MAKALAH CASE METHOD
“MANAJEMEN PROYEK
PENINGKATAN JALAN DESA RONGGUR NIHUTA”
Dosen Pengampu Mata Kuliah :
Dr. Ir. Putri Lynna Adelinna Luthan, [Link].
Prof. [Link] Sitanggang, S.T,.[Link].
Disusun oleh :
- Muhammad Reza Fahrial (5203550002)
- Abdulrahman Hakim (5201250008)
- Zakariance Raymundus Malau (5203250040)
PRODI S1 TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
Sehingga kami dapat menyelesain makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan daripenulisan ini adalah
untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Manajemen Proyek. Selain itu,tugas ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang permasalahan yang ada diproyek bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu saya mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Pepatah
mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, artinya tak ada satupun di dunia ini yang sempurna.
Kemudian saya memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pemahaman maupun penulisan
makalah ini. Saya mengucapakan terima kasih kepada, Bapak Dr. Nathanael Sitanggang, S.T.,[Link] Dan
[Link]. Putri Lynna Adelinna Luthan, [Link] selaku dosen pengampu pada Mata Kuliah Manajemen Proyek
yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan
progam studi yang saya tekuni. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini.
Medan, 2 November 2022
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………………………..……1
BAB I PENDAHULUAN .................. .................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang .............................. .................................................................................................... 3
1.2 .Rumusan Masalah ......................... .................................................................................................... 3
1.3 . Tujuan .......................................... .................................................................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA ............... .................................................................................................... 4
2.1. Pengertian Manajemen Proyek .... .................................................................................................... 4
2.2. Sasaran Manajemen Proyek)......... .................................................................................................... 4
2.3 Tahapan Manajemen Proyek........ .................................................................................................... 4
BAB III PEMBAHASAN ................... .................................................................................................... 7
3.1 Data Umum Proyek....................... .................................................................................................... 8
3.2 Struktur Organisasi ...................... .................................................................................................... 8
3.3 Work Breakdown Structure (WBS) .................................................................................................... 8
3.4 Gambar kerja Proyek ..................... .................................................................................................... 9
3.4 Rencana Anggaran Biaya ............... .................................................................................................. 10
3.5 Kurva S .......................................... .................................................................................................. 13
3.6 Solusi Mengatasi Studi Kasus Dalam Proyek ................................................................................... 14
BAB IV PENUTUP ............................ .................................................................................................. 15
A. KESIMPULAN ............................... .................................................................................................. 15
B. SARAN ........................................... .................................................................................................. 15
Daftar Pustaka ..................................... .................................................................................................. 16
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proyek Merupakan upaya sementara yang dilakukan dalam suatu industri untuk menciptakan sebuah
produk, layanan, atau hasil yang unik. Sebuah proyek bersifat sementara karena memiliki awal dan akhir
waktu yang pas, dan karenanya menentukan lingkup dan sumber daya. Dan sebuah proyek bersifat unik,
dikarenakan bukan merupakan operasi rutin, tetapi merupakan serangkaian operasi khusus yang dirancang
untuk mencapai satu tujuan. Jadi, tim proyek seringkali melibatkan orang-orang yang biasanya tidak
bekerja bersama, kadang-kadang dari organisasi yang berbeda dan dari bisa lintas geografi. Salah satu
contoh proyek yaitu, pengembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis, pembangunan gedung atau
jembatan, upaya pemulihan setelah bencana alam, perluasan penjualan ke pasar geografis baru, riset,
penyusunan sebuah buku dan lain-lain. Inti dari kegiatan suatu proyek yaitu adanya kegiatan awal dan
juga akhir dari suatu proses kerja. Manajemen adalah suatu proses untuk memanfaatkan sumberdaya
manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga tujuan tersebut tercapai secara
efisien/tepat guna dan efektif/hasil guna.
Maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen Proyek adalah Suatu proses manajemen pada suatu
proyek dari awal hingga akhir proyek agar tujuan proyek tercapai dengan baik, tepat waktu, sesuai mutu
yang disyaratkan dan sesuai biaya yang disediakan. Manajemen Proyek merupakan penerapan
pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek agar memenuhi persyaratan proyek.
Dan semua harus dikelola secara ahli untuk memberikan hasil yang tepat waktu, sesuai anggaran,
pembelajaran dan integrasi yang dibutuhkan organisasi.
1.2 Rumusan Masalah
a) Apa yang dimaksud proyek konstruksi?
b) Apa tujuan dibuatnya manajemen didalam manajemen proyek konstruksi?
c) Bagaimana struktur organisasi dalam suatu proyek
1.3 Tujuan
a) Untuk mengetahui apa itu manajemen proyek konstruksi dan apatujuannya
b) Dapat menyelesaikan permasalahan tentang keterlambatan pengerjaanproyek
c) Penyelesaian salah satu tugas matakuliah Manajemen Konstruksi
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Manajemen Proyek
Manajemen secara umum adalah suatu upaya untuk mencapai suatu tujuan dengan sumber daya
seminimal mungkin (efisien). Sementara itu, proyek adalah rencana pekerjaan dengan suatu target
Bpencapaian tertentu yang diselesaikan dalam rentang waktu tertentu.V Secara kolektif, manajemen proyek
adalah suatu pendekatan/metode untuk mengelola suatu proyek dengan efektif dan efisien. Sistem ini hadir
sebagai perangkat untuk membantu mengelola kegiatan-kegiatan berbentuk proyek, misalnya proyek
konstruksi. Tanpanya, suatu proyek akan sulit dieksekusi baik dari segi biaya, waktu, atau bahkan
kualitasnya.
Jadi Manajemen proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan
mengendalikan sumberdaya organisasi yang mempergunakan personil untuk ditempatkan pada tugas
tertentu dalam proyek untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumberdaya tertentu.
2.2 Sasaran Manajemen Proyek
Sasaran manajemen proyek adalah sebagai berikut:
a. Menyelesaikan dan mengembangkan proyek sesuai dengan anggaran biaya dan tenggat waktu yang
telah ditentukan sekaligus dalam kualitas/spesifikasi sesuai dengan yang telah disepakati di awal.
b. Meningkatkan nama baik pelaksana proyek berdasarkan kualitas hasil proyek.
c. Menciptakan suasana kerja kondusif untuk mendukung kelancaran aktivitas proyek. Hal ini meliputi
ketersediaan keadaan, sarana-prasarana, dan keselamatan kerja.
d. Menjaga keharmonisan antar pihak dalam proyek sehingga seluruh pihak terlibat akan memberikan
yang terbaik untuk proyek yang sedang dijalankan.
2.3 Tahapan Manajemen Proyek
1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan merupakan susunan langkah-langkah secara sistematik dan teratur untuk mencapai tujuan
organisasi atau memecahkan masalah tertentu. Perencanaan juga diartikan sebagai upaya memanfaatkan
sumber-sumber yang tersedia dengan memperhatikan segala keterbatasan guna mencapai tujuan secara
efisien dan efektif. Perencanaan merupakan langkah awal dalam proses manajemen, karena dengan
merencanakan aktivitas organisasi kedepan, maka segala sumber daya dalam organisasi difokuskan pada
pencapaian tujuan organisasi.
Dalam melaksanakan perencanaan ada kegiatan yang harus dilakukan, yaitu melakukan prakiraan
(rencana) kegiatan organisasi dan penganggaran (budgeting). Prakiraan berfungsi untuk menentukan
rencana kegiatan yang akan dilaksanakan kedepan oleh organisasi sebagai upaya mencapai tujuan
organisasi. Dalam melakukan prakiraan, haruslah selalu memperhatikan tujuan organisasi, sumber daya
organisasi dan juga melakukan suatu analisis organisasi (bisa menggunakan SWOT) untuk mengetahui
potensi internal dan eksternal.
2. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagian tugas-tugas padaorang yang terlibat dalam
aktivitas organisasi, sesuai dengan kompetensi SDM yang dimiliki. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa kegiatan ini merupakan keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya
sarana dan prasarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi, serta mengatur mekanisme
kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan program dan tujuan organisasi. Menurut
George R. Terry, tugas pengorganisasian adalah mengharmonisasikan kelompok orang yang berbeda,
mempertemukan macam- macam kepentingan dan memanfaatkan seluruh kemampuan kesuatu arah
tertentu. Dalam pengorganisasian kegiatan yang dilakukan yakni staffing (penempatan staf) dan
pemaduan segala sumber daya organisasi. Staffing sangat penting dalam pengorganisasian. Dengan
penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat dalam organisasi, maka kelangsungan aktivitas
organisasi tersebut akan terjamin. Fungsi pemimpin disini adalah mampu menempatkan the right man
in the right place. Pemimpin harus mampu melihat potensi-potensi SDM yang berkualitas dan
bertanggung jawab untuk melaksanakan aktivitas roda organisasi. Setelahmenempatkan orang yang tepat
untuk tugas tertentu, maka perlu juga mengkoordinasikan dan memadukan seluruh potensi SDM
tersebut agar bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Actualling/ Pergerakan
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja
organisasi yang bertanggung jawab. Untuk itu maka semua Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada harus
dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan
dengan rencana kerja yang telah disusun. Setiap pelaku organisasi harus bekerja sesuai dengan tugas,
fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program
kerja organisasi yang telah ditetapkan. Inti dari Actuating adalah menggerakkan semua anggota
kelompok untuk bekerja agar mencapai tujuan organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik
kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja organisasi yang bertanggung jawab. Untuk
itu maka semua Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi
dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun.
Setiap pelaku organisasi harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi
masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan. Inti
dari Actuating adalah menggerakkan semua anggota kelompok untuk bekerja agar mencapai tujuan
organisasi.
4. Controlling/ Pengawasan
Controlling bukanlah hanya sekedar mengendalikan pelaksanaan program dan aktivitas organisasi,
namun juga mengawasi sehingga bila perlu dapat mengadakan koreksi. Dengan demikian apa yang
dilakukan staff dapat diarahkan kejalan yang tepat dengan maksud pencapaian tujuan yang telah
direncanakan. Inti dari controlling adalah proses memastikan pelaksanaan agar sesuai dengan rencana.
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan tujuan organisasi dan program kerja maka dibutuhkan
pengontrolan, baik dalam bentuk pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang
memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui
penyimpanganpenyimpangan yang terjadi, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun
pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan antisipasi, koreksi dan
penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan lingkungan sekitar organisasi
Proses pengawasan sebagai bagian dari pengendalian akan mencatat perkembangan organisasi kearah
tujuan yang diharapkan dan memungkinkan pemimpin mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat
pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. Melalui pengawasan yang efektif,
terhadap aktivitas organisasi, maka upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
5. Controlling/ Pengawasan
Controlling bukanlah hanya sekedar mengendalikan pelaksanaan program dan aktivitas organisasi,
namun juga mengawasi sehingga bila perlu dapat mengadakan koreksi. Dengan demikian apa yang
dilakukan staff dapat diarahkan kejalan yang tepat dengan maksud pencapaian tujuan yang telah
direncanakan. Inti dari controlling adalah proses memastikan pelaksanaan agar sesuai dengan rencana.
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan tujuan organisasi dan program kerja maka dibutuhkan
pengontrolan, baik dalam bentuk pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang
memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui
penyimpanganpenyimpangan yang terjadi, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun
pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan antisipasi, koreksi dan
penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan lingkungan sekitar organisasi
Proses pengawasan sebagai bagian dari pengendalian akan mencatat perkembangan organisasi
kearah tujuan yang diharapkan dan memungkinkan pemimpin mendeteksi penyimpangan dari
perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. Melalui
pengawasan yang efektif, terhadap aktivitas organisasi, maka upaya pengendalian mutu dapat
dilaksanakan dengan lebih baik
6. Evaluating / Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu penilaian terhadap hasil pelaksanaan kegiatan atau program. Dalam
melakukan evaluasi haruslah menyeluruh, mencakup capaian tujuan kegiatan, kinerja staff, pengetahuan
staff, efektifitas dan efesiensi penganggaran dan proses kegiatan. Sedangkan pelaporan merupakan
penyampaianperkembangan hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yangberkaitan
dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pemimpin yang lebih tinggi.
7. Controlling/ Pengawasan
Controlling bukanlah hanya sekedar mengendalikan pelaksanaan program dan aktivitas organisasi,
namun juga mengawasi sehingga bila perlu dapat mengadakan koreksi. Dengan demikian apa yang
dilakukan staff dapat diarahkan kejalan yang tepat dengan maksud pencapaian tujuan yang telah
direncanakan. Inti dari controlling adalah proses memastikan pelaksanaan agar sesuai dengan rencana.
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan tujuan organisasi dan program kerja maka dibutuhkan
pengontrolan, baik dalam bentuk pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang
memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui
penyimpanganpenyimpangan yang terjadi, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun
pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan antisipasi, koreksi dan
penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan lingkungan sekitar organisasi
Proses pengawasan sebagai bagian dari pengendalian akan mencatat perkembangan organisasi kearah
tujuan yang diharapkan dan memungkinkan pemimpin mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat
pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. Melalui pengawasan yang efektif,
terhadap aktivitas organisasi, maka upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik
8. Evaluating / Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu penilaian terhadap hasil pelaksanaan kegiatan atau program. Dalam
melakukan evaluasi haruslah menyeluruh, mencakup capaian tujuan kegiatan, kinerja staff, pengetahuan
staff, efektifitas dan efesiensi penganggaran dan proses kegiatan. Sedangkan pelaporan merupakan
penyampaianperkembangan hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yangberkaitan
dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pemimpin yang lebih tinggi.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Data Umum Proyek
Nama proyek : Peningkatan Jalan Desa Ronggur Nihuta
Lokasi proyek : [Link] Nihuta
Jenis bangunan : Jalan
Luas proyek : 2,5m x 200 m
3.2 Struktur Organisasi
Didalam pembangunan perumahan yang berlokasi di pegalongan ini, penulis mendapatkan hasil dari
kontraktor proyek bahwa struktur organisasi proyek tersebut yaitu sebagai berikut:
MANAGER PROYEK
SITE MANAGER SUPERVISOR
COST CONTROL
GUDANG
PELAKSANA
TUKANG
Dalam pengorganisasian proyek peningkatan jalan ini, pihak owner memberikan proyek kepada
manager proyek untuk dibicarakan selanjutnya kepada pihak site manager. Kemudian pelaksana struktur
akan terjun kelapangan untuk mendirikan proyek tersebut sesuai gambar dari owner yang telah
disempurnakan oleh drafter. Dalam hal ini, proyek juga memiliki manager keuangan untuk mengelola
keuangan proyek agar berjalan sesuai rencana proyek.
3.3 Gambar Kerja Proyek
250
15C
m
2,5 m
200 m
3.4 Work Breakdown Structure (WBS)
3.5 Rencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
DESARONGGGUR NIHUTA KECAMATAN RONGGUR NIHUTA
TAHUN ANGGARAN 2020
Bidang : Pelaksanaan Pembangunan Desa (2)
Sub Bidang : Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (2.3.)
Kegiatan : Pembangunan Jalan Rabat Beton
Jalan Rabat Beton uk. 200 m x 2,5 m x 0,15 m
Waktu Pelaksanaan : 30 (tiga puluh hari kalender)
Rincian Pendanaan :
HARGA
NO. URAIAN VOLUME SATUAN JUMLAH (Rp)
(Rp)
1 2 3 4 5
I. BAHAN
1. Semen (1 zak=50 kg) 700 Zak 75.000,00 52.500.000,00
2. Pasir Beton 100 M3 200.000,00 20.000.000,00
3. Pasir Urug 25 M3 150.000,00 3.750.000,00
4. Batu pecah 2/3 cm (split) 100 M3 500.000,00 50.000.000,00
5. Papan Mal uk. 2/18 cm- 4m 40 Kpg 22.000,00 880.000,00
6. Plastik untuk Alas Cor Beton 225 M2 4.000,00 900.000,00
7. Kayu Reng 7 Btg 15.000,00 105.000,00
8. Paku Campur 5 Kg 22.000,00 110.000,00
9. Gerobak Dorong 4 Bh 500.000,00 2.000.000,00
10. Sekop 6 Bh 100.000,00 600.000,00
Jumlah Bahan 101.845.000,00
II. SEWA ALAT
1. Concrete mixer (molen) 16 hari 250.000,00 4.000.000,00
Jumlah Alat 4.000.000,00
III. UPAH
1. Pekerja 63 HOK 100.000,00 6.300.000,00
2. Tukang 7 HOK 120.000,00 840.000,00
Kepala
3. Tukang 1 HOK 140.000,00 140.000,00
4. Mandor 12 HOK 120.000,00 1.440.000,00
83 HOK Jumlah Upah 8.720.000,00
IV. HONOR TPK
1. Ketua 1 org 500.000,00 500.000,00
2. Sekretaris 1 org 400.000,00 400.000,00
3. Anggota 3 org 300.000,00 900.000,00
5 org Jumlah Honor TPK 1.800.000,00
V. ADMINISTRASI KEGIATAN
1. Kertas HVS 1 rim 50.000,00 50.000,00
2. Tinta Printer Hitam 1 bh 150.000,00 150.000,00
3. Tinta Printer Warna 3 bh 150.000,00 450.000,00
4. Buku Tulis 5 bh 5.000,00 25.000,00
5. Pen 5 bh 5.000,00 25.000,00
6. Meterai 10 lbr 10.000,00 100.000,00
7. Danlain-lain 200.000,00
25 Jumlah Adm. Keg. 1000.000,00
J U M L A H (Rp.) 174.026.203,00
3.6. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN (KURVA S)
3.7 Solusi Mengatasi Studi Kasus Dalam Proyek
Dalam sebuah proyek, tidak jarang terjadi permasalahan permasalahan yangakan ditemui.
Untuk itu untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi, ada baiknya memperhatikan hal hal
berikut:
Penyusunan Jadwal
Mengukur dan Membuat Laporan Kemajuan (Monitoring)
Mengukur dan Mencatat Hasil Kerja
Mencatat Pemakaian Sumber Daya
Memeriksa Kualitas
Mencatat Kinerja dan Produktivitas
Membandingkan Kemajuan di Lapangan dengan Penjadwalan atauAnalysis (Compare
and Determine Effect)
Membandingkan Secara Berkala Perencanaan Kemajuan Proyek dengan Kenyataan Di
Lapangan
Menentukan Akibat yang Terjadi pada Tanggal Penyelesaian dan Milestone Proyek
Merencanakan penanganan dengan Pembaruan jadwal Proyek (UpdateSchedule)
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian
dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan
mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah
ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu
2. Ilmu untuk mengelola proyek disebut dengan manajemen proyek. Jadi manajemen proyek
adalah suatu aktivitas penerapan pengetahuan, keahlian, metodologi dan teknik
memanfaatkan sumberdaya untuk mengelola sebuah proyek untuk memenuhi harapan
pihak-pihak yang berkepentingan.
3. Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen tersebut sesuai dengan fungsinya
masing-masing, maka diperlukan beberapa keahlian manajemen(managerial skills) yang
diperlukan oleh setiap orang yang terlibat dalam organsasi.
4.2 Saran
Semua aspek dalam penyusunan schedule dilaksanakan dengan baik, terkontrol dan terarah
dengan membagi setiap aktivitas dan beberapa kegiatan. Sebaiknya, dalam membuat
gambar kerja, diletakkan angka secara spesifik supaya orang awam yang membaca gambar
dapat mudah memahaminya.
Daftar Pustaka:
[Link],MAGR,Perencanaan penjadwalan dan pengendalian proyek konstruksi
Manajemen Proyek: Pengertian, Tahapan & Aplikasi [Link]
proyek-manpro/
Manajemen Proyek : Pengertian, Tujuan, Sasaran, Ruang Lingkup, dan ContohnyaDAFTAR
PUSTAKA[Link]