BAB II
KAJIAN TEORITIS
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan
pemasaran. Pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan
pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan,
membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli
sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),penggerakan (actuating),
pengarahan (directing), dan pengawasan (controlling). Berikut adalah pengertian-
pengetian Manajemen Pemasaran menurut para ahli yaitu :
Menurut Kotler, Philip&keller, kevin lane (2016:81) menyatakan bahwa
Manajemen Pemasaran adalah seni dan ilmu memilih pasar sasaran dan
mendapatkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan melalui
menciptakan, menyampaikan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang
unggul.
Sedangkan menurut Kotler, philip (2002 : 21) Mengungkapkan bahwa
Manajemen Pemasaran (marketing management) adalah analisis perencanaan
,pengimplementasian, dan pengendalian program yang dirancang untuk
diciptakan,membangun,dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan
dengan pembeli sasaran demi mencapai tujuan [Link] pemasaran
adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplementasikan (yang terdiri dari
kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan, mengkoordinir) serta mengawasi atau
mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan
organisasi secara efesien dan efektif. Putri, Budi Rahayu Tanama (2017 : 11 -12).
Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa Manajemen Pemasaran adalah
Dalam konteks kehidupan saat ini, salah satu kegiatan yang harus dilakukan yaitu
pemasaran. Dan dalam melakukan pemasaran pasti membutuhkan manajemen,
Maka dari itu Manajemen Pemasaran merupakan Suatu usaha untuk
merencanakan, mengimplementasikan dan mengendalikan kegiatan pemasaran
dalam suatu organisasiagar kegiatan pemasaran bisa berjalan dengan lancar dan
tepat sasaran.
[Link] Tujuan Manajemen Pemasaran
Tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian
rupa agar produk yang dijual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,
akibatnya produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Beberapa tujuan utama
dari manajemen pemasaran, Menurut Zainurossalamia Saida ( 2020 : 9 ) sebagai
berikut:
a. Jangka pendek
Tujuan jangka pendek bagi perusahaan adalah untung secepat mungkin.
Artinya dapat menutup semua biaya-biaya produksi yang digunakan dan jika ada
kelebihan maka dikatakan laba.
b. Jangka menengah
Tujuan jangka menengah adalah mengusahakan mencapai titik impas
antara total biaya produksi dan total volume penjualan, memperluas cakupan
promosi, dan berusaha lebih memperbesar cakupan volume penjualan.
c. Jangka panjang
Untuk jangka panjang perusahaan mempertahankan para pelanggan setia
agar tetap loyal dengan produknya, antara lain dengan produk inovatif, kreatif dan
berdaya guna lebih serta memberikan potongan harga khusus bagi pelanggan.
Setelah merumuskan dan mengetahui tujuan dari pemasaran, maka
selanjutnya adalah memahami fungsi pemasaran, mengingat pemasaran
merupakan tugas terakhir dari kegiatan ekonomi dalam memuaskan kebutuhan
hidup manusia
[Link] Fungsi Manajemen Pemasaran
Fungsi pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan dalam bisnis yang
terlibat dalam menggerakkan barang dan jasa dari produsen sampai ke tangan
konsumen. Menurut Zainurossalamia, Saida (2020:10) Adapun fungsi-fungsi
pemasaran yang disoroti dalam tulisan ini adalah:
a. Pembelian (Buying)
Ialah fungsi yang mengikuti aktivitas-aktivitas mencari dan
mengumpulkan barang-barang yang di perlukan sebagai persediaan
memenuhi kebutuhan konsumen. Fungsi ini pada dasarnya merupakan
proses atau kegiatan mencari penjual dan merupakan timbal balik dari
kegiatan penjualan (Selling). Untuk itu maka, sangat perlu dipahami
kegiatan apa saja yang dapat mengakibatkan orang melakukan pembelian.
b. Penjualan (Selling)
Mencakup aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk mencari calon pembeli
produk yang ditawarkan dengan harapan dapat [Link]
penjualan merupakan lawan dari pembelian. Buying tidak akan terjadi
tanpa selling demikianpun sebaliknya.
c. Transportasi
Adalah proses pendistribusian atau pemindahan barang dari suatu tempat
ke tempat yang lain.
d. Penggudangan/penyimpanan
Ialah fungsi penyimpanan produk yang dibeli sebagai persediaan agar
terhindar dari resiko kerusakan maupun resiko lainnya.
e. InformasiPasar
Poin ini merupakan fungsi pemasaran yang luas dan penting, karena fungsi
ini memberikan informasi tentang situasi perdagangan pada umumnya
yang berhubungan dengan produk, harga yang inginkan konsumen dan
situasi pasar secara menyeluruh.
2.1.2 Bauran Pemasaran ( Marketing Mix )
[Link] Pengertian Bauran Pemasaran
Menurut Kotler, Philip dan Keller,Kevin Lane. ( 2009 : 469 ) Bauran
pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang digunakan untuk menciptakan,
mengomunikasikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan.
Sedangkan menurut Halim,fitri (2021 : 49 ) menyatakan bahwa Bauran
pemasaran adalah alat bisnis yang digunakan oleh manajemen organisasi yang
memungkinkan mereka untuk tetap berada dalam lingkungan persaingan global.
Lupioadi,Rambat (2013 : 92 ) Bauran pemasaran merupakan perangkat /alat bagi
pemasar yang terdiri dari berbagai unsur suatu Program pemasaran yang perlu
dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan penentu posisi yang
ditetapkan dapat berjalan sukses.
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-
variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan
usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar [Link],Husni
Muharram ( 2018 : 13 )
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran
(marketing mix) merupakan suatu alat/konsep untuk menyusun strategi pemasaran
di perusahaan yang digunakan untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan
memberikan nilai kepada pelanggan dalam mencapai tujuannya di pasar sasaran,
sehingga bisa mendapatkan kepuasan dari hasilnya tersebut.
[Link] Tujuan Bauran Pemasaran
Menurut Ritonga,Husni Muharram ( 2018 : 114 )Bauran pemasaran
memiliki beberapa tujuan dalam penerapannya, diantaranya adalah:
a. Periklanan
Periklanan merupakan salah satu kegiatan penting dalam bauran
pemasaran (marketing mix). Tujuan utama dari periklanan ini adalah untuk
memberikan informasi tentang produk (barang/ jasa) kepada target
konsumen dan untuk meningkatkan penjualan
b. Promosi Penjualan
Promosi adalah kumpulan berbagai alat intensif yang dirancang untuk
mendorong pembelian suatu barang/ jasa. Kegiatan inti sebagian besar
berjangka pendek dan tidak dilakukan secara berulang. Tujuan sales
promotion ini adalah untuk meningkatkan penjualan. Kegiatan ini bisa
dilakukan dengan cara pemberian diskon, pengadaan kontes, pemberian
kupon atau sampel produk.
c. Pemasaran Langsung
Pemasaran Langsung (direct marketing) adalah sistem pemasaran
interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk
menghasilkan tanggapan dan atau transaksi yang dapat diukur pada suatu
lokasi. Tujuan direct marketing adalah untuk mengkomunikasikan produk
atau jasa secara langsung kepada konsumen yang dianggap target market
potensial
[Link] Manfaat Penerapan Bauran Pemasaran
Menurut Ritonga,Husni Muharram ( 2018 : 115-116 ) Strategi bauran
pemasaran (marketing mix) dapat menjadi kesatuan yang luar biasa bermanfaat
bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan usahanya secara keseluruhan tanpa
terkecuali dan juga memiliki tingkat kontinuitas pelaksanaannya yang bagus.
Kontinuitas tersebut berarti keseluruhan strategi yang terdapat di dalam prinsip
bauran pemasaran ini terus-menerus diterapkan, evaluasi hasilnya, perbaiki lagi ke
depannya apabila ada kekurangan yang terdapat di penerapan sebelumnya, terus-
menerus ditingkatkan hingga mencapai target pemasaran seperti yang diinginkan
oleh perusahaan Perusahaan apapun, baik perusahaan yang beroperasi di skala
besar maupun perusahaan yang beroperasi di skala kecil pasti memiliki target
sama yaitu keuntungan bisnis. Hal yang sama juga berlaku dari segi jenis
produksi, baik perusahaan yang menyewakan jasa maupun perusahaan yang
menjual produk. Tetapi memang tak hanya berorientasi pada penghasilan
keuntungan yang didapat, tentunya perusahaan juga ingin memberikan kepuasan
kepada konsumen atau pelanggannya. Hingga kini, hampir semua jenis
perusahaan berlomba-lomba memberikan user experience yang memuaskan
customer/ klien mereka.
[Link] Konsep Bauran Pemasaran
Dalam penerapan strategi pemasaran, terdapat Strategi Bauran Pemasaran
yang menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel
pemasaran, untuk dapatmencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus
mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Dalam konsep Bauran Pemasaran
terdapat 4 komponen yang dikenal dengan istilah 4-P yaitu Product (Produk),
Price (Harga), Promotion (Promosi) dan Place (Tempat). Namun seiring dengan
perkembangan kondisi pasar sekarang ini yang sangat dinamis, menyebabkan
beberapa pakar bidang pemasaran merasa perlu menambahkan 3 (tiga) komponen
lagi, yaitu People (Orang), Process (Proses), dan Physical Evidance (Bukti fisik).
Sehingga pada bauran pemasaran (marketing mix) terdapat 7-P menurut Ritonga
Husni Muharram (2020:117-118) yaitu :
a. Product (Produk)
Produk adalah hal yang kita jual dalam bisnis meliputi barang atau jasa
yang memiliki nilai guna dan dibutuhkan oleh konsumen.
b. Price (Harga)
Harga merupakan uang yang harus diberikan konsumen untuk
mendapatkan barang atau jasa yang dijual. Harga menjadi aspek yang
sangat penting karena umumnya konsumen menjadikan harga sebagai
pertimbangan utama sebelum membeli.
c. Promotion (Promosi)
Promosi adalah kegiatan bisnis yang mempunyai tujuan agar konsumen
bisa lebih mengenal dan tertarik dengan produk bisnis Anda.
d. Place (Tempat)
Tempat usaha merupakan lokasi dimana kita akan melakukan proses jual
beli. Bagi usaha konvensional aspek ini memang sangat penting.
e. People (Orang)
Yang termasuk dalam aspek ini tentu saja bukan hanya konsumen namun
semua SDM yang terlibat termasuk pekerja atau tim bisnis.
f. Process (Proses)
Dalam bisnis, proses dapat diartikan sebagai langkahlangkah yang
dilakukan antara penjual dan konsumen. Di dalamnya meliputi pelayanan
serta proses transaksi.
g. Physical Evidance (Bukti Fisik)
Physical evidence merupakan semua yang berbentuk peralatan atau
perangkat yang digunakan untuk mendukung berjalannya bisnis kita.
2.1.3 Perilaku Konsumen
[Link] Pengertian Perilaku Konsumen
Menurut Putri,Budi Rahayu Tanama (2017 : 32 ) menyatakan bahwa
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang
dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan
suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan
produk, pelayanan, dan sumber-sumber lainya.
Perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok,
dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide,
atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
Zainurossalamia, Saida (2020:47)
Titik untuk memahami perilaku adalah model rangsangan dan tanggapan.
Rangsangan pemasaran dan lingkungan mulai memasuki kesadaran pembeli.
Karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusan menimbulkan keputusan
pembeli tertentu Tanggapan dan rangsangan pada pembeli yaitu prilaku konsumen
dalam membeli suatu produk, produk merupakan titik pusat pada kegiatan
pemasaran karena produk merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat
ditawarkan ke pasar untuk di konsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan
untuk mencapai tujuan dari perusahaannya. Suatu produk harus memiliki
keunggulan dari produk-produk yang lain baik dari segi kualitas, desain, bentuk,
ukuran, kemasan, pelayanan, garansi, Terdapat berbagai faktor yang
mempengaruhi prilaku konsumen, diantaranya: budaya, kelompok sosial, pribadi,
psikologis, dan perlikaku pembelian.
Berdasarkan difinisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen
merupakan suatu perilaku yang secara langsung terlibat dalam proses dimana
individu atau kelompok menetukan suatu sikap atau persepsi terhadap suatu
produk untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginannya.
[Link] Faktor Model perilaku Konsumen
Secara garis besar, model perilaku konsumen menurut Kotler dalam
Firmansyah ,Dr. M. Anang ( 2018 : 59-61) dapat digambarkan melalui lima
faktor penting yang meliputi, rangsangan perusahaan, rangsangan lain,
karakteristik pembeli, proses keputusan membeli, dan keputusan pembeli. Semua
faktor tersebut saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian.
a. Rangsangan Pemasaran (Marketing Stimulation)
Rangsangan pemasaran sepenuhnya dipengaruhi oleh usaha perusahaan
dalam menarik minat beli konsumen. Dalam hal ini, perusahaan bisa
melakukan rangsangan kepada konsumen melalui beberapa kegiatan,
seperti memperkenalkan keunggulan produk yang akan dijual,
memberikan diskon atau potongan harga terhadap produknya tersebut,
memilih tempat atau lokasi penjualan yang cocok, serta melakukan
berbagai langkah promosi melalui iklan atau promosi lainnya.
b. Rangsangan Lain (Other Stimulation)
Rangsangan lain yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan
pembelian terhadap suatu produk, di antaranya adalah situasi ekonomi,
perkembangan teknologi, pengaruh politik, dan pengaruh budaya (luar)
yang dirasakan oleh konsumen secara langsung. Jika situasi ekonomi yang
tengah dialami konsumen berbanding lurus dengan ketiga faktor lainnya,
bukan mustahil keputusan pembelian akan segera diambil. Begitu pula,
sebaliknya. Jika situasinya berbanding terbalik, jangan harap akan muncul
keputusan pembelian dari konsumen.
c. Karakteristik Pembeli (Buyer Characteristics)
Variabel terpenting dari model perilaku konsumen adalah karakteristik
pembeli itu sendiri. Karakteristik itu meliputi, faktor budaya, faktor sosial,
faktor pribadi, dan faktor psikologis. Faktor budaya ini nantinya akan
melahirkan kelas sosial tertentu dalam pembelian produk, yaitu kelas
sosial golongan atas, kelas sosial golongan menengah, dan kelas sosial
golongan rendah. Sementara itu, faktor sosial yang mempengaruhi
perilaku konsumen, meliputi kelompok acuan, keluarga, dan peran serta
status si konsumen itu dalam masyarakat. Faktor pribadi yang
mempengaruhi perilaku konsumen, meliputi umur, pekerjaan, kondisi
ekonomi, dan gaya hidup si konsumen. Faktor psikologis, meliputi
motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan serta sikap si konsumen
terhadap produk yang akan dibeli.
d. Proses Keputusan Membeli (Buying Decision Process)
Proses keputusan membeli ini didapat setelah si konsumen melakukan
tahap pengenalan terhadap suatu produk, pencarian informasi lain,
evaluasi keunggulan dan kelemahan produk, sampai terciptanya keputusan
pembelian dan keputusan pascapembelian. Jika semua tahapan ini bernilai
positif, pemakaian terhadap suatu produk akan berlangsung secara
kontinyu.
e. Keputusan Pembeli (Buyer's Decision)
Variabel terakhir dari model perilaku konsumen adalah keputusan
pembeli. Dalam hal ini, keputusan pembeli akan menghadirkan suatu
keputusan terbaik menyangkut pilihan produk, pilihan merek, pilihan
penyalur, waktu pembelian, dan jumlah produk yang akan dibeli. Itulah
model perilaku konsumen menurut Kotler dalam Firmansyah ,Dr. M.
Anang ( 2018 : 61 ) yang dapat dianut dan dikembangkan oleh para
pengusaha sebagai alat untuk menggapai tujuan pemasaran. Dengan
demikian model perilaku konsumen dapat digambarkan sebagai berikut :
Psikologi
Rangsangan Rangsangan KonsumenMo
PemasaranB LainEkonomi tivasi Persepsi
arang &jasa Teknologi PembelajaranM
Harga Saluran Politik Budaya emori Keputusan
distribusi Proses Keputusan
Komunikasi PembelianPiliha
PembelianPengenalan
n produk Pilihan
masalah Pencarian informasi
merek Pilihan
Evaluasi alternatif
penyalur
Keputusanpembelian
Jumlahpembelian
Perilaku pasca pembelian
Waktu pembelian
Karakteristik
KonsumenBu
daya Sosial
Personal
Gambar 2.1 Model Perilaku Konsumen (Kotler )
Dari model di atas ada beberapa rangsangan yang dapat mempengaruhi
keputusan konsumen yaitu rangsangan pemasaran (bauran pemasaran) yang terdiri
dari produk, harga, tempat, dan promosi dan melaksanakan komunikasi dengan
konsumen serta rangsangan lainnya yang biasa dikenal sebagai faktor lingkungan
dan terdiri dari kebudayaan, kelas sosial, kelompok referensi, dan keluarga.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen adalah karakteristik
dari konsumen itu sendiri (faktor psikologis) yang terdiri dari motivasi, persepsi
pembelajaran, sikap dan kepribadian.
2.1.4 Keputusan Pembelian
[Link] Pengertian Keputusan Pembelian
Menurut Kotler,Philip (2005:227 ) menyatakan Dalam tahap evaluasi,para
konsumen membentuk preferensi atas merek-merek yang ada di dalam Kumpulan
[Link] juga membentuk suatu maksud untuk membeli merek yang
paling disukai ,Proses pengambilan keputusan yang rumit sering melibatkan
beberapa [Link] keputusan (decision) melibatkan pilihan diantara dua
atau lebih alternatif tindakan ( atau perilaku ). Keputusan selalu mensyaratkan
pilihan diantara beberapa perilaku yang berbeda.
Sedangkan menurut Firmansyah,Dr. M. Anang(2018 : 25 ) menyatakan
bahwa pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk atau jasa, konsumen
dapat melakukan evaluasi untuk melakukan pemilihan produk atau jasa.
Evaluasi dan pemilihan yang digunakan akan menghasilkan suatu keputusan.
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari
proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di
antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan
selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan
(aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Keputusan
pembelian merupakan suatu konsep evaluasi untuk melakukan pemilihan produk
atau jasa. Evaluasi dan pemilihan yang digunakan akan menghasilkan suatu
keputusan. Suatu keputusan (decision) melibatkan pilihan diantara dua atau lebih
alternatif tindakan ( atau perilaku ).Setiap proses pengambilan keputusan selalu
menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi)
atau suatu opini terhadap pilihan.
[Link] Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Menurut Philip
Kotler (2013: 214) keputusan pembelian dipengaruhi oleh empat faktor sebagai
berikut :
a. Faktor Budaya
Budaya, sub budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku
pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku
paling dasar.
b. Faktor Sosial
a. Kelompok Acuan
Kelompok acuan dalam perilaku pembelian konsumen dapat
diartikan sebagai kelompok yang dapat memberikan pengaruh
langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku
seseorang.
b. Keluarga
Dalam hal ini keluarga dibedakan menjadi 2 jenis, keluarga
orientas yang terdiri dari orang tua dan saudara kandung
seseorang yang dapat memberikan orientasi agama, politik, dan
ekonomi serta ambisi pribadi, harga diri, dan cinta.
c. Peran dan Status
Semakin tinggi peran seseorang dalam organisasi maka
semakin tinggi juga status seseorang dalam organisasi tersebut
dan secara langsung dapat berdampak pada perilaku
pembeliannya.
c. Pribadi
1. Usia dan siklus hidup keluarga
Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang
hidupnya dimana kegiatan konsumsi ini dipengaruhi oleh siklus
hidup keluarga.
2. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi
Biasanya pemilihan produk juga dilakukan berdasarkan
keadaan ekonomi seseorang seperti besarnya penghasilan yang
dimiliki, jumlah tabungan, utang dan sikap terhadap belanja
atau menabung.
3. Gaya hidup
Gaya hidup dapat diartikan sebagai sebuah pola hidup
seseorang yang terungkap dalam aktivitas, minat dan opininya
yang terbentuk melalui kelas sosial dan pekerjaan.
4. Kepribadian
Kepribadian merupakan ciri bawaan psikologis manusia yang
berbeda yang menghasilkan tanggapan relatif konsisten dan
tahan lama terhadap rangsangan lingkungannya.
5. Psikologis
Faktor psikologis ini dipengaruhi oleh empat faktor utama
diantaranya motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan
dan sikap.
[Link] Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
Menurut Lupiyoadi,Rambat (2013 : 13 ) menyatakan bahwa Proses
pembelian yang spesifik terdiri dari urutan kejadian berikut :
a. Pengenalan kebutuhan
Pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen menghadapi suatu
masalah yaitu suatu keadaan dimana terdapat perbedaan antara keadaan
yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi. Kebutuhan harus
diaktifkan terlebih dahulu sebelum ia bisa dikenali. Ada beberapa faktor
yamg mempengaruhi pengaktifan kebutuhan yaitu: waktu, perubahan
situasi, pemilikan produk, konsumsi produk, perbedaan individu, pengaruh
pemasaran.
b. Pencarian informasi
Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa
kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi
suatu produk. Pencarian informasi bisa melalui informasi internal maupun
eksternal. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencarian informasi adalah
(a) faktor resiko produk (keuangan, fungsi, psikologis, waktu, sosial,
fisik), (b) faktor karakteristik konsumen (pengetahuan dan pengalaman
konsumen, kepribadian dan karakteristik demografik), (c) faktor situasi
(waktu yang tersedia untuk belanja, jumlah produk yang tersedia, lokasi
toko, ketersediaan informasi, kondisi psikologis konsumen, resiko sosial
dari situasi, tujuan belanja).
c. Evaluasi alternatif
Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merk
dan memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen.
d. Tindakan pembelian
Setelah menentukan pilihan produk, maka konsumen akan melanjutkan
proses berikutnya, yaitu melakukan tindakan pembelian produk atau jasa
tersebut.
e. Pengkonsumsian suatu produk.
f. Untuk mengetahui konsumsi produk yang lebih mendalam, maka seorang
pemasar harus mengetahui 3 hal yaitu: frekuensi konsumsi, jumlah
konsumsi dan tujuan konsumsi.
[Link] Indikator Keputusan Pembelian
Didalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terdapat faktor-
faktor yangberhubungan dengan perasaan dan emosi, bila sesorang merasa senang
dan puasdalam membeli barang dan/atau jasa maka hal itu akan memperkuat
keputusanpembeliannya. Philip Kotler (2007: 70) setiap keputusan pembelian
mempunyaiindikator tersebut antara lain:
a. Tujuan dalam membeli sebuah produk,
yaitu merupakan sikap seorang konsumen untuk membeli suatu produk
apakah produk yang di cari sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen.
Sehingga konsumen membeli produk yang di tawarkan oleh produsen atau
perusahaan.
b. Pemrosesan informasi untuk sampai ke pemilihan merek,
yaitu merupakan perasaan yang di rasakan seorang konsumen terhadap
pemilihan produk yang akan di beli sehingga konsumen merasa mantap
dan yakin sebelum membeli produk dan menentukan produk tersebut
benar-benar produk pilihan yang di inginkan
c. Menberikan rekomendasi kepada orang lain,
yaitu merupakan tindakan seorang konsumen setelah membeli produk dan
merasa puas dengan produkyang di gunakan sehingga konsumen tersebut
memberikan rekomendasikepada orang lain mengenai produk tersebut.
Indikator keputusan pembelian menurut Kotler & Armstrong(2016:188)
mengemukakan keputusan pembelian memiliki dimensisebagai berikut:
a. Pilihan produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produkatau
menggunakan uangnya untuk tujuan yang lain. Dalam hal iniperusahaan
harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yangberminat
membeli sebuah produk serta alternatif yang merekapertimbangkan.
b. Pilihan merek
Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek nama yangakan
dibeli setiap merek memiliki perbedaan tersendiri. Dalam hal
iniperusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih
sebuahmerek.
c. Pilihan penyalur
Konsumen harus mengambil keputusan tentang penyalur mana yangakan
dikunjungi. Setiap konsumen berbeda-beda dalam halmenentukan
penyalur bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, hargayang murah,
persediaan barang yang lengkap, kenyamanan dalambelanja, keluasan
tempat dan lainlain.
d. Waktu pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa berbedabeda
misalnya ada yang membeli setiap hari, satu minggu sekali, duaminggu
sekali dan lain sebagainya.
e. Jumlah pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyakproduk
yang akan dibelanjakan pada suatu saat. Pembelian yangdilakukan
mungkin lebih dari satu. Dalam hal ini perusahaan harusmempersiapkan
banyaknya produk sesuai dengan keinginan yangberbeda-beda.
f. Metode pembayaran.
Konsumen dapat mengambil keputusan tentang metode pembayaranyang
akan dilakukan dalam pengambilan keputusan menggunakanproduk atau
jasa. Saat ini keputusan pembelian dipengaruhi oleh tidakhanya oleh aspek
lingkungan dan keluarga, keputusan pembelian jugadipengaruhi oleh
teknologi yang digunakan dalam transaksipembelian.
[Link] Variabel operasional Keputusan Pembelian(Y)
1. Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan tindakan yang dilakukan konsumen
untuk melakukan pembelian produk Jamur Crispy Hijrah. Dalam
penelitian ini terdapat beberapa indikator yang merupakan persepsi
konsumen Jamur Crispy Hijrah dalam keputusan pembelian yaitu :
a. Tujuan dalam membeli sebuah produk
Perilaku konsumen dalam menentukan suatu produk apakah produk
tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga
nantinya konsumen membeli produk yang di tawarkan oleh produsen
atau perusahaan
b. Pemrosesan informasi untuk sampai ke pemilihan merek
Keyakinan konsumen dalam membeli suatu produk sehingga nantinya
barang dibeli benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
konsumen.
c. Menberikan rekomendasi kepada orang lain,
sikap seorang konsumen setelah melakukan pembelian sehingga
mereka merasa puas dan memberikan rekomendasi kepada orang lain
mengenai produk tersebut.
d. Waktu pembelian
perbedaan jangka waktu pembelian konsumen dalam membeli suatu
produk
2.1.5 Produk
[Link] Pengetian Produk
Penegertian Produk menurut Kotler,Philip ( 2002: 290 ) Produk adalah
segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, diambil,
digunakan, atau dikonsumsi, sehingga dapat memuaskan kebutuhan atau
[Link] diantaranya adalah objek fisik, layanan, tempat, organisasi
dan gagasan.
Sedangkan menurut Alma,[Link] (2004 : 139 ) yang dikatakan
produk ialah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud ,termasuk
didalamnya masalah warna,harga,nama baik pabrik,nama baik toko yang menjual
( pengecer ), dan pelayan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh
pembeli guna memuaskan keinginannya. Produk merupakan keseluruhan konsep
objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai kepada konsumen.
Lupioadi,Rambat (2013 : 92 )
Dari ketiga definisi produk tersebut dapat disimpulkan bahwa produk
adalah segala sesuatu baik berwujud barang atau jasa yang digunakan untuk
memuaskan konsumen, dimana setiap barang atau jasa tersebut memiliki manfaat
yang berbeda. Pembeli dalam membeli setiap barang tidak hanya membeli
sekumpulan atribut fisiknya tetapi lebih dari itu. Pembeli bersedia membayar
sesuatu yang diharapkan agar dapat memuaskan keinginan dankebutuhannya.
[Link] Kualitas Produk
Menurut Kotler dan Armstrong (2018:249) mengartikan kualitas produk
sebagai karakteristik dari suatu produk baik terlihat maupun tidak yang mampu
memenuhi kebutuhan pelanggan.
Menurut Ariyanto,Aris (2021 : 12 ) menyatakan bahwa Kualitas produk
termasuk unsur penting agar produk kita tetap dicari dan dibutuhkan oleh
konsumen. Kualitas produk adalah kondisi fisik, fungsi dan sifat suatu produk
tersebut baik barang atau jasa berdasarkan tingkat mutu yang diharapkan seperti
durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, reparasi produk
serta atribut produk lainnya agar dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan
konsumen. Selain itu kualitas produk merupakan salah satu kunci persaingan
diantara pembisnis yang ditawarkan kepada konsumen, karena konsumen selalu
ingin mendapatkan produk yang berkualitas sesuai dengan harga yang
[Link] produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan
oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk
[Link]ŕnahor,Astri Rumondang(2021 : 95 )
Konsep kualitas sendiri sebenarnya bersifat relatif, yaitu tergantung dari
perspektif yang digunakan untuk menentukan ciri-ciri dan spesifikasi. Pada
dasarnya terdapat tiga orientasi kualitas yang seharusnya konsisten satu sama lain,
yaitu: 1). Persepsi konsumen 2). Produk/jasa dan 3).Proses. Untuk yang berwujud
barang, ketiga orientasi ini hampir selalu dapat dibedakan dengan jelas, tetapi
tidak untuk jasa atau layanan (Lupiyoadi, 2013 Menurut Sviokla,dalam
Lupioadi,Rambat (2013 : 214 ) mengemukakan bahwa kualitas memiliki delapan
dimensi pengukuran yang terdiri atas aspek-aspek berikut:
a. Kinerja (performance)
Kinerja disini merujuk pada karakter produk inti yang meliputi merek,
atribut-atribut yang dapat diukur, dan aspek-aspek kerja individu. Kinerja
beberapa produk biasanya didasari oleh preferensi subjektif pelanggan
yang pada dasarnya bersifat umum.
b. Keistimewaan produk (features)
Dapat berbentuk produk tambahan dari suatu produk inti yang dapat
menambah nilai suatu produk. Keragaman produk biasanya diukur secara
subjektif oleh masing-masing individu (dalam hal ini pelanggan) yang
menunjukkan adanya perbedaan kualitas suatu produk (jasa). Dengan
demikian, perkembangan kualitas suatu produk jasa menuntut karakter
flesibelitas agar dapat menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.
c. Reliabilitas/keterandalan (reliability)
Dimensi ini berkaitan dengan timbulnya kemungkinan suatu produk
mengalami keadaan tidak berfungsi (malfunction) pada suatu priode.
Keandalan suatu produk yang menandakan tingkat kualitas sangat berarti
bagi konsumen dalam memilih produk (jasa). Hal ini menjadi semakin
penting mengingat besarnya biaya penggantian dan pemeliharaan yang
harus dikeluarkan apabila produk yang dianggap tidak reliabel mengalami
kerusakan.
d. Kesesuaian (conformance)
Dimensi lain yang berhubungan dengan kualitas suatu barang adalah
kesesuaian produk dengan standar dalam industrinya. Kesesuaian suatu
produk dalam industri jasa diukur dari tingkat akurasi dan waktu
penyelesaian termasuk juga perhitungan kesalahan yang terjadi,
keterlambatan yang tidak dapat diantisipasi, dan beberapa kesalahan lain.
e. Ketahanan atau daya tahan (durability)
Ukuran ketahanan suatu produk meliputi segi ekonomis maupun teknis.
Secara teknis, ketahanan suatu produk didefinisikan sebagai sejumlah
kegunaan yang diperoleh seseorang sebelum mengalami penurunan
kualitas. Secara ekonomis, ketahanan diartikan sebagai usia ekonomis
suatu produk dilihat dari jumlah kegunaan yang dapat diperoleh sebelum
terjadi kerusakan dan keputusan untuk mengganti produk.
f. Kemampuan pelayanan (serviceability)
Kemampuan pelayanan bisa juga disebut dengan kecepatan, kompetisi,
kegunaan, dan kemudahan produk diperbaiki. Dimensi ini menunjukkan
bahwa konsumen tidak hanya memerhatiakan adanya penurunan kualitas
produk tetapi juga waktu sebelum disimpan, penjadwalan pelayanan,
proses komunikasi dengan staf, frekuensi pelayanan perbaikan kerusakan
produk, dan pelayanan lainnya. Variabelvariabel tersebut dapat
merefleksikan adanya perbedaan standar perorangan mengenai pelayanan
yang diterima, di mana kemampuan pelayanan suatu produk tersebut
menghasilkan suatu kesimpulan akan kualitas produk yang dinilai secara
subjektif oleh konsumen.
g. Estetika (aesthetics)
Estetika merupakan dimensi pengukuran yang paling subjektif. Estetika
suatu produk dilihat dari bagaimana suatu produk didengar oleh
pelanggan. Dengan demikian, estetika jelas merupakan penilaian dan
refleksi yang dirasakan oleh konsumen.
h. Kualitas yang dirasakan (percieved quality)
Konsumen tidak selalu memilki informasi lengkap mengenai atribut-
atribut produk (jasa). Namun umumnya pelanggan memiliki informasi
tentang produk secara tidak langsung, misalnya melaui merek, nama, dan
negara produsen atau penyedia jasa.
[Link] Faktor yang mempengaruhi kualitas produk
Dalam hal mutu, suatu produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan
terkadang mengalami kecacatan akibat peroses menciptakan keragaman. Hal ini
disebabkan mutu suatu produk itudipengaruhi oleh beberapa faktor, di mana
faktor-faktor tersebut akan dapat mempengaruhi suatu produk dalam memenuhi
standar yang telah ditentukan atau tidak. Faktor-faktor Kualita produk Menurut
Fikri,Miftah El.(2020 : 11 )tersebut, diantaranya:
a. Manusia
Peranan manusia atau karyawan yang bertugas dalam perusahaan akan
sangat mempengaruhi secara langsung terhadap baik buruknya mutu dari
produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Maka aspek manusia perlu
mendapat perhatian yang cukup. Perhatian tersebut yaitu dengan
mengadakan latihan-latihan, pemberian motivasi, kesejahteraan, dan lain-
lain.
b. Manajemen
Tanggung jawab atas mutu produksi dalam perusahaandibebankan kepada
beberapa kelompok yang biasa disebut dengan Function Group. Dalam hal
ini pimpinan harus melakukan koordinasi yang baik antara function group
dengan bagian-bagian lainnya dalam perusahaan tersebut. Dengan adanya
koordinasi tersebut maka dapat tercapai suasana kerja yang baik dan
harmonis, serta menghindarkan adanya kekacauan dalam pekerjaan.
Keadaan ini memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan mutu
serta meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan.
c. Uang
Perusahaan harus menyediakan uang yang cukup untuk mempertahankan
atau meningkatkan kualitas produknya. Misalnya: untuk perawatan dan
perbaikan mesin atau peralatan produksi, perbaikan produk yang rusak,
dan lain-lain.
d. Bahan Baku
Bahan baku merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan akan
mempengaruhi terhadap kualitas produk yang dihasilkan suatu perusahaan.
Untuk itu, pengendalian mutu bahan baku menjadi hal yang sangat
penting. Dalam hal bahan baku, perusahaan harus memperhatikan
beberapa hal antara lain: seleksi sumber dari bahan baku, pemeriksaan
dokumen pembelian, pemeriksaan penerimaan bahan baku, serta
penyimpanan. Hal-hal tersebut harus dilakukan dengan baik sehingga
kemungkinan bahan baku yang akan digunakan untuk proses produksi
berkualitas rendah dapat ditekan sekecil mungkin.
e. Mesin dan Peralatan
Mesin serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi akan
mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan perusahan. Peralatan yang
kurang lengkap serta mesin yang sudah kuno dan tidak ekonomis akan
menyebabkan rendahnya mutu dan produk yang dihasilkan, serta tingkat
efisiensi yang rendah. Akibatnya biaya produksi menjadi tinggi,
sedangkan produk yang dihasilkan kemungkinan tidak akan laku
dipasarkan. Hal ini akan mengakibatkan perusahaan tidak dapat bersaing
dengan perusahaan lain yang sejenis, yang menggunakan mesin dan
peralatan yang otomatis.
Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa kualitas
produk adalah karakteristik dari suatu produk baik terlihat maupun tidak,
baik itu produk barang atau produk layanan jasa, berdasarkan tingkat mutu
yang disesuaikan dengan durabilitas, reliabilitas, serta mudahnya
penggunaan, kesesuaian, perbaikan serta komponen lainnya yang dibuat
untuk memenuhi kepuasan dan juga kebutuhan pelanggan.
[Link] Indikator kualitas produk
Terdapat 5 indikator menurut Gerung,Sepang (2017) untuk menilai
kualitas produk sebagai berikut :
a. Kemampuan Produk
Upaya suatu barang untuk memikat seseorang agar mempunyai
minat beli terhadap suatu produk.
b. Fungsi Produk
Minat beli konsumen terhadap suatu produk yang disebabkan
karena melihat fungsi suatu produk yang
bermanfaat bagi konsumen.
c. Kelebihan Produk
Unggulnya suatu produk yang mempunyai daya jual yang tinggi
sehingga mempunyai nilai lebih dibanding
produk pesaing.
d. Daya Tahan Produk
Usia yang terdapat dalam suatu produk seperti banyaknya dalam
penggunaan suatu barang sebelum
rusakya barang, barang yang tidak gampang cacat berarti kualitas
produk tersebut bagus.
e. Nilai Produk
Pembeli akan mendapatkan fungsi dari suatu barang dan pembeli
juga akan memberikan nilai terhadapbarang tersebut.
Kualitas produk memiliki indikator yang dapat digunakan untuk
menganalisis karakteristik dari suatu produk. Menurut Fandy Tjiptono
(2016:134) kualitas produk memiliki delapan indikator sebagai berikut:
a. Performance (kinerja)
merupakan karakteristik operasi pokok dari produk inti (core
product) yang dibeli.
b. Features
(fitur atau ciri-ciri tambahan) yaitu karaktersitik sekunder atau
pelengkap.
c. Reliability
(reliabilitas) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami
kerusakanatau gagal dipakai.
d. Confermance to Specifications
(kesesuaian dengan spesifikasi) yaitu sejauh mana karakteristik
desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah
ditetapkan sebelumnya.
e. Durability
(daya tahan) yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut
dapat digunakan.
f. Serviceability meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan,
kemudahan direparasi serta penanganan keluhan secara
memuaskan.
g. Esthetics
(Estetika) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.
h. Perceived Quality
(kualitas yang dipersepsikan), yaitu citra dan reputasi produk
serta tanggung jawab perusahaan terhadapnya.
[Link] Variabel operasional Kualitas Produk(X1)
Kualitas produk merupakan persepsi konsumen terhadap bagus atau
tidaknya barang yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini
terdapat beberapa indikator yang merupakan persepsi konsumen Jamur
Crispy Hijrah terhadap:
a. Daya tahan produk
Daya tahan produk adalah kemampuan suatu produk selama
masa /waktu produksi
b. Kemampuan produk
kemampuan produk adalah kemampuan suatu produk didalam
memikat atau menarik minat beli konsumen
c. Reliabilitas
reliabilitas adalah mengatasi masalah di dalam suatu produk
kemungkinan mengalami kerusakan atau kecacatan produk
tersebut
d. Kualitas yang dipersepsikan
tanggung jawab perusahaan dalam mempersepsikan citra dan
reputasi suatu produk sehingga menjadi ketertarikan konsumen
2.1.6 Promosi
[Link] Pengertian Promosi
Menurut Kotler dan Armstrong (2012:76) “Promotion means activities
that communicate the merits of the product andpersuade target customers to buy
it”, artinya promosi merupakan kegiatan yang mengomunikasikan manfaat dari
sebuah produk dan membujuk target konsumen untuk membeli produk tersebut.
Menurut Banjaŕnahor,Astri Rumondang (2021 : 95 ) Bagi produsen,
promosi adalah kegiatan untuk menginformasikan produk atau jasa, membujuk
konsumen untuk membeli serta mengingatkan para konsumen untuk tidak
melupakan produk. Sementara bagi konsumen, pengertian promosi adalah
komunikasi antara produsen dan konsumen. Kegiatan promosi adalah salah satu
cara perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan produknya.
Promosi adalah kumpulan berbagai alat intensif yang dirancang untuk
mendorong pembelian suatu barang/ jasa. Kegiatan inti sebagian besar berjangka
pendek dan tidak dilakukan secara berulang. Tujuan sales promotion ini adalah
untuk meningkatkan penjualan. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan cara
pemberian diskon, pengadaan kontes, pemberian kupon atau sampel
[Link], Husni Muharram(2018 : 114 )
Sedangkan menurut Zainurossalamia,Saida(2020:5)Menyatakan bahwa
Promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi
pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era
informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh
bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan [Link]
merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sang penting
dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.
Lupioadi,Rambat(2013:178)
Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan promosi
merupakan kegiatan yang sangat penting dalam memasarkan produk atau jasa
sehingga dapat menarik untuk membeli produk tersebut,kegiatan promosi harus
dirancang semenarik mungkin dan informasiyang disampaikan harus mudah di
mengerti oleh masyarakat agarorang yang membacanya dapat tertarik dan mudah
dimengerti.
[Link] Bauran Promosi (Promotional Mix)
Menurut (Kotler dan Armstrong, 2008:116)Bauran promosi disebut juga
dengan bauran komunikasi pemasaran perusahaan merupakan paduan spesifik
iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal, dan sarana
pemasaran langsung yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai
pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan. Bauran
Promosi merupakan salah satu elemen penting dalam komunikasi pemasaran yang
bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan tawaran perusahaan kepada target
[Link]ŕnahor,Astri Rumondang (2021 : 6 )
Sedangkan Menurut Lupioadi,Rambat (2013 : 178 - 181 ) Perangkat
promosi yang kita mencakup aktivitas periklanan(advertising) penjualan
perseorangan (personal selling),promosi penjualan (sales promotion), hubungan
masyarakat (humas atau public relation-PR), informasi dari mulut ke mulut ( word
of month-wom), pemasaran langsung (direct marketing dan publikasi pemasaran (
marketing publication ).Adapun bauran pemasaran tersebut dapat dijelaskan
sebagai beriku :
a. Periklanan
Periklanan merupakan salah satu dari bentuk komunikasi impersonal
(impersonal communication) yang digunakan oleh perusahaan dalam
mengomunikasikan produknya, baik barang maupun jasa. Pada dasarnya,
tujuan pengiklanan adalah komunikasi yang efektif dalam rangka
mengubah sikap dan perilaku konsumen.
b. Penjualan Perseorangan
Sifat penjualan perseorangan dapat dikatakan lebih luwes karena tenaga
penjualan dapat secara langsung menyesuaikan penawaran penjualan
dengan kebutuhan dan perilaku masing-masing calon pembeli. Selain itu
tenaga penjualan juga dapat segera mengetahui reaksi calon pembeli
terhadap penawaran penjualan sehingga dapat menggadakan
penyesuaianpenyesuaian di tempat saat itu juga. Apabila dibandingkan
dengan media periklanan maka pesan yang disampaikan melalui media ini
di tujukan kepada orang-orang yang sebenarnya bukan prospek (calon
pembeli/pengguna). Sebaliknya, melalui penjualan perseorangan,
perusahaan sudah berhadapan dengan calonpembeli potensial.
c. Promosi Penjualan
Promosi penjualan adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk
meningkatkan arus barang atau jasa dari produsen sampai pada penjualan
akhirnya. Titik promosi penjualan terdiri atas brosur, lembar informasi,
dan lain-lain. Promosi penjualan dapat diberikan kepada:
Konsumen, berupa penawaran cuma-cuma (gratis), sampel,
demo produk, kupon pengembalian tunai, hadiah, kontes, dan
garansi.
Perantara, berupa barang cuma-cuma, diskon, upah periklanan,
iklan kerja sama, kontes distribusi atau pemasaran,
penghargaan.
Tenaga penjualan, berupa bonus, penghargaan, kontes
promosi, dan hadiah untuk tenaga penjualan terbaik.
d. Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat (humas) merupakan kiat pemasaran penting
lainnya, di mana perusahaan tidak hanya harus berhubungan dengan
pelanggan, pemasok, dan penyalur, tetapi juga harus berhubungan dengan
kumpulan kepentingan publik yang lebih besar. Humas sangat peduli
terhadap beberapa tugas pemasaran, yaitu :
membangun citra
mendukung aktivitas komunikasi lainnya
mengatasi permasalahan dan isu yang ada
memperkuat penentuan posisi perusahaan
memengaruhi publik yang spesifik
mengadakan peluncuran untuk produk jasa baru
e. Informasi dari Mulut ke Mulut
Dalam hal ini, peranan orang sangat penting dalam mempromosikan jasa.
Pelanggan sangat dekat dengan penyampaian jasa. Dengan kata lain,
pelanggan tersebut akan berbicara kepada pelanggan lain yang
berpotensial tentang pengalamannya dalam menerima jasa tersebut
sehingga informasi dari mulut ke mulut (WoM) ini sangat besar pengaruh
dan dampaknya terhadap pemasaran jasa dibandingkan dengan aktivitas
komunikasi lainnya.
f. Pemasaran Langsung
Pemasaran langsung merupakan unsur terakhir dalam baurankomunikasi
dan promosi. Terdapat enam area dari pemasaran langsung,
yaitu sebagai berikut :
1. surat langsung (direct mail)
2. peranan melalui pos (mail order)
3. respon langsung
4. penjualan langsung
5. telemarketing
6. pemasaran digital (digital marketing)
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat dijelaskan bahwa
Bauran Promosi merupakan salah satu elemen penting dalam perusahaan
yang mencakup aktivitas periklanan, penjualan perseorangan, promosi
penjualan, hubungan masyarakat,Informasi dari mulut kemulut dan
pemasaran langsung yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan
suatu pemasarannya.
[Link] indikator Promosi
Menurut Supriyadi,Wahyu.(2017:77) Indikator-indikator dalam mengukur
promosi adalah sebagai berikut :
a. Periklanan
Suatu kelancaran dalam proses penjualan dengan cara melakukan
hubungan baik dengan konsumen melaluiinformasi-informasi yang
diberikan tentang pejualan yang akan di pasarkan.
b. Promosi Penjualan
Cara yang digunakan untuk kelangsungan dalam proses penjualan dengan
cara memasarkan produkperusahaan dengan cara membujuk, memberikan
informasi, dan mempengaruhi konsumen.
c. Hubungan Masyarakat
Sebuah cara untuk menjalin komunikasi antara penjual dan pembeli guna
untuk membangun danmempertahankan reputasi merek produk tersebut.
d. Penjualan Personal
Penjualan langsung antara penjual dan pembeli dengan cara bertemu
langsung untuk memperkenalkanproduk yang akan di jual ke konsumen.
e. Pemasaran Langsung
Dimana perusahaan melakukan pemasaran produk dengan cara
pengiklanan dengan pelanggan secara langsung dengan barang yang akan
dipromosikan.
Terdapat indikator yang menjadi suatu ciri dari variabel promosi yang
dijadikan sebagai hal-hal yang membentuk variabel promosi menurut Kotler
dan Keller (2016:272) adalah:
1. Pesan Promosi Adalah tolak ukur seberapa baik pesan promosi dilakukan
dan disampaikan kepada pasar.
2. Media Promosi Adalah media yang digunakan oleh perusahaan guna
melaksanakan promosi.
3. Waktu Promosi Adalah lamanya promosi yang dilakukan oleh perusahaan.
4. Frekuensi Promosi Adalah jumlah promosi penjualan yang dilakukan dalam
suatu waktu melalui media promosi penjualan.
[Link] Variabel operasional Promosi(X2)
Promosi dalam penelitian ini merupakan kegiatan mengkombinasikan
informasi dari penjual kepada pembeli atau pihak lain dalam saluran untuk
mempengaruhi sikap dan [Link] penelitian ini terdapat beberapa
indikator yang merupakan persepsi konsumen Jamur Crispy Hijrah
terhadap:
a. Penjualan Personal
adalaha penjualan yang dilakukan secara langsung dimana
produsen turun tangan sendiri untuk mempromosikan atau
mengenalkan sutu produknya kepada konsumen
b. Hubungan masyarakat
adalah salah satu cara yang dilakukan produsen untuk menjalin
komunikasi terhadap konsumen guna membangun atau
mempertahankan suatu merek produk tersebut.
c. Media Promosi
adalah alat yang digunakan untuk melakukan promosi sebagai
sarana memberitahu atau mengenalkan produk tersebut
d. Frekuensi Promosi
jumlah data penjualan yang dilakukan disetiap waktu melalui
media promosi penjualan
2.1.7 Harga
[Link] Pengertian Harga
Menurut Kotler ,Philip dan Keller,Kevin Lane( 2009 : 572 ) Harga adalah
salah satu elemen dari bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; elemen
lainnya menghasilkan biaya. Harga mungkin merupakan elemen termudah dari
program pemasaran untuk menyesuaikan; fitur produk, saluran, dan bahkan
promosi membutuhkan lebih banyak waktu. Menurut Banjaŕnahor, Astri
Rumondang (2021 : 84 ) menyatakan bahwa harga adalah sejumlah uang yang
harus dibayar oleh pelanggan untuk membeli produk atau mengganti hak milik
produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit
terms dan retail price.
Harga adalah komponen yang sangat penting dari definisi bauran
pemasaran. Ini juga merupakan komponen yang sangat penting dari rencana
pemasaran karena ini menentukan keuntungan dan kelangsungan hidup
perusahaan [Link], fitria(2021:4)
Sedangkan Menurut Ritonga,Husni Muharram ( 2018 : 102-103)
menyatakan bahwa Harga mengandung pengertian, suatu nilai tukar dari produk
barang atau pun jasa yang umumnya dinyatakan dalam satuan moneter (Rupiah,
Dollar, Yen dll). Dalam dunia bisnis harga mempunyai banyak nama, sebagai
contoh dalam dunia perdagangan produk disebut harga, dalam dunia perbankan
disebut bunga, atau dalam bisnis jasa akuntansi, konsultan disebut fee, biaya
transportasi taxi, telepon disebut tariff sedangkan dalam dunia asuransi disebut
premi.
Berdasarkan definisi harga diatas maka dapat disimpulkan harga adalah
sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk
atau jasa yang dibelinya guna memenuhi kebutuhan maupun keinginannya .
[Link] Penetapan harga
Dalam penetapan harga, produsen harus memahami secara mendalam
besaran sensitifitas konsumen terhadap harga yang berkaitan dengan elasitas harga
dan ekspektasi harga. Dengan kata lain harga dan penetapan harga adalah suatu
proses yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan nilai suatu
produk atau jasa dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu segala macam biaya
yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan serta mempertimbangkan faktor-
faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga.
Menurut Ritonga,Husni Muharram ( 2018 : 103-104) menyatakan bahwa
Penetapan harga adalah proses yang dinamis. Perusahaan merancang struktur
penetapan harga yang mencakup semua produknya. Perusahaan melakukan
perubahan sepanjang waktu dan selalu melakukan penyesuaian dengan tujuan
untuk memperhitungkan berbagai pelanggan dengan karakteristik dan situasi yang
berbeda-beda. Strategi penetapan harga biasanya berubah ketika produk bergerak
melalui siklus hidup produk tersebut. Perusahaan dapat memutuskan salah satu
dari beberapa strategi kualitas harga untuk memperkenalkan produk tiruan,
termasuk penetapan harga premium, penetapan harga ekonomis, nilai yang baik,
atau penetapan harga berlebihan.
[Link] Metode Penetapan Harga
Menurut Ritonga,Husni Muharram ( 2018 : 107-109) Metode penerapan
secara garis besar dikelompokkan menjadi empat kategori utama yaitu :
1. Harga Berbasis Pemintaan
Demand-oriented pricing mendasarkan kepada tingkah laku demand,
misalnya harga tinggi apabila demand sangat kuat dan harga rendah
bilamana demand lemah. Untuk menanggapi aneka macam konsumen
yang mengiinginkan suatu produk, maka cara yang biasa ditempuh adalah
dengan mengadakan diskriminasi harga. Macam-macam diskriminasi
harga yang dapat dilakukan misalnya adalah diskriminasi terhadap
teritorial (wilayah), kelompokcustomer (pelanggan), Waktu dan kualitas
atau bentuk produk.
2. Harga Berbasis Biaya
Merupakan cara paling umum yang banyak digunakan oleh perusahaan,
yakni dengan penetapan harga jual berdasar biaya-biaya yang dikeluarkan
untuk produksi dan menambahkan suatu prosentase tertentu sebagai
labanya.
3. Harga Berbasis Persaingan
Harga Berbasis Persaingan (Competition oriented pricing) merupakan
penetapan harga yang didasarkan kepada harga yang ditetapkan oleh
pesaing, hal ini dilakukan terutama untuk produk-produk yang bersifat
homogen. Beberapa metode penetapan harga yang dapat disebutkan
sebagaiberikut:
Perceived value pricing, yaitu penetapan harga dimana perusahaan
berusaha menetapkan harga setingkat dengan rata – rata industri.
Sealed bid pricing yaitu suatu penetapan harga didasarkan pada
tawaran yang diajukan oleh pesaing.
4. Harga Berbasis Laba
Metode ini berusaha menyeimbangkan pendapatan dan biaya dalam
mpenetapan harganya. Upaya ini dapat dilakukan atas dasar target
volumelaba spesifik atau dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap
penjualan atau investasi. Metode penetapan harga berbasis laba ini terdiri
dari target profit pricing, target return on sales pricing, dan target return on
investment pricing.
[Link] Indikator harga
Menurut Kotler dan Armstrong (2008:278) yang diterjemahkan olehSabran
ada empat indikator yang mencirikan harga yaitu :
a. Keterjangkauan harga
Harga yang diberikan oleh perusahaan terhadap produk mereka dapat
dijangkau oleh para konsumennya. Harga yang sesuai dan terjangkau
tentunya akan menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli produk
mereka.
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Harga yang diberikan oleh perusahan terhadap produknya sesuai dengan
kualitas produk yang mereka hasilkan, misalnya jika harganya tinggi maka
kualitas produk yang diberikan pun memiliki kualitas yang tinggi sehingga
konsumen pun merasa tidak keberatan jika membeli produk tersebut.
c. Daya saing harga
Dalam pasar, perusahaan sebaiknya juga memperhatikan bahwa harga
yang diberikan memiiki daya saing yang tinggi terhadap para
kompetitornya. Jika harga yang diberikan terlampau tinggi di atas harga
para kompetitor maka produk tersebut tidak memiliki daya saing yang
baik.
d. Kesesuaian harga dengan manfaat.
Manfaat produk yang dimiliki harus sesuai dengan harga yang diberikan
oleh perusahaan terhadap produk mereka. Ada baiknya jika harga yang
tinggi memiliki manfaat produk yang tinggi pula.
Didalam penelitian ini ada beberapa indikator yang digunakan
MenurutGoenadhi (2011:159) indikator harga adalah
a. Harga terjangkau daya beli konsumen, dimana konsumen membeli
suatuproduk yang memiliki harganya terjangkau sehingga mudah
dicapai ataudibeli.
b. Harga bersaing dengan merek lain, yaitu konsumen biasanya
membedabedakan harga produk yang mau dibeli.
c. Pemberian diskon atau potongan harga, pihak manajemen perusahaan
atauprodusen memberikan potongan terhadap konsumen pada
pemebelian produkyang di inginkan.
[Link] Variabel operasional Harga(X3)
Harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan kepada
konsumen atasmanfaat yang diperoleh dari barang atau jasa yang
dikonsumsi. Dalampenelitian ini terdapat beberapa indikator yang
merupakan persepsi konsumenJamur Crispy Hijrah terhadap:
a. Keterjangkauan harga
Perusahaan harus mempertimbangkan harga yang sesuai terhadap
produk mereka,harga yang sesuai menjadi pertimbangan konsumen
dalamn melakukan suatu produk tersebut.
b. Kesesuaian harga dengan manfaat
Manfaat yang ada pada produk dapat disesuaikan dengan harga
yang diberikan oleh perusahaan,dengan tingginya manfaat yang
ada pada produk tersebut memungkinkan juga dapat menentukan
harga yang tinggi juga.
c. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Kualitas produk yang baik dapat memberikan nilai positif dalam
menyesuaikan harga suatu produk,misalnya jika Kualitas produk
tinggi maka harga yang diberikan pun memiliki harga yang tinggi
sehingga konsumen pun merasa tidak keberatan jika membeli
produk tersebut
d. Harga bersaing dengan merek lain
salah satu perilaku konsumen dalam membedakan antara merk
satu dengan yang lainnya sehingga nantinya dapat menjadi
keputusan dalam membeli.
2.2 Penelitian Terdahulu
Berbagai penelitian terdahulu telah dilakukan untuk mengkaji manfaat
yang bisa diambil, sebagai acuan dari penelitian ini dikemukakan hasil-hasil
penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya, diantaranya:
Tabel 2.2
Penelitian Terdahulu
N Peneliti, Judul Hasil Persamaan Perbedaan
o Tahun
1 ''Jihan Pengaruh Dari hasil penelitian 1. Penggunaan 1. Objek
Veronika & Kualitas Produk, dapat disimpulkan variabel bebas penelitian
Hikmah" Promosi,dan bahwa. Kualitas Kualitas produk dilakukan di
Citra Merk produk(X1), dan Promosi seluruh UKM
"Journal Of
terhadap promosi(X2) dan citra Kota Batam.
Management 2. Penggunaan
Keputusan merek(X3)
, variabel terikat 2. Metode
Pembelian berpengaruh positif
Accounting, keputusan penelitian
Keripik tempe di dan signifikan terhadap
Economic pembelian menggunaka
kota Batam keputusan
and n sampel
pembelian(Y) 3. Jenis data dalam
Business" insidental
penelitian adalah
keripik tempe di Kota
Vol 01. No. data primer,Data
Batam.
02, 2020 yang di dapatkan
dengan hasil
penyebaran
E-ISSN: 2722- kuesioner,observa
3949 si ataupun
wawancara
4. Penguji hipotesis
sama - sama
menggunakan Uji f
dan Uji t
2Analisis
"SEPTIAN
pengaruh Harga,Kualitas Hasil penelitian dapat 1. menggunakan 3 1. Objek
Produk,dan
BIMO SUSILO
Promosi terhadap disimpulkan bahwa variabel bebas penelitian
Keputusan
" Pembelian Produk Keripik Ada pengaruh positif yang sama : dilakukan di
Usus Ayam "Al-ICHYA" dan Kualitas produk seluruh UKM
Simki-
Promosi,dan Kota Kediri.
Economic signifikan antara harga
harga.
Vol. 01 No. 2. Metode
dengan keputusan
10 Tahun 2. Penggunaan pengambilan
pembelian
2017 ISSN : variabel terikat sampling
BBBB-BBBB pada Keripik Usus keputusan yang
Ayam ALICHYA Kediri. pembelian digunakan
E-ISSN :2599-
dalam
0748 3. Penguji hipotesis
penelitian ini
sama - sama
adalah
menggunakan Uji f
metode
dan Uji t
accidental
4. Teknik sampling.
pengukuran
variabel
menggunakan
skala likert.
3 "Stephanus Pengaruh Hasil penelitian dapat 1. menggunakan 3 1. Objek
Felix Aristo" Produk,Harga,da disimpulkan bahwa variabel bebas penelitian
n Promosi ketiga variabel bebas yang sama : dilakukan
terhadap yakni : Kualitas produk Perusahaan
Keputusan Promosi,dan Woles chips
Jurnal 1. Produk berpengaruh
Pembelian harga.
Manajemen signifikan terhadap 2. Metode
Konsumen Woles
dan Start-Up keputusan pembelian. 2. Penggunaan pengumpula
Chips
Bisnis variabel terikat n data
2. Harga berpengaruh
Volume 1, keputusan menggunaka
signifikan terhadap
Nomor 4, pembelian n data
keputusan pembelian.
Oktober primer yang
3. Penguji hipotesis
2016" 3. Promosi diperoleh
sama - sama
berpengaruh signifikan dari hasil
E-ISSN : menggunakan Uji f
terhadap keputusan pembagian
25274635 dan Uji t
[Link] kuesioner
n adalah variabel yang 4. Teknik kepada
paling berpengaruh pengukuran responden.
pada kinerja karyawan. variabel
menggunakan
skala likert
2.3 Kerangka Pemikiran
Untuk mengungkapkan permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian
ini, maka peneliti menggunakan kerangka penelitian seperti di bawah ini :
Gambar 2.2
Kerangka Konseptual
Kualitas Produk (X1)
H1
Promosi (X2) Keputusan Pembelian (Y)
H2
Harga (X3) H3
H4
Keterangan :
= Pengaruh Secara parsial
= Pengaruh secara Simultan
Bedasarkan kerangka konseptual diatas, dijelaskan bahwa penelitian ini memiliki
tiga variable bebas (Kualitas Produk,Promosi dan Harga) dan satu variable terikat
( Keputusan Pembelian ). Kerangka konseptual ini dipergunakan untuk
mengarahkan peneliti dalam pelaksanaan penelitian. Penelitian ini digunakan
untuk mengetahui pengaruh dari ketiga variabel bebas baik secara simultan
maupun parsial.
Pengaruh secara parsial yaitu :
1. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Jamur Crispy ''Hijrah" di Resto Kampoeng Jamur di Dusun Laodan
Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.
2. Pengaruh Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Jamur
Crispy ''Hijrah" di Resto Kampoeng Jamur di Dusun Laodan Kecamatan
Omben Kabupaten Sampang.
3. Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Jamur Crispy
''Hijrah" di Resto Kampoeng Jamur di Dusun Laodan Kecamatan Omben
Kabupaten Sampang.
Sedangkan pengaruh secara simultan ialah dimana Kualitas Produk, Promosi dan
Harga mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Jamur Crispy ''Hijrah" di Resto
Kampoeng Jamur di Dusun Laodan Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.
2.4 Hipotesis
Hipotesis didenifisikan sebagai alternatif dugaan jawaban yang dibuat oleh
peneliti bagi permasalahan yang diajukan dalam penelitiannya.
Hipotesi dalam penelitian ini adalah :
H1 : Diduga Kualitas Produk berpengaruh terhadap Keputusan pembelian
produk konsumen Jamur Crispy “Hijrah” di Resto Kampoeng Jamur di
Dusun Laodan Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.
H2 : Diduga Promosi berpengaruh terhadap Keputusan pembelian produk
konsumen Jamur Crispy “Hijrah” di Resto Kampoeng Jamur di Dusun
Laodan Kecamatan Omben Kabupaten Sampang..
H3 : Diduga Harga berpengaruh terhadap Keputusan pembelian produk
konsumen Jamur Crispy “Hijrah” di Resto Kampoeng Jamur di Dusun
Laodan Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.
H4 : Diduga Kualitas Produk, Promosi, dan Harga berpengaruh secara
Simultan terhadap Keputusan pembelian produk konsumen Jamur Crispy
“Hijrah” di Resto Kampoeng Jamur di Dusun Laodan Kecamatan Omben
Kabupaten Sampang.