Akupuntur Sebagai Terapi Pada Low Back Pain Rifka Kurniati, Khie Khiong
Akupuntur Sebagai Terapi Pada Low Back Pain Rifka Kurniati, Khie Khiong
e-ISSN : 2548-1398
Vol. 6, Special Issue No. 2, Desember 2021
Abstrak
Nyeri punggung bawah adalah nyeri, ketegangan otot atau kekakuan yang
terlokalisasi dibawah batas kosta dan diatas lipatan gluteal inferior, dengan atau
tanpa sciatica, dan didefinisikan sebagai kronik saat terjadi nyeri pada 12
minggu atau lebih. Secara tradisional, penyakit LBP dapat disebabkan adanya
PPD trauma eksternal, atau defisisensi internal resistensi tubuh dan masuknya
PPL patogen angin dingin atau dingin lembab, mengakibatkan hambatan qi dan
darah pada meridian merupakan penyebab terjadi sakit daerah lumbar.
Tujuannya untuk menganalisis efektifdan pengaruh terapi akupunktur dengan
titik-titik yang berbeda sebagai pengobatan untuk kasus nyeri punggujng bawah.
Metode review jurnal didapatkan 10 jurnal dengan tahun terbit 2012-2021.
Metode pencarian jurnal dilakukan secara elektronik dengan menggunakan
mesin pencari google scholar dengan kata kunci “acupuncture for low back
pain”. Sedangkan untuk jurnal nasional menggunakan pencarian dengan kata
kunci “akupuntur untuk nyeri punggung bawah”. Analisis review jurnal
didapatkan 6 dari 10 jurnal menggunakan instrument VAS (visual analog scale).
Adapun subjek digunakan ialah laki-laki dan perempuan dengan rentang umur
45-65 tahun. Hasilnya adalah akupuntur efektif dalam menghilangkan nyeri
yang menyertai penyakit LBP dengan cara menyeimbangkan energy Qi tubuh.
Titik terapi akupuntur pada titik Dachangshu, Shenshu, weizhong, taixi, hegu,
dan sanyijiao dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan Low Back
Pain dan memiliki nilai yang signifikan.
Kata Kunci: akupuntur; low back pain; dachangshu; shenshu; weizhong; taixi; hegu;
dan sanyijiao
Abstract
Low back pain is pain, muscle tension, or stiffness that is localized below the
costal margin and above the inferior gluteal fold, with or without sciatica, and is
defined as chronic when pain persists for 12 weeks or more. Traditionally, LBP
disease can be caused by external trauma PPD, or internal deficiency of the
body's resistance and the entry of pathogenic PPL wind-cold or damp cold,
resulting in the inhibition of qi and blood in the meridians which is the cause of
lumbar pain. The aim was to analyze the effectiveness and effect of acupuncture
therapy with different points as a treatment for cases of low back pain. The
journal review method obtained 10 journals with the year 2012-2021 published.
How to cite: Kurniati. R., Khiong. K. (2021) Akupuntur sebagai Terapi pada Low Back Pain. Syntax Literate: Jurnal
Ilmiah Indonesia, 6(2)
E-ISSN: 2548-1398
Published by: Ridwan Institute
Rifka Kurniati, Khie Khiong
The journal search method was carried out electronically using the search
engine Google Scholar with the keywords "acupuncture for low back pain".
Meanwhile, for national journals using a search with the keywords
"acupuncture for low back pain". Analysis of journal reviews obtained 6 out of
10 journals using the VAS (instrument visual analog scale). The subjects used
were men and women with an age range of 45-65 years. The result is that
acupuncture is effective in relieving the pain that accompanies LBP by
balancing the body's Qi energy. Acupuncture therapy points at Dachangshu,
Shenshu, weizhong, taixi, hegu, and sanyijiao points can reduce pain levels in
patients with Low Back Pain and have a significant value.
Keywords: acupuncture; low back pain; dachangshu; shenshu; weizhong; taixi; hegu;
dan sanyijiao
Pendahuluan
Dewasa ini, nyeri punggung bawah seringkali menjadi permasalahan yang sering
dikeluhkan pada masyarakat. Dikarenakan posisi yang salah yang menjadi persoalan
utama akibat nyeri punggung bawah. Aktivitas yang sering dilakukan setiap hari secara
terus-menerus dan kurangnya kesadaran terhadap posisi yang salah. Nyeri punggung
bawah / Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang paling sering
dijumpai dalam keseharian masyarakat. LBP didefinisikan sebagai suatu kondisi tidak
spesifik yang mengacu pada keluhan nyeri akut atau kronik dan ketidaknyamanan pada
atau di dekat daerah lumbosacral, yang dapat disebabkan oleh inflamasi, degenerative,
keganasan, kelaianan ginekologi, trauma dan gangguan metabolik (Chou, 2011).
Nyeri punggung adalah nyri yang di bagian lumbar, lumbosacral, atau di daerah
leher. Nyeri ini sangat beragam ketajaman dan intensitasnya. Nyeri punggung
diakibatkan oleh rengangan otot atau tekanan pada akar saraf (1). Definisi LBP dalam
keseharian yang berkaitan dengan kegiatan membungkuk ataupun aktivitas yang
mencederai lumbasacral sehingga terjadinya inflamasi yang bermanifestasi nyeri pada
punggung bagian bawah. Definis lain, nyeri punggung bawah adalah nyeri, ketegangan
otot atau kekakuan yang terlokalisasi dibawah batas kosta dan diatas lipatan gluteal
inferior, dengan atau tanpa sciatica, dan didefinisikan sebagai kronik saat terjadi nyeri
pada 12 minggu atau lebih (Chou, 2011).
Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2013 dalam (Satriadi, 2018), prevalensi
penyakit muskuloskeletal di Indonesia, berdasarkan pernah di diagnosis oleh tenaga
kesehatan yaitu 11,9% dan berdasarkan diagnosis atau gejala yaitu 24,7%. Jumlah
penderita nyeri punggung bawah di Indonesia tidak diketahui secara pasti, namun
diperkirakan antara 7,6% sampai 37%. Berdasarkan IASP (International Assciation for
The Study of Pain) (2021), yaitu prevalensi LBP pada tahun 2017 diperkirakan lebih
dari 7,5% di populasi dunia, atau sekitar 577 juta orang.
Berdasarkan studi IASP (2021) menyatakan bahwa terjadi kenaikan pada
penderita LBP sejak tahun 1990. Disabilitas terkait dengan LBP naik pada semua umur
diantara tahun 1990 dan 2019 dan pada kelompok umur 50-54 di tahun 2019. Sekitar
70% dialami pada usia produktif (20-65 tahun).
Menurut teori pengobatan barat mengenai nyeri punggung bawah adalah penyakit
degenerative yang bersifat kronis. Kebanyakan nyeri ini mulai dialami pada mereka
yang berusia dekade kedua dan kejadian tertinggi ditemui pada dekade keliam (Remon,
dkk. 2015). Menurut Denny setyawan (2018) dalam kutipannya menyebutkan bahwa
LBP menjadi alasan ke rumah sakit dengan urutan ke-2 dan menjadi urutan ke-5 dengan
alasan penyebab dilakukannya tindakan operasi.
Perbedaan penanganan kasus LBP dapat menggunakan pengobatan barat dan/atau
pengobatan timur. Secara pengobatan barat, Manajemen kasus LBP meliputi
pertimbangan bedah, interventsional, pharmakologikal, fisik, psikologis, pengetahuan
dan didukung modalitas majemen diri (Williamson, 2021). Penggunaan obat nyeri yang
diberikan agar mengurangi rasa nyeri yang diderita oleh penderita.
Dalam penangananya bisa menggunakan terapi farmakologi maupun non
farmakologi. Terapi farmakologi ialah terapi dalam bentuk pemberian obat-obatan,
sedangkan terapi non farmakologi dalam bentuk terapi akupuntur, bekam, tui na dan
lain-lain (Kurnillah, 2020). Selama ini orang yang mengalami low back pain hanya
melakukan pengobatan dengan cara minum obat untuk mengurangi nyeri. Masih jarang
sekali yang langsung melakukan terapi alternative dengan menggunakan terapi
akupuntur untuk mengobati keluhan tersebut. Dalam beberapa studi menjelaskan bahwa
terapi akupuntur dapat menurunkan nyeri tanpa efek samping, walaupun pemberian
terapi akupuntur mebutuhkan waktu yang lebih lama (Kurnillah, 2020). Penelitian yang
dilakukan oleh university of Maryland pada tahun 2003 menunjukkan bahwa titik
shenshu (BL23), titik Qihaishu (BL24), titik Dachangshu (BL25) dan titik
Pangguangshu (BL28) dengan menggunakan akupuntur mengalami perbaikan pada rasa
sakit pada kasus LBP. Hal ini menunjukkan bahwa rangsangan tersebut sangat efektif
untuk mengobati pada pasien yang mengalami Low Back Pain (Meng, et al., 2003).
Penelitian lain yang dilakukan Southern Medical University pada tahun 2013
menyatakan bahwa terapi akupuntur dan akupresur pada titik Yaoyangguan (DU3)
dapat mengurangi nyeri sciatica akut (Danpin Luo, et al., 2013).
Menurut Rachmi L. P. Rukmono, Fidha Rahmayani dan nurul utami (2019)
menjelaskan bahwa akupuntur digunakan sebagai terapi untuk rasa sakit, alergi,
peradangan, gangguan metabolisme dan pasca stroke. Akupuntur merupakan stimulasi
terhadap titik anatomis tertentu pada tubuh dengan berbagai macam teknik melalui
penyisipan jarum besi yang tipis menembus kulit menggunakan tangan atau dengan
stimulus listrik.
Secara tradisional, penyakit LBP dapat disebabkan adanya PPD trauma eksternal,
atau defisisensi internal resistensi tubuh dan masuknya PPL patogen angin dingin atau
dingin lembab, megakibatkan hambatan qi dan darah pada meridian merupakan
penyebab terjadi sakit daerah lumbar (Yin dan Liu. 2000). Faktor lain yang
menyebabkan terjadi LBP seperti angin dingin dan patogen lembab yang menyerang
tubuh hingga masuk ke dalam organ dan penderita merasakan nyeri pada daerah
punggung bawah, darah stasis yang terjadi akibat Qi yang lemah dan adanya serangan
patogen sehingga peredaran darah menjadi tidak lancar dan berakhir pada darah stasis,
serta defisiensi Jing ginjal yang biasanya diakibatkan karena keadaan lemah atau sakit,
faktor usia atua aktivitas seksual berlebih sehingga mengganggu organ ginjal yang
menyebabkan nyeri pinggang (Utari. 2017).
Metode Penelitian
Strategi pencarian jurnal elektronik internasional yaitu menggunakan mesin
pencari google scholar dengan kata kunci acupuncture for low back pain. Jurnal
elektronik yang didapatkan dari mesin pencari google mencapai 93.700, hal ini terjadi
dikarenakan adanya kemiripan antara jurnal akupresur dengan jurnal akupuntur. Jurnal
kemudia dipilah sesuai dengan topic sehingga terkumpul 10 jurnal yang dianggap
mewakili dari keseluruhan jurnal tentang akupuntur dalam menurunkan nyeri. Kriteria
inklusi yang digunakan yaitu elektronik jurnal internasioanl dan nasional yang terbit
antara tahun 2012-2021, desain penelitian eksperimental, menggunakan terapi
akupunktur untuk menurunkan nyeri. Kriteria eksklusi yang digunakan yaitu terapi
akupresur dengan menggunakan penekanan.
Ada beberapa teknik akupuntur yang digunakan dalam menurunkan nyeri pada
kelompok intervensi yaitu sebagian besar akupuntur dilakukan secara manusal pada titik
tertentu.
Sampel yang digunakan dalam penelitian jurnal berkisar antara 20 responden sampai
152 responden. Sebagian besar jurnal akupuntur menggunakan metode randomized
controlled trial dan beberapa jurnal menggunakan quasi Eksperimental study. Alat
mengukur tingkat nyeri hampir semua jurnal akupuntur menggunakan visual analogue
scale (VAS).
Titik yang
Author Judul Metode Hasil
digunakan
(Kusumawati, Efektivitas Subjek: 15 Akupuntur Pada uji Mann-
Estuningsih, & Pemberian penelitian BL-23 Whitney terhadap
Widowati, 2016) Terapi Durasi: 8 (Sheshu), VAS sebelum dan
Akupuntur minggu Bl-40 sesudah terapi
Dengan Desain: Quasi (Weizhong) Akupuntur didapatkan
KOmbinasi Titik Experimental dan BL-23 bahwa nilai signifikan
Akupuntur BL- dengan prepost (shenshu), p = 0,085 > 0,05 maka
23 (Sheshu), Bl- Test KI 3 (Taixi) Ho diterima yang
40 (Weizhong) Instrumen: artinya tidak ada
dan BL-23 perbedaan nilai VAS
(shenshu), KI 3 sebelum dan sesudah
(Taixi) Terhadap terapi. Akupuntur
Perbaikan antara kelompok
Keluhan Nyeri peertama (kombinasi
Pada Kasus BL 23, Bl 40) dengan
Nyeri Punggung kelompok (BL23, KI
Bawah Di 3).
Posyandu Lansia
Klodran Dan
Bendo
Colomandu
(Purwanto et al., Pengaruh Terapi Subjek: 20 Hasil uji statistik
2012) Akupuntur penelitian pengaruh pemberian
Terhadap Durasi: 1-30 akupuntur terhadap
Penurunan desember 2012 tingakt nyeri pasien
Tingkat Nyeri Desain: Pre- low back pain di poli
Pasien Low Back experimental neurologi RSUD Dr.
Pain (LBP) di dengan one- Harjono Ponorogo.
Polineurologi group prepost Fdari data tingkat
RSUD Dr. test nyeri sebelum dan
Harjono Instrumen: sesudah pemberian
Ponorogo analisis terapi akupuntur
menggunakan kemudia dilakukan uji
wilcoxon rank wilcoxon sign rank test
test didapatkan nilai p
value =0,000<0,05
sehingga dapat
disimpulkan H0
ditolak dan H1
diterima yang artinya
ada pengaruh
pemberian terapi
akupuntur terhadap
penurunan tingkat
nyeri pasien LBP di
Poli Neurologi RSUD
Terapi non farmakologis untuk nyeri punggung bawah semakin menarik dan
termasuk dalam rekomendasi pengobatan saat ini. Akupuntur, salah satu yang paling
umum digunakan saat ini, dapat dianggap sebagai bentuk stimulasi sensorik, dan
penggunaanya untuk menghilangkan rasa sakit didukung oleh bukti mekanisme biologis
untuk pengaruhhnya
Hormone endorphin merupakan senyawa yang dikeluarkan dibagian bawah
belakang otak, yang berfungsi dapat membuat orang merasa nyaman, dan senang
sehingga nyeri yang diderita dapat berkurang (Nadeseul dan Retno Kusuma. 2015).
Dalam penjelasan mekanisme yang terjadi saat distimulasi, yakni :
1. Menstimulasi saraf afferent tipe I dan tipe II atau serat delta di otot yang akan
mengirim impuls menuju traktus anterolateral di medulla spinalis. Sesampainya
di medulla spinalis, nyeri dihambat pada presinaptik oleh pelepasan enkephalin
dan dynorphin, mencegah pesan nyeri menaiki traktus spinthalamin.
2. Menstimulasi otak tengah dengan mengaktivasi sel-sel di periaqueductal gray
matter dan inti raphe. Kemudian akan dikirim sinyal menurun melewati traktus
dorsalateral, yang menyebabkan pelepasan monoamine norepineprin dan
serotonin di medulla spinalis. Neurotransmitter ini akan menghambat nyeri pada
presinaptik dan postsinaptik dengan menurunkan transmisi sinyal melewati
traktus spinothalamik.
3. Stimulasi pada kompleks puitarihypothalamik menyebabkan pelepasan sistemik
dari beta-endorfin ke dalam aliran darah dari kelenjar puitari. Pelepasan beta-
endorfin di sertai dengan pelepasan hormone adrenokortikotropik.
(Kurniyawan, Enggal Hadi. 2016).
Kesimpulan
Akupuntur merupakan terapi komplementer alternatif dasar ilmu akupuntur
karena terapi komplementer alternative sangat berguna dan bermanfaat dalam mengatasi
berbagai maca masalah gejala-gejala yang muncul dari penyakit sehingga dapat
digunakan sebagai terapi alternative atau terapi tambahan bersama dengan terapi
alternatif atau terapi tambahan bersama dengan terapi farmakologi. Akupuntur juga
efektif dalam menghilangkan nyeri yangn menyertai penyakit nyeri punggung bawah
dengan cara menyeimbangkan aliran energy Qi tubuh. Titk terapi akupuntur pada titik
Shenshu (BL23), titik Weizhong (BL 40), Titik qihaishu (BL 24), Titik Guanyuanshu
(BL26 ), Titik Dachangshu (BL25), Titik Hegu (LI 4), dan Titik Taixi (KI3) dapat
menurunkan tingkat nyeri pada pasien dengan nyeri punggung bawah.
Penulis memberikan saran pada para terapis atau tenaga medis dengan kompetensi
ilmu akupuntur diharapkan lebih banyak memperdalam tentang akupuntur agar
masyarakat dapat diperkenalkan pengobatan terapi komplementer ini sebagai
pendamping pengobatan konvensional sehingga hasil pengobatan yang maksimal dapat
tercapai.
BIBLIOGRAFI
Çevik, Cemal, Anıl, Afitap, & İşeri, Sevgin Özlem. (2015). Effective Chronic Low
Back Pain And Knee Pain Treatment With Acupuncture In Geriatric Patients.
Journal Of Back And Musculoskeletal Rehabilitation, 28(3), 517–520.
Chou, Robert. (2011). Low Back Pain (Chronic). American Family Physician, 84(4),
437–438.
Delavar, Peyman, Foroughian, Mahdi, Khorsand Vakilzadeh, Ali, Jarahi, Lida, Kalani,
Navid, & Bolvardi, Ehsan. (2021). Effect Of Acupuncture On The Pain Of Patients
With Acute Low Back Pain: A Randomized Double-Blind Clinical Trial Study.
Koomesh, 23(3), 338–346.
Haryanto, Joko Tri, & Ningtyas, Listina Ade Widya. (2020). Efektivitas Penggunaan
Terapi Akupunktur Metode Korean Hand Therapy Pada Lansia Dengan Nyeri
Muskuloskeletal Di Posyandu Lansia Poltekkes Kemenkes Surakarta. Interest:
Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 96–103.
Jie, Sim Kie, & Herfan, Djony. (1997). Dasar Teori Ilmu Akupunktur: Identifikasi Dan
Klasifikasi Penyakit. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo).
Kizhakkeveettil, Anupama, Rose, Kevin A., Kadar, Gena E., & Hurwitz, Eric L. (2019).
An Exploratory Analysis Of Gender As A Potential Modifier Of Treatment Effect
Among Patients In A Randomized Controlled Trial Of Integrative Acupuncture
And Spinal Manipulation For Low Back Pain. Journal Of Manipulative And
Physiological Therapeutics, 42(3), 177–186.
Kurnillah, Alvin Rizqa. (2020). Akupunktur Sebagai Pengobatan Alternatif Nyeri Lutut
Pada Pasien Dengan Osteoarthritis. UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Lee, Hyun Jong, Choi, Byung Il, Jun, Seungah, Park, Mu Seob, Oh, Se Jung, Lee, Jung
Hee, Gong, Han Mi, Kim, Jae Soo, Lee, Young Joon, & Jung, So Young. (2018).
Efficacy And Safety Of Thread Embedding Acupuncture For Chronic Low Back
Pain: A Randomized Controlled Pilot Trial. Trials, 19(1), 1–10.
Purwanto, Purwanto, Purwandari, Henny, & Arfianto, Moh Ari. (2012). Pengaruh
Terapi Akupunktur Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pasien Low Back Pain
(LBP) Di Polineurologi RSUD Dr. Harjono Ponorogo. STRADA Jurnal Ilmiah
Kesehatan, 1(2), 7–13.
Ridho, Ahmad Ali. (2012). Bekam Sinergi: Rahasia Sinergi Pengobatan Nabi, Medis
Modern & Traditional Chinese Medicine. Aqwamedika.
Sung, Won Suk, Hong, Yejin, Jeon, Sae Rom, Yoon, Jimin, Chung, Eun Kyoung, Jo,
Hyeong Geun, Kim, Tae Hun, Shin, Seungwon, Lee, Hyun Jong, & Kim, Eun
Jung. (2020). Efficacy And Safety Of Thread Embedding Acupuncture Combined
With Acupuncture For Chronic Low Back Pain: A Randomized, Controlled,
Assessor-Blinded, Multicenter Clinical Trial. Medicine, 99(49).
Williamson, Owen D. (2021). The Global Burden Of Low Back Pain. International
Association For The Study Of Pain.
Yatmihatun, Sri, Badri, Sholichan, & Wardoyo, Suwaji Handaru. (2019). Pengaruh
Kombinasi Titik Lokal Dan YNSA Terhadap Penurunan Derajat Nyeri Pada Pasien
Nyeri Pinggang (Low Back Pain). Jurnal Keterapian Fisik, 4(2), 100–104.
Yong, Luo, Min, Yang, Tao, Liu, Xiaolong, Zhong, Wen, Tang, Mingyang, Guo, &
Yonghe, Hu. (2019). Effect Of Hand-Ear Acupuncture On Chronic Low-Back
Pain: A Randomized Controlled Trial. Journal Of Traditional Chinese Medicine,
39(4), 587–594.
Copyright holder:
Eko Prasetyo, Ivan Anindito Arista, Rudi Hermawan, Erlanda Pane (2021)