UPT.
RSUD PROSEDUR CODE BLUE
MADANI
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
1140.2/Tahun
2020
1 1/3
Tanggal terbit : Ditetapkan oleh :
Direktur UPT. RSUD Madani
STANDAR 03/02/2020 Provinsi Sulawesi Tengah
OPERASIONAL
PROSEDUR
[Link] Parampasi,[Link]
Nip.197303172003121010
PENGERTIAN Code Blue adalah kode isyarat yang digunakan dalam
rumah sakit yang menandakan adanya seorang pasien
yang sedang mengalami serangan jantung [Cardiac
Arrest] atau mengalami situasi gagal nafas akut
[Respiratory Arrest] dan situasi darurat lainnya yang
menyangkut dengan nyawa pasien.
TUJUAN Untuk memberikan resusitasi dan stabilisasi yang cepat
bagi korban yang mengalami kondisi darurat cardio-
respiratory arrest yang berada dalam kawasan rumah
sakit.
KEBIJAKAN SK Direktur RSUD Madani Nomor 1140.1/Tahun 2020
tentang TIM Code blue.
PROSEDUR 1. Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam
kondisi cardiac respiratory arrest maka perawat
ruangan (I) atau first responder berperan dalam
tahap pertolongan, yaitu:
a. Segera melakukan penilaian dini kesadaran
korban.
b. Pastikan lingkungan penderita aman
untuk dilakukan pertolongan.
c. Lakukan cek respon penderita dengan
memanggil nama atau menepuk bahu.
d. Meminta bantuan pertolongan perawat lain (II) atau
petugas yang ditemui di lokasi untuk mengaktifkan
code blue.
e. Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai
dengan tim code blue
2. Perawat ruangan yang lain (II) atau penolong
kedua, segera menghubungi operator telepon “189”
untuk mengaktifkan code blue, dengan prosedur
sebagai berikut:
a. Perkenalkan diri.
b. Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code
blue.
c. Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac
respiratory arrest dengan lengkap dan jelas,
yaitu: nama lokasi atau ruangan.
d. Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap maka
informasikan : “nama ruangan ….. nomor …. “.
3. Waktu respon operator menerima telepon
“189” adalah harus secepatnya diterima, kurang
dari 3 kali deringan telepon.
UPT. RSUD PROSEDUR CODE BLUE
MADANI
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
1 2/3
Tanggal terbit : Ditetapkan oleh :
Direktur UPT. RSUD Madani
STANDAR 02/01/2020 Provinsi Sulawesi Tengah
OPERASIONAL
PROSEDUR
[Link] Parampasi,[Link]
Nip.197303172003121010
PROSEDUR 4. Jika lokasi kejadian berada di ruang rawat inap
ataupun rawat jalan, setelah menghubungi
operator, perawat ruangan II segera membawa troli
emergensi (emergency trolley) ke lokasi dan
membantu perawat ruangan I melakukan resusitasi
sampai dengan tim Code Blue datang. Operator
menggunakan alat telekomunikasi Handy Talky
(HT) atau pengeras suara mengatakan code blue
dengan prosedur sebagai berikut:
a. “Code Blue, Code Blue, Code Blue, di area,
nama lokasi atau ruangan…..”.unit terkait
b. Jika lokasi kejadian diruangan rawat inap
maka informasikan: “Code Blue, Code Blue,
Code Blue, nama ruangan ….. nomor kamar
…..”.
5. Setelah tim code blue menerima informasi tentang
aktivasi code blue, mereka segera menghentikan
tugasnya masing-masing, mengambil resusitasi
kit dan menuju lokasi terjadinya cardiac
respiratory arrest. Waktu respon dari aktivasi code
blue sampai dengan kedatangan tim code blue di
lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah 5
menit.
6. Sekitar 5 menit kemudian, operator
menghubungi tim code blue untuk memastikan
bahwa tim code blue sudah menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest.
7. Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest
adalah lokasi yang padat manusia (public area)
maka petugas keamanan (security) segera menuju
lokasi terjadinya untuk mengamankan lokasi
tersebut sehingga tim code blue dapat
melaksanakan tugasnya dengan aman dan sesuai
prosedur.
8. Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan
diputuskannya bahwa resusitasi dihentikan oleh
ketua tim code blue.
9. Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut
pasca resusitasi, yaitu:
a. Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka
dipindahkan secepatnya ke Instalasi Perawatan
Intensif untuk mendapatkan perawatan lebih
lanjut jika keluarga pasien setuju.
b. Jika keluarga pasien tidak setuju atau jika
Instalasi Perawatan Intensif penuh maka
pasien di rujuk ke rumah sakit yang
mempunyai fasilitas
c. Jika keluarga pasien menolak dirujuk dan
meminta dirawat di ruang perawatan biasa,
maka keluarga pasien menandatangani surat
penolakan
UPT. RSUD PROSEDUR CODE BLUE
MADANI
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
1 3/3
Tanggal terbit : Ditetapkan oleh :
Direktur UPT. RSUD Madani
STANDAR 02/01/2020 Provinsi Sulawesi Tengah
OPERASIONAL
PROSEDUR
[Link] Parampasi,[Link]
Nip.197303172003121010
PROSEDUR d. Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien
meninggal, maka lakukan koordinasi dengan
bagian bina rohani, kemudian pasien
dipindahkan ke kamar jenazah.
10. Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan
DPJP.
11. Ketua tim code blue memberikan informasi dan
edukasi kepada keluarga pasien.
12. Perawat ruangan mendokumentasikan semua
kegiatan dalam rekam medis pasien dan
melakukan koordinasi dengan ruangan pasca
resusitasi.
UNIT TERKAIT 1. Rawat Inap
2. Rawat jalan
3. Instalasi Gawat Darurat
4. Instalasi Bedah Sentral
5. Instalasi Perawatan Intensip (ICU, NICU)
6. Seluruh karyawan RSUD Madani.