0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan12 halaman

Revisi Dokumen RP2KPKP Bengkalis

Dokumen tersebut membahas rencana revisi dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Perkotaan (RP2KPKP) Kabupaten Bengkalis. Revisi diperlukan karena dokumen sebelumnya belum mencakup seluruh kawasan permukiman kumuh dan program penanganannya belum terkoordinasi dengan baik. Tujuan revisi adalah menyusun dokumen RP2KPKP yang lebih komprehensif sebagai pedoman penanganan

Diunggah oleh

Anissa Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
117 tayangan12 halaman

Revisi Dokumen RP2KPKP Bengkalis

Dokumen tersebut membahas rencana revisi dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Perkotaan (RP2KPKP) Kabupaten Bengkalis. Revisi diperlukan karena dokumen sebelumnya belum mencakup seluruh kawasan permukiman kumuh dan program penanganannya belum terkoordinasi dengan baik. Tujuan revisi adalah menyusun dokumen RP2KPKP yang lebih komprehensif sebagai pedoman penanganan

Diunggah oleh

Anissa Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RP2KPKP

PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

1.1 Latar Belakang


Masalah permukiman kumuh hingga saat ini masih menjadi masalah utama yang di
hadapi di kawasan permukiman. Permasalahan permukiman kumuh menjadi salah satu
isu utama pembangunan perkotaan, karena upaya penanganan telah dilakukan dari
waktu ke waktu, namun kawasan permukiman kumuh terus berkembang dan
munculnya kawasan-kawasan permukiman kumuh baru.
Berkembangnya kawasan permukiman kumuh baru. Berkembangnya kawasan
permukiman kumuh diakibatkan tingginya arus urbanisasi masyarakat perdesaan
khususnya masyarakat berpenghasilan rendah mencari pekerjaan di perkotaan dan
tinggal di tempat dan lahan-lahan ilegal dekat pusat kota. Kecenderungan masyarakat
berpenghasilan rendah yang menghuni kawasan permukiman kumuh juga menjadi
salah satu penyebab ketidakteraturan dalam berbagai tatanan sosial masyarakat.
Permasalahan permukiman kumuh berdampak pada penyelenggaraan pemerintah
daerah dengan memberikan citra negatif ketidakmampuan pemerintah daerah dalam
pemenuhan standar pelayanan minimal kepada masyarakat.
Dalam rangka penanganan kawasan permukiman kumuh, pengurangan kawasan
permukiman kumuh telah ditargetkan dalam RPJMD 2016-2020. Selain itu, Pemerintah
Pusat juga telah melakukan penanganan dengan menargetkan kota bebas kumuh
tahun 2019. Penanganan kota bebas kumuh dimulai dari tahun 2014 dengan diterbitkan
nya Surat Keputusan Bupati/Walikota tentang penetapan lokasi kawasan permukiman
kumuh dan disusunnya dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas
Permukiman Perkotaan (RP2KPKP).
Penyusunan dokumen RP2KPKP merupakan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai salah satu instrumen

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-1
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

utama dalam upaya penanganan permasalahan permukiman kumuh di perkotaan.


Pada tahun 2016 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui
Subdit Perencanaan Teknis Ditjen. Cipta Karya telah melakukan pendampingan dalam
penyusunan dokumen RP2KPKP Kabupaten Bengkalis.
Dokumen RP2KPKP yang telah di susun tersebut belum memuat kondisi semua
kawasan permukiman kumuh yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati
Bengkalis Nomor 341 Tahun 2014 tentang Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman
Kumuh Perkotaan di Kabupaten Bengkalis. Kurangnya koordinasi antara satuan kerja
pengembangan kawasan permukiman Provinsi Riau dan konsultan perencana dengan
para pemangku kepentingan lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengakibatkan
rencana aksi program pencegahan dan peningkatan permukiman kumuh skala kota
dan kawasan tidak terlaksana. Di samping itu, penanganan peningkatan dan
pencegahan kawasan permukiman kumuh yang telah dilaksanakan oleh tim P2KP
(Kotaku) belum menjadi data baseline permukiman kumuh yang di susun oleh
konsultan perencana. Oleh karena itu, perlu dilakukan revisi terhadap dokumen
RP2KPKP yang telah di susun sebelumnya.
Berdasarkan hasl tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas
Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bengkalis pada tahun 2019
melalui program Lingkungan Sehat Perumahan akan melaksanakan kegiatan
Penyusunan Revisi Dokumen RP2KPKP Kabupaten Bengkalis.

1.2 Maksud, Tujuan & Sasaran


1.2.1 Maksud
Maksud: dari pekerjaan ini adalah untuk menghasilkan dokumen rencana
penyelenggaraan pembangunan kawasan permukiman perkotaan yang difokuskan
pada pola pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan
sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan
program dan kegiatan yang terpadu dan bersinergi yang pada gilirannya dapat
dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan.

1.2.2 Tujuan
Tujuan: yang ingin dicapai dalam kegiatan ini, sebagai berikut:
1. Adanya landasan hukum didaerah dalam pencegahan dan peningkatan kualitas
permukiman kumuh perkotaan.
2. Memantapkan pemahaman para pemangku kepentingan tentang kebijakan dan
strategi penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan dalam mencapai
target zero kumuh.
3. Adanya komitmen yang tinggi dari pemangku kepentingan untuk
mengimplementasikan program dan kegiatan yang telah ditetapkan secara
konsisten dan berkelanjutan.
4. Meningkatkan kerjasama dan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat
dan dunia usaha dalam pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman
kumuh perkotaan di Kabupaten Bengkalis.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-2
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

1.2.3 Sasaran
Sasaran: yang ingin di capai, adalah:
1. Tersedianya dokumen rencana pencegahan dan peningkatan kualitas
permukiman kumuh perkotaan sebagai acuan pelaksanaan pencegahan dan
peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan di Kabupaten Bengkalis
bagi seluruh pelaku pelaksana penyelenggaraan penanganan permukiman
kumuh perkotaan yang menyeluruh, tuntas dan berkelanjutan.
2. Tersedianya strategi penanganan kumuh secara spasial dan tipologi kawasan,
indikasi program dan kegiatan penanganan kawasan kumuh perkotaan oleh
seluruh pelaku dan nota kesepakatan bersama bagi seluruh pelaku dalam
pengendalian pembangunan selama jangka waktu berjalan.
3. Tersedianya Rencana Kegiatan Aksi Komunitas (Community Action Plan)
sebagai bentuk perkuatan kapasitas Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan
kelompok masyarakat untuk dapat lebih aktif terlibat dalam menangani
permukiman kumuh di lingkungan nya.
4. Tersedianya Dokumen Rencana Aksi (Action Plan), peta perencanaan skala
1:1000 dan 1:5.000, dokumentasi visual dan visualisasi 3 Dimensi dokumen
perencanaan, serta adopsi rencana penanganan kumuh tahun pertama sebagai
bagian dari RP2KPKP secara keseluruhan.

1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan


1.3.1 Ruang Lingkup Wilayah
Lokasi pekerjaan penyusunan revisi dokumen RP2KPKP adalah di Kabupaten
Bengkalis. Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu kabupaten yang berada di Provinsi
Riau berada di lokasi yang cukup strategis, yaitu berbatasan langsung dengan Selat
Malaka. Secara astronomis terletak antara 207’37,2” – 0055’33,6” Lintang Utara dan
100057’57,6” – 102030’25,2” Bujur Timur.
- Secara rinci, batas Kabupaten Bengkalis adalah sebagai berikut:
- Utara: Selat Malaka.
- Selatan: Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti.
- Barat: Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kota Dumai.
- Timur: Selat Malaka dan Kabupaten Kepulauan Meranti
Wilayah Kabupaten Bengkalis meliputi daratan dan lautan. Tercatat sebanyak 17 pulau
besar dan beberapa pulau kecil termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkalis. Ibukota
Kabupaten Bengkalis berada di Pulau Bengkalis yang merupakan pulau terbesar.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-3
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten Bengkalis

Gambar 1.2 Luas Daerah Kabupaten Bengkalis Menurut Kecamatan

1.3.2 Ruang Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup pekerjaan penyusunan RP2KPKP dibagi menjadi 8 Tahap, meliputi:
A. Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan kegiatan sebelum tim turun ke lapangan:
1. Melakukan diskusi untuk mendapatkan data sekunder serta pemahaman
terhadap maksud kegiatan dalam KAK ini.
2. Menyusun rencana kerja tim, termasuk pembagian peran tiap tenaga ahli dalam
melibatkan partisipasi aktif kelompok swadaya masyarakat.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-4
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

3. Menyusun desain survei mengenai penanganan permukiman kumuh perkotaan


di Kabupaten Bengkalis.
4. Menyiapkan format-format kegiatan secara lengkap yang dapat
mengakomodasi tahapan perencanaan dalam menunjang penyusunan profil
kawasan mencakup fungsi dan deleniasi struktur ruang kawasan permukiman
perkotaan dalam skala kota dan kawasan yang disepakati.
5. Menyiapkan data profil kawasan kumuh dan dokumen pendukung lainnya yang
mengacu kepada SK penetapan kawasan kumuh disertai detail data statistik
yang diperlukan pada masing-masing indikator.

B. Tahap Survei
Tahap survei merupakan kegiatan pengumpulan data, meliputi:
1. Melakukan studi literatur dan pendalaman terhadap teori, kebijakan, dan lesson
learned yang berkaitan dengan penanganan permukiman kumuh perkotaan di
Kabupaten Bengkalis.
2. Mengumpulkan data-data primer maupun sekunder terkait isu strategis,
potensi dan permasalahan mengenai permukiman kumuh perkotaan di
Kabupaten Bengkalis.
3. Melibatkan partisipasi aktif kelompok swadaya masyarakat dalam melakukan
survei/pemetaan swadaya/survei kampung sendiri di permukiman kumuh dan
pengisian format yang telah dilaksanakan pada tahap persiapan.
4. Melakukan verifikasi lokasi permukiman kumuh sesuai SK penetapan lokasi
kumuh perkotaan, deleniasi kawasan dan cakupan pelayanan infrastruktur
pada lokasi permukiman kumuh tersebut.
5. Mempertajam profil kawasan kumuh melalui survei kebutuhan yang detail (by
name by address) dengan pemetaan sebaran kebutuhan pelayanan
infrastruktur menurut indikator kekumuhan.
6. Melakukan wawancara semi terstruktur dengan beberapa narasumber utama
yang memiliki kompetensi yang terkait dengan penanganan permukiman
kumuh perkotaan di Kabupaten Bengkalis.
7. Melakukan koordinasi dengan kelembagaan masyarakat setempat yang akan
terlibat dalam proses penyelenggaraan pembangunan kawasan permukiman
(fasilitator P2KPKP bila ada/kelembagaan masyarakat lainnya).
8. Melakukan pengukuran lapangan lengkap atas kondisi batas lahan
pembangunan, kondisi lansekap, kondisi topografi dan keteknikan lainnya yang
berpengaruh terhadap penyusunan desain kawasan / DED untuk pelaksanaan
fisik.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-5
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

C. Tahap Kajian
Tahap kajian merupakan proses analisis data, meliputi:
1. Melakukan analisis dan pemetaan terhadap isu strategis kawasan, potensi,
permasalahan dan tantangan dalam kaitannya dengan pembangunan
permukiman perkotaan.
2. Melakukan overview terhadap dokumen-dokumen perencanaan dan
pengaturan/studi yang terkait seperti Rencana Tata Ruang, SPPIP, RPKPP
dan RP2KP, perencanaan teknis sektoral dalam lingkup kegiatan kecipta-
karyaan, kebijakan daerah dalam penanganan kumuh serta SK Bupati
Bengkalis tentang penetapan lokasi kawasan permukiman kumuh perkotaan di
Kabupaten Bengkalis sebagai acuan dalam tahap analisis selanjutnya.
3. Melakukan analisis dan kajian terhadap konsep dan strategi kawasan
permukiman di Kabupaten Bengkalis sebagai dasar pertimbangan terhadap
rencana aksi.
4. Melakukan kajian terhadap konsep, strategi penanganan permukiman kumuh
di kawasan terpilih, keterkaitan antar kawasan, serta penetapan sasaran output
dan outcome.
5. Melakukan analisis yang melibatkan partisipasi aktif kelompok swadaya
masyarakat dalam merumuskan metode penanganan permukiman kumuh
perkotaan yang paling tepat dan implementatif sesuai dengan kebutuhan
sektor keterpaduan pelaksanaan program, serta dampak yang ditimbulkan dari
dilaksanakannya/indikasi implementasi program penanganan kumuh.
6. Melakukan penetapan kawasan kumuh prioritas berdasarkan kriteria, indikator,
parameter serta pembobotan sesuai dengan buku panduan.
7. Penyusunan pra-desain kawasan, meliputi: masterplan kawasan perencanaan,
konsep rancangan dan detail desain, pra rancangan arsitektur, pra-rancangan
penghijauan dan tata ruang luar, pra-rancangan struktur, pra-rancangan sistem
mekanikal & elektrikal, denah, tampak, potongan, jaringan utilitas dan rencana
perhitungan konstruksi/sipil untuk fasilitas prioritas.
8. Melakukan analisa dan pendampingan terhadap kebijakan pemerintah terkait
penanganan kumuh (ditunjang data spasial, numerik, kondisi sosial, ekonomi
dan fisik lapangan).

D. Tahap Focus Group Discusion (FGD)


Tahap FGF dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan perkuatan kelompok
swadaya masyarakat dan team teknis daerah Kabupaten Bengkalis berkaitan
dengan kegiatan perencanaan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman
kumuh perkotaan (RP2KPKP), meliputi:
1. Pelaksanaan FGD dilakukan minimal 3 kali selama masa pelaksanaan
kegiatan ini.
2. FGD diadakan untuk memberikan pemahaman yang berkaitan dengan
kebijakan, penetapan kawasan prioritas kumuh, kesadaran terhadap
lingkungan kumuh, dukungan infrastruktur kecipta-karyaan, strategi dan pola
penanganan permukiman kumuh, penyusunan kertas kerja kolompok swadaya
masyarakat dan metode dokumentasi kegiatan.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-6
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

3. Dilaksanakan untuk mencapai kesepakatan lintas pemangku kepentingan


terhadap strategi dan indikasi program/kegiatan penanganan kumuh di
kawasan-kawasan prioritas.

E. Tahap Perumusan
Tahap perumusan merupakan kegiatan penyusunan dokumen perencanaan,
meliputi:
1. Menyusun rencana kegiatan pembangunan sektor ke-cipta karyaan berupa:
a. Strategi operasional penanganan kumuh perkotaan hingga 0% (melalui
pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman).
b. Kajian konsep dan perumusan strategi teknis penanganan kumuh dari
aspek sosial, ekonomi dan analisa pembiayaan melalui analisa potensi
peningkatan kualitas kawasan.
c. Konsep penanganan permukiman kumuh secara tematik berdasarkan
kondisi kawasan, analisis keterkaitan antara kawasan dan pola
penanganan permukiman kumuh.
d. Skenario pembangunan dan pengembangan kawasan permukiman dalam
upaya mengurangi luasan kumuh di Kabupaten Bengkalis.
e. Strategi dan memorandum program keterpaduan sektor ke-ciptakaryaan
dalam penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan disesuaikan
dengan konsep penanganan.
f. Kesinambungan antara rencana pemerintah dan rencana aksi komunitas
(community action plan/CAP) yang merupakan rencana kebutuhan
peningkatan kualitas dalam penanganan kawasan permukiman pada skala
lingkungan.
g. Indikasi program investasi dan pembiayaan lintas pemangku kepentingan
dalam pencapaian kumuh 0% tahun 2024.
h. Tata cara pengendalian tahapan pelaksanaan dan pembiayaan tiap tahun.
i. Peta perencanaan penanganan permukiman kumuh skala 1:5.000 dan
1:1.000 untuk jangka waktu 5 tahun.
j. Desain kawasan permukiman kumuh pada kawasan prioritas.
2. Menyusun rencan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh
tingkat masyarakat (perencanaan partisipatif), berupa:
a. Susunan kelembagaan masyarakat sesuai kesepakatan pembentukan
kelembagaan
b. Rumusan prioritas kebutuhan berdasarkan pemberdayaan masyarakat
dengan metode yang paling tepat dan implementatif bagi masyarakat.
c. Rencana kerja masyarakat dalam skala lingkungan

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-7
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

F. Tahap Penyusunan Desain Teknis


Tahap penyusunan desain teknis dilaksanakan, melalui:
1. Penyusunan peta rinci kawasan/site plan dengan tingkat kedetailan peta yang
cukup untuk menjelaskan detail konsep penanganan dan perencanaan
infrastruktur kawasan.
2. Pengambilan dokumentasi foto udara/film visual (air view) yang dapat
menggambarkan kondisi kawasan serta foto kondisi eksisting yang
disandingkan dengan desain rencana penanganan (Visualisasi).
3. Rencana rinci pola penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan
(pencegahan/pemugaran/peremajaan/permukiman kembali) beserta strategi
keterpaduan sektor ke-ciptakaryaan.
4. Daftar rencana komponen infrastruktur yang dibutuhkan untuk penanganan
permukiman kumuh jangka waktu 5 tahun.
5. Tata cara pengendalian tahapan pelaksanaan dan pembiayaan tiap tahun
6. Peta perencanaan penanganan permukiman kumuh skala 1:5.000 dan skala
1:1000 untuk jangka waktu tahun 2020-2024.
7. Pengukuran dan survei investigasi terhadap kondisi lapangan dan
perencanaan komponen infrastruktur dalam upaya meningkatkan kualitas
kawasan permukiman.
8. Menyusun desain kawasan dan desain teknis komponen infrastruktur di
kawasan prioritas (dilengkapi dengan gambar, RAB dan RKS), gambar
disajikan secara detail dalam skala 1:50, 1:20 dan 1:10.
9. Penyusunan desain kawasan meliputi: masterplan kawasan perencanaan,
konsep rancangan dan detail desain, rancangan arsitektur, rancangan
penghijauan dan tata ruan luar, rancangan struktur, rancangan sistem
mekanikal dan elektrikal, denah, tampak, potongan, jaringan utilitas dan
rencana perhitungan konstruksi/sipil untuk fasilitas prioritas.
10. Memastikan readiness criteria (kepastian lahan, desain, kondisi fisik, kondisi
sosial, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah Kabupaten, dll) terpanuhi dan
dapat ditindaklanjuti dalam waktu dekat.

G. Tahap Penyusunan Laporan


Tahap penyusunan laporan, meliputi:
1. Laporan hasil diskusi pembahasan dalam tahapan kegiatan penyusunan
laporan pendahuluan, laporan antara, laporan akhir dengan melibatkan istansi
terkait.
2. Masing-masing tahapan dalam penyusunan laporan dengan gambaran hasil
rumusan dan analisis data/informasi yang diperoleh dari pelaksanaan survei,
FGD dan masukan serta saran dalam pembahasan laporan bersama tim teknis
dan pihak terkait.
3. Merumuskan kesimpulan sebagai landasan dari finalisasi Dokumen Profil
perencanaan Kawasan Kumuh Perkotaan dan DED permukiman kumuh.
4. Menyusun dokumen perencanaan siap lelang dan DED masing-masing
komponen infrastruktur yang akan dilaksanakan di tahun selanjutnya.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-8
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

5. Profil update terkait hasil survei dan investigasi terhadap kondisi eksisting
permukimah kumuh
6. Matriks strategi operasional, program dan indikasi program kegiatan serta
indikasi biaya dan peran stakeholder dalam pencapaian Kabupaten Bengkalis
bebas kumuh sesuai target.

1.4 Referensi Hukum


Referensi hukum untuk pekerjaan ini, adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
2. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (RPJPN).
3. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
4. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan
lingkungan.
5. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan
permukiman,
6. Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.
27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
7. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
8. Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1996 tentang pelaksanaan hak dan
kewajiban serta bentuk dan tata cara peran serta masyarakat dalam penataan
ruang.
9. Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2000 tentang tingkat ketelitian peta untuk
Penataan Ruang Wilayah.
10. Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2003 tentang penatagunaan Tanah.
11. Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan
Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
12. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan evaluasi Pelaksanaan Rencana pembangunan
Daerah.
13. Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional (RTRWN), Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun
2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.
14. Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan Penataan
Ruang
15. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan Perumahan
dan kawasan permukiman.
16. Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional 2015-2019.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1-9
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

17. Peraturan Presiden No. 58 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan
Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis
Nasional.
18. Keputusan Presiden No. 6 Tahun 2017 tentang penetapan Pulau-Pulau Kecil
Terluar.
19. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 32 Tahun 2006 tentang Petunjuk
Teknis Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang berdiri sendiri.
20. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 10 Tahun 2012 tentang
penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman dengan hunian
berimbang.
21. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No. 12 Tahun 2014 tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan
Kawasan Permukiman Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota.
22. Peraturan Daerah Provinsi Riau No. 10 Tahun 2018 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Riau Tahun 2018-2038.
23. Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis No.19 Tahun 2004 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bengkalis.
24. Surat Keputusan (SK) Bupati Bengkalis Nomor 341 Tahun 2014 tentang
Penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan di Kabupaten
Bengkalis.

1.5 Keluaran/Output
Keluaran pekerjaan ini meliputi:
1. Dokumen Perencanaan Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman
Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) yang berisikan strategi penanganan kumuh
secara spasial dan tipologi kawasan, indikasi program dan kegiatan
penanganan kawasan kumuh perkotaan oleh seluruh pelaku, strategi
pendanaan/investasi dan nota kesepakatan bersama bagi semua pelaku dalam
pengendalian pembangunan bersama selama jangka waktu 5 tahun.
2. Dokumen rencana aksi penanganan permukiman kumuh (action plan) yang
mengacu pada RP2KP/SPPIP dan RPKPP, termasuk Rencana Aksi Komunitas
(Community Action Plan)
3. Dokumen SK penetapan Kawasan kumuh perkotaan update disertai dengan
detail profil dan basis data informasi (File SHP) yang sesuai dengan dokumen.
4. Berita acara kesepakatan tiap tahapan penyusunan RP2KPKP
5. Dokuemtasi kondisi eksisting berupa foto/film udara (aerial view/drone)
6. Masterplan/desain umum penanganan kawasan beserta jadwal, skenario
pelaksanaan dan rumusan tahapan kegiatan.
7. Berita acara hasil kesepakatan/memorandum program dan kegiatan antara
pemangku kepentingan penanganan kumuh.
8. Peta perencanaan skala 1:1000 dan 1:5000, dokumentasi visual dan visualisasi
3 dimensi.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1 - 10
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

9. Dokumentasi kertas kerja proses KSM/BKM bersama tenaga ahli dan tim teknis
daerah yang merupakan rencana aksi komunitas (CAP) sebagai perwujudan
rencana kebutuhan peningkatan kualitas dalam penanganan kawasan
permukiman pada skala lingkungan.

10. Dokumen Desain Kawasan yang meliputi: Masterpan kawasan perencanaan,


denah, tampak, potongan, jaringan utilitas dan rencana perhitungan konstruksi
sipil untuk fasilitas prioritas yang akan disusun, meliputi:
a. Analisa tapak dan kawasan sekitar lokasi kegiatan
b. Analisa element, ornament, vegetasi lokal dan hal-hal lain yang diperlukan
dalam menyusun masterplan
c. Membuat konsep desain kawasan
d. Membuat konsep-konsep rancangan dan detail desai dengan melibatkan
masukan dan pendapat seluruh stakeholder
e. Rancangan dan detail arsitektur
f. Rancangan dan detail struktur, beserta uraian konsep dan perhitungan nya
g. Rancangan dan detail penghijauan dan tata masa bangunan serta luar
bangunan
h. Rancangan dan detail utilitas bangunan dan lingkungan, mekanikal dan
elektrikal, beserta uraian konsep dan perhitungan konstruksi.
i. Gambar kerja lengkap yang akan dikerjakan meliputi: gambar, detail
arsitektur, gambar dan detail struktur, gambar dan detail utilitas, gambar
dan detail elemen kawasan seperti lansekap atau kegiatan terkait lainnya.
j. Spesifikasi bahan material yang akan didetailkan dari pra-rancangan yang
sudah ada
k. Perhitungan biaya pembangunan lengkap dengan bill of quantity (BQ) dan
harga satuan pekerjaan.
l. Uraian bahan bangunan (spesifikasi secara garis besar)
m. Gambar pelaksanaan termasuk rancangan detail (Dokumen pelelangan)
n. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)
o. DED penataan kawasan permukiman kumuh dengan desain/rancangan
rinci tiap komponen infrastruktur (1:200, 1:100, 1:50, 1:10), spesifikasi
teknis serta RAB untuk kegiatan yang siap dilelangkan.
p. Dokumen Lelang:
- Rencana anggaran biaya (RAB/EE)
- Rincian volume pekerjaan (BQ)
- Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1 - 11
KABUPATEN BENGKALIS
`
LAPORAN RP2KPKP
PENDAHULUAN PENYUSUNAN REVISI DOKUMEN RP2KPKP KABUPATEN BENGKALIS

1.6 Sistematika Penyajian


Sistematika penyajian Laporan Pendahuluan dari Kegiatan “ Penyusunan Revisi
Dokumen RP2KPKP Kabupaten Bengkalis”, terdiri atas bab-bab sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan mengenai pemahaman terhadap latar belakang dalam
penyusunan laporan ini, maksud, tujuan dan sasaran pekerjaan, lingkup
pekerjaan, sistematika pembahasan Laporan pendahuluan.
BAB 2 LANDASAN TEORITIS & KEBIJAKAN
Pada bagian ini akan menguraikan mengenai karakter dan kekhasan
penanganan kawasan di masing-masing kawasan yang telah di-overview.
Rumusan bagian ini lebih menggambarkan dan memaparkan secara jelas
rumusan kebijakan penanganan permukiman.
BAB 3 PENDEKATAN & METODOLOGI
Bab ini merupakan uraian dari pendekatan kegiatan dan metodologi
pelaksanaan pekerjaan sebagai dasar dan langkah dalam pelaksanaan
pekerjaan “Penyusunan Revisi Dokumen RP2KPKP Kabupaten Bengkalis”
BAB 4 RENCANA KERJA
Pada bab ini akan menguraikan mengenai struktur organisasi pelaksanaan
pekerjaan ini yang meliputi hubungan aspek manajemen antara konsultan,
tenaga ahli dan pemberi kerja serta jadwal penugasan tenaga ahli dan personil
lainnya. Selain itu pada bagian ini juga akan disampaikan jadwal rinci
pelaksanaan pekerjaan.
BAB 5 RENCANA TINDAK LANJUT
Bagian ini berisi penjelasan mengenai tindak lanjut kegiatan pasca laporan
pendahuluan hingga laporan antara disusun.

DINAS PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN


1 - 12
KABUPATEN BENGKALIS
`

Anda mungkin juga menyukai