0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Analisis Saringan Tanah dan Kualitasnya

Modul ini membahas analisis saringan tanah untuk menentukan kualitas dan klasifikasi tanah. Metode analisis melibatkan penyaringan sampel tanah menggunakan berbagai ukuran saringan untuk menghasilkan data persentase tertahan dan lolos yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan kurva distribusi ukuran butir dan menentukan koefisien gradasi serta keseragaman tanah."

Diunggah oleh

Dk Yudhistira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan12 halaman

Analisis Saringan Tanah dan Kualitasnya

Modul ini membahas analisis saringan tanah untuk menentukan kualitas dan klasifikasi tanah. Metode analisis melibatkan penyaringan sampel tanah menggunakan berbagai ukuran saringan untuk menghasilkan data persentase tertahan dan lolos yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan kurva distribusi ukuran butir dan menentukan koefisien gradasi serta keseragaman tanah."

Diunggah oleh

Dk Yudhistira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL 5

ANALISIS SARINGAN

2.1. Teori Dasar

Analisis saringan ialah penentuan persentase berat butiran agregat (tanah) yang
lolos dari satu set saringan, kemudian angka-angka persentase digambarkan pada
grafik pembagian butir (SNI 03-1968-1990). Analisis saringan dilakukan untuk
mengetahui kualitas serta mengklasifikasikan tanah. Analisis saringan
menghasilkan data berupa persentase tertahan, persentase tertahan kumulatif, dan
persentase lolos saringan. Data tersebut akan diolah menjadi suatu kurva distribusi
ukuran butiran yang dapat digunakan untuk membandingkan beberapa jenis tanah.

Ukuran butiran tanah dapat diuji dengan analisis saringan. Analisis saringan
dilakukan untuk memisahkan kerikil, pasir dan tanah pada tanah berbutir halus.
Pada saringan tersusun dari atas ke bawah memiliki diameter lubang yang besar
dan semakin kecil ke bawah. Saringan digoyangkan sehingga tanah yang
ukurannya lebih kecil akan turun pada saringan di bawahnya (Zaika, 2019).
Analisis saringan menghasilkan grafik gradasi yang dapat menentukan jenis serta
kualitas suatu sampel tanah. Penentuan jenis dan kualitas tanah ini penting untuk
diketahui, terutama tanah yang akan dibebankan oleh struktur. Untuk
mengklasifikasikan gradasi tanah terdapat beberapa cara seperti analisa dengan
grafik persentase lolos tiap-tiap saringan.

Klasifikasi tanah butir kasar didasari oleh tiga parameter dasar yaitu ukuran
efektif, koefisien gradasi (Cc) dan koefisien keseragaman (Cu) (Ir. Hakim Duppa,
2020). Indikator tanah yang memiliki gradasi baik adalah memiliki koefisien
keseragaman sebesar lebih dari 4 untuk kerikil dan lebih dari 6 untuk pasir, serta
memiliki koefisien gradasi yang berkisar antara 1 hingga 3. Berdasarkan
keperluan untuk mengetahui kualitas gradasi tanah, maka perlu dilakukan
pemeriksaan analisis saringan.

1
2.2. Metodologi

2.2.1. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pengujian berat volume meliputi :
a. Satu set saringan (saringan nomor 4, 10, 20, 40, 60, 100, 200, dan pan)

Gambar 2.1. Satu Set Saringan


b. Sieve shaker

Gambar 2.2. Sieve Shaker


c. Air

Gambar 2.3. Air

2
d. Timbangan dengan ketelitian 0,01 gram

Gambar 2.4. Timbangan


e. Sampel tanah

Gambar 2.5. Sampel tanah


f. Oven

Gambar 2.6. Oven

3
g. Cawan

Gambar 2.7. Cawan

2.2.2. Prosedur Percobaan

Berikut merupakan prosedur percobaan berat volume :


a. Menyiapkan alat dan bahan

Gambar 2.8. Menyipkan Alat dan Bahan


b. Mengeringkan sampel tanah sebanyak 500 gram dengan memasukkan sampel
ke dalam oven selama 24 jam

Gambar 2.9. Mengeringkan Sampel Tanah

4
c. Menyaring tanah dengan menggunakan saringan nomor 200 dengan cara dicuci
hingga bersih, yaitu hingga air yang mencuci sampel tanah terlihat jernih

Gambar 2.10. Menyaring Sampel Tanah dengan Saringan Nomor 200


d. Memasukkan sampel tanah yang tertahan saringan nomor 200 ke dalam oven
selama 24 jam

Gambar 2.11. Memasukkan Sampel Tanah yang Tertahan Saringan Nomor 200
ke Dalam Oven
e. Memasukkan tanah yang sudah kering ke dalam satu set saringan

Gambar 2.12. Memasukkan Tanah yang Sudah Kering ke Dalam Satu Set
Saringan

5
f. Meletakkan satu set saringan ke sieve shaker untuk diayak selama 10-15 menit

Gambar 2.13. Meletakkan Satu Set Saringan ke Sieve Shaker


g. Menimbang massa sampel tanah yang tertahan di masing-masing nomor
saringan

Gambar 2.14. Menimbang Massa Sampel Tanah

6
3.1.1. Data Hasil Percobaan

Tabel 3.1. Data Hasil Percobaan Berat Volume Tanah


No. Saringan Ukuran saringan Berat tertahan (gr)
4 4,75  
10 2 16,94
20 0,85 8,78
40 0,425 11,9
60 0,25 8,49
100 0,106 17,61
200 0,075 20,55
Pan 0 415,73
Total   500

3.1.2. Perhitungan

Rumus:
Massa Tertahan Saringan
%Massa Tertahan Saringan = ×100% (3.1)
Massa Sampel Total
n
%Kumulatif Tertahan Saringan = ∑ RN (3.2)
i=1

%Massa Lolos Saringan = 100% - %Kumulatif Tertahan Saringan (3.3)


D60
Cu = (3.4)
D10
2
D30
Cc = (3.5)
D 60 × D10

1. Menghitung % massa tertahan saringan


0
%Massa tertahan saringan nomor 4 = ×100%
500
= 0%
16,94
%Massa tertahan saringan nomor 10 = ×100%
500
= 3,388%
8,78
%Massa tertahan saringan nomor 20 = ×100%
500
= 1,756%
11,9
%Massa tertahan saringan nomor 40 = ×100%
500

7
= 2,38%
8,49
%Massa tertahan saringan nomor 60 = ×100%
500
= 1,698%
17,61
%Massa tertahan saringan nomor 100 = ×100%
500
= 3,522%
20,55
%Massa tertahan saringan nomor 200 = ×100%
500
= 4,11%
415,73
%Massa tertahan pada pan = ×100%
500
= 83,146%

2. Menghitung % kumulatif massa tertahan saringan


%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 4 =0
= 0%
%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 10 = 0 + 3,388
= 3,388%
%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 20 = 3,388 + 1,756
= 5,144%
%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 40 = 5,144 + 2,38
= 7,524%
%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 60 = 7,524 + 1,698
= 9,222%
%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 100 = 9,222 + 3,522
= 12,744%
%Kumulatif massa tertahan saringan nomor 200 = 12,744 + 4,11
= 16,854%
%Kumulatif massa tertahan pada pan = 16,854 + 83,146
= 100%

3. Menghitung % massa lolos saringan


%Massa lolos saringan nomor 4 = 100-0
= 100%

8
%Massa lolos saringan nomor 10 = 100-3,388
= 96,612%
%Massa lolos saringan nomor 20 = 100-5,144
= 94,856%
%Massa lolos saringan nomor 40 = 100-7,524
= 92,476 %
%Massa lolos saringan nomor 60 = 100-9,222
= 90,778%
%Massa lolos saringan nomor 100 = 100-12,744
= 87,256%
%Massa lolos saringan nomor 200 = 100-16,854
= 83,146%

4. Menghitung koefisien keseragaman (Cu)


0,0833
Cu =
0,0039
= 21,36

5. Menghitung koefisien gradasi (Cc)


2
0,0156
Cc =
0,0833 ×0,0039
= 0,753

3.1.3. Data Hasil Perhitungan

Tabel 3.2. Data Hasil Perhitungan Analisis Saringan


No. Saringan Ukuran saringan % Tertahan % Kumulatif % Lolos
4 4,75 0 0 100
10 2 3,388 3,388 96,612
20 0,85 1,756 5,144 94,856
40 0,425 2,38 7,524 92,476
60 0,25 1,698 9,222 90,778
100 0,106 3,522 12,744 87,256
200 0,075 4,11 16,854 83,146
Pan   83,146 100 0
Sumber: Data Hasil Perhitungan

Adapun hasil koefisien gradasi (Cc) dan koefisien keseragaman (Cu) yang
didapatkan berturut-turut adalah 0,753 dan 21,36.

9
10
3.1.4. Analisis

Gambar 3.1. Gradasi Butiran Tanah

Berdasarkan ASTM D 2487-06, pada percobaan analisis saringan digunakan


sebanyak 7 buah saringan, mulai dari saringan nomor 4 sampai dengan pan. Pada
praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil persen lolos pada saringan
nomor 4, saringan nomor 10, saringan nomor 20, saringan nomor 40, saringan
nomor 60, saringan nomor 100, dan saringan nomor 200 berturut-turut sebesar
100%, 96,612%, 94,856%, 92,476%, 90,778%, 87,256%, 83,146%, dan pan
sebesar 0%. Selain itu, berdasarkan ASTM D 2487-06 sampel tanah yang diuji
juga merupakan butiran halus karena massa yang tertahan di saringan Nomor 200
kurang dari 50 %. Berdasarkan hasil pengujian analisis saringan didapatkan nilai
Cu dan Cc berturut-turut yaitu sebesar 21,36 dan 0,753. Nilai Cu memenuhi
kriteria tanah bergradasi baik yaitu Cu ≥ 6, namun nilai Cc tidak memenuhi
kriteria tanah bergradasi baik yaitu 1 ≤ Cc ≤ 3.

11
4.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari pengujian analisis saringan adalah, persen
lolos pada saringan nomor 4, saringan nomor 10, saringan nomor 20, saringan
nomor 40, saringan nomor 60, saringan nomor 100, dan saringan nomor 200
berturut-turut sebesar 100 %, 96,612%, 94,856%, 92,476%, 90,778%, 87,256%,
83,146%, dan pan sebesar 0%. Nilai Cu dan Cc berturut-turut yaitu sebesar 21,36
dan 0,753. Nilai Cu memenuhi kriteria tanah bergradasi baik yaitu Cu ≥ 6, namun
nilai Cc tidak memenuhi kriteria tanah bergradasi baik yaitu 1 ≤ Cc ≤ 3.

4.2. Saran

Berikut adalah beberapa saran yang perlu diperhatikan:


1. Praktikan diharapkan untuk menggunakan alat dengan hati-hati.
2. Praktikan diharapkan untuk memahami secara utuh prosedur praktikum yang
akan dikerjakan.

12

Anda mungkin juga menyukai