Merindu Senja di Bulogading
45 allo ajjari kisah antara nakke na ikatte
Editor :
Muh. Qurasy Mathar, [Link]., [Link]
Kontributor :
Devi Safitri
Lista Novera
Nurazizah Hasrun
Muh. Anugrah
Muh. Ruslan
Dian Septi Syarif
Nabilah
M. Azmi Fauzan Anas
Nurul Hikmah Ahmad
Alfiah Rifqah
PUSAKA ALMAIDA
ii | Merindu Senja di Bulogading
2019
LEMBAR TIM PENYUSUN
Merindu Senja di Bulogading
Buku ini adalah laporan hasil kegiatan KKN Angkatan ke-60 UIN
Alauddin Makassar Tahun 2019 di Desa Bulogading, Kecamatan
Bontonompo. Kab. Gowa.
Makassar : Pusaka Almaida, 2019
xii + 75 hlm : 16 X 23 cm
ISBN :
Cetakan Pertama : 2019
Editor : Muh. Quraisy Mathar, [Link], [Link]
Desain Sampul : Devi Safitri
Kontributor : Devi Safitri, Lista Novera, Nurazizah Hasrun, Muh.
Anugrah, Muh. Ruslan, Dian Septi Syarif, Nabilah,
M.
Azmi Fauzan Anas, Nurul Hikmah Ahmad, alfiah
Rifqah
Penerbit Pusaka Almaida
Jl. Tun Abdul Razak 1, Pao-Pao Permai, G5/18,
Gowa
Sanksi pelanggaran pasal 44 undang-undang no 12 tahun 1997
tentang perubahan atas undang-undang no. 6 tahun 1982 tentang hak
cipta sebagaimana telah di ubah dengan undang-undang no. 7 tahun
1987.
1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan
atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberikan izin
untuk itu, akan di pidana dengan pidana penjara paling lama 7
(tujuh) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 100.000.000
(seratus juta rupiah)
2. Barang siapa yang dengan sengaja menyiarkan,
memamerkan, mengedarkan atau menjual kepada umum
suatu ciptaan atau berhasil pelanggaranhak cipta sebagaimana
dimaksud pada ayat 1 (satu) dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp.
50.000.000 (lima puluh juta rupiah).
Merindu Senja di Bulogading| iii
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang mengutip atas memperbanyak
Sebagian atau seluruh isi buku ini dalam
Bentuk apapun tanpa seizin dari penulis
iv | Merindu Senja di Bulogading
LEMBAR PENGESAHAN
Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Pada
Masyarakat oleh Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan
ke-60 di Desa Bulogading, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten
Gowa yang berjudul: Merindu Senja di Bulogading telah diperiksa
dan disahkan pada tanggal ...................................
Dosen Pembimbing, BP-KKN UIN Alauddin
Muh. Qurasy Mathar, [Link]., [Link] Dr. Muhammad Shuhufi,
[Link]
NIP. NIP.
Mengetahui :
Ketua PPM UIN Alauddin
Drs. H. M. Gazali Suyuti, [Link].
NIP. 195606031987031003
Merindu Senja di Bulogading| v
SAMBUTAN REKTOR
Pelaksanaan KULIAH KERJA NYATA (KKN) merupakan
agenda rutin dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang
dilakukan oleh mahasiswa UIN Alauddin Makassar di bawah
bimbingan Dosen Pembimbing KKN yang didampingi oleh Badan
Pelaksana KKN. Pelaksanaannya melibatkan seluruh mahasiswa dari
berbagai fakultas dan jurusan dengan asumsi bahwa pelaksanaan
KKN ini dalam melakukan program-program kerjanya dilakukan
dengan multi disipliner approach, sehingga program kerja KKN bisa
dilaksanakan dalam berbagai pendekatan sesuai dengan disiplin ilmu
mahasiswa yang ditempatkan di posko-posko KKN.
KULIAH KERJA NYATA (KKN) tentu diharapkan mampu
mendekatkan teori-teori ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku
kuliah dengan berbagai problematika yang dihadapi oleh masyarakat.
Dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian ini, pihak universitas
memberikan tugas pokok kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LP2M), khususnya pada Pusat Pengabdian
kepada Masyarakat (PPM). Dalam pelaksanaannya, Rektor UIN
Alauddin Makassar berharap agar pelaksanaan KKN bisa berjalan
dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah
keilmiahan dalam arti bahwa program yang dilakukan di lokasi KKN
adalah program yang diangkat dari sebuah analisis ilmiah (hasil
survey) dan dilaksanakan dengan langkah-langkah ilmiah serta dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Atas nama pimpinan UIN Alauddin Makassar, Rektor
menghaturkan banyak terima kasih dan penghargaan kepada Ketua
LP2M saudara Prof. Dr. Muhammad Saleh Tajuddin, M.A., Ph.D.
terkhusus kepada Kepala PPM saudara Drs. H.M. Gazali Suyuti,
[Link] atas inisiatifnya untuk mempublikasikan dan mengabadikan
karya-karya KKN dalam bentuk sebuah buku, sehingga proses dan
hasil pelaksanaan KKN akan menjadi refrensi pengabdian pada masa-
masa yang akan datang.
Makassar, 13 April 2019
Rektor UIN Alauddin Makassar
vi | Merindu Senja di Bulogading
Prof. Dr. H. Musafir, [Link].
NIP. 19560717 198603 1 003
Merindu Senja di Bulogading| vii
SAMBUTAN KETUA LEMBAGA PENELITIAN
DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M)
UIN ALAUDDIN
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(LP2M) memiliki tugas pokok untuk menyelenggarakan dan
mengkoordinir pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat,
baik yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Dalam hal
pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa,
KKN merupakan wadah pengabdian yang diharapkan memberikan
bekal dan peluang kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan
kajian-kajian ilmiah yang dilakukan di kampus.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu mata kuliah
wajib bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar sebelum memperoleh
gelar sarjana dalam bidang disiplin ilmu masing-masing. Pelaksanaan
KKN ini tidak hanya sekedar datang dan mengabdi ke daerah-daerah
lokasi pelaksanaan KKN, tetapi harus tetap diletakkan dalam bingkai
sebagai sebuah kegiatan ilmiah. Dalam perspektif ini, maka KKN
harus dirancang, dilaksanakan, dan terlaporkan secara ilmiah
sehingga dapat terukur pencapaiannya. Pada kerangka ini, LP2M UIN
Alauddin Makassar berupaya semaksimal mungkin untuk dapat
mencapai tujuan pelaksanaan KKN ini.
Olehnya itu, LP2M UIN Alauddin Makassar menginisiasi
untuk mempublikasikan rancangan, pelaksanaan, dan pelaporan KKN
dengan melakukan analisis ilmiah terhadap setiap program-program
kerja KKN yang dilakukan selama ber-KKN. Hal ini dilakukan agar
segala capaian pelaksanaan KKN dapat terlaporkan dengan baik dan
dapat terukur pencapaiannya, sehingga KKN yang merupakan
kegiatan rutin dan wajib bagi mahasiswa dapat dilakukan secara
sistematis dari masa ke masa.
Adanya upaya mengabadikan dalam bentuk publikasi hasil-
hasil KKN ini tidak terlepas dari upaya maksimal yang dilakukan
oleh segala pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKN ini, olehnya
itu, Ketua LP2M menghaturkan penghargaan dan terima kasih kepada
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Drs. H.M.
Gazali Suyuti, [Link]., yang telah mengawal upaya publikasi laporan
pelaksanaan KKN, serta
viii | Merindu Senja di Bulogading
apresiasi tinggi atas upaya yang tak kenal lelah untuk melakukan
inovasi di PPM, baik secara internal maupun terbangunnya jaringan
antar PPM sesama PTKAIN.
Makassar, 13 April 2019
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar
Prof. Dr. Muhammad Saleh Tajuddin, M.A.,
Ph.D.
NIP. 19681110 1993031 006
Merindu Senja di Bulogading| ix
KATA PENGANTAR
KEPALA PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
(PPM)
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Sebagai ujung tombak pelaksanaan pengabdian kepada
masyarakat, Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) UIN
Alauddin Makassar senantiasa berusaha melakukan terobosan dan
langkah-langkah inovatif untuk mewujudkan kegiatan-kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yang semakin baik dan inovatif.
Upaya ini adalah wujud tanggung jawab pengabdian terhadap
masyarakat dan UIN Alauddin Makassar, sehingga kegiatan
pengabdian masyarakat bisa semakin mendekatkan pihak civitas
akademika UIN Alauddin dengan masyarakat dan mewujudkan
keterlibatan langsung dalam pembangunan masyarakat.
Upaya membukukan dan publikasi laporan pelaksanaan KKN
ini merupakan inovasi yang telah dilakukan oleh PPM UIN Alauddin
sebagai upaya memudahkan kepada semua pihak untuk dapat
mengakses hasil-hasil pengabdian yang telah dilakukan oleh
mahasiswa KKN di bawah bimbingan dosen pembimbing. Dengan
adanya publikasi ini, program-program KKN dapat diukur capaiannya
dan jika suatu saat nanti lokasi yang yang ditempati ber-KKN itu
kembali ditempati oleh mahasiswa angkatan berikutnya, maka akan
mudah untuk menganalisis capaian yang telah ada untuk selanjutnya
dibuatkan program-program yang berkesinambungan.
Publikasi laporan KKN ini diinspirasi dari hasil ‘kunjungan
pendalaman’ ke beberapa PTKIN (Jakarta, Bandung, dan Cirebon)
serta bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan dan bimbingan
Bapak Rektor, Ketua dan Sekretaris LP2M, serta seluruh staf LP2M.
Terkhusus kepada seluruh dosen pembimbing dan anggota Badan
Pelaksana KKN UIN Alauddin Makassar saya mengucapkan terima
kasih yang tak terhingga, berkat ketekunan dan kerjasamanya
sehingga program publikasi laporan KKN ini bisa terlaksana.
Penghargaan dan ucapan terima kasih juga saya haturkan kepada
seluruh mahasiswa KKN
x | Merindu Senja di Bulogading
Angkatan ke-60 atas segala upaya pengabdian yang dilakukan dan
menjadi kontributor utama penulisan buku laporan ini.
Makassar, 13 April 2019
Kepala PPM UIN Alauddin
Makassar
Drs. H.M. Gazali Suyuti, [Link].
NIP. 19560603 198703 1 003
Merindu Senja di Bulogading| xi
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya untuk Allah.
Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi kita,
Muhammad Saw. Atas rahmat, petunjuk dan risalah yang mengiringi
kehadiran Rasulullah Saw. di bumi, sebagai juru selamat ummat
manusia.
Buku ini adalah laporan akhir KKN UIN Alauddin Makassar
Tahun 2019 di Desa Bulogading sebagai bentuk laporan
pertanggungjawaban. Akan tetapi, kami menyadari bahwa buku
laporan akhir KKN ini tentu tidak bisa terwujud tanpa partisipasi dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis akan menyampaikan
penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih yang sebanyak-
banyaknya kepada :
1. Prof. Dr. H. Musafir, [Link]., selaku Rektor UIN Alauddin
Makassar yang telah memberikan kesempatan kepada kami
untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Tanah
Karaeng.
2. Prof. Dr. Saleh Tajuddin, [Link]., selaku Ketua Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang
telah memberikan peluang untuk melaksanakan KKN di
Dusun Tanah Karaeng.
3. Drs. H. M. Gazali Suyuti, [Link]., selaku Ketua Lembaga
Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang telah
memberikan pembekalan dan membantu dalam proses
penyelesaian KKN di Dusun Tanah Karaeng.
4. Ibu Rosmini, selaku Badan Pelaksana (BP) KKN yang turut
disibukkan untuk memfasilitasi kami dalam pelaporan akhir
KKN.
5. Muh. Quraisy Mathar,[Link], [Link], selaku Dosen
Pembimbing yang telah membimbing kami dan tetap sabar
meski kadang direpotkan dengan berbagai masalah yang
dihadapi di lokasi KKN.
6. Hamzah Dg. Lompo, selaku Kepala Desa Bulogadingg yang
banyak diganggu aktifitasnya untuk kelancaran program kerja
KKN di Desa Bulogadingg
7. Seluruh Kepala Dusun di Desa Bulogadingg yang telah
bersedia meluangkan waktu membantu kami dalam
merampungkan program KKN di Dusun masing-masing
xii | Merindu Senja di Bulogading
8. Seluruh masyarakat Desa Bulogadingg yang telah
berpartisipasi dalam pelaksanaan program KKN di Desa
Bulogadingg
9. Kawan-kawan mahasiswa KKN UIN Alauddin Angkatan ke-
60 yang mau berbagi dalam suka dan duka selama ber-KKN
di Desa Bulogadingg
Semoga buku ini dapat memberi manfaat buat kita semua,
khususnya kepada kampus tercinta “Kampus Peradaban” UIN
Alauddin Makassar dan diri kami semua. Saran dan kritik senantiasa
penulis harapkan dari para pembaca.
Bulogading, 15 April 2019
Tim Penyusun
Merindu Senja di Bulogading| xiii
DAFTAR ISI
LEMBAR TIM PENYUSUN.........................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN............................................................iii
SAMBUTAN REKTOR.................................................................iv
SAMBUTAN KETUA LEMBAGA PENELITIAN
DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M)
UIN ALAUDDIN...........................................................................v
KATA PENGANTAR
KEPALA PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
(PPM) UIN ALAUDDIN MAKASSAR........................................vii
KATA PENGANTAR ...................................................................ix
DAFTAR ISI .................................................................................xi
MUQADDIMAH............................................................................xii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................1
A. Dasar Pemikiran.........................................................1
B. Gambaran Umum Desa .............................................2
C. Permasalahan..............................................................3
D. Kompetensi Mahasiswa KKN Angkatan 60...............4
E. Fokus atau Prioritas Program .....................................5
F. Sasaran dan Target ....................................................5
G. Jadwal Pelaksanaan Program .....................................6
H. Pendanaan dan Sumbangan........................................7
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM.......................11
A. Metode Intervensi Sosial............................................11
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat ..........13
BAB III KONDISI DESA BULOGADINGG................................15
A. Sejarah Singkat Desa Bulogading...............................15
B. Letak Geografis..........................................................16
C. Struktur Penduduk......................................................19
BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN
PEMBERDAYAAN DESA BULOGADINGG.................23
A. Kerangka Pemecahan Masalah...................................23
B. Rincian Kegiatan Lingkungan Desa Bulogading........27
C. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan & Pengabdian
Masyarakat.................................................................27
xiv | Merindu Senja di Bulogading
D. Faktor-Faktor Pencapaian Hasil..................................39
BAB V PENUTUP .......................................................................40
A. Kesimpulan.................................................................40
B. Rekomendasi..............................................................40
TESTIMONI...................................................................................42
A. Testimoni Mahasiswa KKN Angkatan Ke-60............42
Merindu Senja di Bulogading| xv
MUQADDIMAH
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan
dan pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian
Masyarakat menggambarkan secara utuh fase-fase menuju
pembelajaran sejati. Juga mendeskripsikan bagaimana proses belajar
yang baik bagi seorang mahasiswa secara keseluruhan. Dari dalam ke
luar. Dari hal yang kecil ke hal yang besar.
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan ke-60 di
Desa Bulogading, Kec. Bontonompo, Kab. Gowa beranggotakan 10
orang dari 5 Fakultas yag berbeda. Keempat fakultas tersebut adalah
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Sains dan Teknologi,
Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin Filsafat dan
Politik, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Kegiatan KKN
berlangsung selama 45 hari sejak keberangkatan 25 Februari-10 April
2019.
KKN saya istilahkan sebagai sebuah pembelajaran di alam
nyata, setelah kurang lebih 7 semester belajar di bangku kuliah. KKN
adalah belajar dari ruang-ruang kelas menuju ruang-ruang
masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu menghadapi segala
kondisi kehidupan yang dihadapi di lokasi KKN. Bagiku, mahasiswa
yang hebat adalah mahasiswa yang mampu memoles d mewarnai
kehidupan masyarakat menjadi lebih indah. Bukan mahasiswa yang
memaksakan diri untuk bermanja-manja di tengah kerasnya
kehidupan yang dihadapi masyarakat di lokasi KKN.
Merindu Senja di Bulogading| 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Dasar Pemikiran
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan
pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan
lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu.
Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai
dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa. Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan
tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang
memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian,
dan pengabdian kepada masyarakat.
Kuliah kerja nyata dilaksanakan secara melembaga dan
terstruktur sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum pendidikan
tinggi, yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program studi ilmu
hukum strata satu (S1) dengan status intrakurikuler wajib.
Kuliah Kerja Nyata sesungguhnya adalah kuliah yang
dilakukan dari ruang kelas ke ruang masyarakat. Ruang yang sangat
luas dan heterogen dalam menguji teori-teori keilmuan yang telah
didapatkan di bangku kuliah. Masyarakat adalah guru kehidupan yang
ditemukannya di lokasi KKN.
Teori-teori keilmuan yang didapatkan di bangku kuliah,
kemudian diperhadapkan pada fakta-fakta lapangan sebagai salah satu
alat menguji kebenaran teori tersebut. Di sinilah dibutuhkan
kreatifitas mahasiswa sebagai bagian dari pengembangan diri dan uji
nyali sebelum terjun ke masyarakat yang sesungguhnya.
Melalui KKN mahasiswa mengenal persoalan masyarakat
yang bersifat “cross sectoral” serta belajar memecahkan masalah
dengan pendekatan ilmu (interdisipliner). Mahasiswa perlu menelaah
dan merumuskan masalah yang dihadapi masyarakat serta
memberikan alternatif pemecahannya (penelitian), kemudian
membantu memecahkan dan menanggulangi masalah tersebut.
Tujuan besar yang didapatkan oleh mahasiswa dari program
Kuliah Kerja Nyata adalah untuk mengoptimalkan pencapaian
maksud dan tujuan perguruan tinggi, yakni menghasilkan sarjana
yang menghayati permasalahan masyarakat dan mampu memberi
solusi permasalahan secara pragmatis, dan membentuk kepribadian
mahasiswa sebagai kader pembangunan dengan wawasan berfikir
yang komprehensif.
2 | Merindu Senja di Bulogading
Sedang, manfaat Kuliah Kerja Nyata yang diharapkan
sebagai modal besar bagi mahasiswa dari program wajib ini antara
lain agar mahasiswa mendapatkan pemaknaan dan penghayatan
mengenai manfaat ilmu,teknologi, dan seni bagi pelaksanaan
pembangunan, mahasiswa memiliki skill untuk merumuskan serta
memecahkan persoalan yang bersifat “cross sectoral” secara
pragmatis ilmiah dengan pendekatan interdisipliner, serta tumbuhnya
kepedulian sosial dalam masyarakat.
Bagi masyarakat dan Pemerintah, program Kuliah Kerja
Nyata adalah bagian dari kerja kreatif mahasiswa dalam memberikan
bantuan pemikiran dan tenaga dalam pemecahan masalah
pembangunan daerah setempat, dalam memperbaiki pola pikir dalam
merencanakan, merumuskan, melaksanakan berbagai program
pembangunan, khususnya dipedesaan yang kemungkinan masih
dianggap baru bagi masyarakat setempat, serta menumbuhkan potensi
dan inovasi di kalangan anggota masyarakat setempat dalam upaya
memenuhi kebutuhan lewat pemanfaatan ilmu dan teknologi.
Kepentingan lain dari program kuliah kerja nyata ini dapat
ditemukan antara lain: Melalui mahasiswa/ dosen pembimbing,
diperoleh umpan-balik sebagai pengayaan materi kuliah,
penyempurnaan kurikulum, dan sumber inspirasi bagi suatu
rancangan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang lain atau
penelitian. Demikian pula, diperolehnya bahan masukan bagi
peningkatan atau perluasan kerjasama dengan pemerintahan setempat,
termasuk dengan instansi vertikal yang terkait.
B. Gambaran Umum Desa Bulogading
Gambaran umum Desa Bulogading adalah usaha
menggambarkan secara utuh tentang profil desa, data-data yang
disusun dari hasil penggalian data sekunder yang didapatkan di buku
Rencana Pembagunan Jangka Menengah Desa Bulogading Tahun
2016-2021.
Tahun 2000, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan BPD
mengadakan musyawarah dengan agenda pemekaran Desa
Romanglasa menjadi 2 desa yaitu Desa Romanglasa sebagai desa
induk dan Desa Bulogading sebagai hasil pemekaran.
Desa Bulogading terletak di Kecamatan Bontonompo,
Kabupaten Gowa. Desa Bulogading ini terdiri dari 3 dusun yaitu
Dusun Daru’mung, Dusun Borongjati, Dusun Borongtangnga.
Merindu Senja di Bulogading| 3
Desa Bulogading yang berbatasan dengan Desa Gentungang
[Link] Barat di sebelah Utara, Desa Romanglasa
[Link] di sebelah Timur, di sebelah Selatan berbatasan
dengan Desa Kalebarembeng, serta sebelah Barat berbatasan dengan
Desa Parangbambe Kec. Galesong Kab. Takalar ini didukung oleh
jumlah penduduk sekitar 1.707 jiwa yang mayoritas penduduk
bermata pencaharian sebagai petani dan pembuat batu merah sebagai
Gambar 1. 1 Peta Desa Bulogading
pekerjaan sampingan.
C. Permasalahan
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, ditemukan
beberapa masalah yang memungkinkan untuk diselesaikan selama
masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), diantaranya:
1. Bidang Pendidikan
a. Kurangnya tenaga profesional guru dibidang pengetahuan
umum dan agama di sekolah
b. Kurangnya tenaga guru TPA
4 | Merindu Senja di Bulogading
c. Tidak adanya wadah siswa TK-TPA dalam mengasah
bakatnya dalam bidang keagamaan
2. Bidang Pembangunan dan Sosial
a. Kurangnya kegiatan masyarakat di bidang olahraga
b. Kurang bersihnya tempat dan fasilitas umum.
c. Kurangnya pepohonan rindang di sekitar pinggir jalan
D. Kompetensi Mahasiswa KKN Angk. Ke-60
Mahasiswa KKN Angkatan ke-60 berasal dari berbagai
kompetensi keilmuan, sebagai berikut:
M. Azmi Fauzan Anas, dari d Teknik Informatika.
Mahasiswi ini memiliki kompetensi keilmuan di bidang sosial.
Mampu mengendari kendaraan beroda empat. Dia juga mampu
mengajari anak-anak bermain music menggunakan mulut (beatbox).
Muh. Anugrah, dari jurusan Ilmu Ekonomi. Mahasiswa yang
satu ini memiliki kompetensi di bidang sosial. Dia juga mampu
mengorganisir kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama berKKN.
Selain itu, dia mampu mengajar pengetahuan umum di Sekolah
Dasar.
Muh. Ruslan, dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Sesuai
dengan jurusannya, dia memiliki kompetensi berbahasa Arab yang
baik. Pengetahuan agama yang dia miliki sering dia ajarkan ke anak-
anak. Dia juga mampu berkhutbah dan memiliki suara yang merdu
ketika mengaji.
Nabilla, dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Mahasiswa
ini mampu berkomunikasi dengan baik ke siapapun. Sebagai wanita,
dia dapat memasak dan mengerjakan pekerjaan dapur dengan baik.
Selain itu, dia juga mempunyai skill di bidang videografi.
Nurul Hikmah Ahmad, dari jurusan Pendidikan
Matematika. Mahasiswa ini mempunya keterampilan di bidang
mengajar Matematika dan juga mengaji. Keterampilan lainnya adalah
dia bisa memasak masakan yang enak dan lincah dalam mengerjakan
pekerjaan dapur.
Dian Septi Syarif, dari jurusan Manajemen. Mahasiswa yang
sering disapa Dian, memiliki kompetensi mengajar di Sekolah Dasar.
Dia juga mampu berbaur dengan anak-anak. Selain itu, dia juga dapat
mengajarkan anak-anak bagaimana cara modelling yang baik.
Alfiah Rifqah, dari jurusan Akuntansi. Mahasiswa yang
berasal dari fakultas Ekonomi ini mempunyai keterampilan di bidang
Merindu Senja di Bulogading| 5
menata rias. Dia juga mengetahui masalah obat-obatan. Selain itu, dia
mampu memiliki keterampilan mengajar di Sekolah Dasar.
Nur Aziza Hasrun, dari jurusan Perbandingan Agama.
Memiliki kemampuan masak-memasak dan mencuci piring.
Mahasiswa berwajah imut ini juga memiliki keterampilan mengajar di
TK TPA dan Sekolah Dasar. Selain itu, dia juga sering memberikan
pemecahan masalah jika ada masalah rumit yang dihadapi di posko.
Lista Novera, dari jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah (PGMI). Sesuai dengan jurusannya, dia mempunya
keterampilan dalam mengajar di sekolah dan juga TK TPA.
Kemampuannya dalam masak memasak tidak diragukan lagi. Kopi
buatannya juga banyak dinikmati para kaum adam.
Devi Safitri, dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.
Mahasiswa ini mempunya kemampuan di bidang adminstratif. Dia
juga mempunyai skill dibidang videografi dan design. Selain itu, dia
sering memunculkan ide-ide kreatif untuk setiap kegiatan yang
dilaksanakan selama KKN.
E. Fokus atau Prioritas Program
Program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-
60 Tahun 2019 meliputi bidang Pendidikan, Keagamaan, dan bidang
Pembangunan dan Sosial.
Fokus Permasalahan Prioritas Program dan Kegiatan
- Kegiatan belajar mengajar di
Bidang Pendidikan
sekolah
- Mengajar Mengaji di TK-TPA
Bidang Keagamaan
- Mengadakan Festival Anak Saleh
- Membuat lomba sepak bola mini
- Kerja bakti
Bidang Pembangunan
- Pembersihan masjid
dan Sosial
- Pengecatan posyandu
- Penghijauan
F. Sasaran dan Target
Setiap program kerja yang dilaksanakan di lokasi KKN
memiliki sasaran dan target, yaitu :
Bidang Pendidikan
Program
No Sasaran Target
Kerja
6 | Merindu Senja di Bulogading
Mengajar di Siswa/i SD Inpres Membantu tenaga guru
1
Sekolah Bulogading II dalam mengajar
Bidang Keagamaan
Program
No Sasaran Target
Kerja
Murid TK-TPA
Mengajar
Nurul Ikhlas dan Membantu tenaga
2 Mengaji di
TK-TPA Nurul pengajar untuk mengajar
TK-TPA
Jihad
Mengadakan Murid perwakilan Menambah pengalaman
3 Festival Anak TK-TPA se- murid TK-TPA dalam
Saleh Bulogading ranah keagamaan
Bidang Pembangunan dan Sosial
Program
No Sasaran Target
Kerja
Pengecatan Posyandu Dusun Menambah keindahan di
4
posyandu Daru’mung, posyandu
Membuat Sebagai sarana
Remaja se-
5 lomba sepak penyaluran bakat sepak
Bulogading
takraw takraw
Menambah rasa asri di
kuburan dan
6 Kerja bakti Kuburan
mengurangi rasa takut
melewati kuburan
Masjid Al-Ikhlas
Pembersihan Menambah rasa nyaman
7 dan Masjid Nurul
masjid dan daya tarik ke masjid
Jihad
Sekitar pinggir Menambah rasa sejuk
8 Penghijauan jalan Desa ketika berjalan kaki di
Bulogading sekitar jalan
G. Jadwal Pelaksanaan Program
Kegiatan ini dilaksanakan selama 45 hari pada
Tanggal: 25 Februari – 10 April 2019
Tempat : Desa Bulogading Kecamatan Bontonompo
Kabupaten
Gowa
Merindu Senja di Bulogading| 7
Secara spesifik waktu implementasi kegiatan KKN angkatan
ke-60 dapat dirincikan sebagai berikut :
1. Pra-KKN (Februari 2019)
No Uraian Kegiatan Waktu
1 Pembekalan KKN Angkatan 60 12-14 Februari 2019
2 Pembagian Lokasi KKN 17 Februari 2019
Pertemuan Pembimbing dan
3 21 Februari 2019
Pembagian Kelompok
4 Pembagian Atribut KKN 22 Februari 2019
5 Pelepasan 25 Februari 2019
2. Pelaksanaan Program di Lokasi KKN (Februari – April
2019)
No Uraian Kegiatan Waktu
Penerimaan di Kantor Camat
1 25 Februari 2019
Bontonompo
2 Observasi dan Survey Lokasi 26 – 28 Februari 2019
3 Seminar Desa 02 Maret 2019
4 Implementasi Program Kerja 04 Maret – 01 April 2019
Kunjungan Pimpinan UIN
5 Alauddin Makassar dan Dosen 19 Maret 2019
Pembimbing
6 Penarikan Mahasiswa KKN 11 April 2019
3. Laporan dan Hasil Evaluasi Program
No Uraian Kegiatan Waktu
Penyusunan Buku Laporan
1 12 – 18 April 2019
Akhir KKN
2 Penyelesaian Buku Laporan Februari 2018
Pengesahan dan Penerbitan
3
Buku Laporan
Penyerahan Buku Laporan ke
4
LP2M
5 Penyerahan Buku Laporan
H. Pendanaan dan Sumbangan
Adapun pendanaan dan sumbangan dari setiap program kerja
yang dilaksanakan, yaitu:
1. Pendanaan
8 | Merindu Senja di Bulogading
a. Pemasukan
No. Uraian asal dana Jumlah
2. Kontribusi mahasiswa Rp Rp. 500.000
50.000 x 10 orang
3. Denda piket Rp. 5.000 x Rp. 50.000
Sekali melanggar
4. Kontribusi mahasiswa Rp. Rp. 180.000
30.000 x 6 orang
Jumlah Rp. 730.000
b. Pengeluaran
Seminar program kerja
No. Uraian pengeluaran Jumlah
1. Kertas A4 1 rim Rp. 45.000
2. Tinta Epson ori 1 botol Rp. 85.000
3. Amplop 1 ktk Rp. 20.000
4. Aqua 5 botol x Rp. 3.000 Rp. 15.000
5. The kotak 5 botol x Rp.3.000 Rp. 15.000
6. Air gelas 2 dos x Rp.14.000 Rp. 28.000
7. Spidol 1 Rp. 10.000
8. Latban bening 1 Rp. 20.000
9. Lakban hitam 1 Rp. 15.000
10. Kue 160 biji x 1.000 Rp. 160.000
Jumlah Rp. 413.000
Penghijauan
No. Uraian pengeluaran Jumlah
1. Bensin Rp. 100.000
2. Dak kantong 1 Rp. 45.000
Jumlah Rp. 145.000
Festival anak soleh
No. Uraian pengeluaran Jumlah
1. Pisau lutter 2 buah x Rp. Rp. 4.000
2.000
2. Peluru hekter 1buah Rp. 2.000
3. Tali rapia 2 gulung x Rp. Rp. 2.000
Merindu Senja di Bulogading| 9
1.000
4. Doble type kecil 1 Rp. 5.000
5. Kue 60 biji x Rp. 1.000 Rp. 60.000
6. Celebes 2 dos x Rp. 14.000 Rp. 28.000
7. Leemineral keci 16 botol x Rp. 24.000
1.500
8. Kertas karton jilid 20 lembar Rp. 10.000
x Rp. 500
9. Karton manila 3 lembar x Rp. Rp. 10.500
3.500
10. Lakban 3 buah x Rp. 2.000 Rp. 6.000
Jumlah Rp. 147.500
Turnamen olahraga
No. Uraian pengeluaran Jumlah
1. Aqua gelas 2 dos x Rp. Rp. 30.000
15.000
2. Leemineral 6 botol x Rp. Rp. 18.000
3.000
Jumlah Rp. 48.000
Acara kumpul bersama warga
No. Uraian Pengeluaran Jumlah
1 Sawi = 30.000 Rp. 30.000
2 Mie = 12.000 x 6 Rp. 72.000
3 Tepung maizena Rp. 20.000
4 Bwng merah/putih Rp. 10.0000
5 Ayam Rp. 50.0000
6 Lombok tomat Rp. 7.000
7 Daun bawang Rp. 3.000
Jumlah Rp. 192.000,-
Pengecatan Posyandu
No. Uraian Pengeluaran Jumlah
1 Kuas = 2 x 17.500 Rp. 35.000
2 Cat putih 1kg Rp. 100.000
10 | Merindu Senja di Bulogading
3 Cat putih 1 liter Rp. 40.000
Jumlah Rp. 175.000
Ramah Tamah
No. Uraian Pengeluaran Jumlah
1 Buku 3 ball = 26.000 x 3 78.000
2 Cemilan 70.000
3 Hiasan dinding 15.000
4 Isolasi 22.000
5 Balon = 23.000 x 2 46.000
6 Balon huruf = 10 x 9.000 90.000
7 Pembungkus kado 20.000
8 Bola = 6 x 7000 42.000
Kaos kaki bola = 6 x
9 20.000 120.000
10 Baju 6 lembar 200.000
11 Spanduk 120,000
Jumlah Rp. 823.000
Liburan
No. Uraian Pengeluaran Jumlah
1 Uang tiket masuk = 50 x 5 250,000
2. Sumbangan
No. Uraian Asal Sumbangan Jumlah
1 Kepala Desa Bulogading 1 kaleng cat tembok
Merindu Senja di Bulogading| 11
BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM
A. Metode Intervensi Sosial
Intervensi sosial dapat diartikan sebagai cara atau strategi
memberikan bantuan kepada masyarakat (individu, kelompok, dan
komunitas). Intervensi sosial merupakan metode yang digunakan
dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial dan
kesejahteraan [Link] sosial merupakan metode yang
digunakan dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial
dan kesejahteraan sosial dan kesejahteraan sosial adalah dua bidang
yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan seseorang melalui upaya
memfungsikan kembali fungsi sosialnya.
Intervensi sosial adalah upaya perubahan terencana terhadap
individu, kelompok, maupun komunitas. Dikatakan perubahan
terencana agar upaya bantuan yang diberikan dapat dievaluasi dan
diukur keberhasilan. Intervensi sosial dapat pula diartikan sebagai
suatu upaya untuk memperbaiki keberfungsian sosial dari kelompok
sasaran perubahan, dalam hal ini, individu, keluarga, dan kelompok.
Keberfungsian sosial menunjuk pada kondisi dimana seseorang dapat
berperan sebagaimana seharusnya sesuai dengan harapan lingkungan
dan peran yang dimilikinya.
KKN UIN Alauddin Angkatan ke-60 menggunakan metode
intervensi social dalam melakukan pendekatan kepada warga
masyarakat di Desa Pattallikang sebagai salah satu metode dalam
mengatasi masalah sosial dan sumber daya manusia (SDM) di Desa
Bulogading. Melalui pendekatan inilah bisa diketahui kemampuan
dan kebutuhan masyarakat desa.
Langkah awal yang dilakukan yaitu dengan melakukan
survey ke masyarakat. Berbaur bersama mereka dan mendengarkan
segala keluh kesah mereka. Menanyakan informasi tentang kondisi
ekonomi, pendidikan, serta sosial dan masyarakat desa. Dari
informasi tersebut kemudian dapat diketahui kemampuan yang
dimiliki dan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk
pengembangan ke depan. Kemudian direalisasikan dengan membuat
program kerja mencakup hal-hal yang dibutuhkan dengan
menitikberatkan pada program keagamaan dan pendidikan. Hal ini
dilakukan dengan melihat masih kurangnya kesadaran masyarakat
dalam melaksanakan perintah Allah. Seperti, mengajar mengaji,
menghafal surah-surah pendek, melatih adzan, pelatihan
12 | Merindu Senja di Bulogading
penyelenggaraan jenazah, membuat papan nama dusun sebagai
pembatas antar satu dusun dengan dusun lainnya, pembuatan.
Disamping itu, juga melakukan penyuluhan kesehatan, penyuluhan
pertanian, bersama-sama masyarakat bekerjasama gotong-royong
membersihkan jalan, pembinaan di sekolah-sekolah, dan lain
sebagainya.
Dari pelaksanaan program-program itulah pendekatan
terhadap masyarakat desa dilakukan dan harapkan mampu
memberikan pengetahuan dan kemampuan yang bisa digunakan untuk
memperbaiki kesejahteraan dan sumber daya manusia masyarakat
desa.
1. Tujuan Intervensi sosial
Tujuan utama dari intervensi sosial adalah memperbaiki
fungsi sosial orang (individu, kelompok, masyarakat) yang
merupakan sasaran perubahan ketika fungsi sosial seseorang
berfungsi dengan baik, diasumsikan bahwa kodisi sejahteraan
akan, semakin mudah dicapai. Kondisi sejahtera dapat terwujud
manakala jarak antara harapan dan kenyataan tidak terlalu
[Link] intervensi sosial hambatan-hambatan sosial yang
dihadapi kelompok sasaran perubahan akan diatasi. Dengan kata
lain, intervensi sosial berupa memperkecil jarak antara harapan
lingkungan dengan kondisi riil klien.
2. Fungsi Intervensi
Fungsi dilakukannya dalam pekerjaan sosial, diantaranya:
1. Mencari penyelesaian dari masalah secara langsung yang
tentunya dengan metode pekerjaan sosial.
2. Menghubungkan kelayan dengan system sumber
3. Membantu kelayan menghadapi masalahnya
4. Menggali potensi dari dalam diri kelayan sehingga bisa
membantunya untuk menyelesaikan masalahnya
3. Tahapan dalam intervensi
Menurut Pincus dan Minahan, intervensial sosial meliputi tahapan
sebagai berikut:
1) Penggalian masalah, merupakan tahap di mana pekerja sosial
mendalami situasi dan masalah klien atau sasaran perubahan.
Tujuan dari tahap penggalian masalah adalah membantu
pekerja sosial dalam memahami, mengindetifikasi, dan
menganalisis factor-faktor relevan terkait situasi dan masalah
tersebut, pekerja sosial dapat memutuskan masalah apa yang
akan ia selesaikan, tujuan dari upaya perubahan, dan cara
Merindu Senja di Bulogading| 13
mencapai [Link] masalah apa yang akan ia
selesaiakan, tujuan dari upaya perubahan, dan cara mencapai
tujuan. Penggalian masalah terdiri dari beberapa konten, di
antaranya:
Identifikasi dan penentuan masalah
Analisis dinamika situasi sosial
Menentukan tujuan dan target
Menentukan tugas dan strategi
Stalibilitasi upaya perubahan
2) Pengumpulan data, merupakan tahap di mana pekerja sosial
mengumpulkan informasi yang dibutuhkan terkait masalah
yang akan diselesaikan dalam melalukan pengumpulan data,
terdapat tiga cara yang dapat dilakukan yaitu: pertanyaan,
observasi, penggunaan data tertulis.
3) Melakukan kontak awal
4) Negosiasi kontrak, merupakan tahap di mana pekerja sosial
menyempurnakan tujuan melalui kontrak pelibatan klien atau
sasaran perubahan dalam upaya perubahan
5) Membentuk sistem aksi, merupakan tahap dimana pekerja
sosial menentukan system aksi apa saja yang akan terlibat
dalam upaya perubahan.
6) Menjaga dan menggkordinasiakan sistem aksi, merupakan
tahap dimana pekerja sosial melibatkan pihak-pihak yang
berpengaruh terhadap tercapainya tujuan perubahan.
7) Memberikan pengaruh
8) Terminasi
4. Jenis-jenis pelayanan yang diberikan adalah:
1) Pelayanan sosial
Pelayanan sosial diberikan kepada klien dalam rangka
menciptakan hubungan sosial dan penyusaian sosial secara
serasi dan harmonis diantara lansia,lansia dan
keluarganya,lansia dan petugas serta masyarakat sekitar.
2) Pelayanan fisik
Pelayana fisik diberian kepada klien dalam rangka
mempekuat daya tahan fisik pelayanan ini diberikan dalam
bentuk pelayanan kesehatan fisioterapi,penyediaan menu
makanan tambahan klinik lansia,kebugaran sarana dan
prasarana hidup sehari-hari dan sebagainya.
B. Pendekatan dalam Pemberdayaan Masyarakat
14 | Merindu Senja di Bulogading
Pengertian problem solving
Problem solving adalah suatu proses mental dan eloktual
dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan
informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tetap
dan cermat (Hamalik,199 : 151). Problem solving yaitu suatu
pendekatan dengan cara problem identification untuk ke tahap
systesis kemudian dianalisis yaitu pemilihan seluruh masalah
sehingga mencapai tahap aplikation selanjutnya compretion untuk
mendapatkan solution dalam penyelesaian masalah tersebut. Pendapat
lain problem solving adalah suatu pendekatan dimana langkah-
langkah berikutnya sampai penyelesaian akhir lebih bersifat
kuantitatif yang umum sedangkan langkah-langkah berikutnya sampai
dengan penyelesaian akhir lebih bersifat kuantitatif dan spesifik.
Merindu Senja di Bulogading| 15
BAB III
KONDISI DESA BULOGADING
A. Sejarah Singkat Desa Bulogading
Jenderal Marzuki Dg. Talli merupakan sosok yang
mempelopori nama desa ini dengan nama Desa Bulogading. Desa
Bulogading terdiri dari dua suku kata yakni “Bulo” yang berarti
Bambu dan “Gading” yang berarti kuat/padat maka berdasarkan
namanya tersebut secara etimologi “Bulogading” berarti Bambu yang
padat dan kuat dalam satu rumpun. Dapat disimpulkan bahwa Desa
Bulogading diharapkan agar selalu kuat dalam kebersamaan.
Desa Bulogading sebelumnya adalah sebuah Dusun di Desa
Romanglasa Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa yang saat itu
di pimpin oleh seorang Kepala Desa bernama Abd. Rasyid, yang
kemudian dipecah menjadi sebuah desa tersendiri. Desa Romanglasa
dalam hal ini desa induk, dimekarkan pada tahun 2000 dengan status
Desa Persiapan pada masa pemerintahan Bupati Gowa H. Syahrul
Yasin Limpo, S.H. pada rapat pemekaran Desa di kantor Desa
Romanglasa, disepakati dan diajukanlan Bapak Muh. Hasyim Sijaya
sebagai Pejabat Kepala Desa Persiapan Bulogading dan Ibu Mariani
Dg Taugi sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Persiapan
Bulogading, Muh. Hasyim Sijaya tadinya adalah seorang Kepala
Dusun Di Dusun Bontosallang Desa Romanglasa selama ± 14 tahun
sebelum ia dipilih secara musyawarah menjadi Pejabat Kepala Desa
Persiapan Bulogading.
Pada masa itu, sebagai desa baru yang masih berstatus
persiapan tentu dalam melakukan kegiatan-kegiatan pemerintahan
Desa serta kegiatan lain yang mendukung pembangunan di Desa
Bulogading tentu tidak mudah. Hal pertama sekali yang harus
dihadapi dan diselesaikan adalah pembangunan Kantor Desa
Bulogading sebagai suatu keharusan yang mutlak ada dalam setiap
desa.
Pada tanggal 25 Januari tahun 2007 Desa persiapan
Bulogading mengadakan Pemilihan Kepala Desa yang pertama
kalinya dan sekaligus untuk menjadi Desa Defenitif. Badan
Permusyawaratan Desa Bulogading yang di ketuai Oleh Bapak
Dewasa Dg Limpo kemudian membentuk Panitia Pelaksana
Pencalonan dan Pemilihan Kepala Desa (P4KD) Desa Bulogading
yang saat itu ketuai oleh Bapak [Link] Haris Dg Ronrong
meloloskan 4 orang Calon Kepala Desa Bulogading, masing-masing
16 | Merindu Senja di Bulogading
Bapak: [Link]’ Dg Lurang, 2. H. Djumari Majja, 3. Hamzah Dg
Lompo, 4. Muh. Hasyim Sijaya, dan 5. Hamzah Dg Lompo
Singkat cerita, terpilihlah Bapak Hamzah Dg Lompo untuk
yang kedua kalinya sebagai Kepala Desa Bulogading yang sah untuk
periode 2018-2024. Maka dengan terpilihnya Kepala Desa di Desa
Bulogading, maka disusunlah para aparat Desa yang akan membantu
tugas-tugas kepala desa selanjutnya, yaitu Sekretaris Desa Enni
Hasriani, Kepala Urusan Pemerintahan Zulkifli, [Link]., Kepala
Urusan Pembangunan Muh. Rais Dg. Se’re dan Kepala Urusan
Umum Abu Hakim Dg. Jassa.
Desa Bulogading ini terdiri dari 3 dusun, yaitu :
1. Dusun Daru’mung
2. Dusun Borongjati
3. Dusun Borongtangnga
B. Kondisi Umum Desa Bulogading
1. Letak Geografi
a. Batas-batas Desa Bulogading
Sebelah Utara Berbatasan :Desa Gentungang
[Link] Barat
Sebelah Timur Berbatasan :Desa Romanglasa
[Link]
Sebelah Selatan Berbatasan :Desa
Kalebarembeng
Sebelah Barat Berbatasan :Desa Parangbambe Kec.
Galesong Kab. Takalar
b. Luas Desa Bulogading dan Tata Guna Lahan
Luas Desa Bulogading secara keseluruhan :
914.446 Ha
Luas Dusun:
Luas Dusun Daru’mung : 60. 588
Ha
Luas Dusun Borongjati : 328.
719Ha
Luas Dusun Borongtangnga : 525.139
Ha
Lahan Persawahan Keseluruhan : 358.545
Ha
Luas Persawahan Daru’mung : 5.999 Ha
Merindu Senja di Bulogading| 17
Luas Persawahan Borongjati : 156.450
Ha
Luas Persawahan Borongtangnga : 196.096 Ha
Luas Pemukiman Penduduk keseluruhan : 605.901
Ha
Luas Pemukiman Daru’mung : 54.589 Ha
Luas Pemukiman Borongjati : 172.269
Ha
Luas Pemukiman Borongtangnga : 329.043
Ha
2. Kondisi dan Ciri Geografis
Desa Bulogading terletak sekitar 35,7 meter diatas
permukaan laut, berada di ujung barat Kecamatan Bontonompo
Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi-Selatan, di apit oleh
kecamatan Galesong Kabupaten Takalar di sebelah Utara dan
Kecamatan Bajeng di sebelah Baratnya.
Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai
petani dan pengrajin batu merah, serta ada juga yang mengerjakan
keterampilan anyaman dinding bambu (tembikar) dan kerajinan
atap dari daun kelapa ( pattongko). Hasil bumi sebagian besar
berasal dari sektor pertanian dan tanaman pekarangan rumah,
mangga, pepaya da tanaman pekarangan lainnya. Dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat mengerjakan sawah-sawah
mereka atau membuat batu merah diwaktu senggang, namun
belakangan karna permintaan batu merah terus meningkat dari
hari ke hari, didukung pula oleh bahan baku mudah diperoleh
serta dapat membantu ekonomi keluarga maka masyarakat
akhirnya banyak yang beralih menjadi pengrajin Batu Merah
sebagai mata pencaharian mereka.
3. Kondisi dan Ciri Budaya
Keseluruhan Penduduk Desa Bulogading beragama Islam dan
99% adalah suku Makassar asli yang seperti kita ketahui bahwa
suku Makassar menganut garis keturunan Patrilineal yaitu garis
keturunan dari Ayah. Mereka memiliki hubungan kekerabatan
yang cukup kental, hampir seluruh lapisan masyarakat Desa
Bulogading memiliki hubungan darah dan kekeluargaan, oleh
karena itu mereka sangat kental dengan kekeluargaan dan
kebersamaan diantara mereka.
Di dalam budaya Makassar juga dikenal dengan
pepatah/petuah sebagai landasan falsafah orang gowa
18 | Merindu Senja di Bulogading
dikehidupan masyarakat desa Bulogading yaitu “Sipakatau,
Sipakainga, Sipakalabbiri, Sikatutui, Sipappaccei,” yang berlaku
dalam kehidupan sosial budaya mereka.
Sipakatau artinya sifat yang saling tegur sapa memperkuat tali
silaturahmi, memanusiakan manusia, menghargai seorang
manusia tidak dilihat dari pangkat,jabatan, ilmu ataupun
kekayaan, dsb tetapi seorang manusia apapun itu harus di
perlakukan secara manusiawi dan dihargai sebagai mahluk
ciptaan Tuhan.
Sipakainga artinya adalah sifat yang saling mengingatkan
diantara mereka, bahwa tidak ada manusia yang sempurna, maka
dari itu kita wajib saling mengingatkan menuju kebaikan,
sedangkan Sipakalabbiri’ artinya saling menghormati satu dan
yang lainnya, saling menghargai dan saling menjaga kerukunan
sebagai bagian dari masyarakat sosial yang saling membutuhkan.
Sikatutui artinya sikap saling menjaga satu sama lain
merasakan bahwa mereka adalah keluarga yang harus saling
membimbing dan menasehati satu sama lainnya dalam tatanan
keluarga dan masyarakat yang harmonis dan dinamis.
Sipappaccei artinya suatu sifat yang saling merasakan bahwa
mereka senasib sepenanggungan yang selalu siap untuk saling
membantu dan menguatkan apabila terjadi masalah diantara
mereka.
Selain itu falsafah “Siri’ Na Pacce”.Termasuk juga yang
menjadi bagian dari budaya dan falsafah masyarakat Desa
Bulogading sebagai orang Makassar. Bagi mereka siri’ adalah
sejenis harga diri mereka, memuat hakiki manusia yang
berderajat, yang harus dihargai, dijaga dan dijunjung tinggi
sebagai bentuk tanggung jawab moral dan amanah dari Allah
swt, sedangkan “ pacce” adalah suatu perasaan atau rasa
kemanusiaan yang apabila salah satu dari mereka mendapat
musibah atau masalah baik yang berhubungan dengan siri’
ataupun masalah sosial maka yang lain merasa perlu membantu
dan menguatkan keluarga mereka, saling tolong menolong
memecahkan masalah keluarga.
Dan masih banyak lagi falsafah hidup dan nilai-nilai budaya
orang Makassar yang masih dijunjung tinggi di Desa Bulogading
terlepas dari kemorosotan nilai-nilai moral pengaruh dari
modernisasi dan arus globalisasi yang begitu cepat mulai
merambat ke pola hidup masyarakat saat ini.
Merindu Senja di Bulogading| 19
Nilai-nilai budaya itu antara lain;
Assamaturu’ yakni Sifat kekeluargaan yang saling bekerja
sama demi mencapai suatu tujuan bersama.
Abbulo sibatang yakni Sifat yang saling berbagi
mempersatukan kemampuan bersama untuk melaksanakan suatu
acara atau untuk mencapai tujuan bersama dengan prinsip berat
sama dipikul ringan sama dijinjing.
Empo sipitangarri yakni suatu sikap yang saling berembug
atau bermusyawarah mufakat untuk memecahkan/ mencari solusi
atas masalah yang sedang dihadapi
Toddoppuli yakni Sikap yang memegang teguh komitmen
terhadap keputusan yang telah disepakati bersama.
Sikap budaya tersebut merupakan sesuatu yang melekat
dalam diri dan kehidupan mereka sebagai simbol kehormatan,
harkat dan martabat mereka yang terwariskan dari nenek moyang
secara turun temurun, yang mereka laksanakan dan ajarkan
kepada putra-putri mereka, menjadi bagian dari aturan informal
(aturan budaya) yang tidak tertulis namun merupakan adat
kebiasaan yang selalu berusaha mereka patuhi sebagai bentuk
kesadaran mereka dalam mencintai dan menghormati budayanya
tersebut. Hal ini juga merupakan bagian yang mendukung
keseharian mereka dalam tatanan kehidupan yang teratur dan
selaras di dalam lingkungan masyarakat.
Norma dan nilai-nilai orang Gowa yang teraplikasikan
tersebut tentunya merupakan dasar/pondasi, karakteristik dan jiwa
masyarakatat di kabupaten Gowa terkhusus di desa Bulogading
sebagai bagian dari wilayah daerah, wilayah pemerintahan dan
lebih kompleks lagi keseluruhan aspek kehidupan masyarakat “
Butta Gowa” yang selalu berusaha dilestarikan dan dijaga sebagai
pemersatu, pengikat kebersamaan dan persaudaraan diantara
masyarakat Desa Bulogading.
Falsafah tersebut meskipun tidak tertulis jelas atau tidak
dituangkan dalam tulisan yang berbetuk peraturan tertulis namun
merupakan aturan yang tersirat dan menjadi bagian dari norma
dan nilai yang berlaku dalam tatanan kehidupan yang sekaligus
juga merupakan jati diri orang Gowa pada umumnya yang
diwariskan oleh leluhur, meskipun dilain pihak ada begitu banyak
tantangan dan ancaman dan hambatan akan runtuhnya nilai-nilai
tersebut akibat pengaruh globalisasi dan modernsasi merupakan
sesuatu yang sangat berbahaya bagi kelangsungan tatanan budaya
20 | Merindu Senja di Bulogading
itu untuk dilestarikan dan diamalkan sebagai filter dari segala
bentuk arus negatif bagi generasi-generasi berikutnya.
C. Struktur Penduduk
Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Desa
Bulogading Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa adalah
sebagai berikut:
Tabel 3. 1
Jumlah Penduduk Desa Bulogading Kec. Bontonompo Kab. Gowa
berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2019
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase
(%)
1 Laki-Laki 617 49,7
2 Perempuan 625 50,3
Total 1242 100
Sumber : Data Pemilihan Umum 2019.
Dari tabel 3.1 di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
penduduk Desa Bulogading pada tahun 2019 sebanyak 1242 jiwa.
Data ini diperoleh dari buku rencana pembangunan jangka menengah
Desa Bulogading tahun 2016-2021.
1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Jumlah penduduk per dusun berdasarkan mata pencaharian di
Desa Bulogading, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa adalah
sebagai berikut:
Tabel 3. 2
Jumlah Penduduk Desa Bulogading Berdasarkan Mata Pencaharian
Tahun 2019
No Mata Pencaharian Jumlah
1 PNS/TNI/Polri 26
2 Pensiunan/LVRI 25
3 Pedagang 27
4 Petani 397
5 Pertukangan 20
6 Wirausaha/Jualan 14
7 Peternak 32
8 Buruh Tani 260
9 Perbengkelan 12
10 Jasa 7
11 Karyawan swasta 17
12 Sopir 0
Merindu Senja di Bulogading| 21
13 Ojek 0
14 Tenaga Honorer 23
15 Jual Beras 15
16 Jual Ikan 0
17 Pengusaha batu merah 367
Jumlah 1242
Tabel 3. 3
Jumlah Penduduk Dusun Borongtangnga, Desa Bulogading
Berdasarkan Mata Pencaharian Tahun 2019
No Mata Pencaharian Jumlah
1 PNS/TNI/Polri 7
2 Pensiunan/LVRI 4
3 Pedagang 6
4 Petani 180
5 Pertukangan 13
6 Wirausaha/Jualan 8
7 Peternak 12
8 Buruh Tani 133
9 Perbengkelan 0
10 Jasa 2
11 Karyawan swasta 5
12 Sopir 0
13 Ojek 0
14 Tenaga Honorer 8
15 Jual Beras 2
16 Jual Ikan 0
17 Pengusaha batu merah 149
Jumlah 529
Tabel 3. 4
Jumlah Penduduk Dusun Borongtjati, Desa Bulogading Berdasarkan
Mata Pencaharian Tahun 2019
No Mata Pencaharian Jumlah
1 PNS/TNI/Polri 14
2 Pensiunan/LVRI 5
3 Pedagang 18
4 Petani 117
22 | Merindu Senja di Bulogading
5 Pertukangan 4
6 Wirausaha/Jualan 3
7 Peternak 15
8 Buruh Tani 74
9 Perbengkelan 7
10 Jasa 3
11 Karyawan swasta 8
12 Sopir 0
13 Ojek 0
14 Tenaga Honorer 11
15 Jual Beras 9
16 Jual Ikan 0
17 Pengusaha batu mera 174
Jumlah 462
Tabel 3. 5
Jumlah Penduduk Dusun Daru’mung, Desa Bulogading Berdasarkan
Mata Pencaharian Tahun 2019
No Mata Pencaharian Jumlah
1 PNS/TNI/Polri 5
2 Pensiunan/LVRI 16
3 Pedagang 3
4 Petani 100
5 Pertukangan 3
6 Wirausaha/Jualan 3
7 Peternak 5
8 Buruh Tani 53
9 Perbengkelan 5
10 Jasa 2
11 Karyawan swasta 4
12 Sopir 0
13 Ojek 0
14 Tenaga Honorer 4
15 Jual Beras 4
16 Jual Ikan 0
17 Pengusaa batu merah 44
Jumlah 251
Merindu Senja di Bulogading| 23
BAB IV
DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN DI
DESA PATTALLIKANG
A. Kerangka Pemecahan Masalah
Dalam mempermudah analisis terhadap satu per satu
permasalahan desa dapat dilakukan dengan menggunakan metode
Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and
Threats). Metode analisis SWOT adalah metode praktis yang
digunakan
untuk mencari tahu kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan
dari setiap permasalahan. Dalam suatu permasalahan, dapat digali
kekuatan atau potensi yang sudah dimiliki, kemudian dicari
kelemahan
yang ada sehingga hal tersebut menjadi suatu permasalahan. Lebih
jauh
lagi, upaya pemecahan masalah digali melalui kesempatan atau
dukungan
suportif yang dimiliki serta meluruskan hambatan yang ada.
Penjelasan
permasalahan desa melalui metode analisis SWOT akan diuraikan per
dusun atau perlokasi binaan KKN, yaitu:
Matrik SWOT Bidang Pendidikan
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Semua Hanya terdapat Pihak sekolah Peserta didik
mahasiswa tiga mahasiswa yang akan tidak bisa
KKN UINAM KKN UINAM ditempati beradaptasi
angkatan 60 angkatan 60 mengajar dengan
desa desa menerima baik pengajar dari
Bulogading Bulogading dan sangat mahasiswa
mempunyai yang berasal senang jika ada KKN
semangat yang dari jurusan mahasiswa UINAM
besar untuk kependidikan. KKN yang angkatan 60
membagikan ingin desa
ilmu yang telah membantu Bulogading.
diterima di dalam proses
kampus. belajar
mengajar.
24 | Merindu Senja di Bulogading
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
-Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
Matrik SWOT Bidang Keagamaan
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Semua Hanya Pihak dari Santriwan
mahasiswa terdapat TPA yang dan santriwati
KKN UINAM beberapa akan ditempati tidak bisa
angkatan 60 mahasiswa mengajar beradaptasi
Desa KKN UINAM menerima baik dengan
Bulogading angkatan 60 dan sangat pengajar dari
mempunyai Desa senang jika mahasiswa
semangat yang Bulogading ada mahasiswa KKN
besar untuk yang mengaku KKN yang UINAM
membagikan baik dalam ingin angkatan 60
ilmu agama dan mengajar membantu desa
ilmu membaca Al- dalam proses Bulogading.
pengetahuan Qur’an mengajar
umum lainnya mengaji.
yang dimiliki.
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Mengajar Mengaji di TK-TPA
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Semua Tidak semua - Masyarakat, Kurang
mahasiswa mahasiswa pengurus dan antusiasnya
KKN UINAM KKN UINAM murid TK- murid TK-
angkatan 60 angkatan 60 TPA sangat TPA untuk
desa desa antusias mengikuti
Bulogading Bulogading mengikuti lomba dalam
sangat mempunyai perlombaan bidang
bersemangat kompetensi di bidang keagamaan.
dalam yang sangat keagamaan
mengadakan baik untuk yang
perlombaan menjadi juri dilakukan
dalam bidang dalam oleh KKN
keagamaan. perlomban UINAM
keagamaan. angkatan 60
desa
Merindu Senja di Bulogading| 25
Bulogading.
- Beberapa
masyarakat
berkompeten
dan
menyatakan
diri siap
untuk
menjadi juri.
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Mengadakan Festival Anak Sholeh
Matrik SWOT Bidang Pembangunan dan Sosial
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Semua Semua - Ada salah Masyarakat
mahasiswa mahasiswa satu isntansi Desa
KKN UINAM KKN UINAM yang Bulogading
angkatan 60 angkatan 60 menawarkan lebih tertarik
desa desa bibit pohon untuk
Bulogading Bulogading secara gratis. menanam
sangat tidak tahu - Banyak pohon yang
bersemangat mengenai bantuan dari buahnya
untuk jenis-jeis warga sekitar dapat
melakukan pohon. untuk dimanfaatkan.
penanaman menanam
pohon. pohon.
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Penghijauan
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Terdapat tiga Tidak ada - Posyandu Dikhawatirka
mahasiswa laki- mahasiswa dusun n posyandu
laki di posko KKN UINAM Daru’mung yang ada di
KKN UINAM angkatan 60 kurang bersih dusun lain
angkatan 60 desa dan tampak juga diminta
desa Bulogading kusam. untuk dicat.
Bulogading yang - Ada warga
yang sangat ulet berkompeten yang bersedia
26 | Merindu Senja di Bulogading
dalam dalam cat untuk
melakukan mengecat. membantu
kegiatan fisik. mengecat dan
membersihka
n posyandu.
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Pengecatan posyandu
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Kerja Bakti
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Semua Mahasiswa - Banyaknya Tingginya
mahasiswa KKN UINAM permintaan curah hujan
KKN UINAM angkatan 60 dari menyebabkan
angkatan 60 desa masyarakat bisa jadi
desa Bulogading untuk pelaksanaan
Bulogading tidak terlalu pengadaan lomba
sangat berkompeten lomba menjadi
bersemangat untuk menjadi - Organisasi tertunda.
dalam wasit lomba. olahraga siap
memeriahkan membantu
dan dalam
menyemarakkan pelaksanaan
desa lomba
Bulogading
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Membuat lomba sepak bola mini
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Terdapat 3 Jumlah - Kuburan di Dikhawatirka
mahasiswa laki- mahasiswa Desa n semak
laki di posko perempuan di Bulogading belukar yang
KKN UINAM posko KKN kurang dipenuhi duri
angkatan 60 UINAM terawat dapat melukai
desa angkatan 60 - Adanya warga atau
Bulogading desa organisasi mahasiswa
Bulogading Karang KKN
Merindu Senja di Bulogading| 27
lebih banyak Tarunayang UINAM
dari pada siap angkatan 60
jumlah memberikan desa
mahasiswa sumbangsi Bulogading
laki-lakinya tenaga. ketika
membersihka
n.
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Kerja bakti
Strenghts Weakness Opportunities Threats
Semua Hanya ada 3 Tidak ada Bisa jadi
mahasiswa mahasiswa pembersihan antusias dari
KKN UINAM laki-laki masjid secara warga
angkatan 60 diantara 10 rutin. Bulogading
desa mahsiswa kurang.
Bulogading KKN UINAM
sangat angkatan 60
bersemangat desa
dalam meraih Bulogading.
rido Allah Swt.
Dari matrik SWOT diatas, maka kelompok kami menyusun
program program sebagai berikut:
- Pembersihan masjid
B. Rincian Kegiatan Lingkungan Desa Bulogading
1. Bidang Pendidikan
Lembaga pendidikan formal yang ada di Desa Bulogading
meliputi PAUD SPAS Bulogading, TK Mentari dan SD Inpres
Bulogading II. Seringnya ada guru yang tidak masuk mengajar di
suatu kelas menyebabkan mahasiswa KKN UINAM angkatran 60
merasa penting untuk membantu dalam proses belajar mengajar
di SD Impres Bulogading II.
2. Bidang Keagamaan
Antusias dari pengajar TK-TPA yang sangat tinggi untuk
diadakan sebuah lomba keagamaan membuat kami merasa perlu
untuk mengadakan Festival Anak Sholeh.
3. Bidang Pembangunan dan Sosial
28 | Merindu Senja di Bulogading
Penampakan dari kuburan yang tidak terlalu elok dipandang
serta tidak adanya pembersihan masjid di Desa Bulogading
menyebabkan mahasiswa KKN UINAM angkatan 60 membuat
program kerja membuat lomba sepak bola mini, kerja bakti, dan
pembersihan masjid.
C. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan & Pengabdian
Masyarakat
No Bidang Pendidikan
1 Mengajar di Tempat : SDI Bulogading II
Sekolah Waktu : 2 x sepekan
: Terlaksana 7 kali
Hasil
pertemuan
Bidang Keagamaan
2 Mengajar mengaji : Masjid Nurul Ikhlas dan
Tempat
di TK-TPA Masjid Nurul Jihad
: TK-TPA Nurul Ikhlas
Waktu dan TK-TPA Al-
Muhaimin disesuaikan
Hasil : Terlaksana 6 hari
3 Mengadakan Tempat : Masjid Nurul Ikhlas
Festival Anak Waktu : 16 – 17 Maret 2019
Sholeh
Hasil : 16 – 17 Maret 2019
Bidang Pembangunana dan Sosial
4 Membuat lomba Tempat : Lapangan sepak bola
sepak bola mini mini
Waktu : 31 Maret- 01 April 2019
Hasil : 31 Maret- 02 April 2019
5 Kerja bakti Tempat : Tempat Pemakaman
Umum (TPU)
Waktu : 03 Maret 2019
Hasil : Terlaksana 1 hari
6 Pembersihan Tempat : Masjid Nurul Ikhlas
Masjid Waktu : 15 Maret 2019
Hasil : Terlaksana 1 hari
7 Pengecatan Tempat : Posyandu Dusun
Merindu Senja di Bulogading| 29
Posyandu Daru’mung
Waktu : 23 Maret 2019
Hasil : 23 - 24 Maret 2019
8 Penghijauan Tempat : Desa Bulogading
Waktu : 10 Maret 2019
Hasil : Terlaksana 1 hari
Mengajar di Sekolah
30 | Merindu Senja di Bulogading
Mengajar mengaji di TK-TPA
Merindu Senja di Bulogading| 31
32 | Merindu Senja di Bulogading
Festival Anak Saleh
Merindu Senja di Bulogading| 33
34 | Merindu Senja di Bulogading
Merindu Senja di Bulogading| 35
Penghijauan
36 | Merindu Senja di Bulogading
Kerja Bakti
Merindu Senja di Bulogading| 37
Turnamen Sepak Bola Mini
38 | Merindu Senja di Bulogading
Pengecatan Posyandu
Merindu Senja di Bulogading| 39
Pembersihan Mesjid
40 | Merindu Senja di Bulogading
D. Faktor-Faktor Pencapaian Hasil
Dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan. Terdapat
faktor pendorong dan penghambat jalannya program pelayanan dan
pemberdayaan masyarakat di Desa Pattallikang. Di antaranya:
1. Faktor Pendorong
a. Dana yang berasal dari iuran mahasiwa KKN dan
sumbangan para donator.
b. Antusiasme masyarakat Desa Bulogading terhadap
program kerja KKN yang tinggi
c. Kurangnya kegiatan olahraga rutin di Desa Bulogading
d. Pihak SDI Bulogading II menerima baik mahasiswa yang
akan membantu mengajar.
2. Faktor Penghambat
Dalam menjalankan beberapa program kerja selama ber
KKN, ada beberapa hambatan mendasar yang kami hadapi, antara
lain :
a. Cuaca yang tidak bersahabat (musim hujan)
b. Sering timbul rasa saling mengharapkan antar mahasiswa
KKN UINAM angkatan 60 desa Buogading
Penyelesaian dari kendala-kendala di atas yaitu mahasiswa
KKN Angkatan ke-60 berupaya berpartisipasi aktif dengan
menjadikan beberapa masalah itu sebagai sebuah program kerja.
Meski disadari keterbatasan waktu dan kemampuan kami dalam
menyelesaikan semua masalah yang ada. Beberapa program kerja
yang telah disebutkan secara umum terlaksana dengan baik, berkat
dukungan semua pihak.
Merindu Senja di Bulogading| 41
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian
yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN)
Alauddin Makassar kepada masyarakat Desa Bulogading, Kecamatan
Bontonompo, Kabupaten Gowa. Sebanyak 10 mahasiswa mengabdi
di Desa Bulogading ini.
Program-program yang dilaksanakan merupakan kegiatan
yang berdasarkan hasil observasi dan pertimbangan potensi serta
permasalahan yang ada di lokasi KKN. Program tersebut
berkontribusi aktif dalam penyelesaian masalah desa mencakup
peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, keagamaan, serta
pembangunan dan sosial. Mahasiswa KKN telah memberi dampak
positif terhadap masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan masalah
yang telah diidentifikasi.
Adapun program kerja yang dilaksanakan adalah belajar
mengajar di sekolah, mengajar di TK-TPA, mengadakan festival anak
sholeh, penghijauan, pengecatan psoyandu, mebuat lomba sepak bola
mini, kerja bakti, dan pembersihan masjid.
B. Rekomendasi
Berdasarkan kegiatan mahaiswa KKN yang telah dilakukan
maka kami telah .merekomendasikan beberapa hal terhadap
pihak-pihak tertentu.
1. Rekomendasi untuk pemerintah setempat
Pemerintah desa lebih memperhatikan masyarakat desa
terutama pada Dusun Borongtangnga yang sering
merasakan dikucilkan.
Masih dibutuhkannya lembaga-lembaga pendidikan di
luar sekolah maka direkomendasikan kepada
pemerintah untuk mengadakan rumah baca.
Disarankan kepada pemegang kebijakan untuk
memberdayakan masyarakat lokal terkhusus di bidang
pekerjaan
Pemerintah desa seharusnya mampu membuka
paradigma masyarakat tentang pentingnya wajib
belajar 12 tahun.
42 | Merindu Senja di Bulogading
Pemerintah sebaiknya dapat menjadi fasilitator bagi
masyarakat kurang mampu untuk dapat mengenyam
bangku pendidikan
2. Rekomendasi untuk Lembaga Penelitian dan Pengembangan
Masyarakat (LP2M)
Untuk kegiatan KKN selanjutnya diharapkan pemilihan
lokasi sesuai dengan tujuan yaitu mengabdi di daerah
pelosok dalam hal ini penempatan tidak lagi di daerah
yang terbilang maju.
3. Rekomendasi Untuk Pengabdi Selanjutnya
Desa Bulogading masih membutuhkan perhatian dalam
hal pendidikan moral dan keagamaan.
Desa Bulogading masih sangat membutuhkan tenaga
pengajar TK-TPA dan yang paling penting adalah pelatihan tenaga
pengajar sebagai bentuk permintaan beberapa warga yang tidak
sempat di laksanakan oleh KKN UINAM angkatan 60.
Merindu Senja di Bulogading| 43
TESTIMONI
[Link] Fauzan Anas
Fakultas Sains dan Teknologi
Jurusan Teknik informatika
“Pengalaman Adalah Cerita yang Akan Dikenang”
Kuliah Kerja Nyata (KKN) itulah sebutan bagi kami
mahasiswa semester akhir sebagai bentuk pengabdian kepada
masyarakat umum. Dimana mahasiswa akan berbaur dengan
masyarakat dibeberapa tempat baik kecamatan, pedesaan maupun
kelurahan khususnya untuk mengamati dan mengetahui serta
membantu dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan sebuah program kampus dengan
tujuan mewujudkan salah satu tridharma perguruan tinggi yaitu
pengabdian kepada masyarakat. Kamu yang masih kuliah, pasti akan
diwajibkan ikut KKN dan jadi utusan kampus di desa-desa. KKN
memang menghadirkan pengalaman unik tersendiri yang tidak akan
kamu dapatkan di ruang kuliah.
Pengalaman ber-KKN tidak lain dari sebuah kesempatan bagi
seorang mahasiswa untuk membagi dan menambah wawasan
pembelajaran yang diperoleh dari universitas kepada masyarakat.
Sebelum mendaftar KKN, sebagian mahasiswa pasti
bertanya-tanya, kenapa mahasiswa wajib mengikuti KKN ? Awalnya
saya berfikir dengan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata, para
mahasiswa akan dituntut untuk bersosialisasi dengan masyarakat yang
44 | Merindu Senja di Bulogading
ada di lokasi KKN. Mau tidak mau saya juga harus berinteraksi
dengan masyarakat tersebut. Akan tetapi perlahan saya mulai
memahami tujuan dari kegiatan ber-KKN. Hal itu dapat menjadikan
mahasiswa menjadi lebih terampil dalam membangun hubungan
dengan masyarakat. Mahasiswa akan menjadi lebih paham dengan
kebutuhan yang diperlukan dalam masyarakat dan mungkin bisa
membantunya. Dari masyarakat, mahasiswa diminta untuk membuka
pikiran bahwa hidupnya itu tidak hanya tentang di kampus tetapi juga
nantinya akan berada di lingkungan masyarakat sehingga perlu
adanya pelatihan pengabdian agar nantinya lebih percaya diri dalam
menerapkan ilmu dari perguruan tinggi di dalam masyarakat.
Pada tanggal 25 februari 2019 akhirnya dilakukan
pemberangkatan mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar kloter pertama. Dimana terdapat beberapa kecamatan yang
dikelompokkan dengan beragam posko desa maupun beberapa
kelurahan.
Sambutan dari bapak camat
Ketika tiba di kecamatan bontonompo kami disambut oleh
bapak camat dan bapak desa dari setiap desa di kecamatan
bontonompo. Dengan status koordinator desa saya mewakili teman-
teman posko saya yakni posko 14 desa buloading. Pemilihan
koordinator desa dilakukan sebeum pemberangkatan. Awalnya saya
tidak ingin menjadi koordinator desa akan tetapi ketika pemilihan
koordinator desa atau kordes disetiap posko tinggal posko saya yang
belum memilih kordes, akhirnya saya bertanya kepada teman posko
saya “jika tidak ada yang berani menjadi kordes, saya akan mengalah
dan mengambil jabatan kordes tersebut” dan ternyata teman posko
saya setuju jika saya yang menjadi kordesnya.
Merindu Senja di Bulogading| 45
Tiba didesa bulogading posko 14 dengan wajah yang bingung
serta lelah. Kami menyapa bapak desa dengan sebutan pak Hamzah
[Link] kemudian kami berbincang-bincang tentang keadaan desa
bulogading. Dengan beranggotakan 10 orang dimana 3 orang laki-laki
dan sisanya adalah perempuan. Setelah kami membereskan barang
bawwan kami mulai berbaur dengan kluarga pak desa.
Bakti Sosial (Pembersihan di area kuburan)
Diminggu pertama kami mulai observasi disetiap dusun yang
berada di bulogading, kemudian kami menyusun beberapa program
kerja. Diawal penyusunan proker kami bingung dikarenakan kami
blum mengetahui seluruh kegiatan desa, akan tetapi pak desa kami
menyarankan agar program kerja kami tidak terlalu banyak. Dihari
seminar program kerja kami telah menyusun sebanyak 5 program
kerja yakni turnamen olahraga, penhijauan (penanaman bibit), festival
anak sholeh, baksos (sabtu bersih & pengecetan posyandu) dan
mengajar.
Seminar Program Kerja
Diminggu brikutnya kami mulai menjalankan program kerja.
Proker pertama yang kami jalankan yaitu mengajar di sekolah dasar
dan mengajar ngaji di tk/tpa. pengalaman pertama kami dihari
pertama mengajar kami terlambat mengikuti upacara dikarenakan
46 | Merindu Senja di Bulogading
kami terlambat bangun, tentunya itu salah saya sebagai kordes.
setelah upacara selesai kami mulai berbincang dengan kepalah
sekolah tentang program kami kedepannya. Program mengajar di
sekolah dasar kami jadwalkan pada setiap hari Senin dan Kamis
sedangkan mengajar ngaji disetiap selasa dan rabu.
Kantor Kepala Sekolah Dasar Desa Bulogading
Pengajaran Ngaji TKTPA
Setelah beberapa hari kami didesa kami mulai akrab dengan
warga dan masyarakat sekitar. Kami mulai di sapa oleh warga yang
datang kerumah pak desa. Di minggu ketiga kami menjalankan proker
kami selanjutnya yakni penghijauan/ penanaman bibit. Pengambilan
bibit kami dapat dari PT .manggala agni yang tempatnya lumayan
jauh dari desa dan tentunya saya, anugrah, ruslan dan ridha (anak pak
desa) kami berempat yang pergi mengambil bibit tanaman
Merindu Senja di Bulogading| 47
dikarenakan kami laki-laki. Setelah mengambil bibit kami melakukan
penanaman di beberapa tempat. Alhamdulillah program kami berjalan
dengan lancar.
Proses Pengambilan dan Penanaman Bibit Tanaman
Pada minggu ke 4 kami menjalankan pro
pengecetan posyandu yang terletak tidak jauh dari posko kami yakni
di samping rumah pak desa. Pengecetan berlangsung selama 2 hari
dan dibantu oleh beberapa warga desa bulogading.
Setelah beberapa program kerja kami laksankan, program
kerja yang kami rasa tidak maksimal yakni turnamen olahraga.
Pembersihan Lapangan Turnamen Olahraga
48 | Merindu Senja di Bulogading
Mungkin dikarenakan kegiatan ini di barengi dengan acara
pernikahan anak pertama dari pak desa. Dimana kami selama 3 hari
berturut-turut atau lebih membantu mensukseskan acara pernikahan
anak dari pak desa kami. Disela sela itu kami dibagikan tugas oleh
pak desa sebelum acara dilaksanakan, salah satunya mengantar
undangan kebeberapa tempat dan mengantar pengantin ke daerah
banteng. Akan tetapi pada akhirnya acara berjalan dengan lancar.
Mungkin juga karena lagi-lagi ini kesalahan saya sebagai kordes yang
selama ini tidak memahami karakter dari setiap anggota. Akan tetapi
walaupun tidak maksimal saya mengucapkan banyak berterima kasih
kepada teman posko saya yakni defi safitri yang telah berusaha
menjadi sekertaris saya, nur azizah yang ikhlas menjadi bendahara
saya, nurul hikmah - nabilah atau biasa dipanggil bule – alfiah rifqah
– dian septisyrif yang mau mensupport saya sebagai kordes dan
kawan saya anugrah serta ruslan tetap aktif membantu saya di setiap
kegiatan. Saya sangat bersyukur karna mendapat teman yang saling
mengerti dan menghargai. Seringkali saya salah, saya dingatkan oleh
teman saya. Seringkali saya lupa, saya ditegur oleh tman saya.
Foto bersama
Tiba di penghujung kegiatan yakni kegiatan ramah tamah
kami mulai berat hati magadakan acara ini dikarenakan kami akan
melakukan perpisahan dengan pak desa sekeluarga dan warga sekitar.
Kami sangat berterima kasih karena telah dibimbing dan dipantau
Merindu Senja di Bulogading| 49
oleh pakdesa kami walaupun kami tidak maksimal dan banyak salah
selama ber-KKN, akan tetapi kami tetap diberi arahan olehnya. Dan
juga kami di bina oleh masyarakat dengan penuh semangat. Maka
dari itu saya mendapat pengalaman dan pelajaran yang sangat
berharga selama ber-KKN.
Dengan rasa kebersamaan, kita meskipun berangkat dari
berbagai Suku, Budaya, dan Keyakinan, namun perbedaan bukanlah
suatu penghalang bagi kita. Kita tetap selalu mengutamakan
kebersamaan dalam berjuang lewat program KKN, kita harus sadari
bahwa tanpa kebersamaan kita akan buntuh buntuh dalam melakukan
hal apapun, selama sekian lama kita duduk dibangku kuliah dengan
berbagai Mata Kuliah yang kita tempuh belajar teori, kini saatnya kita
langsung belajar praktisi lewat program KKN. Saya sangat bersyukur
memiliki banyak teman dari berbagai keyakinan, karena hidup tidak
sendirian, KKN adalah salah satu bentuk pembelajaran, kebersamaan,
dan memahami masalah sosial.
Sekian, Wassalamualaikum [Link].
50 | Merindu Senja di Bulogading
Devi Safitri
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Di Desa Bulogading, Kec. Bontonompo adalah tempat ku dan
sembilan mahasiswa lainnya menghabiskan 45 hari untuk mengabdi.
Desa yang terletak dekat dengan perbatasan Gowa-Takalar ini hanya
ditempuh kurang lebih sepuluh menit dari jalan poros Gowa-Takalar.
Ada tigas dusun di desa ini dengan mayoritas penduduknya bekerja
sebagai pengusaha batu merah. Bahkan Pak Desa Bulogading atau
yang sering disapa Dg. Lompo, juga merintis usaha itu tepat di
sebelah kiri kediamannya. Bukan hanya hamparan batu merah yang
dijemur dapat kita saksikan, ada juga hamparan padi yang menguning
menghias di pinggir jalan. Itula pemandangan yang tiap hari
menemani kegiatan kami di desa tempat kami ber-KKN.
Sedikit bernostalgia tentang 45 hari ku bersama orang-orang
baru, dengan suasana asing di tempat sederhana. Sebelum beranjak ke
TKP, semua pengabdi masyarakat Bulogading dikumpulkan di kantor
camat untuk melaksanakan pelepasan. Hamburan koper dan tas
jinjing berserakan di halaman aula kantor camat bersama dengan
pemiliknya. Sebagian mahasiswa ada yang mengikuti acara pelepasan
yang dihadiri 13 kepala Desa, staff kecamatan, Pak Camat, dan
tentunya Dosen Pembimbing kami yang masih tampak muda dan
kece. Sebagian lagi, bersantai sambil berdiskusi lepas dengan
mahasiswa lainnya. Sekitar 40 menit acara itupun selesai. Semua
pasukan hijau mulai sibuk menyeret dan mengangkat barang
bawaannya ke mobil yang siap mengantarkan mereka ke posko
Merindu Senja di Bulogading| 51
masing-masing, sesuai pembagian kelompok dari pembimbing. Aku
juga sibuk menyeret koperku, mencari teman poskoku yang wajahnya
saja masih samar-samar diingatanku karena hanya melihat dari foto
profil WA nya. Mondar mandir berkali-kali sambil bertanya ke
mereka yang tak ku kenal sama sekali. Mencari mobil yang siap
mengangkutku ke Desa Bulogading. Mobil avanza silver yang dari
tadi terparkir ternyata mobilnya Pa’De alias Pak Desa Bulogading
yang sudah siap berangkat. Bagasinya hampir penuh dengan koper-
koper berukuran lumayan besar. Beruntung ada yang berkenan
mengangkat koperku yang juga ukurannya tidak beda jauh dengan
koper yang ada di bagasi mobil.
Hanya sekitar 10 menit, perjalanan yang ditempuh untuk
sampai di posko kami. Karena terlalu cueknya, aku sampai tidak
memperhatikan teman-teman posko ku. Aku hanya sibuk mengangkat
barangku sendiri. Ada Pa’de dan keluarganya yang menyambut kami
di teras rumah. Dengan senyuman canggung, kami masih merasa
malu-malu untuk masuk ke rumah, meskipun sudah dipersilahkan.
Tapi daripada berdiri di luar kayak orang ongol-ongol, aku tanpa aba-
aba langsung masuk ke rumah dan yang lainnya pun mengikut. Kami
duduk di atas karpet di ruang tengah. Tanpa sengaja membuat
lingkaran agar kami bisa saling memandangi. Saat itulah mulai ku
perhatikan baik-baik semua wajah teman-temanku, gerak-geriknya
pun juga.
Hari pertama telah ku lalui bersama keluarga baruku. Aku
mulai merasa tidak nyaman. Entah apa itu, tapi aku merasa sangat
sulit untuk bisa berbaur dengan yang lainnya. Di malam kedua, aku
tak bisa menahan rasa yang mengganjal ini, hingga akirnya ku
teteskan air mataku sederas mungkin. Aku berusaha menutupi
kepalaku dengan sarung batik tidur ku agar yang lain tidak
melihatnya. Esoknya, aku curhat dengan sahabatku di grup WA.
Kuceritakan semua hal-hal yang terjadi selama 2 hari di poskoku.
Mereka memberiku support, mungkin aku hanya butuh penyesuaian
saja.
Beberapa hari telah ku lalui bersama mereka. Menyusun
berbagai kegiatan dan program kerja yang akan kami laksanakan
selama 45 hari. Kegiatan yang tentunya memiliki manfaat untuk
warga Bulogading. Ada lima program kerja yang siap kami tawarkan
ke warga saat seminar program kerja. Mendekati hari H seminar,
kami mulai sering mengadakan rapat dan juga mulai menyiapkan
kebutuhan seminar nanti. Aku sebagai sekretaris mulai sibuk
52 | Merindu Senja di Bulogading
menyusun undangan yang akan dibagikan ke warga. Temanku Azizah
sebagai bendahara juga sibuk menghitung dan menagih uang ke
teman-teman untuk digunakan membeli konsumsi seminar. Laki-
lakinya juga mulai sibuk mencari perlengkapan yang dibutuhkan,
seperti LCD, layar LCD, kursi, dan sound system. Tidak butuh waktu
lama kami menyiapkan semuanya, hanya dua hari sebelum hari H.
Karena beberapa hal sudah dipersiapkan, di hari Sabtu kami
ikut membantu warga membersihkan masjid yang dekat dari posko
kami, masjid Nurul Ikhlas. Sayangnya aku dan Ruslan, tidak bisa
berpartisipasi karena kami harus mengantar undangan seminar ke
warga. Bukan perkara mudah mengantarkan undangan ke tempat
yang sama sekali warganya belum kami kenal. Untungnya Ruslan
orang asli Gowa, jadi dia mempermuda komunikasi dengan warga
sekitar dengan bahasa Gowa nya. Satu per satu rumah kami datangi,
bertanya ke setiap warga yang ditemui, hingga putar balik berkali kali
dari dusun satu ke dusun lainnya. Alhamdulillah dengan bantuan
warga yang sangat ramah, kami bisa menyebar undangan dengan
cepat.
Esok sorenya, seminar program kerja kami laksanakan di
kantor desa. Semuanya mulai sibuk menata kantor desa. Kursi plastik
disusun berederet untuk para warga yang akan menghadiri seminar
kami. Meja panjang dibersihkan dan diberi taplak. LCD dan layarnya
juga mulai dipasang dan dicek menggunakan laptop. Sound system
juga sudah dicolok ke aliran listrik. Minuman dan makanan untuk
para tamu undangan juga sudah disiapkan di meja dan ada juga di
dalam box. Seminar proker ini dihadiri banyak warga Desa
Bulogading dan teman-teman KKN dari psoko lainnya.
Alhamdulillah seminar kami berjalan dengan lancar, meskipun ada
beberapa kritikan dan saran dari warga mengenai program kerja yang
akan kami laksanakan sebagai bahan pertimbangan. Cuaca buruk juga
turut mengikuti proses berlangsungnya seminar kami. Air hujan yang
masuk ke ruangan kantor karena kantor desa saat itu sedanga
direnovasi, membuat barisan kursi dan warga mulai berantakan untuk
menghindari air yang mengucur deras dari atap kantor. Tapi hujannya
tidak berlangsung lama, jadi kami masih bisa menyelesaikan seminar
kami.
Minggu pertama kami lewati dengan kegiatan seminar
program kerja. Hari-hari kami lalui dengan kegiatan yang hampir
tidak jauh berbeda. Melaksanakan kegiatan dan program kerja yang
memungkinkan untuk dilaksanakan secepatnya. Di minggu ketiga
Merindu Senja di Bulogading| 53
kami di posko, percekcokan mulai timbul. Perbedaan pendapat,
keegoisan, dan emosi yang tidak dapat dikontrol. Aku mulai
memunculkan sikap ku yang tegas. Bukan tanpa alasan, aku berusaha
untuk mengingatkan teman-temanku yang mempunyai tanggung
jawab agar tidak lengah dengan tanggung jawabnya. Sebelumnya ku
peringatkan dengan halus, tapi karena tidak diindahkan, aku mulai
memarahi beberapa diantara mereka. Fauzan sebagai koordinator
desa, sering ku ajak adu mulut. Aku benar-benar greget sama satu
orang ini. Dia yang harusnya memimpin di posko kami, tapi
sayangnya dia tidak menampakkan sikapnya sebagai seorang
pemimpin, bahkan sering lari dari tanggung jawab. Anehnya, ada saja
yang tetap membelanya dan membiarkan dia tidak melakukan
tanggung jawabnya. Bahkan pernah suatu hari aku mengajaknya
untuk pergi ke sekolah mengajar. Tapi dia tidak mau dengan alasan
kalau kordes tidak mengajar dan dia juga sudah mengajar kemarin,
padahal aku, azizah, lista, dan dian hampir setiap minggu datang
mengajar tanpa perhitungan. Disitulah puncak kemarahan kami
berdua yang disaksikan Aziza dan Lista.
Setelah pertengkaran itu, kami tidak lagi saling
berkomunikasi. Suasana di posko juga mulai sepi dan terasa
canggung. Tidak ada lagi rapat tenga malam, duduk bersama
menyantap hidangan makanan, sholat berjamaah, bahkan program
kerja mengajar hanya aku, Lista, Azizah, dan Dian saja yang sering
pergi melaksanakannya. Kegiatan Bontonompo Fest yang
dilaksanakan posko induk, hampir desa kami tidak ikut berpartisipasi.
Semuanya hampir bermasa-bodo dengan kegiatan-kegiatan yang
harusnya kami selesaikan sebelum penarikan.
Seminggu kami lewatkan dengan situasi panas. Anugrah
berinisiatif mengumpulkan kami semua untuk menyelesaikan
masalah. Satu per satu dari kami mengeluarkan uneg-uneg. Tapi yang
menjadi fokus masalah adalah antara aku dan Fauzan. Bergantian
menyampaikan alasan mengapa kami saling membenci dan
bertengkar. Sempat emosi kami yang labil tidak tertahankan, namun
berusaha untuk diredakan. Ketika titik masalah ditemukan, kami
menyadari kesalahan kami masing-masing.
“Maaf” satu kata sederhana yang memperbaiki silaturrahmi.
Kami berusaha menerima semua pengakuan dan maaf. Ya…
berusaha, karena untuk benar-benar menerimanya dengan lapang hati,
memang butuh waktu. Aku banyak belajar dari 45 hari tinggal
bersama kepala yang berbeda-beda, status, dan kepribadian yang
54 | Merindu Senja di Bulogading
berbeda. Di KKN ini memang kita dihadapkan dengan permasalahan
yang ada di masyarakat, tapi secara tidak langsung kami juga belajar
mengahadapi masalah dari diri kita sendiri. Karena masalah itulah
yang mendewaskan kita.
Itulah sepenggal kisahku selama 45 hari di Desa Bulogading
yang paling membekas di memoriku. Selain dari nama-nama yang ku
sebutkan di atas, masih ada teman-teman poskoku lainnya yang
belum sempat ku sebutkan di atas. Di bawah ini pendeskripsian
kawan-kawan posko 14 manurut pandanganku:
M. Azmi Fauzan Anas, dari jurusan Teknik Informatika.
Sebut saja dia Ocan (sapaan akrabnya). Sebagai koordinator, dia
memiliki tampan yang bukan kaleng-kaleng. Tidak heran jika banyak
warga Desa Bulogading tertarik padanya, mulai dari anak-anak
sampai ibu-ibu. Meski tampannya mendukung, namun tinggi
badannya tidak lebih dari badanku. Ketika ngobrol dengannya,
pembahasan tidak akan pernah kelar. Entah apa yang ada di otaknya.
Semuanya bisa jadi pembahasannya. Ochan sangat suka membahas
tentang dirinya dan pengalaman yang telah dia lalui.
Muh. Anugrah, dari jurusan Ilmu Ekonomi. Lebih mudah
memanggilnya Warwer, entah dari mana asal usul panggilan itu. Di
antara laki-lakinya, dialah yang memiliki tubuh paling bahagia.
Bahkan orang tuaku ketika melihat fotonya, mengira dialah Pak Desa
ku. Saking gedenya. Biarpun badannya gede, tapi dia punya hati
dengan ukuran yang sama dengan manusia lainnya. Sikapnya yang
tegas sering mengarahkan kami untuk melakukan kegiatan. Dialah
yang sering berinisiatif untuk rapat atau mempersiapkan keperluan
kegiatan. Sayangnya, dia benar-benar pencinta batang rokok Gudang
Garam. Entah berapa batang rokok yang bisa dia hisap dalam sehari.
Tidak afdol rasanya jika rokoknya tidak didampingi kopi buatan
Lista.
Muh. Ruslan, dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Kami
sering memanggilnya Ustadt. Panggilan ini memang cocok untuk
dirinya, karena pengetauan agamanya yang lebih dari kami. Bacaan
al-Qur’an nya pun Masya Allah. Kami sangat suka jika dia menjadi
imam sholat, karena suaranya yang lembut dan merdu, buat sholat
jadi makin khusyuk. Selain itu, dia juga jago khutbah. Bahkan dia
sering dipanggil ke mejsid-mesjid besar dan hotel untuk berkhutbah.
Dia termasuk orang yang mandiri, karena dia mampu mencari nafkah
sendiri untuk membiayai kuliahnya. Pekerjaannya saat ini selain
Merindu Senja di Bulogading| 55
sebagai ustadt, juga sebagai guru di Bidang Kemahasiswaan di salah
satu sekolah.
Nabilla, dari jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Sapaan
akrabnya adala Nabil atau Bule. Bule karena kulitnya yang lebih
cerah dan rabutnya yang dicat blonde. Dia orangnya literally gesrek.
Apapun itu bisa dia jadikan bahan bercanda. Tak pernah habis
akalnya untuk membuat satu desa Bulogading tertawa karenanya.
Tingkat kepercayaan dirinya jauh di atas rata-rata. Itula mengapa dia
sering membuat video-video ngakak dan diupload di sosial media.
Nurul Hikmah Ahmad, dari jurusan Pendidikan
Matematika. Panggilannya Kak Hikmah, karena dia memang beda
satu tingkat semester dari kami. Dia orang yang ramah ke siapa pun,
meski sedikit judes. Namun judesnya itu kalau belum terbiasa
menghadapi kak Hikmah. Memiliki bibir tipis yang manis ketika
tersenyum. Dia sangat jago kalau urusan dapur-mendapur. Tangannya
super lincah memotong sayuran. Aku sering merasa heran melihat
tangannya yang seperti tidak terkendali jika sudah memegang pisau.
Masakannya juga terasa enak.
Dian Septi Syarif, dari jurusan Manajemen. Cukup
memanggil nama depannya saja, Dian. Satu-satunya anggota posko
yang 24 jam non-stop menggunakan pakaian formal. Meski tidak
kemana-mana, atau tidur malam pun, dia tetap mengenakan rok, baju
kain, lengkap dengan jilbabnya yang masih rapih menutup kepala.
Katanya dia memang terbiasa seperti itu jika menginap di luar rumah.
Dian juga tak pernah melepas HPnya dari genggamannya. Jadi kalau
ngobrol sama dia, sering tak dihiraukan. Karena tak dihiraukan, kami
mengirimkan pesan via WA biar dia langsung baca. Selain itu, dia
ramah banget sama anak-anak.
Alfiah Rifqah, dari jurusan Akuntansi. Reka, begitu sapaan
kami untuknya. Dialah penyegar di posko kami. Ya penyegar, karena
parasnya yang mendekati kata sempurna. Memiliki wajah seperti
orang Timur, dengan bola matanya yang coklat muda, seolah
menggunakan softlens berwarna. Hanya saja bentuk hidungnya
menandakan bahwa dia peranakan dari orang Timur dan Indonesia.
Keluarganya memang memiliki keturunan Timur, tidak heran jika
produknya cantik Masya Allah. Dia juga jago make up. Peralatan
menata riasnya sangat lengkap, skillnya juga memang tidak diragukan
lagi.
Nur Aziza Hasrun, dari jurusan Perbandingan Agama. Aku
lebih suka memanggilnya Ajijah. Satu-satunya yang mengenakan
56 | Merindu Senja di Bulogading
jilbab besar di posko kami. Tubuhnya mungil jadi tampak imut-imut.
Aku sering gemmes sama dia. Saking gemmesnya, aku sering cubitin
pipinya. Aku memang sangat dekat dengan Ajijah. Dia sangat rajin di
dapur. Meskipun katanya kalau di kos atau di rumanya dia termasuk
pemalas. Dia juga suka baca Wattpad. Saking serunya baca, dia sering
tidak memperdulikan aku dan Lista. Oh iya, dia asli dari Sinjai. Aku
cukup heran menemukan spesies dari Sinjai sperti dia, karena setauku
dan orang-orang yang sering kutemui dari Sinjai, memiliki suara yang
lembut. Kalau Ajijah beda. Suaranya menggelegar bagai knalpot
bogar. Terkadang aku merasa sedikit terganggu dengan suaranya,
ditambah dia juga orangnya talkative. Tapi seru diajak ngobrol. Kalau
yang ditanyakan hanya satu kata, Ajijah bisa menjawab sampai
sepuluh paragraph. Untungnya dia sahabatku.
Lista Novera, dari jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah (PGMI). Lista juga andalanku di posko. Hampir 24 jam
bersamanya selama 45 hari. Manusia kocak satu ini memiliki paras
yang tak kalah dengan Mr. Bean. Jika disandingkan, memang
keduanya hampir mirip. Hanya saja Lista produk local asli Indonesia.
Dia orang yang update sekali di sosmed. Segala kegiatannya wajib dia
post. Tidak heran jika followers instagramnya mencapai tiga ribuan
lebih. Dia orangnya gak suka neko-neko alias selalu menerima apa
adanya. Itulah yang ku suka darinya. Hobbynya jajan pentolan dan
bakso. Diajak makan apapun dan kapanpun, pasti tidak akan menolak.
Akhirnya ku temukan orang yang sehobi denganku.
Mereka memang berbeda sifat dan fisik pastinya, tapi itulah
teman poskoku, mereka akan selalu terekam dalam jejak kehidupanku
Merindu Senja di Bulogading| 57
Lista Novera
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Kuliah kerja nyata atau KKN yang baru-baru ini saya telah
lalui adalah suatu hal, pengalaman, saya akan berbagi sedikit cerita
yang sangat berkesan. Saya akan bercerita mengenai desa Bulogading
terlebih dahulu, Desa Bulogading, Kecamatan Bontonompo,
Kabupaten Gowa. Salah satu ujung dari Kabupaten Gowa, hanya
beberapa meter dari rumah Kepala Desa Bulogading sudah bisa
didapatkan perbatasan Gowa-Takalar. Desa yang baru beberapa tahun
lalu menjadi sebuah desa, hasil dari pemekaran Desa Romanglasa dan
memiliki 3 dusun. Desa yang dikelilingi lahan persawahan dan
mayoritas rumah tangga mempunyai usaha pembuatan batu merah.
Desa yang orang-orangnya ramah dan murah senyum. Desa ini lah
yang menjadi tempat kami mengabdikan diri sebagai mahasiswa
semester akhir selama 45 hari.
Dusun Daru’mung, di sanalah letak posko kami. Posko yang
dihuni oleh 10 mahasiswa KKN UINAM angkatan 60. Posko kami ini
tidak lain adalah rumah Kepala Desa Bulogading (Hamzah dg
Lompo, [Link]), yang artinya kami tidak hanya ber-10 di posko ini.
Kami seatap dengan penghuni rumah yang berjumlah 5 orang yang
terdiri dari Pak Desa Hamzah dg Lompo, Ibu Desa Rosmaini dan
ketiga anaknya yaitu Kak Iwan, Rida dan dg Iji.
58 | Merindu Senja di Bulogading
Pa’de sibuk dengan pemerintahan desanya, ada beberapa
urusan yang bapak harus selesaikan ditambah akan ada pesta anak
pertamanya yaitu Kak Iwan. Begitupun Bu’de sibuk dengan
kerjaannya di Bkkbn dan banyak urusan lainnya menyangkut
pernikahan Kak Iwan. Kak Iwan sibuk dengan pekerjaan barunya dan
sangat sibuk dengan pernikahan yang akan di gelar. Rida sebagai
anak kedua masih sibuk dengan kuliahnya di jurusan sistem informasi
UIN Alauddin Makassar. Sementara itu, dg Iji anak yang terlahir
terakhir ini sibuk dengan K-pop yang sangat ia sukai dan masih sibuk
dengan usahanya melewati Sekolah Menengah Atas. Terkait dengan
mayoritas usaha warga Bulogading yang saya tuliskan tadi, Pa’de
juga seorang pengusaha batu merah. Semenjak terpilih menjadi
kepala desa, beliau tidak terlalu fokus pada usahanya itu, begitu pula
dengan usaha pabrik penggiling berasnya.
Saya akan bercerita sedikit tentang momen sebelum
pemberangkatan KKN. Suatu pagi di mana peserta KKN Kecamatan
Bontonompo berkumpul di depan CBP, saya bersama sahabat saya
cici datang pagi-pagi dengan koper dan barang bawaan yang sangat-
sangat banyak. Tempat ini dijadikan sebagai tempat pemberangkatan
mahasiswa KKN, untungnya saya bersama asma dan cici meskipun
tidak satu posko setidaknya satu kecamatan. Pagi itu belum banyak
yang datang jadi saya dan cici ingin makan buras, telur bersama
sambala kaluku yang dibawa oleh cici dari umminya. Dimanapun
kapanpun kita sealu makan begitu yang terlihat pagi itu kita Cuma
jpngkok diatas batu didepan bus-bus yang akan mengantar kami. Tak
lupa kami panggil beberapa teman untuk ikut bergabung bersama
kami, ada juga asra dan anti yang dengan setia ingin melihat
keberangkatan kami. Kami adalah kloter tercepat padahal kami cuma
di Gowa.
Setelah itu saya bertemu dengan fauzan dan dian lalu dian
memanggil saya untuk naik bis, saya tidak satu bis dengan cici dan
asma saya Cuma bisa melambaikan tangan di bis seperti tokek yang
menempel. Saya pikir perjalanan ke bontonompo akan sedikit lama,
ternyata saat mencoba untuk tidur kita sudah sampai. Kita semua pun
berkumpul di kantor camat bontonompo, saya masih bersama dengan
dua mahluk ini cici dan asma meskipun ada yang saya sudah lumayan
akrab yaitu azizah yang dulunyaa saya bertemu di CBT. Saya agak
lupa dia tapi ia selalu mengingatkan saya bahwa kita pernah satu
kelompok.
Merindu Senja di Bulogading| 59
Perjalanan dari kantor camat ke desa Bulogading agak jauh
mungkin karna saya baru pertama kesini, sampailah kami di posko
dirumah Pakde dengan sambutan yang hangat. Kami diarahkan duduk
didepan TV sembari menunggu keluarga Bu’de mengganti sprei dan
menyiapkan kami makanan, Bu’de belum menyiapkan kami makanan
karna pernah KKN yang lalu mengatakan akan datang sudah
disiapkan segala macam rupa tapi mereka tidak kunjung datang.
Masuklah saya untuk membantu ibu masak, menggoreng ikan dan
menyiapkan makanan.
Hari pertama kami anggota KKN UINAM angkatan 60 Desa
Bulogading sudah lumayan akrab di posko, meskipun semuanya
dimulai dengan proses tanya-tanya. Mulai dari pertanyaan ringan
sampai pertanyaan yang berat-berat. Hal yang menggambar itu
adalah lancarnya kami dalam berkomunikasi dan saking lancarnya
mulut ini berbicara, kami sudah pintar membully satu sama lain.
Tibalah waktunya kami untuk melakukan observasi dan
menganalisis permasalahan-permasalahan yang ada di desa
Bulogading. Singkat cerita, setelah melalui proses musyawarah antar
mahasiswa KKN UINAM Desa Bulogading, kami telah sampai pada
perumusan program wajib yang akan ditawarkan kepada warga
Bulogading saat Seminar Program Kerja.
Semua program kerja wajib yang kami tawarkan kepada
warga Bulogading diterima dengan baik. Warga Bulogading
sangatlah antusias dengan kedatangan KKN UINAM angkatan 60 ini,
hal tersebut tercermin dengan banyaknya program kerja yang usulkan
oleh para warga. Program kerja usulan tersebut kami tampung untuk
kami analisis usulan mana yang dapat kami kerjakan.
Program kerja yang kami lakukan adalah penanaman bibit
pohon, kami bersama-sama membagi ke masyarakat berupa tanaman
seperti jati dan mahoni mengelilingi kampung sebelum kami
menanam tak lupa kami pun meminta izin kepada warga masyarakat
bulogading.
Kemudian, program kerja yang kami lakukan adalah
mengajar di TK-TPA, Program ini dilaksanakan pada hari selasa dan
rabu. Kami mengajar di dua mesjid secara bergiliran yaitu, pada
pertemuan-pertemuan awal, kami hanya diminta membantu sebagai
tempat menyetor bacaan dari murid TK-TPA. Hampir tidak ada
kesulitan yang berarti bagi dalam melaksanakan program ini. Murid
dari kedua TK-TPA pun terlihat sangat antusias dan menghargai kami
sebagai pengajar baru di TK-TPA mereka.
60 | Merindu Senja di Bulogading
Program selanjutnya adalah dengan mengajar TK-TPA
adalah mengajar di SD Inpres Bulogading II yang terletak di dusun
Borongtangnga. Program ini dilaksanakan setiap hari senin dan
kamis. Pihak sekolah memberi kami waktu mengajar 2 kali dalam
seminggu yaitu pada hari Selasa dan hari Kamis. Guru-guru di SDI
Bulogading II sangatlah baik, mereka sering menyiapkan kami
makanan setiap datang mengajar di sekolah tersebut.
Program yang kami lakukan adalah kerja bakti di kuburan.
Program kerja ini tidak kami jalankan sendiri saja’. Kami dibantu
oleh organisasi remaja setempat yaitu Tarangtula. Tarangtula ini
sebenarnya adalah organisasi pecinta alam dan karena mereka
mempunyai program kerja yang mirip dengan program kerja kami,
maka kampai adakan kerja sama dalam melakukan kerja bakti di
kuburan. Kurang lebih 18 orang dari Tarangtula dan warga sekitar
ditambah dengan beberapa mahasiswa KKN UINAM yang
melakukan kerja bakti kuburan ini.
Program selanjutnya yang kami lakukan adalah pembersihan
masjid. Desa Bulogading mempunyai dua masjid, yaitu Masjid Al-
Ikhlas dan Masjid Nurul Jihad. Masjid Al-Ikhlas adalah masjid yang
pertama kami lakukan pembersihan pada hari Jumat pagi. Kurang
lebih 7 warga yang ikut membersihkan Masjid Al-Ikhlas ini, dan di
antara mereka ada juga beberapa anak kecil yang ikut membantu.
Pagi itu sebenarnya cuaca sedang tidak bersahabat yaitu mendung dan
pernah turun hujan, namun kami tetap bersemangat untuk
membersihkan masjid tersebut. Pembersihan masjid ini terdiri dari
pembersihan di bagian dalam dan di bagian luarnya juga. Bukan
hanya fisik masjid yang kami bersihkan, tapi sarana seperti kerudung
dan sarung yang tersedia di masjid tersebut juga kami bersihkan.
Masjid Nurul Jihad adalah masjid selanjutnya yang kami lakukan
pembersihan. Kurang lebih ada 8 warga yang juga ikut membersihkan
dan ternyata banyak juga nak kecil yang ikut berpartisipasi.
Program kerja kami juga ada Festival Anak Sholeh, festival
ini diadakan untuk nanti akan diperlombakan lagi di kecamatan.
Anak-anak serta masyarakat sangat antusias pada acara kami kali ini,
lomba ini diadakan di Mesjid Nurul Ikhlas semua anak-anak dari
TK/TPA yang ada di bulogading ikut berpartisipasi di acara kami ini.
Ada lomba adzan, hafalan surat pendek dan praktek shalat.
Program kerja kami yang terakhir adalah turnamen olahraga,
turnamen ini diakan untuk nanti pemenangnya berpartisipasi juga di
acara Bontonompo Fest. Kami mengadakan turnamen ini di lapangan
Merindu Senja di Bulogading| 61
kecil di belakang rumah warga yang sudah kami bersihkan
sebelumnya, sama dengan program kerja lainnya lagi-lagi masyarakat
bulogading ini sangat antusias berpartisipasi. Kamipun sangat senang
dan selalu berusaha yang terbaik meskipun kadang ada-ada saja
teman posko yang tidak membantu tapi saya dan teman lain selalu
punya semangat yang membara.
Masih banyak program kerja yang telah kami laksanakan di
Desa Bulogading, namun saya tidak bisa menjelaskan semuanya
secara rinci di sini. Yang saya tahu adalah semua program kerja wajib
kami terlaksana dengan baik serta ada beberapa program kerja usulan
dari warga yang juga kami selesaikan. Meskipun teman-teman ada-
ada saja program kami yang tidak terlalu bekerja sama didalammnya
ada yang kadang tidak hadir, ada yang kadang tidak ingin untuk
berpartisipasi tapi beberapa diantara kami yang sama antusias dan
semangatnya dengan saya yaitu Azizah dan Devi. Diluar dari hal itu
semuanya berjalan dengan baik dan relevan sehingga saya sangat
merindukan beberapa momen-momen tersebut
Ada pula Bontonompo Fest yang kami laksanakan bersama
semua Mahasiswa KKN angkatan 60 Kecamatan Bulogading, kami
melatih dan mengantar beberapa anak-anak yang ikut bertanding
kelapangan desa Barembeng. Sementara itu kamipun di pindahkan
sementara di rumah saudara Bu’de bernama [Link] yang sangat
baik menerima kami, rumahnya sangat luas dan nyaman sehingga
anak-anak selalu merasa mager. Sementara dirumah Pakde dan Bu’de
sedang sibuk-sibuknya mengurus pernikahan Kak Iwan yang sisa
beberapa hari ini, kami juga sibuk mengurus beeberapa program kerja
dan perlombaan di lapangan desa Barembeng.
Selanjutnya saya akan menulis KKN ini dari sisi lain. KKN
ini seperti kisah lucu yang menarik untuk saya.
Hal ini bemula dari saya yang sangat akrab dengan anak
Pa’de yaitu Rida’ entah mengapa saya dan teman yang lain senang
sekali berbincang-bincang, rida’ juga sering membantu kami
mengerjakan beberapa program kerja yang kami lakukan bahkan saya
pernah berpikir kenapa bukan rida’ saja yang menjadi teman posko
sekaligus kordes saya hehehe saking rajinnya anak ini. Semenjak
kami datang rida’ tidurnya di posyandu sebelah, depan tv tak
jarangpun di pagi hari saya mendapat dia sedang tidur nyenyak
taklupa saya foto lalu melanjutkan pekerjaan kembali. Kemudian
berlanjut sampai hampir acara pernikahan Kak Iwan entah mengapa
beberapa anggota keluarga Rida’ selalu meledek kami berdua padahal
62 | Merindu Senja di Bulogading
tidak ada apa-apa. Hari demi hari hal itu selalu berlanjut semakin hari
semakin melebar itu suatu hal yang selalu membuat saya tersipu malu
karna tidak tau apa yang saya harus saya katakan, siapa yang tidak
malu ketika keluarga terdekat Pa’de meledek kami dengan kata
“cieeeeeeee”, “calon menantu pakde”, saya sempat baper sedikit tapi
saya paling anti dengan cinlok alias cinta lokasi. Tapi selanjutnya biar
Allah swt. saja yang mengaturnya.
Hal yang saya hampir setiap hari lakukan selain masak, cuci
piring dan menyapu adalah membuat kopi. Entah mengapa hampir
semua orang yang datang di rumah Pakde maupun di rumh naira
menyukai kopi saya yang saya bikin tanpa skill apapun, tambahan
apapun. Takarannya saya sengaja pahitkan seperti yang sering saya
minum. Mungkin nanti hal ini yang paling saya akan rindukan.
Hal selanjutnya adalah yang tidak akan pernah saya lupa
adalah ketika dari hari pertama sampai hari beberapa puluh itu gigi
saya yang berlubang tidak pernah berhenti sakit sepanjang waktu
subuh, pagi, siang, malam kemudian subuh lagi berlanjut sampai hari-
hari selanjutnya meskipun begitu saya tetap menjalankan tugas dan
tanggung jawab yang sudah diberikan kepada saya. Berbagai obat
dari yg obat sampai alami dan sangat tidak enak seperti bawang, air
garam dan masih banyak lagi. Kemudian saat saya ingin dibawa
periksa saya menanti sakitnya datang tapi ternyata sakit itu tidak
dataang lagi sakit giginya
Desa ini jaringannya sangat bagus, semua akses internet serba
cepat. Saya termasuk pecandu internet sangat merasa terbantu dengan
hal itu. YouTube salah satu aplikasi pembagi video yang sering saya
pakai. Saya sering nonton video bersama Devi yang menurut saya,
saya sangat banyak kecocokan kamipun sering sharing mengenai edit
video yang talentnya pasti muka saya.
KKN adalah tempat dimana kita bisa belajar mempelajari
watak seseorang, bagaimana kebiasaannya, bagaimana ia hidup
selama ini, hal yang ia sukai, hal yang mereka kerjakan, paling
penting kita harus sama-sama belajar untuk saling menghargai dan
menyayangi satu sama lain seperti keluarga cemara yang selalu
bahagia bersama.
Selanjutnya saya akan bercerita tentang teman seperjuangan
saya di posko KKN Bulogading. Saya akan ceritakan satu per satu
mereka, karena mereka berbeda-beda pastinya. Meskipun berbeda
kita mempunyai tujuan yang sama dan akan indah seperti pelangi.
Merindu Senja di Bulogading| 63
Devi Safitri, Mahasiswa jurusan PBI berasal dari Polman ini
adalah sekertaris posko kami. Dia adalah satu dari sekian banyak
mahasiswa jurusan PBI yang ber-KKN di kecamatan Bontonompo,
tinggi dan agak kurus menjadi ciri fisik yg dapat menggambarkannya.
Devi ini sangat ambisius, total dan punya semangat tinggi untuk
menyelesaikan tanggung jawabnya di tempat KKN, untuk
menyelesaikan program kerja, mengurus surat, video, sekaligus
menjadi pembawa acara di berbagai acara kami. Pokona ambi muami
depi, depi begitu sapaannya dari saya hihihi dia memberikan banyak
masukan untuk saya dari baju yang harus saya kembalikan kerumah,
apa yang harus saya lakukan, hal yang tidak seharusnya saya
kerjakan. Dia sangat berperan penting baik di posko selama ber-KKN
dan mungkin setelah KKN nanti, yang sangat saya suka pada depi ini
dia tidak pernah menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya kalau
kita ada salah dia pasti langsung bilang, kebalikan dari saya. Depi
juga suka sekali make-up dia punya banyak impian ingin membeli
makeup yang harganya sampai jual ginjal (alay) dia juga sangat
sering menonton make-up yang ada youtube. Depi juga sangat
gampang tidur dimana saja kapan saja, kebalikan lagi dari saya yang
sangat susah tidur. Kita sering ketawa ketiwi kaya orang gila, bahkan
menangis dimuka umum pun pernah kita lakukan. Semoga harapan
dan impianmu segera tercapai, terimakasih 46 harinya.
Nur Azizah Hasrun, Mahasiswa jurusan Perbandingan
Agama ini berasal dari Sinjai, ajijah ini kecil-kecil cabe rawit dia
adalah makhluk yang kadang-kadang membuat saya bingung, pusing
skaligus marah secara bersamaan bagaimana tidak, orang sinjai yang
saya tahu mereka lembut selaksa kapas tidak ada pada ajijah. Ajijah
ini sangat kajili-jili dan karapa-rapa itu membuat saya kadang emosi.
Tapi dia sangat rajin dan penyayang, dia rajinnya kadang juga terlalu
berlebihan itu juga yang membuat saya bingung bagaimana tidak
kadang kita berjam-jam ada di dapur masak dan cuci piring. Ajijah
juga sangat suka membaca web-toon, wattpad dan dia juga sangat
senang bermain game sampai larut malam, saya juga pernah beberapa
kali sakit dan dia yang merawat, dia juga kadang mudah emosi dan
menangis. Dia juga sangat lucu nan menggemaskan suka cubit pipi
orang, semoga ajijah makin harum dan bahagia sealalu. Terimakasih
46 harinya sayang.
Nabillah, Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris ini
berasal dari Jakarta, dia adalah makhluk yang tinggi menjulang dan
paling ter-ribut di posko. Paling banyak tahu dan paling banyak kata-
64 | Merindu Senja di Bulogading
kata yang membuat kami kadang-kadang tercengang, nabillah atau
biasa di panggil bule ini paling dikenal di masyarakat bulogading
apalagi para bapak-bapak karna bule biasa begadang menemani para
bapak-bapak dan teman posko untuk bermain domi. Nabil juga
merupakan sosok yang humoris dan banyak memberikan inspirasi
hhee terimakasih nabil
Dian Septi Syarif, Mahasiswa jurusan Manajemen ini
berasal dari Gowa, dia juga kecil imut dan paling beda diantara yang
lain. Kenawhy? Karna dia adalah orang yang mandinya Cuma sekali,
bajunya matching dari bawah hingga ujung kepala, dikamarpun tak
pernah dibuka jilbabnya, parno an, ballorang, suka ngunya es batu
dan thrauma dapur. Tapi dian ini sangat bagus apabila kita arahkan
dia akan langsung kerja dan tidak mengecewakan. Makasih dian
sudah memberiku pelajaran berharga.
Alfiah Rifqah, Mahasiswa jurusan Akuntansi ini berasal dari
Gowa juga, dia ini wajahnya paling beda diantara teman posko yang
lain matanya yang coklat kaya boneka hidup serta mata bolla’nya
yang menunjukkan kesangarannya. Reka itu sapaan akrabnya punya
hobi yaitu tidur, dia punya banyak gaya ketika tidur. Reka suaranya
lumayan merdu dia juga punya banya stock obat karna mamanya
yang punya klinik dan bekerja di bagian kesehatan, makasih reka 46
harinya semoga jodoh bersama anaknya ajjiaa.
Muh Ruslan, Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab,
ustad kajili-jili yang pernah saya temukan. Dia adalah sosok mandiri
yang suka ngomong 2 kali selalu gercep dan pintar ngomong kalo
soal agama-agama, tapi kadang tingkahnya aneh seperti apa saya juga
bingung untuk menuangkannya disini. Ruslan adalah orang yang
tidak bisa hidup eh makan kalau tidak ada lombok, harus secuil pun
itu ada yang pedis dia rasakan abru deh enak makan.. terimakasih
ruslan
Nurul Hikmah Ahmad, Mahasiswa Jurusan Pendidikan
Matematika ini berasal dari limbung yang dekat sekali dengan posko
KKN. Hikmah ini sering dipanggil kaka oleh teman-teman meskipun
seumuran tapi dia adalah senior dikampus, hikmah ini punya banyak
kosakata yang kalau kamu baru kenal mungkin kamu akan sakit hati.
Tapi jika sudah terbiasa itu sudah menjadi hal yang sudah biasa
pastinya. Hikmah pintar masak, daan serunya lagi rumah doi
berdekatan dengan posko kami. Hikmah juga adalah keluarga saya
yang baru ketemu, terima kasih kak hikmah.
Merindu Senja di Bulogading| 65
[Link], Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi ini
berasal dari Bontonompo, iya rumahnya memang dekat dari posko
kami. Anugrah adalah sosok yang tegas dan selalu mengarahkan kita,
meskipun mukanya sangar tappi hatinya selaksa kapas. Anugrah
adalah bapak kedua bagi kami, anugrah atau biasa si panggil warwer
ini sangat suka kopi buatanku. Terima kash untuk 46 harinya.
M. Azmi Fauzan Anas, Mahasiswa Jurusan Teknik
Informasi ini berasal dari Makassar, dia merupakan koordinator desa
kami, ocang ini kecil-kecil berisi seperti anak kecil yang nuruuuuutt
saja sama orangtuanya, dia suka sekali menceritakan banyak kisah
baik itu tentang dirinya, orangtuanya maupun pengalamannya, ocang
juga suka sekali jalan-jalan. Ocang merupakan keluarga saya yang
baru kenal pas KKN. Terima Kasih ocang jaga telingamu dan sehat
selalu.
Terima kasih kepada semua teman posko, Pa’de, Bu’de, Rida,
Kak Iwan, [Link], Keluarga Besar Pak Desa yang sangat welcome
kepada kami begitupun masyarakat Bulogading yang ramah dan
senyumnya tak pernah putus hingga kami pulang, saya akan kembali
lagi nanti entah itu berkunjung kerumah Pa’de atau ada urusan lain.
Saya sangat senang ber-KKN di desa ini desa yang punya banyak
cerita indah yang tidak akan saya lupa seumur hidup saya.
66 | Merindu Senja di Bulogading
Dian Septi Syarif
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu …
KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan bentuk pengabdian
mahasiswa kepada masyarakat di desa, yang di mana mahasiswa
langsung turun ke lapangan dan menunjukkan bentuk pengabdiannya
kepada masyarakat dengan waktu yang telah ditentukan dan
tempatnya ditentukan pula oleh pihak kampus. Dengan adanya KKN
ini mahasiswa bisa belajar tentang apa yang harus dikembangkan di
desa dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat yang ada di desa
tersebut. Dengan seperti itu, otomatis mahasiswa dapat akrab dengan
penduduk desa.
KKN adalah pengalaman yang luar biasa karena selain
mendapat pengalaman, ilmu, juga mendapat banyak teman baru
karena saat kita KKN kita dapat berkenalan dengan mahasiswa dari
fakultas lain. Sebelum berangkat KKN, mahasiswa mendapatkan
arahan dari pihak kampus tentang apa yang seharusnya dan tidak
seharusnya dilakukan di desa yang akan dikunjungi. KKN ini
berlangsung selama 45 hari, dari pihak kampus yang menentukan
daerah KKN setiap mahasiswa.
Saya sendiri ditempatkan di daerah Kabupaten Gowa,
Kecamatan Bontonompo. Di kecamatan Bontonompo itu sendiri
Merindu Senja di Bulogading| 67
terdapat 14 desa, jadi ada 14 posko, dan saya di posko 14 namanya
Desa Bulogading. Saya dan teman-teman saya berjumlah 10 orang,
saya dan teman-teman tinggal di rumah Pak Desa. Pak desa dan
keluarganya begitu baik terhadap mahasiswa KKN sehingga kita
semua sudah seperti dianggap anak sendiri, masyarakatnya juga
sangat ramah. Di desa ini banyak anak-anak, setiap sore kami naik
sepeda bersama keliling kampung, membuat video dan foto bersama,
pemandangannya juga sangat indah, langit biru pada siang hari dan
juga memancarkan warna yang sangat indah pada sore hari ketika
senja. Tak lupa saya dan teman-teman mengabadikan momen ini.
Menyenangkan bukan? Itulah KKN, sapaan para warga pada saat
kami lewat di depan rumah mereka membuat hati kami luluh.
Ada program kerja yang harus saya dan teman-teman
jalankan, diantaranya mengajar di Sekolah Dasar (SD) dan Festival
Anak Soleh. Jujur saja saya dari jurusan Manajemen sama sekali tidak
ada hubungannya dengan mengajar anak SD dan saya juga tidak ada
basic untuk mengajar anak SD. Tetapi ketika saya mencoba pertama
kalinya memasuki kelas anak SD mereka begitu antusias dengan
kedatangan saya dan teman-teman. Mereka sangat ramah dan senang
diajar oleh kami. Untung saja ibu guru di sekolah memberitahu kalau
ada buku cetak yang menjadi panduan anak-anak belajar di sekolah,
jadi saya dapat mengarahkan mereka untuk belajar menggunakan
buku itu. Saya dan teman-teman berbicara terlebih dahulu kepada
guru-guru dan kepala sekolahnya sebelum masuk kelas. Dari kelas 1
sampai 6 saya bebas masuk di kelas mana saja, kelas mana yang
gurunya berhalangan hadir nah kelas itu yang kami ajar. Dari kelas 1
sampai 6 pastinya beda umur, setiap kelas perilakunya juga berbeda,
ada kelas yang nakal dan ada juga kelas yang pendiam. Anak-anak
sangat suka ketika main games setelah belajar dan mengerjakan tugas.
Tidak semua siswa mau mendengar, terutama laki-laki, maklum anak
laki-laki dibawah umur. Saya mau marah juga tidak ada gunanya,
saya berusaha menenangkan mereka agar mereka mau mendengar
arahan saya ketika belajar. Mereka begitu lucu, setiap saya ingin foto
bersama, mereka sangat semangat dan saling merebutkan tempat tepat
di hadapan kamera.
Selanjutnya saya dan teman-teman mengadakan acara
Festival Anak Soleh, yang di mana di dalamnya terdapat beberapa
lomba, yakni lomba adzan, hafalan surah-surah pendek dan praktik
sholat. Pesertanya dari santri TKA/TPA yang ada di desa. Di desa
Bulogading terdapat 3 TKA/TPA dan Alhamdulillah semuanya
68 | Merindu Senja di Bulogading
berpartisipasi. Para santri sangat antusias dengan adanya festival ini,
selain mengembangkan diri mereka dengan berkompetisi satu sama
lain juga mempererat tali silaturahim antar sesama generasi penerus
Desa Bulogading.
Saya dan teman-teman juga mengadakan turnamen untuk
pemuda-pemuda desa, yakni pertandingan futsal. Proker terakhir ini
menjadi proker paling seru, karena meskipun cuaca sedang tidak
bersahabat, kami tetap melanjutkan pertandingan. Hujan di sore hari
tak melunturkan semangat para pemuda untuk bertanding, hujan
yang mengguyur seluruh tubuh sehingga membuat tanah liat yang ada
di lapangan membuat lumpur di mana-mana. Baju tanpa disadari
kotor dengan sendirinya, sekali lagi itu tak menghalau semangat para
pemuda yang sangat antusias mengikuti pertandingan ini, sungguh ini
menjadi pertandingan yang seru,
Hari-hari telah berlalu, waktu 45 hari hampir terselesaikan.
Semua proker telah terlaksana, saatnya menyiapkan acara ramah
tamah. Yang di mana sekaligus menjadi wadah untuk pamit kepada
masyarakat desa. Sedih rasanya harus meninggalkan desa tersebut
tapi saya dan teman-teman harus kembali ke kampus untuk
melanjutkan studi. Ramah tamah dilaksanakan pada malam hari,
gemerlap lampu menghiasi ruang itu menjadikannya sebagai ruang
yang tak akan dilupakan. Canda tawa serta rasa haru bercampur aduk
malam itu.
Keesokan harinya pada tanggal 11 April 2019 saya dan
teman-teman harus meninggalkan Desa Bulogading, tak lupa kami
semua meminta maaf kepada Bapak Kepala Desa beserta keluarga
apabila selama kami tinggal di rumah mereka kami melakukan
kesalahan yang tak disengaja. Pak Desa dan istrinya sudah kami
anggap seperti orang tua kami sendiri, dan anak-anaknya juga sangat
menerima kami dengan senang hati.
Saatnya berkemas barang dan pulang, tak ada lagi begadang
sampai jam 3 malam, tak ada lagi tertawa bareng teman-teman posko,
kamar yang kecil namun mampu menampung 7 orang perempuan-
perempuan kini mulai sunyi. Pak Desa juga merasa berat harus
ditinggalkan, beliau juga memberi pesan kepada saya dan teman-
teman apabila telah kembali ke kampus agar kiranya melanjutkan
studi lebih baik dari sebelumnya. Saatnya kembali ke kampus
bertemu dengan kawan lama saling menceritakan pengalaman KKN
masing-masing dan tak lupa melaksanakan kewajiban yaitu
Merindu Senja di Bulogading| 69
mengerjakan skripsi sebagai syarat melempar topi toga dan
mendapatkan gelar serta membanggakan kedua orang tua.
70 | Merindu Senja di Bulogading
Nurazizah Hasrun
Jurusan Studi Agama-Agama
Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik
KKN merupakan salah stau mata kulia yang saya tunggu-
tunggu karena cerita yang saya dengar dari berbagai pihak, dimana
mereka menceritakaan tentang bagaimana menyenangkannya
berKKN itu. Saya merasa dipersulit oleh pihak akademik saat
pengurusan pendaftaran KKN, hal itu membuat saya naik tensi dara
hingga ke ubun-ubun. Syukurlah aku bisa mendaftar, terdaftar dan
mengikuti segala proses pembekalan, pertemuan dengan pembimbin
dan rangkaian-rangkaian laianya. Sampai tiba pada waktu yg
ditentukan dimana saya berangkat ke lokasi kkn, namun karena
kekeliruan informasi, saya menunggu di depan LP2M sampi Aita
teman satu kelas saya menelfon dan menayakan keberada saya.
Disitulah saya menyadari kekeliruan informasi yg saya dapat,
sehingga saya menyeret koper menuju CBT tempat berkumpul yang
sebenarnya. Namun belum lama saya berjalamn Aita kembali
menelfon dan mengatakan bahwa bus akan berangkat, karena hal itu,
saya membuang jauh-jauh rasa gengsi yang saya miliki dan meminta
pertolongan pada mahasiswi yang lewat agar kiranya dia memberi
saya tumpangan ke CBT, setibanya saya di CBT sumua bus sudah
berjalan, jadi saya mengedor-ngedor pintu bus sambal menyeret
koper. Untung saja salah satu mahasiswa melihat keberadaan saya.
Sehingga dia meminta supir bus berhenti. Di dalam bus saya duduk
dipojok paling belakang, selain itu saya tidak mengenal satupun
mahasiswa yang menjadi teman satu bus saya.. Sebenarnya banyak
Merindu Senja di Bulogading| 71
yang terjadi didalam perjalanan, hanya saja saya tidak pandai
merangkai kalimat untuk menceritakan semua hal yang terjadi,
setelah sampai ditempat tujuan, saya mencari teman-teman satu kelas,
yang Alhamdulillah ditempatkan ditempat yang sama dengan saya,
walaupun tidak satu posko. Di kantor camat saya berbaur dengan para
mahasiswa, di sini kami mengikuti rangkaian penerimaan mahasiswa
KKN di kecamatan Bontonompo. Kemudian saya bergabung dengan
teman –teman satu posko dan berkenalan dengan kepala desa yang
datang menjemput kami. Banyak hal yang di bicarakan aparat desa
yang menjemput kami dengan salah satu teman posko, hanya saja
saya tidak memahami apa yang mereka bicarakan karena mereka
berbicara menggunakan Bahasa makassar yang Alhamdulillah tidak
saya pahami.
Di hari pertama di posko, saya tidak melakukan banyak hal,
saya hanya melihat teman-teman memasang beberapa spanduk
kemudian beristirahat, Pada malam hari kami melakukan rapat
mengenai living cost. Terjadi perdebatan yang cukup alot, sebelum
mencapai kesepakatan teman-teman satu posko yang berjenis kelamin
laki-laki meninggalkan tempat rapat, padahal mereka yang meminta
diadakannya rapat. Dari hasil rapat yang dilaksanakan dengan teman-
teman perempuan yaitu menyerahkan uang living cost secara penuh.
Setelah saya menyerahkan uang living cost pade bude kordes
menelfon dan meminta saya agar tidak menyerahkan uang living cost
terlebih dahulu. Mungkin ini salah satu alasan terjadinya kongflik di
kemudian hari, hanya saja sya menyerahkan uang living cost lebih
cepat karena permintaan teman-teman juga. Seberapa banyak saya
mengatakan ini itu, pada akhirnya itu dianggap sebua h alasan.
Dihari kedua kami melakukan survei lapangan, seperti
mengunjungi kantor desa dan salah satu masjid, kemudian singgah di
beberapa rumah warga setempat. Dihari ketiga kami melanjutkan
survei lapangan dengan mengunjungi rumah-rumah kepala dusun dan
beberapa rumah warga setempat. Malamnya kami mengadakan rapat
persiapan seminar program kerja. Adapun hasil rapat yaitu. Membuat
undangan menghadiri acara yang dipjkan kepada sekertaris,
kongsumsi di pjkan pada saya, operator kepada Lista dan Reka,
dokumentasi pada Dian dan Hikma, perlengkapan pada Anugra
kordes dan Ruslan, MC pada sekertaris atau dikenal dengan nama
Devi. maaf yah, baru ingat memperkenalkan nama sekertaris saya.
oh… iya, hampir lupa memperkenalkan nama kordes, namanya
Fauzan. Ok, kita lanjut pembacaan ayat suci al-qur’an oleh Ruslan,
72 | Merindu Senja di Bulogading
pembacaan do’a oleh saya sendiri, dan terakhir sebagai moderator
dipercayakan pada nabil.
Dihari keempat saya, Devi, Lista dan Reka menghadiri acara
seminar program kerja posko tiga, saya bertemu dengan teman satu
kelas saya yaitu mantasia, kemudian saya menanyakan beberapa hal
padanya berkaitan dengan pelaksanaan seminar program kerja
tersebut, hirung-hitung sebagai referengsi. Soreh harinya kami ke
Galesong di sana kami berfoto ria, walaupun saya tidak terlalu
menikmati kunjungan ini karena dilanda pusing. Jadi saya lebih
banyak duduk dan melihat-lihat saja.
Pada hari kelima kami mengadakan bakti sosial dimesjid
Nurul ilmi, dan beberapa taman membagi undangan. Sore harinya
saya dan Devi kepasar untuk memesan kue dan membeli beberapa
keperluan lainnya. Malamnya kami briefing akan kegiatan seminar
program kerja. Dan Alhamdulillah hampir 100% lengkap. Dihari ke
enam saya dan Devi ke pasar untuk mengambil kue pesanan dan
keperluan lainnya. Sekali lagi saya mengucapkan syukur yang
sebanyak-banyaknya karena kegiatan kami berjalan dengan baik,
Walaupun terjadi beberapa peristiwa seperti air hujan yang masuk
membasahi beberapa tamu undangan karena kantor desa pada saat itu
dalam proses renovasi. Sebenarnya ada beberapa hal yang terlewatkan
tapi itu tidak perluh saya bagi karena bukan hal yang menyenangkan.
Saya lupa ini hari keberapa, yang jelas pada malam itu kami
mngadakan rapat penetuan kapan diadakannya proker-proker hasil
rapat kerja, kemudian selanjutnya kami melakukan rapat lagi. Seingat
saya malam itu kami rapat penentuan PJ setiap proker. Dimana saya
dan Devi diPJkan dibagian mengajar TK/TPA, dan klu ingatan saya
tidak terjadi kekeliruan didalamnya malam itu Devi menagis karena
beberapa alasan yang tidak bisa saya bagi dengan orang lain.
Entah hari keberapa, tapi peristiwa kali ini sangat berkesan
dimana saya, Lista, Devi, Dian dan Ruslan mengunjungi rumah-
rumah guru mengaji untuk membagi formolir pendaftaran festifal
anak soleh yang kami adakan. Selanjutnya kami bersepeda soreh
bersama anak-anak Bulogading. Jika kalian penasaran akan keceriaan
dan keseruan kami kalian bisa mengujungi
[Link]
Pada rapat selanjutnya, ditentukan juri-juri disetiap cabang
lomba dimana saya dipercayakan sebagai salah satu juri hafalan
surah-surah pendek. Walaupun pada hari H, hal itu tidak terjadi, itu
diluar sepengetahuan saya. intinya cerita dibalik ini semua tidak saya
Merindu Senja di Bulogading| 73
bagikan lagi. Karena ini merupakan kenagan yang tidak
menyenangkan. Dan patut kalian tahu Sebenarnya itu belum seberapa
karena banyak peristiwa-peristiwa yang lebih wao…. Tapi tidak patut
dibagikan karena mengandung unsur-unsur kontroversi dan dapat
menimbulkan konflik dikemudian hari.
Upacara bendera pertama yang saya hadiri di Bulogading
harus berawal dengan keterlambatan, kami mengajar di kelas 6,5 dan
4 setiap hari senin dan kamis. Setiap kami ke sekolah untuk mengajar,
staf selalu menyiapkan makana untuk kami. Hanya saja kami pernah
mengecewakan para staf yang ada, dengan ketidak hadiran kami pada
jadwal yang telah ditentukan. Saya benar-benar merasa bersala akan
hal ini, walaupun ini bukan kesalahan saya sepenuhnya. Yah,
maubagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Siswa-siswi di
sekolah ini masih banyak yang tidak bisa perkalian dua sedangkan
mereka sudah kelas 6. Mereka kurang dalam membaca dan lain hal.
Namun mereka anak-anak yang bersemangat, ramah dan juga punya
kemanuan belajar.
Pernah suatu minggu teman-teman hendak refresing ke
permandian, namun saat itu saya memutuskan untuk tidak bergabung
dengan mereka, yang kebetulan tiga teman lainya juga tidak dapat
bergabung karena da kepentingan lain. Setelah kepentingan mereka
selesai kami memutuskan ke posko tiga sedangkan sebagiannya tetap
pergi di rencana awal. Kunjungan keposko tiga berjalan lancer dan
menyenangkan diaman kami menghabiskan isi toples, kemudian
dilanjutkan dengan mengunjungi taman cinta, disana kami berfoto ria
dan berkenalan dengan mahasiswa UNISMU yang juga datang
ditempat yang sama dengan kami yang diakhiri dengan foto bersama,
selepas itu kami ke warung Mas Ali untuk mengisi ulang tenaga kami
dengan memakan bakso raksasa, selanjutnya kami melanjutkan
perjalanan ke posko dua yang sebelumnya sempat nyasar kemana-
mana. Di posko dua kami disambut dan dijamu dengan baik. Kegiatan
kami pada hari itu diakhiri dengan kami pulang ke posko membawa
banyak buah tangan.
Di lain waktu kami pergi mengajar mengaji dengan berjalan
kaki dibawah terik sinar matahari, namun itu semua terbalas dengan
melihat senyuman dan antusias santri, selepas mengajar kami
menyempatka berjalan memutar agar lebih lama diluar, namun belum
juga sampai kami melihat penjual eskrim, hal itu menimbulkan efek
mata berbinar-binar. Kami membeli eskrim dan makan ditempat,
setelah habis kami berjana ke warung terdekat dan memakan pisang
74 | Merindu Senja di Bulogading
goreng, kemudian kami menyempatkan diri singgah di bendungan
untuk mengambil gambar, setelahnya barulah kami pulang ke posko.
Karena akan dilaksanakannya pesta pernikahan di rumah pak
kepala desa, sehingga kami mengungsi di rumah keluarga pak sesa.
Dirumah ini kebiasaan malsa keluar kamar saya muncul kembali, tapi
saya tetap melakukan aktifitas seperti biasa kok, dan dirumah inilah
saya tidak menagalami yang namanya keterlambatan menghadiri
upacara bendera. Daihari terakhir kami mengajar, saya, Lista dan
Devi menjadi petugas upacara, saya juga bermain dongga-dongga
(eh.. itu nama permainan di kampung halaman saya). selain itu kami
menerima surat dan gambar dari siswa-siswi yang telah kami minta
membuat surat dipertemuan sebelumnya. Sebanarnya hampir satu
minggu sebelum penarikan saya mengalami yang namanya sakit,
namun sehari setelah pesta perikahan anak pakde adalah puncaknya,
sebelum, sebelumnya saya masih bisa masak, mencuci dan masih
sempat mengantar adik-adik mengikuti lomba yang diadakan posko
induk. Iya, di lomba ini saya bertemu dengan teman satu kelas saya
yaitu Irna, Aita dan Ancca. Kami sempat foto bersama dan saya juga
diteraktir Aita. Karena kesehatan saya yang terganggu saya tidak
berdandan saat menghadiri pesta pernikahan kak Iwan, karena hal
yang sama saya tidak ikut membeli hadiah untuk pemenang setiap
lomba yang di adakan. Yang malam itu Devi datang dengan
membawa coto, roti, susu beruang, dan lain –lain. Sedangkan Nabil
membawa ayam bakar. Terimah kasih teman-teman atas
makanannyan.
Pernah suatu malam kami kelaparan, padahal kami sudah
makan sebelumnya, mungkin karena kami adalah predator, jadi kami
kelaparan lagi. Saat itu kami memasak mie campur bakso, kemudian
kami makan bersama dari panic yang sama tampa merasa jijik sama
sekali, selain itu kami juga pernah kelaparan disaat kami tidak
memiliki mie, dan pada ssat itu kami menemukan sate satu tusuk,
kami makan bertiga saat itu. Ini merupakan salah satu peristiwa yang
tidk bisa saya lupakan. Sebenarnya banyak hal yang kami lakukan
saat KKN di Bulogading hanya saja banyak hal yang mengecewakan
sehingga aku mersa malas untuk menuangkanya dalam tulisan, karena
akan menguras emosi. Jadi untuk cerita penutup aku akan
menyampaikan pada pembaca bahwa acara ramahtama yang kami
laksanakan, berakhir dengan deraian air mata. Dan sekilas info saya
masih sakit sampai cerita ini saya kirim ke sekertaris.
Merindu Senja di Bulogading| 75
Muhammad Ruslan . L
Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
Fakultas Adab dan Humaniora
Assalamaualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Bismillahirahmanirahim,,,
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt
yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat testimoni
KKN kami yang terlaksanakan selama 45 hari dikabupaten gowa
kecamatan bontonompo, Dan sholawat serta salam tetap tercurahkan
kepada baginda kami nabi Muhammad Saw yang pernah hadir
dimuka bumi ini membawa akhlakul karima sehingga merubah dari
zaman jahiliyah menjadi zaman islamiyyah.
Cerita berKKN selama 45 hari (TESTIMONI KKN)
Kuliah kerja nyata atau KKN merupakan salah satu program
mata kuliah yang tentunya dinantikan para mahasiswa. Yang dimana
program KKN ini tentunya banyak kesan dan pesan bagi semua yang
melaksanakannya, dan juga KKN tahun ini hanya dilaksanakan dalam
waktu 45 hari.
Kuliah kerja nyata atau KKN merupakan sesuatu hal yang
wajib sebagai mahasiswa semester akhir, dan berKKN tentunya
adalah sarana pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh
para mahasiswa yang terkhususnya universitas islam negeri alauddin
makassar ( UINAM ). Bukan hanya itu, berKKN juga merupakan
76 | Merindu Senja di Bulogading
salah satu cara tuk melatih jiwa keterampilan bersosialisasi kepada
masyarakat.
Kita berKKN tentunya tidak kita dapatkan difakultas maupun
dikelas-kelas, karna itulah indanhya berKKN dengan banyak hal yang
bisa kita dapatkan salah satunya budaya dan adat setempat yang ada
ditempat KKN. Salah satu yang saya dapatkan ialah adat dalam
pernikahan yang sangat berbeda dengan adat pernikahan yang ada
dikampung saya atau tempat tinggal saya dimakassar (Ujung
Pandang).
BerKKN tentunya banyak aral dan rintangan yang harus
dilewati, salah satunya dalam beberapa berkas yang harus kita
tuntaskan terlebih dahulu, itulah agar kita boleh dinyatakan lulus
untuk ikut berKKN , setelah semua berkas tuntas barulah
pengumuman pembekalan yang dilaksanakan tanggal 12-14 februari
2019 selama 3 hari yang tepaty diauditorium kampus UIN Alauddin
Makassar.
Tepatnya tanggal 17 februari 2019 berlangsungnya
pengumuman penempatan lokasi KKN, tentunya saya dan teman-
teman sebagai mahasiswa atau peserta KKN UIN alauddin makassar
sangatlah menanti-nantikan lokasi penempatan KKN, yang tentunya
teruslah terpikirkan kira-kira dimana dan bersama siapakah saya
ditempatkan lokasi KKN.
Sebelum pengumuman lokasi KKN diumumkan tentunya rasa
kecemasan terus terbayang, dimanakah saya ditempatkan KKN?,
bersama siapakah saya ditempatkan KKN ?, apakah ada teman yang
saya kenal atau tidak ada dilokasi KKN? Yang tentunya segala
bentuk kecemasan yang tergambarkan pada saat menanti
pengumuman lokasi KKN terus terbayangkan.
Berdasarkan hasil pengumuman KKN UIN Alauddin
Makassar, alhamdulillah akhirnya tak kusangka dan tak duga yang
pada akhirnya lokasi KKN yang saya dapatkan tidak terlalu jauh dari
rumah, lokasinya berada di kabupaten gowa, kecamatan bontonompo,
yang dibimbing langsung oleh bapak Muh Quraisy Mathar,[Link],
[Link].
Syukur alhamdulillah lokasi KKN saya sangatlah dekat, dan
tentulah lokasi tempat saya KKN sangat banyak para mahasiswa yang
menginginkannya tapi apaladaya. Inilah mungkin keinginan saya
yang tentunya slalu terpanjat dalam do’a untuk bisa berKKN dekat
dari Makassar. Dan itulah pula saya sangat menginginkan yang dekat
karna ada beberapa faktor, salah satunya saya ingin tetap aktif kutbah
Merindu Senja di Bulogading| 77
dimakassar apalagi saya baru merintis didunia ceramah, ingin tetap
aktif mengajar disekolah DDI GALESONG BARU MAKASSAR
( tempat saya mengajar sekolah dimakassar ), ingin tetap mengajar
mengaji dibeberapa rumah ( mengajar privat mengaji ).
Pada tanggal 19 februari, tepatnya saya bersama teman-teman
mahasiswa dikumpulkan oleh dosen pembimbing untuk pembagian
posko dan sekaligus desa yang dimana kami ditempatkan
berKKN,tepatnya di LT perpustakaan umum UIN Alauddin
Makassar yang berada dilantai 4. Adapun beberapa desa tersebut
ialah Desa Barembeng, Desa Bategulung, Desa Bontobiraeng, Desa
Bontobiraeng selatan, Desa Bontolangkasa Selatan, Desa
Bontolangkasa Utara, Desa kalase’rena, Desa Kalebarembeng, Desa
Katakangka, Desa Manjapai, Desa Romanglasa, Desa Tamanlayang,
Desa Bulogading, Dan Bontonompo.
Sebelum saya berangkat berKKN, semua teman-teman
mahasiswa tentunya sudah mengetahui semua teman-temannya
dilokasi mana dan sekaligus mereka sudah mengetahui berada didesa
mana nantinya mereka berKKN. Tapi saya sama sekali belum
mengetahui jelas bersama siapa dan desa mana berKKN, tentunya
belum tau pasti karna pada waktu kami dikumpulkan diLT, saya kira
sudah ditentukan tapi ternyata itu cuman arahan dan saran-saran bagi
mahasiswa yang disampaikan oleh dosen pembimbing. Dan ternyata
pengumuman posko dan teman-teman posko itu disampaikan melalui
online.
Pada tanggal 25 februari pemberangkatan KKN, lokasi
pemberangkatannya tepat di depan CBP , seketika saya sudah sampai
dilokasi sudah banyak orang atau teman-teman KKN yang berada
lokasi KKNnya didaerah bontonompo, dan juga sudah banyak BUS
dan motor yang menjadi tranfortasi teman-teman mahasiswa KKN.
Penyampaian dari dosen pembimbing bahwa pemberangkatan sekitar
jam 8 pagi tapi apalah daya istilah jam karet tetap melekat
diindonesia, tenyata pemberangkatan sekitar jam 9.30 wita.
Pada jam 9.30, saya dan teman-teman KKN waktunya
berangkat kelokasi KKN, baik yang memakai transportasi BUS
ataupun motor dengan semangat ceria menunggu waktunya tiba tuk
berKKN. Setiba dilokasi KKN kec bontonompo letaknya dikantor
kecamatan desa, disitulah saya dan teman-teman mengadakan acara
pertemuan bersama para bapak-bapak desa bontonompo, dan
sekaligus saya dan teman-teman dipertemukan bapak desa yang sudah
ditentukan lokasi KKNnya.
78 | Merindu Senja di Bulogading
Setiba dilokasi desa KKN, saya dan teman-teman dengan
ceria dan kebahagiaan yang saling menyapa yang baru saling kenal,
tentu dengan terbata-batanya saya dan teman-teman tuk saling
menyapa, dengan suasana diam dan saling termenung menanti. Sehari
berlangsungnya KKN saya dan teman-teman mengadakan rapat
pertama tuk persiapan RAKER (rapat kerja) yang tentunya
menjadi kerja pertama saya dan teman-teman dalam berKKN.
Diantara teman-teman saya terdiri dari berbagai fakuktas baik
itu fakutas adab, tarbiyah, syariah dan saintek. Nama-nama teman
KKN saya ialah, fauzan,lista,dian,devi,azizah,reka,nabila,anugrah dan
saya sendri yang terdiri dari 10 orang, 3 laki-laki, dan 7 perempuan.
Dihari ketiga KKN saya dan teman-teman melakukan
observasi dibeberapa sekolah, mesjid, dan rumah-rumah warga tuk
menyediakan apa yang menjadi proker saya dan teman-teman KKN
lokasi desa bulogading kec bontonompo. Dan alhamdulillah dengan
hasil observasi saya dan teman-teman KKN memiliki proker yaitu
mengajar disekolah, mengajar mengaji dimesjid-mesjid yang ada
didesa bulogading, festival anak sholeh, turnamen sepak bola,
penanaman bibit.
Dengan berjalannya waktu, jam demi jam telah berputar, hari
demi hari telah berganti sampailah tibanya malam rama tamah KKN
saya atau malam perpisahan teman-teman KKN dengan masyarakat
bulogading, yang dimana dimalam rama tamah saya dan teman-teman
membuat acara sesuai dengan kemampuan saya dan teman-teman
dengan membuat dekor yang tentunya berharap jauh lebih baik,
dengan menggunakan panggung.
Dalam kegiatan ramah tamah saya dan teman-teman sebisa
mungkin memberikan yang terbaik kepada masyarakat, sebagai mana
susunan acara tersebut yang dipandu langsung saya sendiri sebagai
mc atau protokol, dengan acara pertama yaitu pembacaan ayat suci al-
qur’an: saya sendiri, sapata kata dari kordinator desa yaitu fauzan,
sepata kata dari bapak desa yaitu bapak hamza.
Acara keempat yaitu penyerahan hadiah festival anak sholeh
mulai dari lomba adzan, hafalan surah pendek, dan praktek sholat
yang terdiri dari juara 1, 2, dan juara 3. Acara selanjutnya yaitu drama
puisi yang diperankan langsung oleh azizah, devi, lista. Selanjutnya
yaitu acara pemutaran film dokumenter persembahan dari teman-
teman KKN, selanjutnya sebelum menutup acara yaitu acara drama
paikhter yang diperangkan langsung oleh saya sendiri dan fauzan.
Merindu Senja di Bulogading| 79
Itulah acara-acara yang yang dicantumkan dalam kegiatan
ramah tamah yang sekaligus menyambut dengan penuh maaf yang
bila ada salah dan khilaf selama berada didesa bulogading, yang
tentunya saya dan teman-teman KKN berjalan sambil berjabat tangan
meminta maaf atas khilaf dan salah yang saya dan teman-teman
lakukan selama berKKN.
WASSALAM SEKIAN DAN TERIMAH KASIH