0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan4 halaman

Imunisasi PCV dan Rotavirus di Puskesmas

Dokumen ini membahas kerangka acuan untuk peningkatan kapasitas koordinator imunisasi dan monitoring pelaksanaan introduksi imunisasi rotavirus dan PCV di puskesmas. Kegiatannya mencakup pemberian pemahaman teknis tentang imunisasi rotavirus dan PCV, serta bimbingan lapangan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di beberapa provinsi.

Diunggah oleh

alvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan4 halaman

Imunisasi PCV dan Rotavirus di Puskesmas

Dokumen ini membahas kerangka acuan untuk peningkatan kapasitas koordinator imunisasi dan monitoring pelaksanaan introduksi imunisasi rotavirus dan PCV di puskesmas. Kegiatannya mencakup pemberian pemahaman teknis tentang imunisasi rotavirus dan PCV, serta bimbingan lapangan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di beberapa provinsi.

Diunggah oleh

alvi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERANGKA ACUAN

Peningkatan Kapasitas Introduksi Imunisasi Rotavirus (RV) bagi Koordinator


Imunisasi dan Monitoring Pelaksanaan Introduksi Imunisasi PCV di Puskesmas

A. Latar Belakang
Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia sampai saat ini. Secara global,
UNICEF dan WHO memperkirakan ada sekitar 1,7 milyar kasus diare dan 500,000 kematian akibat diare
yang terjadi setiap tahun. Di Indonesia, prevalensi diare tercatat sebesar 9,8% (Survei Status Gizi
Indonesia, 2021) dan merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada bayi post-neonatal dan balita,
setelah pneumonia.
Kejadian diare sedang sampai berat di negara-negara berkembang terutama disebabkan oleh bakteri
[Link] dan Rotavirus. Karena itu, sebagai upaya untuk menurunkan beban penyakit dan angka kematian
balita akibat diare di Indonesia, Kementerian Kesehatan akan melakukan introduksi imunisasi Rotavirus
secara bertahap. Pada tahun 2022, introduksi akan difokuskan di 21 kabupaten/kota di 18 provinsi dan
akan dimulai pemberiannya segera pada Desember 2022. Perluasan secara nasional akan dilakukan
pada tahun 2023. Dari 21 kabupaten/kota tersebut, 8 kabupaten/kota merupakan wilayah dampingan
CHAI.
Kabupaten/kota yang melakukan introduksi imunisasi Rotavirus tahun 2022
(kabupaten/kota dampingan CHAI berwarna biru)

Provinsi Kabupaten/Kota
Sumatera Utara Kota Medan
Sumatera Selatan Kota Palembang
Bangka Belitung Belitung
Jawa Barat Kota Bandung
Jawa Tengah Banyumas
Jawa Timur Sidoarjo
Bali Kota Denpasar
Nusa Tenggara Barat Kota Mataram
Nusa Tenggara Timur Kota Kupang
Kota Samarinda
Kalimantan Timur
Kutai Kartanegara
Kalimantan Selatan Tapin
Kota Manado
Sulawesi Utara
Minahasa Utara
Sulawesi Selatan Kota Makassar
Gorontalo Kabupaten Gorontalo
Maluku Kota Ambon
Maluku Utara Halmahera Selatan
Papua Barat Manokwari
Kota Jayapura
Papua
Merauke
Imunisasi Rotavirus diberikan sebanyak 3 dosis bagi bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan sasaran
imunisasi bayi kelahiran mulai 2 Agustus 2022. Kementerian Kesehatan telah menyelenggarakan
peningkatan kapasitas (PK) bagi pengelola program imunisasi di Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, CHAI berkoordinasi dengan Dinas
Kesehatan di 8 kabupaten/kota dampingan untuk mempersiapkan PK introduksi imunisasi RV bagi
puskesmas.
Hasil Readiness Assessment (RA) menunjukkan ketidaksiapan daerah dalam melakukan introduksi
imunisasi RV dari aspek anggaran, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun puskesmas. Karena
itu, melalui momentum peningkatan kapasitas ini, CHAI akan memperkenalkan instrumen perencanaan
dan penganggaran program imunisasi bagi kabupaten/kota dan puskesmas di Kota Palembang dan Kota
Samarinda (TOR terpisah). Untuk kabupaten/kota yang lain, kegiatan serupa akan dilakukan setelah PK.
Sementara itu, introduksi imunisasi PCV secara nasional telah berjalan selama 2,5 bulan sejak pertama
kali dicanangkan pada tanggal 12 September 2022. Untuk daerah yang telah memulai introduksi pada
tahun-tahun sebelumnya yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, dan sebagian
kabupaten/kota di Jawa Timur dan Jawa Barat, di beberapa kabupaten/kota cakupan masih belum
mencapai target yang diharapkan, terutama cakupan dosis ketiga.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, CHAI bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan
Provinsi akan melakukan kunjungan lapangan ke Puskesmas dan posyandu di beberapa kabupaten
untuk melihat langsung situasi pelayanan imunisasi PCV dan memberikan bimbingan teknis bagi petugas
di lapangan.

B. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah:

1. Memberikan pemahaman teknis kepada koordinator imunisasi mengenai introduksi imunisasi RV


2. Memberikan bimbingan teknis yang diperlukan bagi tenaga kesehatan di puskesmas dan Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, terutama terkait imunisasi PCV dan RV
3. Mendapatkan pembelajaran dari pelaksanaan imunisasi PCV

C. Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut:

Kabupaten/Kota Hari/Tanggal Tempat Peserta

Kota Palembang PK Rota Santika Radial Peserta PK Rota


(Andi, Lili, Niken) 13-14 Desember 2022  Kemenkes (1)
 Dinkes Provinsi (8)
- Narasumber
- Kabid P2P
- Kasie Survim
- PP Imunisasi
- Kesga/KIA
- Promkes
- PISP
- IFK
 Komda/Pokja PP KIPI (1)
 Dinkes Kabupaten/Kota (11)
- Kepala Dinas
- Kabid P2P
- Kasie Survim
- PP Imunisasi
- Kesga/KIA
- Promkes
- PISP
- IFK
- MC
- Admin (2)
 Puskesmas (sesuai jumlah di
setiap kako)
 CHAI (3)

Peserta Monitoring PCV


TBD  Dinkes Provinsi (1)
Monitoring PCV  Dinkes Kako (2)
16 Desember 2022  CHAI (3)
 Puskesmas

Agenda (tentatif) Peningkatan Kapasitas Introduksi Imunisasi Rotavirus:

Waktu Materi Narasumber/Fasilitator


Hari 1
08.30 – 09.00 Pembukaan Kepala Dinas Kesehatan
09.00 – 09.10 Pre-test CHAI
09.10 – 10.00 Kebijakan Imunisasi Rotavirus Kemenkes
10.00 – 10.15 Coffee break
10.15 – 11.15 Keamanan Vaksin Rotavirus dan Pemberian
Komda/Pokja PP KIPI
Imunisasi Ganda
11.15 – 12.00 Persiapan dan Penyusunan Mikroplaning Dinkes Provinsi/Kako
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 14.00 Teknis Pelaksanaan Imunisasi Rotavirus Dinkes Provinsi/Kako
14.00 – 14.15 Peregangan
14.15 – 15.15 Pencatatan dan Pelaporan Dinkes Provinsi/Kako
15.15 – 16.00 Monitoring Evaluasi Dinkes Provinsi/Kako
Hari 2
08.30 – 09.00 Penjelasan Teknis Pengisian Mikroplaning Dinkes Kako
09.00 – 09.10 Post-test CHAI
09.10 – 10.00 Pengisian Mikroplaning
10.00 – 11.00 Presentasi Mikroplaning Perwakilan Puskesmas
11.00 – 11.30 RTL dan Penutup Dinkes Kako

Agenda (tentatif) Monitoring Pelaksanaan PCV di puskesmas:

Waktu Materi Narasumber/Fasilitator


Dinkes Kako/Kepala
08.00 - 08.30 Sambutan Kepala Puskesmas dan Dinkes
Puskesmas
08.30 - 10.30 Observasi pelayanan imunisasi PCV dan RV di Korim
puskesmas/posyandu:
- Pencatatan pelaporan dan cakupan PCV-
Penta (buku kohort, PWS)
- Observasi rantai dingin (kondisi refrigerator,
alat pemantau suhu, grafik suhu, manajemen
pemeliharaan)
- Pelayanan imunisasi (komunikasi dengan
orang tua/pengasuh mengenai imunisasi
ganda, safe injection, peran kader)
- Kader (mekanisme pendataan dan mobilisasi
sasaran, pendanaan, kordinasi linsek)

Diskusi
- Tantangan dalam pendataan dan mobilisasi
sasaran
- Insentif untuk kader
- Koordinasi lintas sektor
10.30 - 11.30 - Koordinasi dengan fasyankes swasta dan Dinkes Kako
aspek legal kerja sama
- Logistik
- Pencatatan pelaporan dan cakupan
- Perkiraan beban kerja petugas imunisasi
(jumlah petugas, jumlah posyandu/sasaran)
Dinkes Kako/Kepala
11.30 - 12.00 Kesimpulan dan Penutup
Puskesmas

D. Pembiayaan
Seluruh pembiayaan untuk kegiatan ini dibebankan kepada CHAI.

Anda mungkin juga menyukai