0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan10 halaman

Perbandingan Sharpe dan Treynor Ratio

1. Modul ini membahas konsep manajemen investasi dan proses pengelolaan keuangan untuk memperoleh keuntungan di masa depan dengan membentuk portofolio instrumen keuangan. 2. Pembahasan mencakup return dan risiko suatu aset, pengukuran return saham, keuntungan yang diharapkan, return pasar, dan pengukuran risiko dengan deviasi standar dan beta. 3. Tujuan pembelajaran adalah memahami konsep dan langkah-langkah manajemen

Diunggah oleh

Rifha Evilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan10 halaman

Perbandingan Sharpe dan Treynor Ratio

1. Modul ini membahas konsep manajemen investasi dan proses pengelolaan keuangan untuk memperoleh keuntungan di masa depan dengan membentuk portofolio instrumen keuangan. 2. Pembahasan mencakup return dan risiko suatu aset, pengukuran return saham, keuntungan yang diharapkan, return pasar, dan pengukuran risiko dengan deviasi standar dan beta. 3. Tujuan pembelajaran adalah memahami konsep dan langkah-langkah manajemen

Diunggah oleh

Rifha Evilia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2

MODUL PERKULIAHAN

Manajemen
Investasi
Konsep Manajemen Investasi

Abstract Kompetensi
Manajemen Investasi adalah proses Diharapkan mahasiswa mampu
pengelolaan keuangan untuk memahami konsep manajemen
memperoleh keuntungan dimasa yang investasi dan dapat memahami
akan datang dengan membentuk langkah-langkah proses manajemen
investasi, mengetahui karakteristik dari
portofolio yang melibatkan instrument kelompok-kelompok instrumen
keuangan dipasar uang dan pasar keuangan yang diperdagangkan dipasar
modal uang dan dipasar modal

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

03
Ekonomi dan Bisnis Manajemen P312140002 Luna Haningsih SE.,ME
RETURN DAN RISK SUATU ASET
Return
Return suatu investasi adalah jumlah kas yang diterima akibat peningkatan
kekayaan yang berasal dari investasi. Return saham berupa dividen dan capital
gain (loss). Karena ada kemungkinan capital loss, maka return saham dapat
negative. Jones menyatakan bahwa return saham merupakan pendapatan yang
diterima dari investasi, ditambah perubahan harga pasar yang dinyatakan sebagai
persentase dari harga pasar investasi semula.
Apabila emiten membagikan dividen, dimana biasanya emiten membagi Dividen
tunai 2 kali setahun:
(1) dividen interim, dibayarkan selama tahun berjalan
(2) dividen final, dibagikan setelah tutup tahun buku.
Maka rumus return menjadi sebagai berikut:

Keterangan:
Rit : return saham aktual, return saham i untuk waktu t
Dt : dividen tunai interim dan dividen tunai final
Pt : harga saham Individual untuk waktu t
Pt-1 : harga saham Individual untuk waktu sebelumnya

Apabila tidak terdapat data tentang dividen, maka return saham individu (Rit)
menurut Jones juga dapat dirumuskan sebagai berikut:

, atau

2021 Manajemen Investasi


2 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
Tabel 1 . Harga dan Return Saham Individual [Link] tahun 2019
No. Bulan Harga Return No. Bulan Harga Return
Saham perbulan Saham perbulan
1 Des’18 3.700 8 Jul 4.100 -0,012

2 Jan’19 2.975 -0,196 9 Agt 4.050 -0,012


3 Feb 2.950 -0,008 10 Sep 4.525 0,117
4 Mar 2.950 0,000 11 Okt 4.350 -0,039
5 Apr 3.575 0.212 12 Nop 4.250 0,023
6 Mei 3.850 0,077 13 Des 4.475 0,053
7 Jun 4.150 0,078 Total 0,247

Tabel diatas adalah contoh return yang akan diperoleh perbulan jika menahan
saham selama sebulan. Misalnya pada akhir Desember 2018 membeli saham
seharga Rp. 3.700 kemudian pada akhir Januari 2019 menjual diharga Rp. 2.975
maka akan diperoleh keuntungan sebesar -0,196 atau – 19,6%
Return Bulan Januari 2019 dihitung dengan cara sebagai berikut :

KEUNTUNGAN YANG DIHARAPKAN

Keuntungan yang diharapkan adalah keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh


dimasa yang akan datang berdasarkan data pergerakan saham dan return saham di
masa yang lalu. Perhitungan keuntungan yang diharapkan (diperkirakan) akan
diperoleh dimasa yang akan datang adalah sebagai berikut :

1. Jika probabilitas kejadian tidak sama untuk setiap peristiwa:

E(Ri) = P1R1 + P2R2 + ... + PnRn

2021 Manajemen Investasi


3 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
Atau

Di mana:
E(Ri) = tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi i
Pij = probabilitas memperoleh tingkat keuntungan pada investasi i
Rij = tingkat keuntungan dari investasi i
N = banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi.

Contoh :
Berikut adalah contoh data keuntungan yang akan diterima dengan perkiraan
kondisi ekonomi dan probabilitas akan terjadinya kondisi ekonomi tersebut dimasa
yang akan datang :
Tabel 2. Tingkat Keuntungan pada berbagai kondisi ekonomi dan tingkat
probabilitas terjadinya di masa yang akan datang

Tingkat keuntungan yang diharapkan :


E(Rit) = 0,20 (0,30) + 0,60 (0,20) + 0,20 (0,10)
= 0,20 atau 20%

2. Apabila tidak dapat diperkirakan probabilitas suatu keuntungan yang akan


diperoleh, tetapi hanya memperoleh pengamatan selama N periode waktu,
maka

Dimana:
E(Rit) = tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi i
Rit = tingkat keuntungan dari investasi i

2021 Manajemen Investasi


4 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
N = banyaknya peristiwa yang mungkin terjadi.

Berikut adalah data tentang keuntungan yang diperoleh pada beberapa periode
(minggu, bulan atau tahun)
Tabel 3 : Tingkat Keuntungan berdasarkan Periode Perolehannya

E(Rit) = (0,20 + 0,25 + 0,30 + 0,20 + 0,30 + 0,30)


6
= 0,258 atau 25,8 %

RETURN PASAR
Return pasar (Rmt) digunakan untuk menaksir risiko (beta), dengan menggunakan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Rumusnya:

Dimana :
Rmt = return pasar pada bulan ke-t
IHSG t = indeks pasar pada bulan ke t
IHSG t-1 = indeks pasar pada bulan ke t-1

RISIKO
Dalam teori portofolio, risiko dinyatakan sebagai kemungkinan keuntungan
menyimpang dari yang diharapkan. Karena itu risiko mempunyai dua dimensi, yaitu
menyimpang lebih besar maupun lebih kecil dari yang diharapkan.

Risiko dapat diukur dengan dua ukuran:


1. Deviasi standar (risiko total)
2. Beta (indeks relatif risiko sistematis / risiko yang tidak dapat didiversifikasi).

2021 Manajemen Investasi


5 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
PENGUKURAN RISIKO DENGAN DEVIASI STANDAR
Risiko saham diukur dengan deviasi standar (σ) merupakan ukuran risiko saham yang
belum mengaitkannya dengan kondisi pasar, yang dipergunakan untuk mengukur
tingkat risiko suatu perolehan internal bagi aset tertentu.
Bisa juga dinyatakan dalam variance (=σ2). Varian dari return adalah jumlah tertimbang
dari deviasi-deviasi kuadrat dari expected return. Pengkuadratan deviasi dilakukan
untuk menjamin agar deviasi-deviasi di atas dan di bawah expected return memberikan
kontribusi yang sama bagi ukuran variabilitas, apapun tandanya (+ atau -).
a. Jika probabilitas kejadian tidak sama untuk setiap peristiwa, maka rumusnya
adalah:
N

σ i = ∑ Pi [ ( Ri - E(Ri) ] 2
2
(b.1)
i=1

Sehingga deviasi standar menjadi:


σ i = √ σ i2 (b.2)
Dari tabel 2. dapat dihitung deviasi standarnya, sebagai berikut:

σ i 2 = 0,20 ( 0,30 – 0,20 )2 + 0,60 ( 0,20 – 0,20 )2 + 0,20 ( 0,10 – 0,20 )2


= 0,004
σ = 0,063 atau 6,3%
Arti angka deviasi standar sebesar 6,3% adalah, tingkat keuntungan saham bervariasi
sebesar 6,3% di sekitar rata-ratanya yang sebesar 20%
Dengan kata lain hal ini dapat diartikan bahwa diperkirakan investasi ini akan
memperoleh keuntungan diantara (20% - 6,3%= 13,7 %) sampai dengan (20% + 6,3%
= 26,3%).
Perhitungan yang perlu diperhatikan adalah pada sisi kiri yaitu adanya keuntungan
minimal sebesar 13,7%, jika hal tersebut tidak dapat ditolerir oleh investor maka hal ini
dapat menyebabkan investor batal untuk membeli saham tersebut

3. Jika probabilitas kejadian setiap peristiwa sama, maka bisa dirumuskan sebagai
berikut:
N [ ( Rij - E(Ri) ] 2
σ i 2 = ∑ ------------------------- (b.3)
j=1
N

2021 Manajemen Investasi


6 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
Dari tabel 3 dapat dihitung deviasi standarnya :

= 0,00201
σ = 0,045

Artinya, tingkat keuntungan saham bervariasi sebesar 4,5% di sekitar rata-ratanya


yang sebesar 25,8 %. Atau keuntungan akan berada diantara 21,3% hingga 30,3%.
Semakin besar angka deviasi standar, semakin besar resiko yang akan ditanggung
oleh investor.

KOEFISIEN VARIASI
CV menunjukkan risiko per unit of return dan menunjukkan perbandingan yang
berarti ketika return yg diharapkan untuk dua pilihan investasi tidak sama.

Rumus : CV = σ/ E(Ri)

Jika terdapat dua pilihan investasi, yaitu A dengan return yg diharapkan lebih tinggi
dan B mempunyai deviasi standar lebih rendah. Maka untuk memilih investasi
mana yang lebih baik digunakan nilai CV. Semakin besar nilai CV maka semakin
besar risiko investasi tersebut.
Contoh soal :

A B
Return yg diharapkan 60% 8%
Deviasi standar 15% 3%
Koefisien Variasi 15 = 0.25 3 = 0.37
60 8

0.37 > 0.25 berarti proyek B lebih berisiko daripada proyek A

Komponen risiko Total


Risiko sistematis (systematic risk) berkaitan dengan risiko ekonomi secara
keseluruhan, yang terjadi akibat dari tingkat bunga bank, kurs mata uang, inflasi, tarif
angkutan, tarif pajak, barga BBM, perang, demonstrasi, dll.

2021 Manajemen Investasi


7 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
Risiko tidak sistematis (unsystematic risk) merupakan risiko suatu perusahaan
(saham/asset) tertentu, mungkin karena hasil penjualan menurun sehingga laba
menurun, karyawan mogok, salah urus (mis management), letak geografis yang tidak
menguntungkan, dll. Risiko jenis ini bisa diperkecil dengan menambah jenis asset
(saham/modal) dalam portofolio. Risiko tidak sistematis atau risiko spesifik hanya
berdampak terhadap suatu saham atau sektor tertentu.

Contoh : peraturan pemerintah mengenai larangan ekspor atau impor semen, yang
akan mempengaruhi harga saham emiten yang menghasilkan produk semen, properti
atau produk lain yang menggunakan bahan semen.

Untuk mengerangi kerugian yang mungkin timbul, investor sebaiknva berinvestasi


dalam berbagai jenis saham dari bermacam sektor sehingga jika satu jenis saham
merugi masih ada jenis saham lain yang beruntung. Portofolio tidak mungkin
mendapatkan return yang maksimal, tetapi dapat menghasilkan return yang optimal
dengan risiko minimal.

risiko tak bisa dihilangkan risiko bisa dihilangkan


Risiko total = melalui usaha diversifikasi
melalui usaha diversifikasi +
(deviasi standar) (Ru = risiko unik
( Rm = risiko pasar = risiko /spesifik= risiko tidak
sistematis) sistematis)

Resiko Total

2021 Manajemen Investasi


8 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
TUGAS 4
Carilah tiga macam saham dan IHSG di BEI, dengan mengambil data harian selama 1
bulan terakhir, kemudian tentukahlah :
[Link] harian dan rata-ratanya
[Link] standar harian dan rata-ratanya
c. Berdasarkan CV masing2 saham, urutkan saham mulai dari yang paling beresiko

2021 Manajemen Investasi


9 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]
Daftar Pustaka
Bodie, Z., Kane, A., Marcus,A.J., 2013, Investments, 10th ed, Mc Graw Hill
Education
Mohamad Samsul, 2015, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio, Erlangga,
Jakarta
Sarpe, W.F., Alexander, G.J., Shanken, J., Bailey,J.F., 2015, Invesment. 7th ed.
Prentice Hall, New Jersey
Suad Husnan, 2019, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. ed 5.
UPP AMP, Yogyakarta.
[Link]
[Link]

2021 Manajemen Investasi


10 Luna Haningsih SE.,ME
Biro Bahan Ajar eLearning dan MKCU
[Link]

Anda mungkin juga menyukai