MAKALAH
TERAPI KOMPLEMENTER
“Pregnancy Massage dan Senam Hamil”
Dosen Pembimbing :
Septi Kurniawati, SST.,[Link]
Sri Aningsih, [Link].,SST.,[Link]
Ineke, [Link]
Disusun Oleh:
1. Isabella farona ([Link])
2. Lutfi Nuraini ([Link])
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RUSTIDA
PRODI DIII KEBIDANAN
KRIKILAN – GLENMORE - BANYUWANGI
2023/2024
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunianya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
makalah ini yang berjudul “Pregnancy Massage dan Senam Hamil”. Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai
salah satu metode pembelajaran bagi mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Rustida Krikilan DIII Kebidanan. Terima kasih kepada:
1. Ibu ketua prodi D III Kebidanan Tria eni rafika devi
2. Ibu Septi Kurniawati, SST.,[Link] selaku dosen pembimbing
3. Ibu Sri Aningsih, [Link].,SST.,[Link] selaku dosen pembimbing
4. Ibu Ineke, [Link] selaku dosen pembimbing
5. Teman-teman yang membantu terselesaikannya makalah ini.
Kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyusun makalah ini.
Namun kami sebagai manusia pasti memiliki banyak kelemahan dan kekurangan
sehingga kami mengharapkan kritik dan saran agar makalah ini bisa lebih baik lagi
dan bisa bermanfaat bagi semua orang.
Krikilan, 15 Februari 2023
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................1
C. Tujuan.............................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................................3
A. Pregnancy Massage.........................................................................................................3
1. Pengertian Pijat.........................................................................................................3
2. Tujuan Pijat...............................................................................................................3
3. Manfaat Pijat.............................................................................................................3
4. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Pijat Pada Masa Hamil..............................3
5. Gerakan Dasar Massage............................................................................................8
BAB III PENUTUP..............................................................................................................13
A. Kesimpulan......................................................................................................................13
B. Saran.................................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Massage/Pijat merupakan aplikasi tekanan pada jaringan lunak tubuh,
seperti kulit,otot, tendon dan ligament. Pijat merupakan salah satu cara untuk
memunculkan wellness for body and mind (Azriani. 2019).
Massage/pemijatan saat ini banyak digunakan oleh tenaga kesehatan
untuk memberikan efek rileksasi pada ibu hamil yang bertujuan untuk
mengurangi stress dan kecemasan. Teori stres Selye menjelaskan efektifitas
fisiologi dari massage merupakan respon terpadu yang berasal dari
hipotalamus yang mengarah kenaikan atau penurunan gairah dari sistem saraf
pusat. Back Massage dapat memproduksi endomorfin dengan mengurangi
ketegangan otot adalah kebalikan dari respon [Link] menunjukkan bahwa
massage dapat membantu menyelesaikan permasalahan seperti kecemasan,
depresi, stres, nyeri dan insomnia dengan mengurangi ketegangan otot.
Prenatal Massage pada ibu hamil merupakan salah satu cara untuk
meringankan rasa tidak nyaman dan membuat ibu hamil rilek dan tidur
nyenyak. Prenatal Massage umumnya akan menyesuaikan tekhnik pijatan
dalam rangka meredakan beberapa keluhan yang sering dialami ibu hamil
termasuk diantaranya adalah munculnya rasa pegal atau sakit dibagian
kepala, kaki, punggung, dan pinggang. Pijat juga dapat dilakukan dalam
rangka merespon perubahan fisik selama masa kehamilan seperti peningkatan
volume darah yang bisa mencapai 50 persen, dan peningkatan kadar anti
koagulan, serta peredaran darah ke kaki yang biasanya menjadi kurang
lancar.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian pijat ?
2. Apa tujuan pijat ?
3. Apa saja manfaat pijat ?
4. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk pijat pada masa hamil ?
5. Bagaimana gerakan dasar massage ?
1
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Agar mahasiswa dapat mengetahui serta memahami tentang pregnancy
massage.
2. Tujuan Khusus
a. Agar mahasiswa dapat mengetahui serta memahami serta memahami
tentang pengertian pijat
b. Agar mahasiswa dapat mengetahui serta memahami serta memahami
tentang tujuan pijat
c. Agar mahasiswa dapat mengetahui serta memahami serta memahami
tentang manfaat pijat
d. Agar mahasiswa dapat mengetahui serta memahami serta memahami
tentang hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pijat pada masa hamil
e. Agar mahasiswa dapat mengetahui serta memahami serta memahami
tentang gerakan dasar massage
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pregnancy Massage
1. Pengertian Pijat
Pijat selama kehamilan merupakan salah satu cara yang sesuai untuk
mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Pijat
dapat membantu mengurangi keluhan dan ketidaknyamanan yang
dirasakan oleh ibu hamil.
2. Tujuan Pijat
Terapi pijat dipergunakan untuk meredakan ketegangan otot dan
meningkatkan sirkulasi darah serta merangsang sistem limfatik (getah
bening). Karenanya, pijat diyakini sangat efektif untuk mengatasi stres,
meningkatkan relaksasi, meredakan nyeri otot, meningkatkan kelenturan
otot, mengurangi sakit kepala, meningkatkan sistem daya tahan tubuh dan
memperbaiki kualitas tidur.
3. Manfaat Pijat
Manfaat dari Prenatal Massage adalah antara lain :
a. Menurunkan hormon penyebab stres, ketegangan dan juga dapat
memperbaiki mood pada ibu hamil.
b. Meningkatkan kualitas tidur lebih baik dan juga meningkatkan rasa
bahagia pada ibu hamil.
c. Membantu mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme tubuh
melalui limfatik dan system sirkulasi yang dapat mengurangi
kelelahan dan membuat ibu lebih berenergi.
d. Membantu mengurangi keluhan ibu hamil seperti nyeri punggung
bagian bawah, kekakuan leher, kram pada kaki, pusing kepala,
oedema dan pergelangan kaki bengkak.
4. Hal-hal yang Perlu diperhatikan Untuk Pijat Pada Masa Hamil
a. Pilih waktu yang tepat.
Waktu di sini tentunya menyangkut beberapa kesempatan
seorang ibu hamil melakukan pijat. Sebaiknya tidak melakukan
pijatan pada 3 bulan pertama. Namun, dapat melakukan pijatan
ketika usia kandungan memasuki trimester kedua. Hal ini
dikarenakan pada usia trimester kedua, seorang ibu hamil sudah
3
tidak mengalami rasa mual dan juga muntah. Melakukan teknik pijat
pada trimester pertama memang tidak berbahaya, akan tetapi akan
membuat seorang ibu hamil merasa tidak nyaman. Pemilihan waktu
yang tepat juga pada saat mood seorang ibu hamil sedang baik tanpa
emosional yang tinggi dan juga rasa sensitif.
b. Pilih tenaga professional
Jika ingin melakukan teknik pijat ibu hamil, tentunya harus
memilih seorang tenaga profesional yang sudah ahli di dalam
bidangnya. Tentunya, harus memilih tenaga profesional,seperti
terapis atau masseur. Masseur di sini adalah seseorang yang sudah
terlatih untuk melakukan pijat pada ibu hamil. Ibu hamil harus
menghindari diri dari tenaga pijat yang memang belum profesional.
Hal ini akan membuat merasa khawatir dan juga tidak rileks ketika
sedang melakukan pijatan.
c. Tanpa Wewangian.
Jika ibu hamil sangat sensitif terhadap bau wewangian dengan
bau yang sangat kuat. Sebaiknya, jangan menggunakan minyak
ataupun aroma terapi yang dapat membuat ibu hamil merasa mual.
Peningkatan hormon estrogen ternyata sangat berdampak pada indra
penciuman seorang ibu hamil sehingga penciumannya menjadi lebih
peka. Ibu hamil sebaiknya meminta kepada masseur atau tenaga
profesional untuk tidak menggunakan aroma apapun selama proses
pemijatan. Karena hal ini akan berdampak buruk dan tidak akan
merasa nyaman.
Beberapa wangi aromaterapi dapat menyebabkan seorang ibu hamil
mengalami kontraksi. Namun, jika tidak bermasalah dalam mencium
wewangian, ibu hamil dapat memilih wewangian yang bisa
menambah relaksasi pada saat pemijatan/massage.
d. Posisi yang sempurna
Tentunya, melakukan pijat pada ibu hamil membutuhkan posisi
yang cukup baik dan juga nyaman. Jika ibu melakukan pijat hamil
kurang dari 4 bulan, ibu dapat berbaring. Namun, jika sebaliknya,
lebih baik melakukan teknik pijat dengan tidak berbaring dan
terlentang dalam waktu yang cukup lama. Ibu hamil dapat meminta
4
tenaga ahli untuk menggunakan sebuah meja dengan dilubangi
bagian tengahnya agar dapat menopang perut dengan sangat nyaman
dan tidak terhalangi. Selain itu, ibu hamil dapat menggunakan bantal
untuk membantu posisi berbaring menyamping.
1) Prone (terlungkup)
Posisi ini disarankan pada trimester pertama. Untuk
mencegah tekanan intrauterine gunakan dua bantal untuk
menyokong pelvis di kedua anterior superior spina iliaka. Kita
juga membutuhkan bantal yang tinggi di pergelangan kaki
hindari flexi yang terlalu dalam pada telapak kaki karena dapat
menyebabkan kram.
2) Supinasi (terlentang)
Posisi ini disarankan pada kehamilan 14-22 minggu. Pada
trimester pertama posisi supinasi juga diperbolehkan dan tidak
memerlukan peralatan ekstra. Hanya menggunakan bantal
dibawah lutut untuk membantu meratakan lumbal ditempat
tidur. Mulai pada usia 14 minggu gunakan bantal yang diletakan
disebelah kanan, kemudian selipkan bantal untuk mengangkat
sisi kanan dari bawah tulang rusuk ke sendi pinggul.
3) Semi reclining (semifowler)
Pada usia kehamilan mulai 23 minggu disarankan untuk
menggunakan posisi semireclining dan menghindari posisi
supinasi. Pada posisi ini sudut kemiringan dari kepala hingga
sendi pinggul adalah 45-47 derajat. Gunakan bantal untuk
menyangga tulang servikal dan juga tulang belakang.
Tambahkan bantal untuk menyangga dibawah lutut dan dibawah
betis.
4) Sidelying (menyamping)
Pada posisi ini ibu dianjurkan miring ke kiri gunakan cukup
bantal untuk menyangga kepala dan leher. Tambahkan bantal
untuk menyangga sendi panggul. Posisi lutut satu garis dengan
kepala dan trochanter. Sudut sendi panggul yang dibentuk
kurang lebih 90 derajat untuk mengurangi lordosis.
5) Seated (duduk)
5
Posisi ini sangat nyaman bagi wanita yang kehamilannya
kembar, menderita penyakit simfisis pubis yang parah, klien
yang obesitas dan klien dengan refleks lambung parah. Ketika
kita menggunakan kursi dan kakinya harus ditompang untuk
mengurangi terjadinya oedem pada kaki. Untuk menambah
kenyamanan kita dapat menambah bantal yang diletakan di
antara punggung dan bagian belakang kursi. Hati-hati ketika
melakukan pemijatan di bagian punggung untuk mengurangi
tekanan intrauterin.
e. Tepat pada sasaran
Tentunya, ketika melakukan pijatan harus mengenai daerah
yang tepat. Jangan sampai melakukan pijatan pada daerah yang
dilarang. Pijat ibu hamil dapat dilakukan pada daerah kaki, tangan,
punggung, pundak dan juga panggul. Hindari untuk memijat area
perut karena akan menimbulkan kontraksi.
f. Pijat titik aman
Hal yang perlu diperhatikan dalam memijat ibu hamil tentunya
harus pada titik yang aman. Sangat penting bagi ibu hamil untuk
tidak menekan langsung pada tulang pergelangan kaki dan tumit
karena hal ini akan memicu kontraksi. Pastikan tenaga ahli dan juga
suami tidak menekan daerah tersebut.
Titik pijat yang harus dihindari pada ibu hamil adalah:
1) Gall Bladder
Merupakan titik tertinggi yang terletak di atas trapesius,
sedikit kebelakang. Selain dapat menstimulasi let down reflek
dan mensekresi prilactin, oksitosin titik ini juga dapat memicu
kontraksi uterus dan perdarahan.
2) Kidney I
Titik ini disebut “gushing spring”. Terletak pada garis
vertical yang membagi ditengah pada telapak kaki
6
3) Large Instine 4
Disebut “meeting mountaints” atau “great eliminator”.
Terletak diantara ibu jari dan telunjuk. Dapat menyebabkan
kontraksi uterus dan mempercepat kemajuan persalinan.
4) Spleen 6
Disebut “meeting point of the three yin leg meridians”.
Terletak 3 cun di atas pergelangan kaki posterior medial ke tibia
(di bawah tibia). Dapat menyebabkan kontraksi rahim dan
mempercepat persalinan.
5) Spleen 10
Disebut “ocean of blood”. Terletak sekitar 2 inci di atas
patella di tengah vastus medialis. Dapat menstimulasi
perdarahan uterus dan keguguran.
7
6) Liver 3
Terletak diantara jari pertama dan jari kedua kaki. Dapat
menyebabkan perdarahan uterus dan keguguran. Juga dapat
mempercepat kemajuan persalinan.
7) Bladder 67
Terletak di sebelah luar pada jari kelingking kaki kira-kira
0,1 cm di belakang kuku. Dapat menurunkan bagian terbawah
dari janin, digunakan untuk mempercepat persalinan yang sulit.
8) Ovary Reflex
Terletak di bagian luar di tengah antara pergelangan kaki dan
tumit di mana jaringan terasa kenyal. Dapat menstimulasi
uterus.
5. Gerakan Dasar Massage
a. Pemijatan daerah kepala
Memijat kulit kepala, membuat lingkaran kecil dari dahi di sepanjang
garis rambut dan turun ke pelipis, dan meremas leher dari bawah.
b. Pemijatan daerah bokong dan punggung
Buka selimut pada daerah punggung hingga ke gluteal (bokong) ibu
kemudian balurkan minyak di daerah punggung dan mulai dengan
peregangan.
8
1) Lakukan pemijatan berupa usapan lembut, lambat dan panjang
atau tidak putus-putus dengan menggunakan ujung jari yang
ditekan lembut dan ringan.
a) Mulailah dari atas punggung meluncur ke bawah pada kedua
sisi tulang belakang hingga atas otot gluteal
b) Kembali lagi dari bawah ke atas.
c) Tekanan pijatan ke atas dikurangi.
2) Pijat daerah pinggang dan bahu dengan meremas otot panggul
dan bahu.
a) Pinggang: Lakukan kneading (meremas otot) mulai dari otot
gluteal (bokong) dan pinggang dengan lembut bergeser bolak
balik.
b) Bahu: Lanjutkan kneading (meremas) ke bagian atas bahu.
3) Memijat menyilang daerah bahu dan bokong
a) Urut dari daerah bahu ke daerah gluteal ( daerah bokong )
secara menyilang dari sisi kanan ke sisi kiri.
b) Urut dari daerah gluteal ke daerah bahu ( daerah bokong )
menyilang dari sisi kanan ke sisi kiri.
c) Lakukan hal ini secara bergantian.
4) Pijat daerah sekitar ilium dengan cara menekan pada daerah
sekitar ilium kemudian bergerak ke daerah punggung hingga ke
bahu menggunakan tarian jempol sambil memutar ibu jari.
5) Memijat daerah otot spina
a) Gunakan jempol untuk membentuk lingkaran keluar pada sisi
kanan dan kiri otot spina (secara sirkular).
b) Gunakan jempol untuk menekan ke dalam dan keluar dari
spina.
6) Lakukan gerusan pada otot tulang belakang dengan menggunakan
buku jari tangan, dapat bergerak maju-mundur.
7) Deeper Cross Friction Therapy
a) Gunakan 2 tangan 4 jari, dimulai dari sisi atas otot gluteal.
b) Meluncur dari alur lamina diatas otot tulang belakang sampai
lanjutkan ke punggung ke atas hingga bahu dan kembali.
8) Ellbow Teknik
9
a) Letakkan salah satu telapak tangan pada bahu dan siku tangan
lainnya pada punggung.
b) Meluncur turun pada otot tulang belakang dari bahu dengan
umpe utama tekanan pada otot umpeng.
9) Akhiri pemijatan daerah punggung dengan usapan lembut daerah
punggung.
c. Pemijatan untuk daerah lengan
Langkah-langkah pemijatan daerah lengan sebagai berikut:
1) Melakukan pemijatan daerah lengan dengan mengusap lembut
lengan bawah lalu naik ke atas.
2) Melakukan teknik V Stroke. Buat huruf V diantara ibu jari dan
jari telunjuk, pijat dari lengan bawah ke lengan atas.
3) Kneading: Buat bentuk hati antara ibu jari dan jari telunjuk, saat
memijat ibu jari diarahkan naik turun hingga bertemu jari
telunjuk. Pemijatan dimulai dari bawah ke lengan atas.
4) Usap samping (leaf stroke): mengusap lembut tangan bagian
samping dari atas kebawah dengan menggunakan ujung jari.
5) Gerusan; Membuat gerakan seperti mengguerus dengan
menggunakan buku jari tangan. Dilakukan dari atas sampai
lengan bawah.
6) Memijat tangan menggunakan ibu jari untuk membuat lingkaran
kecil di atas telapak tangan; di punggung tangan, menggosok di
antara ruang-ruang tulang; meluncur ke bawah setiap jari.
d. Pemijatan daerah paha
Tahapan pemijatan daerah paha adalah sebagai berikut:
1) Melakukan pemijatan lembut dimulai dari daerah lutut hingga ke
pangkal paha.
2) Melakukan teknik V – Stroke : Buat huruf V antara jempol dan
telunjuk. Pijat dari lutut sampai pangkal paha.
3) Melakukan pemijatan pada otot hamstring yaitu tiga buah otot
yang berkelompok dan terletak di bagian belakang paha dengan
cara meremas otot-otot tersebut.
10
4) Melakukan pemijatan meremas pada otot quadriceps yaitu
kumpulan dari empat otot besar yang terletak dipaha depan dan
berfungsi untuk meluruskan lutut dan menekuk hip (panggul).
5) Melakukan pemijatan pada sisi paha bagian luar mulai dari lutut
kearah pangkal paha dengan menggunakan sisis antara ibu jari
dan telunjuk.
6) Melakukan pemijatan dengan teknik Chisel fist yaitu melakukan
gerusan dengan buku jari mulai dari lutut kearah pangkal paha.
ump digunakan dengan 2 tangan maupun 1 tangan.
7) Teknik Splitting hamstrings yaitu kedua tangan umpeng tindih
memberikan tekanan dari atas lulut hingga ke pangkal paha.
8) Teknik Criss – cross. Kedua telapak tangan posisi melintang pada
paha kemudian melakukan gerakan maju mundur dari arah lutut
kearah pangkal paha.
9) Teknik Compression jari-jari kedua tangan pemijat saling
menyilang/ bertautan kemudian melakukan pemijatan dengan
telapak tangan dari arah lutut kearah pangkal paha.
e. Pemijatan daerah betis (jangan gunakan tekanan yang sangat pada
betis)
1) Melakukan pemijatan/usapan lembut pada daerah betis mulai dari
bawah sampai kearah lutut.
2) Pemijatan dengan teknik V – Stroke yaitu memijat menggunakan
sisi dalam jari telunjuk dan jempol kemudian memijat daerah
betis dari bawah ke atas.
3) Melakukan peremasan lembut pada otot betis. Dengan lembut
lakukan pada daerah betis sampai ke lutut.
4) Teknik Leaf stroke dengan menggunakan jempol dengan
membuat setengah lingkaran (seperti gerakan membentuk daun)
pijat daerah betis dari bawah.
5) Melakukan teknik Chisel Fist dengan melakukan gerusan ke arah
atas dari pergelangan kaki dengan menggunakan buku jari
pemijat.
11
6) Melakukan teknik Pumping Tahan lutut dengan telapak tangan
kemudian lakukan dorso fleksi dan ekstensi secara bergantian
pada telapak kaki dengan lembut.
7) Lakukan massage dengan lembut pada kaki.
8) Usap dengan lembut bagian telapak kaki.
9) Gosok telapak kaki dengan arah ke atas dan ke bawah dengan
menggunakan buku-buku jari.
10) Pijat dari jari kaki ke tumit dengan ibu jari dan bergerak kembali
ke arah jari kaki.
11) Setelah selesai pemijatan, bersihkan badan ibu dengan
menggunakan handuk.
B. Senam Hamil
1. Pengertian Senam Hamil
Senam Hamil merupkana terapi latihan berupa aktivitas atau gerak yang
diberikan pada ibu hamil untuk mempersiapkan diri baik persiapan fisik
maupun psikologis untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi selama hamil
tetap sehat (Widianti, 2010).
Senam Hamil merupakan olahraga yang dilakukan oleh ibu hamil untuk
mempersiapkan dalam menghadapi persalinan dengan melatih teknik
pernapasan, sikap tubuh, dan melatih otot-otot yang berguna dalam
proses persalinan sehingga diharapkan ibu hamil siap menghadapi
persalinan secara fisik atau mental (S.H. Ronald, 2011).
2. Manfaat Senam Hamil
a. Membantu menghindari pertambahan berat badan berlebihan.
b. Membuat tidur lebih nyenyak.
c. Memperkuat jantung dan paru.
d. Memperkuat sendi.
e. Mengencangkan otot.
f. Meredakan nyeri dan sakit yang dirasakan di masa kehamilan.
g. Meringankan nyeri akibat pertambahan beban pada tulang belakang.
h. Mencegah varises.
i. Memperpanjang nafas.
j. Latihan pernapasan khusus.
k. Latihan mengejan.
12
3. Syarat Mengikuti Senam Hamil
a. Telah mengikuti pemeriksaan antenatal care dan dinyatakan sehat
oleh dokter atau bidan.
b. Latihan dilakukan setelah mencapai usia kehamilan 22 minggu.
c. Latihan dilakukan dengan disiplin dan sesuaikan dengan kemampuan
fisik ibu.
d. Sebaiknya dilakukan dengan instruktur senam hamil.
4. Kontraindikasi pada senam ibu hamil
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap ibu hamil sebelum
menjalani senam hamil. Ibu hamil tidak dianjurkan untuk menjalani
senam hamil, jika memiliki kondisi sebagai berikut:
1) Menderita gangguan medis, seperti asma, penyakit jantung dan paru,
serta hipertensi.
2) Mengalami gangguan pada organ serviks.
3) Perdarahan pada vagina atau muncul bercak darah.
4) Gangguan pada plasenta.
5) Memiliki riwayat kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya.
6) Terdeteksi hamil kembar.
7) Anemia.
Hentikan senam hamil jika:
1) Perut sakit nyeri.
2) Mual.
3) Pusing.
4) Perdarahan.
5) Demam.
13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pijat selama kehamilan merupakan salah satu cara yang sesuai untuk
mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Dengan
melakukan pemijatan selama kehamilan, akan mengurangi nyeri pada kaki
dan punggung. Mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan pada ibu hamil akan
berdampak kepada penurunan kecemasan pada ibu hamil sehingga bisa
mengurangi resiko/komplikasi kehamilan seperti persalinan prematur dan
BBLR serta mengurangi kejadian depresi post partum
B. Saran
Semoga makalah ini bisa menjadi acuan untuk pembelajaran dan
bermanfaat bagi pembaca. Kami menyadari makalah ini masih banyak
kekurangan. Kami mengharap kritik yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
14
DAFTAR PUSTAKA
Azriani, Devi. 2019. Modul Panduan Prenatal Massage (Pijat Hamil). Jakarta:
Politeknik Kemenkes Jakarta I
Prodi Kebidanan. Modul Praktikum “Midwifery Complementary Community
Based”. Surakarta: Univ Sebelas Maret