0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan10 halaman

Program Literasi SDN Wonosalam 2020/2021

Program Kegiatan Literasi SDN Wonosalam I tahun pelajaran 2020/2021 bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada siswa melalui kegiatan literasi seperti membaca buku sebelum pelajaran dimulai secara harian, mingguan, dan bulanan serta memberikan penghargaan untuk siswa yang banyak membaca dan menulis.

Diunggah oleh

bayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan10 halaman

Program Literasi SDN Wonosalam 2020/2021

Program Kegiatan Literasi SDN Wonosalam I tahun pelajaran 2020/2021 bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada siswa melalui kegiatan literasi seperti membaca buku sebelum pelajaran dimulai secara harian, mingguan, dan bulanan serta memberikan penghargaan untuk siswa yang banyak membaca dan menulis.

Diunggah oleh

bayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KEGIATAN LITERASI

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

SDN wonosalam I
KEC. WONOSALAM, KAB. JOMBANG
2020
PENGESAHAN
PROGRAM LITERASI SDN WONOSALAM I
TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Program literasi SDN WONOSALAM 1 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang tahun


pelajaran 2020/2021 ini telah diperiksa, disetujui serta disahkan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas
SD.

Jombang, 20 Januari 2020


Menyetujui :

Pengawas SD Kepala SDN WONOSALAMI

DEDI KASIONO, M. Pd WATI,AH , [Link]


NIP. 196705182000121003 NIP. 196207131983032017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehidhirat Allah AWT yang telah memberikan rahmat hidayah-
Nya, sehingga PROGRAM KEGIATAN LITERASI SD Negeri WONOSALAM1 Kecamatan
Wonosalam Tahun Pelajaran 2020/2021 dapat terselesaikan tanpa halangan yang berarti.
Tujuan penyusunan Rencana Kerja Sekolah ini adalh sebagai acuan dalam rangka pelaksanaan
literasi dan membiasakan budaya membaca bagi siswa.
Dapat dipahami bahwa keberhasilan pelaksanaan program ini sepenuhnya tergantung dari
kepala sekolah,guru, siswa, orang tua/wali murid dan masyarakat di Sumberjo dimana SD Negeri
WONOSALAM 1 berada.
Penyusun menyadari penuh bahwa apa yang tersaji dalam program ini masih banyak
kekurangan-kekurangannya seperti kata pepatah ”Tiada gading yang tak retak” Oleh karena itu,
kritik dan saran dari pembaca selalu diharapkan demi kesempurnaan buku ini.
Akhir kata, penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
mewujudkan program ini, khususnya kepada stakeholder yang terlibat dan Pengawas Tk/SD yang
telah membantu sekolah kami dalam hal pelatihan, bimbingan, pembinaan, dan pengarahan
sepanjang penyusunannya ini berlangsung. Semoga Allah SWT membalas budi baik kita semua,
Amin.

Wonosalam, 20 Januari 2020


Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua proses
belajar didasarkan pada kemampuan membaca (Glenn Doman). Dengan kemampuan membaca yang
membudaya dalam diri setiap anak, maka tingkat keberhasilan di sekolah maupun dalam kehidupan
di masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang lebih baik

Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita tidak


kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai akibat lemahnya
minat dan kemampuan membaca dan menulis. Membaca dan menulis belum menjadi kebutuhan
hidup dan belum menjadi budaya bangsa. Jumlah perpustakaan dan buku buku jauh dari mencukupi
kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan permasalahan budaya membaca belum
dianggap sebagai critical problem, sementara banyak masalah lain yang dianggap lebih mendesak.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2013
meluncurkan sebuah gerakan literasi sekolah untuk menumbuhkan sikap budi pekerti luhur kepada
anak-anak melalui bahasa. Sederhananya, setiap anak di sekolah dasar diwajibkan membaca buku-
buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki kearifan lokal dalam materi bacaannya
sebelum pelajaran kelas dimulai.

Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Ia juga
mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna
praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. (UNESCO,
2003)

Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab proses
pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas secara intelektual, tapi juga
cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu kekeliruan besar dalam sistem pendidikan
kita adalah sangat mengedepankan kecerdasan intelektual, namun mengenyampingkan pelajaran
yang mengandung nilai-nilai moral. Tak heran jika saat ini banyak orang pintar, berpendidikan
tinggi, tapi tak tahu sopan-santun, tak punya sikap tenggang rasa, tak punya empati, dan
semacamnya. Padahal dari buku-buku cerita rakyat misalnya, banyak digambarkan ucap dan laku
nenek moyang kita yang begitu luhur.

Anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar merupakan usia emas sehingga penting
menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur kepada mereka. Gerakan literasi adalah salah satu cara
untuk menanamkan budi pekerti luhur tersebut. Guru memiliki peran penting dalam merangsang
siswa untuk belajar, sehingga dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus menggunakan
pendekatan yang komprehensif serta progresif agar bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan
memicu mereka untuk berpikir kritis. Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan
pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan
kemampuan literasi dan potensi siswa seutuhnya. Dalam pengembangan pembelajaran, guru juga
harus mampu memilih dan memanfaatkan bahan ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca
buku-buku yang berkualitas, karena membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang
memungkinkan siswa untuk kreatif dan berdaya cipta.

Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di sekolah, orang
tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama mendukung mewujudkan
gerakan literasi.

Pada dasarnya litersi terdiri atas

a. Liretasi dasar yang Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung


b. Literasi Perpustakaan yang Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi
yang ada di perpustakaan
c. Literasi Tekhnologi yang Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan
literasi
d. Literasi Media yang Menggunakan media sebagai media kampanye literasi. Media terbagi
menjadi media online seperti pembuatan blog yang akan me-link ke website Gorontalo
Meliterasi, facebook dan twitter. Sementara media cetak bisa dilakukan dengan bekerjasama
dengan koran agar menyediakan kolom khusus untuk bagi karya anak, seperti puisi, karangan
bebas, cerita bergambar, dsb. Atau bekerja sama dengan stasiun TV dan radio untuk
menyiarkan dan mengampanyekan gerakan literasi
e. Literasi Visual yang merupaskan Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks
visual

B. Tujuan

Program Aksi dari Gerakan Literasi Sekolah adalah :


 1.  Menawarkan, mengajak atau menunjuk sekolah atau masyarakat sekolah (siswa, guru,
manajemen sekolah, kepala sekolah dan komite) agar dapat melaksanakan kegiatan
gerakan literasi  sekolah yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
 2.  Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala sekolah, komite atau
orang tua siswa tentang apa dan bagaimana  gerakan literasi  sekolah;
 3.  Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
mendapatkan buku bacaan bagi sekolah minimal 3 kali jumlah siswa di sekolah, setiap
kelas di dorong untuk memiliki sudut baca (reading corner), melalui kerjasama dengan
komite sekolah dan wali murid;
 4.  Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah
mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna membiasakan siswa, guru,
manajeman sekolah dan kepala sekolah untuk membaca di sekolah maupun di rumah;
 5.  One Child Book, merupakan Kegiatan Yang Dirancang Untuk Meningkatkan Jumlah Dan
Jenis Buku Bacaan Di Sekolah, Agar Setiap Siswa Paling Sedikit Memiliki 1 Buku Untuk
Di Baca Di Sekolah/Kelas Maupun Di Rumah, Diharapkan Orang Tua Membelikan
Minimal 1 Buku Untuk Satu Semester  Atau 1 Buku Satu Tahun, Yang Kemudian
Disumbangkan Untuk Perpustakaan Sekolah;
 6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengejar target/jumlah
tertentu terhadap buku yang dibaca baik tingkat sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat
provinsi;
 7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penghargaan
membaca bagi siswa terbanyak membaca buku baik bersakala tingkat masing masing
sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar meransang siswa
agar terus membaca;
 8. Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap sekolah
melatih/mendidik siswa untuk menulis, dengan pemberian tugas  untuk menulis kembali
buku yang telah dibaca dalam bentuk resume buku atau resensi buku;
 9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan penghargaan
kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik bersakala tingkat masing
masing sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan agar meransang
siswa untuk bisa menulis;
 10. Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara khusus dalam
upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan kemampuan menulis siswa sesuai
dengan sasaran dan harapan yang diinginkan.

C. Sasaran
Sasaran kegiatan literasi di SDN WONOSALAM I adalah seluruh siswa dari kelas 1
sampai kelas 6 dengan penyesuaian sesuai dengan kemampiuan siswa
BAB II
PROGRAM LITERASI
A. Pelaksanaan

Tekhnis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan, Per Semester/enam bulanan) Sekolah:

1. HARIAN

a. Membaca buku-buku non pelajaran sebelum pelajaran dimulai di kelas masing-


masing
b. Menyediakan Pojok Literasi di Perpustakaan, dan sudut baca di tiap kelas
c. Menjadwalkan kegiatan literasi (membaca, menulis, mendongeng, bermain drama,
menggambar, kerajinan tangan, dst) bagi setiap kelas di Pojok LIterasi
d. Membuat Majalah Dinding di perpus sekolah sebagai media apresiasi karya anak
e. Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang mengandung nilai-nilai
budi pekerti luhur
f. Mengarahkan hukuman siswa (yang bolos, tawuran, tdk mengerjakan tugas, dll)
dengan menyumbang buku anak untuk sekolah
g. Membuat form observasi untuk menilai kemajuan anak dalam hal literasi

2. MINGGUAN

a. Mengadakan quis atau perlombaan kegiatan literasi (lomba membaca, mendongeng,


berpuisi, drama cerita rakyat, menari, dst) yang menyenangkan
b. Meminta dan memotivasi anak untuk berkunjung ke Perpustakaan Taman yang
merupakan kegiatan mingguan Perpustakaan
c. Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarang, pusi, gambar,
dll) untuk dimuat di media massa
d. Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di akhir
pecan

3. BULANAN

a. Mengadakan kegiatan kunjungan ke pusat-pusat Literasi (Gramedia, museum, rumah


adat, tokoh masyarakat, dinas Pariwisata, dst)
b. Mengadakan festival literasi keluarga (misal: lomba membaca atau bermain drama
antara orang tua dan anak)

4.  PER SEMESTER / ENAM BULAN


a. Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam bidang literasi
(reading award dan writing award)
b. Mendorong orang tua siswa untuk menjadi penyumbang buku anak di akhir semester

B. Strategi Pelaksanaan

1. kepala sekolah melakukan sosialisasi pada guru dan petugas perpustakaan

2. penataan buku bacaan di perpustakaan dan di sudut baca tiap kelas

3. guru melakukan sosialisasi pada siswa

 C. Monitoring dan Evaluasi

a.   Perpustakaan kepada sekolah

b.  Sekolah kepada murid


BAB III
PENUTUP

A.     Simpulan

1. literasi dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa.


2. literasi dilaksanakan dengan cara harian , mingguan dan bulanan
3. Kegiatan literasi melibatkan responden Guru, Siswa, orang tua dan juga Komite Sekolah.

B.     Rekomendasi
Hasil litersi bagi siswa pada akhir taun pelajaran 2020/2021 ini diharapkan adanya kerja sama
seluruh stake holder untuk:
a. Saling meningkatkan kemampuan literasi siswa.
b. Literasi jangan dianggap sebagai kegiatan yang membenani bagi siswa dan guru
      
.

Anda mungkin juga menyukai