100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
395 tayangan29 halaman

Proposal Proyek Smart Home Sederhana

Proposal proyek smart home ini bertujuan untuk membuat rumah pintar sederhana yang dapat mengontrol beberapa perangkat secara otomatis menggunakan sensor, seperti pintu yang terbuka otomatis menggunakan sensor jarak, lampu yang menyesuaikan intensitas cahayanya secara otomatis menggunakan sensor cahaya, serta keamanan rumah yang terjaga dengan adanya detektor asap."

Diunggah oleh

Rio Baginda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
395 tayangan29 halaman

Proposal Proyek Smart Home Sederhana

Proposal proyek smart home ini bertujuan untuk membuat rumah pintar sederhana yang dapat mengontrol beberapa perangkat secara otomatis menggunakan sensor, seperti pintu yang terbuka otomatis menggunakan sensor jarak, lampu yang menyesuaikan intensitas cahayanya secara otomatis menggunakan sensor cahaya, serta keamanan rumah yang terjaga dengan adanya detektor asap."

Diunggah oleh

Rio Baginda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Proposal

PROYEK SMART HOME

Disusun oleh:
Rio Baginda Pasaribu
Kelompok 2

SMK Negeri 5 Batam


Teknik Kelistrikan Kapal
Kepulauan Riau
T.A. 2022/2023
LEMBARAN PENGESAHAN
PROYEK SMARTHOME

Laporan PROJECT SMART HOME ini di susun untuk memenuhi salah satu
tugas mata pelajaran di teknik kelistrikan kapal.

Meyetujui, Batam,15 maret 2023


Guru Pembimbing. Siswa

Abdul Rahman Harahap [Link] Rio Baginda pasaribu

Kakomli

Rusmanto, S.T., [Link]., Gr.

i
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah meng
anugerahkan banyak nikmat sehingga kami dapat menyusun laporan Project Sma
rt Home ini dengan baik. Laporan ini berisi yaitu untuk melaporkan segala sesuatu
yang kami dalam Project Smart Home.

Dalam pelaksanaan tugas smart home dan pembuatan laporan tugas smart home
ini, tidak jarang saya menemui berbagai macam kesulitan dan [Link] pe
nyusunan laporan ini, kami menyadari bahwa hasil laporan praktikum ini masih ja
uh dari kata sempurna.

Sehingga saya selaku penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang memb
angun dari pembaca sekalian. Akhir kata Semoga laporan praktikum ini dapat me
mberikan manfaat untuk kelompok kami khususnya, dan masyarakat Indonesia u
mumnya.

Penulis

Rio Baginda

ii
DAFTAR ISI

LEMBARAN PENGESAHAN PROJECK SMRTHOME..............................i


KATA PENGANTAR......................................................................................ii
DAFTAR ISI....................................................................................................iii
ABSTRAK BAB I PENDAHULU...................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG............................................................................4
1.2 TUJUAN.................................................................................................4
1.3 MANFAAT.............................................................................................5
BAB II KAJIAN TEORI..................................................................................6
2.1 PENGERTIAN SMARHOME..............................................................6
2.3 Cara Smart Home System Bekerja.........................................................6
2.4 Kelebihan dan Kekurangan Smart Home....................................................7
2..5 Nama komponen...................................................................................
BAB III METODOLOGI.................................................................................................12
3.1 .Desain gambar.................................................................................................12
3.2 Gambar rangkaian..................................................................................18
[Link] BIAYA...........................................................................24
BAB IV HASIL................................................................................................
Kesimpulan.......................................................................................................
Saran.................................................................................................................
Daftar pustaka...................................................................................................

iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Arduino uno……………………………………………...................
Gambar 2.2 LDR……………………………………………………...................
Gambar 2.3 PIR……………………………………………………….................
Gambar 2.4 Sensor Hujan………………………………………………………...
Gambar 3.1 Denah Rumah…………………………………………....................
Gambar 3.2 Tampak Depan………………………………………………………
Gambar 3.3 Tampak Kanan………………………………………......................
Gambar 3.4 Tampak Belakang…………………………………………………...
Gambar 3.5 Tampak Kiri…………………………………………………………
Gambar 3.6 Rangkain Smart Home………………………………………………
Gambar 3.7 Proses Pembuatan…………………………………………………...
Gambar 3.8 Proses Pembuatan……………………………………………………
Gambar 3.9 Proses Pembuatan…………………………………………………...
Gambar 3.10 Proses Pembuatan……………………………………………….....

iv
BAB I
PENDAHULUAN

[Link] BELAKANG
Teknologi sistem rumah pintar dinilai sebagai teknologi untuk
menyongsong era baru dengan berbagai kecanggihan baru yang sebelumnya
belum pernah ada di dalam sebuah konsep hunian. Smart home system atau sistem
rumah pintar secara sederhana dapat diartikan sebagai bangunan rumah yang
dilengkapi teknologi canggih, sehingga seluruh perangkat dan sistem tersebut
dapat saling terhubung. Artinya, sebagai pemilik rumah Anda dapat
mengendalikan perangkat. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin m
odern,kita tidak hanya dapat menemukan smartphone namun juga dapat menemuk
an smarthome. Sebuah rumah pintar atau lebih dikenal dengan istilah smart home
adalah sebuah tempat tinggal atau kediaman yang menghubungkan jaringan kom
unikasi dengan peralatan listrik untuk dimungkinkan dikontrol, dimonitor atau dia
kses dari jarak jauh. Pada pengembangan sistem smart home, masukan sebagai per
intah untuk unit kontrol smart home didasarkan pada sensor sehingga dihasilkan si
stem otomasi dalam pengendalian peralatan rumah dengan kontrol yang sangat ke
cil. Untuk itu dilakukan penelitian untuk mendukung unit control smart home yan
g merupakan penerapan konsep mengunakan sensor jarak (ultasonic) pada pintu a
gar dapat tebuka otomatis, sensor cahaya (LDR) mengatur cahaya lampu secara ot
omatis dan mengontrol jendela untuk terbuka dan tertutup,dan fire detected seba
gairumah yang bekerja untuk membuka pintu secara otomatis pada saat rumah me
ndeteksi api/asap.

[Link]
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman tentang maanfaat sebuah smarthome.
2. Menjadi acuan dasar pembuatan smarthome sederhana.
3. Menciptakan media trainer pembelajaran smarthome.

1
[Link]
Adapun manfaat yang diperoleh dalam penulisan tugas project ini, diantaranya :
1. Menghemat pemakaian listrik akibat lupa mematikan perlatan listrik karen
a semua sudah terkontrol secara otomatis
2. Memudahkan pekerjaan pengguna smart home seperti perawatan tumbuha
n di taman secara otomatis, dan penerangan otomatis.
3. Membantu memberi keamanan rumah dari kebakaran, kebocoran gas, penc
urian, dll

2
BAB II
KAJIAN TEORI
[Link]
Smart home atau rumah pintar merupakan tempat tinggal berbasis teknolo
gi sehingga semua peralatan rumah dapat diatur dan dijabarkan pada satu tempat s
ehingga dapat dikendalikan jarak jauh maupun dekat. Smart home dilengkapi den
gan sistem pengelolaan rumah dengan teknologi yang canggih sehingga berbagai
peralatan listrik hingga elektronik dapat dikontrol dengan bantuan internet. Smart
home system inilah yang akan memberikan kemudahan dan kenyaman bagi pengg
unanya. 

[Link] Kerja Smart Home System 


Perangkat  smart home system  terhubung satu sama lain dan dapat diakses
melalui satu titik pusat yaitu  smartphone , tablet, laptop, atau konsol  game . Kun
ci pintu, televisi, termostat, CCTV, kamera, lampu, dan bahkan peralatan seperti k
ulkas dapat dikontrol melalui 1 sistem otomatisasi rumah yaitu  sistem rumah pint
ar. Sistem rumah pintar diinstal pada perangkat seluler atau perangkat jaringan lai
nnya. Pengguna dapat membuat jadwal dan waktu agar perubahan tertentu diterap
kan, sehingga sistem lebih  up to date. Sistem rumah pintar  dilengkapi dengan  ke
cerdasan buatan sehingga mereka dapat mempelajari jadwal pemilik rumah dan m
elakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.
Salah satu yang banyak diterapkan pemilik  smart home system  adalah de
ngan kontrol pencahayaan. Ini memungkinkan pemilik rumah  mengurangi pengg
unaan listrik  dan mendapat manfaat dari penghematan biaya terkait energi. Beber
apa  sistem rumah pintar  mendeteksi pemilik rumah jika ada gerakan yang terdete
ksi di dalam rumah saat para penghuninya pergi. Sementara sistem lainnya dapat
menghubungi pihak yang berwenang seperti polisi atau pemadam kebakaran, jika
ada situasi yang akan segera terjadi. Setelah terhubung, layanan seperti bel pintu,
sistem keamanan, dan peralatan  smart home system  lainnya akan menjadi bagian
dari teknologi  Internet of things (IoT) atau jaringan objek fisik yang dapat mengu
mpulkan dan menyebarkan informasi elektronik. 

3
C. Kelebihan dan Kekurangan Smart Home
Menggunakan smart home tentu memiliki kelebihan yang tidak didapatkan
pada rumah pada umumnya. Beberapa kelebihan yang bisa dirasakan adalah meni
kmati kenyamanan tingkat tinggi, lebih efisien dalam beraktifitas, hemat energi , d
an mempermudah dalam mengatur perlengkapan rumah tangga yang berteknologi
tinggi. Selain itu, smart home ternyata memiliki kekurangan. Beberapa di antarany
a adalah biaya pemasangannyayang terbilang cukup mahal dikarenakan membutu
hkan sistem nirkabel, jaringan listrik yang tidak stabil, dan semakin banyak pereta
s mahir yang dapat mengambil alih pengaturan smart home .
Daripada mengontrol peralatan, termostat, lighting, dan fitur lainnya meng
gunakan perangkat yang berbeda, pemilik rumah dengan smart home system  dapa
t mengontrol semuanya menggunakan satu perangkat yang biasanya menggunaka
n  smartphone  atau tablet. Karena  sistem smart home  terhubung ke perangkat por
tabel, pengguna bisa mendapatkan pemberitahuan dan pembaruan tentang masalah
di rumah mereka.
Misalnya, bel pintu pintar   memungkinkan pemilik rumah untuk melihat d
an berkomunikasi dengan orang-orang yang datang ke rumah mereka bahkan saat
mereka tidak ada di rumah. Dengan  smart home system , pemilik rumah dapat me
ngatur dan mengontrol suhu internal, pencahayaan, dan juga peralatan lainnya. Me
nggunakan smart home merupakan pilihan sehingga Anda dapat mempertimbangk
an baik buruknya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Bagi Anda yang
berminat, kini sudah banyak sistem yang telah disediakan oleh berbagai macam pe
rusahaan sehingga Anda hanya menyiapkan alat elektronik pintar dan juga koneks
i internet sehingga menerapkan smart home tidak serumit dan sesulit yang dibaya
ngkan. Oleh karena itu, rumah pintardapat diaplikasikan pada setiap rumah dan ju
ga oleh siapa saja.

C. Nama Komponen

1. Arduino

4
Arduino adalah platform perangkat keras terbuka dan bersifat modular yang
digunakan untuk membangun berbagai jenis proyek elektronik dan sistem
otomasi. Arduino dirancang dengan menggunakan mikrokontroler dan
menyediakan berbagai jenis input dan output, termasuk port digital, port
analog, dan berbagai jenis komunikasi seperti USB, SPI, dan I2C.
Arduino dilengkapi dengan perangkat lunak pemrograman gratis yang mudah
digunakan, yang memungkinkan pengguna untuk membuat program untuk
mengendalikan berbagai fungsi pada perangkat keras Arduino. Arduino sering
digunakan dalam proyek-proyek DIY seperti robotika, kendali suhu, dan alat-
alat pengukur lainnya.

Gambar 2.1 Arduino uno

2. Sensor Light Dependent Resistor


LDR (Light Dependent Resistor) merupakan salah satu komponen resistor yang ni
lai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengen
ai sensor ini. LDR juga dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Perlu diketahui ba
hwa nilai resistansi dari sensor ini sangat bergantung pada intensitas cahaya. Sema
kin banyak cahaya yang mengenainya, maka akan semakin menurun nilai resistan
sinya. Sebaliknya jika semakin sedikit cahaya yang mengenai sensor (gelap), mak
a nilai hambatannya akan menjadi semakin besar sehingga arus listrik yang menga
lir akan terhambat.

5
Gambar 2.2 LDR
Umumnya Sensor LDR memiliki nilai hambatan 200 Kilo Ohm pada saat dalam k
ondisi sedikit cahaya (gelap), dan akan menurun menjadi 500 Ohm pada kondisi t
erkena banyak cahaya. Tak heran jika komponen elektronika peka cahaya ini bany
ak diimplementasikan sebagai sensor lampu penerang jalan, lampu kamar tidur,ala
rm dan lain-lain

[Link] Infra Red (PIR)


Sensor PIR atau disebut juga dengan Passive Infra Red merupakan sensor yang di
gunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah dari suatu object. S
esuai dengan namanya sensor PIR bersifat pasif, yang berarti sensor ini tidak mem
ancarkan sinar infra merah melainkan hanya dapat menerima radiasi sinar infra m
erah dari luar. Sensor PIR dapat mendeteksi radiasi dari berbagai objek dan karena
semua objek memancarkan energi radiasi, sebagai contoh ketika terdeteksi sebuah
gerakan dari sumber infra merah dengan suhu tertentu yaitu manusia.

Gambar 2.3 PIR

4. Sensor Hujan
Sensor hujan adalah salah satu jenis sensor yang peka terhadap air hujan. Cara
kerjadari sensor air hujan adalah ketika sensor terkena air hujan maka jalur port
dan dan jalur ground terhubung sehingga tidak ada tegangan karena port langsung
terhubung langsung dengan ground. (Suleman, 2013). Sensor hujan berfungsi
untuk memberikan nilai masukan pada tingkat elektrolisasi air hujan, dimana
panel sensor hujan akan tersentuh oleh air hujanyang turun.

6
Gambar 2.4 Sensor Hujan

[Link] gas
Sensor gas merupakan perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi adanya konsen
trasi gas pada suatu tempat. Berdasarkan konsentrasi gas, sensor ini akan menghas
ilkan beda potensial yang sesuai dengan cara mengubah resistansi material di dala
m sensor sehingga bisa diukur sebagai tegangan keluaran. Berdasarkan besarnya n
ilai tegangan keluaran ini bisa diperkirakan berapa konsentrasi gas yang ada.
Jenis gas yang bisa di deteksi oleh sensor tergantung dari bahan pembuat se
nsor yang ada di dalamnya. Pada umumnya, sensor gas berbentuk sebuah modul d
engan komparator untuk membandingkan nilai tegangan. Pembanding ini bisa diat
ur untuk menentukan nilai ambang pada konsentrasi gas tertentu. Saat terjadi kons
entrasi suatu gas melebihi ambang batas, keluaran digital akan menjadi tinggi. Sel
ain itu, bisa juga menggunakan pin analog untuk mengukur konsentrasi gas.

Gambar 2.4 Sensor gas

[Link] Brearboard

7
Pengertian Breadboard adalah papan rangkaian yang digunakan sementara hanya
untuk membuat percobaan (prototype) rangkaian elektronika, sebelum rangkaian t
ersebut dicetak pada papan rangkaian tercetak (PCB).Breadboard ada yang menye
but project board dan ada juga protoboard semuanya sama saja. Breadboard banya
k dipakai sebagai papan rangkaian elektronika yang mendukung proyek mikroken
dali seperti Arduino. Menggunakan standar pin yang sama, maka titik tancap brea
dboard sangat presisi dipakai untuk membenamkan rangkaian Arduino dan periph
eralnya.

Gambar 2.5 Papan BreaerBoad

7. Kabel Jumper
Kabel jumper merupakan kabel elektrik yang mempunyai pin konektor di setiap uj
ungnya dan memungkinkan untuk menghubungkan dua komponen yang melibatk
an Arduino tanpa memerlukan solder. Intinya, kegunaan kabel jumper ini digunak
an sebagai konduktor listrik untuk menyambungkan rangkaian listrik. Kabel jump
er biasanya digunakan pada breadboard atau alat prototyping lainnya supaya lebih
mudah untuk mengutak-atik rangkaian. Konektor yang terdapat pada ujung kabel t
erdiri dari konektor jantan (male connector) dan konektor betina 7 (female connec
tor). Konektor female berfungsi untuk menusuk dan konektor male berfungsi untu
k ditusuk. cabel jumper bekerja untuk menghantarkan arus listrik dari satu kompo
nen ke komponen lainnya yang dihubungkan. Hal ini terjadi karena di ujung dan d
i dalam kabel terdapat konduktor listrik kecil yang memang fungsinya untuk men
ghantarkan listrik.

8
Gambar 2.6 Kabel Jumper

BAB III
METODOLOGI

A. DESAIN GAMBAR

9
Perancangan dan desain sistem diperlukan untuk memudahkan dalam pembuatan
prototype. Dalam perancangannya, terdapat komponen-komponen yang dibutuhka
n untuk prototype smart home . Berikut Gambar 3.1 adalah desain dari smart hom
e sistem.

Gambar 3.1 Denah rumah

10
Gambar 3.2 Tampak depan

Gambar 3.3 Tampak Kanan

11
Gambar 3.4 Tampak belakang

Gambar 3.5 Tampak Kiri

12
Gambar 3.6 Rangkaian Smart Home
Untuk menjalankan rangkaian diatas arduino diberkan suatu syntax dalam bahasa
C+ sebegai berikut.
//sensor gass
int V_GasSen =0;
int V_TempSens =0;

//sensor lampu ldr


const int ledPin = 10;
const int ldrPin = A2;

//sensor pintu otomatis

#include <Servo.h>
#define MAX_DISTANCE 500
Servo servo;

int echoPin = 2;
int triggerPin = 3;
int servoPin = 4;

13
int RedPin = 5;
int GreenPin = 6;
float time, jarak;

//Lampu Sensor Gerak


//#include <LiquidCrystal.h>

int bulb = 8;
// Memili
h pin indikator lampu
int inputPir = 13; // Memilih input PIR Sensor
int val = 0; // Variabel pembaca status pir
int hasilSensorLDR; // Variabe
l untuk sensor LDR int sensorLDR = ; // memili
h pin input untuk LDR

void setup()
{
pinMode(A0,INPUT);
pinMode(7,OUTPUT);
pinMode(4,OUTPUT);
pinMode(11,OUTPUT);
pinMode(2,OUTPUT);
pinMode(12,OUTPUT);

[Link](9600);
pinMode(ledPin, OUTPUT);
pinMode(ldrPin, INPUT);

//pintu otomatis
pinMode(triggerPin, OUTPUT);

14
pinMode(echoPin, INPUT);
pinMode(GreenPin, OUTPUT);
pinMode(RedPin, OUTPUT);
[Link](servoPin);

//Lampu Sensor Gerak


pinMode(bulb, OUTPUT); // jadikan
lampu sebagai Output
pinMode(inputPir, INPUT); // jadikan Sensor PIR sebagai Input
// jadik
an LDR sebagai Input
[Link](9600);
// Serial
Monitor
//[Link](16, 2);
//[Link](hasilSensorLDR);
}

void loop()
{
//Smoke Alarm
V_GasSen = analogRead(A0);
if (V_GasSen >=100){
tone(7,523,1000);// play tone60 (C5 = 523Hz)
digitalWrite(11,HIGH);
digitalWrite(12,HIGH);
}

//Smoke Alarm
V_GasSen = analogRead(A0);
if (V_GasSen < 100){

15
digitalWrite(11,LOW);
digitalWrite(12,LOW);

//sensor lampu ldr

int ldrStatus = analogRead(ldrPin);

if (ldrStatus <=100) {

digitalWrite(ledPin, HIGH);

}
else {

digitalWrite(ledPin, LOW);

digitalWrite(triggerPin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(triggerPin, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(triggerPin, LOW);

time = pulseIn(echoPin, HIGH);


jarak = (time*0.034)/2;
[Link](jarak);

16
[Link]("cm");

if (jarak <= 200)


{
digitalWrite(RedPin, LOW);
digitalWrite(GreenPin, HIGH);
[Link](90);
delay(5000);
}
else
{
digitalWrite(RedPin, HIGH);
digitalWrite(GreenPin, LOW);
[Link](0);
}
delay(450);

//Lampu Sensor Gerak

val = digitalRead(inputPir);

if (hasilSensorLDR<600){
// Jika has
il LDR kurang dari 600 (Kurang Cahaya)
if (val =
= HIGH) {
digitalWr
ite(bulb, HIGH);
delay(1
000);
// Durasi
menyalanya lampu 5000 milisekon

17
}
else {
digitalWrite(bulb, LOW);
delay(300);
}
}
else{ digitalWrite(bulb,LOW); // Jika tid
ak, Matikan Relay/lampu
[Link](hasilSensorLDR); // Print ha
sil LDR ke Serial Monitor
delay(500);

// Delay 5
00 milisekon
}
}

RANCANGAN ANGARAN BIAYA :

18
1.

ULTRA SONIC
NO NAMA BARANG JUMLAH BARANG HARGA BARANG
1 Ultrasonik sensor 1 Rp.15.000.00
2 Buzzer 1 Rp.5.000.00
3 Resistor 1 Rp.1.000.00
4 Led 1 Rp.1.000.00
Total : Rp.22.000.00

2.

GERBANG
OTOMATIS
NO NAMA BARANG JUMLAH BARANG HARGA BARANG
1 Ultrasonik sensor 1 Rp.15.000.00
2 Motor servo biru 1 Rp.26.000.00
3 Resistor 2 Rp.2.000.00
4 LED 2 Rp.2.000.00
Total : Rp. 45.000.00

3.
RAINDROP
NO NAM BARANG JUMLAH BARANG HARGA BARANG
1 Sensor air 1 Rp.15.000.00
2 Led 1 Rp.1.000.00
Total ; Rp.16.000.00

19
4.
RUNING TEKS
NO NAMA JUMLAH HARAGA

BARANG BARANG BARANG


1 Led 16x2 1 Rp.30.000.00
2 Resistor 1 RPp.1.000.00
Total : Rp.31.000.00

5.

PEMADAM OTOMATIS
NO NAMA JUMLAH HARAGA

BARANG BARANG BARANG


1 Gas sensor 1 Rp.20.000.00
2 Buzzer 1 Rp.5.000.00
3 Led 1 Rp.1.000.00
4 Resistor 2 Rp.2.000.00
Total : Rp.28.000.00

Berad Board 4 = Rp.40.000.00


Kabel pelangi yang di perlukan 2m=Rp.30.000.00 Jadi total keseluruhan nya
adalah = Rp. 218.000.00

Harga teriplek 4mm 70x100 membutuhkan 2 loyer dengan harga Rp.80.000.00,


karena sudah ada di sekolah maka tidak ada tambahan dana lagi

20
Tahap Awal pengerjaan pembangunan sampai masuknya progra
m.

Gambar 3.7 dibawah merupakan tahap awal pembuatan dinding-dinding dan kerangka-
kerangka seperti pintu, atap, jendela, teras dan buka tutup atap.

Gambar 3.8 dibawah merupakan siswa saling bekerja sama dalam pengerjaan program
smart home

21
Gambar 3.9 dibawah merupakan dimana siswa membuat proses pengerjaan instalasi
listrik pada SMARTHOME

Gambar 3.10 dibawah merupakan telah masuknya program instalasi pada


SMARTHOME menggunakan system sensor penerangan

22
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan
Semua komponen peralatan eletroknik dalam projek SMARTHOM ini akan
dikendalikan oleh arduino uno, PIR Sensor, MQ 2, Ultrasonik, Buzzer, LDR,
LCD Display, Motor Servo, dan [Link] SMARTHOME ini bertujuan
untuk memudahkan pegguna elektronika, menghemat biaya listrik, dn tentu saja
memberikan kenyamanan .

Saran
saya harap dengan adanya proposal ini pembaca akan lebih mudah membacanya
dan serta memberikan saran dan kritik untuk proposal ini.

23
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
(Diakses pada tanggal 15 maret 2023)

[Link]
[Link]
(Diakses pada tanggal 15 maret 2023)

[Link]
(Diakses pada tanggal 15 maret 2023)

[Link]
Sensor_hujan___Rain___Raindrops_Detector.jpg
(Diakses pada tanggal 15 maret 2023)

[Link]
[Link]
(Diakses pada tanggal 15 maret 2023)

24

Anda mungkin juga menyukai