0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan47 halaman

Penyuluhan Pencegahan Hipertensi Remaja

Penyuluhan tentang pencegahan hipertensi dilakukan untuk memberikan pengertian kepada siswa SMK Negeri 2 Banjarbaru mengenai penyakit hipertensi dan upaya pencegahannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat untuk mencegah risiko hipertensi melalui metode penyuluhan interaktif menggunakan poster dan video.

Diunggah oleh

Elisia Tanaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan47 halaman

Penyuluhan Pencegahan Hipertensi Remaja

Penyuluhan tentang pencegahan hipertensi dilakukan untuk memberikan pengertian kepada siswa SMK Negeri 2 Banjarbaru mengenai penyakit hipertensi dan upaya pencegahannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pola hidup sehat untuk mencegah risiko hipertensi melalui metode penyuluhan interaktif menggunakan poster dan video.

Diunggah oleh

Elisia Tanaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENYULUHAN

DALAM RANGKA PENGABDIAN MASYARAKAT


DI SMK NEGERI 2 BANJARBARU

“PENCEGAHAN HIPERTENSI”

Oleh :
KELOMPOK 2

Amelia Indriani 1610912120004


Amilia Munajad 1610912320004
Anisah Uswatun Hasanah 1610912120005
Cindy Pricilla Fernanda 1610912220007
Elisia Tanaya 1610912220008
M. Fajar Readi 1610912110021
Ranindy Qadrinnisa 1610912220031

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2018
Pencegahan Hipertensi

1. Mitra Program : SMK Negeri 2 Banjarbaru


2. Ketua Dosen Pembimbing
a. Nama : Dian Rosadi, SKM, MPH
b. NIDK : 8870850017
c. Jabatan/Golongan : Kepala Departemen Promosi
Kesehatan
d. Jurusan/Fakultas : Kesehatan Masyarakat / Kedokteran
e. Perguruan Tinggi : Universitas Lambung Mangkurat
f. Bidang Keahlian : Epidemiologi
g. Alamat/Telepon/Faks : Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru
0511-4772747/0511-4772747
h. Alamat Rumah/Telepon : 081351899222
3. Anggota Tim Pengusul
a. Jumlah Anggota : 7 orang
4. Lokasi Kegiatan Mitra
a. Wilayah Mitra (Desa/kecamatan) :
b. Kabupaten/Kota : Banjar
c. Provinsi : Kalimantan Selatan
d. Jarak PT ke lokasi mitra (km) : 4 km
5. Luaran yang dihasilkan :
6. Jangka Waktu Pelaksanaan : 1 hari
7. Biaya Total : Rp. 287.500,00

Banjarbaru, 14 Mei 2018


Mengetahui,
Dekan Fakultas Kedokteran Ketua Pelaksana,

Prof. Dr. Zairin NH, dr. [Link](K), MM Dian Rosadi, SKM, MPH
NIK. 196111201988021002 NIDK. 8870850017

Menyetujui,
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Prof. Dr. Ir. J. M. Arief Soendjoto, [Link]


NIP. 196006231988011001
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak
rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
penyuluhan ini dengan tepat waktu. Pada kesempatan ini kami mengucapkan
terima kasih kepada Bapak Dian Rosadi, SKM, MPH selaku dosen pembimbing
yang telah memberikan bimbingan dan masukan pada kami serta Bapak Fauzie
Rahman, SKM, MPH selaku koordinator mata kuliah komunikasi kesehatan
yang telah memberikan banyak pembekalan kepada kami. Kami menyadari
bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami
sangat mengaharapkan masukan berupa kritik dan saran yang membangun
demi kesempurnaan dikemudian [Link] berharap gagasan ini dapat
dimanfaatkan sebaik mungkin guna melakukan evaluasi khususnya bagi
pembaca.

Banjarbaru, 14 Mei 2018

Tim Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................................iv
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................v
RINGKASAN............................................................................................................vi
KATA PENGANTAR................................................................................................vii
DAFTAR ISI............................................................................................................viii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................ix
DAFTAR GAMBAR...................................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN...............................................................................................xi
RINGKASAN...........................................................................................................xii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
1.1 Analisa Situasi.................................................................................................1
1.2 Permasalahan Mitra......................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................14
BAB III SOLUSI DAN TARGET LUARAN................................................................24
BAB IV METODE PELAKSANAAN..........................................................................18
4.1 Bentuk Kegiatan...........................................................................................18
4.2 Pelaksanan Kegiatan....................................................................................22
4.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan................................................................23
4.4 Sasaran Kegiatan.........................................................................................24
4.5 Kegiatan pokok............................................................................................24
BAB V PELAKSANAAN PERGURUAN TINGGI.......................................................26
BAB VI BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN..............................................................29
6.1 Biaya Kegiatan Skill Lapangan....................................................................29
6.2 Jadwal Kegiatan Skill Lapangan.................................................................29
BAB VII HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................30
7.1 Hasil kegiatan..............................................................................................30
7.2 Analisis.........................................................................................................32
7.3 Evaluasi Kegiatan........................................................................................34
BAB VIII PENUTUP................................................................................................44
8.1 Kesimpulan..................................................................................................35
8.2 Saran............................................................................................................35
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1 Susunan acara penyuluhan.....................................................................20
2 Jadwal kegiatan penyuluhan..................................................................
3 Rancangan anggaran penyelenggaraan kegiatan penyuluhan............
4 Rincian biaya dan alokasi dana kegiatan penyuluhan ..........................
5 Jadwal kegiatan penyuluhan..................................................................
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
1 Pembagian tugas Penyuluhan tentang Pencegahan
Hipertensi di SMK Negeri 2 Banjarbaru Tahun 2018............................
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Tugas pelaksanaan kegiatan


Lampiran 2. Surat Persetujuan dari lokasi kegiatan
Lampiran 3. Daftar Hadir Peserta Kegiatan
Lampiran 4. Daftar Hadir Panitia Kegiatan
Lampiran 5. Satuan Acara Penyuluhan
Lampiran 6. Powerpoint Materi
Lampiran 7. Instrumen Pre-post Test
Lampiran 8. Hasil Pre-test dan Post-test
Lampiran 9. Dokumentasi Kegiatan Penyuluhan pada Siswa Kelas X TKJ
SMK Negeri 2 Banjarbaru
Lampiran 10. Surat Pernyataan Kesediaan Kerja Sama
RINGKASAN

Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140


mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 120 mmHg. Hipertensi dapat
didefinisikan sebagai tekanan darah persisten, di mana tekanan sistoliknya di
atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pendidikan
kesehatan terkait pencegahan hipertensi adalah untuk memberikan
pengertian dan kesadaran kepada remaja agar dapat mencegah risiko
hipertensi dengan upaya pencegahan yang berkaitan dengan pola hidup
sehat. Penyuluhan tentang pencegahan hipertensi terhadap siswa kelas X TKJ
di SMKN 2 Banjarbaru dilakukan mengingat karena kurangnya pengetahuan
siswa SMKN 2 Banjarbaru mengenai penyakit hipertensi dikarenakan
kurangnya diadakan penyuluhan/sosialisasi promosi kesehatan terkait
pencegahan hipertensi. Remaja harus memahami permasalahan ini karena
mengingat perilaku remaja dengan gaya hidup beresiko. Dalam kegiatan ini
pendidikan kesehatan dilakukan dengan metode penyuluhan dengan
menggunakan media poster dan video sehingga mudah menarik perhatian dan
membantu untuk memahami terkait materi yang diberikan. Pre-post test
diberikan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa sebelum dan
perbedaan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan secara objektif
sebagai indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan. Hasil pre-test didapatkan
nilai rata-rata sebesar 44,4 sedangkan nilai rata-rata post-test didapatkan nilai
sebesar 60. Diketahui dari hasil pre-test dan post-test bahwa ada 4 siswa yang
mengalami penurunan nilai, yang mengalami peningkatan sebanyak 24 siswa,
dan 8 siswa berada pada nilai yang stabil. Berdasarkan hasil pre-test dan post-
test yang didapatkan dapat diketahui bahwa siswa dan siswi kelas X TKJ SMKN
2 Banjarbaru telah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai
pencegahan hipertensi.

Kata kunci : Pencegahan hipertensi, remaja, pengetahuan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Analisa Situasi


Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di
negara-negara maju dan berkembang. Berdasarkan data WHO (2013) angka
kematian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia mencapai 647 per
100.000 penduduk. Menurut Kemenkes RI (2012) di Indonesia terdapat
582.300 laki-laki dan 481.700 perempuan meninggal karena PTM. Hipertensi
termasuk dalam penyakit tidak menular, penyakit kardiovaskuler ini banyak
terjadi dan mempunyai tingkat mortalitas yang cukup tinggi serta
mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas seseorang (1).
Hipertensi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi bisa juga terjadi
pada usia remaja. Tekanan darah pada usia remaja dapat digunakan untuk
meprediksi kemungkinan hipertensi dikemudian hari. Berdasarkan Riskesdas
(2013), angka kejadian hipertensi pada anak dan remaja diperkirakan 1-3%.
Hipertensi pada remaja lebih banyak ditemukan pada remaja dengan tingkat
sosial ekonomi menengah ke atas. Hipertensi remaja dipengaruhi oleh zat gizi
(karbohidrat, lemak, dan natrium), aktivitas fisik, dan status gizi. Konsumsi
makanan tinggi natrium, lemak, dan makanan/minuman berpemanis akan
mempengaruhi tekanan darah. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan
hasil pengukuran pada penduduk usia ≥18 tahun menurut hasil Riskesdas
(2013) adalah 26,5% dengan prevalensi menurut jenis kelamin, laki-laki 22,8%
dan perempuan 28,8% (2).
Hipertensi yang paling banyak dijumpai pada remaja adalah hipertensi
esensial. Hipertensi ini dijumpai pada kelompok usia 10 sampai 18 tahun,
terutama dijumpai pada remaja laki-laki. Hipertensi esensial disebut juga
hipertensi primer dan lazimnya tidak memberikan gejala (asimtomatik) serta
diduga adanya keterlibatan faktor keluarga dengan riwayat hipertensi atau
penyakit kardiovaskular. Setiap keadaan hipertensi pada remaja, baik ringan,
sedang, maupun berat, bersifat sementara ataupun persisten, yang akut
maupun kronik, memerlukan evaluasi lebih lanjut (3).
Remaja harus memahami permasalahan ini karena mengingat perilaku
remaja dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol,
merokok, konsumsi natrium berlebih atau memilih mengkonsumsi fast food,
tingkat stress yang tinggi, pola tidur yang buruk dan kurangnya aktifitas fisik
membawa konsekuensi terhadap berkembangnya penyakit kardiovaskuler
seperti hipertensi. Hal tersebut yang menjadi alasan remaja yang berisiko
terkena hipertensi. Perlu adanya upaya pengendalian hipertensi terutama di
kalangan remaja untuk mencegah semakin tingginya kasus hipertensi
terutama di kalangan remaja. Pengawalan sejak dini perlu dilakukan untuk
mewujudkan pencapaian Indonesia Emas 2045, bahwa generasi emas yang
disiapkan melalui implementasi kesehatan yang bermutu pada remaja diyakini
mampu meningkatkan derajat kesehatan dimasa yang akan datang (4).
Berdasarkan Analisa situasi tersebut, ditemukan bahwa perilaku siswa-
siswi kelas X di SMKN 2 Banjarbaru sebagian beresiko untuk terkena
hipertensi, mulai dari faktor keturunan, gaya hidup dan aktivitas fisik. Oleh
karena itu, penyuluhan kesehatan merupakan hal penting untuk dilakukan di
usia remaja sebagai salah satu bagian dari tindakan promotif dan preventif.
Sehingga dengan diadakannya penyuluhan tentang pencegahan hipertensi
terhadap siswa kelas X di SMKN 2 Banjarbaru diharapkan pengetahuan siswa
yang meningkat, baik atau cukup tentang hipertensi akan dapat menentukan
sikap remaja terhadap pencegahan hipertensi sehingga proses selanjutnya
remaja dapat mempraktikkan apa yang diketahui dan disikapinnya tersebut
serta dapat meningkatkan derajat kesehatan di daerah tersebut dalam jangka
waktu yang singkat maupun jangka waktu yang panjang.
1.2 Permasalahan Mitra
Berdasarkan observasi dan diskusi yang dilakukan dengan pihak sekolah
didapatkan beberapa permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan siswa
mengenai penyakit hipertensi dan upaya pencegahannya dikarenakan
kurangnya diadakan penyuluhan/sosialisasi promosi kesehatan terkait
pencegahan hipertensi. Selain itu diketahui bahwa siswa-siswi memiliki gaya
hidup yang kurang sehat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji.
Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pemahaman melalui promosi
kesehatan terkait penyakit hipertensi bagi siswa SMKN 2 Banjarbaru terutama
untuk siswa yang memiliki faktor keturunan sehingga dapat menurunkan
kasus hipertensi beserta komplikasinya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Hipertensi

Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140


mmHg atau lebih dan tekanan diatolik 120 mmHg. Hipertensi dapat
didefinisikan sebagai tekanan darah persisten, di mana tekanan sistoliknya di
atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi
didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90
mmHg. Menurut WHO 1996, batasan tekanan darah normal orang dewasa
adalah maksimum 140/90 mmHg. Apabila tekanan darah seseorang di atas
angka tersebut pada beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, orang
tersebut bisa dikatakan menderita hipertensi. Penderita hipertensi memiliki
resiko lebih besar untuk mendapatkan serangan jantung dan stroke (5).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipertensi dapat muncul sejak


remaja dan prevalensinya mengalami peningkatan selama beberapa dekade
terakhir, namun banyak yang belum menyadari sehingga menjadi penyebab
munculnya hipertensi pada usia dewasa. Penelitian di Semarang menunjukkan
bahwa hipertensi pada remaja lebih banyak dialami oleh remaja yang tinggal di
daerah perkotaan. Selain itu, faktor sosial ekonomi juga mempengaruhi
tekanan arah. Hipertensi pada remaja lebih banyak ditemukan pada remaja
dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas (6).

2.2 Jenis-jenis Hipertensi

Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hipertensi


primer atau esensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi
sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin,
penyakit jantung, dan gangguan anak ginjal. Hipertensi seringkali tidak
menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus-menerus tinggi
dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu,
hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah
secara berkala (7).

Menurut Darmajo & Hadimartono (1999), hipertensi dibedakan


menjadi hipertensi di mana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140
mmHg dan tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg, dan
hipertensi sistolik terisolasi di mana tekanan sistolik lebih besar dari 160
mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg. Sedangkan
berdasarkan penyebab hipertensi dapat dibedakan menjadi dua golongan,
yaitu Hipertensi essensial (hipertensi primer) dan hipertensi sekunder (5).

Hipertensi primer atau esensial atau pula hipertensi idiopatik adalah


hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Hipertensi jenis ini merupakan
90% kasus hipertensi yang banyak terjadi di masyarakat. Hipertensi ini
merupakan proses kompleks dari beberapa organ utama dan sistem,
meliputi jantung, pembuluh darah, saraf, hormon dan ginjal. Hipertensi
sekunder adalah naiknya tekanan darah yang diakibatkan oleh suatu sebab.
Hipertensi jenis ini terjadi pada 5% kasus yang terjadi di masyarakat. Selain
itu ada beberapa jenis hipertensi dengan ciri khas khusus. Isolated Systolic
Hypertension adalah hipertensi yang terjadi ketika tekanan sistolik lebih dari
140 mmHg namun tekanan diastolik dalam batas normal. Keadaan ini
berhubungan dengan arteriosclerosis (pengerasan dinding arteri).
Pregnancy Induced Hypertension adalah kondisi naiknya tekanan darah yang
terjadi selama kehamilan, dimana naiknya tekanan darah sistolik dan
diastolik lebih dari 15 mmHg (5).
2.3 Faktor Penyebab Hipertensi

Faktor risiko hipertensi terbagi menjadi dua macam yaitu yang tidak
dapat diubah dan dapat diubah. Adapun Faktor risiko yang tidak dapat diubah
antara lain usia, jenis kelamin dan genetik (8):

a. Usia
Usia mempengaruhi terjadinya hipertensi. Dengan bertambahnya
umur, risiko terkena hipertensi menjadi lebih besar sehingga prevalensi
hipertensi di kalangan usia lanjut cukup tinggi, yaitu sekitar 40%, sebagai
bagian dengan kematian sekitar di atas usia 65 tahun (Depkes, 2009). Pada
usia lanjut, hipertensi terutama ditemukan hanya berupa kenaikan tekanan
sistolik. Sedangkan menurut WHO memakai tekanan diastolik tekanan yang
lebih tepat dipakai dalam menentukan ada tidaknya hipertensi. Tingginya
hipertensi sejalan dengan bertambahnya umur yang disebabkan oleh
perubahaan struktur pada pembuluh darah besar,sehingga lumen menjadi
lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku, sebagai
akibatnya terjadi peningkatan tekanan darah sistolik. Dalam penelitian Irza
(2009) menyatakan bahwa risiko hipertensi 17 kali lebih tinggi pada subyek
> 40 tahun dibandingkan dengan yang berusia ≤ 40 tahun.

b. Jenis kelamin

Faktor gender berpengaruh pada terjadinya hipertensi, dimana pria


lebih banyak yang menderita hipertensi dibandingkan wanita, dengan rasio
sekitar 2,29 untuk peningkatan tekanan darah sistolik. Pria diduga memiliki
gaya hidup yang cenderung dapat meningkatkan tekanan darah
dibandingkan dengan wanita.

c. Keturunan (genetik)
Riwayat keluarga dekat yang menderita hipertensi (faktor keturunan)
juga mempertinggi risiko terkena hipertensi, terutama pada hipertensi
primer (essensial). Tentunya faktor genetik ini juga dipenggaruhi faktor-
faktor lingkungan, yang kemudian menyebabkan seorang menderita
hipertensi. Faktor genetik juga berkaitan dengan metabolisme pengaturan
garam dan renin membran sel. Menurut Davidson bila kedua orang tuanya
menderita hipertensi, maka sekitar 45% akan turun ke anak-anaknya dan bila
salah satu orang tuanya yang menderita hipertensi maka sekitar 30% akan
turun ke anak-anaknya.

Faktor risiko yang dapat diubah Faktor risiko penyakit jantung


koroner yang diakibatkan perilaku tidak sehat dari penderita hipertensi
antara lain merokok, diet rendah serat, kurang aktifitas gerak, berat badan
berlebihan/kegemukan, komsumsi alkohol, hiperlipidemia atau
hiperkolestrolemia, stress dan komsumsi garam berlebih sangat
berhubungan erat dengan hipertensi.

e. Kegemukan (obesitas)
Kegemukan (obesitas) adalah presentase abnormalitas lemak yang
dinyatakan dalam Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu perbandingan antara
berat badan dengan tinggi badan kuadrat dalam meter. Kaitan erat antara
kelebihan berat badan dan kenaikan tekanan darah telah dilaporkan oleh
beberapa studi. Berat badan dan IMT berkorelasi langsung dengan tekanan
darah, terutama tekanan darah sistolik. Sedangkan, pada penderita
hipertensi ditemukan sekitar 20-33% memiliki berat badan lebih overweight.

f. Psikososial dan stress


Stress adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya transaksi
antara individu dengan lingkungannya yang mendorong seseorang untuk
mempersepsikan adanya perbedaan antara tuntutan situasi dan sumber
daya (biologis, psikologis dan sosial) yang ada pada diri seseorang.
g. Merokok
Zat-zat kimia beracun seperti nikotin dan karbon monoksida yang
dihisap melalui rokok yang masuk ke dalam aliran darah dapat merusak
lapisan endotel pembuluh darah arteri yang mengakibatkan proses
artereosklerosis dan tekanan darah tinggi. Pada studi autopsi, dibuktikan
kaitan erat antara kebiasaan merokok dengan adanya artereosklerosis pada
seluruh pembuluh darah. Merokok juga meningkatkan denyut jantung dan
kebutuhan oksigen untuk disuplai ke otot-otot jantung. Merokok pada
penderita tekanan darah tinggi semakin meningkatkan risiko kerusakan
pada pembuluh darah arteri.

h. Olahraga
Olahraga yang teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah
dan bermanfaat bagi penderita hipertensi ringan. Pada orang tertentu
dengan melakukan olahraga aerobik yang teratur dapat menurunkan
tekanan darah tanpa perlu sampai berat badan turun.
i. Konsumsi alkohol berlebih
Pengaruh alkohol terhadap kenaikan tekanan darah telah dibuktikan.
Mekanisme peningkatan tekanan darah akibat alkohol masih belum jelas.
Namun, diduga peningkatan kadar kortisol dan peningkatan volume sel
darah merah serta kekentalan darah berperan dalam menaikkan tekanan
darah. Beberapa studi menunjukkan hubungan langsung antara tekanan
darah dan asupan alkohol dilaporkan menimbulkan efek terhadap tekanan
darah baru terlihat apabila mengkomsumsi alkohol sekitar 2-3 gelas ukuran
standar setiap harinya.
j. Konsumsi garam
Garam menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh karena
menarik cairan di luar sel agar tidak dikeluarkan, sehingga akan
meningkatkan volume dan tekanan darah. Pada sekitar 60% kasus
hipertensi primer (essensial) terjadi respon penurunan tekanan darah
dengan mengurangi asupan garam 3 gram atau kurang, ditemukan tekanan
darah rata-rata rendah, sedangkan pada masyarakat asupan garam sekitar
7-8 gram tekanan rata-rata lebih tinggi.
2.5 Dampak dari Hipertensi

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang


menjadi masalah kesehatan kronik di masyarakat. Berdasarkan prediksi WHO
pada tahun 2025 prevalensi hipertensi diseluruh dunia pada orang dewasa
mencapai 29,2%. Hipertensi merupakan satu dari sepuluh penyakit yang
menyebabkan mortalitas di Asia. Hipertensi merupakan penyakit yang dapat
menyebabkan penyakit jantung koroner, gagal jantung kongestif, stroke,
gagal ginjal, gangguan fungsi ginjal dan masalah mata (9).

2.5 Tanda dan Gejala Hipertensi

Hipertensi seringkali disebut sebagai silent killer kerena termasuk


penyakit yang mematikan tanpa disertai gejala–gejalanya lebih dahulu
sebagai peringatan bagi korbannya. Kalaupun muncul gejala tersebut
seringkali dianggap gangguan biasa sehingga korbannya terlambat
menyadari akan datangnya penyakit (10).

Pada hipertensi tanda dan gejala dibedakan menjadi (5):

a. Tidak Bergejala: maksudnya tidak ada gejala spesifik yang dapat


dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan
tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa, jika kelainan arteri tidak
diukur, maka hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa.

b. Gejala yang lazim: gejala yang lazim menyertai hipertensi adalah


nyeri kepala, kelelahan. Namun hal ini menjadi gejala yang terlazim
pula pada kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.
Menurut Rokhlaeni (2001), manifestasi klinis pasien hipertensi
diantaranya: mengeluh sakit kepala, pusing, lemas, kelelahan,
gelisah, mual dan muntah, epistaksis, kesadaran menurun. Gejala
lainnya yang sering ditemukan: marah, telinga berdengung, rasa
berat di tengkuk, sukar tidur, mata berkunang-kunang.
2.7 Upaya Pencegahan Hipertensi

Pada penderita hipertensi pencegahan maupun perbaikan pola makan,


salah satunya dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi natrium
sebanyak 1.500 mg/hari (2/3 sendok teh sehari), Mengurangi makan (diet),
kurangi makanan yang banyak mengandung minyak, berhenti atau kurangi
merokok dan olahraga teratur (7).
Kita dapat menurunkan tekanan darah dan risiko terhadap penyakit
kardiovaskuler lainnya dengan melakukan kegiatan sebagai berikut (11) :
a. Menurunkan berat badan, jika berat badan berlebihan.

b. Lebih banyak melakukan gerakan fisik.

c.. Konsusi makanan yang sehat.

d. Tidak merokok.

e. Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.

Pendetrita hipertensi yang tergolong ringan dapat dikatakan tidak


memerlukan obat , tetapi dapat dikontrol melalui kebiasaan hidup sehari-
hari. Hal-hal yang merupakan tindakan pencegahan bagi penderita hipertensi
sebagai berikut (13).

1. Diet rendah lemak dengan mengurangi atau menghindari makan


berminyak, seperti gorengan, daging yang berlemak, susu full cream
dan kuning telur.

2. Diet rendah garam

3. Hindari konsumsi daging kambing, buah durian dan minuman


beralkohol

4. Melakukan olahraga secara teratur dan terkontrol, seperti jalan kaki


cepat, berlari, naik sepeda, dan berenang.
5. Berhenti merokok.

6. Berhenti minum kopi.

7. Turunkan berat badan bagi penderita obesitas.

8. Hindari stres dengan gaya dan sikap hidup yang lebih santai.

9. Obati penyakit penyerta seperti kencing manis, hipertiroid, dan


kolesterol tinggi.

Pencegahan primer meliputi peningkatan kesehatan dan promosi


penyebab dari penyakit khususnya hipertensi sehingga seseorang mempunyai
pengetahuan, kesadaran dan kemampuan untuk mencegah penyakit. Menurut
Harnilawati (2013), mengatakan ada 3 tingkatan pencegahan terhadap
kesehatan yaitu (14) :

a. Pencegahan primer, yang meliputi peningkatan kesehatan


dantindakan preventif khusus yang dirancang untuk mencegah orang
bebas dari penyakit dan cedera.

b. Pencegahan sekunder, yang terdiri dari deteksi dini, diagnosis dan


pengobatan.

c. Pencegahan tersier, yang mencakup tahap penyembuhan dan


rehabilitasi, dirancang untuk meminimalkan klien dan memaksimalkan
tingkat fungsinya.

Pencegahan primer yaitu upaya awal pencegahan sebelum


seseorang menderita hipertensi, dimana dilakukan penyuluhan faktor-faktor
risiko hipertensi terutama pada kelompok risiko tinggi. Tujuan pencegahan
primer adalah untuk mengurangi insidensi penyakit dengan cara
mengendalikan penyebab-penyebab penyakit dan faktor-faktor risikonya
(12).
Pencegahan sekunder yaitu upaya pencegahan hipertensi yang
sudah pernah terjadi untuk berulang atau menjadi berat. Pencegahan ini
ditujukan untuk mengobati para penderita dan mengurangi akibat-akibat
yang lebih serius dari penyakit, yaitu melalui diagnosis dini dan pemberian
pengobatan. Dalam pencegahan ini dilakukan pemeriksaan tekanan darah
secara teratur dan juga kepatuhan berobat bagi orang yang sudah pernah
menderita hipertensi (12).

Pencegahan tersier yaitu upaya mencegah terjadinya komplikasi


yang lebih berat atau kematian. Upaya yang dilakukan pada pencegahan
tersier ini yaitu menurunkan tekanan darah sampai batas yang aman dan
mengobati penyakit yang dapat memperberat hipertensi. Pencegahan
tersier dapat dilakukan dengan follow up penderita hipertensi yang
mendapat terapi dan rehabilitasi. Follow up ditujukan untuk menentukan
kemungkinan dilakukannya pengurangan atau penambahan dosis obat (12).

2.7 Upaya Pengobatan Hipertensi

Menurut Adinil (2004), cara penanganan dan perawatan hipertensi


meliputi: berobat/memeriksa diri secara teratur, mempertahankan berat
badan yang seimbang dengan mencegah kegemukan, membatasi konsumsi
garam (natrium), tidak merokok, memperhatikan diet dengan memperbanyak
makan buah dan sayuran dan membatasi minuman beralkohol, menghindari
minum kopi berlebihan, periksa tekanan darah secara teratur terutama jika
usia sudah mencapai 40 tahun, serta pengendalian stress (15).

Penanganan hipertensi menurut JNC VII bertujuan untuk mengurangi


angka morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovakuler dan ginjal. fokus
utama dalam penatalaksanaan hipertensi adalah pencapaian tekanan sistolik
target <140/90 mmHg. Pencapaian tekanan darah target secara umum dapat
dilakukan dengan dua cara sebagai berikut (16):

a. Non farmakologis
Terapi non farmakologis terdiri dari menghentikan kebiasaan
merokok, menurunkan berat badan berlebih, konsumsi alkohol berlebih,
asupan garam dan asupan lemak, latihan fisik serta meningkatkan
konsumsi buah dan sayur.

a. Menurunkan berat badan bila status gizi berlebih: peningkatan


berat badan di usia dewasa sangat berpengaruh terhadap tekanan
darahnya. Oleh karena itu, manajemen berat badan sangat penting
dalam prevensi dan kontrol hipertensi.

b. Meningkatkan aktifitas fisik: orang yang aktivitasnya rendah


berisiko terkena hipertensi 30-50% daripada yang aktif. Oleh karena
itu, aktivitas fisik antara 30-45 menit sebanyak >3x/hari penting
sebagai pencegahan primer dari hipertensi.

c. Mengurangi asupan natrium

d. Menurunkan konsumsi kafein dan alkohol: kafein dapat memacu


jantung bekerja lebih cepat, sehingga mengalirkan lebih banyak
cairan pada setiap detiknya. Sementara konsumsi alkohol lebih dari
2-3 gelas/hari dapat meningkatkan risiko hipertensi.

b. Terapi Farmakologi

Terapi farmakologis yaitu obat anti hipertensi yang dianjurkan oleh


JNC VII yaitu diuretika, terutama jenis thiazide (Thiaz) atau aldosteron
antagonis, beta blocker, calcium chanel blocker atau calcium antagonist,
Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI), Angiotensin II Receptor
Blocker atau AT1 receptor antagonist/ blocker (ARB) diuretik tiazid
(misalnya bendroflumetiazid).
BAB III
SOLUSI DAN TARGET LUARAN

3.1 Solusi
SMK 2 Banjarbaru dinilai perlu adanya pendidikan kesehatan mengenai
Hipertensi. Berdasarkan observasi, kurangnya kesadaran siswa-siswi disana
untuk mencegah hipertensi melalui kegiatan aktivitas fisik ataupun
memperhatikan pola makan mereka dikarekanan kurangnya pengetahuan
siswa-siswi mengenai mencegah hipertensi yang baik dan benar. Berdasarkan
permasalahan tersebut dilakukannya penyuluhan tentang pencegahan
hipertensi pada SMKN 2 Banjarbaru khususnya pada kelas 10 serta
diharapkannya kepada para siswa-siswi SMKN 2 Banjarbaru bisa memahami
dan dapat mengatur pola hidup yang baik agar tercegah dari penyakit
Hipertensi.

3.2 Target Luaran

Adanya kegiatan penyuluhan mahasiswa dapat meningkatkan


pengetahuan dan memberikan gambaran tentang bahayanya penyakit
Hipertensi, serta memberikan pesan khusus terkait pencegahan hipertensi
kepada siswa-siswi SMKN 2 Banjarbaru khusunya untuk siswa kelas 10. Selain
itu, sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan praktik
kegiatan penyuluhan.
Dari kegiatan penyuluhan tentang pencegahan hipertensi ini siswa-siswi
diharapkan mendapatkan pengetahuan dan memahami cara mencegah
hipertensi, mengetahui bahaya terjadinya hipertensi, dan mampu melakukan
pola hidup sehat yang baik dan benar pada kehidupan sehari-hari, serta
peserta mampu menginformasikan cara pencegahan hipertensi kepada
anggota keluarga lain atau pada lingkungan tempat tinggal. Selain itu target
luaran yang diharapkan pada kegiatan penyuluhan tentang pencegahan
hipertensi pada siswa-siswi SMK Negeri 2 Banjarabaru khususnya kelas 10,
antara lain:
a. Siswa-siswi SMKN 2 Banjarabaru khususnya kelas 10 dapat memahami
informasi yang diberikan pada saat penyuluhan yang telah diberikan
b. Siswa-siswi SMKN 2 Banjarbaru khususnya kelas 10 dapat menjawab
kembali pertanyaan yang telah diajukan oleh pemateri
c. Peningkatan pengetahuan siswa-siswi SMKN 2 Banjarbaru dilihat dari hasil
pre-test dan post test yang telah diberikan
Jadi, dengan adanya penyuluhan tentang pencegahan hipertensi bagi
siswa SMKN 2 Banjarbaru khususnya kelas 10, diharapkan dapat mengubah
perilaku siswa-siswi yang tadinya belum memahami cara mencegah hipertensi
mencucii tahu dan menerapkan pada kehidupan sehari-hari. Dilaksanakannya
penyuluhan di SMKN 2 Banjarbaru memberikan luaran terhadap Pogram Studi
Kesehatan Masyarakat yaitu dapat menjalin kerjasama dengan menjadi mitra
yang baik dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan sebagai salah
satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.
BAB IV
METODE PELAKSANAAN

4.1 Bentuk Kegiatan


Kegiatan yang dilakukan merupakan bentuk pendidikan kesehatan
melalui intervensi penyuluhan, kegiatan dibuka dengan salam, perkenalan diri,
serta penyampaian tujuan kegiatan. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini
dilakukan dengan metode ceramah menggunakan media powerpoint, diskusi
dan tanya jawab. Dengan rincian sebagai berikut :
1. Metode Kegiatan
a. Pre-test
Pre-test ini dilakukan sebagai tolak ukur untuk mengetahui
pengetahuan awal siswa tentang Pencegahan Hipertensi sebelum
dilakukannya penyuluhan. Pre-test ini dilakukan dalam bentuk
kuesioner. Pengisian kuesioner ini didampingi dan diarahkan oleh
panitia dalam hal menjelaskan maksud dari pertanyaan di dalam
kuesioner kepada siswa SMK.
b. Penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab
Penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab dilakukan untuk
indikator keaktifan dan peningkatan pengetahuan para siswa SMK
mengenai materi yang diberikan.
c. Post-test
Post-test ini dilakukan untuk mengetahui daya pola pikir para
siswa mengenai Pencegahan Hipertensi setelah dilakukannya
penyuluhan dengan pemberian kuesioner terakhir.
d. Media/ Alat Bantu
1) Powepoint
2) Poster
3) Spanduk
4) Speaker
e. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

Pj Acara
Muhammad Fajar
Readi

Pj Sarana &
Prasarana Pj Media Pj Materi
Anisa Cindy Pricillia Amelia
Uswatun Fernanda Indriani &
Hasanah Elisia
Tanaya

Pj Pj Konsumsi Pj Operator
Dokumentasi Muhammad Fajar
Ranindy
Amilia Qadrinnisa Readi
Munajad

Gambar 1. Struktur Organisasi Penyuluhan tentang Pencegahan Hipertensi di


SMK Negeri 2 Banjarbaru Tahun 2018

2. Langkah-langkah Kegiatan
a. Tahap Persiapan Kegiatan
1) Menentukan sekolah yang menjadi sasaran
2) Menyiapkan izin penyuluhan di SMKN 2 Banjabaru
3) Menentukan hari, tanggal dan jam pelaksanaan
4) Membuat Satuan Acara Penyuluhan
5) Membuat media dan materi penyuluhan
b. Tahap Pelaksanaan Kegiatan
Tabel 1. Susunan Acara Penyuluhan pada Siswa SMKN 2 Banjarbaru
Tahun 2018
No. Pelaksanaan Wa Kegiatan Penyuluhan Pelaksanaan Kegiatan
ktu Siswa
1. Pembukaan 10 a. Memberi salam [Link] a. Menden
me pembuka dan Uswatun garkan
nit memperkenalkan Hasanahaaaa b. SDA
diri oleh b. Anisah c. Mengisi
moderator Uswatun kuesione
b. Menjelaskan Hasanah r pre-
tujuan, materi, c. Amelia test
dan waktu Indriani,
penyuluhan Amilia
c. Mengkaji Munajad, &
pengetahuan Ranindy
awal siswa Qadrinnisa
tentang
pencegahan
hipertensi melalui
pembagian
kuesioner pre-test
2 Inti 35 a. Penyampaian a. Cindy [Link]
Pelaksanaan me materi Pricillia ak
nit penyuluhan Fernanda [Link]
tentang b. Amelia uaikan
pencegahan Indriani dan [Link]
hipertensi melalui Ranindy uaikan
powerpoint oleh Qadrinnisa [Link]
pemateri c. Tim a
b. Pembagian Snack
c. Diskusi dan Tanya
Jawab
3 Pengukuran 5 a. Mengakaji a. Tim a. Mengi
tingkat me pengetahuan si
pengetahua nit siswa setelah kuesio
n siswa penjelasan materi ner
setalah tentang post-
menerima pencegahan test
materi hipertensi melalui
post-test
4 Penutupan 10 a. Menyampaikan a. Anisah a. Menyim
me serta Uswatun ak
nit menyimpulkan hasanah b. Menyim
hasil kegiatan dan b. Amilia ak
penilaian Munajad c. Berdoa
pengetahuan c. Muhamma d. Menyim
siswa tentang d Fajar ak
pencegahan Readi
hipertensi d. Anisah
b. Menyampaikan Uswatun
ucapan Hasanah
terimakasih dan
penyerahan
kenang-kenangan
serta foto
bersama kepada
siswa atas
partisipasi dalam
kegiatan tersebut
c. Doa
d. Salam penutup
dan ucapan
terimakasih oleh
moderator

a. Tahap Penutupan Kegiatan


Kegiatan penyuluhan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan
kepada sekolah serta berfoto bersama.
a. Evaluasi Kegiatan
Dalam evaluasi, dapat dilihat dari tata laksana penyuluhan, input serta
output. Dilihat dari media yang mendukung seperti powerpoint, serta
peran aktif para siswa dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, disamping
itu, dilihat pula output meliputi kepuasan serta keberhasilan tim
penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai
Pencegahan Hipertensi setelah mendapat penyuluhan. Evaluasi ini berupa
pre-test dan post-test melalui lembar kuesioner yang diberikan.

4.2 Pelaksanaan Kegiatan


Tahap awal kegiatan penyuluhan dimulai dengan penyediaan dan
persiapan media apa saja yang akan digunakan dan diperlukan saat kegiatan
penyuluhan. Media yang terdiri dari powerpoint, poster, spanduk, dan
speaker. Selagi acara akan dimulai, dibagikan pula snack kepada sasaran agar
sasaran bersemangat ketika acara dimulai. Setelah semua media siap, mulailah
moderator membuka acara penyuluhan dengan salam dan langsung
menyebutkan tujuan serta pengenalan anggota kelompok. Kemudian,
diadakan pre-test dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 20 soal sesuai
pokok bahasan yang akan di sampaikan tentang Pencegahan Hipertensi untuk
mengetahui pengetahuan siswa tentang Pencegahan Hipertensi sebelum
diberi penyuluhan dan sesudah diberi penyuluhan dan pre-test langsung dinilai
di tempat. Kemudian, dimulailah masuk ke inti acara yaitu penyampaian materi
oleh pemateri.
Dalam kegiatan ini terdapat seorang pemateri yang menyampaikan
materi mengenai Pencegahan Hipertensi. Saat menyampaikan materi,
pemateri juga melakukan tanya jawab ke siswa SMKN 2 Banjarbaru dan
meminta sasaran untuk berpartisipasi dalam mengemukakan pendapat. Hal ini
bertujuan agar siswa bisa mengerti, mendengarkan materi, tidak bosan, tetap
antusias dan menyimak apa yang disampaikan oleh pemateri. Setiap akan
berganti pemateri, dilakukan sesi tanya jawab bagi sasaran yang bisa
menjawab dengan benar akan mendapat hadiah, yang bertujuan agar siswa
menyimak dengan baik dan mengingatnya. Setelah pemateri selesai
menyampaikan materi, penyuluh memberikan kesempatan tanya jawab lagi
kepada siswa agar siswa yang belum mengerti atau belum jelas dapat
menanyakannya ke pemateri.
Setelah pemberian materi selesai, dilakukan post-test dan dijawab dalam
waktu 10 menit. Post-test juga langsung dinilai di tempat. Masuk ke sesi
terakhir yaitu diadakan foto bersama siswa sebagai penutup acara. Kemudian
moderator menutup acara dengan salam.

4.3 Tempat dan Waktu Kegiatan


Penyuluhan ini dilakukan di SMKN 2 Banjarbaru pada hari Selasa, 17 April
2018, dengan estimasi waktu 1x90 menit pada pukul 10.00 sampai 11.30 WITA.
Tabel 2. Jadwal kegiatan penyuluhan “Pencegahan Hipertensi” pada siswa
SMKN 2 Banjarbaru Tahun 2018
No. Waktu Kegiatan
1. 09.00-09.30 Wita Persiapan dan pengecekan
perlengkapan penyuluhan

2. 09.30-09.45 Wita Perjalanan dari kampus menuju


tempat
penyuluhan

3. 09.45-10.00 Wita Persiapan di tempat


penyuluhan

4. 10.00-11.30 Wita Kegiatan Penyuluhan

5. 10.00-selesai Wita Berpamitan dengan seluruh


peserta dan berfoto bersama

4.4 Sasaran Kegiatan


Sasaran kegiatan dari penyuluhan tentang Pencegahan Hipertensi di
SMKN 2 Banjarbaru dengan jumlah siswa yang terdiri dari 36 orang.

4.5 Kegiatan Pokok


a. Perencanaan
Dimulai dengan menetapkan tujuan, menyusun rencana
kegiatan, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan, mengembangkan
rencana untuk pencapaian tujuan kegiatan, serta mempersiapan
media penyuluhan berupa poster serta powerpoint yang diperlukan
dalam melakukan kegiatan penyuluhan yang akan berlangsung.
b. Pengorganisasian Kegiatan
Mengalokasikan dan mengatur sumber-sumber daya, seperti
sumber daya keuangan, fisik, dan manusia. Pengaturan sumber daya
bertujuan untuk merumuskan, menetapkan tugas, dan menetapkan
prosedur kegiatan penyuluhan yang dilakukan.
c. Pelaksanaan di lapangan
Pelaksanaan dilakukan di kelas X Jurusan Teknik Komputer &
Jaringan dengan metode ceramah, diskusi tanya jawab, serta post-
test dan pre-test.
d. Pelaporan
Pada tahap ini penyuluh akan melakukan evaluasi program
dalam bentuk evaluasi input, proses, dan output. Evaluasi input
meliputi metode atau bentuk kegiatan penyuluhan, ketersediaan
tempat, sarana atau fasilitas yang mendukung kegiatan penyuluhan
seperti poster, speaker, serta powerpoint. Evaluasi proses meliputi
partisipasi aktif para siswa dalam mengikuti kegiatan dan dukungan
dari pihak sekolah, serta pelaksanaan kegiatan penyuluhan sesuai
dengan yang direncanakan. Evaluasi output meliputi keberhasilan
kegiatan penyuluhan yang dilihat dari peningkatan pengetahuan
siswa dilihat dari hasil post-test kemudian dilakukan pembagian
tugas untuk pembuatan laporan penyuluhan ini.
BAB V
KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI

Kegiatan penyuluhan merupakan suatu proses komunikasi dua arah, ada


komunikator dan komunikan yang selalu berhubungan dalam suatu interaksi.
Disatu pihak komunikator (penyuluh) beusaha mempengaruhi komunikan agar
terjadi perubahan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak
mengerti menjadi mengerti serta diharapkan terjadi perubahan tindakan dan
perilaku oleh karena itu, dilakukannya penyuluhan terhadap siswa-siswi di
SMKN 2 Banjarbaru untuk menambah dan memperluas pengetahuan yang
sudah ada (17).
Kelayakan perguruan tinggi atau kemampuan untuk melakukan
penyuluhan yang baik sehingga diharapkan dapat terciptanya kegiatan yang
berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu
pencegahan hipertensi pada anak usia remaja di SMKN 2 Banjarbaru. Adapun
penyuluh yang hadir dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan
metode penyuluhan pada siswa SMKN 2 Banjarbaru merupakan mahasiswa
semester IV Program Studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2016 yang
beranggotakan sebanyak 7 orang yang mana mahasiswa tersebut telah
dibekali ilmu terkait penyuluhan dan memiliki pengalaman melakukan
penyuluhan dengan berbagai tingkatan sasaran. Untuk memperluas
jangkauan, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan meningkatkan
pengetahuan tentang serta menambah pengalaman nyata dalam melakukan
penyuluhan sehingga dapat berjalan dengan lancer dan sesuai dengan tujuan
yang diharapkan.
Seperti halnya penyuluhan yang kami lakukan sebagai salah satu
kemampuan sebagai calon sarjana kesehatan masyarakat yaitu: 1.
Mengembangkan dan merancang kebijakan dan program kesehatan 2.
Berkomunikasi Secara Efektif (communication skills) 3. Memahami Budaya
Setempat (cultural competency skills) 4. Memiliki penguasaan ilmu kesehatan
masyarakat ( Public health science skills) 5. Mampu dalam merencanakan
keuangan dan terampil dalam bidang manajemen (Financial Planning and
Management Skills ) 6. Memiliki kemampuan kepemimpinan dan berfikir
sistem (leadership and system thinking skills) 7. Mampu melakukan kajian dan
analisis situasi (18).
BAB VI
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

6.1 Biaya
Rincian biaya dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan di SMKN 2
Banjarbaru sebagai berikut;

Tabel 3. Rincian biaya dan alokasi dana kegiatan penyuluhan “Pencegahan


Hipertensi di SMKN 2 Banjarbaru”

N Satuan Harga Jumlah


Pengalokasian
O (buah) Satuan (Rp) (Rp)
1 Penyediaan Alat
Penyuluhan
- Poster 1 25.000,00 25.000,00
- Plakat 1 10.000,00 10.000,00
- Spanduk 1 50.000,00 50.000,00
2 Konsumsi
- Kue 80 1.000,00 80.000,00
- Air Mineral 1 19.000,00 25.000,00
- Permen 2 10.500,00 21.000,00

Hadiah 3 18.200,00 54.500,00


4 Biaya Print 1 22.000,00 22.000,00
Total 287.500,00

6.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 4. Jadwal kegiatan penyuluhan “Pencegahan Hipertensi di SMKN 2


Banjarbaru”
No Waktu Tahapan Kegiatan Penyuluhan Pelakasana

1 10.00 - 10.15 Pembukaan a. Salam pembuka Moderator


b. Perkenalan dan
penyampaian tujuan,
materi dan waktu
penyuluhan

c. Pre-Test TIM

a. Penyampaian Materi Penyuluh

b. Pembagian Hadiah
2 10.15 - 11.20 Inti
c. Dikusi dan Tanya
Jawab

d. Post-Test Penyuluh
dan TIM

Evaluasi Pembagian Konsumsi


3. 11.20 – 11.35 TIM
Hasil

a. Foto bersama

b. Penyerahan kenang- TIM


4. 11.35 – 12.00 Penutup
kenangan

c. Salam Penutup Moderator


BAB VII
HASIL DAN PEMBAHASAN
7.1 Hasil Kegiatan
Proses kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada1 waktu yaitu pada
kelas 10 SMKN 2 Banjarbaru yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2018.
Kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik dan lancar dan teratur. Pihak
sekolah telah menyediakan ruang kelas yang kondusif untuk digunakan
sebagai tempat pelaksanaan penyuluhan.
Peserta kegiatan penyuluhan berperan aktif dalam kegiatan
penyuluhan di sekolah yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi dari
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas
Lambung Mangkurat. Sasaran peserta kegiatan adalah siswa dan siswi saja.
Siswa-siswi yang berhadir sebanyak 36 orang dan persentase kehadiran siswa
adalah 100%.
Kegiatan diawali dengan perkenalan dan penyampaian tujuan kegiatan
oleh tim pelaksana kegiatan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pemberian
pre-test yang terdiri dari 20 pertanyaan bagi seluruh sasaran. Selanjutnya
dilaksanakan penyampaian materi penyuluhan meliputi: Pengertian penyakit
hipertensi, apa penyebab hipertensi, epidemiologi hipertensi, cara
penanggulangan dan pencegahan hipertensi.
Setelah penyampaian materi dilakukan, dilanjutkan dengan sesi diskusi
dan tanya jawab dimana siswa yang menjawab pertanyaan dengan tepat dan
benar mendapatkan hadiah/kenang-kenangan berupa kado. Selanjutnya
dilaksanakan kegiatan evaluasi melalui pemberian soal post-test kepada
seluruh siswa. Kegiatan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa
poster kepada pihak sekolah dan diakhiri dengan penutupan serta foto
bersama.
100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
45
60
75
70
85
70
80
45
75
70
25
20
35
70
60
45
40
45
65
50
60
95
65
60
35
60
60
95
70
55
70
55
70
65
45

45 45 45 45 45 30 65 45 45 75 20 25 45 70 30 30 30 40 30 35 30 45 45 50 40 40 30 50 45 55 70 55 30 65 45
AP AA AD DN GE GF HP JC M M M M M M M MF MI M M M NR N OD PY R RD RIT RR RJ SR SJ S TR W ZA
R RI N AS AH A B R R U M W W A

Pre Test Post Test

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa pada hasil pre test
didapatkan nilai rata-rata 44,4 sedangkan hasil post test nilai rata-rata yang
diperoleh 60. Nilai yang diperoleh setiap siswa beragam. Ada yang
mengalami peningkatan, penurunan, bahkan konstan. Sehingga dapat
diambil kesimpulan secara umum mereka mengalami peningkatan
pengetahuan.

Keberhasilan penyuluhan kesehatan pada tergantung kepada


komponen pembelajaran. Media penyuluhan kesehatan merupakan salah
satu komponen dari proses pembelajaran. Media yang menarik akan
memberikan keyakinan, sehingga perubahan kognitif afeksi dan psikomotor
dapat dipercepat. Penyuluhan langsung dengan media power point dapat
meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan (Kapti, dkk, 2013).

Tabel 6. Data Nilai Rata-Rata Sisw-siswi Kelas X SMKN 1 Banjarbaru dari


PreTest dan Post-Test
Pre-Test Post Test Peningkatan
44,4 60 15,6

Berdasarkan tabel diatas, bisa dilihat ada peningkatan nilai pre-test dan
post-test. Untuk nilai rata-rata siswa pada saat pre-test adalah 44,4.
Sedangkan, pada saat post-test nilai rata-rata siswa sama dengan nilai rata-
rata pre-test yaitu 60.

7.2 Analisis
1. Faktor Pendukung
Faktor pendukung dalam kegiatan Penyuluhan di 10 SMKN 2
Banjarbaru adalah sebagai berikut:
a. Materi penyuluhan
Materi yang di sampaikan oleh pemateri di kelas 10 10 SMKN 2
Banjarbaru adalah penyuluhan Hipertensi. Materi yang disampaikan
oleh pemateri diulas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh
siswa/siswi kelas 10 SMKN 2 Banjarbaru sebagai sasaran primer dari
penyuluhan.
b. Media yang di gunakan
Materi penyuluhan di kelas 10 SMKN 2 Banjarbaru di sampaikan
dengan metode ceramah dan menggunakan bahasa yang mudah
dipahami. Media lainnya yaitu dengan Materi yang di tampilkan di
layar lcd.
c. Panitia dan peserta
Panitia bekerja dengan baik, baik dari koordinasi maupun ketika
melakukan tugasnya. Peserta yang antusias menjadi faktor
pendukung dari kegiatan Baksos dan Penyuluhan ini karena dengan
peserta yang antusias itu panitia juga menjadi semangat. Selain itu,
peserta juga dapat menangkap apa yang telah disampaikan oleh
pemateri dengan keadaan yang kondusif tetapi tetap
menyenangkan.
d. Cuaca dan mitra
Cuaca yang bagus dan cerah dalam kegiatan baksos dan penyuluhan
di kelas 10 SMKN 2 Banjarbaru ini juga menjadi salah satu faktor
pendukung karena denga cuaca yang cerah tersebut kegiatan dapat
berjalan sebagaimana mestinya. Mitra yang baik dan mendukung
penuh diadakannya kegiatan penyuluhan juga merupakan faktor
pendukungnya karena tidak ada hambatan sedikitpun mengenai
hubungan mitra.

2. Faktor Penghambat
Faktor penghambat dalam kegiatan Baksos dan Penyuluhan di
kelas 10 SMKN 2 Banjarbaru antara lain:
a. Komunikan
Faktor pengambat yang berhubungan dengan komunikan yaitu,
masih adanya siswa yang tidak memperhatikan dan masih ada yang
berbicara, dikarenakan siswa tersebut duduk di kursi bagian
belakang.
b. Jarak
Posisi sekolah yang terbilang cukup jauh yang mengakibatkan jarak
untuk menempuh perjalanannya agak lumayan lama.
c. Kurangnya Fasilitas
Kurangnya fasilitas berupa media lcd dari pihak sekolah yang
mengakibatkan dari pihak penyuluh sendiri yang membawa lcd
tersebut.

3. Evaluasi Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan tidak sesuai dengan waktu yang
ditentukan dan terlambat selama kurang lebih 45 menit karena terjadi
kendala pada mahasiswa penyuluh yang berbenturan dengan adanya
ujian dadakan. Pada penyuluhan ini peserta berperan aktif dan sangat
antusias selama kegiatan penyuluhan, ini dilihat dari reaksi peserta yang
selalu cepat tanggap saat penyuluh mengajukan pertanyaan seputar
materi yang disampaikan, sasaran hadir seluruhnya. Selama proses
penyuluhan sampai akhir kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar
dan di akhir penyuluhan sasaran dapat kembali menyimpulkan bersama
tentang penyakit hipertensi, apa penyebabnya, epidemiologi, cara
penanggulangan dan pencegahan hipertensi. Dilihat dari hasil pre-test
dan post-test dapat terlihat bahwa adanya peningkatan pengetahuan
sasaran sebelum dan sesudah penyampaian materi mengenai dengan
presentase pre-test dan hasil post-test. Dilhat dari hasil tersebut, dapat
disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan hal ini
membuktikan.
BAB VIII
PENUTUP

8.1 Kesimpulan
Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Banjarbaru
berjalan dengan lancar. Peserta yang merupakan siswa kelas X berperan
sangat aktif dalam mengikuti penyuluhan. Terlihat selama penyuluhan peserta
antusias memperhatikan pemateri dalam menyampaikan materi mengenai
pencegahan hipertensi. Selain itu, peserta juga sangat bersemangat untuk
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Berdasarkan hasil pre-
test, terlihat bahwa para peserta belum memiliki pengetahuan yang cukup
baik mengenai materi pencegahan hipertensi dan berdasarkan hasil post-test,
dapat terlihat bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan menjadi lebih
baik dari hasil tes sebelumnya yakni pre-test dengan nilai rata-rata 44,4,
kemudian meningkat pada saat post-test dengan nilai rata-rata 60.
Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, juga diketahui terdapat 4 orang
peserta yang mengalami penurunan nilai.

8.2 Saran
Saran yang dapat diberikan adalah bagi pihak sekolah terutama guru
diharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya
pencegahan hipertensi sehingga dengan begitu peserta didik dapat
menerapkan pesan-pesan yang disampaikan. Kemudian, sekolah juga
sebaiknya memberikan sarana pendukung bagi siswa/siswi mengenai
kesehatan, seperti dengan menempelkan gambar atau poster promosi
kesehatan. Guru juga dapat mengingatkan dan mengulang kembali mengenai
edukasi pencegahan hipertensi. Selain itu, orang tua juga memiliki peran yang
sangat penting dalam mengajarkan pentingnya menjaga pola hidup sehat
sehingga anak-anak dapat menyadari bahwa kesehatan merupakan hal yang
penting untuk diperhatikan agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk
hipertensi
DAFTAR PUSTAKA

1. Prasetyo DA, dkk. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian


hipertensi pada usia muda di wilayah puskesmas sibela surakarta. JOM PSIK
2015. 1(2): 1-10.

2. Ramadhani ET, Sulistyorini Y. Hubungan kasus obesitas dengan hipertensi di


provinsi Jawa Timur tahun 2015-2016. Jurnal Berkala Epidemiologi 2018. 6(1):
47-56.

3. Pradono J, dkk. Prevalensi dan determinan hipertensi kelompok umur 15-60


tahun di kota bogor provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan 2013.
12(3): 171-179.

4. Mahmudah S, dkk. Hubungan gaya hidup dan pola makan dengan kejadian
hipertensi pada lansia di kelurahan sawangan baru kota depok tahun 2015.
Biomedika 2015. 7(2): 43-51.

5. Ibrahim. Asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi. Idea Nursing


Journal 2017. 2(1) : 60-70.

6. Kurnianingtyas BF, Suyatno, Kartasurya MI. Faktor risiko kejadian


Hipertensi pada siswa SMA di kota Semarang tahun 2016. Jurnal
Kesehatan Masyarakat 2017. 5(2) : 70-77.

7. Ningsih, dkk. PMI kabupaten Kapuas 2013. Kuala Kapuas. PMI Kabupaten
Kapuas: 2013.

8. Depkes RI. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi. Direktorat Bina


Farmasi Komunitas Dan Klinik, Ditjen Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan.
Jakarta: 2006.

9. Kurnia A. Analisis faktor-faktor yang memenuhi kepatuhan penderita


hipertensi dalam perawatan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas
Cibeureum kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada 2016.
16(1) : 143-152

[Link], E., Sufrida Yulianti dan Mira Gustia Rinata. Hipertensi Kandas
Berkat Herbal. Jakarta. Fmedia: 2013.

11. Dewi PR. dan Sudhana IW. Gambaran kualitas hidup pada lansia dengan
normotensi dan hipertensi di wilayah kerja puskesmas Gianyar I periode
bulan November tahun 2013. E-Jurnal Medika Udayana 2014. 3 (9): 1-25.

12. Dalimartha S, dkk. Care Yourself Hipertensi. Jakarta. Penebar Plus +: 2008.
13. Fajriyah NN, Abdullah, Amrullah AJ. Dukungan sosial keluarga kepada
pasien Hipertensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan 2016. 9 (2): 1-7.

[Link] AS, dkk. Tausiyah untuk pengendalian tekanan darah penderita


hipertensi primer di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Timur. Jurnal
Skolastik Keperawatan 2016. 2 (1): 77-85.

[Link] B. Risk factors of hypertension. Jurnal Majority 2015. 4 (5): 10-19.

[Link] SM. Strategi penyuluhan kesehatan masyarakat dalam


menanggulangi bahaya narkoba di Kabupaten Bone. Academica 2014. 6(1):
1178-1185.

17. Hida Fitri M H, Mardiana. Pelatihan terhadap keterampilan kader posyandu.


Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013. 7(1): 22-27.

Anda mungkin juga menyukai