0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
356 tayangan157 halaman

Dukungan Keluarga pada Diet Hipertensi

Skripsi ini membahas dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menganalisis lima artikel tahun 2016-2020 untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien hipertensi terhadap diet rendah garam. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet, di mana tiga artikel menyatakan dukun

Diunggah oleh

Indah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
356 tayangan157 halaman

Dukungan Keluarga pada Diet Hipertensi

Skripsi ini membahas dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menganalisis lima artikel tahun 2016-2020 untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien hipertensi terhadap diet rendah garam. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet, di mana tiga artikel menyatakan dukun

Diunggah oleh

Indah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DUKUNGAN KELUARGATERHADAP KEPATUHAN DIET

RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI

LITERATURE REVIEW

SKRIPSI

Oleh :
Halimatus Zaria
NIM. 17010012

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS dr. SOEBANDI
2021
DUKUNGAN KELUARGATERHADAP KEPATUHAN DIET
RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI

(LITERATURE REVIEW)

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan

Memperoleh Gelar S1 Ilmu Keperawatan

oleh:

Halimatus Zaria
NIM. 17010012

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS dr. SOEBANDI
2021

i
ii
iii
iv
SKRIPSI

Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Diet Rendah Garam


Pada Pasien Hipertensi

Literatur Review

Oleh:

Halimatus Zaria

17010012

Pembimbing

Dosen pembimbing I: Susilawati, [Link]., [Link]

Dosen pembimbing II: [Link] Nuris Yuhbaba, [Link]., [Link]

v
HALAMAN PERSEMBAHAN

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya

yang selalu memberikan kemudahan, petunjuk, keyakinan dan kelancaran

sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tepat pada waktunya.

Skripsi ini saya persembahkan untuk:

1. Terima kasih kepada Kedua orang tua saya dan keluarga yang sangat

amat saya cintai yang telah memberikan kasih sayang penuh, support,

dan doa sehingga saya mampu menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu

Keperawatan di Universitas dr. Soebandi Jember.

2. Almamater Universitas dr. Soebandi Jember dan pihak lembaga terkait

3. Seluruh teman-teman kelas 17A

4. Sahabat-sahabat terbaik saya, Siti Soleha, Ella Agustina, Chofifah,

Rofiqoh, Familia Putri yang telah memberi semangat dan motivasi

sehingga skripsi ini terselesaikan dengan baik .

vi
MOTTO

“Musuh yang Paling Berbahaya di atas Dunia Ini Adalah Penakut dan

Bimbang. Teman yang Paling Setia, Hanyalah Keberanian dan Keyakinan yang

Teguh”

(Andrew Jackson)

“Memulai dengan Penuh Keyakinan dengan kata Bismillah, Menjalankan

dengan Penuh Keikhlasan, Menyelesaikan dengan Penuh Kebahagiaan dan di

akhiri dengan kata Alhamdulillah”.

(Halimatus Zaria)

vii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan proposal literature review ini

dapat terselesaikan. Skripsi literature review ini disusun untuk memenuhi salah

satu persyaratan menyelesaikan pendidikan Program Studi Ilmu Keperawatan

Universitas dr. Soebandi Jember dengan judul “Dukungan Keluarga Terhadap

Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Pasien Hipertensi Literature Review”.

Selama proses penyusunan Proposal Literature Review ini penulis

dibimbing dan dibantu oleh berbagai pihak, oleh karena itu penulis

mengucapkan terima kasih kepada:

1. Hella Meldy Tursina, [Link]., Ns., [Link], selaku Dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas dr. Soebandi.

2. Ns. Irwina Angelia Silvanasari, [Link]., Ns., [Link]. selaku ketua Program

Studi Ilmu Keperawatan Universitas [Link].

3. Syiska Atik M, .,SST, [Link] selaku ketua penguji

4. Susilawati, [Link].,[Link] selaku penguji I dan pembimbing.

5. Ns. Zidni Nuris Yuhbaba, [Link]., [Link] selaku penguji II dan pembimbing.

Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menyadari masih jauh dari

kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk

perbaikan di masa mendatang.

viii
ABSTRAK

Zaria, Halimatus*. Susilawati**. Yuhbaba, [Link]***. 2021. Literature


Review: Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Diet Rendah
Garam pada Lansia Hipertensi. Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas dr. Soebandi Jember.
Penyakit hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang sering dialami
oleh lansia. Lanjut Usia mengalami penurunan daya tahan tubuh yang dapat
berakhir dengan kematian. Permasalahan kesehatan, khususnya hipertensi
membutuhkan keluarga dalam proses perawatannya (Suwandi, 2016).
Diperkirakan pada tahun 2025 akan mengalami peningkatan penderita
tekanan darah tinggi diperkirakan mencapai 1,6 miliar orang di seluruh dunia,
khususnya pada lansia akan mengalami peningkatan yaitu sekitar 1,2 miliar
jiwa (Bandiyah, 2009). Dukungan dari keluarga sangat diperlukan untuk
membantu dalam perawatan hipertensi dengan cara mengatur pola makan
yang sehat, menemani dan meningkatkan pemeriksaan secara rutin dalam
pemeriksaan tekanan darah (Susriyanti, 2014). Menganalisis hubungan
dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia
hipertensi berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menggunakan Literatur
Review. Pencarian database Garuda Journal dan Google Schoolar artikel
tahun 2016-2020, seleksi format PICOS yang sesuai kriteria inklusi. Hasil
analisa Dukungan Keluarga berdasarkan literature review dari kelima artikel
mengungkapkan bahwa tiga artikel menyebutkan bahwa dukungan keluarga
tidak baik dan dua artikel selanjutnya menyebutkan bahwa dukungan
keluarga baik. Hasil analisa Kepatuhan berdasarkan literature review dari
kelima artikel mengungkapkan bahwa tiga artikel lansia dengan hipertensi
patuh dalam menjalankan diet rendah garam dan dua artikel selanjutnya
menyebutkan bahwa lansia tidak patuh dalam menjalankan diet rendah
garam. Setiap artikel yang dianalisis menunjukkan ada hubungan yang
signifikan antara Dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam
pada lansia yang mengalami hipertensi dengan hasil nilai P Value= <0,05.
Keluarga harus memberikan dukungan yang baik kepada penderita hipertensi
agar dapat penderita patuh untuk menjalankan diet rendah garam dengan
baik.

Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kepatuhan diet rendah garam, Lansia


* Peneliti
**Pembimbing I
***Pembimbing II

ix
ABSTRACT

Zaria, Halimatus*. Susilawati**. Yuhbaba, [Link]***. 2021. Literature


Review: Family Support for Low Salt Diet Compliance in
Hypertensive Elderly. Nursing Science Study Program, University of
dr. Soebandi Jember.
Hypertension is a degenerative disease that is often experienced by the
elderly. Elderly people experience a decrease in body resistance which can
end in death. Health problems, especially hypertension, require families in the
treatment process (Suwandi, 2016). It is estimated that by 2025 there will be
an increase and sufferers of high blood pressure are estimated to reach 1.6
billion people worldwide, especially in the elderly will experience an increase
of around 1.2 billion people (Bandiyah, 2009). Support from the family is
very much needed to assist in the treatment of hypertension by regulating a
healthy diet, accompanying and increasing regular checks in blood pressure
checks (Susriyanti, 2014). Aim: analyzed the relationship between family
support and adherence to a low-salt diet in hypertensive elderly based on a
literature study. This study uses a Literature Review. Search the Garuda
Journal database and Google Schoolar articles for 2016-2020, select the
PICOS format that fits the inclusion criteria. Results: The results of the
analysis of Family Support based on a literature review of the five articles
revealed that three articles stated that family support was not good and the
next two articles stated that family support was good. The results of the
Compliance analysis based on a literature review of the five articles revealed
that three elderly articles with hypertension were obedient in running a low-
salt diet and the next two articles stated that the elderly were not compliant in
running a low-salt diet.

Keywords: Family support, low-salt diet compliance, Elderly


* Researcher
** My Advisor
***Supervisor II

x
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL DALAM ............................................................................. i

LEMBAR PERSETUJUAN ................................................................................. iii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iv

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ................................................ v

HALAMAN PEMBIMBINGAN .......................................................................... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... vii

MOTTO ................................................................................................................. viii

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ix

ABSTRAK ............................................................................................................. x

ABSTRACT ........................................................................................................... xi

DAFTAR ISI .......................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ................................................................................................. xvi

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. xvii

DAFTAR ISTILAH .............................................................................................. xviii

BABI PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 4

1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................... 4

1.3.1 Tujuan Umum ................................................................................ 4

1.3.2 Tujuan Khusus ............................................................................... 4

xi
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................... 4

1.4.1 Manfaat bagi institusi pendidikan.................................................. 4

1.4.2 Manfaat bagi profesi kesehatan ..................................................... 4

1.4.3 Manfaat bagi peneliti ..................................................................... 4

1.4.4 Manfaat bagi Masyarakat .............................................................. 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 6

2.1 Konsep Dukungan Keluarga .................................................................... 6

2.1.1 Definisi Dukungan keluarga .......................................................... 6

2.1.2 Bentuk Dukungan keluarga ........................................................... 6

2.1.3 Fungsi Dukungan keluarga ............................................................ 7

2.1.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga................. 8

2.1.3 Tujuan dukungan keluarga ............................................................ 10

2.1.3 Mekanisme dukungan keluarga ..................................................... 11

2.2 Konsep Kepatuhan................................................................................... 12

2.2.1 Definisi Kepatuhan ........................................................................ 12

2.2.2 Faktor yang mempengaruhi kepatuhan.......................................... 12

2.2.3 Tipe tipe kepatuhan ....................................................................... 14

2.3 Konsep Hipertensi ................................................................................... 16

2.3.1 Definisi Hipertensi ......................................................................... 16

2.3.2 Klasifikasi Hipertensi .................................................................... 16

xii
2.3.3 Etiologi Hipertensi ......................................................................... 17

2.4.4 Tanda dan gejala Hipertensi .......................................................... 19

2.4.5 Penatalaksanaan Hipertensi ........................................................... 19

2.4.6 Pemeriksaan penunjang ................................................................. 21

2.4.7 Komplikasi .................................................................................... 21

2.4.8 Faktor-faktor yang menyebabkan Hipertensi ................................ 22

2.4 Konsep Diet Rendah Garam .................................................................... 23

2.4.1 Definisi Diet Rendah Garam ......................................................... 23

2.4.2 Macam-macam Diet Rendah Garam ............................................. 23

2.4.3 Syarat dan bahan makanan Diet Rendah Garam ........................... 25

2.4.4 Cara Diet Rendah Garam ............................................................... 25

2.5 Konsep Lansia ......................................................................................... 26

2.5.1 Definisi Lansia ............................................................................... 26

2.4.4 Klasifikasi Lansia .......................................................................... 26

2.4.4 Batasan Lansia ............................................................................... 27

2.4.4 Perubahan Lansia ........................................................................... 28

2.6 Kerangka Teori ........................................................................................ 29

BAB III METODE PENELITIAN ...................................................................... 31

3.1 Strategi Pencarian Literature Review ...................................................... 31

3.1.1 ProtokoldanRegistrasi.................................................................... 31

xiii
3.1.2 Database Pencarian ........................................................................ 31

3.1.3 Kata Kunci ..................................................................................... 32

3.2 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ................................................................... 32

3.2.1 Seleksi Studi dan Penilaian Akhir ................................................. 34

3.2.2 Hasil Pencarian dan Seleksi Studi ................................................. 34

BAB IV HASIL DAN ANALISIS ........................................................................ 36

4.1 Karakterstik Studi .................................................................................... 41

4.2 Karakterstik Responden ........................................................................... 53

4.3 Dukungan Keluarga ................................................................................ 57

4.4 Kepatuhan Diet Rendah Garam ............................................................... 59

4.5 Analisa Dukungan Keluarga dengan kepatuhan diet rendah


garam pada lansia .......................................................................................... 60

BAB V PEMBAHASAN ....................................................................................... 61

5.1 Deskripsi Dukungan Keluarga ................................................................. 61

5.2 Deskripsi Kepatuhan Diet Rendah Garam .............................................. 67

5.3 Analisa Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet rendah


Garam pada Lansia ........................................................................................ 72

BAB VI PENUTUP ............................................................................................... 75

6.1 Kesimpulan .............................................................................................. 75

6.2 Saran ........................................................................................................ 74

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 77

xiv
LAMPIRAN ........................................................................................................... 79

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kata Kunci Literature Review................................................................. 32

Tabel 3.2 Format PICOS dalam Literature Review ................................................ 33

Tabel 4.1 Hasil Temuan Artikel .............................................................................. 34

Tabel 4.2.1 Karakteristik Usia Responden .............................................................. 53

Tabel 4.2.2 Karakteristik Jenis Kelamin Responden ............................................. 54

Tabel 4.2.3 Karakteristik Jenis Pendidikan Responden ......................................... 55

Tabel 4.2.4 Karakteristik Jenis Pekerjaan Responden ........................................... 56

Tabel 4.3 Karakteristik Dukungan Keluarga ......................................................... 57

Tabel 4.4 Karakteristik Kepatuhan diet rendah garam pada lansia ......................... 59

Tabel 4.5 Hubungan Dukungan Keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam
pada lansia .............................................................................................. 60

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1KerangkaTeori.................................................................................. 29

Gambar 3.1Diagram Alur.................................................................................... 35

xvii
DAFTAR ISTILAH

KEMENKES : Kementrian Kesehatan

WHO : World HealthOrganization

SNS : Symphathetic Nervous System

KB : Keluarga Berencana

ACE : Anti Canvertity Enzyine

PAD : Peripheral Artery Disease PAD

MSG : Monosodium glutamate

MeSH : Medical Subject Heading (MeSH)

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyakit hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang sering dialami oleh

lansia. Lanjut Usia mengalami penurunan daya tahan tubuh yang dapat berakhir

dengan kematian. Permasalahan kesehatan, khususnya hipertensi membutuhkan

keluarga dalam proses perawatannya (Suwandi, 2016). Menurut Pranoto dalam

Devita (2014) menyatakan bahwa patuh adalah suka dalam menurut perintah, taat

pada perintah, sedangkan kepatuhan adalah perilaku sesuai aturan. Fenomena

kejadian hipertensi yang semakin meningkat berhubungan dengan kurangnya

kepatuhan penderita hipertensi salah satunya dalam diet hipertensinya. Perubahan

gaya hidup masyarakat secara global membuat konsumsi sayuran segar dan serat

berkurang, kemudian konsumsi konsumsi garam, lemak, gula yang semakin terus

meningkat (Runtukahu, 2015).

Diperkirakan pada tahun 2025 akan mengalami peningkatan dan penderita

tekanan darah tinggi diperkirakan mencapai 1,6 miliar orang di seluruh dunia,

khususnya pada lansia akan mengalami peningkatan yaitu sekitar 1,2 miliar jiwa

(Bandiyah, 2009). Prevalensi di tahun 2013 terlihat meningkat, yaitu dari 1,7%,

menjadi 2,6% . Hipertensi di Indonesia rata-rata meliputi 17-21% dari keseluruhan

populasi orang dewasa. Penderita hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan

yaitu 37% daripada laki-laki yaitu sebanyak 28% (Depkes, 2013). Berdasarkan data

1
2

Dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur pada tahun 2013 prevelensi hipertensi

sejumlah 112.583 kasus (Profil Kesehatan Jawa Timur, 2013). Hasil survey data

yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Jombang (2016) ditemukan penderita

hipertensi pada laki-laki 40,91% dan terjadi pada perempuan 59,08%. Di

Puskesmas Jelakombo Jombang (2016) ditemukan pada laki-laki 31% dan

perempuan 54,08%. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Dusun Mojongapit

Desa Mojongapit Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang, 3 dari 5 orang lansia

(60%) kurang patuh dalam melakukan diet hipertensinya.

Hipertensi merupakan faktor utama penyakit-penyakit kadiovaskular yang

merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia (Tumenggung, 2013).

Hipertensi dikategorikan sebagai penyakit the silent disease. Hipertensi yang terjadi

dalam jangka lama dan terus menerus dapat memicu strok, serangan jantung, gagal

jantung dan merupakan penyebab gagal ginjal kronik. Kurangnya informasi serta

rendahnya kesadaran untuk memeriksakan tekanan darahnya secara rutin, memiliki

pola makan yang tidak sehat dan kurangnya kepatuhan diet merupakan pemicu

terjadinya peningkatan kasus hipertensi (Hamid, 2013).

Menurut Notoadmojo (2003) dalam Devita (2014) Kepatuhan memiliki beberapa

faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien termasuk kepatuhan dalam

melaksanakan program diet yaitu pemahaman tentang instruksi, tingkat pendidikan

dan pengetahuan, kesakitan dalam pengobatan, keyakinan, sikap dan kepribadian

pasien, serta dukungan keluarga. Dari ke-5 faktor tersebut, dukungan keluarga

merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena
3

dukungan keluarga merupakan salah satu dari faktor yang memiliki kontribusi yang

cukup berarti dan sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan pasien.

Saat ini banyak usaha yang diupayakan untuk mengatasi masalah hipertensi yang

semakin meningkat, Departemen Kesehatan telah menyusun kebijakan dan strategi

nasional pencegahan dan penanggulangan penyakit yaitu survailans penyakit

hipertensi, promosi dan pencegahan penyakit hipertensi serta manajemen pelayanan

penyakit hipertensi (Depkes RI, 2012).

Dukungan dari keluarga sangat diperlukan untuk menambah rasa percaya diri

dan motivasi untuk menghadapi masalah dan meningkatkan kepatuhan diet

hipertensi. Peran keluarga harus dilibatkan dalam pemenehuan kebutuhan,

mengetahui kapan keluarga harus mencari pertolongan serta mendukung dalam

kepatuhan untuk mengurangi resiko kekambuhan dan komplikasi. Keluarga dapat

membantu dalam perawatan hipertensi dengan mengatur pola makan yang sehat,

mengajak berolah raga, menemani dan meningkatkan pemeriksaan secara rutin

dalam pemeriksaan tekanan darah (Susriyanti, 2014). Menurunkan kadar kolesterol,

mengurangi konsumsi garam, diet tinggi serat, mengkonsumsi buah-buahan dan

sayuran segar (Dewi dkk, 2016).

.Solusi untuk keluarga, diharuskan keluarga memberikan [Link]

perhatian dan dukungan dalam mengontrol dan mengingatkan apabila pasien lupa

menjalankan diet dengan [Link] latar belakang di atas peneliti ingin menjelaskan

dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi

melalui literature yang berkaitan.


4

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada

pasien hipertensi berdasarkan studi literatur ?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Menganalisis Dukungan Keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam

pada pasien hipertensi berdasarkan studi literatur ?

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi dukungan keluarga pada penderita hipertensi berdasarkan studi

literatur

b. Mengidentifikasi kepatuhan diet rendah garam pada penderita hipertensi

berdasarkan studi literatur

c. Menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam

penderita hipertensi berdasarkan studi literatur.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Peneliti

Hasil analisa ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya

dalam melakukan penelitian yang memiliki tema sama dengan peneliti penulis.

1.4.2 Bagi Masyarakat

Hasil analisa ini diharap dapat memberikan informasi, wawasan serta

pengetahuan terhadap masyarakat khususnya pasien yang mengalami hipertensi.


5

1.4.3 Bagi Institusi Pendidikan

Hasil analisa ini diharap sebagai salah satu media pembelajaran,sumber

informasi, wacana kapustakaan terkait dukungan keluargaterhadap kepatuhan diet

rendah garam pada pasien hipertensi.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dukungan Keluarga

2.1.1 Pengertian Dukungan Keluarga

Keluarga merupakan satuan persekutuan hidup yang paling mendasar dan

merupakan pangkal kehidupan masyarakat (Luddin, 2016).Dukungan keluarga

adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian dari orang orang yang dapat diandalkan,

menghargai, dan menyayangi kita (Imam Munanda,2017). Dukungan keluarga

adalah dukungan yang meningkatkan keluarga untuk menjadikan keluarga yang

berfungsi untuk anggotanya serta membesarkan anak dan kegiatan dalam keluarga

sendiri mendukung anggota keluarganya untuk mendukung satu sama lain baik

formal maupun informal (United Nations Children’s Fund, 2015).

2.1.2 Bentuk Dukungan Keluarga

Menurut Andina & Yuni (2016), bentuk dukungan yang diberikan orang lain,

antara lain :

a. Dukungan Emosional

Dukungan emosional berupa ungkapan empati, kepedulian dan perhatian

terhadap orang yang [Link] sebagai tempat yang aman dan damai

untuk istirahat dan sebagai pemulihan serta membantu penguasaan emosi

misalnya mengungkapkan rasa cinta dan peduli sesama anggotanya.

6
7

b. Dukungan Penghargaan

Dukungan penghargaan diungkapkan lewat ungkapan hormat atau

penghargaan positif untuk orang lain dan dorongan untuk maju. Selain itu

dukungan dapat berupa persetujuan atas gagasan atau perasaan individu, dan

perbandingan positif seseorang dengan orang lain. Misalnya jika merasa bahwa

keadaannya buruk, ternyata ada orang lain yang lebih buruk keadaannya,

sehingga orang yang terkena musibah tetap bisa bangkit dan menambah

kepercayaan dirinya. Keluarganya bertindak sebagai umpan balik,

membimbing dan menengahi pemecahan masalah, sebagai sumber dan

validator identitas keluarga, misalnya, pemberian ungkapan positif terhadap

individu.

c. Dukungan Instrumental

Dukungan Instrumental adalah bantuan yang secara langsung

diberikan kepada [Link], pinjaman uang kepada orang yang

membutuhkan atau memberikan pekerjaan kepada orang yang

[Link] merupakan sumber pertolongan konkrit dan praktis.

d. Dukungan Informatif

Dukungan informatif merupakan bantuan berupa [Link]

pemberian nasihat, saran, pengetahuan dan petunjuk. Keluarga berfungsi

sebagai sebuah kolektor dan disseminator (penyebar informasi)

2.1.3 Fungsi Dukungan Keluarga

Menurut Friedman(Suprajitno, 2004 dalam Yeti Nur 2019),fungsi

dukungan keluarga yaitu fungsidukungan keluarga yaitu :


8

a. Fungsi afektif : fungsi internal sebagai landasan kekuatan keluarga. Di

dalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung satu dengan

yang lain dan saling menghargai dengan anggota keluarga.

b. Fungsi sosialisasi : fungsi yang membesarkan proses interaksi dalam keluarga.

Sosialisasi sudah dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat sejak dini

individu memulai belajar sosialisasi.

c. Fungsi reproduktif : fungsi keluarga untuk meneruskan keturunan dan

menambah sumber daya manusia.

d. Funsi ekonomi : fungsi keluarga untuk mencukupi kebutuhan anggota keluarga

yang mencakup sandang, pangan dan papan.

e. Fungsi perawatan kesehatan : fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya

masalah kesehatan dan juga jika ada anggota keluarga yang sakit keluarga

diharapkan merawatnya.

2.1.4 Faktor faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga

Menurut Firmansyah (2017) faktor faktor yang mempengaruhi dukungan

keluarga, yaitu :

a. Faktor internal

1) Tahap perkembangan

Artinya dukungan keluarga dapat ditentukan oleh faktor usia yaitu

pertumbuhan dan perkembangan, demikian setiap rentang usia (bayi-lansia)

memiliki pemahaman dan respon yang berbeda-beda terdapat perubahan

kesehatan.

2) Pendidikan atau tingkat pengetahuan


9

Keyakinan seseorang terdapat adanya dukungan terbentuk oleh variabel

intelektual yaitu dari pengetahuan latar belakang, pendidikan, dan

pengalaman pada masa lalu memahami faktor-faktor yang berhubungan

dengan penyakit dan menggunakan pengetahuan tentang kesehatan untuk

menjaga dirinya.

3) Faktor emosional

Faktor emosional mempengaruhi keyakinan terhadap adanya dukungan dan

cara melaksanakannya. Seseorang yang mengalami respon stress dalam

perubahan hidupnyacenderung berespon terhadap tanda sakit, mungkin

mengkhawatirkan bahwa penyakit tersebut dapat mengancam hidupnya.

Seseorang yang biasanya terlihat sangat tenang mungkin mempunyai respon

emosional yang kecil selama seseorang mengalami sakit.

4) Spiritual

Aspek spiritual biasanya dapat terlihat dari bagaimana seseorang tersebut

menjalani kehidupannya, yang menyangkut nilai dan keyakinan yang

dilaksanakan, hubungan keluarga dengan teman, dan kemampuan mencari

harapan dan arti dalam kehidupan.

b. Faktor Eksternal

1) Praktik di keluarga

Cara bagaimana keluarga tersebut memberikan dukungan biasanya

mempengaruhi penderita memperhatikan kesehatannya. Misalnya

penderita juga melakukan tindakan pencegahan jika ada anggota keluarga

melakukan hal yang sama.


10

2) Faktor sosial ekonomi

Faktor sosial dan psikososial dapat meningkatkan terjadinya penyakit dan

dapat mempengaruhi seseorang mendefinisikan dan bereaksi terhadap

penyakitnya. Semakin tinggi tingkat ekonomi atau tingkat pendapatan

biasanya dia akan lebih cepat tanggap terhadap gejala penyakit yang

dirasakannya sehingga penderita akan mencari pertolongan ketika

penderita merasakan ada gangguan pada kesehatannya.

3) Latar belakang dan budaya

Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan, nilai, dan juga

kebiasaan individu dalam memberikan dukungan termasuk cara

pelaksanaan kesehatan pribadi.

2.1.5 Tujuan Dukungan Keluarga

Menurut UNC School of Social Work (2019) tujuan dari dukungan

keluarga diantaranya :

a. Meningkatkan kekuatan dan ketahanan keluarga yang bertujuan untuk

menjadikan keluarga lebih baik lagi dan menjadi keluarga yang kompak.

b. Dukung orang tua ketika mereka membantu anak anak mereka dengan

kebutuhan khusus mencapai potensi penuh mereka, dimana orang tua

sangat berperan untuk melatih dan mendukung supaya anak yang

kebutuhan khusus dapat mendorong semangat untuk jadi yang lebih baik

lagi dan tidak kalah saing dengan orang yang normal.

c. Meningkatkan kapasitas masyarakat untuk melayani keluarga dengan

anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, masyarakat sangatlah


11

berperan penting untuk keluarga yang mempunyai anak yang kebutuhan

khusus karena masyarakat dapat memberikan dukungan yang positif

kepada anak yang kebutuhan khusus untuk memberikan kelebihan mereka

di mata lingkup sekitar bahwasanya mereka bisa dan tidak kalah saing

dengan anak-anak yang normal.

d. Membantu keluarga membuat koneksi penting ke keluarga lain dan

sumber daya di masyarakat, memberikan manfaat untuk keluarga yang

dimana dapat menambahkan koneksi atau relasi baru supaya keluarga

dapat saling bertukar pikiran ataupun pendapat.

e. Menghormati budaya, nilai-nilai, dan prefensi keluarga. Dalam keluarga

sangatlah penting untuk menghormati sesama karena dengan itu kita dapat

menumbuhkan bibit untuk anggota kita supaya menumbuhkan saling

menghargai sesama.

2.1.6 Mekanisme dukungan keluarga

Respon individu untuk menghadapi ancaman dirinya baik fisik

maupun psikologis disebut koping. Koping yang efektif akan menghasilkan

adaptasi yang menetap dan merupakan kebiasaan atau perbaikan dari situasi

yang lama, sedangkan koping yang tidak efektif berakhir pada perilaku yang

menyimpang dari keinginan normatif dan akan merugikan diri sendiri

(Maulina,2015).
12

2.2 Konsep Kepatuhan

2.2.1 Pengertian Kepatuhan

Kepatuhan (adherence) merupakan bentuk perilaku atau tingkah laku

yang muncul akibat adanya hubungan atau interaksi petugas kesehatan dan

pasien, sehingga pasien mengerti rencana yang akan dilakukan dan mengerti

konsekuensi dan menyetujui rencana tersebut dan melaksanakannya

(Kemenkes RI, 2011). Kepatuhan adalah perilaku atau tingkah laku individu

misalnya, minum obat, mematuhi diet, dan melakukan perubahan gaya hidup

sesuai dengan anjuran terapi dan kesehatan. Tingkat kepatuhan seseorang

dapat di mulai dari mematuhi tindakan setiap aspek anjuran hingga mematuhi

rencana (Kozier, 2010).

2.2.2 Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

Menurut Lawrence Green (1980) mengklasifikasikan beberapa faktor

penyebab sebuah tindakan atau perilaku :

a. Faktor pendorong (predisposing factor)

Faktor predisposing merupakan faktor yang menjadi dasar motivasi

atau niat seseorang melakukan sesuatu. Faktor pendorong meliputi

pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai dan persepsi, tradisi,

dan unsure lain yang terdapat dalam diri individu maupun masyarakat

yang berkaitan dengan kesehatan (Heri, 2009).


13

b. Faktor pemungkin (enabling factor)

Faktor enabling merupakan faktor-faktor yang memungkinkan atau

yang memfasilitasi perilaku atau tindakan. Faktor pemungkin meliputi

sarana dan prasarana atau fasilitas-fasilitas atau sarana-sarana kesehatan.

Untuk berperilaku sehat, masyarakat memerlukan sarana dan prasarana

pendukung.

c. Faktor pendorong (reinforcing factor)

Faktor reinforcing merupakan faktor-faktor yang mendorong atau

memperkuat terjadinya perilaku seseorang yang dikarenakan adanya sikap

suami, orang tua, tokoh masyarakat atau petugas kesehatan.

Menurut Kamidah (2015), faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan

diantaranya adalah :

a. Pengetahuan

Pengetahuan adalah hasil tahu atau yang diketahui oleh orang lain

dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu

objek tertentu. Penginderaan bisa terjadi pada 6 panca indera manusia.

Yaitu, indera penglihatan, pendengar, pencium, rasa dan raba. Sebagian

besar pengetahuan bisa di dapat dari alat indera manusia, yaitu seperti

mata dan telinga (Notoatmodjo, 2012).


14

b. Motivasi

Definisi motivasi adalah dorongan atau keinginan dalam diri

seseorang dalam bentuk energi seperti halnya aktivitas seseoarang yang

nyata dalam mencapai suatu tujuan tertentu.(Kompri, 2015).

c. Dukungan keluarga

Dukungan keluarga/family support adalah sikap, perilaku

tindakan/langkah dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga

lainnya. Semua anggota keluarga dianggap dan dipandang sebagai bagian

yang tidak terpisahkan, tidak terpecah belahdalam lingkungan keluarga.

Anggota atau keluarga lain melihat bahwa orang yang mempunyai sifat

mendukung atau mendorong ke arah yang positif satu sama lain selalu

siap memberikan pertolongan, bantuan jika diperlukan (Friedman dkk,

2014).

2.2.3 Tipe-Tipe Kepatuhan

Menurut Bastable (2009), terdapat 5 kepatuhan, yaitu :

a. Otoritarian

Tipe kepatuhan otoritarian adalah suatu kepatuhan tanpa reserve atau

tanpa syarat. Kepatuhan tipe ini adalah tipe yang “ikut-ikutan” atau

sering disebut “bebekisme”.


15

b. Conformistm

Kepatuhan tipe ini mempunyai 3 bentuk meliputi :

1) Conformist yang directed, yaitu penyesuaian diri atau adaptasi diri

terhadap masyarakat, maupun semua orang.

2) Conformist hedonist, adalah kepatuhan yang kepatuhan yang

penyesuaiannya berorientasi pada “untung-ruginya” bagi individu.

3) Conformist integral, adalah kepatuhan yang disebut dengan

penyesuaian atau adaptasi dengan kepentingan diri sendiri dengan

kepentingan masyarakat.

c. Compulsive deviant

Yaitu kepatuhan yang tidak konsisten atau tidak sesuai, atau sering

disebut plinplan.

d. Hedonic psikopatic

Tipe kepatuhan ini adalah pada kekayaan seseorang tanpa

memperkirakan dan memperhitungkan kepentingan orang lain.

e. Supra Moralist

Kepatuhan supra moralist adalah karena keyakinan atau kepercayaan

yang tinggi terhadap nilai/kualitas yang tinggi terhadap nilai-nilai moral.


16

2.3 Konsep Hipertensi

2.3.1 Pengertian Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan

persisten pada pembuluh darah arteri, dimana tekanan darah sistolik sama

dengan atau diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik sama dengan atau diatas

90 mmHg (Lemone,Burke, & Bauldoff, 2013; World Heatlh Organization,

2013). Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140

mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali

pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/

tenang (Kemenkes RI, 2013). Peningkatan tekanan darah yang berlangsung

dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, jantung,

dan otak bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang

memadai (Kemenkes RI, 2013).Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah

>140/90 mmHg secara kronis (Tanto Chris, 2014).

2.3.2 Klasifikasi Hipertensi

Lewis, Dirksen, Heitkemper & Bucher (2014), mengklarifikasi

hipertensi menjadi :

1) Hipertensi primer

Hipertensi primer (esensial atau idiopatik) merupakan peningkatan

tekanan tanpa diketahui penyebabnya dan berjumlah 90-95% dari semua

kasus hipertensi. Meskipun hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya,

namun beberapa faktor yang berkontribusi meliputi : peningkatan aktivitas


17

Symphathetic Nervous System (SNS) , produksi sodium-retaining

hormones berlebihan dan vasokonstriksi, peningkatan masukan natrium,

berat badan berlebihan, diabetes melitus, dan konsumsi alkohol berlebihan

( Lewis, Heitkemper, Dirksen, O’Brien, & Bucher, 2007).

2) Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder merupakan peningkatan tekanan darah dengan

penyebab yang spesifik dan biasanya dapat [Link]

sekunder diderita oleh 5-10% dari semua penderita hipertensi pada orang

dewasa. Ignatavicius, Workman, & Winkelman (2016) menyatakan bahwa

penyebab hipertensi sekunder, meliputi penyakit ginjal, aldosteronisme

primer, pheochromocytoma, penyakit Chusing’s, koartosio aorta

(penyempitan pada aorta), tumor otak, ensefalitis kehamilan dan obat

(estrogen misalnya, kontrasepsi oral, glukokortikoid, mineralokortoid,

simpatomimetik).

2.3.3 Etiologi Hipertensi

a. Hipertensi essensial

Hipertensi essensial atau idiopatik adalah hipertensi tanpa kelainan

dasar patologis yang [Link] dari 90% kasus merupakan hipertensi

[Link] hipertensi meliputi faktor genetic dan

[Link] genetic mempengaruhi kepekaan terhadap natrium,

kepekaan terhadap stress, reaktivitas pembuluh darah terhadap

vasokontriktor, resistensi insulin dan lain-lain. Sedangkan yang termasuk


18

faktor lingkungan antara lain diet, kebiasaan merokok, stress emosi ,

obesitas, dan lain lain (Nafrialdi, 2009).

Pada sebagian besar pasien, kenaikan berat badan yang berlebihan

dan gaya hidup tampaknya memiliki peran yang utama dalam

menyebabkan hipertensi. Kebanyakan pasien hipertensi memiliki berat

badan yang berlebih dan penelitian pada berbagai populasi menunjukkan

bahwa kenaikan berat badan yang berlebih (obesitas) memberikan resiko

65-70% untuk terkena hipertensi primer (Guyton, 2008).

b. Hipertensi sekunder

Meliputi 5-10% kasus hipertensi merupakan hipertensi sekunder

dari penyakit komorbid atau obat-obat tertentu yang dapat meningkatkan

tekanan [Link] kebanyakan kasus, disfungsi renal akibat penyakit

ginjal kronis atau penyakit renovaskular adalah penyebab sekunder yang

paling sering. Obat-obat tertentu, baik secara langsung maupun tidak,

dapat menyebabkan hipertensi atau memperberat hipertensi dengan

menaikkan tekanan darah (Oparil,2003).

Hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, sering berhubungan dengan

beberapa penyakit misalnya, ginjal, jantung coroner, diabetes, dan kelainan

sistem saraf pusat ( Sunardi, 2000).Wanita yang mengkonsumsi pil KB

(Keluarga Berencana), berat badan berlebihan, memiliki hipertensi selama

hamil, riwayat keluarga, dan memiliki penyakit ringan.


19

2.3.4 Tanda dan Gejala Hipertensi

Hipertensi kadang disebut sebagai “Silent Killer” karena biasanya

orang yang menderita tidak mengetahui gejala sebelumnya dan gejalanya

baru muncul setelah sistem organ tertentu mengalami kerusakan pembuluh

darah (Smeltzer,Bare, Hinkle, & Cheever,2010). Dalmartha, Purnama,

Sutarni, Mahendra & Darmawan (2008) menyatakan bahwa gejala hipertensi

yang umum dijumpai yaitu :

a. Pusing

b. Mudah marah

c. Telinga berdenging

d. Mimisan (jarang)

e. Sukar tidur

f. Sesak nafas

g. Rasa berat di tengkuk

2.3.5 Penatalaksanaan Hipertensi

a. Arti hipertensi non Farmakologis

Tindakan pengobatan supparat, sesuai anjuran dari Natural Cammitoe

Dictation Evalution Treatmori OfHigh Blood Preasure 2013 yaitu :

1) Tumpukan berat badan obesitas

2) Konsumsi garam dapur

3) Kurangi alcohol

4) Menghentikan merokok
20

5) Olahraga teratur

6) Diet rendah lemak penuh

7) Pemberian kalium dalam bentuk makanan sayur dan buah.

b. Obat anti hipertensi

1) Dioverika, pelancar kencing yang diterapkan kurangi volume input

2) Blocker

3) Antagonis kalsium

4) Lanbi ACE (Anti Canvertity Enzyine)

5) Obat anti hipertensi santral (Simpatokolim)

6) Obat penyekar ben Vasodilatov

c. Perubahan Gaya Hidup

Dilain pihak gaya hidup yang baik untuk menghindari terjadinya penyakit

hipertensi dan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

1) Mengurangi konsumsi garam

2) Melakukan olahraga secara teratur dan dinamik

3) Menghentikan kebiasaan merokok

4) Menjaga kestabilan BB

5) Menjauhkan dan menghindari stress dengan pendalaman angka sebagai

salah satu upayanya.

Pentingnya diet rendah garam karena asupan natrium yang meningkat

menyebabkan tubuh meretensi cairan yang meningkatkan volume darah,

jantung harus memompa lebih keras lagi mendorong darah melalui ruang

yang sempit, dan berakibat terjadinya hipertensi (Mulyati, Syam, 2011).


21

2.3.6 Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan Laboratorium

a. Hb/Hct : untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan

(viskositas) dan dapat mengindikasikan faktor resiko seperti :

hipokoagulabilitas, anemia.

b. BUN/ Kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.

c. Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat

diakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.

d. Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal dan

ada DM.

2. CT Scane, EKG, IUP, Photo Thorax

2.3.7 Komplikasi

Menurut WHO (2011) menyatakan bahwa hipertensi dapat menyebabkan

kerusakan serius pada kesehatan. Hal ini dapat mengeraskan arteri, mengurangi

aliran oksigen darah ke jantung yang dapat menyebabkan nyeri dada (angina),

gagal jantung (jantung tidak dapat memompa darah dan oksigen ke orang lain),

serangan jantung terjadi ketika pasokan darah ke jantung tersumbat dan

menyebabkan kematian otot jantung karena yang tidak adekuat, semakin lama

aliran darah tersumbat, semakin besar kerusakan pada jantung, dan stroke

(terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan memblock arteri yang

mengalirkan darah dan oksigen ke otak).

Menurut AHA (2016) menyatakan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol

atau tidak terdeteksi akan menyebabkan serangan jantung, stroke, gagal


22

jantung, penyakit ginjal atau gagal ginjal, kehilangan penglihatan, disfungsi

seksua, angina, dan penyakit arteri perifer ( Peripheral Artery Disease/ PAD ).

2.3.8 Faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi

a. Gaya hidup modern

Kerja keras penuh tekanan yang mendominasi gaya hidup masa

kini menyebabkan stress berkepanjangan. Kondisi ini memicu berbagai

penyakit seperti sakit kepala, sulit tidur, gastritis, jantung dan hipertensi.

Gaya hidup modern cenderung membuat berkurangnya aktivitas

fisik(olahraga). Konsumsi alkohol tinggi, minum kopi, [Link]

perilaku tersebut merupakan memicu naiknya tekanan darah.

b. Pola makan tidak sehat

Tubuh membutuhkan natrium untuk menjaga keseimbangan cairan

dan mengatur tekanan darah. Tetapi bila asupannya berlebihan, tekanan

darah akan meningkat akibat adanya retensi cairan dan bertambahnya

volume darah. Kelebihan natrium diakibatkan dari kebiasaan menyantap

makanan instan yang telah menggantikan bahan makanan yang segar.

Gaya hidup serba cepat menuntut segala sesuatunya serba instan, termasuk

konsumsi [Link] makanan instan cenderung menggunakan zat

pengawet seperti natrium berzoate dan penyedap rasa seperti monosodium

glutamate (MSG). Jenis makanan yang mengandung zat tersebut apabila

dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan peningkatan tekanan

darah karena adanya natrium yang berlebihan di dalam tubuh.


23

c. Obesitas

Saat asupan natrium berlebih, tubuh sebenarnya dapat

membuangnya melalui air seni. Tetapi proses ini biasanya terhambat,

karena kurang minum air putih, berat badan berlebihan, kurang gerak atau

ada keturunan hipertensi maupun diabetes mellitus. Berat badan yang

berlebih akan membuat aktifitas fisik menjadi berkurang. Akibatnya

jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

2.4 Konsep Diet Rendah Garam

2.4.1 Definisi

Diet adalah pola makan yang sesuai dengan tujuan seseorang

melakukan pengaturan makan tersebut. Bila pengaturan pola makan tersebut

bertujuan untuk menurunkan berat badan maka total asupan makanan diatur

agak lebih kecil dari yang dibutuhkan sehingga terjadi penurunan berat badan

(Amirta, 2007).Sedangkan menurut Sandjaja dkk(2009) dalam kamus Gizi

Pelengkap Kesehatan Keluarga, diet memiliki arti sebagai pengaturan pola dan

konsumsi makanan dan minuman yang dilarang, dimodifikasi atau

diperbolehkan dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang

diderita, kesehatan atau penurunan berat badan. Diet rendah garam adalah diet

yang mengandung makanan yang terdiri dari bahan makanan yang rendah

natrium seperti yang terdapat dalam garam dapur, soda kue, baking powder &

fitsin (MSG), Dalimartha(2008).


24

2.4.2 Macam-macam diet rendah garam

a. Diet rendah garam I (200-400 mg Na)

Dalam pemasakan tidak ditambahkan garam dapur sama sekali,

dihindari makanan tinggi natrium dan diet ini diberikan pada pasien dengan

odema, asitesis, dan makanan ini diberikan pada penderita hipertensi berat

(systole>180, diastole> 110 mmHg).

Contoh menu :Pagi : Nasi, 1 gelas belimbing (70 gr), telur 1 butir (50 gr),

sayuran ½ gelas belimbing (50 gr), Minyak ½ sdk makan (5 gr). Gula pasir

1 sdk makan (10 gr)

b. Diet rendah garam II (600-800 mg Na)

Pemberian makan sehari sama dengan diet rendah garam I, dalam

pemasakan dibolehkan menggunakan ½ sendok garam dapur (2 gr).

Makanan ini diberikan pada penderita odema, asitesi dan hipertensi sedang

(systole 160-179 mmHg, diastole 100-110mmHg).

Contoh menu :

Pagi : Nasi, ikan acar, telur, bacem, dan pisang.

Sore : Nasi, daging, tempe kering dan sayuran.

c. Diet rendah garam III (1000-1200 mg Na)

Pemberian makanan sehari sama dengan diet rendah garam I,

dalam pemasakannya boleh diberikan 1 sendok garam dapur (4gr). Makanan

ini diberikan pada penderita hipertensi ringan (systole 140-160 mmHg,


25

diastole 90-99 mmHg).Untuk mempertinggi cita rasa dapat digunakan gula,

cuka, bawang merah, bawang [Link] (2008).

2.4.3 Syarat dan bahan makanan diet rendah garam

Syarat untuk diet garam adalah :

1. Cukup energi, protein, mineral dan vitamin.

2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.

3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam dan air.

2.4.4 Cara diet rendah garam

Cara diet rendah garam yang bisa anda lakukan untuk menjaga kadar

garam yang sesuai dalam tubuh menurut WHO 2012 yaitu 2400 mg natrium

setiap harinya adalah sebagai berikut :

a. Gunakan bahan makanan yang segar. Jauhi makanan yang diproses terlebih

dahulu seperti sosis, makanan kaleng ataupun telor asin.

b. Kurangi penggunaan garam, bumbu penyedap, terasi dan kecap saat

memasak.

c. Untuk mengganti rasa asin dalam masakan bisa menggunakan gula atau

cuka pada masakan.


26

2.5 Konsep Lansia

2.5.1 Definisi Lansia

Lansia adalah orang-orang yang melalui tahap akhir perkembangan

kehidupan manusia. UU Nomor 13 Tahun 1998. Tentang Kesejahteraan Lansia

disebutkan bahwa Lansia adalah orang yang berusia di atas 60 tahun (Dewi,

2014). Proses penuaan merupakan proses alami yang terjadi sejak awal kehidupan

seseorang dan terbagi dalam beberapa tahapan yaitu anak-anak, dewasa, dan

lanjut usia (Kholifah, 2016). Lansia merupakan tahapan terakhir dalam proses

kehidupan, banyak penurunan dan perubahan hubungan antara fisik, psikis, dan

sosial, sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental bagi

lansia (Cabrera, 2015). Lansia akan mengalami penurunan biologis secara

keseluruhan karena adanya penurunan massa tulang dan otot, yang akan

menyebabkan penurunan keseimbangan pada lansia yang dapat menyebabkan

lansia terjatuh (Susilo, 2017)

2.5.2 Klasifikasi Lansia

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2013), klasifikasi

lanjut usia meliputi:

a. Pra lansia, yaitu usia 45-59 tahun

b. Lansia adalah orang yang berusia 60 tahun atau lebih


27

c. Lansia berisiko tinggi mengacu pada orang berusia di atas 60 tahun yang

memiliki masalah kesehatan

d. Lansia potensial adalah lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan

aktivitas yang dapat menghasilkan barang atau jasa

e. Lansia tidak potensial adalah lansia yang tidak memiliki potensi adalah

mereka yang tidak berdaya dan mengandalkan bantuan orang lain untuk

kehidupan mereka

2.5.3 Batasan Lansia

Di Indonesia, lansia berusia di atas 60 tahun. Hal ini dipertegas dalam

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia pada Bab

1 Pasal 1 Ayat 2 (Nugroho, 2008). Beberapa pendapat para ahli tentang batasan

usia adalah sebagai berikut:

a. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2013), ada empat tahapan yaitu:

1) Usia pertengahan (middle age) usia 45-59 tahun

2) Lanjut usia (elderly) usia 60-74 tahun

3) Lanjut usia tua (old) usia 75-90 tahun

4) Usia sangat tua (very old) usia > 90 tahun

b. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2015) lanjut usia dikelompokan menjadi

usia lanjut(60-69 tahun) dan usia lanjut dengan risiko tinggi (lebih dari 70

tahun atau lebih dengan masalah kesehatan).


28

2.5.4 Perubahan Lansia

a. Perubahan Mental

Dalam ranah mental atau psikis lansia, bentuk perubahannya bisa berupa

sikap yang semakin mementingkan diri sendiri, mudah ragu dan semakin pelit

tentang apa yang dimilikinya. Hampir setiap lansia memiliki sikap umum, yaitu

keinginan akan umur panjang, dan energinya dihemat semaksimal mungkin.

Perubahan kepribadian yang drastis jarang terjadi. Biasanya, itu adalah ekspresi

tulus dari perasaan seseorang (Bastable, 2002).

b. Perubahan Psikososial

Depresi, kesedihan dan kesepian biasa terjadi pada lansia. Karena jaringan

pendukung di masa lalu, seperti teman, keluarga, dan pekerjaan, banyak lansia

yang mengalami kehilangan dalam waktu singkat. Kehilangan tersebut berarti

bahwa ancaman terhadap otonomi, kemandirian, dan pengambilan keputusan

mengarah pada pengucilan, ketidakamanan finansial, berkurangnya mekanisme

koping, dan penurunan identitas sosial, nilai pribadi, dan harga diri (Bastable,

2002).

c. Perubahan Fisiologis

Seiring bertambahnya usia, banyak perubahan fisik yang terjadi, sehingga

sulit untuk menetapkan batas normalnya. Seiring bertambahnya usia, perubahan

fisiologis normal dari semua sistem tubuh bersifat universal, bertahap dan

internal. Perubahan yang terjadi antara lain tingkat sel, sistem saraf, sistem

pendengaran, sistem penglihatan, sistem kardiovaskular, sistem pengaturan

tubuh, sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem


29

genitourinaria, sistem endokrin, sistem integumen, dan sistem muskuloskeletal

(Bastable, 2002).

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa usia lanjut

adalah tahap akhir dari siklus kehidupan manusia di dunia ini dimana pada tahap ini

akan terjadi perubahan anatomi dan penurunan berbagai sistem fisiologis dalam

tubuh manusia yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk

menjalankan aktivitas kehidupannya.

Selain secara fisiologis menua juga dapat terjadi secara patologis yaitu

dengan adanya berbagai macam penyakit, diantaranya yang terkait dengan

perubahan fungsi kognitif pada lansia.

2.6 Kerangka Teori

Kerangka teori adalah rangkuman seluruh variabel penelitian (variabel

yang diukur maupun yang tidak diukur oleh peneliti) yang terdapat pada

tinjauan pustaka.
30

Faktor yang Faktor yang


mempengaruhi Dukungan mempengaruhi Kepatuhan
Keluarga
[Link]
1. Tahap
2. Motivasi
perkembangan
2. Pendidikan dan 3. Dukungan Keluarga

pengetahuan Patuh
3. Faktor emosional
4. Latar belakang
keluarga
Dukungan Keluarga Kepatuhan Diet
Rendah Garam

Menurut Lawrence Green


(1980) faktor penyebab
sebuah tindakan atau perilaku
:
Tidak Patuh
a. Faktor pendorong
(predisposing factor)
b. Faktor pemungkin
(enabling factor)
c. Faktor pendorong
(reinforcing factor)

Keterangan :
------------ : Tidak Diteliti
: Diteliti
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Strategi Pencarian Literature


3.1.1 Protokol dan registrasi
Literature review inimengenai dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet

rendah garam pada pasien hipertensi. Protokol dan evaluasi literature review

menggunakan ceklist PRISMA untuk menentukan pemilihan studi yang telah

ditemukan dan disesuaikan dengan tujuan dari literature review ini.

3.1.2 Database pencarian

Sumber data dalam penelitian menggunakan data sekunder yaitu data yang

tidak langsung diperoleh sendiri tetapi data diperoleh dari hasil penelitian oleh

peneliti-peneliti terdahulu. Pencarian sumber data dilakukan pada bulan September

–November tahun 2020 berupa artikel atau jurnal nasional, jurnal internasional

dengan menggunakan database Google Scholar, Garuda Jurnal,Pubmed.

3.1.3 Kata kunci

Pencarian artikel atau jurnal menggunakan keyword dan Boolean operator

(AND, OR NOT or AND NOT) yang digunakan untuk mempeluas atau

menspesifikasikan pencarian, sehingga mempermudah dalam penentuan artikel

atau jurnal yang digunakan. Kata kunci dalam literature review ini disesuaikan

dengan Medical Subject Heading (MeSH) dan terdiri dari sebagai

berikut: Keyword :’’Dukungan keluarga OR Family Support ’’AND’’ Kepatuhan

OR Complience AND Diet rendah garam OR A Low salt diet OR Diet Sodium

Restricted’’AND’’ Hipertensi OR Hypertension’’.

31
32

Independen Dependen Populasi


Dukungan keluarga Kepatuhan Hipertensi
OR OR OR
Family Support Complience Hypertension
AND
Diet rendah garam
OR
A Low salt diet
OR
Diet Sodium Restricted

3.2 Kriteria Inklusi dan Eksklusi


Strategi yang digunakan dalam mencari artikel menggunakan PICOS

framework, yang terdiri dari :

a. Population/problem yaitu populasi atau masalah yang akan di analisis sesuai

dengan tema yang sudah ditentukan dalam literature review

b. Intervention yaitu suatu tindakan penatalaksanaan terhadap kasus

perorangan atau masyarakat serta pemaparan tentang penatalaksanaan studi

sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dalam literature review

c. Comparation yaitu intervensi atau pelaksanaan lain yang digunakan sebagai

pembanding, jika tidak ada bisa menggunakan kelompok kontrol dalam

studi yang terpilih.

d. Outcome yaitu hasil atau luaran yang diperoleh pada studi terdahulu yang

sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dalam literature review.


33

e. Study design yaitu desain penelitian yang digunakan dalam artikel yang

akan di review.

Tabel 1 Tabel Kriteria Inklusi dan Eklusi Format PICOS

PICOS Framework Kriteria Inklusi Kriteria Ekslusi

Population Artikel yang terkait dengan Artikel yang tidak terkait


topic dukungan keluarga dengan topic dukungan
dengan kepatuhan diet keluarga dengan kepatuhan
rendah garam pada lansia diet rendah garam pada
yang mengalami hipertensi lansia yang mengalami
dengan responden Lansia hipertensi
penderita hipertensi

Intervention Tidak ada intervensi Ada intervensi

Comparation Tidak ada faktor Ada faktor pembanding


pembanding

Outcome Ada Dukungan Keluarga Tidak menjelaskan ada atau


Dengan Kepatuhan tidaknya hubungan
DietRendah Garam Pada Dukungan Keluarga Dengan
Pasien Hipertensi Kepatuhan DietRendah
Garam Pada Pasien
Hipertensi

Study Design Diskriptif analitik dengan  Quasy experimental


pendekatan cross  Pre experimental design
sectional
Publication Years Tahun 2016– 2020 Sebelum tahun 2015

Language Bahasa indonesia dan Selain bahasa indonesia dan


bahasa inggris bahasa inggris
34

3.1 Seleksi Studi dan penilaian Kualitas

Analisis kualitas metodologi dalam setiap studi (n = 5) dengan Checklist

daftar penilaian dengan beberapa pertanyaan untuk menilai kualitas dari study.

Penilaian kriteria diberi nilai „ya‟, „tidak‟, „tidak jelas‟ atau „tidak berlaku‟ dan

setiap kriteria dengan skor „ya‟ diberi satu point dan nilai lainnya adalah nol,

setiap skor studi kemudian dihitung dan dijumlahkan. Critical apprasial dengan

nilai titik cut-of yang telah disepakati oleh peneliti, studi dimasukkan ke dalam

kriteria inklusi. Peneliti mengecualikan studi yang berkualitas rendah untuk

menghindari bias dalam validitas hasil dan rekomendasi ulasan. Dalam skrining

terakhir,5 studi mencapai skor lebih tinggi dari 50% dan siap untuk melakuka

sintesis.

3.2.2 Hasil Pencarian dan Seleksi Studi

Berdasarkan hasil pencarian literature melalui publikasi di dua database

dan menggunakan kata kunci yang sudah disesuaikan dengan MeSH, peneliti

mendapatkan 195 artikel yang sesuai dengan kata kunci tersebut. Hasil pencarian

yang sudah didapatkan kemudian diperiksa duplikasi, ditemukan terdapat 7 artikel

yang sama sehingga dikeluarkan dan tersisa 5 artikel. Diskrining kembali sesuai

dengan PICOS mendapatkan 5 artikel, kemudian dilakukan penilaian critical

appraisal memenuhi kriteria diatas 50% dan disesuaikan dengan temaliterature

review mendapatkan 5 artikel. Assessment yang dilakukan berdasarkan kelayakan

terhadap kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 5 artikel yang bisa
35

dipergunakan dalam literature [Link] seleksi artikel studi dapat

digambarkan dalam Diagram Alur.

Gambar 3.1 Diagram Alur

Exclude : N= 79 Jurnal
Dukungan keluarga terhadap
kepatuhan diet rendah garam Population :
pada pasien Hipertensi tidak sesuai dengan topik

Intervention:

tidak relevan terhadap dukungan


Pencarian artikel menggunakan keluarga terhadap kepatuhan diet
metode booleano operator rendah garam
dengan kata kunci melalui
database Pubmed , google Outcome:
scholar,Garuda jurnal N=87
Tidak ada hubungan dukungan
keluarga terhadap kepatuhan diet
rendah garam pada pasien
hipertensi
Sleksi judul dan duplikat N= 8
Study Design:

jurnal N= 98 Literature review, qualitative

research

Identifikasi pemilihan abstrak N=


5 Exclude: N= 3

Population :

tidak sesuai dengan topik


Artikel full text yang layak
untuk di jadikan review N= 5 Intervention:

tidak relevan terhadap dukungan


keluarga terhadap kepatuhan diet
rendah garam
Jurnal akhir yang dapat dianalisa Outcome:
sesuai rumusan masalah dan tujuan
Tidak ada hubungan dukungan
N= 5 keluarga terhadap kepatuhan diet
rendah garam pada pasien
hipertensi

Study Design:

Literature review, qualitative


research (N=2)
36

3.2 Rencana Analisis Tabel

No. Penulis dan Sumber Judul Desain Penelitian, Sampel, Hasil Kesimpulan
Tahun Terbit Variabel, Instrumen, Analiysis

1. Muh. Jumidi (Google scholar)Hubungan DESAIN: Hasil penelitian yang Disimpulkan,


Sapwal1 Maruli Dukungan Keluarga dilakukan pada 35 didapatkan
Nursing News desain corelational dengan
Taufandas2 Novi Dengan Kepatuhan responden, di dusun dukungan keluarga
rancangan cross sectional,
Hermawati3 Volume 3, Nomor Diet Hipertensi Pada Ladon wilayah kerja yaitu kategori baik
( 2021) 1, 2018 Lansia Di Dusun POPULASI/ SAMPEL: puskesmas wanasaba dan kepatuhan diet
Ladon Wilayah menunjukkan bahwa hipertensi pada
Kerja Puskesmas jumlah sampel 35 responden. dukungan keluarga lansia didapatkan
Wanasaba VARIABEL: mayoritas pada rata – rata dalam
kategori baik yaitu kategori patuh.
Variabel independen (Dukungan (45,7%). Kepatuhan
keluarga) dan variabel dependen diet hipertensi pada
(kepatuhan diet). lansia di dusun
INSTRUMEN: Ladon wilayah kerja
puskesmas wanasaba
Instrumen penelitian yang menunjukkan bahwa
digunakan untuk dukungan responden tergolong
keluarga menggunakan kuisioner
dalam kategori patuh
ANALIYSIS : yaitu (40,0%).

analisis statistic spearman rank


37

2. Ahmad Kholid (Google scholar) Hubungan Dukungan DESAIN: Hasil menunjukkan Ada hubungan
Mafrur , Suri Keluarga Dengan adanya hubungan dukungan keluarga
Salmiyati (2018) Kepatuhan Diet Penelitian ini menggunakan dukungan keluarga dengan kepatuhan
Rendah Garam penelitian deskriptif korelatif dengan kepatuhan diet diet rendah garam
Penderita Hipertensi dengan menggunakan Cross rendah garam pada pada lansia penderita
Pada Lansia Di Sectional. lansia penderita hipertensi di Dusun
Posyandu Wreda hipertensi di Dusun Bangunjiwo Kasihan
POPULASI/ SAMPEL:
Pratama Dusun Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta
Bangunjiwo Kasihan responden sebanyak 41 penderita Bantul Yogyakarta
Bantul hipertensi. yaitu 0,387 dengan p =
0,027 (p<0,05)
VARIABEL:

Variabel independen (Dukungan


keluarga) dan variabel dependen
(diet rendah garam).

INSTRUMEN:

Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner
dukungan keluarga dan kepatuhan
diet rendah garam hipertensi

ANALIYSIS :

Analisis data menggunakan Chi


square.
38

3. Riani Pradara Jati, (Google sholar) Dukungan Family DESAIN: Hasil penelitian Ada hubungan
Rina Anggraeni Caregiver Dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga
Kepatuhan Diet Penelitian ini merupakan Terdapat hubungan dengan kepatuhan
(2020) Rendah Garam Pada penelitian kuantitatif diskriptif antara dukungan diet rendah garam
Jurnal Ilmiah analitik dengan pendekatan cross
Permas: Jurnal Lansia sectional
family caregiver pada lansia penderita
Ilmiah STIKES dengan kepatuhan hipertensi
lansia konsumsi garam
Kendal Volume POPULASI/ SAMPEL:
10 No 2, Hal 239 dengan diatas nilai ρ
- 244, April 2020 Sampel berjumlah 70 lansia yang value 0,001 (ρ < 0,05)
p-ISSN 2089- berusia 60 tahun keatas.
0834 VARIABEL:

Sekolah Tinggi Variabel independen (Dukungan


Ilmu Kesehatan keluarga) dan variabel dependen
Kendal e-ISSN (diet rendah garam).
2549-8134
INSTRUMEN:

Kuesioner

ANALIYSIS :

Data dianalisis menggunakan


distribusi frekuensi.

4. Alfany Natalia (Google sholar) Dukungan Keluarga DESAIN: Hasil uji statistik chi- Ada hubungan
Torar, Semuel Dan Kepatuhan Diet square (pearson chi- dukungan keluarga
Tambuwun, Lansia Penderita penelitian ini adalah Analitik square) didapatkan dengan kepatuhan
Herlina Memah, Hipertensi Di Wilayah Korelasi dengan rancangan cross nilai P-value sebesar diet rendah garam
39

Yourisna Jurnal Ilmiah Kerja Puskesmas sectional. 0,008, artinya P-value pada lansia penderita
Pasambo(2020) perawat Manado Tumpaan <0.05. hipertensi
DOI : POPULASI/ SAMPEL:
10.47718/jpd.v8i0 Populasi dalam penelitian ini
1.903 adalah lansia dengan Hipertensi
dengan jumlah 84 orang yang
dibagi menjadi 42 orang didaerah
pesisir dan 42 orang didaerah
pegunungan

VARIABEL:

Variabel independen (Dukungan


keluarga) dan variabel dependen
(kepatuhan diet rendah garam).

INSTRUMEN:

Kuesioner.

ANALIYSIS :

Teknik analisis data


menggunakan uji Chi Square.

5. Wahid Tri (Google sholar) Dukungan keluarga, DESAIN: Diketahui dukungan : Ada hubungan
Wahyudi ,Risa kepatuhan dan keluarga kategori dukungan keluarga,
Holistik Jurnal kuantitatif dengan rancangan
Herlianita , pemahaman pasien negatif 58,7%, kepatuhan dan
Kesehatan : analitik dan pendekatan cross
40

Deswiyan Pagis Volume 14, terhadap diet rendah sectional responden tidak pemahaman pasien
( 2020) No.1, Maret garam pada pasien patuh 57,2%, dan terhadap diet
POPULASI/ SAMPEL:
2020: 110-117 dengan hipertensi sedikit yang rendah garam pada
populasinya seluruh pasien memiliki pasien dengan
dengan hipertensi dengan pemahaman diet hipertensi. Saran
sampel sebanyak 139 dengan rendah garam (p- bagi petugas
simple random sampling value=0,000), ada kesehatan
hubungan antara puskesmas dalam
VARIABEL: dukungan keluarga memberikan
Variabel independen (Dukungan (p-value = 0,032), pendidikan
keluarga) dan variabel dependen kepatuhan dan kesehatan kepada
(kepatuhan diet rendah garam) pemahaman pasien keluarga dan pasien
terhadap diet rendah dengan hipertensi
INSTRUMEN: garam pada pasien tentang pentingnya
Kuisioner dengan hipertensi diet rendah garam.

ANALIYSIS :

uji yang digunakan adalah uji chi


square
BAB IV

HASIL DAN ANALISIS

4.1 Karakter Studi

Hasil penelusuran jurnal dan artikel pada penelitian berdasarkan topik

literature review “Dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada

Lansia” didapatkan 5 jurnal penelitian dimana seluruhnya berjenis kuantitatif

dengan desain penelitian menggunakan statistik deskriptif dengan pendekatan

studi cross-sectional. Jurnal yang digunakan pada literature review ini berjenis

kuantitatif, dan rentang tahun artikel jurnal yang diambil yaitu tahun 2017-2020.

Berikut ini hasil analisis jurnal yang ditampilkan dalam bentuk tabel sebagai

berikut :

41
42

No. Penulis dan Sumber Judul Desain Penelitian, Sampel, Hasil Kesimpulan
Tahun Terbit Variabel, Instrumen, Analiysis
1. (Google scholar) Dukungan keluarga, DESAIN: Diketahui dukungan Ada hubungan
Wahid Tri
kepatuhan dan keluarga kategori dukungan keluarga,
Wahyudi,Risa Holistik Jurnal
pemahaman pasien Penelitian kuantitatif dengan negatif 58,7%, kepatuhan dan
Herlianita, Kesehatan,
terhadap diet rendah rancangan analitik dan pendekatan responden tidak patuh pemahaman pasien
Deswiyan Pagis Volume 14, Nomor
garam pada pasien cross sectional 57,2%, dan sedikit terhadap diet rendah
(2020) 1, 2020
dengan hipertensi yang memiliki garam pada pasien
POPULASI/ SAMPEL:
pemahaman diet dengan hipertensi.
populasinya seluruh pasien dengan rendah garam (p- Saran bagi petugas
hipertensi dengan sampel sebanyak value=0,000), ada kesehatan puskesmas
139 dengan simple random hubungan antara dalam memberikan
sampling dukungan keluarga (p- pendidikan
value = 0,032), kepat kesehatan kepada
VARIABEL:
uhan dan pemahaman keluarga dan pasien
pasien terhadap diet dengan hipertensi
Variabel independen (Dukungan
rendah garam pada tentang pentingnya
keluarga) dan variabel dependen
pasien dengan diet rendah garam.
(diet rendah garam).
hipertensi.

INSTRUMEN: Hasil dari 35

Pengumpulan data dengan responden yang

kuesioner data dianalisa secara mendapatkan

univariate dan bivariate (chi dukungan keluarga


43

square) baik sebnyak 16


responden (45,7%)
dukungan keluarga
cukup 14 responden
(40,0%) dan dukungan
kelaurga kurang
sebanyak 5 responden
(14,3%).
Hasil dari 35
responden patuh
terhadap diet hipertensi
sebanyak (40,0%),dan
responden yang tidak
patuh
terhadap diet
hipertensi sebanyak
(25,7%) dan yang
cukup patuh sebanyak
(34,4%).
44

ANALIYSIS :

Analisa data menggunakan uji Chi


Square.

2. Ahmad Kholid (Google scholar) Hubungan Dukungan DESAIN: Hasil menunjukkan Ada hubungan
Mafrur , Suri Keluarga Dengan Penelitian ini menggunakan adanya hubungan dukungan keluarga
Salmiyati (2018) Kepatuhan Diet penelitian deskriptif korelatif dukungan keluarga dengan kepatuhan
Rendah Garam dengan menggunakan Cross dengan kepatuhan diet diet rendah garam
Penderita Hipertensi Sectional. rendah garam pada pada lansia penderita
Pada Lansia Di lansia penderita hipertensi di Dusun
POPULASI/ SAMPEL:
Posyandu Wreda hipertensi di Dusun Bangunjiwo Kasihan
responden sebanyak 41 penderita
Pratama Dusun Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta
hipertensi.
Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta
Bantul VARIABEL: yaitu 0,387 dengan p =
Variabel independen (Dukungan 0,027 (p<0,05).
keluarga) dan variabel dependen Hasil dari 84
(diet rendah garam). responden yang
mendapatkan
dukungan keluarga
baik sebnyak 30
responden (71%)
dukungan keluarga
45

cukup 30 responden
(71%) dan dukungan
kelaurga kurang
sebanyak 24 responden
(58%).
46

INSTRUMEN: Hasil dari 84 responden


yang patuh terhadap diet
Instrumen penelitian rendah garam sebanyak
menggunakan kuesioner 46 responden ((109%)
dukungan keluarga dan kepatuhan dan yang tidak patuh
diet rendah garam hipertensi sebanyak 38 responden
(91%).
ANALIYSIS :

Analisis data menggunakan Chi


square.
47

3. Riani Pradara Jati, (Google sholar) Dukungan Family DESAIN: Hasil penelitian Ada hubungan
Rina Anggraeni Caregiver Dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga

Kepatuhan Diet Penelitian ini merupakan penelitian Terdapat hubungan dengan kepatuhan
(2020)
Jurnal Ilmiah Rendah Garam Pada kuantitatif diskriptif analitik dengan antara dukungan diet rendah garam

Lansia pendekatan cross sectional family caregiver pada lansia penderita


Permas: Jurnal
dengan kepatuhan hipertensi
Ilmiah STIKES POPULASI/ SAMPEL:
lansia konsumsi garam
Kendal Volume 10
dengan diatas nilai ρ
No 2, Hal 239 Sampel berjumlah 70 lansia yang
value 0,001 (ρ < 0,05).
- 244, April 2020 berusia 60 tahun keatas.
Hasil dari 41
p-ISSN 2089-
responden yang
0834 VARIABEL:
mendapatkan
Variabel independen (Dukungan
dukungan keluarga
Sekolah Tinggi keluarga) dan variabel dependen
baik sebnyak 3
Ilmu Kesehatan (diet rendah garam).
responden (7,3%)
Kendal e-ISSN
dukungan keluarga
2549-8134 INSTRUMEN:
sedang 32 responden
Kuesioner
(78,0%) dan dukungan
ANALIYSIS :
kelaurga buruk
sebanyak 6 responden
Data dianalisis menggunakan (14,6%).
distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian
tentang kepatuhan diet
48

rendah garam
responden sebagian
besar responden
memiliki kepatuhan
diet patuh yaitu
sebanyak 35 responden
(85,4%), sedangkan
paling sedikit
responden memiliki
kepatuhan diet tidak
patuh sebanyak 6
responden (14,6%).
49

4. Alfany Natalia (Google sholar) Dukungan Keluarga DESAIN: Hasil uji statistik chi- Ada hubungan
Torar, Semuel Dan Kepatuhan Diet square (pearson chi- dukungan keluarga
Jurnal Ilmiah
Tambuwun, Lansia Penderita penelitian ini adalah Analitik square) didapatkan nilai dengan kepatuhan
perawat Manado
Herlina Memah, Hipertensi Di Wilayah Korelasi dengan rancangan cross P-value sebesar 0,008, diet rendah garam
DOI :
Yourisna Kerja Puskesmas sectional. artinya P-value pada lansia penderita
10.47718/jpd.v8i0
Pasambo(2020) Tumpaan <0.05. hipertensi
1.903 POPULASI/ SAMPEL:
Hasil dari 70 responden
yang mendapatkan
Populasi dalam penelitian ini adalah
dukungan keluarga baik
lansia dengan Hipertensi dengan
sebnyak 5 responden
jumlah 84 orang yang dibagi
(7,1%) dukungan
menjadi 42 orang didaerah pesisir
keluarga kurang baik 29
dan 42 orang didaerah pegunungan
responden (41,4%) dan
VARIABEL: dukungan kelaurga tidak
Variabel independen (Dukungan baik sebanyak 36
keluarga) dan variabel dependen responden (51,4%).
(diet rendah garam). Hasil dari 70 responden
yang patuh terhadap diet
INSTRUMEN:
rendah garam sebanyak
29 responden ((41,4%)
Kuesioner
dan yang tidak patuh
sebanyak 41 responden
ANALIYSIS :
(58,6%).
50

Teknik analisis data menggunakan


uji Chi Square.
51

5. Muh. Jumidi (Google sholar) Hubungan Dukungan DESAIN: Hasil penelitian ini Didapatkan
Sapwala, Maruli Keluarga Dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga
Taufandas, Novi Jurnal Medika Kepatuhan Diet kuantitatif dengan desain terdapat dukungan yaitu kategori baik
Hermawati, Hutama Volume 02 Hipertensi Pada Lansia correlational. keluarga dengan dan kepatuhan diet
(2021) No 02, Januari Di Dusun Ladon kepatuhan diet hipertensi pada lansia
POPULASI/ SAMPEL:
2021 Wilayah Kerja hipertensi pada lansia di dapatkan rata-rata
Populasi dalam penelitian ini
Puskesmas Wanasaba di Wilayah Kerja dalam kategori patuh.
jumlah 35 responden, dan sampel
Puskesmas Wanasaba
yang digunakan dalan penelitian ini
dengan p value 0,001.
diambil dengan Teknik total
Hasil dari 139 responden
sampling.
yang mendpatkan
dukungan positif yaitu
VARIABEL: sebanyak 57 responden
Variabel independen (Dukungan (41,3%) dan yang
keluarga) dan variabel dependen memiliki dukungan
(diet rendah garam). negative yaitu sebanyak
82 responden (58,7%).
INSTRUMEN:
Hasil dari 139 responden
Kuisioner yang patuh terhadap diet
rendah garam sebanyak
ANALIYSIS : 59 responden ((42,8%)
dan yang tidak patuh
sebanyak 80 responden
52

(57,2%).
uji yang digunakan adalah statistic
sperman rank
53

4.2 Karakteristik Responden

4.2.1 Usia Responden Lanjut Usia

Tabel 4.2.1 Tabel Karakteristik Usia Lansia

Artikel Usia N Persentase

(Jumidi 2020) 60-70 tahun 19 54,3%

41-59 tahun 16 45,7%

(Torar 2020) Kelompok usia 35 86%


60-70 tahun

(Mafrur218) 66-70 tahun 21 51,2%

60-65 tahun 15 36,6%

>70 tahun 5 12,2%

(Riani, 2020) 26-40 tahun 33 47,1%

18-25 tahun 22 31,4%

41-65 tahun 15 21,4%

(Wahid 2020) - - -

Hasil analisis dari 5 artikel yang ditemukan bahwa, karakteristik

responden berdasarkan umur dari kelima artikel diatas didapatkan rata-rata usia

responden adalah umur <25 tahun-70 tahun.


54

4.2.2 Jenis Kelamin Responden Lanjut Usia

Tabel 4.2.2 Jenis Kelamin Responden Lansia

Artikel Jenis Kelamin Jumlah (n) Persentase

(Jumidi 2020) Laki-Laki 23 65,7%

Perempuan 12 34,3%

(Torar 2020) Laki-Laki - -

Perempuan 32 76%

(Mafrur218) Laki-Laki 7 82,9%

Perempuan 34 17,1%

(Riani, 2020) - - -

(Wahid 2020) - - -

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada lansia yang

mengalami hipetensi diperoleh sebagian besar responden berjenis kelamin

perempuan di bandingkan dengan laki-laki.


55

4.2.3 Pendidikan Responden Lanjut Usia

Tabel 4.2.3 Pendidikan Responden Lansia

Artikel Pendidikan Jumlah (N) Persentase

(Jumidi 2020) SD 21 60,0%


SMP 8 22,9%
SMA 4 11,4%
PT 2 5,7%
(Torar 2020) SMP, dan 17 40%
responden lainnya
tidak disebutkan
(Mafrur218) SD 23 56,1%
Perguruan Tinggi 2 4,9%

(Riani, 2020) SD 16 16%


SMP 20 28,6%
SMA 34 48,6
(Wahid 2020) - - -

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan diperoleh sebagian besar

responden berpendidikan SD .
56

4.2.4 Jenis Pekerjaan Responden

Tabel 4.2.4 Jenis Pekerjaan Responden

Artikel Jenis Pekerjaan Jumlah (N) Persentase

(Jumidi 2020) Bekerja 21 60,0%


Tidak Bekerja 8 22,9%
4 11,4%
2 5,7%
(Torar 2020) Bekerja 17 40%

Berdasarkan tabel 4.2.4 dari lima artikel didapatkan 2 artikel yang

mencantumkan pekerjaan responden. Mayoritas dari 2 artikel responden bekerja.


57

4.3 Analisis

4.3.1 Dukungan Keluarga pada lansia yang mengalami hipertensi

Artikel yang telah di review dari 5 artikel tentang Dukungan Keluarga

diperoleh dan ditemukan pada tabel berikut :

Tabel 4.3.1 Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga
No Persen
Peneliti Baik Cukup Kurang Jumlah
. %
N % N % N %
1. Artikel 1 57 41,3% - - 82 58,7% 139 100%
(Jumidi
2020)

2. Artikel 2
(Torar 2020) 5 7,1% 29 41,4% 36 51,4% 70 100%

3. Artikel 3 30 71% 30 71% 24 58% 84 100%


(Mafrur218)

3 7,3% 32 78,0% 6 14,6% 41


Artikel 4 100%
4. (Riani, 2020)

Artikel 5 16 45,7% 14 40,0% 5 14,3% 35


(Wahid 100%
5. 2020)
58

Berdasarkan hasil anaslisis dari ke lima artikel terkait dengan dukungan

keluarga ada dua artikel yang menunjukkan bahwa terdapat dukungan keluarga

dengan kategori kurang, dua artikel terdapat dukungan keluarga dengan kategori

baik dan satu artikel menunjukkan dukungan keluarga dengan kategori cukup.

Tabel 4.3.2 Bentuk Dukungan Keluarga dari setiap Artikel

No. Peneliti Dukungan Keluarga

1. Artikel 1 (Jumidi 2020) Dukungan Keluarga Emosional

2. Artikel 2 (Torar 2020) Artikel 2 Tidak di jelaskan jenis bentuk


dukungan keluarga.

3. Artikel 3 (Mafrur218) Artikel 3 Tidak di jelaskan jenis bentuk


dukungan keluarga.

4. Artikel 4 (Riani, 2020) Dukungan emosional

Dukungan Informatif

Dukungan Penghargaan

Dukungan Instrumental

5. Artikel 5 (Wahid 2020) Dukungan emosional

Dukungan Informatif

Dukungan Penghargaan

Dukungan Instrumental

Hasil dari kelima artikel. Dukungan keluarga yang di berikan meliputi

dukungan emosional, informasi, instrumental, dan dukungan penghargaan. Dari

kelima artikel tidak menyebutkan instrument dukungan keluarga secara spesifik.


59

4.4 Kepatuhan Minum Obat

Artikel yang telah di review dari 5 artikel tentang kepatuhan diet rendah

garam diperoleh dan ditemukan pada tabel berikut :

Tabel 4.3.2 Kepatuhan Diet Rendah Garam

Dukungan Keluarga
No. Artikel Patuh Cukup Patuh Tidak Patuh Jml
%
N % N % N %

1. Jumidi - 40,0% - 34,4% - 25,6% 100%

(2020)

2. Torar 46 75% - - 38 25% 84 100%

(2020)

3. Mafrur 35 85,4% - - 6 14,6% 41 100%

(2018)

4. Riani 29 41,4% - - 41 58,6% 70 100%

5. Wahid 59 42,8% - - 80 57,2 139 100%

Berdasarkan hasil anaslisis dari lima artikel terkait dengan Kepatuhan diet

rendah garam pada lansia ada tiga artikel yang menjelaskan bahwa lansia patuh

dalam melakukan diet rendah dan dua artikel lainnya menjelaskan bahwa lansia

tidak patuh dalam diet rendah garam.


60

4.5 Analisa Dukungan Keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam

pada pasien hipertensi

Hasil review dari keenam artikel menunjukkan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.5 Analisa dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah

garam pada pasien hipertensi

Artikel Hasil Temuan

(Jumidi 2020) Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang


signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan
diet rendah garam dengan hasil Uji Chi Square didapatkan
nilai dengan p value 0,001.

(Torar 2020) Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet


rendah garam pada lansia penderita hipertensi Hasil uji
statistik chi- square (pearson chi- square) didapatkan nilai
P-value sebesar 0,008, artinya P-value<0.05.

(Mafrur2018) Adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan


diet rendah garam pada lansia penderita hipertensi di
Dusun Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta yaitu
0,387 dengan p = 0,027 (p<0,05).

(Riani, 2020) Menunjukkan hasil bahwa Terdapat hubungan antara


dukungan family caregiver dengan kepatuhan lansia
konsumsi garam dengan diatas nilai ρ value 0,001 (ρ <
0,05)

(Wahid 2020) Hasil ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value =


0,032), kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap diet
rendah garam pada pasien dengan hipertensi.
61

BAB V

PEMBAHASAN

5.1 Deskripsi Dukungan Keluarga

Berdasarkan analisis dari lima artikel terkait dengan dukungan keluarga

terdapat dua artikel yang menunjukkan bahwa terdapat dukungan keluarga dengan

kategori kurang dua artikel terdapat dukungan keluarga dengan kategori baik dan

satu artikel menunjukkan dukungan keluarga dengan kategori cukup kepada lansia

dengan hipertensi.

Pada artikel pertama Jumidi, (2020) didapatkan hasil bahwa dukungan

keluarga pada lansia dengan diet hipertensi terbanyak dalam kategori baik, yaitu

57 responden (45,7%). Dukungan keluarga yang diberikan yaitu segala perilaku

dan sikap positif kepada salah satu anggota keluarga yang mengalami masalah

kesehatan. Dukungan yang diberikan kepada lansia yaitu berupa dukungan

informasional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dan dukungan

emosional, dari keseluruhan dukungan yang berpusat pada suatu pendekatan

keluarga dalam menangani memberikan dukungan pada pasien akan

meningkatkan kesehatan dan adaptasi mereka dalam kehidupan.

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dukungan

keluarga sangat penting untuk diberikan kepada anggota keluarga yang sakit.

Dengan adanya dukungan keluarga bisa mempengaruhi kepatuhan diet garam

pada penderita hipertensi, dimana pasien tersebut merasa diperhatikan sehingga

pasien bersemangat dan termotivasi untuk patuh terhadap diet yang dijalaninya.
62

Pada artikel kedua Torar, (2020) menyebutkan bahwa dukungan keluarga

didaerah pesisir pantai paling banyak dengan kategori cukup yaitu 17 responden

(40%), dukungan didaerah pegunungan paling banyak dengan kategori baik yaitu

17 responden (40%). Dukungan keluarga yang diberikan yaitu keluarga

membantu dalam perawatan hipertensi dengan mengatur pola makan sehat,

mengajak berolahraga, menemani dan meningkatkan pemeriksaan tekanan darah

secara rutin. Dukungan keluarga merupakan hal yang sangat penting untuk

seseorang. Adanya dukungan keluarga terhadap lansia dapat menyebabkan

ketenangan batin dan perasaan yang senang dalam diri lansia. Selain itu dengan

adanya dukungan keluarga berdampak pada kemudahan lansia untuk melakukan

diet hipertensi. Keluarga juga mempunyai peran utama dalam memberi dorongan

kepada lansia sebelum pihak lain memberi dukungan. dukungan informasi

merupakan faktor yang dominan terhadap perilaku lansia dalam pengendalian

hipertensi. Dukungan keluarga sangat penting dalam meningkatkan derajat

kesehatan lansia.

Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor

yang mempengaruhi perilaku anggota keluarga adalah sejauh mana keluarga

memberikan dukungan kepada anggota keluarga. semakin baik dukungan yang

diberikan oleh keluarga responden lansia hipertensi maka akan semakin tinggi

pula kepatuhan dalam menjalankan diet hipertensi.


63

Pada artikel ketiga Mafrur, (2018) menyebutkan bahwa dukungan keluarga

sebanyak 32 responden sebagian besar mendapatkan dukungan dalam kategori

dukungan sedang (78%). Dukungan paling banyak yang diberikan kepada lansia

yaitu dukungan penghargaan. Dukungan keluarga sedang dapat terjadi karena

beberapa faktor pendidikan responden, diketahui pendidikan responden sebagian

besar yaitu tamat sekolah dasar sebanyak (56,1%), dimana tingkat pengetahuan

responden masih rendah. Kemampuan kognitif akan membentuk cara berfikir

seseorang termasuk kemampuan untuk memahami faktor-faktor yang

berhubungan dengan penyakit serta menggunakan pengetahuan tentang kesehatan

untuk menjaga kesehatan dirinya.

Berdasarkan pernyataan dapat disimpulkan bahwa Tingkat pendidikan

responden sebagian besar rendah, hal ini akan berpengaruh pada kemampuan

kognitif dan cara berpikir responden, selanjutnya akan mempengaruhi

pengetahuan responden, Sehingga dukungan keluarga merupakan unsur yang

mampu mempengaruhi cara berpikir dan bertindak responden.

Pada artikel keempat (2020) menyatakan bahwa dukungan keluarga yang

diberikan kepada 70 responden yaitu dukungan dengan kategori kurang.

Dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yaitu dukungan penghargaan,

dukungan emosional, dan dukungan informasional.

Berdasarkan pernyataan dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga

merupakan salah satu kunci dalam perawatan serta evaluasi pengawasan dan
64

kontrol dalam kehidupan sehari-hari pada lansia secara langsung inilah yang

disebut Family Caregiver ([Link], 2016).

Penelitian yang dilakukan oleh wahid, (2020) menyatakan bahwa

dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yaitu dukungan dengan kategori

kurang (58,7%). Dukungan yang kurang diakibatkan oleh keluarga tidak

mempunyai cukup dana untuk membuatkan menu khusus untuk responden,

kurangnya kedekatan antar anggota keluarga yang bisa menyebabkan kurangnya

pengetahuan keluarga terkait penyakit hipertensi sehingga keluarga tidak

memberikan perhatian lebih terhadap penderita hipertensi.

Berdasarkan pernyataan dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga

adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian dari orang orang yang dapat

diandalkan, menghargai, dan menyayangi kita (Imam Munanda, 2017). Dukungan

keluarga adalah dukungan yang meningkatkan keluarga untuk menjadikan

keluarga yang berfungsi untuk anggotanya serta membesarkan anak dan kegiatan

dalam keluarga sendiri mendukung anggota keluarganya untuk mendukung satu

sama lain baik formal maupun informal (United Nations Children’s Fund, 2015).

Berdasarkan pendapat peneliti dari kelima artikel menunjukkan bahwa

sebagian besar responden mendapat dukungan keluarga dengan kategori baik dan

kurang. Dukungan keluarga merupakan unsur yang mampu mempengaruhi cara

berpikir dan bertindak responden. Kemudian, dua artikel menjelaskan dukungan

keluarga yang baik ini dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam

menentukan keyakinan dan nilai kesehatan individu serta dapat juga menemukan

tentang pengobatan yang dapat mereka terima. Dukungan keluarga sangat penting
65

dalam menjalankan kepatuhan diet hipertensi karena akan memotivasi pasien

dengan adanya perhatian yang diberikan oleh keluarga. Dukungan keluarga sangat

penting untuk dalam proses pemulihan anggota keluarga yang sakit, karena dapat

meningkatkan motivasi pasien dan derajat kesehatan (Wahid, 2020). Umumnya

dukungan sosial dari orang-orang terdekat penderita membawa optimisme kepada

pasien yang memepngaruhi motivasi diri pasien untuk mendapatkan kesembuhan .

Dukungan keluarga sangat penting dalam mengantisipasi psiskologis pada pasien

hipertensi.

5.2 Deskripsi Kepatuhan diet Rendah Garam Pada Lansia

Berdasarkan hasil anaslisis dari lima artikel terkait dengan Kepatuhan diet

rendah garam pada lansia terdapat tiga artikel yang menjelaskan bahwa lansia

patuh dalam melakukan diet rendah garam dan dua artikel lainnya menjelaskan

bahwa lansia tidak patuh dalam diet rendah [Link] artikel pertama Jumidi,

(2020) menunjukkan bahwa sebagian besar responden patuh terhadap diet

hipertensi yaitu sebasar (40%), lansia tergolong dalam kategori patuh terhadap

diet hipertensi. Sebagian besar lansia sudah banyak menghindari makanan yang

mengandung garam atau natrium.

Hasil penelitian ini juga dikuatkan dengan penelitian Tumenggung (2013),

menunjukan bahwa kepatuhan diet pasien hipertensi di RSUD Toto Kabila

Kabupaten Bone Bolango dari 30 responden yang diteliti, 24 responden

dikategorikan baik (80,0%). Hal ini dapat disebabkan oleh faktor usia di mana

sebagian besar pasien berusia dewasa tua yang pada umumnya sudah lebih arif

dan bijak menerima kondisi kesehatannya. Meskipun demikian, usaha keras


66

diperlukan pada pasien hipertensi untuk menjaga gaya hidup, diet dan aktivitasnya

dan minum obat yang diresepkan secara teratur.

Pada artikel kedua Torar, (2020) menyatakan bahwa kepatuhan diet pada

lansia hipertensi dipesisir pantai lebih banyak patuh yaitu sebesar (52%) dan

lansia dipegunungan lebih banyak lansia yang patuh terhadap diet hipertensi yaitu

sebesar (57%). Sebagian besar lansia patuh terhadap diet hipertensi dengan

mengurangi konsumsi garam.

Berdasarkan hasil didapatkan bahwa kepatuhan diet pada lansia penderita

hipertensi di pesisir pantai lebih banyak patuh berjumlah 22 responden (52%) dan

tidak patuh berjumlah 20 responden (48%). Hasil pengolahan data didapatkan

bahwa kepatuhan diet pada lansia penderita hipertensi di pegunungan lebih

banyak patuh berjumlah 24 responden (57%) dan tidak patuh berjumlah 18

responden (43%).

Pada artikel ketiga Mafrur, (2018) menyatakan bahwa kepatuhan diet

responden sebagian besar memiliki kepatuhan diet patuh sebesar (85,4%),

kepatuhan diet pada penelitian ini dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga.

Hasil penelitian ini didukung oleh teori Niven (2018) yang menyatakan bahwa
67

faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan salah satunya dukungan

keluarga. Dukungan keluarga juga dapat menjadi faktor yang dapat berpengaruh

dalam menentukan program kepatuhan diet pasien hipertensi.

Pada artikel keempat Riani, (2020) menyatakan bahwa kepatuhan diet

responden sebagian besar lansia yaitu tidak patuh sebesar (47,1%), ketidakpatuhan

lansia terhadap diet hipertensi disebabkan oleh dukungan keluarga yang kurang,

dimana keluarga tidak memberikan dukungan penuh kepada penderita hipertensi.

faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan juga berupa tingkat pendidikan,

pengetahuan.

Pada artikel kelima Wahid, (2020) menyatakan bahwa Sebagian besar

responden tidak patuh terhadap diet rendah garam, yaitu sebanyak 80 (57,2%)

responden, hal ini dapat terjadi karena responden belum sepenuhnya mengurangi

garam dalam konsumsi dan masih cukup sering untuk mengkonsumsi makanan

cepat saji karena praktis dan rasanya lebih gurih jika responden mengkonsumsi

makanan dengan jumlah asupan garam yang dibatasi.

Berdasarkan teori menyatakan kepatuhan merupakan bentuk perilaku atau

tingkah laku yang muncul akibat adanya hubungan atau interaksi petugas

kesehatan dan pasien, sehingga pasien mengerti rencana yang akan dilakukan dan

mengerti konsekuensi dan menyetujui rencana tersebut dan melaksanakannya

(Kemenkes RI, 2011). Kepatuhan adalah perilaku atau tingkah laku individu

misalnya, minum obat, mematuhi diet, dan melakukan perubahan gaya hidup

sesuai dengan anjuran terapi dan kesehatan. Tingkat kepatuhan seseorang dapat di
68

mulai dari mematuhi tindakan setiap aspek anjuran hingga mematuhi rencana

(Kozier, 2010). faktor – faktor yang mempengaruhi kepatuhan diantaranya yaitu,

faktor pertama pengetahuan, pengetahuan adalah hasil tahu atau yang diketahui

oleh orang lain dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap

suatu objek tertentu. Penginderaan bisa terjadi pada 6 panca indera manusia.

Yaitu, indera penglihatan, pendengar, pencium, rasa dan raba. Sebagian besar

pengetahuan bisa di dapat dari alat indera manusia, yaitu seperti mata dan telinga

(Notoatmodjo, 2012). Faktor kedua yaitu motivasi adalah dorongan atau

keinginan dalam diri seseorang dalam bentuk energi seperti halnya aktivitas

seseoarang yang nyata dalam mencapai suatu tujuan tertentu (Kompri, 2015).

Faktor ketiga yaitu, dukungan keluarga/family support adalah sikap, perilaku

tindakan/langkah dan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya.

Semua anggota keluarga dianggap dan dipandang sebagai bagian yang tidak

terpisahkan, tidak terpecah belahdalam lingkungan keluarga. Anggota atau

keluarga lain melihat bahwa orang yang mempunyai sifat mendukung atau

mendorong ke arah yang positif satu sama lain selalu siap memberikan

pertolongan, bantuan jika diperlukan (Friedman dkk, 2014).

berdasarkan pendapat peneliti kepatuhan diet rendah garam yang benar akan

mempengaruhi perubahan tekanan darah. Kepatuhan diet rendah garam yang benar

dapat menjaga tekanan darah tetap terkendali. Jika tekanan darah terkendali maka

komplikasi hipertensi dapat dihindari. Kepatuhan dapat digunakan sebagai

parameter tingkat pengetahuan pasien melakukan diet rendah garam dari tenaga

medis yang berupa pengetahuan tentang resep, meminum obat secara teratur dan
69

tepat dan merubah gaya hidup. Hasil penelitian dan uraian teori diatas faktor yang

paling mempengaruhi tingkat kepatuhan salah satunya adalah dukungan keluarga.

Dukungan keluarga juga dapat menjadi faktor yang dapat berpengaruh dalam

menentukan program kepatuhan diet pasien hipertensi. Keluarga memberi dukungan

dan membuat keputusan mengenai anggota keluarga yang sakit. Hal itu

disebabkan karena keluarga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan

kehidupan tiap anggotanya. Oleh karena itu diharapkan kesadaran bagi keluarga

agar memberikan dukungan penuh terhadap anggota keluarganya yang menderita

hipertensi agar dapat menjalankan diet dengan patuh.

5.3 Analisa Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keptuhan diet Rendah

Garam Pada Lansia.

Berdasarkan hasil review dari ke lima artikel menjukkan bahwa semua ada

hubungan yang signifikan antara Hubungan Dukungan Keluarga dengan tingkat

kepatuhan diet rendah Garam pada Lansia dengan hasil nilai P Value= < 0,05.

Pada artikel pertama Jumidi, (2020) menyatakan bahwa dari 35 responden

hampir dari setengahnya mendapatkan dukungan keluarga yang baik yaitu

sebanyak (45,7%) dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet hipertensi yaitu

cukup (40,0%), dengan nilai P value 0,001. Dukungan keluarga sangat erat

kaitannya dengan kepatuhan pasien dalam menjalankan dietnya. Hal itu

disebabkan karena keluarga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan

kehidupan tiap anggotanya. Oleh karena itu diharapkan kesadaran bagi keluarga

agar memberikan dukungan penuh terhadap anggota keluarganya yang menderita

hipertensi agar dapat menjalankan diet dengan patuh.


70

Pada artikel kedua Torar, (2020) menyatakan bahwa Hubungan Dukungan

Keluarga dengan Kepatuhan Diet Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja

Puskesmas Tumpaan Daerah Pesisir Pantai. Dari hasil tabulasi analisis

persilangan menujukaan responden lansia hipertensi yang mendapat dukungan

keluarga baik sebagian besar memiliki kepatuhan baik dalam kepatuhan diet

hipertensi sebanyak 10 responden (76.9%). Responden yang mendapatkan

dukungan keluarga cukup sebagian besar memiliki kepatuhan baik dalam

menjalankan kepatuhan diet hipertensi sebanyak 10 responden (58.8%).

Sedangkan responden dengan dukungan keluarga kurang memiliki kepatuhan baik

sebanyak 2 responden (16.7%). Dengan nilai P value 0,008. Hubungan keluarga

yang harmonis akan memberikan ketenangan dan mengurangi beban yang

dirasakan karena pada saat seseorang menghadapi tekanan dan kesulitan hidup

seseorang memerlukan orang lain untuk berbagi, mendengarkan atau mencari

informasi yang relevan. Sehingga dukungan keluarga dalam bentuk dukungan

informasi, dukungan emosional, dukungan penghargaan dan dukungan

instrumental akan membuat pasien hipertensi akan memiliki kepatuhan yang baik

dalam pengendalian hipertensi.

pada artikel ketiga Mafrur, (2018) menyatakan bahwa dukungan keluarga

responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan

keluarga sedang sebanyak 32 responden (78%). Kepatuhan diet responden

menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kepatuhan diet patuh

sebanyak 35 responden (85,4%). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan

keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam dengan hasil membuktikan dengan
71

analisis ChiSquare p = 0,027 (p<0,05). Adanya hubungan dukungan keluarga

dengan kepatuhan diet dapat terjadi karena faktor dukungan keluarga menjadikan

keluarga berfungsi sebagai pendukung pengetahuan responden, sehingga akan

meningkatkan kesehatan dan adaptasi responden dalam kehidupan.

Pada artikel keempat Riani, (2020) menyatakan bahwa dukungan family

caregiver rata-rata dengan hasil kurang yaitu 36 (51,4%), Kepatuhan lansia dalam

mengkonsumsi garam lebih banyak yang tidak patuh yaitu 41 (58,6%) lansia.

adanya hubungan antara Dukungan Family Caregiver dengan perilaku konsumsi

garam pada lansia dengan nilai ρ value 0,001 (ρ < 0,05), kebiasaan lansia dalam

penelitian ini harus diingatkan, diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan

termasuk kesehatanya sangat tergantung pada peran keluarga.

Pada artikel kelima Wahid, (2020) menyatakan bahwa dari 57 responden

dengan dukungan keluarga baik, sebanyak 31 (22,3%) responden patuh hal ini

sejalan dengan teori yang mengungkapkan bahwa dengan dukungan keluarga

yang baik maka dapat meningkatkan kepatuhan seseorang, Dukungan keluarga

terdekat akan mempengaruhi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap klien yang

berfungsi sebagai sistem pendukung bagi anggotanya. Keluarga akan memandang

bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan

dengan bantuan jika diperlukan dan sebanyak 26 (18,7%) responden tidak patuh

hal ini dimungkinkan adanya faktor lain seperti pemahaman yang buruk terkait

tentang konsumsi garam harian bagi penderita hipertensi atau adanya motivasi

responden yang buruk. sehingga responden terkadang tidak mematuhi asupan

makan yang seharusnya di konsumsi untuk penderita hipertensi, sehingga


72

diperlukan peran petugas dalam upaya promotif terkait dengan kepatuhan ini

sehingga penderita hipertensi benar-benar dapat memahi dan mematuhi konsumsi

garam harian bagi dirinya.

Berdasarkan teori menyatakan bahwa adanya hubungan dukungan keluarga

dengan kepatuhan diet dapat terjadi karena faktor dukungan keluarga menjadikan

keluarga berfungsi sebagai pendukung pengetahuan responden, sehingga akan

meningkatkan kesehatan dan adaptasi responden dalam kehidupan. Menurut

Purnawan (2008) Dukungan keluarga juga dapat menjadi faktor yang dapat

berpengaruh dalam menemukan program kepatuhan diet yang akan dijalani oleh

penderita. Keluarga memberi dukungan dan membuat keputusan mengenai

anggota keluarga yang sakit. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sedikit

responden yang patuh terhadap diet rendah garam, yaitu sebanyak 59 (42,8%)

responden, menurut peneliti kepatuhan pada responden ini bisa terjadi ketika ada

faktor yang mempengaruhinya, seperti pemahaman yang baik dan adanya

dukungan keluarga sehingga responden mematuhi diet rendah garam, tujuan

pengobatan pada penderita hipertensi adalah untuk meningkatkan kualitas hidup,

akan tetapi banyak yang berhenti berobat ketika tubuhnya sedikit membaik,

sehingga diperlukan kepatuhan pasien yang menjalani pengobatan hipertensi agar

didapatkan kualitas hidup pasien yang lebih baik. Faktor yang mempengaruhi

kepatuhan pasien dalam berobat antara lain tingkat pendidikan, tingkat

pengetahuan, tingkat penghasilan, kemudahan menuju fasilitas kesehatan dan

tersedianya asuransi kesehatan yang meringankan pasien dalam membayar biaya


73

pengobatan namun pada penelitian ini terdapat responden tidak patuh terhadap

diet rendah garam, yaitu sebanyak 80(57,2%) responden, hal ini dapat terjadi

karena responden belum sepenuhnya mengurangi garam dalam konsumsi dan

masih cukup sering untuk mengkonsumsi makanan cepat saji karena praktis dan

rasanya lebih gurih jika responden mengkonsumsi makanan dengan jumlah

asupan garam yang dibatasi. Kepatuhan diet rendah garam yang benar akan

mempengaruhi perubahan tekanan darah. Kepatuhan diet rendah garam yang

benar dapat menjaga tekanan darah tetap terkendali. Jika tekanan darah terkendali

maka komplikasi hipertensi dapat dihindari. Kepatuhan dapat digunakan sebagai

parameter tingkat pengetahuan pasien melakukan diet rendah garam dari tenaga

medis yang berupa pengetahuan tentang resep, meminum obat secara teratur dan

tepat dan merubah gaya hidup (Torar, 2018). Hasil penelitian ini didukung oleh

teori Setiadi (2008) yang menyatakan bahwa efek dari dukungan keluarga

terhadap kesehatan dan kesejahteraan berfungsi bersamaan. Secara lebih spesifik,

keberadaan dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan

menurunnya mortalitas, lebih mudah sembuh dari sakit, fungsi kognitif, fisik, dan

kesehatan emosi. Kaitan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet garam

menurut peneliti yaitu adanya peningkatan kognitif dari keluarga, sehingga dapat

memberikan peningkatan pada kesehatan emosi dari responden.

Faktor risiko pemicu timbulnya hipertensi yaitu faktor risiko yang tidak dapat

dikontrol dan faktor risiko yang dapat dikontrol, yang termasuk faktor risiko yang

tidak dapat dikontrol seperti keturunan, jenis kelamin, umur, pendidikan dan

pekerjaan. Sedangkan faktor risiko yang dapat dikontrol seperti kegemukan, diet
74

yang tidak seimbang, konsumsi garam berlebihan, aktifitas fisik (olahraga),

merokok dan konsumsi alkohol serta stress (Ridwan, 2008). Hipertensi dapat

diatasi dengan beberapa cara, salah satunya diet. Diet adalah salah satu cara untuk

mengatasi hipertensi tanpa efek samping yang serius, karena metode

pengendaliannya yang alami seperti dalam menghindari jenis makanan yaitu

garam penyedap, popcorn asin, keju dan keripik kentang (Utami, 2009). Kepatuhan

adalah sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh

professional kesehatan. Menurut purwanto (2007) ada beberapa variabel yang

mempengaruhi tingkat kepatuhan seseorang yaitu demografi, program terapiutik,

psikososial serta dukungan keluarga. Keluarga merupakan kumpulan dua orang

atau lebih yang bergabung karena hubunga darah, perkawinan atau adopsi, hidup

dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya

dan menciptakan dan mempertahankan suatu budaya (Sutanto, 2012). Dukungan

keluarga adalah suatu bentuk perilaku melayani yang dilakukan oleh keluarga baik

dalam bentuk dukungan emosional, penghargaan / penilaian, informasional dan

instrumental (Setiadi, 2012).

Berdasarkan pendapat peneliti, teori diatas sesuai seperti dukungan keluarga

sangat erat kaitannya dengan kepatuhan pasien dalam menjalankan dietnya. Hal itu

disebabkan karena keluarga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan

kehidupan tiap anggotanya. Oleh karena itu diharapkan kesadaran bagi keluarga

agar memberikan dukungan penuh terhadap anggota keluarganya yang menderita

hipertensi agar dapat menjalankan diet dengan patuh.


BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Dilihat dari analisis hasil literature review pada 5 jurnal yang di dapatkan

peneliti, maka dapat disimpulkan hasil literature review sebagai berikut :

1. Hasil analisis dari lima artikel terkait dengan dukungan keluarga terdapat dua

artikel yang menunjukkan bahwa terdapat dukungan keluarga dengan kategori

kurang, dua artikel terdapat dukungan keluarga dengan kategori baik dan satu

artikel menunjukkan dukungan keluarga dengan kategori cukup kepada lansia

dengan hipertensi .

2. Hasil anaslisis dari lima artikel terkait dengan Kepatuhan diet rendah garam

pada lansia terdapat tiga artikel yang menjelaskan bahwa lansia patuh dalam

melakukan diet rendah dan dua artikel lainnya menjelaskan bahwa lansia tidak

patuh dalam diet rendah garam.

3. Hasil review dari ke lima artikel menjukkan bahwa semua ada hubungan yang

signifikan antara Hubungan Dukungan Keluarga dengan tingkat kepatuhan

diet rendah Garam pada Lansia dengan hasil nilai P Value= < 0,05.

75
6.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian diatas maka peneliti menyarankan beberapa hal

sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

Diharapkan hasil literature riview ini dapat menambah wawasan dan

pengetahuan serta dapat di aplikasikan pada saat melakukan asuhan

keperawatan pada penderita Hipertensi khusunya pada Lansia.

2. Bagi Masyarakat

Hasil literature riview ini diharapkan dapat menambah wawasan dan

pengetahuan bagi masyarakat khususnya lansia yang mengalami hipertensi

karena dengan adanya dukungan keluarga yang baik dari keluarga maka

lansia yang mengalami hipertensi akan menjaga pola makannya dengan

melakukan diet rendah garam

3. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan hasil literature review ini dapat jadikan sebagai pengetahuan

agar mendapat wawasan yang lebih luas dan untuk instansi pendidikan perlu

adanya refrensi buku atau jurnal mengenai hubungan dukungan kelauarga

dengan tingkat kepatuhan diet rendah garam pada Lansia.

76
DAFTAR PUSTAKA

Asdie, A. H. (2012). Harrison: Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta:

EGC.

AHA (American Heart Association). (2013). High [Link]:

American Heart Association.

Amirta Yolanda. 2007. Sehat Murah dengan [Link] : Keluarga

Dokter.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RIDepartemen

Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar

(Riskesdas). Jakarta: Depkes RI; 2013.

Brilianifah, Y. N., & Isnaeni, F. N. (2017).Hubungan pengetahuan dan

dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet hipertensi pada pasien

hipertensi rawat jalan di RSU Queen Latifa Sleman Yogyakarta (Doctoral

dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Dalimartha, Setiawan. 2008. Care Your Self Hipertensi. Penebar Plus : Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2012 . Jakarta:

Depkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: BadanPenelitian dan

pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Dewi, KCC., dkk. (2016). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat

kepatuhan penatalaksanaan diet lansia dengan hipertensi di lingkungan

kelurahan [Link] Keperawatan Community of Publishing in

Nursing (COPING) NERS.

77
Firmansyah RS (2017).Faktor- faktor yang berhubungan dengan dukungan

keluarga dalam pencegahan [Link], Jurnal keperawatan.

Guyton and Hall. 2008. Buku ajar Fisiologi Kedokteran ed. 11. Jakarta: EGC

Ignatavicius, D. D., & Workman, m. L. [Link] - Surgical

Nursing:Clients – Centered Collaborative Care. Sixth Edition, 1 & 2.

Missouri: Saunders Elsevier

Green, Lawrence, 1980. Health Education: A Diagnosis Approach, The John

Hopkins University, Mayfield Publishing Co.

Luddin (2016) .Psikologi dan konseling [Link] : Difa Mardiningsih,

Dyah dan marzuki , Sudiyono,(2003). Buku ajar

[Link] : Laboratorium Sosial Ekonomi Peternakanj

Fakultas UNDIP

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pusat data dan informasi:

Hipertensi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2016). Pusat data dan informasi

Profil Kesehatan Indonesia [Link] Kesehatan RI, Jakarta.

Kementrian Kesehatan RI [Link] kesehatan Indonesia 2017. Jakarta:

KemenkesRI

Sari (2017).Pengukuran Kualitas hidup Pasien Hipertensi Di Puskesamas

Mergangsan Yogyakarta Menggunakan European Quality Of Life 5

78
Dimensions (Eq5d) Questionnare dan visual analog Scale (Vas) . Jurnal

ilmiah Ibnu Sina, 1-2

Kozier. (2010). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis .Edisi 5, Jakarta : EGC

Nafrialdi [Link]. Sulistia Gan Gunawan (ed). Farmakologi dan

Terapi edisi 5 . Balai penerbit FKUI , Jakarta .

79
LAMPIRAN

Lampiran 1 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Hipertensi

Pada Lansia di Dusun Ladon wilayah Kerja Puskesmas Wanasaba

80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
Lampiran 2 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan diet rendah garam

penderita hipertensi pada lansia di posyandu wreda pratama dusun Bangunjiwo

kasihan Bantul

93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
Lampiran 3 Dukungan Family Caregiver dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam

pada Lansia

103
104
105
106
107
Lampiran 4 Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Diet Lansia Penderita Hipertensi

di Wilayah Kerja Puskesmas Tumpaan

108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
Lampiran 5 Dukungan Keluarga, kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap diet

rendah garam pada pasien dengan Hipertensi

125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
CURRICULUM VITAE

A. Biodata Peneliti
Nama : Halimatus Zariah
NIM : 17010012
Tempat, Tanggal Lahir : Jember, 28 Desember 1994
Alamat : Desa Puger Kulon, RT/RW 002/006, Kecamatan
Puger, Kabupaten Jember
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
No Telepon : 082335585544
Email : halimatuszaria28@[Link]
Status : Mahasiswa
B. Riwayat Pendidikan
1. SDN Puger Kulon 04
2. SMP Achmad Yani
3. PKBM Handayani Kencong
4. Universitas dr Soebandi Jember

138

Anda mungkin juga menyukai