 Paham negara integralistik berdasar pada
Pancasila berbeda dengan paham negara yang
berdasarkan paham liberalisme yang dalam
ketatanegaraan dan ekonominya berdasarkan
kebebasan politik dan ekonomi.
 Demikian pula pada paham materialime, yang
semata-mata bersandar pada kebendaan (materi)
menjadi sebab segala yang ada dan terjadi
didunia ini.
 Sedangkan pada paham komunisme, paham yang
bertujuan untuk menghapuskan hak milik
perorangan dan dasarnya sama rata sama rasa.
 Pada paham sosialisme paham dalam
ketatanegaraannya berusaha agar harta/milik,
industri, perusahaan menjadi milik negara.
 Dengan paham integralistik bangsa Indonesia
dengan segala keaneka ragamannya telah
membentuk suatu kesatuan integrasi sebgai
suatu bangsa yang merdeka yang dituangkan
dalam Pokok Pikiran 1 (pertama)
 Secara yuridis-filosofis Pancasila sebagai dasar
filsafat negara tercantum dalam Alinea IV UUD
1945;
 … maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu undang-undang
dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam
suatu susunan negara Indonesia yang
berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan
kepada, Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
 Kedudukan Pancasila merupakan sumber
tertib hukum Indonesia yang terdaat dalam
pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang
diwujudkan kedalam empat pokok pikiran
yaitu:

- Pokok pikiran pertama intinya “persatuan”


Negara...melindungi segenap Bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar
atas persatuan dengan menjadikan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Dalam pembukaan ini diterima aliran
pengertian negara kesatuan, negara
melindungi dan meliputi segenap bangsa
seluruhnya. Dengan demikian segenap
penyelenggara negara dan setiap warga
negara wajib mengutamakan kepentingan
negara diatas kepentingan perorangan dan
golongan.
- Pokok Pikiran Kedua “Keadilan Sosial” Negara hendak
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dengan
demikian perlu diwujudkan negara bagi seluruh rakyat
Indonesia atau hak dan kewajiban yang sama untuk
menciptakan kedilan sosial dalam kehidupan masyarakat.
- Pokok Pikiran Ketiga “Kedaulatan Rakyat” negara yang
berkedaulatan rakyat berdasar atas kerakyatan dan
permusyawaratan/perwakilan. Oleh karenanya sistem negara
yang berbentuk dalam UUD harus berdasar kedaulatan rakyat
dan berdasar atas permusyawaratan/perwakilan.
- Pokok pikiran keempat “Ketuhanan YME dan Kemanusiaan
yang adil dan beradab” negara berdasar atas ke-Tuhanan
YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh
......UUD harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah
dan lain-lain penyelenggara negara untuk memelihara budi
pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang tengeh cita-
cita .....rakyat yang luhur.
 Pengertian
Ideologi berasal dari kata Idein
(Yunani) atau Idea yang berati :
gagasan, bentuk, konsep, cita-cita,
pengertian dasar.
logos artinya : Ilmu, ajaran.
secara hartiah ideologi diartikan
sebagai ilmu tentang idea, cita-
cita,gagasan atau buah pikiran
Dalam perkembangannya kemudian idiologi
menjadi berarti “sistem dasar tentang nilai-nilai
dan tujuan serta sarana-sarana pokok-pokok
untuk mencapainya”

Dalam hubungannya dengan negara, ideologi


diartikan samadengan weltanshauung atau sebagai
konsensus mayoritas warga negara tentang nilai-
nilai dasar yang ingin diwujudkan

Penerapan idiologi dibidang kenegaraan termasuk


kehidupan berpolitik, dimana idiologi mewarnai
cara berpolitik. Idiologi bersifat asasi, sedangkan
politik adalah kebijaksanaan atau pelaksanaan
idiologi
Pancasila sebagai idiologi berarti bahwa
idiologi Pancasila merupakan paduan
gagasan dasar mengenai hidup dan
kehidupan bangsa Indonesia dalam
bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.
Pancasila bukanlah idiologi yang tertutup
bagi ide baru dan realitas. Idiologi
Pancasila mengakui adanya pergeseran
dan perubahan nilai sebagai pertanda
adanya dinamika masyarakat untuk
mencapai kemajuan.
Pancasila adalah idiologi terbuka, berarti :
Pancasila harus dikembangkan secara
kreatif dan dinamis untuk dapat menjawab
tantangan zaman yang terus berubah.
Caranya: dengan mengembangkannya
melalui konsensus nasional,melalui
interprestasi yang kritis, menjadi idiologi
yang dinamis sejalan dengan
perkembangan kehidupan masyarakat,
bangsa dan negara, sekaligus
mengupayakan agar realita baru tersebut
tetap dijiwai nilai-nilai Pancasila
Keterbukaan Pancasila bukan berarti mengubah
nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya,
namun mengeksplisitkan wawasannya secara
lebih konkrit untuk memecahkan masalah-
masalah aktual yang senantiasa berkembang
seiring dengan aspirasi perkembangan IPTEK
serta jaman

Bagi suatu bangsa dan negara, idiologi adalah


wawasan, pandangan hidup atau falsafah
kebangsaan dan kenegaraannya.
Idiologi juga sebagai landasan negara dan
sekaligus sebagai tujuan dalam kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan bernegara
1. Dimensi Idealistis, yaitu nilai-nilai dasar
yang terkandung dalam Pancasila bersifat
sistematis, nasional dan menyeluruh, dimana
hal ini terkandung dalam hakikat nilai-nilai
Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusian,
persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial.
Nilai-nilai Pancasila yang hakikatnya
bersumber pada filsafat nilai filosofis.
2. Dimensi Normatif, yaitu nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan
norma, sebagaimana terkandung dalam
norma kenegaraan. Dalam hal ini Pancasila
terkandung dalam Pembukaan UUD 45 yang
merupakan norma tertib hukum tertinggi
dalam ketatanegaraan Indonesia
(Staatstumdamental norm).
Pancasila sebagai idiologi yang dijabarkan ke
dalam langkah yang operasional perlu
memiliki norma yang jelas.
 Dimensi Realistis;
adalah sebagai idiologi yang harus mampu
mencerminkan realita hidup dan berkembang
dalam masyarakat, dan dijabarkan dalam
kehidupan masyarakat secara konkrit baik
dalam kehidupan sehari-hari mupun dalam
penyelenggaraan negara
 Pandangan hidup suatu bangsa adalah : inti
sari (kristalisasi) dan nilai-nilai yang dimiliki
bangsa tersebut, dan yang diyakini
kebenarannya berdasar pengalaman sejarah,
serta yang telah menimbulkan tekad bangsa
tersebut untuk mewujudkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
 Guna menentukan arah tujuan yang ingin
dicapai oleh suatu bangsa dan negara,
diperlukan pandangan hidup suatu bangsa.
Dengan pandangan hidup ini suatu bangsa
akan memandang persoalan yang akan
dihadapinya dan sebagai penentu arah serta
cara untuk memecahkan persoalan tadi.
 Pengalaman hidup suatu bangsa lahir dan
diambil dari pengalaman hidup dan sejarah
bangsa tersebut. Didalamnya terkandung a.l;
a. Cita-cita bangsa.
b. Pikiran-pikiran yang mendalam,
c. Gagasan mengenai wujud kehidupan
yang baik.
Nilai :
Adalah sesuatu yang bermakna tinggi,
agung/luhur, baik dsb. (Bisa berwujud
angka/bilangan)
Merupakan konsepsi abstak dalam diri manusia
mengenai apa yang benar dan apa yang salah
( nilai kebenaran), apa yang indah dan yang
buruk (nilai estetis), apa yang religius dan apa
yang tidak religius ( nilai agama), apa yang
baik dan apa yang buruk (nilai moral atau
nilai etis ).
Menurut [Link] :
ada 3 kelompok nilai:
1. Nilai material ; yaitu segala sesuatu yang
berguna bagi umat manusia
2. Nilai vital; yaitu segala sesuatu yang berguna
bagi manusia untuk dapat mengadakan
kegiatan dan aktivitas
3. Nilai kerohanian; yaitu segala sesuatu yang
berguna bagi rohani manusia,terdiri dari:
- nilai kebenaran yang bersumber kepada
unsur akal, - budi manusia
- nilai keindahan, yang bersumber pada
unsur manusia
 Nilai religius,merupakan nilai Ketuhanan,
kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai
religius ini bersumber pada kepercayaan dan
keyakinan manusia.
 Nilai kebenaran/nilai moral, yang bersumber
pada unsur kehendak/kemauan manusia.
 Dalam pelaksanaannya nilai-nilai tersebut
dijabarkan dalam bentuk norma/kaidah,
seperti : norma agama dengan sanksi agama.
Norma kesusilaan dengan sanksi rasa susila,
normasopan santun dengan sanksi sosial,
norma hukum dengan sanksi hukum dari
pemerintah
 Nilai pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang
melekat pada suatu obyek.
 Didalam nilai terkandung cita-cita, harapan-harapan,
dan keharusan (Das Sollen).
 Nilai sebagai das sollen (normatif) perlu direalisasikan
dalam perbuatan sehari-hari yang merupakan fakta.
 Nilai diformulasikan kedalam norma.
 Norma hukum sifatnya memaksa dan dapat
dipaksakan.
 Pengertian Etika
 Pengertian Nilai, Norma dan Moral
 Etika Politik
 Nilai-nilai Pancasila sebagai sumber Etika
Politik
Etika (Ethics) dapat diartikan sebagai berikut :
 Merupakan dasar moral yaitu nilai-nilai tentang apa yang
baik dan apa yang buruk, dan berkaitan dengan hak dan
kewajiban.
 Sebagai pedoman perilaku, sikap atau tindakan yang
diterima dan diakui sehubungan dengan kegiatan manusia
atau kelompok tertentu.
 Merupakan persoalan pendidikan, memberikan contoh yang
benar dan pelayanan untuk mempraktekan perilaku moral
dengan dialog yang jujur. Dengan ini etika merupakan
proses pembelajaran mengenai benar dan salah dan
kemudian melakukan hal yang benar.
 Etika dipandang sebagai ilmu tentang berperilaku
mencakup aturan dasar yang dianut dalam hidup dan
kehidupan.
Pengertian Politik
Kata politik berasal dari kata” Politics ”
“Suatu kegiatan/proses untu mencapai tujuan
yang berkaitan dengan konsep negara( state)
atau ketatanegaraan /kenegaraan,
kekuasaan( power), pengambilan keputusan
(decisionmaking), kebijaksanaan (policy),
pembagian (distribution) serta alokasi (
allocation), (Budiardjo 1981 : 89)
 Etika Politik berdasarkan prinsip-prinsip etika
penegakan dalam kehidupan berpolitik yang
mencakup : legitimasi negara, hukum,
kekuasaan dan penilaian terhadap legitimasi
tersebut.
 Pancasila sebagai sistem filsfat memenuhi
tugas dalam hal tersebut.
 Bahwa pelaksanaan/penyelenggara negara
yang berdasarkan etika politik:
Menuntut agar kekuasaan dalam negara
di jalankan berdasarkan :
a. Asas legalitas (legitimasi hukum),yaitu
sesuai dengan hukum yang berlaku
b. Disahkan dan dijalankan secara
demokrasi( lagitimasi demokrasi )
c. Dilaksanakan berdsarkan prinsip –
prinsip moral (legitimasi moral )
 Pancasila sebagai sistem filsafat melaksankan
3 dasar tersebut, maka penyelenggara negara
harus berpegang pada ke 3hal tersebut.
 Etika politik harus dilaksanakan baik oleh
individu maupun dalam penyelengaraan
negara/pemerintahan ( pejabat eksekutif,
legislatif, dan yudikatif)
 Pengertian
Paradigma adalah :
- sumber nilai, kerangka pikir, orientasi dasar, sumber asas,
arah dan tujuan dari suatu perkembangan, perubahan serta
proses dalam suatu bidang tertenru termasuk dalambidang
pembangunan reformasi maupun dalam bidang pendididkan.
- suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoritis yang
umum( merupakan sumber nilai), sehingga merupakan suatu
sumber-sumber hukum.
- Dengan demikian Pancasila digunakan sebagai dasar dan
sumber nilai dan hukum dalam pembangunan serta reformasi
(reformasi hukum, politik, ekonomi).
 Kampus sebagai Moral Force
 Perguruan Tinggi memliki 3 tugas pokok yang
disebut Tridharma Perguruan Tinggi yaitu :
1. Pendidikan
2. Penelitian
3. Pengabdian kepada masyarakat
 Perguruan Tinggi dalam pengembangan ilmu
tidak bebas nilai, tetapi terikat nilai, pendidikan
tinggi haruslah menghasilkan ilmuwan,
intelektual serta pakar yang bermoral Ketuhanan
yang mengabdi pada kemanusiaan
PANCASILA DALAM KONTEKS
KETATANEGARAAN RI DAN UUD 1945
 Pancasila sebagai staat fundamental norm
tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD
RI 1945. Pancasila sebagai filosofi negara.
 Hubungan Pembukaan UUD RI 1945
dengan Batang Tubuh UUD 1945 yang
mempunyai fungsi hubungan langsung
yang bersifat kausal organis dengan batang
tubuh UUD 1945, karena isi dalam
Pembukaan dijabarkan ke dalam pasal-
pasal UUD1945.
 Secara formal yuridis Pancasila ditetapkan
sebagai dasar filsafat Negara RI. Pancasila
berkedudukan sebagai norma dasar hukum
positif, yang terdapat dalam Pembukaan
UUD 1945.

 Secara material, Pancasila sebagai sumber


tertib hukum Indonesia dan sebagai pokok
kaidah negara yang fundamental.
 UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis
 Hukum dasar tidak tertulis “Convensi”
 Struktur Pemerintahan Indonesia
berdasarkan UUD 1945:
 Demokrasi Indonesia dan penjabarannya
menurut UUD 1945 dalam sistem
ketatanegaraan Indonesia
 Sistem Pemerintahan Negara menurut UUD
1945(sistem kekuassan
 Asas Otonomi
 Hubungan antar lembaga negara
 Sebagai hukum dasar yang tertulis
 Sebagai dasar sumber hukum
 Sebagai norma yang mengikat ; lembaga
[Link] masyarakat, warga
negara.
 Sebagai hukum yang menempati hirarkhi
tertinggi dalam hukum tertulis negara (UU
No 10 tahun 2004/UU No 12 tahun 2011 )
 Sebagai alat pengontrol, pengecek terhadap
produk hukum yang lebih rendah.
 UUD menurut sifat dan fungsinya adalah
suatu naskah yang memaparkan kerangka
dan tugas-tugas pokok badan-badan
pemerintahan suatu negara dan menentukan
pokok cara kerja badan-badan tersebut.
 Singkat ( Pembukaan 4 alinea, 37 Pasal, 4
Pasal Aturan Peralihan dan 2 ayat Tambahan
 Memuat aturan pokok sebagai instruksi
kepada pemerintah.
 Luwes, supel artinya dinamis dan tidak
mudah ketinggalan zaman
 Mengandung semangat penyelengara negara
yang baik.
 Mengatur mekanisme dan sisitem
pemerintahan dalam suatu negara
Kesimpulan :
 Sebagai hukum positif dalam tertib hukum
Indonesia yang tertinggi, UUD bersifat
tertulis, rumusannya harus jelas dan
mengikat pemerintah sebagai penyelengara
negara serta setiap warga negara.
 Norma-norma/aturan dalam UUD harus
dilaksanakan secara konstitusional
 Selain hukum dasar tertulis, terdapat “ konvensi”
sebagai aturan dasar yang timbul dan terpelihara
dalam praktek penyelenggaan negara meskipun
tidak tertulis.
 Syarat konvensi ;
- tidak bertentangan dengan UUD
- sebagai pelengkap UUD,
- pengisi kekosongan karena UUD tidak
mengatur
- berlaku berulang-ulang dan dipelihara,
merupakan kebiasaan dalam penyelenggaraan
negara
- tidak tertulis.
Pengertian
 Negara adalah : suatu organisasi dari
sekelompok manusia yang bersama sama
mendiami suatu wilayah tertentu dan
mengakui adanya suatu pemerintahan yang
mengurus tata tertib dan keselamatan
sekelompok atau beberapa kelompok
manusia tersebut.
 Unsur Konstitutif;
Unsur dasar negara yang bersifat kontitutif
meliputi; wilayah udara, darat, laut, dan
perasaan rakyat atau masyarakat dan
pemerintahan yang berdaulat
 Unsur Deklaratif;
Unsur negara yang bersifat deklaratif
meliputi unsur dasar konstitutif dan adanya
tujuan negara serta pengkuan dari
negaralain, secara de jure dan de facto
 Teori yang berdasarkan kekuasaan (machstaat);
tujuan negara adalah untuk mencapai dan
mempertahankan kekuasaan.
 Teori yang mengutamakan kemakmuran negara(
etatisme)
 Teori yang mengutamakan kemakmuran orang
perorangan (individu); negara melalui undang-
undang menjamin kebebasan untuk mencapai
kemakmuran individu (liberty liberal)
 Teori tujuan negara yang mengutamakan
kemakmuran rakyat dicapai secara adil( tipe negara
hukum/material-social service state)
Tujuan bernegara bangsa Indonesia dimuat
dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke
empat yaitu :
a. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia,
b. memajukan kesejahteraan umum,
c. mencerdaskan bangsa,
d. ikut melaksanakan ketertiban dunia,berdasar kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadialn sosial
Yang didasarkan pada/ diukur menurut ;[Link] Yang Maha Esa,2.
Kemanusiaan yang adildan beradab,3. Persatuan Indonesia,
[Link] yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawratan perwakilan dan,5. Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.
Jadi teori kenegaraan kita dalam hal tujuan negara diarahkan pada
segi-segi nasional dan internasional dengan berdasar pada
Pancasila
 Negara Kesatuan (Unitary State);
menghendaki satu negara yang bersatu atas
dasar kesatuan
 Negara Serikat (Federation); merupakan
bentuk negara yang terdiri dari negara-
negara bagian, tiap-tiap negara bagian
mempunyai hak untuk membentuk,
menyusun undang-undang dasar sendiri
serta mengatur urusan rumah tangga
pemerintahan secara bebas
 Negara Indonesia merupakan Negara Kesatuan
yang berbentuk Republik (sistem kekuasaan
negara).
 Dalam Pembukaan UUD 1945 ditegaskan:

“ Pemerintah melindungi segenap bangsa dan


seluruh tumpah darah Indonesia,Konstitusi Negara
Indonesia berbentuk dalam suatu susunan Negara
Republik , Negara Indonesia berdasarkan
persatuan Indonesia”
Menurut Prof Moh .Yamin negara Indonesia
mempunyai corak istimewa 1. berbentuk Republik
dan [Link] unitarisme-berotonomi (dari
atas sampai kebawah)
 Hakekat negara persatuan
 Negara yang merupakan suatu kesatuan dan
unsur-unsur yang membentuknya yaitu rakyat
yang terdiri atas berbagai macam etnis suku
bangsa, golongan, kebudayaan, agama, wilayah-
wilayah yang memiliki karakter dan sifat yang
berbeda-beda.
 Merupakan satu negara, satu rakyat, satu wilayah,
dan tidak terbagi-bagi seperti halnya negara
serikat, satu pemerintahan, satu tertib hukum
nasional, satu bahasa,serta satu bangsa.
 Paham negara persatuan tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945, … yaitu Negara
Persatuan yaitu mengatasi segala paham
golongan dan paham perorangan dan tidak
berdasarkan individualisme pada negara
liberalisme.
 Makna persatuan dengan seloka Bhinneka
Tunggal Ika
 Paham negara kebangsaan berlandaskan
Pancasila
 Paham negara integralistik yang terkandung
dalam Pancasila meletakkan asas
kebersamaan hidup,keselarasan, dalam
hubungan antar individu maupun
masyarakat. Tidak mengenal dominasi
mayoritas, tidak memihak kepada yang
kuat, tidak mengenal tirani minoritas.
Didalam terkandung nilai kebersamaan,
kekeluargaan, ke”bhinneka-tunggal-ika”an.
 Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang integral
 Semua golongan bagian,bagian dan anggotanya berhubungan erat
satudengan lainnya
 Semua golongan, bagian dan anggotanya merupakan persatuan
masyarakat yang organis.
 Yang terpenting dalam kehidupan bersama adalah perhimpunan
bangsa seluruhnya
 Negara tidak memihak kepada sesuatu golongan atau perseorangan
 Negara tidak menganggap kepentingan ssesorang sebagai pusat
 Negara tidak hanya untuk menjamin kepentingan seseorang atau
golongan saja
 Negara menjamin kepentingan seluruhnya sebagai suatu kesatuan
integral
 Negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya sebagai
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
 Paham /idiologi liberalisme berprinsip bahwa
rakyat merupakan ikatan dan individu-individu
yang bebas dantumbuhnya berdsarkan sintesa
dari beberapa paham a.l. paham materialisme,
rasionalisme, empirisme, dan individualisme.
 Paham sosialime komunis (Karl Marx),
memandang bahwa hakikat kebebasan dan hak
individu itu tidak [Link] hakikatnya manusia
hanya sebagai mahluk sosial [Link]
kehidupan masyarakat terjadi interaksi dialektis
antara kelas kapitalis dan kelas proletar,buruh.
Tidak terjadinya
LATAR BELAKANG fungsi pengawasan
PERUBAHAN dan saling mengimbangi (checks
UUD 1945
and balances)pada institusi-institusi ketatanegaraan. Terjadinya
penumpukan kekeuasaan pada yang berada ditangan MPR, sehingga
menyebabkan kekeuasaan pemerintahan negara seakan-akan tidak
memeiliki hubungan dengan rakyat.

Terjadinya dominasi kekuasaan ditangan Presiden selaku eksekutif, baik


di bidang legislatif maupun yudikatif yaitu adanya hak prerogatif (a.l.
memberikan grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi ) dan kekuasaan
membuat undang-undang. Hal ini tertulis dalam penjelasan UUD 1945
yang berbunyi Presiden penyelenggara pemerintah Negara yang
tertinggidi bawah Majelis.

UUD 1945 menagandung pasal-pasal yang terlalu luwes shingga dapat


menimbulukan lebih dari satu tafsiran (multi tafsir), misal pasal 7
(sebelum diubah) yang berbunyi” Presiden dan Wakil Presiden
memegang jabatanya selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat
dipilih kembali”Kemudian Pasal 6 ayat (1) “Presiden ialah orang
Indonesia asli”,yang memberikan arti yang beragam.
PENDAHULUAN 2
NASKAH RESMI UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang


ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan
Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan secara aklamasi pada
tanggal 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (sebagaimana tercantum
dalam Lembaran Negara Nomor 75 Tahun 1959)

Naskah Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945 (hasil Sidang Umum MPR Tahun 1999)

Naskah Perubahan Kedua Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2000)
Naskah Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2001)
Naskah Perubahan Keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 (hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2002)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu


Naskah (Risalah Rapat Paripurna ke-5 Sidang Tahunan MPR Tahun 2002
Sebagai Naskah Perbantuan Dan Kompilasi Tanpa Ada Opini)

Anda mungkin juga menyukai