0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan5 halaman

Laboratorium Virtual Cloud untuk Praktikum

Ringkasan dokumen mini proposal tugas akhir mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Sebelas Maret ini membahas rencana pengembangan laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS untuk mendukung pembelajaran praktikum jaringan komputer secara daring selama pandemi. Laboratorium virtual diharapkan dapat menyediakan lingkungan simulasi perangkat jaringan bagi mahasiswa dan dosen untuk dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Diunggah oleh

Nur Fitriah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan5 halaman

Laboratorium Virtual Cloud untuk Praktikum

Ringkasan dokumen mini proposal tugas akhir mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Sebelas Maret ini membahas rencana pengembangan laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS untuk mendukung pembelajaran praktikum jaringan komputer secara daring selama pandemi. Laboratorium virtual diharapkan dapat menyediakan lingkungan simulasi perangkat jaringan bagi mahasiswa dan dosen untuk dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Diunggah oleh

Nur Fitriah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MINI PROPOSAL TUGAS AKHIR

Program Studi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Sebelas Maret Surakarta

Identitas Mahasiswa

Nama Mahasiswa : Pebrianto Risky Firmansyah

NIM : K3516046

Nomor Handphone / WA : 089699004171

IPK Terakhir : 3.68

Jumlah SKS Kumulatif : 146

Deskripsi Rencana Tugas Akhir

Judul Rencana Tugas Akhir

RANCANG BANGUN LABORATORIUM VIRTUAL BERBASIS PRIVATE CLOUD DENGAN


MODEL LAYANAN IAAS SEBAGAI MEDIA PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER

Jenis Penelitian Kualitatif Kuantitatif PTK v Research and Development

Lain-Lain (Sebutkan: ...................................................)


Latar Belakang
A. Latar Belakang

Situasi kehidupan dalam rentang tahun 2019 - 2021 mengalami banyak perubahan.
Keadaan dimana ekonomi, pendidikan, sosial budaya, politik, dan khususnya kesehatan
mengalami penurunan dan kesulitan yang tinggi. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh
merebaknya wabah virus Covid-19 (Coronavirus Disease 19). Dengan penyebarannya yang
begitu cepat membuat banyak negara saat ini mengalami situasi pandemi termasuk negara
Indonesia (WHO, 2020) .

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, pemerintah telah memberlakukan


berbagai peraturan dan kebijakan seperti isolasi mandiri, social and physical distancing
(menjaga jarak) hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) (Siregar, Sugilar, & Hambali,
2020). Dengan adanya hal tersebut menyebabkan masyarakat harus tetap stay at home untuk
belajar, beribadah, dan bekerja di rumah. Sehingga menyebabkan banyak perubahan di
berbagai sudut kehidupan, yang salah satunya terdampak yaitu bidang pendidikan. Dimana
dengan adanya PSBB yang menyebabkan perubahan dinamika pembelajaran Pendidikan
Indonesia, diantaranya : 1) Proses pembelajaran di sekolah beralih menjadi secara daring atau
online; 2) media pembelajaran mengalami transformasi menjadi berbasis teknologi dengan
memanfaatkan aplikasi meet online (Zoom Meeting, google meet, Microsoft teams, Webex), e-
learning (Google Classroom, moodle, SPADA), sosial media (Whatsapp group, telegram,
Youtube), bahkan Saluran TV (TVRI), dan sebagainya; 3) penyesuaian evaluasi atau ujian
standar kenaikan kelas dan kelulusan siswa; dan 5) peran orangtua siswa dituntut sebagai
pengganti guru di rumah mengontrol pembelajaran (Mansyur, 2020).

Selain itu dengan adanya pemberlakuan PSBB, penyelenggara pendidikan secara tidak
langsung dipaksa untuk berinovasi dalam proses pembelajaran di masa pandemi secara daring
atau pembelajaran jarak jauh untuk tetap dapat meningkatkan mutu pembelajaran (Syarifudin,
2020) . Pembelajaran daring merupakan kondisi pembelajaran yang dapat mempertemukan
peserta didik dengan pengajar untuk melakukan interaksi pembelajaran melalui internet
(Kuntarto, 2017) . Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 Ayat 15 dijelaskan bahwa
pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang dimana peserta didik terpisah dari pengajar dan
sumber belajar dalam proses pembelajarannya melalui teknologi komunikasi ataupun media
lain. Keberhasilan pembelajaran jarak jauh tidak hanya bergantung dengan materi yang
disampaikan pengajar, namun juga pada bagaimana proses penyampaian kepada peserta didik
sehingga dapat dipahami dengan baik (Ismawati & Prasetyo, 2020) .

Ketersediaan fasilitas jaringan internet untuk kondisi sekarang menjadi prioritas dan
penting agar interaksi tetap berjalan baik melalui media sosial atau video conference (Gella,
Lewis, & Rohrbach, 2020). Beruntungnya perkembangan teknologi informasi saat ini sangat
mendukung terhadap situasi sulit ini. Setiap sekolah dituntut untuk tetap bisa
menyelenggarakan pembelajaran walaupun tidak dengan tatap muka di kelas. Solusi yang
paling tepat untuk menyikapi situasi ini yaitu pembelajaran harus dikondisikan dengan e-
learning atau pembelajaran daring (Mayer, 2017). Dalam beberapa tahun terakhir
pembelajaran daring telah menjadi tuntutan dalam bidang pendidikan (He, Xu, & Kruck,
2014). Dan ditambah lagi pembelajaran daring tengah diusung sebagai arus utama pendidikan
pada tahun 2025 nanti (Palvia et al., 2018).

Tetapi dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring sering kali dijumpai masalah


ataupun ketidaksesuaian dengan pembelajaran yang diharapkan. Banyak yang menyangka
tanggung jawab dan beban pengajar dalam melaksanakan pembelajaran daring jauh lebih
mudah dibanding dengan pembelajaran konvensional (Semradova & Hubackova, 2016) .
Terdapat beberapa permasalahan pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini, diantaranya: 1)
keterampilan pengajar dalam pemanfaatan teknologi, 2) kendala ketidakstabilan koneksi
jaringan internet saat pembelajaran 3) tidak semua siswa mempunyai perangkat teknologi
yang dibutuhkan 4) penggunaan hypermedia technology hanya digunakan untuk media
pengganti tugas 5) rentan terhadap perilaku kejahatan, contohnya seperti bocornya akun yang
tercantum dalam suatu aplikasi diskusi (Putra, 2020) .

Menurut Novita & Hutasuhut (2020) pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19
memliki 4 kelemahan yaitu: Sistem daring memudahkan dalam hal tempat dan waktu, namun
terkait persiapan perangkat, bahan pembelajaran dan kurikulum yang kurang siap membuat
masyarakat mengalami guncangan teknologi; Perangkat teknologi yang kurang memadai bagi
pendidik maupun siswa, khususnya bagi keluarga dengan ekonomi rendah; Kurikulum nasional
disiapkan untuk sistem pembelajaran konvensional, dengan diberlakukan pembelajaran daring
mendadak banyak menimbulkan persoalan; Penguasaan teknologi yang belum merata baik
dari pengajar ataupun siswa.

Proses pembelajaran daring juga diterapkan di level Universitas, seperti di program


studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Universitas Sebelas Maret
Surakarta yang mengacu pada Surat Edaran Nomor 10/UN27/SE /2020 terkait penyesuaian
layanan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona menyatakan bahwa proses
kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring, dan kemudian diperpanjang secara
berkala dengan Surat EdaranNomor 45/UN27/SE /2020,57/UN27/SE /2020,60 /UN27/SE
/2020, dan nomor 65 /UN27/SE /2020. Prodi PTIK adalah salah satu program studi yang
dimana selain mengandalkan pembelajaran teori sebagai bekal kemampuan kognitif, terdapat
pula pembelajaran berbasis praktik sebagai bekal pendorong kemampuan psikomotorik
mahasiswa (Ihsan, 2018).

Dalam proses pembelajaran daring berbasis praktikum khususnya matakuliah


jaringan komputer (Administrasi Jaringan Komputer, Cloud computing, dan Keamanan
Jaringan), sering kali mengalami kendala karena keterbatasan media belajar yang
biasanya dapat dilakukan secara langsung di laboratorium komputer. Dan dalam
situasi pandemi Covid-19, pembelajaran hanya melalui LMS (Edmodo, Spada, dan
Google Classroom), Whatsapp group, aplikasi meeting conference (zoom meeting dan
google meet) sehingga kurang maksimal baik bagi dosen ataupun mahasiswa.
Pemanfaataan media pembelajaran berbasis virtual bisa menjadi salah satu
referensi sebagai media praktikum dimasa perkuliahan daring. Dan media yang dapat
dikembangkan yaitu dengan membangun laboratorium virtual berbasis private cloud
IaaS. Cloud computing merupakan suatu penggabungan teknologi komputer
(komputasi) dengan memanfaatkan jaringan internet. Cloud computing adalah model
teknologi yang memungkinkan adanya pemanfaatan sumber daya (resource) secara
bersama-sama serta mudah dalam penyediaan akses jaringan, konfigurasi, serta
layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna (Decky & Teguh Kurniawan,
2015) . Sedangkan IaaS (Insfrastructure as a Service) merupakan bentuk layanan
Cloud computing yang mengabstraksikan perangkat keras komputer menjadi bentuk
virtual, sehingga perangkat keras dapat dimanfaatkan sebagai layanan, dimana
pengguna yang akan menggunakan perangkat keras tersebut tidak perlu memiliki
infrastruktur fisik. Perangkat keras yang diabstraksikan dapat berupa: storage, server
dan ruang pusat data (Mell & Grance, 2011) .

Pemanfaatan laboratorium virtual dengan cloud computing pernah di terapkan


oleh Hariyadi & Juliansyah (2018) dalam Penelitiannya berjudul “Analisa Penerapan
Cloud Computing Berbasis Proxmox Virtual Environment Sebagai Media Pembelajaran
Praktikum Manajemen Jaringan”, dimana laboratorium virtual dibangun dengan
Proxmox VE untuk memanajemen virtual machine yang mendukung high availability
serta penerapan Virtual Private Server (VPS) secara central bagi dosen dan mahasiswa
untuk kegiatan pembelajaran praktikum.

Penelitian oleh Muhamad Ihsan (2018) juga menerapkan cloud computing


sebagai basis dari laboratorium virtual yang dibangun, yaitu dengan judul
“Pengembangan Laboratorium Kemanan Jaringan Berbasis Cloud computing
Menggunaknan Container PTIK FKIP UNS”. Penelitian ini memanfaatkan teknologi
Container dalam cloud computing seagai media pembelajaran pada mata kuliah
keamanan jaringan komputer program studi Pendidikan Teknik Informatika dan
komputer Universitas Sebelas Maret Surakarta. Namun kedua penelitian ini hanya
dibangun dalam lingkup jaringan lokal, dan untuk dapat mengaksesnya peserta didik
harus terhubung dalam jaringan lokal tersebut. Sehingga masih kurang efektif terkait
dengan tempat dan waktu penggunaan laboratorium virtual tersebut.

Maka dari itu penerapan laboratorium virtual berbasis private cloud IAAS bisa
menjadi referensi yang tepat untuk digunakan sebagai media pembelajaran praktikum
mata kuliah jaringan di program studi PTIK UNS pada situasi pandemi Covid-19.
Diharapkan dengan adanya laboratorium virtual tersebut dapat menyediakan
lingkungan simulasi perangkat bagi dosen dan mahasiswa seperti keadaan praktikum
sebenarnya. Laboratorium dapat diakses dari rumah secara aman oleh mahasiswa dan
dapat dimonitor oleh dosen dengan waktu yang lebih leluasa sehingga pembelajaran
tetap berjalan maksimal serta Kesehatan tetap terjaga.
Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah pengembangan laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS sebagai
media praktikum di masa pandemi covid-19?

2. Bagaimanakah hasil uji fungsional laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS sebagai
media praktikum di masa pandemi covid-19 berdasarkan kebutuhan fungsional?

3. Bagaimanakah tingkat penerimaan teknologi laboratorium virtual berbasis private cloud


IaaS sebagai media praktikum di masa pandemi covid-19 ditinjau dari pengujian Technology
Acceptence Model(TAM)?

Tujuan Penelitian
1. Terciptanya laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS sebagai media praktikum di
1.

masa pandemi covid-19.

2. Mengetahui hasil uji fungsional laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS sebagai
2.

media praktikum di masa pandemi covid-19 berdasar kebutuhan fungsional.

3. Mengetahui tingkat penerimaan laboratorium virtual berbasis private cloud IaaS sebagai
3.

media praktikum di masa pandemi covid-19 ditinjau dari pengujian Technology Acceptence
Model (TAM)?

Anda mungkin juga menyukai