0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
614 tayangan6 halaman

Literasi Pojok Baca di SMAN 5 Kupang

Dokumen tersebut berisi refleksi dari empat orang tentang pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah masing-masing menggunakan strategi pojok baca. Strategi ini dilaksanakan dengan membuat ruang baca di kelas atau perpustakaan sekolah untuk menarik minat siswa membaca. Akan tetapi, masih perlu perbaikan seperti pengawasan buku dan koleksi buku yang lebih representatif.

Diunggah oleh

agustina tokan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
614 tayangan6 halaman

Literasi Pojok Baca di SMAN 5 Kupang

Dokumen tersebut berisi refleksi dari empat orang tentang pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah masing-masing menggunakan strategi pojok baca. Strategi ini dilaksanakan dengan membuat ruang baca di kelas atau perpustakaan sekolah untuk menarik minat siswa membaca. Akan tetapi, masih perlu perbaikan seperti pengawasan buku dan koleksi buku yang lebih representatif.

Diunggah oleh

agustina tokan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LPTK UNIVERSITAS NUSA CENDANA

TOPIK 4. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL


TUGAS KELOMPOK 5

REFLEKSI KEGIATAN LITERASI

LINK VIDEO PRESENTASI ONLINE KELOMPOK 5


[Link]

REFLEKSI HANY ELVINCE YAHBROB :

1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan literasi dengan strategi yang Anda pilih?


Berdasarkan Pengalaman saya mengikut PPL pada satuan pendidikan SMAN 5 kupang,
strategi literasi yang diterapkan berupa pojok baca. Pada pojok baca tersebut berisi buku-
buku
buku bacaan yang wajib disumbang oleh peserta didik kelas XII sebelum mereka tamat
dari sekolah. Bukubuku bacaan tersebut terdiri dari buku mata pelajaan, buku karya sastra
berupa novel, cerpen, ada jjuga uga yang menyumbangkan kamus dan lain sebagainya.
Ruangan pojok baca ditata dengan rapih dan disediakan karpet untuk peserta didik dapat
duduk dengan santai untuk membaca buku buku-buku
buku tersebut. Tiap tahunnya peserta didik
kelas XII selalu menyumbangkan buku buku-buku
uku sehingga buku yang berada pada pojok baca
selalu diganti dengan buku bacaan yang baru hal ini dapat meningkatkan wawasan bagi
siswa yang mengunjungi pojok baca tersebut.

(STRATEGI LITERASI BERUPA POJOK BACA DI SMAN 5 KUPANG)

2. Bagaimana yang sudah berjalan baik? Bagaiaman yang perlu diperbaiki?


Sejauh ini berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu peserta didik yang berkunjung
ke pojok baca ia mengatakan bahwa ia senang mengunjungi pojok baca karena
ruangannya luas dan nyaman serta buku-bukunya menarik perhatian mereka untuk
membaca, mereka juga dapat menyimpan hasil karya berupa produk-produk dari proses
pembelajaran sehingga peserta didik lain dapat melihat hasil karya mereka. Salah satu
contoh hasil karya yang dipajang berupa miniatur sel tumbuhan dan sel hewan yang mana
bagi siapa saja yang berkunjung dapat sekaligus mempelajari bagian-bagian dari sel
hewan dan sel tumbuhan. Hal yang perlu diperbaiki adalah perlu adanya penanggung
jawab untuk ruang pojok baca sehingga dapat menertibkan buku-buku yang ada pada
pojok baca agar tidak hilang, serta diadakan strategi literasi lainnya berupa pemberian
hadiah bagi peserta didik yang rajin mengunjungi pojok baca serta setiap pembaca wajib
menulis poin-poin penting dari buku yang mereka baca dan menempelnya pada mading.

3. Keterampilan apa yang perlu ditingkatkan dalam diri Anda agar pelaksanaan kegiatan
litersi menggunakan strategi tersebut dapat berjalan baik?
Keterampilan yang perlu ditingkatkan dalam diri adalah kreativitasnya saya dalam
mengelolah strategi literasi yang saya pilih misalnya pada strategi literasi pojok baca saya
dapat menerapkan strategi kosakata. Strategi kosakata dapat diaplikasikan saat prabaca
dan pascabaca. Strategi kosakata ketika prabaca akan mengaktifkan pengetahuan awal
untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mengetahui istilah sulit atau memahami
sebuah topik bahasan atau konsep yang dibaca. Sedangkan pascabaca dapat
menggunakan frayer model (menggunakan tabel kosakata) untuk mengecek pemahaman
siswa terhadap istilah sulit atau konsept tertentu.

REFLEKSI MARIA AGUSTINA LAMATOKAN :

1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan literasi dengan strategi yang anda pilih ?


Literasi menjadi bahan perbincangan didunia pendidikan di dunia pendidikan. Namun
sampai saat tulisan ini dibuat, saya sebagai seorang guru belum memahami 100% apa itu
literasi dan apa itu gerakan literasi. Saya juga belum pernah mengikuti
diklat/pelatihan/seminar tentang gerakan literasi. Saya baru sedikit memahami setelah saya
menjadi guru Biologi sekaligus pengurus perpustakaan dan melaksanakan literasi ini sendiri
dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Saya belajar dari website direktorat SMA
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia . Disana tertulis “Pedoman
gerakan literasi di SMA”. Akhirnya saya downlod dan cetak untuk saya baca dan pelajari.
Namun karena kesibukan saya hanya membaca secara sepintas tentang pedoman tentang
pedoman gerakan literasi di SMA tersebut. Dari pedoman tersebut, ternyata apa yang saya
lakukan disekolah sebagai dalam kapasitas saya sebagai guru sekaligus pengurus
perpustakaan ternyata termasuk dalam gerakan literasi di sekolah.
(STRATEGI LITERASI BERUPA POJOK BACA DI SMAN 1 ADONARA BARAT)

2. Bagaimana yang sudah berjalan baik? Bagaimana yang perlu diperbaiki?


Pertama, saya berkoordinasi dengan wakil kepala sekolah bagian kurikulum untuk
melakukan “membaca 15 menit” diawal sebelum memulai kegiatan pelajaran di jam
pertama. Pada awalnya memang cukup sulit sebab memerlukan persetujuan dari guru-guru,
terutama guru yang jam pelajarannya terambil selama 15 menit. Namun dengan dukungan
kepala sekolah secara penuh hal tersebut bisa terlaksana sampai dengan saat ini. Kendala
yang dihadapai saat awal pelaksanaan adalah koleksi buku fiksi dan nonfiksi yang dimiliki
perpustakaan sangat terbatas sementara jumlah siswa jauh melebihi jumlah buku yang
dimiliki. Akhirnya saya pun menerapkan bahwa setiap siswa wajib membawa buku bacaan ,
selain komik, cergam, sebaiknya yang bisa membawa manfaat/ motivasi. Seperti buku-buku
novel, sejarah perjuangan, biografi seseorang, pengetahuan umum/praktis.
Setiap guru diakhir sesi membaca 15 Menit diminta menunjuk satu atau dua orang siswa
secara acak untuk menceritakan tentang buku yang dibacanya, dengan terlebih dahulu
menyerahkan buku yang dibacanya pada guru dikelas tersebut. Guru bisa menanyakan
halaman mana atau bab/bagian mana yang tadi dibaca, kemudia menceritakan kembali di
depan kelas. Bagi siswa yang tidak membaca akan ketahuan pada saat dia diminta
menceritakan tentang apa yang baru saja dibaca. Sangsi yang diberikan bagi siswa tersebut
akan diminta untuk menuliskan resume /kesimpulan ataupun jika perlu menulis ulang
tentang yang seharusnya dia baca dibuku tulis khusus tentang “15 Menit Membaca” di
rumah dan esoknya diserahkan kepada guru wali kelas.

3. Keterampilan yang perlu saya tingkatkan agar pelaksanaan literasi dengan strategi yang
saya paparkan agar dapat di laksanakan tentunya dengan meningkatkan kreatifitas saya
dalam menulis, merangkul peserta didik untuk bisa tertarik dengan literasi dengan
visualisasi yang menarik. Untuk mengantisipasi siswa yang tidak membawa buku bacaan,
baik karena sengaja atapun karena tertinggal, maka saya meminta petugas perpustakaan
untuk menurunkan koleksi bacaan sesuai dengan yang saya minta. Kemudian buku
tersebut diletakkan dalam sebuah lemari yang terkunci. Pelaksanaannya adalah saya
meminta guru piket untuk membuka lemari, meminta siswa mencatat buku yang dipinjam
siswa. Saya menyediakan buku peminjaman yang berisi antara lain : No, Hari, tanggal,
Nama Siswa, Kelas, Alasan tidak membawa buku, Judul Buku, Resume Buku, Tanda
Tangan siswa, tanda tangan guru piket. Setiap siswa di kelas juga saya meminta
menyediakan satu buku tulis yang khusus berisi tentang judul yang dibaca, penerbit,
pengarang dan bab/ bagian yang dibacanya. Wali kelas dan orang tua juga harus tanda
tangan di setiap akhir pekan di buku tulis tersebut. Karena keterbatasan waktu yang
diberikan , maka pengalaman mengimplementasikan literasi di sekolah akan saya
lanjutkan di tuliskan di kesempatan lainKeterampilan utama yang perlu saya tingkatkan
lagi adalah literasi dan kreatifitas karena menurut saya, saya tidak bisa membuat orang
lain senang membaca ketika saya sendiri tidak membiasakan diri saya untuk membaca dan
berkreatifitas serta mengembangkan apa yang sudah saya baca.

REFLEKSI NOLVY ELFRIDA BAUN :

1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan literasi dengan strategi yang Anda pilih?

Pelaksanaan kegiatan literasi pada kelas X C di SMA N I kupang dibuat berupa pojok
baca. Pada pojok baca disediakan kursi dan meja disudut ruangan yang bisa digunakan
peserta didik. Pada pojok baca tidak disediakan buku karena peserta didik yang ingin
membaca bisa membawa buku sendiri yang ingin dibaca tetapi dengan larangan tidak
boleh membawa buku yang mengandung pornografi.

(STRATEGI LITERASI BERUPA POJOK BACA DI SMAN 1 KUPANG)


2. Bagaimana yang sudah berjalan baik? Bagaimana yang perlu diperbaiki?
Kegiatan literasi pada pojok baca belum berjalan secara maksimal karena peserta didik
terkadang hanya membawa buku catatan mereka dan letak pojok baca disudut ruangan
yang mudah terganggu dengan suara ribut dari teman kelas membuat siswa yang ingin
membaca dipojok baca tidak dapat berkonsentrasi.

3. Keterampilan apa yang perlu ditingkatkan dalam diri Anda agar pelaksanaan kegiatan
literasi menggunakan strategi tersebut dapat berjalan lebih baik?

Keterampilan yang perlu saya tingkatkan agar pelaksanaan literasi dengan strategi yang
saya paparkan agar dapat di laksanakan tentunya dengan meningkatkan kreatifitas saya
dalam menulis, merangkul peserta didik untuk bisa tertarik dengan literasi dengan
visualisasi yang menarik. Perlu juga meningkatkan kreatifitas saya dalam menggambar
ataupun merangkai bahan-bahan ataupun alat-alat untuk bisa membuat sesutau seperti
pohon literasi ini agar saya bisa melaksanakan strategi ini dalam pelaksanaan
pembelajaran di kelas nantinya.

REFLEKSI THEODORUS KOPONG TOKAN :

1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan literasi dengan strategi yang anda pilih?


Sejauh ini strategi literasi yang saya jalankan yaitu berbasis digital dimana saya bebas
mencari informasi yang terssedia di media sosial dan platform digital berbasis video
sesuai yang saya butuhkan dimana semua informasi dapat diakses. Bacaan-bacaan atau
video yang sering saya akses yaitu tentang dunia Pendidikan, model-model pembelajaran
serta motivasi guru-guru luar biasa di daerah-daerah terpencil dan tertinggal dan literasi
digital dapat diakses dimana saja kapan saja saya berada.

2. Bagaiman yang sudahberjalanbaik? Bagaimana yang perludiperbaiki?


Sejauh ini literasi yang saya jalankan sudah berjalan baik banyak hal baru yang saya
pelajari dan menarik perhatian saya diplat form youtube dengan konten-konten yang
sangat unik dan banyak hal yang dipelajaridari konten unik tersebut. Hal yang perlu
diperbaiki yaitu konsisten sisaya dalam mengakses platform dan mengembangkan
literasisaya dalam dunia digital.

3. Keterampilan apa yang perlu ditingkatkan dalam diri anda agar pelaksanaan kegiataan
literasi menggunakan strategi tersebut dapat berjalan baik.
Keterampilan yang perlu ditingkatkan dalam diri saya agar strategi yang saya terapkan
dalam mengembangkan literasi saya yaitu kemapuan kreativitas dan kolaborasi serta
koneksi saya dalam membangun ruang-ruang diskusi dalam membagi pengalaman dan
refleksi berasama dalam menjalankan strategi literasi di dunia Pendidikan.
REFLEKSI RIDWAN TUPEN LAMAHODA :

1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan literasi dengan strategi yang Anda pilih?


Untuk kegiatan pelaksanaan literasi selama ini dalam lingkupan lingkuangan pendidikan
saya belum perna mengalami tapi kegiatan literasi perna saya lakukan pada kegiatan
keorganisasian dalam hal pengabdian di masyarakat. Dalam hal ini kami membetuk dan
mendirikan taman baca pada kampung halam dengan tujuan meningkatkan minat baca
pada generasi muda. Dengan kegiatan ini kami menunjukan kepada masyrakat bahwa
pengetauan bukan hanaya di dapat di sekolah namun dapat di terima di mana pun .

2. Bagaimana yang sudah berjalan baik? Bagaiaman yang perlu diperbaiki?


Untuk taman baca yang kami dirikan ini masi banyak hal yang perluh kami perbaiki
diantaranya adalah :
 mendatangkan berfariasi buku dalam merangsang generasi muda untuk tetap
membaca
 mendesain tempat baca senyaman mungkin untuk memberikan kenyamana pada saat
membaca
 jarang sekali pembuatan perlombahan atau kegiatan yang menatang sehingga minat
baca pada genarasi masi minim.
 Keterampilan apa yang perlu ditingkatkan dalam diri Anda agar pelaksanaan kegiatan
litersi menggunakan strategi tersebut dapat berjalan baik?

3. Keterampilan yang di tingkatkan adalah bagaimana menciptakan susana lingkungan taman


baca menjadi semenarik mungkin dengan penatahan tamanya untuk memberikan ke
sejukan pada lingkungan taman baca tersebut. Dengan kenyamanan tersebut akan
membuat pembaca menjadi beta dan meningkatkan minat membaca. Sedangkan
keterampilan yang lain adalah mendatangkan berbagai fariasi buku guna tidak
menciptakan ke bosanan pada diri pembaca.

Anda mungkin juga menyukai