Dukungan Keluarga pada Diet Hipertensi
Dukungan Keluarga pada Diet Hipertensi
LITERATURE REVIEW
SKRIPSI
Oleh :
Halimatus Zaria
NIM. 17010012
(LITERATURE REVIEW)
SKRIPSI
oleh:
Halimatus Zaria
NIM. 17010012
i
ii
iii
iv
SKRIPSI
Literatur Review
Oleh:
Halimatus Zaria
17010012
Pembimbing
v
HALAMAN PERSEMBAHAN
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya
sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tepat pada waktunya.
1. Terima kasih kepada Kedua orang tua saya dan keluarga yang sangat
amat saya cintai yang telah memberikan kasih sayang penuh, support,
vi
MOTTO
“Musuh yang Paling Berbahaya di atas Dunia Ini Adalah Penakut dan
Bimbang. Teman yang Paling Setia, Hanyalah Keberanian dan Keyakinan yang
Teguh”
(Andrew Jackson)
(Halimatus Zaria)
vii
KATA PENGANTAR
dapat terselesaikan. Skripsi literature review ini disusun untuk memenuhi salah
dibimbing dan dibantu oleh berbagai pihak, oleh karena itu penulis
1. Hella Meldy Tursina, [Link]., Ns., [Link], selaku Dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas dr. Soebandi.
2. Ns. Irwina Angelia Silvanasari, [Link]., Ns., [Link]. selaku ketua Program
5. Ns. Zidni Nuris Yuhbaba, [Link]., [Link] selaku penguji II dan pembimbing.
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menyadari masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk
viii
ABSTRAK
ix
ABSTRACT
x
DAFTAR ISI
ABSTRAK ............................................................................................................. x
ABSTRACT ........................................................................................................... xi
xi
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................... 4
xii
2.3.3 Etiologi Hipertensi ......................................................................... 17
3.1.1 ProtokoldanRegistrasi.................................................................... 31
xiii
3.1.2 Database Pencarian ........................................................................ 31
xiv
LAMPIRAN ........................................................................................................... 79
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 4.4 Karakteristik Kepatuhan diet rendah garam pada lansia ......................... 59
Tabel 4.5 Hubungan Dukungan Keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam
pada lansia .............................................................................................. 60
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1KerangkaTeori.................................................................................. 29
xvii
DAFTAR ISTILAH
KB : Keluarga Berencana
xviii
BAB I
PENDAHULUAN
lansia. Lanjut Usia mengalami penurunan daya tahan tubuh yang dapat berakhir
Devita (2014) menyatakan bahwa patuh adalah suka dalam menurut perintah, taat
gaya hidup masyarakat secara global membuat konsumsi sayuran segar dan serat
berkurang, kemudian konsumsi konsumsi garam, lemak, gula yang semakin terus
tekanan darah tinggi diperkirakan mencapai 1,6 miliar orang di seluruh dunia,
khususnya pada lansia akan mengalami peningkatan yaitu sekitar 1,2 miliar jiwa
(Bandiyah, 2009). Prevalensi di tahun 2013 terlihat meningkat, yaitu dari 1,7%,
populasi orang dewasa. Penderita hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan
yaitu 37% daripada laki-laki yaitu sebanyak 28% (Depkes, 2013). Berdasarkan data
1
2
Dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur pada tahun 2013 prevelensi hipertensi
sejumlah 112.583 kasus (Profil Kesehatan Jawa Timur, 2013). Hasil survey data
Hipertensi dikategorikan sebagai penyakit the silent disease. Hipertensi yang terjadi
dalam jangka lama dan terus menerus dapat memicu strok, serangan jantung, gagal
jantung dan merupakan penyebab gagal ginjal kronik. Kurangnya informasi serta
pola makan yang tidak sehat dan kurangnya kepatuhan diet merupakan pemicu
pasien, serta dukungan keluarga. Dari ke-5 faktor tersebut, dukungan keluarga
merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena
3
dukungan keluarga merupakan salah satu dari faktor yang memiliki kontribusi yang
cukup berarti dan sebagai faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan pasien.
Saat ini banyak usaha yang diupayakan untuk mengatasi masalah hipertensi yang
Dukungan dari keluarga sangat diperlukan untuk menambah rasa percaya diri
membantu dalam perawatan hipertensi dengan mengatur pola makan yang sehat,
perhatian dan dukungan dalam mengontrol dan mengingatkan apabila pasien lupa
menjalankan diet dengan [Link] latar belakang di atas peneliti ingin menjelaskan
dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada pasien hipertensi
literatur
Hasil analisa ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya
dalam melakukan penelitian yang memiliki tema sama dengan peneliti penulis.
TINJAUAN PUSTAKA
adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian dari orang orang yang dapat diandalkan,
berfungsi untuk anggotanya serta membesarkan anak dan kegiatan dalam keluarga
sendiri mendukung anggota keluarganya untuk mendukung satu sama lain baik
Menurut Andina & Yuni (2016), bentuk dukungan yang diberikan orang lain,
antara lain :
a. Dukungan Emosional
terhadap orang yang [Link] sebagai tempat yang aman dan damai
6
7
b. Dukungan Penghargaan
penghargaan positif untuk orang lain dan dorongan untuk maju. Selain itu
dukungan dapat berupa persetujuan atas gagasan atau perasaan individu, dan
perbandingan positif seseorang dengan orang lain. Misalnya jika merasa bahwa
keadaannya buruk, ternyata ada orang lain yang lebih buruk keadaannya,
sehingga orang yang terkena musibah tetap bisa bangkit dan menambah
individu.
c. Dukungan Instrumental
d. Dukungan Informatif
Sosialisasi sudah dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat sejak dini
masalah kesehatan dan juga jika ada anggota keluarga yang sakit keluarga
diharapkan merawatnya.
keluarga, yaitu :
a. Faktor internal
1) Tahap perkembangan
kesehatan.
menjaga dirinya.
3) Faktor emosional
4) Spiritual
b. Faktor Eksternal
1) Praktik di keluarga
biasanya dia akan lebih cepat tanggap terhadap gejala penyakit yang
keluarga diantaranya :
menjadikan keluarga lebih baik lagi dan menjadi keluarga yang kompak.
b. Dukung orang tua ketika mereka membantu anak anak mereka dengan
kebutuhan khusus dapat mendorong semangat untuk jadi yang lebih baik
di mata lingkup sekitar bahwasanya mereka bisa dan tidak kalah saing
sangatlah penting untuk menghormati sesama karena dengan itu kita dapat
menghargai sesama.
adaptasi yang menetap dan merupakan kebiasaan atau perbaikan dari situasi
yang lama, sedangkan koping yang tidak efektif berakhir pada perilaku yang
(Maulina,2015).
12
yang muncul akibat adanya hubungan atau interaksi petugas kesehatan dan
pasien, sehingga pasien mengerti rencana yang akan dilakukan dan mengerti
(Kemenkes RI, 2011). Kepatuhan adalah perilaku atau tingkah laku individu
misalnya, minum obat, mematuhi diet, dan melakukan perubahan gaya hidup
dapat di mulai dari mematuhi tindakan setiap aspek anjuran hingga mematuhi
dan unsure lain yang terdapat dalam diri individu maupun masyarakat
pendukung.
diantaranya adalah :
a. Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu atau yang diketahui oleh orang lain
besar pengetahuan bisa di dapat dari alat indera manusia, yaitu seperti
b. Motivasi
c. Dukungan keluarga
Anggota atau keluarga lain melihat bahwa orang yang mempunyai sifat
mendukung atau mendorong ke arah yang positif satu sama lain selalu
2014).
a. Otoritarian
tanpa syarat. Kepatuhan tipe ini adalah tipe yang “ikut-ikutan” atau
b. Conformistm
kepentingan masyarakat.
c. Compulsive deviant
Yaitu kepatuhan yang tidak konsisten atau tidak sesuai, atau sering
disebut plinplan.
d. Hedonic psikopatic
e. Supra Moralist
persisten pada pembuluh darah arteri, dimana tekanan darah sistolik sama
dengan atau diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik sama dengan atau diatas
2013). Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140
mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali
pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/
dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, jantung,
dan otak bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang
hipertensi menjadi :
1) Hipertensi primer
2) Hipertensi sekunder
sekunder diderita oleh 5-10% dari semua penderita hipertensi pada orang
simpatomimetik).
a. Hipertensi essensial
b. Hipertensi sekunder
a. Pusing
b. Mudah marah
c. Telinga berdenging
d. Mimisan (jarang)
e. Sukar tidur
f. Sesak nafas
3) Kurangi alcohol
4) Menghentikan merokok
20
5) Olahraga teratur
2) Blocker
3) Antagonis kalsium
Dilain pihak gaya hidup yang baik untuk menghindari terjadinya penyakit
4) Menjaga kestabilan BB
jantung harus memompa lebih keras lagi mendorong darah melalui ruang
1. Pemeriksaan Laboratorium
hipokoagulabilitas, anemia.
ada DM.
2.3.7 Komplikasi
kerusakan serius pada kesehatan. Hal ini dapat mengeraskan arteri, mengurangi
aliran oksigen darah ke jantung yang dapat menyebabkan nyeri dada (angina),
gagal jantung (jantung tidak dapat memompa darah dan oksigen ke orang lain),
menyebabkan kematian otot jantung karena yang tidak adekuat, semakin lama
aliran darah tersumbat, semakin besar kerusakan pada jantung, dan stroke
(terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan memblock arteri yang
seksua, angina, dan penyakit arteri perifer ( Peripheral Artery Disease/ PAD ).
penyakit seperti sakit kepala, sulit tidur, gastritis, jantung dan hipertensi.
Gaya hidup serba cepat menuntut segala sesuatunya serba instan, termasuk
c. Obesitas
karena kurang minum air putih, berat badan berlebihan, kurang gerak atau
2.4.1 Definisi
bertujuan untuk menurunkan berat badan maka total asupan makanan diatur
agak lebih kecil dari yang dibutuhkan sehingga terjadi penurunan berat badan
Pelengkap Kesehatan Keluarga, diet memiliki arti sebagai pengaturan pola dan
diderita, kesehatan atau penurunan berat badan. Diet rendah garam adalah diet
yang mengandung makanan yang terdiri dari bahan makanan yang rendah
natrium seperti yang terdapat dalam garam dapur, soda kue, baking powder &
dihindari makanan tinggi natrium dan diet ini diberikan pada pasien dengan
odema, asitesis, dan makanan ini diberikan pada penderita hipertensi berat
Contoh menu :Pagi : Nasi, 1 gelas belimbing (70 gr), telur 1 butir (50 gr),
sayuran ½ gelas belimbing (50 gr), Minyak ½ sdk makan (5 gr). Gula pasir
Makanan ini diberikan pada penderita odema, asitesi dan hipertensi sedang
Contoh menu :
3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam dan air.
Cara diet rendah garam yang bisa anda lakukan untuk menjaga kadar
garam yang sesuai dalam tubuh menurut WHO 2012 yaitu 2400 mg natrium
a. Gunakan bahan makanan yang segar. Jauhi makanan yang diproses terlebih
memasak.
c. Untuk mengganti rasa asin dalam masakan bisa menggunakan gula atau
disebutkan bahwa Lansia adalah orang yang berusia di atas 60 tahun (Dewi,
2014). Proses penuaan merupakan proses alami yang terjadi sejak awal kehidupan
seseorang dan terbagi dalam beberapa tahapan yaitu anak-anak, dewasa, dan
lanjut usia (Kholifah, 2016). Lansia merupakan tahapan terakhir dalam proses
kehidupan, banyak penurunan dan perubahan hubungan antara fisik, psikis, dan
sosial, sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental bagi
keseluruhan karena adanya penurunan massa tulang dan otot, yang akan
c. Lansia berisiko tinggi mengacu pada orang berusia di atas 60 tahun yang
d. Lansia potensial adalah lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan
e. Lansia tidak potensial adalah lansia yang tidak memiliki potensi adalah
mereka yang tidak berdaya dan mengandalkan bantuan orang lain untuk
kehidupan mereka
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia pada Bab
1 Pasal 1 Ayat 2 (Nugroho, 2008). Beberapa pendapat para ahli tentang batasan
a. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2013), ada empat tahapan yaitu:
usia lanjut(60-69 tahun) dan usia lanjut dengan risiko tinggi (lebih dari 70
a. Perubahan Mental
Dalam ranah mental atau psikis lansia, bentuk perubahannya bisa berupa
sikap yang semakin mementingkan diri sendiri, mudah ragu dan semakin pelit
tentang apa yang dimilikinya. Hampir setiap lansia memiliki sikap umum, yaitu
Perubahan kepribadian yang drastis jarang terjadi. Biasanya, itu adalah ekspresi
b. Perubahan Psikososial
Depresi, kesedihan dan kesepian biasa terjadi pada lansia. Karena jaringan
pendukung di masa lalu, seperti teman, keluarga, dan pekerjaan, banyak lansia
koping, dan penurunan identitas sosial, nilai pribadi, dan harga diri (Bastable,
2002).
c. Perubahan Fisiologis
fisiologis normal dari semua sistem tubuh bersifat universal, bertahap dan
internal. Perubahan yang terjadi antara lain tingkat sel, sistem saraf, sistem
(Bastable, 2002).
Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa usia lanjut
adalah tahap akhir dari siklus kehidupan manusia di dunia ini dimana pada tahap ini
akan terjadi perubahan anatomi dan penurunan berbagai sistem fisiologis dalam
tubuh manusia yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk
Selain secara fisiologis menua juga dapat terjadi secara patologis yaitu
yang diukur maupun yang tidak diukur oleh peneliti) yang terdapat pada
tinjauan pustaka.
30
pengetahuan Patuh
3. Faktor emosional
4. Latar belakang
keluarga
Dukungan Keluarga Kepatuhan Diet
Rendah Garam
Keterangan :
------------ : Tidak Diteliti
: Diteliti
BAB III
METODE PENELITIAN
rendah garam pada pasien hipertensi. Protokol dan evaluasi literature review
Sumber data dalam penelitian menggunakan data sekunder yaitu data yang
tidak langsung diperoleh sendiri tetapi data diperoleh dari hasil penelitian oleh
–November tahun 2020 berupa artikel atau jurnal nasional, jurnal internasional
atau jurnal yang digunakan. Kata kunci dalam literature review ini disesuaikan
OR Complience AND Diet rendah garam OR A Low salt diet OR Diet Sodium
31
32
d. Outcome yaitu hasil atau luaran yang diperoleh pada studi terdahulu yang
e. Study design yaitu desain penelitian yang digunakan dalam artikel yang
akan di review.
daftar penilaian dengan beberapa pertanyaan untuk menilai kualitas dari study.
Penilaian kriteria diberi nilai „ya‟, „tidak‟, „tidak jelas‟ atau „tidak berlaku‟ dan
setiap kriteria dengan skor „ya‟ diberi satu point dan nilai lainnya adalah nol,
setiap skor studi kemudian dihitung dan dijumlahkan. Critical apprasial dengan
nilai titik cut-of yang telah disepakati oleh peneliti, studi dimasukkan ke dalam
menghindari bias dalam validitas hasil dan rekomendasi ulasan. Dalam skrining
terakhir,5 studi mencapai skor lebih tinggi dari 50% dan siap untuk melakuka
sintesis.
dan menggunakan kata kunci yang sudah disesuaikan dengan MeSH, peneliti
mendapatkan 195 artikel yang sesuai dengan kata kunci tersebut. Hasil pencarian
yang sama sehingga dikeluarkan dan tersisa 5 artikel. Diskrining kembali sesuai
terhadap kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 5 artikel yang bisa
35
Exclude : N= 79 Jurnal
Dukungan keluarga terhadap
kepatuhan diet rendah garam Population :
pada pasien Hipertensi tidak sesuai dengan topik
Intervention:
research
Population :
Study Design:
No. Penulis dan Sumber Judul Desain Penelitian, Sampel, Hasil Kesimpulan
Tahun Terbit Variabel, Instrumen, Analiysis
2. Ahmad Kholid (Google scholar) Hubungan Dukungan DESAIN: Hasil menunjukkan Ada hubungan
Mafrur , Suri Keluarga Dengan adanya hubungan dukungan keluarga
Salmiyati (2018) Kepatuhan Diet Penelitian ini menggunakan dukungan keluarga dengan kepatuhan
Rendah Garam penelitian deskriptif korelatif dengan kepatuhan diet diet rendah garam
Penderita Hipertensi dengan menggunakan Cross rendah garam pada pada lansia penderita
Pada Lansia Di Sectional. lansia penderita hipertensi di Dusun
Posyandu Wreda hipertensi di Dusun Bangunjiwo Kasihan
POPULASI/ SAMPEL:
Pratama Dusun Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta
Bangunjiwo Kasihan responden sebanyak 41 penderita Bantul Yogyakarta
Bantul hipertensi. yaitu 0,387 dengan p =
0,027 (p<0,05)
VARIABEL:
INSTRUMEN:
Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner
dukungan keluarga dan kepatuhan
diet rendah garam hipertensi
ANALIYSIS :
3. Riani Pradara Jati, (Google sholar) Dukungan Family DESAIN: Hasil penelitian Ada hubungan
Rina Anggraeni Caregiver Dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga
Kepatuhan Diet Penelitian ini merupakan Terdapat hubungan dengan kepatuhan
(2020) Rendah Garam Pada penelitian kuantitatif diskriptif antara dukungan diet rendah garam
Jurnal Ilmiah analitik dengan pendekatan cross
Permas: Jurnal Lansia sectional
family caregiver pada lansia penderita
Ilmiah STIKES dengan kepatuhan hipertensi
lansia konsumsi garam
Kendal Volume POPULASI/ SAMPEL:
10 No 2, Hal 239 dengan diatas nilai ρ
- 244, April 2020 Sampel berjumlah 70 lansia yang value 0,001 (ρ < 0,05)
p-ISSN 2089- berusia 60 tahun keatas.
0834 VARIABEL:
Kuesioner
ANALIYSIS :
4. Alfany Natalia (Google sholar) Dukungan Keluarga DESAIN: Hasil uji statistik chi- Ada hubungan
Torar, Semuel Dan Kepatuhan Diet square (pearson chi- dukungan keluarga
Tambuwun, Lansia Penderita penelitian ini adalah Analitik square) didapatkan dengan kepatuhan
Herlina Memah, Hipertensi Di Wilayah Korelasi dengan rancangan cross nilai P-value sebesar diet rendah garam
39
Yourisna Jurnal Ilmiah Kerja Puskesmas sectional. 0,008, artinya P-value pada lansia penderita
Pasambo(2020) perawat Manado Tumpaan <0.05. hipertensi
DOI : POPULASI/ SAMPEL:
10.47718/jpd.v8i0 Populasi dalam penelitian ini
1.903 adalah lansia dengan Hipertensi
dengan jumlah 84 orang yang
dibagi menjadi 42 orang didaerah
pesisir dan 42 orang didaerah
pegunungan
VARIABEL:
INSTRUMEN:
Kuesioner.
ANALIYSIS :
5. Wahid Tri (Google sholar) Dukungan keluarga, DESAIN: Diketahui dukungan : Ada hubungan
Wahyudi ,Risa kepatuhan dan keluarga kategori dukungan keluarga,
Holistik Jurnal kuantitatif dengan rancangan
Herlianita , pemahaman pasien negatif 58,7%, kepatuhan dan
Kesehatan : analitik dan pendekatan cross
40
Deswiyan Pagis Volume 14, terhadap diet rendah sectional responden tidak pemahaman pasien
( 2020) No.1, Maret garam pada pasien patuh 57,2%, dan terhadap diet
POPULASI/ SAMPEL:
2020: 110-117 dengan hipertensi sedikit yang rendah garam pada
populasinya seluruh pasien memiliki pasien dengan
dengan hipertensi dengan pemahaman diet hipertensi. Saran
sampel sebanyak 139 dengan rendah garam (p- bagi petugas
simple random sampling value=0,000), ada kesehatan
hubungan antara puskesmas dalam
VARIABEL: dukungan keluarga memberikan
Variabel independen (Dukungan (p-value = 0,032), pendidikan
keluarga) dan variabel dependen kepatuhan dan kesehatan kepada
(kepatuhan diet rendah garam) pemahaman pasien keluarga dan pasien
terhadap diet rendah dengan hipertensi
INSTRUMEN: garam pada pasien tentang pentingnya
Kuisioner dengan hipertensi diet rendah garam.
ANALIYSIS :
literature review “Dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam pada
studi cross-sectional. Jurnal yang digunakan pada literature review ini berjenis
kuantitatif, dan rentang tahun artikel jurnal yang diambil yaitu tahun 2017-2020.
Berikut ini hasil analisis jurnal yang ditampilkan dalam bentuk tabel sebagai
berikut :
41
42
No. Penulis dan Sumber Judul Desain Penelitian, Sampel, Hasil Kesimpulan
Tahun Terbit Variabel, Instrumen, Analiysis
1. (Google scholar) Dukungan keluarga, DESAIN: Diketahui dukungan Ada hubungan
Wahid Tri
kepatuhan dan keluarga kategori dukungan keluarga,
Wahyudi,Risa Holistik Jurnal
pemahaman pasien Penelitian kuantitatif dengan negatif 58,7%, kepatuhan dan
Herlianita, Kesehatan,
terhadap diet rendah rancangan analitik dan pendekatan responden tidak patuh pemahaman pasien
Deswiyan Pagis Volume 14, Nomor
garam pada pasien cross sectional 57,2%, dan sedikit terhadap diet rendah
(2020) 1, 2020
dengan hipertensi yang memiliki garam pada pasien
POPULASI/ SAMPEL:
pemahaman diet dengan hipertensi.
populasinya seluruh pasien dengan rendah garam (p- Saran bagi petugas
hipertensi dengan sampel sebanyak value=0,000), ada kesehatan puskesmas
139 dengan simple random hubungan antara dalam memberikan
sampling dukungan keluarga (p- pendidikan
value = 0,032), kepat kesehatan kepada
VARIABEL:
uhan dan pemahaman keluarga dan pasien
pasien terhadap diet dengan hipertensi
Variabel independen (Dukungan
rendah garam pada tentang pentingnya
keluarga) dan variabel dependen
pasien dengan diet rendah garam.
(diet rendah garam).
hipertensi.
ANALIYSIS :
2. Ahmad Kholid (Google scholar) Hubungan Dukungan DESAIN: Hasil menunjukkan Ada hubungan
Mafrur , Suri Keluarga Dengan Penelitian ini menggunakan adanya hubungan dukungan keluarga
Salmiyati (2018) Kepatuhan Diet penelitian deskriptif korelatif dukungan keluarga dengan kepatuhan
Rendah Garam dengan menggunakan Cross dengan kepatuhan diet diet rendah garam
Penderita Hipertensi Sectional. rendah garam pada pada lansia penderita
Pada Lansia Di lansia penderita hipertensi di Dusun
POPULASI/ SAMPEL:
Posyandu Wreda hipertensi di Dusun Bangunjiwo Kasihan
responden sebanyak 41 penderita
Pratama Dusun Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta
hipertensi.
Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta
Bantul VARIABEL: yaitu 0,387 dengan p =
Variabel independen (Dukungan 0,027 (p<0,05).
keluarga) dan variabel dependen Hasil dari 84
(diet rendah garam). responden yang
mendapatkan
dukungan keluarga
baik sebnyak 30
responden (71%)
dukungan keluarga
45
cukup 30 responden
(71%) dan dukungan
kelaurga kurang
sebanyak 24 responden
(58%).
46
3. Riani Pradara Jati, (Google sholar) Dukungan Family DESAIN: Hasil penelitian Ada hubungan
Rina Anggraeni Caregiver Dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga
Kepatuhan Diet Penelitian ini merupakan penelitian Terdapat hubungan dengan kepatuhan
(2020)
Jurnal Ilmiah Rendah Garam Pada kuantitatif diskriptif analitik dengan antara dukungan diet rendah garam
rendah garam
responden sebagian
besar responden
memiliki kepatuhan
diet patuh yaitu
sebanyak 35 responden
(85,4%), sedangkan
paling sedikit
responden memiliki
kepatuhan diet tidak
patuh sebanyak 6
responden (14,6%).
49
4. Alfany Natalia (Google sholar) Dukungan Keluarga DESAIN: Hasil uji statistik chi- Ada hubungan
Torar, Semuel Dan Kepatuhan Diet square (pearson chi- dukungan keluarga
Jurnal Ilmiah
Tambuwun, Lansia Penderita penelitian ini adalah Analitik square) didapatkan nilai dengan kepatuhan
perawat Manado
Herlina Memah, Hipertensi Di Wilayah Korelasi dengan rancangan cross P-value sebesar 0,008, diet rendah garam
DOI :
Yourisna Kerja Puskesmas sectional. artinya P-value pada lansia penderita
10.47718/jpd.v8i0
Pasambo(2020) Tumpaan <0.05. hipertensi
1.903 POPULASI/ SAMPEL:
Hasil dari 70 responden
yang mendapatkan
Populasi dalam penelitian ini adalah
dukungan keluarga baik
lansia dengan Hipertensi dengan
sebnyak 5 responden
jumlah 84 orang yang dibagi
(7,1%) dukungan
menjadi 42 orang didaerah pesisir
keluarga kurang baik 29
dan 42 orang didaerah pegunungan
responden (41,4%) dan
VARIABEL: dukungan kelaurga tidak
Variabel independen (Dukungan baik sebanyak 36
keluarga) dan variabel dependen responden (51,4%).
(diet rendah garam). Hasil dari 70 responden
yang patuh terhadap diet
INSTRUMEN:
rendah garam sebanyak
29 responden ((41,4%)
Kuesioner
dan yang tidak patuh
sebanyak 41 responden
ANALIYSIS :
(58,6%).
50
5. Muh. Jumidi (Google sholar) Hubungan Dukungan DESAIN: Hasil penelitian ini Didapatkan
Sapwala, Maruli Keluarga Dengan menunjukkan bahwa dukungan keluarga
Taufandas, Novi Jurnal Medika Kepatuhan Diet kuantitatif dengan desain terdapat dukungan yaitu kategori baik
Hermawati, Hutama Volume 02 Hipertensi Pada Lansia correlational. keluarga dengan dan kepatuhan diet
(2021) No 02, Januari Di Dusun Ladon kepatuhan diet hipertensi pada lansia
POPULASI/ SAMPEL:
2021 Wilayah Kerja hipertensi pada lansia di dapatkan rata-rata
Populasi dalam penelitian ini
Puskesmas Wanasaba di Wilayah Kerja dalam kategori patuh.
jumlah 35 responden, dan sampel
Puskesmas Wanasaba
yang digunakan dalan penelitian ini
dengan p value 0,001.
diambil dengan Teknik total
Hasil dari 139 responden
sampling.
yang mendpatkan
dukungan positif yaitu
VARIABEL: sebanyak 57 responden
Variabel independen (Dukungan (41,3%) dan yang
keluarga) dan variabel dependen memiliki dukungan
(diet rendah garam). negative yaitu sebanyak
82 responden (58,7%).
INSTRUMEN:
Hasil dari 139 responden
Kuisioner yang patuh terhadap diet
rendah garam sebanyak
ANALIYSIS : 59 responden ((42,8%)
dan yang tidak patuh
sebanyak 80 responden
52
(57,2%).
uji yang digunakan adalah statistic
sperman rank
53
(Wahid 2020) - - -
responden berdasarkan umur dari kelima artikel diatas didapatkan rata-rata usia
Perempuan 12 34,3%
Perempuan 32 76%
Perempuan 34 17,1%
(Riani, 2020) - - -
(Wahid 2020) - - -
responden berpendidikan SD .
56
4.3 Analisis
Dukungan keluarga
No Persen
Peneliti Baik Cukup Kurang Jumlah
. %
N % N % N %
1. Artikel 1 57 41,3% - - 82 58,7% 139 100%
(Jumidi
2020)
2. Artikel 2
(Torar 2020) 5 7,1% 29 41,4% 36 51,4% 70 100%
keluarga ada dua artikel yang menunjukkan bahwa terdapat dukungan keluarga
dengan kategori kurang, dua artikel terdapat dukungan keluarga dengan kategori
baik dan satu artikel menunjukkan dukungan keluarga dengan kategori cukup.
Dukungan Informatif
Dukungan Penghargaan
Dukungan Instrumental
Dukungan Informatif
Dukungan Penghargaan
Dukungan Instrumental
Artikel yang telah di review dari 5 artikel tentang kepatuhan diet rendah
Dukungan Keluarga
No. Artikel Patuh Cukup Patuh Tidak Patuh Jml
%
N % N % N %
(2020)
(2020)
(2018)
Berdasarkan hasil anaslisis dari lima artikel terkait dengan Kepatuhan diet
rendah garam pada lansia ada tiga artikel yang menjelaskan bahwa lansia patuh
dalam melakukan diet rendah dan dua artikel lainnya menjelaskan bahwa lansia
BAB V
PEMBAHASAN
terdapat dua artikel yang menunjukkan bahwa terdapat dukungan keluarga dengan
kategori kurang dua artikel terdapat dukungan keluarga dengan kategori baik dan
satu artikel menunjukkan dukungan keluarga dengan kategori cukup kepada lansia
dengan hipertensi.
keluarga pada lansia dengan diet hipertensi terbanyak dalam kategori baik, yaitu
dan sikap positif kepada salah satu anggota keluarga yang mengalami masalah
keluarga sangat penting untuk diberikan kepada anggota keluarga yang sakit.
pasien bersemangat dan termotivasi untuk patuh terhadap diet yang dijalaninya.
62
didaerah pesisir pantai paling banyak dengan kategori cukup yaitu 17 responden
(40%), dukungan didaerah pegunungan paling banyak dengan kategori baik yaitu
secara rutin. Dukungan keluarga merupakan hal yang sangat penting untuk
ketenangan batin dan perasaan yang senang dalam diri lansia. Selain itu dengan
diet hipertensi. Keluarga juga mempunyai peran utama dalam memberi dorongan
kesehatan lansia.
diberikan oleh keluarga responden lansia hipertensi maka akan semakin tinggi
dukungan sedang (78%). Dukungan paling banyak yang diberikan kepada lansia
besar yaitu tamat sekolah dasar sebanyak (56,1%), dimana tingkat pengetahuan
responden sebagian besar rendah, hal ini akan berpengaruh pada kemampuan
merupakan salah satu kunci dalam perawatan serta evaluasi pengawasan dan
64
kontrol dalam kehidupan sehari-hari pada lansia secara langsung inilah yang
dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yaitu dukungan dengan kategori
keluarga yang berfungsi untuk anggotanya serta membesarkan anak dan kegiatan
sama lain baik formal maupun informal (United Nations Children’s Fund, 2015).
sebagian besar responden mendapat dukungan keluarga dengan kategori baik dan
keluarga yang baik ini dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam
menentukan keyakinan dan nilai kesehatan individu serta dapat juga menemukan
tentang pengobatan yang dapat mereka terima. Dukungan keluarga sangat penting
65
dengan adanya perhatian yang diberikan oleh keluarga. Dukungan keluarga sangat
penting untuk dalam proses pemulihan anggota keluarga yang sakit, karena dapat
hipertensi.
Berdasarkan hasil anaslisis dari lima artikel terkait dengan Kepatuhan diet
rendah garam pada lansia terdapat tiga artikel yang menjelaskan bahwa lansia
patuh dalam melakukan diet rendah garam dan dua artikel lainnya menjelaskan
bahwa lansia tidak patuh dalam diet rendah [Link] artikel pertama Jumidi,
hipertensi yaitu sebasar (40%), lansia tergolong dalam kategori patuh terhadap
diet hipertensi. Sebagian besar lansia sudah banyak menghindari makanan yang
dikategorikan baik (80,0%). Hal ini dapat disebabkan oleh faktor usia di mana
sebagian besar pasien berusia dewasa tua yang pada umumnya sudah lebih arif
diperlukan pada pasien hipertensi untuk menjaga gaya hidup, diet dan aktivitasnya
Pada artikel kedua Torar, (2020) menyatakan bahwa kepatuhan diet pada
lansia hipertensi dipesisir pantai lebih banyak patuh yaitu sebesar (52%) dan
lansia dipegunungan lebih banyak lansia yang patuh terhadap diet hipertensi yaitu
sebesar (57%). Sebagian besar lansia patuh terhadap diet hipertensi dengan
hipertensi di pesisir pantai lebih banyak patuh berjumlah 22 responden (52%) dan
responden (43%).
kepatuhan diet pada penelitian ini dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga.
Hasil penelitian ini didukung oleh teori Niven (2018) yang menyatakan bahwa
67
keluarga. Dukungan keluarga juga dapat menjadi faktor yang dapat berpengaruh
responden sebagian besar lansia yaitu tidak patuh sebesar (47,1%), ketidakpatuhan
lansia terhadap diet hipertensi disebabkan oleh dukungan keluarga yang kurang,
pengetahuan.
responden tidak patuh terhadap diet rendah garam, yaitu sebanyak 80 (57,2%)
responden, hal ini dapat terjadi karena responden belum sepenuhnya mengurangi
garam dalam konsumsi dan masih cukup sering untuk mengkonsumsi makanan
cepat saji karena praktis dan rasanya lebih gurih jika responden mengkonsumsi
tingkah laku yang muncul akibat adanya hubungan atau interaksi petugas
kesehatan dan pasien, sehingga pasien mengerti rencana yang akan dilakukan dan
(Kemenkes RI, 2011). Kepatuhan adalah perilaku atau tingkah laku individu
misalnya, minum obat, mematuhi diet, dan melakukan perubahan gaya hidup
sesuai dengan anjuran terapi dan kesehatan. Tingkat kepatuhan seseorang dapat di
68
mulai dari mematuhi tindakan setiap aspek anjuran hingga mematuhi rencana
faktor pertama pengetahuan, pengetahuan adalah hasil tahu atau yang diketahui
oleh orang lain dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap
suatu objek tertentu. Penginderaan bisa terjadi pada 6 panca indera manusia.
Yaitu, indera penglihatan, pendengar, pencium, rasa dan raba. Sebagian besar
pengetahuan bisa di dapat dari alat indera manusia, yaitu seperti mata dan telinga
keinginan dalam diri seseorang dalam bentuk energi seperti halnya aktivitas
seseoarang yang nyata dalam mencapai suatu tujuan tertentu (Kompri, 2015).
Semua anggota keluarga dianggap dan dipandang sebagai bagian yang tidak
keluarga lain melihat bahwa orang yang mempunyai sifat mendukung atau
mendorong ke arah yang positif satu sama lain selalu siap memberikan
berdasarkan pendapat peneliti kepatuhan diet rendah garam yang benar akan
mempengaruhi perubahan tekanan darah. Kepatuhan diet rendah garam yang benar
dapat menjaga tekanan darah tetap terkendali. Jika tekanan darah terkendali maka
parameter tingkat pengetahuan pasien melakukan diet rendah garam dari tenaga
medis yang berupa pengetahuan tentang resep, meminum obat secara teratur dan
69
tepat dan merubah gaya hidup. Hasil penelitian dan uraian teori diatas faktor yang
Dukungan keluarga juga dapat menjadi faktor yang dapat berpengaruh dalam
dan membuat keputusan mengenai anggota keluarga yang sakit. Hal itu
kehidupan tiap anggotanya. Oleh karena itu diharapkan kesadaran bagi keluarga
Berdasarkan hasil review dari ke lima artikel menjukkan bahwa semua ada
kepatuhan diet rendah Garam pada Lansia dengan hasil nilai P Value= < 0,05.
sebanyak (45,7%) dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet hipertensi yaitu
cukup (40,0%), dengan nilai P value 0,001. Dukungan keluarga sangat erat
kehidupan tiap anggotanya. Oleh karena itu diharapkan kesadaran bagi keluarga
keluarga baik sebagian besar memiliki kepatuhan baik dalam kepatuhan diet
dirasakan karena pada saat seseorang menghadapi tekanan dan kesulitan hidup
instrumental akan membuat pasien hipertensi akan memiliki kepatuhan yang baik
keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam dengan hasil membuktikan dengan
71
dengan kepatuhan diet dapat terjadi karena faktor dukungan keluarga menjadikan
caregiver rata-rata dengan hasil kurang yaitu 36 (51,4%), Kepatuhan lansia dalam
mengkonsumsi garam lebih banyak yang tidak patuh yaitu 41 (58,6%) lansia.
garam pada lansia dengan nilai ρ value 0,001 (ρ < 0,05), kebiasaan lansia dalam
dengan dukungan keluarga baik, sebanyak 31 (22,3%) responden patuh hal ini
terdekat akan mempengaruhi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap klien yang
dengan bantuan jika diperlukan dan sebanyak 26 (18,7%) responden tidak patuh
hal ini dimungkinkan adanya faktor lain seperti pemahaman yang buruk terkait
tentang konsumsi garam harian bagi penderita hipertensi atau adanya motivasi
diperlukan peran petugas dalam upaya promotif terkait dengan kepatuhan ini
dengan kepatuhan diet dapat terjadi karena faktor dukungan keluarga menjadikan
Purnawan (2008) Dukungan keluarga juga dapat menjadi faktor yang dapat
berpengaruh dalam menemukan program kepatuhan diet yang akan dijalani oleh
anggota keluarga yang sakit. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sedikit
responden yang patuh terhadap diet rendah garam, yaitu sebanyak 59 (42,8%)
responden, menurut peneliti kepatuhan pada responden ini bisa terjadi ketika ada
akan tetapi banyak yang berhenti berobat ketika tubuhnya sedikit membaik,
didapatkan kualitas hidup pasien yang lebih baik. Faktor yang mempengaruhi
pengobatan namun pada penelitian ini terdapat responden tidak patuh terhadap
diet rendah garam, yaitu sebanyak 80(57,2%) responden, hal ini dapat terjadi
masih cukup sering untuk mengkonsumsi makanan cepat saji karena praktis dan
asupan garam yang dibatasi. Kepatuhan diet rendah garam yang benar akan
benar dapat menjaga tekanan darah tetap terkendali. Jika tekanan darah terkendali
parameter tingkat pengetahuan pasien melakukan diet rendah garam dari tenaga
medis yang berupa pengetahuan tentang resep, meminum obat secara teratur dan
tepat dan merubah gaya hidup (Torar, 2018). Hasil penelitian ini didukung oleh
teori Setiadi (2008) yang menyatakan bahwa efek dari dukungan keluarga
menurunnya mortalitas, lebih mudah sembuh dari sakit, fungsi kognitif, fisik, dan
menurut peneliti yaitu adanya peningkatan kognitif dari keluarga, sehingga dapat
Faktor risiko pemicu timbulnya hipertensi yaitu faktor risiko yang tidak dapat
dikontrol dan faktor risiko yang dapat dikontrol, yang termasuk faktor risiko yang
tidak dapat dikontrol seperti keturunan, jenis kelamin, umur, pendidikan dan
pekerjaan. Sedangkan faktor risiko yang dapat dikontrol seperti kegemukan, diet
74
merokok dan konsumsi alkohol serta stress (Ridwan, 2008). Hipertensi dapat
diatasi dengan beberapa cara, salah satunya diet. Diet adalah salah satu cara untuk
garam penyedap, popcorn asin, keju dan keripik kentang (Utami, 2009). Kepatuhan
adalah sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh
atau lebih yang bergabung karena hubunga darah, perkawinan atau adopsi, hidup
dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi satu sama lainnya dalam perannya
keluarga adalah suatu bentuk perilaku melayani yang dilakukan oleh keluarga baik
sangat erat kaitannya dengan kepatuhan pasien dalam menjalankan dietnya. Hal itu
kehidupan tiap anggotanya. Oleh karena itu diharapkan kesadaran bagi keluarga
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Dilihat dari analisis hasil literature review pada 5 jurnal yang di dapatkan
1. Hasil analisis dari lima artikel terkait dengan dukungan keluarga terdapat dua
kurang, dua artikel terdapat dukungan keluarga dengan kategori baik dan satu
dengan hipertensi .
2. Hasil anaslisis dari lima artikel terkait dengan Kepatuhan diet rendah garam
pada lansia terdapat tiga artikel yang menjelaskan bahwa lansia patuh dalam
melakukan diet rendah dan dua artikel lainnya menjelaskan bahwa lansia tidak
3. Hasil review dari ke lima artikel menjukkan bahwa semua ada hubungan yang
diet rendah Garam pada Lansia dengan hasil nilai P Value= < 0,05.
75
6.2 Saran
sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
2. Bagi Masyarakat
karena dengan adanya dukungan keluarga yang baik dari keluarga maka
agar mendapat wawasan yang lebih luas dan untuk instansi pendidikan perlu
76
DAFTAR PUSTAKA
EGC.
Dokter.
Dalimartha, Setiawan. 2008. Care Your Self Hipertensi. Penebar Plus : Jakarta.
77
Firmansyah RS (2017).Faktor- faktor yang berhubungan dengan dukungan
Guyton and Hall. 2008. Buku ajar Fisiologi Kedokteran ed. 11. Jakarta: EGC
Fakultas UNDIP
KemenkesRI
78
Dimensions (Eq5d) Questionnare dan visual analog Scale (Vas) . Jurnal
Kozier. (2010). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis .Edisi 5, Jakarta : EGC
79
LAMPIRAN
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
Lampiran 2 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan diet rendah garam
kasihan Bantul
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
Lampiran 3 Dukungan Family Caregiver dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam
pada Lansia
103
104
105
106
107
Lampiran 4 Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Diet Lansia Penderita Hipertensi
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
Lampiran 5 Dukungan Keluarga, kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap diet
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
CURRICULUM VITAE
A. Biodata Peneliti
Nama : Halimatus Zariah
NIM : 17010012
Tempat, Tanggal Lahir : Jember, 28 Desember 1994
Alamat : Desa Puger Kulon, RT/RW 002/006, Kecamatan
Puger, Kabupaten Jember
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
No Telepon : 082335585544
Email : halimatuszaria28@[Link]
Status : Mahasiswa
B. Riwayat Pendidikan
1. SDN Puger Kulon 04
2. SMP Achmad Yani
3. PKBM Handayani Kencong
4. Universitas dr Soebandi Jember
138