0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan18 halaman

Penyuluhan Kehamilan Trimester III

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai perkembangan janin dan kebutuhan ibu hamil pada trimester ketiga kehamilan. Pada trimester ini, janin tumbuh besar dan aktif, sedangkan ibu perlu menjaga gizi, istirahat yang cukup, serta mempersiapkan diri untuk persalinan dengan melakukan pemeriksaan rutin. Ibu juga perlu waspada terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester ketiga.

Diunggah oleh

Rita Novianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan18 halaman

Penyuluhan Kehamilan Trimester III

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai perkembangan janin dan kebutuhan ibu hamil pada trimester ketiga kehamilan. Pada trimester ini, janin tumbuh besar dan aktif, sedangkan ibu perlu menjaga gizi, istirahat yang cukup, serta mempersiapkan diri untuk persalinan dengan melakukan pemeriksaan rutin. Ibu juga perlu waspada terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester ketiga.

Diunggah oleh

Rita Novianti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“KEHAMILAN TRIMESTER III”

DISUSUN OLEH :

MULYATI

NIM.P07224422251

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALTIM
JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN
2023
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Tema : Kehamilan Trimester III


Sasaran : Ibu hamil
Tempat : Puskesmas Samboja
Hari/tanggal :
Pelaksana : Mulyati

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai kehamilan trimester 3,
di harapkan ibu hamil dapat mengerti mengenai kebutuhannya selama
kehamilan trimester 3, serta menyiapkan diri untuk menghadapi proses
persalinan.

B. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Kehamilan Trimester 3, di
harapkan ibu mengetahui :
1. Apa yang dimaksud dengan kehamilan trimester 3
2. Gizi yang baik selama kehamilan trimester 3
3. Kebersihan diri dan istirahat
4. Persiapan persalinan
5. Tanda dan bahaya selama kehamilan
6. Tanda-tanda persalinan

C. Garis-garis Besar Materi


1. Pengertian kehamilan trimester 3
2. Gizi yang baik bagi ibu hamil trimester 3
3. Kebersihan diri dan istirahat
4. Persiapan persalinan
5. Tanda dan bahaya selama kehamilan
6. Tanda-tanda persalinan
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

E. Media
Leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Waktu Kegitan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Pembukaan 2 menit  Mengucapkan salam  Menjawab
 Menyampaikan topik salam
dan tujuan yang akan  Mendengarkan/
dicapai memperhatikan
2. Kegiatan 15 Penjelasan :  Mendengarkan
 Kehamilan trimester 3 dengan penuh
Inti menit
 Gizi yang baik bagi ibu perhatian
hamil trimester 3
 Kebersihan diri dan
istirahat
 Persiapan persalinan
 Tanda dan bahaya
selama kehamilan
 Tanda-tanda persalinan
3. Penutup 3 menit  Mengajukan pertanyaan  Menjawab
(evaluasi pada peserta) pertanyaan
 Memberikan reward  Merespon
pada peserta  Merangkum
 Merangkum materi materi
yang dijelaskan bersama
bersama peserta penyuluh
 Menutup dengan  Merespon
mengucapkan terima  Membalas
kasih salam
 Memberi salam
G. EVALUASI

1. Mengajukan pertanyaan lisan.


a. Tes awal.
1) Apakah ibu mengetahui apa yang dimaksud dengan kehamilan
trimester 3?
2) Apa saja nutrisi yang baik bagi ibu hamil?
3) Apa saja yang ibu perlu siapkan sebelum persalinan?
4) Apakah ibu tahu apa saja tanda dan bahaya dalam kehamilan?

b. Tes akhir
1) Apa yang disebut dengan kehamilan trimester 3?
2) Sebutkan apa saja nutrisi yang diperlukan ibu hamil?
3) apa saja perawatan diri pada ibu hamil?
4) Sebutkan apa saja persiapan persalinan?
5) Sebutkan tanda dan bahaya selama kehamilan?
6) Apa saja tanda-tanda persalinan?

2. Observasi.
a. Respon/tingkah laku ibu saat diberi pertanyaan: apakah diam
atau menjawab (benar atau kurang tepat).
b. Ibu antusias atau tidak.
c. Ibu mengajukan pertanyaan atau tidak.
MATERI
KEHAMILAN TRIMESTER 3

A. KehamilanTrimester 3
Trimester ini adalah trimester terakhir kehamilan, periode
pertumbuhan janin dalam rentang waktu 28-42 minggu. Janin ibu sedang
berada di dalam tahap penyempurnaan Dan akan semakin bertambah semakin
besar dan besar sampai memenuhi seluruh rongga rahim. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada masa ini adalah peningkatan berat badan dan tekanan darah,
rasa ketidaknyamanan dan aktifitas seksual.
Pertumbuhan dan Perkembangan Kehamilan Trimester 3
1. Minggu ke-28
Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin sering,
sementara denyut jantungnya pun kian mudah didengar. Kendati
dibanding minggu-minggu sebelumnya lebih berisi dengan bertambah
jumlah lemak di bawah kulitnya yang terlihat kemerahan. Jumlah jaringan
otak di usia kehamilan ini meningkat. Begitu juga rambut kepalanya terus
bertumbuh makin panjang. Alis dan kelopak matanya pun terbentuk,
sementara selaput yang semula menutupi bola matanya sudah hilang.

2. Minggu-29
Kelahiran prematur mesti diwaspadai karena umumnya
meningkatkan keterlambatan perkembangan fisik maupun mentalnya. Bila
dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas meski dengan susah payah,
bisa menangis, walaupun masih terdengar lirih. Kemampuannya bertahan
untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya belum
sempurna. Meski dengan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan
ahli lain yang terkait, kemungkinan hidup bayi prematur pun cukup
besar. Beratnya sekitar 1250 gram dengan panjang rata- rata 37 cm.

3. Minggu ke-30
Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar
memperbesar rasa tak nyaman, terutama pada panggul dan
perut seiring bertambah besar [Link] mulai merasakan
denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang
menimbulkan rasa nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan
membentuk simpul-simpul. Bila sampai membentuk simpul mati tentu
sangat membahayakan karena suplai gizi dan oksigen dari ibu jadi terhenti
atau paling tidak terhambat.

4. Minggu ke-31
Waspadai bila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah
kanan, sakit kepala maupun penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila
disertai tekanan darah tinggi yang mencapai peningkatan lebih dari 30
ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan pada setiap
kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan aliran darah ke
anggota tubuh bawah yang membuat kaki jadi bengkak. Pada gangguan
ringan, anjuran untuk lebih banyak beristirahat dengan berbaring miring
sekaligus mengurangi aktivitas. Berat bayi sekitar 1600 gram dengan
taksiran panjang 40 cm.

5. Minggu ke-32
Umumnya pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu
ini. Untuk ibu hamil dengan kelainan jantung, hipertensi dan
preeklampsia, mesti ekstra hati- hati. Sebab dengan jumlah darah yang
makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang
mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula
peluang terjadi penyempitan di pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih
lanjut adalah tekanan darah meningkat. Gangguan semacam ini tak hanya
berbahaya pada ibu, tapi juga si bayi, hingga biasanya dipertimbangkan
untuk dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan
darah tak kunjung turun.
6. Minggu ke-33
Di minggu ini mesti diwaspadai terjadi abrupsio plasenta atau
plasenta lepas dari dinding rahim. Bisa terlepas sebagian maupun terlepas
total yang berujung dengan syok pada ibu akibat kehilangan darah dalam
jumlah besar maupun kematian bayi. Ibu perokok dan peminum alkohol
diprediksi lebih berkemungkinan mengalami masalah ini. Yang juga mesti
diwaspadai adalah kantung air ketuban pecah/bocor.

7. Minggu ke-34
Idealnya, di minggu ini dilakukan tes untuk menilai kondisi
kesehatan si bayi secara umum. Penggunaan USG bisa dimanfaatkan
untuk pemeriksaan ini, terutama evaluasi terhadap otak, jantung dan
organ lain. Sedangkan pemeriksaan lain yang biasa dilakukan adalah tes
non-stres dan profil biofisik. Dalam profil biofisik digunakan skor 0
sampai 2 dengan 5 poin yang dievaluasi, yakni pernapasan, gerakan tubuh,
tonus yang dievaluasi berdasarkan gerakan lengan dan atau tungkai,
denyut jantung dan banyaknya cairan ketuban. Bila nilainya rendah,
disarankan persalinan segera dilakukan. Pemeriksaan biofisik biasanya
dilakukan bila diduga bayi mengalami IUGR (Intrauterin Growth
Retardation), pada ibu pengidap diabetes, kehamilan yang bayinya tak
banyak bergerak, kehamilan risiko tinggi ataupun kehamilan lewat waktu.

8. Minggu ke-35
Yang terpenting, mulai minggu ini bayi umumnya sudah matang
fungsi paru- parunya. Ini sangat penting karena kematangan paru-paru
sangat menentukan life viabilitas atau kemampuan si bayi untuk bertahan
hidup.

9. Minggu ke-36
Berat bayi harusnya mencapai 2500 gram dengan panjang 46 cm.
Mulai minggu ini pemeriksaan rutin diperketat jadi seminggu sekali.
Tujuannya tak lain untuk meminimalisir risiko-risiko yang mungkin
muncul mengingat penyebab terbanyak kematian ibu melahirkan (maternal
mortality rate) di Indonesia adalah perdarahan, infeksi dan preeklampsia.
Sementara dari ketiga faktor penyebab tersebut, yang bisa dicegah dengan
pemeriksaan ANC (antenatal care) yang baik(preeklampsia). Di antaranya
dengan pemantauan tekanan darah dan kenaikan berat badan yang tak
lazim, yakni maksimal 1 kg setiap bulan.

10. Minggu ke-37


Dengan panjang 47 cm dan berat 2950 gram, di usia ini bayi
dikatakan aterm atau siap lahir karena seluruh fungsi organ-organ
tubuhnya sudah matang untuk bekerja sendiri. Kepala bayi biasanya
masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir. Kendati sebagian kecil di
antaranya dengan posisi sungsang.

11. Minggu ke-38


Berat bayi sekitar 3100 gram dengan panjang 48 cm. Meski
biasanya akan ditunggu sampai usia kehamilan 40 minggu, bayi rata-rata
akan lahir di usia kehamilan 38 minggu.

12. Minggu ke- 39


Di minggu ini pula dokter yang menangani biasanya siaga menjaga
agar kehamilan jangan sampai postmatur atau lewat waktu. Karena bila
terjadi hal demikian, plasenta tak mampu lagi menjalani fungsinya untuk
menyerap suplai makanan dari ibu ke bayi, hingga kekurangan gizi. Tak
heran kalau bayi postmatur umumnya berkulit kering/keriput atau malah
mengelupas. Sementara kapan persisnya plasenta mengalami penurunan
fungsi sama sekali tak bisa diprediksi.

13. Minggu ke-40


Panjangnya mencapai kisaran 45-55 cm dan berat sekitar 3300
gram. Betul-betul cukup bulan dan siap dilahirkan. Jika laki-laki, testisnya
sudah turun ke skrotum, sedangkan pada wanita, labia mayora (bibir
kemaluan bagian luar) sudah berkembang baik dan menutupi labia minora
(bibir kemaluan bagian dalam).

B. Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil


Makanan yang mengandung Gizi yang baik bagi ibi hamil selalu
mengandung zat tenaga (karbohidrat, lemak dan protein), zat pembangun
(protein, mineral dan air) dan zat pengatur ( protein, mineral, air dan vitamin ).
Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi daripada wanita
yang tidak hamil, karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan
janin yang dikandungnya, bila makanan ibu terbatas janin akan tetap
menyerap persediaan makanan ibu sehingga ibu menjadi kurus, lemah, pucat,
gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain.
1. Kebutuhan Ibu Hamil :
a. Kebutuhan energi.
Pada trimester 3 energi dibutuhkan untuk pertumbuhan janin
dan plasenta. Sumber energi adalah hidrat arang seperti beras, jagung,
gandum, kentang, ubi-ubian dan lain-lain.

b. Protein
Diperlukan untuk pertumbuhan janin, uterus, jaringan
payudara, hormon, penambahan cairan darah ibu serta persiapan
laktasi. 2/3 dari protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein
hewani yang mempunyai nilai biologi tinggi. Sumber protein hewani
terdapat pada daging, ikan, unggas, telur, kerang dan sumber protein
nabati banyak terdapat pada kacang-kacangan.

c. Vitamin,
1) Asam folat dan vitamin B12 (sianokobalamin), berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan volume darah janin dan plasenta
(pembentukan sel darah), vitamin B12 merupakan faktor penting
pada metabolisme protein. Dalam bahan makanan asam folat dapat
diperoleh dari hati, sereal, kacang kering, asparagus, bayam, jus
jeruk dan padi-padian.

2) Vitamin B6 (piridoksin), penting untuk pembuatan asam amino


dalam tubuh. Vitamin B6 juga diberikan untuk mengurangi
keluhan mual-mual pada ibu hamil.

3) Vitamin C (asam askorbat), vitamin C berguna untuk mencegah


terjadinya ruptur membran, sebagai bahan semen jaringan ikat dan
pembuluh darah. Fungsi lain dapat mengakibatkan absorbsi besi
non hem, meningkatkan absorbsi suplemen besi dan profilaksis
perdarahan post partum. Kebutuhannya 10 mg/hari lebih tinggi
dari ibu tidak hamil.

4) Vitamin A, berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan,


pertumbuhan gigi dan pertumbuhan tulang, penting untuk mata,
kulit, rambut dan mencegah kelainan bawaan. Bila kelebihan
vitamin A dapat mengakibatkan cacat tulang wajah dan kepala,
otak, jantung. Sumber vitamin A banyak terdapat pada minyak
ikan,kuning telur, wortel, sayuran berwarna hijau dan buah-buahan
berwarna merah. Bumil sebaiknya tidak mengkonsumsi bahan
kosmetik yang mengandung vitamin A dosis tinggi. Kebutuhan
vitamin A ibu hamil 200 RE/hari lebih tinggi daripada ibu tidak
hamil.

5) Vitamin D, Selama kehamilan akan mencegah hipokalsemia,


membantu penyerapan kalsium dan fosfor, mineralisasi tulang dan
gigi. Sumber vitamin D banyak terdapat pada kuning telur, susu,
produk susu dan juga dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan
sinar matahari. Dapat menembus plasenta sehingga dapat
memasuki tubuh bayi.
6) Vitamin E, Jarang terjadi defisiensi. Berfungsi pada pertumbuhan
sel dan jaringan dan integrasi sel darah merah. Dianjurkan
dikonsumsi melebihi 2 mg/hari. Pada binatang percobaan
defisiensi vitamin E menyebabkan keguguran.

7) Vitamin K, Jarang terjadi defisiensi. Bila terjadi kekurangan


dapat mengakibatkan gangguan perdarahan pada bayi.

d. Mineral
1) Kalsium (Ca), Bila intake Ca kurang, maka kebutuhan ca
akan diambil dari gigi dan tulang ibu. Sehingga tak jarang
bagi bumil yang kurang asupan Ca giginya menjadi caries
atau pun keropos serta diikuti dengan nyeri pada tulang dan
persendian, metabolisme Ca memerlukan vitamin D yang
cukup. Namun demikian, ibu yang sering hamil cenderung
terjadi defisiensi, akibatnya janin menderita kelainan tulang
dan gigi. Sumber kalsium terdapat pada susu dan produk
susu (yoghurt, keju), ikan, kacang- kacangan, tahu, tempe
dan sayuran berdaun hijau.

2) Fosfor, berhubungan erat dengan Ca. Fosfor berfungsi pada


pembentukan rangka dan gigi janin serta kenaikan
metabolisme kalsium ibu. Jika jumlah didalam tubuh tidak
seimbang sering mengakibatkan kram pada tungkai.

3) Zat besi (Fe), sangat esensial, berhubungan dengan


meningkatnya jumlah eritrosit ibu (kenaikan sirkulasi darah
ibu dan kenaikan kadar Hb) diperlukan untuk mencegah
terjadinya anemia. Intake yang tinggi dan berlebihan pada Fe
juga tidak baik, karena dapat mengakibatkan konstipasi (sulit
BAB) dan nausea (mual muntah). Zat besi paling baik
dikonsumsi diantara waktu makan bersama jus jeruk.
Sedangkan kopi, teh dan susu dapat mengurangi absorbsi zat
besi nonhem, sehingga sebaiknya menghindari minum kopi,
teh ataupun susu jika akan mengkonsumsi FE. Sumber zat
besi banyak terdapat pada daging merah, ikan, unggas,
kacang- kacangan, kerang, sea food dan lain-lain.

4) Seng (Zn), berkaitan dengan pembentukan tulang selubung


syaraf tulang belakang. Hasil study menunjukkan bahwa
rendahnya kadar Zn pada ibu ditemukan padapersalinan
abnormal dan BBLR (berat bayi lahir rendah <2500gram).
Sumber Zn terdapat pada kerang dan daging. Kadar Zn yang
dibutuhkan pada bumil yaitu sebanyak 20mg/hari atau
lebih besar 5 mg dari pada kadar wanita dewasa yang hanya
15 mg/hari.

5) Fluor, dalam air minum sebenarnya cukup mengandung


fluor. Fluor diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
Bila kurang dari kebutuhan gigi tidak terbentuk sempurna.
Dan jika kadar fluor berlebih warna dan struktur gigi tidak
normal.

6) Yodium, defisisensi yodium mengakibatkan kretinisme.


Jika kekurangan terjadi kemudian, pertumbuhan anak akan
terhambat. Tambahan yaodium yang diperlukan sebanyak 25
ug/hari.

7) Natrium, kebutuhan natrium meningkat sejalan dengan


meningkatnya kerja ginjal. Memegang peranan penting
dalam metabolisme air dan bersifat emngikat cairan dalam
jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh
pada ibu hamil. Natrium pada ibu hamil bertambah sekitar
3,3 gram per minggu sehingga ibu hamil cenderung
menderita edema.
2. Nutrisi bagi Ibu Hamil Pada Trisemester III :
a. Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu.
b. Bila ibu hamil mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan
pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayur-
sayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.
c. Bila terjadi keracunan kehamilan/uedem (bengkak-bengkak pada kaki)
maka janganlah menambah garam dapur dalam masakan sehari-hari.
Contoh Menu
a. Pagi
Susu manis, nasi, telur ceplok, kering tempe, tumis kacang Panjang
b. Jam: 10.00
Bubur kacang ijo
c. Siang
Nasi, Ikan goreng, botok tempe, kemangi, melandingan, sayur asam,
papaya
d. Jam : 16.00
Kolak labu kuning + pisang
e. Malam
Nasi, smoor daging + tahu, orak-arik wortel + kool, pisang

3. Pesan- pesan penting bagi ibu hamil


a. Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak dari pada saat
tidak hamil.
b. Untuk mencegah kurang darah selama hamil ibu harus banyak
makan makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe,
tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang-kacangan lainnya, telur,
ikan, dan daging.
c. Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.
d. Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, ibu hamil harus
banyak makan-makanan sumber zat kapur, seperti : kacang-
kacangan, telur, ikan teri/ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya,
sayuran daun hijau.

e. Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan, yaitu :


pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang-kunang.
1) Selama hamil makanlah beraneka ragam makanan dalam
jumlah yang cukup.
2) Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-
segar, seperti buah-buahan, sari buah, sayur bening, dsb.
3) Hindari pantangan terhadap makanan, karena akan merugikan
kesehatan ibu.
4) Hindari merokok dan minum-minuman keras karena akan
membahayakan keselamatan ibu dan janin.
5) Jangan lupa memeriksakan diri kepada bidan atau Puskesmas
secara teratur, agar ibu dan kandungannya tetap sehat.

C. Perawatan Diri pada Ibu Hamil


1. Perawatan gigi
Selama hamil, ibu perlu lebih menjaga kebersihan diri, karena
dengan adanya perubahan hormonal, maka rongga mulut dan jalan lahir
peka terhadap infeksi, ibu perlu mandi dan sikat gigi secara teratur,
minimal 2 kali sehari. Kebersihan gigi dan mulut, perlu mendapat
perhatian karena seringkali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada
ibu yang kekurangan kalsium. Rasa mual selama masa hamil dapat
mengakibatkan perburukan hygiene mulut dan dapat menimbulkan karies
gigi.
Perawatan gigi perlu dalam kehamilan karena hanya gigi yang
baik menjamin pencernaan yang sempurna. Caranya antara lain :
a. Tambal gigi yang berlubang
b. Mengobati gigi yang terinfeksi
c. Untuk mencegah caries
d. Menyikat gigi dengan teratur, Sikat gigi minimal dua kali
sehari/sehabis makan lalu bilas
e. Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja
f. Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa
g. Menyikat gigi sebelum tidur penting.
h. Ketika gosok gigi, perhatikan untuk membersihkan partikel makanan
yang tersangkut diantara dan didalam celah antara gigi rata
dibelakang, gigi geraham dan gigi geraham bungsu.
i. Sikat dengan arah kebawah untuk gigi atas dan sikat kearah atas untuk
gigi bawah.
j. Gunakan gerakan melingkar. Bersihkan juga lidah dan bagian dalam
gigi.
k. Sikat gigi harus memiliki ujung bulu yang dapat kembali ke
bentuk semula.
l. Sikat harus dibilas bersih dan kering setelah dipakai.
m. Tidak ada pasta gigi yang sempurna. Gunakan pasta gigi yang tidak
mengandung bahan pengasah atau antiseptic yang kuat.

2. Mandi
Mandi dianjurkan sedikitnya 2 kali sehari karena ibu hamil
cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan diri
terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah genetalia) dengan
cara dibersihkan dengan air dan dikeringkan.

3. Perawatan rambut
Cuci rambut minimal dua kali seminggu menggunakan sampo
ringan, bilas dengan air bersih.

4. Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan
kalau terbasahi oleh colostrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada
puting susu dan sekitarnya. Puting susu yang masuk diusahakan supaya
keluar dengan pemijatan keluar setiap kali mandi.

5. Perawatan vagina / vulva


a. Celana dalam harus kering
b. Jangan gunakan obat / menyemprot ke dalam vagina
c. Sesudah BAB / BAK dilap dengan lap khusus
d. Bersihkan dan keringkan selalu bagian tersebut.
e. Gantilah celana dalam lebih sering bila perlu.
f. Pakailah celana dalam dari bahan katun, yang lebih mudah menyerap.

D. Persiapan Persalinan
1. Membuat rencana persalinan, meliputi :
a. Tempat persalinan
b. Memilih tenaga kesehatan terlatih
c. Bagaimana cara menghubungi tenaga kesehatan terlatih tersebut
d. Bagaimana transportasi yang bisa digunakan untuk ke tempat
persalinan tersebut
e. Siapa yang akan menemani persalinan
f. Berapa biaya yang dibutuhkan, dan bagaimana cara megumpulkannya
g. Siapa yang kan menjaga keluarganya jika ibu melahirkan

2. Membuat rencana pembuatan keputusan jika kegawat daruratan pada saat


pembuat keputusan utama tidak ada
a. Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga
b. Siapa yang akan membuat keputusan jika si pembuat keputusan
utama tidak ada saat terjadi kegawat daruratan

3. Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawat daruratan


a. Dimana ibu akan melahirkan
b. Bagaimana cara menjangkaunya
c. Kemana ibu mau dirujuk
d. Bagaimana cara mendapatkan dana
e. Bagaimana cara mencari donor darah

4. Membuat rencana atau pola menabung berupa tabungan ibu bersalin


5. Mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk persalinan
a. Kain panjang 4 buah
b. Pembalut wanita
c. Handuk, waslap, alat mandi
d. Pakaian terbuka depan, gurita ibu, BH
e. Pakaian bayi, minyak telon
f. Tas & plastic

E. Tanda Dan Bahaya Dalam Kehamilan


1. Perdarahan pervaginam
Perdarahan kehamilan lebih dari 20 minggu
a. Plasenta Previa
Plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada SBR sehingga
dapat menutup sebagian/ seluruh permukaan jalan lahir. Tanda-
tandanya : perdarahan vaginam tanpa sebab, tanpa nyeri, dan
berulang, darah bersifat merah segar. Perdarahan yang banyak
akan tampak anemi dan sampai syok. Biasanya bagian terbawah
janin belum masuk pintu atas panggul, ada kelainan letak

b. Solusio Plasenta
Lepasnya plasenta sebelum bayi lahir. Tanda-tandanya : perdarahan
disertai nyeri tekan uterus,warna darah kehitam- hitaman

2. Sakit kepala hebat, Gangguan penglihatan atau penglihatan kabur,


Bengkak pada muka dan tangan
Dapat diduga preeklampsi, namun perlu adanya pemeriksaan
tekanan darah dan proteinuria yang positif. Preeklampsi dapat
meningkatkan kematian ibu dan bayi. Preeklampsi ringan bila
tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dan preeklampsi berat bila
tekanan darah lebih dari atau sam dengan 160/110 mmHg.

3. Nyeri perut hebat


Kejadian perdarahan kehamilan sangat sering diikuti adanya nyeri
perut yang hebat. Sehingga dapat membahayakan ibu dan janin.

4. Gerakan janin berkurang


Bila bayi kurang bergerak seperti biasanya menunjukan kondisi
yang membahayakan janin ( asfiksia )

F. Tanda-Tanda Persalinan
1. Lendir Bercampur Darah
Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan
yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya
lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

2. Air Ketuban Pecah


Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air
ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan
tidak berbau).

3. Kontraksi Yang Teratur


Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur,
mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan
bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai
dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak
hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Anda mungkin juga menyukai