0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan130 halaman

Pengobatan Diare Anak di Rumah Sakit

Karya tulis ilmiah ini membahas gambaran pengobatan diare pada pasien anak rawat inap di rumah sakit berdasarkan 5 artikel. Mayoritas artikel membahas penggunaan obat antidiare seperti oralit dan kombinasi zink serta probiotik. Beberapa antibiotik seperti cefotaxime dan amoxicillin juga digunakan.

Diunggah oleh

aris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan130 halaman

Pengobatan Diare Anak di Rumah Sakit

Karya tulis ilmiah ini membahas gambaran pengobatan diare pada pasien anak rawat inap di rumah sakit berdasarkan 5 artikel. Mayoritas artikel membahas penggunaan obat antidiare seperti oralit dan kombinasi zink serta probiotik. Beberapa antibiotik seperti cefotaxime dan amoxicillin juga digunakan.

Diunggah oleh

aris
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW- GAMBARAN

PENGOBATAN DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI


RAWAT INAP RUMAH SAKIT

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh :

SENTYA
NIM: 30317066

PROGRAM STUDI DIPLOMA III FARMASI


FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2020
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW- GAMBARAN
PENGOBATAN DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI
RAWAT INAP RUMAH SAKIT

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan


Memperoleh Gelar Ahli Madya Farmasi

Oleh :

SENTYA
NIM: 30317066

PROGRAM STUDI DIPLOMA III FARMASI


FAKULTAS FARMASI
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA
KEDIRI
2020

i
HALAMAN PERSETUJUAN

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW - GAMBARAN PENGOBATAN


DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI
RAWAT INAP RUMAH SAKIT

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh:

SENTYA
NIM. 30317066

Proposal Karya Tulis Ilmiah ini Telah di Setujui


Pada…………………………………...

DosenPembimbing

Widhi Astutik, [Link]., [Link]., Apt

Mengetahui :
Program Study DIII Farmasi
Fakultas Farmasi
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Ida Kristianingsih, [Link]., [Link]., Apt


Ketua Program Studi

ii
HALAMAN PENGESAHAN

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW - GAMBARAN PENGOBATAN


DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI
RAWAT INAP RUMAH SAKIT

KARYA TULIS ILMIAH

Oleh:

SENTYA
NIM. 30317066

Telah Diuji
Pada,……….

Oleh Tim Penguji :

Penguji I : Widhi Astutik, [Link]., [Link]., Apt ( )

Penguji II : Eko Yudha P., [Link]., Apt ( )

Penguji II : Ardhi Broto S., [Link]., Apt ( )

Mengetahui :
Fakultas Farmasi
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Dewy Resty Basuki, [Link]., Apt


Dekan

iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : SENTYA

NIM : 30317066

Program Studi : D3 Farmasi

Judul KTI : Systematic Literature Review -Gambaran Pengobatan Diare

Pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Karya Tulis Ilmiah yang saya

tulis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan

sendiri. Apabila kemudian hari dapat dibuktikan bahwa Tugas Akhir ini adalah

hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Kediri, 12 Mei 2020


Yang Membuat Pernyataan,

SENTYA
NIM. 30317066

iv
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat

dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini

dengan judul “Systematic Literature Review -GAMBARAN PENGOBATAN

DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH

SAKIT”. Karya Tulis Ilmiah ini disusun tidak lepas dari bimbingan, arahan,

bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini

saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dra. Ec. Linawati, [Link], selaku Ketua Yayasan Institut Ilmu Kesehatan

Bhakti Wiyata Kediri.

2. Prof. Dr. Muhamad Zainuddin, Apt. selaku Rektor Institut Ilmu Kesehatan

Bhakti Wiyata Kediri.

3. Dewy Resty Basuki., [Link]., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Institut

Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

4. Ida Kristianingsih, [Link]., [Link]., Apt. selaku Ketua Program Studi DIII

Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

5. Widhi Astutik, [Link]., [Link]., Apt. selaku dosen pembimbing yang telah

memberikan waktu, bimbingan, saran, koreksi dan nasehat dengan penuh

kesabaran hingga selesainya penyusunan Karya Tulis Ilmiah Ini.

6. Penguji Karya Tulis Ilmiah terimakasih untuk pertanyaan dan arahannya.

7. Bapak dan Ibu staf pengajar Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata Kediri yang

telah mendidik selama perkuliahan.

v
8. Seluruh staf perpustakaan yang telah banyak membantu dalam penyusunan

Karya Tulis Ilmiah.

9. Kedua orang tua saya, Ibu dan Bapak tercinta yang telah memberikan

dukungan, do‟a, semangat serta dukungan moril dan materi sehingga Karya

Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan.

10. Teman-teman DIII Farmasi angakatan 2017 yang namanya tidak dapat ditulis

satu persatu yang telah memberikan semangat, dukungan, nasehat dan do‟a

dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.

Semoga Allah SWT membalas budi baik semua pihak yang telah

memberikan kesempatan, dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan Karya

Tulis Ilmiah (KTI) ini.

Kami sadari bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini masih jauh dari

sempurna, tetapi kami berharap Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini bermanfaat bagi

pembaca.

Kediri, 12 Mei 2020

Penulis

vi
ABSTRAK

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW -GAMBARAN PENGOBATAN


DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI
RAWAT INAP RUMAH SAKIT

Sentya1, Widhi Astutik2

Diare adalah salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak
dinegara yang berkembang. Gejala dari diare ditandai dengan perubahan bentuk
dan konsentrasi tinja yang lembek sampai cairdan bertambahnya frekuensi buang
air yang lebih dari biasanya yaitu >3 kali per hari dan disertai dengan muntah atau
tinja yang berdarah. Salah satu penyebab diare adalah pola hidup yang tidak sehat
dan ternfeksi oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
pengobatan diare pada pasien anak di instalasi rawat inap rumah sakit, Metode
penelitian data bersumber dari google scholar yang berjumlah 5 artikel dari tahun
2010-2019. Analisa data dilakukan secara deskriptif terhadap gambaran
pengobatan diare pada pasien anak rawat inap rumah sakit, pengambilan data
dilakukan dengan cara retrospektif dengan melihat 5 jurnal yang relevan dengan
penelitian [Link] mengunakan teknik sampling yaitu purposive sampling
dengan cara menetapkan ciri ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian .
Hasil tela‟ah ini berupa hasil artikel ditemukan paling banyak (3) artikel yang
membahas penggunaan obat antidiare pada pasien anak dan (1) artikel membahas
tentang kerasionalan penggunaan antibiotik untuk pengobatan diare pada pasien
anak di instalasi rawat inap, (1) artikel membahas terapi obat pada pasien anak
yang di rawat di indtalasi rawat inap dengan diare akut. Kesimpiulan dari
penelitian ini adalah Dari gambaran pengobatan diare pada pasien anak di instalasi
rawat inap rumah sakit dapat disimpulkan obat yang digunakan untuk pengobatan
diare pada anak adalah oralit, dan penggunaan zink dan probiotik dapat
dikombinasikan dalam penanganan diare pada pasien anak yang dirawat di
instalasi rawat inap, serta beberpa obat antibiotik yang sering digunakan yaitu
cefotaxime, ampicillin, ceftriaxone, amoxicillin, metronidazole.

Kata kunci : Pasien anak, Diare, Obat antidiare

vii
ABSTRACT

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEV- DESCRIPTION OF DIARRHEA


TREATMENT IN PEDIATRIC PATIENTS IN INPATIENT HOSPITALS

Sentya1, Widhi Astutik2

Diarrhea is one of the main causes of illness and death in children in developing
countries. Symptoms of diarrhea are marked by changes in the shape and
concentration of stools that are soft to liquid and an increase in the frequency of
urination that is more than normal, which is> 3 times per day and is accompanied
by vomiting or bloody stools. One cause of diarrhea is an unhealthy lifestyle and
infected by bacteria. This study discusses the trearment of pediatric patients in
inpatient hospitals, the research methods data sourced from Google Scholar wich
supports 5 articles from 2010-2019. Data analysis was done descriptively on the
description of diarrhea treatment in pediatric patients in inpatien hospitals,
retrieval of data was collected by looking at 5 journals relevant to this study. By
using a sampling technique that is purposive sampling by determining specific
features that are appropriate to the purpose of the study. The results of this study
in the form of articles found the most (3) articles discussing the use of
antidiarrheal drugs in pediatric patients and (1) articles discussing the rationality
of using antibiotics for the treatment of diarrhea in pediatric patients in inpatient
installations, (1) articles discussing therapy drug in pediatric patients treated
inpatients with acute diarrhea. The conclusion of this study is that from the
description of the treatment of diarrhea in pediatric patients in inpatient hospitals
it can be concluded that the drug used for the treatment of diarrhea in children is
ORS, and the use of zinc and probiotics can be combined in the treatment of
diarrhea in pediatric patients treated in inpatient installations, and several
antibiotics that are often used, namely cefotaxime, ampicillin, ceftriaxone,
amoxicillin, metronidazole.

Keywords: Pediatric patients, Diarrhea, Antidiarrheal drugs

viii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL.................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN .................................... iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................ v
ABSTRAK........................................................................................................ vii
ABSTRACT...................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xi
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiii
DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN ........................................ xiv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................ 3
C. Tujuan Penelitian ......................................................................... 3
D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Tinjauan Rumah Sakit .................................................................. 5
1. Definisi Rumah Sakit ............................................................. 5
2. Tugas dan Fungsi Rumah Sakit............................................... 5
3. Klasifikasi Rumah Sakit ......................................................... 6
4. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah ........................... 7
5. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Swasta .................................. 8
6. Strukur Organisasi Rumah Sakit ............................................. 8
B. Tinjauan Instalasi Farmasi............................................................ 9
1. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan
Medis Habis Pakai................................................................ 10
2. Pelayanan Farmasi Klinik ..................................................... 11
C. Tinjauan Tentang Diare .............................................................. 12
D. Tinjauan Diare Pada Pasien Anak ............................................... 14
E. Tinjauan Obat Antidiare ............................................................. 15

BAB III KERANGKA KONSEP


A. Kerangka Konsep ....................................................................... 18
B. Keterangan Kerangka Konsep .................................................... 19

ix
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian ................................................................... 20
B. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................. 20
C. Populasi Sampel dan Teknik Sampling ................................... 20
D. Unit Analisis .......................................................................... 22
E. Prosedur Pengumpulan Data .................................................. 23
F. Pengolahan Data .................................................................... 24

BAB V HASIL PENELITIAN


A. Karakteristik Data ................................................................... 25

BAB VI PEMBAHASAN
A. Hasil Pembahaasan ................................................................. 34

BAB VII PENUTUP


A. Kesimpulan............................................................................. 41
B. Saran....................................................................................... 41

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 42


LAMPIRAN ..................................................................................................... 44

x
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar III.1 Kerangka Konsep.................................................................... 18
Gambar IV.1 Kerangka Kerja ...................................................................... 23
Gambar V.1 Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 1 ........................... 26
Gambar V.2 Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 2 ........................... 28
Gambar V.3 Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 3 ........................... 30
Gambar V.4 Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 4 ........................... 32

xi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel V.1 Karakteristik Data Jurnal 1 ....................................................... 25
Tabel V.2 Karakteristik Data Jurnal 2 ....................................................... 27
Tabel V.3 Karakteristik Data Jurnal 3 ....................................................... 29
Tabel V.4 Karakteristik Data Jurnal 4 ....................................................... 31
Tabel V.5 Karakteristik Data Jurnal 5 ....................................................... 33

xii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Formulir Bimbingan Penyusunan KTI .......................................... 44
Lampiran 2 Uji Kelayakan Etik ....................................................................... 45
Lampiran 3 Jurnal 1 ........................................................................................ 46
Lampiran 4 Jurnal 2 ........................................................................................ 66
Lampiran 5 Jurnal 3 ........................................................................................ 76
Lampiran 6 Jurnal 4 ........................................................................................ 84
Lampiran 7 Jurnal 5 ...................................................................................... 105

xiii
DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN

Daftar Arti Lambang :


% = Persentase
< = Kurang dari
> = Lebih dari
- = Sampai dengan
( = Kurung buka
) = Kurung tutup
/ = Atau
± = Kurang lebih
= = Sama dengan

Daftar Singkatan :
BUMN = Badan Usaha Milik Negara
Depkes = Dapatermen Kesehatan
DKK = Dan Kawan Kawan
EPO = Evaluasi Penggunaan Obat
Kemenkes = Keputusan Mentri Kesehatan
KIE = Komunikasi Informasi Edukasi
KLB = Kejadian Luar Biasa
n = Jumlah
No = Nomor
Permenkes = Peraturan Mentri Kesehatan
PIO = Pelayanan Informasi Obat
PKMRS = Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit
PKOD = Pemantauan Kadar Obat Dalam Darah
PKRS = Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit
PTO = Pemantauan Terapi Obat
RI = Republik Indonesia
RSUD = Rumah Sakit Umum Daerah
SKRT = Survey Kesehatan Rumah Tanggan

xiv
SLR = Systematic Literatur Review
SMF = Staf Medik Fungsional
UU = Undang Undang
WHO = World Health Organization

xv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan terjadi di

seluruh daerahgeografis di dunia. Penyakit diare juga masih menjadi salah satu

masalah kesehatanmasyarakat di negara berkembang seperti Indonesia, karena

morbiditas danmortalitasnya yang masih terbilang tinggi terutama pada anak

dan balita., (Septiani, 2015). Menurut Riskesdas 2013, diare juga

menempatiurutan ketiga sebagai penyakit menular berdasarkan media/cara

penularan. KejadianLuar Biasa (KLB) diare yang disertai dengan kematian

juga masih sering terjadi (Kemenkes, 2011).

Diare didefinisikan sebagai suatu gejala penyakit yang ditandai dengan

perubahanbentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai cair dan

bertambahnya frekuensibuang air besar yang lebih dari biasa, yaitu = 3 kali

per hari yang disertai denganmuntah atau tinja yang berdarah. Diare biasanya

ditandai dengan mual, muntah, sakitperut, sakit kepala, demam, menggigil,

dan rasa tidak nyaman (Rachmawati, Suharsonoand Sutrisna, 2014).

Secara klinis diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus,

parasit,malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan lain-lain (Depkes

RI, 2011).Bakteri penyebab diare antara lain Campylobacter, Salmonella,

Shigella, [Link] danVibrio cholera. Virus yang menyebabkan diare antara lain

rotavirus, norovirus,cytomegalovirus, herpes simplex dan viral hepatitis atau

1
2

Parasit yang menyebabkan penyakit diare adalah Giardia lamblia, Entamoeba

histolytica dan Cryptosporidium(Raini, Gitawati and Rooslamiati, 2015).

Diare juga merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan

mortilitas anak di negara di negara yang berkembang. Dalam berbagai survai

hasil kesehatan dalam rumah tangga diare menepati kisaran urutan ke-2 dan

ke-3berbagai penyebab kematian anak di [Link] besar diare

disebabkan oleh infeksi. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi saluran

pencernaan biasanya seperti cairan toksin yang menyebabkan gangguan

sekresi dan reabsorsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan

keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam dan basa (Evaluasi

Penggunaan Obat Antidiare Pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUD

Banyumas Tahun 2009).

Diare lebih dominan menyerang anak karena daya tahan tubuhnya yang

masihlemah, sehingga anak maupun balita sangat rentan terhadap penyebaran

bakteri penyebab diare. Jika diare disertai muntah berkelanjutan akan

menyebabkan dehidrasi. Inilah yang harus selalu diwaspadai karena sering

terjadi keterlambatan dalam pertolongan dan mengakibatkan kematian

(Cahyono2010).

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya diare pada

anak yaitu : 1). kesadaran dan pengetahuan ibu, 2). ketersedian sumber air

bersih dan ketersediaan jamban keluarga, 3). Faktor hygine, lingkungan,

kesadaran orang tua balita untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta
3

pemberian ASI menjadi factor yang penting dalam menurunkan angka

kesakitan diare pada balita (Kemenkes RI,2011).

Untuk menurunkan resiko kematian akibat diare dapat dikurangi dengan

terapi yang tepat. Seperti penggantian cairan dan elektrolit, serta obat antidiare

untuk diare akut non-infeksi, sedangkan untuk diare akut infeksi ditambahkan

dengan pemberian antibiotik. Antibiotik yang digunakan pada diare akut

infeksi harus rasional (Fithari dan Di‟fani, 2015).

Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan penelitian mengenai

penggunaan obat diare pada pasien anak rawat inap dengan diare akut.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan dapat disimpulkan masalahnya

yaitu bagaimana gambaran pengobatan diare pada pasian anak di instalasi

rawat inap rumah sakit.

C. Tujuan penelitianan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran

pengobatan diare pada pasien anak di instalasi rawat inap rumah sakit.

D. Manfaat penelitian

1. Manfaat bagi peneliti

a. Dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan terhadap pola

penggunaan obat penyakit diare akut pada anak

b. sebagai bentuk keperdulian terhadap permasalahan dalam pelayana

kesehatan yang terjadi kususnya mengenai penggunaan obat diare akut

pada anak.
4

2. Manfaat bagi pembaca

Diharapkan dapat menambahkan wawasan dan pengetahuan serta

dapat dijadikan bahan acuan dan perbandingan untuk penelitian yang

berhubungan atau sejenisnya.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjaun Rumah Sakit

1. Definisi Rumah Sakit

Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatanyang

menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dan

menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Gawat

Darurat adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis

segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut.

Pelayanan Kesehatan Paripurna adalah pelayanan kesehatan yang meliputi

promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative (UU RI No.44 Tahun 2009).

2. Tugas dan Fungsi Rumah Sakit

Berdasarkan UU RI No.44 Tahun 2009, Rumah Sakit mempunyai

tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna.

Untuk menjalankan tugasnya, Rumah Sakit mempunyai fungsi :

a. penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan

sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;

b. pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui

pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai

kebutuhan medis;

c. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia

dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan

kesehatan;

5
6

d. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan

teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan

kesehatan dengan memperhatikanetika ilmu pengetahuan bidang.

Apoteker rumah sakit mempunyai peluang memberi kontribusi pada

keempat fungsi ini, dan untuk fungsi kesehatan masyarakat apoteker

dapat mengadakan PKMRS (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Rumah Sakit) yang meliputi pemberian informasi tentang obat,

menambah wawasan tentang obat dan cara pakai.

3. Klasifikasi Rumah Sakit

Rumah sakit dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria sebagai berikut:

a. Berdasarkan kepemilikan, terdiri dari:

1) Rumah sakit pemerintah, terdiri dari:

a) Rumah sakit yang langsung dikelola oleh Departemen

Kesehatan

b) Rumah sakit pemerintah daerah

c) Rumah sakit militer

d) Rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

2) Rumah sakit yang dikelola oleh masyarakat (swasta).

b. Berdasarkan jenis pelayanan, terdiri dari 2 jenis :

1) Rumah sakit umum, memberi pelayanan kepada berbagai penderita

dengan berbagai penyakit


7

2) Rumah sakit khusus, memberi pelayanan diagnosa dan pengobatan

untuk penderita dengan kondisi medik tertentu baik bedah maupun

non bedah,

contoh: rumah sakit kanker maupun rumah sakit jantung

c. Berdasarkan afiliasi pendidikan, terdiri dari 2 jenis :

1) Rumah sakit pendidikan, yaitu rumah sakit yang menyelenggarakan

program latihan untuk berbagai profesi.

2) Rumah sakit nonpendidikan, yaitu rumah sakit yang tidak memiliki

program pelatihan residensi dan tidak ada afiliasi rumah sakit

dengan universitas.

d. Berdasarkan lama tinggal di rumah sakit, terdiri dari 2 jenis:

1) Rumah sakit perawatan jangka pendek, yaitu rumah sakit yang

merawat penderita selama rata-rata kurang dari 30 hari, misalnya

penderita dengan kondisi penyakit akut dan kasus darurat.

2) Rumah sakit perawatan jangka panjang yang merawat penderita

dalam waktu rata-rata 30 hari atau lebih.

4. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Pemerintah

Berdasarkan UU RI No.44 Tahun 2009, rumah sakit umum

diklasifikasikan berdasarkan pada unsur pelayanan dan ketenagaan fisik

yang terdiri dari :

a. Rumah Sakit Umum Kelas A adalah rumah sakit umum yang

mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis spesialistik luas

dan subpesialistik luas.


8

b. Rumah Sakit Umum Kelas B adalah rumah sakit umum yang

mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis sekurang-

kurangnya 11 spesialistik dan subspesialistik.

c. Rumah sakit umum kelas C adalah rumah sakit umum yang mempunyai

fasilitas dan kemampuan pelayanan medis spesialistik dasar.

d. Rumah sakit umum kelas D adalah rumah sakit umum yang mempunyai

fasilitas dan kemampuan pelayanan medis dasar.

5. Klasifikasi Rumah Sakit Umum Swasta

Beberapa ketentuan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia No. 806 b/MenKes/SK/1987 tentang Klasifikasi Rumah Sakit

Umum Swasta berdasarkan pembedaan tingkatan dan kemampuan

pelayanannya yaitu :

a. Rumah Sakit Umum Swasta Pratama, yang memberikan pelayanan

medik bersifat umum.

b. Rumah Sakit Umum Swasta Madya, yang memberikan pelayanan

medik bersifat umum dan spesialistik dalam 4 (empat) cabang.

c. Rumah Sakit Umum Swasta Utama, yang memberikan pelayanan

medik bersifat umum, spesialistik dan subspesialistik.

6. Struktur Organisasi Rumah Sakit

Struktur organisasi rumah sakit umumnya terdiri atas Badan

Pengurus Yayasan, Dewan Pembina, Dewan Penyantun, Badan Penasehat,

dan Badan Penyelenggara. Badan Penyelenggara terdiri atas direktur,

wakil direktur, komite medik, satuan pengawas, dan berbagai bagian dari
9

instalasi. Sebuah rumah sakit bisa memiliki lebih dari seorang wakil

direktur, tergantung pada besarnya rumah sakit. Wakil direktur pada

umumnya terdiri atas wakil direktur pelayanan medik, wakil direktur

penunjang medik dan keperawatan, serta wakil direktur keuangan

danadministrasi. Staf Medik Fungsional (SMF) berada di bawah

koordinasi komite medik. SMF terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dan

dokter spesialis dari semua disiplin yang ada di suatu rumah sakit. Komite

medik adalah wadah nonstruktural yang keanggotaannya terdiri atas ketua-

ketua SMF (Siregar, 2004).

B. Tinjauan Instalasi Farmasi

Instalasi farmasi rumah sakit adalah bagian tidak terpisahkan dari sistem

tahun 2016 disebutkan mengenai tugas dan fungsi Instalasi Farmasi Rumah

Sakit. Adapun Tugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit antara lain, sebagai

berikut (Kemenkes pelayanan kesehatan rumah sakit yang utuh dan selalu

berorientasi pada pelayanan pasien, menyediakan obat yang bermutu, dan

terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dalam Permenkes RI Nomor 72,

2016):

1. Menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur, dan mengawasi

seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan profesional

serta sesuai prosedur dan etik profesi.

2. Melaksanakan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan

medis habis pakai efektif, aman, bermutu, dan efisien.


10

3. Melaksanakan pengkajian dan pemantauan penggunaan sediaan farmasi,

alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai guna memaksimalkan efek

terapi dan keamanan serta meminimalkan risiko.

4. Melaksanakan komunikasi, informasi dan ini edukasi (KIE) serta

memberikan rekomendasi kepada dokter, perawat dan pasien.

5. Berperan aktif dalam Komite/Tim Farmasi dan Terapi.

6. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan pelayanan

kefarmasian.

7. Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan

forularium Rumah Sakit.

Adapun fungsi Instalasi farmasi rumah sakit adalah, sebagai berikut

(Kemenkes, 2016) :

1. Pengelolaan Sedian Farmasi, Alat Kesehatan Dan Bahan Medis Habis

Pakai

a. Memilih sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai

sesuai kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.

b. Merencanakan kebutuhan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan

medis habis pakai secara efektif, efisien dan optimal.

c. Mengadakan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis

pakai berpedoman pada perencanaan yang telah dibuat sesuai

ketentuan yang berlaku.


11

d. Memperoduksi sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis

pakai untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Rumah

Sakit.

e. Menerima sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis

pakai sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.

f. Menyimpan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis

pakai sesuai denga spesifikasi dan persyaratan kefarmasian.

g. Mendistribusikan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis

habis pakai ke unit-unit pelayanan di Rumah Sakit.

h. Melaksanakan pelayanan farmasi satu pintu.

i. Melaksanakan pelayanan obat “unit dose”/ dosis sehari.

j. Melaksanakan komputerisasi pengelolaan sediaan farmasi, alat

kesehatan, dan bahan medis habis pakai (apabila sudah

memungkinkan).

k. Mengidentifikasi, mencegah dan mengatasi masalah yang terkait

dengan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai.

l. Melakukan pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi, alat

kesehatan, dan bahan mdis habis pakai yang sudah tidak digunakan.

m. Mengendalikan persediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan

medis habis pakai.

n. Melakukan administrasi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan,

dan bahan medis habis pakai.


12

2. Pelayanan Farmasi Klinik

a. Mengkaji dan melaksanakan pelayanan resep atau permintaan obat.

b. Melaksanakan penelusuran riwayat penggunaan obat.

c. Melaksanakan rekonsiliasi obat.

d. Memberikan informasi dan edukasi penggunaan obat baik

berdasarkan

resep maupun obat non resep kepada pasien/keluarga pasien.

e. Mengidentifikasi, mencegah dan mengatasi masalah yang terkait

dengan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai.

f. Melaksanakan visite mandirimaupun bersama tenaga kesehatan lain.

g. Memberikan konseling pada pasien dan/atau keluarganya.

h. Melaksanakan Pemantauan Terapi Obat (PTO).

(1) Pemantauan efek terapi obat;

(2) Pemantauan efek samping obat;

(3) Pemantauan Kadar Obat Dalam Darah (PKOD).

i. Melaksanakan Evaluasi Penggunaan Obat (EPO).

j. Melaksanakan dispensing sediaan steril.

(1) Melakukan pencampuran obat suntik;

(2) Menyiapkan nutrisi parenteral;

(3) Melaksanakan penanganan sediaan sitotoksik;

(4) Melaksanakan pengemasan ulang sediaan steril yang tidak stabil.


13

k. Melaksanakan pelayanan informasi obat (PIO) kepada tenaga

kesehatan lain, pasien/keluarga, masyarakat dan institusi di luar

Rumah Sakit.

l. Melaksanakan penyuluhan kesehatan Rumah Sakit (PKRS)

C. Tinjauan Tentang Diare

Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan dan terjadi di

seluruh daerahgeografis di dunia. Penyakit diare juga masih menjadi salah satu

masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia,

karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih terbilang tinggi terutama

pada bayi dan balita. Ditemukan 60 juta kejadian diare setiap tahunnya, 70-

80% dialami oleh anak-anak dibawah 5 tahun (± 40 juta kejadian) (Septiani,

2015). Menurut Riskesdas 2013, diare juga menempati urutan ketiga sebagai

penyakit menular berdasarkan media/cara penularan. Kejadian Luar Biasa

(KLB) diare yang disertai dengan kematian juga masih sering terjadi

(Kemenkes, 2011).

Diare didefinisikan sebagai suatu gejala penyakit yang ditandai dengan

perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai cair dan

bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa, yaitu = 3 kali

per hari yang disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Diare biasanya

ditandai dengan mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, demam, menggigil,

dan rasa tidak nyaman (Rachmawati, Suharsono and Sutrisna, 2014).


14

Secara klinis diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit,

malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan lain-lain (Depkes RI,

2011).

Bakteri penyebab diare antara lain Campylobacter, Salmonella,

Shigella, [Link] dan Vibrio cholera. Virus yang menyebabkan diare antara lain

rotavirus, norovirus, cytomegalovirus, herpes simplex dan viral hepatitis atau

Parasit yang menyebabkan penyakit diare adalah Giardia lamblia, Entamoeba

histolytica dan Cryptosporidium (Raini, Gitawati and Rooslamiati, 2015).

Pada penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, biasanya lebih

sering memakai obat antibiotik. Antibiotik yang dipilih atau digunakan pada

diare akut infeksius harus rasional. Pemakaian obat antibiotik yang tidak

sesuai (tidak rasional) dengan pedoman terapi, akan meningkatkan

berkembangnya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Akan tetapi, munculnya

resistensi dapat dilakukan pencegahan yakni didasarkan dengan penggunaan

obat secara rasional yaitu tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis,

serta waspada terhadap efek samping yang mungkin timbul dari pemberian

antibiotik tersebut. Orientasi penggunaan antibiotik secara rasional lebih

diarahkan pada pasien agar didapatkan hasil yang aman, efektif, dan efisien

(Santoso, 2009).

D. Tinjaun Diare Pada Pasien Anak

Diare pada anak merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang

penting di negara berkembang termasuk di Indonesia. Diare di Indonesia

masih merupakan masalah kesehatan utama karena masih sering menimbulkan


15

Kejadian Luar Biasa (KLB) dan kadang disertai kematian, menurut undang

undang republik indonesia no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pasal

1 ayat 1, batasan usia anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun

termasuk anak yang masih dalam kandungan .Dalam survey Kesehatan

Rumah Tangga (SKRT) padatahun 2009 diare menempati urutan kedua

terbanyak dari penyebab kematian anak di indonesia. Banyak faktor yang

mempengaruhi kejadian diare pada anak. Faktor higiene dan sanitasi

merupakan faktor yang dominan karena kebanyakan agen penyebab diare baik

bakteri, virus maupunprotozoa ditularkan melalui perantaraan vector mekanik

seperti lalat yang banyak terdapat pada seseorang dengan higiene dan sanitasi

yang jelek. Penanganan diare pada anak masih berpedoman pada kesepakatan

WHO (World Health Organizatiaon) yang disebut Ways Threat Diarrhea

yang di Indonesia dengan istilah LINTAS DIARE (dr. Rudianto Sofwan,

2010).

Di Indonesia, 6 sekitar 162 juta anak meninggal setiap tahun atau

sekitar 460 anak perharinya. Penyakit diare di Negara Maju walaupun sudah

terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakat, tetapi nsiden diare

infeksi masih tetap tinggi dan masih menjadi masalah kesehatan (Depkes,

2005).

E. Tinjauan Obat Antidiare

Adapun beberapa macam penggolongan obat untuk diare adalah

obstipansia, dan beberapa macam obat antibiotik yang digunakan untuk diare

adalah :
16

1. Golongan spasmolitik :

a. Loperamid, sebagai obat antidiare bekerja dengan beberapa mekanisme

yang mengurangi pristaltik dan sekresi cairan serta meningkatkan

penyerapan cairan dan elektrolit dari saluran pencernaan.

2. Golongan adsorbant :

a. Attapulgit, zat yg terkandung dalam beberapa obat diare, berfungsi

memperlambat kerja usus besar sehingga dapat menyerap lebih banyak

air.

b. Kaolin, untuk mengobati diare kaolin bekerja dengan cara menyerap

berbagai zat yang meniritasi lambung dan toksin penyebab diare.

Adapun obat antidiare dengan terapi lainnya adalah :

a. Probiotik , bekerja dengan cara mengganti bakteri baik yang hilang dari

dalam tubuh dan menyeimbangkan jumlah bakteri baik dan jahat yang

hidup disistem pencernaan agar tubuh mampu berfungsi normal

b. Zinc,untuk menggantikan suatu zat mikro yang penting untuk kesehatan

dan pertumbuhan anak selama diare karena tubuh akan kehilangan zinc

Dan ada juga beberapa antibiotik yang dikombinasikan dengan obat diare :

a. Ampicillin : obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan

bakteri

b. Amoxicillin : obat ini bekerja dengan cara menghentikan bakteri

berkembang biak dan membunuh bakteri penyebab

infeksi dalam tubuh.


17

c. Ciprofloxacin : obat ini bekerja dengan cara menghentikan

pertumbuhan bakteri.

d. Clindamycin : obat ini bekerja dengan cara memperlambat dan

menghentikanperkembangbiakan bakteri.

e. Nifuroxazid : obat ini bekerja dengan cara mematikan serangan

bakteri yang menjadikan penyebab infeksi.


BAB III

KERANGKA KONSEP

A. Kerangka Konsep

Rumah Sakit

Rawat inap Rawat jalan UGD

Penderita diare
pasien anak rawat
inap

Pengobatan diare Diet Pola hidup

Literature review analisis


data pengobatan diare

Kesimpulan

Keterangan :

: Yang ditelititi

: Yang tidak diteliti

Gambar III.1 Kerangka Konsep

18
19

B. Keterangan Kerangka Konsep

Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah suatu alat atau tempat yang

digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,

preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah,

pemerintah daerah, dan masyarakat. Fasilitas pelayanan kesehatan yang

digunakan dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit. Rumah Sakit adalah

institusi pelayanan kesejatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehataan

perorangan secara Paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat

jalan dan gawat darurat, penderita diare pasien anak rawat inap adalah pasien

anak yang dirawat di instalasi rawat inap rumah sakit karena terkena diare,

pengobatan antidiare adalah obat apa saja yg di pakai untuk pasien yg

menderita diare kusunya pada pasien anak,dan analisis data adalah suatu proses

yang mengolah data menjadi informasi baru sehingga karakteristik data

menjadi lebih mudah dipahami dan beguna untuk solusi masalh, kesimpulan

adalah suatu kalimat yang disampaikan dengan gagasan yang mencapai pada

akhir pembicraan dengan kata lain kesimpulan merupakan hasil dari suatu

pembahasan
BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis dan Rancangan Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian study

literature dengan metode systematic literatur review atau kajian literature yang

dilakukan oleh penulis dengan melakukan pencarian terhadap berbagai sumber

tertulis baik berupa jurnal, sehingga informasi yang didapat dari studi

kepustakaan ini dijadikan rujukan atau memperkuat argumentasi argumentasi

yang ada, study literature dilakukan oleh peneliti setelah menentukan topik

penelitian dan ditetapkannya rumusan permasalahan sebelum terjun ke

lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan dengan metode deskriptif

terhadap gambaran pengobatan diare pada pasien anak di instalasi rawat inap

rumah sakit, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara pengambilan

data secara retrospektif dengan melihat 5 jurnal yang relevan dengan penelitian

ini.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit dengan lokasi study literature

dengan menggunakan waktu penelitian selama bulan April sampai mei 2020.

C. Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

20
21

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono,

2009).

Populasi dalam penelitian ini adalah semua jurnal yang sesuai dengan

gambaran pengobatan diare pada pasien anak di instalasi awat inap rumah

sakit

2. Sampel

Menurut Arikunto (2013), sampel adalah sebagian atau wakil dari

populasi yang akan diteliti. Bila populasi besar dan peneliti tidak

memungkinkan mempelajari semua yang ada pada populasi karena

keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan

sampel dari data yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2009).

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 jurnal yang

relevan dengan penelitian ini, Kriteria inklusi dalam penelitian ini dimana

subjek dalam penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang

memenuhi sarat yaitu:

a. Jurnal tahun 2010 – 2020

b. Jurnal full artikelnya

c. Jurnal yang berfokus pengobatan diare

d. Jurnal yang melakukan penelitian di Rumah Sakit

Sedangkan dalam penelitian ini kriteria eksklusi adalah

menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang tidak memenuhi kriteria

yaitu:

a. Jurnal yang tidak bisa didownload


22

b. Hanya abstrak

c. Teknik sampling

Metode pengumpulan data pada penelitian ini diambil dengan

menggunakan teknik purposive sampling. Yaitu salah satu teknik sampling

nonrandom sampling dimana penelitian menentukan pengambila sampel

dengan cara menetapkan ciri ciri khusus yang sesuai dengan tujuan

penelitian sehingga dapat menjawab permasalahan penelitian.

D. Unit Analisis

Unit analisis adalah unit yang akan digunakan untuk menjelaskan atau

menggambarkan karakteristik Soedibjo (2013), unit analisa pada penelitian ini

adalah pengobatan diare pada pasien anak di isntalasi rawat inap rumah sakit.
23

E. Prosedur Pengumpulan Data

Pencarian Litratur
Basis data : google scholar
Batasan pencarian artikel berbahasa inggris (IC1)

Hasil pencarian (n = 20)

Artikel disaring atas dasar judul, abstrak dan kata kunci

Artikel tidak dapat Hasil Pencarian yang Hsil pencarian tidak


diakses secara akan di proses diproses kembali (n=5)
menyeluruh oleh kembali (n = 13) tidak memenuhi IC2

Artikel disaring dengan melihat keseluruhan teks

Hasil pencarian yang Hasil pencarian yang tidak


akan diproses kembali diproses kembali (n=8)
(n=5) tidak memenuhi IC2

Penyaringan daftar referensi dari


artikel yang akan di proses

Hasil Pencarian (n=0)

Studi terdahulu yang relevan dengan


penelitian ini (n=5)

Gambar IV. 1 Kerangka kerja


24

F. Pengolahan Data

Dari sumber pencarian data yang digunakan melalui sistematis database

terkomputerisasi dari google cendekia dari tahun 2010 sampai tahun 2019

tentang gambaran pengobatan diare pada pasien anak di idntalasi rawat inap

rumah sakit yang berjumlah 5 jurnal. Hasil penelitian ini dipilih berdasarkan

dari hasil yang sudah dipublikasikan dalam jurnal, dengan mempertimbangkan

tingginya kasus diare pada pasien anak yang ada di Indonesia. Dan Kajian ini

tidak termasuk hasil penelitian yang belum dipublikasikan dan prosiding.

Dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data yang dilakukan dengan

menggunakan cara data sekunder, yaitu data yang didapat dari jurnal, buku

dan literatur lainnya. Ketika sumber berbentuk e-book, e-jurnal maupun

literatur lainnya berbentuk elektronik, penulis akan mengetik dengan kata

kunci di bagian pencarian sumber-sumber populasi. Kemudian sumber dari

jurnal tersebut akan disaring dengan mengecek dibagian web. Jurnal dengan

sumber yang valid, berkaitan dengan tema, dan tidak berbayar untuk

mengaksesnya akan penulis kumpulkan.


BAB V

HASIL PENELITIAN

Dari sumber pencarian data yang digunakan melalui sistematis database

terkomputerisasi dari google cendekia dari tahun 2010 sampai tahun 2019 dengan

kata kunci pasien anak, diare, obat antidiare didapatkan 20 jurnal. Dari 20 jurnal

yang tidak bisa di download 2 jurnal, yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian

ada 5 jurnal, dan jurnal yang akan di proses kembali ada 13 jurnal. Setelah di

analisis kembali dari 13 jurnal ada 8 jurnal yang tidak bisa di proses kembali. Dan

didapatkan 5 jurnal yang relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian.

A. Karakteristik Data

Tabel V.1 Karakteristik Data Jurnal 1


Evaluasi Penggunaan Obat Antidiare Pada Pasien Anak Di
Judul
Instalasi Rawat Inap RSUD Banyumas Tahun 2009
Sumber Pharmacy, vol.08 no.02 agustus 2011 Dewi Sekar Tanjung,
Anjar Mahardian Kusuma, Indri hapsari
Desain penelitian Di analisis secara deskriptif non-analitik dengan metode
retospektif
Populasi Poulasi penelitian ini adalah 485 kasus kesuluruhan dire dari
bulan januari – desember
Sampel Sampel dihitung menggunakan rumus nawawi sehingga
sampel yang diambil dalam penelitian ini 159 kasus
Teknik sampling -
Unit analisis data Penggunaan obat antidiare pada pasien anak yg dirawat inap
Prosedur Dengan cara retrospektif dari kartu rekam medik pasien anak
pengumpulan data rawat inap di RSUD Banyumas dengan diagnosa diare
meliputi identitas pasien,lama perawatan,dan macam obat
yang dipakai
Pengololahan data Dijabarkan dalam bentuk tabel, lalu dianalisa secara deskriptif
non analitik dengan membandingkan standar pelayanan
medis penyakit diare
Kesimpulan Penggunaan obat antidiare pada pasien anak diinstalasi rawat
inap RSUD Banyumas sudah sesui dengan standar pelayanan
medik menurut ikatan dokter indonesia

25
26

Dari jurnal yang pertama bisa dilihat dalam tabel bahwa desain

penelitiannya dianalisis secara deskriptif nonanalitik dengan metode

retrospektif, dan populasinya adalah 485 kasus keseluruhan diare di bulan

januari sampai desember, dengan sampel 159 kasus diare pada pasien anak

rawat inap, dengan unit analisis penggunaaan obat anti diare pada pasien anak

di instalasi rawat inap, dengan prosedur pengumpulan datanya menggunakan

metode retrospektif dari kartu rekam medik pasien anak rawat inap di isntalasi

rawat inap RSUD Banyumas dengan diagnose diare, identitas pasien, lama

perawatan dan macam obat yang dipakai, dan pengolahan datanya dijabarkan

dalam bentuk table dan dianalisis secara deskriptif non analitik dengan

membandingkan standar pelayanan medis penyakit diare.

Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 1

69,81%
97,48%

lacto B
28.30%
Zink dosis
10mg

Gambar V.1 Diagram Penggunaan Obat Diare Jurnal 1


27

Tabel V.2 Karakteristik Data Jurnal 2


Judul Studi Penggunaan Obat Pada Penderita Diare Akut Di
Instalasi Rawat InapBLU RSUP Prof Dr.R.D. Kandou
Manado Priode Januari - Juni 2012
Sumber Pharmacon jurnal ilmiah farmasi – unsrat vol.2 no.01
februari 2013 Fras Korompis, Heedy Tjitrosantoso, Lily
Ranti Goenawi
Desain penelitian Deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif.
Populasi Populasi penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi
objek pengamatan penelitian
Sampel Sampel ini diambil dari 84 catatan rekam medik dari kasus
penderita diare akut yang akan di survei
Teknik sampling -
Unit analisis Data Penggunaan obat pada penderita diare akut di instalasi
rawat inap
Prosedur Dilakukan secara retrospektif selama 2 bulan dari November
pengumpulan data sampai Desember 2012 dengan menyurvei data pasien seperti
umur pasien, jenis kelamin, jenis diare akut, pengobatan yang
diterima pasien
Pengolahan data Menggunakan data pasien dengan catatan rekam medik
penderita diare akut. lalu di survei
Kesimpulan Hasilnya menunjukkan seluruh penderita menggunakan
ORS(100%), tetapi disertai dengan penggunaan obat lain
yang membantu penyembuhan diare akut dan mengobati
gejala – gejala klinis yang menyertai diare akut seperti
demam dan muntah

Pada jurnal yang kedua dapa dilihat dalam tabel ini menggunakan desain

penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif, dan

populasinya segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian,

dengan sampel 84 catatan rekam meidk dari kasus penderita diare akut yang

akan disurvei, dengan unit analisi penggunaan obat pada penderita diare akut

di instalais rawat inap, melalui prosedur pengumpulan ndata yang dilakukan

secara retrospektif selama 2 bulan dari bulan November – Desember 2012

dengan menyurvei data pasien meliputi umur pasien, jenis kelamin, jenis diare

akut, dan pengobatan yang diterima pasien, yang pengolahan datanya


28

menggunakan data pasien dengan catatan rekam medik penderita diare akut

lalu disurvei.

Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 2

2,38%
1,19%
2,38% 15,58%
7,14%
2,38%
5,95% 4,76%
2,38%
4,76% 11,90%
1,19%

11,90% 4,76%
21,24%

ors + suplemen zink


ors + antibiotik
ors + antipiretik
ors + antipiretik + antimetik
ors + suplemen zink + antipiretik
ors + suplemen zink + antimetik
ors + suplemen zink + antibiotik
ors + antipiretik + antibiotik
ors + antipiretik + obat lain (probiotik)
ors + suplemen zink + obat lain (probiotik )
ors + suplemen zink + antipiretik + antimetik
ors + suplemen zink + antipiretik + antibiotik
ors + antipiretik + antimetik + antibiotik
ors + suplemen zink + antipiretik + obat lain (probiotik)
ors + suplemen zink + antipiretik + antimetik + obat lain (probiotik)
Gambar V.2 Diagram Penggunaan Obat Diare Jurnal 2.
29

Tabel V.3 Karakteristik Data Jurnal 3


Judul Provil Terapi Obat Pada Pasien Rawat Inap Dengan Diare
Akut Pada Anak Di Rumah Sakit Umum Negara
Sumber Jurnal kimia 8 (2), juli 2014 : 183-190 Arifani Siswidiasari,
Ketut Widyani Astuti, dan Shagung Chandra Yowani
Desain penelitian Deskriptif retrospektif dengan mengambil data dari rekam
medik pasien rawat inap dengan diare akut di RSU Negara.
Populasi Populasinya adalah data rekam medis semua pasien diare akut
dengan rentang usia antara 0 – 14 tahun di RSU Negara.
Sampel Sampel yang digunakan yaitu semua data rekam medis pasien
rawat inap dengan diare akut pada anak bulan Juli-Desember
2012 yang memenuhi kriteria inklusi.
Teknik sampling Metode consecutive sampling
Unit analisis Data Terapi obat pada pasien rawat inap dengan diare akut
pada anak
Prosedur Pendataan dan pencatatan data rekam medis pasien rawat inap
pengumpulan data dengan diare akut pada anak yang memenuhi kriteria inklusi
dan kriteria eksklusi pada lembar pengumpulan data.
Pengolahan data Mengambil data dari rekam medis pada pasien rawat inap
dengan diare akut pada anak, lalu menetapkan subjek yang
memenuhi kriteria penelitian
Kesimpulan Antibiotik sefalosporin 97,62%, penisilin 2,38%, ringer laktat
93,48%, dextrosa 13,04%, CRO 10,87%, zink 65,22%,
antiemetik 58,69%, antipiretik 54,35%, antasida 2,17%,
ranitidin 23,91%, probiotik 21,74%, sinbiotik 34,78%

Pada jurnal 3 dapat dilihat dalam tabel bahwa desain dari penelitian ini

adalah deskriptif retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik pasien

rawat inap dengan diare akut di instalasi RSU Negara, dan populasinya adalah

semua pasien diare akut dengan rentang usia 0 – 14 tahun, sedangkan

sampelnya adalah semua data rekam medis pasien rawat inap dengan diare

akut pada anak bulan Juli – Desember 2012 yang memenuhi kriteria inklusi,

dan teknik samplingnya menggunakan metode consecutive sampling dan unit

analisi datanya adalah terapi obat pada pasien rawat inap denga diare akut

pada anak, dengan prosedur pengumpulan datanya mengambil data rekam

medis pasien rawat inap dengan diare akut pada anak yang memenuhi kriteria

inklusi dan eksklusi pada lembar pengumpulan data, lalu pengolahan datanya
30

mengambil data dari rekam medis pada pasien rawat inap dengan diare akut

pada anak lalu menetapkan subjek yang memenuhi kriteria pada penelitian.

Diagram penggunaan obat antidiare dari jurnal 3

34,78%
21,74% Sefalosporin
23,91% Penisilin
97,62% Ringer laktat
2,17% Dekstrosa
2,38% CRO
54,35%
Zink
93,48% Antimetik
58,69% Antipiretik

65,22%
Antasida
13,04%
H2 Blocker
10,87% Probiotik
Sinbiotik

Gambar V. 3 Diagram Penggunaan Obat Diare Jurnal 3


31

Tabel V.4 Karakteristik Data Jurnal 4


Judul Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Untuk Pengobatan Diare
Pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUD RAA
Soewondo Pati Tahun 2017
Sumber Cendekia Journal of Pharmacy STIKES cendekia Utama
Kudus Vol.2, No. 1, Mei 2018 Annik Megawati, Della
Fatma Sari
Desain penelitian Non-eksperimental dengan pengambilan data secara
retrospektif dengan melihat rekam medis pasien anak yang
didiagnosa diare.
Populasi Populasinya adalah semua pasien yang didiagnosis diare di
Instalasi Rawat Inap RSUD RAA Soewondo Pati tahun
2017.
Sampel Seluruh jumlah populasi yang mana jumlah populasi didapat
dari jumlah rekam medik pasien rawat inap diare pada anak.
Teknik sampling Purposive sampling.
Unit analisis Data Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Untuk Pengobatan
Diare Pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Inap
Prosedur Mengambil data rekam medis pasien anak yang didiagnosa
pengumpulan data diare dengan menggunakan teknik purposive sampling lalu
data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif
Pengolahan data Melihat data rekam medis pasien anak yang didiagnosa diare
lalu menganalisis dengan metode deskriptif kualitatif
Kesimpulan Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien diare anak
rawat inap menunjukkan bahwa Presentase tingkat
kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak
di RSUD RAA Soewondo Pati sebesar 99%.

Pada jurnal 4 bisa dilihat di dalam tabel bahwa desain penelitiannya

menggunakan metode non eksperimental dengan mengambil data secara

retrospektif dengan melihat data rekam medis pasien anak yang didiagnosa

diare, dan populasinya semua pasien yang didiagnosa diare di instalasi rawat

inap RSUD RAA Soewondo pati tahun 2017, dengan sampelnya yaitu seluruh

data rekam medik pasien anak yang menderita diare dan teknik samplingnya

menggunakan teknik purposive sampling, dengan unit analisis data

rasionalitas penggunaan antibiotik untuk pengobatan diare pada pasien anak di

instalasi rawat inap, prosedur pengumpulan datanya mengambil data rekam

medis pasien anak yang didiagnosa diare lalu data di analisis dengan metode
32

analisi deskriptif kualitatif, dengan pengolahan datanya melihat data rekam

medis pasien anak yang didiagnosa diare lalu menganalisis dengan metode

deskriptif kualitatif.

Diagram penggunaan obat antidiare jurnal 4

4%

2%
15%
18%

Amoxicillin

61% Ampicillin
Cefotaxim
Ceftriaxon
Metronidazole

Gambar V.4 Diagram Penggunaan Obat Diare jurnal 4


33

Tabel V.5 Karakteristik Data Jurnal 5


Judul Evalusi Penggunaan Kombinasi Zink Dan Probiotik Pada
Penanganan Pasien Diare Anak Di Instalasi Rawat Inap
RSUD Undata Palu Tahun 2013
Sumber Online Jurnal of Natural Science, Vol. 3 (1): 55-64 March
2014 Mardayani Lolopayung, Alwiyah Mukaddas, Inggrid
Faustine
Desain penelitian Dilakukan secara prospektif pada pasien diare anak di
Instalasi Rawat Inap, dengan Subjek penelitian dibagi dalam
2 kelompok
Populasi Pasien diare anak di Instalasi Rawat Inap RSUD Undata
Palu Tahun 2013 selama 3 bualn (Juni – September 2013)
Sampel Pasien diare anak, umur 1 bulan – 12 tahun, rawat inap dan
mendapat terapi kombinasi zink-probiotik dan atau oralit.
Teknik sampling -
Unit analisis data Penggunaan Kombinasi Zink Dan Probiotik Pada
Penanganan Pasien Diare Anak Di Instalasi Rawat Inap
Prosedur Dengan data rekam medik pasien anak yang dirawat inap
pengumpulan data selama 3 bulan lalu dibagi 2 kelompok perlakuan dan
kontrol.
Pengolahan data Data diolah dengan analisis univariat dan bivariat
Kesimpulan Penggunaan zink dan probiotik pada pasien diare anak
mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap konsistensi
feses, frekuensi diare, durasi diare, dan lama rawat inap (p =
0,000).

Pada jurnal 5 dapat dilihat didalam tabel bahwa desain

penelitiannya dilakukan secra retrospektif dengan subjek penelitian dibagi

menjadi 2 kelompok, dengan populasi semua pasien diare anak yang di rawat

diinstalasi rawat inap RSUD Undata Palu Tahun 2013 selama 3 bulan dari

bulan Juni – September 2013, dan sampelnya pasien diare anak rawat inap

pada umur 1 bulan – 12 tahun, unit analisis datanya penggunaan kombinasi

zink dan probiotik pada penanganan pasien diare anak di instalasi rawat inap,

dan prosedur penumpulan datanya adalah dengan data rekam medik pasien

anak rawat inap selam 3 bulan lalu dibagi menjadi 2 kelompk yaitu kelompok

perlakuan dan kelompok kontrol, dengan pengolahan datanya diolah dengan

analisis univariate dan bivariat.


BAB VI

PEMBAHASAN

A. Hasil Pembahasan

Diare pada anak merupakan penyebab tertinggi morbidita (kesakitan)

dan moralitas (kematian) di dunia teruma di Negara yang sedang berkembang,

Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan

kematian akibat diare. WorldHealth Organization (WHO) memperkirakan

empat ratus milyar kasus terjadi di dunia pada tahun 2000 dan 2,2 juta

diantaranya meninggal sebagian besar adalah anak anak, dari kasus diare bila

tidak mendapatkan pertolongan yang memadai dapat menyebabkan

bertambahnya kematian pada anak.

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh dewi sekar tanjung dkk untuk

mengevaluasi penggunaan obat antidiare pada pasien anak di rumah sakit

umum daerah (RSUD) Banyumas sudah sesuai dengan standar pelayanan

medis, menurut ikatan dokter Indonesia, penelitian ini dilakukan dengan

metode retrospektif yaitu melakukan penelusuran terhadap tindakan yang

dilakukan oleh tenaga medis kepada pasien anak dalam memberikan obat

antidiare di instalasi rawat inap RSUD Banyumas tahun 2009, hasil penelitian

ini mengambil sampel dari data rekam medik dengan jumlah keseluruan kasus

diare, dan penelitian ini menggunakan rumuas (nawawi 149 : 2001) karena

perkiraan distribusi normal populasi kecil, sehingga persentase perkiraan

kemungkinan membuat kekeliruan dalam menentukan ukuran sampel yang

cocok yaitu 5% = 0,05, dan data yang diperoleh dijabarkan dalam bentuk

34
35

table, lalu dianalisis secara deskriptif non anlitik dengan membandingkan

standar pelayanan medis penyakit diare menurut ikatan dokter Indonesia.

poulasi penelitian ini adalah 485 kasus kesuluruhan diare dari bulan

januari – desember, sampel dihitung menggunakan rumus nawawi sehingga

sampel yang diambil dalam penelitian ini 185 kasus, hasil penelitian dan

pembahasan dari evaluasi penggunaan obat antidiare pada pasien anak di

isntalasi rawat inap RSUD Banyumas dapat disimpulkan penggunaan obat

antidiare pada pasien anak diinstalasi rawat inap RSUD Banyumas sudah sesui

dengan standar pelayanan medik menurut ikatan dokter Indonesia (Dewi Sekar

Tanjung, Anjar Mahardian Kusuma, Indri hapsari 2011)

Dari penelitian fras korompis dkk dengan melihat gambaran pengobatan

yang di terima pasien bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita diare

akut yang dirawat di instalasi rawat inap BLU Prof. DR. R. D. Kandou

Manado, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengumpulan data

dilakukan secara restropektif selama 2 bulan dari November sampai Desember

2012 penelitian dilakukan terhadap 84 catatan rekam medik penderita diare

akut, hasil menunjukan seluruh penderita menggunakan ORS 100% tetapi juga

disertai dengan penggunaan obat lain yang dapat membantu penyembuhan

diare akut dan mengobati gejala gejala klinis yang menyertai diare akut seperti

demam dan muntah, Pengobatan tambahan yang digunakan adalah suplemen

zinc sebanyak 69 %, antipiretik sebanyak 58 %, antiemetic sebanyak 27 %,

antibiotik sebanyak 16 %, dan probiotik sebanyak 12 %, dan penderita diare

akut terbanyak berdasarkan kriteria kelompok umur 1-5 tahun sebanyak


36

42.85% (36 penderita) kelompok usia ini termasuk kelompok anak yang mulai

aktif bermain dan sangat rentan trrkena infeksi penyakit terutama diare.

populasi penelitian ini adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek

pengamatan penelitian. sampel ini diambil dari 84 catatan rekam medik dari

kasus penderita diare akut yang akan di survei, proses pengumpulan data

dilakukan secara retrospektif selama 2 bulan dari November sampai Desember

2012 dengan menyurvei data pasien seperti umur pasien, jenis kelamin, jenis

diare akut, pengobatan yang diterima pasien, sedangkan proses pengolahan

data menggunakan data pasien dengan catatan rekam medik penderita diare

akut. lalu di survei dan dapat disimpulkan bahwa hasilnya menunjukkan

seluruh penderita menggunakan ORS(100%), tetapi disertai dengan

penggunaan obat lain yang membantu penyembuhan diare akut dan mengobati

gejala – gejala klinis yang menyertai diare akut seperti demam dan muntah

(Fras Korompis, Heedy Tjitrosantoso, Lily Ranti Goenawi 2013)

Dari penelitian yang dilakukan oleh arifani siswidiasari dkk bertujuan

untuk memberikan penjelasan mengenai profil pasien, profil obat yang

digunakan, dan lama perawatan di RSUD Negara, metode yang digunakan

adalah deskriptif restropektif dengan mengambil data reka medis pada bulan

Juli sampai Desember 2012, jenis diare yang diteliti adalah diare pada anak

dengan rentang usia 0 – 14 tahun.

Populasinya adalah data rekam medis semua pasien diare akut dengan

rentang usia antara 0 – 14 tahun di RSU Negara. Sampel yang digunakan yaitu

semua data rekam medis pasien rawat inap dengan diare akut pada anak bulan
37

Juli-Desember 2012 yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik

samplingnya yaitu metode consecutive sampling dengan pengolahan data

mengambil data dari rekam medis pada pasien rawat inap dengan diare akut,

lalu menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian hasil penelitian

menunjukan bahwa obat yang digunakan untuk terapi diare akut di RSUD

Negara dengan mengikuti profil sebagai berikut : jenis kelaminlaki laki

(69,57%), perempuan (30,34%), dengan umur 0 - < 1tahun (60,87%), 1 - <

5tahun (34,78%), 5 - < 14tahun (4,35%), dan klasifikasi diare yang tertinggi

adalah diare akut dehidrasi ringan (63,04%), diare akut tanpa dehidrasi

(36,96%), penggunaan obat antibiotik (89,13%), dan yang tidak diberikan

antibiotik (10,87%), ringer laktat (93,48%), dekstrosa (13,04%), zink

(65,22%), antimetik (58,69%), antipiretik (54,35%), antasida (2,17%), H2

blocker (23,91%), probiotic (21,74%), sinbiotik (34,78%), CRO (10,87%),

deksametason (4,35%), enzim pencernaan (2,17%), nystatin (2,17%), dan

kedaan pasien diare saat keluar dari Rumah Sakit sembuh (67,39%), mulai

sembuh (32.61%), dengan lama perawatan 3 hari (69,57%), 4 hari (23,91%), 5

hari (6,52%) (Arifani Siswidiasari, Ketut Widyani Astuti, dan Shagung

Chandra Yowani 2014 )

Dalam penelitian Annik megawati dkk, bertujuan untuk mengetahui

jumlah pasien, presentase karakteristik pasien yang meliputi jenis kelamin dan

umur, dan mengetahui kerasionalan antibiotik (Tepat indikasi, Tepat Pasien,

Tepat pemilihan Obat, Tepat dosis, Tepat Cara dan lama pemberian dan

Waspada terhadap Efek samping). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil


38

sampel data rekam medis pasien diare anak di instalasi rawat inap Rumah

Sakit Umum Daerah RAA Soewondo Pati periode Januari-Desember 2017.

Pengambilan sampel pasien diambil dari data rekam medis dan data pasien

yang terdiagnosa diare, banyaknya kasus yang didapat yaitu sebanyak 430

kasus, popilasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang didiagnosis

diare di Instalasi Rawat Inap RSUD RAA Soewondo Pati tahun 2017.

Sampelnya seluruh jumlah populasi yang mana jumlah populasi didapat dari

jumlah rekam medik pasien rawat inap diare pada anak, dengan menggunakan

teknik sampling purposive sampling dengan prosedur pengumpulan data

mengambil data rekam medis pasien anak yang didiagnosa diare dengan

menggunakan teknik purposive sampling lalu data dianalisis dengan metode

analisis deskriptif kualitatif, lalu mengolah datanya dengan melihat data rekam

medis pasien anak yang didiagnosa diare lalu menganalisis dengan metode

deskriptif kualitatif.

Berdasarkan hasil tabel observasi pasien yang dilihat dari jenis kelamin,

pasien diare paling banyak diderita pada pasien berjenis kelamin laki-laki

yaitu sebanyak 24 pasien (52%) sedangkan perempuan 22 pasien (48%),

Berdasarkan data hasil observasi yang dilihat dari jenis antibiotik yang sering

dijadikan sebagai terapi diare adalah Cefotaxim Injeksi yaitu sebanyak 28

pasien (61%), Ampicillin injeksi sebanyak 8 pasien (17%), Ceftriaxon injeksi

sebanyak 7 pasien (15%), Amoxicillin injeksi sebanyak 2 pasien (4%) dan

Metronidazole injeksi sebanyak 1 pasien (2%). Antibiotik yang digunakan

sebagai terapi adalah antibiotik golongan penisilin, sefalosporin dan


39

metronidazole. Dan dapat disimpulkan rasionalitas penggunaan antibiotik

pada pasien diare anak rawat inap menunjukkan bahwa Presentase tingkat

kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien diare anak di RSUD RAA

Soewondo Pati sebesar 99% (Annik Megawati, Della Fatma Sari 2018 )

Dalam penelitian Mardayani Lolopayung dkk bertujuan untuk

mengevaluasi penggunaan zink dan probiotik dalam penanganan diare pada

anak. Penelitian ini dilakukan dengan metode prospektif terhadap pasien diare

anak di bangsal anak Catelia RSUD Undata Palu pada bulan Juni – September

2013. Subyek penelitian dibagi dalam 2 kelompok yaitu perlakuan dan

kontrol. Kelompok perlakuan mendapat terapi oralit, dan kombinasi zink-

probiotik dan kelompok kontrol hanya mendapat terapi oralit. Variabel yang

diamati adalah perubahan konsistensi feses, frekuensi, durasi diare, dan lama

rawat inap.

Hasil perubahan konsistensi feses pada kelompok perlakuan lebih baik

daripada kelompok kontrol. Rerata frekuensi diare saat keluar pada kelompok

perlakuan 1,27 ± 0,45 dan pada kelompok kontrol 1,53 ± 0,56. Durasi diare

lebih singkat pada kelompok perlakuan (1,60 ± 0,62) dibanding kelompok

kontrol (3,73 ± 0,87). Lama rawat inap lebih singkat pada kelompok perlakuan

(3,27 ± 1,26) dibandingkan kelompok kontrol (3,77 ± 1,00). Penggunaan zink

dan probiotik pada pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diare

anak di Instalasi Rawat Inap RSUD Undata Palu Tahun 2013 selama 3 bualn

(Juni – September 2013), dan menggunakan sampel pasien diare anak, umur 1

bulan – 12 tahun rawat inap dan mendapat terapi kombinasi zink-probiotik dan
40

atau oralit. Dengan prosedur pengumpulan data pasien anak yang dirawat inap

selama 3 bulan lalu dibagi 2 kelompok perlakuan dan kontrol. Dan data

diolah dengan analisis univariat dan bivariate dan dapat disimpulkan bahwa

hasilnya Penggunaan zink dan probiotik pada pasien diare anak mempunyai

pengaruh yang bermakna terhadap konsistensi feses, frekuensi diare, durasi

diare, dan lama rawat inap (p = 0,000) (Mardayani Lolopayung, Alwiyah

Mukaddas, Inggrid Faustine 2014).

Dari kelima jurnal, jurnal 3 dan 4 memiliki teknik sampling yang jelas.

Jurnal yang memenuhi tujuan karya tulis ini adalah jurnal 3 karena memenuhi

kriteria yang lengkap dan jelas.


BAB VII

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari gambaran pengobatan diare pada pasien anak di instalasi rawat inap

dapat disimpulkan obat yang digunakan untuk pengobatan diare pada anak

adalah oralit, dan penggunaan zink dan probiotik dapat dikombinasikan dalam

penanganan diare pada pasien anak yang dirawat di instalasi rawat inap, serta

beberpa obat antibiotik yang sering digunakan yaitu cefotaxime, ampicillin,

ceftriaxone, amoxicillin, metronidazole.

B. Saran

1. Perlu adanya penelitian lebih lanjut agar meningkatkan nilai guna

penggunaan obat anti diare pada pasien anak di instalasi rawat inap

2. Semoga kedepannya dapat dilakukan penelitian agar mempermudah

meneliti gambaran penggunaan obat anti diare pada pasien anak di

isntalasi rawat inap

41
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:


Rineka Cipta.

Cahyono, S. B. 2010. Vaksinasi Cara Ampuh Cegah Penyakit [Link]:


kanisisus.

Dapartemen Kesehatan R.I. (2005). Rencana Strategi Dapartemen Kesehatan.


Jakarta : Depkes RI.

Depkes RI. (2011). Buku Saku Petugas Kesehatan. Jakarta: Departemen


Kesehatan Republik Indonesia.

Dra. Sujati Woro I., [Link]., Apt, 2016, Farmakologi, Jl. Hang Jebat III Blok F3,
Kebayoran Baru Jakarta Selatan – 12120.

Fithria, RF dan Difain, AR. 2015. Rasionalitas Terapi Antibiotik Pada Pasien
Diare Akut Anak Usia 1-4 Tahun Di Rumah sakit Banyumanik Semarang.
Semarang: Tahun 2013. Jurnal Pharmacy. Vol. 12, No. 02. Halaman 199-
200.

Kemenkes RI. 2011. Situasi Diare di Indonesia Bulletin Jendela, Data dan
Informasi Kesehatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes. 2011. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Buletin jendela
data informasi kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.

Kementrian kesehatan RI. 2014. Kondisi Pencapaian Program Kesehatan Anaka


Indonesia, Jakarta Selatan Jl HR Rasuna Said Blok X5 Kav 4-9 Lantai 6
Blok C.

Korompis, Fras. dkk. 2013. Studi Penggunaan Obat Pada Penderita Diare Akut
Di Instalasi Rawat Inap Blu RSUP PROF. DR. R. D Kandou Manado
Periode Januari – Juni 2012. Pharmacon Jurnal Ilmiah Pharmacy-UNSRAT
Vol. 2 Nomor. 01.

Lolopayung, M. dkk. 2014. Evaluasi Penggunaan Kombinasi Zink Dan Probiotik


Pada Penanganan Pasien Diare Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUD
Undata Palu Tahun 2013. Online Jurnal Of Natural Science, Vol.3(1):55-64
March 2014.

42
43

Megawati, Annik. dkk. 2018. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Untuk


Pengobatan Diare Pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat inap RSUD RAA
Soewondo Padang Tahun 2017. Cendekia Journal of Pharmacy, Vol. 2, No.
1, Mei 2018.

Permenkes. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Reublik Indonesia Nomor 72


Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rachmawati, Y., Suharsono and Sutrisna, E. M. (2014). Evaluasi Penggunaan


Antibiotik Pada Pasien Gastroenteritis Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit
“X” Periode Januari-Juni 2013.

Raini, M., Gitawati, R. and Rooslamiati, I. (2015) „Kerasionalan penggunaan obat


diare yang disimpan di rumah tangga di Indonesia‟, Jurnal Kefarmasian
Indonesia, 5(1), pp. 49–56.

Santoso, H. (2009) „Kajian Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Kasus


Demam Tifoid Yang Dirawat Pada Bangsal Penyakit Dalam Di Rsup
[Link] Semarang‟, Skripsi S1 Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro Semarang. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Septiani, S. (2015) „Evaluasi penggunaan obat pada pasien balita terkena diare
pada pasien rawat inap di rumah sakit x tahun 2014‟, Naskah publikasi.

Siswidiasari, Arifani. dkk, 2014. Profil Terapi Obat Pada Pasien Rawat Inap
Dengan Diare Akut Pada Anak Di Rumah Sakit Umum Negara. JURNAL
KIMIA 8 (2), JULI 2014: 183- 190. Jurusan Farmasi FMIPA Universitas
Udayana, Bukit Jimbaran.

Soedibjo Bambang. (2013). Pengantar Metode Penelitian. Bandung: Universitas


Nasional Pasim.

Sofyan, Rudianto (2010). Cara Tepat Atasi Diare Pada Anak. PTBhuana Ilmu
Populer: Jakarta.

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif


dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,


danR&D). Bandung : Alfabeta.

Tanjung, D.S. dkk. 2011. Evaluasi Penggunaan Obat Anti Diare Pada Pasien
Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUD Banyumas 2009. Pharmacy, Vol.08
No.02 Agustus 2011.

Undang – Undan RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta.


44

Lampiran 1. Formulir Bimbingan KTI


YAYASAN BHAKTI WIYATA
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
FAKULTAS FARMASI
PROGRAM STUDI D3 FARMASI
Alamat : KH. Wahid Hasyim No. 65, Kediri 64114 Jawa Timur Indonesia (0354

FORMULIR BIMBINGAN KTI


Nama Mahasiswa : Sentya
Dosen Pembimbing : Widhi Astutik, [Link]., [Link]., Apt
NIM : 30317073.
Program Studi : D3 Farmasi.
Judul KTI : Study Literatur- gambaran penggunaan obat antidiare
pada pasien anak di instalasi rawat inap
45

Lampiran 2. Surat Kelayakan Etik


46

Lampiran 3. Jurnal 1
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66

Lampiran 4. Jurnal 2
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76

Lampiran 5. Jurnal 3
77
78
79
80
81
82
83
84

Lampiran 6. Jurnal 4
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105

Lampiran 7. Jurnal 5
106
107
108
109
110
111
112
113
114

Anda mungkin juga menyukai