KINETIK, Vol.1, No.1, Mei 2016, Hal.
1-8
ISSN : 2503-2259,
E-ISSN : 2503-2267 1
Peningkatan Kualitas Evaluasi Mutu Akademik Universitas
Muhammadiyah Malang melalui Sistem Informasi Mutu
(SIMUTU)
Galih Wasis Wicaksono*1, Andi Al-Rizki2
1,2Universitas Muhammadiyah Malang
galih.w.w@[Link]*
Abstrak
Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Universitas Muhammadiyah
Malang (UMM) yang dilaksanakan oleh Badan Kendali Mutu Akademik, prinsip kerjanya
mengacu pada siklus penetapan standar, pelaksanaan standar, evaluasi pelaksanaan standar,
pengendalian standar dan peningkatan standar. Siklus penjaminan mutu internal tersebut
menuntut kedinamisan sehingga mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai tools
dalam pelaksaannya. Sampai tahun 2016, UMM memiliki 43 dokumen mutu, dengan jumlah
mahasiswa 35.466 orang mahasiswa dan jumlah dosen 614 orang dosen, yang tersebar di 55
program studi dan program profesi. Apabila seluruh dokumen mutu dilaksanakan secara
manual mengikuti siklus SPMI, maka membutuhkan sumberdaya manusia, waktu dan biaya
yang sangat besar. SIMUTU mampu meningkatkan jumlah evaluasi yang sebelumnya hanya 6
evaluasi setiap tahun dengan 4 target evaluasi, saat ini mampu melaksanakan 13 evaluasi
setiap tahun dengan 6 target evaluasi. Prototype SIMUTU dikembangkan dengan pola desain
Hierarchical Model View Controller. Pengujian fungsionalitas dengan automation test melalui
[Link] menunjukkan seluruh fitur sukses dijalankan.
Kata kunci: SIMUTU, SPMI, mutu
Abstract
Implementation of Internal Quality Assurance System (SPMI) in Universitas
Muhammadiyah Malang (UMM) is conducted by the Academic Quality Assurance Bureau. The
system was refer to the cycle of internal quality assurance composed of the determination of
standards, the implementation of standards, the evaluation of implemented standards, the
control of standards and the improvement of standards. The cycle of internal quality assurance
requires a dynamically process. To encourage that, we use information technology as a tool.
Until 2016, UMM has 43 documents on quality. In other hand, UMM has 35.466 students, 614
lecturers, spreads over 55 department and professional courses. If all of the quality standards
must implemented following the cycles of SPMI, it would require a large of human resources,
time and enormous costs. SIMUTU able to increase the number of evaluations that were
previously only 6 evaluations every year, with four targets of evaluation. Now it able to perform
13 evaluations each year with six targets evaluation. SIMUTU developed with Hierarchical
Model View Controller. Functionality testing with test automation through [Link] shows
all the features of a successful run.
Keywords: SIMUTU, SPMI, mutu
1. Pendahuluan
Perguruan Tinggi (PT) memiliki kewajiban untuk melaksanakan aktivitas penjaminan
mutu secara otonom, sebagai bagian dari upaya meningkatkan sekaligus mengendalikan
penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas. Pelaksanaan penjaminan mutu secara
internal oleh PT dilaksanakan secara sistemik melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 50
Tahun 2014. Prinsip kerja SPMI mengacu pada siklus penetapan standar PT, pelaksanaan
standar PT, evaluasi standar PT, pengendalian standar PT dan peningkatan standar PT [1].
Makalah dikirim 26 Februari 2016; Revisi 1 Mei 2016; Diterima 1 Juni 2016
2 ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267
Implementasi SPMI di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dilaksanakan oleh
Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA). Berdasarkan siklus SPMI, BKMA melakukan
perancangan, penyusunan dan kemudian bersama pimpinan universitas melakukan penetapan
standar mutu PT. Karakteristik standar mutu PT antara lain melampaui standar nasional
pendidikan tinggi (SN Dikti) yang ditetapkan oleh pemerintah. Standar mutu PT yang telah
ditetapkan kemudian dilaksanakan oleh semua PT. Standar mutu PT di UMM dilaksanakan oleh
Dosen, sedangkan Program Studi, Laboratorium, Perpustakaan, dan Fakultas sebagai satuan
organiasasi terkecil. Tahapan selanjutnya adalah evaluasi secara berkala oleh BKMA.
Selanjutnya hasil evaluasi pelaksanaan standar mutu PT akan dikendalikan, pengendalian
sangat bergantung pada hasil evaluasi. Tahapan terakhir adalah peningkatan standar mutu PT
yang berarti melakukan perubahan terhadap standar mutu PT untuk memperoleh standar mutu
yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Alur ini disebut juga dengan kaizen atau continuous
quality improvement.
Siklus SPMI yang menuntut kedinamisan mendorong pemanfaatan teknologi informasi
sebagai tools dalam pelaksaannya. Sebagai ilustrasi, UMM telah menentapkan 43 dokumen
standar mutu PT, dengan jumlah mahasiswa 35.466 orang mahasiswa, jumlah dosen 614 orang
dosen, yang tersebar di 55 program studi dan program profesi, sehingga apabila seluruh siklus
SPMI dilaksanakan, maka akan membutuhkan sumberdaya manusia, waktu dan biaya yang
sangat besar untuk mengelola aktivitas penjaminan mutu akademik di UMM. Penelitian ini
memberikan solusi melalui pengembangan sistem informasi mutu (SIMUTU) sebagai upaya
peningkatan kualitas evaluasi mutu akademik di UMM. Penelitian ini juga membatasi ruang
lingkup penelitian hanya pada tahapan evaluasi dalam siklus SPMI.
Penelitian – penelitian terkait antara lain pengembangan perangkat lunak sistem
penjaminan mutu hanya pada bidang sumber daya manusia [2]. Pengembangan aplikasi
sistem informasi audit mutu internal, dengan target hasil tersedianya dokumen mutu. Sistem
yang telah dikembangkan pada penelitian tersebut menyediakan fasilitas bagi auditor untuk
dapat menambahkan pertanyaan berdasarkan klausal ISO 9001:2008, dengan fokus sistem
hanya pada auditor [3]. Penelitian penjaminan mutu berbasis sistem informasi dengan
memanfaatkan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) Architecture Development
Method (ADM), kontribusi penelitian ditujukan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) [4].
Penelitian lainnya menggunakan pendekatan Throwaway Prototyping Development pada
pengembangan sistem informasi penjaminan mutu dengan titik berat pada penyediaan
dokumen borang akreditasi [5]. Keterbaruan dalam penelitian ini dapat dilihat pada substansi
permasalahan kaizen dalam siklus SPMI yang dititik beratkan pada tahapan evaluasi
pelaksanaan standar mutu PT. Karakteristik SPMI ialah peningkatan standar mutu PT dari
waktu ke waktu. Hal tersebut tentunya berdampak pada pelaksanaan evaluasi pelaksanaan
standar mutu PT yang terus berubah dan dinamis, sehingga SIMUTU menjadi solusi yang tepat
untuk masalah tersebut.
SIMUTU dirancang dan dibangun pada teknologi berbasis web, sehingga dapat diakses
secara online di semua platform. SIMUTU versi 1 dibangun dengan menggunakan pendekatan
structural programming, dengan berbagai keterbatasan dalam lingkungan pengembangan
sistem informasi. SIMUTU versi 2 yang menjadi obyek penelitian ini menggunakan pendekatan
obyek oriented programming memanfaatkan framework php yakni codeigniter dengan pola
desain hierarchical model view controller (HMVC). SIMUTU menggunakan database MySQL.
Siklus pengembangan perangkat lunak yang digunakan ialah model prototyping. SIMUTU
merupakan hasil reverse engineering atas SIMUTU versi 1, SIMUTU versi 1 memiliki fitur
evaluasi yang dijelaskan pada Tabel 1.
Tabel 1. Fitur evaluasi dalam SIMUTU
No Jenis Evaluasi User Status Penggunaan
1 Evaluasi Pembelajaran Dosen Mahasiswa Aktif
2 Evaluasi Layanan Perpustakaan Mahasiswa Aktif
3 Evaluasi Layanan Perwalian Mahasiswa Mahasiswa Aktif
4 Evaluasi Pembimbingan Tugas Akhir Mahasiswa Aktif
5 Evaluasi Kinerja Program Studi Admin Tidak Aktif
6 Evaluasi Kinerja Dosen Admin Tidak Aktif
7 Evaluasi Kinerja Laboratorium Admin Tidak Aktif
KINETIK Vol. 1, No. 1, Mei 2016 : 1-8
KINETIK ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267 3
2. Metode Penelitian
Reverse engineering pada SIMUTU dilakukan dengan menggunakan pendekatan
prototyping. Model prototyping memiliki fase sebagai berikut: 1) mendefinisikan kebutuhan
pengguna, 2) membangun model sistem dan 3) meningkatkan fungsionalitas sistem dalam
beberapa iterasi berdasarkan masukan dari pengguna [6]. Pengembangan SIMUTU model
prototyping bertujuan untuk memperoleh bussines proses yang ideal dalam penyusunan
instrumen evaluasi pelaksanaan standar mutu PT. Secara manual pelaksanaan tahapan
evaluasi dilaksanakan sebagai berikut:
Gambar 1. kiri: Bussines process SPMI, kanan: Bussines process evaluasi pelaksanaan
standar PT
Guna meningkatkan kualitas evaluasi, penelitian ini akan mengoptimasi prosedur
pengaturan instrumen evaluasi, sehingga instrumen evaluasi dapat diubah dan ditingkatkan di
setiap periode evaluasi. Selain itu, penelitian ini juga akan mengoptimasi prosedur analisis
sehingga proses evaluasi menjadi lebih ringkas dan tidak membutuhkan personil analisis
seperti pada pelaksanaan evaluasi secara manual. Pada akhirnya pengembangan SIMUTU
akan didasarkan pada need assessment yang belum terakomodir pada SIMUTU versi 1 yang
telah dibangun sebelumnya.
Mengacu pada spesifikasi SIMUTU versi 1 yang telah digunakan sebelumnya, maka
penelitian ini menggunakan tahapan – tahapan pengembangan model prototyping yakni: 1)
Pengumpulan kebutuhan dari berbagai pengguna sistem 2) Membangun prototype sistem 3) Uji
coba dan simulasi prototype secara terbatas 4) Membangun keseluruhan sistem 5) Uji coba dan
evaluasi keseluruhan sistem [5]. Pengujian SIMUTU menggunakan model automation test
berbasis pengujian fungsionalitas dengan tools [Link].
3. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berdasarkan tahapan pengembangan SIMUTU dengan model prototyping, maka
tahapan – tahapan tersebut sebagai berikut:
3.1. Analisis Kebutuhan Sistem dan Aktor
SIMUTU dioperasikan dan digunakan oleh beberapa aktor, ilustrasi fungsionalitas
masing – masing aktor dapat dilihat melalui use case diagram pada Gambar 2 berikut:
Peningkatan Kualitas Evaluasi Mutu Akademik..., Galih Wasis Wicaksono, Andi Al-Rizki
4 ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267
Gambar 2. Use case diagram SIMUTU
Aktor Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) memiliki kewenangan untuk melakukan
pengaturan instrumen evaluasi. Seperti menambah aspek pertanyaan, menambah pertanyaan,
menentukan subyek dan obyek evaluasi seperti mahasiswa mengevaluasi dosen, dosen
mengevaluasi dirinya sendiri dan lain – lain. Aktor Program Studi memiliki fungsi selain mengisi
kuisioner yakni mengelola beberapa hasil evaluasi seperti aktor BKMA. Aktor Dosen,
Mahasiswa, Laboratorium dan Perpustakaan hanya mengisi evaluasi mutu yang telah
ditetapkan BKMA. Analisis kebutuhan juga mensyaratkan beberapa kebutuhan data primer
SIMUTU bersumber dari berbagai database, sehingga perlu dirumuskan kebutuhan data seperti
pada Tabel 2.
Tabel 2. Kebutuhan data SIMUTU
No Kebutuhan Data Sumber Institusi
1 Standar Mutu Dokumen Mutu Badan Kendali Mutu
Akademik
2 Akun Mahasiswa Database Akun Mahasiswa Infokom
3 Akun Dosen Database Akun Dosen Direktorat Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat
4 Kegiatan Belajar Data MAA Biro Administrasi Akademik
Mengajar
3.2. Pengembangan Prototype
Prototype SIMUTU dikembangkan dengan fitur terbatas untuk aktor BKMA dan
Mahasiswa. Fitur yang disediakan meliputi penyusunan instrumen evaluasi pada SIMUTU dan
pengisian. Detail fitur prototype dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Fitur prototype
No Aktor Fitur
1 BKMA a. Menambahkan Evaluasi Pembelajaran
b. Menentukan subyek dan obyek
evaluasi
c. Menambahkan aspek pertanyaan
d. Menambahkan pertanyaan
e. Menentukan tanggal evaluasi
2 Mahasiswa a. Mengisi Kuisioner
KINETIK Vol. 1, No. 1, Mei 2016 : 1-8
KINETIK ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267 5
Hasil perancangan dan pengembangan database prototype SIMUTU dapat dilihat pada
Gambar 3. Jenis evaluasi (tabel sim_jenis_evaluasi) dibedakan berdasarkan subyek dan obyek
evaluasi, untuk evaluasi pembelajaran subyek evaluasinya adalah mahasiswa, sedangkan
obyek evaluasinya adalah dosen. Model kuisioner (tabel sim_model_kuisioner) dibedakan
menjadi 2 model kinerja dan layanan. Untuk kebutuhan pemenuhan kaizen, aspek pertanyaan
(tabel sim_aspek_pertanyaan) dan pertanyaan (tabel sim_pertanyaan) dapat di mutakhirkan
setiap saat, sesuai dengan sikuls SPMI. Hasil evaluasi langsung dianalisis secara otomatis
(tabel sim_hasil_ev_pembelajaran_dosen & tabel sim_rekap_aspek_ev_Pembelajaran_dosen).
Gambar 3. Bagan Database prototype SIMUTU
Implementasi prototype SIMUTU dengan pola desain HMVC terdiri dari modul
controller, model dan view. 3 class controller yakni Evaluasi, Aspek dan Pertanyaan. Masing –
masing class memiliki fungsi sesuai dengan kebutuhan SIMUTU, modul model terdiri dari class
Mdl_evaluasi, Mdl_aspek dan Mdl_pertanyaan. Modul view terdiri berbagai macam interface
untuk berbagai fungsionalitas read, update dan delete. Detail class diagram dapat dilihat pada
Gambar 4.
Gambar 4. Bagan class diagram prototype SIMUTU
Peningkatan Kualitas Evaluasi Mutu Akademik..., Galih Wasis Wicaksono, Andi Al-Rizki
6 ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267
Sebagai ilustrasi pengaturan instrumen evaluasi melalui SIMUTU dapat dilihat pada
Gambar 5. Setiap item instrumen evaluasi dapat disesuaikan dengan jenis pertanyaan yang
disediakan, beberapa diantaranya seperti jenis skala nominal, skala ordinal, skala interval
hingga skala likert.
Gambar 5. Pengaturan instrumen evaluasi
Pada halaman responden, seperti ditunjukkan pada Gambar 6, Mahasiswa disediakan
antarmuka dengan pola menggeser nilai yang diinginkan dari setiap pertanyaan. Hasil evaluasi
langsung dianalisis oleh sistem.
Gambar 6. Tampilan pertanyaan pada user
SIMUTU juga menyediakan rekapitulasi hasil seluruh kegiatan evaluasi, hasil
rekapitulasi dapat di akses oleh aktor yang diberikan hak akses tertentu. Tampilan untuk
halaman rekapitulasi diilustrasikan pada Gambar 7.
Gambar 7. Daftar evaluasi pembelajaran
KINETIK Vol. 1, No. 1, Mei 2016 : 1-8
KINETIK ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267 7
3.3. Uji Coba Prototype Terbatas
Pengujian terbatas fungsionalitas prototype SIMUTU melalui website
[Link] diperoleh hasil semua fungsi berjalan sesuai dengan harapan, seperti
pada Gambar , secara detail hasil pengujian dijelaskan pada Tabel 44.
Gambar 8. Hasil pengujian fungsionalitas dengan [Link]
Tabel 4. Detail hasil pengujian fungsionalitas
No. Pengujian Aktor Hasil yang diharapkan Hasil Pengujian
1. Login simutu administrator http equal 200(sukses) http equal 200
2. List pertanyaan administrator http equal 200(sukses) http equal 200
3. Tambah dan import administrator http equal 200(sukses) http equal 200
pertanyaan
4. Login pengisian simutu mahasiswa http equal 200(sukses) http equal 200
5. Pengisian item instrumen mahasiswa http equal 200(sukses) http equal 200
6. List hasil analisis evaluasi administrator http equal 200(sukses) http equal 200
7. Hasil analisis evaluasi administrator http equal 200(sukses) http equal 200
Hasil pengembangan prototype SIMUTU telah mengembangkan fitur penambahan
pertanyaan, analisis otomatis dan laporan hasil evaluasi pada satu jenis evaluasi, yakni
evaluasi pembelajaran. Pada evaluasi tersebut subyek evaluasi adalah mahasiswa, sedangkan
obyek evaluasi adalah dosen.
3.4. Pengembangan SIMUTU
Hasil pengembangan SIMUTU telah menyediakan 13 evaluasi mutu dijelaskan pada
Tabel 5. Alamat website SIMUTU dapat diakses di [Link]
Tabel 5. Hasil pengembangan SIMUTU
No Jenis Evaluasi Subyek Evaluasi Obyek Evaluasi
1 Evaluasi Kinerja Program Studi Program Studi Program Studi
2 Evaluasi Kinerja Perpustakaan Perpustakaan Perpustakaan
3 Evaluasi Buku dan Sumber Belajar Mahasiswa Dosen
4 Evaluasi Kinerja Pelayanan Perwalian Mhs Mahasiswa Dosen Wali
5 Evaluasi Kinerja Pembimbingan Tugas Akhir Mahasiswa Dosen Pemb. TA
6 Evaluasi Mutu Pelayanan Laboratorium Mahasiswa Laboratorium
7 Evaluasi Mutu Pelayanan Perpustakaan Mahasiswa Perpustakaan
8 Evaluasi Mutu Pelayanan Program Studi Mahasiswa Program Studi
9 Evaluasi Pembelajaran Mahasiswa Dosen
10 Evaluasi Kinerja Laboratorium Laboratorium Laboratorium
11 Evaluasi Kinerja Dosen Dosen Dosen
12 Evaluasi Mutu Laboratorium Auditor BKMA Laboratorium
13 Evaluasi Ruang dan Kelengkapan Auditor BKMA Program Studi
4. Kesimpulan
Penelitian ini dapat mengoptimasi prosedur pengaturan instrumen evaluasi, sehingga
instrumen evaluasi dapat diubah dan ditingkatkan di setiap periode evaluasi. Selain itu,
penelitian ini juga akan mengoptimasi prosedur analisis sehingga proses evaluasi menjadi lebih
ringkas dan tidak membutuhkan personil analisis seperti pada pelaksanaan evaluasi secara
manual. Pengujian terbatas fungsionalitas pada prototype SIMUTU melalui website
[Link] diperoleh hasil semua fungsi berjalan sesuai dengan harapan. Hasil
Peningkatan Kualitas Evaluasi Mutu Akademik..., Galih Wasis Wicaksono, Andi Al-Rizki
8 ISSN: 2503-2259; E-ISSN: 2503-2267
pengembangan SIMUTU secara keseluruhan berhasil menyediakan 13 evaluasi mutu dengan
pengguna BKMA, Mahasiswa, Program Studi, Laboratorium, Perpustakaan dan Dosen. Alamat
website dapat diakses di [Link]
Refrensi
[1] T. Penyusun, Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, Jakarta: Direktorat
Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2014.
[2] Y. Nuraeni, “Perancangan Sistem Informasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Bidang
Sumber Daya Manusia,” Journal of Information Systems, vol. 6, no. 1, pp. 32-43, 2010.
[3] A. Darmawan dan M. S. Hasibuan, “Analisis dan Perancangan Aplikasi Sistem Informasi
Audit Mutu Internal dan Dokumentasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi,” Jurnal Generic,
vol. 9, no. 2, pp. 342-347, 2014.
[4] Wiyana dan W. W. Winarno, “Sistem Panjaminan Mutu Pendidikan Dengan TOGAF ADM
untuk Sekolah Menengah Kejuruan,” Jurnal Ilmiah Teknologi Sistem Informasi, vol. 1, no. 1,
pp. 7-14, 2015.
[5] A. Wibowo dan A. Azimah, “Rancang Bangun Sistem Informasi Penjaminan Mutu Perguruan
Tinggi Menggunakan Metode Throwaway Prototyping Development,” dalam Seminar
Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia , Yogyakarta, 2016.
[6] R. K. R. Jr. dan C. G. Cegielski, Introduction to Information Systems, United States of
America: Wiley, 2011.
KINETIK Vol. 1, No. 1, Mei 2016 : 1-8