0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan5 halaman

Panduan Praktik Klinis Insan Medika

Dokumen tersebut membahas tentang Panduan Praktik Klinis (PPK) yang merupakan pedoman pelayanan medis di Klinik Insan Medika. PPK dikembangkan berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran dan sumber lain untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mengurangi risiko. PPK mencakup ruang lingkup penyakit, tata laksana, dan perangkat pelaksanaan seperti alur klinis. PPK bersifat rekomendasi dan perlu dire

Diunggah oleh

klinik insanmedika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan5 halaman

Panduan Praktik Klinis Insan Medika

Dokumen tersebut membahas tentang Panduan Praktik Klinis (PPK) yang merupakan pedoman pelayanan medis di Klinik Insan Medika. PPK dikembangkan berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran dan sumber lain untuk meningkatkan mutu pelayanan dan mengurangi risiko. PPK mencakup ruang lingkup penyakit, tata laksana, dan perangkat pelaksanaan seperti alur klinis. PPK bersifat rekomendasi dan perlu dire

Diunggah oleh

klinik insanmedika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KLINIK INSAN MEDIKA

Jln. Badak Raya No 5 Semarang. Telp . 024 6705165. HP082358200100. Kode Pos 50249

BAB I
DEFINISI

A. Definisi
Pedoman Nasional Pelayanan Kedoktaran (PNPK) adalah pernyataan yang dibuat
sistematis yang didasarkan pada bukti ilmiah untuk membantu dokter dan dokter gigi
dalam membuat keputusan klinis tentang tata laksana penyakit atau kondisi klinis
tertentu.
Panduan Praktik Klinis (PPK) adalah dokumen yang dibuat oleh fasilitas keseahtan
dengan mengacu pada PNPK dan/ atau sumber lain. PPK adalah istilah teknis sebagai
pengganti Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam undang-undang praktik
Kedokteran yang merupakan istilah adminstratif. Jadi secara teknis SOP dibuat berupa
PPK yang dapat berupa atau disertai dengan salah satu atau lebih: alur klinis, protokol,
prosedur, algoritme, standing order (suatu set instruksi dokter kepada perawat atau
profesional kesehatan lain untuk melaksanakan tugas pada saat dokter tidak ada di
tempat).

B. Tujuan
1. Meningkatkan mutu pelayanan pada keadaan klinis dan lingkungan tertentu
2. Mengurangi jumlah intervensi yang tidak perlu atau berbahaya
3. Memberikan opsi pengobatan terbaik dengan keuntungan maksimal
4. Memberikan opsi pengobatan dengan resiko terkecil
5. Memberikan tatalaksana dengan biaya memadai
BAB II
RUANG LINGKUP

Ruang lingkup dari PPK seharusnya adalah semua jenis penyakit/ kondisi yang ditemukan
dalam Puskesmas . Namun pada pelaksanaannya dengan mengedepankan 10 penyakit
tersering yang ada di tiap unit pelayanan tersebut.
BAB III
TATA LAKSANA

A. Penyusunan PPK
PPK dibuat dengan rujukan utama PNPK, namun karena hanya PNPK hanya dibuat
untuk sebagian kecil penyakit/ kondisi klinis maka sebagian PPK dibuat dengan
memperhatikan fasilitas setempat dan merujuk pada:
 Pustaka mutakhir berupa artikel asli
 Systematic review atau meta analisis
 PNPK dari negara lain
 Buku ajar
 Panduan dari organisasi profesi
 Petunjuk pelaksanaan program dari Kemenkes
 Kesepakatan para staf medis

B. Isi PPK
Pada umumnya PPK berisi butir-butir berikut:
1. Pengertian
2. Anamnesis
3. Pemeriksaan fisik
4. Prosedur diagnostik
5. Diagnosis banding
6. Pemeriksaan penunjang
7. Terapi
8. Edukasi
9. Prognosis
10. Daftar pustaka

C. Perangkat untuk pelaksanaan PPK


Dalam PPK mungkin terdapat hal-hal yang memerlukan rincian langkah demi langkah.
Untuk ini, sesuai dnegan karakteristik permasalahan serta kebutuhan, dapat dibuat
clinical pathway (alur klinis), algoritme, protokol, prosedur, maupun standing order.

D. Penerapan PPK
Panduan Praktik Klinis (PPK) merupakan panduan yang harus diterapkan sesuai
dengan keadaan pasien. Oleh karenanya dikatakan bahwa semua PPK bersifat
rekomendasi atau advis. Apa yang tertulis di dalam PPK tidak harus diterapkan pada
semua pasien tanpa kecuali.
Orang yang paling berwenang menilai secara komprehensif keadaan pasien adalah
dokter yang bertugas, dialah yang akhirnya menentukan untuk memberikan atau tidak
memberikan obat atau prosedur sesuai yang tertulis dalam PPK. Dalam hal ia tidak
melaksanakan apa yang ada dalam PPK, maka ia harus menuliskan alasannya
dengan jelas dalam rekam medis, dan ia harus siap untuk
mempertanggungjawabkannya. Bila ini tidak dilakukan maka dokter tersebut dianggap
lalai melakukan kewajibannya kepada pasien.

E. Revisi PPK
PPK merupakan panduan terkini untuk tata laksana pasien, karenanya harus selalu
mengikuti kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran. Untuk itu PPK secara periodik
perlu dilakukan revisi, biasanya setiap 2 tahun. Idealnya meskipun tidak ada perbaikan,
peninjauan tetap dilakukan setiap 2 tahun.
BAB IV
DOKUMENTASI

Dokumentasi Panduan Praktik Klinis berupa Standar Operasional Prosedur yang


terdapat di tiap unit pelayanan klinis.

Anda mungkin juga menyukai