1.
Flamboyan (Delonix regia)
Pada awal musim penghujan kita biasanya disuguhi pemandangan indah
dari mekarnya bunga-bunga flamboyan yang ditanam sebagai perindang di
tepi jalan.
Gambar 1. Pohon flamboyan (Delonix regia) (Sumber: Pixabay)
Klasifikasi Taksonomi
Kingdom : Plantae
Klas : Tracheophyta
Ordo : Fabales
Famili : Fabales
Genus : Delonix
Spesies : Delonix regia
Ciri-Ciri Morfologi:
Flamboyan berhabitus pohon besar dengan tahuk berbentuk payung.
Ketinggian pohon dapat mencapai 15 m.
Bunga flamboyant berukuran besar, dengan 4 kelopak merah tua atau
oranye merah yang melebar hingga 8 cm. Bunganya berwarna merah atau
orange cerah dan sangat indah saat mekar. Namun ada juga varietas
flavida yang berbunga kuning yang sangat langka. Biasanya bunga ini
mekar pada saat musim peralihan/pancaroba dari kemarau ke musim
penghujan. Karena keindahannya, bunga flamboyant menginspirasi
musikus Bimbo dengan lagunya yang berjudul “Bunga Flamboyan’.
“Senja itu flamboyant berguguran,
Seorang dara memandang,
Terpukau…”
(Bimbo)
Daun majemuk (menyirip ganda) tampak berbulu dan bercirikan hijau
terang. Setiap daun memiliki Panjang 30-50 cm dengan 20-40 pasang
daun atau pinnae primer. Masing-masing dibagi menjadi 10-20 pasang
daun atau pinnule sekunder. Butir serbuk sari memanjang, berukuran
sekitar 52 mikron.
Persebaran:
Flamboyan merupakan flora asli dari Madagaskar yang sudah lama
diintroduksi dan berkembang di Indonesia. Saat ini flamboyan telah
diperkenalkan di thampir di semua wilayah tropis dan sub-tropis di seluruh
dunia. Di alam, flamboyan termasuk terancam punah, namun telah
dibudidayakan di tempat-tempat lain.
Untuk tumbuh, flamboyan membutuhkan iklim tropis atau sub-tropis.
Tanaman ini dapat mentolerir kondisi kekeringan dan asin. Flamboyan
menyukai tanah berpasir atau lempung yang terbuka yang kaya akan
bahan organik.
Pemanfaatan:
Bunganya sangat indah saat bermekaran sehingga cocok ebagai tanaman
penghias tepi jalan dan tajuknya melebar dengan dedaunan yang lebat
sehingga cocok sebagai tanaman peneduh.