0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Komposter Mini untuk Limbah Dapur

Dokumen tersebut membahas tentang pembuatan komposter mini dari limbah dapur untuk menghasilkan pupuk organik. Komposter dapat dibuat dari ember bekas dengan penyangga dan saringan dari plastik, dimana limbah dapur akan diolah menjadi kompos selama 14 hari dengan menambahkan bioaktivator. Proses ini akan menghasilkan dua jenis pupuk yaitu cairan dan padat yang dapat digunakan untuk pemupukan tanaman.

Diunggah oleh

Indah Annisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Komposter Mini untuk Limbah Dapur

Dokumen tersebut membahas tentang pembuatan komposter mini dari limbah dapur untuk menghasilkan pupuk organik. Komposter dapat dibuat dari ember bekas dengan penyangga dan saringan dari plastik, dimana limbah dapur akan diolah menjadi kompos selama 14 hari dengan menambahkan bioaktivator. Proses ini akan menghasilkan dua jenis pupuk yaitu cairan dan padat yang dapat digunakan untuk pemupukan tanaman.

Diunggah oleh

Indah Annisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODEL MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF

“HASIL KEGIATAN METODE KASUS (KEGIATAN 1 PROPELA)”

DI SUSUN OLEH :
NAMA : FERNANDA ALJUISWAN 19033024
INDAH ANNISA 19033028
INSYIRAH ERLENIDA NOVIT 19033029
IVO J ANZUYE 19033030

DOSEN : Dr. H. Asrizal, [Link]

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2022
Komposter Mini Membuat Kompos Dari Limbah Dapur

Setiap individu dapat dipastikan memproduksi sampah setiap hari.


Purwasasmita dan Mulyadi (1989) dalam Sahwan, F. L, dkk
(2004) menyebutkan produksi sampah setiap orang adalah sebanyak 1-2 liter
per hari, dan 70-80% sampah kota merupakan bahan organik. Outerbridge, ed., 1991)
dalam Lilis (2005), menyebutkan 80% dari sampah padat di Indonesia merupakan
sampah organik, dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan kembali.
Sampah organik merupakan limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup atau
alam seperti manusia, hewan dan tumbuhan yang mudah mengalami pelapukan atau
pembusukan seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah
organik dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Kompos adalah pupuk alami
(organik) yang terbuat dari bahan-bahan hijauan dan bahan organik lain yang sengaja
ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan, misalnya kotoran ternak atau
bila dipandang perlu, bisa ditambahkan pupuk buatan pabrik, seperti urea (Wied, 2004,
dalam Lilis 2005).
Pengolahan sampah organik menjadi kompos telah banyak
dilakukan dengan berbagai metode. Pengelolaan sampah yang efektif adalah dari
unit terkecil penghasil sampah, yaitu dari rumah tangga. Untuk mempercepat
pembuatan kompos diperlukan bioaktivator seperti Effective Microorganisms 4
yang merupakan kultur campuran dalam medium cair berwarna coklat kekuningan,
berbau asam dan terdiri dari mikroorganisme yang menguntungkan bagi kesuburan
tanah. Adapun jenis mikroorganisme yang berada dalam EM 4 antara
lain: Lactobacillus sp., Khamir, Actinomycetes, Streptomyces. Selain memfermentasi
bahan organik dalam tanah atau sampah, EM 4 juga merangsang perkembangan
mikroorganisme lainnya yang menguntungkan bagi kesuburan tanah dan bermanfaat
bagi tanaman, misalnya bakteri pengikat nitrogen, pelarut fosfat dan mikro -organisme
yang bersifat antagonis terhadap penyakit tanaman. EM4
dapat digunakan untuk pengomposan, karena mampu mempercepat proses
dekomposisi sampah organik (Sugihmoro, 1994 dalam Lilis, 2005). Setiap bahan
organik akan terfermentasi oleh EM 4 pada suhu 40o – 50oC. Pada proses fermentasi
akan dilepaskan hasil berupa gula, alkohol, vitamin, asam laktat, asam amino, dan
senyawa organik lainnya serta melarutkan unsur hara yang bersifat stabil dan tidak
mudah bereaksi sehingga mudah diserap oleh tanaman.
Sahwan dkk (2004) menguji komposter sederhana untuk skala rumah tangga
dan memperoleh kompos dengan kualitas cukup baik. Proses pembuatan kompos
dengan pembalikan sampah dan tanpa pembalikan relatif sama, berlangsung cukup
baik. Lama proses pembuatan kompos tersebut 49 hari. Struktur kompos yang diperoleh
dari komposter yang dilakukan pembalikan lebih hancur dibandingkan tanpa
pengadukan. Penggunaan komposter cukup efektif untuk digunakan dalam
mengkomposkan sampah kota.
Salah satu alternatif pembuatan komposter sederhana skala rumah tangga
dapat dibuat dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah. Prinsipnya seperti
dandang, ada saringan dan penutup.
Bahan yang diperlukan untuk membuat komposter :

1. Penyangga plastik, untuk menyangga lempengan plastik


2. Ember bekas cat berukuran 25 liter dengan tutupnya
3. Lempengan plastik, untuk saringan
4. Kran plastik atau slang plastik kecil
Langkah pembuatan komposter :

1. Masukkan penyangga saringan dalam ember, kemudian saringan.


2. Lubangi ember pada bagian bawah, sekitar 1-2 cm dari dasar ember, untuk memasang kran
atau slang plastik sebagai lubang pengeluaran cairan lindi yang dihasilkan dari proses
pengomposan.
3. Lubangi lempengan plastik menggunakan solder atau paku yang dipanaskan (akan
berfungsi sebagai saringan).
4. Pasang kran atau selang pada lubang tersebut.
5. Komposter siap diisi sampah dapur.
Berikut cara pembuatan kompos menggunakan komposter :

1. Penambahan sampah dapat dilakukan sampai komposter penuh.


2. Tutup rapat komposter.
3. Masukkan sampah organik yang telah dipotong kecil kedalam komposter.
4. Pisahkan sampah organik dan non organik.
5. Potong kecil sampah organik menjadi sekitar 1-2 cm.
6. Semprot sampah organik dengan bioaktivator (bisa menggunakan EM4) sampai
rata.
7. Lakukan penyemprotan setiap kali memasukkan sampah dan tutup rapat kembali
komposter.
8. Diamkan selama + 14 hari agar terjadi proses pengomposan.
Dari proses tersebut akan diperoleh dua produk yang bermanfaat, yaitu pupuk
organik cair susulan (POCS) dan pupuk padat (kompos). Pupuk cair dikeluarkan melalui
kran bagian bawah komposter dan dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman
dengan menyiramkan pada tanah di sekitar tanaman, bukan pada batang
tanaman, sedangkan pupuk padat (kompos) yang diperoleh perlu dikering anginkan
dahulu sebelum digunakan.

Anda mungkin juga menyukai