PERAWAT PELAKSANA 1
Nama : Tn. N Ruangan : Melati bed 8
Dx Medis : Asma
S
Pasien mengeluh sesak nafas
ubjekif
O
- Pasien nampak lemas dan sesak
bjekif - Dispnea (+)
- Penggunaan retraksi otot dinding dada
- TD 120/80, N 80x/mnt, RR 28x/mnt, Suhu 36,7
- Irama nafas tidak beraturan
Dx keperawatan yang muncul pola nafas tidak efektif
A nalisis
Intervensi Keperawatan:
P lanning
-
-
Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya nafas
Posisikan semi fowler/fowler
- Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Intervensi Kolaborasi
- Terapi O2 dengan nasul kanul 3 Lpm
Tanggal dan Jam Perawat Diketahui
( _______________ ) ( _______________ )
PERAWAT PELAKSANA 2
Nama : Ny. A Ruangan : Melati bed 11
Dx Medis : Post Operasi HIL (Hernia Inguinalis Lateralis)
S
Pasien mengeluh nyeri pada luka post operasi
ubjekif
O
- Pasien nampak lemas
bjekif - Ekspresi wajah meringis
- Skala nyeri 6
- TD 130/90 MmHg, N 112x/mnt, RR 22x/mnt, Suhu 36,7
Dx keperawatan yang muncul nyeri akut
A nalisis
P
Intervensi Keperawatan:
lanning - Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan
intesitas nyeri.
- kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (seperti suhu
ruangan, pencahayaan, dan kebisingan
- Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
- Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis :
TENS, hypnosis, akupresure, terapi music, biofeedback, terapi pijat,
aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat atau dingin)
Intervensi Kolaborasi
- Pemberian terapi obat analgetik
Tanggal dan Jam Perawat Diketahui
( _______________ ) ( _______________ )
PERAWAT PELAKSANA 3
Nama : Ny. I Ruangan : Melati bed 2
Dx Medis : Dispepsia
S
Pasien mengeluh mual dan tidak nafsu makan
ubjekif
-
O
Pasien nampak lemas
bjekif - Berat badan pasien menurun
- Asupan nutrisi tidak adekuat
- Mual (+)
- TD 100/60 MmHg, Nadi 80x/menit, RR 24x/menit, suhu 36,5
Dx keperawatan yang muncul Defisit Nutrisi
A nalisis
Intervensi Keperawatan:
P lanning
-
-
Identifikasi status nutrisi
Monitor berat badan pasien
- Sajikan makanan yang mudah dicerna, hangat, dan tertutup.
- Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering
Intervensi Kolaborasi
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien
Tanggal dan Jam Perawat Diketahui
( _______________ ) ( _______________ )
PP 1
Nama : Tn. A Ruangan : Melati Bed 8
Dx Medis : Asma
S
Pasien mengeluh sesak nafas
ubjekif
-
O
Pasien nampak lemas dan sesak
bjekif - Dispnea (+)
- Penggunaan retraksi otot dinding dada
- TD 120/80, N 80x/mnt, RR 28x/mnt, Suhu 36,7
- Irama nafas tidak beraturan
A
Dx keperawatan yang muncul pola nafas tidak efektif
nalisis
P
Intervensi Keperawatan:
lanning - Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya nafas
- Posisikan semi fowler/fowler
- Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Intervensi Kolaborasi
- Terapi O2 dengan nasul kanul 3 Lpm
-
I
Memonitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya nafas
mplementasi - Memposisikan semi fowler/fowler
- Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
- Berkolaborasi pemberian terapi O2 dengan nasul kanul 3 Lpm
-
E
Pasien nyaman dengan posisinya yang semi fowler
valuasi - Frekuensi nafas 24x/menit
- Pasien merasa nyaman setelah diberikan O2
R
Untuk intervensi kep yang dilanjutkan
- Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya nafas
- Posisi semi fowler/Fowler
Sedangkan intervensi pengobatan dan kolaboratif
- Terapi o2 dilanjutkan
Tanggal dan Jam Perawat Diketahui
( _______________ ) ( _______________ )
PP 2
Nama : Ny. A Ruangan : Melati Bed 11
Dx Medis : Post Operasi HIL (Hernia Inguinalis Lateralis)
S
Pasien mengeluh nyeri pada luka post operasi
ubjekif
O bjekif -
-
Pasien nampak lemas
Ekspresi wajah meringis
- Skala nyeri 6
- TD 130/90 MmHg, N 112x/mnt, RR 22x/mnt, Suhu 36,7
A
Dx keperawatan yang muncul nyeri akut
nalisis
P
Intervensi Keperawatan:
lanning - Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intesitas
nyeri.
- kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (seperti suhu ruangan,
pencahayaan, dan kebisingan
- Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
- Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis :
TENS, hypnosis, akupresure, terapi music, biofeedback, terapi pijat,
aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat atau dingin)
Intervensi Kolaborasi
- Pemberian terapi obat analgetik
-
I
Mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan
mplementasi intesitas nyeri.
- Mengkontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (seperti suhu
ruangan, pencahayaan, dan kebisingan
- Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
- Memberikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis
: TENS, hypnosis, akupresure, terapi music, biofeedback, terapi pijat,
aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat atau dingin)
- Berkolaborasi pemberian obat analgetik sesuai intruksi dokter
E
- Wajah tampak rileks
valuasi - Skala nyeri 3 dari (1-10)
- TD 120/80 MmHg, Nadi 85x/menit, RR 20x/menit
R
Untuk intervensi kep yang dilanjutkan
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intesitas
nyeri.
- Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis :
TENS, hypnosis, akupresure, terapi music, biofeedback, terapi pijat,
aromaterapi, teknik imajinasi terbimbing, kompres hangat atau dingin)
Tanggal dan Jam Perawat Diketahui
( _______________ ) ( _______________ )
PP 3
Nama : Ny. I Ruangan : Melati Bed 2
Dx Medis : Dispepsia
S
Pasien mengeluh mual dan tidak nafsu makan
ubjekif
O bjekif - Pasien nampak lemas
- Berat badan pasien menurun
- Asupan nutrisi tidak adekuat
- Mual (+)
- TD 100/60 MmHg, Nadi 80x/menit, RR 24x/menit, suhu 36,5
A
Dx keperawatan yang muncul defisit nutrisi
nalisis
P
Intervensi Keperawatan:
lanning - Identifikasi status nutrisi
- Monitor berat badan pasien
- Sajikan makanan yang mudah dicerna, hangat, dan tertutup.
- Anjurkan pasien makan sedikit tapi sering
Intervensi Kolaborasi
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam menentukan jumlah kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan pasien
-
I
Menidentifikasi status nutrisi
mplementasi - Memonitor berat badan pasien
- Menyajikan makanan yang mudah dicerna, hangat, dan tertutup.
- Meganjurkan pasien makan sedikit tapi sering
- Berkolaborasi dengan ahli gizi dalam menentukan jumlah kalori dan
nutrisi yang dibutuhkan pasien
E
- Keadaan umum lemas (-)
valuasi - Nutrisi adekuat
- Berat badan dalam batas normal
- Mual berkurang
R
Untuk intervensi kep yang dilanjutkan
- Monitor berat badan pasien
- Sajikan makanan yang mudah dicerna, hangat, dan tertutup.
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam menentukan jumlah kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan pasien
Tanggal dan Jam Perawat Diketahui
( _______________ ) ( _______________ )