0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan52 halaman

Pendapatan Nelayan di Tabuyung

Dokumen tersebut membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Desa Tabuyung, khususnya faktor cuaca, harga ikan, dan jumlah tangkapan. Berdasarkan wawancara dengan beberapa nelayan, pendapatan mereka bervariasi setiap harinya tergantung kondisi tersebut, misalnya pada hari cuaca buruk mereka tidak dapat melaut dan tidak mendapat pendapatan.

Diunggah oleh

Hasrul Siregar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan52 halaman

Pendapatan Nelayan di Tabuyung

Dokumen tersebut membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Desa Tabuyung, khususnya faktor cuaca, harga ikan, dan jumlah tangkapan. Berdasarkan wawancara dengan beberapa nelayan, pendapatan mereka bervariasi setiap harinya tergantung kondisi tersebut, misalnya pada hari cuaca buruk mereka tidak dapat melaut dan tidak mendapat pendapatan.

Diunggah oleh

Hasrul Siregar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DERMINAN PENDAPATAN NELAYA DI DESA TABUYUNG

KECAMATAN MUARA BATANG GADI


KABUPATEN MANDAILING NATAL

A. Latar Belakang Masalah


Perikanan seharusnya menjadi sektor yang paling unggul di Indonesia

karena kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki

kelimpahan sumberdaya perikanan tangkap yang sangat besar. Kekayaan alam

yang melimpah pada sektor sumberdaya laut biasanya memberi dampak yang

positif bagi masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan.

Sumberdaya perikanan secara potensial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan

taraf hidup dan kesejahteraan nelayan, namun kenyataanya masih banyak nelayan

yang berada pada kondisi ekonomi yang kurang baik karena tidak dapat

meningkatkan hasil tangkapannya, sehingga pendapatan mereka pun tidak

meningkat.1

Desa Tabuyung merupakan salah satu desa yang berada di daerah pesisir

pantai yang memiliki tepi pantai dan sumber daya alam (laut) begitu besar, dan

dihuni oleh masyarakat dengan jumlah penduduk mencapai 480.911 jiwa, dan

jumlah kepalah keluarga sebanyak 1000 KK. Mayoritas penduduknya beragama

islam yang terdiri dari suku minang, melayu, mandailing dan jawa. Masyarakat di

desa tabuyung Sebagian besar mata pencariannya bertumpuh pada sektor

pertanian, perdagangan dan perikanan. Di desa tabuyung yang ber profesi sebagai

nelayan tetap 150 orang.

1
Ahmad Ridha,"Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Di
Kecamatan Idi Rayeuk", Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, Vol 8,No.1 Januari 2017, hlm.646.

1
2

Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten

Mandailing Natal telah memanfaatkan rumpon sebagai alat bantu penangkapan

ikan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dan pancing. Rumpon

perairan dangkal merupakan sarana utama bagi para nelayan sebagai obyek mata

pencaharian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga nelayan di Desa

Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis.

Secara umum, pada musim perubahan cuaca terjadi produksi hasil tangkap

ikan menurun sehingga harga ikan naik karena di sisi lain permintaan atau

konsumsi relative tetap atau bahkan meningkat Yang mempengaruhi penghasilan

nelayan dari kegiatan penangkapan adalah faktor fisik berupa kondisi lingkungan

pesisir,teknologi penangkapan, lokasih penangkapan, dan modal,serta faktor

nonfisik berkaitan dengan kondisi iklim(musim),umur nelayan, Pendidikan

nelayan, dan pengalaman melaut

Peneliti juga melakukan wawancara dengan beberapa masyrakat desa

tabuyung terutma yang berprofesi sebagai nelayan. Berdasarkan hasil wawancara

peneliti dengan pak tasli mengatakan bahwa:

penghasilan di dapatakan untuk setiap menangkap ikan Rp. 500.000


bahkan mencapai Rp1000.000 per orang dalam tiga hari melaut.
Pendapatan yang di peroleh nelayan setiap melaut sangat lah berbeda-
beda, dengan ketentuan apabila faktor cuacanya bagus sehingga nelayan
mampu melakukan kegiatan melaut selama tiga atau dua hari dalam
pengkapan ikan. Apabia cuaca tidak bagus maka pendapatan nelayan
tidak ada sama sekali, bahkan nelayan harus mencari pekerjaan
sampingan. faktor pengalaman melautnya pak tasli mengatakan jika
seorang nelayan lebih berpengalaman dalam menggunakan alat tangkap
maka jumlah ikan yang di dapatkan pun banyak, apabila seorang nelayan
kurang pandai menggunakan alat-alat tangkap ikan maka ikan yang di
dapatpun sedikit.2
2
Hasil Wawancara Dengan Pak Tasli, Seorang Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan
Muara Batang Gadis Pada Tanggal 13 Januari 2023 Pukul 10.00 WIB.
3

Wawancara dengan pak suherman mengatakan bahwa:

Penghasilan nelayan setiap pergi melaut itu berbeda-beda Rp 200.000


bahkan mencapai 500.000 per harinya, dengan ketentuan faktor waktu
melautnya apabila waktu melautnya itu tiga hari maka ikan yang di
tangkap pun banyak di dapatkan, apabila melautnya Cuma satu hari maka
ikan di tangkap pun sedikit, belum lagi faktor cuaca yang kurang bagus
sehingga nelayan tidak melaut. Faktor lainnya itu tergantung harga ikan
yang di dapatkan karena harga ikan berbeda-beda setiap hari nya,dan juga
tergantung segarr atau tidaknya ikat tersebut, apabila harga ikan naik maka
pendapatan nelayan pun naik,apabila harga ikan turun maka pendapatan
pun menurun.3

Wawancara dengan pak anto mengatakan bahwa:

Peghasilan nelayan berbeda-beda pak anto menjelaskan faktor penyebap


penghasilan nelayan yaitu faktor cuaca apabila cuaca bagus maka nelayan
melaut seperti biasanya dan mendapatkan 300.000-500.00 untuk
perorangnya itu sudah bersih dari biaya- biaya untuk pergi melaut, apabila
cuaca tidak bagus maka nelayan tidak melaut sehingga tidak dapat
penghasilan dari hasil melautnya sehingga nelayan mencari kerja
sampingan.4

Berdasarkan hasil wawancara di atas dengan beberapa nelayan di desa

tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal. Nelayan

mengatakan bahwa pendapatan setiap nelayan itu berbeda beda tergantung faktor

cuaca dan beberapa faktor lainnya.

Pendapatan adalah penghasilan yang didapatkan seseorang dari suatu

usaha aktivitas yang dilaksanakan baik dalam bentuk uang maupun yang lainnya.

Usaha sudah pasti barharap untuk menghasilkan pendapatan dalam memenuhi

segala kebutuhan [Link] adanya penghasilan.5

3
Hasi Wawancara Dengan Pak Suherman, Seorang Nelayan di Desa Tabuyung
Kecamatan Muara Batang Gadis Pada Tanggal 13 Januari 2023 Pukul 09.00 WIB.
4
Hasil Wawancara Dengan Pak Anto, Seorang Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan
Muara Batang Gadis Pada Tanggal 12 Januari 2023 Pukul 10.00 WIB.
5
Budi Gautama dan Aswadi Lubis, “Pengaruh Ekspetasi Pendapatan Dan Lingkungan
Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa”, Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi, Vol.6
No2,2022, hlm 82.
4

Tabel 1
Data Hasil Tangkap Ikan Di Desa Tabuyung

Hasil tangkap ikan


NO Tahun Pendapatan ( Rp)
(kg)
1. 2017 5.453.446 136.336.150
2. 2018 5.635.101 140.877.525
3. 2019 2.480.700 49.614.000
4. 2020 2.296.260 45.925,200
5. 2021 2.536.210 50.724,200
6. 2022 4.285.600 107.140.000
Sumber: Bapak Kanedi Toke Nelayan Desa Tabuyung

Dari tabel di atas peneliti mengambil data dari wawancara salah satu toke

nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten

Mandailing Natal, pada tahun 2017-2021. Pada tahun 2017 jumlah hasil tangkap

nelayan 5.453.446 kg dengan harga 25.000 per/kg dan jumlah uang yang di dapat

Rp.136.336.15, pada tahun 2018 jumlah hasil tangkap nelayan 5.635.101 kg

dengan harga 25.000 per/kg dan jumlah uang yang di dapat Rp.140.877.525, pada

tahun 2019 jumlah hasil tangkap nelayan 2.480.700kg dengan harga 20.000

per/kg dan jumlah uang yang di dapat Rp. 49.614, tahun 2020 jumlah hasil

tangkap nelanyan 2.296.260 dengan harga 20.000 per/kg dan jumlah uang yang di

dapat Rp. 45.925,2, tahun 2021 jumlah hasil tangkap nelayan 2.536.210 dengan

harga 20.000 per/kg dan jumlah uang yang di dapat Rp. 50.724,2. Dari data diatas

dapat kita lihat bahwa menurunya pendapatan nelayan dari tahun 2017-2021.

Harga merupakan nilai yang dinyatakan dalam rupiah. Sedangkan dalam

kamus Bahasa Indonesia harga merupakan nilai barang yang di tentukan atau

dirupiahkan dalam bentuk uang. Dalam hal ini harga merupakan suatu cara bagi

seorang untuk membedakan penawarannya dari pada pesaing yang telah


5

ditetapkan di dalam suatu tertentu, harga tersebut memiliki peran yang sangat

penting dalam mempengaruhi pendapatan seseorang dalam membeli suatu barang.

Teori ekonomi disebutkan juga bahwa harga suatu barang dan jasa ditentukan oleh

permintaan dan penawaran dipasar. Pada saat kejadian kegiatan dipasar, antara

penjual dan pembeli akan melakukan tawar menawar untuk mencapai

keseppakatan harga. Faktor terpenting dalam pembentukan harga adalah kekuatan

permintaan penawaran yang akan berada dalam keseimbangan pada harga pasar

jika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.6

Sedangkan menurut sadono sukirno harga adalah suatu jumlah yang

dibayarkan sebagai pengganti kepuasan yang sedang atau akan dinikmati dari

suatu barang atau jasa yang diperjual belikan dan harga juga sebagai nisbah

pertukaran barang dengan uang.7 Sedangkan menurut kadariah harga adalah

tingkat kempuan suatu barang atau jasa untuk di tukarkan dengan barang lain,

harga ditentukan oleh dua kekuatan yaitu permintaan dan penawaran yang saling

berjumpa dalam pasar.

Harga dapat mempengaruhi tingat pendapatan penduduk di Desa

Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal akibat

dari harga ikan turun tingkat produksi masyarakat berkurang. Harga juga dapat

mempengaruhi pendapatan nelanyan, dimana harga ikan sering mengalami

fluktuasi setiap waktunya. Ketika harga ikan tinggi maka pendapatan nelayan juga

6
Ria Anggelina,"Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Nelayan Di
Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal”(Skripsi: Fakultas
Ekonomi Unifersitas Negeri Medan,2017), hlm.3.
7
Rozalinda, Ekonomi Islaam Teori Dan Aplikasi Pada Aktivitas Ekonomi (Jakarta: Pt.
Raja Grafindo Parsada, 2014) Hlm.154.
6

meningkat. Tetapi jika harga ikan mengalami penurunan maka pendapatan

nelayan pun ikut mengalami penurunan.

Tabel 2
Harga dan jenis ikan
No Jenis ikan Rata-rata (per kilo)
1 Ikan tongkol Rp 25.000
2 Ikan tenggiri Rp 40.000
3 Ikan kakap Rp 25.000
4 Ikan tuna Rp 30.000
5 Ikan kembung/ikan aso-aso Rp 28.000
6 Ikan gambolo Rp 30.000
Sumber: data primer 2022

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat di lihat bahwa terdapat jenis ikan yang

ada di desa tabuyung yaitu: ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan kakap, ikan tuna,

ikan ikan kembung, ikan gambolo dengan harga yang berbeda;beda untuk

perkilonya.8

Faktor lain yang mempengaruhi pendapatan nelayan yaitu pengalaman

bernelayan yaitu berupa tingkat penguasaan pengetahuan serta keterampilan

seorang dalam pekerjaannya yang dapat diukur dari masa keja dan rentah waktu

lamanya seseorang menjalani pekerjaan sebagai nelayan. Dalam kegiatan

menangkap ikan (produksi) sangat d ibutuhkan dalam nelayan tersebut bekerja

sebagai nelayan sehingga akan mempu meningkatkan pendapatannya.

Menurut Notoadmojo pengalaman adalah hasi dari “tahu”dan ini terjadi

setelah seseorang melalukan terhadap suatu objek tertentu. Tanpa pengetahuan

seseorang tidak menpunyai dasar untuk menambil keputusan dan melakukan

tindakan masalah yang di [Link] uarain tersebut pengalaman kerja dapat

8
Wawancara dengan bapak riswan, salah satu nelayan di Desa Tabuyung, pada tanggal
17 mei 2022, pukul 16.00 WIB
7

memberikan keuntungan bagi seseorang dalam melaksanakan kegiatan kerja

sehingga seseorang tersebut tidak merasa kesulitan dalam bekerja.9

Pengalaman sebagai nelayan secara langsung maupun memberikan

pengaru kepada hasil penangkapan ikan. Semakin lama seseorang mempunyai

pengalaman sebagai nelayan, semakin besar hasil dari penangkapan ikan dan

pendapatan yang diperoleh.

Selain faktor-faktor tersebut biaya produksi juga dapat mempengaruhi

pendapatan nelayan dimana biaya merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh

nelayan untuk mendapatkan hasil produksi dan untuk memperoleh pendapatan

berupa uang. Sedangkan menurut sadono sukirno biaya produksi adalah semua

pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi

dan bahan mentah yang akan menciptakan barang yang diproduksikan perusahaan

tersebut. Adapun biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh nelayan untuk

menghasikan pendapatan, yaitu biaya transportasi dan upah tenaga kerja.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti akan melakukan pennelitian mengenai

faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di desa tabuyung

kecamatan muara batang gadis kabupaten mandailing natal. Maka peneliti tertarik

untuk melakukan penelitian yang berjudul “Determinan Pendapatan Nelayan

Di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing

Natal”

B. Identifikasi Masalah

9
Suwarno Dan Ronal Aprianto”Pengaruh Pengalaman Kerja Dan Pengembangan Karir
Terhadap Kinerja Kariawan Pada Pt Sinar Niaga Sejahtera Kota Lubuklinggau”Jurnal Ilmiah
Ekonomi Bisnis,Vol.24 No.1 April 2019, hlm 60.
8

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka menjadi masalah dalam

penelitian ini dapat dirumuskan:

1. Pendapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis

mengalami penurunan setiap harinya.

2. Pendapatan masyarakat desa tabuyung masih di kategorikan golongan rendah,

di sebabkan pendapatan dari hasil melaut pas-pasan mencukupi kehidupan

sehari-hari.

3. Adanya faktor musim yang tidak menentu mengakibatkan nelayan mencari

kerja sampingan agar tetap dapat terpenuhi kebutuhan keluarganya.

4. Harga ikan cenderung tidak stabil dapat mempengaruhi pendaptan nelayan di

Desa Tabuyung. Kecamatan Muara Batang Gadis.

5. Pengalaman kerja nelayan yang semakin tinggi dapat mempengaruhui

penadapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis.

6. Biaya produksi yang semakin tinggi akan mempengaruhi pendaptan nelayan di

Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis .

7. Adanya perbedaan hasil pada penelitian sebelumnya

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, dengan keterbatasan yang dimiliki

oleh peneliti maka peneliti membatasi masalah pada 3 variabel bebas (X) yaitu

variabel harga ikan, pengalaman bernelayam, dan biaya produksi terhadap

variabel terikat (Y) pendapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara

Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

D. Definisi Operasional Variabel


9

Variabel merupakan objek penelitian atau menjadi titik pembahasan suatu

penelitian. Sedangkan definisi operasional variabel adalah suatu definisi mengenai

variabel yang dirumuskan berdasarkan kerakteristik variabel tersebut yang dapat

diamati. Dimana dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas dan satu

variabel terikat. Defenisi operasional variabel adalah dalam penelitian ini adalah

sebagai beriku:

Tabel 3
Defenisi Opersional Variabel
Variabel Definisi Variabel Indikator Skala
pengukuran
Pendapatan Pendaptan merupakan 1. Penjualan Oridinal
nelayan jumah penghasilan yang di 2. Penghasilan
(Y) terima oleh seorang atau yang diterima
suatu pekerjaan yang 3. Pekerjaan11
dilakukan selama satu
priode tertentu, baik
harian,mingguan, bulanan,
atau bahkan tahunan.10
Pendapatan nelayan dalam
penelitian ini adalah
penghasilan bersih yang
diterima seorang nelayan,
yaitu berupa
[Link] dalam
penelitian ini adalah
penghasilan yang di terima
seorang nelayang di desa
tabuyung kecamatan muara
batang gadis kabupaten
mandailing natal.
Harga ikan Harga adalah jumlah yang 1. Harga jual Ordinal
(X1) di banyarkan sebagai 2. Keterjangkaua
pengganti kepuasan suatu n harga
barang dan jasa yang di 3. Daya saing
perjualbelikan.12 Harga harga 13
dalam penitian ini adalah
10
Ernawaty Mappigau,‘'Pengaruh Tenaga Keja, Modal Kerja, Teknologi Terhadap
Pendapatan Nenyan Di Desa Bambu Kecamatan Manuju'’Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan,
Vol.1. No.2, Tahun 2020, hlm.197.
11
Hariandja, Menejemen Sumber Daya Manusia, (Medan: Grasindo 2022), Hlm16.
10

jumlah uang yang


diberikan untunk pengganti
ikan kepada seorang
nelayan di desa tabuyung
kecamatan muara batang
gadis kabupaten
mandailing natal.
Pengalama Pengalaman kerja 1. Lama waktu Ordinal
n merupakan rata_rata yang atau masa kerja
bernelayan sudah menjalani profesi 2. Tingkat
(X2) hidupnya sebagai nelayan pengetahuan
dalam jangka waktu dan
tertentu.14 Pengalaman keterampilan
dalam penelitian ini adalah 3. Penguasaan
penguasaan seorang peralatan15
nelayan yang mampu
mengendaliakan Teknik
peralatan, dan Teknik
pekerjaan nelayan di desa
tabuyung kecamatan muara
batang gadis kabupaten
mandailing natal.
Biaya Biaya produksi adalah 1. Permodalan Ordinal
Produksi biaya-biaya yang di 2. Biaya
(x3) keluarkan oleh nelayan transportasi
dalam memperoleh hasil 3. Upah tenaga
tangkap.16 Biaya produksi kerja 17

dalam penelitian ini adalah


suatu pengorbanan yang di
keluarkan seorang nelayan
yang tidak bisa dihindari
ketika hendak melaut baik
itu biaya trnsportasi,dan
juga upah tenaga kerja
yang di keluar kan nelayan
di desa tabuyung
kecamatan muara batang
12
Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi (Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada,
2020), Hlm, 30.
13
Apridar, Ekonomi Kelautan Pesisir (Yogyakarta: Graha Ilmu 2021), hlm 11.
14
Yasrizal, ‘'Analisis Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Di Seumelu,"
Jurnal Perikanan Terpadu, Vol, 1. No. 2 Tahun 2018, hlm 2.
15
Tati, Teori Ekonomi Mikro, (Jakarta: Salemba Empat 2022), hlm 38.
16
Komariah,” Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan : Stusdi
Kasus Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Bayuwangi”, ( Skripsi Fakultas Ekonomi UIN
Jember, 2013), hlm. 19.
17
Pandji Anoraga , Menejemen Bisnis, (Jakarta: Rineka Cipta,2019), hlm.34.
11

gadis kabupaten
mandailing natal.

E. Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah penjabaran hal-hal yang menjadi pertanyaan

yang akan dijawab dalam penelitian. Hal ini tetap mengacu kepada identifikasi

dan batasan masalah diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah harga ikan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa

Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal?

2. Apakah pengalaman bernelayan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di

Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing

Natal?

3. Apakah biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa

Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal?

4. Apakah harga ikan, pengalaman bernelayan dan biaya produksi berpengaruh

terhadap pendapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang

Gadis Kabupaten Mandailing Natal?

F. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai sehubungan dengan penelitian ini yaitu:

1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh harga ikan terhadap pendapatan nelaya

di Desa Tabuyung Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh pengalaman bernelayan terhadap

pendapatan Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis

Kabupaten Mandailing Natal.


12

3. Untuk mengetahui besarnya pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan

Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten

Mandailing Natal.

4. Untuk mengetahui besarnya pengaruh harga ikan, pengalaman bernelayan dan

biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa Tabuyung

Kecamatan Muara Batang Badis Kabupaten Mandailing Natal.

G. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan bagi penelitian yang telah di uaraikan di atas, adapun

manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu:

1. Bagi peneliti

Untuk menambah wawasan terutama yang berkaitan dengan

determinan pendapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang

Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

2. Bagi masyarakat

Penelitian ini mampu memberikan sebuah informasi untuk masyarakat

sehingga dapat mengetahui apa saja yang mempengaruhi pendapatan nelayan

di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing

Natal.

3. Bagi dunia akademik

Peneliti ini juga diharapkan berguna bagi uin syahada

padangsidimpuan pada umumnya sebagai pengembang keilmuan, khususnya di


13

fakultas ekonomi dan bisnis islam. Serta memberikan motivasi kepada peneliti

selanjutnya untuk melakukan penelitian yang berkaitan mengenai pendapatan

nelayan.

H. Landasan teori

1. Kerangka Teori

a. Pendapatan

1) Pengertiaan pendapatan

Pendapatan adalah total penerimaan seseorang atau suatu rumah

tangga selama periode tertentu. Pendapatan ini terdiri dari semua output

yang dihasilkan atau bisa juga diartikan sebagai pendapatan yang

diterima oleh seluruh pihak didalam perekonomian.18 Menurut Kamus

Besar Bahasa Indonesia, pendapatan adalah sejumlah uang yang diterima

oleh perorangan, perusahaan, dan organisasi dalam bentuk upah, gaji,

laba dan lain-lain.19

Menurut Mankiw pebdapatan perorangan adalah pendapatan yang

diterima oleh rumah tangga dan usaha yang bulan perusahaan.

Pendapatan perorangan juga mengurangi pajak pendapatan perusahaan

dan kontribusi pada tunjangan sosial. Sebagai tambahan, pendapatan

perorangan ikut menghitung pendapatan bunga yang diterima rumah

tangga yang berasal dari kepemilikan mereka atas utang negara dan juga

18
Suherman Rosidi,“Pengantar Teori Ekonomi(Jakarta: Rajawali Pers, 2021), hlm 145.
19
Depertemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramida,
2018), hlm 265.
14

pendapatan yang diterima rumah tangga dari program transfer

pemerintah, seperti tunjangan nasional.20

Menurut sukirno pendapatan dapat dikatakan semua jenis

pendapatan yang termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan

sesuatu kegiatan apapun,yang diterima oleh suatu negara. Menurut ilmu

ekonomi pendapatan adalah nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh

seseorang dalam satu periode. Dengan kata lain pendapatan adalah

jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang

diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi. 21

Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pendapatan

suatu penghasilan yang diperoleh seseorang dalam melakukan sebuah

pekerjaan. Gunanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biasanya apa

bila pendapatan seseorang tinggi maka biasanya orang bisanya orang

tersebut relatif mudah, namun sebaliknya apabila pendapatan seseorang

tersebut rendah, maka orang tersebut relatif sulit untuk memenuhi

kebutuhannya.

Harga dan pendapatan merupakan faktor yang menentukan besar

kecilnya permintaan barang dan jasa. Pendapatan menurut pengertian

umum adalah balas jasa yang diterima oleh seorang individu setelah

melaksanakan suatu pekerjaan atau nilai barang dan jasa yang diterima

oleh seorang individu melebihi hasil penjualanya.

20
Nyoman Wisnu Wardana,”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan
Nelayan Di Desa Sarangan Kecamatan Denpasar Selatan,"Jurnal Ekonomi Pembangunan
Universitas Udayana,2018, Vol,7, No 12, hlm,2557.
21
Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi (Jakarta, Prada Grafindo,2008),
hlm.6.
15

2) Jenis-jenis pendapatan

Secara garis besar pendapatan digolong kan menjadi tiga

golongan,yaitu:

a) Gaji dan [Link] imbalan yang di peroleh setelah orang tersebut

melakukan pekerjaan untuk orang lain yang diberikan dalam waktu

satu hari, satu minggu maupun satu bulan.

b) pendapatan dari usaha sendiri, yaitu merupakan nilai total dari hasil

produksi yang dikurangi denagan biaya-biaya yang dibayar dan usaha

ini merupakan usaha milik sendiri atau keluarga dan anggota kerja

berasal dari anggota keluarga sendiri, nilai sewa kapital milik sendiri

dan semua biaya ini biasanya tidak di perhitungkan.

c) pendapatan dari usaha lain, yaitu merupakan pendapatan yang

diperoleh tanpa mencurahkan tenaga kerja, dan biasanya merupakan

pendapatan sampingan antar lain, pendapatan dari hasil menyewahkan

aset yang dimiliki.22

3) faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan

sebagai berikut:

a) Harga merupakan nilai yang dinyatakan dalam rupiah. Tatapi dalam

keadaan lain harga didefenisikan sebagai jumlah yang dibayarkan

pembeli, dengan demikian seseorang sangat menginginkan harga yang

22
Budi Wahyono “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Di
Pasar Bantul Kabupaten Bantul (Skripsi,Universitas Yogjakarta,2017), hlm.35.
16

lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup baik itu primer maupun

sekunder dan tersier.

b) Pengalaman merupakan periode waktu bekerja bekerja sebagai

nelayan semasa hidupnya, pengalaman yang dimiliki akan

berpengaruh pada produktivitas nelayan.

c) Biaya produksi, bisyah disini diartikan biaya-biaya yang dikeluarkan

untuk memperoleh dan mengelolah bahan baku menjadi barang jadi

sebagai biaya yang harus di keluarkan untuk menghasilkan barang

produksi.23

d) Modal, dapat diartikan secara fisik dan non fisik. Dalam arti fisik

modal diartikan sebagai segala hal yang melekat pada faktor produksi,

seperti mesin-mesin dan peralatan produksi.

e) Jarak tempuh melaut, setidaknya ada dua pola penangkapan ikan yang

lazim dilakukan oleh nelayan. Pertama pola penangkapan lebih dari

satu hari. Kedua pola penangkapan ikan satu hari. Biasanya nelayan.

berangkat melaut sekitar pukul 15.00 sore kemudian mendarat pagi

sekitar jam 04.00 pagi.24

4) Pendangan islam tentang pendapatan

Adapun firman Allah SWT dalam surah al-baqarah ayat 168

tentang pendapatan:

23
Suherman Rosyid, Ibid, Hlm 54.
24
Gede Esa Anggara,”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhui Produksi Dan
Pendapatan Nelayan Di Desa Batununggul Kecapatan Nusa Panida”, Jurnal Ekonomi
Pembangunan Universitas Udayana, 2019,Vol 8, No,5,Hlm 1098.
17

َ ‫ض َح ٰلاًل‬
ِ ‫طيِّبًا ۖ َّواَل تَتَّبِع ُْوا ُخطُ ٰو‬
‫ت‬ ٓ
ِ ْ‫ٰياَيُّهَا النَّاسُ ُكلُ ْوا ِم َّما فِى ااْل َر‬

‫ال َّشي ْٰط ۗ ِن اِنَّهٗ لَ ُك ْم َع ُد ٌّو ُّمبِي ٌْن‬


Artinya “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal bagi lagi baik dari
pada yang dapat lagi di bumi,dan janganlah kamu mengikuti
Langkah-langkah syaitan, karena sesunggunya syaitan itu adalah
musuh yang nyata bagimu”.

Ayat diatas menjelaskan agar kita mencari rezeki dengan cara

yang halal dan sesuai dengan syariat islam. Dan bagaimana supaya kita

mampuh menahan godaan setan untuk mencari rejeki dengan jalan yang

tidak sesuai dengan ajaran islam. Sebagaimana kita ketahui setan adalah

musuh yang nyata, bahwa sesunggunya Allah SWT menghendaki segala

sesuatu yang di dapatkan dengan cara halal.25

b. Harga Ikan

1) Pengertian Harga Ikan

Harga umumnya menjadi hal utama yang diperhatikan oleh

calon konsumen Ketika membeli produk. Tinggi atau rendahnya harga

akan menentukan seseorang dalam membeli suatu barang. Melalui harga,

seorang bisa memutuskan apakah produk tersebut akan dimiliki dan

dikonsumsinya atau sebaliknya. Harga adalah sejumlah uang yang

ditukarkan untuk produk atau jasa, lebih jau lagi harga adalah jumlah dari

seluruh nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan

memiliki atau menggunakan suatu barang dan jasa.

25
Kementrian Agama Republic Indonesia, Al-Qu’an Al-Karim Tajwid Dan Terjemahanya
(Surabaya: Ud Salim, 2013 ), hlm 25.
18

Adapun pengertian harga yang telah dikutip dalamdari beberapa

parah ahli: Menurut sadono sukirno harg adalah suatu jumlah yang

dibayar sebagai pengganti kepuasa yang sedang atau akan dinikmati dari

suatu barang atau jasa yang diprjual belikan. 26 Menurut Basu swastha

yang harus di bayar oleh konsumen atau pembeli untuk mendapatkan

produk yang ditawarkan oleh [Link] harga jual harus

disesuaikan dengan daya beli konsumen yang dituju dan dengan

mempertimbangkan faktor biaya,laba,pesaing, dan perubahan keinginan

pasar.

Menurut Fandy Tijiptono menyebutkan bahwa harga merupakan

satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau

pendapatan bagi perusahaan. Menurut Kotler dan kaller yang diahli

bahasan oleh bob sabran harga adalah salah satu elemen bauran

pemasaran yang menghasilkan pendapatan, elemen lain menghasilkan

biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam program pemasaran

untuk disesuaikan, fitur produk,saluran, dan bahkan komunikasi

membutuhkan banyak waktu.27

Dari teori ekonomi disebutkan jua bahwa harga suatu barang

dan jasa di tentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar. Pada saat

terjadi kegiatan dipasar, antara penjual dan pembeli akan melakukan

tawar menawar untuk mencapai kesepakatan harga. Faktor terpenting

26
Sadono Sukirno,Ibid,Hlm 30.
27
Riyono, “Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Promosi Dan Brand Image Terhadap
Keputusan Pembelian Produk Aqua Di Kota Pati, Jurnal Stie Semarang", Vol 8,No.2, Juni 2016,
Hlm 100.
19

dalam pembentukan harga adalah kekuatan permintaan penawaran yang

akan berada dalam keseimbangan pada harga pasar, jika jumah yang

ditawarkan.28 Dari beberapa definisi di atas dapat di simpulkan harga

adalah sesumlah uang yang harus dibayarkan konsumen kepada penjual

untuk mendapatkan barang dan jasa yang ingin di beli.

Harga juga dapat mempengaruhi pendapatan nelayan, dimana

harga ikan sering mengalami fluktuasi setiap [Link] harga ikan

tinggi maka pendapatan juga meningkat karena output yang dihasilkan

juga meningkat. Tetapi jika harga ikan mengalami penurunan makan

pendapatan nelayan punmenurun.

2) Faktor-faktor yang mempengaruhi harga

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi harga, yaitu:

a) Perubahan tingkat harga umum. Harga ikan mengikuti harga umum.

Apabila tingkat harga bergerak naik maka harga perikanan akan naik

pula dan sebaliknya.

b) Perubahan siklus. Produksi dan harga hasil perikanan dapat

mengalami perubahan bentuk yaitu bergerak naik dan turunnya dalam

suatu waktu.

c) Perubahan musim. Harga perikanan mengalami perubahan secara

musim, karena adanya perubahan dalam produksi.

28
Aprilia Hariani,”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan
Muara Angke “ (Skripsi: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatillah,Jakarta 2016), hlm 32.
20

d) Perubahan kecenderung menuju suatu arah perubahan harga dapat

terjadi secara perlahan-lahan dalam penawaran atau permintaan

sepanjang periode bersangkutan.

e) Perubahan harga dalam jangka pendek. Di sebabkan oleh: variasi

dalam permintaan pasar, perubahan sementara dalam permintaan

konsumen dan usaha-usaha yang menyangkut penemuan kondisi

penawaran dan permintaan serta harga oleh para penjual.29

3) Indikator harga

Menurut Philip Kotler dan Gary Amstrong, indicator harga bisa

digunakan dalam penelitian ini antara lain:

a) Keterjangkauan harga, harga yang terjangkau adalah harapan

konsumen sebelum mereka melakukan pembelian. Konsumen akan

mencari produk-produk yang harganya dapat mereka jangkau.

b) Kesesuaian harga dengan kualitas produk, untuk produk

tertentu,biasanya konsumen tidak keberatan apabila harus membeli

dangan harga relative mahal asal kualitas produnya baik. Namun,

konsumen lebih menginginkan produk dengan harga murah dan

kualitas baik.

c) Daya saing harga, perusahaan menetapkan harga jual suatu produk

dengan mempertimbangkan harga produk yang dijual oleh pesaingnya

agar produknya dapat bersaing di pasar.

29
Eva Mart Pasaribu”Journal Of Fisheries Resources Utilization Management And
Technology”, Vol, 3, No 2, Tahun,2014 ,hlm 95,
21

d) Kesesuaian harga dengan manfaat, tinggi rendahnya harga harus

sesuai dengan manfaat yang diterima oleh konsumen setelah

melakukan pembelian.30

c. Pengalaman kerja

1) Pengertian pengalaman kerja

Pengalaman dapat diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami,

dijalani, maupun dirasakan, baik sudah lama maupun hanya sebentar.

pengalaman ini merupakan hal yang sangat menentukan berpengalaman

tidaknya seseorang dapat dilihat dari lama waktu dan masa kerja yang

ditempuh seseorang sehingga dapat memahami pekerjaan yang berkaitan

dengan nelayan itu sendiri.

Pengalaman kerja seseorang menunjukkan jenis-jenis pekerjaan

yang pernah dilakukan, dan mampu memberikan peluang yang besar

bagi seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan yang lebih baik dalam

jangka waktu tertentu,semakin luas pengalaman kerja seseorang maka

akan semakin terampil seseorang tersebut dalam melakukan

pekerjaannya dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan.31

Menurut Handoko bahwa pengalaman seseorang menunjukkan

jenis-jenis pekerjaan yang telah dilakukan seseorang yang memberikan

peluang besar bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik

selama jangka waktu tertentu. Semakin luas pengalaman kerja seseorang


30
Suri Amelia, M. Oloan Asmar Nst,”Pengaruh Citra Merek, Harga, Dan Kualitas Produk
Terhadap Keputusan Pembeli Handphone Merek Xiaomi Di Kota Langsa,"Jurnal Menejemen Dan
Keuangan, Vol, 6. No.1,(2017). Diakses Pada Tanggal 25 April 2022 .
31
Lovelly Dwinda Dahen,”Analisis Pendapatan Nelayan Pemilik Panyag Di Kecamatan
Koto Tengah Kota Padang”, Journal Of Economic And Economic Education Vol. 5 No.1, 2020
hlm. 21.
22

maka sepakin terampil pula dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang

telah di tetapkan. Rata-rata pengalaman nelayan dalam kegiatan melaut

berkisar 12 tahun keatas. Pengalaman kerja akan memberikan dampak

pada pencapaian hasil produksi ikan.32

2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja

Adapun faktor-faktor yang mrmprngaruhi pengalaman kerja

adalah sebagai berikut:

a) Latar belakang pribadi, mencakup pendiddikan, khusus, Latihan,

bekerja. Untuk nenunjukkan apah yang telah dilakukan seseorang

diwaktu yang lalu.

b) Bakat dan minat, untuk memperkirakan minat dan kapasitas atau

kemampuan seseorang.

c) Sikap dan kebutuhan untuk meramalkan taknggung jawab dan

wewenang seseorang.

d) Kemampuan-kemampuan analitis dan manipulative mempelajari

kemampuan penilaian dan penganalisaan.

e) Keterampilan dan kemampuan teknil,untuk menilai kemampuan

dalam pelaksanaa aspek-aspek Teknik pekerjaan.33

3) Indikator pengalaman kerja

32
Shifa Nurul Fauziah, “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendapatan Nelayan
Di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Jakarta Utara”, Jurnal Fakultas Ekonomi Dan
Menejemen Institute Pertanian Bogor, 2021,hlm.12.
33
T Hani Handoko, Menejemen (Yogyakarta:BPFE,2013),hlm.45.
34Sadarmayanti, Menejemen Sumber Daya Manusia,(Bandung: PT. Refika Aditama
2013), hlm. 35
34 Sadarmayanti, Menejemen Sumber Daya Manusia,(Bandung: PT. Refika Aditama
2013), hlm. 35.
23

Adapun indikator yang mempengaruhi pengalaman kerja adalah

sebagai berikiut:

a) Lama waktu atau masa kerja, ukuran tentang lama waktu atau masa

kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas

suatu pekerjaan dan melaksanakan nya dengan baik.

b) Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, pengetahuan

merujuk pada konsep, prinsip, dan prosedur, kebijakan dan informasi

lain yang akan dibutuhkan. Pengetahuan juga mencakup kemampuan

untuk memahami dan menerapkan informasi pada tanggung jawab

suatu pekerjaan. Sedankan keterampilan merujuk pada kemampuan

fisik yang dibutuhkan untuk mencapai dan menjalankan suatu tugas

atau pekerjaan.

c) Penguasaan pekerjaan dan peralatan, tingkat penguasaan seseorang

dalam pelaksanaan aspek-aspek teknik peralatan dan teknik pekerjaan.

4) Pengukuran pengalaman kerja

Pengukuran pengalaman kerja digunakan sebagai sarana untuk

menganalisis dan mendorong efisiensi dalam pelaksanaan tugas

pekerjaan. Beberapa hal yang digunakan untuk mengukur pengalaman

kerja seseorang adalah sebagai berikut:

a) Gerakannya mantap dan lancer tanpa ada keraguan.

b) Gerakannya berirama, tercipta kebiasaan dalam melakukan pekerjaan

sehari-hari.
24

c) Lebih cepat menanggapi tanda-tanda seperti akan terjadi kecelakaan,

lebih capat merespon permasalahan yang ada.

d) Bekerja dengan tenang.34

Oleh karena itu seorang nelayan mempunyai pengalaman kerja

adalah seseorang yang kemampuan jasmani, memiliki pengetahuan, dan

keterampilan untuk bekerja serta tidak akan membahanyakan bagi

dirinya dalam bekerja.

d. Biaya produksi

1) Pengertian biaya produksi

Biaya produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk

mendapatkan hasil produksi dan untuk memperoleh pendapatan berupa

uang, Adapun biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh nelayan untuk

menghasilkan pendapatan nelayan berupa biaya trasportasi, dan upah

tenaga kerja.

Biaya berupakan pengeluaran yang diukur dalam moneter yang

telah dikeluarkan atau pontesial yang akan dikeluarkan untuk

memperoleh tujuan tertentu. Sedangkan produksi merupakan tahapan

menciptakan suatu barang yang siap dijual kepada masyarakat. Produk

juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang

mentransformasikan masukan(input) menjadi hasil keluaran (output)

yang tercakup dalam semua aktivitas atau kegiatan yang menghasilkan

barang dan jasa serta kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung usaha

34
Asri Dalam Ismanto, Menejemen Sumberdaya Manusia, ( Yogyakarta:Graha
Ilmu,2015), hlm. 25.
25

untuk menghasilkan produk [Link] mendefinisikan biaya

produksi yaitu merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah

bahan baku menjadi produk jadi yang siap dijual.35

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya produksi

yaitu suatu pengorbanan yang tidak dapat dihindarkan secara terus-

menerus dalam mengantisipasi pengeluaran baik itu transportasi, dan

upah tenaga kerja.

2) Faktor yang mempengaruhi biaya produksi

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi adalah

sebagai berikut;

a) Biaya [Link] biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan

proses transportasi. Biaya tersebut berupa: biaya persediaan

prasarana,dan biaya operasional transport.

b) Upah tenaga [Link] hak pekerja atau buru yang diterima dan

dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau

pemberi kerja kepada pekrja atau buruh yang ditetapkan dan

dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja.

3) Indikator biaya produksi

Adapun indikator dari biaya produksi adalahan sebagai berikut:

a) Biaya bahan langsung, biaya bahan baku adalah biaya yang digunakan

dan menjadi bagian dari produksi jadi.

35
Mulyani, Akutansi Biaya,(Yogyakarta:Sekolah Tinggi Menejemen, 2015),hlm 275.
26

b) Biaya tenaga kerja langsung ,biaya tenaga keja langsung adalah tenaga

keja yang terlibat langsung dalam proses mengubah bahan menjadi

produk jadi.

c) Biaya overhead pabrik, biaya overhead pabrik adalah biaya pabrik dan

mesin.36

Berdasarkan pengertian diatas seorang nelayan mengeluarkan

biaya -biaya produksi sebelum berangkat kelaut baik itu biaya bahan

bakar miyak dan biaya bahan-bahan yang di perlukan untuk melaut.

e. Hubungan Harga Terhadap Pendapatan Nelyan

Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan

manfaat dari milik atau menggunakan produk ayau jasa yang lainnya

ditetepkan oleh pembeli atau penjual untuk suatu hargayang sama

terhadapsemua pembeli. Harga adalah jumlah yang di jual oleh suatu produk

per-unit,dan mencerminkan beberapa yang tersedia di banyarkan oleh

masyarakat. Dari pengertian tersebut harga merupakan faktor yang

mempengaruhi pendapatan seseorang, harga juga dapat mengukur nilai dari

suatu barang yang akan di perjual belikan. Dalam kehidupan nelayan harga

merupakan sejumlah uang atau ikan yang ditukar oleh pembeli untuk hasil

takapan nelayan atau jasa yang dikeluarkan oleh nelayan buruh.37

Perubahan harga dan kualitas keseimbangan sangat bergantung pada

perubahan dan penawaran itu sendiri. Dalam kehidupan bernelayan harga

ikan laut tidak selalu tetap sehingga pendapatan nelayan tidak selalu stabil,
36
Sri Dewi Anggadini, Akuntansi Syariah, ( Yogyakarta: Graha Ilmu,2014) Hlm. 167.
37
Badrul Jamal, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan”,
Jurnal Ilmiyah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, 2014, hlm.5.
27

contohnya yaitu Ketika musim ikan harga ikan cenderung rendah karena

ikan begitu melimpah sehingga harga cenderung naik dan berdampak pada

permintaan ikan yang menurunkarena harga ikan tinggi sehingga konsumen

tidak tertarik untuk membeli ikan dengan harga tinggi. Harga pada ikan

yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen relatif stabil dan tidak

mengalami kenaikan, artinya nelayan tidak mendapatkan untung lebih dari

penjuala ikan tersebut.38

Harga jual berpengaruh positisf terhadap pendapatan nelayan,

semakin besar harga jual ikan maka semakin besar pula peluang

mendapatkan pendapatan yang lebih besar, perolehan pendapatan nelayan

secara umumnya berasal dari perolehan ikan yang di dapatkan kemudian di

jual untuk mendapatkan pendapatan. Harga biasanya membedakan kualitas

produk yang nantinya akan di jual dan dibeli. Ikan yang semakin besar akan

membuat harga jual akan semakin naik. Apabila semakin keci; ukurannya

akan membuat harga jual akan semakin rendah, selain itu semakin ikan sulit

di tanggkap tentunya akan membuat harga jual semakin meningkat serta

semakin muda untuk menagkap jenis ikan tertentu maka harga ikan semakin

menurun. Beberapa pernyataan tersebut membuat pengaruh jumlah tangkap

ikan berpengaruh untuk harga jual terhadap pendapatan yang akan diterima

nelayan.

Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu tentang pengaruh harga

ikan terhadap pendapatan nelayan. Maka dapat disimpulkan bahwa harga

ikan berpengaruh terhadap pebdapatan nelayan.


38
Tati Dan Fathorrosi, Teori Ekonomi Mikro (Jakatra: Selambah Empat, 2002) hlm. 12.
28

f. Hubungan Pengalaman Terhadap Pendapatan Nelyaan

Pengalaman kerja adalah pengetahuan atau keterampilan yang telah

diketahui dan dikuasai seseorang yang akibat dari perbuatan atau pekerjaan

yang telah dilakukan selama beberapa waktu tertentu. Secara teoris dalam

buku, tidak ada yang membahas bahwa pengalaman merupakan fungsi dari

pendapatan atau keuntungan. Namun, alam aktivitas nelayan dengan

semakin berpengalaman dalam menangkap ikan bisa meningkatkan

pendapatan atau keuntungan.39

Pengalaman sebagai nelayan secara langsung maupun tidak langsung

akan memberikan pengaruh terhadap hasil tangkap ikan. Semakin lama

seseorang mempunyai pengalaman sebagai nelayan, maka semakin besar

hasil dari tangkapan ikan dan pendapatan yang di peroleh.40

Pengalaman adalah periode waktu berkerja sebagai nelayan selama

masa hidupnya, pengalaman yang akan dimiliki akan berpemgaruh pada

produktivitas nelayan. Arliman menjelaskan teori mutu modal manusia

merupakan batas keahlian kemampuan dan wawasan yang dimiliki manusia

juga memberikan pengaruh terhadap hasil produksi, apabila seseorang

semakin ahli dalam bidangnya maka produksi yang dihasilkan akan

semakan besar.41

39
Stellamanis Metekohy,”Determinan Pendapatan Nelayan Di Pulau Ambon”,Jurnal
Ekonomi, Vol. XIV,No.1,Mei 2020. hlm. 4.
40
Hasmawati Binti Muhammad Kasim, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Tingkat Pendapatan Usaha Nelayan Di Kabupaten Luwu Timur”, Jurnal Fakultas Dan Bisnis
Islam, Universitas Mihammadiyah Makasar, 2014), hlm. 23.
41
Gede Esa Anggara B. Putra 1, “Analisis Faktor-Faktor Yamg Mempengaruhi Produksi
Dan Pendapatan Nelayan Di Desa Batununggul Kecamatan Nusa Penida”, Jurnal Ekonomi
Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 8. No.5, Mei 2019. hlm.1098
29

Pengalaman sebagai sumber pengetahuan, yang dapat berdampak

bagi orang lain dengan berbagai pengalaman pada saat mereka mengalami

suatu hal, dan dari hal tersebut dapat menyebabkan pengalaman menjadi

makin mendalam. Faktor pengalaman secara teori baik dalam buku maupun

berbagai literatur tidak didapat yang mengupas akan pengalaman adalah

fungsi pada pendapatan atau keuntungan. Akan tetapi, pada kasus kegiatan

nelayan yang semakin berpengalaman, para nelayan yang ada peningkatan

pengalaman dalam kegiatan tangkap ikan dapat menambah pendapatan dan

keuntungan.

Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu tentang pengalaman kerja

berpengaruh terhadap pendapatan nelyan. Maka dapat disimpulkan bahwa

pengalaman keja berpengaruh terhadap pendapatan nelayan.

g. Hubungan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Nelayan

modal ada dua macam yaitu modal tetap dan modal [Link]

tetap di terjemahkan menjadi biaya prodiksi melalui bunga modal. Modal

bergerak langsung menjadi biaya produksi dengan besar biaya itu sama

dengan nilai modal yang bergerak. Makin tinggi modal kerja perunit usaha

tersebut dinamakan padat modal atau makin insentif. Sebagian dari modal

yang dimiliki oleh nelayan digunakan sebagai biaya produksi,yaitu biaya-

biaya dalam suatu usaha kegiatan nelayan. Biaya produksi nelayan biasanya

pengeluaran bahan bakar minyak, biaya untuk alat tangkap ikan, dan juga

upah yang dikeluarkan nelayan, hubungan biaya produksi dengan


30

pendapatan nelayan Ketika pengeluaran nelayan banyak makan tingkan

pendapatan nelayan makin bekurang.42

Biaya produksi merupakan komponen yang berperan penting dalam

kegiatan nelayan dalam melaut. Setiap nelayan menggunakan biaya

produksi yang berbeda diantara nelayan satu dan nelayan lainya. Biaya

produksi nelayan selama melaut menurut survey lapangan terdapat beberapa

[Link] lain: makanan atau bekal selama melaut, bahan bakar mesin

yang berupa solar.43

Biaya produksi melaut tentunya akan membuat makin besar pula

kesempatan memperoleh tangkapan serta akan meningkatkan pendapatan

nelayan. Biaya produksi dalam melaut yang berupa modal atau asset

misalnya harga mesin kapal, harga perahu serta modal yang digunakan

dalam kegiatan sekali [Link] biaya produksi melaut terhadap hasil

tangkapan ikan memikiki pengaruh positif yang berarti, apabila jumlah

biaya produksi samakin besar maka jumlah tangkap ikan yang diperoleh

nelayan maka akan semakan manyak.44

Berdasarkan teori dan penelitian terdahulu tentang pengaruh biaya

[Link] dapat disimpulkan bahwa biaya produksi berpengaruh

terhadap pendapatan nelayan.

2. Penelitian terdahulu

42
Erwin Dian Restu P,” Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhui Pendaptan
Nelayan Di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi”, Jurnal Ilmiah
Vakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, 2019. Hlm.2
43
Ahmad Ridha, Ibid,hlm.650.
44
Gede Esa Anggara B. Putra1,Ibid Hlm.1099-1100
31

Penelitian yang berhubungan dengan pengaruh pendapatan nelayan

telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya dengan objek dan pendekatan yang

berbeda-beda diantaranya

Tabel 4.
Penelitian Terdahulu

NO Nama peneliti Judul peneliti Hasil peneliti


1 Kristian Cahyandi Pengaruh Dari hasil kajian
Akademi Maritim Pengalaman Dan nampak bahwa variabel
Nusantara, Jarak Tempuh pengalaman dan jarak
Cilacap/Jurnal Saintara Melaut Terhadap tempuh melaut
Vol.5 No.2 Maret 2021 Pendapatan berpengaruh secara
Nelayan Di bersama-sama terhadap
Kabupaten pendapatan nelayan di
Cilacap Kabupaten Cilacap.
2 Stellamaris Determinan Berdasarkan hasil
Metekohy/Jurnal Pendapatan analisis dan
Ekonomi,Vol, XIV, No, Nelayan Di pembahasan, maka
1, Mei 2020 Pulau Ambon dapat disimpulkan
bahwa: variabel modal,
variabel pengalaman
dan variabel tingkat
Pendidikan
berpengaruh positif dan
siknifikan terhadap
pendapatan yang
diterima oleh nelayan di
pesisir pulau
ambon,sedangkan
variabel jam kerja tidak
berpengaruh secara
signifikan terhadap
pendapatan yang
diterima oleh nelayan di
pesisir pulau ambon.
3 Gede Esa Anggara B. Analisis Faktor- Berdasarkan hasil
Putra1/Jurnal Ekonomi Faktor Yang analisis ditemukan
Pembangunan Mempengaruhi bahwa variabel
Universitas Udayana Produksi Dan pengalaman, lama
Vol. 8 No 5 Mei 2019 Pendapatan melaut, teknologi, dan
Nelayan Di Desa biaya operasional
Batununggul nelayan berpengaruh
Kecamatan Nusa langsung dan signifikan
32

Penida terhadap jumlah


tangkapan (produksi
ikan).
4 Factors Affecting Faktor-Faktor Modal, Tenaga Kerja,
Fishermen's Income yang Pengalaman, Lama
(Case Study in Takkalasi Mempengaruhi Melaut dan cuaca
Village, Balusu District, Pendapatan secara bersamasama
Barru Regency)/ Jurnal Nelayan (Studi (simultan)
Pendidikan Teknologi Kasus Di mempengaruhi
Pertanian Volume 5 Kelurahan pendapatan nelayan;
Nomor 2 (2019) Takkalasi Kecamatan Balusu
Kecamatan Kabupaten Barru
Balusu
Kabupaten
Barru)
5 I Nyoman Wisnu Analisis Faktor- Secara serempak
Wardana, Ni Nyoman Faktor Yang modal, jam kerja,
Yuliarmi/Jurnal Mempengaruhi pengalaman kerja dan
Ekonomi Pembangunan Pendapatan teknologi yang
Universitas Udayana, Nelayan Di Desa digunakan berpengaruh
Vol. 7. No. 12 Desember Serangan signifikan terhadap
2018 Kecamatan pendapatan nelayan di
Denpasar Selatan Desa Serangan
Kecamatan Denpasar
Selatan.
6 Clif Marthin, Debby Ch. Analisis Faktor Hasil penelitian ini
Rotinsulu, Hanly FDj Faktor Yang menunjukkan, faktor
Siwu/Jurnal Berkala Mempengaruhi harga jual ikan dan
Ilmiah Efisiensi, Volume Pendapatan faktor hasil tangkapan
18 No. 01 Tahun 2018 Nelayan ikan berpengaruh
Kecamatan Siau terhadap pendapatan
Timur Selatan nelayan, sedangkan
Kabupaten faktor modal dan faktor
Kepulauan Siau biaya operasional tidak
Tagulandang berpengaruh terhadap
Biaro pendapatan nelayan.
7 Ni Made Dwi Analisis Faktor- Hasil pengujian dalam
Kusumayanti I Nyoman Faktor Yang penelitian menunjukan:
Djinar Setiawina I Made Mempengaruhi Modal sosial
Suyana Utama/Jurnal Kesejahteraan berpengaruh positif
Buletin Studi Ekonomi. Nelayan di terhadap pendapatan
Vol. 23 No. 2, Agustus Kabupaten nelayan; Faktor
2018 Jembrana Produksi berpengaruh
positif terhadap
pendapatan nelayan;
Modal sosial
33

berpengaruh positif
terhadap kesejahteraan
nelayan di Kabupaten
Jembrana; Faktor
Produksi berpengaruh
positif terhadap
kesejahteraan nelayan
di Kabupaten Jembrana;
Pendapatan memediasi
pengaruh modal sosial
dan faktor produksi
terhadap kesejahteraan
nelayan di Kabupaten
Jembrana.
8 Ahmad Ridha/Jurnal Analisis Faktor- Hasil penelitian
Samudra Ekonomi Dan Faktor yang menunjukkan bahwa
Bisnis, Vol.8, No.1 Mempengaruhi secara parsial modal,
Januari 2017 Pendapatan harga ikan dan jumlah
Nelayan di tangkapan ikan
Kecamatan Idi berpengaruh nyata
Rayeuk terhadap pendapatan
nelayan perahu tempel
di Kecamatan Idi
Rayeuk. Sedangkan
secara simultan variabel
modal, tenaga kerja,
pengalaman, harga ikan
dan jumlah tangkapan
berpengaruh nyata
terhadap pendapatan
nelayan di Kecamatan
Idi Rayeuk..
9 Daniel Agustinus Analisis Faktor- Hasil dari penelitian ini
Aryanto, Sudarti/JurnalFaktor Yang adalah variabel
Ilmu Ekonomi Vol. 1 Mempengaruhi Pengalaman Kerja, Jam
Jilid 1/2017 Pendapatan Kerja, dan Jarak
Buruh Nelayan Tempuh memiliki
Di Pantai pengaruh yang positif
Sendangbiru dan signifikan terhadap
Desa pendapatan buruh
Tambakrejo nelayan.
Kabupaten
Malang
10 Sofyan R Indara, Irwan Faktor-Faktor Hasil penelitian ini
Bempah, Yuriko Yang menunjukan: Modal,
Boekoesoe/AGRINESIA Mempengaruhi tenaga kerja,
34

Vol. 2 No. 1 November Pendapatan pengalaman dan jarak


2017 Nelayan tempuh melaut secara
Tangkap Di bersama-sama
Desa Bongo berpengaruh nyata
Kecamatan terhadap pendapatan
Batudaa Pantai nelayan di Desa Bongo
Kabupaten Kecamatan Batudaa
Gorontalo Pantai.
11 Lovelly Dwinda Analisis Hasil penelitian ini
Dahen/Jurnal ekonomi, Pendapatan menemukan bahwa:
vol. 5 No.1 September Nelayan Pemilik Modal secara parsial
2016 Payang Di berpengaruh signifikan
Kecamatan Koto terhadap pendapatan
Tangah Kota nelayan pemilik Payang
Padang di Kecamatan Koto
Tangah kota Padang.
Jam Kerja secara
parsial berpengaruh
signifikan terhadap
pendapatan nelayan
pemilik Payang di
Kecamatan Koto
Tangah kota Padang.
Pengalaman secara
parsial berpengaruh
signifikan terhadap
pendapatan nelayan
pemilik Payang di
Kecamatan Koto
Tangah kota Padang.
modal, jam kerja dan
pengalaman secara
simultan berpengaruh
signifikan terhadap
pendapatan nelayan
pemilik Payang di
Kecamatan Koto
Tangah kota Padang
12 Karof alfentino Factor-faktor Hasil ini menunjukkan
lamia/Jurnal EMBA, yang modal, tenaga kerja,
Vol. 1 No. 4 Desember mempengaruhi pengalaman
2013 tingkat berpengaruh signifikan
pendapatan terhadap pendapatan
nelayan nelayan, sedangkan
Kecamatan untuk lama pendidikan
tumpaan, tidak berpengaruh
35

Kabupaten terhadap pendapatan


minahasan nelayan
selatan

a. Kristian Chayandi (2021). Yang berjudul pengaruh pengalaman dan jarak

tempuh melaut terhadap pendapatan nelayan di kabupaten cilacap. Persaman

penelitian terdahulu yaitu sama-sama meneliti pada pendapatan nelayan,

sedangkan perbedaannya menggunakan dua variabel independent yaitu

pengalaman dan jarak tempuh. Sedangkan peneliti menggunakan tida

variabel independent yaitu harga jual, pengalaman dan biaya produksi.

b. Stellamaris Metekohy (2020). Yang berjudul determinan pendapatan

nelayan di pulau ambon. Persamaan peneltian terdahulu yaitu sama-sama

determinan penadapatan nelayan. Sedangkan perbedaannya penelitian

menggunakan empat variabel independent yaitu modal, pengalaman,lama

melaut dan tingkat Pendidikan. Sedangkan peneliti menggunakan tiga

variabel independent yaitu harga jual, pengalaman dan biaya produksi.

c. Gede Esa Anggara Putra (2019). Yang berjudul analisis faktor-faktor yang

mempengaruruhi produksi dan pendapatan nelayan di desa batununggul

kecamatan nusa penida. Persamaan penelitian terdahulu yaitu sama-sama

meneliti pada pendapatan nelayan, sedangkan perbedaanya penelitian

menggunakan dua variabel dependen yaitu pendapatan nelayan dan

produksi,

d. Factors Affecting Fishermen's Income (2019). Yang berjudul faktor-faktor

yang mempengaruhi pendapatan nelayan (studi kasus di kelurahan takkalasi

kecamatan balusu kabupaten barru). Persamaan penelitian terdahulu yaitu


36

sama-sama meneliti pada pendapatan nelayan, sedangkan perbedaanya

penelitian menggunakan empat variabel yaitu modal kerja, tenaga kerja,

pengalaman dan lama melaut.

e. I Nyoman Wisnu Wardana dan Ni Nyoman Yuliarmi (2018). Yang berjudul

analisis faktor-faktor yang memepengaruhui pendapatan nelayan di desa

sarangan kecamatan Denpasar selatan. Persamaan penelitian terdahulu yaitu

sama-sama meneliti pada pendapatan nelayan. Sedamgkan perbedaannya

penelitian menggunakan empat variabel independent yaitu modal, jam

kerja,pengalaman dan teknologi.

f. Clif Marthin, Debby Ch. Rotinsulu, dan Hanly [Link] Siwu (2018). Yang

berjudul analisis faktor-kaktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan

kecamatan siau timur selatan kabupaten kepulauan siau tagulandang biaro.

Pesamaan penelitian terdahulu yaitu sama-sama menelita pada pendapatan

nelayan. Sedangkan perbedaanya penelitian menggunakan empat variabel

independent yaitu modal, biaya operasional, harga jual ikan dan hasil

tangkap ikan.

g. Ni Made Dwi Kusumayanti, I Nyoman Djinar Setiawina dan I Made Suyana

Utama(2018). Yang berjudul analisis faktor-faktor yang mempengaruhi

kesejahteraan nelayan di kabupaten jembarana. Persamaan penelitian

terdahulu yaitu sama-sama meneliti pendapatan nelayan. Sedangkan

perbedaanya peneliti menggunakan dua variabel independent yaitu modal

sosai dan faktor produksi, menggunakan dua variabel dependen yaitu

pendapatan nelayan dan kesejahteraan nelayan.


37

h. Ahmad Ridha(2017). Yang berjudul analisis faktor-faktor yang

mempengaruhi pendapatan nelayan di kecamatan ide rayeuk. Persanaan

penelitian terdahulu yaitu sama-sama meneliti pada pendapatan nelayan.

Sedangkan perbedaanya penelitian menggunakan lima variabel yaitu

modal,tenaga kerja, pengalaman nelayan, harga ikan, jumlah tangkap.

i. Daniel Agustinus Aryanto, Sudarti (2017). Yang berjudul analisis

faktor;faktor yang mempengaruhi pendapatan buruh nelayan di pantai

sendangbiru desa tambakrejo kabupaten malang. Persamaan penelitian

sama-sama meneliti pendapatan nelayan. Sedangkan perbedaanya penelitian

menggunakan tiga variabel yaitu pengalaman kejra, jam kerja dan jarak

tempuh.

j. Sofyan R Indara, Irwan Bempah danYuriko Boekoesoe (2017). Yang

berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan tangkap di

desa bongo kecamatan batuda pantai kabupaten Gorontalo. Persamaan

penelitian sama-sama meneliti pada pendapatan nelayan. Sedangkan

perbedaanya penelitian menggunakan empat variabel independent yaitu

modal, tenaga kerja,pengalaman dan jarak tempuh melaut.

k. Lovelly Dwinda Dahen(2016). Yang berjudul analisis pendapatan nelayan

pemilik payang di kecamatan koto tengah kota padang. Persamaan

penelitian sama-sama meneliti pada pendapatan nelayan. Sedangkan

perbedaan penelitian menggunakan tiga variabel indepemden yaitu

modal,jam kerja dan pengalaman.


38

l. Karof alfentino lamia(2013). Yang berjudul faktor-faktor yang

mrmprngaruhi tingkat pendapatan nelayan kecamatan tumpaan kabupaten

minasahan selatan. Persamaan penelitian sama-sama meneliti pendapatan

nelayan. Sedangakan perbedaanya penelitian menggunakan empat variabel

independent yaitu modal, tenaga kerja, pengalaman dan Pendidikan.

3. Kerangka pikir

Kerangkah pikir merupakan konseptual mengenai bagaimana satu teori

berhubungan diantara berbagai faktor yang telah diidentifikasikan terhadap

masalah penelitian. Dalam penelitian ini pendapatan nelayan (sebagai variabel

terikat) yang dipengaruhi oleh harga ikan, pengalaman bernelayan,dan biaya

produksi (sebagai variabel

Harga Ikan (X1)

Pengalaman kerja Pendapatan Nelayan


(X2) (Y)

Biaya Produksi (X3)

4. Hipotesis

Hipotesis berasal dari dua kata yaitu hypo yang artinya belum tentu atau

masih bersifat dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan sebelumnya dan

merupakan kesimpulan45 dari kerangka berfikir. Adapun hipotesis dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut:

45
Jualiansyah Noor, Metodeologi Penelitian (Jakarta: Penerbit Kencana, 2015),hlm.79.
39

H1: Harga ikan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa Tabuyung

Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

H2: Pengalaman Bernelayan berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa

Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

H3: Biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan nelayan di Desa

Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

H4: Harga ikan, pengalaman bernelayan dan biaya produksi berpengaruh

terhadap pendapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara

Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

E. Metode penelitian

1. Lokasi dan waktu penelitian

Lokasi penelitian ini dilakukan di desa tabuyung kecamatan muara

batang gadis kabupaten mandailing natal. Waktu penelitian ini dilaksanakan

dari bulan September 2022 sampai dengan maret 2023.

2. Jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan

deskriptif. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mendeskripsikan determinan

pendapatan nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis

Kabupaten Mandailing Natal.

3. Populasi dan sampel

a. Populasi
40

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek

atau subjek yang mempunyai kuantitas dan kerakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian akan ditarik

kesimpulanya.46 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota

masyarakat yang akan sebagai nelayan yang ada didesa tabuyung muara

batang gadis kabupaten mandailing natal yang berjumlah 150 orang.

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan kerakteristik yang di miliki

oleh kerakteristik populasi tersebut. Ataupun bagian kecil dari anggota

populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehungga dapat

mewakilkan populasinya. Jika populasi besar peneliti tidak mungkin

mempelajari seluruh yang ada pada populasi. Hal seperti ini dikarenakan

adanya keterbatasan dana tau biaya tenaga dan waktu, maka oleh sebab itu

peneliti dapat memakai sampel yang di ambil dari populasi tersebut harus

betul-betul refsentatif atau dapat mewakili.47

4. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini,

sebagai berikit:

a. Angket

46
Suharsimi Arikunto, "Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan, Revisi Vl
"(Jakarta:Rineka Cipta, 2006) Hlm, 131. Ibid, hlm. 107.
47
Budi Gautama dan Ali Hardana, Metode Penelitianekonomi dan Bisnis (Cv. Merdeka
Kreasi Graup: Penerbit Nasional, 2021), hlm.98.
41

Angket merupakan Teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden dan

kemudian untuk dijawab, melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan

dan akan diajukan secara tertulis pada seseorang atau kesimpulan orang

untuk mendapatkan jawaban dan informasi yang diperlukan oleh peneliti.48

Penyebaran angket dalam penelitian ini dengan menggunakan dua

cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung yaitu

peneliti mendatangi langsung responden, sedangkan tidak langsung yaitu

menggunakan jasa orang lain dalam menyabarkan angket tersebut, peneliti

hanya menunggu balasan riset nya.49

Adapun skala yang digunakan dalam penelitian adalah skala likert,

skala likert merupakan cara yang sering digunakan dalam menentukan skor,

jawaban angket atau kuesioner akan dikuantifikasi dengan sebagai berikut:

Tabel 5.
Sekala Likert
Kategori Bobot
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju(S) 4
Kurang Setuju(KS) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju(STS) 1

Dengan menggunakan skala liketr 5 kategori dengan nilai positif,

cara dengan mendapatkan responden pada sejumlah pertanyaan dan

kemudian diminta untuk memberikan jawaban atas tingkat pelaksanaan

48
Mardalis, "Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal" (Jakarta: Bumi Aksara,
2007), Hlm 64-67.
49
Rachmat Kriyantono," Teknik Praktis Riset Komunikasi" (Jakarta: Kencana ,2008), hlm
95.
42

yang terdiri dari sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju,dan sangat

tidak setuju. Adapun indikator angketnya sebagai berikut:

Tabel 6.
Indikator Pendapatan
Variabel Indikator Nomor
soal
Pendapata 1. Penjualan 1,2
n 2. Penghasilan yang diterima 3,4
(Y) [Link] 5,6

Table 7.
Indikator Harga Ikan
Variabel Indikator Nomor
soal
Harga (X1) 1. harga jual 1,2
2. Keterjangkauan harga 3,4
3. Daya saing harga 5,6
4. Kesesuaian harga dan 7,8
manfaat

Tabel 8.
Indikator Pengalaman Bernelayan
Variabel Indikator Nomor
soal
Pengalaman 1. Lama waktu atau masa 1,2
Bernelayan keja
(X2) 2. Tingkat pengetahuan 3,4
dan keterampilan
3. Penguasaan terhadap 5,6
peralatan

Table 9.
Indikator Biaya Produksi
Variabel Indokator Nomor
soal
Biaya 1. Modal 1,2
produksi 2. Biaya Transportasi 3,4
(x3)
[Link] 5’6
43

b. Wawancara

Wawancara merupakan pertemuan langsung antara peneliti dan

responden untuk bertukar informasi atau ide-ide melalui tanya jawab,

sehingga dapat di konstruksikan makna dalam suatu data.

c. Observasi

Observasi merupakan cara menghimpun bahan-bahan keterangan

(data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan pencatatan secara

sestematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan secara

pengamatan.50 Observasi yang dilakukan peneliti yaitu terjun kelapangan

kemudian melakukan pengamatan secara langsung tentang kondisi nyatanya

di lapangan yang sesungguhnya.

5. Teknik Analisis Data

Teknik alalisis data merupakan metode yang digunakan untuk

mengelolah hasil penelitian manfaat nya untuk memperoleh kesimpulan.

Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis yang dipakai

untuk melihat hubungan variabel bebas dan variabel [Link]

penelitian ini Teknik analisis data yang digunakan:

a. Statistic Deskriptif

statistic deskriptif adalah sttistik yang digunakan untuk

menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data

yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat

kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Dalam statistic

50
Anas Sudijono," Pengantar Evaluasi Pendidikan" (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2011),Hlm 78.
44

deskriptif ini penyajian data dalam bentuk tabel maupun diagram, penentuan

rata;rata (mean), modus, median, rentang serta kesimpulanbaku.51

b. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah uji yang digunakan untuk melihat apakah

data berdistribusi normal atau tidak. Pada oenelitian ini uji normalitas yang

dilakukan melalui metode one sampel kolmogorof smimov. Pengambilan

keputusan apakah data tersebut normal atau tidak,maka cukup membaca

pada nilai signifikansi ([Link].2- tailed), jika signifikansi kurang dari

0,05 maka kesimpulannya data tidak berdistribusi normal. Jika signifikansi

lebih dari 0,005 maka data tersebut berdistribusi normal.52

c. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk mengetahui ada tidaknya

multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas pada model regresi.

Model rekresi liniear dapat disebut sebagai medel yang baik jika model

tersebut memenuhi beberapa asumsi klasik yaitu tidak adanya

multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Harus terpenuhinya

asumsi klasik karena agar diperoleh medel regresi dengan estimasi yang

tidak bisa dan pengujian dapat dipercaya.53

1) Uji multikolinearitas
51
Rochmat Aldy Purnomo, Analisis Statistik Ekonomi Dan Bisnis Dengan SPSS
(Ponorogo: Cv. Wade Group,2017), Hlm. 17.
52
Sugiono Dan Agus Susanto, Cara Muda Belaja Spss (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm.
323.
53
Rochmat Aldy Purnomo, Analisis Statistik Ekonomi Dan Bisnis Dengan SPSS, hlm.
107.
45

Uji multikolinearitas gunanya untuk melihat adanya hubungan

yang erat antara variabel independent (X) didalam suatu model regresi.

Untuk mengetahui ada tidaknya gejala uji tersebut dapat dilihat dari

besarnya Tolerance Value dan Varians Infalation Faktor (VIF). Batas

VIF 0,1 dan batas VIF adalah 5, dimana:

a) Tolerance value<0,1 atau VIF>10 = Tterjadi Multikolinieritas.

b) Tolerance value > 0,1 atau VIF < 10 = Tidak Terjadi Multikolinieritas. 54

2) Uji autokorelasi

Autokorelasi merupakan korelasi antara anggota observasi yang

disusun menurut waktu dan tempet. Model regresi yang baik seharusnya

tidak terjadi autokorelasi. Metode pengujian menggunakan uji Durbin-

Waston (DW test). Pengambilan keputusan pada uji durbin- Watson

senagai berikut:

a) DU < DW < 4-DU maka H0 diterima, artinya tidak terjadi

autikorelasi

b) DW < DL atau DW > 4-DL maka H0 ditolak, artinya terjadi

autokorelasi

c) DL < DW < DU atau 4-DU < DW < 4-DL, artinya tidak ada kepastian

atau kesimpulan yang pasti.

3) Uji Heteroskedastisitas

5431
Dwi Prianto, Belajar Cepat Olah Data Stastistik Dengan SPSS (Cv Andi Ofiset,
2011),Hlm.93.
46

Uji heterosdastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidak samaan variansi dalam residual dari suatu

pengamatan sampai pengamatan lain. Jika varians residual berbeda

makan di sebut heteroskendastisitas, dan apabila varians residual berbeda

maka disebut heteroskedastisitas. Dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Apabila pada uji t untuk variabel bebas memiliki nilai sig < 0,1 Maka

dapat dipastikan terdapat heteroskedastisitas.

b) Apabila uji t untuk variabel bebas memiliki nilai sig ≥0,1 Maka dapat

di pastikan tidak terjadi heteroskedastisitas.55

d. Uji hipotesis

1) Uji Signifikansi Persial (Uji t)

Uji t pada dasarnya menunjukkanseberapa jauh pengaruh sati

variabel penjelasan secara individu dalam menerangkan variasi variabel

terikat.56 Dengan ketentuan:

a) Jika thitung < ttabel Maka H0 diterima dan Ha ditolak

b) Jika thitung> ttabel Maka H0 ditolak dan Ha diterima.

c) Jika nilai sig <0,1 Maka H0ditoak dan Haditerima.

2) Uji Siknifikansi Silmultan(Uji F)

Uji F Dilakukan Untuk Mengetahui pengaruh variabel

independent terhadap variabel dependen secara simultan,atau untuk

mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi

variabel dependen atau tidal.

55
Ibid,hlm 303.
56
Mudrajat Kuncoro, [Link]. 244.
47

a) Jika Fhitung< Ftabel Maka H0 diterima dan Ha ditolak.

b) Jika Fhitung >ttabelMaka H0 ditolak dan Ha diterima

c) Jika Nilai sig <0,1 Maka H0 ditolak dan Ha diterima

3) Uji Koefisien Determinasi(R2)

Uji koefisien determinan (R2) adalah mengukur tingjat ketepatan

atau kecocokan dari variabel-variabel bebas yang tercakup dalam

persamaan regresi linier berganda. Semakin banyak variabel yang

tercakup pada model, dan fungsi semakin naik artinya makin besar nilai

R2tersebut

4) Uji Regresi Linier Berganda

Uji regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh atau

hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen dengan

satu variabek dependen.57 Dihitung dengan menggunakan bentuk

persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y= a+b1 X1 + b2X2+ e

dari persamaan diatas, maka di peroleh rumus matimatika baru

pada penelitian ini yaitu:

LU= a + b1PJN + b2PTG + e


Keterangan:
LU = Laba usaha
a = konstanta perpotongan garis pada sumbu variabel
PJN = Penjualan
PTG = Piutang
b1b2 = koefisien regresi
e = eror

I. Sistematika pembahasan
57
Duwi Prianto, SPSS 22 Pengolahan Data Terpraktis (Yogyakarta: Cv Andi, 2014),
hlm 148.
48

Untuk memudahkan penelitian ini maka peneliti mengunakan sistematika

pembahasan menjadi lima bab. Hal ini maksud agar lebih jelas dan mudah

dipahami, masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab dengan rincian sbagai

berikut:

Pendahuluan, Memuat tentang latar belakang masalah, identifikasi

masalah, batas masalah, rumusan masalah, defenisi operasional variabel, tujuan

penelitian dan kegunaan penelitian.

Landasan Teori, Di dalamnya memuat tentang kerangka teori berupa

sub-sub pembahasan variabel peneliti, peneliti terdahulu, kerangka pikir dan

hipotesis.

Metodologi Penelitian, Membahas tentang lokasi dan watu penelitian,

jenis penelitian, populasi dan sampel, instrument pengumpulan data, dan Teknik

analisis data.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:
Asri Dalam Ismanto, Menejemen Sumberdaya Manusia, (Yogyakarta:Graha
Ilmu,2015.
49

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidika Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,


2021.

Depertemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa [Link]:


Gramida, 2018.

Dwi Prianto, Belajar Cepat Olah Data Stastistik Dengan SPSS Cv Andi Ofiset,
2021.

Kementrian Agama Republic Indonesia, Al-Qu’an Al-Karim Tajwid Dan


Terjemahanya Surabaya: Ud Salim, 2013 .

Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal Jakarta: Bumi Aksara,


2017.

Mudrajad Kuncoro, Metode Riset Untuk Bisnis Dan Ekonomi Jakatra: Erlangga,
2013.

Mulyani, Akutansi Biaya, Yogyakarta: Sekolah Tinggi Menejemen, 2015.

Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi Jakarta: Kencana ,2018.

Rahmat,Stastistik Penelitian Bandung: Cv Pustaka Setia, 2013.

Rozalinda, Ekonomi Islaam Teori Dan Aplikasi Pada Aktivitas Ekonomi Jakarta:
Pt. Raja Grafindo Parsada, 2014.

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi Jakarta, Prada Grafindo,2018.

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi Jakarta: Pt. Raja Grafindo
Persada, 2020.

Sugiono Dan Agus Susanto, Cara Muda Belaja Spss Bandung: Alfabeta, 2015

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan, Revisi Vl


Jakarta:Rineka Cipta, 2016.

Suherman Rosidi, Pengantar Teori Ekonomi Jakarta: Rajawali Pers, 2021.

Tati Dan Fathorrosi, Teori Ekonomi Mikro Jakatra: Selambah Empat, 2022.

Sumber Jurnal
Badrul Jamal, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan
Nelayan”, Jurnal Ilmiyah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas
Brawijaya Malang, (2014).
50

Dedhy Pradana, Syarifah Hudayah Dan Rahmawati,”Pengaruh Harga Kualitas


Produk Dan Cita Merek Brend Imaga Terhadap Keputusan Pembelian
Motor”, Jurnal Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Samarinda, Vol,14. No.1 (2017).

Ernawaty Mappigau, Pengaruh Tenaga Keja, Modal Kerja, Teknologi Terhadap


Pendapatan Nenyan Di Desa Bambu Kecamatan Manuju, Jurnal Ilmiah
Ekonomi Pembangunan, Vol.1. No.2, Tahun (2020).

Eva Mart Pasaribu Journal Of Fisheries Resources Utilization Management And


Technolog, Vol, 3, No 2, Tahun,(2014).

Erwin Dian Restu P,” Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhui Pendaptan


Nelayan Di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten
Banyuwangi”, Jurnal Ilmiah Vakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas
Brawijaya Malang,( 2019).

Entika Indrawati,”Pengaruh Tingkat Pendapatan Dan Pengetahuan Ekonomi


Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Program Pascasarjana
Universitas Negeri Surabaya”, Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan
Kewirausahaan. Vol,3. No.1(2015).

Gede Esa Anggara, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhui Produksi Dan


Pendapatan Nelayan Di Desa Batununggul Kecapatan Nusa Panida, Jurnal
Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana,Vol 8, No,5,(2019).

Hasmawati Binti Muhammad Kasim, “Analisis Faktor-Faktor Yang


Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Usaha Nelayan Di Kabupaten Luwu
Timur”, Jurnal Fakultas Dan Bisnis Islam, Universitas Mihammadiyah
Makasar,(2014)

Kristian Cahyandi,”Pengaruh Pengalaman Dan Jarak Tempuh Melaut Terhadap


Pendapatan Nelayan Di Kabupaten Cilacap”,Jurnal Saintara,Vol.5, No.2
Maret (2021).

Riyono, “Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Promosi Dan Brand Image Terhadap
Keputusan Pembelian Produk Aqua Di Kota Pati, Jurnal Stie Semarang",
Vol 8,No.2, Juni(2016).
Lovelly Dwinda Dahen,”Analisis Pendapatan Nelayan Pemilik Panyag Di
Kecamatan Koto Tengah Kota Padang”, Journal Of Economic And
Economic Education Vol. 5 No.1,( 2020).

.Lukman Hidayat,”Analisis Biaya Produksi Dalam Meningkatkan Profitabilitas


Perusahaan”, Jurnal Ilmiah Menajemen Kesatuan. Vol,1. No.2.(2013).
51

Melani D. Pusung,Andetson G. Kemenaung, Dan Ita Pingkan F. Rorong,


“Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Di
Kecamatan Amurung Kabupaten Minahasan Selatan”, Jurnal Berkala
Ilmiah Efisiensi, Vol,[Link].2 Maret (2022)

Stellamaris Metekohy,”Determinan Pendaptan Nelayan Di Pulau Ambon”,Jurnal


Ekonomi , Vol, XIV, No.1, Mei (2020).

Shifa Nurul Fauziah, “Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pendapatan


Nelayan Di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Jakarta Utara”, Jurnal
Fakultas Ekonomi Dan Menejemen Institute Pertanian Bogor,(2021).

Suri Amelia, M. Oloan Asmar Nst,”Pengaruh Citra Merek, Harga, Dan Kualitas
Produk Terhadap Keputusan Pembeli Handphone Merek Xiaomi Di Kota
Langsa”,Jurnal Menejemen Dan Keuangan, Vol, 6. No.1,(2017).

Suwarno Dan Ronal Aprianto”Pengaruh Pengalaman Kerja Dan Pengembangan


Karir Terhadap Kinerja Kariawan Pada Pt Sinar Niaga Sejahtera Kota
Lubuklinggau”,Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis,Vol.24 No.1 April(2019).

Tedi Pitri,”Pengaruh Pengetahuan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja


Karyawan Pada Cv. Ria Busana”, Jurnal Ekonomi,Vol,9. No. 2 Desember
(2020)

Yasrizal, Analisis Variabel Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Di


Seumelu’, Jurnal Perikanan Terpadu, Vol, 1. No. 2 Tahun(2018).
.
sumber skripsi
“Aprilia Hariani,”Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan
Nelayan Muara Angke" Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatillah,Jakarta 2016.

“Budi Wahyono “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan


Pedagang Di Pasar Bantul Kabupaten Bantul Skripsi, Universitas
Yogjakarta,2017.
“Komariah,” Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan :
Stusdi Kasus Tembokrejo Kecamatan Muncar Kabupaten
Bayuwangi”Skripsi Fakultas Ekonomi UIN Jember, 2013.

“Ria Anggelina,” Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan


Nelayan Di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten
Mandailing Natal”Skripsi Fakultas Ekonomi Unifersitas Negeri
Medan,2017.
52

sumber lainnya
“Wawancara Dengan Bapak Kanedi, Nelayan Di Desa Tabuyung Kecamatan
Muara Batang Gadis Kabupaten Mandaling Natal Pada Tanggal 15 Mei
2022, Pukul 13.00 WIB.

Wawancara Dengan Pak Tasli ,Seorang Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan


Muara Batang Gadis Pada Tanggal 13 Januari 2023 Pukul 10.00 WIB.

Wawancara Dengan Pak Suherman, Seorang Nelayan di Desa Tabuyung


Kecamatan Muara Batang Gadis Pada Tanggal 13 Januari 2023 Pukul
09.00 WIB.

Wawancara Dengan Pak Anto, Seorang Nelayan di Desa Tabuyung Kecamatan Muara
Batang Gadis Pada Tanggal 12 Januari 2023 Pukul 10.00 WIB.

Anda mungkin juga menyukai