0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
321 tayangan5 halaman

Ciri dan Manfaat Pohon Bungur

Bungur (Lagerstroemia speciosa) adalah pohon asli Asia Tenggara dengan bunga berwarna putih ungu yang bergerombol. Pohon ini memiliki berbagai manfaat seperti untuk teh herbal, sayuran, dan tanaman hias. Angsana (Pterocarpus indicus) adalah pohon berkayu berharga dengan bunga kuning cerah yang dapat dijadikan tanaman hias atau peneduh, meskipun perlu hati-hati dalam penanamannya.

Diunggah oleh

Ashley Klair
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
321 tayangan5 halaman

Ciri dan Manfaat Pohon Bungur

Bungur (Lagerstroemia speciosa) adalah pohon asli Asia Tenggara dengan bunga berwarna putih ungu yang bergerombol. Pohon ini memiliki berbagai manfaat seperti untuk teh herbal, sayuran, dan tanaman hias. Angsana (Pterocarpus indicus) adalah pohon berkayu berharga dengan bunga kuning cerah yang dapat dijadikan tanaman hias atau peneduh, meskipun perlu hati-hati dalam penanamannya.

Diunggah oleh

Ashley Klair
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bungur (Lagerstroemia speciosa) 

Bungur (Lagerstroemia speciosa) merupakan tumbuhan asli Asia Tenggara


dan Asia Selatan. Bunganya berwarna putih ungu yang bergerombol indah
pada saat bermekaran. Bungur adalah salah satu jenis pohon berbunga
indah Indonesia.
 

Gambar 2. Pohon bungur (Lagerstroemia speciosa) (Sumber: Pixabay)

Klasifikasi Taksonomi
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Tracheophyta
Ordo               : Myrtales
Famili             : Lythraceae
Genus            : Lagerstroemia
Spesies          : Lagerstroemia speciosa Linnaeus, 1759
 
Nama lokal: bungur (Jawa), pride of India atau queen crape myrtle
(Inggris), jarul (Bengali/Hindi), banaba (Filiphina), dll.
 
Ciri-Ciri Morfologi
Habitus pohon kecil atau sedang dengan ketinggian dapat mencapai
hingga 20 m. Kulit kayu halus dan bersisik.
Daunnya meranggas. Bentuk daun lonjong sampai elips. Panjang daun 8-
15 cm, lebar 3-7 cm. Pucuk daun lancip. 
Bunga diproduksi dalam malai tegak. Panjangnya sekitar 20-40 cm.
Masing-masing bunga dengan 6 kelopak putih hingga ungu sepanjang 2-
3,5 cm. Bunga-bunga bungur hanya mekar sekali setahun.
 
Pemanfaatan
Di Filipina, Taiwan dan Jepang, daun bungur dimanfaatkan untuk teh
herbal. Di Vietnam, daunnya dikonsumsi untuk sayuran. Di Indonesia,
sudah sejak zaman dahulu pohon bungur banyak ditemukan sebagai
tanaman perindang dan penghias tepi jalan. Dalam bukunya “The History
of Java”, Sir Thomas Stamford Raffles menyebut bungur sebagai salah
satu bunga terindah di Jawa.
 
3.    Angsana (Pterocarpus indicus)
Angsana atau sonokembang adalah sejenis pohon penghasil kayu kualitas
tinggi dari suku Fabaceae, namun angsana juga memiliki bunga yang
sangat indah yang berwarna kuning cerah sehingga dapat dikategorikan
sebagai salah satu pohon berbunga indah Indonesia.
 

Gambar 3. Pohon angsana (Pterocarpus indicus)

Klasifikasi Taksonomi
Kingdom        : Plantae
Divisi              : Magnoliophyta
Kelas              : Magnoliopsida
Ordo               : Fabales
Famili             : Fabaceae
Genus            : Pterocarpus
Spesies          : Pterocarpus indicus Willd. (1802)
 
Ciri-Ciri Morfologi
Angsana berhabitus pohon dan sering disebut pohon raksasa rimba karena
tingginya dapat mencapai 40 m. Diameter dapat mencapai 3,5 m. Batang
beralur dan berbonggol. Berbanir. Tajuk lebat berbentuk kubah dengan
cabang-cabangnya merunduk ke tanah. Pepagan (kulit kayu) berwarna
abu-abu kecoklatan, memecah atau serupa sisik halus, mengeluarkan
getah bening berwarna kemerahan apabila dilukai.
Daun majemuk menyirip gasal. Panjang 12-30 cm. Anak daun berjumlah 5-
13 berseling pada poros daun. Bentuk daun bundar telur hingga agak
jorong. Ukuran 4-10 X 4-5 cm. Pangkal bundar dan ujung meruncing.
Berwarna hijau terang, gundul dan tipis.
Bunga-bunga berkumpul dalam malai di ketiak. Panjangnya 9-15 cm.
Bunga berkelamin ganda. Warna bunga kuning cerah. Berbau wangi
semerbak. 
Buah polong bundar pipih, dikelilingi sayap tipis seperti kertas, tidak
memecah ketika masak. Biji berjumlah 1-4 butir. 
 
Persebaran
Angsana menyukai hutan hujan tropis. Secara alami, pohon ini tersebar
mulai dari Burma bagian selatan, melewati Asia Tenggara, kepulauan
Nusantara, hingga ke Pasifik barat, termasuk Cina Selatan, kepulauan
Ryuku dan kepulauan Solomon.
Di Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur, angsana dapat
ditemukan di hutan-hutan dengan ketinggian sampai 500 m dpl. Di
Kalimantan tumbuh liar di rawa-rawa pantai dan sepanjang sungai aliran
pasang surut.
 
Pemanfaatan
Kayu angsana kuat, awet dan tahan terhadap cuaca. Warna dan motif
serat kayunya indah kemerah-merahan. Angsana merupakan penghasil
kayu dengan kualitas yang baik dan mahal harganya. Namun saat ini
sudah langka. Angsana berstatus: Vulnerable/Rentan (IUCN Redlist)
 
Bunga angsana berwarna kuning cerah yang sangat indah, karena itu
pohon angsana juga biasa dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dan
penghias tepi jalan. Namun, perlu berhati-hati memanfaatkan jenis
tanaman ini sebagai tanaman peneduh. Pohon yang berasal dari
perbanyakan stek pada umumnya berakar dangkal sehingga rapuh dan
mudah tumbang dan patah apabila terkena angin.

Anda mungkin juga menyukai