Edukasi Cuci Tangan di SDN Hambuku
Edukasi Cuci Tangan di SDN Hambuku
Oleh
KELOMPOK 1
2018
1. Nama Program : Cuci Tangan Pakai Sabun yang Baik dan
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiBenar
2. Mitra Program : SDN Sungai Rangas Hambuku
3. Ketua Dosen Pembimbing
a. Nama : Ratna setyaningrum, SKM., [Link]
b. NIP : 19860331 200812 2 003
c. Jabatan/Golongan : Ketua Dept. Kesehatan & Keselamatan
jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjj lKerja
d. Jurusan/Fakultas : PSKM/Kedokteran
e. Perguruan Tinggi : Universitas Lambung Mangkurat
f. Bidang Keahlian : Kesehatan & Keselamatan kerja
g. Alamat/Telepon/Faks : Jl. A. Yani Km.36 Banjarbaru
0511-4772747/0511-4772747
h. Alamat Rumah/Telepon : Jl. Sultan Adam Gg. Kartika No. 38 BJM
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii081933740047
4. Anggota Tim Pengusul
a. Jumlah Anggota : 21 orang
5. Lokasi Kegiatan Mitra
a. Wilayah Mitra (Desa/kecamatan) : Sungai Rangas Hambuku
b. Kabupaten/Kota : Banjar
c. Provinsi : Kalimantan Selatan
d. Jarak PT ke lokasi mitra (km) : 19 KM
6. Luaran yang dihasilkan : Peningkatan pengetahuan pada siswa dan
siswi mengenai cara cuci tangan pakai
sabun dengan baik dan benar
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 1 hari
8. Biaya Total : Rp 79.500,00
Mengetahui,
Ketua PSKM FK Unlam
ii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dan
dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan pengabdian
masyarakat ini. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan
dari pihak yang telah berpartisipasi dalam penyajian laporan ini sehingga laporan ini
dapat diselesaikan tepat waktunya.
Harapan kami semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca. Laporan ini masih jauh dari sempurna, kami
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga keberadaan laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
baik yang menyusun maupun yang membaca
Tim Penyusun
iii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL……………………………………………………. i
HALAMAN PENGESAHAN................................................................... ii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iii
DAFTAR ISI ............................................................................................ iv
DAFTAR TABEL..................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................. vii
RINGKASAN………………………………………………………….... viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Analisa Situasi................................................................... 1
B. Permasalahan Mitra........................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Cuci Tangan Pakai Sabun.................................... 4
B. Tujuan dan Manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun ………... 5
C. Dampak Tidak Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun….. 6
D. Metode dan Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun............... 8
BAB III SOLUSI DAN TARGET LUARAN
A. Solusi................................................................................. 10
B. Target Luaran..................................................................... 10
BAB IV METODE PELAKSANAAN
A. Bentuk Kegiatan................................................................. 12
B. Tempat dan waktu Kegiatan.............................................. 14
C. Pelaksanaan Kegiatan........................................................ 14
D. Kegiatan Pokok………………………………………….. 15
E. Pelaksanaan Kegiatan…………………………………… 17
BAB V KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI................................. 19
BAB VI BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
iv
A. Biaya.................................................................................. 21
B. Jadwal Kegiatan................................................................. 21
BAB VII HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Kegiatan.................................................................... 24
B. Analisis…………………………………………………... 27
C. Evaluasi Kegiatan.............................................................. 29
BAB VIII BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
A. Kesimpulan........................................................................ 31
B. Saran................................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
v
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
7.1 Hasil Nilai Pre-test dan Post-test Siswa SDN Sungai Rangas
Hambuku………………………………………………………..... 27
vi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
1. Surat Tugas dari Fakultas Kedokteran yang Ditanda Tangani oleh Pejabat yang
Ditemui pada Lokasi Kegiatan
3. Daftar Hadir Peserta Kegiatan yang diketahui oleh Pejabat di Lokasi Kegiatan
vii
RINGKASAN
Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersikan jari-
jemari menggunakan air atau pun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk
menjadi bersih, sebagai ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya. Di dalam
bidang kesehatan perilaku mencuci tangan harus dilengkapi dengan pemakaian sabun
secara benar atau sering dikenal dengan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun. Cuci
tangan pakai sabun atau yang lebih sering disingkat dengan CTPS dilakukan dengan
cara membersihkan tangan beserta jari-jemari menggunakan air bersih yang mengalir
dan menggunakan sabun agar tangan menjadi bersih. Tujuan dari penerapan cuci
tangan yang baik dan benar adalah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan
perorangan agar mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik
secara fisik maupun psikologis.
Dalam kegiatan ini pendidikan kesehatan dilakukan dengan metode
penyuluhan dengan menggunakan media poster dan bernyanyi sehingga mudah
menarik perhatian siswa sekolah dasar. Pemberian materi utama praktik CTPS
dilakukan dengan gerakan dan musik serta beberapa pemberian hadiah kecil agar
siswa tertarik untuk menirukan tanpa melupakan tujuan utamanya untuk menanamkan
pemahaman tentang CTPS yang benar. Hal itu juga bertujuan untuk menciptakan
suasanya kelas yang menyenangkan mengingat sasaran penyuluhan merupakan siswa
kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Sungai Rangas Hambuku. Pre-post test juga dilakukan
untuk mengetahui wawasan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan secara objektif
sebagai indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan.
Setelah berjalannya kegiatan penyuluhan di SDN Sungai Rangas Hambuku
terlihat peningkatan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Melalui hasil Pre-test dan
Post-test terlihat peningkatan nilai rata-rata sebesar 10.95%, dengan nilai rata-rata
Pre-test sebesar 80 dan Post-test sebesar 90.95. Setelah kegiatan berakhir siswa juga
nampak lebih aktif mereka mampu dan antusias dalam mempraktekkan CTPS yang
benar secara mandiri serta menceritakan apa yang telah diajarkan ke teman-temannya.
Kata Kunci: cuci tangan pakai sabun, pengetahuan, perilaku, siswa sekolah dasar
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Analisa Situasi
Seiring dengan pengaruh perubahan iklim yang sering terjadi, masyarakat yang
tinggal di negara-negara berkembang maupun di negara-negara maju semakin rentan
terkena penyakit. Entah itu penyakit menular ataupun tidak faktor penyebabnya
semakin kuat karena telah berevolusi dan mampu beradaptasi dengan peubahan iklim
yang terjadi. Selain itu perubahan iklim juga dapat menjadi faktor resiko timbulnya
Diare, dan infeksi saluran pernapasan. Terdapat berbagai cara untuk meminimalkan
dan mencegah penyebaran penyakit. Upaya pencegahan ini yang paling utama harus
diakukan adalah dengan menjalankan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) sebagai langkah pencegahan primer yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Dengan menjalankan pola perilaku hidup yang sehat maka kesehatan akan terjamin
(Raksanagara, 2015).
Indonesia merupakan salah satu negara yang menganggap kesehatan merupakan
tanggungan negara yang harus dijamin karena kesehatan termasuk salah satu hak
asasi manusia yang berhak diperoleh seluruh warganya, termasuk anak-anak. Karena
usia anak-anak merupakan usia yang rentan terhadap penyakit maka penggalakkan
pola hidup sehat pada anak-anak sangat diperlukan. Salah satu upaya dalam hal ini
adalah melalui pendidikan kesehatan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang
memfokuskan pendidikan pada anak-anak usia 6-12 tahun (Banun, 2016).
Dengan tingkat aktivitas anak-anak yang terbilang tinggi karena pada usia
tersebut adalah usia bermain, maka kebersihan tubuh anak sangatlah penting untuk
dijaga. Kebersihan tangan menjadi fokus tersendiri dalam pemeliharaan kesehatan
anak karena pada saat anak bermain anggota tubuh yang paling mungkin membawa
kuman dan bakteri penyebab penyakit adalah tangan itu sendiri. Di Indonesia sendiri
perilaku masyarakatnya dalam mencuci tangan masih sangat minim dilakukan
(Yusriani, 2013). Menurut penelitian yang dilakukan perilaku masyarakat dalam
mencuci tangan adalah setelah buang air besar 12% setelah membersihkan tinja bayi
9%, sebelum makan 14%, sebelum memberi makan bayi 7%, dan sebelum
1
menyiapkan mananan 6%. Selain itu masyarakat juga masih belum mengetahui
bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Hanya 47% penduduk Indonesia yang
telah dapat melakukan cuci tangan menggunakan sabun dengan benar (Raksanagara,
2015)
Cuci tangan pakai sabun atau yang lebih sering disingkat dengan CTPS adalah
salah satu tindakan sanitasi dengan cara membersihkan tangan beserta jari-jemari
menggunakan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun agar tangan menjadi
bersih. CTPS juga menjadi salah satu upaya kita dalam pencegahan penyakit. Karena
dengan terjaminnya kebersihan tangan maka kejadian penyakit pun dapat
diminimalisir. Karena tangan sendiri sering menjadi agen pembawa kuman dan
mampu menyebabkan patogen berpindah melalui kontak langsung maupun tidak
langsung dari satu orang ke orang lain (Setyaningrum, 2015). Maka dengan CTPS
kita dapat menghilangkan sebagian besar kuman ditangan sehingga kejadian penyakit
dapat ditekan serta nantinya mampu mengangkat derajat kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat terlihat bahwa perilaku
CTPS pada siswa SDN Sungai Rangas Hambuku masih minim terlihat. Minimnya
perilaku tersebut dikarenakan beberapa faktor yaitu karena kurangnya ilmu
pengetahuan dan kurangnya pendidikan kesehatan untuk usia dini. Faktor lainnya
yang juga tidak dapat terlepas adalah kurangnya sarana dan prasarana fisilitas untuk
cuci tangan yang hanya tersedia 3 dengan jumlah siswa 144 orang. serta kondisi
sekolah yang masih kurang mendukung bagi siswanya untuk memaksimalkan
perilaku hidup bersih dan sehat.
Penyuluhan kesehatan merupakan hal penting untuk dilakukan di usia anak-
anak sebagai salah satu bagian dari tindakan promotif dan preventif. Sehingga dengan
diadakannya penyuluhan tentang bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar
terhadap siswa kelas 1 di SDN Sungai Rangas Hambuku diharapkan nantinya siswa
mampu mencuci tangan dengan benar sejak usia dini, sehingga dapat meningkatkan
derajat kesehatan di daerah tersebut dalam jangka waktu yang singkat maupun jangka
waktu yang panjang. Siswa juga diharapkan mampu mengondisikan lingkungan
sekolah maupun rumah agar meminimalkan kejadian penyakit yang tentunya
merugikan.
2
B. Permasalahan Mitra
Permasalaham yang dihadapi oleh SD Sungai Rangas Hambuku dalam penerapan
salah satu dari Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berupa mencuci tangan sebelum
dan sesudah makan adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya beberapa fasilitas yang dibutuhkan dalam melakukan cuci tangan.
Seperti hanya tersedia 3 tempat cuci tangan untuk 144 siswa, sulit mendapat
air bersih dan tidak ada sabun untuk mencuci tangan.
2. Anak-anak yang sedang berada pada tahap sangat aktif dalam bermain
sehingga kemungkinan akan sering lupa untuk melakukan cuci tanga jika
tidak sering diingatkan.
3. Anak-anak peserta penyuluhan belum mengetahui langkah-langkah dan
metode cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
4
antiseptic lainnya. Air dan sabun adalah campuran inti untuk menyingkirkan
[Link] besar kotoran yang melekat pada pakaian atau kulit melekat sebagai
minyak yang tipis (Desiyanto dan Sitti, 2013).
Lapisan minyak ini akan terangkat saat dicuci. Sedangkan hand sanitizer
mengandung alcohol sebagai bahan utama pembersih tangan. Sedangkan antiseptic
merupakan bahan kimia untuk mencegah multiplikasi mikroorganisme pada
permukaan tubuh, dengan cara membunuh mikroorganisme tersebut atau
menghambat pertumbuhan dan aktivitas metaboliknya. Hand sanitizer antiseptik yang
sering digunakan adalah alkohol. Alkohol telah digunakan secara luas sebagai obat
antiseptic kulit karena mempunyai efek menghambat pertumbuhan bakteri (Desiyanto
dan Sitti, 2013).
5
ketersediaan CTPS, peranan orang tua dan juga teman sebaya. Ketika kita tidak
menerapkan perilaku cuci tangan menggunakan sabun, maka dapat menularkan virus
dan bakteri yang kita dapat dari lingkungan sekitar untuk kemudian kita melakukan
aktivitas lain seperti memegang hidung, mata serta mulut. Hal ini sangat rentan
terjadi ketika tangan kita berada dalam keadaan [Link] menularkan pada diri
sendiri juga dapat menyebarkannya pada orang lain, terlebih pada orang yang sedang
berinteraksi dengan kita. Seperti contoh yang menempel untuk kemudian kita
melakukan kontak tangan secara langsung dengan orang lain maka kemungkinan
besar dapat terjadi penularan penyakit pada kondisi tersebut. Contohnya seperti flu,
commond cool, ISPA, diare serta infeksi bakteri Salmonella dan [Link] (Hidayat,
2014).
C. Dampak Tidak Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun
Dampak buruk jika malas mencuci tangan pakai sabun dengan cara yang baik
dan benar bagi kesehatan antara lain (Risnawaty, 2016):
a. Diare atau buang air besar yang tidak normal
b. Penyakit kecacingan
c. Infeksi mata
d. Gondong
e. Infeksi telinga
f. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)
g. Campak
Tangan menjadi media utama bagi penyebaran kuman–kuman penyakit
menular. Kurangnya kesadaran akan pentingnya cuci tangan pada anak-anak
menjadikan hal tersebut sebagai faktor penyebab timbulnya penyakit diare dan
penyakit yang menyerang saluran pernapasan bahkan hingga berujung pada kematian.
Anak yang melakukan upaya CTPS dengan baik akan jarang terserang penyakit
menular dibandingkan dengan anak yang kurang baik perilaku CTPS nya. Upaya
CTPS terutama bagi anak-anak ditujukan untuk meningkatkan derajat yang masih
duduk dibangku sekolah. Ketika berada di sekolah, anak-anak tak jarangs uka
mengkonsumsi jajanan yang di jual disekitar lingkungan sekolah, yang mana
6
sebagian besar jajanan tersebut banyak yang terpapar langsung oleh debu di
lingkungan sekitar karena tidak diberi penutup. Hal ini juga menjadi salah satu faktor
yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit diare pada [Link] beberapa anak
yang kurang baik dalam menerapkan cuci tangannya dan namun tidak terkena
penyakit diare hal ini dapat juga terjadi karena anak tersebut memiliki sistem
imunitas tubuh yang lebih baik dari anak lainnya (Nugroho dan Fajriyah, 2014).
Usia anak – anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar memang sangat
rentan terkena penyakit karena kebanyakan sistem imunitas atau kekebalan tubuh
mereka juga masih cukup rendah. Sehingga pengaruh dari lingkungan luar yang dapat
menganggu sistem pertahanan tubuhnya masih mudah masuk. Usia mereka yang
masih berkisar sekitar tujuh sampai dua belas tahun memang masih tak bisa lepas
dengan yang namanya bermain. Tak jarang mereka juga banyak menghabiskan
waktunya diluar rumah untuk bermain. Kontak langsung dengan lingkungan sekitar
yang belum diketahui tingkat kebersihannya juga sering membuat orang tua resah.
Kebanyakan dari anak- anak yang tidak menyadari bahwa banyak kuman penyebab
penyakit yang menempel pada tangan mereka ketika mereka bermain, hal ini
dikarenakan saat mereka tidak menyadari telah melakukan kontak langsung dengan
lingkungan yang kotor, mereka juga suka menyentuh daerah mata, hidung maupun
mulut tanpa membersihkan atau membuat kondisi tangan menjadi bersih terlebih
dahulu. Kuman penyebab penyakit yang berasal dari tangan bisa langsung masuk ke
dalam tubuh melalui anggota tubuh yang disentuh. Setelah masuk ke dalam tubuh
kuman-kuman tersebut akan menyebabkan berbagai macam penyebab penyakit.
Kurangnya pengetahuan siswa sekolah dasar akan pentingnya untuk mencuci tangan
dan bahaya kuman yang ada di lingkungan sekitar, merupakan tugas bari guru dan
orang tua agar senantiasa mengajarkan dan mengingatkan anak-anak supaya
membiasakan untuk mencuci tangan. Mencuci tangan merupakan salah satu contoh
kecil dari perilaku hidup bersih dan sehat. Pada umumnya pentingnya untuk mencuci
tangan sudah banyak didapatkan oleh anak ketika belajar disekolah. Namun
kebanyakan dari mereka hanya mendengarkan informasi yang diberikan dan tidak di
aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (Irawan dan Minarni, 2013).
7
D. Metode dan Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2014, Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis
dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara [Link] satu pilar
dalam STBM adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang merupakan cara yang
sederhana, mudah, murah dan bermanfaat (Agustina I dkk. 2016).
Waktu yang tepat untuk mencuci tangan yaitu (Risnawaty, 2016):
1. Sebelum dan sesudah makan
2. Setelah buang air besar/kecil
3. Setelah bermain ditanah
4. Setelah menyentuh kotoran hewan
5. Setelah menyentuh hewan peliharaan
Langkah-langkah cara cuci tangan pakai sabun yaitu (Silalahi dan Ronasari, 2017):
1. Basahi kedua telapak tangan dengan air bersih yang mengalir kemudian
gunakan sabun secukupnya
2. Usapkan dan gosokan kedua punggung tangan secara bergantian
3. Bersihkan sela – sela jari tangan
4. Bersihkan ujung jari tangan gosok dan putar kedua ibu jari tangan secara
bergantian
5. Letakkan ujung jari ketelapak tangan kemudian gosok perlahan
6. Bersihkan pergelangan tangan secara bergantian.
8
9
BAB III
SOLUSI DAN TARGET LUARAN
A. Solusi
SDN Sungai Rangas Hambuku dinilai perlu adanya pendidikan kesehatan
mengenai mencuci tangan yang baik dan benar. Berdasarkan observasi, kurangnya
kesadaran anak-anak disana untuk mencuci tangan setelah bermain ataupun
melakukan aktivitas dikarekanan sarana dan prasarana yang kurang mendukung serta
kurangnya pengetahuan siswa-siswi mengenai mencuci tangan yang baik dan benar.
Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukannya penyuluhan tentang mencuci tangan
yang baik dan benar pada SDN Rangas Hambuku khususnya pada kelas 1 serta
diharapkannya kepada pihak SDN Sungai Rangas Hambuku menyediakan
ketersediaan air bersih yang memadai dan melengkapi fasilitas untuk mencuci tangan
yang baik dan benar.
B. Target luaran
Adanya kegiatan penyuluhan mahasiswa dapat mengimplementasikan
pengetahuan dan memberikan gambaran tentang mencuci tangan yang baik dan
benar pada siswa-siswi, serta memberikan pesan khusus terkait mencuci tangan yang
baik dan benar kepada siswa-siswi SDN Sungai Rangas Hambuku khusunya untuk
siswa kelas 1. Selain itu, sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam
menerapkan praktik kegiatan penyuluhan.
Dari kegiatan penyuluhan tentang mencuci tangan yang baik dan benar ini
siswa-siswi diharapkan mendapatkan pengetahuan dan memahami cara mencuci
tangan baik dan benar, mengetahui penyakit yang dapat diakibatkan apabila tidak
mencuci tangan yang baik dan benar, dan mampu mempraktekkan mencuci tangan
yang baik dan benar pada kehidupan sehari-hari, serta peserta mampu
menginformasikan cara mencuci tangan baik dan benar kepada anggota keluarga lain
atau pada lingkungan tempat tinggal.
10
Selain itu target luaran yang diharapkan pada kegiatan penyuluhan tentang
mencuci tangan yang baik dan benar pada siswa-siswi SDN Sungai Rangas Hambuku
khususnya kelas 1 ialah:
1. Siswa-siswi SDN Sungai Rangas Hambuku khususnya kelas 1 dapat menyimak
dan memahami informasi penyuluhan yang telah diberikan .
2. Siswa-siswi SDN Sungai Rangas Hambuku khususnya kelas 1 dapat menjawab
kembali pertanyaan yang telah diajukan oleh pemateri.
3. Peningkatan pengetahuan siswa-siswi SDN Sungai Rangas Hambuku dilihat dari
hasil pre-test dan post test yang telah diberikan.
4. Hasil post test minimal mendapatkan nilai 70.
5. Siswa-siswi SDN Sungai Rangas Hambuku khususnya kelas 1 dapat
mempraktikkan kembali langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar.
Jadi, dengan adanya penyuluhan tentang mencuci tangan yang baik dan benar
bagi siswa SDN Sungai Rangas Hambuku khususnya kelas I, diharapkan dapat
mengubah perilaku siswa-siswi yang tadinya belum memahami cara mencuci tangan
yang baik dan benar menjadi tahu dan menerapkan pada kehidupan sehari-hari.
Dilaksanakannya penyuluhan di SDN Sungai Rangas Hambuku memberikan
luaran terhadap Pogram Studi Kesehatan Masyarakat yaitu dapat menjalin kerjasama
dengan menjadi mitra yang baik dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan
sebagai salah satu bentuk pengeabdian kepada masyarakat.
11
BAB 1V
METODE PELAKSANAAN
A. Bentuk Kegiatan
13
memahami materi yang telah di sampaikan sehingga nantinya dapat dipraktekkan di
rumah masing-masing.
Penyuluhan dalam rangka kegiatan bakti sosial ini dilakukan di ruang kelas 1
SDN Sungai Rangas Hambuku pada hari Sabtu, 3 Maret 2018, dengan estimasi waktu
90 menit pada pukul 10.00 sampai 11.30 WITA.
Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan Bakti Sosial “SDN Sungai Rangas Hambuku”
No Waktu Tahapan Kegiatan Penyluhan Pelakasana
Salam pembuka
Perkenalan dan
Moderator
1 10.00 – 10.17 Pembukaan penyampaian Tujuan,
Materi dan Waktu
Penyuluhan
a. Ice Breaking TIM Pemandu
Pre-Test TIM Pengawas
Penyampaian Materi Penyuluh
2 10.17 – 11.14 Inti Ice Breaking TIM Pemandu
Praktek TIM Peraga
Evaluasi Post-Test TIM Pengawas
3. 11.14 – 11.30
Hasil Salam Penutup Moderator
C. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan dari penyuluhan Cuci tangan yang baik dan benar ada;ah
siswa/i kelas 1 SDN Sungai Rangas Hambuku dengan jumlah 21 orang.
14
D. Kegiatan Pokok
1. Perencanaan
Dimulai dengan menetapkan tujuan, menyusun rencana kegiatan,
mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan kegiatan penyuluhan yang akan
dilakukan, mengembangkan rencana untuk pencapaian tujuan kegiatan, serta
mempersiapan media penyuluhan berupa air, sabun cuci tangan, tisu, poster dan
speaker yang diperlukan dalam melakukan kegiatan penyuluhan yang akan
berlangsung.
2. Pengorganisasian kegiatan
Mengalokasikan dan mengatur sumber sumber daya, seperti sumber daya
keuangan, fisik, dan manusia. Pengaturan sumber daya bertujuan untuk merumuskan,
menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur kegiatan penyuluhan yang dilakukan.
a. Penanggung jawab : Ratna Setyaningrum, SKM., [Link]
b. Moderator : Karleni Trianti
Said Muhammad Aliajid R.
c. Time keeper : Noor Laila Afifah
d. Penyuluh : Aniqa Tadzkiya Putri
Nurhaliza Safira
e. Dokumentasi : Rizky Ahmad Fauzi
Deddy Hermawan
f. Pengawas saat pre-test dan post-test : Gusti Fitrah Astia Soekma Iman
Rizkya Amanda
Risna Ridha Aulia
g. Ice Breaking : Dhea Intan Sari
Nur Azizah
g. Penanggung jawab daftar hadir : Atikah Luthfiyani
Emelia Agustina
h. Penanggung jawab kegiatan : Rusadi
i. Peraga cuci tangan : Hasya Habibah
Anisa Maulida
j. Konsumsi : Mega Silvyana Putri
15
Salmaa
Nurul Izzah
Noor Anisa Safitri
3. Pelaksanaan di lapangan
Pelaksanaan dilakukan di kelas 1 dengan metode ceramah, tanya jawab, dan
hiburan dengan materi cuci tangan yang baik dan benar kepada sasaran.
Salam pembuka
Perkenalan dan penyampaian Moderator
1 10.00 – 10.17 Pembukaan Tujuan, Materi dan Waktu
Penyuluhan
TIM
b. Ice Breaking
Pemandu
TIM
Pre-Test
Pengawas
Penyampaian Materi Penyuluh
2 10.17 – 11.14 Inti TIM
Ice Breaking
Pemandu
Praktek TIM Peraga
TIM
Evaluasi Post-Test
3. 11.14 – 11.30 Pengawas
Hasil
Salam Penutup Moderator
Tabel 4.2 Susunan Acara Penyuluhan
4. Pelaporan
Pada tahap ini penyuluh akan melakukan evaluasi program dalam bentuk
evaluasi input, proses, dan output. Evaluasi input meliputi metode atau bentuk
kegiatan penyuluhan, ketersediaan tempat, sarana atau fasilitas yang mendukung
kegiatan penyuluhan seperti air, sabun cuci tangan, tisu, poster dan speaker. Evaluasi
proses meliputi partisipasi aktif para siswa/siswi dalam mengikuti kegiatan dan
dukungan dari pihak sekolah, serta pelaksanaan kegiatan penyuluhan sesuai dengan
yang direncanakan. Evaluasi output meliputi keberhasilan kegiatan penyuluhan yang
dilihat dari peningkatan pengetahuan siswa dilihat dari hasil post-test tentang cuci
16
tangan yang baik dan benar. Kemudian dilakukan pembagian tugas untuk pembuatan
laporan penyuluhan ini.
E. Pelaksanaan Kegiatan
Awal kegiatan penyuluhan dimulai dengan penyediaan dan persiapan media
yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan seperti pemasangan poster. Setelah
media itu siap, moderator membuka acara dengan salam kemudian disusul dengan
penyampaian tujuan penyuluhan dan perkenalan anggota. Setelah itu, diadakan pre-
test dengan jumlah soal 10 soal dalam waktu beberapa menit penjawaban soal kepada
murid kelas 1 sesuai pokok bahasan mengenai cuci tangan yang baik dan benar untuk
mengetahui seberapa besar pengetahuan tentang cuci tangan yang baik dan benar.
Kemudian dilanjutkan dengan inti acara yaitu penyampaian materi oleh penyuluh.
Saat penyampaian materi, peserta terlihat sangat antusias untuk menyimak
dilihat dari reaksi peserta yang aktif dalam tanya jawab yang dilemparkan oleh
penyuluh penyuluh, yang mana meminta peserta untuk berpartisipasi dalam
mengemukakan pendapat setelah terjawab oleh peserta dari penyuluh memberi
reward berupa hadiah. Hal ini dilakukan agar peserta dapat memahami secara
langsung dan berperan aktif dalam kelas, serta tidak bosan dalam mendengarkan
penjelasan pemateri. Dengan tanya jawab peserta yang diberikan materi dapat
menyimak materi dengan baik. Setelah materi – materi diberikan penyuluh
menyelingi dengan games di ruangan agar setiap materi tadi diingat dengan
memberikan games yang bersangkutan dengan materi tentang mencuci tangan yang
baik dan benar. Setelah pemberian materi selesai, penyuluh memutarkan lagu
menarik untuk mempraktekkan cara mencuci tangan yang baik dan benar dan setelah
itu penyuluh mengadakan hiburan untuk peserta yang pastinya bermanfaat.
Setelah penyampaian materi oleh penyuluh, sasaran diberikan post-test dan
dijawab dalam beberapa menit waktu menjawab dalam beberapa menit. Pre-test dan
Post-test tidak langsung dilakukan penilaian karena pada saat itu waktu sangat
terdesak jadi pre-test dan post-test nya dinilai setelah penyuluh selesai melakukan
bakti sosial. Kemudian dilanjutkan dengan penutupan acara dengan pembacaan doa
serta mengadakan foto bersama dengan para peserta.
17
Adapun pelaksanaan kegiatan disajikan dalam skema berikut
Persiapan
a. Menetapkan tujuan
b. Menyusun rencana kegiatan
c. Mengembangkan rencana kegiatan
d. Mempersiapkan soal pre-post test
e. Mempersiapkan media penyuluhan
Pelaksanaan
a. Penyampaian materi
b. Feedback
c. Games tentang materi mencuci tangan yang baik dan benar
d. Praktik cuci tangan yang baik dan benar
e. Post-test materi mencuci tangan yang baik dan benar
f. Pembacaan doa
g. Foto bersama
Evaluasi
a. Feedback
b. Pre-post test
c. Praktik cuci tangan yang baik dan benar
18
BAB V
KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI
19
Mengembangkan dan merancang kebijakan dan program kesehatan 2. Berkomunikasi
Secara Efektif (communication skills) 3. Memahami Budaya Setempat (cultural
competency skills) 4. Memiliki penguasaan ilmu kesehatan masyarakat ( Public
health science skills) 5. Mampu dalam merencanakan keuangan dan terampil dalam
bidang manajemen (Financial Planning and Management Skills ) 6. Memiliki
kemampuan kepemimpinan dan berfikir sistem (leadership and system thinking
skills) 7. Mampu melakukan kajian dan analisis situasi (Hida dan Mardiana, 2013).
20
BAB VI
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
A. Biaya
Adapun anggaran biaya yang dikeluarkan dalam pelaksanaan kegiatan
promosi kesehatan mengenai cuci tangan yang baik dan benar di SD Sungai Ranghas
Hambuku sebagai berikut;
Tabel 6.1 Rincian biaya dan alokasi dana kegiatan penyuluhan “Edukasi Kesehatan
Lingkungan Sekitar Sungai pada Anak Sekolah Dasar”
N Satuan Harga Satuan
Pengalokasian Jumlah (Rp)
O (buah) (Rp)
1 Penyediaan Alat
Penyuluhan
1 10.000,00 10.000,00
- Poster
2 Penyediaan Alat Cuci
Tangan
- Sabun cuci tangan 2 13.000,00 26.000,00
cair
3 Konsumsi
- Tisu 1 5.000,00 5.000,00
- Susu 25 1.000,00 25.000,00
4 Duplikasi Kuesioner 45 300,00 13.500,00
Total 79.500,00
B. Jadwal Kegiatan
Tabel 6.2 Jadwal kegiatan bakti sosial “Edukasi Kesehatan Lingkungan Sekitar
Sungai pada Anak Sekolah Dasar”
Waktu Kegiatan
NO Tahapan Pelaksana Kegiatan Audiens
(Menit) Penyuluh
1 Pelaksanaan 17 Pendahuluan
a. Penyampaian Rusadi a. Menjawab
salam salam
pembuka
b. Perkenalan b. Memperhatikan
c. Menjelaskan Said Muhammad c. Memperhatikan
tujuan Ali Ajid R.
penyuluhan
21
Waktu Kegiatan
NO Tahapan Pelaksana Kegiatan Audiens
(Menit) Penyuluh
penyuluhan
e. Menjelaskan e. Memperhatikan
waktu
penyuluhan Nur Azizah
f. Game Dhea Intan Sari f. Memperhatikan
pembukaan dan bermain
(ice braking)
2 Pengukuran 13 Pre-test
Pengetahuan a. Memberikan a. Menjawab
pertanyaan pertanyaan
mengenai cuci
tangan pakai Risna Ridha A.
sabun Gusti Fitrah Astia
b. Memberikan S.I b. Menjawab
pertanyaan Rizkya Amanda pertanyaan
langkah-
langkah
mencuci
tangan pakai
sabun dengan
baik dan
benar
3 Inti 20 1. Penyampaian 1. Memperhatikan
Pelaksanaan materi penjelasan dan
a. Pengertian Nur Haliza mencermati materi
mencuci Shafira
tangan yang
baik dan
benar
b. Tujuan Aniqa Tadzkiya
pembiasaan Putri
perilaku
mencuci
tangan yang
baik dan
benar Salma
c. Cara memcuci
tangan yang
baik dan
benar Annisa Maulida
d. Waktu
penting untuk
cuci tangan Nur Azizah
22
Waktu Kegiatan
NO Tahapan Pelaksana Kegiatan Audiens
(Menit) Penyuluh
e. Dampak Dhea Intan S.
buruk malas Hasya Habibah
mencuci
tangan bagi 2. Bertanya atau
kesehatan memberikan jawaban
2. Sesi Tanya
Jawab 3. Bermain
bersama
3. Ice Breaking 4. Melakukan
praktek cuci tangan
4. Praktek Cuci bersama
Tangan
4 Pengukuran 10 Evaluasi,
Pengetahuan pembagian
kuisioner (post-
test) dan Risna Ridha A.
pembagian hadiah Gusti Fitrah
a. Memberikan Rizkya a. Menjawab kuesioner
kuisioner
b. Menerima hadiah
b. Memberikan
hadiah kepada
siswa yang
aktif
5 Penutupan 14 7. Menyimpulkan Said Muhammad a. Memperhatikan
hasil Ali Ajid R.
penyuluhan Karleni Trianti b. Menjawab
8. Mengakhiri salam
dengan salam
BAB VII
23
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Kegiatan
Proses kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada1 waktu yaitu pada kelas I
SDN Rangas Hambuku yang dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2018. Kegiatan
penyuluhan berjalan dengan baik dan lancar dan teratur. Pihak sekolah telah
menyediakan ruang kelas yang kondusif untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan
penyuluhan.
Peserta kegiatan merupakan siswa kelas I dengan total responden sebanyak 21
orang, dengan rincian 9 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Adapun rentang
usia siswa adalah berada pada usia 6-7 tahun.
Kegiatan diawali dengan perkenalan dan penyampaian tujuan kegiatan oleh
tim pelaksana kegiatan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pemberian pre-test yang
terdiri dari 10 pertanyaan bagi seluruh sasaran. Selanjutnya dilaksanakan
penyampaian materi penyuluhan meliputi: Pengertian mencuci tangan, pengertian
cuci tangan pakai sabun, pengertian mencuci tangan dengan baik dan benar,
pentingnya mencuci tangan dengan baik dan benar, cara mencuci tangan yang baik
dan benar, langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar, waktu mencuci
tangan, akibat jika tidak mencuci tangan dengan baik dan benar.
Setelah penyampaian materi dilakukan, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan
tanya jawab dimana siswa yang menjawab pertanyaan dengan tepat dan benar
mendapatkan hadiah/kenang-kenangan berupa buku, pensil, penghapus serta
minuman susu bantal. Selanjutnya dilaksanakan kegiatan evaluasi melalui pemberian
soal post-test kepada seluruh siswa. Kegiatan diakhiri dengan pemberian kenang-
kenangan berupa poster kepada pihak sekolah dan diakhiri dengan penutupan serta
foto bersama.
Hasil nilai pre-tes dan post-test penilaian pengetahuan pada siswa di SDN
Sungai Rangas Hambuku disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 3. Hasil Nilai Pre-test dan Post-test siswa SDN Sungai Rangas Hambuku
24
Persentase
Nilai Pre- Nilai Post-
No. Responden Selisih Peningkatan
test test
(%)
1. 100 100 0 0% (tetap)
2. 100 100 0 0% (tetap)
3. 100 100 0 0% (tetap)
4. 100 100 0 0% (tetap)
5. 100 100 0 0% (tetap)
6. 100 100 0 0% (tetap)
7. 100 100 0 0% (tetap)
8. 100 100 0 0% (tetap)
9. 90 100 10 10% (meningkat)
10. 90 100 10 10% (meningkat)
11. 90 100 10 10% (meningkat)
12. 70 90 20 20% (meningkat)
13. 70 90 20 20% (meningkat)
14. 60 80 20 20% (meningkat)
15. 60 80 20 20% (meningkat)
16. 60 80 20 20% (meningkat)
17. 60 80 20 20% (meningkat)
18. 60 80 20 20% (meningkat)
19. 60 80 20 20% (meningkat)
20. 60 80 20 20% (meningkat)
21. 50 70 20 20% (meningkat)
Nilai rata-rata 80 90.95 17.69 17.69%
Peningkatan 17.69%
Sumber: Data primer
Dari tabel 3 di atas dapat dilihat terdapat peningkatan pengetahuan setelah
dilakukan penyuluhan. Dapat dilihat sebanyak 13 orang siswa mengalami
peningkatan pengetahuan sebesar 10-20%. Di dapatkan nilai rata-rata meningkat
setelah dilakukan penyuluhan yaitu dengan selisih sebesar 17.69. Sebelum dilakukan
penyuluhan terdapat 1 orang siswa mendapat nilai 50, setelah dilakukan penyuluhan
nilai terendah meningkat menjadi 70 , ini berarti terdapat 20% peningkatan. Untuk
nilai tertinggi sebelum dan sesudah penyuluhan didapatkan nilai 100 untuk 8 orang
siswa, ini berarti pengetahuan yang dimiliki beberapa dari peserta sebelum dilakukan
penyuluhan sudah baik.
25
Tabel 4. Distribusi dan frekuensi dari tiap-tiap pertanyaan pre test dan post test
Pre-test Post-test
Pertanyaan
Salah Benar Salah Benar
Mencuci tangan menggunakan?
4.77% 95.23% 0% 100%
26
B. Analisis
1. Faktor Pendukung
Faktor pendukung dalam kegiatan Baksos dan Penyuluhan di SDN Sungai
Rangas Hambuku adalah sebagai berikut:
a. Materi penyuluhan
Materi yang di sampaikan oleh pemateri di kelas 1 SDN Sungai Rangas
Hambuku adalah penyuluhan mengenai cuci tangan pakai sabun dengan baik dan
benar. Materi yang disampaikan oleh pemateri diulas dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh siswa/siswi SDN Sungai Rangas Hambuku sebagai sasaran primer dari
penyuluhan.
b. Media yang di gunakan
Materi penyuluhan di kelas 1 SDN Sungai Rangas Hambuku di sampaikan
dengan metode ceramah dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Media
lainnya yaitu dengan poster dan praktek langsung bagaimana cara mencuci tangan
pakai sabun dengan baik dan benar.
c. Panitia dan peserta
Panitia bekerja dengan baik baik, baik dari koordinasi maupun ketika
melakukan tugasnya. Peserta yang antusias menjadi faktor pendukung dari kegiatan
Baksos dan Penyuluhan ini karena dengan peserta yang antusias itu panitia juga
menjadi semangat. Selain itu, peserta juga dapat menangkap apa yang telah
disampaikan oleh pemateri dengan keadaan yang kondusif tetapi tetap
menyenangkan.
d. Cuaca dan mitra
Cuaca yang bagus dan cerah dalam kegiatan baksos dan penyuluhan di SDN
Sungai Rangas Hambuku ini juga menjadi salah satu faktor pendukung karena denga
cuaca yang cerah tersebut kegiatan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mitra yang
baik dan mendukung penuh diadakannya kegiatan baksos dan penyuluhan juga
merupakan faktor pendukungnya karena tidak ada hambatan sedikitpun mengenai
hubungan mitra.
27
e. Persentasi kesuksesan penyuluhan
Dari pre test dan post test yang telah diberikan kepada siswa Kelas 1 SDN
Sungai Rangas Hambuku diperoleh kesimpulan bahwa persentasi kenaikan
pengetahuan dari siswa hanya sedikit. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya:
1. Dari 21 siswa ada 8 siswa mendapatkan nilai 100 (dari data pre test) dan dari
21 siswa ada 11 orang mendapat nilai 100 (dari post test). Data tersebut menunjukkan
bahwa tingkat pengetahuan mereka sudah baik mengenai cara mencuci tangan dengan
baik dan benar sebelum diadakannya penyuluhan.
2. Pada soal pre test dan post test no.8 dan no.9 terjadi kenaikan yang cukup
signifikan yaitu dari 57.14% ke 90.47% Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan siswa mengenai soal pre test dan post test no.8 dan no.9 meningkat yang
asalnya rendah menjadi cukup tinggi. Hal ini karena materi yang disampaikan oleh
pemateri dapat dipahami oleh siswa SD kelas 1 serta dengan adanya praktek mencuci
tangan dengan baik dan benar siswa jadi mudah memahaminya.
2. Faktor Penghambat
Faktor penghambat dalam kegiatan Baksos dan Penyuluhan di SDN Sungai
Rangas Hambuku antara lain:
a. Transportasi
Transportasi yang digunakan ketika menuju SDN Sungai Rangas Hambuku
ialah menggunakan mobil pick up. Transportasi menjadi faktor pengahambat Karena
angkutan yang digunakan untuk pergi menuju SD tersebut terlambat dating yang
mengakibatkan keterlambatan keberangkatan.
b. Jarak
Faktor pengambat yang berhubungan dengan jarak ada 2, yaitu jarak dari
tempat berkumpul ke SDN Sungai Rangas Hambuku dan jarak dari SDN Sungai
Rangas Hambuku ke lapangan. Jarak dari tempat berkumpul menuju SDN Sungai
Rangas Hambuku yaitu 19 km yang mengakibatkan waktu untuk memulai acara
menjadi terlambat, dan jarak dari SDN Sungai Rangas Hambuku menuju lapangan
yaitu 800 m yang mengakibatkan para peserta lelah sebelum memulai senam.
c. Rundown
28
Ketidaksesuaian rundown dengan acara di lapangan merupakan salah satu
faktor penghambat. Ketidaksesuaian yaitu dari waktu keberangkatan yang
mengakibatkan semua waktu yang ditentukan tidak sesuai dengan roundone serta
banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam praktek mencuci tangan dengan baik dan
benar.
d. Kurangnya Fasilitas air bersih
Kurangnya fasilitas air bersih di SDN Sungai Rangas Hambuku membuat
menjadi sebuah hambatan dalam proses prakter cara mencuci tangan dengan baik dan
benar. Kurangnya fasilitas air bersih ini membuat panitia harus mengangkut air dari
ruangan lain yang fasilitas air bersihnya ada. Proses pengambilan air bersih itu
dengan menampung air didalam ember kemudian mengangkutnya ke tempat prakter
cara mencuci tangan dengan baik dan benar.
e. Persentase Kesuksesan Penyuluhan
Dari pre test dan post test yang telah diberikan kepada siswa Kelas 1 SDN
Sungai Rangas Hambuku diperoleh kesimpulan bahwa persentasi kenaikan
pengetahuan dari siswa hanya sedikit. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya:
1. Dari 21 siswa ada 8 siswa mendapatkan nilai 100 (dari data pre test) dan dari 21
siswa ada 11 orang mendapat nilai 100 (dari post test). Data tersebut
menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mereka sudah baik mengenai cara
mencuci tangan dengan baik dan benar sebelum diadakannya penyuluhan oleh
karena itu presentasi peningkatnya sedikit.
2. Pada soal pre test dan post tes no.3 tidak terjadi kenaikan pada persentasinya
yaitu tetap pada angka 85.71%. Data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada
peningkatan pengetahuan dari siswa mengenai soal no.3, hal ini terjadi karena
kemungkinan siswa kurang mengerti tentang materi yang diberikan oleh pemateri
baik dari segi bahasa yang digunakan atau karena materi yang terlalu sulit.
3. Pada soal pre test dan post test no.7 terjadi peningkatan presentasi tetapi hanya
sedikit yaitu dari 61.90% ke 66.66%. Data tersebut persentasi dari soal pre test
dan post test no.7 paling sedikit peningkatannya daripada soal yang lain. Hal ini
kemungkinanterjadi siswa kurang mengerti tentang materi yang diberikan oleh
29
pemateri baik dari segi bahasa yang digunakan maupun karena materi yang
terlalu sulit untuk dipahami oleh anak SD kelas. Peningkatan yang terjadi hanya
sekitar 4.74%.
C. Evaluasi Kegiatan
30
BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Mencuci tangan menggunakan sabun bertujuan untuk membersihkan tangan
dari kotoran yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan dan mencegah
timbulnya penyakit. Terdapat tujuh langkah cara mencuci tangan yang baik dan benar
yaitu kedua telapak tangan dibasahi menggunakan air dan sabun, kemudian usapkan
kepunggung tangan secara bergantian, bersihkan sela-sela jari, juga punggung jari
dengan gerakan punggung jari pada telapak tangan saling mengunci, setelah itu
bersihkan kedua ibu jari dengan cara digosok memutar, bersihkan ujung jari dengan
cara ujung jari menguncup dan digosok memutar pada telapak tangan, dan yang
terakhir bersihkan pergelangan tangan dengan gerakan mengosok memutari
pergelangan tangan. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan sebelun dan sesudah
makan, setelah buang air kecil dan besar, setelah bermain, setelah menyentuh hewan
peliharaan dan kotoran hewan. Manfaat dari penerapan cuci tangan yang baik dan
benar yaitu tangan bersih dan tubuh menjadi sehat serta terhindar dari penyakit
menular seperti flu, commond cool, ISPA, diare serta infeksi bakteri Salmonella dan
E. coli. Setelah diadakannya penyuluhan dan evaluasi ditemukan adanya Pengaruh
pemberian penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan tentang cuci tangan pakai
sabun kepada anak – anak kelas satu di SDN Sungau Rangas Hambuku, Martapura.
B. Saran
Sebaiknya dilakukan penyuluhan secara rutin tentang CTPS dalam kegiatan
belajar, guru mengajak mempraktekan CTPS yaitu saat sebelum keluar ruangan untuk
istirahat dan masuk ke dalam ruangan setelah istirahat, menyedikan fasilitas untuk
melaksanakan CTPS, melakukan kegiatan mencuci tangan bersama-sama sehabis
berolahraga dan bermain. Agama juga mengajarkan CTPS, yaitu kebersihan sebagian
dari iman sehingga peyuluhan juga dapat dilakukan dalam kegiatan belajar mengaji di
sekolah. Peran orang tua serta orang – orang disekiar seperti keluarga besar dan
teman sebaya juga berperan penting dalam perilaku pembiasaan untuk menerapkan
31
CTPS pada anak yaitu dengan cara mengingatkan anak serta memberikan contoh
teladan dengan selalu menerapkan CTPS. Hal ini penting dilakukan untuk
memotivasi serta menumbuhkan kesadaran dalam diri anak untuk menerapkan CTPS
sehingga terhindar dari berbagai penyakit.
32
DAFTAR PUSTAKA
Agustina I, Istiqomah SH, M. Mirza Fauzie. 2016. Penggunaan Media Kartu Putar
dalam Penyuluhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Mencuci Tangan
Memakai Sabun dada Siswa SD Tegalrejo 2 Kota Yogyakarta. Jurnal
Kesehatan Lingkungan. 8(1): 29-34.
Banun TS. 2016. Hubungan Antara Pengetahuan PHBS Dengan Pola Hidup Sehat
Siswa di SD Tamanan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar . 14 (5): 1378-
1386.
Desiyanto FA, Sitti ND. 2013. Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Cairan
Pembersih Tangan Antiseptik (Hand Sanitizer) Terhadap Jumlah Angka
Kuman. KESMAS. 7(2): 75-82.
Grafika D, Dr. Yusuf S, Sabril M. 2017. Faktor risiko kurangnya perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) tatanan rumah tangga terhadap kejadian diare pada
balita di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua kota Kendari tahun 2017 .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. 2(7): 1-10.
Hidayat R. 2014. Hubungan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD 005
dan SD 006 dengan Kejadian Diare Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang
Kota Tahun 2014. Jurnal Keperawatan Stikes Tuanku Tambusai Riau . 5(2):47-
61.
Hida Fitri M H, Mardiana. 2013. Pelatihan terhadap keterampilan kader posyandu.
Jurnal Kesehatan Masyarakat. 7(1): 22-27.
Irawan ET, Winarni RW. 2013. Perancangan Ambient Media sebagai Media
Kampanye Mencuci Tangan di Sekolah Dasar. Jurnal Desain. 1(1): 29-44.
Nugroho BS, Fajriyah N. 2012. Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Cuci
Tangan Pakai Sabun Pada Murid Kelas III Dan IV SD Negeri 21 Talang Kelapa
Kabupaten Banyuasin Tahun. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 5(1):71-76
Purwandari R, Anisah A, Wantiyah. 2013. Hubungan antara perilaku mencuci tangan
dengan insiden diare pada anak usia sekolah di Kabupaten Jember. Jurnal
Keperawatan 2013.4(2): 122-130.
Raksanagara AS dan Raksanagara A. 2015. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai
Determinan Kesehatan yang Penting pada Tatanan Rumah Tangga di Kota
Bandung. . Jurnal Sistem Kesehatan. 1(1): 30-34.
Risnawaty G. 2016. Faktor Determinan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Pada Masyarakat di Tanah Kalikedinding. Jurnal Promkes. 4(1):70-81.
Setyaningrum R dkk. 2015. Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Tentang Cuci Tangan
Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SDN Batuah I dan Batuah III Pagatan. Jurnal
Berkala Kesehatan. 1 (1): 42-46.
Silalahi V, Ronasari MP. 2017. Personal hygiene pada anak SD Negeri Morjosari 3.
Jurnal Akses Pengabdian Indonesia. 2(2): 15-23.
Yusriani. 2013. Hubugan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Dengan Kejadian
Diare Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesma Wara Kota Palopo Tahun
2012. Jurnal Kesehatan . 3(2): 342-353.