2.
1 Metode Pengumpulan Data Observasi dan Dokumentasi Pengumpulan data mengkombinasikan
teknik observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan melakukan pengukuran langsung di
lokasi untuk mengetahui jangkauan dan kekuatan sinyal (Reference Signal Received Power/RSRP).
Sedangkan data-data lain diperoleh dengan mengakses dokumen (database) dalam server BTS di
masing-masing lokasi. Adapun data yang diperoleh berupa data QoS RMA yaitu data traffic, throughput,
Service Drop Rate (SDR), Handover Success Rate (HOSR), Reference Signal Received Power (RSRP). Data
dikumpulkan per jam selama satu minggu pengujian. Data yang berhasil dikumpulkan direduksi untuk
mengetahui dan memisahkan kebutuhan waktu dimana trafik-trafik tinggi. Hal ini bertujuan untuk
beban layanan dan permintaan koneksi dari pelanggan (user) di waktu tersebut sehingga kapasitas yang
disediakan oleh eNobeB dapat dioptimalkan. Data Quality of Service (QoS) yang didapatkan yaitu traffic
dan throughput. Throughput adalah kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps (bit
per second) sedangkan traffic adalah suatu ukuran yang menyatakan jumlah paket yang melewati bagian
dalam dari jaringan [8]. Data Retainability, Mobility, Accessibility (RMA) yang didapatkan adalah Service
Drop Rate (SDR), Handover Success Rate (HOSR) dan Radio Resource Control (RRC) setup success rate.
Retainability adalah kemampuan jaringan untuk mempertahankan layanan yang diminta oleh pengguna
selama durasi dimana pelanggan terhubung ke layanan. yang termasuk dalam retainability adalah
service drop rate [9]. Mobility adalah parameter untuk melihat performansi dari jaringan 4G LTE, yang
bertujuan untuk memberikan kondisi pada tahap mobilitas pengguna (user experience) [9]. Accessibility
adalah parameter untuk mengukur probabilitas keberhasilan user saat mengakses network dan
permintaan service dalam kondisi jaringan beroperasi. Indikator dari Accessibility adalah RRC setup
success rate [9, 10]. Pengukuran jangkauan sinyal Reference Signal Received Power (RSRP) adalah
kekuatan daya sinyal yang diterima oleh pengguna dalam batas frekuensi yang telah ditentukan [7],
RSRP ini sangat linier atau berbanding lurus dengan jarak pengguna ke eNodeB [11], jika pengguna
menjauh dari eNodeB maka level sinyal yang diterima akan buruk ataupun terjadinya penurunan
penerimaan sinyal [12]. 2.2 Metode Analisa Data Kuantitatif – Deskriptif Setelah data dari lapangan yang
berupa parameter pengukuan QoS, RMA maupun coverage sinyal terkumpul dengan menggunakan
metode pengumpulan data di atas, maka peneliti akan mengolah dan menganalisis data tersebut
dengan menggunakan analisis secara deskriptif-kuantitatif. Analisis deskriptif-kuantitati
November. Pada UNSRI terjadi pada pukul 08:00 – 15:00 WIB, pada Universitas Tridinanti terjadi pada
pukul 17:00 – 21:00 WIB, dan pada IAIN Raden Fatah terjadi pada pukul 08:00-21:00 WIB. Nilai HOSR
rata – rata pada UNSRI sebesar 99.7 %, pada Universitas Tridinanti sebesar 99.96 %, dan IAIN Raden
Fatah sebesar 99.68 %. Hasil pengukuran Mobility ketiga lokasi adalah dalam kategori 3 (Excellent).
Persentase Radio Resource Control (RRC) pada tanggal 11 November – 15 November didapatkan RRC
Success Rate pada UNSRI terjadi pada pukul 08:00 – 15:00 WIB, sedangkan Universitas Tridinanti pada
pukul 17:00 – 21:00 WIB dan IAIN Raden Fatah pada pukul 08:00-21:00 WIB. Dengan nilai RRC Success
Rate rata – rata masing-masing sebesar 95.87% (UNSRI), 97.30 % (Universitas Tridinanti), dan 97.50%
(IAIN Raden Fatah). Hasil pengukuran Accessibility ketiga lokasi ini adalah dalam kategori 1 (poor). Dari
data penentuan eNodeB ini maka dapat disimpulkan seluruh lokasi Universitas Sriwijaya, Universitas
Tridinanti dan IAIN Raden Fatah dapat dilakukan peningkatan kualitas jaringan menggunakan metode
optimasi traffic sharing karena QoS traffic, throughput, maupun RMA tidak sesuai dengan Service Level
Agreement (SLA). 4. Jangkauan Sinyal Reference Signal Received Power (RSRP) Dari hasil data eNodeB
UNSRI didapatkan RSRP yang diambil pada 11 November 2019 pada pukul 13:00 wib dan dapat
disimpulkan bahwa RSRP ratarata lebih dari -92 dBm dalam kondisi normal, maka di lokasi ini masih bisa
untuk dilakukan traffic sharing. Dari hasil data eNodeB Universitas Tridinanti didapatkan RSRP yang
diambil tanggal 12 November 2019 pada pukul 17:00 wib dan dapat disimpulkan bahwa RSRP rata- rata
lebih dari -92.21 dBm dalam kondisi normal, maka di lokasi ini masih bisa dilakukan traffic sharing. Dari
hasil data eNodeB IAIN Raden Fatah didapatkan RSRP yang diambil tanggal 13 November 2019 dan pada
pukul 20:00 wib dan dapat disimpulkan bahwa RSRP dalam kondisi normal, maka di lokasi ini dapat
dilakukan traffic sharing