0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan14 halaman

Akupuntur Sebagai Terapi Pada Low Back Pain Rifka Kurniati, Khie Khiong

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan14 halaman

Akupuntur Sebagai Terapi Pada Low Back Pain Rifka Kurniati, Khie Khiong

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN : 2548-1398
Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021

AKUPUNTUR SEBAGAI TERAPI PADA LOW BACK PAIN

Rifka Kurniati, Khie Khiong


Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda, Jakarta Timur, Indonesia
Email: Rifkak98@[Link], khiekhiong2773@[Link]

Abstrak
Nyeri punggung bawah adalah nyeri, ketegangan otot atau kekakuan yang
terlokalisasi dibawah batas kosta dan diatas lipatan gluteal inferior, dengan atau
tanpa sciatica, dan didefinisikan sebagai kronik saat terjadi nyeri pada 12
minggu atau lebih. Secara tradisional, penyakit LBP dapat disebabkan adanya
PPD trauma eksternal, atau defisisensi internal resistensi tubuh dan masuknya
PPL patogen angin dingin atau dingin lembab, mengakibatkan hambatan qi dan
darah pada meridian merupakan penyebab terjadi sakit daerah lumbar.
Tujuannya untuk menganalisis efektifdan pengaruh terapi akupunktur dengan
titik-titik yang berbeda sebagai pengobatan untuk kasus nyeri punggujng bawah.
Metode review jurnal didapatkan 10 jurnal dengan tahun terbit 2012-2021.
Metode pencarian jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan
mesin pencari google scholar dengan kata kunci “acupuncture for low back
pain”. Sedangkan untuk jurnal nasional menggunakan pencarian dengan kata
kunci “akupuntur untuk nyeri punggung bawah”. Analisis review jurnal
didapatkan 6 dari 10 jurnal menggunakan instrument VAS (visual analog scale).
Adapun subjek digunakan ialah laki-laki dan perempuan dengan rentang umur
45-65 tahun. Hasilnya adalah akupuntur efektif dalam menghilangkan nyeri
yang menyertai penyakit LBP dengan cara menyeimbangkan energy Qi tubuh.
Titik terapi akupuntur pada titik Dachangshu, Shenshu, weizhong, taixi, hegu,
dan sanyijiao dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan Low Back
Pain dan memiliki nilai yang signifikan.

Kata Kunci: akupuntur; low back pain; dachangshu; shenshu; weizhong; taixi; hegu;
dan sanyijiao

Abstract
Low back pain is pain, muscle tension, or stiffness that is localized below the
costal margin and above the inferior gluteal fold, with or without sciatica, and is
defined as chronic when pain persists for 12 weeks or more. Traditionally, LBP
disease can be caused by external trauma PPD, or internal deficiency of the
body's resistance and the entry of pathogenic PPL wind-cold or damp cold,
resulting in the inhibition of qi and blood in the meridians which is the cause of
lumbar pain. The aim was to analyze the effectiveness and effect of acupuncture
therapy with different points as a treatment for cases of low back pain. The
journal review method obtained 10 journals with the year 2012-2021 published.

How to cite: Kurniati. R., Khiong. K. (2021) Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain. Syntax Literate: Jurnal
Ilmiah Indonesia, 6(2)
E-ISSN: 2548-1398
Published by: Ridwan Institute
Rifka Kurniati, Khie Khiong

The journal search method was carried out electronically using the search
engine Google Scholar with the keywords "acupuncture for low back pain".
Meanwhile, for national journals using a search with the keywords
"acupuncture for low back pain". Analysis of journal reviews obtained 6 out of
10 journals using the VAS (instrument visual analog scale). The subjects used
were men and women with an age range of 45-65 years. The result is that
acupuncture is effective in relieving the pain that accompanies LBP by
balancing the body's Qi energy. Acupuncture therapy points at Dachangshu,
Shenshu, weizhong, taixi, hegu, and sanyijiao points can reduce pain levels in
patients with Low Back Pain and have a significant value.

Keywords: acupuncture; low back pain; dachangshu; shenshu; weizhong; taixi; hegu;
dan sanyijiao

Received: 2021-10-20; Accepted: 2021-11-05; Published: 2021-11-20

Pendahuluan
Dewasa ini, nyeri punggung bawah seringkali menjadi permasalahan yang sering
dikeluhkan pada masyarakat. Dikarenakan posisi yang salah yang menjadi persoalan
utama akibat nyeri punggung bawah. Aktivitas yang sering dilakukan setiap hari secara
terus-menerus dan kurangnya kesadaran terhadap posisi yang salah. Nyeri punggung
bawah / Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang paling sering
dijumpai dalam keseharian masyarakat. LBP didefinisikan sebagai suatu kondisi tidak
spesifik yang mengacu pada keluhan nyeri akut atau kronik dan ketidaknyamanan pada
atau di dekat daerah lumbosacral, yang dapat disebabkan oleh inflamasi, degenerative,
keganasan, kelaianan ginekologi, trauma dan gangguan metabolik (Chou, 2011).
Nyeri punggung adalah nyri yang di bagian lumbar, lumbosacral, atau di daerah
leher. Nyeri ini sangat beragam ketajaman dan intensitasnya. Nyeri punggung
diakibatkan oleh rengangan otot atau tekanan pada akar saraf (1). Definisi LBP dalam
keseharian yang berkaitan dengan kegiatan membungkuk ataupun aktivitas yang
mencederai lumbasacral sehingga terjadinya inflamasi yang bermanifestasi nyeri pada
punggung bagian bawah. Definis lain, nyeri punggung bawah adalah nyeri, ketegangan
otot atau kekakuan yang terlokalisasi dibawah batas kosta dan diatas lipatan gluteal
inferior, dengan atau tanpa sciatica, dan didefinisikan sebagai kronik saat terjadi nyeri
pada 12 minggu atau lebih (Chou, 2011).
Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2013 dalam (Satriadi, 2018), prevalensi
penyakit muskuloskeletal di Indonesia, berdasarkan pernah di diagnosis oleh tenaga
kesehatan yaitu 11,9% dan berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7%. Jumlah
penderita nyeri punggung bawah di Indonesia tidak diketahui secara pasti, namun
diperkirakan antara 7,6% sampai 37%. Berdasarkan IASP (International Assciation for
The Study of Pain) (2021), yaitu prevalensi LBP pada tahun 2017 diperkirakan lebih
dari 7,5% di populasi dunia, atau sekitar 577 juta orang.
Berdasarkan studi IASP (2021) menyatakan bahwa terjadi kenaikan pada
penderita LBP sejak tahun 1990. Disabilitas terkait dengan LBP naik pada semua umur

1144 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021


Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain

diantara tahun 1990 dan 2019 dan pada kelompok umur 50-54 di tahun 2019. Sekitar
70% dialami pada usia produktif (20-65 tahun).
Menurut teori pengobatan barat mengenai nyeri punggung bawah adalah penyakit
degenerative yang bersifat kronis. Kebanyakan nyeri ini mulai dialami pada mereka
yang berusia dekade kedua dan kejadian tertinggi ditemui pada dekade keliam (Remon,
dkk. 2015). Menurut Denny setyawan (2018) dalam kutipannya menyebutkan bahwa
LBP menjadi alasan ke rumah sakit dengan urutan ke-2 dan menjadi urutan ke-5 dengan
alasan penyebab dilakukannya tindakan operasi.
Perbedaan penanganan kasus LBP dapat menggunakan pengobatan barat dan/atau
pengobatan timur. Secara pengobatan barat, Manajemen kasus LBP meliputi
pertimbangan bedah, interventsional, pharmakologikal, fisik, psikologis, pengetahuan
dan didukung modalitas majemen diri (Williamson, 2021). Penggunaan obat nyeri yang
diberikan agar mengurangi rasa nyeri yang diderita oleh penderita.
Dalam penangananya bisa menggunakan terapi farmakologi maupun non
farmakologi. Terapi farmakologi ialah terapi dalam bentuk pemberian obat-obatan,
sedangkan terapi non farmakologi dalam bentuk terapi akupuntur, bekam, tui na dan
lain-lain (Kurnillah, 2020). Selama ini orang yang mengalami low back pain hanya
melakukan pengobatan dengan cara minum obat untuk mengurangi nyeri. Masih jarang
sekali yang langsung melakukan terapi alternative dengan menggunakan terapi
akupuntur untuk mengobati keluhan tersebut. Dalam beberapa studi menjelaskan bahwa
terapi akupuntur dapat menurunkan nyeri tanpa efek samping, walaupun pemberian
terapi akupuntur mebutuhkan waktu yang lebih lama (Kurnillah, 2020). Penelitian yang
dilakukan oleh university of Maryland pada tahun 2003 menunjukkan bahwa titik
shenshu (BL23), titik Qihaishu (BL24), titik Dachangshu (BL25) dan titik
Pangguangshu (BL28) dengan menggunakan akupuntur mengalami perbaikan pada rasa
sakit pada kasus LBP. Hal ini menunjukkan bahwa rangsangan tersebut sangat efektif
untuk mengobati pada pasien yang mengalami Low Back Pain (Meng, et al., 2003).
Penelitian lain yang dilakukan Southern Medical University pada tahun 2013
menyatakan bahwa terapi akupuntur dan akupresur pada titik Yaoyangguan (DU3)
dapat mengurangi nyeri sciatica akut (Danpin Luo, et al., 2013).
Menurut Rachmi L. P. Rukmono, Fidha Rahmayani dan nurul utami (2019)
menjelaskan bahwa akupuntur digunakan sebagai terapi untuk rasa sakit, alergi,
peradangan, gangguan metabolisme dan pasca stroke. Akupuntur merupakan stimulasi
terhadap titik anatomis tertentu pada tubuh dengan berbagai macam teknik melalui
penyisipan jarum besi yang tipis menembus kulit menggunakan tangan atau dengan
stimulus listrik.
Secara tradisional, penyakit LBP dapat disebabkan adanya PPD trauma eksternal,
atau defisisensi internal resistensi tubuh dan masuknya PPL patogen angin dingin atau
dingin lembab, megakibatkan hambatan qi dan darah pada meridian merupakan
penyebab terjadi sakit daerah lumbar (Yin dan Liu. 2000). Faktor lain yang
menyebabkan terjadi LBP seperti angin dingin dan patogen lembab yang menyerang
tubuh hingga masuk ke dalam organ dan penderita merasakan nyeri pada daerah

Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021 1145


Rifka Kurniati, Khie Khiong

punggung bawah, darah stasis yang terjadi akibat Qi yang lemah dan adanya serangan
patogen sehingga peredaran darah menjadi tidak lancar dan berakhir pada darah stasis,
serta defisiensi Jing ginjal yang biasanya diakibatkan karena keadaan lemah atau sakit,
faktor usia atua aktivitas seksual berlebih sehingga mengganggu organ ginjal yang
menyebabkan nyeri pinggang (Utari. 2017).

Metode Penelitian
Strategi pencarian jurnal elektronik internasional yaitu menggunakan mesin
pencari google scholar dengan kata kunci acupuncture for low back pain. Jurnal
elektronik yang didapatkan dari mesin pencari google mencapai 93.700, hal ini terjadi
dikarenakan adanya kemiripan antara jurnal akupresur dengan jurnal akupuntur. Jurnal
kemudia dipilah sesuai dengan topic sehingga terkumpul 10 jurnal yang dianggap
mewakili dari keseluruhan jurnal tentang akupuntur dalam menurunkan nyeri. Kriteria
inklusi yang digunakan yaitu elektronik jurnal internasioanl dan nasional yang terbit
antara tahun 2012-2021, desain penelitian eksperimental, menggunakan terapi
akupunktur untuk menurunkan nyeri. Kriteria eksklusi yang digunakan yaitu terapi
akupresur dengan menggunakan penekanan.
Ada beberapa teknik akupuntur yang digunakan dalam menurunkan nyeri pada
kelompok intervensi yaitu sebagian besar akupuntur dilakukan secara manusal pada titik
tertentu.
Sampel yang digunakan dalam penelitian jurnal berkisar antara 20 responden sampai
152 responden. Sebagian besar jurnal akupuntur menggunakan metode randomized
controlled trial dan beberapa jurnal menggunakan quasi Eksperimental study. Alat
mengukur tingkat nyeri hampir semua jurnal akupuntur menggunakan visual analogue
scale (VAS).

Hasil dan Pembahasan


Pada 10 jurnal dalam review jurnal ini, terdapat berbagai macam bentuk jurnal
penelitian tentang akupuntur sebagai pengobatan Low Back Pain, masing-masing jurnal
juga menjelaskan mengenai pengaruh dan keefektivan akupuntur.
Pada penelitian yang dilakukan (Purwanto, Purwandari, & Arfianto, 2012) mengenai
pengaruh terapi akupuntur terhadap penurunan kasus Low Back Pain menunjukkan
bahwa hasil pre terapi akupuntur sebanyak 11 (55%) orang mengalami nyeri berat dan
setelah dilakukan terapi akupuntur terjadi perubahan sebanyak 12 (60%) orang
mengalami nyeri sedang dan sebanyak 7 (35%) orang mengalami nyeri ringan dari total
20 orang. Selain itu, nilai mean antara pre dan post menunjukkan penurunan, dimana
pada pre terapi akupuntur didapatkan nilai meannya 5,4 dan nilai mean post terapi
akupuntur didapatkan 3,25, yang artinya ada penurunan dari nilai tersebut. Sehingga
dapat disimpulkan ada perubahan yang signifikan antara sebelum dan setelah terapi
akupuntur.

1146 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021


Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain

Titik yang
Author Judul Metode Hasil
digunakan
(Kusumawati, Efektivitas Subjek: 15 Akupuntur Pada uji Mann-
Estuningsih, & Pemberian penelitian BL-23 Whitney terhadap
Widowati, 2016) Terapi Durasi: 8 (Sheshu), VAS sebelum dan
Akupuntur minggu Bl-40 sesudah terapi
Dengan Desain: Quasi (Weizhong) Akupuntur didapatkan
KOmbinasi Titik Experimental dan BL-23 bahwa nilai signifikan
Akupuntur BL- dengan prepost (shenshu), p = 0,085 > 0,05 maka
23 (Sheshu), Bl- Test KI 3 (Taixi) Ho diterima yang
40 (Weizhong) Instrumen: artinya tidak ada
dan BL-23 perbedaan nilai VAS
(shenshu), KI 3 sebelum dan sesudah
(Taixi) Terhadap terapi. Akupuntur
Perbaikan antara kelompok
Keluhan Nyeri peertama (kombinasi
Pada Kasus BL 23, Bl 40) dengan
Nyeri Punggung kelompok (BL23, KI
Bawah Di 3).
Posyandu Lansia
Klodran Dan
Bendo
Colomandu
(Purwanto et al., Pengaruh Terapi Subjek: 20 Hasil uji statistik
2012) Akupuntur penelitian pengaruh pemberian
Terhadap Durasi: 1-30 akupuntur terhadap
Penurunan desember 2012 tingakt nyeri pasien
Tingkat Nyeri Desain: Pre- low back pain di poli
Pasien Low Back experimental neurologi RSUD Dr.
Pain (LBP) di dengan one- Harjono Ponorogo.
Polineurologi group prepost Fdari data tingkat
RSUD Dr. test nyeri sebelum dan
Harjono Instrumen: sesudah pemberian
Ponorogo analisis terapi akupuntur
menggunakan kemudia dilakukan uji
wilcoxon rank wilcoxon sign rank test
test didapatkan nilai p
value =0,000<0,05
sehingga dapat
disimpulkan H0
ditolak dan H1
diterima yang artinya
ada pengaruh
pemberian terapi
akupuntur terhadap
penurunan tingkat
nyeri pasien LBP di
Poli Neurologi RSUD

Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021 1147


Rifka Kurniati, Khie Khiong

Dr. Harjono ponorogo.


(Yatmihatun, Pengaruh Subjek: 45 Titik lokal, Terapi akupuntur
Badri, & Kombinasi Titik responden titik YNSA menggunakan
Wardoyo, 2019) Lokal dan YNSA Durasi: januari- dan titik kombinasi titik
Terhadap September 2017 kombinasi akupuntur lokal dan
Penurunan Desain: Prepost (titik lokal titik Yamamoto News
Derajat Nyeri Test dan titik Scalp Acupuncture
Pada Pasien Instrumen: YNSA) (YNSA) paling efektif
Nyeri Pinggang Visual Analog dalam menurunkan
(Low Back Pain) Scale (VAS) nyeri pinggang
dibandingkan
menggunakan terapi
akupuntur titik lokal
atau titik YNSA
(Widowati, Efektivitas Subjek: 60 Titik ST 36 Berdasarkan hasil uji
2017) Terapi responden (zusanli), Mann-Whitney
Akupuntur Dan Durasi: mei titik LI4 didapatkan bahwa
Inframerah 2016 (Hegu), penurunan nyeri
Dalam Desain: Prepost titik PC 6 musculoskeletal pada
Menurunkan Test (Neiguan), lanjut usia yang paling
Nyeri Instrumen: dan titik Sp efektif adalah pada
Muskuloskeletal Kruskall Wallis 6 kombinasi terapi
Pada Lanjut Usia Test and Post- (Sanyijiao) akupuntur dan
Hoc Test inframerah (p<0.001;
menggunakan mean difference =
Mann-Whitney 2.53). terapi kombinasi
akupuntur dan
inframerah paling
efektif dalam
menurunkan nyeri
musculoskeletal pada
lanjut usia
(Haryanto & Efektivitas Subjek: 30 Metode Hasil test
Ningtyas, 2020) Penggunaan responden Korean signifikan>0,05
Terapi Durasi: maret- hand sehingga Ho diterima
Akupuntur mei 2019 therapy dan Ha ditolak, artinya
Metode Korean Desain: quasi tidak adapa perbedaan
Hand Therapy experimental metode dalam
Pada Lansia Instrumen: menurunkan nyeri.
dengan Nyeri Visual Analog Sehingga ketiga grup
Muskuloskeletal Scale (VAS) tersebut tidak ada
di Posyandu perbedaan dalam
Lansia Poltekkes menurunkan nyeri baik
Kemenkes kelompok terapi
Surakarta akupuntur, terapi
Korean hand terapi
dan kombinasi.
(Çevik, Anıl, & Effective Subjek: 34 Yintang, Mean nyeri punggung

1148 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021


Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain

İşeri, 2015) Chronic Low responden HT 7, LI4, skor (8.8696±1.546)


Back And Knee Durasi: 2 hari KI 3 dan and mean nyeri lutut
Pain Treatment sekari selama 10 KI6 skor (9.1304±1.4239)
With sesi. Dan 20 signifikan menurunkan
Acupuncture in menit setiap nyeri pada pasien
Geriatric Patients terapi menjadi 2.1739 ±1.466
Desain: quasi dan 1.455±0,7; p
experimental <0.001 setelah
Instrumen: dilakukan akupuntur.
Visual Analog Hasil yang didapatkan
Scale (VAS) dalam rasio untuk
penggunaan terapi
akupuntur khususnya
kronik nyeri punggung
bawah dan nyeri lutut
pada kelompok anak-
anak dapat
menurunkan nyeri.
(Lee et al., 2018) Efficacy and Subjek: 40 GC 3, BL Dari 40 partisipasi, 36
Safety of Thread responden 23, BL 24, orang menyelesaikan
Embedding Durasi: 8 BL 25, BL dan 4 d.o. antara grup
Acupuncture for minggu 26, BL 40, TEA dan akupuntur
Chronic Low Desain: blinded BL 60, GB menunjukkan adanya
Back Pain : A randomized 30, GB31 perubahan signifikan
Randomized controlled pilot dan EX-B7 pada VAS, SF-MPQ
Controlled Pilot trial dan ODI skor.
Trial Instrumen:
Visual Analog
Scale (VAS)
(Yong et al., Effect of Hand- Subjek: 152 BL 23, BL Pada bulan ke 6 skor
2019) Ear Acupuncture responden 40, dan KI RNDQ menunjukkan
on Chronic Low Durasi :15 menit 3. Tangan- 7.74 poin dari
Back Pain: a pada setiap telinga akupuntur tangan-
Randomized terapi, selama 6 akupuntur telinga. Dan
Controlled Trial bulan menunjukkan
Desain: a perubahan signifikan
randomized pada VAS dan RMDQ
controlled trial pada kelompok
Instrumen: akupuntur (p<0.0001),
Visual Analog dan tidak ada
Scale (VAS perubahan yang
signifikan pada
kelompok standar
akupuntur.
Antara kelompok
tangan-telinga
akupuntur dan
astandar akupuntur

Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021 1149


Rifka Kurniati, Khie Khiong

sangat bermanfaat dan


efektif untuk
menurunkan cLBP
dengan ditambah
perawatan biasanya.
(Kizhakkeveettil, An Exploratory Subjek: 100 Perempuan yang
Rose, Kadar, & Analysis of responden mendapatkan
Hurwitz, 2019) Gender as a Durasi :60 hari akupuntur menujukkan
Potential Desain: a rata-rata 3.8 poin
Modifier of randomized penurunan LBP dan
Treatment Effect controlled trial 2.0 point pada SMT,
Among Patients Instrumen: sedangkan laki-laki
in a Randomized RMDQ dan VAS yang menunjukkan
Controlled Trial rata-rata 3.5 point
of Integrative penurunan pada SMT
Acupuncture and dan 1.8 poin pada
spinal akupuntur (P untuk
Manipulation for interaksi =0,4). Pada
Low Back Pain perempuan yang
mendapatkan
akupuntur merasakan
50% lebih baik untuk
menurunkan nyeri dan
sedangkan laki-laki
yang menerima SMT
menunjukkan 50%
lebih baik dalam
menurunkan nyeri
(Sung et al., Efficacy and Subjek: 38 GV 3, BL Hasil dari kelompok
2020) Safety of Thread responden 23, BL 24, terapi menunjukkan
Embedding Durasi: 8 BL 25, BL penurunan signifikan
Acupuncture minggu (16 kali 26, BL 40, pada skor VAS saat
Combined With sesi) BL 60, dan dibandingkan dengan
Acupuncture for Desain: a EX-B5 kelompok kontrol (-
Chronic Low randomized 33.7±25.1 vs -
Back Pain controlled trial 15.6±17.0, P = 0.13).
Instrumen: Adapun pengukuran
VAS, RMDQ, hasil sekunder,
Quality of life, kelompok yang diberi
global perlakuan
assessment, menunjukkan
economic perbedaan yang
analysis, signifikan dalam
credibility test penurun sebesar 50%
dan safety pada VAS dan kesan
assesment perubahan global
pasien. Dan tidak ada
efek samping serius

1150 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021


Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain

yang terkait dengan


TEA dan AT
(Delavar et al., Effect of Subjek: 80 Rerata perubahan
2021) Acupuncture on responden nyeri pada kelompok
the Pain of Durasi :2 akupuntur pada awal
Patients with minggu penelitian dan dua jam
Acute Low Back Desain: a serta satu hari setelah
Pain : A randomized akupuntur secara
Randomized controlled trial signifikan
Double-Blind Instrumen: menunjukkan
Clinical Study numeric rating (P=0,001).
scale

Terapi non farmakologis untuk nyeri punggung bawah semakin menarik dan
termasuk dalam rekomendasi pengobatan saat ini. Akupuntur, salah satu yang paling
umum digunakan saat ini, dapat dianggap sebagai bentuk stimulasi sensorik, dan
penggunaanya untuk menghilangkan rasa sakit didukung oleh bukti mekanisme biologis
untuk pengaruhhnya
Hormone endorphin merupakan senyawa yang dikeluarkan dibagian bawah
belakang otak, yang berfungsi dapat membuat orang merasa nyaman, dan senang
sehingga nyeri yang diderita dapat berkurang (Nadeseul dan Retno Kusuma. 2015).
Dalam penjelasan mekanisme yang terjadi saat distimulasi, yakni :
1. Menstimulasi saraf afferent tipe I dan tipe II atau serat delta di otot yang akan
mengirim impuls menuju traktus anterolateral di medulla spinalis. Sesampainya
di medulla spinalis, nyeri dihambat pada presinaptik oleh pelepasan enkephalin
dan dynorphin, mencegah pesan nyeri menaiki traktus spinthalamin.
2. Menstimulasi otak tengah dengan mengaktivasi sel-sel di periaqueductal gray
matter dan inti raphe. Kemudian akan dikirim sinyal menurun melewati traktus
dorsalateral, yang menyebabkan pelepasan monoamine norepineprin dan
serotonin di medulla spinalis. Neurotransmitter ini akan menghambat nyeri pada
presinaptik dan postsinaptik dengan menurunkan transmisi sinyal melewati
traktus spinothalamik.
3. Stimulasi pada kompleks puitarihypothalamik menyebabkan pelepasan sistemik
dari beta-endorfin ke dalam aliran darah dari kelenjar puitari. Pelepasan beta-
endorfin di sertai dengan pelepasan hormone adrenokortikotropik.
(Kurniyawan, Enggal Hadi. 2016).

Prinsip pengobatan TCM dengan akupunktur yakni untuk memperkuat dan


memperlancar peredaran darah (Kurnillah, 2020) titik yang sering digunakan dalam
beberapa penelitian diatas salah satunya titik.

Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021 1151


Rifka Kurniati, Khie Khiong

Dalam Perspektif TCM


Terjadinya Rasa nyeri dapat timbul disebabkan oleh sindroma She atau sindroma
Xi. Pada sindroma She, nyeri yang terjadi disebabkan patogen luar, Qi-energi yang
tidak lancar, darah stasis (yang tidak lancar), adanya Than-dahak, makanan tidak
tercerna, atau mikroba. Beberapa peyebab tersebut dapat menyebabkan terjadinya
peredaran Qi dan Xue-darah yang tidak lancar dan timbul perasaan nyeri. Pada
sindroma Xi atau kekurangan, nyeri biasanya disebabkan tubuh kekurangan Qi, Xue-
darah, atau Jing sehingga pada organ Zhang Fu dan meridian menjadi kekurangan
nutrisi dan terjadi perasaan nyeri (Jie & Herfan, 1997).
Daerah punggung bawah seringkali yang dikaitkan dengan ginjal ataupun dengan
meridian ginjal. Dalam sindroma She (berlebihan) nyeri pinggang sering disebabkan
serangan pathogen angin, dingin, lembab, panas dan darah stasis (tidak lancar).
Sedangkan dalam sindroma Xi nyeri pinggang biasanya terjadi disebabkan kekurangan
Jing, Qi, Yin atau Yang di dalam Shen-ginjal (Jie & Herfan, 1997). Nyeri pada daerah
lumbago biasanya disebabkan obstruksi meridian pada daerah tersebut (Ridho, 2012).
Menurut TCM, penyebab terjadi suatu penyakit dikarenakan adanya
ketidakseimbangan antara Yin dan Yang. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh Sie Qi
(faktor patogen) dan Zheng Qi (daya tahan tubuh). Zheng Qi yakni aktivitas fungsional
dari berbagai macam organ Zhang Fu, jaringan dan daya tahan tubuh manusia.
Sedangkan Sie Qi yakni berbagai jenis penyebab penyakit atau patogen. Walaupun
adanya berbagai jenis penyebab penyakit, yang menjadi penentu terjadinya suatu
penyakit yakni dari keadaan Zheng Qi. (Jie, 1997) dan (Abdurrahman, dkk. 2015).
Jika seseorang dengan kondisi organ Zhang Fu yang berfungsi baik, Qi dan darah
yang tercukupi dan daya tahan tubuh yang baik, maka patogen tidak akan masuk ke
dalam tubuh. Sebaliknya, jika seseorang dengan kondisi organ Zhang Fu dalam keadaan
lemah, Qi dan darah yang tidak tercukupi dan daya tahan tubuh lemah, maka patogen
akan mudah masuk ke dalam tubuh tersebut (Jie, 1997).
Dalam TCM, penyebab penyakit dapat dikategorikan menjadi dua, yakni
penyebab penyakit dari luar (PPL) dan penyebab penyakit dari dalam (PPD). Penyebab
penyakit dari luar adalah patogen angin, dingin, panas, lembab, kering, dan api.
Berbagai jenis luka atau trauma seperti yang disebabkan oleh gigitan binatang, jatuh,
dan mendapat benturan juga dapat digolongkan dalam penyabab penyakit dari luar.
Sedangkan penyebab penyakit dari dalam adalah emosi yang berlebihan serta makanan
dan minuman (Jie,1997).
Berdasarkan jurnal diatas, titik yang sering digunkaan untuk terapi akupuntur pada
nyeri punggung bawah adala sebagai berikut:

1152 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021


Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain

Penggunaan Titik Akupuntur

No. Nama Letak Indikasi


terletak pada daerah lumbar, Mengurangi rasa sakit pada
Titik pada tingkat yang sama dengan daerah lokal
Dachangsh batas inferior dari spinous
1. process pada lumbar vertebra
u (BL25)
keempat (L4), 1.5 cun lateral ke
garis tengah posterior
terletak pada daerah lumbar, di Mengurangi rasa sakit pada
Titik inferior bawah menuju spinous daerah lokal
2. Yaoyanggu process pada lumbar vertebra
an (DU3) keempat, di garis tengah
posterior.
Terletak Pada daerah lumbar, Melancarkan aliran darah dan
Titik pada garis inferior yang sama mengurasi rasa sakit pada
3. Shenshu dengan spinous process lumbar daerah lokal.
(BL23) vertebrata kedua, 1.5 cun lateral
ke garis posterior.
Titik 1,5 Cun lateral ke batas bawah Borborygmus, distensi
4. qihaishu proses spinose dari vertebrata abdomen, disminore, nyeri
(BL 24) kayu ke 3 (L3) punggung bawah
Titik 1,5 cun lateral ke batas bawah Distensi perut, sakit punggung
5. Guanyuans proses spinose dari vertebrata ke bawaj, dan sering berkemih
hu (BL26 ) 5 (L5) atau retensi urine.
Titik Titik tengah dari lipatan Poin utama untuk rasa sakit
Weizhong transversal dari fossa popliteal punggung dan lumbar, kejang
6. (BL40) yang disebabkan oleh demam
tinggi, muntah akut dan diare
(memantuk darh)
Titik Hegu Di dorsum tangan, ditengah Penyakit wajah,
(LI 4) tengah antara tuang metacarpal mnenghilangkan rasa sakit
ke-1 dank ke-2 metakarpal, kira- dari seluruh tubuh,
7. kira di tengah-tengah tulang menurnkan tekanan darah,
metacarpal ke-2 disisi radial dan untuk sakit atau mati rasa,
terumata untuk gangguan
pergerakan tangan
Titik Taixi Dalam depresi antara Tekanan darah tinggi,
(KI3) keunggulan media mallelous dan tinnitus, insomnia, sakit
tendon tumit kepala dan sakit gigi serta
8.
sakit tenggorokan disebabkan
oleh kekurangan yin yang
berlebihan.

Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021 1153


Rifka Kurniati, Khie Khiong

Kesimpulan
Akupuntur merupakan terapi komplementer alternatif dasar ilmu akupuntur
karena terapi komplementer alternative sangat berguna dan bermanfaat dalam mengatasi
berbagai maca masalah gejala-gejala yang muncul dari penyakit sehingga dapat
digunakan sebagai terapi alternative atau terapi tambahan bersama dengan terapi
alternatif atau terapi tambahan bersama dengan terapi farmakologi. Akupuntur juga
efektif dalam menghilangkan nyeri yangn menyertai penyakit nyeri punggung bawah
dengan cara menyeimbangkan aliran energy Qi tubuh. Titk terapi akupuntur pada titik
Shenshu (BL23), titik Weizhong (BL 40), Titik qihaishu (BL 24), Titik Guanyuanshu
(BL26 ), Titik Dachangshu (BL25), Titik Hegu (LI 4), dan Titik Taixi (KI3) dapat
menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan nyeri punggung bawah.
Penulis memberikan saran pada para terapis atau tenaga medis dengan kompetensi
ilmu akupuntur diharapkan lebih banyak memperdalam tentang akupuntur agar
masyarakat dapat diperkenalkan pengobatan terapi komplementer ini sebagai
pendamping pengobatan konvensional sehingga hasil pengobatan yang maksimal dapat
tercapai.

1154 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021


Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain

BIBLIOGRAFI

Çevik, Cemal, Anıl, Afitap, & İşeri, Sevgin Özlem. (2015). Effective Chronic Low
Back Pain And Knee Pain Treatment With Acupuncture In Geriatric Patients.
Journal Of Back And Musculoskeletal Rehabilitation, 28(3), 517–520.

Chou, Robert. (2011). Low Back Pain (Chronic). American Family Physician, 84(4),
437–438.

Delavar, Peyman, Foroughian, Mahdi, Khorsand Vakilzadeh, Ali, Jarahi, Lida, Kalani,
Navid, & Bolvardi, Ehsan. (2021). Effect Of Acupuncture On The Pain Of Patients
With Acute Low Back Pain: A Randomized Double-Blind Clinical Trial Study.
Koomesh, 23(3), 338–346.

Haryanto, Joko Tri, & Ningtyas, Listina Ade Widya. (2020). Efektivitas Penggunaan
Terapi Akupunktur Metode Korean Hand Therapy Pada Lansia Dengan Nyeri
Muskuloskeletal Di Posyandu Lansia Poltekkes Kemenkes Surakarta. Interest:
Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 96–103.

Jie, Sim Kie, & Herfan, Djony. (1997). Dasar Teori Ilmu Akupunktur: Identifikasi Dan
Klasifikasi Penyakit. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).

Kizhakkeveettil, Anupama, Rose, Kevin A., Kadar, Gena E., & Hurwitz, Eric L. (2019).
An Exploratory Analysis Of Gender As A Potential Modifier Of Treatment Effect
Among Patients In A Randomized Controlled Trial Of Integrative Acupuncture
And Spinal Manipulation For Low Back Pain. Journal Of Manipulative And
Physiological Therapeutics, 42(3), 177–186.

Kurnillah, Alvin Rizqa. (2020). Akupunktur Sebagai Pengobatan Alternatif Nyeri Lutut
Pada Pasien Dengan Osteoarthritis. UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Kusumawati, Heni Nur, Estuningsih, Estuningsih, & Widowati, Risna. (2016).


Efektivitas Pemberian Terapi Akupunktur Dengan Kombinasi Titik Akupunktur
BL-23 (Shenshu), BL-40 (Weizhong) Dan BL-23 (Shenshu), KI 3 (Taixi)
Terhadap Perbaikan Keluhan Nyeri Pada Kasus Nyeri Punggung Bawah Di
Posyandu Lansia Klodran Dan Bendo Colomadu. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan,
5(2), 144–148.

Lee, Hyun Jong, Choi, Byung Il, Jun, Seungah, Park, Mu Seob, Oh, Se Jung, Lee, Jung
Hee, Gong, Han Mi, Kim, Jae Soo, Lee, Young Joon, & Jung, So Young. (2018).
Efficacy And Safety Of Thread Embedding Acupuncture For Chronic Low Back
Pain: A Randomized Controlled Pilot Trial. Trials, 19(1), 1–10.

Purwanto, Purwanto, Purwandari, Henny, & Arfianto, Moh Ari. (2012). Pengaruh
Terapi Akupunktur Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pasien Low Back Pain
(LBP) Di Polineurologi RSUD Dr. Harjono Ponorogo. STRADA Jurnal Ilmiah
Kesehatan, 1(2), 7–13.

Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021 1155


Rifka Kurniati, Khie Khiong

Ridho, Ahmad Ali. (2012). Bekam Sinergi: Rahasia Sinergi Pengobatan Nabi, Medis
Modern & Traditional Chinese Medicine. Aqwamedika.

Satriadi, Albertus Are. (2018). Pengaruh Peregangan Terhadap Keluhan Nyeri


Punggung Bawah Pada Pekerja Bagian Produksi Di PT. SDJ Pontianak. Jurnal
Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 4(2).

Sung, Won Suk, Hong, Yejin, Jeon, Sae Rom, Yoon, Jimin, Chung, Eun Kyoung, Jo,
Hyeong Geun, Kim, Tae Hun, Shin, Seungwon, Lee, Hyun Jong, & Kim, Eun
Jung. (2020). Efficacy And Safety Of Thread Embedding Acupuncture Combined
With Acupuncture For Chronic Low Back Pain: A Randomized, Controlled,
Assessor-Blinded, Multicenter Clinical Trial. Medicine, 99(49).

Widowati, RISNA. (2017). Efektifitas Terapi Akupunktur Dan Inframerah Dalam


Menurunkan Nyeri Muskuloskeletal Pada Lanjut Usia. R. Widowati," Efektifitas
Terapi Akupuntur Dan Inframerah Dalam Menindonesian Journal Of Medicine,
2(1), 41–51.

Williamson, Owen D. (2021). The Global Burden Of Low Back Pain. International
Association For The Study Of Pain.

Yatmihatun, Sri, Badri, Sholichan, & Wardoyo, Suwaji Handaru. (2019). Pengaruh
Kombinasi Titik Lokal Dan YNSA Terhadap Penurunan Derajat Nyeri Pada Pasien
Nyeri Pinggang (Low Back Pain). Jurnal Keterapian Fisik, 4(2), 100–104.

Yong, Luo, Min, Yang, Tao, Liu, Xiaolong, Zhong, Wen, Tang, Mingyang, Guo, &
Yonghe, Hu. (2019). Effect Of Hand-Ear Acupuncture On Chronic Low-Back
Pain: A Randomized Controlled Trial. Journal Of Traditional Chinese Medicine,
39(4), 587–594.

Copyright holder:
Eko Prasetyo, Ivan Anindito Arista, Rudi Hermawan, Erlanda Pane (2021)

First publication right:


Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

This article is licensed under:

1156 Syntax Literate, Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021

Anda mungkin juga menyukai