PROPOSAL MBKM SPR TERNAK BABI
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN BAHAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN
BAHAN PAKAN LOKAL TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN TERNAK
BABI FASE GROWER
DI DESA BELA,KECAMATAN BAJAWA,KABUPATEN NGADA
OLEH:
YOVITA DERU
P0022020075
PROGRAM STUDI PETERNAKAN
SEKOLAH TINGGI PERTANIAN FLORES BAJAWA
2022
PRPOPOSAL PENELITIAN PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN BAHAN PAKAN
KOMERSIAL DENGAN BAHAN PAKAN LOKAL TERHADAP PERTAMBAHAN
BOBOT BADAN TERNAK BABI FASE GROWER
Yang diajukan oleh:
Yovita Deru
NIM:0022020075
Telah disetujui oleh:
Dosen pembimbing akademik pembimbing pendamping
David [Link] Patty, [Link].,[Link] Cristianus Yosep Ngiso Bhae,[Link].,[Link]
NIDN : 1502017801 NIDN : 1516049001
Bajawa Agustus 2022
Kaprodi Peternakan
Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa
Cristianus Yosep Ngiso Bhae,[Link].,[Link]
NIDN : 1516049001
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan
cinta Nya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal dengan judul PENGARUH
PEMBERIAN CAMPURAN BAHAN PAKAN KOMERSIAL DENGAN BAHAN
PAKAN LOKAL TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN TERNAK
BABI FASE GROWER dengan [Link] proposal ini berisi tentang pengaruh
pemberian campuran bahan pakan komersial dengan bahan pakan lokal terhadap
pertambahan bobot badan ternak babi fase grower dan sebagai bahan rujukan
pengembangan peternakan babi skala usaha.
Proposal ini masih jauh dari kata sempurna, penulis mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca [Link] ini dibuat untuk memenuhi persyaratan mata kuliah
Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pada kesempatan ini saya juga mau menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1. Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk terlibat aktif dalam kegiatan MBKM.
2. Bapak Cristianus Yosep Ngiso Bhae,[Link].,[Link] sebagai ketua propram studi
petrnakan STIPER FB yang dengan sabar membimbing kami selama kegiatan ini
berlangsung.
3. Bapak/Ibu Dosen yang telah dengan sabar membimbing kami baik selama
kegiatan maupun penulisan laporan ini.
4. Semua pihak yang dengan caranya masing-masing membantu menyukseskan
kegiatan ini.
Saya menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan
proposal ini.
Bajawa,Agustus 2022
Penulis
Yovita Deru
DAFTAR ISI
HALAMAN COVER.......................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................
KATA PENGANTAR......................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................
[Link] Belakang.......................................................................................
[Link] Masalah...............................................................................
[Link] Penelitian...................................................................................
[Link] Penelitian...................................................................................
BAB 11 TINJAUAN PUSTAKA.....................................................................
[Link] Umum Ternak Babi..............................................................
B. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ternak babi...............
[Link] dasar makanan ternak babi........................................................
[Link] Pakan Lokal Untuk Ternak Babi.......................................
BAB 111 MATERI DAN METODE...............................................................
3.1
BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Ternak babi adalah salah satu sumber daging dan merupakan sumber pemenuhan gizi
yang sangat efisien sehingga arti ekonomi sebagai ternak potong cukup tinggi. Secara
ekonomis ternak babi sangat menguntungkan bila dilihat dari sistem reproduksinya karena
babi merupakan hewan prolific (mampu beranak banyak) dan dalam setahun dapat beranak
dua kali. Hal ini dapat dicapai dengan manajemen pakan yang [Link] memiliki peran
penting bagi ternak antara lain untuk pertumbuhan dan memertahankan hidup.
Pakan komersial merupakan pakan hasil produksi pabrik yang kandungan komposisi
nutrisinya sudah lengkap serta sudah disesuaikan dengan fisiologis pertumbuhan
[Link] komersial ini di Kabupaten Ngada sudah banyak dijumpai dan dipasarkan
dalam berbagai merk,sesuai dengan perusahaan yang memproduksinya sehingga merk mana
yang lebih baik yang dapat meningkatkan produktivitas ternak babi.
Pakan suplemen yang diberikan berupa batang pisang dan batang talas yang
merupakan limbah industri pertanian yang memiliki kelebihan yaitu kandungan protein yang
cukup timggi dan merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyusun
ransum.
[Link] Masalah
1. Bagaimana pengaruh pemberian campuran pakan lokal hijauan dan pakan komersial
terhadap pertambahan bobot badan ternak babi fase grower.
[Link]
[Link] pengaruh pemberian campuran pakan komersial dengan pakan lokal
terhadap pertambahan bobot badan ternak babi fase grower.
[Link]
1. Mahasiswa dapat mengetaui bagaimana pengaruh pemberian campuran pakan
komersial dengan pakan lokal terhadap pertambahan bobot badan ternak babi fase
grower.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
[Link] umum ternak babi
Ternak babi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat khususnya di
Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga sangat potensial
untuk dikembangkan sebagai penghasil daging, tabungan dan meningkatkan status sosial
masyarakat serta mendukung ekonomi keluarga. Menurut Sapanca et al., (2015). Ternak
babi sebagai penyumbang protein yang telah diakui seluruh dunia. Sedangkan beberapa
daerah di Indonesia, ternak babi dibutuhkan untuk kegiatan adat istiadat Soewandi dan
Talib, (2015). Untuk daerah NTT memiliki potensi ternak babi untuk dikembangkan
dengan tujuan utama sebagai tabungan yang sewaktu-waktu diuangkan Wea, (2007).
Data Badan Pusat Statistik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumba
Tengah yakni perubahan populasi ternak babi 2017-2018 meningkat mencapai 41.704-
41.975 ekor, dengan peningkatan populasi tahun 2019 hanya mencapai 32.905 ekor.
[Link]-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ternak babi
Beberapa Faktor yang mempengaruhi yaitu:
a) Kandungan Zat Makanan
Semua bahan makanan yang diperlukan oleh babi terutama terdiri dari enam unsur
pokok : karbohidrat, serat kasar, lemak, protein, vitamin-vitamin, mineral dan air.
b) Penyusunan Ransum
Apabila jumlah babi yang dipiara itu hanya bebarapa ekor saja, maka kepada babi
tersebut bisa diberikan sisa-sisa bahan makanan dari dapur, seperti kulit pisang,
pepaya, sayuran, nasi dan lain sebagainya. Akan tetapi betapapun banyak sisa
makanan yang bisa diberikan, namun praktek pemberian makanan semacam itu
kurang bisa dipertanggung jawabkan. Sebab bahan makanan tersebut bukanlah
merupakan rasum yang mempunyai susunan zat makanan dalam imbangan yang tepat
seperti yang diperlukan tubuh babi untuk keperluan pertumbuhan dan berproduksi.
Kandungan zat makanan dalam ransum diperhitungkan berdasarkan beberapa faktor
diantaranya:
1. Tujuan peternakan itu sendiri, misalnya sebagai babi fattening, bibit
2. Fase hidup babi, starter, grower, finisher atau berat babi
3. Pedoman yang telah ada seperti zat-zat makanan yang diperlukan dan pertimbangan
ekonomis, serta bahan yang tersedia pada sepanjang tahun.
C. Prinsip dasar makanan ternak babi
Prinsip, definisi dan dimensi ilmu nutrisi baru, yang dibuat oleh Beauman et al.
(2005) sebagai peserta workshop pada tema tersebut yang diadakan pada tanggal 5-8
April 2005 di Universitas Justus-Liebig, Giessen, Jerman. Prinsip secara umum
adalah mendorong mengnai kajian-kajian dan penelitian-penelitian dibidang ilmu
nutrisi supaya bersifat bertanggungjawab dan etis. Secara prinsip juga harus
mendorong supaya pengembangan ilmu nutrisi merupakan tanggung jawab bersama
dan secara berkelanjutan dan dengan pendekatan life-course dan human rights dengan
memahami evolusi, sejarah dan ekologi. Pekerjaan mendesak dan relevan yang harus
dilakukan bersama-sama oleh para profesional yang bekerja dalam ilmu nutrisi dan
pakan adalah dalam tiga dimensi yaitu biologi, sosial dan lingkungan. Dalam
pertemuan Giessen tersebut disepakati definisi ilmu nutrisi adalah ilmu yang
mempelajari tentang sistem pangan, pakan dan minuman, nutrisi dan unsur
penyusunnya, serta interaksinya yang relevan dengan biologi, sosial dan lingkungan.
Demikian halnya, tujuan ilmu nutrisi adalah untuk berkontribusi pada dunia di mana
generasi sekarang dan masa depannya terpenuhi potensi mereka. Potensi mereka yang
dimaksud adalah hidup dengan kesehatan terbaik, berkembang, berkelanjutan serta
dinikmati yang disesuaikan dengan semakin meningkatnya keragaman manusia,
lingkungan hidup dan lingkungan fisik. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa
kesepakatan-kesepakatan tersebut disesuaikan dengan bidang ilmu dan profesi
masing-masing.
[Link] pakan lokal
Batang pisang
Batang Pisang merupakan tanaman berbatang basah, biasanya mempunyai
batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. Tanaman pisang
berakar serabut, akar-akar tersebut tumbuh pada umbi batang, terutama pada
bagian bawah dan akan tumbuh hingga kedalaman 75- 150 cm (Cahyono,
2009). Tanaman pisang memiliki banyak manfaat pada setiap bagiannya.
Selain buah yang sering dikonsumsi, tanaman pisang memiliki kandungan
antiseptik sehingga mampu menyembuhkan luka (Prasetyo, 2010). Ekstrak
batang pisang mengandung beberapa jenis fitokimia yaitu saponin dengan
kandungan paling banyak flavonoid dan tanin yang memiliki efek antibakteri
dan antimikrobia. Pada penelitan yang dilakukan Apriasari (2014) bahwa
ekstrak batang pisang mauli dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus
mutans selain itu dapat pula menghambat Staphylococcus aureus. Pada
penelitian yang dilakukan oleh Ningsih (2013) bahwa pada akar pisang kepok
memiliki daya hambat bakteri Staphylococcus aureus sebesar 14,263mm dan
pada bakteri Escherichia coli sebesar 14.058mm. Pisang memiliki kandungan
bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin, sebagai antimikroba (Apriasari,
2014, Ningsih, 2013).
Batang dan daun talas
Talas adalah tanaman yang banyak ditanam di daerah tropis yang digolongkan
sebagai umbi-umbian dan tergolong dalam monokotil famili Araceae.
Komponen yang paling banyak terdapat dalam talas adalah pati yaitu sekitar
73 – 80%, meskipun terdapat juga kandungan serat, mineral dan getah (Jane et
al., 1992).Umbi talas merupakan makanan yang mudah dicerna, sehingga
umbi talas memiliki banyak potensi untuk digunakan dalam produk makanan
sehat, karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup banyak sehingga
dapat menambah keragaman sumber karbohidrat (NIP, et al., 1994)
BAB III
MATERI DAN METODE
[Link] dan waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan di desa Bela-Langa kecamatan Bajawa mulai dari
bulan September 2020 sampai bulan Februari 2023.
[Link] dan Alat penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Ternak Babi lokal fase grower berjenis kelamin jantan kebiri 1 ekor dan betina 1 ekor
Pakan komersial ( Pabrikan) untuk babi fase grower dengan merek dagang HI-GRO
TANPA ANTIBIOTIC GROWTH PROMOTER 552SP BABI GROWER PAKAN
KOMPLIT BUTIRAN PRODUKSI [Link] POKPHAND INDONESIA
[Link] NETTO 50 Kg sebanyak 3 karung ( 1 karung : 50 kg).
Pakan lokal yang digunakan yaitu: Batang pisang,batang dan daun talas,dan daun ubi
Vitamin B kompleks sebanyak 1 botol
Obat cacing yang disesuakian dengan keadaan ternak babi
Air bersih untuk minum babi dan membersihkan kandang babi
Sedangkan alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Tempat pakan dan tempat minum yang terbuat dari bambu masing-masing 1 buah
Ember sebanyak 2 buah
Sapu lidih sebanyak 1 buah
[Link] Penelitian
[Link] Kandang
Kandang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang bambu dengan ukuran 80 kali
[Link] kegiatan penelitian dilaksanakan kandang dan peralatannya harus dibersihkan
[Link] ternak babi
Ternak babi yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan umur dan bobot badan.
[Link] pakan
Pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pakan komersial dan bahan lokal (batang
pisang dan batang daun talas).Pakan komersial disiapkan untuk kebutuhan penelitian selama
6 [Link] komersial disimpan pada tempat kering beralaskan balok kayu.
[Link] penelitian
Penelitian dimulai sejak bulan September [Link] penelitian berupa pemeliharaan babi
dengan pemberian campuran pakan komersil dengan pakan lokal yang dilakukan selama 6
[Link] babi yang baik dipengaruhi oleh manajemen kandang yang baik dan alat
kebersihan babi yang selalu dalam keadaan [Link] hari kandang dan ternak babi harus
dibersihkan dan juga peralatan kandang harus selalu [Link] pakan yang
diberikan yaitu 1:1 perekor [Link] jumlah tersebut diberikan 3 kali sehari yaitu Pagi jam
07.30,Siang jam 12.00,dan sore jam 17.30.
[Link] penelitian
Penelitian dilakukan dengan cara percobaan dengan menggunakan Rancangan acak lengkap
(RAL).Perlakukan yang dilakukan adalah pemberian campuran pakan komersial dengan jenis
yang sama yaitu merk hi-gro tanpa antibiotic growth promoter 552sp babi grower pakan
komplit butiran produksi [Link] pokphand indonesia [Link] netto 50 kg
dengan pakan lokal diantaranya batang pisang dan batang talas
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,[Link] lengkap beternak babi,cetakan ke [Link] [Link]
Anonimous,[Link] [Link] 2011/07/Pengertian bahan [Link],
Parakasi,[Link] gizi dan makan ternak [Link] [Link].
Steel,R.G.D dan [Link],1993 Prinsip dan prosedur statistika suatu pendekatan
[Link] pustaka [Link]
Sihombing,D.T.H [Link] ternak [Link] Mada Uiversity [Link]
Sumadi 1 ketut,2017 .Ilmu nutrisi ternak [Link] peternakan,Universitas udayana
Denpasar