BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Saat ini belum banyak orang mengenal tentang bahan kimia dan
bagaimana cara penanganan limbahnya. Seperti yang sudah kita ketahui terjadinya
secara langsung maupun yang tidak langsung.
Di dalam kegiatan pratikum biologi tidak hanya digunakan bahan biologis
(bahan yang berasal dari makhluk hidup) tetapi juga digunakan berbagai bahan
kimia, bahan kimia tersebut digunakan sebagai pereaksi, baik pereaksi khusus
maupun pereaksi umum. Oleh karena itu guru biologi perlu memiliki pengetahuan
tentang bahan-bahan kimia, khususnya yang sering digunakan di dalam
praktikum. Pengetahuan tentang bahan kimia secara baik. Dengan demikian
kegiatan praktikum akan berjalan lancer dan kecelakaan karena ketidaktahuan
dapat dihindarkan
Seperti yang kita ketahui tentang bahan kimia dan bagaimana cara penanganan
limbah dalam pelajaran pengenalan teknik labor di dalam penelitian haruf sesuai
dengan prosedur yng ada apa penuntun yang kita miliki.
B. Rumusan Masalah
Apasajakah bahan-bahan Labotarium ?
C. Tujuan
Untuk mengetahui bahan-bahan Labotarium
1
BAB II
PEMBAHASAN
Bahan – bahan Laboratorium
1. Asam Sulfat ( H2SO4 )
a. Berat molekul : 98,08
b. Sifat bahan : berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata
c. Sifat – sifat bahaya :
Kesehatan : Cairan asam dapat merusak kulit dan menimbulkan luka yang
amat sakit,dapat menimbulkan kebutaan bila kena mata.
Kebakaran : Tidak terbakar,tetapi asam pekat bersifat oksidator yang dapat
menibulkan kebakaran bila kontak dengan zat organik.
Reaktifitas : Mengalami penguraian bila kena panas,mengeluarkan gas SO2
dan bereaksi hebat dengan air.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 10
Titik didih : 290
Tekanan uap : 1 mmHg ( 146 )
Berat jenis : 1,84 ( 100 % )
Berat jeni uap : 3,4 ( udara = 1 )
Larutan dalam air dalam segala perbandingan
e. Pertolongan Pertama
Penghirupan : Bawa korban ketempat segar,cari pengobatan.
Terkena Mata : Cucidengan air bersih dan hangat selama 20 menit dan
segera bawa kedokter.
Terkena Kulit : Cuci dengan air bersih 20 menit,cari pengobatan.
2
Tertelan : Bila sadar beri minum 1 -2 gelas air, bawa kedokter.
2. Asam Klorida ( HCl )
a. Berat molekul : 36,46
b. Sifat / karakteristik bahan :Tak berwarna,dalam air berwarna agak
kekuning-kuningan,berbau merangsang.
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Terhirup dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan,
dan saluran pernapasan. Bila kena kulit dapat menimbulkan luka [Link] kena
mata dapat menimbulkan iritasi dan kebutaan.
Kebakaran : Tidak terbakar
Reaktivitas : Senyawa stabil pada suhu kamar,larutan dalam air amat
reaktif dengan logam-logam dan menghasilkan gas hidrogen yang eksplosif.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : - 144,5 ( gas) dan – 25,4 ( 39,17% )
Titik didih : - 85 ( gas ) dan 109 ( azeotrope,20,22 % )
Berat jenis : 105 ( 15 ,10,17 % )
Berat jenis uap : 1,268 ( udara = 1 )
Batas bau : 1 – 35 ppm
Kelarutan dalam air : 82,3 g / 100 ml ( 0 )
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : bawa ketampat udara segar dan bila korban tidak bernapas
beri pernapasan buatan.
Mata : Segera cuci dengan air bersih paling tidak 15 menit,bawa
kedokter.
Kulit : Segera cuci dengan air selama 15 menit.
3
Tertelan : Kumur dengan air,bila sadar beri minum 1 -2 gelas air untuk
pengenceran,jangan diberi minum bila tidak sadar.
3. Amoniak ( NH3)
1. Berat molekul : 17,03
2. Sifat / karakteristik bahan : Tidak berwarna,tetapi berbau,iritan dan
amat mudah larut dalam air.
3. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Iritasi terhadap saluran pernapasan. Kontak dengan mata dapat
menimbukan iritasi sampai kebutaan total.
Kebakaran : Dapat terbakar dengan daerah mudah terbakar : 16 – 25% ( LFL –
UFL ) suhu bakar : 651 .
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar, tapi dapat meledak oleh
panasakibat kebakaran
4. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : - 77,7
Titikdidih : -33,4
Tekanan uap : 400 mmHg( - 45,4 )
Berat jenis : 0,682 ( - 33,4 )
Berat jenis uap : 0,6 ( udara = 1 )
Suhu kritis : 133
Kelarutan dalam air : 31 g / 100 g ( 25 )
5. Pertolongan pertama
Penghirupan : Pindahkan korban ke tempat udara segar,segera cari
pengobatan.
4
Terkena mata : Segera cuci dengan air bersih (hangat) selama 20 menit
dan bawa kedokter.
Terkena kulit : Cuci dengan air bersih dan alirkan terus selama 20
menit,segera berobat
4. Natrium Hidroksida ( NaOH )
a. Berat molekul : 40,01
b. Sifat / karakteristik bahan : Padatan putih,tak berbau,berbentuk pelet
atau flakes.
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Bila kontak dengan mata berakibat iritasi,dapat
mengakibatkan kebutaan.
Kebakaran : Tidak terbakar
Reaktivitas : Stabil,bereaksi dengan air mudah menyerap air. Bereaksi
dengan logam menghasilkan gas hidrogen yang eksplosif dan mudah
terbakar.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 318,4
Titik didih : 1390
Berat jenis : 2,130 (20 )
Kelarutan dalam air : 42 g / 100 ml (0 ) dan 347 g / 100 ml (100 )
Larut pula dalam : Alkohol,gliserin
e. Pertolongan pertama
5
Terkena mata : Cuci dengan air bersih selama 30 menit atau diteruskan
bila masih terasa pedih,bawa kedokter.
Terkena kulit : Cuci segera dengan air bersih selama 30 menit ,lepaskan
sepatu atau pakaian yang terkontaminasi.
5. Asam Asetat ( CH3COOH)
a. Berat molekul : 60,05
b. Sifat / karakteristik bahan : Tidak berwarna, berbau keras, higroskopis,
dan iritan terhadap mata dan kulit.
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Uap asam dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan
tenggorokan, dapat menyebabkan iritasi pada mata atau kerusakan mata
permanen.
Kebakaran : Termasuk bahan dapat dibakar
Reaktivitas : Pada kondisi normal stabil, tetapi mudah terurai atau
terbakar bila pada suhu t inggi atau terkena api.
d. Sifat - sifat fisika
Titik leleh : 16,6
Titikdidih : 118
Berat jenis cair : 1.05 ( air = 1 )
Berat jenis uap : 2,1 ( udara = 1 )
Tekanan uap : 11,4 mmHg (20 )
Kelarutan : Larutan sempurna dalam air,larut dalam hampir semua
pelarut organik.
e. Pertolongan pertama
6
Penghirupan : Ambil sumber kontaminan dan pindahkan korban
ketempat udara segar. Bila napas berhenti, berikan pernapasan buatan, bawa
kedokter.
Kena mata : Cuci dengan air bersih selama 20 menit
Kena kulit : Cuci dengan air bersih selama 20 menit
Tertelan : Bila sadar beri minum 200-300 ml guna pengenceran.
6. Asam Oksalat (C2H2O4)
a. Berat molekul : 90,04
b. Sifat / karakteristik bahan: Kristal jernih,higroskopis dan tak berbau.
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Bila terkena mata menyebabkan iritasi, merah, sakit dan bisa
merusak kornea. Berbahaya bila tertelan.
Kebakaran : Termasuk bahan dapat dibakar setelah dipanaskan.
Reaktivitas : Stabil
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 187 ( anhidrat ) dan 101,5 ( dihidrat )
Titik didih : 149 - 160
Berat jenis : 1,65 ( dihidrat ) dan 1,90 (anhidrat )
Kelarutan dalam air : 100 g/l
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Pindahkan korban ketempat udara segar, beri pertolongan
dengan pernapasan buatan bila berhenti bernapas.
7
Terkena mata : Cuci dengan air bersih dan alirkan terus selama 20 menit
Terkena kulit : Cuci dengan air bersih
Tertelan : Bila sadar,beri minum 300 ml untuk pengencera.
7. Perak Nitrat (AgNO3)
a. Berat molekul : 169,88
b. Sifat / karakteristik bahan : Kristal jernih,debu dan larutan dalam air
amat korosif
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Dapat menyebabakan peradangan mata bahkan kebutaan. Terkena
kulit : Dapat menyebabkan warna hitam yang kemudian akan
mengelupas.
Kebakaran : Tidak terbakar, tetapi dapat membakar zat organik.
Reaktivitas : Amat reaktif dengan reduktor.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 212
Titik didih : 444 (terurai)
Wujud zat : Kristal, tak berwarna
Berat jenis : 4,352 g/ml (19 )
Amat larut dalam amonia dan air, tetapi sedikit larut dalam eter.
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Segera pindahkan korban ketempat udara segar, beri
pertolongan pernapasan bila perlu.
8
Terkena kulit : Cuci dengan air segera dan alirkan air terus menerus
selama 15 – 20 menit.
Tertelan : Bila sadar beri minum air atau susu guna pengenceran.
8. Amonium Hidroksida (NH4OH)
a. Berat molekul : 35,06
b. Sifat / karakteristik : Bersifat iritan dan korosif
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Efek kronis penghirupan yaitu batuk, napas pendek dan kerusakan
paru-paru.
Kebakaran : Tidak terbakar, tetapi uapnya dapat terbakar
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar dalam wadah gelas dengan tutup plastik
atau karet.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh: - 77
Titik didih : 28
Berat jenis : 0,9 (25 )
Berat jenis uap : 1,2 ( udara = 1 )
Wujud zat: Cairan,bau menyengat
Kelarutan : Larut dalam air
Ambang bau : 0,043 – 53 ppm
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Segera bawa ketempat udara segar, beri bantuan
pernapasan bila perlu.
9
Terkena kulit : Cuci segera dengan air, cuci dengan air sabun dan bilas
dengan air.
Terkena mati : Jangan menggosok mata.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1 – 2 gelas dan jangan dirangsang untuk
muntah.
9. Barium Klorida (BaCl2)
a. Berat molekul : 208,24
b. Sifat / karakteristik bahan: Bahan bersifat iritan dan toksik
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan: Kontak debu dengan mata dan kulit menyebabkan amat iritatif.
Penghirupan dapat mengakibatkan iritatif hidup.
Kebakaran : Dapat terbakar dengan nyata hijau kekuning-
kuningan,meski sukar untuk dinyalakan.
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar , tetapi pada suhu tinggi akan
terurai dengan mengeluarkan uap toksik klor.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 113
Titik didih : 1560
Berat jenis : 3856 (24 )
Wujud zat : Padat, kristal, tak berwarna dan tak berbau
Kelarutan : Larut dalam air (375 g / l pada 26 ),tidak larut dalam alkohol dan
asetan.
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Segera bawa korban ketempat udara segar.
10
Terkena kulit : Ambil pakaian yan terkontaminasi.
Terkena mata : Jangan menggosok mata.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1 – 2 gelas air atau susu.
10. Besi (III) Nitrat (Fe(NO3)3
1. Berat molekul : 241,88
2. Sifat / karakteristik bahan : Bersifat oksidator kuat dan iritan.
3. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Tertelan mengakibatkan gangguan perut, muntah-muntah, diare,
asidosis, gangguan hati dan bahkan kematian akan shock.
Kebakaran : Tidak terbakar,tetapi dapat membakar bahan organik.
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar dalam wadah yang tertutup rapat.
4. Sifat-sifat fisika
Titik leleh : 47,2
Titik didih :125 (terurai )
Berat jenis : 1,7 (20 )
Wujud zat : Padat,kristal,dan violet
Kelarutan : Larut dalam air dan bersifat asam.
5. Pertolongan pertama
Penghirupan : Bawa korban ketempat udara segar
Terkena kuli : Lepaskan pakaian yang [Link] dengan air
sabun.
Terkena mata : Segera cuci dengan air,alirkan air selaa 15 menit.
11
11. Besi (Fe)
a. Berat molekul : 55,847
b. Sifat / karakteristik bahan: Bersifat piroforik
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Penghirupan dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan.
Kontak mata menimbulkan peradangan selaput mata.
Kebakaran : Bubuk halus besi dapat terbakar akibat kontak udara.
Reaktivitas : Stabil dalam udara kering
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh :1535
Titik didih : 2750
Tekanan uap : 1 mmHg ( 1787 )
Tekanan listrik : 9,71 ohm / cm (20 )
Berat jenis (0 ) : 7,86 (70 )
Wujud zat : Padat abu atau putih perak
Kelarutan : Tidak larut dalam air, tetapi larut dalam asam
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Bawa ketempat udara segar, bantu pernapasan.
Terkena kulit : Ambil kontaminan segera, alirkan air selama 5 menit bila
terjadi peradangan bawa kedokter.
Terkena mata : Buka kelopak mata, alirkan air bersih selama 15 menit
bawa kedokter.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1-2 gelas air, rangsang agar muntah.
12
12. Kalium Dikromat (K2Cr2O7)
a. Berat molekul : 294,21
b. Sifat / karakteristik bahan : Kristal, tak berbau, kuning sampai cokelat
kemerahan, bersifat korosif.
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan: Bila terkena kulit dapat menimbulkan iritasi atau luka bakar.
Tertelan dapat menyebabkan sakit perut dan mau muntah.
Kebakaran : Tak terbakar,tetapi dapat membakar zat organik.
Reaktivitas : Stabil pada suhu kamar dalam wadah tertutup.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 396
Titik didih : 500
Berat jenis ( air = 1 ) : 2,676 ( 25 )
Kelarutan dalam air : 49 g / L ( dingin ) dan 1,02 kg / L ( panas )
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Segera bawa ketempat udara segar,beri bantuan
pernapasan bila diperlukan.
Terkena kulit : Segera cuci dengan air selama 15 menit.
Terkena mata : Jangan menggosok mata,bawa kedokter segera.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1-2 gelas.
13. Kalium Pemanganat (KmnO4)
a. Berat molekul : 158,04
b. Sifat / karakteristik bahan : Kristal, tak berbau, ungu tua dan kristal
mengkilat.
13
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan : Bila tertelan dapat menyebabkan gangguan setempat maupun
sistemik bergantung pada konsentrasi.
Kebakaran : Tidak terbakar, tetapi dapat membakar zat organik.
Reaktivitas : Stabil dalam wadah tertutup pada suhu kamar.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 240
Berat jenis ( air = 1 ) : 2,703
Kelarutan : Larutan dalam air sebanyak 65 g / L pada 20
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Pindahkan ketempat udara segar, serta beri bantuan
pernapasan bila perlu.
Terkena kulit : Segera lepaskan pakaian terkontaminasi. Cuci dengan air
sabun dan bilas dengan air.
Terkena mata : Segera semprotkan air dengan hati-hati, alirkan terus air
15 menit.
Tertelan : Bila sadar , beri minum 1-2 gelas air / susu. Bawa kedokter untuk
pengobatan.
14. Seng (Zn)
a. Berat molekul : 63,58
b. Sifat / karakteristik bahan: Tidak beracun dan zat padat.
c. Sifat – sifat bahaya
14
Kesehatan : Keterpaan debu Zn lewat paru-paru menyebabkan batuk-batuk.
Konsentrasi uap ( fumes ) 45 – 870 mg / m3 menyebabkan iritasi baik pada
kulit maupun mata.
Kebakaran : Zat padat dapat terbakar. Debu logam Zn mudah terbakarbila
kontak atau panas.
Reaktivitas : Bubuk Zn stabil pada suhu kamar.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : 419,5
Titik didih : 908
Tekanan uap : 1 mmHg ( 487 )
Berat jenis : 4,14 ( air = 1 )
Kelarutan : Tidak larut dalam air, larut dalam asam, alkali dan asetat.
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Bawa korban ke tempat udara bersih.
Terkena mata : Jangan menggosok mata, buka kelopak mata, alirkan air
selama 15 menit, bawa kedokter.
Terkena kulit : Cuci dengan air atau air sabun, pada bagian yang terkena
debu.
Tertelan : Bila sadar beri minum 1-2 gels air dan rangsang agar muntah.
15. Hidrogen Peroksida ( H2O2)
a. Berat moekul : 34,02
b. Sifat / karakteristik bahan : Berupa cairan yang tak berwarna dan tak
berbau.
c. Sifat – sifat bahaya
15
Kesehatan : Cairan pekat amat berbahaya untuk mata dan kulit,dapat
menimbulkan warna putih pada kulit atau luka bakar.
Kebakaran : Tidak terbakar, tetapi dpat menimbulakan kebakaran bila kontak
dengan bahan organik.
Reaktivitas : Biasanya tidak stabil bila kena panas sinar matahari atau kontak
dengan bahan organik.
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : - 0,43
Titi didih : 152
Tekanan uap : 1 mmHg ( 15,3 )
Berat jenis uap :1,2 ( udara = 1 )
Berat jenis cairan : 1,29 ( 20 )
Larut dalam alkohol dan eter, larut dalam air dalam segala pertandingan.
e. Pertolongan pertama
Terhirup uap : Segera bawa ketempat udara segar.
Terkena mata : Cuci dengan air bersih dan bawa kedokter.
Terkena kulit : Cuci dengan air bersih,ambil pakaian yang
terkontaminasi.
Tertelan : Segera beri minum air 250 ml untuk mengencerkan,jangan
dirangsang untuk muntah.
16. Hidrogen Sulfida ( H2S )
a. Berat molekul : 34,08
b. Sifat / karakteristik bahan : Gas tak berwarna, berbau dan amat
berbahaya.
16
c. Sifat – sifat bahaya
Kesehatan: Pada konsentrasi rendah bau dapat tercium, bersifat iritan pada
mata dan saluran pernapasan.
Kebakaran : Sangat mudah terbakar dan eksplosif.
Reaktivitas : Stabil
d. Sifat – sifat fisika
Titik leleh : - 85,5
Titik didih : - 60,7
Tekanan uap : 18,5 atm
Berat jenis gas : 1,18 g ( udara = 1 )
Berat jenis cairan : 1,539
Larut dalam air ( 437 ml dalam 100 ml air (0 )). Larut dalam pelarut
hidrokarbon, eter dan alkohol.
e. Pertolongan pertama
Penghirupan : Pindahkan ketempat udara segar, bila tidak bernapas
berikan pernapasan buatan.
Terkena mata : Cuci dengan air bersih.
Terkena kulit : Cuci dengan air bersih dan hangat
*) semuanya pada suhu derajat celcius
17
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa tidak semua bahan kimia aman untuk di pakai
akan tetapi bahan kimia juga berdampak berbahaya kepada kesehatan dan lebih
parahnya luka bakar dll,. Fase R adalah akibatnya dan fase S adalah tata cara atau
yang mengatisipasi apabila terkena bahan kimia tersebut.
B. Saran
Harus berhati-hati dalam menggunakan bahan kimia dan harus
memperhtikan kode S pada suatu bahan kimia tersebut kode R untuk apakah yang
terjadi jika terkena bahan tersebut.
18
DAFTAR PUSTAKA
Yunita. 2016. Panduan Pengelolaan Laboratorium Kimia. Bandung: C.V. INSAN MANDIRI
[Link]
19