Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S
S
TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA USIA SEKOLAH
DI DESA SEROWOT RT 04 RW 01 KECAMATAN KALIBAGOR
KABUPATEN BANYUMAS
I. Pengkajian
a. Data Umum
1) Nama KK : Tn. S
2) Usia : 35 tahun
3) Pendidikan : SMP
4) Pekerjaan : Buruh
5) Alamat : Desa Serowot RT 04 RW 01
6) Komposisi anggota keluarga
An. I 11
Keterangan: th
: Laki-laki
: Perempuan
: Klien
: Meninggal
: Garis perkawinan
: Garis keturunan
------- : Tinggal dalam satu rumah
Keluarga Tn. S termasuk kategori keluarga inti karena dalam 1 rumah hanya
terdidi dari 1 KK. Semua anggota beragama Islam. Dari genogram diatas menunjukan
bahwa Almarhum Bapak dari Tn. S (80 th) pernah memiliki riwayat penyakit jantung,
Ibu dari Tn. S (Ny. S 74 th) tidak memiliki riwayat penyakit, Bapak dari Ny. J (Tn. K
80 th) memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan Herniam Ibu dari Ny. J (Ny. S 73 th)
tidak memliki riwayat penyakit. Ny. J mengatakan bawha semua anggota keluarga
tidak memiliki masalah penyakit keturunan seperti kedua orang tuannya.
b. Riwayat Dan Tahap Perkembangan
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn. S saat ini masuk pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia
sekolah karena memiliki anak pertama berusia 11 tahun.
2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tn. S beserta Ny. J memiliki tugas perkembangan keluarga yang harus di penuhi oleh
keduanya diantaranya :
a) Mensosialisasikan anak-anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan
mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat, tetapi nyatanya
keluarga Tn. S mengatakan bahwa anaknya susah disuruh untuk belajar, tetapi
anaknya lebih suka bermain-main dengan temannya seperti main game (PS).
3) Riwayat keluarga inti
Tn. S adalah anak ketiga dari empat bersaudara dan menikah dengan Ny. J yang
merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara, Tn. S dan Ny. J menikah karena sama
sama saling mencintai atau bukan di jodohkan, Kini Tn. S tinggal bersama Ny. J
memiliki rumah sendiri dan memiliki 2 orang anak, anak pertama yaitu An. I berumur
11 tahun yang sekarang duduk di kelas 6 SD sedangkan anak kedua yaiti An. A yang
berumur 3 tahun, semenjak menikah sampai sekarang Ny. J mengatakan tidak
mempunyai masalah perpecahan dengan suami maupun anak, berikut masalah
riwayat kesehatan keluarga Tn. S dan Ny. J:
a) Ny. J mengatakan saat ini sedang dalam keadaan sehat, tidak ada keluhan
terhadap gejala penyakit. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir Ny. J sering
mengeluh sakit gigi, tetapi setelah membeli obat di warung sakit berkurang. Ny. J
juga mengatakan bahwa suaminya yaitu Tn. S dalam keadaan sehat dan tidak
mempunyai riwayat penyakit yang serius, paling hanya erring batuk-batuk karena
banyak merokok, sehari habis lebih dari satu bungkus.
b) Ny. J mengatakan bahwa Anak pertamanya yang bernama An. I juga tidak
mempunyai riwayat penyakit yang serius. Tetapi gigi An. I berlubang dan terdapat
karies, Ny. J mengatkan bahhwa anaknya susah sekali disuruh untuk gosok gigi.
c) Kemudian anak kedua dari Tn. S dan Ny. J yaitu An. A semenjak umur 2 tahun
pernah mengalami kejang disertai demam atau keluarga menyebutnya penyakit
stip, terakhir An. A mengalami kejang demam yaitu 2 bulan yang lalu, tindakan
yang dilakukan keluarga yaitu dengan membeli obat penurun panas diapotek,
mengompres dengan daun dadap dan merendam kaki anak di air hangat, keluarga
melakukan tindakan seperti ini atas dasar cerita tetangga.
4) Riwayat keluarga sebelumnya
Menurut keluarga Tn. S bahwa Almarhum bapak dari Tn. S memiliki riwayat
penyakit jantung dan Bapak dari Ny. J memiliki riwayat penyakit Hipertensi dan
Hernia.
c. Data Lingkungan
1) Karakteristik rumah
Rumah yang dimiliki Tn. S merupakan rumah tidak permanen dan status kepemilikan
milik pribadi dengan luas 7x9 meter2, lantai tanah, atap genteng yang terdiri dari 1
kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, dan terdapat 1 kamar mandi yang tidak tertutup
di samping depan rumah. Kondisi didalam rumah khususnya ruang tamu tidak rapi,
karena terdapat sebuah ranjang tidur, terdapat juga barang dagangan seperti daun
singkong, papaya, singkong dll dan ruang tamu sering untuk tidur siang dan anak
keduanya juga sedang aktifnya bermain. Ventilasi ada di semua ruang tetapi
pencahayaan kurang karena jendela yang tidak selalu dibuka serta bagian dapur
dengan pintu ditutup sehingga pencahayaan dirumah kurang terang. Penerangan
menggunakan listrik yang dinyalakan mulai pukul 17.00 WIB. Air yang digunakan
untuk sehari-hari menggunakan sumber dari sumur baik untuk mandi, mencuci,
masak dan minum. Keadaan air jernih dan tidak berbau. Sumur yang digunakan tidak
tertutup sehingga jika hujan maka air hujan akan masuk kedalam sumur. Untuk
pembuangan limbah dibuang di irigasi sedangkan pembuangan sampah dikumpulkan
yang plastik kemudian dibakar, sedangkan yang mudah busuk dikubur belakang
rumah. Keluarga Tn. S tidak mempunyai septictank dan WC, anggota keluarga
biasanya BAB di kali ataupun ditempat tetangga. Bedasarkan hasil observasi Rumah
keluarga Tn. S masuk dalam kategori rumah tidak sehat dengan skor
2) Denah rumah
R. T K
T s
Keterangan:
D : Dapur
J : Jendela
K : Kamar
RT : Ruang Tamu
: Jendela/ventilasi
L : lubang sampah
S : Sumur
T : Kamar mandi
3) Karakteristik tetangga
Sebagian besar dari tetangga di lingkungan tempat tinggal Tn. S adalah penduduk
asli mereka mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat. Sebagian rumah
banyak yang masih permanen dan semi permanen. Jarak rumah dengan tetangga
berdekatan. Hubungan keluarga Tn. S dan Ny. J dengan tetangga sangat baik,
ramah dan tidak ada aturan di tempat tinggal Tn. S. Sampai saat ini tidak ada
budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan. Sedangkan sarana transportasi
yang digunakan oleh warga adalah sepeda dan sepeda motor.
4) Mobilitas geografis keluarga
Sejak menikah Tn. S dan Ny. J tinggal di rumah tersebut dan belum pernah pindah
rumah.
5) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. S dan Ny. J berinteraksi dengan masyarakat dengan baik, Ny. J
mengatakan aktif dalam kegiatan pengajian dan arisan RT.
6) Sistem pendukung keluarga
Selama ini jika anaknya sakit Ny. J membeli obat diwarung tetapi jika tidak
sembuh-sembuh keluarga membawa ke Puskesmas. Fasilitas penunjang kesehatan
yang dimiliki keluarga masih kurang, tidak tersedia obat P3K dirumah.
d. Struktur Keluarga
1) Pola komunikasi keluarga
Keluarga Tn. S mempunyai pola komunikasi yang baik satu sama lain, komunikasi
yang dilakukan secara terbuka. Antar anggota keluarga terbina hubungan yang
harmonis. Menurut Ny. J dalam keluarganya berkomunikasi biasanya menggunakan
bahasa jawa. Ny. J mengatakan bila timbul masalah keluarga berusaha mendiskusikan
dan menyelesaikannya dengan baik secara musyawarah. Apabila setiap dirasa ada
yang kurang cocok, ataupun ada masalah selalu dikomunikasikan dengan keluarga,
sehingga tidak ada kesalahpahaman.
2) Struktur kekuatan keluarga
Didalam aktivitas sehari-hari keluarga saling perhatian dan merasakan bahwa
mengatasi masalah menjadi tanggung jawab keluarga, dan keputusan yang diambil
atas kesepakatan bersama. Ny. J mengatakan Tn. S menjalankan keputusan dengan
baik dan mempunyai tanggung jawab.
3) Struktur peran ( formal dan informal )
Tn. S sebagai kepala rumah tangga berperan mencari nafkah untuk keluarga, Ny. J
sebagai Istri berperan menjadi Ibu rumah tangga dan membantu mencari nafkah
dengan berjualan dipasar, An. I sebagai Anak dari Tn. S dan Ny. J berperan sebagai
pelajar yang sedang menempuh pendidikan kelas 6 SD, dan An. A sebagai anak
terakhir dari Tn. S dan Ny. J masih berumur 3 tahun.
4) Nilai-nilai keluarga
Sebagai bagian dari masyarakat jawa dan beragama islam keluarga Tn. S memiliki
nilai-nilai dan norma yang dianut seperti sopan santun terhadap suami, istri dan orang
tua serta sayang kepada anaknya.
e. Fungsi Keluarga
1) Fungsi afektif
Keluarga Tn. S memahami keadaan penyakit yang diderita oleh anggota keluarganya.
Semua saling menyayangi, menghormati dan saling menghargai seperti antara suami
dan istri, serta anak-anaknya.
2) Fungsi sosialisasi
Keluarga bersosialisasi dengan baik dengan tetangga dan masyarakat sekitar. An I
selalu berkumpul dan bermain dengan teman-temannya setiap pulang sekolah.
3) Fungsi perawatan kesehatan
a) Mengenal masalah kesehatan
An. I tidak pernah mengalami penyakit yang serius, tetapi dari pemeriksaan
terdapat gigi berlubang dan karies gigi, Ny. J mengatakan anaknya susah disuruh
untuk sikat gigi, sikat gigi hanya dilakukan sekali sehari. An. A pernah mengalami
kejang demam sebanyak 3 kali, terakhir An. A mengalami kejang demam yaitu 2
bulan yang lalu. Tn. S memiliki kebiasaan yang kurang sehat yaitu setiap harinya
menghabiskan rokok lebih dari satu bungkus, Tn. S juga sering mengeluh batuk.
Sementara Ny. J selam beberapa bulan terkhir sering mengeluh sakit gigi, sakit
gigi timbul ketika udara dingin.
b) Mengambil keputusan
Dalam mengambil suatu keputusan keluarga Tn. S selalu meminta kesepakatan
dari anggota keluarga baik istri maupun anak. Setelah mendapat persetujuan dari
istri dan anak maka Tn. S langsung memutuskan. Ny. J mengatakan jika anaknya
mengeluh sakit Ny. J membelikan obat di warung tetapi jika tidak kunjung
sembuh keluarga baru membawanya ke Puskesmas.
c) Merawat anggota keluarga
Ny. J mengatakan jika dalam anggota keluarganya ada yang sakit maka anggota
keluarga yang lain akan merawatnya sampai sakitnya membaik. Keluarga hanya
mengetahui cara merawat An. I dengan cara menyuruh An.I menggosok gigi
dengan teratur agar karies giginya tidak bertambah dan tidak mengeluh sakit gigi
seperti Ny. J.
d) Memelihara lingkungan
Lingkungan rumah Ny. J kurang bersih karena terdapat barang dagangan yang
lumayan berserakan, dan Anak keduanya yang sedang aktif bermain sehingga
rumah mudah berantakan kembali.
e) Memanfaatkan fasilitas kesehatan
Keluarga Tn.S kurang memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan baik, apabila ada
anggota keluarga yang sakit biasanya di belikan obat di warung, kalau sakitnya
sudah parah baru di bawa ke fasilitas kesehatan.
4) Fungsi reproduksi
Keluarga Tn. S mempunyai 2 orang anak, dan dilahirkan secara normal semua. Ny. J
mengatakan dirinya menggunakan jenis kontrasepsi suntik. Selama melahirkan mulai
anak pertama sampai anak terakhir tidak mengalami gangguan berarti dan persalinan
dilakukan dipuskesmas.
5) Fungsi ekonomi
Tn. S bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang didapat ≤Rp 1.200.000 dan
penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sandang, papan, pangan dan biaya
pendidikan anaknya, pengeluaran satu bulan biasanya lebih dari pemasukan, hal yang
biasa keluarga Tn. S lakukan untuk memenuhi kebutuhan yang kurang adalah dengan
menjual hasil pertanian, seperti sayur dan buah.
Pemeriksaan
No Tn. S Ny. J An. I An. A
Fisik
1. Kepala Bentuk messosepal, tidak Bentuk messosepal, tidak Bentuk messosepal, tidak Bentuk messosepal, tidak
terdapat lesi/jejas terdapat lesi/jejas terdapat lesi/jejas terdapat lesi/jejas
2. Mata Bentuk simetris, pupil Bentuk simetris, pupil Bentuk simetris, pupil Bentuk simetris, pupil
anisokor, sklera anikterik, anisokor, sklera anikterik, anisokor, sklera anikterik, anisokor, sklera anikterik,
konjungtiva ananemis konjungtiva ananemis konjungtiva ananemis konjungtiva ananemis
3. Hidung Bentuk simetris, tidak Bentuk simetris, tidak Bentuk simetris, tidak Bentuk simetris, tidak
terdapat polip terdapat polip terdapat polip terdapat polip
4. Telinga Bentuk simetris, tidak Bentuk simetris, tidak Bentuk simetris, tidak Bentuk simetris, tidak
terdapat serumen terdapat serumen terdapat serumen terdapat serumen
5. Mulut Mulut tampak bersih, tidak Mulut tampak kurang Mulut tampak kurang Mulut tampak bersih, tidak
ada stomatitis, gigi masih bersih, tidak ada bersih, tidak ada stomatitis ada stomatitis, sudah
utuh, tidak terdapat karies stomatitis, gigi ada yang Mukosa bibir lembab, tumbuh gigi, kemampuan
gigi, kemampuan berlubang, terdapat karies terdapat karies gigi dan mengecap dan menghisap :
mengecap dan menghisap : gigi, kemampuan gigi berlubang. normal.
normal mengecap dan menghisap : Kemampuan mengecap
normal dan menghisap normal.
6. Leher Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran Tidak ada pembesaran
kelenjar thyroid, tidak ada kelenjar thyroid, tidak ada kelenjar thyroid, tidak ada kelenjar thyroid, tidak ada
gangguan menelan gangguan menelan gangguan menelan gangguan menelan
7. Dada - Paru-paru - Paru-paru - Paru-paru - Paru-paru
Inspeksi: tidak terjadi Inspeksi: tidak terjadi Inspeksi: tidak terjadi Inspeksi: tidak terjadi
retraksi dinding dada, retraksi dinding dada, retraksi dinding dada, retraksi dinding dada,
Palpasi: tidak ada massa Palpasi: tidak ada massa Palpasi: tidak ada massa Palpasi: tidak ada massa
Perkusi: resonant Perkusi: resonant Perkusi: resonant Perkusi: resonant
Auskultasi: bunyi dasar Auskultasi: bunyi dasar Auskultasi: bunyi dasar Auskultasi: bunyi dasar
inspirasi naik dan inspirasi naik dan inspirasi naik dan inspirasi naik dan
ekspirasi turun. ekspirasi turun. ekspirasi turun. ekspirasi turun.
- Jantung - Jantung - Jantung - Jantung
Inspeksi: tidak terdapat Inspeksi: tidak terdapat Inspeksi: tidak terdapat Inspeksi: tidak terdapat
jejas jejas jejas jejas
Palpasi: tidak ada Palpasi: tidak ada Palpasi: tidak ada Palpasi: tidak ada
pembesaran jantung pembesaran jantung pembesaran jantung pembesaran jantung
Auskultasi: bunyi jantung Auskultasi: bunyi jantung Auskultasi: bunyi jantung Auskultasi: bunyi jantung
S1 S2 Lup Dub normal S1 S2 Lup Dub normal S1 S2 Lup Dub normal S1 S2 Lup Dub normal
8. Abdomen Inspeksi: tidak ada acites, Inspeksi: tidak ada acites, Inspeksi: tidak ada acites, Inspeksi: tidak ada acites,
tidak ada bekas luka, tidak tidak ada bekas luka, tidak tidak ada bekas luka, tidak tidak ada bekas luka, tidak
teraba adanya massa teraba adanya massa teraba adanya massa teraba adanya massa
Auskultasi: bising usus 11 Auskultasi: bising usus 12 Auskultasi: bising usus 12 Auskultasi: bising usus 10
kali/menit kali/menit kali/menit kali/menit
Perkusi: bunyi perut Perkusi: bunyi perut Perkusi: bunyi perut Perkusi: bunyi perut
terdengar timpani. terdengar timpani. terdengar timpani. terdengar timpani.
Palpasi: tidak terdapat Palpasi: tidak terdapat Palpasi: tidak terdapat Palpasi: tidak terdapat
nyeri tekan dan juga nyeri nyeri tekan dan juga nyeri nyeri tekan dan juga nyeri nyeri tekan dan juga nyeri
lepas. lepas. lepas. lepas.
9. Ekstremitas Tidak ada oedema, Tidak ada oedema, Tidak ada oedema, Tidak ada oedema,
kekuatan otot kekuatan otot kekuatan otot kekuatan otot
5 5 5 5 5 5 5 5
5 5 5 5 5 5 5 5
, tidak terdapat refleks , tidak terdapat refleks , tidak terdapat refleks , tidak terdapat refleks
patologis pada ekstremitas patologis pada ekstremitas patologis pada ekstremitas patologis pada ekstremitas
atas dan bawah atas dan bawah atas dan bawah atas dan bawah
9. Tanda-tanda TD: 120/80 mmHg TD: 100/60 mmHg TD : 110/70 mmHg TD : -
vital N : 85x/mnt N: 82x/mnt N: 92x/m N: 98x/m
S : 36,30C S : 36,50C S : 36.70C S : 36.60C
R : 22x/mnt R : 20x/mnt R : 22x/m R : 24x/m
BB:- kg BB: - kg
TB:- cm TB: - cm
h. Harapan Keluarga
Harapan keluarga terhadap petugas kesehatan adalah bisa membantu mengatasi masalah kesehatan dan dapat memberikan
informas. Harapan keluarga terdapat masalah yang dihadapi adalah agar masalah dapat segera teratasi dan terselesaikan.
II. Analisa Data
[Link] KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
2. Perilaku kesehatan cenderung berisiko
3. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
IV. RENCANA KEPERAWATAN
0
Jumlah 4 1/3
Aktual 3
2. Kemungkinan masalah dapat Masalah Tn. S dapat sebagian dirubah dengan cara
dirubah memberikan penyuluhan/ penkes .
Mudah 2 2 0/2 x 2 = 0 Pada kasus Tn. S keluarga menyatakan bahwa
Sebagian 1 pentingnya hidup sehat, dan ingin agar Tn. S berhenti
3. Potensial masalah untuk Masalah yang terjadi pada Tn. S dapat dicegah dengan
dicegah 3 1 1/3 x 1 = mengonsumsi permen maupun buah-buahan yang segar
Tinggi 2 1/3 agar mengurangi hasrat ingin merokok.
Cukup 1
Rendah
4. Menonjolnya masalah Ny, J mengatakan agar Tn S dapat mengurangi
Masalah berat harus 2 1 1/2 x 1 = merokok.
segera ditangani ½
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak dirasa 0
Jumlah 1½
Aktual 3
Rendah
4. Menonjolnya masalah Ny. J mengatakan ingi mengetahui cara agar
Masalah berat harus 2 1 1/2 x 1 = anaknya tidak mengalami kejang lagi dikemudian
segera ditangani ½ hari.
Ada masalah tapi tidak 1
perlu ditangani
Masalah tidak dirasa 0
Jumlah 3½
V. PRIORITAS MASALAH
1. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
2. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
3. Perilaku kesehatan cenderung berisiko
VI. RENCANA KEPERAWATAN
TUK 1:
Setelah dilakukan Level 2 Level 2
3 kali kunjungan Kelas S : pengetahuan Kelas S : Penkes
rumah keluarga kesehatan Intervensi yang memfasilitasi
Ny. J mampu Hasil yang menggambarkan keluarga untuk belajar
mengenal pemahaman keluarga dalam
masalah pemanfaatan informasi untuk
kesehatan gigi meningkatkan, mempertahankan,
dan perbaikan kesehatan.
Level 3 Level 3
Hasil : 5250 Dukungan Membuat
1606: Berpartisipasi dalam keputusan
memutuskan perawatan kesehatan.
Level 2, Kelas R : keyakinan
kesehatan.
Hasil yang menggambarkan ide
dan persepsi keluarga yang
mempengaruhi perilaku sehat.
Level 3, Hasil :
1700 keyakinan kesehatan
Hasil :
1603 perilaku mencari
pelayanan kesehatan
dapat membantu
Level 2
meningkatkan Level 2
Kelas U:
koping keluarga Kelas T:
Kesehatan dan kualitas hidup
untuk Kontrol dan keamanan
Hasil yang menggambarkan status
beradaptasi
kesehatan dan berhubungan dengan
merawat anggota Level 3:
kehidupan.
keluarga yang Intervensi
sakit Level 3 : 6480 manajemen lingkungan
Hasil :
1910 lingkungan rumah yang
sehat
2009 status kenyamanan
lingkungan
5. Keluarga mampu
TUK 5: memanfaatkan fasilitas 5. Keluarga mampu memanfatkan
pelayanan kesehatan fasilitas pelayanan kesehatan
Setelah dilakukan
3 kali kunjungan
Level 1: Domain VI: Sistem kesehatan
keluarga,
Domain IV: pengetahuan dan Intervensi untuk mendukung
diharapkan
perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan
keluarga Ny. J
Hasil yang menggambarkan sikap Level 2
dapat
komprehensif dan tindakan yang Kelas B: Management informal
memanfaatkan
mendukung kesehatan Intervensi untuk memfasilitasi
fasilitas kesehatan
komunikasi tentang pelayanan
untuk membantu
Level 2: kesehatan
meningkatkan
Kelas Q: Perilaku Sehat Level 3
koping
Hasil yang menggambarkan Intervensi :
mekanisme
tindakan individu untuk 7910 konsultasi
keluarga dalam
meningkatkan dan memulihkan
merawat anggota kesehatan. 8100 rujukan
keluarganya Hasil :
1603 perilaku mencari
pelayanan kesehatan
Hari,
No Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Paraf
tanggal
1 Selasa, 12 Domain 1 : Promosi
Keluarga mampu mengenal, Keluarga mampu mengenal,
Juli 2016 Kesehatan
memberikan keputusan dan memberikan keputusan dan
Kelas 2 : Manajemen
merawat merawat
Kesehatan :
Ketidak efektifan
- Memberikan penyuluhan S :
pemeliharaan
tentang kesehatan gigi dan Keluarga Ny. J
kesehatan (00099)
mulut dan oral hygiene mengatakan sudah
mengerti kesehatan gigi
- Memotifasi keluarga untuk
dan mulut serta bagai
memotivasi melakukan
mana cara melakukan
perwatan gigi dan melakukan
perawatan dan pencegahan
pemeriksaan gigi setiap 3
kerusakan gigi dan cara
bulan sekali sikat gigi yang benar.
- Menjelakan kepada keluarga Keluarga juga menjadi
bahaya apa bila tidak segera tahu bagaimana
memeriksakan gigi yang mengurangi nyeri dengan
sakit ke dokter karna berkumur air garam.
berlubang O :
- Mendiskusikan bersama Keluarga Ny. J mampu
keluarga tentang cara menjelaskan dan
menggosok gigi yang benar mendemonstrasikan
dan bagaimana penerapanya kembali tentang
- Menjelaskan cara kesehatan/kebersihan gigi
nonfarmakologi untuk dan mulut dan cara
mengurangi nyeri jika mengurangi nyeri dengan
mengalami sakit gigi dengan berkumur air garam.
menggunakan air garam A :
Masalah Teratasi sebagian.
“ Keluarga Ny S
mengetahui bagai mana
merawat
kesehatan/kebersihan gigi
dan mulut dan mereka akan
lebih menjaga keehatan
gigi dan mulut mereka dan
akan memeriksakan ke
dokter bila ada keluhan”
P :
Tanyakan ulang tentang
bagaimana menjaga
kesehatan gigi dan mulut
dan bagaimana jika itu
tidak dilakukan dan
bagaiman cara perawatan
dan pecegahan kerusakan
pada gigi
Kularga mampu
Kularga mampu memodifikasi
memodifikasi S:
- Mendiskusikan bersama Keluarga Ibu. K mengatakan
- Mendiskusikan bersama S :
keluarga tentang bagaimana
Keluarga Ny. J mengatakan
memberi anak makanan
sudah mengerti tentang hal
bergizi dan menjaga
hal yang dapat di lakukan
kebersihan makanan agar
untuk menjaga kesehatan
anak terhindar dari segala
anaknya dengan memberikan
jenis penyakit.
makanan yang bergizi.
O:
Keluarga N. J tampak paham
saat dijelaskan.
A:
kesehatan kesehatan
- Mendiskusikan bersama S :
keluarga untuk Keluarga Ny. J mengatakan
- Mendiskusikan bersama S :
keluarga tentang cara
mengurangi merokok Keluarga Tn. S mengatakan
sedikit demi sedikit dan sudah mengerti tentang cara
mengurangi merokok sedikit
hal yang harus di lakukan demi sedikit dan hal yang
ketika keinginan harus dilakukan ketika
merokok itu muncul keinginan merokok itu
muncul.
O:
Keluarga Tn. S mampu
mengjelaskan tentang cara
penanganan yang sudah
dijelaskan.
A:
Masalah Teratasi sebagian.
Tn.S akan mempraktekan
bagaimana cara menahan
keinginan merokok yang
sudah diajarkan dan Ny.J
akan selalu menginatkan
Tn.S untuk mengurangi
kebiasaan merokoknya
P:
Tanyakan ulang tentang cara
mengurangi keinginan untuk
merokok.
Kularga mampu
Kularga mampu memodifikasi
memodifikasi
- Mendiskusikan bersama S :
keluarga tentang berbagai Keluarga Tn. S mengatakan
hal yang mampu sudah mengerti tentang hal
mengurangi kebiasaan hal yang dapat di lakukan
merokok di dalam rumah. untuk mengurangi kebiasaan
merokok di rumah.
O:
Keluarga Tn. S tampak
paham saat dijelaskan.
A:
P:
Observasi ulang tentang
penataan barang-barang yang
ada di lingkungan rumah di
kunjungan berikutnya.
Memanfaatkan fasilitas
kesehatan Memanfaatkan fasilitas
kesehatan
- Mendiskusikan bersama S :
keluarga untuk Keluarga Tn.S mengatakan
memeriksakan sudah mengerti untuk
kesehatannya memanfaatkan pelayanan
kepelayanan kesehatan kesehatan yang ada disekitar
yang ada seperti dokter, bukan membeli obat
purkesmas dan pelayanan diwarung jika batuk berat.
kesehatan lainnya. O:
Keluarga Tn. S tampak
paham saat dijelaskan.
A:
Masalah Teratasi sebagian.
“Tn. S akan memeriksakan
ke puskesmas jika batuk
berdahak berkelanjutan”
P:
kaji ulang tentang
pemanfaatan pelayanan
kesehatan saat sakit di
kunjungan berikutnya.