0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan19 halaman

Resilience Arsitektur di ARCHIRAY IX

Archira IX akan mengangkat tema 'Resilience' yang berarti kemampuan untuk bertahan, bangkit, dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Kegiatannya meliputi sayembara arsitektur, fotografi, pembukaan, pengabdian masyarakat, dan pameran yang diselenggarakan di Makassar dan Gowa selama Maret hingga Mei 2023."

Diunggah oleh

Difat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan19 halaman

Resilience Arsitektur di ARCHIRAY IX

Archira IX akan mengangkat tema 'Resilience' yang berarti kemampuan untuk bertahan, bangkit, dan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Kegiatannya meliputi sayembara arsitektur, fotografi, pembukaan, pengabdian masyarakat, dan pameran yang diselenggarakan di Makassar dan Gowa selama Maret hingga Mei 2023."

Diunggah oleh

Difat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSEP ARCHIRAY IX

”RESILIENCE”

BADAN EKSEKUTIF
HIMPUNAN MAHASISWA ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
PERIODE 2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah bencana
hidrometeorologi terbesar ketiga di dunia. Bencana
hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung,
dan kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan. Bencana banjir
di sejumlah wilayah dan negara merupakan masalah yang menjadi
perhatian utama.
Perubahan iklim disebabkan oleh adanya pemanasan global
berupa kenaikan rata-rata temperatur bumi. Kenaikan temperatur
ini menyebabkan bumi menjadi lebih hangat yang berdampak
terhadap terjadinya perubahan siklus hujan, kenaikan permukaan
air laut, dan beragam dampak pada tanaman, lingkungan, dan
manusia. Melihat dampak yang begitu besar yang dihasilkan oleh
adanya perubahan iklim, maka analisis perubahan iklim perlu
dilakukan terutama terhadap ketersediaan sumber daya alam.
World Widelife Fund (2012) menyatakan bahwa kenaikan suhu rata-
rata bumi tahunan juga terjadi di wilayah Indonesia. Hal ini
ditunjukkan dalam periode 100 tahun terakhir terjadi kenaikan
hingga 0,72 – 3,92°C.
Dampak dari perubahan iklim yang paling dirasakan di
Indonesia adalah anomali iklim. Fenomena ini menyebabkan
intensitas curah hujan meningkat bersamaan dengan musim hujan
yang berlangsung lebih lama dari yang seharusnya. Pada saat
badan air tidak mampu menampung intensitas curah hujan tinggi
maka air hujan menjadi limpasan yang tergenang atau banjir.
Namun, konsekuensi dari pertumbuhan penduduk ialah terjadinya
alih fungsi lahan yang menyebabkan kemampuan alam berkurang
dalam menampung air hujan dalam waktu lama sebagai cadangan
air. Perubahan tutupan lahan dari alami menjadi beton dan aspal
menghalangi jumlah air yang harusnya masuk menyerap kedalam
tanah menjadi terhalang. Demikian juga halnya terhadap tanah
yang semakin dangkal dan waduk serta sungai yang menyebabkan
kapasitas tampungan air menurun. Dengan demikian, air limpasan
(run off) yang mestinya hanya melintasi pola aliran alaminya
tetapi juga mengalir ke luar badan air dan menyebabkan genangan
atau banjir.
Dalam dunia arsitektur, dampak dari genangan banjir
terhadap bangunan bukan hanya merusak cat rumah, tetapi juga
struktur bangunan. Air yang berarus juga dapat menggeser posisi
bangunan sebab arus air mengandung muatan hidrodinamik yang
jika terus menerus mendorong bangunan maka akan melemahkan
strukturnya. Arus air juga bisa mengendapkan tanah atau benda
lainnya ke rumah. Pengendapan tersebut memberikan tekanan lebih
lanjut pada rumah.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11 Tahun 2012,
menjelaskan adaptasi perubahan iklim merupakan usaha yang
dilakukan untuk memperkecil potensi kerusakan dan memperbesar
peluang manfaat serta konsekuensi yang ditimbulkan dapat
diatasi dengan cara meningkatkan kemampuan penyesuaian diri
terhadap perubahan iklim. Strategi adaptasi merupakan rencana
tindakan yang dilakukan oleh suatu kelompok atau keseluruhan
manusia dalam kurun waktu tertentu sebagai upaya atau langkah-
langkah dengan kemampuan yang ada didalam dan di luar mereka
(Smith, 1986).
Berdasarkan masalah yang telah dipaparkan, dampak dari
pemanasan global sangat berpengaruh terhadap lingkungan. Maka
dari itu, ARCHIRAY IX mengangkat tema “Resilience” yang berarti
kemampuan manusia maupun bidang arsitektur untuk bertahan,
bangkit, serta adaptif terhadap dampak dari krisis iklim yang
tidak dapat dihindari.

B. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari diadakannya kegiatan ini ialah:
1. Menciptakan sebuah karya arsitektur yang dapat
dijadikan acuan dalam menciptakan ruang huni yang
mampu bertahan dan adaptif terhadap dampak dari krisis
iklim.
2. Sebagai salah satu bentuk pengabdian Mahasiswa
Arsitektur FT-UH kepada masyarakat.
3. Sebagai wadah penyaluran ide-ide Mahasiswa Arsitektur
FT-UH untuk instansi pemerintah maupun masyarakat.
4. Sebagai bentuk implementasi tri dharma perguruan
tinggi serta peran mahasiswa arsitektur yang terdapat
di PDOHMA FT-UH 2002.

C. Sasaran Kegiatan
Sasaran dari kegiatan ARCHIRAY IX ini adalah sebagai
berikut:
1. Mahasiswa Arsitektur se-Indonesia
2. Masyarakat
3. Praktisi
4. Akademisi
5. Instansi Pemerintah
6. Biro Arsitektur

D. Landasan Kegiatan
Adapun landasan yang menjadi acuan dalam kegiatan ini
adalah sebagai berikut:
1. Tri Dharma Perguruan Tinggi
2. PDOHMA FT-UH 2002 dan GBHOHMA FT-UH
3. SK Kepanitiaan BE-HMA FT-UH Periode 2022/2023 No.
009/SK/WKI/BE-HMA FT-UH/II/2023.

E. Nama Kegiatan
Nama dari kegiatan ini adalah “ARCHIRAY IX”.

F. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan ARCHIRAY IX ini akan dilaksanakan selama 2 bulan


9 hari mulai dari tanggal 12 Maret 2023 sampai dengan tanggal
21 Mei 2023 di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
G. Logo Kegiatan

1. Bentuk Dasar Kurva


Logo ARCHIRAY IX memiliki bentuk menyerupai
burung. Burung dapat diasosiasikan dengan kelebihan-
kelebihan seperti kelincahan, ketangkasan, kecepatan,
dan kekuatan yang dapat menjadi atribut yang diinginkan
pada bangunan yang dirancang untuk bertahan terhadap
bencana.
Selain itu, bentuk burung yang ramping dan
aerodinamis juga dapat mencerminkan karakteristik
bangunan yang kokoh dan tahan bencana. Desain bangunan
yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor-faktor
seperti kekuatan, stabilitas, dan kemampuan meredam
getaran dapat menjadi faktor yang menentukan dalam
ketangguhan atau ketahanan bangunan terhadap bencana.
Hal ini sejalan dengan konsep “Resilience” kegiatan
ARCHIRAY IX tentang bangunan tanggap bencana.
Dalam berbagai budaya dan
kepercayaan, bentuk burung
melambangkan kebangkitan
kembali dan awal yang
baru. Hal ini berkaitan
dengan tema yang diangkat
yaitu “Resilience” yang
berarti ketangguhan untuk
bangkit dari segala hal
yang membuat kita jatuh.

Angka 21 melambangkan
Angkatan 2021 sebagai
pelaksana kegiatan
Archiray periode ini.

Huruf A dan R sebagai


inisial dari kata Archiray
Archi berarti Dalam Bahasa Inggris,
Dilaksanakan
bidang keilmuan Ray berarti cahaya,
ke Sembilan
Arsitektur sedangkan dalam ilmu
matematika bermakna kalinya
bagian dari garis yang
dimulai pada suatu titik
kemudian ditarik ke arah
tertentu dengan jarak
terbatas.

2. Filosofi Warna

Warna Teal merupakan warna perpaduan antara


warna biru dan hijau tua. Warna biru mampu
memberikan nuansa kepercayaan, dan simbol
kekuatan, dimana tema “Resilience” yang
berarti ketangguhan untuk bangkit yang
#02A79A memerlukan kepercayaan dan kekuatan. Warna
#142147 hijau sebagai warna alam yang menyimbolkan
pembaharuan dan kesuburan yang merupakan
tujuan dari tema ARCHIRAY IX yang di usung
yaitu “Resilience”.
BAB II
SISTEMATIKA PELAKSANAAN
A. Item Kegiatan

No. Nama Kegiatan Waktu Tempat


Sayembara 12 Maret – 21
1. Hybrid
Arsitektur Mei 2023
15 Maret – 21
2. Fotografi Online
Mei 2023
Gedung Lecture
3. Pembukaan 6 Mei 2023
Theater FT-UH
Pengabdian kepada 11 - 14 Mei Pondok Pesantren
4.
Masyarakat 2023 Al-Ihsan
16 – 17 Mei
5. Pameran Kota Makassar
2023
Gedung Lecture
6. Seminar 20 Mei 2023
Theater FT-UH
7. Penutupan 21 Mei 2023 Kota Makassar

B. Penjelasan Kegiatan
1. Pembukaan
a. Maksud
Pembukaan merupakan proses awal yang menandakan
dimulainya kegiatan ARCHIRAY IX.

b. Tujuan
Untuk membuka rangkaian acara ARCHIRAY IX secara
resmi.

c. Sasaran
Dosen, peserta, dan Mahasiswa Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin.

d. Metode Pelaksanaan :
1) Pembukaan oleh Master of Ceremony
2) Menyanyikan lagu-lagu
3) Laporan ketua panitia
4) Sambutan
5) Doa
6) Penutup
e. Waktu dan Tempat
Tanggal : Sabtu, 6 Mei 2023
Waktu : 09.00 – 10.15 WITA
Tempat : Gedung Lecture Theater FT-UH (Hybrid)

f. Rundown Acara

Waktu Kegiatan

09:00 – 09:10 Pembukaan oleh Master of Ceremony

Menyanyikan lagu-lagu
- Indonesia Raya
09:10 – 09:25 - Mars UNHAS
- Mars Teknik UNHAS
- Mars Arsitektur FT-UH

09:25 – 09:30 Laporan ketua panitia

Sambutan-sambutan sekaligus membuka


09:30 – 10:00 acara

10:00 – 10:05 Pembacaan Doa

10:05 – 10:15 Penutup

2. Sayembara “Adaptive in Adversity”


a. Maksud
Kegiatan ini merupakan sebuah kompetisi atau lomba
yang diadakan dengan tujuan untuk mencari ide dan solusi
terbaik dalam membangun rumah yang mampu menanggapi bencana
dengan cepat dan efektif. Rumah tanggap bencana adalah jenis
rumah yang didesain khusus untuk bertahan dan melindungi
penghuninya dari bencana khususnya banjir.

b. Tujuan
Sayembara “Adaptive in Adversity” mengajak peserta
sayembara untuk membuat ruang yang mampu memenuhi aspek
kenyamanan termal, visual, dan audial manusia dalam kondisi
pra, sedang, maupun pasca bencana banjir agar ruang tersebut
dapat digunakan manusia untuk mampu tangguh dan adaptif
terhadap bencana dengan penciptaan ruang yang aman dan
nyaman, dan kehadirannya dapat menjadi solusi ditengah
masyarakat yang terdampak.

c. Sasaran
Seluruh mahasiswa se-Indonesia.

d. Metode Pelaksanaan
1) Pendaftaran sayembara
2) Pengumpulan karya
3) Penjurian tahap I (Seleksi karya 5 besar)
4) Penjurian tahap II (Presentasi karya 5 besar)
5) Pengumuman Pemenang

e. Juri Sayembara
1) Ir. Achmad Deni Tardiyana. [Link] (Direktur PT Urbane
Indonesia)
2) Dr. Rahmi Amin Ishak, ST., MT. (Dosen Arsitektur
Universitas Hasanuddin)
3) Ar. Yudha Ermawan. IAI (IAI Sulawesi Selatan)

f. Waktu dan Tempat


Tanggal : Minggu, 12 Maret 2023 – Minggu, 21 Mei 2023
Waktu : 09.00 WITA – Selesai
Tempat : Gedung Arsitektur FT-UH (Hybrid)

g. Rundown Acara

Waktu Kegiatan
Pendaftaran Periode Early
12 – 31 Maret 2023 Bird

Pendaftaran Periode Reguler


01 April – 7 Mei 2023

Batas Pengumpulan Karya


7 Mei 2023 (12.00 PM)
Penjurian Tahap I (Seleksi
8 – 10 Mei 2023 Karya 5 Besar)
Pengumuman Hasil Penjurian
12 Mei 2023 Tahap I
Penjurian Tahap II
20 Mei 2023 (Presentasi Karya 5 Besar)
Pengumuman Juara
1,2,3,Harapan 1, dan Harapan
21 Mei 2023
2

3. Fotografi “Human Interest”


a. Maksud
Kegiatan ini merupakan suatu ajang kompetisi foto
bergengsi bagi semua kalangan masyarakat yang diadakan
untuk mencari dan mengapresiasi foto-foto yang
menggambarkan kisah atau cerita manusia yang dapat
menginspirasi dan mempengaruhi orang lain. Human interest
sendiri berarti fokus pada kehidupan manusia yang dapat
menarik perhatian, menginspirasi, dan memiliki nilai-nilai
positif bagi masyarakat.

b. Tujuan
Tujuan dari lomba fotografi ini adalah sebagai media
kreasi bagi masyarakat agar mengetahui secara peka suasana,
potret, dan segala kehidupan yang terdapat pada masyarakat,
khususnya interaksi serta keterlibatan secara emosional.
Meningkatkan kepercayaan diri serta kreativitas dalam
mengambil potret, serta memberi wadah sebagai ajang
persatuan dalam menampilkan kreativitas.

c. Sasaran
Masyarakat umum.

d. Metode Pelaksanaan
1) Pendaftaran lomba fotografi
2) Pemasukan karya
3) Penjurian
4) Pengumuman pemenang
e. Juri fotografi
1) Dr. Ir. Mohammad Mochsen Sir, ST., MT. (Dosen Arsitektur
Universitas Hasanuddin)
2) Muhammad Alif Alim Arifki, ST. (Fotografer)

f. Waktu dan Tempat


Tanggal : Rabu, 15 Maret 2023 – Minggu, 21 Mei 2023
Waktu : 09.00 WITA – selesai
Tempat : Gedung Arsitektur FT-UH (Via Online)

g. Rundown Acara

Waktu Kegiatan

15 Maret – 7 Mei 2023 Pendaftaran Fotografi

7 Mei 2023 Batas Pengumpulan Karya

8 – 10 Mei 2023 Penjurian

21 Mei 2023 Pengumuman Juara

4. Pengabdian kepada Masyarakat “Community Care”


a. Maksud
Kegiatan ini merupakan suatu rangkaian pengabdian
kepada masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa Arsitektur
Universitas Hasanuddin sebagai bentuk pengimplementasian
tri dharma perguruan tinggi.

b. Tujuan
Merealisasikan ilmu arsitektur ke dalam suatu objek
nyata berupa restorasi gazebo dan lapangan serta pembuatan
furniture dudukan Al-Qur’an yang diharapkan dapat
bermanfaat bagi warga setempat.

c. Sasaran
Warga Pondok Pesantren Al-Ihsan.
d. Metode Pelaksanaan
1) Pembukaan
2) Sosialisasi
3) Restorasi gazebo dan lapangan
4) Membuat furnitur dudukan Al-Qur’an
5) Penutup

e. Waktu dan tempat


Tanggal : Kamis, 11 Mei 2023– Minggu, 14 Mei 2023
Waktu : 16.00 WITA – selesai
Tempat : Pondok Pesantren Al-Ihsan

f. Rundown Acara

waktu kegiatan
11 Mei 2023
16:00 - 16:15 Pembukaan
16:15 - 16.20 Pembacaan doa
16:20 - 18:00 Sosialisasi
18:00 - 18:10 Penyerahan izin kerja secara simbolis
12 Mei 2023
Restorasi gazebo
16:00 - 18:00
Restorasi lapangan
18:00 - 19:00 ISHOMA
Restorasi gazebo
19:00 - 20:00
Restorasi lapangan
13 Mei 2023
Restorasi gazebo
10:00 - 12:00
Restorasi lapangan
12:00 - 13:00 ISHOMA
Restorasi gazebo
13:00 - 15:00
Restorasi lapangan
15:00 – 16.00 ISHOMA
Restorasi gazebo
16:00 – 18:00
Membuat furnitur dudukan Al-Qur’an
14 Mei 2023
Restorasi gazebo
10:00 - 12:00
Membuat furnitur dudukan Al-Qur’an
12:00 - 13:00 ISHOMA
13:00 - 15:00 Kerja bakti
15:00 – 16:00 ISHOMA
Penutupan sekaligus penyerahan hasil
16:00 - 16:30
pekerjaan secara simbolis

5. Pameran “Shade Assistive Exhibition”


a. Maksud
Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa arsitektur
dan biro arsitektur yang ada di Makassar untuk memamerkan
hasil karya arsitektur mereka kepada masyarakat luas.

b. Tujuan
Untuk membuat ruang kepada mahasiswa arsitektur dan
biro arsitektur agar karya mereka mendapatkan perhatian
serta apresiasi dari masyarakat.

c. Sasaran
Mahasiswa arsitektur se-Kota Makassar, biro
arsitektur se-Sulawesi Selatan, dan masyarakat.

d. Metode pelaksanaan
Pameran terbuka.

e. Waktu dan tempat


Tanggal : Selasa, 16 Mei 2023 – Rabu, 17 Mei 2023
Waktu : 17.00 – 21.30 WITA
Tempat : Kota Makassar

6. Seminar “Disaster Response Architecture”


a. Maksud
Kegiatan ini merupakan wadah bertukar pikiran bagi
mahasiswa, praktisi, dan akademisi tentang pencegahan
bencana khususnya banjir yang disebabkan oleh krisis iklim
dari perspektif bidang arsitektur.

b. Tujuan

Memberikan pemahaman mengenai kemampuan untuk bangkit dan


pulih ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan
dalam bidang kearsitekturan, menghadapi situasi sulit, dan
bertumbuh dari pengalaman yang kurang positif yang dapat
membuat kita mencapai tujuan. Apakah ketidakberhasilan
tersebut dihasilkan dari perencanaan yang tidak efisien atau
situasi di luar kendali kita.

c. Sasaran
Mahasiswa arsitektur se-Indonesia, praktisi, dan akademisi.

d. Metode Pelaksanaan
1) Pembukaan Oleh Master of Ceremony
2) Perkenalan Moderator
3) Presentasi Materi
4) Sesi Tanya Jawab
5) Penutup

e. Pemateri Seminar
1) Ir. Achmad Deni Tardiyana. [Link] (Direktur PT Urbane
Indonesia)
2) Dr. Rahmi Amin Ishak, ST., MT (Dosen Arsitektur FT-UH)

f. Waktu dan Tempat


Tanggal : Sabtu, 20 Mei 2023
Waktu : 09.00 – 12.00 WITA
Tempat : Gedung Lecture Theater FT-UH

g. Rundown Acara

Waktu Kegiatan

Registrasi
09.00 – 09.30

09:30 – 09:45 Pembukaan Oleh Master of Ceremony


09:45 – 10:00 Pembukaan Oleh Moderator

10:00 – 10:40 Presentasi Pemateri I

10:40 – 11:20 Presentasi Pemateri II

11:20 – 11:50 Sesi Tanya Jawab

11:50 – 12:00 Penutup

7. Malam Penutupan
a. Maksud
Sebagai proses akhir dari keseluruhan rangkaian
kegiatan ARCHIRAY IX.

b. Tujuan
Menutup acara secara resmi sekaligus mengumumkan
pemenang lomba sayembara dan fotografi.

c. Sasaran
Peserta lomba, dosen, mahasiswa, dan alumni Universitas
Hasanuddin.

d. Metode pelaksanaan
1) Pembukaan oleh Master of Ceremony
2) Laporan ketua panitia
3) Sambutan
4) Pengumuman hasil sayembara dan fotografi
5) Doa
6) Penutup
7) Hiburan

e. Waktu dan Tempat


Tanggal : Minggu, 21 Mei 2023
Waktu : 16.00 – 20.00 WITA
Tempat : Kota Makassar
f. Rundown Acara

waktu Kegiatan

16:00 – 16:10 Pembukaan oleh Master of Ceremony

Menyanyikan Lagu-Lagu
- Indonesia Raya
16:10 – 16:30 - Mars Universitas Hasanuddin
- Mars Teknik UNHAS
- Mars Arsitektur UNHAS

16.30 – 16.40 Laporan ketua panitia

Sambutan-sambutan sekaligus
16:40 – 17:00 menutup acara secara resmi
Pengumuman juara lomba
17:00 – 17:30 sayembara

17:30 – 17:40 Doa

17:40 – 18:00 Penutup

19:00 – 20:00 Hiburan

8. Jadwal Acara

MARET 2023
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4

5 6 7 8 9 10 11

12 13 14 15 16 17 18

19 20 21 22 23 24 25

26 27 28 29 30 31
APRIL 2023

MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU


1

2 3 4 5 6 7 8

9 10 11 12 13 14 15

16 17 18 19 20 21 22

23 24 25 26 27 28 29

30

MEI 2023
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5 6

7 8 9 10 11 12 13

14 15 16 17 18 19 20

21 22 23 24 25 26 27

28 29 30 31

Keterangan :
Pembukaan
Sayembara Desain & Fotografi
Seminar
Batas Pendaftaran & Pengumpulan Karya
sayembara & fotografi
Pengabdian kepada Masyarakat
Penjurian Tahap 1 Sayembara & Fotografi
Pengumuman Hasil Tahap 1 Sayembara
Penjurian Tahap 2 Sayembara
Pameran
Penutupan & Pengumuman Pemenang
BAB III
PENUTUP

Demikian konsep ini kami susun sebagai kerangka umum dan


gambaran singkat pelaksanaan kegiatan diatas. Harapan kami konsep
ini akan dapat berjalan sesuai dengan yang telah disusun. Semoga
segala usaha yang akan dilaksanakan bernilai ibadah di sisi-Nya.
Aamiin.
Hidup Teknik
Hidup Teknik
Hidup Teknik
Bravo Arsitektur!!!

Anda mungkin juga menyukai