AKPER BINA INSANI SAKTI SUNGAI PENUH
PRE PLANNING
TAK STIMULASI PERSEPSI : HALUSINASI
SESI I ( IDENTIFIKASI JENIS HALUSINASI PASIEN)
DI RUANG YUDISTIRA
Disusun oleh : kelompok 4
WISNU HARI MURTI
UUN IKHTIAR WAHYU
SYAFA’ATUL KHAIRIAH
WINDI NADYA
SERI WULANDARI
FAZIRAH AIDA
AKADEMI KEPERAWATAN BINA INSANI SAKTI
SUNGAI PENUH TAHUN AJARAN 2022/2023
1
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)
A. Latar Belakang
Gangguan persepsi sensori (halusinasi) merupakan salah satu masalah keperawatan
yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Pasien merasakan sensasi berupa
suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan tanpa stimulus yang
nyata (Keliat dkk, 2007). Salah satu jenis halusinasi yang paling sering dijumpai
yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran dapat berupa bunyi
mendenging atau suara bising yang tidak mempunyai arti, tetapi lebih sering
terdengar sebagai sebuah kata atau kalimat yang bermakna. Suara itu bias
menyenangkan, menyuruh berbuat baik, tetapi dapat pula berupa ancaman,
mengejek, memaki atau bahkan yang menakutkan dan kadang-kadang mendesak
atau memerintah untuk berbuat sesuatu seperti membunuh dan merusak (Yosep,
2007). Pada fase tertentu ada beberapa pasien yang merasa terganggu dengan isi
halusinasinya, karena isi halusinasinya dapat berupa ancaman dan suara yang
menakutkan. Jika pasien tersebut tidak bisA mengontrol halusinasinya maka pasien
2
akan mencederai dirinya sendiri, orang lain dan [Link] satu terapi untuk
halusinasi adalah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) khususnya Stimulasi Persepsi.
Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Persepsi adalah terapi yang menggunakan
aktivitas sebagai stimulus dan terkait dengan pengalaman atau kehidupan untuk
didiskusikan dalam kelompok (Keliat, 2007). Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi
Persepsi bertujuan agar pasien dapat mempersepsikan stimulus yang dipaparkan
kepadanya dengan tepat dan dapat menyelesaikan masalah yang timbul dari stimulus
yang dialami dan dapat membantu pasien mengenali dan mengontrol gangguan
halusinasi yang dialaminya.
B. Pengertian TAK
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK): adalah upaya memfasilitasi kemampuan
sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. Salah satu
gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah gangguan
persepsi sensori: Halusinasi. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan
jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan
sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan perabaan atau
penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada.
3
Dampak dari halusinasi yang diderita klien diantaranya dapat menyebabkan
klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan fikirannya sendiri. Salah satu
penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
yang bertujuan untuk mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi
yang dialaminya.
Aktivitas digunakan untuk memberikan stimulasi pada sensasi klien,
kemudian diobservasi reaksi sensori klien berupa ekspresi emosi atau
perasaan melalui gerakan tubuh, ekspresi muka dan ucapan. TAK stimulasi
persepsi membantu klien yang mengalami kemunduran orientasi dalam
upaya memotivasi proses pikir serta mengurangi perilaku maladaptif.
1. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang
menggunakan aktivitas untuk mempersepsikan berbagai stimulasi yang terkait
dengan pengalaman kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil
diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian
masalah.
Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJD PROV.
JAMBI khususnya Ruang Shinta sebagian besar pasien menderita halusinasi.
Oleh karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang
halusinasi.
C. Tujuan
1. Tujuan umum
4
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi
dalam kelompok secara bertahap.
2. Tujuan khusus
a) Klien dapat mengenal dan mengontrol halusinasi dengan menghardik.
b) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.
c) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan
orang lain.
d) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas
terjadwal.
D. Klien
1. Kriteria klien
Klien yang mengalami perubahan persepsi sensori: Halusinasi
Pendengaran
2. Proses seleksi
a) Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
b) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok.
E. Kriteria Hasil
1. Evaluasi Struktur
a) Kondisi lingkungan tenang dan dilakukan di dalam ruangan yang
memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan
b) Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan
c) Alat yang digunakan dalam kondisi baik
d) Leader, Co-leader, Fasilitator, observer dan operator berperan
sebagaimana mestinya.
2. Evaluasi Proses
5
a) Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
b) Leader mampu memimpin acara.
c) Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
d) Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
e) Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung
jawab dalam antisipasi masalah.
f) Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada
kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok
g) Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir
3. Evaluasi Hasil
Diharapkan 75% dari peserta mampu:
a) Mengenal halusinasi mencakup: isi, frekuensi, waktu, pencetus, dan
respon dari halusinasi
b) Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
c) Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat
d) Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain
e) Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal
F. Antisipasi Masalah
1. Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas
a) Memanggil klien
b) Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau
klien lain
2. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin:
a) Panggil nama klien
b) Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan
3. Bila klien lain ingin ikut:
a) Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang
telah dipilih
b) Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti oleh
klien tersebut
6
c) Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi pesan pada kegiatan ini.
G. Pengorganisasian
SESI I
Sesi I : Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Persepsi
Mengenal Halusinasi
1. Waktu Pelaksanaan
a) Hari/Tanggal : Rabu, 07 Desember 2022
b) Jam : 09.00 WIB – 09.45
c) Alokasi waktu. : Perkenalan dan Pengarahan (10 menit), Pelaksanaan
(25 menit), Penutup (10 menit)
d) Tempat : Ruang Shinta RSJD [Link]
e) Sesi : 1(satu)
f) Jumlah Pasien. : 5 (lima)
7
2. Tim Terapis
Leader Sesi I :Restia
Safitri
1) Mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Memimpin jalannya terapi kelompok
3) Memimpin diskusi
Co-leader Sesi I : Berliana Sawalina
1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
3) Membantu memimpin jalannya kegiatan
4) Menggantikan leader jika terhalang tugas
Observer Sesi I :Oktira Rahmila
1) Mengamati semua proses kegiatanyang berkaitan dengan waktu,
tempat dan jalannya acara
2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota
kelompok denga evaluasi kelompok
Fasilitator Sesi I :
1) Novita Ramadani
2) Nauri Ategah
3) Genesa Adi Pratama
4) Dio urrahman
Uraian tugas :
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Membimbing kelompok selama permainan diskusi
4) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
5) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
Proses pelaksanaan
A. Tujuan
Klien mengenal halusinasi
8
B. Indikasi
Klien dengan halusinasi
C. Tema
Terapi Aktivitas Kelompok Mengenai halusinasi
D .Metode dan Media
1) Metode
- Diskusi
- Permainan
2) Media
- Papan nama
- Balon
- Speaker
3. Setting Tempat
9
H. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan perubahan
sensori persepsi: Halusinasi
b) Membuat kontrak dengan klien
c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a) Salam terapeutik
1) Salam dari terapis kepada klien
2) Perkenalan nama lengkap dan nama panggilan semua struktur (beri
papan nama)
b) Evaluasi/validasi
Menanyakan perasaan klien saat ini
c) Kontrak
1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu
mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
2) Leader menjelaskan aturan main
- Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus minta izin
kepada leader
- Lama kegiatan 30 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Tahap kerja
a) Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat
mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua
klien mendapat giliran
10
Tanyakan pengalaman tiap klien Halusinasi (isi, frekuensi,
waktu)
Tanyakan perasaan klien saat halusinasi itu datang (tanda dan
gejala)
Tanyakan perilaku yang dilakukan saat halusinasi
b) Mendiskusikan dampak/ akibat halusinasi
c) Berikan kesimpulan penyebab, tanda dan gejala halusinasi
4. Tahap terminasi
I. Evaluasi dan dokumentasi
a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap
kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan
TAK. Untuk TAK stimulasi persepsi : HALUSINASI sesi I, kemampuan
klien yang diharapkan adalah menuliskan pengalaman yang tidak
menyenangkan dan jenis halusinasi. Format evaluasi sebagai berikut :
Sesi I
Stimulasi persepsi : halusinasi
no Nama klien Penyebab halusinasi Halusinasi yang dilakukan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
11
10
11
12
13
14
15
b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan
proses keperawatan tiap klien. Contoh : klien mengikuti sesi I, TAK
stimulasi persepsi HALUSINASI. Klien mampu menuliskan 3 hal yang tidak
menyenangkan, mengalami kesulitan menyebutkan apa yang dirasakan.
Anjurkan klien menulis kemampuan dan hal positif dirinya dan tingkatkan
pujian
12
13