POGIL dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
POGIL dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
OLEH
Skripsi
Diajukan untuk memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan
([Link].)
Oleh
Penulisan skripsi ini juga tidak luput dari bantuan serta dukungan dari
berbagai pihak. Terutama Ayahanda Yulisman dan Ibunda Siti Khodijah tercinta
yang telah mencurahkan kasih sayang, perhatian, motivasi, do’a serta memberikan
dukungan baik moral maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini.
Selain itu, pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Hairunnas, [Link]., selaku Rektor Universitas Islam Negeri
Sultan Syarif Kasim Riau.
2. Bapak Dr. Kadar, [Link]., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
3. Bapak Dr. Zarkasih, [Link]., selaku Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
4. Ibu Dr. Zubaidah Amir M.Z, [Link]., selaku Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
iv
5. Bapak Dr. Amirah Diniaty, [Link]., selaku Wakil Dekan III Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
6. Bapak Hasanudin, [Link]., selaku Ketua Program Studi Tadris IPA yang telah
banyak memberikan kemudahan dalam penyusunan skripsi ini.
7. Bapak Niki Dian Permana P, [Link]., [Link]., selaku sekretaris jurusan yag telah
banyak memberikan motivasi dalam penyusunan skripsi.
8. Bapak Dr. H. Zarkasih, [Link]., selaku Penasehat Akademik yang selalu
memberi nasehat dan bimbingan kepada penulis.
9. Ibu Susilawati, [Link] sebagai pembimbing skripsi yang telah banyak
mengarahkan penulis dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini.
10. Seluruh Dosen Jurusan Tadris IPA Ibu Susilawati, [Link]., Ibu Theresia Lidya
Nova, [Link]., Bapak Dr. Zarkasih, [Link]., Ibu Fatimah Depi Susanty Harahap,
[Link].I., MA., Bapak Drs. Edi Yusrianto, [Link]., Bapak Niki Dian Permana P.,
[Link]., [Link]., Bapak Aldeva Ilhami, [Link]., Ibu Diniya [Link]., Ibu Putri Ridho
Ilahi, [Link]., Bapak M. Ilham Syarif, [Link]., dan dosen-dosesn lainnya yang
telah banyak mencurahkan segenap pengetahuan dan ilmunya kepada penulis
selama duduk di bangku perkuliahan.
11. Bapak Drs. H. Zulfahmi., selaku Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah
Penyasawan yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di
sekolah tersebut.
12. Ibu Helliarti, [Link]., selaku Wakil kepala sekolah yang telah membantu peneliti
saat penelitian,
13. Ibu Elda Tetami, [Link]., selaku guru pembelajaran IPA kelas VII MTs
Muhammadiyah Penyasawan yang telah membantu peneliti saat penelitian,
serta memberikan motivasi, saran dan dukungan kepada penulis sehingga bisa
menyelesaikan skripsi ini.
14. Untuk keluargaku terutama keluarga besar, yang telah banyak memberikan
dukungan serta motivasi agar tetap terus semangat dalam menyelesaikan
kuliah saya, terimah kasih juga kepada keluarga besar yang tidak dapat
v
disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan motivasi baik
moril maupun materil demi terselesainya skripsi ini.
15. Sahabat-sahabat tercinta khususnya Ariady, Weldian Syaputra, Abdul Arkan,
Fachrur Razi, Rafilah Atika, Syafitra Lukman yang telah memberikan
dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
16. Serta teman-teman yang telah terlibat dalam perjuangan penyelesaian skripsi
ini Muhammad Abdur Rahman, Muhammad Fakhrur Rozi, Aditya
Hendrayani, Mahmuddin, Rendi Saputra, Zulfani Riska, Novita Apriani,
Yendry, Waes Karly, ahmad Sukri yang telah memberikan dukungan sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
17. Keluarga besar Tadris IPA khususnya kelas B, dan semua sahabat-sahabatku
yang lain yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, yang telah
banyak memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.
18. Tidak terlepas kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan
motivasi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, karena
keterbatasan penulis baik dalam literatur maupun pengetahuan. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan
skripsi ini ke arah yang lebih baik. Doa dan harapan penulis, semoga Allah
Subhanahu Wa Ta’ala membalas kebaikan semua pihak dengan kebaikan yang
melimpah serta seluruh pihak yang telah banyak membantu. Penulis berharap
semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada
umumnya. Amin
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
vi
PERSEMBAHAN
“sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari
suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah
engkau berharap”
(Q.S. Al-Insyirah:6-8)
Maha besar Allah, sembah sujud sedalam qalbu hamba hanturkan atas karunia dan rezeki
berlimpah segala puji dan syukur kupersembangkan bagi Zat yang menguasai langit dan
bumi, dengan cerahan hati dan sepercik kesempatan dan keberhasilan yang Engkau
hadiahkan kepadaku Ya Rabb segenap kasih dan cinta teriring doa yang tulus ku
persembahkan karya sederhana ini UNTUK YANG AKU SAYANGI.
Untuk ayah dan ibuku, sebagai tanda bukti dan rasa terimakasih yang tiada terhingga atas
segala dukungan selama ini .
Perjalanan Kehidupan ini begitu berat untuk ditempuh
Bermimpi dan berharap penuh keberanian untuk mengambil resiko
Menguatkan hati serta membulatkan tekad untuk senantiasa tak lelah
Berhias do’a serta harap pada Allah menjadi keoptimisan
Alhamdulillah...
Amanah ini telah usai
Dengan berbagai suka dan duka
Serta doa, usaha dan kesabaran yang selalu mengiringi
Ayahanda dan Ibunda tercinta...
Lautan kasihmu hantarkan anak mu ke gerbang kesuksesan
Tiada kasih seindah kasihmu, tiada cinta semurni cintamu
Dalam derap langkahku ada doa tulusmu
Semoga Allah membalas budi dan jasamu...
Kupersembahkan skripsi ini kepada keluarga Tercinta
Yang selalu mengiringi langkahku dengan kasih dan doa...
Kepada kedua Orangtuaku, Adikku
Yang telah mendoakan disetiap tapakan kaki
Yang telah mendukung dan memberikan semangat juang
Yang tak terhingga sehingga selesainya skripsi ini
Doa motivasi dan ketulusan persaudaraan adalah bagian terindah dalam hidup ini
Tulisan ini hanyalah ukuran kalimat sederhana yang dipersembahkan khusus untuk kalian
Tak ada lagi kata yang pantas. Tak ada lagi kalimat terbaik. Tak pula dapat membalas yang
terbaik namun, dengan tulis dan penuh harapku ucapkan terimakasih dan semoga segala
kebaikan dibalas oleh Allah dengan lebih baik hingga kita dapat berkumpul di jannah-Nya
Bersama, Aamiin.
vii
ABSTRAK
viii
ABSTRACT
Randa Nurul Ikhsan (2021): The Effect of POGIL (Process Oriented
Guided Inquiry Learning) Model toward
Student Critical Thinking Ability on
Environmental Pollution Material at Islamic
Junior High School of Muhammadiyah
Penyasawan
This research was instigated by Natural Science learning process at Islamic Junior
High School of Muhammadiyah Penyasawan, the teachers still focused on the
material comprehension and they rarely used learning model requiring students to
directly observed through observation activity. It caused students less equipped to
solve a problem so that students' critical thinking skills are not honed. This
research aimed at knowing the effect of POGIL (Process Oriented Guided Inquiry
Learning) model toward student critical thinking ability at Islamic Junior High
School of Muhammadiyah Penyasawan. Pre-experimental design was used in this
research with one group pretest-posttest design involving only an experimental
group. All of the seventh-grade students at Islamic Junior High School of
Muhammadiyah Penyasawan were the population of this research. Purposive
sampling technique was used in this research. The samples were the seventh-
grade students of class A as an experimental group taught by using POGIL model.
Test question and observation sheet were used to collect data. The data of test
results were analyzed by using one sample t test with SPSS 23, and observation
sheet was analyzed by using descriptive analysis. Statistical test results in SPSS
23 showed that the significant score 0.000 was lower than alpha significance 0.05.
It could be concluded that Ha was accepted and H0 was rejected. It meant that
there was an effect of POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) model
toward student critical thinking ability on Environmental Pollution material at
Islamic Junior High School of Muhammadiyah Penyasawan.
ix
ملخص
رندا نور اإلحسان :)0202( ،أتثري منوذج ( POGILالتعلم االستقصائي املوجه ابلعملية) على كفاءة
التالميذ يف التفكري النقدي يف مادة التلوث البيئي مبدرسة دمحمية
املتوسطة اإلسالمية فنياساوان
هذا البحث خلفيته عملية تعلم العلوم الطبيعية مبدرسة دمحمية املتوسطة اإلسالمية فنياساوان ،وال يزال
املعلمون يركزون على إتقان املواد واندرا ما يستخدمون مناذج التعلم اليت تتطلب من التالميذ إجراء مالحظات
مباشرة من خالل األنشطة االستقصائية .يؤدي هذا إىل أن يكون التالميذ أقل استعدادا حلل مشكلة ما حبيث ال
يتم تدريب كفاءة التفكري النقدي لدى التالميذ .يهدف هذا البحث إىل معرفة أتثري منوذج ( POGILالتعلم
االستقصائي املوجه ابلعملية) على كفاءة التالميذ يف التفكري النقدي يف مادة التلوث البيئي مبدرسة دمحمية املتوسطة
اإلسالمية فنياساوان .الطريقة يف هذا البحث هي التصميم قبل التجرييب الذي يستخدم تصميم االختبار القبلي
والبعدي جملموعة واحدة ،ويتضمن الفصل التجرييب الواحد فقط .واجملتمع يف هذا البحث مجيع الفصل السابع
مبدرسة دمحمية املتوسطة اإلسالمية فنياساوان .أخذ العينات ابستخدام تقنية أخذ العينات اهلادفة .العينة يف هذا
البحث هي فصل 7أ كفصل جترييب ابستخدام منوذج .POGILمت مجع البياانت من خالل االختبار وأوراق
املالحظة .مت حتليل بياانت االختبار ابستخدام اختبار tللعينة الواحدة مبساعدة برانمج اإلحصاء للعلوم
االجتماعية إلصدار 32وأوراق املالحظة ابستخدام التحليل الوصفي .أظهرت نتائج االختبارات اإلحصائية
مبساعدة برانمج اإلحصاء للعلوم االجتماعية إلصدار 32قيمة معنوية تبلغ 00،0< 000،0معنوية ألفا .ميكن
االستنتاج أن الفرضية البديلة مقبولة والفرضية املبدئية مردودة ،مما يعين أن هناك أتثريا لنموذج ( POGILالتعلم
االستقصائي املوجه ابلعملية) على كفاءة التالميذ يف التفكري النقدي يف مادة التلوث البيئي مبدرسة دمحمية املتوسطة
اإلسالمية فنياساوان.
x
DAFTAR ISI
PENGHARGAAN ........................................................................................ i
PERSEMBAHAN ......................................................................................... iv
ABSTRAK .................................................................................................... v
DAFTAR TABEL......................................................................................... x
A. Desain Penelitian................................................................................ 30
B. Waktu dan Tempat ............................................................................. 31
C. Variabel Penelitian ............................................................................. 31
D. Populasi dan Sampel .......................................................................... 31
xi
E. Perangkat Pembelajaran ..................................................................... 32
F. Instrumen Penelitian........................................................................... 32
G. Prosedur Penelitian............................................................................. 32
H. Analisis Instrumen ............................................................................. 35
I. Tekhnik Pengumpulan Data ............................................................... 40
J. Tekhnik Analisis Data ........................................................................ 41
K. Uji Hipotesis....................................................................................... 41
A. Hasil penelitian................................................................................... 44
B. Pembahasan ........................................................................................ 51
BAB V KESIMPULAN................................................................................ 58
A. Kesimpulan ........................................................................................ 58
B. Saran................................................................................................... 58
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Indikator dan Sub Indikator Kemampuan Berpikir Kritis ........ 26
Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil Judgement Instrumen Tes oleh Dosen Ahli 36
Tabel 3.4 Validitas Butir Soal Tes Kemampuan Berpikir Kritis .............. 37
Tabel 3.6 Reliabilitas Butir Soal Tes Kemampuan Berpikir Kritis .......... 39
Tabel 4.3 Uji Normalitas nilai Pre-test Kemampuan Berpikir Kritis ....... 46
Tabel 4.4 Uji Normalitas nilai Post-test Kemampuan Berpikir Kritis ...... 47
xiii
DAFTAR GAMBAR
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 Silabus
LAMPIRAN 2 RPP
2.1 RPP................................................................................. 67
LAMPIRAN 3 LKPD
LAMPIRAN 7 DOKUMENTASI
LAMPIRAN 8 SURAT-SURAT
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan di era globalisasi telah membawa
perubahan hampir dalam semua aspek kehidupan manusia, dimana
berbagai permasalahan tidak mudah dipecahkan kecuali dengan
penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar
mampu berperan dalam persaingan globalisasi maka kita perlu
mengembangakan kualitas sumber daya manusia (Umam, 2016).
1
SMP/MTs merupakan bagian dari pendidikan dasar yang berfungsi
membekali para siswa dengan pengetahuan sains (IPA) untuk
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pencapaian tersebut
sains (IPA) bukan ditekankan pada pemahaman konsep sains (IPA)
semata, melainkan diarahkan pada efek iringan pembelajaran yang salah
satunya adalah keterampilan berpikir kritis (Hasnunidah, 2012). Seorang
siswa akan belajar lebih baik dan lebih bermakna apabila anak mengalami
apa yang dipelajari dan bukan sekedar mengetahuinya.
2
Menurut Scriven dan Paul menyatakan bahwa kemampuan berpikir
kritis sangat penting dikembangkan karena siswa dapat lebih mudah
memahami konsep, peka terhadap masalah yang terjadi sehingga dapat
memahami dan menyelesaikan, dan mampu mengaplikasikan konsep
dalam situasi yang berbeda. Hasil penelitian dari Neni Hasnunidah
menunjukkan bahwa berpikir kritis ternyata mampu menyiapkan peserta
didik berpikir pada berbagai disiplin ilmu, serta dapat dipakai untuk
pemenuhan kebutuhan intelektual dan pengembangan potensi peserta
didik, karena dapat menyiapkan peserta didik untuk menjelani karir dan
kehidupan nyatanya (Hasnunidah, 2012).
Tingkat keberhasilan siswa dapat diukur dengan mengetahui hasil
belajar dalam proses belajar. Biasanya seorang guru mengukur tingkat
keberhasilan siswa dengan memberikan evaluasi berupa soal-soal setelah
materi sudah diajarkan. Siswa dituntut untuk memiliki kemampuan
berpikir kritis di dalam proses pembelajaran karena dengan menggunakan
proses berpikir dalam proses pembelajaran tentunya akan berpengaruh
terhadap kemampuan hasil belajar kognitif siswa (Hanib et al., 2017).
Hasil belajar sendiri merupakan refleksi untuk mengetahui ketuntasan
belajar siswa maupun penguasaan siswa terhadap suatu materi.
Hasil studi pendahuluan di MTs Muhammadiyah Penyasawan
menunjukkan bahwa peserta didik kurang kemampuan berpikir kritis
peserta didik masih rendah, hal ini terlihat dari siswa kurang
memperhatikan pembelajaran karena pembelajaran dirasakan kurang
menarik dan masih terfokus pada penerimaan pembelajaran pada guru
hingga hasil pembelajaran juga kurang memuaskan. Salah satu
kemampuan yang dapat dilatih dan dikembangkan dalam pembelajaran
IPA adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan untuk berpikir kritis
merupakan usaha sadar seseorang dalam memutuskan apa yang harus
dilakukan atau dipercayai dengan memfokuskan pemikiran seseorang
kepadanya. Richard Paul mendefinisikan pemikiran sebagai disiplin
berpikir dan diarahkan dari dalam diri yang mengeksploitasi
3
kesempurnaan pemikiran yang sesuai dengan mode atau ranah pemikiran
tertentu. Weinstein mengemukakan kerangka pemikiran kritis yang
mencakup pemikiran terampil, berpikir bertanggung jawab, pemikiran non
rutin, menerapkan kriteria, koreksi diri, dan kepekaan (Dewi et al., 2020).
Hasil wawancara dengan guru IPA di MTs Muhammadiyah
mengutarakan bahwa pada saat pendekatan pembelajaran masih berpusat
pada guru (teacher centered). Bahan ajar yang digunakan guru dalam
proses pembelajaran yaitu menggunakan LKS dan buku paket. Media yang
digunakan dalam proses pembelajaran yaitu charta dan power point. Guru
lebih sering menggunakan model pembelajaran teacher centered sehingga
membuat siswa kurang aktif dalam belajar salah satunya dalam materi
pencemaran lingkungan. Dimana untuk mengatasi masalah tersebut
diperlukan metode pembelajaran yang bisa membuat siswa lebih aktif
dalam pembelajaran dan tidak lagi berpusat pada guru.
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu inovasi
pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis
peserta didik. Kemampuan berpikir kritis dapat dilatih dalam
pembelajaran IPA, di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik. Ketika pembelajaran masih berpusat
pada guru, peserta didik sulit untuk dapat mengembangkan kemampuan
berpikir kritis.
Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
adalah model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning
(POGIL). Model pembelajaran POGIL merupakan pembelajaran yang
berorientasi proses yang berpusat pada peserta didik dengan menerapkan
learning cycle dalam kegiatan inkuiri terbimbing (Zamista & Kaniawati,
2015). Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) salah satu
pembelajaran inkuiri yang berbasis pada konstruksi pemikiran,
meningkatkan pemikiran dengan mengajukan jawaban atau pertanyaan
agar siswa lebih aktif lagi dalam belajar. Kelebihan model pembelajaran
POGIL diantaranya yaitu dapat membantu peserta didik untuk lebih
4
menemukan sendiri pengetahuannya dan mudah diterapkan pada semua
jenjang pendidikan. Selain itu model pembelajaran POGIL juga mampu
membantu peserta didik dalam meningkatkan keterampilan proses,
bertanya dan mengomunikasikan pengetahuan, serta dapat menjangkau
materi pelajaran dalam cakupan yang luas (Malik et al., 2017).
Penerapan pembelajaran POGIL memiliki beberapa kelebihan antara
lain : 1) pembelajaran POGIL memberi ruang bagi siswa untuk aktif dalam
belajar secara kooperatif, 2) siswa terlebih dahulu menyiapkan diri
mengenai materi yang akan dipelajari, 3) merangsang kemampuan berpikir
siswa,4) mendorong siswa berani tampil didepan kelas untuk
mempersentasikan hasil hipotesisnya (Devi, 2019).
Berdasarkan dari uraian tersebut maka peneliti ingin melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Process
Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa MTs Muhammadiyah Penyasawan Pada Materi
Pencemaran Lingkungan ”
B. Defenisi Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami judul
penelitian ini, maka perlu adanya penegasan istilah, yaitu;
1. Model pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Inquiry
Learning).
Model pembelajaran POGIL adalah teknik pembelajaran
kolaboratif yang menggunakan inkuiri terbimbing yang didalamnya
terdapat sebuah sistem yang saling berhubungan yaitu eksplorasi,
penemuan konsep, dan aplikasi.
2. Kemampuan Berpikir kritis
Berfikir kritis adalah kemampuan berfikir yang kompleks dengan
menggunakan proses analisis dan evaluasi terhadap suatu informasi
yang diterima maupun dalam menyelesaikan permasalahan, atau arti
berfikir kritis ialah berfikir untuk mencari kebenaran terhadap
5
informasi yang diterima atau dalam menyelesaikan masalah, cara
berfikir kritis yaitu secara tenang, jangan emosi, dahulukan logika,
pahami permasalahan, lakukan analisis, dan evaluasi hasilnya,
barulah ambil keputusan atau tindakan.
3. Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah suatu perubahan pada lingkungan
yang tidak dikehendaki karena bisa mempengaruhi kegiatan,
kesehatan dan keselamatan makhluk hidup.
C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model
pembelajaran process oriented guided inquiry learning (POGIL)
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa MTs
Muhammadiyah Penyasawan pada materi pencemaran lingkungan ?
6
tepat dan sesuai sehingga dapat meningkatkan keterampilan
proses sains siswa.
c. Untuk sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan
pertimbangan untuk memperbaharui sarana dan prasarana dalam
menunjang peningkatan kualitas belajar siswa pada pembelajaran
IPA .
d. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
referensi untuk mengetahui model pembelajaran yang dapat
menggali sejauh mana keterampilan proses sains yang dimiliki
siswa.
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
8
didik untuk belajar, memberikan motivasi untuk kegiatan dan
menciptakan minat, menghasilkan rasa ingin tahu, dan membuat
koneksi untuk pengetahuan sebelumnya. Selain itu, siswa dirangsang
agar mau berpikir dan menyertakan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya untuk memecahkan masalah (Majid, 2013).
b. Eksplorasi (Exploration)
Pada tahap ini para siswa mengembangkan pemahamannya tentang
konsep dengan cara menanggapi serangkaian pertanyaan yang akan
memandunya pada suatu proses untuk mengeksplorasi model atau
suatu tugas yang harus diselesaikan. Pada tahap ini, siswa diberikan
suatu bahan pembelajaran untuk didiskusikan. Bahan pembelajaran
tersebut membimbing mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Bahan tersebut dapat berupa tabel data, grafik, diagram,
simulasi komputer, demonstrasi suatu informasi, atau kombinasinya
untuk membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran. Dalam tahap
ini, para siswa berusaha untuk menjelaskan atau memahami bahan
ajar, dengan cara mengemukakan, mengajukan pertanyaan dan
menguji hipotesis (Warsono, 2012).
c. Penemuan Konsep (Conceptual Formation)
Pada tahap ini melibatkan penemuan konsep, pada tahap
eksplorasi siswa tidak menghasirkan konsep secara eksplisit. Para
siswa secara efektif dipandu dan didorong untuk mengeksplorasi,
kemudian membuat kesimpulan dan membuat prediksi. Setelah siswa
terlibat dalam fase ini, informasi tambahan dan nama konsepnya dapat
diperkenalkan. Instruktur boleh saja mengemukakan nama konsepnya,
tetapi harus siswa sendiri yang menemukan pola-pola konsep tersebut.
Kegiatan lain dirancang agar pada fase ini melibatkan pembentukan
konsep. Siswa belajar melalui upaya menjawab serangkaian
pertanyaan yang memandunya untuk mengeksplorasi representasi
konsep, mengembangkan dan memahaminya, dan mengidentifikasi
relevansi dan tingkat kepentingan konsep.
9
d. Aplikasi (Aplication)
Pada tahap aplikasi, siswa diberikan latihan berupa studi
masalah ataupun studi kasus penelitian untuk menguatkan dan
memperluas pemahaman, serta memberikan kesempatan pada siswa
mengembangkan kepercayaan diri mereka dengan memberikan latihan
yang sederhana dan familiar. Studi masalah membimbing siswa
menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya
untuk memecahkan suatu permasalahan yang lebih nyata. Studi kasus
penelitian membimbing siswa mengembangkan pemahamannya
dengan memberikan isu-isu terbaru, pertanyaan atau sebuah hipotesis.
e. Penutup (Closure)
Kegiatan berakhir dengan validasi hasil, refleksi dan penilaian
kinerja oleh siswa. Validasi diperoleh dengan melaporkan hasil kerja
kepada teman dan guru untuk mendapatkan umpan balik mengenai isi
dan kualitas. Pada refleksi siswa, diminta merenungkan apa yang telah
mereaka pelajari, menggabungkan pengetahuan dan penghargaan
untuk kinerja mereka. Penilaian diri adalah kunci keberhasilan dalam
belajar karena menghasilkan perbaikan secara terus menerus.
10
b. Juru bicara (Spokesperson), aktif berpartisipasi, mewakili kelompoknya
untuk memberi pandangan dan kesimpulan, menyajikan hasil diskusi
kelompok didepan kelas.
c. Perekam (Recorder), aktif berpartisipasi, mempersiapkan laporan akhir
tertulis dan dokumentasi lainnya dalam diskusi kelompok.
d. The strategy analiyst/Reflector, aktif berpartisipasi, merefleksikan apa
yang sudah di pelajari dan yang belum dipahami selama kegiatan diskusi,
apa yang perlu diperbaiki dalam diskusi kelompok.
Menurut Hanson dalam Widyaningsih model pembelajaran
process oriented guided inquiry learning (POGIL) memiliki kelebihan
yaitu:
a. Dapat mengembangkan pemahaman, pertanyaan untuk
memancing berpikir kritis dan analitik, penyelesaian
masalah, melaporkan hasil pengamatan, metakognisi dan
tanggung jawab individu.
b. Siswa lebih aktif terlibat dan berpikir di kelas maupun
dilaboratorium.
c. Mampu menarik kesimpulan dari suatu analisis data.
d. Mampu bekerja sama dengan siswa lain untuk memahami
konsep dan menyelesaikan masalah sehingga ikatan antar
siswa menjadi lebih kuat.
e. Siswa mampu merefleksikan apa yang telah dipelajari
dan meningkatkannya.
f. Dapat berinteraksi dengan guru sebagai fasilitator dalam
pembelajaran secara intensif.
11
2. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
a. Pengertian Kemampuan Berpikir Kritis
Kemampuan Berpikir kritis merupakan salah satu tujuan
penting dari pendidikan. Berpikir kritis yaitu berpikir secara rasional.
Menurut Bayer dalam Zubaidah berpendapat bahwa berpikir kritis
sebagai menggunakan kriteria untuk menilai kualitas sesuatu, dari
kegiatan yang paling sederhana seperti kegiatan normal sehari-hari
sampai menyusun kesimpulan dari sebuah tulisan yang digunakan
seseorang untuk mengevaluasi validitas sesuatu (pertanyaan-
pertanyaan, ide-ide, argumen-argumen, penelitian dan lain-lain)
(Zubaidah 2009).
Kemampuan Berpikir kritis merupakan pemikiran masuk akal
dan reflektif yang berfokus pada pengambilan keputusan tentang apa
yang harus dipercaya atau dilakukan. Masuk akal bisa diartikan
berpikir berdasarkan fakta untuk mengambil keputusan karena Ennis
menganggap pengambilan keputusan merupakan bagian dari berpikir
kritis, sedangkan reflektif dapat diartikan sebagai usaha sadar dan terus
menerus untuk meyakini sebuah informasi yang diperoleh (Permana N,
2018). Menurut Anugraheni menyatakan bahwa dengan berpikir kritis,
seseorang dapat mengatur, menyesuaikan, mengubah atau
memperbaiki pikirannya sehingga dia dapat mengambil keputusan
untuk bertindak lebih tepat (Anugraheni, 2018). Secara umum,
Kemampuan untuk berpikir kritis merupakan usaha sadar seseorang
dalam memutuskan apa yang harus dilakukan atau dipercayai dengan
memfokuskan pemikiran seseorang kepadanya. Berpikir kritis menurut
Paul dalam Fisher yaitu sebagai ragam berpikir tentang suatu hal untuk
meningkatkan kualitas pemikiran dengan menangani secara baik setiap
struktur yang ada dan menerapkan standar-standar intelektual dalam
pemikiran (Alec, 2010).
12
Jadi dalam proses berpikir kritis membutuhkan penalaran,
sehingga dapat memahami sebuah masalah dan dapat memecahkannya.
Selain itu, Desmita berpendapat bahwa pemikiran kritis adalah
kemampuan berpikir secara logis, reflektif, dan produktif yang
digunakan dalam menilai situasi agar dapat membuat pertimbangan
dan keputusan yang baik (Desmita, 2010).
Berdasarkan definisi-definisi yang dikemukakan para ahli
diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bepikir kritis adalah proses
kompleks yang membutuhkan penalaran dalam berpikir untuk
mempertimbangkan suatu keputusan agar dapat memecahkan suatu
permasalahan.
b. Indikator Berpikir Kritis
Indikator merupakan suatu ukuran dari suatu kondisi yang
dapat digunakan untuk mengukur perubahan yang terjadi pada suatu
kejadian suatu kegiatan. Indikator berpikir kritis dapat dikatakan suatu
ukuran yang digunakan untuk mengukur kememampuan berpikir kritis
seseorang.
13
mempertimbangkan hasil induksi,dan membuat sera menentukan
nilai pertimbangan.
4) Memberikan penjelasan lanjut, yang terdiri atas mengindefikasikan
istilah-istilah dan defenisi pertimbangan dan juga dimensi, serta
mengindetifikasi asumsi.
5) Mengatur strategi dan teknik, yang terdiri atas menentukan
tindakan dan berinteraksi dengan orang lain (Desmita, 2010).
Pembelajaran yang mencirikan adanya penerapan kemampuan
berpikir kritis yaitu pembelajaran yang memberikan kesempatan
kepada siswa untuk turut berperan aktif dengan mendorong siswa
untuk mampu mengindetifikasi kemungkinan solusi yang ada,
selanjutnya mampu memilah data dari informasi yang didapatkan,
kemudian mampu memberikan pendapat tentang data yang dipilih,
yang digunakan untuk menyusun jawaban sementara dan akhirnya
mampu memberikan kemungkinan penyelesaian masalah (Yogantari,
2014). Kemampuan berpikir kritis memiliki beberapa tahapan yang
merincikannya yaitu mengetahui permasalahan secara komprehensif,
menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan, mengumpulkan
daya yang diperlukan, mengeluarkan pendapat, membuat penyelesaian
dari permasalahan dan melakukan pengevaluasikan terhadap jawaban
yang diperoleh.
14
Zat yang dapat mencemari lingkungan dan dapat mengganggu
kelangsungan hidup makhluk hidup disebut polutan. Polutan ini dapat
berupa zat kimia, debu, radiasi, atau panas yang masuk ke dalam
lingkungan.
Pencemaran ada tiga macam, yaitu pencemaran air, pencemaran
udara dan pencemaran tanah.
a. Pencemaran Air
Pencemaran air yaitu maksudnya makhluk hidup, zat, energi
atau komponen lain ke dalam air, sehingga kualitas air turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi sesuai dengan
peruntukannya (Widodo, 2017).
Air dikatakan tercemar apabila air itu sudah berubah, baik
warna, bau, maupun rasanya. Dengan kata lain air tercemar apabila
terjadi penyimpangan sifat-sifat dari kedaan normalnya.
1) Faktor-faktor penyebab pencemaran air :
a) Limbah industri
Air limbah industri cenderung mengandung zat
berbahaya. Oleh karena itu harus dicegah agar tidak dibuang ke
saluran umum. Jenis limbah yang berasal dari indusrti dapat
berupah limbah organik bau, seperti limbah pabril tekstil atau
limbah pabrik kertas. Adapun yang berupa limbah anorganik
berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, yang mengandung
asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja,
limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik
farmasi dan lain-lain.
b) Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal
dari hasil samping kegiatan perumahan. Seperti rumah tangga,
pasar, perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah makan,
dan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas
mesin-mesin atau kendaraan. Limbah rumah tangga dapat
15
berasal dari bahan organik, anorganik, maupun bahan
berbahaya dan beracun. Limbah organik, seperti kulit buah
sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun, dan berbagai bahan
yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang
berasal dari bahan anorganik, antara lain besi, aluminium,
plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi sukar
diuraikan oleh mikroorganisme.
2) Dampak pencemaran air
a) Gangguan kesehatan
Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan
berbagai penyakit. Tidak menutup kemungkinan di dalam air
limbah tersebut mengandung virus dan bakteri yang
menyebabkan penyakit. Air limbah juga bisa digunakan
sebagai sarang nyamuk dan lalat yang dapat membawa
(vektor) penyakit tertentu.
b) Penurunan kualitas lingkungan
Pembuangan bahan tercemar secara langsung ke dalam
perairan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada
perairan tersebut. Misalnya, pembuangan limbah organik dapat
menyebabkan peningkatan mikroorganisme atau kesuburan
tanaman air sehingga menghambat masuknya cahaya matahari
ke dalam air. Hal ini menyebabkan berkurangnya kandungan
oksigen terlarut dalam air, sehingga mengganggu
keseimbangan ekosistem di dalamnya yang ada di perairan
tersebut.
3) Cara penanggulangi pencemaran air
Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari
bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organik
biodegradable,meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan
estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah dapat dilakukan
sebagai berikut.
16
a) Pembuatan kolam stabilitasi
Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah
untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah
dialirkan ke sungai. Kolam stabilisasi yang umum digunakan
adalah kolam anaerobik, kolam fakultatif (pengolahan air
limbah yang tercemar bahan organik pekat), dan kolam
maturasi (pemusnahan mikroorganisme patogen). Kolam
stabilisasi ini dapat digunakan oleh semua kalangan karena
memilikinya murah dan mudah digunakan.
b) IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
Pengolahan air limbah ini menggunakan alat-alat khusus.
Pengolahan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu primary
treatment (pengolahan pertama), secondary treatment
(pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan
lanjutan). Primary treatment merupakan pengolahan pertama
yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair
dengan menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi.
Secondary treatment merupakan pengolahan kedua, bertujuan
untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan
menstabilisasikan zat organik dalam limbah. Tertiary
treatment merupakan lanjutan dari pengolahan kedua, yaitu
penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan
fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan
mikroorganisme patogen.
c) Pengelolaan Excrexta (Human excrexta)
Human excreta merupakan bahan buangan yang di keluarkan
dari tubuh manusia, meliputi tinja (feses), dan air kencing
(urine). Excreta banyak terkandung dalam air limbah rumah
tangga. Excreta banyak mengandung bakteri patogen penyebab
penyakit. Jika tidak dikelola dengan baik, excreta dapat
menimbulkan berbagai jenis penyakit. Pengelolaan excreta
17
dapat dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada
jamban atau septic tank yang ada di sekitar tempat tinggal,
dialirkan ke tempat pengelolaan, atau dilakukan secara
kolektif. Untuk mencegah meresapnya air limbah excreta ke
sumur atau resapan air, jamban yang kita buat harus sehat.
Syaratnya, tidak mengotori permukaan tanah, permukaan air,
dan air tanah di sekitarnya, serta tidak menimbulkan bau,
sederhana, jauh dari jangkauan serangga (lalat, nyamuk, atau
kecoak), murah, dan diterima oleh pemakainya. Pengelolaan
excreta dalam septic tank dapat diolah secara anaerobik
menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber gas
untuk rumah tangga. Selain itu, pengelolaan excreta dengan
tepat akan menjauhkan kita dari penyakit bawaan air.
b. Pencemaran Udara
Udara ialah salah satu faktor abiotik yang mempengaruhi
kehidupan komponen biotik (makhluk hidup). Udara mengandung
senyawa-senyawa dalam bentuk gas, di antaranya mengandung gas
yang amat penting bagi kehidupan, yaitu oksigen. pada atmosfer bumi
terkandung lebih kurang 20% oksigen yang dibutuhkan oleh semua
makhluk hidup yang terdapat di dalamnya. Oksigen berperan dalam
pembakaran senyawa karbohidrat di pada tubuh organisme melalui
pernapasan. Reaksi pembakaran tidak hanya terjadi di dalam tubuh,
namun kita pun seringkali melakukannya, seperti pembakaran sampah
atau lainnya. Akibat sampingan asal pembakaran membuat senyawa
karbon (CO2 dan CO) yang akan dibuang ke udara.
Pencemaran udara didefinisikan menjadi suatu kondisi dimana
udara mengandung senyawa-senyawa kimia atau substansi fisik
maupun biologi pada jumlah yang memberikan akibat buruk bagi
kesehatan manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Selain itu, juga akan
Mengganggu estetika alam serta kenyamanan, atau Mengganggu
barang-barang perkakas (properti).
18
a) Pencemaran udara primer
Pencemaran udara ini ditimbulkan langsung dari sumber
pencemar. misalnya peningkatan kadar karbon dioksida yang
disebabkan oleh aktivitas pembakaran oleh manusia.
b) Pencemaran udara sekunder
tidak sinkron dengan pencemaran udara primer, pencemaran
udara sekunder terjadi akibat reaksi antara substansi-substansi
pencemar udara primer yang terjadi di atmosfer. misalnya,
pembentukan ozon yang terjadi dari reaksi kimia partikel-
partikel yang mengandung oksigen pada udara.
19
Pencemaran udara mengakibatkan kerugian bagi poly organisme
penghuni bumi. Akibat yang disebabkan dari pencemaran udara antara
lain sebagai berikut :
a) Bagi kesehatan
Terbukti bahwa kualitas udara yang menurun dampak
pencemaran menyebabkan berbagai penyakit. seperti ISPA
(infeksi saluran pernapasan) artinya keliru satunya, saluran
pernapasan ialah portal masuknya udara ke pada tubuh. Udara
yang kotor membawa senyawa-senyawa yang tidak baik bagi
kesehatan. Tentu saja, pengendapan-pengendapan logam yang
terlarut pada udara bisa mengendap di paru-paru serta bisa
menyebabkan iritasi. akibat yang lebih serius dari polusi udara
ialah emfisema, yaitu tanda-tanda kesulitan pengangkutan
oksigen. Kadar karbon monoksida yang terlalu poly di udara
(lebih banyak asal oksigen) dapat Mengganggu pengikatan
oksigen pada pada tubuh. Oleh sebab itu, tubuh akan kekurangan
oksigen, sehingga, muncul tanda-tanda berupa sesak napas, serta
pusing bahkan dapat, berlanjut di kematian jika tak ditangani
dengan segera.
b) Bagi tumbuhan
Abu vulkanik yang berasal dari meletusnya gunung berapi,
menghasilkan udara tercemar serta memicu terjadinya hujan
asam. Hujan asam mengandung senyawa sulfur yang bersifat
asam. kondisi asam ini dapat mematikan tumbuhan setempat.
Oleh karena itu, kita seringkali menemui begitu banyak tumbuhan
serta pohon yang rusak akibat hujan asam atau terkena abu
vulkanik.
c) efek rumah kaca
Konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi
di atmosfer akan memicu terjadinya pengaruh tempat tinggal
20
kaca yakni peningkatan suhu bumi. CO serta CO2 akan
menghasilkan semacam lapisan yang akan menahan panas bumi
keluar, sehingga panas yang disebabkan bumi akan terkurung di
pada seperti pada rumah kaca.
c. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah suatu keadaan di mana bahan kimia
sintesis manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami
(Widodo, 2017). Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran
limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial,
penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah ke pada lapisan
subpermukaan, kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia,
atau limbah, air limbah dari kawasan penimbunan sampah serta
limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak
memenuhi syarat (illegal dumping). Tidak jauh tidak sinkron dengan
pencemaran air dan udara, ternyata pencemaran tanah pula banyak
sekali penyebabnya di antaranya seperti ini.
1) Limbah domestik
Limbah domestik bisa berasal dari wilayah mirip pemukiman
penduduk; pedagang, kawasan usaha, hotel serta lain-lain;
kelembagaan contohnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta;
dan tempat-tempat wisata. Limbah domestik tadi dapat berupa
limbah padat dan cair.
2) Limbah industri
Limbah Industri berasal dari residu-residu produksi industri.
Limbah industri pula bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu
limbah padat dan limbah cair. Hg, Zn, Pb, dan Cd ialah zat yang
sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam
tanah akan menyebabkan kematian bagi mikroorganisme yang
mempunyai fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.
21
3) Limbah pertanian
misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantasan hama
tanaman. Penggunaan pupuk yang terus monoton dalam pertanian
akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah
berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena
hara tanah semakin berkurang. Dan dengan penggunaan pestisida
bukan saja mematikan hama tanaman tetapi pula mikroorganisme
yang berguna pada dalam tanah. Padahal kesuburan tanah
tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu,
penggunaan pestisida yang akan menyebabkan hama tanaman
kebal terhadap pestisida tersebut.
22
berikut. Pencucian on-siteadalah pencucian di lokasi. Pembersihan ini
lebih murah serta lebih praktis, terdiri dari pembersihan, venting
(suntik), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar
dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Sesudah itu, pada
wilayah safety, tanah tersebut dibersihkan asal zat pencemar. Caranya,
tanah tersebut disimpan di bak atau tangki yang rapat, kemudian zat
pembersih dipompakan ke bak/tangki tadi. Selanjutnya zat pencemar
dipompakan keluar berasal bak yang lalu diolah menggunakan
instalasi pengolah air limbah. Pencucian off-site ini jauh lebih mahal
dan rumit.
keliru satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi
ialah fungi vesikular arbuskular mikoriza (vam). Fungi vam dapat
berperan eksklusif juga tidak eksklusif pada remediasi tanah. Adapun
yang berperan pribadi, sebab kemampuannya menyerap unsur logam
asal pada tanah. Adapun yang berperan tidak pribadi karena
menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain. Seperti
bakteri tertentu, fungi serta sebagainya
B. Penelitian Relevan
Sebelum melakukan penelitian ini, telah ada penelitian yang
membahas kemampuan berpikir kritis dan model POGIL, diantaranya
adalah :
1. Penelitian oleh Rena Fauzia Yuliani pada tahun 2020, yang berjudul
Analisis model Process Orinted Guided Inquiry Learning berorientasi
keakrifan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Dalam penelitian ini hasil dari analisis dari implementasi model
POGIL memperoleh persentase dari 70% yang dikategorikan sedang,
hasil yang diperoleh dari kemampuan berpikir kritis siswa yang diukur
melalui aspek berpikir kritis, tiga aspek yang dikategorikan tinggi
yaitu interpresentasi, analisis, dan inferensi, maka dari itu didapatkan
hasil bahwa model pembelajaran POGIL dapat meningkatkan
23
kemampuan berpikir kritis siswa (Yuliani, 2020). Perbedaan
penelitian relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti
adalah penelitian relevan menganalisis model pembelajaran POGIL
dalam tiga aspek yaitu interpresentasi,analisis dan inferensi sedangkan
penelitian yang akan dilakukan melihat peningkatan pengaruh model
pembelajaran POGIL. Persamaan penelitian ini sama-sama
menggunakan tahapan yaitu orientasi, eksplorasi, penemuan konsep,
aplikasi dan penutup.
2. Penelitian oleh Ramdani pada tahun 2017, yang berjudul “Pengaruh
model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning
(POGIL) terhadap pemahaman konsep IPA, keterampilan proses sains
dan kemampuan berpikir kritis siswa SMP NEGERI 3 Pringgabaya
Lombok Timur (Ramdani, 2017). Persamaan Hasil penelitian ini yaitu
melakukan observasi sebagai kegiatan awal untuk melakukan
eksplorasi, sebagai hasil dari tahapan eksploarasi,konsep dibentuk,
diperkenalkan pada siswa atau siswa membuktikan konsep yang
ditemukan para ahli, aplikasi menuntut siswa untuk menerapkan
konsep yang telah diperlajari dalam menyelesaikan masalah
kehidupan sehari-hari. Perbedaan penelitian relevan dengan penelitian
yang akan dilakukan peneliti adalah penelitian relevan menggunakan
desain penelitian studi literature sedangkan pada penelitian yang akan
dilakukan menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan one
group pretest-postest design.
3. Penelitian oleh Septi Kurnia pada tahun 2017, yang berjudul
“pengaruh model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry
Learning (POGIL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas
VII di SMP NEGERI 7 Palembang pada materi sistem pencernaan
manusia”. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata penguasaan
kemampuan berpikir kritis pada tes awal kelas eksperimen yang
menggunakan model pembelajaran POGIL adalah 52,00 meningkat
menjadi 80,34 pada tes akhir, sedangkan pada kelas kontrol nilai tes
24
awal nilai tes awal yang menggunakan model konvensional adalah
42,97 meningkat menjadi 75,28 (Septi, 2019). Persamaan penelitian
relevan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah
menggunakan metode POGIL, perbedaan penelitian relevan dengan
penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah penelitian relevan
menggunakan materi pencernaan manusia sedangkan penelitian yang
akan peneliti lakukan pada materi pencemaran lingkungan.
C. Kerangka Berpikir
Permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran IPA khususnya
pelajaran IPA disekolah saat ini yaitu, masih rendahnya berpikir kritis
siswa. Pembelajaran IPA masih didominasi oleh penggunaan model
pembelajaran langsung, dimana dalam prosesnya tidak menarik perhatian
siswa. Proses belajar mengajar yang berlangsung selama ini lebih
berorientasi pada pendidik atau menggunakan model tersebut, yang
membuat peserta didik hanya aktif menerima penjelasan. Sehingga perlu
adanya model pembelajaran yang menjadikan siswa khususnya dalam
pelajaran IPA lebih aktif dan mampu berpikir.
Pembelajaran merupakan upaya menciptakan iklim dan pelayanan
terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan siswa yang
beragam agar terjadi interaksi antara guru dan siswa serta siswa dengan
siswa lain. Dalam model pembelajaran yang dilakukan kebanyakan guru
sekarang yang menjadi pusat informasi, sehingga pembelajaran
berlangsung satu arah saja. Tidak ada timbal balik antara guru dan siswa
maupun siswa dengan siswa lain.
Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk
membantu siswa berperan aktif dalam pembelajaran dan mengetahui
model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata
pelajaran IPA. Diharapkan nantinya pembelajaran secara POGIL dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi pencemaran
lingkungan.
25
D. Konsep Operasional
1. Langkah-langkah POGIL
Siklus pembelajaran dalam POGIL terdiri atas tiga tahap yaitu:
a) Eksplorasi, siswa akan menjawab berbagai macam pertanyaan
untuk mengembangkan pemahaman terhadap suatu konsep.
b) Penemuan konsep, guru sebagai fasilidator pembelajaran
memberikan bantuan kepada siswa untuk menemukan konsep.
c) Aplikasi, siswa dipandu menggunakan pengetahuan baru yang
telah diperolehnya untuk memecahkan masalah-masalah yang
kompleks.
26
No Kemampuan Sub kemampuan Penjelasan
berpikir kritis berpikir kritis
pertanyaan Mengapa ?
klarifikasi dan Apa intinya,apa artinya?
pertanyaan yang Apa contohnya, apa yang
menantang bukan contohnya ?
Bagaimana menerapkan
kasus tersebut ?
Apa menyebabkan
perbedaannya ?
Apa faktanya ?
2. Membangun Mempertimbang Ahli
kemampuan kan apakah Tidak ada konflik interes
dasar sumber dapat Kesepakatan antar
dipercaya atau sumber
tidak Reputasi
(menyesuaikan Menggunakan prosedur
dengan sumber) yang ada
Mengetahui resko
reputasi
Kemampuan memberi
alasan
Kebiasaan hati-hati
Mengobservasik Terlibat dalam
andan menyimpulkan
mempertimbang Dilaporkan oleh
kan laporan pengamatan sendiri
observasi Mencatat hal-hal yang
diinginkan
Penguatan dan
kemungkinan
Kondisi akses yang baik
Komponen penggunaan
teknologi
Kemampuan observer
atas kredibilitas kriteria
3. Menyimpulkan Mendedukasi Kelompok logis
dan Kondisi logis
mempertimbang Menyatakan tafsiran
kan hasil (interprestasi pertanyaan)
dedukasi
Mengindukasi Membuat generalisasi
dan Membuat kesimpulan
mempertimbang dan hipotesis
kan hasil idukasi
27
No Kemampuan Sub kemampuan Penjelasan
berpikir kritis berpikir kritis
Membuat dan Latar belakang fakta
mempertimbang Konsekuensi
kan nilai Penerapan prinsip-
keputusan prinsip
Mempertimbangkan
alternatif
Menyeimbangkan
menimbang dan
memutuskan
4. Memberi Mengidentifikas Bentuk sinonim
penjelasan lanjut i istilah dan klarifikasi
mempertimbang rentang,ekspresi yang
kan suatu sama,operasional
defenisi contoh,dan bukan contoh
Mengidentifikas Penalaran implicit
i asumsi-asumsi Asumsi yang diperlukan
rekontruksi argument
5. Mengatur Menentukan Mengidentifikasi
strategi dan suatu tindakan masalah
taktik Memilih kriteria untuk
mempertimbangkan
solusi yang mungkin
Merumuskan solusi
alternative
Memutuskan hal-hal
yang akan dilakukan
secara alternatif
Mengulang kembali
Memonitor implementasi
Berinteraksi Memberi label
dengan orang Strategi logika
Retorika logika
Presentasi logika,lisan
dan tulisan
28
E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan tinjauan pustaka, penelitian yang relevan, dan kerangka
pikir, maka hipotesis yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah:
29
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini metode penelitian pre-
Keterangan:
30
diajarkan. Setelah diberikan perlakuan, kelas eksperimen tersebut
diberikan tes akhir berupa posttest dengan menggunakan soal yang sama
seperti pretest, untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis akhir siswa.
C. Variabel Penelitian
Penelitian ini terdiri dari variabel bebas, variabel terikat. Variabel
bebas adalah perlakuan pada kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen
diterapkan model POGIL. Variabel terikat adalah kemampuan berpikir
kritis peserta didik berupa nilai pre-test dan post-test pada materi
pencemaran lingkungan.
31
E. Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah
silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp) POGIL dan lembar kerja
peserta didik (LKPD). LKPD ini menggunakan model POGIL mengenai
pencemaran lingkungan.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari :
1. Lembar observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan
pembelajaran dengan model POGIL melalui aktivitas siswa dan
penilaian guru berdasarkan kegiatan pembelajaran yang diamati.
2. Lembar Tes kemampuan berpikir kritis
Tes pada penelitian ini berupa soal-soal pada materi pencemaran
lingkungan yang berbentuk essay atau uraian sebanyak 10 butir soal
dengan lima indikator kemampuan berpikir kritis menurut Ennis.
Soal-soal essay tersebut diberikan dua kali yaitu ketika preteset dan
posttest. Penggunaan instrumen berbentuk essay dikarenakan bentuk
tersebut, peneliti dapat menilai dan meneliti kemampuan peserta
didik dalam bernalar, sehingga peneliti dapat mengetahui
kemampuan berpikir kritis peserta didik. Sebelum diberikan kepada
peserta didik, soal essay tersebut terlebih dahulu diuji validitas dan
reliabilitas instrumen.
G. Prosedur Penelitian
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Pra Penelitian
Pada tahap pra penelitian dilakukan beberapa langkah yaitu :
32
mengajar guru IPA di kelas, maupun sarana dan prasarana
sekolah.
b. Menentukan sampel penelitian.
c. Membuat dan menyiapkan perangkat pembelajaran berupa
silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja
peserta didik (LKPD) dan panduan pembelajaran.
d. Membuat dan menyiapkan instrumen penelitian berupa soal pre-
test dan soal post-test, kisi-kisi soal, rubrik soal, lembar observasi
keterlaksanaan pembelajaran.
e. Melakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap instrumen
penelitian yang akan digunakan.
2. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilakukan dalam beberapa langkah yaitu:
a. Melakukan pre-test dengan soal-soal kemampuan berpikir kritis
b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran pada materi pencemaran
lingkungan dengan menggunakan model POGIL
c. Melakukan penilaian kemampuan berpikir kritis peserta didik
d. Melakukan post-test dengan soal-soal kemampuan berpikir kritis
pada kelas eksperimen dengan menggunakan soal yang sama pada
saat pre-test.
3. Akhir Penelitian
Adapun yang dilakukan pada akhir penelitian adalah sebagai berikut :
a. Menganalisis data yang diperoleh dari sampel penelitian
b. Melakukan pembahasan terhadap hasil penelitian
c. Menarik kesimpulan. Prosedur penelitian disajikan pada Gambar
3.1
33
Pra Penelitian
Hasil :
Melakukan observasi untuk
Memperoleh
memperoleh informasi
mengenai karakteristik informasi tentang
Persiapan karakteristik siswa
siswa dan menyiapkan
penelitian serta perangkat
perangkat pembelajaran
pembelajaran dan
dan instrumen penelitian
Penentuan Diperoleh
sampel sampel
Pelaksanaan penelitian
Hasil awal
Pretest kemampuan
berpikir kritis
Model POGIL
Posttest
Hasil akhir
Pengamatan terhadap
kemampuan
keterlaksanaan
berpikir kritis
pembelajaran
Akhir Penelitian
Analisis
Data
Kesimpulan
34
H. Analisis Instrumen
1. Validitas Isi
Pengujian validitas soal instrumen tes kemampuan berpikir kritis
Rekapitulasi hasil judgement instrumen tes oleh dua orang dosen ahli
35
Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil Judgement Instrumen Tes Oleh Dosen
Ahli
No Validator Saran Perbaikan
1 Validator 1 Pertanyaan terlalu panjang,dipersingkat saja
untuk nomor 9,5,6
2 Validator 2 Tinjau kembali pada bagian indikator aspek
berpikir kritis dan sub aspek berpikir kritis
untuk nomor soal 4, 10, 12, 13
Redaksi kalimat; jangan mengambil mentah-
mentah berita yang ada, olah dengan bahasa
sendiri tanpa mengurangi makna lebih baik
Pertanyaan diganti dengan “Bagaimanakah
dampak dari tumpahan minyak tersebut bagi
kehidupan dibawah laut?”untuk no 9
Buatlah rubrik penilaian jawaban soal.
2. Validitas Instrumen
Xi : skor item
Yi : skor total
n : jumlah siswa
36
Adapun kriteria koefisien validitas yang digunakan menurut
Sugiyono (Sugiyono, 2013) ditunjukkan pada Tabel berikut ini.
Tabel 3.3 Kriteria Koefisien Korelasi Validitas Instrumen
Batasan Kategori
0,80 < rxy ≤ 1,00 Sangat Tinggi
0,60 < rxy ≤ 0,80 Tinggi
0,40 < rxy ≤ 0,60 Cukup
0,20 < rxy ≤ 0,40 Rendah
0,00 <Rxy ≤ 0,20 Sangat Rendah
Berdasarkan Tabel 3.4, hasil uji validitas per item soal berpikir
37
bersifat valid dengan interpretasinya masing-masing. Adapun soal
valid keputusan dibuang karena pertanyaan soal dan sub indikator soal
lebih baik, tinggi 2 soal, dan sangat tinggi 1 soal. Jika soal item
2009):
[ ][ ]
Keterangan :
38
rn = reliabilitas instreumen
= varians total
Batasan Kategori
39
instrumen ini dapat dikatakan akan memiliki hasil yang sama jika
diujikan pada waktu atau tempat yang berbeda.
1. Tes
Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes
dibuat.
40
2. Observasi
41
Data
Tidak
Uji Normalitas Uji Man Whitney
Ya
Pengujian Hipotesis
Kesimpulan
Gambar 3.2 Alur Pengujian Hipotesis
1. Uji Normalitas
Pada penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan menggunakan
uji normalitas Shapiro-Wilk dengan bantuan software SPSS Statistics 23.0
dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Cara menganalisis normalitas
data pada output Sofware SPSS Statistics 23.0 yaitu dilihat dari tabel test
of normality pada kolom kolmogorov smirnov jika data ˃ 50 dan kolom
Shapiro-Wilk jika jumlah data ≤ 50 dengan kriteria jika nilai signifikansi
(sig.) ≤ 0,05 maka data tidak berdistribusi normal, dan jika nilai
signifikansi (sig.) > 0,05 maka data berdistribusi normal. Jika data
berdistribusi normal, maka hipotesis dilakukan dengan statistik parametrik
dengan uji-t (one sample t test).
2. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dengan menggunakan statistik parametrik dilakukan jika
data yang berdistribusi normal. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t
satu pihak. Uji-t ini menggunakan software SPSS Statistics 23.0 dengan
one sample t test. Pada hasil uji tes ini terdapat keluran nilai t dan p-value
sehingga untuk mengetahui hasil hipotesis dapat dilakukan dengan dua
cara. Cara pertama dengam membandingkan nilai t hitung dengan tTabel. Jika
42
thitung > tTabel maka H0 ditolak dan HA diterima, begitu juga sebaliknya.
Cara kedua dengan membandingkan p-value dengan tingkat kepercayaan
yang diambil yaitu . P-value yang dihasilkan merupakan uji satu
sisi, sehingga hasil p-value tersebut dibagi dua dan dibandingkan dengan
tingkat kepercayaan . Jika p-value/2 < 0,05 maka H0 ditolak dan
HA diterima.
3. Keterlaksanaan Pembelajaran
Menganalisis data hasil observasi proses pembelajaran model POGIL
melalui lembar observasi guru dan peserta didik selama proses
pembelajaran yang diamati oleh tiga orang observer diolah secara
kualitatif. Adapun rumus yang digunakan untuk keterlaksanaan model
pembelajaran dihitung dengan persamaan:
Persen aktivitas (%) =
Keterangan:
n = Skor Perolehan
N = Skor Maksimal
% Keterlaksanaan Kriteria
80-100 Baik Sekali
66-79 Baik
56-65 Cukup
40-55 Kurang
0-39 Gagal
43
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada peserta didik
kelas VII di MTs Muhammadiyah Penyasawan, dapat disimpulkan bahwa
model POGIL berpengaruh positif/signifikan terhadap kemampuan berpikir
kritis peserta didik, dimana berdasarkan perhitungan hasil uji one sample t
test dengan perolehan nilai signifikansi Sig (2-tailed) sebesar 0,000 yang
mana lebih kecil dari taraf signifikan 5% (a = 0,05), dengan demikian Ho
ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh penerapan model
Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa MTs Muhammadiyah Penyasawan pada materi
pencemaran lingkungan.
B. Saran
Penelitian ini masih memiliki kekurangan-kekurangan pada
pelaksanaannya, maka dapat diajukan bebarapa saran untuk perbaikan dimasa
yanga akan datang sebagai berikut:
1. Melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik secara optimal, guru
diharapkan memberikan permasalahan terbaru untuk peserta didik
sehingga peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dengan tahapan-
tahapan POGIL.
2. Pelaksanaan menggunakan model POGIL pada penelitian ini dalam 1
minggu hanya satu kali tatap muka selama 2 jam mata pelajaran
dikarenakan pandemi, untuk peneliti selanjutnya melakukan
menggunakan model pembelajaran dengan model POGIL diharapkan
melaksanakan pembelajaran secara optimal dengan mendesain rpp sebaik
mungkin agar terlaksana keseluruhan tahapan model POGIL.
3. Hasil penelitian pengaruh model pembelajaran POGIL terhadap
kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi pencemaran
lingkungan ini masih memungkinkan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
58
belum mampu dikontrol maka masih perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut pada sampel yang lebih banyak dan lebih luas.
59
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, C., Utami, L., & Octarya, Z. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri
Terbimbing Integrasi Peer Instruction Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis
Siswa SMA pada Materi Laju Reaksi. JOURNAL OF Natural Sciense and
Integration, 3(2), 196–204.
Diniya. (2019). Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Integrated Melalui Model Inkuiri
Terbimbing Tingkat Sekolah Menengah Pertama. Journal of Natural Science
and Integration, 2(2), 143–152.
60
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, (2016).
Malik, A., Oktaviani, V., Handayani, W., & Chusni, M. M. (2017). Penerapan
Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Untuk
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik. Jurnal Penelitian
& Pengembangan Pendidikan Fisika, 3(2), 127–136.
Suhardi, A., Susanti, laily yunita, & Susilawati. (2020). Pengaruh Penggunaan
Mind Map Terhadap Pemahaman Konsep Stoikiometri. Journal of Natural
Science and Integration, 3(1), 106–114.
61
Widyaningsih. (2012). Model MFI dan POGIL di Tinjau dari Aktivitas Belajar
dan kreativitas Siswa Terhadap Prestasi Belajar. Jurnal Inkuiri, 1(3), 266–
275.
Wijiastuti, D. S., & Muchlis. (2021). Penerapan Pembelajaran POGIL pada Materi
Laju Reaksi untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik.
Jurnal of Chemical Education, 10(1), 48–55.
Yuliani, reza fauzi. (2020). Analisis Model Process Oriented Guided Inquiry
Learning Berorientasi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa.
62
LAMPIRAN 1
SILABUS
63
SILABUS
64
Penyasawan, 30 Maret 2021
Menyetujui,
Guru Mata Pelajaran Mahasiswa Peneliti
65
LAMPIRAN 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
66
Lampiran 2.1
A. Kompetensi inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,mengurai,
merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi dasar dan indicator pencapaian kompetensi
No KD Indikator Pencapaian Kompetensi
1 3.11.: menganalisis perubahan 3.11.1 :menganalisis sumber-sumber
lingkungan dan dampak dari perubahan- pencemaran air,tanah,udara
perubahan tersebut bagi kehidupan 3.11.2 :menganalisis penyebab dan
akibat perubahan lingkungan yang
terjadi akibat pencemaran
air,tanah,udara
67
3.11.3 :menganalisis keterkaitan
perilaku manusia terhadap perubahan
lingkungan
3.11.4 : membandingkan perubahan
lingkungan akibat perilaku manusia dan
akibat faktor alam
3.11.5 :menganalisis dampak
perubahan lingkungan bagi manusia
2 4.11.: merumuskan gagasan pemecahan 4.11.1 :menuliskan berbagai masalah
masalah perubahan lingkungan yang perubahan lingkungan yang terjadi di
terjadi di lingkungan sekitar lingkungan sekitar
4.11.2 :menemukan solusi dalam
mengatasi masalah yang terjadi di
lingkungan sekitar
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat mengidentifikasi sumber-sumber
pencemaran air,tanah,udara
2. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat menganalisis penyebab dan akibat
perubahan lingkungan yang terjadi akibat pencemaran air,tanah,udara
3. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat menganalisis keterkaitan perilaku manusia
terhadap perubahan lingkungan
4. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat membandingkan perubahan lingkungan
akibat perilaku manusia dan akibat faktor alam
5. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat menganalisis dampak perubahan
lingkungan bagi manusia
6. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat menuliskan berbagai masalah perubahan
ligkungan yang terjadi di lingkungan sekitar
7. Melalui pembelajaran POGIL ,siswa dapat menemukan solusi dalam mengatasi masalh
yang terjadi di lingkungan sekitar
D. Materi Pembelajaran
68
1. Materi fakta
- Foto-foto tentang kerusakan dan pencemaran lingkungan
- Gambar-gambar limbah
2. Materi konsep
- Perubahan keseimbangan lingkungan :faktor penyebab perubahan lingkungan serta
dampak perubahan lingkungan
- Pencemaran lingkungan :pengertian,jenis-jenis,penyebab,serta dampak
pencemaran lingkungan
- Pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup
- Limbah :pengertian,jenis,pemanfaatan limbah
- Polutan dapat tersebar mengikuti jaring-jaring makanan atau daur biogeokimia.
Dampak polutan dapat dirasakan segera atau muncul setelah waktu lama ditempat
itu atau di tempat lain yang terlewati pencemar.
- Pencemaran lingkungan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
- Limbah tidak dapat dihindari hanya dapat dikurangi dan dikendalikan. Dmpak
limbah dapat dikurangi dengan cara mendaur ulang dan manfaatkan ulang.
3. Materi prosedur
- Langkah-langkah percobaan pengaruh pencemaran terhadap kelangsungan hidup
organisme
- Langkah-langkah percobaan pengaruh polutan terhadap lingkungan
E. Metode pembelajaran
Metode : pengamatan,diskusi,Tanya jawab,penugasan
Model : pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning
F. Media,Alat dan Sumber Belajar
1. Media / Alat Pembelajaran
- Foto-foto tentang kerusakan dan pencemaran lingkungan
2. Sumber Belajar
- Buku Biologi SMP/Mts Kelas X
- Lembar kerja peserta didik pencemaran lingkungan
- Internet
69
G. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pertemuan 1 (1JP)
Kegiatan Langkah- Deskripsi kegiatan Alokasi
langkah Guru Siswa Waktu
model
POGIL
Pendahuluan Orientasi 1) Memberi salam dan 1) Menjawab 5 menit
menyapa siswa. salam dan
menyapa guru.
2) Berdo’a untuk memulai
pembelajaran. 2) Berdo’a untuk
memulai
3) Mengecek kehadiran pembelajaran.
siswa.
3) Mengangkat
tangan jika
namanya
4) Apersepsi dan motivasi; dipanggiloleh
menunjukkan gambar guru.
pencemaran lingkungan 4) Mengamati
5) Membagi siswa ke dalam gambar
kelompok kecil yang terdiri pencemaran
dari 4-5 orang siswa. lingkungan yang
6)guru meminta peserta ditunjukkan oleh
didik berkumpul dan duduk guru dengan rasa
dengan teman kelompoknya ingin tahu.
masing-masing. 5)siswa
berkumpul dan
duduk dengan
teman
kelompoknya
70
masing-masing
Kegiatan inti Eksplorasi 1) Guru membagikan 1)masing-masing 30
LKPD kepada peserta didik siswa menit
2) Guru meminta peserta mendapatkan
didik untuk membaca LKPD
petunjuk penggunaan 2)Siswa membaca
LKPDterlebih dahulu petunjuk
3) Guru menyajikan pengunaan LKPD
fenomena kepada peserta 3)Siswa membaca
didik melalui wacana yang wacan yang
ada pada LKPD (1) yang berjudul
berjudul “kematian ikan “kematian ikan
mendadak disungai” mendadak
4)Guru meminta peserta disungai” di
didik untuk melakukan LKPD (1)
identifikasi terhadap kemudian
fenomena yang ada pada bersama
wacana untuk menemukan kelompoknya
masalah mengidetifikasi
5)Guru meminta peserta fenomena dalam
didik bersama kelompoknya wacana tersebut
mencari akar permasalahan untuk menemukan
masalah
4)Siswa bersama
kelompoknya
mencari akar
permasalahan
Penemuan 1)Guru membantu peserta 1) masing-masing
konsep didik dalam kelompok
mendefinisikan/menemukan mengidentifikasi
konsep tugas untuk apa yang belum
71
menyelesaikan diketahui, dan apa
permasalahan yang perlu
dipelajri untuk
penyelesaian
masalah
2) kelompok
membuat
perencanaan dan
berbagi tugas
individu pada
masing-masing
anggotanya untuk
pengumpulan
konsep/informasi
72
untuk mempresentasikan menggali
hasil diskusi didepan kelas informasi dan
dan kelompok lain diberi menganalisis hasil
kesempatan untuk memberi percobaan dengan
tanggapan memanfaatkan
sumber belajar
yang ada
4)siswa diminta
menjawab
pertanyaan yang
ada di LKPD
5)beberapa
kelompok
mempresentasikan
hasil diskusi
kelompok didepan
kelas secara
bergantian dan
kelompok lain
diberi kesempatan
untuk memberi
tanggapan
penutup Evaluasi 1)guru membimbing peserta 1)siswa membuat 5 menit
didik untuk membuat kesimpulan
kesimpulan mengenai mengenai
pelajaran hari ini pelajaran hari ini
2)guru menyampaikan 2)siswa
informasi tentang kegiatan mendengarkan
pertemua selanjutnya penjelasan guru
3)guru menutup pelajaran mengenai
dengan doa dan salam kegiatan
73
pertemuan
berikutnya
3)siswa berdoa
dan menjawab
salam
2. Pertemuan 2 (2JP)
Kegiatan Langkah- Deskripsi kegiatan Alokasi
langkah Guru Siswa Waktu
model
POGIL
Pendahuluan Orientasi 1) Memberi salam dan 1) Menjawab 10 menit
menyapa siswa. salam dan
menyapa guru.
2) Berdo’a untuk memulai
pembelajaran. 2) Berdo’a untuk
memulai
3) Mengecek kehadiran pembelajaran.
siswa.
3) Mengangkat
tangan jika
namanya
4) Apersepsi dan motivasi; dipanggiloleh
menunjukkan gambar guru.
pencemaran lingkungan 4) Mengamati
gambar
pencemaran
lingkungan yang
ditunjukkan oleh
guru dengan rasa
ingin tahu
74
Kegiatan inti Ekplorasi 1) Guru membagikan 1)masing-masing 60 menit
LKPD kepada peserta didik siswa
2) Guru meminta peserta mendapatkan
didik untuk membaca LKPD
petunjuk penggunaan 2)Siswa membaca
LKPDterlebih dahulu petunjuk
3) Guru menyajikan pengunaan LKPD
fenomena kepada peserta 3)Siswa membaca
didik melalui wacana yang wacan yang
ada pada LKPD (1) yang berjudul
berjudul “kematian ikan “kematian ikan
mendadak disungai” mendadak
4)Guru meminta peserta disungai” di
didik untuk melakukan LKPD (1)
identifikasi terhadap kemudian
fenomena yang ada pada bersama
wacana untuk menemukan kelompoknya
masalah mengidetifikasi
5)Guru meminta peserta fenomena dalam
didik bersama kelompoknya wacana tersebut
mencari akar permasalahan untuk menemukan
masalah
4)Siswa bersama
kelompoknya
mencari akar
permasalahan
Penemuan 1)Guru membantu peserta 1) masing-masing
konsep didik dalam kelompok
mendefinisikan/menemukan mengidentifikasi
konsep tugas untuk apa yang belum
menyelesaikan diketahui, dan apa
75
permasalahan yang perlu
dipelajri untuk
penyelesaian
masalah
2) kelompok
membuat
perencanaan dan
berbagi tugas
individu pada
masing-masing
anggotanya untuk
pengumpulan
konsep/informasi
76
hasil diskusi didepan kelas informasi dan
dan kelompok lain diberi menganalisis hasil
kesempatan untuk memberi percobaan dengan
tanggapan memanfaatkan
sumber belajar
yang ada
4)siswa diminta
menjawab
pertanyaan yang
ada di LKPD
5)beberapa
kelompok
mempresentasikan
hasil diskusi
kelompok didepan
kelas secara
bergantian dan
kelompok lain
diberi kesempatan
untuk memberi
tanggapan
penutup Evaluasi 1)bersama siswa 1)Bersama guru 10 menit
menyimpulkan hasil menyimpulkan
pembelajaran pada hasil
pertemuan ini pembelajaran
2)Memberikan penghargaan pada pertemua ini.
(misalnya pujian atau
bentuk penghargaan lain 2)kelompok yang
yang relevan) kepada berkinerja baik
kelompok yang berkinerja menerima
baik. penghargaan dari
77
3)Menyampaikan informasi guru.
materi pada pertemuan
berikutnya,yaitu 3)Mengevaluasi
:pencemaran tanah. diri tentang apa
4)Memberikan tugas untuk saja yang
mengamati peristiwa diperoleh dari
pencemaran yang ada di pembelajaran hari
sekitar siswa,kemudian ini dan apa yg
siswa membuat poster yang belum diperoleh
berisi himbaun untuk untuk dapat
menjaga kelestarian alam meningkatkan
dan tidak merusak kemampuannya
lingkunga. pada kesempatan
berikutnya.
3. Pertemuan 3 (2JP)
Kegiatan Langkah- Deskripsi kegiatan Alokasi
langkah Guru Siswa Waktu
model
POGIL
Pendahuluan Orientasi 1) Memberi salam dan 1) Menjawab 10 menit
menyapa siswa. salam dan
menyapa guru.
2) Berdo’a untuk memulai
pembelajaran. 2) Berdo’a untuk
memulai
78
3) Mengecek kehadiran pembelajaran.
siswa.
3) Mengangkat
tangan jika
namanya
4)Menanyakan alasan dipanggiloleh
ketidakhadiran siswa saat guru.
pelajaran hari ini atau tidak 4)Menjawab
hadir pada pertemuan pertanyaan guru
sebelumnya (mencontohkan mengenai alas an
kepedulian). ketidakhadiran
siswa lain saat
pelajaran hari ini
5) Apersepsi dan motivasi; atau yang tidak
menunjukkan gambar hadir pada
pencemaran lingkungan pertemua
sebelumnya.
5) Mengamati
gambar
pencemaran
lingkungan yang
ditunjukkan oleh
guru dengan rasa
ingin tahu
Kegiatan inti Ekplorasi 1) Guru membagikan 1)masing-masing 30 menit
LKPD kepada peserta didik siswa
2) Guru meminta peserta mendapatkan
didik untuk membaca LKPD
petunjuk penggunaan 2)Siswa membaca
79
LKPDterlebih dahulu petunjuk
3) Guru menyajikan pengunaan LKPD
fenomena kepada peserta 3)Siswa membaca
didik melalui wacana yang wacan yang
ada pada LKPD (1) yang berjudul
berjudul “kematian ikan “kematian ikan
mendadak disungai” mendadak
4)Guru meminta peserta disungai” di
didik untuk melakukan LKPD (1)
identifikasi terhadap kemudian
fenomena yang ada pada bersama
wacana untuk menemukan kelompoknya
masalah mengidetifikasi
5)Guru meminta peserta fenomena dalam
didik bersama kelompoknya wacana tersebut
mencari akar permasalahan untuk menemukan
masalah
4)Siswa bersama
kelompoknya
mencari akar
permasalahan
Penemuan 1)Guru membantu peserta 1) masing-masing
konsep didik dalam kelompok
mendefinisikan/menemukan mengidentifikasi
konsep tugas untuk apa yang belum
menyelesaikan diketahui, dan apa
permasalahan yang perlu
dipelajri untuk
penyelesaian
masalah
2) kelompok
80
membuat
perencanaan dan
berbagi tugas
individu pada
masing-masing
anggotanya untuk
pengumpulan
konsep/informasi
81
yang ada
4)siswa diminta
menjawab
pertanyaan yang
ada di LKPD
5)beberapa
kelompok
mempresentasikan
hasil diskusi
kelompok didepan
kelas secara
bergantian dan
kelompok lain
diberi kesempatan
untuk memberi
tanggapan
penutup Evaluasi 17)bersama siswa 19)Bersama guru 40 menit
menyimpulkan hasil menyimpulkan
pembelajaran pada hasil
pertemuan ini pembelajaran
18)Memberikan pada pertemua ini.
penghargaan (misalnya
pujian atau bentuk 20)kelompok
penghargaan lain yang yang berkinerja
relevan) kepada kelompok baik menerima
yang berkinerja baik. penghargaan dari
19)Memberikan soal guru.
evaluasi dan lembar
penilaian diri.
82
20)Mengakhiri kegiatan
belajar dengan memberikan 21)Siswa
pesan untuk tetap belajar mengerjakan soal
21)Mengakhiri evaluasi dan
pembelajaran dengan mengisi lembar
mengucapkan salam penilaian diri
sendiri.
22)Mendengarkan
apa yang
disampaikan guru
23)Menjawab
salam secara
bersama-sama.
83
H. Penilaian
1. Metode dan bentuk penilaian
Metode Bentuk instrumen
sikap Lembar pengamatan sikap
[Link] pengamaatan sikap
Penyasawan, 30 Maret
Menyetujui, 2021
Guru Mata Pelajaran
Mahasiswa Peneliti
84
LAMPIRAN 3
85
LKPD 1
Pencemaran Air
Hari/Tanggal :
Kelompok / Nama anggota kelompok :
Kompetensi inti
86
Kompetensi Dasar
Indikator
87
Eksplorasi
A. Pengantar
Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau
berubahnya tatanan air sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat
tertentu yang menyebabkan air
tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
B. Kegiatan pembelajaran
Bacalah wacana yang ada di bawah ini!
Kematian Ikan Mendadak di Sungai Daerah Bantul
88
Sungai Opak yang dibuka malam sebelumnya lantaran dalam proses perbaikan.
Selokan yang berada persis di pinggir jalan ini menjadi area buangan limbah rumah
tangga,
limbah pabrik pengolahan kulit, dan rembesan air sampah dari TPA Piyungan.
Jenis ikan yang mati antara lain lele, wader, dan bawal. “Rata-rata warga memperoleh
sekitar 5-6 kilogram tadi,” jelasnya. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Bantul
Indriyanto mengaku sudah menurunkan tim untuk melakukan penelitian dan
mengetahui penyebab matinya ikan di sungai di sisi timur Bantul itu. “Hari ini kami
belum mendapatkan laporannya. Mungkin besok hasil uji sampel keluar,” kata dia
saat dihubungi. Kasus matinya ikan di sungai di Bantul terjadi setiap tahun terutama
di Sungai Bedog akibat limbah industri penggilingan tebu pabrik gula Madukismo.
Hingga saat ini belum ada penanganan atas masalah ini.
A. Tujuan Eksperimen
Siswa dapat menjelaskan dampak pencemaran lingkungan (pencemaran air)
melalui eksperimen pengaruh pencemaran terhadap kelangsungan organisme
(ikan)
B. Alat dan Bahan
1. Alat
a. 4 buah gelas plastik
2. Bahan
a. 12 ekor ikan kecil
b. Sampel limbah (dapat berupa limbah laundry, detergen, pestisida, bensin,
limbah pabrik tapioka, dan sebagainya)
c. Air bersih secukupnya
d. pH indikator universa
89
e. Termometer
C. Cara Kerja
1. Siapkan 4 buah gelas plastik, kemudian isilah dengan air bersih secukupnya.
2. Tambahkan masing-masing sampel limbah yang telah dibawa oleh siswa ke
dalam gelas plastik, sedangkan 1 gelas plastik tanpa diberi limbah sebagai
kontrol.
3. Tiap gelas diisi ikan kecil sebanyak 3 ekor
4. Ukurlah pH dan suhu air limbah serta kontrol pada masing-masing gelas
plastik.
5. Lakukanlah pengamatan terhadap kondisi ikan pada tabel hasil pengamatan.
Catat jumlah ikan yang mati pada setiap gelas plastik.
6. Tuliskan pembahasan dan kesimpulan dari eksperimen ini pada lembar yang
telah disediakan.
D. Hasil Pengamatan
No. Perlakuan PH Suhu Kondisi ikan Total
Menit- Menit- Menit- Menit- jumlah
5 10 15 20 ikan
yang
mati
1.
2.
3.
4.
Keterangan:
S : Sehat bergerak seperti biasa
SS : Berenang melambat
90
SSS : Berenang sangat lambat dan meluncur ke atas
Xx : Insang berdarah, mengeluarkan lendir
xx : Sedikit pergerakan
x : Ikan mati
E. Pembahasan
F. Kesimpulan
Penemuan
konsep
91
untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan menyelesaikan akar
masalah.
Aplikasi
Bahan Diskusi
Silahkan berdiskusi dengan teman kelompok kalian untuk menjawab pertanyaan
pertanyaan
yang ada di bawah ini, kalian bisa menggunakan berbagai referensi yang
ada!
1. Apa saja yang menjadi indikator bahwa air tercemar?
2. Kebiasaan membuang sampah di sungai sudah menjadi hal yang biasa bagi
masyarakat yang bertempat tinggal di daerah aliran sungai, bagaimana menurut
kalian tindakan yang telah dilakukan oleh masyarakat tersebut? Apa yang akan
terjadi jika kebiasaan masyarakat tersebut terus dilakukan ?
3. Apa saja kegiatan-kegiatan manusia yang dapat menyebabkan pencemaran air?
4. Apa dampak pencemaran air terhadap organisme perairan?
5. Jelaskan yang Anda ketahui tentang eutrofikasi pada perairan! Mengapa
eutrofikasi dapat mengganggu kehidupan organisme air?
6. Upaya apa yang bisa kalian lakukan untuk mengurangi pencemaran air?
92
Jawab:
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
...................................................................................
93
Refleksi
94
LKPD pertemuan 2
Pencemaran Udara
Hari/Tanggal :
Kelompok / Nama anggota kelompok :
Kompetensi Inti
95
Kompetensi Dasar
Indikator
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran udara
2. Siswa mampu menganalisis penyebab dan akibat dari pencemaran udara
3. Siswa mampu memberikan gagasan atau ide dalam mengurangi dampak dari
pencemaran udara
4. Siswa mampu menganalisis keterkaitan perilaku manusia terhadap
96
perubahan lingkungan
Eksplorasi
B. Pengantar
Pencemaran udara adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/ atau
komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi
penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara
menjadi kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
C. Kegiatan Pembelajaran
Bacalah wacana di bawah ini!
97
Piyungan, Sedayu, Pajangan, Kasihan, Sewon, Banguntapan dan Bantul. Padahal,
sesuai Pasal 29 Ayat 3, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang, proporsi ruang terbuka hijau publik minimal 20 persen dari luas suatu
wilayah.
Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan, Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Yohanes Ariyanto mengatakan, luas RTH
yang tidak sesuai ketentuan, menjadi salah satu penyebab meningkatnya polusi udara.
”Jika vegetasi di bawah 20 persen itu tingkat polusinya tinggi, karena tumbuhan yang
menyerap pencemaran sedikit, tapi sebaliknya jika tumbuhan banyak mampu
menetralisir,” ucapnya, Ariyanto juga menyebut, alih fungsi lahan yang masif,
menjadi faktor penghambat pemenuhan 20 persen ruang terbuka hijau publik, di
beberapa wilayah kecamatan. ”Pertama, karena pembangunan perumahan yang masif,
harga tanah di Sleman
mahal sehingga pengembang banyak lari ke Bantul, kemudian alih fungsi lahan untuk
industri,” lanjut dia. Menyikapi persoalan ini, DLH berencana mengajukan usulan
kepada Bupati Bantul agar membuat peraturan teknis, yang mengatur tentang
perlindungan ruang
terbuka hijau.
98
1 mangkuk kecil
C. Cara Kerja
1. Tuangkan cuka apel kemudian masukkan ke dalam mangkuk kecil
2. Masukkan termometer lalu posisikan berdiri di dalam toples
3. Tambahkan baking soda ke dalam mangkuk plastik di dalam salah satu toples
dan segera tutuplah toples tersebut
4. Amati apa yang terjadi
5. Tutuplah toples yang tidak ditambahkan baking soda dan beri label pada
botol “No Carbon dioxide”
6. Letakkan toples di bawah cahaya matahari dan catatlah temperatur dalam
tabel setiap lima menit hingga 30 menit.
D. Hasil Pengamatan
99
E. Pembahasan
F. Kesimpulan
Penemuan
konsep
Setelah membaca wacana di atas, selanjutnya tentukan pokok permasalahan yang
dapat digali terkait dengan isi berita tersebut dengan diskusi kelompok.
Pokok permasalahan yang terindentifikasi:
Dari pokok permasalahan yang Anda temukan itu, rumuskan menjadi pertanyaan
pertanyaan
100
atau rumusan-rumusan masalah yang memudahkan Anda menemukan
jawabannya!
Rumusan masalah:
Aplikasi
Bahan Diskusi:
Silahkan berdiskusi dengan teman kelompok kalian untuk menjawab
pertanyaanpertanyaan
yang ada di bawah ini, kalian bisa menggunakan berbagai referensi yang
ada!
1. Mengapa suhu yang ditunjukkan oleh kedua termometer berbeda? Yang
mana yang lebih panas?
2. Apa hubungannya antara toples dengan polutan di udara? Bagaimana
101
pengaruh polutan terhadap suhu bumi?
3. Pernahkan Anda mendengar istilah green house effect? Apa hubungannya
dengan percobaan yang Anda lakukan ?
4. Jelaskan perbedaaan udara ambien dan udara emisi!
5. Apa saja sumber-sumber pencemaran udara dan nama-nama zat
pencemarnya?
6. Apa saja dampak pencemaran udara bagi manusia dan lingkungan?
7. Apa solusi dari permasalahan pencemaran udara?
8. Tulislah kesimpulan Anda tentang pengaruh polusi terhadap suhu bumi!
102
Jawab:
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
..................................................................................
103
Analisislah hasil penyelidikan kelompok lain, kemudian berilah saran,
tanggapan
maupun pertanyaan tentang permasalahan yang telah disampaikan
Refleksi
104
LKPD pertemuan 3
Pencemaran Tanah
Hari/Tanggal :
Kelompok / Nama anggota kelompok :
Kompetensi Inti
105
Kompetensi Dasar
Indikator
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran tanah
2. Siswa mampu menganalisis penyebab dan akibat dari pencemaran tanah
3. Siswa mampu menganalisis keterkaitan perilaku manusia terhadap
perubahan lingkungan
106
4. Siswa mampu memberikan gagasan atau ide dalam mengurangi dampak dari
pencemaran tanah
Eksplorasi
B. Pengantar
Pencemaran tanah merupakan pencemaran yang disebabkan oleh masuknya
polutan yang berupa zat cair atau zat padat ke dalam tanah. Bahan cair yang berupa
limbah rumah tangga, pertanian, dan industri ini akan meresap masuk ke dalam tanah.
C. Kegiatan Pembelajaran
Sawah Tercemar Limbah Pabrik, Beginilah Nasib Petani
107
petani Rancaekek pun protes dengan rencana itu, terlebih kerusakan lahan pertanian
selama ini dampak industri yang ada. Nandang Supriyatna, warga Dusun Nyalindung,
Desa Linggar Rancaekek mengatakan, sebaiknya pemerintah fokus mengatasi
pencemaran limbah tekstil daripada mewacanakan pembangunan kawasan industri
baru. “Kami tidak setuju jual tanah ke pabrik. Masyarakat menggantungkan hidup
dari sawah. Kalau kerja di pabrik susah. Apalagi sudah tua. Yang masih muda saja
harus nyogok dulu,” katanya.
Tercemar seluas 1.215 hektar, ditambah 727 hektar saat banjir. Hal ini
menyebabkan produktivitas sawah menurun 1-1,5 ton per hektar tiap musim.
Kerugian mencapai Rp3,65 miliar per tahun. “Wacana pemerintah mengalihfungsikan
dan membeli lahan produktif yang terpapar limbang B3 di Rancaekek merupakan
langkah tidak tepat. Karena hanya akan mengalihkan dan menambah masalah,” kata
Ketua Paguyuban Warga Peduli Lingkungan (Pawapeling), Adi M Yadi. Pawapeling
mulai mengadvokasi warga Rancaekek sejak 2007. Mereka berusaha membantu
memulihkan kembali lahan pertanian warga. Selama ini, pemerintah terkesan
membiarkan masalah terjadi berlarut-larut. Seharusnya, ada upaya penegakan hukum
dan solusi permanen.
108
2. Amatilah kesuburan, warna, dan bau tanah.
3. Galilah tanah untuk melihat keberadaan cacing tanah.
4. Ambilah sampel tanah kemudian ukurlah pH tanah tersebut.
5. Campurkan tanah dengan air kemudian diaduk.
6. Celupkan kertas pH indikator ke dalam campuran air dan tanah
D. Hasil Pengamatan
No Indicator Hasil pengamatan keterangan
Tanah tercemar Tanah tidak tercemar
1. Kesuburan
2. Warna
3. Bau
4. pH
E. Pembahasan
F. Kesimpulan
109
Penemuan
konsep
110
Aplikasi
Bahan Diskusi:
Silahkan berdiskusi dengan teman kelompok kalian untuk menjawab
pertanyaanpertanyaan
yang ada di bawah ini, kalian bisa menggunakan berbagai referensi yang
ada!
1. Apa ciri-ciri tanah tercemar?
2. Bagaimanakah dampak penumpukan sampah secara terus menerus
terhadap tanah?
3. Bagaimanakah dampak penggunaan pestisida yang berlebihan terhadap
lingkungan?
4. Apa saja sumber-sumber pencemaran tanah ?
5. Upaya untuk membersihkan tanah dari bahan pencemar tentu bukan hal
yang mudah dan membutuhkan proses, untuk itu menurut Anda ide apa
yang bisa dilakukan untuk mengurangi pencemaran tanah ?
111
Presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas !
Analisislah hasil penyelidikan kelompok lain, kemudian berilah saran,
tanggapan
maupun pertanyaan tentang permasalahan yang telah disampaikan
Refleksi
112
LAMPIRAN 4
4.2 Hasil
4.5 Reliabelitas
113
Lampiran 4.1
INSTRUMEN SOAL
KI 3 :Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 :Mencoba mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abnstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
Kompetensi Dasar :
KD 1.1 :Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi,kehidupan
dalam ekosistem dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengalaman
dalam ajaran agama yang dianutnya
KD 2.1 :Menunjukkan prilaku ilmiah(memiliki rasa ingin tahu;obejektif
,jujur,teliti,cermat,tekun,tiati,bertanggung jawab,terbuka,kritis,inovatif dan peduli lingkungan)
sehari-hari sebagia wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
KD 3.9 :Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup.
114
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
Klarifikasi Mengidentifikasi mengklarifikas Menganalisi 1 Maknailah pernyataan “manusia bagian dari
lanjut istilah i pernyataan lingkungan” !
kondisi/pence manusia
maran bagian
lingkungan lingkungan
Klarifikasi Mengidentifikasi mengidentifika mengidentifi 2 Adanya sebuah kebijakan sekolah bagi para
lanjut asumsi si asumsi pada kasi asumsi pedagang yang ada di sekolah agar tidak menjual
kondisi pada kondisi minuman di dalam plastik tetapi dengan
tertentu tertentu menggunakan gelas.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai kebijakan
tersebut? Apakah kebijakan tersebut sudah tepat?
Berikan alasan yang mendasarinya !
Membangun Membuat hasil mampu menilai hasil 3 Perhatikan Gambar di bawah ini !
keterampilan observasi menilai hasil observasi
dasar dari observasi fenomena
tersebut dan
115
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
memberikan
alasannya
kemudian
mampu
mengelompo
kkan
berdasarkan Gambar.1
tempat
terjadinya
pencemaran
Gambar.2
116
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
Gambar.3
Gambar.4
Apabila kegiatan yang terdapat pada Gambar di
atas terjadi secara berulang-ulang (sering
117
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
dilakukan) maka :
a. Apakah kegiatan tersebut dapat menggambarkan
fenomena pencemaran lingkungan yang terjadi di
lingkungan sekitar?
b. kelompokkan gambar tersebut berdasarkan
tempat terjadinya pencemaran (tanah,air,udara)
Memberikan Menganalisis Menjelaskan menjelaskan 4 Meningkatnya kadar gas rumah kaca di udara
efek rumah
penjelasan argumen proses akibat pembakaran hutan dan penggunaan bahan
kaca
sederhana terjadinya kemudian bakar fosil yang berlebihan meningkatkan efek
menganalisis
pencemaran rumah kaca dan berpotensi menyebabkan
bagian
lingkungan yang salah meningkatan suhu bumi yang berujung pada
tentang pemanasan global. Pemanasan global
pemanasan mengakibatkan mencairnya es di kutub yang
global menyebabkan naiknya permukaan air laut namun
pemanasan global ini tidak berdampak terhadap
perubahan iklim di Bumi.
a. Jelaskan efek rumah kaca ?
118
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
b. Berilah analisis Anda, apakah ada yang salah
dari pernyataan di atas?
Mengapa?
Memberikan Fokus pada Menjelaskan menganalisis 5 Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas
penjelasan pertanyaan proses dampak dari
Pertanian Brebes mengatakan bahwa sampai saat
sederhana terjadinya permasalahan
pencemaran yang terjadi ini Brebes masih menduduki urutan pertama
lingkungan
tertinggi pemakaian pestisida di Asia Tenggara.
Sejak lima tahun terakhir petani di Brebes
termasuk paling banyak memakai obat hama untuk
bawang. Selain itu, salah seorang staf Seksi Sarana
dan Prasarana Dinas Pertanian Brebes, Bakti
Pronodityo menjelaskan, dosis pestisida yang
digunakan petani di Brebes di atas anjuran yang
sudah tertera di kemasan pestisida. Berdasarkan
keterangan di atas, analisislah dampak penggunaan
pestisida yang berlebihan terhadap lingkungan!
Penarikan Menarik mampu menganalisis 6 Embung Serut yang berada di Desa Banyuraden
119
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
Kesimpulan kesimpulan secara membuat penyebab, pada bagian permukaan airnya dipenuhi oleh
deduksi kesimpulan/ke dampak, dan
tanaman eceng gondok serta terjadi pendangkalan
putusan solusi
secara logis perairan. Selain itu menurut kesaksian warga yang
penanggulangan
nya dengan biasa memancing ikan di embung tersebut, hasil
meminimalkan tangkapan ikan semakin hari kian menurun.
akibat Analisislah penyebab pertumbuhan tanaman eceng
pencemaran
gondok yang berlebihan dan pendangkalan yang
lingkungan
terjadi di Embung Serut serta dampak
pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dan
pendangkalan perairan bagi organisme di embung
tersebut, beserta solusi penanggulangannya!
Memberikan Fokus pada mampu menganalisis 7 AC merupakan sebuah alat elektronik
penjelasan pertanyaan Menjelaskan alasan
yang dapat mendinginkan ruangan, baik
sederhana proses pengunaan
terjadinya AC yang di tempat kerja maupun di rumah banyak
pencemaran merusak
yang menggunakan/memasang AC
lingkungan lingkungan
meskipun tersebut. Mengapa penggunaan AC dapat
AC memiliki
merusak lingkungan, padahal AC
manfaat
120
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
memberikan manfaat bagi manusia?
Strategi dan Memutuskan mampu mampu 8 Persentase sampah di perkotaan Indonesia
taktik suatu tindakan membuat/mem merumuskan berdasarkan Hasil kajian SWI terdiri dari 60%
utuskan suatu solusi yang sampah organic, 14% sampah plastic, 9% sampah
tindakan dapat kertas, 4,3% metal, dan 12,7% sampah lainnya
dalam dilakukan (kayu, kaca, dll). Apabila sampah tersebut tidak
pencemaran untuk diolah dengan baik akan memberikan dampak
lingkungan pengolahan terhadap lingkungan sekitar.
limbah Solusi apa yang dapat anda berikan untuk
organik dan menanggulangi masalah sampah berdasarkan
anorganik kasus tersebut?
Memberikan Fokus pada mampu menganalisis 9 Salah satu PT Pertamina(persero) melaporkan
penjelasan pertanyaan Menjelaskan pengaruhnya
bahwa ada minyak yang tumpah akibat kebocoran
sederhana proses bagi
terjadinya kehidupan di pipa di bawah laut, jumlah minyak yang tumpah
pencemaran bawah laut
diperkirakan sekitar 40.000 barrel.
lingkungan
Bagaimanakah dampak dari tumpahan minyak
tersebut bagi kehidupan dibawah laut?
Strategi dan Memutuskan mampu mampu 10 Kian maraknya penggunaan kendaraan bermotor
taktik suatu tindakan membuat/mem merumuskan
berdampak tingginya tingkat kebisingan. Hasil uji
utuskan suatu solusi yang
tindakan dapat laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH),
dalam dilakukan
121
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
pencemaran untuk tingkat kebisingan kawasan perkotaan mencapai
lingkungan mengurangi
86,1 desibel. Padahal, idealnya ambang batas
kebisingan
serta sebesar 70 desibel. Kepala DLH Nurul Azizah
memperbaiki
menjelaskan, tidak hanya bising, kualitas udara
kualitas
udara di juga buruk. Kualitas udara berbanding lurus
daerah
dengan gaya hidup masyarakat.
tersebut
Solusi apa yang dapat Anda berikan untuk
mengurangi kebisingan dan memperbaiki
kualitas udara di daerah tersebut?
Klarifikasi Mengidentifikasi mampu mengidentifi 11 Bisnis pencucian motor dan mobil sangat
lanjut asumsi mengklarifikas kasi asumsi menguntungkan. Tanpa disadari limbah cair
i pada cucian tersebut dibuang ke aliran sungai. Hal ini
kondisi/pence kondisi mengakibatkan kualitas air sungai menurun
maran tertentu sehingga terjadi pencemaran. Berikan upaya untuk
lingkungan menanggulangi pencemaran tersebut !
Strategi dan Memutuskan mampu mampu 12 Masyarakat yang tinggal di sekitar peternakan sapi
taktik suatu tindakan membuat/mem merumuskan
mengeluh karena limbah kotoran sapi mencemari
utuskan suatu solusi yang
tindakan dapat lingkungan.
dalam dilakukan
Solusi apa yang dapat anda berikan untuk
pencemaran untuk
menanggulangi masalah limbah kotoran sapi
122
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
lingkungan pengolahan tersebut ?
limbah
organik dan
anorganik
Strategi dan Memutuskan mampu didik mampu 13 Terjadinya pertumbuhn jumlah pabrik dan
taktik suatu tindakan membuat/mem merumuskan
kendaraan bermotor di kota-kota besar
utuskan suatu solusi yang
tindakan dapat mengakibatkan kadar CO2 di udara meningkat dan
dalam dilakukan
muculnya gangguan pernapasa.
pencemaran untuk
lingkungan mengurangi Solusi apa yang dapat anda berikan untuk
kebisingan menanggulangi permasalahan tersebut?
serta
memperbaiki
kualitas
udara di
daerah
tersebut
123
Aspek
Sub Aspek Indikator Indikator No. Bentuk Soal
Berpikir
Berpikir Kritis Pembelajaran soal Soal
Kritis
tersebut !
Klarifikasi Mengidentifikasi mengklarifikas mengidentifi 15 Limbah rumah tangga terkadang dapat mencemari
lanjut asumsi i kasi asumsi ekosistem. Agar limbah rumah tangga yang masuk
kondisi/pence pada sungai tidak mencemari ekosistem sungai maka?
maran kondisi Berikan ide untuk mengatasi limbah rumah tangga
lingkungan tertentu !
124
Jawaban Skor
[Link]
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pengurangan plastik 1
Tidak menjawab 0
3. a. Sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya 4
pencemaran dengan kelompok ragam jenis pencemaran yaitu
pencemaran udara, air, tanah dan suara karena aktivitas
tersebut dilakukan secara terus menerus.
b. Pencemaran udara : Gambar nomor 2, 3
Pencemaran air : Gambar nomor 1
Pencemaran tanah : Gambar no 4
Pencemaran suara : Gambar nomor 2, 3
a. sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya pencemaran dengan kelompok ragaam jenis pencemaran lingkungan 3
[Link] udara :gambar nomor 2,3
pencemaran air : gambar nomor 1
pencemaran tanah : gambar nomor 4
a. cukup Nampak berpotensi menggambarkan beberapa pencemaran lingkungan 2
b. pencemaran udara : gambar nomor 2,3
pencemaran air :gmbar nomor 1
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan mengelompokkan pencemaran lingkungan 1
Tidak menjawab 0
125
Jawaban Skor
[Link]
4. a. Efek rumah kaca merupakan peristiwa terperangkapnya 4
panas di bumi karena terhalang oleh gas emisi seperti
karbondioksida (asap kendaraan bermotor, asap pabrikpabrik
atau industri, kebakaran hutan) di atmosfir.
b. Ada, meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global
yang disebabkan oleh aktivitas manusia berdampak pada
mencairnya es di kutub sehingga dapat meningkatkan
ketinggian permukaan air laut dan hal ini berdampak pada
perubahan iklim. Hal ini dapat dibuktikan dari pergantian iklim yang tidak menentu.
a. efek rumah kaca adalah peristiwa yang terjadi akibat pemantulan cahaya 3
b. ada, karena meningkat suhu bumi berdampak terhadap perubahan iklim bumi
a. efek rumah kaca adalah pemantulan cahaya 2
[Link],karna meningkatnya suhu bumi akanmembuat es dikutub mencair
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan efek rumah kaca 1
Tidak menjawab 0
126
Jawaban Skor
[Link]
5. 1. Penggunaan pestisida berlebihan menyebabkan kerusakan ekosistem alam. Matinya berbagai hewan seperti hewan 4
pengurai, konsumen premier, dsb dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam. Contoh sederhananya seperti
terjadinya ledakan pertumbuhan hewan tertentu.
2. Penggunaan pestisida berlebihan menghasilkan residu yang berbahaya. Penggunaan pestisida secara berlebihan akan
menyebabkan pestisida tidak dapat terurai dengan sempurna. Alhasil residu pestisida dapat menyebabkan berbagai hal, contohnya
seperti apabila mengkonsumsi makanan yang terdapat residu pestisida tentu dapat menyebabkan keracunan. Pestisida yang tidak
dapat terurai dengan sempurna dan larut ke dalam air, dapat menjadikan hama eceng gondok tumbuh subur yang tentu akan
berbahaya bagi ekosistem air. Serta residu pestisida yang sangat banyak dapat menjadikan tanah menjadi kering dan tidak subur.
1. penggunaan pestisida berlebihan dapat merusak ekosistem contohnya ladang padi yang banyak rusak akibat dimakan ole tikus 3
2. Penggunaan pestisida secara berlebihan sangat rawan akan ikut membasmi predator alami ataupun hewan-hewan yang justru
menguntungkan petani seperti lebah dan kupu-kupu
[Link] pestisida secara berlebihan akan menimbulkan residu racun dan dapat menyebabkan penyakit pada tubuh 2
manusia
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan penggunaan pestisida secara berlebihan 1
Tidak menjawab 0
127
Jawaban Skor
[Link]
6. Penyebab:Pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan disebabkan eutrofikasi yakni pengkayaan unsur hara di perairan 4
sepertinitrogen dan fosfat. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh penggunaan detergen, pestisida yang berlebihan, limbah ternak serta
pembuangan sampah organik di perairan. Pendangkalan perairan merupakan suatu peristiwa yang terjadi karena pengendapan
partikel padatan yang terbawa oleh arus sungai yang bermuara pada embung tersebut.
Dampak:-Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali akan menutup permukaan air sehingga jumlah cahaya yang masuk
ke dalam perairan menurun menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air sehingga dapat menyebabkan
kematian fauna air.
-Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan
yang dapat mengganggu aliran air.
Solusi:-Pengangkatan eceng gondok dari perairan.
- Penggunaan eceng gondok untuk bahan anyaman, pupuk
kompos, kertas, biogas, media pertumbuhan bagi jamur merang, serta pakan ternak baik untuk ternak ruminansia (sapi, domba
dan kambing) maupun nonruminansia (unggas) dan kelinci.
Penyebab :pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrient yang tinggi,terutama 3
yang kaya akan nitrogen,fosfat dan potassium
Dampak :mengurangi jumlah air,perairan menjadi dangkal
Solusi :menggunakan herbisida dan mengangkat eceng gondok secara langsung dari perairan
Penyebab : meningkatnya zat hara di perairan akibat pencemaran limbah pupuk dari sisa pertanian 2
Dampak :mengurangi jumlah oksigen dan merusak keindahan perairan
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan pencegahan eceng gondok 1
Tidak menjawab 0
128
Jawaban Skor
[Link]
7. Penggunaan AC dapat merusak lingkungan karena dapat menambah permasalahan lingkungan global. Produk AC menggunakan 4
CFC. Adanya polutan CFC pada AC menyebabkan makin menipisnya lapisan ozon. Di atmosfer, CFC akan bereaksi dengan ozon
sehingga ozon terurai dan membentuk oksigen. Jadi sinar yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia dapat langsung menuju
bumi karena lapisan ozon tersebut mudah ditembus.
Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AC adalah efek rumah kaca,efek ini akan menjadikan panas suhu permukaan bumi 3
meningkat.
Dapat meningkatkan suhu bumi karena AC menghasilkan zat yang dapat melubangi lapisan ozon 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan dampak negatif dari penggunaan AC 1
Tidak menjawab 0
8. [Link] digunakan sebagai bahan pengisi tanah. 4
2. Pembakaran Sampah. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk membakar sampah organik kering dan anorganik. Alat yang
digunakan untuk membakar yaitu incerenator. panas yang dihasilkan dari pembakaran digunakan sebagai pembangkit listrik..
1. Pengomposan ,Pengomposan dilakukan untuk sampah organik. Kegiatan ini dilakukan secara terbuka (aerob) maupun tertutup 3
(anaerob)
1. Pemanfaatan kembali sampah-sampah yang masih dapat diolah kembali seperti plastik, besi, atau aluminium 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pemanfaatan sampah organic 1
Tidak menjawab 0
129
Jawaban Skor
[Link]
9. Banyak biota yang mati, rusaknya ekosistem dalam laut, aliran 4
energi di laut terganggu, sinar matahari terhalang oleh
timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis.
Banyak biota yang mati,sinar matahari terhalang oleh timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis 3
Membuat makhluk hidup dilaut mati dan merusak laut 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan akibat pertumpahan minyak di laut 1
Tidak menjawab 0
10. 1. melakukan penghijaun untuk meredam kebisingan dan memperbaiki kualitas udara di ruang terbuka. 4
2. untuk di sumber kebisingan dapat dilakukan melalui modifikasi alat atau membuat dinding peredam.
3. dilakukan manajemen lalu lintas
1. menggunakan transportasi umum untuk mengurangi banyaknya penggunaan kendaraan 3
2. sebelum memilih daerah hunian pastikan daerah tersebut nyaman dan bebas dari bisingnya kendaraan bermotor
karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas istirahat.
[Link] penggunaan kendaran dan tidak memakai motor 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
11. Sebaiknya membuatkan tempat penanggulangan limbah cair khusus agar tidak mencemari sungai maupun mencemari tanah 4
Membuatkan tempat khusus pembuangan limbah cair agar tidak kemana-mana 3
Membuatkan tempat cairan limbah 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan penanggulangan limbah cair 1
130
Jawaban Skor
[Link]
Tidak menjawab 0
12. Membuat IPAL sederhana di lokasi peternakan,mengolah menjadi pupuk/biogas 4
Mengolah menjadi pupuk/biogas 3
Mengolah menjadi pupuk 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan memberikan solusi penanggulangan limbah kotoran sapi 1
Tidak menjawab 0
13. Menggunakan teknologi ramah lingkungan contohnya seperti kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sehingga jumlah CO2 4
tidak meningkat dan menanam pohon
Menggunakan teknologi ramah lingkungan contohnya seperti kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sehingga jumlah CO2 3
tidak meningkat
Menggalakan penanaman pohon 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
14. -Tidak menggunakan sedotan plastic,-Membawa tas belanja sendiri,-Mempunyai dan membawa botol minum sendiri 4
Memakai tas belanja sediri dan memakai botol minum sediri 3
Menggunakan kemasan plastik secara berkelanjutan 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan 1
Tidak menjawab 0
15. Melakukan penyaringan terlebih dahulu agar zat kimia yang terdapat dalam limbah tidak masuk ke sungai 4
Pembuangan limbah rumah tangga dilakukan malam hari supaya tidak mengenai penduduk yang beraktifitas di sungai 3
131
Jawaban Skor
[Link]
Melakukan pembuangan limbah sedikit demi sedikit namun terus menerus 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan memberikan ide sungai tidak tercemari 1
Tidak menjawab 0
132
Lampiran 4.2
HASIL
Soal jumlah
No Nama
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 APH 1 3 4 2 1 2 4 2 4 2 2 1 2 2 2 34
2 AF 1 1 2 0 1 2 2 4 4 0 1 1 2 2 2 25
3 AJS 3 3 4 2 1 2 4 4 4 4 3 2 1 2 3 42
4 C 2 1 2 1 1 2 3 1 1 1 1 2 2 3 2 25
5 DAAF 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 2 2 3 3 2 27
6 DAH 3 3 2 2 1 2 4 4 4 2 2 2 3 3 2 39
7 FAA 4 3 4 2 1 2 3 4 4 2 3 2 2 2 2 40
8 FF 3 3 2 1 1 2 4 2 2 2 1 2 3 3 3 33
9 HHT 2 4 4 1 1 2 2 1 4 2 3 2 2 1 4 34
10 KAAB 3 3 3 2 1 2 4 4 4 3 0 2 3 2 2 40
11 M.A 3 1 1 1 1 0 2 1 2 1 3 2 3 3 3 26
12 [Link] 4 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 2 2 2 48
13 [Link] 1 1 3 2 1 2 2 4 4 2 3 2 3 3 2 35
14 R 3 3 4 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 2 4 33
15 TWP 1 1 2 2 1 1 2 4 4 2 1 1 3 3 3 31
16 ZK 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 38
133
Lampiran 4.3
INSTRUMEN VALIDASI
(PENCEMARAN LINGKUNGAN)
KI 3 :Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 :Mencoba mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abnstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
Kompetensi Dasar :
KD 1.1 :Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi,kehidupan
dalam ekosistem dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengalaman
dalam ajaran agama yang dianutnya
KD 2.1 :Menunjukkan prilaku ilmiah(memiliki rasa ingin tahu;obejektif
,jujur,teliti,cermat,tekun,tiati,bertanggung jawab,terbuka,kritis,inovatif dan peduli lingkungan)
sehari-hari sebagia wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
KD 3.9 :Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup.
134
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
1. Peserta Memberi Fokus pada Peserta didik Disajikan 7. AC merupakan sebuah alat √
didik kan pertanyaan memahami suatu
elektronik
mampu penjelasa permasalahan penjelasan
Menjelaska n dan pertanyaan tentang C4 yang dapat mendinginkan ruangan,
n proses sederhan mengenai manfaat AC,
baik
terjadinya a pencemaran peserta didik
pencemaran lingkungan menganalisis di tempat kerja maupun di rumah
lingkungan alasan
banyak
pengunaan
AC yang yang menggunakan/memasang AC
merusak
tersebut. Mengapa penggunaan AC
lingkungan
meskipun AC dapat
memiliki
merusak lingkungan, padahal AC
manfaat
memberikan manfaat bagi
manusia?
135
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
136
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Disajikan
suatu 9. Salah satu PT Pertamina(persero) √
permasalahan melaporkan bahwa ada minyak
tentang
tumpahan yang tumpah akibat kebocoran pipa
minyak di di bawah laut, jumlah minyak yang
perairan
akibat tumpah diperkirakan sekitar 40.000
kebocoran barrel.
pipa, peserta
didik Bagaimanakah dampak dari
menganalisis tumpahan minyak tersebut bagi
pengaruhnya
bagi kehidupan dibawah laut?
kehidupan di
bawah laut
137
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Disajikan 5. Kepala Bidang Sarana dan √
suatu
Prasarana Dinas Pertanian Brebes
permasalahan
tentang mengatakan
penggunaan
bahwa sampai saat ini Brebes
pestisida yang
melebihi masih menduduki urutan pertama
dosis yang
tertinggi pemakaian pestisida di
dianjurkan,
peserta didik Asia Tenggara. Sejak lima tahun
menganalisis
terakhir petani di Brebes termasuk
dampak dari
permasalahan paling banyak memakai obat hama
yang terjadi
untuk bawang. Selain itu, salah
seorang staf Seksi Sarana dan
Prasarana Dinas Pertanian Brebes,
Bakti Pronodityo menjelaskan,
dosis pestisida yang digunakan
petani di Brebes di atas anjuran
yang sudah tertera di kemasan
pestisida. Berdasarkan keterangan
di atas, analisislah dampak
penggunaan pestisida 138
yang berlebihan terhadap
lingkungan!
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Menganalisis Menganalisis Disajikan 4. Meningkatnya kadar gas rumah √
argumen argumen melalui argumen dan
kaca di udara akibat pembakaran
identifikasi alasannya,
argumen yang peserta didik hutan dan penggunaan bahan bakar
dituliskan/ menjelaskan
fosil yang berlebihan meningkatkan
menganalisis efek rumah
melalui kaca C4 efek rumah kaca dan berpotensi
mengidentifikasi kemudian
menyebabkan meningkatan suhu
argument yang menganalisis
tidk sesuai/ bagian bumi yang berujung pada
melihat dari yang salah
pemanasan global. Pemanasan
srtuktur tentang
argumen yang pemanasan global mengakibatkan mencairnya
dituliskan global
es di kutub yang menyebabkan
naiknya permukaan air laut namun
pemanasan global ini tidak
berdampak terhadap perubahan
iklim di Bumi.
a. Jelaskan efek rumah kaca ?
139
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
b. Berilah analisis Anda, apakah
ada yang salah dari pernyataan di
atas?
Mengapa?
2. Peserta Memban Membuat hasil Menilai hasil Disajikan C5 3. Perhatikan Gambar di bawah ini √
didik gun observasi kompleksitas/ beberapa
!
mampu keteramp kelengkapan gambar terkait
menilai ilan hasil observasi dengan
hasil dari dasar yang telah fenomena
observasi dilakukan pencemaran
berdasarkan
tempatnya,
peserta didik
menilai hasil
observasi
fenomena
tersebut dan Gambar.1
memberikan
alasannya
kemudian
mampu
mengelompok
140
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
kan
berdasarkan
tempat
terjadinya
pencemaran
Gambar.2
Gambar.3
141
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Gambar.4
Apabila kegiatan yang terdapat
pada Gambar di atas terjadi secara
berulang-ulang (sering dilakukan)
maka :
a. Apakah kegiatan tersebut dapat
menggambarkan fenomena
pencemaran lingkungan yang
terjadi di lingkungan sekitar?
b. kelompokkan gambar tersebut
142
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
berdasarkan tempat terjadinya
pencemaran (tanah,air,udara)
143
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
3. Peserta Penarika Menarik Menarik Disajikan
C4 6. Embung Serut yang berada di √
didik kesimpulan permasalahan
n kesimpulan Desa Banyuraden pada bagian
mampu secara deduksi terkait kasus
membuat Kesimpu Melalui permukaan airnya dipenuhi oleh
Eceng gondok
kesimpulan
lan investigasi dan yang tidak tanaman eceng gondok serta terjadi
/keputusan
secara logis kriteria asumsi terkontrol pendangkalan perairan. Selain itu
yang rasional dan menurut kesaksian warga yang
pendangkalan
melalui analisis biasa memancing ikan di embung
perairan,peserta
permasalahan tersebut, hasil tangkapan ikan
didik
pencemaran menganalisis semakin hari kian menurun.
penyebab, Analisislah penyebab pertumbuhan
dampak, dan tanaman eceng gondok yang
solusi
berlebihan dan pendangkalan yang
penanggulangann
terjadi di Embung
ya dengan
meminimalkan Serut serta dampak pertumbuhan
akibat eceng gondok yang berlebihan dan
144
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
pencemaran pendangkalan perairan bagi
lingkungan
organisme di embung tersebut,
beserta solusi penanggulangannya!
145
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
4. Peserta Klarifika Mengidentifika Memberi Menganalisis
didik si lanjut si istilah penjelasan pernyataan 1. Maknailah pernyataan “manusia √
mampu lanjut manusia C4
bagian dari lingkungan” !
mengklarifi bagian
kasi lingkungan
kondisi/pen Mengidentifika Mengidentifikas Disajikan C5 2. Adanya sebuah kebijakan sekolah √
cemaran si asumsi i asumsi yang permasalahan
bagi para pedagang yang ada di
lingkungan dibutuhkan terkait suatu
suatu kondisi kebijakan atau sekolah
tertentu aktivitas dan
agar tidak menjual minuman di
potensinya
bagi dalam
lingkungan,
plastik tetapi dengan menggunakan
peserta didik
mengidentifik gelas.
asi asumsi
Bagaimana tanggapan Anda
pada
kondisi mengenai
tertentu
kebijakan tersebut? Apakah
kebijakan
tersebut sudah tepat? Berikan
146
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
alasan yang
mendasarinya !
11. Bisnis pencucian motor dan √
mobil sangat menguntungkan.
Tanpa disadari limbah cair cucian
tersebut dibuang ke aliran sungai.
Hal ini mengakibatkan kualitas air
sungai menurun sehingga terjadi
pencemaran. Berikan upaya untuk
menanggulangi pencemaran
tersebut !
147
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
mencemari ekosistem sungai maka?
Berikan ide untuk mengatasi
limbah rumah tangga !
148
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
5. Peserta Strategi Memutuskan Merumuskan Disajikan C6 8. Persentase sampah di perkotaan √
didik dan suatu tindakan alternatif solusi permasalahan
Indonesia berdasarkan Hasil kajian
mampu taktik tentang
membuat/m limbah SWI terdiri dari 60% sampah
emutuskan organik dan
organic, 14% sampah plastic, 9%
suatu anorganik
tindakan (padat), sampah kertas, 4,3% metal, dan
dalam peserta didik
12,7% sampah lainnya (kayu, kaca,
pencemaran mampu
lingkungan merumuskan dll). Apabila sampah tersebut tidak
solusi yang
diolah dengan baik akan
dapat
dilakukan memberikan dampak terhadap
untuk
lingkungan sekitar.
pengolahan
limbah Solusi apa yang dapat anda berikan
organik dan
untuk menanggulangi masalah
anorganik
(padat) sampah berdasarkan kasus
tersebut?
149
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
C6 12. Masyarakat yang tinggal di √
sekitar peternakan sapi mengeluh
karena limbah kotoran sapi
mencemari lingkungan.
Solusi apa yang dapat anda berikan
untuk menanggulangi masalah
limbah kotoran sapi tersebut ?
150
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Disajikan 10. Kian maraknya penggunaan √
permasalahan
kendaraan bermotor berdampak
tentang
maraknya tingginya tingkat kebisingan. Hasil
penggunaan
uji laboratorium Dinas Lingkungan
kendaraan
bermotor yang Hidup (DLH), tingkat kebisingan
mengakibatka
kawasan perkotaan mencapai 86,1
n kebisingan
serta desibel. Padahal, idealnya ambang
penurunan
batas sebesar 70 desibel. Kepala
kualitas udara,
peserta DLH Nurul Azizah menjelaskan,
didik mampu
tidak hanya bising, kualitas udara
merumuskan
solusi yang juga buruk. Kualitas udara
dapat
berbanding lurus dengan gaya
dilakukan
untuk hidup masyarakat.
mengurangi
Solusi apa yang dapat Anda berikan
kebisingan
serta untuk
memperbaiki
151
Dimensi Sub Indikator Indikator validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis soal
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
kualitas mengurangi kebisingan dan
udara di
memperbaiki
daerah
tersebut kualitas udara di daerah tersebut?
√
152
Jawaban Skor
[Link]
adalah manusia memerlukan alam lingkungan sebagai tempat hidup, dan alam pun perlu manusia untuk merawat agar
tidak punah. Hal ini agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Hubungan manusia dengan alam saling memerlukan contohnya tempat tinggal dan bertahan hidup 3
Alam dan manusia saling membutuhkan dan alam perlu dijaga kelestarian oleh manusia 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan makna manusia bagian dari lingkungan 1
Tidak menjawab 0
2. Kebijakan sekolah tersebut sangat bagus karena mencerminkan sikap peduli lingkungan, sampah plastik salah satu bahan 4
yang membutuhkan waktu lama terurai dalam tanah.
Sangat bagus karna mencerminkan sikap peduli lingkungan dan ramah lingkungan 3
Bagusdan akan buat lingkungan bersih 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pengurangan plastik 1
Tidak menjawab 0
3. a. Sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya 4
pencemaran dengan kelompok ragam jenis pencemaran yaitu
pencemaran udara, air, tanah dan suara karena aktivitas
tersebut dilakukan secara terus menerus.
b. Pencemaran udara : Gambar nomor 2, 3
Pencemaran air : Gambar nomor 1
Pencemaran tanah : Gambar no 4
Pencemaran suara : Gambar nomor 2, 3
153
Jawaban Skor
[Link]
a. sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya pencemaran dengan kelompok ragaam jenis pencemaran 3
lingkungan
[Link] udara :gambar nomor 2,3
pencemaran air : gambar nomor 1
pencemaran tanah : gambar nomor 4
a. cukup Nampak berpotensi menggambarkan beberapa pencemaran lingkungan 2
b. pencemaran udara : gambar nomor 2,3
pencemaran air :gmbar nomor 1
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan mengelompokkan pencemaran lingkungan 1
Tidak menjawab 0
4. a. Efek rumah kaca merupakan peristiwa terperangkapnya 4
panas di bumi karena terhalang oleh gas emisi seperti
karbondioksida (asap kendaraan bermotor, asap pabrikpabrik
atau industri, kebakaran hutan) di atmosfir.
b. Ada, meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global
yang disebabkan oleh aktivitas manusia berdampak pada
mencairnya es di kutub sehingga dapat meningkatkan
ketinggian permukaan air laut dan hal ini berdampak pada
perubahan iklim. Hal ini dapat dibuktikan dari pergantian iklim yang tidak menentu.
154
Jawaban Skor
[Link]
a. efek rumah kaca adalah peristiwa yang terjadi akibat pemantulan cahaya 3
b. ada, karena meningkat suhu bumi berdampak terhadap perubahan iklim bumi
a. efek rumah kaca adalah pemantulan cahaya 2
[Link],karna meningkatnya suhu bumi akanmembuat es dikutub mencair
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan efek rumah kaca 1
Tidak menjawab 0
5. 1. Penggunaan pestisida berlebihan menyebabkan kerusakan ekosistem alam. Matinya berbagai hewan seperti 4
hewan pengurai, konsumen premier, dsb dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam. Contoh sederhananya
seperti terjadinya ledakan pertumbuhan hewan tertentu.
2. Penggunaan pestisida berlebihan menghasilkan residu yang berbahaya. Penggunaan pestisida secara berlebihan
akan menyebabkan pestisida tidak dapat terurai dengan sempurna. Alhasil residu pestisida dapat menyebabkan berbagai
hal, contohnya seperti apabila mengkonsumsi makanan yang terdapat residu pestisida tentu dapat menyebabkan
keracunan. Pestisida yang tidak dapat terurai dengan sempurna dan larut ke dalam air, dapat menjadikan hama eceng
gondok tumbuh subur yang tentu akan berbahaya bagi ekosistem air. Serta residu pestisida yang sangat banyak dapat
menjadikan tanah menjadi kering dan tidak subur.
1. penggunaan pestisida berlebihan dapat merusak ekosistem contohnya ladang padi yang banyak rusak akibat dimakan 3
ole tikus
2. Penggunaan pestisida secara berlebihan sangat rawan akan ikut membasmi predator alami ataupun hewan-hewan yang
justru menguntungkan petani seperti lebah dan kupu-kupu
[Link] pestisida secara berlebihan akan menimbulkan residu racun dan dapat menyebabkan penyakit pada 2
tubuh manusia
155
Jawaban Skor
[Link]
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan penggunaan pestisida secara berlebihan 1
Tidak menjawab 0
6. Penyebab:Pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan disebabkan eutrofikasi yakni pengkayaan unsur hara di perairan 4
sepertinitrogen dan fosfat. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh penggunaan detergen, pestisida yang berlebihan, limbah
ternak serta pembuangan sampah organik di perairan. Pendangkalan perairan merupakan suatu peristiwa yang terjadi
karena pengendapan partikel padatan yang terbawa oleh arus sungai yang bermuara pada embung tersebut.
Dampak:-Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali akan menutup permukaan air sehingga jumlah cahaya yang
masuk ke dalam perairan menurun menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air sehingga dapat
menyebabkan kematian fauna air.
-Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses
pendangkalan yang dapat mengganggu aliran air.
Solusi:-Pengangkatan eceng gondok dari perairan.
- Penggunaan eceng gondok untuk bahan anyaman, pupuk
kompos, kertas, biogas, media pertumbuhan bagi jamur merang, serta pakan ternak baik untuk ternak ruminansia (sapi,
domba dan kambing) maupun nonruminansia (unggas) dan kelinci.
Penyebab :pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrient yang 3
tinggi,terutama yang kaya akan nitrogen,fosfat dan potassium
Dampak :mengurangi jumlah air,perairan menjadi dangkal
Solusi :menggunakan herbisida dan mengangkat eceng gondok secara langsung dari perairan
Penyebab : meningkatnya zat hara di perairan akibat pencemaran limbah pupuk dari sisa pertanian 2
Dampak :mengurangi jumlah oksigen dan merusak keindahan perairan
156
Jawaban Skor
[Link]
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan pencegahan eceng gondok 1
Tidak menjawab 0
7. Penggunaan AC dapat merusak lingkungan karena dapat menambah permasalahan lingkungan global. Produk AC 4
menggunakan CFC. Adanya polutan CFC pada AC menyebabkan makin menipisnya lapisan ozon. Di atmosfer, CFC
akan bereaksi dengan ozon sehingga ozon terurai dan membentuk oksigen. Jadi sinar yang berbahaya bagi lingkungan
dan manusia dapat langsung menuju bumi karena lapisan ozon tersebut mudah ditembus.
Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AC adalah efek rumah kaca,efek ini akan menjadikan panas suhu permukaan 3
bumi meningkat.
Dapat meningkatkan suhu bumi karena AC menghasilkan zat yang dapat melubangi lapisan ozon 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan dampak negatif dari penggunaan AC 1
Tidak menjawab 0
8. [Link] digunakan sebagai bahan pengisi tanah. 4
2. Pembakaran Sampah. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk membakar sampah organik kering dan anorganik. Alat
yang digunakan untuk membakar yaitu incerenator. panas yang dihasilkan dari pembakaran digunakan sebagai
pembangkit listrik..
1. Pengomposan ,Pengomposan dilakukan untuk sampah organik. Kegiatan ini dilakukan secara terbuka (aerob) maupun 3
tertutup (anaerob)
1. Pemanfaatan kembali sampah-sampah yang masih dapat diolah kembali seperti plastik, besi, atau aluminium 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pemanfaatan sampah organic 1
Tidak menjawab 0
157
Jawaban Skor
[Link]
9. Banyak biota yang mati, rusaknya ekosistem dalam laut, aliran 4
energi di laut terganggu, sinar matahari terhalang oleh
timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis.
Banyak biota yang mati,sinar matahari terhalang oleh timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis 3
Membuat makhluk hidup dilaut mati dan merusak laut 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan akibat pertumpahan minyak di laut 1
Tidak menjawab 0
10. 1. melakukan penghijaun untuk meredam kebisingan dan memperbaiki kualitas udara di ruang terbuka. 4
2. untuk di sumber kebisingan dapat dilakukan melalui modifikasi alat atau membuat dinding peredam.
3. dilakukan manajemen lalu lintas
1. menggunakan transportasi umum untuk mengurangi banyaknya penggunaan kendaraan 3
2. sebelum memilih daerah hunian pastikan daerah tersebut nyaman dan bebas dari bisingnya kendaraan bermotor
karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas istirahat.
[Link] penggunaan kendaran dan tidak memakai motor 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
11. Sebaiknya membuatkan tempat penanggulangan limbah cair khusus agar tidak mencemari sungai maupun mencemari 4
tanah
Membuatkan tempat khusus pembuangan limbah cair agar tidak kemana-mana 3
Membuatkan tempat cairan limbah 2
158
Jawaban Skor
[Link]
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan penanggulangan limbah cair 1
Tidak menjawab 0
12. Membuat IPAL sederhana di lokasi peternakan,mengolah menjadi pupuk/biogas 4
Mengolah menjadi pupuk/biogas 3
Mengolah menjadi pupuk 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan memberikan solusi penanggulangan limbah kotoran sapi 1
Tidak menjawab 0
13. Menggunakan teknologi ramah lingkungan contohnya seperti kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sehingga 4
jumlah CO2 tidak meningkat dan menanam pohon
Menggunakan teknologi ramah lingkungan contohnya seperti kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sehingga 3
jumlah CO2 tidak meningkat
Menggalakan penanaman pohon 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
14. -Tidak menggunakan sedotan plastic,-Membawa tas belanja sendiri,-Mempunyai dan membawa botol minum sendiri 4
Memakai tas belanja sediri dan memakai botol minum sediri 3
Menggunakan kemasan plastik secara berkelanjutan 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan 1
Tidak menjawab 0
15. Melakukan penyaringan terlebih dahulu agar zat kimia yang terdapat dalam limbah tidak masuk ke sungai 4
159
Jawaban Skor
[Link]
Pembuangan limbah rumah tangga dilakukan malam hari supaya tidak mengenai penduduk yang beraktifitas di sungai 3
Melakukan pembuangan limbah sedikit demi sedikit namun terus menerus 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan memberikan ide sungai tidak tercemari 1
Tidak menjawab 0
Pekanbaru, 18 April 2021
Validator
160
INSTRUMEN VALIDASI
(PENCEMARAN LINGKUNGAN)
KI 3 :Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4 :Mencoba mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abnstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
Kompetensi Dasar :
KD 1.1 :Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi,kehidupan
dalam ekosistem dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengalaman
dalam ajaran agama yang dianutnya
KD 2.1 :Menunjukkan prilaku ilmiah(memiliki rasa ingin tahu;obejektif
,jujur,teliti,cermat,tekun,tiati,bertanggung jawab,terbuka,kritis,inovatif dan peduli lingkungan)
sehari-hari sebagia wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
KD 3.9 :Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup.
161
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
1. Peserta Memberi Fokus pada Peserta didik Disajikan suatu 7. AC merupakan sebuah alat √
didik kan pertanyaan memahami penjelasan
elektronik
mampu penjelasa permasalahan tentang manfaat
Menjelaska n dan pertanyaan AC, peserta C4 yang dapat mendinginkan
n proses sederhan mengenai didik
ruangan, baik
terjadinya a pencemaran menganalisis
pencemaran lingkungan alasan di tempat kerja maupun di
lingkungan pengunaan AC
rumah banyak
yang merusak
lingkungan yang menggunakan/memasang
meskipun AC
AC
memiliki
manfaat tersebut. Mengapa penggunaan
AC dapat
merusak lingkungan, padahal
AC
memberikan manfaat bagi
manusia?
162
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
163
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Disajikan suatu 9. Salah satu PT
permasalahan √
Pertamina(persero) melaporkan
tentang
tumpahan bahwa ada minyak yang tumpah
minyak di
akibat kebocoran pipa di bawah
perairan akibat
kebocoran pipa, laut, jumlah minyak yang
peserta didik
tumpah diperkirakan sekitar
menganalisis
pengaruhnya 40.000 barrel.
bagi
Bagaimanakah dampak dari
kehidupan di
bawah laut tumpahan minyak tersebut bagi
kehidupan dibawah laut?
164
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Disajikan suatu 5. Kepala Bidang Sarana dan √
permasalahan
Prasarana Dinas Pertanian
tentang
penggunaan Brebes mengatakan
pestisida yang
bahwa sampai saat ini Brebes
melebihi
dosis yang masih menduduki urutan
dianjurkan,
pertama tertinggi pemakaian
peserta didik
menganalisis pestisida di Asia Tenggara.
dampak dari
Sejak lima tahun terakhir petani
permasalahan
yang terjadi di Brebes termasuk paling
banyak memakai obat hama
untuk bawang. Selain itu, salah
seorang staf Seksi Sarana dan
Prasarana Dinas Pertanian
Brebes, Bakti Pronodityo
menjelaskan, dosis pestisida
yang digunakan petani di Brebes
di atas anjuran yang sudah
tertera di kemasan pestisida.
Berdasarkan keterangan di atas, 165
analisislah dampak penggunaan
pestisida
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Menganalisis Menganalisis Disajikan 4. Meningkatnya kadar gas √
argumen argumen argumen dan
rumah kaca di udara akibat
melalui alasannya,
identifikasi peserta didik pembakaran hutan dan
argumen yang menjelaskan
penggunaan bahan bakar fosil
dituliskan/ efek rumah
menganalisis kaca kemudian C4 yang berlebihan meningkatkan
melalui menganalisis
efek rumah kaca dan berpotensi
mengidentifika bagian
si argument yang salah menyebabkan meningkatan suhu
yang tidk tentang
bumi yang berujung pada
sesuai/ melihat pemanasan
dari srtuktur global pemanasan global. Pemanasan
argumen yang
global mengakibatkan
dituliskan
mencairnya es di kutub yang
menyebabkan naiknya
permukaan air laut namun
pemanasan global ini tidak
berdampak terhadap perubahan
166
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
iklim di Bumi.
a. Jelaskan efek rumah kaca ?
b. Berilah analisis Anda, apakah
ada yang salah dari pernyataan
di atas?
Mengapa?
2. Peserta Memban Membuat Menilai hasil Disajikan C5 3. Perhatikan Gambar di bawah √
didik gun hasil kompleksitas/ beberapa
ini !
mampu keteramp observasi kelengkapan gambar terkait
menilai ilan hasil observasi dengan
hasil dari dasar yang telah fenomena
observasi dilakukan pencemaran
berdasarkan
tempatnya,
peserta didik
menilai hasil
observasi
fenomena
tersebut dan Gambar.1
memberikan
alasannya
167
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
kemudian
mampu
mengelompokka
n
berdasarkan
tempat
terjadinya
pencemaran
Gambar.2
Gambar.3
168
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Gambar.4
Apabila kegiatan yang terdapat
pada Gambar di atas terjadi
secara berulang-ulang (sering
dilakukan) maka :
a. Apakah kegiatan tersebut
dapat menggambarkan fenomena
pencemaran lingkungan yang
terjadi di lingkungan sekitar?
169
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
b. kelompokkan gambar tersebut
berdasarkan tempat terjadinya
pencemaran (tanah,air,udara)
170
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
3. Peserta Penarika Menarik Menarik Disajikan
C4 6. Embung Serut yang berada di √
didik kesimpulan permasalahan
n kesimpulan Desa Banyuraden pada bagian
mampu secara deduksi terkait kasus
membuat Kesimpu Melalui permukaan airnya dipenuhi oleh
Eceng gondok yang
kesimpulan
lan investigasi dan tidak terkontrol tanaman eceng gondok serta
/keputusan
secara logis kriteria asumsi dan pendangkalan terjadi pendangkalan perairan.
yang rasional perairan,peserta Selain itu menurut kesaksian
didik
melalui warga yang biasa memancing
menganalisis
analisis ikan di embung tersebut, hasil
penyebab, dampak,
permasalahan dan tangkapan ikan semakin hari
pencemaran solusi kian menurun. Analisislah
penanggulangannya penyebab pertumbuhan tanaman
dengan
eceng gondok yang berlebihan
meminimalkan
dan pendangkalan yang terjadi di
akibat pencemaran
lingkungan Embung
Serut serta dampak pertumbuhan
171
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
eceng gondok yang berlebihan
dan pendangkalan perairan bagi
organisme di embung tersebut,
beserta solusi
penanggulangannya!
172
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
4. Peserta Klarifika Mengidentifik Memberi Menganalisis 1. Maknailah pernyataan √
didik si lanjut asi istilah penjelasan pernyataan
mampu lanjut manusia C4 “manusia bagian dari
mengklarifi bagian lingkungan” !
kasi lingkungan
kondisi/pen Mengidentifik Mengidentifika Disajikan C5 2. Adanya sebuah kebijakan √
cemaran asi asumsi si asumsi yang permasalahan
sekolah
lingkungan dibutuhkan terkait suatu
suatu kondisi kebijakan atau bagi para pedagang yang ada di
tertentu aktivitas dan
sekolah
potensinya bagi
lingkungan, agar tidak menjual minuman di
peserta didik
dalam
mengidentifikasi
asumsi pada plastik tetapi dengan
kondisi tertentu
menggunakan gelas.
Bagaimana tanggapan Anda
mengenai
kebijakan tersebut? Apakah
kebijakan
173
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
tersebut sudah tepat? Berikan
alasan yang
mendasarinya !
11. Bisnis pencucian motor dan √
mobil sangat menguntungkan.
Tanpa disadari limbah cair
cucian tersebut dibuang ke aliran
sungai. Hal ini mengakibatkan
kualitas air sungai menurun
sehingga terjadi pencemaran.
Berikan upaya untuk
menanggulangi pencemaran
tersebut !
174
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
ekosistem. Agar limbah rumah
tangga yang masuk sungai tidak
mencemari ekosistem sungai
maka? Berikan ide untuk
mengatasi limbah rumah tangga
!
175
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Berikan upaya untuk mengatasi
permasalahan tersebut !
176
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
5. Peserta Strategi Memutuskan Merumuskan Disajikan C6 8. Persentase sampah di √
didik dan suatu tindakan alternatif permasalahan
perkotaan Indonesia berdasarkan
mampu taktik solusi tentang
membuat/m limbah organik Hasil kajian SWI terdiri dari
emutuskan dan anorganik
60% sampah organic, 14%
suatu (padat),
tindakan peserta didik sampah plastic, 9% sampah
dalam mampu
kertas, 4,3% metal, dan 12,7%
pencemaran merumuskan
lingkungan solusi yang sampah lainnya (kayu, kaca, dll).
dapat dilakukan
Apabila sampah tersebut tidak
untuk
pengolahan diolah dengan baik akan
limbah organik
memberikan dampak terhadap
dan
anorganik lingkungan sekitar.
(padat)
Solusi apa yang dapat anda
berikan untuk menanggulangi
masalah sampah berdasarkan
kasus tersebut?
177
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
C6 12. Masyarakat yang tinggal di √
sekitar peternakan sapi
mengeluh karena limbah kotoran
sapi mencemari lingkungan.
Solusi apa yang dapat anda
berikan untuk menanggulangi
masalah limbah kotoran sapi
tersebut ?
178
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
Disajikan 10. Kian maraknya penggunaan √
permasalahan
kendaraan bermotor berdampak
tentang
maraknya tingginya tingkat kebisingan.
penggunaan
Hasil uji laboratorium Dinas
kendaraan
bermotor yang Lingkungan Hidup (DLH),
mengakibatkan
tingkat kebisingan kawasan
kebisingan serta
penurunan perkotaan mencapai 86,1
kualitas udara,
desibel. Padahal, idealnya
peserta
didik mampu ambang batas sebesar 70 desibel.
merumuskan
Kepala DLH Nurul Azizah
solusi yang
dapat dilakukan menjelaskan, tidak hanya bising,
untuk
kualitas udara juga buruk.
mengurangi
kebisingan serta Kualitas udara berbanding lurus
memperbaiki
dengan gaya hidup masyarakat.
kualitas
udara di daerah Solusi apa yang dapat Anda
tersebut
179
Dimensi Sub Indikator Indikator soal validasi Keterangan
Indikator
kemamp kemampuan berpikir kritis
No Tujuan Aspek
uan berpikirkritis [Link]
. Pembelaja kognitif S TS
berpikir
ran
kritis
berikan untuk
mengurangi kebisingan dan
memperbaiki
√
kualitas udara di daerah
tersebut?
180
Rubrik pedoman penskoran tes kemampuan berpikir kritis
Jawaban Skor
[Link]
1. Manusia bagian dari lingkungan biotik dan tidak dapat lepas dari keadaan lingkungan alam sekitarnya, karena manusia 4
bagian dari komponen lingkungan hidup yang membutuhkkan lingkungan alam untuk bertahan hidup. Hubungannya
adalah manusia memerlukan alam lingkungan sebagai tempat hidup, dan alam pun perlu manusia untuk merawat agar
tidak punah. Hal ini agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Hubungan manusia dengan alam saling memerlukan contohnya tempat tinggal dan bertahan hidup 3
Alam dan manusia saling membutuhkan dan alam perlu dijaga kelestarian oleh manusia 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan makna manusia bagian dari lingkungan 1
Tidak menjawab 0
2. Kebijakan sekolah tersebut sangat bagus karena mencerminkan sikap peduli lingkungan, sampah plastik salah satu 4
bahan yang membutuhkan waktu lama terurai dalam tanah.
Sangat bagus karna mencerminkan sikap peduli lingkungan dan ramah lingkungan 3
Bagusdan akan buat lingkungan bersih 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pengurangan plastik 1
Tidak menjawab 0
181
Jawaban Skor
[Link]
3. a. Sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya 4
pencemaran dengan kelompok ragam jenis pencemaran yaitu
pencemaran udara, air, tanah dan suara karena aktivitas
tersebut dilakukan secara terus menerus.
b. Pencemaran udara : Gambar nomor 2, 3
Pencemaran air : Gambar nomor 1
Pencemaran tanah : Gambar no 4
Pencemaran suara : Gambar nomor 2, 3
a. sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya pencemaran dengan kelompok ragaam jenis pencemaran 3
lingkungan
[Link] udara :gambar nomor 2,3
pencemaran air : gambar nomor 1
pencemaran tanah : gambar nomor 4
a. cukup Nampak berpotensi menggambarkan beberapa pencemaran lingkungan 2
b. pencemaran udara : gambar nomor 2,3
pencemaran air :gmbar nomor 1
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan mengelompokkan pencemaran lingkungan 1
Tidak menjawab 0
182
Jawaban Skor
[Link]
4. a. Efek rumah kaca merupakan peristiwa terperangkapnya 4
panas di bumi karena terhalang oleh gas emisi seperti
karbondioksida (asap kendaraan bermotor, asap pabrikpabrik
atau industri, kebakaran hutan) di atmosfir.
b. Ada, meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global
yang disebabkan oleh aktivitas manusia berdampak pada
mencairnya es di kutub sehingga dapat meningkatkan
ketinggian permukaan air laut dan hal ini berdampak pada
perubahan iklim. Hal ini dapat dibuktikan dari pergantian iklim yang tidak menentu.
a. efek rumah kaca adalah peristiwa yang terjadi akibat pemantulan cahaya 3
b. ada, karena meningkat suhu bumi berdampak terhadap perubahan iklim bumi
a. efek rumah kaca adalah pemantulan cahaya 2
[Link],karna meningkatnya suhu bumi akanmembuat es dikutub mencair
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan efek rumah kaca 1
Tidak menjawab 0
183
Jawaban Skor
[Link]
5. 1. Penggunaan pestisida berlebihan menyebabkan kerusakan ekosistem alam. Matinya berbagai hewan seperti 4
hewan pengurai, konsumen premier, dsb dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem alam. Contoh
sederhananya seperti terjadinya ledakan pertumbuhan hewan tertentu.
2. Penggunaan pestisida berlebihan menghasilkan residu yang berbahaya. Penggunaan pestisida secara berlebihan
akan menyebabkan pestisida tidak dapat terurai dengan sempurna. Alhasil residu pestisida dapat menyebabkan
berbagai hal, contohnya seperti apabila mengkonsumsi makanan yang terdapat residu pestisida tentu dapat
menyebabkan keracunan. Pestisida yang tidak dapat terurai dengan sempurna dan larut ke dalam air, dapat menjadikan
hama eceng gondok tumbuh subur yang tentu akan berbahaya bagi ekosistem air. Serta residu pestisida yang sangat
banyak dapat menjadikan tanah menjadi kering dan tidak subur.
1. penggunaan pestisida berlebihan dapat merusak ekosistem contohnya ladang padi yang banyak rusak akibat dimakan 3
ole tikus
2. Penggunaan pestisida secara berlebihan sangat rawan akan ikut membasmi predator alami ataupun hewan-hewan
yang justru menguntungkan petani seperti lebah dan kupu-kupu
[Link] pestisida secara berlebihan akan menimbulkan residu racun dan dapat menyebabkan penyakit pada 2
tubuh manusia
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan penggunaan pestisida secara berlebihan 1
Tidak menjawab 0
184
Jawaban Skor
[Link]
6. Penyebab:Pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan disebabkan eutrofikasi yakni pengkayaan unsur hara di 4
perairan sepertinitrogen dan fosfat. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh penggunaan detergen, pestisida yang berlebihan,
limbah ternak serta pembuangan sampah organik di perairan. Pendangkalan perairan merupakan suatu peristiwa yang
terjadi karena pengendapan partikel padatan yang terbawa oleh arus sungai yang bermuara pada embung tersebut.
Dampak:-Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali akan menutup permukaan air sehingga jumlah cahaya
yang masuk ke dalam perairan menurun menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air sehingga dapat
menyebabkan kematian fauna air.
-Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses
pendangkalan yang dapat mengganggu aliran air.
Solusi:-Pengangkatan eceng gondok dari perairan.
- Penggunaan eceng gondok untuk bahan anyaman, pupuk
kompos, kertas, biogas, media pertumbuhan bagi jamur merang, serta pakan ternak baik untuk ternak ruminansia (sapi,
domba dan kambing) maupun nonruminansia (unggas) dan kelinci.
Penyebab :pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrient yang 3
tinggi,terutama yang kaya akan nitrogen,fosfat dan potassium
Dampak :mengurangi jumlah air,perairan menjadi dangkal
Solusi :menggunakan herbisida dan mengangkat eceng gondok secara langsung dari perairan
Penyebab : meningkatnya zat hara di perairan akibat pencemaran limbah pupuk dari sisa pertanian 2
Dampak :mengurangi jumlah oksigen dan merusak keindahan perairan
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan pencegahan eceng gondok 1
Tidak menjawab 0
185
Jawaban Skor
[Link]
7. Penggunaan AC dapat merusak lingkungan karena dapat menambah permasalahan lingkungan global. Produk AC 4
menggunakan CFC. Adanya polutan CFC pada AC menyebabkan makin menipisnya lapisan ozon. Di atmosfer, CFC
akan bereaksi dengan ozon sehingga ozon terurai dan membentuk oksigen. Jadi sinar yang berbahaya bagi lingkungan
dan manusia dapat langsung menuju bumi karena lapisan ozon tersebut mudah ditembus.
Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AC adalah efek rumah kaca,efek ini akan menjadikan panas suhu 3
permukaan bumi meningkat.
Dapat meningkatkan suhu bumi karena AC menghasilkan zat yang dapat melubangi lapisan ozon 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan dampak negatif dari penggunaan AC 1
Tidak menjawab 0
8. [Link] digunakan sebagai bahan pengisi tanah. 4
2. Pembakaran Sampah. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk membakar sampah organik kering dan anorganik.
Alat yang digunakan untuk membakar yaitu incerenator. panas yang dihasilkan dari pembakaran digunakan sebagai
pembangkit listrik..
1. Pengomposan ,Pengomposan dilakukan untuk sampah organik. Kegiatan ini dilakukan secara terbuka (aerob) 3
maupun tertutup (anaerob)
1. Pemanfaatan kembali sampah-sampah yang masih dapat diolah kembali seperti plastik, besi, atau aluminium 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pemanfaatan sampah organic 1
Tidak menjawab 0
186
Jawaban Skor
[Link]
9. Banyak biota yang mati, rusaknya ekosistem dalam laut, aliran 4
energi di laut terganggu, sinar matahari terhalang oleh
timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis.
Banyak biota yang mati,sinar matahari terhalang oleh timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis 3
Membuat makhluk hidup dilaut mati dan merusak laut 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan akibat pertumpahan minyak di laut 1
Tidak menjawab 0
10. 1. melakukan penghijaun untuk meredam kebisingan dan memperbaiki kualitas udara di ruang terbuka. 4
2. untuk di sumber kebisingan dapat dilakukan melalui modifikasi alat atau membuat dinding peredam.
3. dilakukan manajemen lalu lintas
1. menggunakan transportasi umum untuk mengurangi banyaknya penggunaan kendaraan 3
2. sebelum memilih daerah hunian pastikan daerah tersebut nyaman dan bebas dari bisingnya kendaraan bermotor
karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas istirahat.
[Link] penggunaan kendaran dan tidak memakai motor 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
11. Sebaiknya membuatkan tempat penanggulangan limbah cair khusus agar tidak mencemari sungai maupun mencemari 4
tanah
Membuatkan tempat khusus pembuangan limbah cair agar tidak kemana-mana 3
Membuatkan tempat cairan limbah 2
187
Jawaban Skor
[Link]
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan penanggulangan limbah cair 1
Tidak menjawab 0
12. Membuat IPAL sederhana di lokasi peternakan,mengolah menjadi pupuk/biogas 4
Mengolah menjadi pupuk/biogas 3
Mengolah menjadi pupuk 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan memberikan solusi penanggulangan limbah kotoran sapi 1
Tidak menjawab 0
13. Menggunakan teknologi ramah lingkungan contohnya seperti kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sehingga 4
jumlah CO2 tidak meningkat dan menanam pohon
Menggunakan teknologi ramah lingkungan contohnya seperti kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sehingga 3
jumlah CO2 tidak meningkat
Menggalakan penanaman pohon 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
14. -Tidak menggunakan sedotan plastic,-Membawa tas belanja sendiri,-Mempunyai dan membawa botol minum sendiri 4
Memakai tas belanja sediri dan memakai botol minum sediri 3
Menggunakan kemasan plastik secara berkelanjutan 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan 1
Tidak menjawab 0
15. Melakukan penyaringan terlebih dahulu agar zat kimia yang terdapat dalam limbah tidak masuk ke sungai 4
188
Jawaban Skor
[Link]
Pembuangan limbah rumah tangga dilakukan malam hari supaya tidak mengenai penduduk yang beraktifitas di sungai 3
Melakukan pembuangan limbah sedikit demi sedikit namun terus menerus 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan memberikan ide sungai tidak tercemari 1
Tidak menjawab 0
Pekanbaru, 19 April 2021
Validator
189
Lampiran 4.4
soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 soal8 soal9 soal10 soal11 soal12 soal13 soal14 soal15 jumlah
soal1 Pearson
Correlation 1 .409 .046 .094 .320 .196 .448 -.012 -.184 .399 .305 .613
*
-.065 -.065 .221 .492
Sig. (2-
tailed) .116 .867 .728 .228 .467 .082 .966 .496 .125 .251 .012 .810 .810 .410 .053
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal2 Pearson
Correlation ** * ** **
.409 1 .711 .356 .234 .462 .420 .056 .374 .622 .249 .357 -.387 -.687 .381 .692
Sig. (2-
tailed) .116 .002 .176 .382 .072 .105 .838 .153 .010 .353 .175 .139 .003 .145 .003
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal3 Pearson
Correlation .046 .711
**
1 .366 .086 .455 .118 .180 .523
*
.545
*
.317 .082
**
-.657
**
-.759 .429 .582
*
Sig. (2-
tailed) .867 .002 .163 .750 .076 .663 .504 .038 .029 .232 .763 .006 .001 .098 .018
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal4 Pearson
Correlation ** **
.094 .356 .366 1 .390 .167 .253 .478 .417 .728 .326 .409 -.056 -.056 .063 .701
Sig. (2-
tailed) .728 .176 .163 .136 .538 .345 .061 .108 .001 .217 .115 .838 .838 .817 .003
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
190
soal5 Pearson
Correlation * * ** *
.320 .234 .086 .390 1 .470 .157 .242 .151 .555 .521 .681 -.223 -.223 .084 .571
Sig. (2-
tailed) .228 .382 .750 .136 .066 .562 .366 .577 .026 .038 .004 .407 .407 .757 .021
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal6 Pearson
Correlation .196 .462 .455 .167 .470 1 .449 .271 .219 .418 .124 .352 -.391 -.391 .147 .549
*
Sig. (2-
tailed) .467 .072 .076 .538 .066 .081 .310 .415 .107 .648 .181 .134 .134 .586 .028
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal7 Pearson
Correlation *
.448 .420 .118 .253 .157 .449 1 .245 .135 .477 -.124 .117 -.072 .043 .049 .524
Sig. (2-
tailed) .082 .105 .663 .345 .562 .081 .360 .619 .062 .648 .665 .790 .873 .857 .037
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal8 Pearson
Correlation -.012 .056 .180 .478 .242 .271 .245 1
**
.770 .417 .022 -.021 -.039 -.039 .066 .583
*
Sig. (2-
tailed) .966 .838 .504 .061 .366 .310 .360 .000 .108 .935 .939 .887 .887 .809 .018
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal9 Pearson
Correlation * ** *
-.184 .374 .523 .417 .151 .219 .135 .770 1 .420 .190 -.180 -.196 -.473 .196 .594
Sig. (2-
tailed) .496 .153 .038 .108 .577 .415 .619 .000 .105 .480 .504 .467 .064 .468 .015
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
191
soal10 Pearson
Correlation * * ** * * **
.399 .622 .545 .728 .555 .418 .477 .417 .420 1 .397 .554 -.342 -.342 .472 .906
Sig. (2-
tailed) .125 .010 .029 .001 .026 .107 .062 .108 .105 .128 .026 .195 .195 .065 .000
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal11 Pearson
Correlation .305 .249 .317 .326 .521
*
.124 -.124 .022 .190 .397 1 .547
*
-.371 -.272 -.168 .447
Sig. (2-
tailed) .251 .353 .232 .217 .038 .648 .648 .935 .480 .128 .028 .157 .308 .534 .083
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal12 Pearson
Correlation * ** * * *
.613 .357 .082 .409 .681 .352 .117 -.021 -.180 .554 .547 1 -.117 -.117 .080 .533
Sig. (2-
tailed) .012 .175 .763 .115 .004 .181 .665 .939 .504 .026 .028 .665 .665 .770 .034
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal13 Pearson
Correlation - **
-.065 -.387 ** -.056 -.223 -.391 -.072 -.039 -.196 -.342 -.371 -.117 1 .652 -.147 -.280
.657
Sig. (2-
tailed) .810 .139 .006 .838 .407 .134 .790 .887 .467 .195 .157 .665 .006 .586 .293
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
soal14 Pearson
Correlation - - **
-.065 ** ** -.056 -.223 -.391 .043 -.039 -.473 -.342 -.272 -.117 .652 1 -.442 -.394
.687 .759
Sig. (2-
tailed) .810 .003 .001 .838 .407 .134 .873 .887 .064 .195 .308 .665 .006 .086 .131
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
192
soal15 Pearson
Correlation .221 .381 .429 .063 .084 .147 .049 .066 .196 .472 -.168 .080 -.147 -.442 1 .358
Sig. (2-
tailed) .410 .145 .098 .817 .757 .586 .857 .809 .468 .065 .534 .770 .586 .086 .173
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
jumlah Pearson
Correlation .492
**
.692 .582
*
.701
** *
.571 .549
* *
.524
*
.583
*
.594
**
.906 .447
*
.533 -.280 -.394 .358 1
Sig. (2-
tailed) .053 .003 .018 .003 .021 .028 .037 .018 .015 .000 .083 .034 .293 .131 .173
N 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16
193
No rxy Ket Interpretasi Keputusan
1 0,492 Valid Sedang Digunakan
2 0.692 Valid Tinggi Digunakan
3 0,582 Valid Sedang Digunakan
4 0,701 Valid Tinggi Digunakan
5 0,517 Valid Sedang Digunakan
6 0,549 Valid Sedang Digunakan
7 0,524 Valid Sedang Digunakan
8 0,583 Valid Sedang Digunakan
9 0,594 Valid Sedang Digunakan
10 0.906 Valid Sangat tinggi Digunakan
11 0,447 Valid Sedang Dibuang
12 0,533 Valid Sedang Dibuang
13 -0,280 Tidak Valid - Dibuang
14 -0,394 Tidak Valid - Dibuang
15 0,358 Valid Rendah Dibuang
194
Lampiran 4.5
UJI REALIBITAS
N %
Total 16 100.0
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.762 15
195
LAMPIRAN 5
INSTRUMEN PENELITIAN
5.2 Hasil
196
Lampiran 5.1
2. Adanya sebuah kebijakan sekolah bagi para pedagang yang ada di sekolah
agar tidak menjual minuman di dalam plastik tetapi dengan menggunakan
gelas. Bagaimana tanggapan Anda mengenai kebijakan tersebut? Apakah
kebijakan tersebut sudah tepat? Berikan alasan yangmendasarinya !
Gambar.1 Gambar.2
Gambar.3 Gambar.4
Apabila kegiatan yang terdapat pada Gambar di atas terjadi secara
berulang-ulang (sering dilakukan) maka :
197
a. Apakah kegiatan tersebut dapat menggambarkan fenomena pencemaran
lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitar?
b. kelompokkan gambar tersebut berdasarkan tempat terjadinya
pencemaran (tanah,air,udara) !
4. Meningkatnya kadar gas rumah kaca di udara akibat pembakaran hutan
dan penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan meningkatkan efek
rumah kaca dan berpotensi menyebabkan meningkatkan suhu bumi yang
berujung pada pemanasan global. Pemanasan global mengakibatkan
mencairnya es di kutub yang menyebabkan naiknya permukaan air laut
namun pemanasan global ini tidak berdampak terhadap perubahan iklim di
Bumi.
b. Berilah analisis Anda, apakah ada yang salah dari pernyataan di atas?
Mengapa?
5. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Brebes mengatakan
bahwa sampai saat ini Brebes masih menduduki urutan pertama tertinggi
pemakaian pestisida di Asia Tenggara. Sejak lima tahun terakhir petani di
Brebes termasuk paling banyak memakai obat hama untuk bawang. Selain
itu, salah seorang staf Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Brebes,
Bakti Pronodityo menjelaskan, dosis pestisida yang digunakan petani di
Brebes di atas anjuran yang sudah tertera di kemasan pestisida.
Berdasarkan keterangan di atas, analisislah dampak penggunaan pestisida
yang berlebihan terhadap lingkungan !
198
pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan dan pendangkalan perairan
bagi organisme di embung tersebut, beserta solusi penanggulangannya!
199
Jawaban Skor
[Link]
1. Manusia bagian dari lingkungan biotik dan tidak dapat lepas dari 4
keadaan lingkungan alam sekitarnya, karena manusia bagian dari
komponen lingkungan hidup yang membutuhkkan lingkungan alam
untuk bertahan hidup. Hubungannya adalah manusia memerlukan
alam lingkungan sebagai tempat hidup, dan alam pun perlu manusia
untuk merawat agar tidak punah. Hal ini agar keseimbangan
lingkungan tetap terjaga.
Hubungan manusia dengan alam saling memerlukan contohnya 3
tempat tinggal dan bertahan hidup
Alam dan manusia saling membutuhkan dan alam perlu dijaga 2
kelestarian oleh manusia
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan makna manusia 1
bagian dari lingkungan
Tidak menjawab 0
2. Kebijakan sekolah tersebut sangat bagus karena mencerminkan sikap 4
peduli lingkungan, sampah plastik salah satu bahan yang
membutuhkan waktu lama terurai dalam tanah.
Sangat bagus karna mencerminkan sikap peduli lingkungan dan 3
ramah lingkungan
Bagusdan akan buat lingkungan bersih 2
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pengurangan plastik 1
Tidak menjawab 0
3. a. Sudah cukup berpotensi menggambarkan terjadinya 4
pencemaran dengan kelompok ragam jenis pencemaran yaitu
pencemaran udara, air, tanah dan suara karena aktivitas
tersebut dilakukan secara terus menerus.
b. Pencemaran udara : Gambar nomor 2, 3
Pencemaran air : Gambar nomor 1
Pencemaran tanah : Gambar no 4
Pencemaran suara : Gambar nomor 2, 3
200
Jawaban Skor
[Link]
pencemaran tanah : gambar nomor 4
201
Jawaban Skor
[Link]
5. 1. Penggunaan pestisida berlebihan menyebabkan kerusakan 4
ekosistem alam. Matinya berbagai hewan seperti hewan pengurai,
konsumen premier, dsb dapat menyebabkan ketidakseimbangan
ekosistem alam. Contoh sederhananya seperti terjadinya ledakan
pertumbuhan hewan tertentu.
2. Penggunaan pestisida berlebihan menghasilkan residu yang
berbahaya. Penggunaan pestisida secara berlebihan akan
menyebabkan pestisida tidak dapat terurai dengan sempurna. Alhasil
residu pestisida dapat menyebabkan berbagai hal, contohnya seperti
apabila mengkonsumsi makanan yang terdapat residu pestisida tentu
dapat menyebabkan keracunan. Pestisida yang tidak dapat terurai
dengan sempurna dan larut ke dalam air, dapat menjadikan hama
eceng gondok tumbuh subur yang tentu akan berbahaya bagi
ekosistem air. Serta residu pestisida yang sangat banyak dapat
menjadikan tanah menjadi kering dan tidak subur.
1. penggunaan pestisida berlebihan dapat merusak ekosistem 3
contohnya ladang padi yang banyak rusak akibat dimakan ole tikus
2. Penggunaan pestisida secara berlebihan sangat rawan akan ikut
membasmi predator alami ataupun hewan-hewan yang justru
menguntungkan petani seperti lebah dan kupu-kupu
[Link] pestisida secara berlebihan akan menimbulkan residu 2
racun dan dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan penggunaan pestisida 1
secara berlebihan
Tidak menjawab 0
202
Jawaban Skor
[Link]
6. Penyebab:Pertumbuhan eceng gondok yang berlebihan disebabkan 4
eutrofikasi yakni pengkayaan unsur hara di perairan sepertinitrogen
dan fosfat. Eutrofikasi dapat disebabkan oleh penggunaan detergen,
pestisida yang berlebihan, limbah ternak serta pembuangan sampah
organik di perairan. Pendangkalan perairan merupakan suatu
peristiwa yang terjadi karena pengendapan partikel padatan yang
terbawa oleh arus sungai yang bermuara pada embung tersebut.
Dampak:-Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali akan
menutup permukaan air sehingga jumlah cahaya yang masuk ke
dalam perairan menurun menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan
oksigen dalam air sehingga dapat menyebabkan kematian fauna air.
-Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar
perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan yang
dapat mengganggu aliran air.
Solusi:-Pengangkatan eceng gondok dari perairan.
- Penggunaan eceng gondok untuk bahan anyaman, pupuk
kompos, kertas, biogas, media pertumbuhan bagi jamur merang, serta
pakan ternak baik untuk ternak ruminansia (sapi, domba dan
kambing) maupun nonruminansia (unggas) dan kelinci.
Penyebab :pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama 3
disebabkan oleh air yang mengandung nutrient yang tinggi,terutama
yang kaya akan nitrogen,fosfat dan potassium
Dampak :mengurangi jumlah air,perairan menjadi dangkal
Solusi :menggunakan herbisida dan mengangkat eceng gondok secara
langsung dari perairan
Penyebab : meningkatnya zat hara di perairan akibat pencemaran 2
limbah pupuk dari sisa pertanian
Dampak :mengurangi jumlah oksigen dan merusak keindahan
perairan
Membuat jawaban yang tidak sesuai dengan pencegahan eceng 1
gondok
Tidak menjawab 0
7. Penggunaan AC dapat merusak lingkungan karena dapat menambah 4
permasalahan lingkungan global. Produk AC menggunakan CFC.
Adanya polutan CFC pada AC menyebabkan makin menipisnya
203
Jawaban Skor
[Link]
lapisan ozon. Di atmosfer, CFC akan bereaksi dengan ozon sehingga
ozon terurai dan membentuk oksigen. Jadi sinar yang berbahaya bagi
lingkungan dan manusia dapat langsung menuju bumi karena lapisan
ozon tersebut mudah ditembus.
Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AC adalah efek rumah 3
kaca,efek ini akan menjadikan panas suhu permukaan bumi
meningkat.
Dapat meningkatkan suhu bumi karena AC menghasilkan zat yang 2
dapat melubangi lapisan ozon
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan dampak negatif dari 1
penggunaan AC
Tidak menjawab 0
8. [Link] digunakan sebagai bahan pengisi tanah. 4
2. Pembakaran Sampah. Kegiatan ini dilakukan terutama untuk
membakar sampah organik kering dan anorganik. Alat yang
digunakan untuk membakar yaitu incerenator. panas yang dihasilkan
dari pembakaran digunakan sebagai pembangkit listrik..
1. Pengomposan ,Pengomposan dilakukan untuk sampah organik. 3
Kegiatan ini dilakukan secara terbuka (aerob) maupun tertutup
(anaerob)
1. Pemanfaatan kembali sampah-sampah yang masih dapat diolah 2
kembali seperti plastik, besi, atau aluminium
Membuat jawaban yang tidak berkaitan dengan pemanfaatan sampah 1
organic
Tidak menjawab 0
9. Banyak biota yang mati, rusaknya ekosistem dalam laut, aliran 4
energi di laut terganggu, sinar matahari terhalang oleh
timpahan minyak sehingga mengganggu proses fotosintesis.
204
Jawaban Skor
[Link]
10. 1. melakukan penghijaun untuk meredam kebisingan dan 4
memperbaiki kualitas udara di ruang terbuka.
2. untuk di sumber kebisingan dapat dilakukan melalui modifikasi
alat atau membuat dinding peredam.
3. dilakukan manajemen lalu lintas
1. menggunakan transportasi umum untuk mengurangi banyaknya 3
penggunaan kendaraan
2. sebelum memilih daerah hunian pastikan daerah tersebut nyaman
dan bebas dari bisingnya kendaraan bermotor
karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas istirahat.
[Link] penggunaan kendaran dan tidak memakai motor 2
Membuat jawaban yang tidak memberikan solusi 1
Tidak menjawab 0
205
Lampiran 5.2
Hasil Pre-test
No Nama soal 1 soal 2 soal 3 soal 4 soal 5 soal 6 soal 7 soal 8 soal 9 soal 10 skor total
1 AR 2 1 2 2 1 1 1 1 0 0 11 33
2 AFA 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 13 39
3 AH 2 2 2 2 1 1 1 1 0 0 12 38
4 FY 1 2 2 2 1 2 1 1 0 1 13 39
5 FD 2 2 2 1 2 2 1 1 1 0 14 42
6 FM 2 2 2 1 2 2 2 0 1 1 15 45
7 F 2 1 1 2 1 2 2 1 1 0 13 39
8 GT 2 1 2 2 1 2 2 1 1 1 15 45
9 K 2 2 2 2 1 2 1 1 1 0 14 42
10 KHI 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 15 42
11 LNS 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 13 39
12 M.A 2 1 2 1 2 1 2 1 1 0 13 39
13 [Link] 2 1 2 1 1 2 1 1 1 1 13 39
14 M.F 1 1 2 1 2 1 1 2 1 0 12 36
15 M.K 2 2 1 2 1 1 2 1 0 0 12 36
16 [Link] 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 12 36
17 [Link] 2 2 2 1 2 1 1 1 0 0 12 36
18 M.P 2 2 2 1 1 1 1 1 1 0 12 36
19 [Link] 1 2 2 1 1 2 1 1 0 0 11 33
206
Hasil Pos-test
No Nama soal 1 soal 2 soal 3 soal 4 soal 5 soal 6 soal 7 soal 8 soal 9 soal 10 skor total
1 AR 2 3 3 3 3 2 2 1 2 2 23 65
2 AFA 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 24 68
3 AH 3 3 3 3 2 2 3 1 2 1 23 67
4 FY 3 3 4 1 2 3 2 3 2 1 24 66
5 FD 3 3 4 3 3 2 2 2 2 1 25 69
6 FM 3 4 3 2 3 2 2 1 2 3 25 69
7 F 3 4 4 3 3 2 2 1 3 1 26 70
8 GT 3 4 3 2 3 2 3 2 1 2 25 69
9 K 4 2 4 3 3 4 3 1 1 1 26 69
10 KHI 4 4 3 3 3 2 1 2 2 2 26 71
11 LNS 2 3 4 3 3 4 2 1 2 1 25 68
12 M.A 3 4 3 2 3 2 3 1 3 1 25 68
13 [Link] 4 3 4 3 3 3 2 1 1 1 25 67
14 M.F 3 3 4 3 3 4 1 3 2 1 27 72
15 M.K 2 3 4 3 2 4 2 2 1 2 25 69
16 [Link] 3 4 3 2 3 4 2 1 2 1 25 68
17 [Link] 3 3 4 3 3 4 3 2 1 1 27 72
18 M.P 3 3 4 3 2 2 3 2 1 2 25 69
19 [Link] 4 3 3 3 3 3 3 2 1 1 26 70
207
Lampiran 5.3
UJI NORMALITAS
Cases
Pretest kelas
kemampuan eksperimen 19 100.0% 0 0.0% 19 100.0%
berpikir kritis
Posttest kelas
kemampuan eksperimen 19 100.0% 0 0.0% 19 100.0%
berpikir kritis
Descriptives
Median 39.0000
Variance 11.912
Minimum 33.00
Maximum 45.00
Range 12.00
208
berpikir kritis Mean Upper Bound 69.6145
Median 69.0000
Variance 3.316
Minimum 65.00
Maximum 72.00
Range 7.00
Tests of Normality
a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk
Pretest kelas
kemampuan eksperimen .194 19 .057 .931 19 .181
berpikir kritis
Posttest kelas
kemampuan eksperimen .179 19 .109 .957 19 .510
berpikir kritis
2.00 3 . 33
12.00 3 . 666668999999
3.00 4 . 222
2.00 4 . 55
209
Normal Q-Q Plots
210
Stem width: 1.00
Each leaf: 1 case(s)
211
Lampiran 5.4
UJI HIPOTESIS
T-TEST
/TESTVAL=0
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=posttest
/CRITERIA=CI(.95).
T-Test
One-Sample Statistics
One-Sample Test
Test Value = 0
212
LAMPIRAN 6
LEMBAR OBSERVASI
213
Lampiran 6.1
RANGKUMAN LEMBAR OBSERVASI PENDIIDIK
DAN PESERTA DIDIK
214
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
gambar tersebut.
Siswa membuat
pertanyaan dan membuat 3 3 3
hipotesis dengan
dibimbing oleh guru.
215
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
216
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
1. Orientasi Kegiatan Awal Memberikan
Siswa memperhatikan penjelasan 3 3 4
penjelasan yang sederhana
disampaikan oleh guru.
Siswa mendengarkan 3 4 3
tujuan pembelajaran 83,33% Baik
yang disampaikan oleh sekali
guru. 4 3 3
Siswa mendengarkan
motivasi belajar dari
guru.
2. Eksplorasi Kegiatan Inti Membangun
keterampilan
Siswa menempatkan dasar 4 4 4
diri sesuai dengan
kelompoknya masing- 80,55% Baik
masing. sekali
Siswa terstimulus dan 2 3 3
mengemukakan
pendapat-pendapat
mengenai gambar
tersebut.
Siswa membuat 3 3 3
pertanyaan dan
membuat hipotesis
217
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
dengan dibimbing oleh
guru.
218
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
depan kelas.
5. Penutup Kegiatan akhir Mengatur strategi
Siswa mengumpulkan dan teknik 3 3 3
LKPD yang telah 81,66% Baik
dikerjakan.
Siswa menarik 3 3 3
kesimpulan dari
pembelajaran yang
dilakukan pada
pertemuan ini.
Siswa menjawab 3 3 3
pertanyaan lisan yang
diberikan guru.
Siswa mendengarkan 4 3 3
penugasanyang
diberikan guru.
Siswa menjawab salam 4 4 4
Jumlah 51 52 53
Deskriptif Persentase (%) 79,68% 81,25% 82,81 - -
%
Kriteria Baik Baik Baik
Sekali Sekali
219
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
1. Orientasi Kegiatan Awal Memberikan
Siswa memperhatikan penjelasan 3 4 4
penjelasan yang sederhana
disampaikan oleh guru.
Siswa mendengarkan 4 3 4
tujuan pembelajaran 88,88% Baik
yang disampaikan oleh sekali
guru. 2 3 4
Siswa mendengarkan
motivasi belajar dari
guru.
2. Eksplorasi Kegiatan Inti Membangun
keterampilan 3 4 4
Siswa menempatkan diri dasar
sesuai dengan
kelompoknya masing- 86,11% Baik
masing. 3 4 3 sekali
Siswa terstimulus dan
mengemukakan
pendapat-pendapat
mengenai gambar
tersebut. 4 3 3
Siswa membuat
pertanyaan dan membuat
hipotesis dengan
220
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
dibimbing oleh guru.
221
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas peserta didik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
Siswa mengumpulkan strategi dan 4 4 4
LKPD yang telah teknik 88,33% Baik
dikerjakan. sekali
Siswa menarik 3 3 3
kesimpulan dari
pembelajaran yang
dilakukan pada
pertemuan ini.
Siswa menjawab 3 3 4
pertanyaan lisan yang
diberikan guru.
Siswa mendengarkan 3 3 4
penugasanyang diberikan
guru.
Siswa menjawab salam 4 4 4
Jumlah 53 55 57
Deskriptif Persentase (%) 82,81% 85,93% 89,06% - -
Kriteria Baik Baik Baik
Sekali sekali sekali
222
2. Aktivitas pendidik
223
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
konsep untuk menemukan
konsep awal
Guru meminta siswa 3 4 3 79,16% Baik
untuk berdiskusi dan
memproses data yang
diperoleh dengan
menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat
di LKPD.
4. Aplikasi Guru meminta siswa Memberikan 3 3 3
untuk membuktikan hasil penjelasan lanjut
data yang telah
dikumpulkan terhadap
hipotesis dengan
berdiskusi. 83,33% Baik
Guru meminta setiap 3 3 3 sekali
kelompok untuk menarik
kesimpulan dari hasil
kajian yang telah
dilakukan.
Guru meminta beberapa 4 4 4
kelompok untuk
mempresentasikan di
depan kelas.
5. Penutup Kegiatan akhir Mengatur
224
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
Guru meminta siswa strategi dan 3 3 3
mengumpulkan LKPD teknik 81,66% Baik
yang telah dikerjakan. sekali
Guru meminta beberapa 4 3 3
siswa untuk menarik
kesimpulan dari
pembelajaran yang
dilakukan pada
pertemuan ini.
Guru melakukan 4 4 3
penilaian dengan
memberikan pertanyaan
lisan untuk mengetahui
tingkat ketercapaian
indikator pembelajaran.
Guru meminta siswa 3 3 3
untuk membaca materi
pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran 3 3 4
dengan salam.
Jumlah 52 52 52
Deskriptif Persentase (%) 81,25% 81,25% 81,25% - -
Kriteria Baik Baik Baik
sekali sekai sekali
225
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir
kritis
1. Orientasi Kegiatan Awal Memberikan
Guru memberikan penjelasan 4 4 4
pengetahuan awal sederhana
pembelajaran.
Guru Menjelaskan 3 3 4 88,88% Baik sekali
tujuan pembelajaran
pada hari tersebut.
Guru memberikan 3 4 3
motivasi belajar tentang
pencemaran
lingkungan.
2. Eksplorasi Kegiatan Inti Membangun
Guru membagi siswa keterampilan 3 3 4
dalam beberapa dasar
kelompok.
Guru memberikan 4 3 3 80,55% Baik
bahan
bacaan/permasalahan
yang terdapat dalam
LKPD. 3 3 3
Guru membimbing
siswa untuk
mengidentifikasi
226
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir
kritis
masalah dan membuat
hipotesis.
3. Penemuan Guru meminta siswa Menyimpulka 4 3 3
konsep untuk menemukan n
konsep awal
Guru meminta siswa 4 3 3 83,33% Baik sekali
untuk berdiskusi dan
memproses data yang
diperoleh dengan
menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang
terdapat di LKPD.
4. Aplikasi Guru meminta siswa Memberikan 3 3 3
untuk membuktikan penjelasan
hasil data yang telah lanjut
dikumpulkan terhadap
hipotesis dengan
berdiskusi. 83,33% Baik sekali
Guru meminta setiap 3 3 3
kelompok untuk
menarik kesimpulan
dari hasil kajian yang
telah dilakukan.
Guru meminta beberapa 4 4 4
227
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir
kritis
kelompok untuk
mempresentasikan di
depan kelas.
5. Penutup Kegiatan akhir Mengatur
Guru meminta siswa strategi dan 4 4 4
mengumpulkan LKPD teknik 83,33% Baik sekali
yang telah dikerjakan.
Guru meminta beberapa 3 3 3
siswa untuk menarik
kesimpulan dari
pembelajaran yang
dilakukan pada
pertemuan ini.
Guru melakukan 3 3 4
penilaian dengan
memberikan pertanyaan
lisan untuk mengetahui
tingkat ketercapaian
indikator pembelajaran.
Guru meminta siswa 3 3 4
untuk membaca materi
pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran 4 4 4
dengan salam.
228
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir
kritis
Jumlah 55 53 56
Deskriptif Persentase (%) 85,93% 82,81% 87,5% - -
Kriteria Baik Baik Baik
sekali sekali sekali
229
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
Guru memberikan bahan 80,55% Baik
bacaan/permasalahan 3 3 3 sekali
yang terdapat dalam
LKPD.
Guru membimbing siswa untuk
mengidentifikasi masalah dan
membuat hipotesis. 3 3 3
3. Penemuan Guru meminta siswa Menyimpulkan 3 4 3
konsep untuk menemukan
konsep awal
Guru meminta siswa 3 3 4 83,33% Baik
untuk berdiskusi dan sekali
memproses data yang
diperoleh dengan
menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang terdapat
di LKPD.
4. Aplikasi Guru meminta siswa Memberikan 3 4 4
untuk membuktikan hasil penjelasan lanjut
data yang telah
dikumpulkan terhadap
hipotesis dengan
berdiskusi. 86,11% Baik
Guru meminta setiap sekali
kelompok untuk menarik 3 3 3
230
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
kesimpulan dari hasil
kajian yang telah
dilakukan.
Guru meminta beberapa
kelompok untuk 3 4 4
mempresentasikan di
depan kelas.
5. Penutup Kegiatan akhir Mengatur
Guru meminta siswa strategi dan 3 3 3
mengumpulkan LKPD teknik 86,66% Baik
yang telah dikerjakan. sekali
Guru meminta beberapa 3 4 3
siswa untuk menarik
kesimpulan dari
pembelajaran yang
dilakukan pada
pertemuan ini.
Guru melakukan 4 3 4
penilaian dengan
memberikan pertanyaan
lisan untuk mengetahui
tingkat ketercapaian
indikator pembelajaran.
Guru meminta siswa 4 4 4
untuk membaca materi
231
No Model Aspek yang diamati Indikator Skor penilaian Presentasi Kriteria
POGIL Aktivitas pendidik kemampuan Ob 1 Ob 2 Ob 3 (%)
berpikir kritis
pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran 4 4 4
dengan salam.
Jumlah 53 56 58
Deskriptif Persentase (%) 82,81% 87,5% 90,62% - -
Kriteria Baik Baik Baik
sekali sekali
232
LAMPIRAN 7
DOKUMENTASI
233
Pre-test
Kegiatan pembelajaran
Pos-test
234
LAMPIRAN 8
SURAT-SURAT
235
236
237
238
239
240
241