Rencana Peramalan dalam PPIC Teknik Industri
Rencana Peramalan dalam PPIC Teknik Industri
Metode Peramalan
• Salah satu data yang digunakan dalam PPIC adalah data tentang
permintaan pelanggan.
Faktor yang mempengaruhi permintaan:
• Kondisi bisnis dan ekonomi • Siklus (daur) hidup produk (product life cycle)
• Kompetisi Pasar & globalisasi • Perilaku/sikap konsumen
• Trend pasar • Waktu
• Promosi & Iklan • Siklus bisnis
• Harga dan perubahan produk. • Reputasi
• Variasi random • Desain produk
• Rencana konsumen • Kebijaksanaan kredit
• Kualitas
5
Planning Production & Inventory Control
Definisi Peramalan (Forecasting)
Peramalan adalah Peramalan adalah
seni dan ilmu metode yang
untuk memprediksi digunakan secara Peramalan permintaan
masa depan. Peramalan adalah prediksi ekstensif dalam adalah proses untuk
atau estimasi atau proyeksi analisis deret waktu mengenali pola
Peramalan adalah atau perkiraan akan suatu untuk memprediksi permintaan (demand
tahap awal dan hasil peristiwa yang tidak pasti di variabel respons, pattern)pada masa lalu
ramalan merupakan masa yang akan datang, seperti keuntungan untuk meramalkan
basis bagi seluruh didasarkan pada data history, bulanan, kinerja permintaan pada masa
tahapan pada agar kesalahan yang mungkin saham, atau angka yang akan datang.
perencanaan produksi. terjadi dapat diperkecil. pengangguran, untuk
periode waktu
tertentu.
Peramalan merupakan
elemen penting dari
penganggaran modal. Terminologi : periode, horison, lead time, fitting error, forecast error, data dan hasil
ramalan.
Perubahan
Faktor yang
Tindakan
permintaan
konsumen
mempengaruhi pemerintah
peramalan
Siklus hidup
produk
B(4) C(2)
Forecast
Penyesuaian Data
Forecast
Used as demand
plan
12
Planning Production & Inventory Control
Langkah-langkah Peramalan
25 2 2 2,5 3,5
Pernyataan ini diintepretasikan oleh
kebanyakan orang bahwa lima orang
7
5
tersebut berpenghasilan sekitar 7 juta.
Data Outlier
(benar jika data tidak mengandung outlier).
Ada beberapa cara untuk mengganti data yang outlier: 25 2 2 2,5 3,5
7
• Gunakan nilai modus atau rata rata 5
Gunakan cara ini untuk pola data konstan
Data Outlier
• Jumlahkan permintaan pada periode sebelum dan
sesudah data kemudian bagi dua 2,5 2 2 2,5 3,5
Gunakan metode ini untuk pola data trend dan musiman. 2,5
5
Corrected Value
17
Planning Production & Inventory Control
2. Penyesuaian data masa lampau
dan outlier (4)
18
Planning Production & Inventory Control
3. Melakukan peramalan
(forecasting)
19
Planning Production & Inventory Control
3. Melakukan Peramalan (2) :
memilih metode yang sesuai
Data Historis
7,000
6,000
5,000
4,000
3,000
2,000
1,000
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
20
Planning Production & Inventory Control
3. Melakukan Peramalan (2) :
memilih metode yang sesuai
Peramalan dengan berbagai metode
21
Planning Production & Inventory Control
4. Penyesuaian Peramalan
22
Planning Production & Inventory Control
5. Use as Demand Plan
Setelah adjustment, hasil forecast digunakan sebagai input awal dalam perencanaan
produksi dan distribusi
Besarnya demand suatu produk pada masa yang akan datang
Produk Forecast Kapasitas Final forecast yang akan “benar-benar” dipenuhi ditentukan lagi dengan
mempertimbangkan ketersediaan sumber daya (mesin, bahan
DPX 1000 ton
1500 ton
? baku, tenaga kerja, produk lain yang lebih menguntungkan,
CWF 1200 ton
?
penjadwalan mesin,…)
24
Planning Production & Inventory Control
KLASIFIKASI METODE PERAMALAN
(Forecasting Methods)
METODE PERAMALAN
KUALITATIF KUANTITATIF
TIME-SERIES CAUSAL
MOVING EXPONENTIAL
AVERAGE DECOMPOSITION
SMOOTHING
25
Planning Production & Inventory Control
KLASIFIKASI METODE PERAMALAN
(Forecasting Methods) (2)
KUALITATIF KUANTITATIF
• Bersifat subyektif
• Menggunakan opini seorang atau beberapa
• Bersifat obyektif
ahli sehingga sangat bergantung pada
• Terdapat dua kelompok yaitu time series dan
persepsi masing-masing ahli
causal method
• Tidak memerlukan data kuantitatif yang • Menggunakan model statistik-matematik
lengkap • Memerlukan data kuantitatif yang lengkap
• Biasa digunakan untuk meramalkan produk • Biasa digunakan untuk meramalkan
baru dan demand jangka panjang permintaan pada jangka pendek.
• Teknik : Management Decision, Executive
opinion, Delphi Technique, Market Research,
FGD
Kelemahan :
– Cost – nya sangat tinggi karena melibatkan
expert terkait dengan labour time
– Memakan waktu yang cenderung lama apalagi
“Building Models & Methods” memerlukan
validasi guna hasil yang relevan
27
Planning Production & Inventory Control
Metode Kuantitatif
Digunakan ketika data historis yang cukup tersedia dan ketika nilai-nilai data ini dinilai
mewakili masa depan yang tidak diketahui
Asumsi: Pola di masa depan mengikuti pola di masa lalu
29
Planning Production & Inventory Control
Pola Permintaan
30
Planning Production & Inventory Control
Pola Permintaan (2)
KONSTAN CYCLICAL
• gerakan berulang naik-turun dalam permintaan
• Non tahunan; multi-tahun
TREND
• Karena interaksi faktor-faktor yang mempengaruhi
• Pergerakan permintaan naik atau turun secara perekonomian
bertahap dan berjangka panjang
• Karena populasi, teknologi, dll
SEASONAL
• gerakan berulang naik-turun dalam permintaan
INTERMITTENT yang terjadi secara berkala
Ketika permintaan suatu barang tidak lancar dan • Terjadi dalam satu tahun
tidak kontinyu, hal itu disebut “intermittent • Karena cuaca, bea cukai dll
demand" yang tidak terjadi pada setiap periode
peramalan SEASONAL TREND
31
Planning Production & Inventory Control
Time Series Methods
Pola Permintaan Nonseasonal
2. Naive
5. Seasonal
Planning Production & Inventory Control 32
1. MOVING AVERAGE (MA)
- Rata2 Bergerak -
Moving Average (MA) didefinisikan
Digunakan untuk meratakan deret berkala
sebagai :
suatu data yang bergelombang . Tidak
cocok untuk pola data trend dan pola data n
musiman. d t
MA n t 1
n
Digunakan untuk peramalan dengan Keterangan :
periode waktu spesifik. n = jumlah perioda
dt = demand pada bulan ke t
34
Planning Production & Inventory Control
a) Simple Moving Average (SMA)
Metode Simple Moving Averages mempunyai 2 sifat khusus:
• Untuk membuat forecast diperlukan data masa lalu selama jangka waktu tertentu.
• Semakin panjang moving averages, maka akan menghasilkan moving averages yang
semakin halus.
SMA memprediksi permintaan masa depan dengan cara mencari rata-rata dari semua
permintaan pada bulan sebelumnya (Data n periode sebelumnya), sehingga :
X t X t -1 ... X t -n 1
n
St 1 d t
n MA n t 1
n
St+1 = Forecast untuk periode ke t+1
Keterangan :
Xt = Data periode t
n = Jumlah perioda
n = Jangka waktu moving averages. dt = Demand pada bulan ke t
35
Planning Production & Inventory Control
a) Simple Moving Average (SMA)
Misal:
Untuk mendapatkan angka perkiraan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak 3
bulan , maka perkiraan data berikutnya sebesar rata-rata 3 bulan sebelumnya.
37
Planning Production & Inventory Control
a) Simple Moving Average (SMA)
Contoh
ORDERS MOVING 3
MONTH PER MONTH AVERAGE
i=1
Di
Jan 120 – MA3 =
Feb 90 – 3
Mar 100 –
Apr 75 103.3 90 + 110 + 130
= 3
May 110 88.3
June 50 95.0
July 75 78.3 = 110 orders
Aug 130 78.3
for Nov
Sept 110 85.0
Oct 90 105.0
Nov - 110.0
Contoh
ORDERS MOVING
AVERAGE 5
MONTH PER MONTH
–
i=1
Di
Jan 120
Feb 90 – MA5 =
–
5
Mar 100
Apr 75 –
90 + 110 + 130+75+50
May 110 – =
99.0
5
June 50
July 75 85.0
Aug 130 82.0 = 91 orders
Sept 110 88.0 for Nov
Oct 90 95.0
Nov - 91.0
100 –
Orders
75 –
50 – 3-month
Actual
25 –
0– | | | | | | | | | | |
Jan Feb Mar Apr May June July Aug Sept Oct Nov
Month
40
Planning Production & Inventory Control
a) Simple Moving Average (SMA)
41
Planning Production & Inventory Control
a) Simple Moving Average (SMA)
Week Demand
1 650
A t-1 + A t-2 + A t-3 +...+A t- n
2 678
Ft =
3 720
n
4 785
5 859
6 920 • Question: What are the 3-week and
7 850 6-week moving average forecasts
8 758 for demand?
9 892 • Pertanyaan : berapakah nilai
10 920 forecast moving average dengan
11 789 data permintaan 3 minggu dan 6
12 844 minggu?
42
Planning Production & Inventory Control
a) Simple Moving Average (SMA)
Misal :
Untuk mendapatkan angka perkiraan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak
tertimbang n bulan, maka perkiraan data berikutnya adalah:
44
Planning Production & Inventory Control
b) Weighted Moving Average (WMA)
Sehingga:
(3 x 19) + (2 x 21) + (1 x 24)
Perkiraan bln Mei = = 20,5
3+2+1
45
Planning Production & Inventory Control
b) Weighted Moving Average (WMA)
FJun = (AMar + AApr + AMay)/3
= (3AMar + 3DApr + 3AMay)/9 semua periode diberi bobot yang sama
22
Periode Demand Simple 3 MA WMA
20 1 10
18 2 12 10
3 14 11
16
4 15 12 12.0 12.4
14 5 16 12.8 13.7 14.0
6 17 13.4 15 15.2
12
7 19 14 16 16.2
10 8 21 14.7 17.3 17.7
0 2 4 6 8 10 9 23 15.5 19 19.4
Dem Simple 3 MA WMA
Bobot 2/9, 3/9, 4/9
47
Planning Production & Inventory Control
2. NAIVE FORECAST
Permintaan periode saat ini digunakan sebagai
ramalan periode berikutnya. Permintaan bulan ORDERS
kemarin dijadikan peramaan permintaan bulan MONTH PER MONTH FORECAST
berikutnya.
Jan 120 -
Feb 90 120
Dalam metode Naive, peramalan dilakukan dengan
Mar 100 90
mengambil rata-rata data masa lalu (histori).
Apr 75 100
May 110 75
Mudah dilakukan. June 50 110
July 75 50
Ketidakakuratan tinggi Aug 130 75
Sept 110 130
Biasanya dilakukan di penjualan Oct 90 110
perorangan/industri mikro Nov - 90
• Salah satu metode peramalan yang memberikan bobot yang relatif lebih besar
untuk data yang paling akhir
• Dalam ES terdapat suatu nilai konstanta yang biasanya dilambangkan dengan α.
Dimana α adalah besarnya bobot yang diberikan untuk data aktual yang terakhir.
• Sedangkan 1 – α (damping factor/smoothing constrant) adalah besarnya bobot
untuk nilai peramalan periode tersebut.
• damping factor / smoothing constrant adalah suatu faktor koreksi dari nilai
peramalan yang dipakai untuk meminimalisasi ketidakstabilan data.
• Angka untuk α memang sangat subyektif dengan nilai antara 0 sampai 1.
• Pemilihan adalah pertukaran antara stabilitas dan respon (The choice of
alpha is a trade off between stability and response)
49
Planning Production & Inventory Control
EXPONENTIAL SMOOTHING
Ft Dt 1 1 Ft 1
kecil, smoothing yg dilakukan
semakin besar.
optimum akan meminimumkan
MSE, MAPE
Forecast is old forecast plus a portion of the error of the last forecast.
Nilai peramalan baru adalah nilai peramalan lalu ditambah nilai error dari
peramalan yang lalu
50
Planning Production & Inventory Control
Contoh : EXPONENTIAL SMOOTHING
(α=0.30)
PERIOD MONTH DEMAND
1 Jan 37 F2 = D1 + (1 - )F1
2 Feb 40 = (0.30)(37) + (0.70)(37)
3 Mar 41 = 37
4 Apr 37
5 May 45 F3 = D2 + (1 - )F2
6 Jun 50 = (0.30)(40) + (0.70)(37)
7 Jul 43
= 37.9
8 Aug 47
9 Sep 56
F13 = D12 + (1 - )F12
10 Oct 52
11 Nov 55 = (0.30)(54) + (0.70)(50.84)
12 Dec 54 = 51.79
51
Planning Production & Inventory Control
Contoh : EXPONENTIAL SMOOTHING
FORECAST, Ft + 1
PERIOD MONTH DEMAND ( = 0.3) ( = 0.5)
1 Jan 37 – –
2 Feb 40 37.00 37.00
3 Mar 41 37.90 38.50
4 Apr 37 38.83 39.75
5 May 45 38.28 38.37
6 Jun 50 40.29 41.68
7 Jul 43 43.20 45.84
8 Aug 47 43.14 44.42
9 Sep 56 44.30 45.71
10 Oct 52 47.81 50.85
11 Nov 55 49.06 51.42
12 Dec 54 50.84 53.21
13 Jan – 51.79 53.61
52
Planning Production & Inventory Control
EXPONENTIAL SMOOTHING
53
Planning Production & Inventory Control
Latihan: EXPONENTIAL SMOOTHING
54
Planning Production & Inventory Control
Contoh: EXPONENTIAL SMOOTHING
Dimana :
Level St = Dt + (1-)(St-1 + Gt-1) D = Permintaan Aktual (Actual Demand)
Trend Gt = b(St – St-1) + (1-b)Gt-1 S = Intercept / Level
G = Trend (Slope)
α = parameter smoothing untuk data
56
Planning Production & Inventory Control
4. HOLT’S – TREND CORRECTED
Metode Holt mampu mengakomodasikan trend pada data dengan
cukup baik. Nilai Beta yang lebih besar lebih progresif mengejar trend.
350
300
250 Demand
Holt B(0.1)
200 Holt B(0.3)
150
100
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
57
Planning Production & Inventory Control
4. HOLT’S – TREND CORRECTED
2000 I 4120
(0,9)286,606 4875,256 F305,268
1,1 = 2321,409
4875,256
+(0)285,813
II 2766 4939,071 281,1227 4939,071
III 2556 4953,775 254,4808 4953,775
IV 8253 5512,73 284,9282 5512,73
60
Planning Production & Inventory Control
Time Series Methods
Pola Permintaan Musiman (Tanpa Trend)
Indeks Seasonal :
Rata-rata tiap musim / rata-rata keseluruhan
61
Planning Production & Inventory Control
Permintaan Musiman Tanpa Trend
Data Permintaan
Sales Seasonal Factor
Spring 200 200/250 = 0.8
Summer 350 350/250 = 1.4
Fall 300 300/250 = 1.2
Winter 150 150/250 = 0.6
Total 1,000
Avg 1,000/4=250
Planning Production & Inventory Control 62
Permintaan Musiman Tanpa Trend
Forecast
Spring 275 * 0.8 = 220
Summer 275 * 1.4 = 385
Fall 275 * 1.2 = 330
Winter 275 * 0.6 = 165
Total 1,100
Planning Production & Inventory Control 63
Winter’s –
Trend and Seasonality Corrected
St = (Dt/ct-p) + (1-)(St-1+Gt-1)
Gt = b(St – St-1) + (1-b)Gt-1
ct = g(Dt/St) + (1-g)ct-p
Ft, t+τ = (St+ τ Gt)(ct +τ-p)
1998 I 2250
II 1737
III 2412 3575
IV 7269 3783,75
1999 I 3514 3965,375
II
III
2143
3459
4069,625
4118,75
ingat, bahwa D
ada 5 cycle
IV 7056 4272,375 kejadian
2000 I 4120 4237,375 seasonal (lihat:
II 2766 4274,125 sheet Raw
STEP 1III 2556 4595,125 Data)
IV 8253 4968,5
2001 I 5491 5390,375
[2250 + II3514 + (2*(1737+2412+7269))]/(2*4)
4382 6083 Jumlah data demand= 20 Jadi pakai formulasi “for even” :
III 4315 6575,375
p (=N) = 4 (even/genap) [Dt-(p/2) + Dt+(p/2) + ∑2Di] / 2p
IV 12035 6509,25 which
2002 I 5648 6489,5
II 3696 6688,25
Dt =(sum is from i = t+1-(p/2) to t+1+(p/2))
III 4843
IV 13097
Planning Production & Inventory Control 66
Deseasonalized for Winter’s (1)
Deseasonalized Pooled Seasonal
Year Quarter Black Plastic Deseasonalized Seasonal Factor
Regression Factor
Forecasts
Mean Absolute Mean Squared Mean Absolute
Deviation Error Percent Error
n 1 n
ET e MPE PE
t nt 1 t
t 1
Menggunakan data mentah (positive or negative) errors Dapat bernilai negatif maupun positif
ET bisa bernilai positif maupun negatif Mengukur rata-rata bias
Mengukur bias dari peramalan Nilainya seharusnya mendekati nol
Nilainya seharusnya mendekati nol
Jangan gunakan Error Total (ET) dan Mean Percentage Error (MPE) sebagai ukuran
keakuratan forecast. ET dan MPE bisa mempunyai nilai yang kecil namun tidak
menunjukkan kalau forecast tersebut akurat.
1 n 2
MSE e RMSE 1 n 2
et
nt 1 t n t 1
• Selalu Positif Selalu Positif
• Mengukur “besarnya” of errors Mengukur “besarnya” error
• Unitnya menggunakan “kuadrat dari unit
Unitnya menggunakan “Akar dari
permintaan” unit permintaan”
1 n
MAPE PE MADt (10.3)MAD 0.3e
t 1 t
nt 1 t
Selalu Positif
Selalu positif Mengukur besarnya error
Mengukur besarnya error Melihat data lampau yang paling baru
Unit dalam prosentase
Planning Production & Inventory Control 72
Contoh Kasus :
73
Planning Production & Inventory Control
Jawaban: MA 3 Bulan
Tahun 2020 Permintaan Forecast 3
bulan
• Mencari forecast
untuk rata-rata Januari 20 -
Februari 21 -
bergerak 3 bulan. Maret 19 -
• Hasilnya sbb April 17 20.00
Mei 22 19.00
Juni 24 19.33
Juli 18 21.00
Agustus 23 21.33
September 20 21.67
Oktober 25 20.33
November 22 22.67
Desember 24 22.33
74
Planning Production & Inventory Control
Jawaban: MA 3 Bulan
75
Planning Production & Inventory Control
Jawaban: MA 3 Bulan
E
n
76
Planning Production & Inventory Control
Jawaban: MA 3 Bulan
• Prediksi permintaan pada bulan Januari 2021 dengan metode rata-rata bergerak 3
bulan adalah:
2021
77
Planning Production & Inventory Control
Kesimpulan
• Terdapat 5 pola permintaan yaitu konstan, trend, seasonal, seasonal trend dan sporadic.
• Untuk setiap pola permintaan terdapat beberapa metode forecast yang dapat digunakan.
• Data yang tidak baik (mengandung outlier, tidak lengkap, tidak relevan) tidak akan bisa
menghasilkan ramalan yang baik.
• Data “aneh” yang merupakan kejadian khusus harus dikoreksi lebih dahulu sebelum melakukan
forecast.
• Penggunaan data yang banyak tidak selalu memberikan peramalan yang akurat. Hal ini terjadi jika
data tersebut sudah tidak relevan lagi atau kondisi sudah jauh berubah
• .Akurasi peramalan akan semakin tinggi apabila nilai-nilai MAD, MAPE, dan MSE semakin kecil.