11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
Nama : Tsania Ismi Fauzia
NIM : 19301244017
Kelas : Pendidikan Matematika C 2019
Menghitung Hampiran Turunan Fungsi
Definisi tentang turunan
Turunan atau Derivatif merupakan pengukuran terhadap bagaimana fungsi
berubah seiring perubahan
nilai masukan. Secara umum, turunan
menyatakan bagaimana suatu fungsi berubah akibat perubahan
variabel;
contohnya, turunan dari posisi sebuah benda bergerak terhadap waktu
adalah kecepatan sesaat
objek tersebut.
Teorema-teorema tentang Turunan Fungsi
Teorema turunan dapat digunakan secara praktis untuk menyelesaikan
turunan sebuah fungsi tanpa
menggunakan definisi turunan.
1. Kaidah penurunan umum
Kelinearan
Kaidah darab
Kaidah timbalbalik
Kaidah hasil-bagi
Kaidah rantai
Turunan fungsi invers
untuk setiap fungsi terdiferensialkan f dengan argumen riil dan dengan
nilai riil, bila komposisi dan invers
ada
Kaidah pangkat umum
2. Turunan fungsi sederhana
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 1/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
3. Turunan fungsi eksponensial dan logaritmik
Perhatikan bahwa persamaan tersebut berlaku untuk semua c, namun
turunan tersebut menghasilkan
bilangan kompleks
Aturan tentang turunan
Aturan 1. Turunan Fungsi Konstan
Aturan 2. Turunan Fungsi Identitas
Aturan 3. Turunan Fungsi Aljabar
Aturan 4. Turunan Hasil Kali Konstanta dengan Fungsi
Jika f adalah fungsi yang dapat diturunkan dan k adalah suatu kostanta
maka fungsi g(x)=kf(x) dapat
diturunkan menjadi
Aturan 5. Turunan Jumlah atau Selisih Fungsi
Misalkan :
Aturan 6. Turunan Perkalian Fungsi
Misalkan :
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 2/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
Aturan 7. Turunan Pembagian Fungsi
Misalkan :
Aturan Turunan tersebut secara lebih sederhana sebagai berikut.
Hampiran turunan dapat diperoleh dengan menghitung tanpa limit:
Deret Taylor
Deret Taylor dalam matematika adalah representasi fungsi matematika
sebagai jumlahan tak hingga dari
suku-suku yang nilainya dihitung dari
turunan fungsi tersebut di suatu titik. Deret ini dapat dianggap
sebagai limit polinomial Taylor.
Deret Taylor dari sebuah fungsi riil atau fungsi kompleks f(x) yang
terdiferensialkan takhingga dalam
sebuah pemetaan sebuah bilangan riil
atau kompleks a adalah deret pangkat
yang dalam bentuk lebih ringkas dapat dituliskan sebagai
dengan n! melambangkan faktorial n dan f (n)(a) melambangkan nilai
dari turunan ke-n dari f pada titik a.
Turunan kenol dari f
didefinisikan sebagai f itu sendiri, dan (x - a)0 dan 0! didefinisikan
sebagai 1.
Dalam kasus khusus di mana a = 0, deret ini disebut juga sebagai Deret
Maclaurin.
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 3/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
Namun demikian, ada generalisasi dari deret Taylor yang konvergen ke
nilai fungsi itu sendiri untuk setiap
terikat dari fungsi kontinu pada
nilai (0,8), menggunakan kalkulus beda hingga. Secara khusus,
seseorang
memiliki teorema berikut, karena Einar Hille, bahwa untuk
apa saja t > 0,
Darimana nilai
h adalah n Pada operator perbedaan hingga dengan ukuran langkah h.
Deret tersebut persis seperti deret
Taylor, kecuali perbedaan yang
terbagi muncul sebagai pengganti diferensiasi: deret ini secara formal
mirip dengan deret Newton. Saat fungsinya f bersifat analitik di a,
istilah dalam deret bertemu dengan
istilah deret Taylor, dan dalam
pengertian ini menggeneralisasi deret Taylor biasa.
Rumus-rumus Hampiran Turunan berdasarkan Deret Taylor
1. Fungsi eksponensial
Fungsi eksponensial pada
dengan basis e) memiliki deret Maclaurin
Hal tersebut menyatu untuk nilai x.
2. Logaritma natural
Logaritma natural (dengan basis e) memiliki deret Maclaurin
3. Deret geometris
Deret geometris dan turunannya memiliki deret Maclaurin
Semuanya konvergen untuk
Ini adalah kasus khusus dari of binomial series diberikan di bagian
selanjutnya.
3. Deret Binomial
Deret Binomial adalah deret pangkat
yang koefisiennya adalah koefisien binomial umum
Deret Taylor juga dapat digeneralisasikan ke fungsi lebih dari satu
variabel dengan
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 4/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
Dari contoh di atas, untuk suatu fungsi
yang bergantung pada dua variabel, x dan y, seri Taylor ke urutan
kedua tentang intinya (a, b) is
di mana subskrip menunjukkan masing-masing turunan parsial.
Ekspansi deret Taylor orde dua dari fungsi nilai skalar lebih dari
satu variabel dapat ditulis secara kompak
sebagai
Darimana D f (a) adalah gradien dari nilai f dievaluasi pada x = a dan
D2 f (a) adalah matriks Hessian.
Menerapkan notasi multi-indeks deret
Taylor untuk beberapa variabel menjadi
yang harus dipahami sebagai versi multi-indeks yang masih lebih
disingkat dari persamaan pertama
paragraf ini, dengan analogi penuh
untuk kasus variabel tunggal.
Rumus Deret Taylor
Secara umum, untuk urutan tak terbatas apa pun ai, identitas deret
pangkat berikut berlaku:
Jadi secara khusus,
Hukum jumlah besar menyiratkan bahwa identitas memegang.
sehingga diperoleh
Jika pada (3) h diganti dengan 2h, maka diperoleh
Selanjutnya 8(3)- (4) menghasilkan:
sehingga diperoleh
Contoh:
Jika
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 5/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
1) rumus selisih maju 2 titik
2) rumus selisih munur 2 titik
3) rumus selisih pusat 2 titik
4) rumus selisih pusat 4 titik
>function f(x) := x*exp(x)
>function df(x):=(x+1)*exp(x)
>df(2) // nilai eksak turunan f
22.1671682968
>h=[0.2, 0.1, 0.05, 0.025]
[0.2, 0.1, 0.05, 0.025]
>function selju2(f$,x,h):=(f(x+h)-f(x))/h // rumus selisih maju 2 titik
>function selmu2(f$,x,h):=(f(x)-f(x-h))/h // rumus selisih mundur 2 titik
>function selpu2(f$,x,h):=(f(x+h)-f(x-h))/(2*h) // rumus selisih pusat 2 titik
>function selpu4(f$,x,h):=(f(x-2*h)-8*f(x-h)+8*f(x+h)-f(x+2*h))/(12*h); ...
// rumus selisih pusat 4 titik
>jawaban=[selju2("f",2,h); selmu2("f",2,h); selpu2("f",2,h); selpu4("f",2,h)]; ...
// jawaban 1 -4
>long jawaban
Real 4 x 4 matrix
25.3845875045 23.7084461853 ...
19.4437338096 20.7491275753 ...
22.414160657 22.2287868803 ...
22.1643927783 22.1669956214 ...
>long abs(jawaban-df(2)) // galat masing-masing
Real 4 x 4 matrix
3.21741920768 1.54127788852 ...
2.7234344872 1.41804072149 ...
0.246992360237 0.0616185835153 ...
0.00277551846425 0.000172675392051 ...
Terlihat bahwa rumus selisih pusat 4 titik memberikan hampiran yang paling bagus di antara ketiga rumus
yang lain. Semakin kecil nilai h semakin baik nilai hampirannya.
Tugas Anda:
Kerjakan soal-soal Latihan dari buku-buku referensi dan jelaskan hasil masing-masing soal, seperti
contoh
di atas.
Latihan Soal
Gunakan rumus selisih pusat 4 titik dengan h = 0.025 untuk menghitung
hampiran f'(x) dan tentukan error
untuk fungsi dibawah ini:
Jawab :
>function f(x):= sin(x)
>function df(x) := cos(x)
>df(0.5)
0.87758256189
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 6/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
>h=0.025
0.025
>long selpu4("f",0.5,h)
0.877582550464
>long abs(selpu4("f",0.5,h)-df(0.5))
1.14260058082e-08
>df(0.6)
0.82533561491
>long selpu4("f",0.6,h)
0.825335604164
>long abs(selpu4("f",0.6,h)-df(0.6))
1.07457566179e-08
>df(0.7)
0.764842187284
>long selpu4("f",0.7,h)
0.764842177326
>long abs(selpu4("f",0.7,h)-df(0.7))
9.95814086746e-09
Jadi, besar error/galat pada tiap nilai x adalah :
0.5 = 1.14260058082e-08
0.6 = 1.0745766179e-08
0.7 = 9.95814086746e-09
>function f(x) := exp(x)-2*x^2+3*x-1
>function df(x) := exp(x)-4*x+3
>df(0.0)
>h=0.025
0.025
>long selpu4("f",0.0,h)
3.99999998698
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 7/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
>long abs(selpu4("f",0.0,h)-df(0.0))
1.30218045236e-08
>df(0.2)
3.42140275816
>long selpu4("f",0.2,h)
3.42140274226
>long abs(selpu4("f",0.2,h)-df(0.2))
1.59048574311e-08
>df(0.4)
2.89182469764
>long selpu4("f",0.4,h)
2.89182467822
>long abs(selpu4("f",0.4,h)-df(0.4))
1.94262406161e-08
Jadi, besar error/galat pada tiap nilai x adalah:
0.0 = 1.30218045236e-08
0.6 = 1.59048574311e-08
0.7 = 1.94262406161e-08
Gunakan rumus selisih maju dengan h=0.01 untuk menghitung hampiran
f''(1) untuk fungsi fungsi dibawah
ini
Jawab :
>function selju(f$,x,h):=(f(x+2h)-2f(x+h)+f(x))/h^2
>function f(x) := x^2*exp(cos (x))
>h= [0.01];
>a = selju("fa",1,h)
-2.09717947492
>function f(x) := ln(x^2)
>b = selju("f",1,h)
-1.96068820313
>function f(x) := x^5 + sin (x)
>c = selju("f",1,h)
19.7602052123
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 8/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
>function dfa(x):=exp(cos(x))*x^2*sin(x)^2-exp(cos(x))*x^2*cos (x)- 4*exp(cos(x))*x*sin(x)+2*exp(co
>ea=dfa(1)
-2.05659145821
>function dfb(x):= (-2)/x^2
>eb = dfb(1)
-2
>function dfc(x):= 20*x^3 - sin(x)
>ec = dfc(1)
19.1585290152
Berikut hasil turunan ke-dua x=1 dengan nilai h = 0.01 pada setiap
fungsi
>jawab = [a,b,c]
[-2.09718, -1.96069, 19.7602]
Berikut adalah galat dari hasil menggunakan selisih maju dengan fungsi
turunan eksaknya
>galat = [a-ea, b-eb, c-ec]
[-0.040588, 0.0393118, 0.601676]
Dari hasil tersebut menujukkan menggunakan metode selisih maju
memiliki nilai galat yang cukup kecil.
Terlihat bahwa rumus selisih pusat 4 titik memberikan hampiran yang
paling bagus di antara ketiga rumus
yang lain. Semakin kecil nilai h
semakin baik nilai hampirannya.
Rumus Ekstrapolasi Richardson
adalah metode percepatan barisan yang digunakan untuk meningkatkan
laju konvergensi barisan taksiran
suatu nilai
Intinya, mengingat nilai
untuk beberapa nilai
kita dapat memperkirakan
dengan mengekstrapolasi taksiran ke
Aplikasi praktis ekstrapolasi Richardson termasuk integrasi Romberg,
yang menerapkan ekstrapolasi
Richardson ke aturan trapesium, dan
algoritma Bulirsch–Stoer untuk menyelesaikan persamaan
diferensial
biasa
Misalkan
adalah barisan rumus-rumus selisih pusat 2 titik dengan lebar langkah
Jadi,
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 9/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
Jika dimisalkan
adalah barisan rumus-rumus selisih pusat 4 titik dengan lebar langkah
h,2h,4h, ...,2^(n-1) h, maka
Jadi diperoleh hubungan
Secara umum berlaku hubungan
Untuk memudahkan perhitungan dibuat tabel ekstrapolasi Richardson
sebagai berikut.
Contoh:
Jawab:
>function f(x):=x*exp(x)
>n=1:4; h=2^(n-1)*0.025
[0.025, 0.05, 0.1, 0.2]
>R :=zeros(4,4); R[1,:] := (f(2+h)-f(2-h))/(2*h);
>for i=2:4, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
>long R
Real 4 x 4 matrix
22.1710169319 22.1825648578 ...
22.1671676232 22.167157517 ...
22.167168297 22.16716831 ...
22.1671682968 0 ...
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 10/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
>longestformat; eksak:=3*exp(2)
22.16716829679195
>galat:=abs(R[4,1]-eksak)
2.273736754432321e-13
Pertanyaan: Tanpa menghitung menggunakan fungsinya, berapakah
Rumus-Rumus Hampiran Turunan Tingkat Tinggi.
Diferensial fungsi tingkat tinggi y = f(x) dari sebuah peubah x dapat
didefinisikan melalui:
dan, umumnya,
Secara informal, ini memotivasi notasi Leibniz untuk turunan tingkat
tinggi
Ketika peubah bebas x itu sendiri boleh bergantung pada peubah
lainnya, maka ekspresinya menjadi lebih
rumit, karena ini juga harus
termasuk diferensial tingkat tinggi di x itu sendiri. Demikian,
sebagai
contohnya,
dan seterusnya.
Anggapan yang serupa berlaku untuk mendefinisikan diferensial fungsi
tingkat tinggi beberapa peubah.
Contohnya, jika ff merupakan sebuah
fungsi dua variabel x dan y, maka
dimana
merupakan sebuah koefisien binomial. Dalam variabel yang lebih banyak,
sebuah ekspresi yang sepadan
berlaku, tetapi dengan sebuah ekspansi
multinomial daripada ekspansi binomial.
Diferensial tingkat tinggi dalam beberapa peubah juga menjadi lebih
rumit ketika peubah bebasnya sendiri
dimungkinkan untuk bergantung
pada peubah lain. Sebagai contoh, untuk sebuah fungsi f dari x dan y
yang dimungkinkan untuk bergantung pada peubah bantu, salah satunya
memiliki
Dalam konteks-konteks ini, diferensial order ke-n dengan sebuah riapan
didefinisikan oleh
atau sebuah ekspresi yang setara, seperti
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 11/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
dimana
merupakan sebuah beda maju ke-nn dengan riapan
Definisi ini masuk akal juga jika f merupakan sebuah fungsi dari
beberapa peubah (untuk kesederhanaan
diambil disini sebagai sebuah
argumen vektor). Kemudian diferensial ke-n didefinisikan dalam hal ini
merupakan sebuah fungsi homogen derajat n dalam riapan vektor
Lebih lanjut, deret Taylor dari f pada titik x diberikan oleh
Turunan tingkat tinggi merampat anggapan-anggapan ini untuk ruang
dimensi takhingga.
LATIHAN:
1. Tentukan suatu fungsi f yang kontinu pada interval [0 5] (jangan
menggunakan fungsi sederhana).
Tentukan fungsi turunannya.
Jawab :
>function f(x):=sin(x)*ln(x)
>function df(x):=(sin(x)/x)+(ln(x)*cos(x))
2. Buatlah fungsi Richardson untuk menghitung nilai hampiran f'(x).
Input fungsi tersebut adalah fungsi f,
nilai x, h, dan n. Output
fungsi tersebut adalah tabel (matriks) R.
Jawab :
>n=1:5 ; h=2^(n-1)*0.01
[0.01, 0.02, 0.04, 0.08, 0.16]
>R:=zeros(5,5); R[1,:]:= (f(1+h)-f(1-h))/(2*h);
>for i=2:5, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
3. Gunakan fungsi Richardson untuk menentukan berapa titik yang harus
digunakan untuk mendapatkan
hampiran f'(1) dengan lebar langkah 0.01
agar galatnya kurang dari 0.000001. (Sertakan tabel hasil
perhitungan
dengan rumus ekstrapolasi Richardson). Jelaskan jawaban Anda!
Jawab :
>long R
Real 5 x 5 matrix
0.841429944907 0.841306821969 ...
0.841470985886 0.841471002079 ...
0.841470984806 0.841470984712 ...
0.841470984808 0 ...
0 0 ...
Dengan ketentuan x dan h pada soal, maka dengan menggunakan rumus
Richardson didapatkan
beberapa titik yang menghampiri hasil f'(1).
4. Tuliskan nilai eksak f'(1) dan hampirannya dari metode ekstrapolasi
Richardson (hasil nomor 3).
Hitunglah galatnya, untuk membuktikan
bahwa galatnya kurang dari 10^(-6).
Jawab :
>longestformat; eksak:=df(1)
0.8414709848078965
>galat:=abs(R[4,1]-eksak)
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 12/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
6.217248937900877e-15
TUGAS MANDIRI:
Gunakan rumus Richardson dengan h = 0.01 untuk menghitung hampiran
nilai f'(2) untuk fungsi-fungsi
dibawah ini:
Jawab :
>n=1:4; h=2^(n-1)*0.01
[0.01, 0.02, 0.04, 0.08]
>function f(x):=sin(x)
>R :=zeros(4,4); R[1,:] := (f(2+h)-f(2-h))/(2*h);
>for i=2:4, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
>long R
Real 4 x 4 matrix
-0.416139900801 -0.41611909398 ...
-0.416146836408 -0.416146834328 ...
-0.416146836547 -0.416146836547 ...
-0.416146836547 0 ...
Terlihat bahwa hampiran nilai f'(2) = -0.4161
>function f(x):=exp(x)-2*x^2+3*x-1
>R :=zeros(4,4); R[1,:] := (f(2+h)-f(2-h))/(2*h);
>for i=2:4, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
>long R
Real 4 x 4 matrix
2.38917925048 2.38954871252 ...
2.38905609647 2.38905605952 ...
2.38905609893 2.38905609894 ...
2.38905609893 0 ...
Terlihat bahwa hampiran nilai f'(2) = 2.389
Gunakan rumus Richardson dengan h=0.01 untuk menghitung hampiran
f''(1) untuk fungsi fungsi dibawah
ini
Jawab :
>n=1:4; h=2^(n-1)*0.01
[0.01, 0.02, 0.04, 0.08]
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 13/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
>function f(x) := x^2*exp(cos (x))
>R :=zeros(4,4); R[1,:] := (f(1+2h)-2f(1+h)+f(1))/h^2;
>for i=2:4, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
>long R
Real 4 x 4 matrix
-2.09717947492 -2.13543695375 ...
-2.08442698197 -2.11224602673 ...
-2.08257237899 -2.10854837208 ...
-2.08216006163 0 ...
>longestformat; eksak:=exp(cos(1))*1^2*sin(1)^2-exp(cos(1))*1^2*cos (1)- 4*exp(cos(1))*1*sin(1)+2*e
-2.056591458206279
>galat:=abs(R[4,1]-eksak)
0.02556860342856027
>function f(x) := ln(x^2)
>R :=zeros(4,4); R[1,:] := (f(1+2h)-2f(1+h)+f(1))/h^2;
>for i=2:4, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
>long R
Real 4 x 4 matrix
-1.96068820313 -1.92270719539 ...
-1.97334853904 -1.94678243951 ...
-1.97511961234 -1.95028956344 ...
-1.97551374011 0 ...
>longestformat; eksak:=(-2)/1^2
-2
>galat:=abs(R[4,1]-eksak)
0.02448625989490094
>function f(x) := x^5 + sin (x)
>R :=zeros(4,4); R[1,:] := (f(1+2h)-2f(1+h)+f(1))/h^2;
>for i=2:4, ...
for j=1:(4-i+1), ...
R[i,j]:= (4^(i-1)*R[i-1,j]-R[i-1,j+1])/(4^(i-1)-1); ...
end ...
end
>long R
Real 4 x 4 matrix
19.7602052123 20.3761603813 ...
19.5548868226 19.9510035904 ...
19.5284790381 19.8983004843 ...
19.5226088564 0 ...
>longestformat; eksak:=20*1^3 - sin(1)
19.15852901519211
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 14/15
11/27/21, 8:51 PM Turunan_19301244017_Tsania Ismi Fauzia
>galat:=abs(R[4,1]-eksak)
0.3640798412313657
[Link] Numerik/Turunan/Turunan_19301244017_Tsania Ismi [Link] 15/15