0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Panduan Lengkap Rekayasa Perangkat Lunak

Laporan ini membahas tentang rekayasa perangkat lunak yang mencakup konsep, proses, teknik, dan alat bantu yang digunakan untuk mengembangkan dan memelihara perangkat lunak. Beberapa topik yang dibahas antara lain karakteristik perangkat lunak, mitos rekayasa perangkat lunak, proses pengembangan perangkat lunak, teknik analisis kebutuhan, modelisasi berorientasi objek, evolusi dan pemeliharaan perangkat lunak,

Diunggah oleh

Ester Prenjes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Panduan Lengkap Rekayasa Perangkat Lunak

Laporan ini membahas tentang rekayasa perangkat lunak yang mencakup konsep, proses, teknik, dan alat bantu yang digunakan untuk mengembangkan dan memelihara perangkat lunak. Beberapa topik yang dibahas antara lain karakteristik perangkat lunak, mitos rekayasa perangkat lunak, proses pengembangan perangkat lunak, teknik analisis kebutuhan, modelisasi berorientasi objek, evolusi dan pemeliharaan perangkat lunak,

Diunggah oleh

Ester Prenjes
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

DISUSUN OLEH :
FRAEDRIANDRIK ROVER GRASIAS RIWOE
(2006080064)
REKAYASA PERANGKAT LUNAK
(C)

ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
UAS

1.

Rekayasa perangkat lunak adalah perubahan perangkat lunak yang fungsinya


sebagai pengembang, pememeliharaan, dan pembangunan kembali dengan
menggunakan prinsip reakayasa untuk mendapatkan perangkat lunak yang dapat
bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna. Ada beberapa karakteristik perangkat
lunak yaitu sebagian besar perangkat lunak di buat khusus, perangkat lunak
dikembangkan atau direkayasa, perangkat lunak itu fleksibel, perangkat lunak tidak aus,
dan yang terakhir software tidak berwujud. Di dalam perangkat lunak ada terdapat
beberapa mitos yang terkadang bersifat membahayakan. Macam-macam mitos
tersebut antara lain mitos manajemen, mitos pelanggan, mitos praktisi.

Di dalam rekayasa perangkat lunak terdapat Software Process /Software


Development Life Cycle yang dimana mengacu pada suatu ilmu dengan proses yang
jelas untuk membuat perangkat lunak berkualitas tinggi. Pengertian dari Software
Process /Software Development Life Cycle yaitu kerangka kerja atau model manajemen
proyek terstruktur yang menguraikan fase-fase yang diperlukan untuk membangun
sistem TI dari awal hingga hasil akhir atau serangkaian kegiatan/aktivitas/tahap yang
dilakukan untuk mengembangkan perangkat lunak. Software Process /Software
Development Life Cycle terdapat 4 aktivitas utama yaitu Specification, Development
(design and implementation), Validation, Evolution. Dalam Software Process /Software
Development Life Cycle terdapat beberapa tahapan yang diperlukan ketika
menjalankan SDLC yakni :

 Planing : Tahap perencanaan dimana tim akan mengidentifikasi dan menentukan


scope atau ruang lingkup yang perlu dilakukan dalam proses pengembangan
proyek.
 Analysis : Pada tahap ini, tim akan menganalisis kebutuhan fungsional sistem.
Jadi, tim akan melakukan analisis untuk mengetahui apa masalah bisnis, apa
target yang ingin dicapai, apa tujuan utama dari pengembangan software
tersebut, apa fungsi dari software yang akan dikembangkan, dan lain-lain.
 Design : Design memiliki beberapa aspek design yang akan ditentukan seperti
Architecture, User Interface, Platform, Security.
 Development : Dalam fase ini, proses pengembangan software dimulai. Tim
pengembang akan mulai membangun seluruh sistem dengan menulis kode
menggunakan bahasa pemrograman yang dipilih. Tahapan SDLC ini dapat
dikatakan sebagai fase terpanjang dari proses pengembangan software.
 Testing : Dalam tahapan ini para penguji akan mengujikan sistem dan akan
menilai apakah software tersebut dapat bekerja sesuai dengan keinginan yang
diharapkan atau tidak.
 Implementation: Tahap ini adalah untuk mengimplementasikan perangkat lunak
ke lingkungan produksi sehingga users dapat mulai menggunakannya.
 Maintenance : Di tahap ini, tim akan melakukan pemeliharaan sistem dan rutin
melakukan pembaruan agar kinerja software tetap dapat optimal.
Selanjutnya terdapat materi tentang Requirement Engineering (RE) merupakan
tahapan terdepan dari proses rekayasa perangkat lunak (software engineering), yang
dimana software requirements (kebutuhan) dari user (pengguna) dan customer
(pelanggan) dikumpulkan, dipahami dan ditetapkan. Requirement Engineering (RE)
memiliki beberapa tahapan yakni definisi masalah (Problem Definition), studi kelayakan
(Feasibility Study), elisitasi dan analisis kebutuhan (Requirement Elicitation and
analysis), spesifikasi persyaratan (Requirement Specification), validasi persyaratan
(Requirement Validation). Salah satu fungsi penting dari Requirement Enginerring
adalah untuk mendeteksi bug dan error yang mungkin akan terjadi pada tahap
selanjutnya, karena dalam membangun software, menemukan bug sedini mungkin
sangat penting karena semakin jauh dalam tahap pembangunan software, maka cost
atau biaya untuk memperbaiki bug meningkat berkali-kali lipat.

Sesudah mempelajari materi Requirement Engineering (RE), kita akan mempelajari


Analysis Modeling yang dimana menjelaskan tentang representasi teknis dari sebuah
system yang menggunakan kombinasi text dan diagram untuk merepresentasikan
kebutuhan software (data, fungsi dan tingkah laku) dalam bentuk yang dapat dipahami
serta membantu mempermudah untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan yang tidak
konsisten dan kebutuhan-kebutuhan yang belum terdefinisi.

Object Oriented Analysis and Modeling menjeleskan tentang satu kumpulan


konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah
sistem software yang terkait dengan objek. Dalam Object Oriented Analysis and
Modeling memiliki diagram dasar yakni model use case diagram dan class diagram.
Model use case diagram merupakan gambaran interaksi antara sistem, sistem
eksternal, dan pengguna. Dengan kata lain Use Case diagram secara grafis
mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa pengguna
(user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Class diagram merupakan gambaran
struktur object sistem. Diagram ini menunjukan class object yang menyusun sistem dan
juga hubungan antara class object tersebut.

Software Evolution menjelaskan tentang pengembangan dan evolusi perangkat


lunak yang dianggap sebagai proses berulang yang terintegrasi yang dapat
direpresentasikan menggunakan model spiral. Proses evolusi perangkat lunak didorong
oleh permintaan perubahan dan mencakup analisis dampak perubahan, perencanaan
rilis, dan implementasi perubahan. Dalam Software Evolution terdapat 3 jenis
pemeliharaan perangkat lunak, yaitu perbaikan bug, memodifikasi perangkat lunak agar
dapat bekerja di lingkungan baru, dan menerapkan persyaratan baru atau yang diubah.
Dan juga Rekayasa ulang perangkat lunak berkaitan dengan penataan ulang dan
pendokumentasian ulang perangkat lunak agar lebih mudah dipahami dan diubah.

Security and Dependability menjelaskan tentang keamanan dan keandalan dalam


system. Keamanan sistem merupakan properti sistem yang mencerminkan kemampuan
sistem untuk melindungi dirinya dari serangan eksternal yang disengaja atau tidak
disengaja. Keamanan sangat penting karena sebagian besar sistem terhubung ke
jaringan sehingga akses eksternal ke sistem melalui internet bisa dilalui. Serta
keandalan dalam system mencerminkan tingkat kepercayaan pengguna pada sistem.
Ini mencerminkan sejauh mana keyakinan pengguna bahwa system akan beroperasi
seperti yang diharapkan pengguna dan bahwa tidak ada kegagalan system dalam
penggunaannya.

Dan materi terkahir menjelaskan tentang Project Management. Project Management


merupakan disiplin ilmu yang berfokus pada perencanaan, pengelolaan, dan
pengorganisasian untuk dapat mencapai tujuan dari proyek. Dimana, untuk mencapai
tujuan tersebut banyak parameter yang harus dikerjakan mulai dari manajemen
anggaran, sumber daya, tim proyek, hingga operasional kerja. Di dalam Project
Management terdapat juga manajemen resiko yang dimana manajemen risiko berkaitan
dengan mengidentifikasi risiko dan menyusun rencana untuk meminimalkan
pengaruhnya terhadap suatu proyek. Ada beberapa tahapan dalam manajemen
resiko yakni :
 Identifikasi resiko :Mengidentifikasi risiko proyek, produk dan bisnis.
 Analisis resiko : Menilai kemungkinan dan konsekuensi dari risiko.
 Perencanaan risiko :Menyusun rencana untuk menghindari atau meminimalkan
dampak risiko.
 Pemantauan risiko :Memantau risiko di seluruh proyek.

2.

Kelebihan Grab
1. Grab memiliki layanan yang baik yaitu driver ojek, driver car, driver taksi tercepat
dan grab express untuk mengirim paket atau dokumen dengan layanan karir.
2. Jumlah pengemudi terbesar se-Asia Tenggara dan termasuk Indonesia.
3. Grab memberlakukan sistem tarif flat. Jadi harga perjalanan akan ditentukan di
awal, dan pelanggan tidak perlu berkeringat bila terjebak macet yang lama
karena harganya tetaplah sama.
4. Pengemudi yang sudah terlatih dan adanya kerja sama dengan pihak keamanan
dengan pemerintah.
5. Adanya asuransi kecelakaan untuk menjamin pelanggan Grab.
6. Mempermudah pembayaran baik secara tunai, kartu kredit dan mobile wallet.
7. Secara user interface, GrabCar memiliki desain yang lebih elegan dibandingkan
dengan taksi lainnya.
8. Sistem pemesanan Grab lebih mudah.

Kekurangan Grab

1. Banyak keluhan dari pelanggan yang kurang ditanggapi.


2. Cara aplikasi ini menemukan lokasi tidak efektif karena jangkauan mesin
pencarian terlalu luas.

Anda mungkin juga menyukai