TUGAS BESAR MANAJEMEN PEMASARAN
ANALISASI PRODUK OREO
Dibuat Oleh :
Abid Firmansyah (43119210105)
Ichsan Solichin (43119210109)
Sufqi Agustina (43119210108)
Taufik Hidayat (43119210110)
Dosen Mata Kuliah :
Nurul Komara Fajrin, SE, MM
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
MANAJEMEN
2020
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh Dengan menyebutkan nama Allah SWT yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang serta memanjatkan puji syukur kehadirat Nya yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan pembuatan
makalah ilmiah yang berjudul tentang analisasi brand oreo.
Makalah ini sudah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak
sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih
kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari segala hal tersebut, Kami sadar sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karenanya kami dengan lapang dada menerima
segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi Tugas Besar 1 mata kuliah Manajemen Pemasaran
berjudul Analisis Produk Oreo.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami mendapatkan bantuan serta bimbingan dari beberapa pihak.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kami haturkan terima kasih kepada :
1. Nurul Komara Fajrin, SE, MM selaku dosen mata kuliah Manajemen Pemasaran.
2. Orang tua kami yang banyak memberikan dukungan baik moril maupun materil.
3. Semua pihak yang tidak dapat kami rinci satu per satu yang telah membantu dalam proses
penyusunan makalah ini.
Akhir kata kami sebagai penyusun sangat berharap semoga saja dengan adanya penulisan makalah
ilmiah tentang analisis ini bisa memberikan manfaat maupun inspirasi untuk pembaca
ii
Jakarta, 17 oktober 2020
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………….……………………....ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………....iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………....1
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN………………....………………..…...….3
A. Awal Berdirinya Produk Oreo……………………………………………………….3
B. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan………………………………………………...7
BAB III ISI MAKALAH……………………………………………………………………8
iii
A. Segmenting OREO…...……………………………………………………………8
B. Targeting OREO…..………..……………………………………………………..9
C. Positioning OREO…...……..……………………………………………………...9
D. Strategi Promosi………………………………………………………………….11
BAB IV PENUTUP………..……….………………………………………………………14
A. Kesimpulan…………………..…………………………………………………..14
B. Saran………………………………………………………..……………………14
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
Oreo merupakan makanan ringan yang sudah sangat familiar di telinga orang Indonesia.
Bahkan Oreo mempunyai cara tersendiri dalam mengkonsumsinya, diputar dijilat dicelupin. Sangat
melekatnya jargon tersebut di benak konsumen, hingga ketika penulis mengkonsumsi biskuit yang
bukan merek Oreo pun, penulis tetap menggunkan cara Oreo dalam menkonsumsinya. Beberapa
cara pemasaran yang dilakukan Oreo salah satunya menggunakan iklan di TV, jika dilihat dari iklan-
iklan Oreo di TV, produsen biskuit dibawah lisensi Kraft ini sering menggunakan anak kecil sebagai
tokoh penikmat biskuit Oreo tersebut. Produk terbaru yang diproduksi oleh Oreo saat ini adalah
Oreo varian ice cream rasa orange. Oreo juga menggunakan cara pemasaran melalui iklan TV dengan
menggunakan tokoh 2 anak kecil perempuan atau yang masyarakat kenal sebagai Afika dan
temannya. Tokoh Afika ini sangat familiar di dunia maya, banyak masyarakat terutama anak muda
atau remaja yang meniru gaya Afika saat menjawab panggilan dari temannya di iklannya tersebut.
iv
Facebook, Twitter, Youtube dan forumforum lainnya adalah media bagi anak muda sekarang untuk
mengekpresikan sesuatu.
Isu yang beredar dimasyarakat ini berlangsung cukup lama yang mengakibatkanmenurunnya
penjualan biskuit oreo. Menurut penelitian yang dilakukan AC Nielsen, penjualanproduk oreo
mengalami penurunan penjualan sebesar 10 persen di Indonesia. Penurunanpenjualan yang sangat
signifikan pada produk oreo terjadi setelah adanya pernyataan BPOM bahwa produk oreo memang
mengandung melamin. Produk oreo yang dinyatakan mengandungmelamin merupakan biskuit yang
diproduksi di luar negeri dan yang diproduksi di Indonesia tidak dinyatakan mengandung melamin.
Konsumen dapat membedakan produksi luar negeri dengan yang diproduksi di Indonesia dengan
melihat kode di kemasan produk tersebut, kode Mduntuk produk dalam negri dan ML untuk produk
luar negri. Akan tetapi, konsumen Indonesiasudah tidak percaya dengan produk oreo, konsumen
kehilangan kepercayaan pada biskuit oreomeskipun masih ada biskuit yang diproduksi di Indonesia
yang tidak mengandung [Link] produk oreo yang menurun mengakibatkan produsen
mengalami kerugianyang cukup besar. Oreo mengalami kerugian secara materi dan imateri, seperti
berkurangnyapenjualan produk, menurunnya laba penjualan, dan citra produk yang buruk. Kerugian
yangdialami oleh produsen sangat besar, sehingga sangat sulit untuk mengembalikan posisi
oreomenjadi seperti produknya dipasarkan di Indonesia pada periode sebelum 2008.
Isu yang terjadi pada tahun 2008 akhirnya memiliki jalan keluar, yaitu dengan adanya
klarifikasi dari pihak prusahaan bahwa produk makanan oreo yang mengandung melamin ini adalah
produk yang di produksi di luarnegri, yang jelas bukan dari prusahaan yang ada di indonesia.
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
v
Anak-anak yang lahir di tahun 70 dan 80-an, khususnya di Amerika dan Eropa, begitu akrab dengan
keberadaan Oreo. Pada masa itu kalo kita tidak punya foto diri yang sedang memakan Oreo, kita
akan serasa berada di planet lain. Kita selalu berusaha membuat foto bagaimana cara memakan
Oreo yang terbaik. Tidak hanya anak2, kaum orang tua pun mengakrabi oreo dan tidak hanya
memakannya secara langsung, tapi juga dimodifikasi ke dalam bentuk lain seperti dibuat milkshake,
dibuat pie, kue dan masakan2 penutup lainnya.
Pada tahun 1898, beberapa perusahaan pembuat roti dan biskuit di Amerika bergabung
menjadi satu membentuk sebuah perusahaan baru yang dinamakan National Biscuit Company
(NaBisCo). Sebagai produksi awal, Nabisco membuat produk biskuit untuk hewan, pada tahun 1902,
yang dinamakan Barnum, yang menjadi begitu terkenal karena bentuk kemasannya yang disukai
banyak orang, kemasan itu berupa kotak yang didesign menyerupai kandang hewan.
Barnum inilah yang melambungkan dana Nabisco. Hingga suatu saat para eksekutif di
Nabisco mempunyai ide untuk membuat biskuit yang ditujukan untuk anak-anak. Akhirnya pada
tahun 1912 diciptakanlah sebuah biskuit yang berbentuk 2 lempengan coklat yang mempunya
lapisan krim ditengahnya. Biskuit itu dinamakan Oreo. Bentuk Oreo di awal terciptanya itu hampir
sama persis dengan bentuk Oreo yang kita kenal sekarang, sedikit yang membedakan adalah bentuk
motif di kedua lempengan coklatnya. Bentuk dan desain cookie Oreo tidak berubah banyak sampai
Nabisco mulai menjual berbagai versi cookie. Pada tahun 1975, Nabisco merilis Oreo STUF.
Nabisco terus menciptakan variasi:
1987 – Oreo Frudge Tertutup diperkenalkan
1991 – Halloween Oreo diperkenalkan
1995 – Natal Oreo diperkenalkan
Kraft Food (dinamakan sesuai nama pendirinya yaitu James Lewis Kraft) merupakan perusahaan
produsen makanan terbesar ke-2 di dunia (setelah Nestle). Kraft terdaftar di Bursa Saham New York.
Pada tahun 1988, Altria Group (ketika itu masih bernama Philip Morris) mengakuisis Kraft senilai
12,9 miliar USD. Pada tahun 2000, Altria Group mengakuisis produsen biskuit Nabisco dan
menggabungnya (merger) dengan Kraft (dimana Kraft kemudian menjadi Flagship).
Saat ini kraft telah menjadi perusahaan mandiri yang terpisah dari Altria Group, setelah seluruh
sahamnya pada Kraft dilepas ke publik. Pada bulan November 2007, Kraft mengumumkan bahwa
perusahaan tersebut telah mengakuisis divisi biskuit milik Danone di selutruh dunia yang kemudian
menjadikan Kraft sebagai produsen biskuit terbesar di dunia dari sejenis biskuit yang diproduksi oleh
Nabisco. Hingga suatu saat para eksekutif di Nabisco mempunyai ide untuk membuat biskuit yang
vi
ditujukan untuk anak-anak. Akhirnya pada tahun 1912 diciptakanlah sebuah biskuit yang berbentuk
2 lempengan coklat yang mempunya lapisan krim ditengahnya. Biskuit itu dinamakan Oreo.
Bentuk Oreo pada awalnya tercipta hampir sama persis dengan bentuk Oreo yang kita kenal saat ini,
sedikit yang 2 membedakan adalah bentuk motif di kedua lempengan coklatnya. Design biskuit
tersebut pernah berubah sampai pada akhirnya Nabisco memproduksi Oreo dalam banyak versi,
seperti versi Double Stuff pada tahun 1975, versi Hallowen pada tahun 1991 dan versi natal pada
tahun 1995 serta masih banyak versi dan rasa biskuit Oreo lainnya. Oreo pun mempunyai cara
memakan biskuit tersebut dengan unik yaitu cara populer untuk memakan Oreo adalah dengan
mencelupkannya ke dalam susu.
Selain itu Oreo juga digunakan untuk bahan baku untuk makanan lain, misalnya milkshake, dan es
krim. Di Indonesia, Oreo diproduksi oleh PT. Kraft Indonesia atau Kraft Food Indonesia. Di Indonesia
Oreo telah banyak dikenal oleh masyarakat, karena PT. Kraft Food gencar akan mempromosikan
produk mereka dengan menggunakan berbagai media informasi. Salah satu media informasi yang
digunakan adalah media Iklan pada media televisi. Berbagai macam iklan produk Oreo dengan
berbagai varians rasa yang berbeda membuat Oreo menjadi salah satu biskuit yang digemari oleh
anak-anak serta orang-orang dewasa.
Beberapa iklan Oreo yang telah diproduksi oleh PT. Kraft Food adalah iklan Oreo Ice Cream
Blueberry, yang diperankan oleh empat gadis cilik yang sedang bermain tebak-tebakan gerak badan
serta iklan Oreo Ice Cream Orange yang diperankan oleh 2 gadis cilik yang ingin memakan biskuit
Oreo baru yang dingin bersama-sama.
Nama misterius
Jadi bagaimana Oreo mendapatkan namanya? Orang-orang di Nabisco tidak yakin. Beberapa
percaya bahwa nama oreo diambil dari kata Perancis untuk emas, “atau” (warna utama pada awal
paket Oreo). Yang lain mengklaim nama berasal dari bentuk versi uji berbentuk bukit; dengan
demikian penamaan cookie dalam bahasa Yunani untuk gunung, “oreo.” Orang lain percaya nama
oreo adalah kombinasi dari kata “re” dari “cream” dan menempatkan kata “o” s “chocolates”
tercipta “o-re-o.” Dan sisanya percaya bahwa nama Oreo tercipta karena pendek dan mudah untuk
diucapkan.
Tidak peduli bagaimana asal namanya, Oreo telah menjual lebih dari 362 miliar cookie sejak
pertama kali diperkenalkan pada tahun 1912 hingga sekarang.
Jenis-jenis Oreo
1. Oreo Original
vii
2. Oreo Double Stuf
3. Oreo Chocolate Creme
4. Oreo Double Delight
5. Oreo Strawberry Crème
Visi :
Memanfaatkan dan meningkatkan hasil olahan Oreo menjadi produk makanan yang lebih menarik
dan bervariasi sehingga meningkatkan nilai jual hasil olahan Oreo dan dapat diterima oleh
masyarakat luas sebagai salah satu makanan alternatif pengganti cemilan.
Misi :
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan misi-misi yang harus dilaksanakan, yaitu :
1. Memperkenalkan produk yang berupa olahan Oreo kepada konsumen yaitu
mempromosikan keunggulan produk dan manfaatnya.
viii
2. Meningkatkan kualitas produk olahan Oreo dari bahan yang digunakan, rasa,
kebersihan produk dan nilai gizi yang terkandung.
3. Melakukan analisis pasar dengan menentukan sasaran pemasaran produk olahan
Oreo.
4. Memperluas akses pemasaran.
Tujuan :
1. Menarik para konsumen untuk merasakan produk makanan yang kami buat.
2. Mencapai target penjualan usaha kami.
BAB III
ISI
3.1. Analisislah Perusahaan atau Brand
3.1.1 Market Segmentation
ix
Pasar apapun bentuknya akan terdiri dari banyak pelanggan yang berpencar dan beraneka ragam
dalam tuntutan pembeliannya. Oleh karena itu tidak ada satupun produsen yang dapat melayani
atau memenuhi semua tuntutan pelanggan. Produsen harus mengarahkan program pemasarannya
hanya pada pelanggan yang memang menjadi bidikan sasaran pemasarannya, untuk itu produsen
harus melakukan segmentasi pasar bagi produknya. Segmentasi pasar adalah proses pemilahan
atau pembagian pasar ke dalam beberapa kelompok pelanggan (sub-market) yang memiliki
karakteristik sama dalam kebutuhan dan sikap, dan diharapkan akan memberikan respon yang sama
terhadap penawaran yang disampaikan. Dengan melakukan segmentasi pasar produsen akan lebih
tepat dalam mengarahkan program pemasarannya secara lebih efektif. Produk oreo ini manglakuakn
strategi diferensiasi kemasan sebagai metode penerapan market segmentation. Biscuit oreo
mengeluarkan produk dengan kemasan yang berlabel harga Rp 300 dan Rp 1000. Hal ini dilakukan
agar produk oreo dapat menembua warung-warung kecil di pelosok perkotaan dan pedesaaan.,
karena selama ini akibat harga yang lumayan mahal, oreo hanya sering kali ditemukan di toko atau
swalayan.
3.1.2 Targeting
Dalam melakukan pemasaran kita juga harus menentukan target produk yang akan kita pasarkan.
Dalam hal ini produk oreo memilih target pasar konsumen dengan latar belakang keluarga yang
bahagia. Hal ini dilakukan agar setiap orang dari berbagai tingkat ekonomi dapat menikmati produk
yang enak, serta berkualitas. dengan target pasar yang demikian, diharapkan produk Oreo dapat
menjadi pilihan dari semua orang yang ingin menikmati biscuit yang berkualitas dengan harga yang
sangat terjangkau.
3.1.3 Analisa Positioning
Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra
atau identitas di benak konsumen untuk produk, merek atau lembaga tertentu. Positioning adalah
membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Kemampuan untuk mengidentifikasi
peluang positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu
positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing.
Beberapa hal mendasar dalam membangun strategi positioning satu produk antara lain : positioning
pada fitur spesifikasi produk, positioning pada spesifikasi penggunaan produk, positioning pada
frekuensi penggunaan produk, positioning pada alasan mengapa memilih produk tersebut dibanding
pesaing, positioning melawan produk pesaing, positioning dengan melakukan pemisahan kelas
x
produk, dan positioning dengan menggunakan simbol budaya/kultur. Tulisan ini akan membahas
brand positioning sebuah brand biscuit yang sudah lama beroperasi. OREO.
PT kraft Food sebagai pemilik brand market produk Oreo melakukan strategi positioning produknya
sebagai berikut.
1. Oreo mengkomunikasikan kepada masyarakat bahwa produk yang di buatnya berdasarkan
standar mutu yang sangat ketat, diolah dengan bahan pilihan sehingga biscuit oreo merupakan
biscuit yang berkualitas dan menyehatkan bagi keluarga.
2. Oreo senantiasa menjaga agar komunikasi pemasaran mereka tetap konsisten, hal ini
dilakukan dengan cara melakukan iklan secara berkala di media massa.
3. Brand oreo terus menjaga kepribadian produknya nya sebagai biscuit anak yang
menyehatkan dan menyenangkan.
3.1.4 Strategi promosi pada perusahaan atau brand
Pertumbuhan bisnis yang bergerak sangat cepat menimbulkan persaingan bisnis semakin ketat.
Setiap perusahaan berusaha meningkatkan penjualan dan dituntut untuk melakukan kegiatan
pemasaran dengan baik untuk menarik konsumen. Kegiatan pemasaran dilakukan untuk
menciptakan kepuasan konsumen akan suatu produk. Pemasaran yang baik harus dapat memberi
info kepada konsumen mengenai produk mereka, dan memposisikan produk tersebut agar produk
mereka menempel di benak konsumen. Salah satu cara untuk meningkatkan pemasaran suatu
produk adalah dengan cara promosi. Menurut Bukhari Alma dalam bukunya Manajemen Pemasaran
& Pemasaran Terpadu (2004: 179) promosi pada hakikatnya adalah suatu bentuk komunikasi
pemasaran yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,
mempengaruhi dan meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Persaingan bisnis yang ada ikut membawa persaingan produk antar perusahaan. Kegiatan promosi
yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen
adalah dengan cara beriklan. Morisson dalam bukunya Periklanan “Komunikasi Pemasaran Terpadu”
xi
(2007: 14) mendefinisikan iklan secara sederhana sebagai setiap bentuk komunikasi nonpersonal
mengenai suatu organisasi, produk, servis atau ide yang dibayar oleh sponsor yang diketahui. Namun
demikian untuk membedakannya dengan strategi pemasaran yang lain, iklan lebih diarahkan untuk
membujuk orang supaya membeli. Dalam penelitian yang dilakukan Kopalle & Lehmann dalam
Navarone (2003: 113) tentang pengaruh periklanan terhadap kesuksesan produk, dinyatakan bahwa
pengaruh periklanan dapat menarik minat beli konsumen, serta menumbuhkan prioritas membeli
konsumen dan pembelian ulang konsumen.
Perusahaan barang dan jasa menggunakan berbagai media untuk beriklan. Salah satu media yang
banyak dipilih untuk mengiklanankan produk dan jasa adalah televisi. Televisi dinilai paling efektif
untuk memasarkan produk dan jasa karena televisi sebagai media yang paling diminati oleh
masyarakat karena unsur audio visual dan jangkauan luas.
Dikutip dalam [Link], pertumbuhan belanja iklan nasional selalu meningkat setiap
tahunnya. Pada tahun 2012 belanja iklan nasional naik dua puluh persen dari tahun sebelumnya
sebesar sembilan puluh triliyun rupiah, yakni enam puluh tujuh persen belanja iklan di media
televisi, tiga puluh persen di media cetak, dan sisanya masuk dalam kategori lain-lain. Di zaman yang
berkembang ini, daya tarik iklan dalam sebuah perusahaan sangat membantu perusahaan tersebut
untuk mempengaruhi para konsumennya terutama dalam keputusan pembelian yang akan mereka
lakukan.
untuk menciptakan iklan yang unik dan menarik untuk menarik perhatian para konsumennya. Agar
iklan dilihat oleh masyarakat maka iklan harus menawarkan ideide yang kreatif. Melalui iklanlah
konsumen biasanya mengenal suatu produk dan tergerak untuk melakukan pembelian. Sementara
bagi perusahaan, iklan dinilai menjadi corong yang efektif untuk memengaruhi masyarakat agar
berpikir dan bertindak sesuai pesan yang disampaikan dalam iklan. Iklan dinilai lebih dapat menarik
perhatian konsumen sehingga perusahaan semakin menyadari suksesnya sebuah produk tidak
terlepas dari sebuah iklan. Dengan kata lain bahwa iklan dapat menjadi sumber penghidupan
perusahaan karena itu daya tarik iklan merupakan salah satu keputusan strategis yang harus
diperhatikan oleh perusahaan.
PT Kraft Food Company Indonesia di pasaran tidak terlepas dari kekuatan merek yang dimilikinya
dan daya tarik iklan yang perusahaan mereka buat untuk menarik perhatian para konsumennya.
Iklan-iklan yang ditampilkan produk oreo ini sangatlah unik dan menarik. Mereka menggunakan
Endorser berupa anak kecil yang sangat lucu dan menggemaskan. Selain itu, produk oreo selalu
menampilkan slogan unggulannya di setiap iklan-iklannya dengan kata-kata berupa : “diputar, dijilat,
dan dicelupin”, kata-kata itu diciptakan agar kita bisa menikmati produk oreo dengan cara yang unik.
xii
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Jadi kesimpulan dari makalah tersebut adalah Oreo merupakan makanan ringan yang sudah
sangat familiar di telinga orang Indonesia. Bahkan Oreo mempunyai cara tersendiri dalam
mengkonsumsinya, diputar dijilat dicelupin. Sangat melekatnya jargon tersebut di benak konsumen.
Oreo juga mempromosikan produknya dengan menggunakan iklan di televisi, karna televisi
merupakan media yang memiliki jangkauan luas sehingga akan memberikan peluang yang lebih
besar.
4.2 SARAN
xiii
Untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman bagi produk oreo, sebaiknya melakukan beberapa
pembaruan dan inovasi. Seperti pembaruan rasa dan mengembangkan produk produk tidak hanya
sebagai makanan ringan saja, tetapi perlu membuat sebuah inovasi seperti membuat minuman oreo
dalam bentuk kemasan. Sedangkan inovasi dibutuhkan untuk menjaga loyalitas konsumen agar
tetap terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
Kasali, Rhenald. 2007. Manajemen Periklanan, Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Pustaka
Utama Grafiti.
Kothler, Philip. 2006. Marketing management. New Jersey: Pearson Education.
Kurtz, David L. 2008. Contemporary Marketing. Mason: South-Western.
xiv
xv