ANALISA QUANTITY TAKE OFF DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DENGAN METODE
BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODEKS REVIT
2019 (Studi Kasus: GEDUNG LP3 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG)
QUANTITY TAKE OFF ANALYSIS AND COST BUDGET PLAN USING BUILDING
INFORMATION MODELING (BIM) METHOD USING AUTODEKS REVIT 2019 SOFTWARE
(CASE STUDY: LP3 BUILDING OF UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG)
Rizki Dwi Novita1), and Endah Kanti Pangestuti2)
1)Department of Civil Engineering, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang Post Code 50229,
e-mail: rizkidwinovita2@[Link]
2)Department of Civil Engineering, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang Post Code 50229,
e-mail: endahkp@[Link]
ABSTRAK
Perkembangan dunia konstruksi berkembang semakin pesat. Semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi, baik itu
kontraktor, konsultan, owner maupun pihak-pihak yang berkenpentingan dintutut supaya mampu mencari sebuah solusi untuk
menyelesaikan proyek-proyek konstruksi dalam kurun waktu yang cepat. Di dalam sebuah proyek konstruksi perhitungan
volume merupakan hal yang sangat penting. Apabila terjadi kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan maka dapat
mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Sehingga metode perhitungan volume secara konvesional yaitu dengan metode
perhitungan berdasarkan pada gambar Autocad dengan dibantu Microsoft Excel yang berpedoman pada SMM (Standard
Method of Measurement) yang saat ini masih dilakukan oleh beberapa pihak yang memungkinkan terjadi human error dan
membutuhkan waktu yang cukup lama perlu diganti dengan metode Building Information Modeling (BIM) dengan
menggunakan software Autodeks Revit yang dapat menghitung volume dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara efektif
dan efisien. Pada penelitian ini menggunakan cara atau metode perencanaan menggunakan Revit untuk mendesain bagian
struktur (tanpa tangga) bangunan berupa pembetonan pondasi bore pile, pile cap, tie beam, kolom dan balok serta plat.
Kemudian akan diperoleh volume dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
diperoleh hasil perhitungan dari Revit berupa volume total pembetonan sebesar 1647,99 m3 dan Rencana Anggaran Biaya
(RAB) sebesar Rp [Link],67
Kata kunci: Building Information Modeling (BIM), Revit, volume
ABSTRACT
The development of the construction world is growing rapidly. All parties involved in construction projects, be it contractors,
consultants, owners and interested parties, are required to be able to find a solution to complete construction projects in a short
period of time. In a construction project volume calculation is very important. If there is an error in calculating the volume of
work, it can result in very large losses. So the conventional volume calculation method is the calculation method based on
Autocad drawings assisted by Microsoft Excel which is guided by the SMM (Standard Method of Measurement) which is
currently still being carried out by several parties which allows for human error to occur and takes a long time to be replaced
with Building Information Modeling (BIM) method using Autodeks Revit software which can calculate volume and Budget
Plan (RAB) effectively and efficiently. In this study, using a planning method using Revit to design structural parts (without
stairs) of buildings in the form of bore pile foundation concrete, pile caps, tie beams, columns and beams and plates. Then the
volume and Budget Plan (RAB) will be obtained. Based on the results of the research that has been done, the calculation results
from Revit are in the form of a total volume of concrete of 1647.99 m3 and a Budget Plan (RAB) of Rp. 1,604,376,387.67
Keywords: Building Information Modeling (BIM), Revit, volume
PENDAHULUAN
Dunia konstruksi telah mengalami perkembangan yang Oleh karena itu, pihak-pihak yang terlibat dalam dunia
cukup pesat. Pihak penyedia jasa konstruksi dan pihak-pihak lain konstruksi perlu menggunakan Building Information Modeling
yang terlibat di dalamnya seperti, kontraktor konsultan maupun (BIM). Building Information Modeling (BIM) adalah sebuah
owner dituntut supaya mampu mencari sebuah solusi untuk konsep atau sistem dalam bentuk digital yang menggunakan
menyelesaikan proyek-proyek konstruksi secara cepat, efektif, dan software untuk melakukan pemodelan 3D yang terdiri dari
efisien. Perhitungan volume dalam dunia konstruksi merupakan informasi permodelan yang terintegrasi untuk fasilitas koordinasi,
hal yang sangat penting. Apabila terjadi kesalahan perhitungan simulasi, maupun visualisasi antar stakeholders (Sangadji et al.,
volume pekerjaan maka akan mengakibatkan kerugian yang sangat 2019). Building Information Modeling (BIM) dapat memodelkan
besar. Di Indonesia sendiri perhitungan volume atau quantity take struktur, arsitek, dan MEP dalam satu kesatuan dengan konsep
off secara konvesional masih dilakukan oleh beberapa pelaku Virtual Building (Hardi, 2020). Dalam tahap pra-konstruksi
proyek konstruksi yaitu dengan metode perhitungan berdasarkan sebuah proyek, BIM dipercaya mampu untuk mempercepat proses
pada gambar Autocad dengan dibantu Microsoft Excel yang konstruksi. Selain itu, BIM juga mampu untuk mengefisienkan
berpedoman pada SMM (Standard Method of Measurement). biaya dan waktu yang digunakan pada konstruksi sebuah proyek,
Perhitungan dengan metode tersebut dinilai kurang efektif dan dimana hal ini karena BIM dapat menghindari terjadinya
membutuhkan waktu yang lama serta memungkinkan terjadinya kesalahan dalam pembacaan data maupun menghindari miss
human error yang berpengaruh terhadap proses berjalannya communication antar berbagai disiplin ilmu, baik itu arsitek, sipil,
proyek konstruksi. mekanikal, dan lain-lain sebelum tahap konstruksi dimulai. Dalam
dinamika TEKNIK SIPIL/Vol. 14/No. 1/Juli 2021/Novita and Pangestuti/Halaman : 27-31 27
BIM, stakeholders dapat saling bekerjasama, bertukar informasi, penelitian ini berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada
maupun berkolaborasi untuk mengefisienkan proses konstruksi pekerjaan pembetonan Gedung LP3 Universitas Negeri Semarang.
sehingga dapat mengurangi terjadinya konflik informasi antar
stakeholders karena bersumber pada satu model informasi yang
bisa dengan mudah untuk diakses oleh stakeholders (PUPR,
2018).
Tabel 1. Data elemen struktur pondasi
Nama Tipe Jumla Ukuran Kedalam
h (mm) an (m)
Bore pile BP 64 Diameter 1000 6
BP’ 3 Diameter 600 6
Pile cap PC1 64 1500x1500x700
PC1A 3 1200x2400x700
Tie Beam TB24 43 200x400
TB36 125 300x600
Tabel 2. Data kolom lantai 1 (elevasi 0-4.25 m)
Tipe Jumlah Ukuran
(mm)
C1 8 400x600
C2 26 400x600
C3 12 400x600
C4 8 400x600
C5 6 Diameter 500
C6 4 400x600
C8 4 400x400
CL 4 300x300x150
Tabel 3. Data kolom lantai 2 (elevasi 4.25-8.25 m)
Tipe Jumlah Ukuran
(mm)
C1 8 400x600
C2 26 400x600
C3 12 400x600
C4 8 400x600
C5 6 Diameter 500
C6 4 400x600
CL 4 300x300x150
Gambar 1. Model dimensi dalam BIM
(Sumber:PUPRR, 2018) Tabel 4. kolom lantai 3 (elevasi 8.25-12.25 m)
Salah satu software yang mengadopsi BIM yaitu Autodesk Tipe Jumlah Ukuran
Revit. Autodesk Revit merupakan salah satu software Building (mm)
Information Modeling (BIM) yang memungkinkan pengguna C1 8 400x600
untuk merancang bangunan konstruksi baik itu arsitektural, C2 26 400x600
structural, dan MEP dalam bentuk 3D. Dimana file dari Autodeks C3 12 400x600
Revit akan tersimpan dalam format: rvt. dan rfa. Autodeks Revit C4 8 400x600
dapat juga digunakan untuk melakukan quantity take off dan C5 6 Diameter 500
melakukan perhitungan RAB. Oleh karena itu, tujuan penelitian C6 4 400x600
ini adalah untuk melakukan perhitungan volume dan RAB pada CL 4 300x300x150
Gedung LP3 Universitas Negeri Semarang menggunakan software
Autodeks Revit 2019. Tabel 5. Data kolom lantai atap (12.25 m)
METODE PENELITIAN Tipe Jumlah Ukuran Tinggi (mm)
Cara atau metode penelitian yang digunakan dalam (mm)
penelitian ini adalah metode perencanaan dengan studi kasus C3 10 400x600 2500
Gedung LP3 Universitas Negeri Semarang. Dimana akan CP1 24 300x450 1665
menggunakan software Autodeks Revit 2019 untuk mendesain CP2 24 300x450 1120
bagian elemen struktur (tanpa tangga) bangunan berupa CP3 24 300x300 585
pembetonan pondasi bore pile, pile cap, tie beam, kolom dan balok CP4 23 300x450 2000
serta plat. Spesifikasi dari model yang akan dibuat yaitu bore pile
K-250, pile cap dan tie beam K-300, kolom, balok, dan plat K-300. Tabel 6. Data balok lantai 2 (elevasi 4.25 m)
Dimana untuk ketebalan plat lantai 2 sampai atap sebesar 130 mm
dan plat roof tank 100 mm. Setelah melakukan pemodelan maka Tipe Jumlah Ukuran
akan didapatkan hasil perhitungan volume pembetonan dengan (mm)
menggunakan Revit 2019. Kemudian didapatkan hasil akhir dari B23A 32 200x350
28 dinamika TEKNIK SIPIL
B24 24 200x400
B25A 11 250x500
G23A 28 250x350
G25A 16 250x500
G35 12 300x500
G36A 9 300x600
G36B 10 300x600
G46A 42 400x600
B separator 4 150x300
Tabel 7. Data balok lantai 3 (elevasi 8.25 m)
Tipe Jumlah Ukuran
(mm)
B23A 30 200x350
B24 30 200x400
B25A 15 250x500
G23A 28 250x350
G25A 16 250x500
G35 20 300x500
G36A 26 300x600
G36B 12 300x600 Gambar 2. Sketsa atau denah gedung di Revit 2019
G46A 15 400x600
B separator 3 150x300 Langkah 1, yang pertama dilakukan adalah dengan membuat
sketsa atau denah Gedung LP3 Universitas Negeri Semarang dari
Tabel 8. Data balok lantai atap (elevasi 12.25 m) pondasi sampai dengan lantai atap dari gambar Autocad yang
Tipe Jumlah Ukuran sebelumnya telah dipindahkan ke Autodeks Revit 2019.
(mm)
B23A 85 200x350
B24 10 200x400
B25A 1 250x500
G23A 16 250x350
G24 27 200x400
G25A 33 240x500
G35 12 300x500
G36A 36 300x600
G46A 6 400x600
B separator 5 150x300
Tabel 9. Data balok lantai atap (elevasi 14.75 m)
Tipe Jumlah Ukuran
(mm)
B23A 2 200x350
B24 2 200x400
G25A 2 240x500
G35 2 300x500
G36A 4 300x600 Gambar 3. Pemodelan 3D struktur di Revit 2019
HASIL DAN PEMBAHASAN Langkah 2, dari gambar denah dibuat elemen-elemen
Pada hasil dan pembahasan penelitian ini pemodelan yang struktur (tanpa tangga) sesuai dengan posisi pada denah yang
digunakan adalah menggunakan Gedung LP3 Universitas Negeri dibuat. Misalnya pada pembuatan pondasi, maka harus ditentukan
Semarang. Gedung LP3 terdiri dari lantai 1 sampai dengan lantai terlebih dahulu ukuran pondasi dan kedalaman yang akan dibuat,
3. Dari pemodelan ini akan diperoleh volume beton dan Rencana sampai dengan pembuatan plat pada roof tank.
Anggaran Biaya (RAB).
dinamika TEKNIK SIPIL/Vol. 14/No. 1/Juli 2021/Novita and Pangestuti/Halaman : 27-31 29
3 99,90 Rp 977.644
Atap 105,94 Rp 977.644
Roof tank 5,43 Rp 977.644
Total biaya Rp [Link],6
Tabel 15. Hasil perhitungan volume dan RAB pelat
Lantai Volume Harga satuan
(m3)
2 211,93 Rp 977.644
3 217,31 Rp 977.644
Atap 182.62 Rp 977.644
Roof Tank 8,87 Rp 977.644
Total biaya Rp 606.851.867,11
Berikut merupakan hasil rekapitulasi perhitungan volume
dan RAB pembetonan struktur setiap lantai.
Tabel 16. Total volume dan RAB untuk tiap lantai
Lantai Volume Biaya
(m3)
Gambar 4. Hasil perhitungan volume dan RAB di Revit 2019 Pondasi 489,75 Rp 472.025.743,6
Lantai 1 77,48 Rp 75.745.233,11
Langkah 3, menghitung volume atau quantity take off dari Lantai 2 376,72 Rp [Link]
Gedung LP3 Universitas Negeri Semarang dengan menggunakan Lantai 3 378,68 Rp 370.221.465,7
harga satuan Kota Semarang menggunakan tahun 2021 dan hanya Atap 325.36 Rp 318.078.647
menggunakan biaya bahan material beton. Berikut merupakan Total 1647.99 Rp [Link],67
tabel-tabel hasil perhitungan volume dan RAB dari Autodeks
Revit 2019.
KESIMPULAN
Kesimpulan
Tabel 10. Hasil perhitungan volume dan RAB bore pile Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa:
Tipe Volume Harga satuan a. Penggunaan Autodeks Revit dapat mencegah atau
(m3) meminimalisir terjadinya kesalahan berupa human error
BP 258,56 Rp 951.896 yang bisa terjadi apabila melakukan perhitungan volume
BP’ 4,38 Rp 951.896 dengan menggunakan Autocad dan Excel, akan tetapi
Total biaya Rp 250.570.967,30 dengan Revit maka dapat langsung diketahui volume ketika
memodelkan bangunan.
Tabel 11. Hasil perhitungan volume dan RAB pile cap b. Autodeks revit dapat melakukan perhitungan volume beton
dengan baik, dimana Revit dapat menghitung volume beton
Tipe Volume Harga satuan sesuai dengan yang dimodelkan.
(m3) c. Autodeks Revit dapat memodelkan 3D bangunan dengan
BP 100,79 Rp 977.644 baik sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dapat
BP’ 6,06 Rp 977.644 dengan mudah untuk mengganti dan memeriksa apabila
Total biaya Rp 104.459.306,11 terdapat perubahan volume pada elemen bangunan.
d. Berdasarkan hasil perhitungan volume dan RAB dari Revit
Tabel 12. Hasil perhitungan volume dan RAB tie beam diperoleh total volume pembetonan sebesar 1647, 99 m3 dan
estimasi biaya total yang dibutuhkan untuk pembetonan
Tipe Volume Harga satuan sebesar Rp [Link],67
(m3) Saran
TB24 13,97 Rp 977.644
a. Perlu dilakukan pembelajaran lebih mengenai Autodeks
TB36 105,70 Rp 977.644
Revit supaya dapat memodelkan bangunan lebih baik.
Total biaya Rp 116.995.470,16 b. Perlu untuk mengeksplor lebih fungsi-fungsi tools yang ada
pada Revit.
Tabel 13. Hasil perhitungan volume dan RAB kolom c. Perlu adanya pembelajaran BIM di perkuliahan.
d. Diperlukan ketelitian dalam memodelkan bangunan dengan
Lantai Volume Harga satuan
metode BIM.
(m3)
1 77,48 Rp 977.644
2 59,89 Rp 977.644
3 61,47 Rp 977.644 DAFTAR PUSTAKA
Atap 22,50 Rp 977.644 Al Doury, R. R. J., Ibrahim, T. K., & Salem, T. K. (2020).
Total biaya Rp 216.391.269,40 "Opportunity of Improving The Thermal Performance
of A High-performance University Building Based on
Tabel 14. Hasil perhitungan volume dan RAB balok Revit Software." Journal of Mechanical Engineering
Research and Developments, Vol 43. No.6, hal 497–
Lantai Volume Harga satuan 513.
(m3) Bhagwat, P., & Shinde, R. (2016). "Clash Detection -A New
2 104,90 Rp 977.644 Tool in Project Management."Jurnal International
30 dinamika TEKNIK SIPIL
Journal of Scientific Research in Science, Engineering
and Technology, Vol. 4. No. 4, hal 193–197.
F., Parung, H., Tjaronge, M. W., Djamaluddin, R., Irmawaty,
R., Amiruddin, A. A., Djamaluddin, A. R., Harianto, T.,
Muhiddin, A. B., Arsyad, A., & Nur, S. H. (2019).
“Sosialisasi Aplikasi Teknologi Building Information
Modelling (BIM) pada Sektor Konstruksi Indonesia.”
Jurnal Applied Technology Journal for Community
Engagement and Services, Vol. 2, No. 2, hal 112–119.
Hardi, M. D. (2020). “Aplikasi Building Information
Modeling ( Bim ) Pada Gedung Asrama Universitas
Islam Indonesia Internasional ( UII ).” Skripsi, Fakultas
Perencanaan Infrastruktur Universitas Pertamina.
Marizan, Y. (2019). “Studi Literatur Tentang Penggunaan
Software Autodeks Revit Studi Kasus Perencanaan
Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih.” Jurnal Ilmiah
Bering’s, Vol. 6. No.1, Maret, hal 15-26, Jurusan
Teknik Sipil Universitas Palembang.
Putri, F.F. (2019). “Evaluasi Anggaran Biaya Struktur dan
Arsitektur Menggunakan Metode Building Information
Modeling (BIM) (Studi Kasus : Gedung Integrated
Laboratory For Science Policy And Communication
IsDB Uneversitas Jember).” Skripsi, Jurusan Teknik
Sipil Universitas Jember.
Sangadji, S., Kristiawan, S. A., & Saputra, K. (2019).
“Pengaplikasian Building Information Modeling (BIM)
Dalam Desain Bangunan Gedung.” Jurnal MATRIKS
TEKNIK SIPIL, Desember, hal 381–386 Fakultas
Teknik UNS, Surakarta.
dinamika TEKNIK SIPIL/Vol. 14/No. 1/Juli 2021/Novita and Pangestuti/Halaman : 27-31 31