0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan19 halaman

Modul Ajar Dasar Listrik dan Elektronika

Modul ini membahas pengukuran alat ukur teknik khususnya pengukuran voltmeter. Terdapat penjelasan tentang jenis voltmeter analog dan digital, pengaturan operasi voltmeter, skala yang digunakan pada voltmeter, dan kabel yang digunakan pada voltmeter.

Diunggah oleh

Siwo Honkai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan19 halaman

Modul Ajar Dasar Listrik dan Elektronika

Modul ini membahas pengukuran alat ukur teknik khususnya pengukuran voltmeter. Terdapat penjelasan tentang jenis voltmeter analog dan digital, pengaturan operasi voltmeter, skala yang digunakan pada voltmeter, dan kabel yang digunakan pada voltmeter.

Diunggah oleh

Siwo Honkai
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Ajar

KURIKULUM 2013

MATA PELAJARAN
DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA
MATERI
ALAT DAN PENGUKURAN TEKNIK

GURU MATA PELAJARAN :

SMK NEGERI 3 Yogyakarta


Jl. R.W. Monginsidi No.2, Cokrodiningratan, Kec. Jetis,
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233
PENGUKURAN ALAT UKUR TEKNIK

Deskripsi Materi Pembelajaran


Dalam modul ini siswa akan mempelajari tentang dasar – dasar elektronika termasuk
pengukuran dan komponen dasar yang ada didalamnya baik itu berupa komponen pasif
maupun komponen aktif.

Modul ini memiliki keterkaitan erat dengan modul lainnya seperti modul Rangkaian
Listrik dan Rangkaian Elektronika karena merupakan tahap yang lebih lanjut dari
pembelajaran Elektronika. Adapun hasil pembelajaran yang ingin dicapai adalah siswa
diharapkan mampu menguasai konsep dasar listrik dan elektronka serta pengaplikasiannya
dalam kehidupan sehari – hari.

KD Indikator Pencapaian Kompetensi


3.13 Menerapkan fungsi alat ukur multi 3.13.1 Mengoperasikan peralatan ukur
meter analog sebagai ohm meter, listrik untuk mengukur besaran
volt meter dan ampere meter listrik

4.13 Mengoperasikan alat ukur 4.3.1 . Terampil dalam membaca alat ukur
multimeter analog sebagai listrik sesuai dengan fungsi dan
ohmmeter, volt meter dan ampere ketelitian yang optimal
meter

PENGGUNAAN AVOMETER
Tujuan:
a. Belajar mengidentifikasi operasi alat kontrol dari multimeter jenis analog dan digital.
b. Mampu menuliskan tujuan alat-alat kontrol meter.
c. Mampu mengidentifikasi polaritas kabel serta pemasangannya.
d. Mempelajari pengaturan jarum untuk Ohm dan Zero.

Voltmeter Elektronik
Tegangan adalah tekanan listrik. Jenis ini diukur menggunakan Voltmeter meskipun alat lain
seperti osiloskop dapat pula digunakan. Dua jenis Voltmeter digunakan saat ini yakni analog
dan digital. Voltmeter analog menggunakan pergerakan jarum untuk memainkan tegangan
yang diukur diatas skala terkalibrasi ( Gambar 1.1-1 ). Tegangan yang diukur oleh meter
digital muncul sebagai angka ( digital ) ( lihat Gambar 1.1-2 )

Voltmeter digolongkan kepada voltmeter elektronik ( EVM ) atau Volt Ohm Meter (VOM).
Istilah EVM merupakan kategori yang luas mencakup :
 Vacuum Tube Voltmeter ( VTVM ). Tabung hanya digunakan sebelum transistor
ditemukan. Alat ini membutuhkan daya yang cukup besar dalam bekerjanya. Hal ini
menyebabkan VTVM selalu terpasang ke sumber tegangan AC ( disebut dioperasikan
oleh tegangan jala-jala ).
 Voltmeter bertransistor ( TVM ), karena transistor beroperasi pada sumber tegangan
rendah seperti baterai, maka biasanya alat ini portibel.
 Field Effect Transistor Volt Ohm Meter ( FETVOM ). Fet ialah tipe lain dari
transistor, sehingga FETVOM biasanya juga dioperasikan memakai baterai.
 Digital Multimeter ( DMM ), sering disebut Digital Volt Ohm Millimeter ( DVOM ).
Digital VOM menggunakan rangkaian terintegrasi ( IC ), dimana rangkaiannya
disimpan dalam wadah yang kecil tidak lebih besar dari transistor. Meter ini
dioperasikan juga menggunakan baterai.

Meter dengan fungsi tunggal yang digunakan hanya mengukur tegangan

dapat pula digunakan, tetapi untuk pemakaian luar lab sekolah selalu digunakan

multimeter.
Pengatur Operasi
Setiap meter memiliki dua dasar kontrol pengoperasian, yakni saklar fungsi dan

saklar batas ukur. Hal ini seperti terlihat pada Gambar 1.1-1 dan 1.1-2, tetapi

ada juga yang mengambil bentuk dengan sejumlah saklar masing-masing

seperti Gambar 1.1-3. Meskipun menggunakan sejumlah saklar, cara

pemakaiannya sama. Pertama fungsi pengukuran yang dikehendaki harus dipilih,

kita akan diskusikan Voltmeter, maka kita pilih fungsi voltmeter melalui

penempatan saklar fungsi ke Volt. Kita dapat pula memilih fungsi selanjutnya

dengan menempatkan pada AC Volt dan DC Volt. Ini mewakili pengukuran

arus bolak-balik ( ac ) atau arus searah ( dc ), seperti dijumpai pada stop kontak

rumah dan batu baterai. Anda akan belajar lebih banyak mengenai perbedaan

jenis tegangan nanti. Kita akan konsentrasikan hanya pada arus searah saat ini.

Kedua kita harus mengubah batas ukur. Saklar batas ukur bekerja berkaitan

dengan saklar fungsi untuk memilih batas operasi yang tepat untuk pengukuran

khusus. Contohnya jika teknisi bermaksud mengukur tegangan DC yang

bertegangan antara 5 sampai 15 Volt, meter harus ditempatkan ke DC Volt dan

batas ukur diatur kebatas terendah yang dicakup.

yakni yang mencakup 15 Volt. Catat bahwa angka batas ukur mewakili tegangan
maksimal dari tegangan yang diukur. Sejumlah meter memiliki banyak batas
ukur, mulai dari pecahan hingga 1000 Volt atau lebih. Sejumlah meter digital
baru memiliki kemampuan pemilihan batas ukur otomatis yang menjadikan
pemakai mengatur hanya satu fungsi, dimana batas ukur secara otomatis diatur
oleh rangkaian dalam.

Satu tombol lain yang digunakan pada kebanyakan meter dimana untuk DMM

biasa disebut kontrol Zero. Ini digunakan untuk mengatur meter pada posisi nol

sebelum melakukan pengukuran. Kondisi ini seperti mengatur perbaikan waktu jam

anda sehingga diperoleh waktu yang tepat. Jika jarum meter dimulai dari nol, maka

meter telah benar, jika meter dimulai dengan angka 2, maka seluruh pembacaan

harus dikurangi 2.

Pada VOM terdapat kontrol lain, yakni Zero Ohm yang digunakan untuk

menempatkan Ohm meter. Hal ini akan didiskusikan lebih mendalam kelak. Saat

kita pelajari multimeter sebagai ohm meter. Jika anda gunakan VTVOM yang

lama, maka akan terdapat adj dan Ohm adj. Zero adj digunakan untuk meyakinkan

bahwa jarum telah nol saat akan mengukur dan Ohm adj digunakan untuk mengukur

Ohm pada angka nol sebelum ohm meter dipakai.

Skala Meter

Secara umum skala tegangan pada EVR analog ialah linear dan untuk ohm meter

skalanya non linear.

Skala yang beraturan adalah contoh yang banyak dikenal mengenai skala linear,

pada kondisi beraturan akan diperoleh angka yang sama untuk jangka yang sama.

Jika skalanya non linear jarak tiap intinya tidak memiliki nilai yang sama

apakah jaraknya membesar atau mengecil. Gambar. 1.1-4 menunjukkan kedua

jenis skala yang dimaksud .

Catat bahwa pada skala Volt meter diGambar 1.1-4a jarum meter bergerak
pada jarak sepanjang skala untuk perubahan tegangan yang sama, skala meter ini
adalah linear.
Untuk membuat pembacaan yang akurat kadang-kadang diperlukan untuk

memberikan angka untuk kalibrasi angka yang tidak ada. Pada Gambar 1.1-5
jarum menunjuk pada tanda kalibrasi yang tidak berangka. Catat bahwa dimana

terdapat 5 jarak antara 40 dan 50 dan ini bernilai 10, karena ada 5 jarak antara 40

dan 50, maka tiap jarak memiliki nilai 2 ( karena 10 : 5 = 2 ) jarum pada Gambar

1.1-5 menunjukan angka 44. Seperti anda lihat hal ini seperti pembacaan pada

speedometer kendaraan. Saat jarum di speedo meter menunjukan di tengah antara

40 dan 50, maka kecepatannya ialah 45 mill perjam. Pegang pemahaman ini saat

anda membaca Voltmeter. Pengamatan pada speedometer mengingatkan kita

bahwa disana akan ada kesalahan dikaitkan dengan pembacaan meter analog, hal

ini seperti penumpang membaca kecepatan mobil yang ditumpanginya, karena

penumpang melihat speedometernya dari sisi kiri tidak langsung, maka

pembacaan akan salah. Kondisi yang sama akan terjadi pula pada meter analog.

Usahakan selalu membaca meter langsung tepat diatas jarum meter. Meter yang

mahal memiliki kaca pada skala. Saat operator tidak tepat diatas jarum, maka

bayangan jarum dapat dilihat dicermin. Operator harus bergerak sampai jarum

tidak memiliki bayangan, maka nilai yang akurat akan diperoleh, kesalahan jenis

ini disebut kesalahan Paralax.

Satu hal lain mengenai Skala meter. Tidak selalu angka terkalibrasi dengan nilai yang

sama dikaitkan dengan saklar batas ukur. Contohnya skala pada 1.1-4a akan
memberikan nilai yang baik untuk batas ukur 0 sampai 100. Demikian juga untuk

batas ukur 0 ke 10 Volt. Jika skala yang digunakan memiliki angka 0 sampai 10

angka nol harus tepat jika digunakan sebagai batas ukur 0 sampai 500 dengan

tiapo pembacaan harus dikalikan 50.

Kabel EVM
Tiap meter memerlukan dua kabel, kadang-kadang diperlukan tiga. Susunan dua
kabel memerlukan Common atau kabel negatif dan kabel positif.
Kabel ini dapat terpisah masing-masing kabel dengan isolasi plastik atau sebuah

kabel coaxial. Kabel Coax terdiri dari kabel inti yang ditutup isolasi kemudian

dikelilingi kabel lain biasanya jalinan kawat.

Kabel inti ialah sinyal atau kabel positif dan jalinan kawat/kadang disebut

tameng (shield) ialah kebel negatif atau kabel common. Jika kabel terpisah

digunakan kabel hitam adalah negatif dan selalu dimasukkan ke terminal

common. Kabel merah adalah kabel positif dan harus dimasukkan ke terminal

positif yang benar.

Ketika 3 kabel digunakan seperti pada VTVM model lama, satu kabel ialah common,

satu digunakan untuk arus bolak balik dan kabel ketiga untuk arus searah dan Ohm

Kabel biasanya memiliki ujung yang bermacam-macam. Jenis yang umum ialah
bentuk yang berujung tajam dengan pelindung atau tembaga beroxidasi untuk

melindungi terpelesaetnya ujung saat mengukur, sehingga tidak terjadi hubung

singkat : Jenis lain ialah memakai capit buaya ( lihat Gambar 1.1-6 ), dimana

banyak digunakan untuk kabel ground.

Nama ini muncul karena bentuknya yang panjang serta bergerigi / rahang.

Diujung lain dari kabel biasanya digunakan banana jack ( Gambar 1.1-7 ) atau

konektor mikrophone (Gambar. 1-1-8) juga sering digunakan.

Karena banyak tipe meter yang berbeda yang dikeluarkan ratusan pabrik, maka

tidak mungkin menjelaskan setiap tipe atau berbagai variasi meter. Jumlah

penjelasan disini mungkin masih samar-samar, karena kami bermaksud untuk

menjelaskan secara umum mengenai multimeter dan yang bertipe umum, jadi kami

sarankan anda membaca manual meter anda sebelum membacanya.

Ringkasan
1. Tegangan ialah tekanan listrik.
2. Dua jenis Voltmeter yang di pakai saat ini ialah analog dan digital.
3. Meter digital lebih akurat dan meminimalkan kesalahan membaca yang terjadi.
4. Meter biasa digolongkan kepada VTVM, TVM, FETVOM, DMM dan DVOM.
5. Semua meter memiliki dua kontrol; fungsi dan skala kontrol Zero Ohm
juga dijumpai pada banyak meter.

6. Skala tegangan analog adalah linear, dan skala Ohm meter adalah non linear.
7. Kabel meter negatif ialah hitam dan positifnya merah.

Tes Mandiri
1. Tegangan ialah tekanan listrik.
2. Dua jenis Voltmeter yang di pakai saat ini ialah analog dan digital.
3. Meter digital lebih akurat dan meminimalkan kesalahan membaca yang terjadi.
4. Meter biasa digolongkan kepada VTVM, TVM, FETVOM, DMM dan DVOM.
5. Semua meter memiliki dua kontrol; fungsi dan skala kontrol Zero Ohm
juga dijumpai pada banyak meter.
6. Skala tegangan analog adalah linear, dan skala Ohm meter adalah non linear.
7. Kabel meter negatif ialah hitam dan positifnya merah.

Percobaan 1.1
Ujicoba EVM
Alat
 EVM – VTM atau DMM
Langkah Kerja
1. Amati meter anda, Gambar panel yang memperlihatkan tombol dan hal

yang berkaitan dengan saklar dan batas ukur.


2. Baca instruction dari pabrik untuk mempelajari, bagaimana mengoperasikan meter.
3. Nyalakan meter ( ON ) atur saklar ke + DC Volt. Biarkan meter mengalami

pemanasan jika diperlukan, ubah-ubah pengatur nol ( Zero adj. ) amati

pengaruhnya pada jarum, atur jarum pada posisi nol. Sekarang putar skala batas

ukur untuk tiap posisi dan catat kapan jarum tidak pada posisi nol.

4. Periksa pengatur nol pada meter setiap perubahan batas ukur dan fungsi DC

+ atau – dan AC Volt.

Catatan : Rancangan yang bagus telah diatur dengan sempurna, sehingga


akan tetap nol untuk setiap fungsi tegangan dan batas ukur.

5. Atur saklar fungsi ke Ohm dan tempatkan saklar pada RX1, yakinkan bahwa

probe tidak bersentuhan atau menempel pada logam. Ubah OHM adjust

dan amati pengaruhnya pada jarum, atur pengatur ini sehingga jarum

tinggal pada kalibrasi maksimum di skala resistor. Dalam kondisi ini

tahan rangkaian ialah terbuka, dan meter menunjukan tahanan tak

terhingga. Periksa pengaturan jarum untuk tiap posisi saklar.

6. Hubung singkatkan ujung kabel. Jarum meter akan berayun ke Zero jika

tidak mau nol saat hubung singkat, atur pengatur nol oleh Zero adj.

Sekarang buku hubung ingkat kabel, periksa posisi jarum. Jika tidak pada

posisi tak terhingga, atur dengan Ohm adj.

7. Ulangi langkah 5 dan 6 sampai meter terbaca nol saat dihubung singkat dan
terbaca tak terhingga saat kabel terbuka.
Catatan : Jangan meninggalkan AVO saat kedua kabel hubung singkat

untuk waktu yang lama, karena baterai didalam akan berubah dengan sangat

cepat.

8. Ulangi langkah 1,2,3 dan 4 untuk VTVM, jika DMN anda tidak memiliki

Zero adj berarti jala auto zeroing dan anda dapat mengamatinya bahwa

secara otomatis nol sendiri setelah anda melakukan langkah-langkah berikut.

9. Atur saklar fungsi ke OHM dan saklar batas ukur dan ke batas terendah

hubung singkatkan kabel pengukur. Ubah-ubah Zero adj dan amati

pengaruhnya pada display. Atur meter untuk angka nol berdasarkan petunjuk

pabrik.

10. Buka kabel yang dihubung singkat, apa yang terjadi pada display. Apa yang

harus kita lakukan ( berdasarkan petunjuk pada manual ). Bagaimana ini

berkaitan dengan percobaan pengukuran tahanan yang lebih besar dibanding

batas ukur yang ditentukan

?
Catatan : Meskipun anda menggunkan adaftor dinding untuk DMM,

sangat mungkin DMM anda diioperasikan oleh baterai. Nyalakan meter

jika hanya akan mengukur. Membiarkan kabel terhubung singkat dengan

tombol fungsi pada OHM akan mempercepat baterai kehilangan dayanya.

Pertanyaan
1. Data tombol kontrol pada panel meter dan catat pula tujuan atau fungsi
masing- masing.

2. Gambar skala linear dengan angka kalibrasi 0 sampai 10. Bagi tiap
pembagian besar menjadi 10 bagian kecil ( Gambar 8.7 akan seperti Gambar
yang anda buat ).

3. Jelaskan secara lengkap langkah untuk menolkan jarum saat mengukur


tegangan.
4. Jelaskan secara lengkap langkah untuk menolkan jarum saat mengukur
OHM.

5. Berdasarkan buku petunjuk alat, apa yang dimaksud dengan ketelitian


pembacaan tegangan dari meter anda ?

Pengukuran Resistor dengan Meter dan Kode Warna


Tujuan
1. Untuk mempelajari bagaimana mengatur OHM meter ( menolkan Ohmmeter)
2. Mempelajari bagaimana mengukurn tahanan berdasarkan toleransi kode

warna dari resistor yang digunakan

INFORMASI DASAR
Skala Ohm
Kemungkinan pemakaian yang sering dilakukan dalam pengukuran

kelistrikan ialah pengukuran tahanan. Jadi seorang teknisi harus dapat

mengukur resistor dengan teliti.

Resistor adalah perlawanan terhadap aliran arus. Ini dinyatakan dalam satuan

yang disebut Ohm dengan simbol Ω yakni hurup yunani untuk Ohmmega. Setiap

benda memiliki tahanan sejumlah material, seperti karet, kaca bahkan udara

memiliki tahanan yang tinggi terhadap aliran arus. Bahan ini disebut isolator.

Material lain seperti Tembaga, perak, alumunium dan emas memiliki tahanan

yang kecil. Ini disebut Konduktor. Dalam dunia elektronik kita gunakan

komponen. Yang bernama resistor. Komponen ini berfungsi membatasi aliran

arus pada rangkain listrik. Pada percobaan ini anda akan mengukur tahanan

dari komponen ini. telah kita ketahui bahwa pengukuran Ohm ialah data

pengukuran multimeter. Setiap multimeter memiliki skala hanya untuk

mengukur tahanan. Hal tersebut seperti Gambar 1.2.1 catat bahwa skala

multimeter. Pembacaan sama seperti skala voltmeter. Seringkali sangat

penting untuk membaca nilai yang terletak diantara dua angka pada skala.
Percobaan ini akan memberikan latihan untuk mengerjakan hal tersebut.

Berbagai skala ditemukan pada ohmmeter. Ialah satuannya biasa disebut batas
ukur R X 1. Ketika batas ukur diletakkan pada R X 1, nilai resistansi yang
diukur dibaca langsung dari meter. Untuk membaca resistansi lebih besar dari
nilai maksimum pada skala, maka harus dipilih skala yanglain. Pada batas ukur
R X 10, nilai yangterbaca haru dilkalikan 10. Tanda k ini sama dengan yang
dilakukan pada R X 100 atau R X 1k (k = kilo atau 1000) atau batas ukur R X
10k.
Jika digunakan meter digital, saklar batas ukur menunjukkan nilai
maksimum resistor yang dapat diukur tiap batasnya. Contoh, jika batas
ukur ditempatkan pada R = 1000 Ω artinya tahanan maksimum yang dapat
diukur pada kenaikan ini ialah 1000 Ω.

Pengaturan Ohmeter
Semua meter analaog dan sejumlah meter digital memiliki pengontrol zero ohm.

Tombol ini digunakan untuk mengatur meter ke posisi nol sebelum melakukan

pemeriksaan resistor. Jika tidak maka hasil pembacaan kurang akurat. Meter

harus nol sebelum peng ukuran tiap tahanan dilakukan. Pada meter analog

proses pengnolan dilakukan melalui penyentuh kedua kabel pengukur dan

mengatur zero ohm sampai jarum terletak pada angka nol di skala. Ketika

kabel bersentuhan maka tidak terdapat perlawanan terhadap arus listrik yang

mengalir didalamnya. Sekarang setiap tahanan yang ditempatkan diantara


kabel pengukur akan diukur dengan akurat. Proses pengnolan untuk meter

digital adalah sama. Kedua kabel disentuhkan dan pengatur zero digunakan

untuk mengalirkan bahwa pembacaan telah nol. Mungkin terdapat sedikit

perbedaan satu merk dengan merk yang lain. Pada sejumlah meter digital

kontrol zero digunakan samap I di git terendah berkedip antara 0 dan 1. Pada

meter lain dilakukan hingga tanda - dan + bergantian. Yakinkan untuk

membaca buku manual pabrik dengan baik.

Sekarang mari mempelajari labih jauh mengenai hal umum pada komponen listrik.

Pertama, kita harus faham bahwa resistor nol disebut “rangkaian hubung

singkat” karena pada rangkaian hubung singkat tidak ada tahanan yang

membatasi aliran arus. Ketika hubung singkat terjadi antara dua kabel berarus

maka tidak ada yang membatasi aliran arus dan menghasilkan panas, api,

lompatan api, atau asap yang menandakan bahwa hubung singkat terjadi.

Tipe resistor dasar diperlihatkan pada Gambar 1.2-2. Tipe umum (Gambar 1.2-

2(a)) memiliki lingkar warnaa untuk menunjukkan nilai tahanan. Lingkaran wana

ini diberi kode ntuk memungkinkan pemakai melihat nilai resistor tanpa

mengukurnya. Kode atu standar yang diambil leh perusahaan yang tergabung

tahan pada asosiasi yakni Electronic Industries Association (EIA) kode ini

diberikan pada Tabel 1.2-2.

Pada Gambar 1.2-2 (a) diumpamakan warna lingkaran pertama ialah merah.

Lingkar pertama menyatakan nilai asli dari nilai resistor. Berdasarkan kode merah

artinya dua. Diumpamakan warna lingkaran kedua juga merah dan inipun

menandakan angak 2. Lingkar kedua menyatakan angka asli seperti halnya

lingkaran pertama. Lingkaran ketiga adalah hitam . Lingkaran ketiga

menunjukkan jumlah nol yang harus ditambahkan ke lingkaran satu dan dua.

Lingkaran ketiga disebut pelipat. Pada contoh ini jika lingkar ketiga ialah
hitam atau nol maka tidak ada angka nol yang ditambahkan. Nilai resistor ialah
22. Lingkar ke empat ialah emas menandakan kode warna resistor yang
memiliki toleransi 5% . melalui toleransi diketahui bahwa nilai aktual berkisar
5% diatas atau dibawah nilai terbaca. Dari contoh diatas tahanan aktual dapat
berkisar 20,9 sampai 23,1.
22  berdasarkan kode warna
X 0,05 persen toleransi
1,1  diatas atau dibawah nilai kode.

Kadang-kadang lingkar lima ditemukan pada lingakr kode resistor.

Lingkar ke lima sangat penting pad resistor dengan presisi tinggi. Dalam hal

ini terdapat tiga angka aslidan lingkar keempat ialah pengali (jumlah nol).

Lingkar ke 5 adalah toleransi. Jika digunakan standar 4 lingkaran maka

lingkar kelima dapat menunjukkan kode khusus pabrik seperti tingkat

kerusakan atau karakteristik fisik komponen.

Karena resistor membentuk kerja sebagai pembatas arus di rangkaian,


maka hasilkerjanya ini akan menghasilkan panas. Dalam hal ini kita akan kita
katakan bahwa daya akan diambil saat membentuk kerja dan daya dikeluarkan
berupa panas. Daya diukur dalam watt dan akan dipelajari. Kelak pada
percobaan selanjutnya. Tetapi saat ini yang perlu diketahui bahwa semakin
besar resistor akan semakin besar daya karena dapat mendisipasi lebbih banyak
bentuk panas ke udara. Dan biasanya disebut resistor berdaya besar. Jenis

resistor berdasarkan daya antar alin 1/8, ¼, ½, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt.

Kita akan banyak memakai 1/8, ¼, ½ w.


Gambar 1.2-3 memperlihatkan berbagai ukuran daya. Ukuran terbesar adalah 5

watt dan tidak memiliki kode warna. Nilai tahanan dan batas daya dicetak pada

[Link] penulisan nilai resistor beerapa tingkatan digunakan yakni :

K merupakan kependekan kilo artinya 1000

M kelipatan yang berupa kependekan dari Mega artinya 1000 W.


Contoh ; 33 k atau 33 kilo Ohm artinya 33000 
1,2 M atau 1,2megaOhm artinya 1.200.000.

Ringkasan

1. Resistansi adalah bentuk perlawanan terhadap arus listrik.


2. Multimeter dapat digunakan mengukur resistansi.
3. Skala ohmmeter analog biasanya diberi llabel Rx1, Rx10, dan seterusnya
yang memiliki arti bahwa pembacaan harus dikalikan 1 atau 10 untuk
menemukan niai asli.

4. Pada meter digital, saklar batas ukur menunjukan nilai maksimal resistor yang
dapat diukur dalam batas tersebut.

5. Ohmmeter harus dinolkan sebelum dilakukan pengukuran. Proses menolkan


zero ohm untuk mendapatkan angka nol pada skala.
6. Nilai resistor diberikan oleh transistor melalui pengertian kode warna.
7. Kebanyakan resistor memiliki kode 4 lingkar dngan lingkaran ke 4

memberikan nilai toleransi. Resistor memiliki 5 kode warna dengan lingkarn

ke 5 sebagai toleransi.

8. Resistansi dijual melalui nilai resistansi dan kemampuan dayanya.

9. Resistor berdaya besar memiliki nilai yangdicetak langsung pada badannya.

Tes Mandiri
Periksa pemahaman anda terhadap informasi diatas dengan menjawab

pertanyaan sebagai berikut :


1. Pengukuran resistansi salah satu fungsi dari sebuah .
2. Apa itu resiststor?
3. Apa yang hrus dilakukan pad meter rsebelum pengukuran resistor dilakukan?
4. Sebuah digunakan untuk mengukur resistansi.
5. Ketika membaca resistansi bernilai lebih besar dari nilai maksium pada skala
maka ukur harus dipilih lagi.
6. Berapa nilai resistor yang memiliki kode sebagai berikut :
a) Merah, violet, perak ? 
b) Merah, merah, emas ? 
c) Hijau , biru, coklat ? 
d)Kuning, violet, kuning ? 
7. Apa kode warna untuk nilai tahanan:
a) 39  , ,
b) 68 k , ,
8. Lingkaran keempat dai resistor ialah perak, toleransi dari resistor ini ialah %
9. Jika reistor hanya memiliki kode warna maka besar toleransinya ialah %
10. Kode warna resistor ialah merah, merah, merah, perak dan merah, berpa nilai
tepatnya? Berapa nilai maksimum dan minimum yang dapat terjadi ?
11. Kondisi “short” resistor memiliki nilai 

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan


 DMM dan VTVM (atau meter analog lainnya)
 Resistor : 5 buah dengan nilai yang berbeda
 Tambahan : sepotong kawat dan alat tangan
Langkah Kerja
1. Menggunakan kode warna dan digital multimeter tentukan resistansi tiap

resistor dan lengkapi Tabel 1.2-1.

2. Nolkan ohmmeter ukur resistansi dan pembacaan kode warna harus masuk ke
batas toleransi yang dihasilkan oleh resistor.
Catatan : jangan menyentuh kedua kaki resistor atau kedua logam pengukur
saat melakukan pengukuran. Jika dilakukan, kesalahan pengukuran dan
terjadi karena akan mengukur tahanan lawan disamping resistor
3. Ukur dan catat resistansi kawat Ω
4. Pegang ujung meter / logam dan ukur tahanan dari badan anda. Catat
bahwa semakin keras dipegang semakin kecil nilai yang diperoleh. Catat
juga jika tangan basah, tombol atau kontak yang baik akan menghasilkan
pengukuran yang kecil. Berapa nilai termasuk dari tahanan badan anda? Ω
5. a. Ukur dan catat nilai sebuah resistor Ω
b. Hubungkan kawat penghubung singkat ke resistor diatas. Gambar 1.2-4.

Yakinkan pada kawat tidak terdapat isolasi, asejumlah isolasi biasana

berwarna bening. Jadi perhatikan dengan teliti. Jika terdapat isolasi pada

kawat, secara hati-hati sehingga kawat dengan penghubung diangkat aakan

terhubung dengan baik.


c. Ukur dan catat tahanan dari kombinasi Ω
6. Ulangi langkah 1 sampai 5 memakai meter analog Bandingkan hasil pengukuran
dengan yang telah dilakukan, catat pada Tabel 1.2-1

Pertanyaan
1. Nilai tahanan berapa yang ada ditengah skala ohm meter analog dari meter anda ?
2. Pada ujung man dari skala analog akan batas ukur yang memberikan

pembacaan yang lebih akurat ? Kenapa ?

3. Dari ikerh 4, apa pendapat anda yang menyebabkan orang lebih kaget jika

berarti diatas air ?

4. Apakah anda iker pembacaan yang akurat dapat dilakukan jika anda

menyentuh ujung alat pengukur saat mengukur dan memakai sarung tangan

karet? Kenapa dan kenapa tidak ?


5. Bagaimana perbandingan pembacaan DMM dan meter analog ?
6. Meter mana yang memberikan pembacaan resistor yang lebih akurat ? jelaskan !
7. Bagaimana perbandingan hasil pengukuran pada Tabel 1.2-1 dengan
pembacaan kode warna ?
Rangkaian Resistor Seri dan Pararel
Resistor Dihubungkan Seri
Tujuan :
1. Untuk menunjukan bahwa rangkaian seri hanya memiliki satu jalur untuk arus mengalir.
2. Untuk menunjukkan bahwa tahanan total resistor yang terhubung seri adalah jumlah dari masing-

masing resistor.

3. Untuk mempelajari bagaimana menentukan tahanan total resistor yang terhubung seri melalui

perhitungan dan percobaan.

Hubungan Rangkaian Seri


Rangkain elektronik adalah jalur lengkap untuk arus mengalir. Gambar 2.1-1 menunjukan jalur lengkap.
Gambar 2.1-2 menunjukan yang tidak lengkap atau terbuka, arus dalam rangkaian ini tidak dapat mengalir.

Anda mungkin juga menyukai