0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan47 halaman

Definisi dan Satuan Flow Rate

Pengukuran aliran fluida (gas atau cairan) disebut flow rate. Flow rate didefinisikan sebagai volume, massa, atau berat fluida yang melewati suatu titik per satuan waktu. Pengukuran akurat flow rate penting untuk aplikasi industri dan transfer kepemilikan. Metode pengukuran tergantung pada jenis konduktor (pipa atau saluran) dan akurasi yang dibutuhkan. Prinsip kontinuitas menyatakan bahwa flow rate volume tetap sama di se

Diunggah oleh

Bung Ehm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan47 halaman

Definisi dan Satuan Flow Rate

Pengukuran aliran fluida (gas atau cairan) disebut flow rate. Flow rate didefinisikan sebagai volume, massa, atau berat fluida yang melewati suatu titik per satuan waktu. Pengukuran akurat flow rate penting untuk aplikasi industri dan transfer kepemilikan. Metode pengukuran tergantung pada jenis konduktor (pipa atau saluran) dan akurasi yang dibutuhkan. Prinsip kontinuitas menyatakan bahwa flow rate volume tetap sama di se

Diunggah oleh

Bung Ehm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

FLOW MEASUREMENT

Gerak atau gerakan suatu zat dari suatu tempat ke tempat yang lain disebut
sebagai flow dan flow rate didefinisikan sebagi jumlah nyata zat (volume, masa
dan berat) yang lewat pada suatu titik per satuan waktu.
Dalam beberapa hal, pengukuran flowrate diperlukan hanya memberikan indikasi
perubahan dari suatu titik waktu ke titik waktu yang lain dan pengukuran flow tidak
harus presisi.
Dengan kata lain flow rate diukur karena ada perubahan yang dimiliki (custody
transfer) yang biasanya juga mengakibatkan berubahnya uang terhadap produk
tesebut. Dalam hal tersebut pengukuran flow harus seakurat mungkin dan perlu
adanya regulasi terntentu.
Akurasi dan tipe pengukuran flow diperlukan untuk menentukan tipe flow meter
yang digunakan.

Ketika zat fluida (gas atau cairan), gerakannya disebut aliran fluida. Aliran fluida
adalah pengukuran fundamental yang dilakukan untuk kehidupan sehari-hari pada
aplikasi-aplikasi industri.
Sebagai contoh :
 Aliran air kerumah-rumah
 Aliran gasoline ke mobil dan truk
 Aliran gas alam pad saluran-saluran pipa
 Aliran outlet dari water treatment plant.

Diskusi dalam modul ini akan difokuskan pada aliran fluida yang menggunakan
‘konduktor’ (sama dengan listrik) untuk mentransfer dari satu titik ke titik yang lain.
Konduktor biasanya adalah konduktor yang tertutup, seperti pipa atau duct
(sistem yang digunakan udara). Konduktor yang tertutup berisi dengan fluida. Ada
banyak tipe alat ukur pada konduktor tertutup. Konduktor terbuka dan tidak penuh,
seperti kanal, dan lain-lain disebut sebagai konduktor kanal terbuka.
2

Aliran fluida adalah pengukuran fundamental yang dilakukan untuk kehidupan


sehari-hari pada aplikasi-aplikasi industri.
Sebagai contoh :
 Aliran air kerumah-rumah
 Aliran gasoline ke mobil dan truk
 Aliran gas alam pad saluran-saluran pipa
 Aliran outlet dari water treatment plant.

Flow rate didefinisikan sebagi jumlah nyata zat (volume, masa dan berat) yang
lewat pada suatu titik per satuan waktu.
Dalam beberapa hal, pengukuran flowrate diperlukan hanya memberikan indikasi
perubahan dari suatu titik waktu ke titik waktu yang lain dan pengukuran flow tidak
harus presisi.

Dengan kata lain flow rate diukur karena ada perubahan yang dimiliki (custody
transfer) yang biasanya juga mengakibatkan berubahnya uang terhadap produk
tesebut. Dalam hal tersebut pengukuran flow harus seakurat mungkin dan perlu
adanya regulasi terntentu.
Akurasi dan tipe pengukuran flow diperlukan untuk menentukan tipe flow meter
yang digunakan.

Diskusi dalam modul ini akan difokuskan pada aliran fluida yang menggunakan
‘konduktor’ (sama dengan listrik) untuk mentransfer dari satu titik ke titik yang lain.
Konduktor biasanya adalah konduktor yang tertutup, seperti pipa atau duct
(sistem yang digunakan udara). Konduktor yang tertutup berisi dengan fluida. Ada
banyak tipe alat ukur pada konduktor tertutup. Konduktor terbuka dan tidak penuh,
seperti kanal, dan lain-lain disebut sebagai konduktor kanal terbuka.

Definisi dan Satuan


Flow rate Volune
Kebanyakan fluida mengalir didalam sebuah pipa. Pipa berbentuk silinder seperti
Pada Gambar 1. Volume silinder ini diberikan dengan persamaan:
3

V =  r2 l or  d2 l/4

di mana: V - volume pipa


r - radius atau jari-jari pipa
d - diameter pipa
l - panjang pipa

Gambar 1.

Karena  r2 (atau  d2/4) adalah luas lintang silinder (pipa), maka volumenya
dapat dihitung dengan

V = A x l (Persamaan 1.)
di mana : V - volume silinder
A – luas lintang pipa
l - panjang pipa

Velositi didefinisikan sebagai jarak (atau panjang) per satuan waktu, atau kalau
dengan rumus

v = l/t
di mana : v - velositi
l - panjang
t - waktu
4

Dengan persamaan ini di dapat


l=vxt (persamaan 2.)

Flow rate, seperti didefinisikan sebelumnya, adalah jumlah nyata (volume, masa,
atau berat) fluida per satuan waktu. Flow rate Volume (Q) adalah volume fluida
per satuan waktu atau:
Q = V/t (persamaan 3.)
di mana : Q - flow rate volume
V - volume
t - waktu

Persamaan 2 disubtitusikan ke Persamaan 1


V=Avt (Persamaan 4.)
Jika Persamaan 4 disubtitusikan Persamaan 3, kemudian:
Q=Av
di mana : Q - flow rate volume
A – luas lintang pipa
v – velositi rata-rata flow dalam pipa
Q = A v kadang-kadang disebut persamaan flow fundamental.
Luas lintang pipa dapat dalam satuan imperial (inch kuadrat, feet kuadrat) atau
dalam satuan SI (mm2, cm2, atau m2).
Velositi juga dapat diukur dengan satuan imperial (ft/min, in/sec) atau dalam
satuan SI (biasanya m/s).
Dari persamaan flow fundamental dan analisa satuan, flow rate volume (Q) dapat
diukur dalam satuan imperial sebagai cubic feet per minute (ft3/min) atau dalam
satuan volume traditional seperti US gallons per minute (US gal/minatau
USGPM). Dalam satuan SI, satuan flow rate volume adalah cubic meter per
second (m3/s) atau litre per menit (L/min)

Flow rate Masa


Densiti () didefinisikan sebagai masa (m) per satuan volume (V) atau:
 = m/V
5

atau
m = V

Flow rate masa (M), masa per satuan waktu, kemudian dapat didefinisikan
sebagai
M = m/t atau V/t

atau
M = Q

Flow rate Masa dapat dalam bentuk satuan imperial (pound masa/ min {lbm./min},
pound masa/hour {lbm./hr)) atau dalam satuan IS (kg/s).

Flow rate Berat


Force atau gaya didefinisikan sebagai masa kali percepatan (F=ma). Berat
adalah gaya pada sebuah obyek (masa) yang disebabkan oleh percepatan
grafitasi bumi. Satuan berat pada siatem imperial ialah pounds force (lbf) atau
dalam system SI, Newton (N).

Specific weightatau berat spesifik () didefinisikan sebagai berat (w) suatu zat per
satuan volume (V) atau:
 = w/V
atau
w = V

Flow rate berat (W) atau berat per satuan waktu didefinisikan sebagi
W = w/t
W = V/t
atau
W = Q
6

Satuan flow rate berat dalamsistem imperial adalah pounds force per minute
(lbf/min) atau dalam sistem SI Newtons per second (N/s).

Faktor Konversi Flow Rate


Kadang-kadang perlu mengkonversi berbagai flow rate. Faktor-faktor konversi
flow rate adalah sebagai berikut:
1.0 L/min = 16.67 x 10-6 m3/s
1.0 m3/s = 60 000 L/min
1.0 USGPM = 3.785 L/min
1.0 USGPM = 6.309 x 10-5 m3/s
1.0 ft3/s = 449 USGPM

Persamaan Kontinyuitas
Seperti pipa pada Gambar 2. Asumsi bahwa fluida mengalir dari P1 ke P2 dengan
kecepatan konstan. Karena sistemnya tertutup diantara dua point tersebut maka
tidak ada fluida yang dapat masuk atau keluar kecuali yang melewati inlet dan
outlet pipa tersebut. Selanjutnya prinsip kekekalan energi dimana masa tidak
dapat diciptakan dan dihancurkan, oleh karena itu flowrate masa pada P1 sama
dengan flow rate masa pada P2 atau
M1 = M2
karena
M=Q=Av
maka
1 A1 v1 = 2 A2 v2

Jika densiti () fluida tidak berubah diantara dua titik tersebut, maka 1 = 2 dan
akan hilang pada persamaan tersebut diatas.
Persamaan ini disebut persamaan kontinyuitas
A1 v1 = A2 v2
dimana : A1 – luas lintang pipa pada P1
A2 – luas lintang pipa pada P2
v1 – kecepatan rata-rata fluida pada P1
v2 – kecepatan rata-rata fluida pada P2
7

atau dengan kata lain jika densitinya tidak berubah maka flowrate volume pada P1
adalah sama dengan flow rate volume pada P2 (Q1 = Q2).

Gambar 2.

Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa ukuran pipa naik dari P1 menjadi P2.

Apa yang terjadi dengan velositi didalam pipa diantara dua titik tesebut? Apakah
sama, naik atau menurun. Jika kita melihat persamaan kontinyuitas adalah sama
tetapi karena luas lintang pipa menaik, maka velositi seharusnya menurun.

A1 v1 = A2 v2

CATATAN: Hubungan antara diameter pipa dengan velositi fluida adalah


hubungan

non-linier karena luas pipa adalah fungsi kuadrat dari jari-jari atau

diameter (A = r2 = d2/4).

Persamaan kontinyuitas dari flow dalam sistem tertutup adalah:

 Bila ukuran pipa naik (luas lintang lebih besar) maka velositi fluida menurun

 Bila ukuran pipa turun (luas lintang lebih besar) maka velositi fluida menaik

Contoh 1.
Diameter pipa sebelah dalam pada P1 adalah 100 mm dan pada P2 adalah 150
mm. Air pada 70oC mengalir pada P1 dengan kecepatan rata-rata 9 m/s.
Hitung hal-hal berikut:
8

a) velositi pada P2
b) Q
c) W
d) M

CATATAN: Luas lingkaran adalah D2/4 dimana D adalah diameter


Pada suhu 70oC specific weight air 9.59 kN/m3
Pada suhu 70oC densiti air adalah 978 kg/m3

Penyelesaian:
a. Velosciti pada P2 dihitung dengan menggunakan persamaan kontinyuitas

A1v1  A2v2

A 
v2  v1  1 
A2 
D 2

A1  1

4
  (100 mm)2

4

 7854 mm
2

1m 1m
 7854 mm  
2

1000 mm 1000 m

A 1  0.007854 m2

  (0.150 m) 2
A2 
4

 0.01767 m2
9

Velositi pada seksi 2 adalah:

9.0 m 0.007854 m 2
v2  
s 0.01767 m 2

v 2  4.00m m / s (Ans.)

Pada saat ukuran pipa naik sebesar 1.5 kali (dari 100 mm menjadi 150 mm),
velositi flow menurun (dari 9 m/s menjadi 4 m/s); hubungan non-linier.

b. Flow rate volume (Q) dihitung menggunakan persamaan fundamental flow.

Pada lokasi 1
Q = A1v1

Q  0.007854 m2  9.0 m / s

Q  0.0707 m3 / s (Ans.)

Prinsip kontinyuitas menunjukkan bahwa kedua kondisi pipa harus sama.


Oleh karena itu pada lokasi 2:

Q  A2 v 2

 0.01767 m2  4.00 m / s

Q  0.0707 m3 / s (Ans.)

c. Flow rate berat (W) adalah:


10

W  Q

 9.59 kN / m 4  0.0707 m 3 / s

W  0.678 kN / s (Ans.)

d. Flow rate Masa (M) adalah:

M  Q

 978 kg / m3  0.0707 m 3 / s

 69.15 kg / s (Ans.)

Persamaan Bernoulli

Hukum kekekalan energi menetapkan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan
atau dihancurkan tetapi dapat dirubah menjadi bentuk lain. Bentuk energi tersebut
meliputi energi kimia, listrik, mekanik, nuklir dan lain-lain. Ketika menganalisa flow
didalam pipa, maka energi mekanik saling berhubungan antara yang satu dengan
yang lain.

 energi potensial
 energi kinetik
 energi flow (pressure)

Energi Potensial

Energi potensial (gaya kali jarak) adalah energi yang disebabkan oleh posisi,
ketinggian (kadang-kadang disebut elevasi) dengan respek terhadap titik
referensi. Meskipun banyak persamaan yang berbeda untuk menunjukkan
hubungan ini namun buku mekanika fluida menggunakan persamaan
11

PE = w z

dimana : w - berat (force) benda atau elemen fluida (N, lbf)


z - elevasi (m, ft)

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang menyebabkan gerakan atau velositi.


Kebanyakan velositi suatu obyek mempunyai energi kinetik lebih besar. Energi
kinetik dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
KE = m v2/2

From physics, weight (w) atau force atau gaya sama dengan masa kali konstanta
gravitasi (g)

w=mg atau m = w/g

Persamaan gabungan

KE = wv2/2g

dimana : KE - energi kinetik


m - masa (kg, lbm)
v - velositi (m/s, ft/s)
g - percepatan gravitasi
w- berat

Energi Flow

Energi flow disebut energi tekanan. Untuk menaikkan tekanan (sebagai contoh
dengan mereduksi volume) gas atau cairan maka perlu energi yang biasanya
disuplai oleh komproseor atau pompa. Energi flow dapat dinyatakan sebagai :
12

FE = p V

namun specific weight () adalah fungsi berat (w) dn volume (V)

V = w/
maka
FE = pw/
dimana : FE - energi flow
p - pressure (Pa or N/m2, psi)
V - volume (m3, ft3)
 - specific weight (N/m3, lbf/ft3)
w - berat (N, lbf)

Kekekalan Energi
Karena energi mempunyai banyak bentuk , maka energi total fluida pada suatu
titik didalam pipa harus sama dengan jumlah semua energi fluida pada satu titik
tersebut. Oleh karena itu ketika menganalisa aliran fluida, energi total pada suatu
titik dalam fluida adalah:

Etotal = PE + KE + FE

Etotal = wz + wv2/2g + wp/

Didalam pipa yang ideal (dimana tidak ada energi yang hilang yang disebabkan
oleh kondisi eksternal, sebagai contoh panas yang hilang), maka ketika kita
menggunakan hukum kekekalan energi , jumlah total energi pada fluida pada
satu titik didalam pipa harus sama dengan jumlah total energi pada titik yang lain.

Etotal at P1 = Etotal at P2

atau
13

wz1 + wv12/2g + wp1/ = wz2 + wv22/2g + wp2/

dank karena berat fluida ‘w’ ada pada semua persamaan maka ’w’ bisa
dihilangkan sehingga persamaan menjadi

z1 + v12/2g + p1/ = z2 + v22/2g + p2/

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Bernoulli dan merupakan prinsip


fundamental bila kita bekerja dengan fluida.

Yang perlu dicatat ialah setiap istilah rumus pada persamaan Bernoulli bila
dianalisa dengan satuan SI (lebih sederhana dibanding dengan satuan imperial)
maka istilah tersebut mempunyai satuan yang sama.

z  m

v2/2g  (m/s)2/(m/s2) = m

p/  (N/m2)/(N/m3) = m

Setiap istilah pada persamaan Bernoulli dapat disederhanakan menjadi satuan


ketinggian. Dalam mekanika fluida satuan tersebut disebut dengan ‘head’. Agar
lebih spesifik maka,
z  head elevasi

v2/2g  head velositi

p/  head tekanan

Implikasi

Meskipun perhitungan dapat dilakukan menggunakan persamaan Bernoulli,


namun persamaan ini tidak dibahas secara khusus pada modul ini. Namun yang
14

terpenting ialah pemahaman implikasi atau pengaruh persamaan, oleh karena itu
persamaan Bernolli dipandang secara umum.

Persamaan Bernoulli dipilih menggunakan dua titik pada sistem tertutup. Setiap
titik kemudian dijelaskan dengan parameter-parameter yang ada pada point
tersebut. Sebagai contoh, apa yang terjadi bila terdapat perubahan elevasi pada
titik-titik tersebut? Jika pipanya horizontal (lihat Gambar 3), kemudian term ’z’
(jarak dari titik referensi) sama pada setiap sisi persamaan dan akhirnya
dihilangkan. Persamaan Bernoulli menjadi:

v12/2g + p1/ =v22/2g + p2/

Gambar 3.

Jika tekanan diantara dua titik dalam pipa horizontal tidak berubah maka p1 = p2.
Karena specific weight fluida adalah sama pada setiap titik pipa maka persamaan
dapat disederhanakan menjadi:

v12/2g=v22/2g

kemudian 2g juga dihilangkan dan akhirnya,


v12=v22
15

Bagaimana hal ini mungkin velositi bisa sama? Bentuk energi pada persamaan
Bernoulli menetapkan :

PE1 + KE1 + FE1 = PE2 + KE2 + FE2

Dalam contoh ini ditetapkan bahwa pipanya adalah horizontal oleh karena itu PE1
harus sama dengan PE2. Hal ini terlihat juga bahwa tekanannya sama; maka FE1
harus sama dengan FE2. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa velositi
fluida pada kedua titik harus sama sebagai akibat ukuran pipanya pada kedua titik
tersebut sama.

Keterbatasan Persamaan Bernoulli


Persamaan Bernoulli secara matematika menggambarkan hubungan anatara
tekanan, elevasi dan velositi ketika fluida mengalir didalam pipa. Ketika
menggunakan persamaan Bernoulli diasumsikan bahwa:

 Persamaan berdasarkan energi total yang konstan, oleh karena itu alat
mekanik seperti pompa, kipas angin, motor, valve dan lain-lain tidak dapat
memakai atau membuang energi ke atau dari fluida.
 Persamaan tidak memperhitungkan adanya energi panas tambahan atau
energi panas yang hilang, dan juga adanya gesekan-gesekan.
 Persamaan hanya valid untuk fluida yang incompressible, karena
diasumsikan specific weight fluida adalah sama pada kedua posisi pipa.

Meskipun keterbatasan tersebut membatasi aplikasi persamaan Bernoulli; namun


persamaan tersebut memberikan pemahaman hubungan umum antara tekanan,
velositi dan elevasi pada fluida yang mengalir.

Sifat Alamiah Flow

Persamaan Bernoulli diasumsikan tidak ada energi yang hilang didalam fluida dari
satu titik ke titik yang lain. Namun dalam prakteknya, selalu ada energi yang
16

hilang. Karakteristik flow apakah laminer, transisi atau turbulen adalah salah satu
faktor yang menentukan hilangnya energi.

Aliran Laminer
Pelan, alirannya bergerak secara teratur itu disebut aliran laminer. Air atau sungai
terbuka dan lebar bergerak pelan dan terlihat secara visual adalah aliran laminer.
Aliran laminer didalam pipa dapat dianggap seperti lapisan konsentrik atau yang
memusat (lihat Gambar 4) bergerak dengan arah garis lurus disepanjang panjang
pipa.

Gambar 4 a dan 4 b.
17

Dalam sistem aliran laminer, fluida cenderung saling melekat antara dirinya
(lapisan konsentrik) dan melekat ke permukaan dinding pipa. Gaya pekat tersebut
cukup besar sehingga mempunyai pengaruh aliran menjadi melambat terutama
yang dekat dengan dinding pipa sedang lapisan yang berada ditengah pipa
cenderung bergerak lebih cepat. Hal ini mengakibatkan profil velositi mempunyai
bentuk parabola (Gambar 5). Seperti yang dapat dilihat figur velositi tergantung
posisinya didalam pipa. Hal ini mempengaruhi pengukuran flow rate pada
beberapa flow meter karena mereka mengukur velositi didalam pipa dengan
asumsi nilai rata-ratanya.

Gambar 5.

Aliran Turbulen
Aliran turbulen terlihat random-hampir rusak (lihat Gambar 6 a), seperti aliran uap
yang bergerak cepat yang melewati batu atau seperti air kran yang dibuka penuh.
Dalam aliran turbulen, gaya inersial (gaya yang cenderung menahan gerakan
fluida dan menahan arah lurus) lebih besar dibanding gaya viscous. Hal ini
menghasilkan profil velositi yang ’datar’ (lihat Gambar 6 b). Kenyataannya pada
aliran yang lebih turbulen, maka profil menjadi lebih datar. Akibatnya pengukuran
velositi didalam pipa lebih menggambarkan velositi aliran ’rata-rata’ karena
kebanyakan fluida yang berada di dalam pipa berjalan dengan kecepatan yang
sama.

Transisi
18

Profil velositi aliran transisi (transisi antara laminer dan turbulen) dapat sangat
tidak stabil dan sulit untuk diprediksi. Aliran menunjukkan kedua sifat laminer dan
turbulen. Sifat fluida yang mengalir, terutama dengan melihat energi yang hilang,
kebanyakan tergantung atas apakah alirannya laminer, transisi atau turbulen.
Kemampuan meramal dan menganalisa aliran yang melewati sistem (dalam hal ini
pipa) maka aliran dengan sifat transisi adalah dihindari.

Bilangan Reynold
Tidak mungkin melihat disebelah dalam pipa untuk menentukan apakah alirannya
laminer atau turbulen. Apalagi untuk mendesain dengan tujuan menghindari aliran

Gambar
yang bersifat transisi. Dari percobaan 6 (a) danbahwa
menunjukkan (b) sifat aliran yang ada

didalam pipa adalah fungsi empat variabel. Hal tersebut adalah :

 densiti fluida() kg/m3, lbm/ft3


 viscositi dinamis fluida () Ns/m2 or kg/(ms), lbfs/ft2 or cP
 diameter pipe (D) m, in
 velositi average (v) m/s, ft/s
19

Tuan Reynold menunjukkan bahwa aliran itu laminar atau turbulen dapat
diprediksi jika besarnya bilangan Reynold (NR) (yang tidak mempunyai satuan)
diketahui.

NR = inertia forces/viscous forces

Bila gaya insersia lebih besar (atau gaya viscous lebih kecil) maka bilangan
Reynoldnya akan besar. Bila bilangan Reynoldnya besar berarti alirannya
turbulen.

Bilangan Reynold dapat dihitung dengan menggunakan empat variabel yang


dapat menerangkan karakteristik aliran didalam pipa:

NR = (v D )/

Bila menggunakan satuan SI, maka NR tidak bersatuan

NR = m/s x m x kg/m3 x (ms)/kg

Satuan imperial lebih sulit karena satuannya bervariasi. Namun persamaan


umumnya masih bisa dipakai selama satuan-satuannya dan faktor-faktor konversi
yang digunakan benar. Sebagai contoh,

NR = (3160 x Qusgpm x SG)/ (cP x D) untuk cairan

NR = (379 x Qacfm x )/(cP x D) untuk gas

di mana : SG - specific gravity (tidak bersatuan)


D - diameter pipe (inches)
 - densiti (lbm/ft3)
20

 - viscositi dinamis (centipoise)

Penggunaan Bilangan Reynold


Perhitungan bilangan Reynold adalah metode yang digunakan untuk meramalkan
sifat aliran didalam pipa. Jika NR lebih kecil dari 2000 maka flow disebut aliran
laminar. Jika NR lebih besar dari 4000 maka flow dikatakan turbulen. Sebuah
aliran dengan bilangan Reynold berada diantara nilai tersebut disebut aliran
transisi dan perlu dihindari.
Dengan menggunakan bilangan Reynold, para teknolog dan engineer dapat
menentukan sifat aliran dan dapat merubah flow rate atau diameter pipa sehingga
karakteristik aliran tidak transisi lagi atau pada daerah kritis.

Contoh 2:
Gliserin pada suhu 25 oC mengalir dalam pipa dengan diameter disebelah dalam
125 mm. Kecepatan rata-rata aliran 3,5 m/s Tentukan sifat aliran?

 Densiti gliserin pada suhu 25oC adalah 1263 kg/m3


 Viscositi gliserin pada suhu 25oC adalah 4.88 x 10-1 kg/ms

Penyelesaian

NR = vD/

= 3.5 m/s x 0.125 m x 1263 kg/m3


(4.88 x 10-1 kg/ms)

NR = 1132 (tidak bersatuan)

Karena NR lebih kecil dari 2000, maka sifat alirannya adalah laminar.

Klasifikasi Flowmeter
Persamaan flow fundamental yang sebelumnya didiskusikan adalah:
21

Q=vA

di mana : Q - flow rate volume (m3/s, ft3/s)


v - velositi (rata-rata) (m/s, ft/s)
A – luas lintang (m2. ft2)

Meskipun flowmeter dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, dalam modul ini
akan menggunakan persamaan untuk mengklasifikasikan flowmeter volume.
Flowmeter didiskusikan secara detail dalam modul ini dan salah satunya dengan
Pengukuran Flow II.

Flowmeter Positive Displacement


Flowmeter adalah mengukur flow rate (Q) secara langsung yang dikalsifikasikan
sebagai positive displacement (PD) meter. Hal ini tidak tepat benar karena PD
meter kebanyakan mengukur flow total atau flow terintegrasi pada waktu tertentu
tidak mengukur flow rate. Namun beberapa PD meter mengukur flow rate.
Sesungguhnya cara kerja PD meter ialah memperangkap dan mengukur volume
kecil cairan kemudian menghitung waktunya. Dengan prinsip keja seperti ini
memungkinkan PD meter mengukur kuantitas aliran secara langsung.

Velositi Flowmeter
Flowmeter cenderung diartikan untuk mengukur flow rate (Q). PD flowmeter
mengukur Q secara langsung sedangkan flowmeter velositi mengukur sesuai
dengan namanya yaitu velositi fluida. Luas (A) flow pada meter tersebut adalah
tetap dan diketahui oleh karena itu flowrate Q dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan flow fundamental (Q = A v).

Flowmeter velositi selanjutnya dapat dibagi-bagi menjadi pengukuran velositi


secara langsung dan tidak langsung. Flowmeter velositi secara langsung (kadang-
kadang disebut linier) dapat meliputi flowmeter magnetik, turbin meter, flowmeter
vortex, dan flowmeter ultrasonik. Flowmeter velositi tidak langsung atau
inferential menggunakan prinsip persamaan Bernoulli dengan memasang restriksi
22

pada bagian yang mengalir sehingga menaikkan velositi fluida. Dengan


menaiknya velositi akan menghasilkan tekanan yang lebih rendah atau beda
tekanan antara point upstream dan point downstream. Flowmeter velositi
inferential mengukur beda tekanan ini kemudian digunakan untukmenghitung flow
rate. Flowmeter inferential meliputi pelat orivice, tabung pitot (pitot tube), target
meter, V cone, tabung venturi (venturi tube) dan flow nozzle.

Variable Area Flowmeter


Dalam velositi meter, velositi bervariasi dengan flow rate tetapi luas lintang flow
tube tetap konstan. Pada variable area flowmeter velositi konstan tetapi area flow
tube bervariasi dengan flow rate. Nama umum dari alat tersebut lebih dikenal
dengan ’rotameter’.

Flowmeter Masa
Flowmeter volume seperti namanya adalah mengukur volume. Volume dapat
bervariasi tergantung atas tekanan, temperatur dan parameter-parameter lain
dari fluida (khusunya gas) yang diukur. Pada situasi custody transfer (jual beli
produk) sebuah persetujuan jumlah produk yang dibeli dengan yang dijual adalah
kritis. Dalam situasi seperti tersebut mengukur volume harus dikoreksi terhadap
tekanan, temperatur dan parameter-parameter lain. Yang lalu, hal ini dilakukan
dengan mengukur tekanan dan temperatur kemudian ditambahkan ke flow rate
dan mengambil contoh-contoh produk secara periodik dan diperiksa
dilaboratorium untuk menentukan faktor densiti. Data-data tersebut kemudian di
masukkan ke rumus yang komplek untuk menghitung flow rate standar pada
kondisi temperatur dan tekanan basik. Oleh sebab itulah beberapa satuan
pengukuran flow menggunakan standar; sebagai contoh SCFM (standard cubic
feet per minute).

Pengukuran flow masa, dengan kata lain tidak tergantung temperatur dan
tekanan. Flow rate masa dapat dihitung dari flow rate volume jika densiti diketahui
dan tidak merubah flow rate yang diukur (M =  Q). Flow meter masa mengukur
flow rate masa secara langsung dan mengukur densiti. Coriolis dan thermal meter
adalah contoh flowmeter masa.
23

Flowmeter Berat
Pada awal bab ini tiga flow rate ini telah disinggung: Volume, berat dan masa.
Berat adalah fungsi masa dan percepatan gravitas (w = m g) dan oleh karena itu
dapat dihitung dari informasi masa dan gravitasi. Namun tidak ada flowmeter
(meter berat yang melakukan ini) yang diketahui mengukur flow rate berat secara
langsung.

SIMBOLOGI ISA
Bab ini merview simbol ISA yang telah didiskusikan pada modul yang lain. Topik
modul ini adalah flow, simbolnya telah menyinggung hanya beberapa alat saja
yang mengukur flow.

Meskipun beberapa perusahaan dan beberapa industri menggunakan desain


yang lain tetapi dalam modul ini hanya mendiskusikan simbol yang digunakan ISA
(The International Society for Measurement and Control (pertama
kepanjangannya adalah The Instrument Society of America). ISA dalam
publikasinya tentang Standards and Recommended Practices for Instrumentation
and Control berisi standar (S-5.1) yang bertitel Instrumentation Symbols and
Identification. Tabel 1, mengidentifikasi huruf standar ini yang menunjukkan huruf
(“F”), jika digunakan pada huruf pertama maka berarti Flow Rate. Gabungan dari
huruf flow rate meliput:

FRC Flow Recording Controller


FSL Flow Switch Low
FV Flow Valve

Seksi 6.8 menunjukkan simbol standar elemen primer flow rate dan contoh
identifikasi. (lihat Gambar 7).
24

Flowmeter dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Modul ini


mengelompokkan
flowmeter menurut bagaimana mereka mengukur flow berdasar persamaan flow
fundamental, Q = A v. Flowmeter yang mengukur velositas untuk menentukan
flow rate
dibagi-bagi menjadi meter yang mengukur velositi secara langsung (disebut
flowmeter
velositi linier) dan mengukur velositi secara tidak langsung (flowmetr tipe head).

Meter tipe head menggunakan prinsip Bernoulli untuk mengukur flow. Salah satu
bentuk
persamaan Bernoulli menggunakan elevasi, velositi dan tekanan.

z1 + v12/2g + p1/ = z2 + v22/2g + p2/

Setiap term disederhanakan menjadi satuan ketinggian. Dalam mekanika fluida


satuan tersebut disebut ‘head’. Lebih spesifiknya adalah :

z  head elevasi

v2/2g  head velositi

p/  head tekanan

Karena flowmeter tipe head biasanya ditempatkan pada posisi horizontal atau
dengan cara berdasar hubungan antara velositi dan tekanan head. Meter tipe
head tersebut pada alirannya dipasang restriksi, sehingga menaikkan velositi
fluida dan kemudian akan menghasilkan tekanan yang menurun. Perubahan
tekanan ini oleh meter tipe head digunakan untuk mengukur flow rate. Penjelasan
lebih detail akan diterangkan pada modul ini.
25

Dari instrument yang ada alat ukur flow dalam saluran tertutup atau head meter
adalah yang umum dan merupakan alat ukur flow yang tertua. Tipe meter tersebut
memiliki kesederhanaan, ekonomis, akurasinya cukup, repeatabiliti dan
rangeabiliti banyak digunakan untuk aplikasi pengukuran flow fluida.
Kelemahannya ialah bahwa elemen tersebut perlu di sisipkan secara langsung ke
dalam fluida yang mengalir sehingga ada bagian yang berkontak dengan fluida
tersebut dan akibatnya timbul korosi, erosi dan kerak.

FLOWMETER TIPE HEAD


Flow meter tipe head adalah sebuah alat yang dipasang dalam pipa dengan
tujuan khusus yaitu menghasilkan restriksi terhadap aliran fluida dan akhirnya
menghasilkan beda tekanan. Tipe restriksi yang dipilih untuk mengukur flow rate
tergantung pada pertimbangan-pertimbangan berikut yaitu; prosesnya sendiri,
biaya, ukuran saluran, range meter dan akurasi yang diinginkan. Karena flow
meter ditempatkan secara langsung didalam pipa, maka mereka juga sebagai
elemen primer.

Flowmeter Tipe Head


Ada banyak flowmeter tipe head. Hal tersebut adalah:

 pelat orifice
 venturi
 flow nozzle
 Lo-Loss tube
 target flowmeter
 pitot tube
 annubar
 V- cone
 wedge meter
 weirs and flumes (open channel)

Pelat orifice, ia mempunyai sejarah yang panjang untuk pengukuran flow maka
akan didiskusikan secara detail. Venturi dan flow nozzle juga akan dijelaskan
26

secara singkat dalam modul ini sedangkan weir dan flume akan dijelaskan dalam
modul trpisah. Sedang yang lain tidak dijelaskan.

Meter Tipe-Head : Prinsip Operasi


Pengukuran flow tipe head berdasarkan teori Bernoulli, yang menetapkan bahwa
pada sebuah aliran maka jumlah energi potensial, energi kinetik dan energi
tekanan selalu konstan disetiap titik aliran didalam suatu saluran. Prinsip
operasinya sama untuk semua meter tipe head, namun penjelasan-penjelasan
berikut akan berdasarkan pelat orifice.

Ketika sebuah restriksi seperti pelat orifice ditempatkan dalam sebuah fluida uap
maka fluida tersebut akan bergerak lebih cepat melewati restriksi dibanding
dengan fluida yang melewati pipa pada jumlah yang sama. Energi tetap konstan,
bila velositi fluida tersebut semakin meningkat hal ini berarti energi tekanan
semakin menurun (dengan asumsi bahwa energi potensial dan elevasi tidak
berubah).

Gambar 1.
27

Gambar 1 adalah ilustrasi hubungan tekanan – velsiti pada saat flow lewat
melalui pelat orivice. Ada sedikit kenaikan tekanan tepat didepan pelat orifice dan
juga ada penurunan tekanan yang dramatis tepat dipelatnya sendiri. Tekanan
terndah terletak tepat di daerah downstream dari pelat orifice dan hal tersebut
disebut vena contacta. Suatu saat fluida mengalir melewati suatu pelat orifice,
pada saat luas lintang aliran flow menaik maka velositasnya menurun. Hal ini akan
mengakibatkan tekanan sedikit menaik meskipun tekanan tidak pernah
mendapatkan lagi nilai asalnya karena adanya energi yang hilang (berupa panas
dan noise) pada saat fluida melewati pelat. Perbedaan antara tekanan upstream
dengan tekanan downstream akhir disebut ’head loss’. Head loss yang melewati
orifice realtif tinggi dibanding dengan meter tipe head yang lain dan itu adalah
kelemahan yang berarti.

Secara matematika hubungan antara flow rate dengan beda tekanan dapat dilihat
pada persamaan berikut:

Q = k (H/)

Di mana : Q - flow rate


k - konstanta
H – beda tekanan (head)
 - densiti fluida

Perlu dicatat bahwa persamaan ini agak beda tergantung parameter yang
digunakan.

Term konstanta k adalah faktor yang dapat diatur untuk satuan dan termasuk
koefisien discharge yang mengkompensasi tipe tap, koreksi temperatur dan
tekanan basik, bilangan Reynold dan lain-lain. Untuk pelat orifice, k dapat menjadi
sangat komplek, khususnya untuk menghitung gas sering menggunakan
software. Detail untuk perhitungan ini tidak dibahas dalam modul ini.
28

Yang terpenting ialah hubungan antara flow rate (Q) dengan beda tekanan (head)
(H).

Q  H flow rate sebanding dengan akar kuadrat beda tekanan

Atau dalam bentuk lain,

H  Q2 beda tekanan sebanding dengan kuadrat flow rate

Venturi Tube
Venturi tube (lihat Gambar 2) adalah sebuah alat yang ditempatkan di saluran
pipa. Bentuknya memperkecil diameter untuk menaikkan velositi. Tap tekanan
(lihat Gambar 3) terletak pada inlet dan leher venture (di mana ditempat tesebut
velositi tertinggi dan tekanan terendah) untuk mensensing beda tekanan. Beda
tekanan dan dimensi venturi khusus digunakan utnuk menghitung flow rate.

Gambar 2.

Gambar 3.
29

Venturi tube digunakan untuk flow rate yang lebih tinggi dan tidak ada head loss
(pressure drop permanent) pada saat melalui alat tersebut dibanding dengan pelat
orifice pada ukuran yang sama. Venturi tube dapat digunakan untuk cairan dan
gas yang bersih dan tidak korosif. Karena venturi tubenya sendiri datar maka
dapat digunakan untuk mengukur fluida yang kotor atau sluri namun tap tekanan
dapat tersumbat dan sulit untuk membersihkan.
Venturi tube dapat dipasang dalam suatu posisi horizontal atau vertikal tetapi
tubenya harus selalu dipenuhi fluida. Hal ini tidak perlu pipa upstream yang lurus
dibanding pelat orivice karena bentuknya ia akan menyetabilkan profil velositi
fluida yang masuk.

Ketidak akurasian venturi bervariasi tergantung atas desain dan konstruksinya.


Akurasi venturi tube pada range + 0,75% pada rate tanpa terkalibrasi sampai +
0,25% pada rate terkalibrasi di laboratorium.
Biaya venturi juga tergantung konstruksi dan ukuran. Venturi 8” dengan bahan
cast iron bisa seharga $ 5,500 US.
Ukuran venturi tube range dari 1” (25 mm) sampai 120” (3000 mm).

Flow Nozzle
Flow nozzle (lihat Gambar 4) adalah adaptasi dari venturi tube dengan ukuran
phisik yang lebih kecil.
30

Gambar 4.
Flow nozzle akan menangani flow rate yang lebih besar (kira-kira 60% lebih)
dibanding pelat orifice. Pressure loss lebih rendah disbanding pelat orifice tetapi
lebih tinggi disbanding venture tube. Biaya flow nozzle lebih tinggi dibanding pelat
orifice tetapi lebih rendah dibanding venture.

Flow nozzle terutama digunakan untukmengukur flow rate dengan velositi fluida
yang lebih tinggi seperti uap. Flow nozzle cenderung menyapu partikel-partikel
yang melewati throat (tenggorokan) sehingga dapat digunakan untuk gas-gas
yang kotor dan cairan dengan konsentrasi zat padat yang tinggi yang dapat
menyumbat tap-tap tekanan.

Flow nozzle biasanya dipasang pada posisi horizontal meskipun kadang-kadang


juga dapat dipasang pada posisi yang lain. Dalam posisi vertical flow harus ‘turun’
untuk melewati flow nozzle dan ini khususnya untuk uap yang basah atau gas-
gas dan cairan yang mengandung zat padat tersuspensi. Nozzle harus
menghadap keatas jika untuk mengukur cairan yang mengandung gas.
Dibandingkan dengan pelat orifice, flow nozzle tidak perlu pipa yang lurus pada
upstreamnya.

Ketidak akurasian flow nozzle pada range + 1% pada rate yang tidak terkalibrasi
smapai + 0,25% pada rate yang terkalibrasi.
Flow nozzle 8” dapat dibeli dengan harga $ 750 US.
31

Flow nozzle mempunyai ukuran yang bervariasi mulai dari 1” (25 mm) sampai 60”
(1500 mm).

Pelat Orifice
Tipe pelat orifice
Dibanding dengan venturi tube dan flow nozzle pelat orifice adalah alat yang
paling sederhana. Pelat orifice adalah pelat logam yang datar, tipis, bulat dan
terdapat lubang kecil atau orifice (lihat Gambar 5) secara normal letak lubang
berada ditengah (concentric). Orifice ada juga yang lubangnya agak kebawah
(eccentric) dan dapat diputar, kalau lubangnya berada dibawah pipa berfungsi
untuk gas yang mengandung (memperangkap) cairan sedang kalau lubangnya
terletak dibagian atas digunakan untuk cairan yang mengandung gas. Pelat
orifice segmental hanya sebagian saja yang bulat dan dapat digunakan untuk
melewatkan cairan, gas atau partikel-partikel yang terperangkap yang dapat
mengalir dengan cepat diujung orifice dan mempengaruhi akurasi. Beberapa
orifice mempunyai pegangan atau ’tang’ yang digunakan untuk mengidentifikasi
(lihat Gambar 6) pelat orifice tentang ukurannya, dan nomor.

Gambar 5.
Tipe Pelat Orifice
32

Gambar 6.

Masih ada stile yang lain, square edged orifice plate (Gambar 7), tetapi umumnya
orifice digunakan untuk cairan yang bersih, gas dan vapour dengan velositi yang
rendah (uap atau steam). Orifice adalah mesin yang akurat bila dipasang dengan
benar. Yang perlu dicatat ialah ketika memasang, ujung tajamnya dihadapkan ke
upstream aliran. Jika pelat orifice mempunyai tang, sisi upstream harus ditandai
dengan kata-kata ‘inlet’ atau ‘upstream’ (lihat Gambar 6).
33

Gambar 7.
Instalasi
Pelat orificenya sendiri harus dipasang dalam alat yang memegangnya dalam
saluran pipa. Umumnya alat pemegang orifice tersebut disebut flange orifice.
Flange dirancang khusus untuk memegang pelat orifice dengan posisi yang benar
dan mengakomodasi tap-tap tekanan upstream dan downstream (lihat Gambar 8)
yang akan didiskusikan pada akhir bab ini.

Gambar 8.

Kadang-kadang pelat orifice perlu diinspeksi atau dirubah. Sering biasanya


menggunakan orifice fitting atau biasa disebut orifice plate changer (lihat, Gambar
34

9). Dengan alat ini memungkinkan pelat orifice diambil dari saluran pipa tanpa
mematikan atau men-shutdown aliran (sehingga tidak ada pengukuran flow bila
pelat orificenya diambil).

Gambar 9.

Jika alirannya kecil maka kemungkinan menggunakan orifice integral (lihat


Gambar 10). Pelat orifice ini dipasang dalambentuk asembli gabungan atau
terintegral dengan transmiter beda tekanan. Orifice integral sulit untuk
diindentifikasi karena ukurannya dan phisik transmiter yang kecil.
35

Gambar 10.

Instalasi pelat orifice dapat mempengaruhi akurasi pengukuran. Kebanyakan


instalasi pelat orifice dipilih bentuk pipa horizontal dengan maksud untuk
menghindari eror yang disebabkan oleh perubahan elevasi. Untuk cairan pipa
tidak diisi penuh, instalasi dengan pipa vertikal dengan aliran keatas lebih disukai.
Pipa vertikal dengan aliran menurun juga digunakan jikaaliran fluida mengandung
sebagian besar mengandung partikel-partikel zat padat dengan demikian akan
mengurangi adanya penyumbatan.

Agar mendapatkan akurasi terbaik, fluida yang masuk ke pelat orifice dengan
profile velositi penuh dan bebas vortek. Valve-valve, fitting dan alat-alat lain yang
terletak dibagian atas (upstream) pelat dapat mengakibatkan gangguan bentuk
aliran. Problem ini dapt dihilangkan dengan memasang panjang pipa lurus yang
memadai pada kedua sisi pelat orifice. Panjang pipa lurus yang diperlukan
tergantung pada perbandingan beta atau beta ratio ( diameter orifice / diameter
pipa) dan adanya gangguan aliran. Chart atau gambar graphik atau tabel (lihat
Gambar 11)yang disediakan oleh pabrik pembuat akan menjelaskan rekomendasi
panjang lurus yang diperlukan dan biasanya dengan satuan diameter pipa.
36

Gambar 11.

Jika panjang pipa lurus yang direkomendasikan tidak dapat diperoleh, maka vane
peluerus aliran dapat digunakan. Vane pelurus aliran dipasang pada bagian
upstream pelat orifice. Vane pelurus aliran tipe sirif ditunjukkan seperti pada
Gambar 12a, sedang vae tubuler tipe flange seperti terlihat pada Gambar 12.b.

Gambar 12a. dan 12.b.


37

Pelat orifice, jika dipasang dan ukurannya juga benar range ketidak akurasiannya
antara + 0,25 sampai +0,5% dari flow nyata. Perlu diingat bahwa alat sekunder
juga akan menambah ketidak akurata. Harga pelat mulai dari $ 50 sampai $ 300
tergantung ukuran dan tipe material yang digunakan, pelat baja yang besar dapt
berharga $ 3000 US. Alat-alat sekunder juga menambah biaya instalasi.

Tap-Tap Tekanan

Tipe
Semua meter tipe head dirancang untuk menghasilkan beda tekanan. Beda
tekanan ini disensor oleh dua tap tekanan yang terletak diatas bodi meter tipe
head. Lokasi tap disepanjang pipa, relatif terhadap posisi pelat orifice
mempengaruhi akurasi pengukuran. Ada empat tipe tap tekanan untuk pelat
orifice yaitu flange tap, vena contracta tap, pipe tap dan corner tap. Dan biasanya
hanya satu tipe yang digunakan untuk aplikasi, Gambar 13 menunjukkan posisi
sepasang tap.
38

Gambar 13.

Flange tap adalah yang umum digunakan untuk mensensor beda tekanan
tersebut. Lokasi tap pada flange harus presisi oleh karena itu banyak pabrik
pembuat menjual flang tap dengan orifice satu paket. Vena contracta tap secara
teori lebih akurat karena vena contracta (lihat detail pada akhir modul) terletak
pada titik tekanan terendah dan oleh karena itu akan menghasilkan beda tekanan
tertinggi. Vena contracta tap terletak tetap pada pipa namun vena contracta nyata
bergerak pada pipa tergantung atas flow rate fluida. Pipe tap trletak agak jauh dari
pelat orifice, cenderung mengukur pressure lost permanen yang melewati pelat
orifice. Pipe tap mengukur beda tekanan yang lebih rendah dibanding dengan
tipe tap yang lain. Corner tap sma dengan flange tap kecuali beda tekanan yang
diukur terletak di sudur antara pelat orifice dengan dinding pipa. Corner tap
biasanya digunakan di Eropa dan digunakan di Amerika Utara pada ukuran pipa
yang kecil.
Lokasi Tap Tekanan dan Elemen Sekunder
Beda tekanan dihasilkan oleh meter head yang disensor pada tap-tap tekanan
dan ditransmisikan melalui saluran sensor (atau impulsa) ke alat pensensing
beda tekanan yang biasanya berupa transmiter.
Transmiter adalah elemen sekunder dan posisi tap tekanan dan transmiter yang
direkomendasikan ditentukan oleh tipe fluida yang diukur.
Proses mungkin berupa gas yang mengandung cairan atau mungkin cairan yang
mengandung gas atau mungkin berupa vapour (sebagai contoh steam atau uap).
Tap tekanan tidak harus diletakkan pada bagian bawah pipa karena zat-zat padat
mungkin mengalir dibagian bawah dan dapat menyumbat saluran sensor.

Tap-tap untuk aplikasi cairan dipasang disamping pipa. Instalasi ini mencegah
terperangkapnya gas pada saluran sensor masuk yang dapat mengalir kebagian
atas pipa.
39

Transmiter harus dipasang di bagian bawah tap tekanan sehingga memungkinkan


gas yang terakumulasi pada saluran sensor untuk mengalir keatas dan masuk ke
pipa. Untuk membantu proses ini saluran sensor harus dibuat miring keatas
(1/4”/ft) dari transmitter ke tap tekanan. (lihat Gambar 14 a dan 14 b).

Tap tekanan untuk aplikasi vapour (seperti uap) harus dipasang sama dengan
aplikasi cairan kecuali ada alat tambahan (t pengisian atau filling tee) untuk
menambah cairan seal (lihat Gambar 14 c) pada saluran sensor. Cairan seal
untuk memastikan bahwa tekanan head sama didalam saluran sensor vapour,
cairan maupun pada gas. Cairan seal untuk melindungi transmiter dari temperatur
tinggi vapour.

Jika prosesnya adalah gas maka kemungkinan mengandung cairan sehingga tap
tekanan dapat ditempatkan pada bagian atas atau samping pipa. Hal ini untuk
mencegah cairan yang dapat mengalir dibagian bawah pipa mengalir masuk ke
saluran sensor. Transmiter harus dipasang di bagian atas tap sehingga
memungkinkan cairan yang mungkin terkumpul pada saluran sensor dapat
mengalir kembali ke saluran pipa. Saluran sensornya sendiri harus miring
kebawah (1/4”/ft) dari transmitter ke tap tekanan. Gambar 14 d dan 14 e
menunjukkan bagaimana hal ini dapt dilakukan jika pipanya horizontal atau pada
pipa vertikal.

Gambar 14a, 14b, 14c, 14d and 14e

Hal ini akan disiskusikan lebih detail pada kahir bab ini, valve seperti pada
Gambar 14 akan disinggung. Valve yang berfungsi meng-isolasi yan terletak
didekat pipa, harus dipasng sedemikian rupa sehingga memungkinkan saluran
40

sensor dan transmiter terisolasi dari proses jika perlu dinaikkan. Manifold Valve
yang dekat dengan transmiter dapat digunakan untuk mengisolasi, equalisasi dan
depressurization.

Manifold
Manifold adalah alat yang biasanya dipasang diantara meter tipe head dan
transmiter beda tekanan dan mungkin dipasang secara langsung ke transmiter.

Manifold dapat melakukan dua fungsi:


 Hal ini memungkinkan meng-isolasi transmiter dari proses pada peristiwa
transmiter perlu diambil. Perlu dicatat bahwa isolasi ini perlu dilengkapi
dengan valve yang mengisolasi secara langsung ke elemen primer tipe
head.
 Hal ini memungkinkan setiap sisi transmiter untuk di smakan (equalisasi)
dan dibuang ke atmosphir (vented) tergantung atas tipe dan tujuan kalibrasi
atau komisioning.

Manifold (lihat Gambar 15) dapat mempunyai tiga tipe valve atau lima tipe valve.
Tipe manifold tiga valve digunakan untuk meng-isolasi proses dari transmiter dan
untuk meng-equalisasi beda tekanan yang ada pada transmiter. Tipe manifold
lima valve digunakan untuk meng-isolasi sehingga memungkinkan equalisasi dan
venting tekanan transmiter yang ada disamping manifold. Manifold lima valve
digunakan ketika proses tersebut bertekanan tinggi dan atau adanya cairan yang
diukur mempunyai potensi bahaya sehingga cairan tersebut dapat dibuang ke
daerah yang ”tidak berbahaya” seperti saluran flare atau ke udara atmosphir luar.
41

Gambar 15.
Fungsi Akar Kuadrat (Square Root)
Flowmeter tipe head menghasilkan beda tekanan yang sebanding dengan kuadrat
flow rate (H  Q2)-adalah sebuah fungsi non linier. Karena sinyalnya adalah yang
sebanding dengan Q bukan Q2; dengan demikian fungsi akar kuadrat harus
dimasukkan pada meter tipe head. Dari uraian tersebut maka sebuah instrumen
yang disebut SRE berguna untuk melaksanakan fungsi ini. Karena meter tipe
head disebut elemen primer, maka SRE (sama dengan transmiter) disebut elemen
sekunder. Beberapa SRE awalnya ialah alat pneumatik yang secara mekanik
melakukan konversi akar kuadrat ini. Fungsi akar kuadrat sekarang dapat
diperoleh dengan transmiter elektronik dengan memilih output non linier atau
42

dalam DCS (distributed control system) dengan mengkonfiguarasi fungsi akar


kuadrat. Dengan demikian sekarang dapat melakukan dengan mudah untuk
menkonversi akar kuadrat ini, perlu diperhatikan bahwa perhitungan akar kuadrat
tidak dilakukan dua kali tetapi hanya sekali pada transmiter dan dalam DCS.

Perhitungan Akar Kuadrat Untuk Tujuan Kalibrasi


Karena perlu mengkalibrasi transmiter dan mungkin juga SRE maka perlu
dipahami cara perubahan sinyal transmisi diantara alat-alat tesebut. Gambar
grafik berikut menunjukkan hubungan ini.
43

Gambar 16.

Asumsi flow rate mempunyai lima puluh persen dari nilai maksimumnya. Karena
meter tipe head adalah alat non-linier, maka dengan input 50% (0,5)
menghasilkan output (beda tekanan nyata) adalah 25% (0,52 = 0,25 atau 25%).
Transmiter adalah alat linier akan mendapat input 25% dan output 25%. SRE
mempunyai input 25% dan outputnya 50% ( 0.25 = 0.5).

Gambar graphic dibawah menunjukkan hubungan fungsi kuadrat non linier sama
dengan meter tipe head.

Square Function

0.9

0.8

0.7

0.6
output

0.5

0.4

0.3

0.2

0.1

0
0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

0.9
0

Series1
input

Gambar graphik dibawah menunjukkan hubungan fungsi akar kuadrat non-linier.


Perlu dicatat bahwa jika hubungan (kuadrat dan akar kuadrat) digabungkan maka
akan dihasilkan fungsi linier. Oleh karena itu inilah yang menyebabkan mengapa
elemen sekunder (fungsi akar kuadrat) harus digunakan untuk meter tipe head.
44

Square Root Function

0.9

0.8

0.7

0.6
output

0.5

0.4

0.3

0.2

0.1

0
Series1
0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

0.8

0.9
0

input 1

Contoh 1 :

Asumsi flowrate maksimum didalam pipa 1000 USGPM. Pada flowrate maksimum
ini pelat orifice menghasilkan beda tekanan 100”wc. Transmiter mempunyai range
input 100”wc. Dengan asumsi transmitter dan SRE dikalibrasi dengan output
elektronik standar. Jika flow rate 500 USGPM, berapa input dan output SRE.
Penyelesaian :
(Siswa harus sudah mempelajari pelajaran sebelumnya yaitu tentang perhitungan
range input dan output transmiter {lihat modul berjudul Instrument Fundamental I,
tentang kalibrasi} karena prosedur secara mendetail tidak dibahas pada modul
ini).

Input ke pelat orifice


500 USGPM / 1000 US GPM = 0,5 (atau 50%dari range inputnya.

Output dari pelat orifice


(0,5)2 x 100”wc = 25”wc (atau 25% dari range outputnya)

Input yang masuk ke transmiter


0,25 x 100”wc = 25”wc (atau 25% dari range inputnya)
45

Output dari transmiter


{(0,25) x (16 mA) + 4 mA = 8 mA (atau 25% dari range outputnya)

Input ke SRE (range 16 mA)


8 mA (atau 25% ndari range inputnya)

Output dari SRE


 0.25 = 0.5 atau 50% dari range output
output 12 mA (50% x 16 mA + 4 mA)

Output dari SRE adalah 12 mA yang menggambarkan 50% dari flowrate.

Contoh 2 :

Isi 5 point tabel kalibrasi SRE dari contoh 1 dan gambarkan graphik kalibrasinya.

CALIBRATION TABLE
Square Root Extractor
Input Output
EU* % % EU*
0 0
25
50
75
100 100
* engineering units

Penyelesaian :

CALIBRATION TABLE
46

Square Root Extractor


Input Output
EU* % % EU*
4 mA 0 0 4 mA
8 mA 25 50 12 mA
12 mA 50 70.7 15.3 mA
16 mA 75 86.6 17.9 mA
20 mA 100 100 20 mA

Ca libra tion Curve

20

15
output (mA)

10

5 Series 1

0
0 25 50 75 100
input (%)

Contoh 3 :

Dengan menggunakan alat yang sama seperti pada contoh 1, tentukan flow rate
dan beda tekanan dari pelat orifice jika output SRE 10 mA.

Penyelesaian :

Flow rate
Output SRE adalah 10 mA atau
10 mA - 4 mA = 37.5%
16 mA
47

Jika output SRE 37,5% maka flow rate harus 37,5%


Flow rate = 37,5% dari 1000 USGPM = 375 USGPM

Beda Tekanan
Ada berbagai carayang berbeda untuk menghitung nilai ini, salah satunya adalah
sebagai berikut :

Output SRE adalah 37,5%

Input SRE adalah 14% ((0,3752)


Catatan bahwa fungsi kuadrat adalah melakukan konversi dari output menjadi
input.

Karena transmiter adalah alat yang linier maka input dan outputnya (persentase)
harus sama dengan input SRE atau 14%.

Output pelat orifice juga 14%


14% dari 100”wc = 14”wc

untuk mengecek, 14% output pelat orifice harus sebanding dengan input dari
(0.14) = 0.375 atau 37.5 % yang sama seperti perhitungan sebelumnya.

Catatan : bahwa fungsi akar kuadrat adalah melakukan konversi dari output
menjadi
input.

Common questions

Didukung oleh AI

Kehilangan energi dalam aliran fluida disebabkan oleh gesekan antara lapisan fluida atau dengan dinding pipa, serta perubahan kondisi fisik seperti temperatur dan tekanan . Kehadiran alat mekanik seperti pompa, penghalang, atau perubahan diameter pipa juga dapat menambah atau menarik energi dari sistem, yang tidak diakomodasi dalam persamaan Bernoulli . Untuk mengatasi hal ini, penyesuaian seperti penambahan faktor gesekan (head loss) atau pemasangan alat pendukung seperti flow meter dengan akurasi tinggi dianjurkan . Pengukuran dan perhitungan yang lebih kompleks dan mendetail dengan memperhitungkan ketidakidealitas berdasarkan rekomendasi dari perangkat atau peralatan yang digunakan dapat membantu memitigasi kehilangan energi yang tidak terprediksi dalam penerapan Persamaan Bernoulli di lapangan .

Pelat orifice bekerja berdasarkan prinsip pembentukan beda tekanan ketika fluida melewati lubang kecil atau orifice, yang digunakan untuk menghitung flow rate menggunakan rumus terkait beda tekanan dan flow rate . Faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi pelat orifice termasuk ukuran pelat, posisi instalasi, dan panjang pipa lurus sebelum dan setelah pelat . Posisi hoorizontal umum dipilih untuk menghindari kesalahan akibat perubahan elevasi, dan ketidakakuratan bisa berkisar dari +0,25% hingga +0,5% jika dibuat dan dipasang dengan benar . Adanya gangguan pada aliran seperti valve atau fitting dapat mempengaruhi profil aliran, sehingga membutuhkan panjang pipa lurus yang memadai untuk memastikan pengukuran akurat .

Flow nozzle digunakan dalam pengukuran flow rate untuk menangani aliran dengan kecepatan fluida yang lebih tinggi dan memiliki kelebihan dalam pengukuran aliran gas dan cairan dengan konsentrasi zat padat tinggi . Flow nozzle menawarkan visual letak tap yang lebih kecil dan sistem pengukuran yang lebih stabil dibandingkan orifice plate, serta cenderung menyapu partikel-partikel melalui tenggorokan (throat), sehingga sangat cocok untuk fluida kotor atau dengan sedimen . Dibandingkan dengan pelat orifice, flow nozzle memerlukan panjang pipa lurus yang lebih pendek sebelum instalasi, yang dapat mengurangi dampak turbulensi dan vortex . Flow nozzle memiliki tekanan yang lebih rendah dibandingkan orifice tetapi lebih tinggi dibanding venturi tube, menjadikannya solusi ideal untuk aliran yang lebih kasar dan cepat .

Prinsip dasar Persamaan Bernoulli adalah hukum kekekalan energi yang menyatakan bahwa energi total fluida di dalam pipa tetap konstan. Persamaan ini menghubungkan energi potensial, energi kinetik, dan energi aliran (tekanan) pada fluida di kedua titik berbeda dalam sistem pipa. Untuk aliran yang ideal tanpa kehilangan energi, energi total fluida di satu titik harus sama dengan titik lainnya . Aplikasi dari persamaan ini sering digunakan untuk memahami hubungan antar tekanan, kecepatan, dan elevasi ketika fluida bergerak di dalam sistem pipa tertutup. Dalam kasus khusus ketika pipa horizontal dan tekanannya tetap, kecepatan bisa dianggap konstan antara dua titik dalam pipa . Namun, persamaan ini memiliki keterbatasan karena mengasumsikan fluida incompressible dan tidak memperhitungkan kehilangan energi akibat gesekan atau kondisi mekanik lainnya .

Dalam aliran pipa, energi potensial (PE), energi kinetik (KE), dan energi aliran (FE) berinteraksi berdasarkan hukum kekekalan energi, yang menyatakan bahwa energi total pada titik mana pun dalam sistem tertutup harus sama. Energi potensial dikaitkan dengan posisi atau elevasi aliran fluida relatif terhadap titik referensi . Energi kinetik berasal dari kecepatan aliran fluida, dan energi aliran atau tekanan dibutuhkan untuk mengalirkan fluida, yang bisa dipengaruhi oleh tekanan dan volume fluida . Sehingga, untuk aliran yang ideal, PE + KE + FE di titik awal sama dengan titik akhir dalam pipa . Dalam aplikasi pratical, masing-masing bentuk energi dapat bertukar untuk mengimbangi perubahan kondisi fisik dan menjaga total energi konstan, misalnya penurunan kecepatan meningkatkan energi potensial dan tekanan bila aliran menanjak menaiki elevasi .

Specific weight (berat jenis) mempengaruhi perhitungan energi aliran (FE) dengan cara menentukan berapa besar tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan fluida melewati pipa . Energi aliran, dinyatakan sebagai FE = pw/γ, sangat bergantung pada specific weight karena ini membantu menentukan volume aliran dan tekanan yang bekerja . Dalam praktik, pengetahuan tentang specific weight penting dalam desain sistem pipa dan peralatan seperti venturi tubes atau orifice plates, yang ketergantungannya pada variasi tekanan dan volume fluida dapat berbeda-beda tergantung pada specific weight . Dengan mengetahui specific weight, insinyur dapat mengantisipasi dan mengatur tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan cairan melalui pipa dengan efisien .

Perubahan diameter pipa secara langsung mempengaruhi kecepatan dan flow rate pada sistem pipa. Dalam kasus peningkatan diameter pipa, seperti dari 100 mm ke 150 mm, kecepatan aliran menurun dari 9 m/s menjadi 4 m/s, menunjukkan hubungan yang tidak linier . Namun, flow rate tetap konstan pada 0,0707 m^3/s karena menggunakan prinsip kontinuitas aliran yang menyatakan bahwa flow rate di kedua segmen pipa harus sama . Prinsip ini menegaskan bahwa meski kecepatan menurun, peningkatan luas penampang kompensasi perubahan tersebut sehingga menjaga flow rate tetap .

Venturi tube digunakan untuk mengukur flow rate dengan mengecilkan diameter aliran yang menyebabkan kenaikan kecepatan dan penurunan tekanan di leher venturi. Tekanan diukur di dua titik, dan perbedaan ini digunakan untuk menghitung flow rate dengan asumsi hubungan terbalik antara kecepatan dan tekanan . Kelebihan utama dari venturi tube adalah ketahanan terhadap head loss, tidak ada tekanan drop yang permanen, serta dapat digunakan untuk aliran yang tinggi tanpa penyumbatan . Selain itu, venturi tidak memerlukan panjang pipa lurus yang panjang sebelum pemasangan karena desainnya yang menyetabilkan profil kecepatan yang masuk . Ini menjadikannya lebih menguntungkan dibandingkan orifice plate dan flow nozzle terutama untuk cairan dan gas yang bersih dan tidak korosif .

Kendala utama dalam menggunakan Persamaan Bernoulli pada aliran nyata meliputi asumsi bahwa aliran adalah incompressible dan bahwa tidak ada energi yang hilang, baik dari panas maupun gesekan . Selain itu, persamaan ini tidak berlaku bila terdapat alat mekanik yang menambah atau mengurangi energi fluida, seperti pompa dan kompresor . Dalam aplikasi praktis, kehilangan energi akibat gesekan dan sifat aliran (laminer atau turbulen) sangat mempengaruhi akurasi perhitungan dengan persamaan ini . Oleh karena itu, meskipun Persamaan Bernoulli memberikan wawasan teoretis yang baik, penggunaannya terbatas pada kondisi yang ideal dan tidak sepenuhnya mencerminkan situasi di lapangan .

Aliran laminar dan turbulen secara signifikan mempengaruhi profil kecepatan fluida dalam pipa. Pada aliran laminar, fluida bergerak dengan teratur dan terstuktur dalam lapisan konsentrik, di mana kecepatan lebih lambat di dekat dinding pipa dan lebih cepat di bagian tengah, membentuk profil kecepatan parabola . Sebaliknya, aliran turbulen terlihat acak dan tidak teratur, dengan gaya inersial yang lebih dominan ketimbang gaya viskos, menghasilkan profil kecepatan yang lebih datar . Ini berarti bahwa pada aliran turbulen, kecepatan fluida di seluruh penampang pipa lebih merata dibandingkan dengan aliran laminer, yang membuat pengukuran rata-rata lebih reliabel pada aliran turbulen .

Anda mungkin juga menyukai